Satu Nusa Satu Bangsa Satu Bahasa Satu Harapan

Archive for December, 2008

Refreshing akhir tahun : rekan mahasiswa apa betul begini? ha ha ha …

In bLog, hIdup, iNtermezo, indonesia, informasi, kEluarga, mAhasiswa, mAnajemen, peace on Tuesday , 30 December 2008 at 11:07 AM
WN No 1

WNI No 1

[Dari website tetangga]: saya menemukan kisah unik sang mahasiswa dan dosennya, untuk anda yang mengaku masih berstatus mahasiswa, betulkah begitu adanya? Silakan dinikmati dan ditelaah (bukan ditelan lho) sendiri. Kalau cocok ya syukur … kalau nggak sama persis ya ketawa aja ….

Pada awal kuliah ….

mmmmmmmmm

Dosen: "belajar yang baik ya, ..... kamu tenang-tenang saja"

Setelah sebulan …..

lllllllllllllllllllllllDosen: Hayoo ….. kamu belajar yang giat ya …..”

Setelah dua bulan ….

ppppppppppp

Dosen: " Kamu ..... harus belajar lebih giat!, mengerti !!!

Setelah empat bulan ….

kkkkkkkkkkkk

Dosen: " Ayoooo, harus belajar dan bekerja lebih giat!!!

Setelah satu semester? He he, anda para mahasiswa yang bisa menjawab ….. jangan marah, apalagi mendemo saya ya, ini sekadar intermezzo menjelang akhir tahun, dan menyongsong 2009, refreshing juga perlu lho …..

Dengan adanya Keputusan MK, semestinya desain surat suara disesuaikan

In bLog, country, damai, indonesia, kEwarganegaraan, kOmputer, lEgislatif, mAhasiswa, mAnajemen, nUrani, pEndidikan, pEringkat iNdonesia on Saturday , 27 December 2008 at 4:57 PM
WN No 1

WNI No 1

Keputusan MK soal caleg jadi berdasarkan suara terbanyak memang berimplikasi ke pelaksanan Pemilu secara teknis. Setidaknya ada problem teknis yang sudah terlihat, bagaimana kalau rakyat/pemilih mencontreng gambar parpol? dan ternyata itu sangat banyak jika dibandingkan dengan yang mencontreng nama/nomer urut caleg? Itu suatu pemikiran yang logis. Apalagi kalau dihadapkan dengan saat penentuan caleg jadi nantinya, yang mungkin saja nama-nama caleg parpol tertentu nol contrengan, sementara gambar parpolnya dapat banyak contrengan, terus siapa caleg jadi di parpol itu? Kalau suara untuk parpol itu tetaplah dapat digunakan sebagai perhitungan jumlah kursi yang diperoleh, tapi selanjutnya kursi parpol itu untuk caleg yang mana?

Ada usulan saya, sebaiknya desain surat suara perlu disesuaikan. Hal ini untuk menanggulangi/mengantisipasi problem teknis pada perhitungan suara dan pembagian kursi ke caleg-caleg. Bagaimanakah caranya? Menurut saya pada setiap daftar caleg per parpol, gambar/logo parpol yang ada di atas dihilangkan saja. Sehingga di atas setiap daftar caleg per parpol hanya ada tulisan parpolnya saja/tanpa gambar. Terus gambar parpol ditaruh dimana? Ya, memang gambar parpol semestinya tetap ditampilkan, dan itu dapat ditaruh diantara nomer urut dan nama masing-masing caleg sesuai parpolnya. Ukurannya dibuat proporsional dengan angka nomer urut, dan nama caleg. Sehingga perlu disosialisasikan ke calon pemilih, bahwa kartu suara yang sah adalah yang ada contrengannya di nomer urut, atau gambar parpol, atau nama caleg. Kalau contrengan di nama parpol (nggak ada gambarnya lagi) di atas daftar nama caleg ditentukan saja tidak sah. Saya pikir ini akan menghilangkan resiko teknis pada penghitungan suara maupun pembagian suara ke caleg yang dapat kursi. Nggak perlu lagi ada aturan-aturan lain/tambahan dari KPU. Karena setiap contrengan pasti telah merujuk ke satu nama caleg, sekaligus parpolnya. Cuma apa landasan dan konsekuensi usul perubahan desain surat suara ini?

a. Kayaknya perlu landasan hukum (mungkin perpu, khususnya pasal desain surat suara).

b. Kayaknya (mungkin) perlu penyesuaian ukuran kelebaran surat suara , karena tiap caleg ditambah satu kolom untuk gambar parpol. Dan ini konsekuensinya anggaran ya …… tapi kalau desainernya hebat, bagaimana caranya desain surat suara berubah tanpa merubah ukuran surat suara (anggarannya), saya salut banget.

Setujukah anda? Demokrasi memang “mahal”, tapi ya lihat-lihat kondisi perekonomian negara (rakyat) kitalah …

Keputusan MK mengebiri peluang caleg perempuan?

In bLog, indonesia, kEluarga, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, lEgislatif, mAhasiswa, pOlitik, saing, sumber daya on Saturday , 27 December 2008 at 4:29 PM
WN No 1

WNI No 1

Wah, hanya orang picik saja yang menganggap keputusan MK yang menetapkan caleg jadi berdasarkan suara terbanyak akan mengebiri peluang caleg perempuan.

Alasannya? Ya, normal-normal saja berfikirnya, yang namanya caleg (entah laki-laki atau perempuan) kalau memang punya kemampuan, kelebihan dan kekuatan, massa dan pantas dinilai rakyat sebagai legislator, ya pasti dipilih. Bahkan meski dengan no urut buncit sekalipun pasti rakyat akan tetap mencarinya untuk diberi contrengan yang banyak. Jadi percayalah rakyat sekarang nggak mau ditipu-tipu dengan nomor urut, model zipper sekalipun, caleg jadi karena kuota gender. Itu sungguh di luar konteks demokrasi, makanya harus diluruskan. Dan MK telah mulai “sadar” mengembalikan ke rel demokrasi sesungguhnya. Saya nggak habis pikir ingin jadi wakil rakyat kok dengan model kuota (meski saya tahu hal ini merupakan hasil usaha berbasis gender yang telah ada di pasal-pasal undang-undang) namun usaha sesungguhnya semestinya tidak lewat jalur demikian, harusnya lewat karya nyata dihadapan rakyat/konstituennya. Lihatlah, perempuan-perempuan legislator sesungguhnya yang sekarang ada di DPR, mereka nyatanya bisa jadi wakil rakyat tanpa lewat kuota, mereka sudah menunjukkan kehebatannya. Nggak perlulah merasa kalah duluan dalam menempuh jalan caleg dengan adanya keputusan MK tersebut. Kalau perilaku dan sifat ini yang dimunculkan, ketahuan itulah mental dan kualitas caleg perempuan sesungguhnya. Mau jadi wakil rakyat dengan kuota dan model zipper. Oh, itu affirmative action yang dibutuhkan, wah kalau saya menilanya sama saja dengan KKN yang dilegalisir. Sekarang jamannya beradu secara legal, proporsional, egaliter secara transparan dan demokratis. Nggak jamannya kuota-kuotaan. Rebut, rebut dan rebut, biarkan rakyat yang menilai dan sekaligus memvonis.

Percayalah, kalau pemilu makin demokratis, tanpa kuota-kuotaan, tanpa “jual beli” nomer urut caleg (artinya yang jadi yang dapat suara terbanyak), kaum golput akan makin berkurang, dan pesta demokrasi makin indah ……………..

Makasih Mahkamah Konstitusi: Suara terbanyak itu demokratis

In bLog, dEmokrasi, damai, daya, e-goverment, eKsekutif, indonesia, kEwarganegaraan, kOrupsi, lEgislatif, pEndidikan, pEringkat iNdonesia, pErtahanan, rank, sumber daya, uang on Saturday , 27 December 2008 at 4:10 PM
WN No 1

WNI No 1

Ya, makasih Mahkamah Konstitusi (MK) atas keputusannya, bahwa Caleg terpilih yang jadi Legislator dan dapat kursi nantinya berdasarkan suara terbanyak. Itulah memang inti demokrasi substansial, dan sekaligus demokrasi prosedural yang tepat. MK telah mengembalikan rel demokrasi ke track yang benar, dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat, berdasarkan suara rakyat. Kalau selama ini khan suara rakyat dikebiri oleh akal-akalan partai dengan nomor urut caleg. Sehingga sebenarnya mereka itu kalau masuk di DPR (Dewan Perwakilan Rakyat, lho, bukan Dewan Perwakilan Partai) itu mewakili siapa sebenarnya? Khan semestinya mewakili rakyat, toh kita hidup berlandaskan Konstitusi yang mengedepankan Kedaulatan Rakyat, bukan Kedaulatan Partai!. Hal ini harus jadi acuan utama kita berdemokrasi, termasuk menjalankan pemilu. Jadi parpol cukup mengantarkan sampai ke daftar nama caleg, artinya mensortir caleg-caleg yang pantas menurut ukuran parpol untuk dipersembahkan ke rakyat yang mempunyai hak pilih. Dan biarkan rakyat yang mempunyai kedaulatan untuk memutuskan/menghakimi mereka itu apakah memang pantas untuk masuk jadi anggota DPR, jangan dibelokkan ke nomor urutlah ….

Lalu, kalau ada yang mencak-mencak dengan keputusan MK logislah rasanya, itu pasti caleg nomor urut atas, yang saya duga nangkringnya mereka di nomor bagus karena “sesuatu hal”, bisa karena saudaranya pejabat parpol yang berpengaruh, orang yang mampu dan terlanjur “mensuplai” sekian-sekian rupiah ke pengurus parpol, atau punya kekuatan yang memaksa pengurus parpol dengan segala arogansinya. Kalau caleg yang masih normal pasti happy-happy saja dengan keputusan MK itu. Jadi caleg yang kebakaran jenggot karena keputusan MK itu menunjukkan kualitas mereka sesungguhnya, ya begitulah, mereka nggak mau bekerja keras, nggak mau dekat dengan rakyat, nggak punya kapabilitas untuk rakyat, tapi mau jadi wakil rakyat. Mau enaknya sendiri, dengan cara nempel-nempel …. orang macam ini sebenarnya racun parpol. Bagaimana mungkin jadi wakil rakyat, tanpa amanah dari rakyat, tidak mengenal dan tidak dikenal rakyat. Apa yang mau diharapkan dari orang macam ini?

Keputusan MK mengakibatkan permainan uang makin meningkat dalam Pemilu 2009 nantinya? Karena Caleg yang punya uang akan main dengan kekuatan uangnya untuk nggeser caleg miskin? Saya nggak percaya 100%. Logikanya sederhana, lebih mudah mempengaruhi pengurus parpol untuk beli nomor urut kursi yang bagus daripada mempengaruhi suara rakyat. Itu jelas. Lagian sekarang jangan underestimate dengan rakyat, jangan dikira rakyat bodoh-bodoh dan mau dibodohi terus oleh caleg/parpol kacangan ….. mereka sudah tahu kuncinya. Kalau dikasih apa saja saya yakin diterima kok, entah kaos, stiker, kalender, sembako, bahkan uang, tapi soal memilih caleg/gambar/parpol apa di dalam bilik suara nggak ada yang bisa menjamin bahwa mereka akan memilih yang memberikan sesuatu itu. Sekarang rakyat sudah cerdas, sudah tahu caleg-caleg/parpol-parpol yang nggak memperjuangkan nasib rakyat pasti ditinggalkan dan tidak akan diberi suara. Lihat saja nanti di 2009 …..

Jadi, mari kita sambut keputusan MK dengan sukacita, dan wujudkan kedaulatan rakyat dengan memilih caleg-caleg yang berkualitas yang mau dan mampu memperjuangkan nasib dan kualitas rakyat Indonesia agar meningkat dan bermartabat secara internasional.

[Eh, tahukah anda, ada caleg yang saking mangkelnya dengan keputusan MK itu, dia berjanji nanti kalau berhasil jadi anggota DPR akan berjuang mati-matian akan membubarkan MK. Wah, gawat. Nah, sebelum manusia semacam ini jadi wakil rakyat, semestinya dia duluan saja yang dibubarkan sebagai caleg, jangan beri kesempatan sekecil apapun untuk jadi anggota DPR, bahaya bagi perkembangan demokrasi Indonesia].

Apa pendapat anda?

Selamat hari ibu: nggak ada orang sukses tanpa ada ibu!

In aNak, bLog, e-goverment, eKsekutif, hIdup, kEluarga, kEpemimpinan, kEwarganegaraan on Monday , 22 December 2008 at 12:37 PM
WN No 1

WNI No 1

Sudahlah, nggak perlu berdebat. Nggak ada orang sukses tanpa ada ibu.

Jadi, persoalannya bagaimana kita “menghargai” seorang ibu pada posisi yang proporsional dan kontekstual secara nyata. Nggak basa-basi belaka.

Dan, persoalan lainnya, bagaimana seorang ibu harus mau memahami posisinya yang maha penting untuk keluarga, bangsanya dan negaranya, dengan senantiasa mau meningkatkan/mengupadte kualitas pribadinya agar 3B (brain, behaviour, beauty) terwujud secara nyata dan berpengaruh, tanpa menunggu kuota ataupun pemberian oleh lawan jenisnya sebagai ungkapan rasa belas kasihan. Harus mampu “merebut” dengan upaya yang cerdas.

Okelah, selamat memperingati Hari Ibu ….. semoga kita selalu ingat: Tanpa Ibu nggak ada orang yang bisa menjadi apapun.

ibu

Ibu : Nggak usah mikir? Ah, ngawur, hidup ya harus mikir!

Selamat datang “aparat” baru ….

In anggaran, bLog, country, e-goverment, eKsekutif, indonesia, informasi, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, mAnajemen, militer, money, pErtahanan, sumber daya on Friday , 19 December 2008 at 11:41 AM
WN No 1

WNI No 1

Rabu, 17 Desember 2008 di Akademi Militer, Magelang, Presiden RI melantik ratusan perwira baru dari jajaran TNI dan Polri. Mereka adalah darah baru yang akan memperkuat jajaran aparat pertahanan dan keamanan RI. Salah satu pesan presiden cukup jelas, sebagai aparat tidak boleh tertinggal dalam mempelajari/mengikuti perkembangan teknologi. Jadi artinya harus terus-menerus mau belajar, belajar dan belajar bidang tugasnya secara profesional, untuk ke-iptek-kan dan kemiliterannya.

Saya perlu juga menyampaikan selamat kepada para Perwira remaja yang telah menempuh pendidikan di empat akademi (Akademi Angkatan Udara di Yogyakarta, Akademi Angkatan Laut di Surabaya, Akademi Militer di Magelang, dan Akademi Kepolisian di Semarang) yang kini telah sukses meraih profesi dan pangkat yang diidam-idamkan. Semoga sukses seterusnya, dengan pengabdian yang terbaik untuk bangsa dan negara. Nah, dalam kerangka pengabdian yang terbaik itulah, saya menyarankan dua hal:

a. Agar semua perwira remaja tersebut punya pegangan kepribadian (kalau pegangan untuk kedinasan sudah cukup jelas ya …) yang kuat dalam menjalankan tugas, masing-masing perwira remaja perlu punya Kitab Suci sesuai agama yang dianutnya, dan rajin-rajinlah untuk membaca, memahami dan mengaplikasikannya di kala suka dan duka, diantara tugas-tugas yang dijalankan.

b. Agar semua perwira remaja tersebut punya (mulai mengurus) Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) biar pendapatannya mempunyai nilai akuntabilitas yang tinggi dan dipercaya rakyat. Karena setiap tahun akan terlihat “perkembangan” harta kekayaannya, sehingga mudah diperkirakan darimana asal pendapatannya, karena kalau dari besaran gaji saja khan terlihat standar besarannya. Apalagi sekarang lagi ada Program Sunset Policy.

Apa pendapat anda tentang hal ini?

Partai Golongan Putih?

In bLog, country, daya, e-goverment, eKsekutif, hIdup, indonesia, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, lEgislatif, mAnajemen, pOlitik, pers on Thursday , 18 December 2008 at 11:45 AM
WN No 1

WNI No 1

Mahasiswa kebanyakan memang kreatif dan seringkali idenya muncul secara tak terduga. Pada kesempatan presentasi makalah tugas kelompok di Kelas kewarganegaraan saya, sempat muncul ide cemerlang dari mahasiswa untuk mengurangi atau mengerem laju Golput dalam Pemilu di Indonesia. Karena mereka tahu data dalam Pemilu/Pilkada di Indonesia menunjukkan banyak pemenang sebenaranya ya kaum Golput. Ide mereka adalah mengapa tidak dibuat Partai Golput saja, yang pendiriannya resmi dan masuk aturan kepartaian, lantas ikut secara legal dalam Pemilu 2014 yang akan datang (kalau 2009 sudah nggak nyampai ya …). Ide yang bagus juga. Sebagai nama pasti sudah sangat populer dan ongkos promosinya nggak mahal-mahal sekali. Secara kehidupan demokrasi tentu menjadi alternatif positif bagi kaum golput. Cuma mahasiswa tersebut tidak menyebutkan ke arah manakah sebaiknya “isme” alias platform Partai Golput itu jika betul-betul ada, nasionalis, keagamaan, atau lainnya?

Wah, ide moncer juga tuh kalau ada mau yang memprakarsai parpol dengan nama Partai Golput. Kayaknya hitung-hitungannya masuk, karena menurut para analis politik potensi kaum golput di Indonesia cukup besar. Apakah anda berminat?

Apakah hanya memperebutkan kursi, lupa siapa yang memberi kursi?

In bLog, dEmokrasi, damai, e-goverment, eKsekutif, hAm, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, lEgislatif on Wednesday , 17 December 2008 at 5:38 PM

kkk

Bagaimana kalau sudah begini?

Apakah politik punya target hanya meperebutkan kursi kekuasaan, terus lupa kepada siapa pengabdian diberikan? Lalu, rakyat dianggap apa? Saya mengajak semua warganegara Indonesia ikut berpartisipasi dalam Pemilu 2009, tidak golput. Supaya ajakan ini berhasil, para caleg (capres juga) jujurlah mengabdi yang terbaik untuk rakyat. Inti demokrasi yaitu dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat. Tanpa rakyat nggak ada pemimpin! Terus kalau ada yang (ingin)  bertengger di daftar caleg (capres juga), monggo berkaca deh, apa sih kelebihan-kelebihan anda dari yang lain? Dengan begitu, kalau suatu saat anda betul-betul terpilih, itu hanya karena keputusan Allah SWT yang memberikan “kelebihan” suara dibanding calon lainnya melalui tangan-tangan rakyat.  Jadi, pengabdiannya tetaplah ke rakyat, karena nanti jadi wakil rakyat, bukan wakil parpol!

Calon Presiden Republik Indonesia dan Website-nya

In bLog, country, dEmokrasi, e-goverment, eKsekutif, indonesia, informasi, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, lEgislatif, mAnajemen, pOlitik, teknologi on Tuesday , 16 December 2008 at 11:28 AM
WN No 1

WNI No 1

Sudah cukup lama saya menampilkan nama-nama calon Presiden Republik Indonesia yang akan berlaga pada Pemilu Presiden Republik Indonesia Tahun 2009 yang akan datang di weblog saya, termasuk link dengan website/weblog yang dipunyai. Tujuan saya ini hanyalah satu, sebuah keinginan agar warganegara Indonesia mengenal baik, lebih mendalam dan lebih jernih tentang calon pemimpinnya yang akan memimpin Indonesia selama 5 tahun ke depan, 2009-2014. Biar nggak terulang terus, cari pemimpin kok seperti beli kucing dalam karung. Telitilah sebelum memilih, ungkap ketidakbaikannya masa lalu, keluarganya dan track record-nya, pilihlah yang terbaik yang membela kebenaran, keadilan dan ikhlas mengabdi untuk membawa ke arah kesejahteraan rakyat Indonesia.

Seiiring dengan makin banyaknya calon presiden RI yang mulai tampil ke permukaan, barangkali ada nama-nama dan link capres yang belum tertera dalam weblog ini (saya khawatir dikira saya pilih kasih/nggak adil dalam menampilkan para capres tersebut), saya berharap rekan-rekan pengunjung weblog ini dapat memberikan info yang signifikan nama capres RI dan link website/weblog yang dipunyai untuk saya update di weblog saya. Biar bisa diakses lebih luas dan diketahui masyarakat/warganegara Indonesia dengan baik.

Thanks!

TNI AU berperan lho dalam menghadapi global warming

In IDR, anggaran, bLog, climate, country, dEmokrasi, eKsekutif, eValuasi, global, hIdup, indonesia, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, lEgislatif, mAhasiswa, mAnajemen, militer, money, operasi, pEndidikan, pErtahanan, sumber daya, teknologi on Tuesday , 16 December 2008 at 10:50 AM
WN No 1

WNI No 1

Bagaimana TNI AU berperan dalam mengantisipasi global warming?

Dalam upaya mengembalikan fungsi hutan sebagaimana mestinya serta untuk menyukseskan program pemerintah “gerakan sejuta pohon” terkait dengan global warming, pada dasarnya TNI AU sudah berperan, antara lain melalui, Skadron Udara 4 Wing 2 Lanud Abd Saleh yang telah melakukan kegiatan aero seeding dengan menggunakan pesawat C-212 Casa yang dilaksanakan di daerah Pegunungan Wilis Kabupaten Nganjuk.

Kegiatan aero seeding apa itu? Pada dasarnya kegiatan ini – bekerja sama dengan Dinas kehutanan Kabupaten Nganjuk - adalah penyebaran benih melalui udara, berupa benih trembesi dan sengon buto. Kedua jenis benih ini disebar di wilayah lereng gunung wilis yang kondisinya sudah gundul dan benih yang disebar sebanyak 5 ton dengan 4 sortie penerbangan pesawat C-212 Casa.

nnnn

"sudah siap, pak"

Pesawat C-212 Casa sengaja digunakan untuk penyemaian benih lewat udara karena kemampuannya dapat mengangkut 1,5 ton/flight dengan kecetapatan 300 km/jam serta memberikan beberapa keuntungan strategis, diantaranya:

a. Dapat memberikan efisiensi yang tinggi terutama pada waktu, tenaga dan keselamatan manusia. Hal ini dapat dipahami apabila kegiatan penyemaian benih di tempat yang tidak terjangkau oleh manusia atau apabila harus di kerjakan oleh tenaga manusia, maka akan dibutuhkan waktu yang lama dan tenaga kerja yang ekstra, selain itu belum tentu menjamin keselamatan pekerja dari cuaca buruk, penyakit dan serangan binatang buas.

b. Dengan menggunakan pesawat C-212 Casa dapat dilaksanakan dimana saja tanpa harus menggeser sarana pendukung menuju titik pendekat ke sasaran, sehingga efisiensi terhadap transportasi dan biaya.

bbb

ribuan biji yang akan ditebarkan

Sedikit usaha, kalau sering dan bersinergi dengan instansi lain dapat bermanfaat untuk mengurangi global warming ….

Kok cuma eksekutif?

In bLog, hIdup, iNtermezo, indonesia, informasi, kEnangan, pOlitik on Tuesday , 16 December 2008 at 9:42 AM
WN No 1

WNI No 1

Kalau naik kereta api, kapal laut, atau pun pesawat terbang, kelas penumpang yang tersedia pada umumnya adalah klas Ekonomi, Bisnis, dan Eksekutif. Jadi, untuk VIP/VVIP pada umumnya masuk kategori Eksekutif. Lantas, kalau dihubungkan dengan Trias Politica punya Montesqueiu, yang adanya Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif mesti seimbang, saya jadi bertanya-tanya berarti ada diskriminasi pada pengkelasan transportasi ya? Soalnya nggak ada kelas penumpang Yudikatif ataupun Legislatif …… ha ha ha … Apa memang jajaran Yudikatif dan Legislatif nggak pantas masuk kelompok VIP/VVIP ya?

Tingkatan tujuan instruksional pendidikan

In bLog, daya, eKsekutif, eValuasi, indonesia, informasi, kEwarganegaraan, mAhasiswa, mAnajemen, pEndidikan, pEringkat iNdonesia, ranking, sumber daya on Monday , 15 December 2008 at 2:42 PM
WN No 1

WNI No 1

Setiap tujuan instruksional pendidikan selalu ada hirarki pencapaian sampai dimana yang ingin digapai. Berikut sedikit gambaran/informasi kalau mau belajar/kuliah kita ini mestinya sampai dimana untuk bidang kognitif /akademis, afektif/perilaku kepribadian, ataupun psikomotorik/fisik. Nomor urut 6 menunjukkan tujuan instruksional/ pencapaian yang ingin dijangkau lebih tinggi dari nomor urut 1.
A. KOGNITIF

1. Pengetahuan. Kata-kata instruksional yang sering digunakan: menyebutkan, mengidentifikasikan, menjodohkan, menyatakan, menunjukkan, memilih, menggarisbawahi, dan mendefinisikan.

2. Pemahaman. Kata-kata instruksional yang sering digunakan: menerangkan, menjelaskan, menguraikan, merumuskan, meramalkan, memperkirakan, mengubah, merangkum, meringkas, mengembangkan, dan menggantikan.

3. Penerapan. Kata-kata instruksional yang sering digunakan: menghitung, menemukan, menyediakan, menghasilkan, melengkapi, dan menyesuaikan.

4. Analisis. Kata-kata instruksional yang sering digunakan: memisahkan, membagi, menunjukkan, hubungan antara, dan menerima.

5. Sintesis. Kata-kata instruksional yang sering digunakan: mengkombinasikan, mengatur, menciptakan, merangkaikan, membuatkan, mengarang, menyusun kembali, menggabungkan, dan menghubungkan.

6. Evaluasi. Kata-kata instruksional yang sering digunakan: membahas, menilai, membedakan, menolak, mendukung, menaksir, memperbandingkan, memberikan alasan, menyimpulkan, membuktikan dan memilih antara.

B. AFEKTIF

1. Penerimaan. Kata-kata instruksional yang sering digunakan: menyatakan, menjawab, memberi, melanjutkan, mengikuti, dan menanyakan.

2. Partisipasi. Kata-kata instruksional yang sering digunakan: menolong, membantu, menyambut, menawarkan diri, melporkan, menyelesaikan, membawakan, menyumbangkan, menampilkan, dan mendatangi.

3. Penentuan sikap. Kata-kata instruksional yang sering digunakan: ikut serta melaksanakan, mengusulkan, membenarkan, mengambil prakarsa, membuka, mengajak, menyatakan pendapat, mengundang, dan menentukan.

4. Organisasi. Kata-kata instruksional yang sering digunakan: melengkapi, mengatur, menyusun, menyamakan, menginterpretasikan, menyempurnakan, menghubungkan, merumuskan, dan mengubah.

5. Pembentukan pola hidup. Kata-kata instruksional yang sering digunakan: mempertimbangkan, memperlihatkan, melayani, menyatakan, mempraktekkan, dan mempersoalkan.

C. PSIKOMOTORIK

1. Persepsi. Kata-kata instruksional yang sering digunakan: menyisihkan, mempersiapkan, dan mengamati.

2. Kesiapan. Kata-kata instruksional yang sering digunakan: mengamati, memprakarsai, menanggapi, memulai, mempertunjukkan, dan bereaksi.

3. Gerakan Terbimbing. Kata-kata instruksional yang sering digunakan: mengerjakan, mencoba, memasang, mengikuti, membuat, dan memainkan.

4. Gerakan Kompleks. Kata-kata instruksional yang sering digunakan: membangun, melaksanakan, menggunakan, menangani, menyusun, dan memperbaiki.

5. Gerakan Terbiasa. Kata-kata instruksional yang sering digunakan: membangun, melaksanakan, menggunakan secara unik, dan melakukan.

6. Penyesuaian Pola Gerak. Kata-kata instruksional yang sering digunakan: mengatur kembali, mengubah, membuat variasi, dan mengadaptasikan.

7. Kreativitas. Kata-kata instruksional yang sering digunakan: mendesain, merencanakan, dan merancang.

Maka setiap mau belajar/kuliah kita mestinya sudah menetapkan sampai dimana tujuan/keinginan pencapaian kita?

Mengunjungi Kraton Yogyakarta, memahami kepemimpinan budaya, bagian 2

In aNak, bLog, country, damai, e-goverment, eKsekutif, global, hIdup, indonesia, informasi, kEluarga, kEnangan, kEwarganegaraan, lEgislatif, mAnajemen, money, nUrani, pEndidikan, peace, sumber daya on Monday , 15 December 2008 at 1:48 PM
WN No 1

WNI No 1

Beberapa waktu lalu saya dan keluarga menyempatkan berkunjung ke Kraton Yogyakarta yang ada di pusat Kota Yogyakarta (Kilometer 0). Berikut adalah beberapa hasil jepretan suasana Kraton Yogyakarta yang kini hadir sebagai simbol penjaga budaya Jawa yang adiluhung dan tampil dalam kepemimpinan budaya di Indonesia. Saya pikir sedikit kata lebih tepat, karena hasil jepretan sudah mewakili ribuan kata-kata.

ffff

Keasrian budaya

ggggg

Ragam budaya batik .....

jjjj

Lukisan Raden Saleh : mata yang mengikuti kemanapun anda bergerak?

hhhh

Prajurit!

iiiii

Konon berusia 200 tahun

Belajar kehidupan dari kehidupan kraton dan perkembangannya ke depan, sebuah keniscayaan yang indah. Mengenali peradaban, mencari bekal ke peradaban selanjutnya, dan memahami perubahan peradaban adalah kunci terjaganya pusat kebudayaan Jawa ini. Banyak pertanyaan dan pelajaran dari sebuah kraton, adakah kepemimpinan budaya terwujud dalam perkembangan dan perubahan jaman. Oh ya, sudahkah anda berkunjung kesana?

Kembali ke seri pertama : Mengunjungi Kraton Yogyakarta

Mengunjungi Kraton Yogyakarta, memahami kepemimpinan budaya, bagian 1

In aNak, bLog, country, dEmokrasi, damai, daya, e-goverment, eKsekutif, global, hAm, hIdup, indonesia, informasi, kEluarga, kEnangan, kEwarganegaraan, lEgislatif, mAnajemen, money, nUrani, pEndidikan, sumber daya, uang on Monday , 15 December 2008 at 1:23 PM
WN No 1

WNI No 1

Beberapa waktu lalu saya dan keluarga menyempatkan berkunjung ke Kraton Yogyakarta yang ada di pusat Kota Yogyakarta (Kilometer 0). Berikut adalah beberapa hasil jepretan suasana Kraton Yogyakarta yang kini hadir sebagai simbol penjaga budaya Jawa yang adiluhung dan tampil dalam kepemimpinan budaya di Indonesia. Saya pikir sedikit kata lebih tepat, karena hasil jepretan sudah mewakili ribuan kata-kata.

kratonnnn

Masjid Gede di sekitar kraton : berapa hayo umurnya?

kraton bb

Pintu penjaga budaya .....

kraton cc

Sekarang HB X : selisih tiga generasi lho ....

dddddddddd

Souvenir masa lalu ...

eeee

Tempat manten putri sultan ....

Belajar kehidupan dari kehidupan kraton dan perkembangannya ke depan, sebuah keniscayaan yang indah. Mengenali peradaban, mencari bekal ke peradaban selanjutnya, dan memahami perubahan peradaban adalah kunci terjaganya pusat kebudayaan Jawa ini. Banyak pertanyaan dan pelajaran dari sebuah kraton, adakah kepemimpinan budaya terwujud dalam perkembangan dan perubahan jaman. Oh ya, sudahkah anda berkunjung kesana?

Sampai jumpa pada seri kedua : Mengunjungi Kraton Yogyakarta

Melongok Candi Prambanan, menimbang kehidupan

In aNak, bLog, country, damai, daya, eKsekutif, global, hAm, hIdup, indonesia, informasi, kEluarga, kEnangan, kEwarganegaraan, mAhasiswa, mAnajemen, nUrani, peace, saing, sumber daya on Tuesday , 9 December 2008 at 2:33 PM
WN No 1

WNI No 1

Beberapa waktu lalu saya dan keluarga menyempatkan berkunjung ke Candi Prambanan yang ada di perbatasan Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, tepatnya di antara Klaten dan Sleman. Berikut adalah beberapa hasil jepretan candi yang dibangun dengan teknologi pembuatan yang terbaik pada jamannya. Saya pikir sedikit kata lebih tepat, karena hasil jepretan sudah mewakili ribuan kata-kata.

Warisan budaya untuk semua umat manusia, belajar tentang kehidupan

Kelas dunia: warisan budaya untuk semua umat manusia, belajar tentang kehidupan dan teknologi

gempa, menguji fisik dan hati

Ujian gempa: Fisik dan hati

tetap bertahan

Bukan sasaran: Candi saja dilindungi, apalagi hak asasi manusia

dilindungi

Hindari vandalisme: Harus ada yang mau menjaga dan mengingatkan

eksotis, apalagi malam hari ....

Pose sejenak: Eksotis, apalagi bila malam hari telah tiba

gerbang masuk

Gerbang masuk: Selamat datang ke masa depan

reruntuhan dan harapan

Warisan kita: Diantara reruntuhan dan harapan

Belajar kehidupan dari candi, sebuah keniscayaan. Mengenali peradaban dan mencari bekal ke peradaban selanjutnya. Banyak pertanyaan dan pelajaran dari sebuah candi, itu baru Prambanan. Belum yang candi Borobudur. Tetapi, sudahkah anda berkunjung kesana?

Dari Indo Defence 2008 Expo & Forum : Bagian Ketiga

In anggaran, bLog, country, damai, e-gov, e-goverment, eKsekutif, global, indeks, indonesia, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, lEgislatif, mAnajemen, militer, operasi, sumber daya, tEknologi iNformasi, teknologi on Tuesday , 9 December 2008 at 11:35 AM
WN No 1

WNI No 1

Kok semua membuat UAV?

Dari Indo Defence 2008, saya melihat ada yang agak perlu disayangkan. Apa? Ya, soal bikin kegiatan itu lho …. saya nggak berani nulis soal bikin proyek lho, ntar dikira bagaimana ….. Lha, coba diamati kegiatan bikin UAV (pesawat tanpa awak) … terlihat Departemen Pertahanan bikin, TNI AU bikin, BPPT bikin, ada perguruan tinggi teknik juga bikin, dan beberapa institusi lain juga bikin … Banyak banget yang mau bikin UAV. Terus anggaran dan hasilnya bagaimana? Anggaran darimana tuh? Apa tidak sebaiknya bergabung saja jadi satu tim yang tangguh dan solid, merancang dan membuat UAV Indonesia … dengan target sasaran proyek tertentu dan terukur dalam konteks waktu dan kemampuan UAV-nya. Barangkali lebih efisien dan efektif ya ….. Eh ya, komunikasinya khan bisa memanfaatkan round table punya community litbang untuk pertahanan ….

Bisa menambah pendapatan APBN?

Industri strategis: Bisa menambah pendapatan APBN?

Kalau sumberdaya manusia, anggaran dan teknologinya bisa bersatu/dipadukan, saya yakin industri strategis kita makin cepat maju (termasuk produk UAV-nya), dengan biaya yang makin efisien dan sangat mungkin bisa bersaing dengan negara lain, artinya kalau sudah mantap, bisa diekspor juga khan …. dan ada masukan devisa dari industri strategis untuk APBN kita, sehingga kesannya tidak tergolong anggaran belanja saja, tapi anggaran pendapatan juga.

Sampai jumpa pada seri tulisan berikutnya : Dari Indo Defence 2008 Expo & Forum : Bagian Keempat.

09 Desember : Hari Anti-Korupsi Dunia –> Mulailah dari diri sendiri

In anggaran, bLog, country, dEmokrasi, damai, daya, e-goverment, eKsekutif, global, hAm, indeks, indonesia, informasi, kEwarganegaraan, kOrupsi, lEgislatif, mAhasiswa, pOlitik, ranking, risk, sUbsidi, sumber daya, tEknologi iNformasi on Tuesday , 9 December 2008 at 9:01 AM
WN No 1

WNI No 1

Mari dari diri sendiri untuk melawan korupsi,

1. Berusaha sekuat baja tidak melakukan korupsi sekecil apapun.

2. Berusaha sekuat tenaga tidak memberi kesempatan orang lain untuk melakukan korupsi.

3. Hindari pendapatan dan tolak pemberian dari orang lain yang patut diduga berasal dari hasil korupsi.

Jangan pernah menyerah untuk terus berusaha melakukan tindakan Anti-Korupsi. Sebagai penambah wawasan dan pegangan silakan download BUKU SAKU KORUPSI[.pdf , 627 KB] yang saya unduh dari KPK, intinya Memahami untuk Membasmi.

Salahkan orangnya, jangan salahkan gamenya

In bLog, dEmokrasi, hAm, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, lEgislatif, mAnajemen, nUrani, pEndidikan, tEknologi iNformasi on Wednesday , 3 December 2008 at 12:23 PM
WN No 1

WNI No 1

Beberapa hari lalu pada suatu acara seminar, seorang pemrasaran mengekspose soal game untuk anak yang isinya berbau pornografi. Intinya yang bersangkutan cenderung menyarankan anak-anak harus “dijauhkan” dengan game. Alasannya banyak game untuk anak yang “nyasar-nyasar” bahkan dalam forum itu ditayangkan pula contoh sebuah game yang ada “nyasar-nyasarnya” ke tampilan untuk orang dewasa ….

Saya selalu berfikir, mengapa sih, kok banyak orang bahkan beratribut pakar selalu berfikir aneh terhadap suatu produk teknologi, entah teknologi komunikasi dan informasi maupun semacam game. Atau produk-produk teknologi lainnya. Selalu saja yang disalahkan teknologinya, selalu saja produk teknologinya yang harus dijauhkan dengan manusianya (orang atau anak-anak) supaya tidak berpengaruh. Lho? Sekali lagi, teknologi itu nggak punya jenis kelamin, gender, usia, nyawa ataupun sifat perilaku tertentu. Jadi mestinya jangan pernah salahkan teknologi. Atau, jangan pernah menjauhi atau “mengharamkan” teknologi tertentu. Kalau mau disalahkan ya manusianya ….

Oke, kembali ke soal game. Saya punya pendapat begini:

1. Apa sih game itu? Menurut saya sama saja substansinya dengan game-game anak-anak jaman dulu (sekarang sudah tua, jadi orang-orang tua). Termasuk sama saja dengan jenis permainan tradisional yang dulu-dulu, yang mungkin sekarang masih tersisa di desa-desa. Kok bisa? Ya iyalah, game itu prinsipnya khan “permainan”, yang bisa melibatkan otak, mental kepribadian ataupun fisik. Bahasa kerennya melibatkan ranah kognitif, afektif dan psikomotorik. Itu tantangannya game …. cuma yang zaman dulu-dulu, game tradisional misalnya, kandungan geraknya (psikomotoriknya) banyak dan merata, yang sekarang kandungan geraknya mungkin sedikit karena berbasis teknologi informasi (komputer, HP atau PS) jadi banyak diam di tempat, yang goyang paling tangan, kepala, dan mata. Meskipun juga banyak game sekarang yang “menggunakan” multi indera manusia. jadi sebenarnya substansinya sama saja game sekarang dan “game” jaman dulu, hanya media dan penggunaan komponen kemanusiaannya saja yang berbeda proporsinya.

2. Kalau ada game yang sekarang “tersusupi” dengan tayangan sara ataupun porno, kemudian dimainkan anak-anak, berarti harus ada yang perlu dicermati, jangan salahkan gamenya, karena nggak ada cara yang bisa “menutup sama sekali” peluang munculnya game-geme miring seperti itu. Jadi mestinya, para orangtua anak yang harus mau turun “memilihkan” game, menemani main game, mengajak bermain game bersama-sama. Bukan hanya melarang thok. Ini sudah nyata munculnya game seperti itu, sesuai perkembangan jaman sekarang yang memang “banyak jalur” yang bisa digunakan mencari game semacam itu. Anak dilarang main game di rumah, masih bisa mencari di luar rumah, di tempat temannya. Iya khan …. jadi, malah sebaiknya anak diajak main game saja di rumah dengan memilihkan game yang baik dan mendidik (ini buanyak banget!) sambil memasukkan nilai-nilai kebenaran, kebaikan, kekeluargaan dan motivasi-motivasi, termasuk nilai-nilai agama/moral untuk menghindari game-game yang nggak beres itu ….

3. Memang para orangtua sekarang harusnya nggak boleh gaptek, dan “memperlakukan” anak seperti yang dia jalani dulu …. ini jamnnya sudah berb eda, produk teknologi sudah menyusup ke semua bidang … yang sulit dihindari, jadi harus ada pendampingan ke anak, secara bijak dan mendidik, bukan asal melarang!

4. Biasanya yang jadi problem ber-game ria adalah “kelupaan”, lupa waktu, lupa makan, lupa sholat … lupa tugas kewajiban lainnya … nah inilah yang harus diajarkan orang tua soal manajemen waktu ke anak-anak untuk tanggungjawab, ya masalah hak dan kewajiban yang seimbang, proporsional, ataupun disampaikan  “kesenangan itu ada batasnya” supaya penyelesaian tugas-tugas yang harus dilaksanakan tidak terbengkelai …

Kesimpulannya, jangan salahkan gamenya (bukan berarti saya bersetuju dengan pembuat game yang menayangkan hal-hal prono lho … ), salahkan manusianya (artinya kita sendiri yang harus mengkoreksi diri sendiri cara menghadapi situasi dan kondisi kehidupan anak-anak sekarang yang banyak berubah!) …

Dari Indo Defence 2008 Expo & Forum : Bagian Kedua

In bLog, dEmokrasi, hAm, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, lEgislatif, mAnajemen, nUrani, pEndidikan, tEknologi iNformasi on Monday , 1 December 2008 at 1:31 PM
WN No 1

WNI No 1

Menyadap HP lewat misscalled

Berhati-hatilah dengan HP anda. Di Indo Defence 2008 Expo & Forum telah muncul teknologi penyadapan HP yang canggih dan simpel. Bagaimana gambarannya? Prinsipnya, ada perangkat HP dengan sebuah nomer HP (Katakanlah HP A) yang melakukan misscalled ke sebuah nomor HP (Katakanlah HP B). Pemilik HP B dengan adanya misscalled tentu akan membuka dan ingin tahu nomor HP siapakah yang melakukan misscalled itu, nah seketika mulai saat itulah apapun yang anda bicarakan dan dengan siapapun anda bicara semuanya bisa disadap/didengar melalui HP A. Jadi seolah-olah HP B telah diparalel oleh HP A. Lho gimana caranya? Saya juga belum dapat memahami secara detil, tapi patut diduga “titik kritisnya” pada waktu misscalled yang dibuka oleh si empunya HP itulah kode/program mungil sisipan masuk ke calon HP yang disadap.

Coba mari kita cari lagi info yang lebih detil soal ini ....

Sampai jumpa pada seri tulisan berikutnya : Dari Indo Defence 2008 Expo & Forum : Bagian Ketiga

Salahkan orangnya, jangan salahkan teknologinya

In bLog, dEmokrasi, hAm, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, lEgislatif, mAnajemen, nUrani, pEndidikan, tEknologi iNformasi on Monday , 1 December 2008 at 1:13 PM
WN No 1

WNI No 1

Teror yang mengguncang Mumbai, India, yang menelan korban hingga ratusan jiwa, memunculkan artikel di CyberMedia India Online (CIOL), yang menuliskan bahwa terjadinya teror itu menunjukkan adanya penyalahgunaan teknologi, khususnya bidang teknologi informasi dan komunikasi untuk kegiatan anti-sosial atau antihuman. Menurut artikel tersebut, teknologi seperti telepon satelit dan layanan micro blogging telah dipakai secara optimal oleh kelompok teror untuk melancarkan aksi mereka. Bahkan sebuah peta GPS juga ikut ditemukan di Mumbai Selatan. Selain itu, kelompok teroris itu mengklaim bertanggung jawab atas teror tersebut via e-mail. Dari kenyataan tersebut disimpulkan teknologi juga dapat disalahgunakan si penggunanya. Termasuk untuk melakukan aksi teror yang meresahakan masyarakat dunia. Semenatara itu, menurut ITexaminer, diketahui ada cracker Rusia yang melancarkan serangan malware ke komputer zona perang dan komando pusat AS yang mengawasi Irak dan Afghanistan. Menurut Departemen Pertahanan AS, serangan ini signifikan. Namun, belum bisa dipastikan apakan serangan malware ini dilancarkan oleh cracker Rusia secara perorangan atau ada keterlibatan dari pemerintah Rusia. Kemungkinan, cracker ini menjadikan komputer yang digunakan tentara di Afghanistan dan Irak sebagai target serangan. Malware yang menyerang sistem komputer AS tersebut adalah agent.btz, dan telah bergentayangan di komputer-komputer non-pemerintah selama beberapa bulan terakhir. Baru-baru ini, Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) melarang penggunaan flash disk dan piranti removable di kawasan Pentagon untuk membendung persebaran malware. Selama ini Pentagon dan departemen pemerintah AS berulang kali menghadapi serangan cyber, yang diduga berasal dari Rusia dan China.

Apa yang dapat dipelajari dari kejadian-kejadian tersebut?

1. Jangan salahkan teknologinya. Salahkan orangnya. Bagaimanapun teknologi tidak punya rasa, ambisi, cinta dan benci. Bagai pisau bermata dua, teknologi selalu pada posisi tergantung manusianya, alias the man behind the gun.

2. Jangan teledor dan lengah, segeralah membuat dan menerapkan aturan standar (standard operation procedure), untuk operasional, perawatan dan control semua hardware, software, serta brainware yang berkaitan dengan sistem teknologi informasi.

3. Selalu update dan upgrade, secara periodik sistem yang dipunyai.

4. Jangan lupa “memperhatikan” terus-menerus geliat musuh yang selalu mengincar sistem TI setiap saat lewat berbagai cara.

5. Sikat saja “manusia” di sekitar sistem TI yang tidak patuh dengan prosedur yang ditentukan, karena itu akan membuat celah pada sistem. Dan mengundang kerawanan terhadap sistem.

6. Iptek TI selalu berkembang dengan cepat bahkan dengan tingkatan global (antar negara), akses dari luar negeri dan keluar negeri sudah jamak, monitoring harus tetap dilakukan. Jangan under estimates dengan kemampuan manusia sekarang soal TI bahkan untuk SDM yang tinggal di desa ataupun negara berkembang sekalipun. Belajar TI bisa darimana saja.