Satu Nusa Satu Bangsa Satu Bahasa Satu Harapan

Archive for January 28th, 2009

Makanan kesukaan saya?

In bLog, global, hAm, hIdup, iNtermezo, indonesia, informasi, kEluarga, kEnangan, kelaparan, mAhasiswa, money, nUrani, pEndidikan, polusi on Wednesday , 28 January 2009 at 1:00 PM

Ada yang tanya saya, apa makanan kesukaan saya? Gampang, nggak sukar menyebutkannya, murah dan mudah dicari. Apa? Biasanya, makanan kesukaan saya awalannya “Bak”, ada: Bakso, Bakmi, Bakpao, Ba(k)tagor, he he he …

Itu makanan kesukaan saya dari dulu, sampai sekarang, wah sudah berapa tahun ya … entah sampai kapan bisa makan makanan tersebut … ya, sekadar tahu saja, saya saking sukanya dengan makanan tersebut, khususnya bakso, saya pernah menyantap 50 butir bakso dalam waktu singkat … ehm, bukan unjuk kerakusan lhooo, cuma waktu itu sengaja mencoba “tingkat kemampuan makan” makanan kesukaan saya ….

Tapi saya tetap waspada, menghindari makan makanan tersebut dari penjual (orang-orang) jahil, yang mungkin menyisipkan boraks, pengawet, MSG, dan sejenisnya, …. ya biar tetap sehat.

Selamat makan ....

Selamat menikmati ....

Anda juga suka khan?

Bungkus dalam snack dilumuri “cat” juga, boleh?

In aNak, bLog, hAm, hIdup, informasi, kEluarga, kEwarganegaraan, mAnajemen, nUrani, pEndidikan on Wednesday , 28 January 2009 at 12:45 PM

Saya sempat tertarik dengan snack yang sempat dibeli seorang anak. Mengapa? Bukan karena saya berminat makan isi snack tersebut. Tetapi saya tertarik soal bungkus snack tersebut. Adalah lazim kalau bagian luar bungkus sebuah snack yang umumnya terbuat dari alumunium foil dibuat semenarik mungkin dengan aneka hiasan dan tampilan ngejreng, biar calon konsumen tertarik untuk membelinya. Lumrah itu. Tampilan dalam bungkus snack biasanya terbalik dengan tampilan luar bungkus snack yang meriah itu, karena sepengetahuan saya bungkus dalam snack umumnya putih/bersih tanpa ada cat-cat apapun, jadi warna alumunium foil-nya terlihat jelas. Tentu ini normal, terkait dengan bahan-bahan pewarnaan/cat yang nggak boleh bersentuhan langsung dengan makanan dalam snack tersebut. Jadi ada alasan hygenis/kesehatan. Nah, saya melihat snack berikut ini agak janggal. Lihatlah:

Tampak luar seperti ini: luar

Tampak dalam seperti ini: ddd

Lho, bagian dalam bungkus snack itu pun dipakai untuk woro-woro soal bonus/hadiah. Apa pentingnya? Apa di bagian luar bungkus snack itu nggak cukup lagi? Sebenarnya boleh nggak sih, bagian dalam bungkus snack digunakan/dipoles dengan aneka cat warna seperti itu, yang mungkin dikatakan aman oleh produsen, yang resikonya bersentuhan langsung dengan makanannya? Ada yang bisa menjelaskan? Apakah tidak berbahaya bagi kesehatan si konsumen? Berpotensi menghadirkan penyakit?

Saya bukan orang yang berkecimpung di bidang medis dan makanan, tapi saya akhirnya bilang ke sang anak, daripada nggak yakin soal ini, ya, cari saja snack yang lain.

Barack Obama: “Americans are not your enemy”

In bLog, country, dEmokrasi, damai, e-goverment, eKsekutif, global, hAm, hIdup, iSlam, indonesia, informasi, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, lEgislatif, mAhasiswa, nUrani, pEndidikan, pOlitik, peace, sumber daya on Wednesday , 28 January 2009 at 10:38 AM

Dalam sebuah wawancara pertama dengan stasiun televisi Arab, Presiden Barack Obama menekankan penawaran untuk mengubah hubungan Amerika dengan dunia Muslim.

Tugas saya adalah untuk berkomunikasi dengan orang-orang Amerika bahwa Islam adalah dunia yang penuh dengan orang-orang luar biasa yang hanya ingin hidup dan kehidupan mereka melihat anak-anak mereka hidup lebih hidup,” kata Presiden Obama kepada Al Arabiya. “Tugas saya terkait dunia Muslim adalah untuk berkomunikasi bahwa Amerika adalah bukan musuh.” Dalam wawancara yang dilakukan di Ruang Peta Gedung Putih, Presiden Obama juga menyatakan komitmen untuk menanggulangi proses perdamaian Timur Tengah segera. Selengkapnya silakan lihat sendiri tulisannya terbaru di blog Gedung Putih.

Jadi, harus difahami bahwa ungkapan ini adalah masih satu rangkaian dengan janji-jani yang ditebarkan pada saat kampanye dulu. CHANGE. Inipun masih by lisan, silakan realisasinya dilihat dan dicermati terus, kalau sudah terbukti nyata, bersyukurlah. Kalau hanya lipstick, ya begitulah …  sama saja dengan janji-janji caleg/capres kita ya …