Dalam hidup ini banyak orang melihat orang lain dari sudut materi yang dipunyai, apa yang dipakai, jabatan apa yang disandang, dan penampilannya bagaimana gitu. Boleh-boleh saja itu. Tetapi untuk sebagian orang yang lain hal itu tidak berlaku. Mereka cenderung melihat kepribadian dalam hidup dan kehidupan ini, artinya dari sudut pandang yang paling pribadi. Lho bagaimana?
Prinsipnya: Berapa mobil pribadinya ….., berapa rumah pribadinya, berapa sopir pribadinya, berapa rekening pribadinya, berapa asisten pribadi yang dimiliki, jumlah satpam pribadi, dan semua kepribadiannya! Ha ha ha ….
Bagaimanakah dengan anda? Sama?! Oh! Inilah kepribadian yang sekarang sedang berkembang di Indonesia. Sehingga membuat banyak orang keblinger and lupa sekaligus terjebak, ternyata hal-hal pribadinya sesungguhnya diperoleh dari upaya menjarah hak-hak pribadi orang lain, alias korupsi. Masya Allah.











memang seseorang paling enak dilihat kepribadiannya dari ‘hartanya’ tapi kepribadian akhlak dan kebiasaan hidup lebih penting untuk bersosialisasi dengan masyarakat ………..karena banyak juga mas. Indonesia yang menilai orang berdasarkan kebiasan hidup teman2 – nya
aduh Pak, untuk bisa melihat kepribadian seseorang harus melalui sudut pandang yang tidak umum. Dan kadang-kadang selalu terhalangi dengan materi milik orang tersebut. Sulit memang.
Sekarang memang banyak orang punya kepribadian ganda: “kepribadian” dan kepribadian. Termasuk saat melihat orang lain. Ya begitulah faktanya …. Tinggal kita mau masuk kelompok yang mana? Salam untuk teman-teman ya.