Satu Nusa Satu Bangsa Satu Bahasa Satu Harapan

Ketika nomor HP @ 2.000.000 rupiah …..

In bLog, dEmokrasi, eKsekutif, hIdup, kEnangan, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, kOmputer, kOrupsi, lEgislatif, mAhasiswa, mAnajemen, nUrani, pEndidikan, pEringkat iNdonesia, pErtahanan on Thursday , 10 July 2008 at 3:54 AM

logokuBicara HP, saya sempat teringat masa 9 tahunan yang lalu ….. Ya, ketika nomor handphone begitu mahalnya. Hal ini melekat pada otak saya karena kebetulan pada awal 1999 sampai dengan 2002 saya sempat bersentuhan dengan usaha sampingan “belajar” bisnis jual beli HP, nomor HP dan voucher (distributor kecil-kecilanlah, meskipun modalnya besar juga waktu itu, sekitar 40 jutaan). Disebut distributor memang agak tepat karena nggak punya kios, cuma nyuplai ke penjual HP/voucher. Waktu itu penjual nomor HP/voucher umumnya ya wartel-wartel Telkom, jadi belum behitu banyak penjual pulsa seperti sekarang yang berceceran di sepanjang jalan Yogyakarta. Nah, ingatan saya yang kuat adalah soal nomor HP. Waktu itu per nomor umumnya dijual dengan harga jutaan, kalau cuma 2.000.000 biasa saja. Bahkan yang dianggap nomor cantik ada yang ditawarkan sampai 100 juta. Wah???

Lalu apa yang dapat dipelajari dari sebuah ingatan penjualan HP, nomor HP dan voucher? Bahwa ternyata kalau dicermati mahalnya perangkat itu karena tidak ada (tidak banyak) pesaing pada saat itu. Produsen/pengusahanya dengan seenaknya melenggang mematok harga, menjual dengan harga yang sesuai keinginan mereka sendiri untuk mencari laba sebesar-besarnya. Kemudian terjadi kecenderungan monopoli, nggak peduli pada kebutuhan dan kemampuan daya beli konsumen. Sementara konsumen yang waktu itu masih terbatas cenderung muncul dengan pola aktualisasi diri yaitu HP dan nomornya sebagai wujud kemampuan dan penampilan “positioning” diri.

Dihubungkan dengan kondisi sekarang, coba lihat harga nomor HP sudah nggak ada apa-apanya lagi … 5 ribuan sudah termasuk pulsa. HP, nomor HP dan voucher sudah sangat drastis turun harganya …. Jadi apa kesimpulannya? Kalau ada usaha yang sifatnya monopoli pasti produk yang dijual berkategoti MAHAL. Kemudian kalau sudah muncul persaingan, pasti pengusaha itu mencari jalan KARTEL untuk mengontrol harga jual produknya. Kalau saja persaingan usaha sudah benar-benar bebas (mestinya masih dalam koridor hukum dagang) usaha-usaha itu pasti nggak punya kemampuan untuk eksis dan akhirnya MATI. Sebelum mati umumnya perusahaan semacam itu merusak pasaran dulu …. sepertinya ini terlihat nyata sekarang ini pada bisnis telekomunikasi, antara lain operator HP. Mereka sedang mengalami persaingan keras!