KPU sudah menentukan 34 parpol yang akan ikut Pemilu 2009. Wah, rakyat Indonesia harus mulai mengenal dan menghafal lagi 34 parpol yang eksis untuk bertarung di Pemilu 2009 dan meengenali orang-orang di belakang dapur parpol sebanyak itu. Tahun 2004 saja saya yakin banyak rakyat Indonesia yang nggak begitu kenal dengan 24 parpol, apalagi tokoh-tokohnya itu, sekarang makin banyak saja parpol yang ingin bersaing mencari kemungkinan untuk bisa berkiprah dalam perebutan kekuasaan secara legal (karena lewat pemilu) di Indonesia.
Banyaknya parpol memang bukti suburnya minat berorganisasi dan sekaligus menunjukkan adanya kebebasan berorganisasi, berpolitik, dan berdemokrasi, sekaligus bukti nyata perwujudan hak asasi manusia Indonesia dalam berkumpul/berkelompok. Bagus memang. Tapi begitu banyaknya parpol, timbul pertanyaan, ideologi apa (kalau bukan ideologi ya ide apa) sih yang akan ditawarkan untuk rakyat Indonesia? Menyejahterakan rakyat? Semua parpol bilang begitu. Mengusung keadilan untuk wong cilik? Semua parpol menjanjikan itu. Mengusung nasionalisme yang religius atau religiusme yang nasionalis? Semua parpol berpijak dari hal itu. Lalu apa yang dicari oleh petinggi-petinggi parpol itu? Cobalah rekan-rekan mahasiswa, para aktivis, rakyat Indonesia, tanyakan kepada mereka itu? Selidikilah apa sih maunya?
Dan, saya ingin berpesan, jangan golput, tetaplah gunakan hak pilih anda untuk anda yang punya hak pilih pada Pemilu 2009. Karena (ini sering sekali saya katakan kepada para mahasiswa di ruang kuliah kewarganegaraan pada saat saya mengajar) jika anda-anda yang masih waras, melek dan sehat otak dan hatinya sekali saja tidak menggunakan hak pilih anda, percayalah orang-orang yang bejat, oportunitis, ambisius, otak dan mental miring akan memanfaatkan pengumpulan suara untuk mengegolkan pemimpin-pemimpin mereka yang berjenis itu juga supaya dapat berkuasa. Maukah anda dipimpin orang-orang semacam itu? Jadi, gunakan hak pilih anda pada Pemilu 2009 secara ktitis dengan memilih parpol, caleg, pemimpin yang baik lahir batin. Pantaulah mulai sekarang.
Setuju?







