KPK sudah unjuk gigi untuk bergerak terus memberantas korupsi di bumi Indonesia. Beragam metode dikembangkan, serta digunakan untuk mencapai tingkatan “pembuktian” yang kuat bahwa mereka yang dipantau benar-benar melakukan tindak pidana korupsi. Salah satu yang membanggakan adalah penggunaan alat canggih untuk menyadap perangkat komunikasi sang koruptor dan penyuap. Hal ini harus kita apresiasi. Apalagi bukti sadapan itu setelah ditampilkan di ruang pengadilan terbukalah mata kita bahwa ternyata “sampai begitulah” isi komunikasi para tikus-tikus negara yang mungkin selama ini kita lihat mereka itu berpenampilan baik, kalem, berdasi dan ramah, terkesan membela rakyat dan ingin menyejahterakannya, eh ternyata “sangat bejat”, malah cuma menyejahterakan diri sendiri, memuaskan nafsu setan! untuk dirinya sendiri. Okelah kita semua sudah sama-sama tahu mereka perilakunya seperti itu. Lalu apa yang kita harapkan lanjutannya?
Yang patut ditulis disini untuk KPK adalah terus bergerak, terus menelusuri lorong-lorong gelap koruptor yang saya yakin masih banyak berkeliaran di berbagai departemen, di instansi pelayannan dan lainnya. Cuma, caranya jangan hanya menyadap telepon saja. Para tikus itu juga makin lihai. Mereka sudah tahu sekarang HP koruptor (calon koruptor juga) sudah gampang disadap, oleh karena itu mereka pasti cari jalan lain. Bisa saja mereka beralih lewat internet (chating, email, upload and download file yang dicompress/dienkripsi) bahkan menggunakan audio video berbasis internet (voip) yang mungkin dianggap belum terjangkau oleh alat sadap KPK. Cara tradisional pasti masih mereka jalankan juga, yaitu beli 2 nomor HP (mungkin HP nya juga) yang hanya digunakan untuk komunikasi antar mereka berdua saja. Setelah urusan beres “dibuanglah” HP dan nomornya itu, toh harga HP dan nomornya sekarang sangat murah! Cara bertransaksi lain yang masih tradisional sangat mungkin menggunakan kurir manusia atau langsung man to man.
Maka dari itu KPK harus mengembangkan terus menerus kemampuan deteksi sasaran dengan selalu meningkatkan kemampuan/ketrampilan penggunaan teknologi yang dikuasainya. Anda (yang masih waras) juga setuju khan?







