Mertua hari minggu kemarin mudik ke daerah asalnya. Segala hal disiapkan untuk dibawa. Barang-barang yang sehari-hari dekat dengannya juga mau dibawa. Barang yang paling sering ada di sekitarnya antara lain weker dan radio.
Tentang radio ini bagi sang mertua seperti tidak terpisahkan. Hampir 20 jam siaran hidup untuk didengarkan. Bahkan kalau agak pagi sekitar jam 09.00 meski nonton tv itu radio masih hidup juga walau volume dilirihkan. Dan yang lebih menarik mertua nggak pernah mutar-mutar frekwensi radio untuk cari siaran lainnya. Sepenuh waktu yang didengarkan adalah Radio Retjobuntung FM Yogyakarta. Agaknya acaranya sudah sesuai seleranya.
Nah, menjelang keberangkatan mudik sempat omong mau bawa radio itu ke Tuban. Lho kenapa mbah? Katanya biar bisa dengerin Radio Retjobuntung disana. Kok? Ya, terpaksalah istri saya jelaskan tentang siaran radio.
Padahal kalau lewat teknologi streaming siaran radio mana saja bisa diakses ya lewat internet. Tetapi mungkin itu untuk kita ya, mana ngerti mertua soal internet. Dulu saja sempat nanya apa sih itu internet ? He he.









