Satu Nusa Satu Bangsa Satu Bahasa Satu Harapan

Archive for April, 2008

Kuliah Kewarganegaraan Ke 10

In kEpemimpinan, kEwarganegaraan, mAnajemen, mAteri kUliah on Monday , 28 April 2008 at 7:54 AM

logoku

Materi Kuliah Kewarganegaraan ini secara prinsip dapat dimanfaatkan oleh siapapun, mahasiswa, dosen, ataupun masyarakat umum untuk digunakan sendiri, dinas maupun untuk kegiatan pengajaran. Yang penting dalam mendayagunakan materi kuliah ini jangan lupa (sengaja mengabaikan!) menyebutkan sumber referensinya (www.mardoto.wordpress.com) Silakan sekarang anda download sesuai kebutuhan.

silakan FreeDownload

Ngatur perangkat TI

In hAm, kEwarganegaraan, kOmputer, mAnajemen, nUrani, tEknologi iNformasi on Wednesday , 23 April 2008 at 5:58 AM

logoku

Setelah saya nulis (sekaligus mengeluh ya …) soal password dan HP, ada yang ngontak. Bagaimana cara ngatur itu perangkat TI biar aman, nyaman, enak dan etis. Okelah, meski bukan ahlinya saya ingin berbagi kebisaan (meski sedikit) untuk kebaikan orang banyak.

Masalah password. Hal yang terpenting ialah jangan pernah bikin password yang mudah dideteksi orang lain. Juga jangan bikin password yang anda sulit mengingatnya. Logikanya makin panjang (karakternya: huruf dan angka) dan makin acak susunannya (artinya tidak terstruktur dengan jelas) makin baik. Oleh sebab itu, janganlah pakai password yang melekat pada diri anda (nama, tanggal lahir, nomor rumah, nomor kepegawaian, nomor mahasiswa, dan sejenisnya) dan jangan juga menggunakan data-data sekitar anda (nama anak, istri, orang tua ataupun nama sekolah/kantor). Susah nyarinya? Dikatakan sulit ya sulit, gampang ya gampang, karena makin rumit dan panjang suatu password makin susah mengingatnya, apalagi untuk orang yang merasa memorinya terbatas. Tetapi kalau password terlalu simple orang lain akan mudah menemukan (juga memanfaatkan secara ilegal). Apalagi sekarang dengan model “dictionary” yang bisa untuk cari-cari password orang.  Jadi bagaimana? Ada sedikit tips untuk anda:

1. Pilih password yang anda mudah mengingat, orang lain juga gampang tahu, tapi tidak menduga kalau anda menggunakannya, karena dipandang sangat kecil kemungkinan anda ada relasinya dengan data/angka tersebut. Contohnya: tahun perang diponegoro, tahun kemerdekaan Indonesia, tahun pergerakan kebangkitan nasional, atau nama pacar anda yang pertama (waktu masih cinta monyet!). Ini pasti sulit dilacak orang, tetapi anda sangat gampang mengingat.

2. Ubahlah password secara periodik. Sebulan sekali atau satu minggu sekali (kalau anda super rajin).

3. Jangan pernah nulis password dimana-mana, yang terbaik di dalam memori otak anda.

Masalah HP gimana? HP prinsipnya dapat kita pandang sebagai alat bantu diri kita. Makanya harus kita manfaatkan setiap fitur yang ada dalam perangkat tersebut secara maksimum untuk keuntungan kita, kebaikan kita dan tidak merugikan/menggangu orang lain. Biasanya HP sudah disetting untuk perbagai kondisi: general, silent, rapatbermobil dan lain-lain. Dimana sering diatur penggunaan voice dan getar. Nah untuk menghindari kelupaan kondisi penggunaan HP pada suatu acara (seperti saat shalat di mesjid!) dapat kita manfaatkan fitur alarm atau note (memo, meeting, anniversary) yang mengacu pada waktu/kalender. Contoh yang saya lakukan: Untuk jadwal shalat jumat jam 12.00 siang, saya sering pasang note/alarm meeting jam 11.40 dengan tulisan “sbntr lg jumatan, matikan HP”. Begitupun kalau untuk jadwal rapat, sekian menit sebelumnya ada alarm dari HP sendiri “sbntr lg rpt, silent HP pls“. Apakah anda harus dengan cara ini? Tidak selalu. Terserah anda bagaimana gampang dan enaknya. Yang penting gunakan HP anda untuk mengingatkan diri anda sendiri, daripada anda diingatkan orang lain, dikira nggak tahu etika!

Oke?  

Kisah bersih-bersih rumah

In iNtermezo, kEwarganegaraan, nUrani on Tuesday , 22 April 2008 at 7:35 AM

logoku

Pak Sabroni seorang pegawai negeri. Dia dikenal sebagai orang yang tak begitu rajin dalam bekerja di kantor maupun dalam kehidupan keseharian di rumah. Temannya di kantor sangat maklum. Istrinya yang telah 25 tahun dinikahinya juga sangat faham.

Suatu hari teman kantor yang sedang berkunjung ke rumahnya dibuat heran. Pak Sabroni ditemui sedang bersih-bersih rumah dan angkut-angkut barang lawas yang ada di dalam rumah, dibawa keluar.

Wah rajin juga pak sab?“, sapa temannya.

Iya. Kita harus biasakan bersih-bersih rumah. Barang-barang yang sudah rusak, sudah lama kita miliki dan sudah tidak begitu bisa difungsikan kita singkirkanlah. Nanti bisa dikasih ke orang lain, apa dijual murah, begitulah“, ucap pak sabroni sambil terus beres-beres. 

 ”Oh, begitu ya ….“, sambut temannya.

Harus itu. Nggak boleh pilih-pilih, biar di rumah ini suasananya tetap segar dan terbarukan“, oceh pak sabroni.

Lalu sambil setengah bergurau teman pak sabroni itu memberanikan diri bertanya yang agak pribadi.

Bagaimana dengan istrimu?”.

Ssst, itu bukan barang. Itu orang“, jawab pak sabroni bersungut-sungut.

Oh

 

Kuliah Kewarganegaraan Ke 9

In dEmokrasi, hAm, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, mAnajemen, mAteri kUliah, militer, pErtahanan on Tuesday , 22 April 2008 at 2:07 AM

logoku

Materi Kuliah Kewarganegaraan ini secara prinsip dapat dimanfaatkan oleh siapapun, mahasiswa, dosen, ataupun masyarakat umum untuk digunakan sendiri, dinas maupun untuk kegiatan pengajaran. Yang penting dalam mendayagunakan materi kuliah ini jangan lupa (sengaja mengabaikan!) menyebutkan sumber referensinya (www.mardoto.wordpress.com) Silakan sekarang anda download sesuai kebutuhan.

silakan FreeDownload

Susahnya memahamkan perilaku ber-TI

In iNtermezo, kEwarganegaraan, kOmputer, mAnajemen, nUrani, tEknologi iNformasi on Friday , 18 April 2008 at 8:05 AM

logoku

Hari ini saya merasakan (benar-benar merasakan!) susahnya sebagian orang untuk memahami bagaimana seharusnya perilaku mendayagunakan perangkat teknologi informasi. Artinya, begitu susahnya bagi saya sendiri untuk memahamkan orang-orang di sekitar saya tentang tata cara dan “tata tertib” menggunakan TI. Lho? Ijinkan saya buka hari ini dengan cerita. Pagi-pagi dapat sms dari kolega yang masih agak awam soal TI.

Pak, password saya berapa ya untuk sistem informasi personelnya?”

Mendengar pertanyaan ini saya paling males deh. Sudah berkali-kali saya ingatkan password itu apapun harus diingat sendiri, diamankan sendiri. Bagaimanapun caranya. Entah disimpan di dompet, di HP, apa taruh di laci mobil, “tempel” di otak, terserah. Apalagi beberapa hari lalu saya sudah nulis di weblog soal nomor HP sendiri yang ditanyakan ke orang lain, lihat http://mardoto.wordpress.com/2008/04/15/menanyakan-no-hp-sendiri-ke-orang-lain/ , sekarang eh, malah ada yang nanya password, padahal saya bukan admin. Hanya sebagai seorang teman yang meng”create“kan password yang baik. Waladalah ….., apa memori kepala saya pantas dan cukup untuk mengingat-ingat password punya kolega? Kalau PIN ATM, okelah (ha ha ha…). Siapa tahu dititipi kartunya sekalian, khan bisa nge”download” duit …. 

Siangnya, lagi-lagi soal penggunaan perangkat TI. Bagaimana nggak terkejut, baru khusyuk-khusyuknya sholat jumat, ringtone HP salah satu jamaah berbunyi dengan nyaring. Lagunya intrumentalia. Hancurlah konsentrasi jamaah dan imam, karena memang posisi bunyi itu agaknya tidak terlalu jauh dari imam. Bayangkan kalau ringtonenya “kamu ketahuan …” khan parah tuh!. Sebelum ada khotbah memang sudah diingatkan oleh pembaca pengumuman. Nyatanya ada saja yang kelewatan … Memang sih manusia tempatnya lupa. Tapi, semestinya khan bisa diminimumkan. Kalau mau, sekali lagi, kalau mau!

Bagaimana, menurut anda?

 

Kisah rambut putih bagi orang kerja

In iNtermezo, nUrani on Friday , 18 April 2008 at 4:26 AM

logoku
Ketika reuni, perhatian ke teman-teman lama pasti pada tampak fisik yang mudah terlihat mata. Salah satu yang paling mudah dilihat adalah mahkota kepala alias rambut.

Lho kok sudah pada putih semua?“, begitu komentar antar teman lama. Walaupun jaman sekarang masalah rambut putih bukan didominasi oleh para orang tua. Anak muda dan bahkan masih anak-anak pun banyak yang sudah punya rambut putih di kepala. Entah karena hormon, makanan model fast/junk food atau lainnya. Lalu apakah harus meringis and minder dapat pertanyaan tersebut? Ah, senyum saja. Jawabnya gampang:

Rambut putih ini pertanda kerjanya pakai kepala, mas“, itu jawabnya kalau anda sudah bekerja.

Wah ini bukti belajarnya pakai otak, mas“, itu jawabnya bagi anda yang masih berstatus pelajar and mahasiswa.

He he he. Maaf ya bagi anda yang rambutnya masih hitam (apalagi yang ditopang oleh hobi kamuflase: nyemir rambut).

Alasan militer melakukan operasi informasi (Bag. II)

In kEpemimpinan, kEwarganegaraan, kOmputer, mAnajemen, mAteri kUliah, militer, pErtahanan, tEknologi iNformasi on Friday , 18 April 2008 at 3:57 AM

logoku

b. Konstitusi berfungsi sebagai landasan  konstitusional  yang   mempunyai   kekuatan  yuridis  bagi  penyelenggaraan organisasi militer dan segala operasi yang diselenggarakannya, karena secara eksplisit memuat cita-cita nasional yang dapat dipandang sebagai visi suatu bangsa ke depan. Beberapa pokok pikiran konstitusi dapat dipandang sebagai landasan konstitusional penyelenggaraan organisasi militer beserta operasi yang dilaksanakannya.

c. Cara pandang suatu bangsa terhadap diri dan lingkungannya dalam mencapai cita-cita dan tujuan nasional merupakan pancaran dari falsafah atau ideologi yang menjiwai setiap perumusan kebijakan kehidupan. Cara pandang bangsa ini mempersyaratkan perwujudan dari satu kesatuan politik, ekonomi, sosial, budaya dan pertahanan keamanan [Soewarso, M.Sc, Laksamana Muda TNI, Wawasan Nusantara, Ketahanan Nasional dan Pertahanan Keamanan Matra Laut, Seskoal, Jakarta, Juli, 1986].   Operasi Informasi militer merupakan suatu usaha untuk mengimplementasikan wawasan bangsa melalui pemberdayaan teknologi informasi.

 

d. Ketahanan Nasional adalah kondisi totalitas aspek-aspek kehidupan suatu bangsa berdasarkan cara pandang tersebut di atas guna mewujudkan daya kekebalan, daya tangkal dan daya kena untuk mengadakan interaksi dengan lingkungan pada suatu waktu sedemikian rupa sehingga dapat menjamin kelangsungan hidup dan perkembangan kehidupan suatu bangsa sesuai tujuan yang telah digariskan. Ketahanan Nasional merupakan integrasi dari kondisi dinamis tiap-tiap aspek yang terdiri dari Geografi, Demografi, Sumber kekayaan alam, Ideologi, Politik, Ekonomi, Sosial budaya dan Pertahanan Keamanan.

e. Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, setiap bangsa tidak terlepas dari kebutuhan untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. Kebutuhan suatu bangsa untuk mempertahankan kemerdekaan, integritas dan eksistensi kedaulatan negara, stabilitas keamanan, ketertiban dan rasa aman bagi warga masyarakatnya, merupakan kebutuhan yang tidak dapat ditinggalkan, agar segala kegiatan dalam penyelenggaraan negara dapat berjalan tertib, aman dan lancar. Dalam upaya memenuhi kebutuhan tersebut, diperlukan angkatan bersenjata yang mampu mengatasi segala bentuk ancaman maupun gangguan pertahanan yang dapat terjadi setiap saat. Penciptaan kondisi tersebut tidak hanya difokuskan di wilayah daratan, namun juga di wilayah perairan teritorial dan yurisdiksi nasional serta seluruh wilayah udara di atasnya. Dengan ciri wilayah yang masing-masing memiliki karakteristik relatif berbeda, kekuatan darat, laut dan udara sebagai tugas pengabdian militer merupakan kekuatan yang sangat diperlukan untuk menjamin kemerdekaan dan kedaulatan negara.

 

f. Postur kekuatan militer pada dasarnya ditentukan oleh kemampuan sumber daya nasional yang tersedia untuk membangun dan mengembangkan kekuatan tersebut.   Apresiasi mengenai kondisi terjelek yang mungkin dihadapi berupa ancaman dengan kekuatan besar akan menuntut terwujudnya kekuatan militer yang tangguh dan sepadan dengan tingkat ancaman yang mungkin terjadi. Hal demikian pada saat ini memang sulit didukung oleh sumber daya nasional, baik pembangunan maupun pengembangannya. Sebaliknya, penilaian ancaman yang datang dengan kekuatan kecil seyogyanya dihadapi dengan kekuatan kecil tidaklah benar. Kekeliruan penilaian ancaman akan mengandung resiko tinggi. Bertumpu pada Sistem Pertahanan Negara, kebijakan  pembangunan kekuatan militer harus mewujudkan kekuatan besar, efektif dan efisien dengan cadangan cukup serta dapat dikembangkan setiap saat sesuai kebutuhan.

 

g. Dibandingkan dengan jumlah penduduk, luas wilayah serta kondisi geografis negara, kekuatan militer harus proporsional. Kualitas kekuatan yang didukung dengan teknik penggunaan alutsista secara efektif dan efisien dengan cadangan cukup tentu akan memiliki kemampuan yang tangguh, sehingga diharapkan secara psikologis dapat mengurungkan niat musuh untuk mengganggu kedaulatan negara, mampu mengatasi dan menanggulangi ancaman serta gangguan yang ada ataupun menghambat gerak maju musuh, hadir di seluruh penjuru wilayah negara dengan cepat dan tepat dan dapat dikembangkan secara cepat.

 

h. Dengan kenyataan ini Operasi Informasi militer tentu menjadi upaya nyata untuk mewujudkan ketangguhan militer dikarenakan operasi informasi akan menjadi senjata perkuatan keberadaan militer yang saat ini jumlah alutsistanya relatif kecil dibandingkan dengan luas wilayah nasional yang harus dipertahankan.

Alasan militer melakukan operasi informasi (Bag. I)

In kEwarganegaraan, kOmputer, mAnajemen, mAteri kUliah, militer, pErtahanan, tEknologi iNformasi on Thursday , 17 April 2008 at 7:55 AM

logoku

Pendahuluan. Penyelenggaraan pertahanan negara adalah salah satu fungsi pemerintah untuk mempertahankan kedaulatan, keutuhan wilayah dan keselamatan segenap bangsa dan negara dari segala bentuk ancaman dan gangguan. Pengalaman membuktikan bahwa perjalanan suatu bangsa dan negara sarat dengan berbagai rongrongan dari dalam maupun luar negeri. Ditinjau dari sisi filosofis, dasar-dasar suatu negara umumnya mampu mewadahi konsep kenegaraannya yang diwujudkan dalam landasan visional dan Ketahanan Nasional. Dengan didukung beberapa teori kontekstual suatu negara yang memiliki kedaulatan negara yang harus dijunjung tinggi, dijaga dan dipertahankan dalam sistem pertahanan negara yang tepat. Militer sebagai komponen pertahanan negara yang bertanggungjawab dalam pertahanan negara semua aspek (darat, laut dan udara) tentu menggunakan landasan demikian sebagai pijakan untuk menjalankan fungsi organisasinya. Demikian pula dalam penyusunan konsep dan implementasi operasi informasi untuk menghadapi perang informasi masa mendatang.

Landasan Historis. Pelaksanaan operasi informasi yang salah satunya mendasarkan pada unsur kerahasiaan secara historis sudah digunakan sejak jaman peperangan tradisional. Julius Caesar, yang mengkhawatirkan pesan untuk para jendralnya jatuh ke tangan musuh menggunakan metode enkripsi sederhana dengan menggeser huruf pada abjad dengan nilai tertentu. Sederhana  memang,  namun  pada  waktu  itu sudah memadai [Majalah Neotek, Edisi April 2002]. Sepanjang sejarah pembentukan kode dan pemecahannya selalu mendapat perhatian khusus dalam operasi militer. Penggunaan komputer untuk pertama kalinya dalam kriptografi adalah dalam usaha memecahkan kode enigma Nazi sewaktu Perang Dunia II. Sehingga secara historis operasi informasi telah ada sejak lama. Hal ini memiliki makna bahwa operasi informasi sesungguhnya bukan hal baru, hanya yang membedakan operasi informasi pada jaman dahulu dengan sekarang terletak pada perangkat yang digunakan.

 

Landasan Filosofis. Landasan filosofis penyelenggaraan Operasi Informasi militer tidak terlepas dari landasan idiil, konstitusional dan konseptual dari bangsa itu sendiri.

 

a. Pada hakekatnya kepentingan nasional bangsa untuk menjamin eksistensi negara dan keberlanjutan pembangunan nasional adalah sesuai dengan cita-cita dan tujuan nasional. Cita-cita suatu bangsa dirumuskan untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur. Sedangkan tujuan nasional adalah sebagaimana diamanatkan dalam konstitusi, yaitu melindungi bangsa, memajukan kesejahteraan, mencerdaskan kehidupan bangsa dan melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan perdamaian abadi dan keadilan sosial. Dasar negara merupakan media pemersatu bangsa yang dapat membentuk satu kesatuan politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan, melalui upaya pencegahan dan penindakan berbagai bentuk pelanggaran hukum, yang berimplikasi terhadap kedaulatan negara dan stabilitas keamanan secara menyeluruh serta media untuk membangun pengaruh terhadap negara-negara lain melalui peningkatan dampak penangkalan. Operasi Informasi militer pada dasarnya merupakan salah satu upaya perwujudan cita-cita besar suatu bangsa. (Bersambung ke Bag. II)

Sistem informasi dalam organisasi militer

In kEpemimpinan, kEwarganegaraan, kOmputer, mAnajemen, militer, pErtahanan, tEknologi iNformasi on Thursday , 17 April 2008 at 1:35 AM

logoku

     Penggunaan teknologi informasi secara tepat akan memunculkan nilai tambah pada proses manajemen organisasi. Seperti pernah ditulis Thomas H. Davenport [Davenport, Thomas H., 1995, Process Innovation, Ernst & Young, Boston] bahwa angka-angka produktivitas makroekonomi menunjukkan perusahan tidak sering memanfaatkan teknologi informasi untuk perubahan besar, meskipun secara fungsional terjadi perbaikan radikal dalam teknologi informasi. Informasi dapat memainkan sejumlah peran pendukung dalam upaya membuat proses lebih efisien dan efektif. Sekadar menambahkan informasi ke dalam suatu proses adakalanya dapat menyebabkan peningkatan kinerja yang radikal. Informasi dapat digunakan untuk mengukur dan memantau kinerja proses, mengintegrasikan kegiatan di dalam dan diantara proses, menyesuaikan proses tertentu dan memandu perencanaan jangka panjang serta optimasi proses.

     Dalam rangka memenangkan persaingan, organisasi-organisasi militer terus berusaha merumuskan dan menyempurnakan strategi peningkatan mutu kinerja organisasi. Sistem Informasi merupakan suatu kumpulan dari komponen-komponen dalam perusahaan atau organisasi yang berhubungan dengan proses penciptaan dan pengaliran informasi. Dalam hal ini, teknologi informasi hanya merupakan salah satu komponen dalam format organisasi. Pada sisi lain, komputer memegang peranan teramat penting dalam penciptaan produk. Jadi, keandalan suatu sistem informasi dalam suatu organisasi terletak pada keterkaitan antar komponen-komponen yang ada, sehingga dapat dihasilkan dan dialirkan suatu informasi yang berguna (akurat, terpercaya, detil, cepat, relevan) untuk institusi bersangkutan.

     Banyak sekali teknologi informasi yang dapat diterapkan dalam suatu organisasi.   Beberapa jenis teknologi informasi telah dimanfaatkan oleh militer. Teknologi informasi yang berkembang dan diterapkan militer telah banyak membantu dalam pengelolaan data-data untuk menghasilkan suatu informasi yang valid serta menyelesaikan persoalan-persoalan yang dihadapi tiap unit organisasi yang tentu berbeda dengan permasalahan yang dihadapi oleh unit organisasi lain. Walaupun secara umum memiliki persamaan namun terkait dengan faktor kekhasan unit organisasi, lingkungan, biaya, SDM dan tingkat kebutuhan masing-masing unit organisasi. Hal ini sejalan dengan kekhasan organisasi militer yang selalu menuntut kecepatan dan ketepatan informasi sebelum mengambil suatu keputusan yang akan direalisasikan dalam suatu tindakan, yang tidak menutup kemungkinan terkait dengan penggunaan senjata.

     Militer telah menempatkan teknologi informasi sebagai salah satu senjata yang mendukung kekuatan dan soliditas organisasi. Penerapan teknologi informasi pada organisasi militer dapat meningkatkan kualitas pemilihan strategi (dengan Decision Support System), peningkatan akurasi dan keandalan teknologi persenjataan (dengan rekayasa hardware dan software), pemerolehan personel militer yang mumpuni (dengan rekrutmen berbasis teknologi informasi) dan proses pembinaan personel militer yang lebih baik (dengan sistem informasi). Sejurus dengan hal tersebut, pemanfaatan teknologi informasi secara benar telah mampu mengeliminasi ancaman-ancaman penyalahgunaan data militer (dengan penerapan teknologi keamanan komputer dan jaringan) yang saat ini banyak beredar melalui media teknologi informasi. Dengan demikian saat ini sulit dihindari penerapan teknologi informasi dalam sistem organisasi militer, pada bagian operasional maupun bagian lain, seperti pengelolaan SDM.

     Terkait dengan penerapan teknologi informasi, pada tingkat nasional telah terbit Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2003 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan e-Government. Instruksi ini pada hakekatnya ditujukan kepada penyelenggara kepemerintahan, termasuk organisasi militer. Terdapat dua instruksi yang perlu dijadikan acuan dalam hal pentingnya penerapan teknologi informasi dalam organisasi militer,  yaitu:

 

a. Mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai tugas, fungsi dan kewenangan masing-masing guna terlaksananya pengembangan e-Government secara nasional dengan berpedoman pada Kebijakan dan Strategi Nasional. Pengembangan e-Government.

b. Merumuskan rencana tindak di lingkungan instansi masing-masing dengan berkoordinasi dengan Menteri Negara Komunikasi dan Informasi.

 

 

 

Modernisasi organisasi militer

In kEpemimpinan, kEwarganegaraan, kOmputer, mAnajemen, mAteri kUliah, militer, pErtahanan, tEknologi iNformasi on Thursday , 17 April 2008 at 1:32 AM

logoku

     Organisasi militer secara umum memiliki kekhasan orientasi yang tentu berbeda dengan organisasi sipil. Yahya Muhaimin menulis bahwa ciri organisasi militer yang mendorongnya untuk selalu berorientasi pada perubahan dan modernitas ialah hakikat dari lembaga kemiliteran untuk berlaga melawan organisasi militer negara lain guna melindungi eksistensi dan keamanan bangsa dan negaranya. Oleh karena itu harus selalu memperbaharui diri supaya tidak lebih lemah dari musuhnya.   Karena itu, organisasi kemiliteran modern senantiasa harus memiliki orientasi standar internasional [Taher, Elza Peldi (Ed), 1987, Menatap Masalah Pembangunan Indonesia,  Lembaga Kajian Manajemen Indonesia, Jakarta ].

     Dengan ciri demikian, organisasi militer dalam kerangka modernisasi tentu memerlukan inovasi strategis yang harus mengkombinasikan dukungan anggaran yang tidak sedikit dengan pemberdayaan semua sumber daya secara simultan dan terarah.

     Tulisan Brigjen TNI Nurhadi Purwosaputro, M.Sc. dengan judul Teknologi Modern dan Pertahanan Keamanan Nasional [Karim, M. Rusli dan Ridjal Fauzie (Ed), 1992, Dinamika Ekonomi dan Iptek dalam Pembangunan, PT. Tiara Wacana Yogya, Yogyakarta] memperdalam pemahaman tentang bagaimana hubungan militer dan teknologi. Dalam tulisan itu dinyatakan bahwa pesawat terbang harganya sangat mahal, sehingga dapat menguras sumber daya ekonomi negara pembeli (biasanya sumber dayanya terbatas). Akan tetapi seandainya negara sedang berkembang tersebut secara finansial mampu, kesulitan yang lebih mendasar tetap menjadi tantangan. Kesulitan ini berkisar dengan sumber daya kesisteman sebagai unsur pendukung untuk mencapai tingkat optimasi operasional bagi pesawat modern. Hal ini disebabkan arti modern yang ditandai dengan tingkat komputerisasi canggih tersebut tidak dipersepsi dengan baik (hanya pesawatnya itu sendiri), semestinya (justru ini yang paling penting) keseluruhan sistem pendukung harus telah mencapai dimensi komputerisasi yang memadai. Jadi diperlukan pula peningkatan dimensional baik ditinjau dari segi personel maupun organisasi. Negara-negara sedang berkembang pada umumnya belum siap menghadapi ini. Kalau kesenjangan (discrepancy) antara teknologi yang diadopsi dengan disposisi pendukung belum teratasi maka proses alih teknologi akan mengalami hambatan serius.

     Militer harus memainkan peran penting dalam mencari terobosan untuk memantapkan manajemen organisasi dengan mengacu pada kecenderungan yang digunakan oleh organisasi modern tanpa meninggalkan hakiki keorganisasiannya sebagai organisasi yang bergerak dan berfungsi dalam bidang militer. Makna penting disini adalah bagaimana memberdayakan SDM sebagai pusat perubahan proses dalam organisasi. Hal ini sejalan dengan yang pernah ditulis oleh Gary Dessler dalam bukunya Human Resources Management. Desller menulis antara lain bahwa perubahan-perubahan dalam lingkungan manajemen SDM menuntut SDM untuk memainkan peranan yang lebih utama dalam organisasi. Trend ini mencakup keragaman angkatan kerja yang terus bertambah, perubahan teknologi yang cepat, globalisasi, dan perubahan-perubahan dalam dunia kerja. seperti pergeseran ke arah masyarakat jasa dan tekanan yang terus berkembang pada pendidikan dan modal manusia [Dessler, Gary, 1997, Human Resources Management, Seventh Edition, Prentice Hall, Inc. New Jersey 07458].

Sekilas tentang teknologi informasi dan perang

In kEpemimpinan, kEwarganegaraan, kOmputer, mAnajemen, mAteri kUliah, militer, pErtahanan, tEknologi iNformasi on Tuesday , 15 April 2008 at 8:28 AM

logoku
     Teknologi informasi merupakan pengembangan dan perpaduan teknologi komputer, teknologi telekomunikasi dan teknologi apapun yang dapat memberikan nilai tambah untuk organisasi.
     Komputer merupakan bentuk teknologi informasi pertama yang dapat melakukan proses pengolahan data menjadi informasi. Dalam kurun waktu singkat teknologi informasi tumbuh pesat sehingga mampu membuat dunia terasa menjadi lebih kecil (mereduksi time and space). Dari fakta ini yang dimaksudkan dengan teknologi informasi adalah suatu teknologi yang berhubungan dengan pengolahan data menjadi informasi dan proses penyaluran data/informasi tersebut dalam batas-batas ruang dan waktu. Dengan demikian komputer hanya merupakan salah satu produk dalam domain teknologi informasi. Teknologi informasi yang digunakan sangat banyak dan media yang umum digunakan untuk kondisi sekarang cenderung berbasis jaringan, secara luas adalah internet dan secara terbatas pada internal unit organisasi adalah intranet.
     Komputer memiliki kemampuan saling menyerap, mengevaluasi, menggunakan, mengirimkan dan bertukar banyak informasi pada kecepatan tinggi dengan komputer lain secara serentak. Sedangkan informasi adalah dimensi keempat dari perang, dalam hal ini dapat ditelusuri dari sejarah-sejarah perang seperti Badai Gurun dan Kampanye NATO terhadap Yugoslavia. Komputer mempunyai peluang untuk meningkatkan kemampuan perang secara ofensif maupun defensif. Dalam hal ofensif dapat meningkatkan kemampuan beberapa kali lipat, meskipun harus mempertimbangkan kerentanan tambahan pada sistem komputer yang muncul dengan kemampuan tambahan ini. Ketersediaan teknologi informasi akan mampu menjawab permasalahan kerentanan sistem-sistem yang digunakan.
     Kemajuan teknologi informasi dan potensi pemanfaatannya yang luas, membuka peluang bagi pengaksesan, pengelolaan dan pendayagunaan informasi dalam volume besar secara cepat dan akurat. Selain itu pemanfaatan teknologi informasi dalam proses pemerintahan (e-Government) akan meningkatkan efisiensi, efektifitas, transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan.
     Banyak organisasi yang “tertekan” oleh perkembangan teknologi informasi sehingga kini terjadi kecenderungan baru organisasi yang lebih datar (flat organization). Organisasi piramida dengan 7 – 10 lapis kini mulai di”datar”kan menjadi hanya sekitar 4 lapis. Bentuk piramida kini bahkan dianggap kuno (out of style), “rantai komando” semakin tidak diikuti, tetapi trend organisasi tetap diikat dengan operating procedures yang jelas. Kondisi ini menjadi pertimbangan bagi organisasi militer di seluruh dunia. Perampingan personalia (downsizing) dan kecenderungan bekerja dalam team yang lebih mendasarkan kerjanya kepada proses, bukan fungsi spesialisasi, semakin menonjol. Istilah pemberdayaan yang kini digunakan dalam banyak aspek juga merambah ke manajemen SDM pengelola teknologi informasi.

Menanyakan no hp sendiri ke orang lain

In iNtermezo, kEwarganegaraan, kOmputer, mAnajemen, nUrani, tEknologi iNformasi on Tuesday , 15 April 2008 at 2:38 AM

logoku

Kemarin siang saya ditelpon seseorang. Terasa ada keanehan, bukan karena nggak kenal si penelpon, tetapi pertanyaannya itu lho yang bikin saya geli.

“Mas, tolong ya, nomor hp-ku yang tercatat di hp mas berapa ya?”

Suatu pertanyaan yang mengagetkan, dan lucu banget. Wong nomor hp sendiri kok ditanyakan ke orang lain.

Setelah omong-omong agak banyak, baru saya ngeh, rupanya teman saya itu punya nomor hp yang masuk masa tenggang (pulsanya minim lagi) sehingga tidak bisa kontak kemana-mana, menghubungi customer service center bisa tapi nanya nomor hp sendiri jelas nggak dijawab sama cs girl, malah dia yang ditanyai dan tentu malah bingung. Nah mau isi pulsa juga nggak bisa, ngisinya ke nomor berapa ya ….

Lalu, kotak/dus simcardnya kemana? Dia cerita sudah dibuang, nggak dipelihara/disimpan. Jadi nggak punya dokumen itu nomor hp? Makanya yang dilakukan mengingat-ingat siapa saja yang pernah dihubungi dengan nomor hp barunya itu (dia punya lebih dari 2 nomor! dan nomor yang baru belum beredar kemana-mana). Nah ketemunya ya saya yang dapat pertanyaan tersebut. Namanya teman, ya sudah saya sms saja phonebook atas namanya ke hp-nya.

Pelajaran apa yang dapat dipetik dari kejadian begini yang tampak sepele?

1. Perlunya kita membiasakan merawat/memelihara dokumen yang terkait barang-barang milik kita sendiri.

2. Mengerti cara mengoperasikan dan mengenali tindakan-tindakan yang harus dilakukan jika terjadi hal-hal yang tidak terduga seperti tersebut di atas. Misalnya mau mempelajari dan tahu bagaimana cara melihat nomor hp dari simcardnya.

3. Mempunyai penyimpanan data secara silang sehingga data satu sama lainnya bisa saling terkontrol.

4. Biar nggak capai mengingat-ingat, kalau satu saja nomor hp sudah cukup, kenapa sih harus punya lebih dari satu nomor? Hayo, untuk apa sih? Toh hp yang beredar sekarang sudah sangat canggih, fitur apa saja sudah relatif lengkap.

Betul khan? Biar nggak perlu lagi nomor hp sendiri ditanyakan ke orang lain …..

  

Kuliah Kewarganegaraan Ke 8

In kEwarganegaraan, mAteri kUliah on Tuesday , 15 April 2008 at 2:03 AM

logoku

Materi Kuliah Kewarganegaraan ini secara prinsip dapat dimanfaatkan oleh siapapun, mahasiswa, dosen, ataupun masyarakat umum untuk digunakan sendiri, dinas maupun untuk kegiatan pengajaran. Yang penting dalam mendayagunakan materi kuliah ini jangan lupa (sengaja mengabaikan!) menyebutkan sumber referensinya (www.mardoto.wordpress.com) Silakan sekarang anda download sesuai kebutuhan.

silakan FreeDownload

Terima kasih sebagai identifikasi

In iNtermezo, militer, nUrani on Thursday , 10 April 2008 at 2:43 AM

Banyak teman saya bertanya, bagaimana sih cara mengidentifikasi seseorang, apakah dia dari Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, atau Polisi. Sebenarnya banyak yang sudah faham tentang hal ini. Bagaimana caranya? Oh, gampang. Perhatikan saja saat orang tersebut mengungkapkan rasa terima kasihnya.

Kalau dari Angkatan Darat, lazimnya mengucapkan, “Terima kasih seluas-luasnya”.

Kalau dari Angkatan Laut, umumnya mengucapkan, “Terima kasih sedalam-dalamnya”.

Kalau dari Angkatan Udara, biasanya mengucapkan, “Terima kasih setinggi-tingginya”.

Kalau dari Polisi, lumrahnya mengucapkan, “Terima kasih sebanyak-banyaknya”.

Wah?

 

Kuliah Kewarganegaraan Ke 7

In kEwarganegaraan, mAteri kUliah, militer on Wednesday , 9 April 2008 at 4:34 AM

Materi Kuliah Kewarganegaraan ini secara prinsip dapat dimanfaatkan oleh siapapun, mahasiswa, dosen, ataupun masyarakat umum untuk digunakan sendiri, dinas maupun untuk kegiatan pengajaran. Yang penting dalam mendayagunakan materi kuliah ini jangan lupa (sengaja mengabaikan!) menyebutkan sumber referensinya (www.mardoto.wordpress.com) Silakan sekarang anda download sesuai kebutuhan.

silakan FreeDownload

Arahnya kemana?

In iNtermezo on Wednesday , 9 April 2008 at 4:19 AM

Teman saya sampai kini masih kebingungan suatu arah. Dia belum menemukan jawab yang pas hingga sekarang. Dia katakan:

Kalau naik, pasti ke atas. Kalau turun, selalu ke bawah.

Kalau maju, tentu ke depan. Kalau mundur, mesti ke belakang.

Kalau masuk, ya ke dalam. Nah, kalau keluar, kemana arah?

Pusing khan?

 

Kisah ayah dan anak soal karung

In hAm, iNtermezo, iSlam, kEwarganegaraan, nUrani on Tuesday , 8 April 2008 at 6:32 AM

Di suatu daerah pedesaan , tinggallah satu keluarga petani yang berkecukupan untuk ukuran desa tersebut. Yang tinggal keseharian di rumah tersebut adalah sang ayah, ibu, anak lelaki dan kakeknya yang tua renta dan sakit-sakitan. Sang ayah terkenal disipilin, keras dan penentu segalanya dalam kehidupan di dalam rumah.

Suatu saat sang ayah mengambil keputusan yang mengagetkan seisi rumah. Demi melihat kondisi kakek yang sudah uzur, sakit-sakitan dan dirasa membebani keluarganya, sang ayah berinisiatif akan “membuang” sang kakek ke jurang di lereng gunung tak jauh dari desanya. Semua penghuni rumah tidak ada yang berani melawan kehendak sang ayah. Maka dengan leluasanya sang ayah melaksanakan rencana tersebut. Dengan dibantu anak lelaki (atas perintah ayahnya) pagi-pagi kakek yang tak berdaya itu dibekap lalu dimasukkan ke dalam karung dan ditali rapat-rapat. Lalu sang ayah dengan gagahnya mengangkut karung berisi kakek ke traktor yang dipunyai, dan ditemani anaknya menjalankan traktor bergerak ke arah bibir jurang yang diinginkan.

Sampai di tempat tujuan. Setelah membuka tali karung tersebut sang ayah meloloskan si kakek dan membuangnya ke jurang. Setelah itu, karung yang masih di tangannya akan dibuang juga ke jurang. Tetapi anak lelakinya secara spontan mencegah.

“Ayah, jangan dibuang karungnya”. Mendengar kata-kata anaknya, sang ayah kaget juga.

“Ada apa memangnya?”, tanya ayahnya seketika.

“Ayah, saya yakin memerlukan karung itu juga pada tahun-tahun mendatang. Seperti yang ayah lakukan”

Ah?

   

Informasi dari bawah sangkar radio

In iNtermezo on Friday , 4 April 2008 at 7:01 AM

Kemarin (kamis, 3 april 2008) tatkala saya lagi buka-buka laptop mertua perempuan (70 tahun) lewat dan melihat-lihat sesaat, tanya ini itu apa-apa soal laptop dan kegunaannya. Dia heran banyak sekali fungsinya. Lalu dia cerita tentang hal-hal masa lalunya terkait dengan barang elektronika. Mertua saya membuka memorinya sewaktu berkunjung ke salah satu saudaranya di daerah Bulu (Ambulu?) Jember. Dia cerita hal yang paling mengesankan waktu itu adalah soal radio. Pada tahun 1950-an itu pemilik radio masih amat sedikit, hanya orang-orang tertentu saja yang sanggup memiliki. Waktu itu radio masih agak besar ukurannya, pakai transistor dan batu baterai. Nah, yang jadi kenangan mertua ialah cara orang-orang mendengarkan radio tersebut. Dikatakan, radio yang lumayan besar ukurannya itu dimasukkan ke dalam sangkar/kurungan burung lalu dikerek ke atas beberapa meter. Tentu saja dikerek ke atas dalam kondisi sudah hidup dan volume suara dikeraskan. Terus orang-orang berkumpul di bawahnya mendengarkan dan menyimak informasi dari radio itu ramai-ramai, asyik ….

Guyub juga ya?   

Tren lobi di masjid

In iSlam, kEwarganegaraan, mAnajemen, nUrani on Friday , 4 April 2008 at 6:43 AM

Siang ini (Jumat, 4 April 2008) saya baru saja selesai shalat Jumat. Ada sesuatu yang baik saya lihat di masjid. Beberapa pejabat kita selesai shalat tidak segera meninggalkan halaman masjid. Mereka bersalaman dan berbincang-bincang beberapa saat dengan kolega dan bawahan secara santai, tidak “protokoler”. Agaknya waktu selesai jumatan digunakan oleh sebagian pejabat kita untuk komunikasi dan memperbincangkan hal-hal yang mungkin secara formal sulit dibicarakan ataupun dinegokan. Sehingga di lingkungan masjid merupakan tempat yang sudah semestinya pantas, representatif, terjaga dan bersih untuk digunakan lobi-lobi ha-hal yang positif.

Saya sendiri termasuk salah satu orang yang bersyukur jika forum lobi seusai shalat (tidak hanya shalat Jumat) dapat terus berkembang dan meluas. Kalau ada yang buru-buru meninggalkan mesjid habis shalat mau apa sih? Paling cari makan atau istirahat di tempat lain? Apa tidak memungkinkan menyisihkan waktu barang 15 hingga 30 menit di masjid? Mungkin mau langsung kerja lagi? Ah, terlalu banyak argumentasi … Oh ya, lebih lama tinggal di masjid selesai shalat jangan diartikan bermalas-malasan, tidur-tiduran, mestinya kalau sudah cukup “lobinya” ya bertebaranlah kemana saja untuk mencari kehidupan dunia.

Lobi di masjid menurut saya banyak positifnya, karena habis shalat pikiran masih jernih dan bersih, “ikatan” dengan Allah SWT masih kuat, penghargaan dengan sesama masih nyata (kesetaraan) dan unsur “takut” masih melekat. Sehingga hal-hal yang diperbincangkan dan dinegokan semestinya selalu dalam kondisi terjaga dari fitnah, jauh dari penyimpangan, solusi pasti terukur dalam koridor dunia kahirat. Tentu suasana dan parameternya pasti berbeda jika lobi-lobi dilakukan di lapangan golf, cafe, restoran ataupun tempat-tempat yang nggak semestinya. Pasti mereka merasa “tidak ada yang mengawasi”.

Masjid memang sudah seharusnya dimakmurkan dan dijadikan pusat kegiatan dan perikehidupan umat dengan beragam kegiatan, tidak hanya untuk shalat saja. Lebih-lebih jika hal ini difahami oleh pejabat kita yang mempunyai kesempatan, hak dan kewajiban dalam membuat keputusan dan kebijakan untuk masyarakat, bangsa dan negara.

Bagaimana menurut anda? 

Pemulung Kreatif

In iNtermezo, mAnajemen, nUrani on Thursday , 3 April 2008 at 8:36 AM

Ketika aku buka diary 2007, ada sepotong tulisan begini, “Senin sore tanggal 24 september 2007 yang lalu di ujung  utara jalan Munggur Yogyakarta,  selagi traffic light menyala  merah, aku melihat seorang pemulung kreatif dengan tongkat  kayu di tangan yang ujung bawahnya ada magnet menyeberang sambil mengarahkan tongkat ke jalanan untuk mencari paku, mur, baut & sejenisnya. Terlihat banyak juga barang logam  kecil-kecil yang berhasil digaetnya. Hebat juga si pemulung spesialis tersebut”.

Kreatif?

Ada “iklan” Telkomsel di XL

In iNtermezo, mAnajemen, tEknologi iNformasi on Thursday , 3 April 2008 at 3:05 AM

Operator seluler akhir-akhir ini bersaing keras. Apalagi mulai April 2008 ada pengaturan tarif baru. Iklan di media massa juga makin seru. Saling bersambut, beradu kreatif. Bahkan penuh tanda tanya tentang kenyataan tarif sebenarnya. Kadang-kadang konsumen terjebak dengan kata-kata bombastis – gratis, termurah, tanpa syarat, dan lain lain – sehingga berapa sebenarnya pulsa yang tersedot lewat sms ataupun pembicaraan tidak dipantau lagi, sesuaikah dengan tarif yang diiklankan?

Kalau perang iklan (juga perang tarif?) betul-betul menguntungkan konsumen, saya sangat senang dan mendukung. Karena hingga bulan kemarin tarif seluler kita memang tergolong masih mahal. Kalau sekarang bagaimana?

Nah, cerita tentang perang iklan operator seluler, kemarin (rabu, 2 April 2008 jam 19.54) saya terperanjat sewaktu membuka www.wap.xl.co.id/tms/portal/ pakai HP dengan nomor explore, ada berita Telkomsel Tunggu Dampak Perubahan Tarif. Setelah saya baca dan mengamati secara jeli, jelas bahwa berita itu adalah kemasan iklan model sekarang. Apalagi isinya lebih dari 50% tentang skema tarif Telkomsel. Jadi XL tidak tahu kali, kalau Telkomsel telah menyusup di “media” XL. Bravo deh. Ini bisa terjadi, karena berita itu agaknya dipasok oleh Antara dengan model posting otomatis. Jadinya XL kecolongan, konsumennya dibidik langsung oleh Telkomsel. Apalagi disitu ada kata-kata yang ditujukan pada konsumen ”diharapkan bisa lebih mudah menakar kemampuan belanja komunikasi setiap bulannya dan tidak mudah tergiur iming-iming tarif murah yang tidak jelas hitungannya”. Ini pasti menyodok XL.

Jadi, bagaimana nhi XL?  

Kuliah Kewarganegaraan Ke 5a (Lanjutan)

In kEwarganegaraan, mAteri kUliah on Wednesday , 2 April 2008 at 5:34 AM

Materi Kuliah Kewarganegaraan ini secara prinsip dapat dimanfaatkan oleh siapapun, mahasiswa, dosen, ataupun masyarakat umum untuk digunakan sendiri, dinas maupun untuk kegiatan pengajaran. Yang penting dalam mendayagunakan materi kuliah ini jangan lupa (sengaja mengabaikan!) menyebutkan sumber referensinya (www.mardoto.wordpress.com)

silakan FreeDownload

Apa karena Otonomi Daerah?

In kEwarganegaraan, mAnajemen on Tuesday , 1 April 2008 at 3:14 AM

Akhir pekan yang lalu (sabtu, 29 Maret 2008) karena ada keperluan mendadak sore menjelang malam aku harus pergi ke Surabaya. Dari Yogyakarta aku naik bis patas melalui jalan darat. Di Sragen aku terkaget ternyata bis tidak melewati jalan seperti yang aku ketahui selama ini (jalan utama, jalan propinsi) tetapi dilewatkan jalan yang sempit, bergelombang dan jauh dari kualitas jalan propinsi (apalagi jalan nasional), bahkan untuk tingkat jalan kabupaten saja nggak level. Sehingga jalannya bis sangat lambat, apalagi cuaca waktu itu hujan deras. Berpapasan dengan kendaraan dari arah depan sangat sulit. Wah wah …

Ada apakah dilewatkan jalan itu? Ada kecelakaankah di jalur utama? Informasinya ya tidak ada apa-apa. Memang dilewatkan jalan itu karena mungkin untuk “mengembangkan” daerah tersebut. Padahal untuk bis yang selevel antar kota antar propinsi mestinya “dihargai” dan penumpangnya diberi kenyamanan dalam perjalanan yang cukup jauh itu. Bukan disiksa di daerah itu dengan jalan yang “gronjal-gronjal”.

Apakah karena otonomi daerah sehingga setiap Pemkab/Pemkot bisa seenaknya mengatur rute kendaraan yang melalui daerahnya semaunya begitu? Mestinya memang boleh kalau alasannya untuk mengembangkan daerah-daerah baru, mengurangi kecelakaan di jalur utama, dan lain-lain. Tetapi perlu diingat, rute jalan yang dijadikan alternatif atau pengganti haruslah berkualitas sekelas jalur utama, sehingga tidak seperti disiksa di jalur itu. Apalagi bagi yang berkendaraan rute jauh …..  

Kuliah Kewarganegaraan Ke 5a (Lanjutan)

In kEwarganegaraan, mAteri kUliah on Tuesday , 1 April 2008 at 2:25 AM

Materi Kuliah Kewarganegaraan ini secara prinsip dapat dimanfaatkan oleh siapapun, mahasiswa, dosen, ataupun masyarakat umum untuk digunakan sendiri, dinas maupun untuk kegiatan pengajaran. Yang penting dalam mendayagunakan materi kuliah ini jangan lupa (sengaja mengabaikan!) menyebutkan sumber referensinya (www.mardoto.wordpress.com)

silakan FreeDownload