Satu Nusa Satu Bangsa Satu Bahasa Satu Harapan

Archive for May 21st, 2008

Rapat bersama “musuh”

In dEmokrasi, hAm, iNtermezo, iSlam, kEnangan, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, mAnajemen, nUrani, tEknologi iNformasi on Wednesday , 21 May 2008 at 11:39 PM

logoku

Saya mempunyai pengalaman luar biasa, sampai tahun ini tetap menjadi kenangan tersendiri bagi saya saat membuka diary. Pengalaman ini dapat dikatakan sebagai ujian sekaligus ukuran manajemen hati untuk pribadi. Kalau anda melihat judul tulisan ini, ya itulah yang terjadi. Mungkin anda ingat satu film yang penggambarannya lebih dahsyat seperti yang saya alami, ingatkah anda dengan sleeping with the enemy?

Untuk kejadian yang saya alami ceritanya begini: Tahun 2002 saya punya kendaraan roda empat yang masih tergolong baru, karena saya membelinya pada akhir tahun 2000. Nah, pertengahan 2002 itu kendaraan saya ditabrak oleh kendaraan lain dari belakang di perempatan Mirota Kampus UGM Yogyakarta. Waktu itu saya dari utara (jln Kaliurang) mau belok ke timur (Bunderan UGM), tetapi setelah menabrak sang pengemudi jalan lurus ke selatan (jln Simanjuntak), saya sempat mengidentifikasi jenis dan warna kendaraannya (Toyota Kijang) dan nomor kendaraannya (AB xxxx PE). Setelah saya berhenti dan melihat bagian yang ditonjok dari belakang itu, lumayan luka, saya cukup emosi juga. Karena penabrak saya pikir orang yang tidak mau bertanggungjawab (melarikan diri) maka sejak saat itu seolah-olah saya menempatkan pengemudi dan kendaraan tersebut sebagai “musuh” yang harus dicari segera atau lambat.

Berhari-hari saya melacak dan mencari, menemukan jejak kendaraan tersebut yang ternyata dimiliki salah satu warga Sleman, dan sering melintas di jalan Kaliurang. Dari upaya pencarian tersebut sebenarnya sudah ada titik terang dan mengarah pada penemuan lokasi/posisi pemilik kendaraan. Namun, kok ndilalah Gusti Allah mempunyai keputusan lain, saya dapat tugas sekolah yang harus meninggalkan kota yogya dalam kurun waktu cukup lama (sekitar 10 bulan) sehingga emosi pencarian teredam dan nyaris terlupakan, tertutupi kesibukan baru itu.

Tahun-tahun berikutnya dan pada hari-hari selanjutnya, selesai sekolah, seperti biasanya saya berkegiatan sosial lagi, selain dinas rutin seperti biasanya. Pada saat kegiatan sosial itulah memori kendaraan tertabrak muncul lagi. Kejadiannya benar-benar tidak sengaja. Saat selesai rapat, keluar ruangan, jalan bersama menuju tempat parkir kendaraan dengan beberapa peserta rapat yang memang selama ini sudah akrab betul, nah saat masuk kendaraan itulah saya melihat kendaraan yang selama ini saya cari, jenis kendaraan, warna dan nomornya jelas persis, ada parkir di belakang mobil saya. Yang lebih mengagetkan saya adalah yang duduk di belakang kemudi adalah teman rapat yang selama ini akrab dan sama-sama aktif di perkumpulan sosial tersebut. Selama ini yang bersangkutan terkesan baik-baik saja, santun, bersahabat, Islami dan nuwani. Lalu kalau sudah begini mau apa?

Saya sempat terpekur beberapa saat. Dalam pikiran saya berarti selama ini saya sering rapat dan bersenda gurau bersama “musuh”, dan tidak terasa kondisi bermusuhan sama sekali. Akhirnya emosi saya masuk dalam tingkat kesadaran paling tinggi. Ini mungkin jalan yang ditunjukkan Allah kepada saya dalam “menghargai” suatu barang yang saya miliki dikaitkan dengan hubungan kemanusiaan dalam sisi lain. Sebab kalau (ya kalau, lho) dulu langsung ketemu mungkin keadaannya jadi lain, dan ujung masalah ini sangat mungkin berakhir dengan nggak baik. Akhirnya saya makin memahami semua ini, apalah makna emosi sesaat, apalah makna rusaknya suatu benda yang saya miliki, apalah arti persahabatan dan pertemanan yang lebih luas …..

Sekarang, saya dan bapak itu, berteman dengan baik! Kendaraan bonyok (sedikit) sudah lupakan saja ….. 

Daya Saing Indonesia Terperosok

In daya, indeks, index, indonesia, rank, ranking, saing on Wednesday , 21 May 2008 at 5:39 AM

Berdasarkan hasil riset daya saing global The World Economic Forum pada 31 Oktober 2007, peringkat daya saing Indonesia untuk The Global Competitiveness Index (GCI) turun dibanding 2006. Di kalangan negara-negara ASEAN, Singapura menduduki peringkat tertinggi pada The Global Competitiveness Index (GCI); yaitu pada peringkat 7, Malaysia peringkat 21, dan Thailand peringkat 28. Peringkat Indonesia masih di atas Vietnam (68); dan Filipina (71).

Perekonomian Indonesia tidak bisa menggantungkan daya saingnya dari keunggulan komparatif apalagi hanya dengan mengeksploitasi sumber daya alam yang tidak terbarukan. Untuk itu diperlukan upaya peningkatan daya saing secara berkelanjutan melalui pengembangan kompetensi sumber daya manusia (SDM); yang diharapkan akan terus menciptakan nilai tambah bagi perekonomian nasional. Program sertifikasi kompetensi bisa menjadi sarana penjamin mutu peningkatan daya saing yang berkelanjutan. Paradigma baru pengembangan SDM berbasis kompetensi bertumpu pada tiga pilar utama. Pertama, standar kompetensi kerja nasional Indonesia (SKKNI). Kedua, lembaga pendidikan dan pelatihan profesi yang berbasis SKKNI. Ketiga sistem dan kelembagaan sertifikasi yang independen, terpercaya dan menjamin mutu.

Ingatlah Hak-hak Anak

In aNak, dEmokrasi, hAm, iSlam, kEluarga, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, mAnajemen, mAteri kUliah, nUrani on Wednesday , 21 May 2008 at 4:13 AM

logoku

Setelah saya menulis tentang Lost Family dan Penegakan Hukum Keluarga, lihat http://mardoto.wordpress.com/2008/05/07/lost-family-dan-penegakan-hukum-keluarga/ beberapa orang memberi respon psositif, namun ada yang ingin bertanya lebih lanjut, terutama tentang hak-hak anak.  Nah, mengenai hal ini ada yang harus difahami terlebih dahulu bahwa munculnya anak bermula dari orangtuanya, sehingga pemenuhan hak-hak anak pada dasarnya secara awal harus menjadi tanggungjawab dan kewajiban orangtuanya. Jadi kalau anak-anak susah mendapatkan haknya dalam kehidupan sosial mestinya tidak serta merta dengan mudah menyalahkan negara atau pemerintah. Lihat dulu bagaimanakah wujud tanggungjawab orangtuanya, sekali lagi dan sekali lagi, jangan mau bikin anak saja, tetapi tidak mau tanggungjawabnya secara fisik dan non fisik, sekarang dan kesiapan menghadapi masa depannya.

Okelah, saya perlu munculkan referensi yang kebetulan saya baru temukan dari perpustakaan pribadi yang dikeluarkan PLAN INTERNATIONAL INDONESIA dan Canadian International Development Agency tentang Note Book Hak Anak yang menguraikan soal hak-hak anak, sebagai berikut:

Hak Hidup Anak:

Setiap anak berhak untuk mendapatkan kewarganegaraan

Setiap anak berhak untuk mendapatkan nama

Setiap anak berhak untuk mendapatkan tempat tinggal yang aman

Setiap anak berhak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan

Hak Tumbuh Kembang Anak:

Setiap anak berhak untuk bermain dan berekreasi

Setiap anak berhak untuk mendapatkan pendidikan dasar

Setiap anak berhak untuk mengembangkan potensinya

Setiap anak berhak untuk mendapatkan standar hidup yang layak

Hak Berpartisipasi Anak:

Setiap anak berhak untuk berkumpul secara damai

Setiap anak berhak untuk berpartisipasi dalam kegiatan budaya

Setiap anak berhak untuk berpartisipasi dalam kegiatan kesenian

Setiap anak perlu diberi kesempatan untuk mengemukakan gagasan

Hak Memperoleh Perlindungan:

Setiap anak harus dilindungi dari eksploitasi ekonomi dan seksual

Setiap anak harus dilindungi dari kekerasan fisik dan mental

Setiap anak harus dilindungi dari perlakuan yang sewenang-wenang

Setiap anak harus dilindungi dari segala macam bentuk diskriminasi

 

Jadi, banyak khan hak anak? Sudahkah kita memenuhinya ……. Jangan mudah menuding kemana-mana dulu, lihat dululah diri kita masing-masing …. sebagai orangtua …..