Satu Nusa Satu Bangsa Satu Bahasa Satu Harapan

Archive for May 6th, 2008

Alasan Militer Melakukan OI (Bagian II)

In informasi, militer, operasi, pErtahanan, tEknologi iNformasi on Tuesday , 6 May 2008 at 2:51 AM

b. Konstitusi berfungsi sebagai landasan konstitusional yang mempunyai kekuatan yuridis bagi penyelenggaraan organisasi militer dan segala operasi yang diselenggarakannya, karena secara eksplisit memuat cita-cita nasional yang dapat dipandang sebagai visi suatu bangsa ke depan. Beberapa pokok pikiran konstitusi dapat dipandang sebagai landasan konstitusional penyelenggaraan organisasi militer beserta operasi yang dilaksanakannya.

c. Cara pandang suatu bangsa terhadap diri dan lingkungannya dalam mencapai cita-cita dan tujuan nasional merupakan pancaran dari falsafah atau ideologi yang menjiwai setiap perumusan kebijakan kehidupan. Cara pandang bangsa ini mempersyaratkan perwujudan dari satu kesatuan politik, ekonomi, sosial, budaya dan pertahanan keamanan [Soewarso, M.Sc, Laksamana Muda TNI, Wawasan Nusantara, Ketahanan Nasional dan Pertahanan Keamanan Matra Laut, Seskoal, Jakarta, Juli, 1986]. OI militer merupakan suatu usaha untuk mengimplementasikan wawasan bangsa melalui pemberdayaan teknologi informasi.

d. Ketahanan Nasional adalah kondisi totalitas aspek-aspek kehidupan suatu bangsa berdasarkan cara pandang tersebut di atas guna mewujudkan daya kekebalan, daya tangkal dan daya kena untuk mengadakan interaksi dengan lingkungan pada suatu waktu sedemikian rupa sehingga dapat menjamin kelangsungan hidup dan perkembangan kehidupan suatu bangsa sesuai tujuan yang telah digariskan. Ketahanan Nasional merupakan integrasi dari kondisi dinamis tiap-tiap aspek yang terdiri dari Geografi, Demografi, Sumber kekayaan alam, Ideologi, Politik, Ekonomi, Sosial budaya dan Pertahanan Keamanan.

e. Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, setiap bangsa tidak terlepas dari kebutuhan untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. Kebutuhan suatu bangsa untuk mempertahankan kemerdekaan, integritas dan eksistensi kedaulatan negara, stabilitas keamanan, ketertiban dan rasa aman bagi warga masyarakatnya, merupakan kebutuhan yang tidak dapat ditinggalkan, agar segala kegiatan dalam penyelenggaraan negara dapat berjalan tertib, aman dan lancar. Dalam upaya memenuhi kebutuhan tersebut, diperlukan angkatan bersenjata yang mampu mengatasi segala bentuk ancaman maupun gangguan pertahanan yang dapat terjadi setiap saat. Penciptaan kondisi tersebut tidak hanya difokuskan di wilayah daratan, namun juga di wilayah perairan teritorial dan yurisdiksi nasional serta seluruh wilayah udara di atasnya. Dengan ciri wilayah yang masing-masing memiliki karakteristik relatif berbeda, kekuatan darat, laut dan udara sebagai tugas pengabdian militer merupakan kekuatan yang sangat diperlukan untuk menjamin kemerdekaan dan kedaulatan negara.

f. Postur kekuatan militer pada dasarnya ditentukan oleh kemampuan sumber daya nasional yang tersedia untuk membangun dan mengembangkan kekuatan tersebut. Apresiasi mengenai kondisi terjelek yang mungkin dihadapi berupa ancaman dengan kekuatan besar akan menuntut terwujudnya kekuatan militer yang tangguh dan sepadan dengan tingkat ancaman yang mungkin terjadi. Hal demikian pada saat ini memang sulit didukung oleh sumber daya nasional, baik pembangunan maupun pengembangannya. Sebaliknya, penilaian ancaman yang datang dengan kekuatan kecil seyogyanya dihadapi dengan kekuatan kecil tidaklah benar. Kekeliruan penilaian ancaman akan mengandung resiko tinggi. Bertumpu pada Sistem Pertahanan Negara, kebijakan pembangunan kekuatan militer harus mewujudkan kekuatan besar, efektif dan efisien dengan cadangan cukup serta dapat dikembangkan setiap saat sesuai kebutuhan.

g. Dibandingkan dengan jumlah penduduk, luas wilayah serta kondisi geografis negara, kekuatan militer harus proporsional. Kualitas kekuatan yang didukung dengan teknik penggunaan alutsista secara efektif dan efisien dengan cadangan cukup tentu akan memiliki kemampuan yang tangguh, sehingga diharapkan secara psikologis dapat mengurungkan niat musuh untuk mengganggu kedaulatan negara, mampu mengatasi dan menanggulangi ancaman serta gangguan yang ada ataupun menghambat gerak maju musuh, hadir di seluruh penjuru wilayah negara dengan cepat dan tepat dan dapat dikembangkan secara cepat.

h. Dengan kenyataan ini OI militer tentu menjadi upaya nyata untuk mewujudkan ketangguhan militer dikarenakan operasi informasi akan menjadi senjata perkuatan keberadaan militer yang saat ini jumlah alutsistanya relatif kecil dibandingkan dengan luas wilayah nasional yang harus dipertahankan.

Alasan Militer Melakukan OI (Bagian I)

In informasi, militer, operasi, pErtahanan, tEknologi iNformasi on Tuesday , 6 May 2008 at 2:37 AM

Penyelenggaraan pertahanan negara adalah salah satu fungsi pemerintah untuk mempertahankan kedaulatan, keutuhan wilayah dan keselamatan segenap bangsa dan negara dari segala bentuk ancaman dan gangguan. Pengalaman membuktikan bahwa perjalanan suatu bangsa dan negara sarat dengan berbagai rongrongan dari dalam maupun luar negeri. Ditinjau dari sisi filosofis, dasar-dasar suatu negara umumnya mampu mewadahi konsep kenegaraannya yang diwujudkan dalam landasan visional dan Ketahanan Nasional. Dengan didukung beberapa teori kontekstual suatu negara yang memiliki kedaulatan negara yang harus dijunjung tinggi, dijaga dan dipertahankan dalam sistem pertahanan negara yang tepat.

Militer sebagai komponen pertahanan negara yang bertanggungjawab dalam pertahanan negara semua aspek (darat, laut dan udara) tentu menggunakan landasan demikian sebagai pijakan untuk menjalankan fungsi organisasinya. Demikian pula dalam penyusunan konsep dan implementasi operasi informasi (OI) untuk menghadapi perang informasi masa mendatang.

Pelaksanaan OI yang salah satunya mendasarkan pada unsur kerahasiaan secara historis sudah digunakan sejak jaman peperangan tradisional. Julius Caesar, yang mengkhawatirkan pesan untuk para jendralnya jatuh ke tangan musuh menggunakan metode enkripsi sederhana dengan menggeser huruf pada abjad dengan nilai tertentu. Sederhana memang, namun pada waktu itu sudah memadai [Majalah Neotek, Edisi April 2002]. Sepanjang sejarah pembentukan kode dan pemecahannya selalu mendapat perhatian khusus dalam operasi militer. Penggunaan komputer untuk pertama kalinya dalam kriptografi adalah dalam usaha memecahkan kode enigma Nazi sewaktu Perang Dunia II. Sehingga secara historis OI telah ada sejak lama. Hal ini memiliki makna bahwa OI sesungguhnya bukan hal baru, hanya yang membedakan OI pada jaman dahulu dengan sekarang terletak pada perangkat yang digunakan.

Landasan filosofis penyelenggaraan OI militer tidak terlepas dari landasan idiil, konstitusional dan konseptual dari bangsa itu sendiri.

a. Pada hakekatnya kepentingan nasional bangsa untuk menjamin eksistensi negara dan keberlanjutan pembangunan nasional adalah sesuai dengan cita-cita dan tujuan nasional. Cita-cita suatu bangsa dirumuskan untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur. Sedangkan tujuan nasional adalah sebagaimana diamanatkan dalam konstitusi, yaitu melindungi bangsa, memajukan kesejahteraan, mencerdaskan kehidupan bangsa dan melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan perdamaian abadi dan keadilan sosial. Dasar negara merupakan media pemersatu bangsa yang dapat membentuk satu kesatuan politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan, melalui upaya pencegahan dan penindakan berbagai bentuk pelanggaran hukum, yang berimplikasi terhadap kedaulatan negara dan stabilitas keamanan secara menyeluruh serta media untuk membangun pengaruh terhadap negara-negara lain melalui peningkatan dampak penangkalan. OI militer pada dasarnya merupakan salah satu upaya perwujudan cita-cita besar suatu bangsa. (Bersambung ke Bag. II)