Satu Nusa Satu Bangsa Satu Bahasa Satu Harapan

Archive for February, 2009

Memang kita tidak boleh meremehkan Golput

In bLog, country, dEmokrasi, e-goverment, eKsekutif, hAm, indonesia, informasi, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, mAhasiswa, mAnajemen, mAteri kUliah, nUrani, pEndidikan, pOlitik, polling, sumber daya, survai on Saturday , 28 February 2009 at 10:55 AM

Polling tentang Pemilu 2009 yang dipajang di blog ini selama Februari 2009, dalam rangka menyongsong Pemilu di Indonesia, yang diawali dengan Pemilu Legislatif pada tanggal 9 April 2009, sepertinya mengingatkan kita untuk tidak boleh meremehkan Golput.

Dari 28 orang pengisi polling (secara unik, karena setiap pengisi polling nggak bisa menduakali mengisinya, sistem akan menolak, untuk bukti, anda coba saja pada polling bulan maret ini, biar sreg!) ternyata hanya sekitar 46% yang memiliki kecenderungan untuk menggunakan hak pilih. Sementara sisanya sekitar 54% terkelompok dalam kecenderungan Golput dan tidak tahu (belum menentukan sikap). Seperti tabel yang ditampilkan berikut ini:

hhh

Suara terbanyak?

Apa artinya semua ini? Sekali lagi jangan remehkan Golput. Kalau kita dekat dan bisa berkomunikasi dengan calon Golput, seperti yang banyak bertebaran di lingkungan kampus itu, miris juga kalau mereka betul-betul melaksanakan niat Golputnya. Prosentase mereka cukup besar juga. Sehingga kalau pesta demokrasi kita pada tahun 2009 ini minim pemilih, bisa jadi kualitas demokratisasi di Indonesia masih perlu dipertanyakan.

Oleh sebab itu, semua yang terkait dan berkepentingan dengan suksesnya pesta demokrasi di Indonesia secara kuantitas dan kualitas, secara prosedural dan substansial, harus bekerja keras memahamkan seluruh warganegara yang punya hak pilih untuk menggunakan haknya sepenuh hati dan secara bertanggungjawab. Tidak perlu dengan menakut-nakuti, tidak perlu dengan mengancam-ancam dunia-akhirat, tidak perlu dengan janji-janji, tapi cukup dengan bukti dan buktikan, calegnya memang kompetitif, berkualitas dunia-akhirat, bekerja demi rakyat, dan amanah. Serta yang lebih penting keteladanan, dan memiliki jiwa kepatuhan pada konstitusi, hukum dan penegakan HAM. Bukan karena uangnya banyak, massanya banyak, tapi perilakunya busuk, korup, bobrok dimuncul-munculkan. Wah yang ini pasti nggak bisa menarik simpati para Golput. Parpol memang harus intropeksi ke dalam juga, biar bisa mengajak para (calon) Golput ke bilik suara!

Ini info baru, ini baru info : Punya saudara yang mau masuk Akademi Angkatan Udara?

In bLog, country, indonesia, informasi, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, mAhasiswa, mAnajemen, militer, operasi, pEndidikan, pErtahanan, sumber daya on Friday , 27 February 2009 at 10:40 AM

Waktu chatting maupun ngeblog banyak dari rekan -rekan mahasiswa/pemuda yang menanyakan bagaimana, kapan dan apa saja syarat-syaratnya masuk Akademi Angkatan Udara. Nah, kebetulan sekarang ada informasi perekrutan Karbol/Taruna AAU. Silakan disimak.

"Bagian dari Hak dan Kewajiban Warganegara"

"Bagian dari Hak dan Kewajiban Warganegara"

Akademi Angkatan Udara kembali membuka kesempatan bagi pemuda Indonesia untuk mengabdi kepada negara dan bangsa melalui Taruna Akademi Angkatan Udara (Karbol). Bagi pemuda yang berminat dapat mendaftarkan diri mulai tanggal 1 s.d. 31 Maret 2009 di Pangkalan Angkatan Udara (Lanud) seluruh Indonesia.

Tempat pendaftaran untuk daerah Jawa di Lanud Halim Perdanakusuma (Jakarta), Husein Sastranegara (Bandung), Wiryadinata (Tasikmalaya), Adisutjipto (Yogyakarta) dan Iswahjudi (Madiun), Atang Sendjaja (Bogor), Wirasaba (Purbalingga), Surabaya (Surabaya), Abdurachman Saleh (Malang), dan SMA Taruna Nusantara (Magelang).

Lanud luar Jawa meliputi Lanud Sultan Iskandar Muda (NAD), Pekanbaru (Riau), Medan, Padang, Palembang, Tanjung Pandan (Babel), Supadio (Pontianak), Balikpapan, Sjamsuddin Noor (Banjarmasin), Sultan Hasanuddin (Makassar), Sam Ratulangi (Manado), Ngurah Rai (Denpasar), Rembiga (Mataram), El Tari (Kupang), Manuhua (Biak), dan Jayapura (Papua).

Persyaratan WNI, pria yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, setia dan taat kepada Pancasila dan UUD 1945, berusia tidak kurang dari 18 tahun dan tidak lebih dari 22 tahun, tinggi badan tidak kurang dari 165 cm dengan berat badan ideal (seimbang) dan sehat serta tidak berkacamata dan buta warna, berkelakuan baik, tidak sedang kehilangan hak untuk menjadi prajurit, disertai Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) dari Polres setempat.

Tamatan SMA/SMU/MAN jurusan IPA dan SMK Penerbangan, DANEM lulusan tahun 2004 nilai rata-rata 6,5 tidak ada nilai dibawah 4, lulusan tahun 2005 dan 2006 nilai rata-rata 6,5 tidak ada nilai dibawah 4,26, lulusan 2006 dan 2007 UAN dan UAS tidak kurang dari 6,5 tidak ada nilai kurang dari 6 dan lulusan 2009 akan ditentukan kemudian.

Belum pernah nikah yang dinyatakan dengan surat keterangan dari Kepala Desa/Lurah, sanggup tidak menikah selama mengikuti pendidikan Karbol dan lanjutannya dan sanggup melaksanakan Ikatan Dinas Pertama selama 10 tahun terhitung mulai saat dilantik menjadi Perwira serta bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan pengujian/pemeriksaan para pelamar calon Karbol AAU tidak dipungut biaya apapun. Formulir pendaftaran dan lainnya disediakan di panitia daerah/sub panitia daerah setempat.

Nah, punya saudara yang berminat, silakan mulai mempersiapkan kelengkapan pendaftaran. Kalau mau ngintip yang lebih detil hal-hal terkait rekrutmen AAU lihat disini, kalau ingin lihat seputar kehidupan AAU, lihat disini.

Kejadian 2 pesawat Sukhoi-30 di Makassar : Bagian dari latihan tempur!

In bLog, country, daya, e-goverment, eKsekutif, hIdup, indonesia, informasi, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, mAhasiswa, mAnajemen, militer, operasi, pEndidikan, pErtahanan, sumber daya, teknologi on Friday , 27 February 2009 at 10:14 AM

Insiden 2 pesawat Sukhoi-30 TNI AU merupakan bagian dari latihan tempur, bukan diserang pesawat asing. KSAU Marsekal TNI Subandrio telah menegur jajaran Lanud Hasanuddin, Makassar, yang terburu-buru memberi pernyataan sebelum jelas pangkal masalahnya. Demikian disampaikan Kasau kepada media di Balai Samudra, Kelapa Gading, Jakarta Utara,pada hari Selasa, 24 Februari 2009.

Seperti diketahui, 2 pesawat Sukhoi milik TNI AU diduga menjadi sasaran tembak pesawat asing saat menggelar latihan terbang sekitar pukul 09.00 Wita. Alarm kedua pesawat tersebut berbunyi saat berada di ketinggian 20 ribu kaki.

Insiden pada pekan lalu berawal dari sebuah sesi latihan dog fight oleh satuan penerbang tempur TNI AU. Kebetulan saja yang dijadikan sasaran adalah 2 Sukhoi-30 yang sedang menjalani perawatan di landasan Lanud Hasanuddin oleh mekanik dari Rusia. Tiba-tiba saja nyala (alarm bahwa pesawat terkunci sebagai sasaran tembak). Tidak ada kendala teknis, tidak ada pesawat asing. Senin kemarin sudah latihan lagi.

Sebelumnya tersiar kabar adanya 2 pesawat Sukhoi-30 TNI AU yang diduga nyaris ditembak pesawat musuh. Ternyata semua itu hanya latihan perang. Sama sekali tidak ada pesawat tempur asing.

Kejadian ini memang sempat memunculkan kesimpangsiuran kabar dan beragam analisis:

a. Ada yang menduga terjadi kerusakan, padahal 2 pesawat bertipe SU-30 MK2 itu tergolong baru. Kalau kerusakan kok kompak pada waktu bersamaan, jadi kayaknya nggak mungkin.

b. Ada yang menduga 2 pesawat Sukhoi TNI AU nyaris ditembak musuh ketika sedang latihan terbang di wilayah udara Sulawesi Selatan (Sulsel).

c. Departemen Pertahanan (Dephan) yakin dua pesawat anyar asal Rusia itu bukan terkunci misil musuh. Istilahnya latihan teknis tempur tentang terbaca atau memantau musuh lewat radar, bukan berarti terkunci. Menhan Juwono S. sempat meminta agar alarm itu jangan diartikan secara harfiah sebagai terkunci atau rusak.

d. Sepekulasi lainnya, kemungkinan alarm bunyi tanda pesawat dalam keadaan bahaya itu bukan berarti pesawat terkunci pesawat musuh. Kemungkinannya adalah bunyi alarm karena pertanda pesawat sudah terdeteksi radar musuh.

Jadi beberapa hari sempat belum jelas kabar mana yang benar, rusak, latihan pemantauan radar atau human error?

Nah, sekarang dengan adanya penjelasan dari Kasau Marsekal TNI Subandrio, berita itu sudah clear : Itu bagian dari latihan tempur.

Ngeblog itu dapat apa sih?

In bLog, dEmokrasi, damai, e-goverment, eKsekutif, global, iNtermezo, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, lEgislatif, mAhasiswa, pEndidikan, pEringkat iNdonesia, peace, pers, sumber daya, tEknologi iNformasi on Thursday , 26 February 2009 at 8:39 AM

Saya masih saja menerima pertanyaan ini dari beberapa orang teman : Ngeblog itu dapat apa sih? Oke, meskipun dulu saya pernah nulis sedikit tentang hal ini, perlu kiranya saya jawab lagi dengan sedikitm uraian tambahan.

a. Ngeblog dapat mempertajam fikiran, karena setelah membaca dan mendengar, saatnya kita menuliskan, dan saat menulis itulah saraf-saraf otak kita diasah untuk mempertautkan data, fakta, ide dan harapan, dan bagaimana menuangkan dalam bentuk tulisan yang logis dan enak dibaca orang lain, setidaknya melatih kita melakukan komunikasi dengan orang lain secara tertulis.

b. Ngeblog dapat menunjukkan bagaimana kita menggunakan hak kita dalam menyampaikan pendapat secara real dan tertulis, bukan lisan doang, serta bertanggungjawab, karena bisa dilacak doumen tulisannya.

c. Ngeblog dapat memperbanyak teman, karena pasti ada unsur komunikasi antara blogger dan pembacanya/ pengunjungnya. Proses komunikasi ini tidak berarti akan selesai lewat blog saja tetapi sangat mungkin bisa dilanjutkan pada hal-hal lain semacam kerjasama bisnis, pertemanan, persahabatan atau hal-hal positif lainnya secara offline. Banyak teman, dan tentu suasana kehidupan yang dijalani makin baik, dan harapan jadi panjang umur.

d. Ngeblog dapat memanfaatkan waktu secara positif daripada digunakan untuk hal-hal yang nggak karuan, atau nggak ada manfaatnya, yang sangat mungkin merugikan diri sendiri atau orang lain.

e. Ngeblog dapat menghasilkan rejeki secara langsung ataupun tidak langsung. Misalnya kalau blognya banyak dipasangi iklan oleh pihak advertiser.

f. Ngeblog dapat menunjukkan proses aktualisasi diri dan prinsip diri secara nyata kepada orang lain, karena profil dan pikiran blogger dapat terbaca dengan jelas oleh orang lain. “Oh, begitu toh pendapat & maunya si blogger itu”, demikian kira-kira persepsi pembacanya. Jadi jelas, nggak umpet-umpetan, karena menampakkan diri secara maya, tapi nyata ada. Terutama untuk blogger yang mau menunjukkan profil diri apa adanya di blog yang dikelolanya.

g. Negeblog dapat juga menunjukkan diri kita menghargai orang lain nggak, misalnya copy paste tulisan orang lain apa nggak. Artinya karakter dan perilaku kita juga mudah diamati lewat tulisan dan keaslian tulisannya.

Renungan tentang uang

In bLog, damai, e-goverment, eKsekutif, global, hAm, hIdup, indonesia, informasi, kEnangan, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, money, nUrani, risiko on Wednesday , 25 February 2009 at 1:34 PM

Ketika seorang teman mengirim email Renungan tentang uang, saya tertarik untuk menampilkan disini. Bagaimana tulisannya ….. Anda baca sendiri:

Apa yang dapat dibeli oleh Uang ?

Dengan Uang…

Engkau dapat…

Membeli tempat tidur, tapi tidak dapat membeli “tidur nyenyak”.

Membeli sebuah jam, tapi tidak dapat membeli waktu.

Membeli sebuah buku, tapi tidak dapat membeli pengetahuan.

Membeli posisi yang bagus dalam pekerjaan, tapi tidak dapat membeli kehormatan.

Membeli obat-obatan, tapi tidak dapat membeli kesehatan.

Membeli darah, tapi tidak dapat membeli kehidupan.

Membeli sistem keamanan paling canggih, tapi tidak dapat membeli rasa tenang & damai.

Membeli jasa tubuh seorang manusia, tapi tidak dapat membeli hatinya.

Ketika informasi naik turunnya kurs rupiah terhadap dollar terpantau, banyak orang yang dag dig dug, dapat tambahan uang atau kehilangan uang.

Kalau Renungan tentang uang dihubungkan dengan dag dig dug kurs rupiah, apa artinya? Sebuah kenyataan yang sesungguhnya dapat mengantarkan kita untuk memaknai uang apa adanya secara proporsional. Artinya? Memang punya uang bukanlah berarti segala-galanya!

Terus bagaimana sebaiknya? Tetaplah cari uang sebanyak-banyaknya, secara baik dan benar, dan gunakan uang semaksimum mungkin, secara baik dan benar. Jangan malah malas cari uang, sebab cari uang sebanyak-banyaknya, disamping bisa untuk meningkatkan kualitas kehidupan pribadi dunia dan akhirat, tentu juga akan meningkatkan kemampuan kita untuk beramal secara materi. Sebab kalau tidak punya uang, bagaimana bisa beramal ya ….. Oh ya, tetap bisa, tetapi (mungkin) beramal lewat ilmu atau lainnya …. Belum maksimum itu, tetaplah perlu dilengkapi dengan beramal uang (materi) agar total … darimana uangnya? Ya nyari dan kerja yang keras!

Cuma harus waspada, jangan sampai uang menjeratmu dan mengantarkan dirimu jadi orang gila uang atau gila karena uang!

Coba renungkan sekali lagi, soal uang ini ….

Kartun New York Post, hakikat berkesenian dan permintaan maaf : bukti tidak ada kebebasan mutlak!

In bLog, dEmokrasi, damai, eKsekutif, global, hAm, hIdup, indonesia, kEluarga, kEwarganegaraan, lEgislatif, mAhasiswa, mAnajemen, nUrani, pEndidikan, pers, sumber daya, teknologi on Wednesday , 25 February 2009 at 12:17 PM

Raja media Rupert Murdoch meminta maaf atas kartun rasis yang dimuat surat kabar New York Post. Kartun ini sepertinya menyamakan Presiden AS Barack Obama dengan seekor kera. Bagaimana kartunnya? Ya, seperti yang anda lihat berikut ini.

Memang ada kebebasan mutlak dalam berkesenian? Nggaklah!

Memang ada kebebasan mutlak dalam berkesenian? Nggaklah!

Murdoch tak lain adalah pemilik New York Post. Dalam pernyataannya, Murdoch mengatakan dirinya “secara pribadi meminta maaf kepada setiap pembaca yang merasa tersinggung dan bahkan terhina”. Dikatakan Murdoch, New York Post akan bekerja dengan lebih sensitif. Menurutnya, kartun yang dimuat Rabu, 18 Februari lalu itu hanya dimaksudkan untuk “mengejek buruknya legislasi yang disusun”.

Kartun kontroversial itu menggambarkan seekor simpanse yang tewas ditembak oleh polisi setelah melukai seorang wanita di Connecticut. Kartun itu dituding menyamakan Obama dengan simpanse tersebut. Sebab dalam kartun itu, seorang polisi memandangi simpanse tersebut sembari berkata : “Mereka harus menemukan orang lain untuk menulis rancangan stimulus berikutnya”.

Beberapa waktu lalu New York Post pun telah meminta maaf atas pemuatan kartun tersebut, setelah ratusan orang berdemo di depan kantor New York Post dan menuntut penutupan media tersebut.

Nah, apa yang dapat kita petik dari kejadian tersebut? Seringkali kita melihat banyak warganegara kita yang hidup dan punya aktifitas berkesenian mendewa-dewakan jargon kebebasan berkesenian yang cenderung mutlak dengan mengacu kebebasan di barat (luar negeri) yang anggapannya sebagai perwujudan hak asasi manusia, kebebasan berkreasi, berkesenian dan berkebudayaan. Namun setelah melihat kasus ini apalagi yang akan mereka omongkan? Ternyata di barat pun berkesenian (membuat kartun sekalipun) terbukti tetap ada batas-batasnya, nggak boleh seenaknya, semaunya, gosok sana gosok sini, bahkan termasuk berkesenian yang vulgar, ada aturannya. Nyatanya koran New York Post dan pemiliknya sampai minta maaf atas pemuatan kartun tersebut, padahal Presiden AS Barack Obama nggak sampai perlu memprotes atau mengancam segala terhadap media tersebut. Mereka sudah menyadari berkesenian (kartun pun) ada batas, ada efek yang harus diperhatikan.

Jadi, marilah kita semua memahami bahwa dalam mengedepankan Hak Asasi Manusia termasuk berekspresi dalam bidang kesenian dan kebudayaan kita nggak boleh semaunya, seenaknya, sak karepe dhewe, ini bukan hak yang mutlak-mutlakan, masih ada dan berhadapan dengan HAM orang lain, etika, budaya dan batasan-batasan yang bersifat lokal, itulah artinya kebebasan ya kebebasan yang bertanggungjawab dan bijak. Hal ini tentu mencakup juga kalau kita berkesenian yang mau menampilkan ekspresi keterbukaan (alias berbau porno), ingatlah ada batasnya, bukan kebebasan mutlak. Mestinya tidak perlu dihadapkan dengan UU Pornografi, para pekerja seni dan budaya tahu dirilah, toh kita berada di negara dan bangsa Indonesia yang terkenal berbudaya luhur dan sangat tinggi.

Masih nekad berkesenian semaunya? Misalnya dengan seni Jaipong 3G yang bertahan atas nama kebebasan? Pakai hati nuranilah!

Mengintai data kemiskinan rakyat kita …..

In anggaran, country, e-goverment, eKsekutif, hIdup, hunger, indonesia, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, kOrupsi, kelaparan, lEgislatif, mAhasiswa, mAnajemen, pEndidikan, sUbsidi, sumber daya, teknologi on Wednesday , 25 February 2009 at 10:45 AM

Berikut ini data kemiskinan rakyat kita yang saya cukil dari tulisan Prof. Dr. Bustanul Arifin (INDEF) dengan judul Reformasi Birokrasi untuk mendukung pelayanan publik kebutuhan dasar. Karena cukilan ya nggak semua data ditampilkan, yang kita perlukan saja, terutama untuk mengimbangi informasi dan aneka iklan kampanye menjelang pelaksanaan Pemilu 2009. Setidaknya kita punya pembandinglah.

gggggg

kemiskinan : menaik atau menurun?

hhhh

kemiskinan, lima variabel?

yyyyy

ada nasi aking disitu?

nnnnn

anda masuk pada klasifikasi mana?

Untuk melihat data semacam ini kita harus cermat, lihat sumber datanya, tenggang waktu data itu diambil, jenis datanya, pengkategorian, maupun  variabelnya. Setelah jelas, baru dapat disimpulkan, dan memahami sebagai persespsi anda : bagaimana tingkat kemiskinan rakyat kita? Hubungkan dengan informasi yang ditebarkan oleh aneka iklan kampanye …. apakah memang klop?

Memberantas korupsi di Indonesia, kapan selesainya? Menyedihkan!

In anggaran, bLog, e-goverment, eValuasi, index, indonesia, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, kOrupsi, lEgislatif, mAnajemen, money, pOlitik, sumber daya, survai on Tuesday , 24 February 2009 at 10:39 AM

Nggak ada habisnya! Begitu jawabannya, “kalau ditanyakan seberapa banyak stock koruptor di Indonesia?” Begitu menyimak laporan Transparansi Indonesia soal Indeks Persepsi Korupsi Tahun 2008, apa kita tetap optimis dengan pemberantasan korupsi di Indonesia? Mestinya tetap optimis, meskipun jumlah manusia bengal (yang suka nyedot anggaran/duit rakyat dengan berbagai cara itu ada berjibun) di Indonesia. Ibaratkan saja seperti lari marathon 1.000.000.000 kilometer  ….

ggggg

kapan finish?

Lagian, memang nggak mungkin memberantas korupsi dengan model bim salabim, karena terlalu akut. Jadi jangan bermimpi, 10 tahun pemerintahan setelah reformasi, korupsi akan musnah di Indonesia. Wong penggemarnya buannyak sekali. Malah buah dari otonomi daerah dan desentralisasi, raja-raja kecil (dan ganas) di daerah pada bermunculan dan ikut menikmati madu korupsi. Kalau sudah begini mau apalagi? Memang bukan sulap bukan sihir kalau mengganyang korupsi disini …

hhh

spirit korupsi: ngeri deh ....

Okelah, mari kita mulai dari diri sendiri, KATAKAN TIDAK UNTUK KORUPSI. Nggak perlu mimpi yang besar-besar, cukup yang kecil-kecil dulu secara individual …. tapi secara institusional/organisasi mestinya harus secara sistematis. Tetapi kalau ternyata muncul pejabat yang terindikasi korupsi ditempatkan pada unit kerja pemberantasan/pengawasan tindak korupsi, apalagi ya yang bisa diharap? Menyedihkan sekali!

Hay blogger, mau ikut lomba? silakan ….

In bLog, country, eValuasi, indonesia, informasi, mAhasiswa, mAnajemen, pEndidikan, sumber daya, tEknologi iNformasi on Monday , 23 February 2009 at 6:44 PM

Berita bagus, untuk para blogger yang suka ngikutin lomba, silakan ikut beberapa lomba blog berikut ini, sepengetahuan saya lho, tentu masih banyak lomba lainnya, coba cari sendiri …

1. Blog Award 2009. Lomba ini garapan komunitas Internet Sehat. Blog yang bisa ikut dikelompokkan dalam banyak kriteria. Sifatnya terbuka. Tim Penilainya juga jagoanlah. Hadiahnya? Ini yang lumayan, ada mingguan, 3 bulanan dan tahunan. Kayaknya nggak ada batas waktu pendaftaran. Tapi buruan daftar lebih bagus. Caranya, lihat disini.

2. Say it with Blog Writing Contest. Tema lomba “Cinta Banget”. Peserta lomba ini syaratnya jelas, harus blog keluarga blogdetik.com dan waktu kompetisi dimulai 23 Februari dan berakhir pada 23 maret 2009 pukul 17:00 waktu indonesia bagian barat. Hadiahnya lumayan, wisata ke luar negeri. Ingin tahu lebih lengkap? Klik disini.

3. Djarum Black Blog Competition. Ini kompetisi menulis dikalangan blogger Indonesia. Tulisan memuat pengalaman sehari-hari dan pandangan individu terhadap suatu hal. Lomba ini memperhatikan Tag tertentu. Pendaftaran artikel blog dimulai dari tanggal 06 Desember 2008 sampai dengan 31 Maret 2009 (tinggal sebulan ya …). Ingin ikutan? Klik saja, disini.

Selamat berlomba, semoga berhasil, dan menjadi blogger sejati, yaitu tulisan-tulisan di blognya bermanfaat bagi peningkatan kualitas kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, di Indonesia.

Rapat dengar pendapat atau ajang kampanye?

In bBm, bLog, country, damai, eKsekutif, eValuasi, global, indonesia, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, mAnajemen, mAteri kUliah, pEndidikan, pEringkat iNdonesia, pOlitik, ranking, readiness, sumber daya, tEknologi iNformasi on Monday , 23 February 2009 at 5:46 PM

Saya sedih menyimak kejadian/berita Rapat dengar pendapat (RDP) antara Komisi VII DPR RI dengan Pertamina, 10 Februari 2009 yang lalu.  Yang kemudian memunculkan surat keberatan dari Pertamina tentang substansi rapat yang melebar dari topik awal. Menurut detik.com surat bernomor 0131/N00000/2009/SO memuat 5 pokok pernyataan sebagai berikut:

1. Sehubungan dengan RDP direksi Pertamina dengan komisi VII pada hari Selasa 10 Februari 2009, kami sampaikan jajaran direksi Pertamina hadir dalam RDP tersebut untuk memenuhi undangan yang diadakan komisi VII perihal undangan RDP.

2. Sebagaimana disebutkan dalam undangan, pokok pembahasan rapat tersebut adalah pelaksanaan fungsi pengawasan. Atas hal ini direksi sudah melakukan presentasi yang memaparkan hal-hal terkait pokok pembahasan tersebut.

3. Namun dalam perkembangan rapat, ternyata ada anggota komisi VII yang mempertanyakan hal-hal yang jauh menyimpang dari pokok bahasan rapat, termasuk proses pemilihan Dirut dan Wadirut PT Pertamina (Persero). Bahkan mempertanyakan kemampuan dan kelayakan mereka.

4. Kami kecewa melihat jalannya rapat tersebut tidak sesuai dengan tata tertib rapat yang berlaku di DPR dan menyimpang dari pokok pembahasan rapat sesuai yang disebutkan dalam surat undangan rapat. Dimana yang terjadi di rapat tersebut bukanlah dengar pendapat. Tetapi seperti mengadili jajaran direksi PT Pertamina yang baru.

5. Kami mohon agar berikutnya rapat dapat diselenggarakan sesuai pokok pembahasan yang sudah ditetapkan dan dilangsungkan sesuai tata tertib yang berlaku.

Surat tersebut memicu kemarahan anggota dewan dan mereka pun melancarkan aksi protes ke Pertamina dan meminta surat tersebut ditarik. Mereka bahkan mengancam akan mengajukan usul pergantian direksi Pertamina.

Lho, ada surat pertamina yang bernada meluruskan, kok malah wakil rakyat yang protes dan marah, aneh. Harusnya khan berterima kasih. Karena kalau dicermati dalam konteks hubungan antar organisasi dan etika komunikasi, surat pertamina itu patut dipuji. Karena mengembalikan pada substansinya, acara itu RDP atau acara talkshow, entertainment, sidang pengadilan, atau ajang kampanye as if ini lho aku anggota dewan terhormat, paling jagoan apa saja, bisa membuat siapapun berteku lutut! Oh! siapa sih anggota dewan yang demikian itu? sadarlah wakil rakyat …  rakyat melihat itu. Atau, sekarang khan menjelang pemilu … jangan-jangan mau tampil demikian biar disorot media dan dipilih lagi … Ihh!

Ada etikalah kalau memilih kata-kata dalam berkomuikasi, apalagi dalam forum resmi, pejabat itu dilihat dan ditiru rakyat, kalau yang atas begitu, yang bawah gimana lagi ya? Ngomong santun juga sebagai cermin tingkatan smart nggak IQ-nya. Nggak asbun ….apalagi, sungguh aneh, wong pokok pembahasannya sudah ditentukan, kok bisa ngelantur kemana-mana … kebangeten!

Saya pikir rakyatlah yang SALAH BESAR kalau masih memilih wakil-wakilnya seperti itu ke depannya ….. sadarlah, jabatan bukan segala-galanya, pasti berakhir ….

Bagi jajaran Pertamina semoga tetap sadar, kejadian itu juga mengisyaratkan bahwa kualitas manajemen organisasi Pertamina tetap perlu peningkatan yang luar biasa, kalau mau masuk klas dunia, masak kalah sama Petronas Malaysia,  berikanlah jaminan pelayanan nomer satu untuk rakyat Indonesia … yang real, bukan cuap-cuap doang!

Maju terus Bu Karen, kalau anda tulus dan serius membaktikan diri untuk negara dan bangsa melalui pengabdian di Pertamina, pasti banyak kok yang mendukung …

Inspirasi kita ….

In bLog, country, damai, hAm, hIdup, iSlam, indonesia, informasi, kEluarga, kEnangan, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, mAnajemen, nUrani, pEndidikan, sumber daya on Friday , 20 February 2009 at 2:52 PM

Memang bukan aku yang memberimu inspirasi.

Justru engkaulah yang memberiku inspirasi.

Dan, kini biarkan setiap orang mendapatkan inspirasi untuk masa depannya.

kesadaran waktu : dulu, kini dan esok.

kesadaran waktu : dulu, kini dan esok.

Gimana sih aturan konvoi di jalan ….

In aNak, bLog, country, eValuasi, global, hAm, hIdup, indonesia, informasi, kEluarga, lEgislatif, mAhasiswa, mAnajemen, pEndidikan, pEringkat iNdonesia, pOlitik, peace, sumber daya, survai, tEknologi iNformasi, teknologi on Friday , 20 February 2009 at 11:10 AM

Ya, kita sering menemui konvoi di jalan yang menyebalkan. Beragam jenisnya, ada motor gede, iringan jenazah, bis turis pariwisata, dan lain sebagainya. Sebenarnya dasarnya gimana sih?

Mestinya, kalau diurut, yang pertama mendasarkan pada Undang-undang Nomor 14 Tahun 1992 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (Lembaran Negara Tahun 1992 Nomor 49, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3480) khususnya Pasal 71. Yang lebih teknis ada di Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 1993 tentang Prasarana dan Lalu Lintas Jalan, khususnya Paragraf 8 Pasal 65:

Paragraf 8
Hak Utama Penggunaan Jalan Untuk Kelancaran Lalu Lintas

Pasal 65
(1) Pemakai jalan wajib mendahulukan sesuai urutan prioritas sebagai berikut :
a. kendaraan pemadam kebakaran yang sedang melaksanakan tugas;
b. ambulans mengangkut orang sakit;
c. kendaraan untuk memberi pertolongan pada kecelakaan lalu lintas;
d. kendaraan Kepala Negara atau Pemerintah Asing yang menjadi tamu negara;
e. iring-iringan pengantaran jenazah;
f. konvoi, pawai atau kendaraan orang cacat;
g. kendaraan yang penggunaannya untuk keperluan khusus atau mengangkut barang-barang khusus.
(2) Kendaraan yang mendapat prioritas sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) harus dengan pengawalan petugas yang berwenang atau dilengkapi dengan isyarat atau tanda-tanda lain.
(3) Petugas yang berwenang melakukan pengamanan apabila mengetahui adanya pemakai jalan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1).
(4) Perintah atau larangan yang dinyatakan dengan alat pemberi isyarat lalu lintas tentang isyarat berhenti tidak diberlakukan kepada kendaraan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf a sampai dengan e.

Jadi kalau memperhatikan aturan hukum yang berlaku sebagaimana tersebut di atas, konvoi (apapun) memang harus diberi kesempatan jalan duluan.

Nah, problemnya sekarang ini (mungkin) mudah sekali kelompok/orang-orang tertentu mengajukan kepada petugas untuk minta ber-konvoi di jalanan, ibaratnya minta prioritas terus. Maka sebaiknya, konvoi itu bisa diberikan pada kelompok/orang-orang yang tertentu secara selektif, nggak semua yang minta konvoi di-release begitu saja, apalagi asal mau memberikan dukungan tertentu. Biar masyarakat pengguna jalan lainnya juga nggak jenuh, muak, ataupun antipati. Karena hari ini, mungkin konvoi ibu-ibu pejabat, besoknya motor gede, padahal kemarin banyak konvoi pengantin,  esoknya lagi konvoi rombongan parpol tertentu. Capek deh!

Janganlah hanya berlindung pada aturan konvoi yang memang boleh dan dibolehkan, terus semua ibaratnya minta prioritas, dikasih kesempatan konvoi …. wah wah, padahal pengguna jalan lain juga punya HAM lho …. agar dapat menggunakan jalan dengan aman dan nyaman, artinya yang ingin memakai jalan dan lalu lintas secara aman dan nyaman itu bukan yang mau konvoi saja …

Selain itu, untuk yang konvoi, aturan konvoi harus dipatuhi secara tertiblah, dan nggak urakan, jangan mentang-mentang konvoi terus sosor sana sosor sini, termasuk menggunakan sirene dan lampu rotator, itu ada ketentuannya.

Begitu khan saudara…. menurut anda?

Masak sih mental pekerja kita seperti ini ….

In bLog, country, e-goverment, eKsekutif, indonesia, informasi, kEluarga, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, kOmputer, kOrupsi, lEgislatif, mAhasiswa, mAnajemen, money, nUrani, pEndidikan, pEringkat iNdonesia, pOlitik, ranking, sumber daya, tEknologi iNformasi, uang on Friday , 20 February 2009 at 10:07 AM

Saya dapat kiriman email dari salah satu rekan soal mental kerja orang kita. Pertanyaannya, apa betul sampai seperti begini sih? Coba anda perhatikan …. semoga kita tidak termasuk golongan pekerja yang beginian ya ….

Bila boss tidak ada Kalo dipanggil sama boss Bila meeting Kalo Training Denger bos cuti Mulai soreBeberapa detik sebelum Denger ada libur Ketahuan berbuat salah kalau merasa target kerja tidak bisa dicapai Target tak tercapai tambah lembur 2 jam lembur 1 malam pas mau pulang bos minta lembur Target tercapai Target direvisi Habis training dengar ada mutasi atau kena PHK

Lainnya: anak buah cuek sama target

Pas tahu tahun ini tidak ada bonus ataupun gaji ke-13

Selamat bekerja deh:

Betulkah anda begitu, sobat?

Memang nggak ada razia buat militer? Ada juga!

In bLog, country, e-goverment, eKsekutif, global, indonesia, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, lEgislatif, mAhasiswa, mAnajemen, mAteri kUliah, militer, nUrani, pEndidikan, pEringkat iNdonesia, pErtahanan, pOlitik, pers, sumber daya on Wednesday , 18 February 2009 at 10:33 AM

Sudah standar kebiasaan saya setiap hari berangkat ke kantor jam 6 pagi. Karena tugas rutin pagi sebelum nyampai di kantor, mesti ngantar anak ke sekolahnya terlebih dahulu. Meskipun alur perjalanan ini, seperti membikin huruf U, jadi bolak-balik. Kalau dihitung jarak, dari rumah saya langsung ke kantor sih cuma 4 km, tetapi kalau rute U itu, rumah-kantor-sekolah anak-kantor bisa mencapai 30 km. Namun perjalanan pagi semacam ini bagi saya enjoy saja, toh karena sudah terbiasa, disamping itu jalur yang saya lalui umumnya berudara bersih dan sehat.

Nah, hari ini sewaktu saya melakukan perjalanan pagi, belum jalan 3 km dari rumah, di jalur umum Jalan Solo-Yogyakarta, jalan kendaraan harus berpelan-pelan sebab mau melintasi satu lintasan yang ada tanda khusus PEMERIKSAAN MILITER. Ternyata ada razia gabungan (karena yang mengadakan gabungan Polisi Militer TNI AU, TNI AL dan TNI AD) bagi anggota/prajurit TNI.  Apa saya kaget? Ya, tidak. Karena saya, alhamdulillah, nggak ada masalah apapun soal perlengkapan militer, atribut militer, maupun surat-surat pribadi/dinas dan kendaraan. Jadi, meski pangkat saya jauh lebih tinggi dari petugas yang memeriksa, saya harus tetap patuh, berhenti, dan diperiksa segala kelengkapan saya itu. Ini memang harus disadari oleh semua anggota, bahwa para petugas itu sedang menjalankan tugas. Sehingga siapapun (mau pangkat rendah atau tinggi) yang menjadi  terperiksa pada kegiatan razia semestinya harus mau dan mengikuti ketentuan yang berlaku. Beres, saya melanjutkan perjalanan ke kantor.

Apa yang saya pikirkan selanjutnya? Dalam pandangan saya, hal-hal begini perlu dikomunikasikan kepada publik atau masyarakat luas, bahwa ternyata Prajurit TNI itu juga harus mengalami razia, pengecekan kelengkapan pribadi/dinas, nggak boleh sembarangan menerabas aturan. Bagaimana kalau ketahuan melakukan pelanggaran? Percayalah, aturan di militer itu telah cukup kuat sebagai dasar penindakan bagi prajurit yang melanggar, dari ranah kedisiplinan sampai kepidanaan, ada tatarannya dan ada hirarkinya. Memang kadang kala masyarakat umum tidak bisa “melihat” atau “mengetahui” secara langsung, bagaimana bentuk dan tingkatan penindakannya. Ini memang dalam batasan wilayah profesi. Nggak harus semuanya dapat diketahui umum.Jadi, jangan dianggap razia itu hanya untuk orang sipil, atau preman, atau pengendara kendaraan umum. Untuk militer juga terprogramkan kegiatan razia.

Razia semacam ini juga penting untuk menanggulangi/menangkap orang-orang sipil yang menyaru seperti prajurit militer. Yang seringkali untuk mencari keuntungan sesaat/pribadi/kelompoknya. Karena sekarang banyak juga orang-orang yang bukan berprofesi militer, tapi tampilannya dan lagaknya lebih militer daripada anggota militer itu sendiri. Entah melalui seragam dorengnya, rambutnya ataupun cara-cara berkomunikasi dengan orang lain. Inilah yang bisa menyesatkan dan merugikan masyarakat umum, termasuk merugikan institusi militer, karena berefek mencoreng citra TNI.

Oleh sebab itu, mestinya lebih bagus kalau organisasi apapun (organisasi politik ataupun kemasyarakatan) yang jelas-jelas bukan organisasi militer, kalaupun punya satuan keamanan, atau organ inti, nggak perlulah berseragam doreng-dorengan yang menyeramkan masyarakat, biarkan seragam doreng itu murni milik militer. Bukankah mereka sebaiknya bikin seragam yang humanis, namun tetap dapat tampil rapi, gagah dan bijak di muka umum. Saya yakin masyarakat akan lebih merespon hal-hal demikian secara lebih baik dan friendly.

Akhir tulisan, apa? Jangan dikira militer nggak mengalami razia, sama saja dengan masyarakat lainnya, kita sebagai warganegara masih dalam koridor hukum nasional yang berlaku kok, dan selalu saja harus patuh pada unit-unit yang memang harus melakukan tugasnya mengkontrol personel TNI. Memang anggota militer bukan warganegara istemewa, sama dengan WNI lainnya. Yang penting mari kita berlomba-lomba menjadi WNI Nomor 1 yang selalu patuh pada Konstitusi dan Aturan hukum yang berlaku. Akur deh…..

Memang pemain bola nggak boleh ditangkap polisi? Boleh juga!

In aNak, bLog, eValuasi, global, indonesia, informasi, kEwarganegaraan, mAhasiswa, mAnajemen, nUrani, pEndidikan, pEringkat iNdonesia, risiko, saing, sumber daya on Tuesday , 17 February 2009 at 12:13 PM

Saya kaget dan heran, ada kejadian baku pukul di lapangan sepakbola, kemudian seusai pertandingan kedua pemain yang berantem itu ditangkap polisi, kok dikomentari miring? Apa yang dipermasalahkan?

Coba jawab dulu sebuah pertanyaan ini: Apakah seorang pemain bola boleh bebas berantem di depan ribuan orang dan setelah itu tidak boleh ditangkap polisi? Padahal itu tontonan banyak orang, kalau dibiarkan terus menerus nanti banyak orang meniru, termasuk anak-anak, dengan cara: “yuk kita perang gank, berantem, tawuran, supaya nggak ditangkap polisi, mainnya di lapangan sepakbola saja, seperti pertandingan bola sebenarnya, pura-pura pakai wasit segala, aman khan …”

Mari pikiran dan hati kita dibuka:

a. Kalau itu pertandingan tinju ataupun karate, mereka pukul-pukulan sesuai aturan pertandingan tinju/karate yang berlaku, kemudian ditangkap polisi setelahnya, baru inilah polisi bisa dianggap salah menerapkan kepidanaan. Tetapi itu jelas pertandingan sepakbola, harusnya adu skill bermain bola, bukan tontonan pukul-pukulan, kok masih dibela bahwa sepakbola punya lex specialis segala. Memang pemain bola nggak terjangkau hukum pidana? Wah-wah edan. Kalau cuma bermain bola ya pastilah nggak ditangkap polisi, pasti itu. Wong itu jelas kekerasan! Saya melihat polisi sudah tahu aturan, tidak menangkap pas pertandingan berlangsung. Karena waktu pertandingan itu masih domainnya sang pengadil alias wasit. Kalau pukul-pukulan di lapangan sepakbola terus dibiarkan, dibela lagi, dianggap lapangan sepakbola wilayah yang bebas pidana (berlindung lex specialis), pantesan sepakbola kita ya begitu-begitu terus mutunya …. bahkan suporternya juga jadi ikutan-ikutan begitu juga …

b. Pengurus organisasi olahraga semacam sepakbola ini mestinya harus tegas, dan konsistenlah. Saya yakin rakyat Indonesia dan penggemar sepakbola Indonesia sudah muak dengan segala kebobrokan, akrobat, sandiwara persepakbolaan Indonesia yang nggak memuncul-munculkan prestasi itu. Alasannya mungkin (klasik) karena nggak boleh lagi menyedot uang dari APBD, apalah lagi …. Wong dulu pakai APBD, ya begitu-begitu juga mutunya …. Sepertinya harus ada Revolusi di jagad sepakbola Indonesia ….

c. Menurut saya, harus zero tolerance untuk kekerasan di lapangan sepakbola, bila perlu pecat sebagai pemain bola kalau nekad melanggar aturan itu, ubah perilaku ganas menghantam pemain lawan dengan meningkatkan ketrampilan bermain bola secara individual & team work … biar saya (anda juga, dan kita semua) senang lagi nonton sepakbola Indonesia, apalagi kalau jagoan. Sekarang ini saja keprihatinan persepakbolaan kita bisa dilihat secara sederhana kok, dekati anak-anak dan remaja penyuka/penggiat sepakbola itu, coba tanyakan nama-nama pemain bola yang mereka kenal, mereka pasti lebih hafal nama-nama pemain asing (luar Indonesia) daripada pemain-pemain lokal dalam negeri …. menyedihkan! Di dalam negeri saja pemain kita nggak populer! Yang lebih parah lagi, di media massa yang populer malah pengurus organisasi sepakbolanya, yang suka membuat berita ….

Indonesia nyalon tuan rumah pertandingan sepakbola Piala Dunia? padahal tuna prestasi …..

In anggaran, bLog, e-gov, e-goverment, global, indeks, indonesia, informasi, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, lEgislatif, mAhasiswa, mAnajemen, pEndidikan, pEringkat iNdonesia, pErtahanan, pers, rank, risiko, risk, sumber daya, teknologi, uang on Tuesday , 17 February 2009 at 11:40 AM

Perhatikanlah berita hangat jagad sepakbola kita ini:

Indonesia secara resmi mengajukan proposal kepada FIFA untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022. Indonesia menantang Inggris, Jepang, Qatar, Rusia, Portugal, dan Spanyol. Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) telah mendaftarkan diri pada Senin (26/1) atau sehari sebelum batas waktu penutupan pendaftaran. Indonesia sudah memenuhi salah satu syarat FIFA, yakni memiliki stadion berkapasitas lebih dari 80.000 penonton untuk pertandingan pembuka dan final. Stadion utama Gelora Bung Karno saat ini dapat menampung 88.000 suporter dan telah digunakan untuk turnamen internasional antara lain final Piala Asia 2007.

Pesaing lainnya antara lain Australia, trio Belgia-Belanda-Luxemburg, Kanada, China, Meksiko, dan Amerika Serikat. Tak satu pun negara di Amerika Latin boleh mengajukan diri sebagai tuan rumah di turnamen itu karena Brasil akan menjadi tuan rumah pada 2014. Negara-negara Afrika hanya boleh mendaftar untuk tuan rumah pada 2022.

Setelah menampung calon tuan rumah Piala Dunia, FIFA akan memberikan formulir penawaran sebagai tuan rumah dan berharap mendapatkan balasan paling lambat pada 16 Maret 2009. Kandidat tuan rumah harus memiliki sekurang-kurangnya 12 stadion dengan kapasitas penonton masing-masing 40.000 orang. FIFA kemudian akan mengumumkan siapa yang berhak menjadi tuan rumah pada Desember 2010. Jika berhasil, Indonesia akan menjadi tuan rumah kedua di Asia setelah Jepang dan Korea Selatan bekerja sama menjadi tuan rumah turnamen tersebut pada 2002.

Pengajuan ini disampaikan di tengah carut-marutnya persepakbolaan Tanah Air. Mimpi di siang bolong, mungkin itulah anggapan bagi sebagian kalangan saat mengetahui rencana PSSI itu. Pasalnya, konflik statuta Federasi Sepakbola Internasional (FIFA) soal Ketua Umum PSSI hingga kini tak jelas penyelesaiannya. Namun, hal ini tidak membuat Ketua Umum PSSI menyerah.

Menjadi tuan rumah hajatan besar seperti Piala Dunia bukanlah pekerjaan mudah. Negara maju seperti Jerman telah mencontohkannya saat menjadi tuan rumah Piala Dunia 2006. Segala hal dipersiapkan dengan baik, mulai dari masalah infrastruktur hingga keamanan.

Untuk mewujudkan ambisi itu, tugas berat telah menanti PSSI. Mulai harus tersedianya sepuluh stadion berkapasitas 40 ribu penonton dan dua stadion berkapasitas 80 ribu penonton untuk acara pembukaan dan final. Waktu 13 tahun adalah waktu yang lebih dari cukup untuk mempersiapkan diri. Akankah Indonesia mampu menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022?

Apa yang perlu dicermati?

Sebagai WNI sesungguhnya saya bangga kalau Indonesia benar-benar bisa menjadi tuan rumah Pertandingan sepakbola terbesar sejagad ini. Pasti banyak sisi positif bagi negara dan bangsa kita, dipandang dari sisi ekonomi, bisnis dan sosial. Tetapi kalau melihat kualitas Tim Nasional sepakbola kita sekarang ini, saya jadi nggegirisi dengan ide semacam ini. Alasannya?

a. Kalau secara manajemen penyelenggaraan mungkin tidak terlalu sulit, saya yakin orang Indonesia mampu mengelola penghelatan itu. Mungkin dengan konsultan/bantuan manajemen luar negeri yang sudah pengalaman melaksanakan even internasional semacam itu. Cuma yang saya lihat dari sisi investasi (pendanaan), mampukah kita dapatkan itu? Karena merujuk satu contoh pertandingan-pertandingan Liga Indonesia saja, penyiaran di stasiun tv nasional/lokal saja malah PSSI yang membayar, lho kok? Bukankah semestinya media tv-lah yang membayar PSSI? Contohnya Liga Inggris, bagaimana stasiun-stasiun tv berebut ingin menyiarkannya, sampai melakukan persaingan keras, dan bahkan timbul masalah bisnis. Kemudian, masalah pendanaan ini di Indonesia sering nggak beres, lihatlah pertandingan tinju dunia yang diselenggarakan di Indonesia, selalu saja buntutnya masalah uang. Pertandingan sepakbola sekelas Piala Dunia tentu membutuhkan daya dan usaha yang besar, saking beratnya beberapa negara waktu jadi penyelenggara melakukan secara gabungan (tidak sendirian). Indonesia sendiri? Wouw ….. Okelah, kalau masalah pengorganisasian dan dana, kalau memang dipaksa-paksakan mungkin masih bisa dijangkau ….

b. Ada yang lebih urgen sebenarnya. Apa itu? Ya masalah prestasi Tim Nasional. Saya suka sumpek melihat pertandingan-pertandingan yang dijalaninya. Termasuk kalau melihat klub-klub Indonesia lagi berlaga. Nggak menarik dan menyedihkan untuk ditonton! Sehingga pantas terbukti, jangankan kelas dunia, kelas benua, regional, kelas Asean saja Timnas kita NGGAK BERJAYA! Jadi ibaratnya mau cari tiket gratis doang, dan main di Piala Dunia, alasan jadi tuan rumah. Kebangeten. Bukan karena prestasi sesungguhnya. Terus terang saja kalau tampil di Piala Dunia hanya karena mendapat “kebaikan” gara-gara sebagai Tuan rumah, saya NGGAK BANGGA SAMA SEKALI DENGAN TIMNAS. Mengapa tidak dibalik dulu, tentukan target prestasi dulu sebagai ukuran mengajukan tuan rumah Piala Dunia, misalnya kalau Juara Piala Asia, kita baru mengajukan sebagai calon tuan rumah Pial Dunia, itu namanya wajar. Tapi kalau ukuran pengajuannya tuan rumah nggak jelas, sebenarnya apa yang mau dicari? Popularitas atau mimpi? Jadi, sebaiknya benahi dululah di dalam, misalnya dengan kompetisi yang teratur, fair dan sehat. Pemilihan pengurus yang kredibilitasnya tinggi dan punya kecenderungan profesionalisme yang didahulukan, bukan politisasi organisasi sepakbola. Aturan hukum ditegakkan dan konsisten di dalam dan di luar lapangan sepakbola. Jangan mudah mengubah-ubah aturan ataupun mengakali.

Maka, masih mimpi menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022? Ach, saya tetap terbangun sajalah, nggak mau tidur dulu soal sepakbola, biar nggak bermimpi …..

P.S. Kadang-kadang saya nggak percaya melihat apa yang terjadi di jagad sepakbola Indonesia, bayangkan untuk mencari 11 orang yang jagoan bersepakbola dari 220.000.000 orang Indonesia saja nggak dapat…. gimana ya?

Menunggu hasil Judicial Review Pasal 27 Ayat (3) UU 11/2008 ITE

In bLog, country, dEmokrasi, daya, e-gov, e-goverment, eKsekutif, hAm, hIdup, indonesia, informasi, kEwarganegaraan, kOmputer, lEgislatif, mAhasiswa, mAnajemen, pEndidikan, pEringkat iNdonesia, sumber daya, tEknologi iNformasi on Tuesday , 17 February 2009 at 9:07 AM

Pasal 27 Ayat (3) dalam UU 11/2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik (UU ITE) saat ini tengah diuji dalam Judicial Review Mahkamah Konstitusi.

Sejumlah blogger dan pemilik web yang diwakili oleh Tim Advokasi Untuk Kemerdekaan Berekspresi Indonesia telah mengajukan permohonan uji materi kepada Mahkamah Konstitusi terhadap salah satu pasal di UU ITE tersebut.

Menurut para pemohon uji materi tersebut, Pasal 27 Ayat (3) UU 11/2008 tentang ITE bertentangan dengan sejumlah pasal di UUD 1945, yakni Pasal 1 Ayat (2) dan (3), Pasal 27 Ayat (1), Pasal 28, Pasal 28 C Ayat (1) dan Ayat (2), Pasal 28 D Ayat (1), Pasal 28 E Ayat (2) dan Ayat (3), Pasal 28 F serta Pasal 28 G Ayat (1) UUD 1945. Selain itu, UU ITE juga dinilai cenderung memberatkan dan membingungkan para pengguna media elektronik. Selain itu, UU ITE dianggap memberi ketidakpastian hukum karena dibahas terlalu singkat.

Bagaimana akhir keputusan Mahkamah Konstitusi soal Pasal 27 Ayat (3) dalam UU 11/2008 itu, kita ikuti terus, dan tunggu saja keputusan apa yang terbaik bagi jagad informasi & transaksi elektronik di negara kita …..

Mari kita pelajari “15 Companies That Might Not Survive 2009″

In bLog, country, eKsekutif, eValuasi, global, index, indonesia, informasi, mAhasiswa, mAnajemen, pEndidikan, pEringkat iNdonesia, readiness, risiko, saing, sumber daya on Saturday , 14 February 2009 at 4:55 PM

Saya menemukan tulisan Rick Newman di Yahoo

Ini tulisan yang menarik untuk ditelaah pada zaman krisis global seperti sekarang ini. Lho untuk apa? Ya, biar tahu dan belajar tentang bertahan dalam situasi badai krisis. Sesungguhnya 15 perusahaan ini bagaimana sih kondisinya sebelum krisis terjadi, kok pada tahun 2009 bisa nyaris kolaps? Saya sebenarnya mau translate artikel ini, tapi nggak jadi ah, biar para pembaca langsung saja men-translate sendiri …. wong banyak kamus online bisa dipakai, alih bahasa dari mbah Google juga siap … silakan dibaca:

Who’s next?

With consumers shutting their wallets and corporate revenues plunging, the business landscape may start to resemble a graveyard in 2009. Household names like Circuit City and Linens ‘n Things have already perished. And chances are, those bankruptcies were just an early warning sign of a much broader epidemic.

Moody’s Investors Service, for instance, predicts that the default rate on corporate bonds – which foretells bankruptcies – will be three times higher in 2009 than in 2008, and 15 times higher than in 2007. That could equate to 25 significant bankruptcies per month.

We examined ratings from Moody’s and data from other sources to develop a short list of potential victims that ought to be familiar to most consumers. Many of these firms are in industries directly hit by the slowdown in consumer spending, such as retail, automotive, housing and entertainment.But there are other common threads. Most of these firms have limited cash for a rainy day, and a lot of debt, with large interest payments due over the next year. In ordinary times, it might not be so hard to refinance loans, or get new ones, to help keep the cash flowing. But in an acute credit crunch it’s a different story, and at companies where sales are down and going lower, skittish lenders may refuse to grant any more credit. It’s a terrible time to be cash-poor. [See how Wall Street continues to doom itself]

That’s why Moody’s assigns most of these firms its lowest rating for short-term liquidity. And all the firms on this list have long-term debt that Moody’s rates Caa or lower, which means the borrower is considered at least a “very high” credit risk.

Once a company defaults on its debt, or fails to make a payment, the next step is usually a Chapter 11 bankruptcy filing. Some firms continue to operate while in Chapter 11, retaining many of their employees. Those firms often shed debt, restructure, and emerge from bankruptcy as healthier companies. But it takes fresh financing to do that, and with money scarce, more bankrupt firms than usual are likely to liquidate – like Circuit City. That’s why corporate failures are likely to be a major drag on the economy in 2009: In a liquidation, the entire workforce often gets axed, with little or no severance. That will only add to unemployment, which could hit 9 or even 10 percent by the end of the year. [Want to land a plum job without paying taxes? Here's how ]

It’s possible that none of the firms on this list will liquidate, or even declare Chapter 11. Some may come up with unexpected revenue or creative financing that helps avert bankruptcy, while others could be purchased in whole or in part by creditors or other investors. But one way or another, the following 15 firms will probably look a lot different a year from now than they do today:

*Rite Aid*. (Ticker symbol: RAD; about 100,000 employees; 1-year stock-price decline: 92%). This drugstore chain tried to boost its performance by acquiring competitors Brooks and Eckerd in 2007. But there have been some nasty side effects, like a huge debt load that makes it the most leveraged drugstore chain in the U.S., according to Zacks Equity Research. That big retail investment came just as megadiscounter Wal-Mart was starting to sell prescription drugs, andconsumers were starting to cut bank on spending. Management has twice lowered its outlook for 2009. Prognosis: Mounting losses, with no turnaround in sight.

*Claire’s Stores*. (Privately owned; about 18,000 employees.) Leon Black’s once-renowned private-equity firm, the Apollo Group, paid $3.1 billion for this trendy teen-focused accessory store in 2007, whenbuyout funds were bulging. But cash flow has been negative for much of the past year and analysts believe Claire’s is close to defaulting on its debt. A horrible retail outlook for 2009 offers no relief, suggesting Claire’s could follow Linens ‘n Things – another Apollo purchase – and declare Chapter 11, possibly shuttering all of its 3,000-plus stores. [See 5 pieces missing from Obama's stimulus plan]

*Chrysler*. (Privately owned; about 55,000 employees). It’s never a good sign when management insists the company is not going out of business, which is what CEO Bob Nardelli has been doing lately. Of the three Detroit automakers, Chrysler is the most endangered, with a product portfolio that’s overreliant on gas-guzzling trucks and SUVs and almost totally devoid of compelling small cars. A recent deal with Fiat seems dubious, since the Italian automaker doesn’t have to pony up any money, and Chrysler desperately needs cash. The company is quickly burning through $4 billion in government bailout money, and with car sales down 40 percent from recent peaks, Chrysler may be the weakling that can’t cut it in tough times.

*Dollar Thrifty Automotive Group*. (DTG; about 7,000 employees; stock down 95%). This car-rental company is a small player compared to Enterprise, Hertz, and Avis Budget. It’s also more reliant on leisure travelers, and therefore more susceptible to a downturn as consumers cut spending. Dollar Thrifty is also closely tied to Chrysler, which supplies 80 percent of its fleet. Moody’s predicts that if Chrysler declares Chapter 11, Dollar Thrifty would suffer deeply as well.

*Realogy Corp*. (Privately owned; about 13,000 employees). It’s the biggest real-estate brokerage firm in the country, but that’s a bad thing when there are double-digit declines in both sales and prices, as there were in 2009. Realogy, which includes the Coldwell Banker, ERA, and Sotheby’s franchises, also carries a high debt load, dating to its purchase by the Apollo Group in 2007 – the very moment when the housing market was starting to invert from a soaring ride into a sickening nosedive. Realogy has been trying to refinance much of its debt, prompting lawsuits. One deal was denied by a judge in December, reducing the firm’s already tight wiggle room. [See why "Wall Street talent" is an oxymoron]

*Station Casinos*. (Privately owned, about 14,000 employees). Las Vegas has already been creamed by a biblical real-estate bust, and now it may face the loss of its home-grown gambling joints, too. Station – which runs 15 casinos off the strip that cater to locals – recently failed to make a key interest payment, which is often one of the last steps before a Chapter 11 filing. For once, the house seems likely to lose.

*Loehmann’s Capital Corp*. (Privately owned; about 1,500 employees). This clothing chain has the right formula for lean times, offering women’s clothing at discount prices. But the consumer pullback is hitting just about every retailer, and Loehmann’s has a lot less cash to ride out a drought than competitors like Nordstrom Rack and TJ Maxx. If Loehmann’s doesn’t get additional financing in 2009 – a dicey proposition, given skyrocketing unemployment and plunging spending – the chain could run out of cash.

*Sbarro*. (Privately owned; about 5,500 employees). It’s not the pizza that’s the problem. Many of this chain’s 1,100 storefronts are in malls, which is a double whammy: Traffic is down, since consumers have put away their wallets. Sbarro can’t really boost revenue by adding a breakfast or late-night menu, like other chains have done. And competitors like Domino’s and Pizza Hut have less debt and stronger cash flow, which could intensify pressure on Sbarro as key debt payments come due in 2009.

*Six Flags*. (SIX; about 30,000 employees; stock down 84%). This theme-park operator has been losing money for several years, and selling off properties to try to pay down debt and get back into the black. But the ride may end prematurely. Moody’s expects cash flow to be negative in 2009, and if consumers aren’t spending during the peak summer season, that could imperil the company’s ability to pay debts coming due later this year and in 2010.

*Blockbuster*. (BBI; about 60,000 employees; stock down 57%). The video-rental chain has burned cash while trying to figure out how to maximize fees without alienating customers. Its operating income hasstarted to improve just as consumers are cutting back, even on movies. Video stores in general are under pressure as they compete with cable and Internet operators offering the same titles. A key test of Blockbuster’s viability will come when two credit lines expire in August. One possible outcome, according to Valueline, is that investors take the company private and then go public again when market conditions are better.

*Krispy Kreme*. (KKD; about 4,000 employees; stock down 50%). The donuts might be good, but Krispy Kreme overestimated Americans’ appetite – and that’s saying something. This chain overexpanded during the donut heyday of the 1990s – taking on a lot of debt – and now requires high volumes to meet expenses and interest payments. The company has cut costs and closed underperforming stores, but still hasn’t earned an operating profit in three years. And now that consumers are cutting back on everything, such improvements may fail to offset top-line declines, leading Krispy Kreme to seek some kind of relief from lenders over the next year.

*Landry’s Restaurants*. (LNY; about 17,000 employees; stock down 66%). This restaurant chain, which operates Chart House, Rainforest Café, and other eateries, needs $400 million in new financing to finalize a buyout deal dating to last June. If lenders come through, the company should have enough cash to ride out the recession. But at least two banks have already balked, leading to downgrades of the company’s debt and the prospect of a cash-flow crunch

*Sirius Satellite Radio*. (SIRI – parent company; about 1,000 employees; stock down 96%). The music rocks, but satellite radio has yet to be profitable, and huge contracts for performers like Howard Stern are looking unsustainable. Sirius is one of two satellite-radio services owned by parent company Sirius XM, which was formed when Sirius and XM merged last year. So far, the merger hasn’t generated the savings needed to make the company profitable, and Moody’s thinks there’s a “high likelihood” that Sirius will fail to repay or refinance its debt in 2009. One outcome could be a takeover, at distressed prices, by other firms active in the satellite business.

*Trump Entertainment Resorts Holdings*. (TRMP; about 9,500 employees; stock down 94%). The casino company made famous by The Donald has received several extensions on interest payments, while it tries to sell at least one of its Atlantic City properties and pay down a stack of debt. But with casino buyers scarce, competition circling, and gamblers nursing their losses from the recession, Trump Entertainment may face long odds of skirting bankruptcy.

*BearingPoint.* (BGPT; about 16,000 employees; stock down 21%). This Virginia-based consulting firm, spun out of KPMG in 2001, is struggling to solve its own operating problems. The firm has consistently lost money, revenue has been falling, and management stopped issuing earnings guidance in 2008. Stable government contracts generate about 30 percent of the firm’s business, but the firm may sell other divisions to help pay off debt. With a key interest payment due in April, management needs to hustle – or devise its own exit strategy.

Memahami hal-hal seperti ini sangat penting, agar kita sebagai warganegara Indonesia faham, apakah sistem ekonomi liberal yang diunggul-unggulkan itu benar-benar establish dan nggak pernah goncang? Apakah sebenarnya sistem ekonomi Pancasila kita yang lebih tangguh? Ataukah perilaku pemain dan regulatorkah yang membuat seperti itu kondisinya? Tentu, kita bisa berlajar banyak dari krisis global sekarang, agar kita tidak terjerumus dalam masalah yang sama ke depannya. Bagi manajemen suatu perusahaan tentu ini juga pelajaran yang signifikan untuk menghadapi situasi ekonomi bisnis dikaitkan juga dengan jenis usaha (produk/jasa apakah yang bertahan) serta cara lobi dan upaya menghadapi birokrat/regulator. Win-win solution atau …. loss together!

Indonesia punya museum pesawat terbang toh? ya, di yogyakarta …

In aNak, bLog, country, dEmokrasi, e-goverment, global, hIdup, index, indonesia, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, mAhasiswa, mAnajemen, militer, operasi, pEndidikan, pErtahanan, rank, risiko on Saturday , 14 February 2009 at 1:58 AM

Indonesia punya museum pesawat terbang, banyak yang nggak tahu. Dimana? Di Jakarta? Nggaklah, di Yogyakarta. Oh. Ya, memang adanya museum pesawat terbang ada di “ibukotanya” TNI AU: Yogyakarta. Karena kota ini, sumber history kelahiran Angkatan Udara.

mmmm .

terbang jauh ...

Koleksinya, buanyak deh. Macam-macam, dari produksi Uni Sovyet (sekarang sudah pecah ya, salah satunya jadi negara Rusia) sampai AS punya. Produk Indonesia? Ada juga. Roket juga ada. Baru-baru semuanya itu pesawat? Wouw, ya nggak, namanya saja museum. Yang paling baru? Pesawat A-4 Skyhawk.

mmm

itu rudal ya mas?

Jadi kalau ke Yogyakarta, jangan lupa mampir ke Lanud Adisutjipto, lihat museum pesawat terbang satu-satunya di Indonesia. Dijamin berkesan, nggak rugi. Apalagi di Yogyakarta khan objek wisatanya banyak, berarti semakin dilengkapi …. semakin membawa kenangan ….

kkk

eh, sudah kuno ...

Ya, sekadar tahu saja, yang dipajang disini nhi belum apa-apanya dari keseluruhan koleksi Museum pesawat terbang kita. Ok, sampai jumpa di Lanud Adisutjipto … gampang kok nyarinya, kalau naik pesawat turun di Bandara Adisutjipto tinggal selemparan batu, alias 1 km saja nyampai. Kalau naik kereta api, turun di stasiun Tugu, terus naik Bis Trans Jogja, turun di Jalan Janti, sudah dekat …. naik bis dari luar kota ya turun di Jalan Janti Yogyakarta bisa juga … sudah deket museum. Bawa kendaraan sendiri? Itu lebih baik, bisa parkir deket pintu masuk museum ………

Hati-hati penyalahgunaan kamera tersembunyi alias hidden camera

In aNak, bLog, country, daya, global, hAm, hIdup, kEluarga, kOmputer, pEndidikan, risiko, sumber daya, tEknologi iNformasi, teknologi on Saturday , 14 February 2009 at 12:53 AM

Penemuan ataupun kemajuan suatu produk teknologi selalu saja melahirkan efek samping. Seperti kamera. Kalau dimanfaatkan untuk kebaikan memang banyak ragamnya: membuka tabir kejahatan, korupsi, kolusi, penyalahgunaan kewenangan maupun kebohongan. Bahkan acara reality show di TV (entah serius reality atau yang bohong-bohongan) jamak menggunakan kamera secara tersembunyi. Bahkan untuk menguak praktek-praktek produksi suatu barang yang ilegal ataupun yang nggak sehat, seringkali jurnalisme investigasi memanfaatkan secara maksimum kamera tersembunyi agar dapat diperoleh data dan fakta yang akurat sehingga bisa diyakini pemirsanya.

mmmm

bikin panas

Produk teknologi kamera sekarang ini sungguh-sungguh mengalami kemajuan sangat pesat. Yang dulu ukurannya besar-besar sekarang sudah nggak populer lagi, kamera kecil sangat banyak bertebaran, bahkan saking kecilnya (bisa lebih kecil dari kancing baju) wujud kamera ini sulit dikenali oleh orang lain, nyaris sempurna dalam penyamarannya. Selain fisiknya yang makin mengecil, ketajamannya juga makin mengagumkan, sehingga dalam kondisi agak gelap pun masih dapat berfungsi dengan baik. Harganya? Juga makin murah saja.

Perkembangan kamera yang demikian pesat tentu mempengaruhi pola pengguna dan penggunaannya, yang dulu selektif dan terbatas, sekarang meluas. Soal aturan penggunaannya? Ya relatif saja. Tetapi produk penggunaan dari kamera ini (hasil shooting-an) pelan tapi pasti sudah mulai bisa diterima sebagai bukti material dalam proses kasus hukum.

Semua perkembangan produk kamera postif? Ya, sebagian. Terus masalahnya? Memang bukan pada penggunaannya. Namun, pada PENYALAHGUNAANNYA! Produk teknologi ini makin sering disalahgunakan, atau juga digunakan secara salah. Untuk apa? Umumnya untuk keuntungan/kesenangan orang yang menyalahgunakan. Bisa juga untuk memuaskan si pelaku yang punya kelainan. Bahkan bisa untuk memperlakukan korban sebagai sapi perahan. Mempermalukan. Mengkomersialkan. Nah, yang rawan kalau pelaku memanfaatkan kamera ini pada wilayah privat. Sangat keterlaluan.

mmm

be carefully

Jadi bagaimana menyikapinya? Berhati-hatilah dimana saja. Cermatlah dengan lingkungan dan situasi sekitar. Di wilayah publik ataupun wilayah privat. Siapa tahu kamar mandi anda sudah dipasangi hidden camera oleh manusia jahat ini? Tapi janganlah muncul ketakutan berlebihan, intinya waspada lebih baik, tapi nggak perlu paranoid.

Sekarang lihatlah kamera di komputer anda (desktop/laptop) kalau ada, siapa tahu kamera anda on dan saya bisa memantau anda? he he he … marilah kita semua berhati-hati ya dengan kamera-kamera usil, yang makin ganas mencari sasaran, apalagi diperparah dengan fakta hampir semua HP sekarang berkamera, sehingga makin banyak saja yang menyalahgunakan ….

Kondisi ekonomi Indonesia sekarang?

In anggaran, country, hAm, hIdup, index, indonesia, informasi, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, kOrupsi, lEgislatif, mAnajemen, money, pEndidikan, pEringkat iNdonesia, pOlitik, sUbsidi, saing, sumber daya on Thursday , 12 February 2009 at 9:36 AM

Bagaimana kondisi Indonesia sekarang? Jangan tanya saya ya, belum cukup bekal nhi, sebaiknya mari kita mencoba melihat fakta sebagaimana yang diungkapkan oleh Prof. Dr. Dorodjatun Kuntjor Jakti (23/07/2008) dan saya cuplik sebagian saja.

tttt

Bangkit lho!

hhh

Bukan migas, nhi!

hhh

Yang mikro bagaimana?

hhh

Soal duit ya ...

Baca dan cermati data-data tersebut …

Kita yang masih “sedikit” faham mari belajar melihat fakta dari paparan/tulisan tersebut …

Sebagai WNI tetaplah optimis, Indonesia hebat kok, Negara dan Bangsa yang besar. Jangan pernah pesimis …

Tetapi ya jangan malas-malasan, terninabobokkan oleh jargon banyaknya sumber daya alam, kita terus jadi orang yang nggak mau bekerja keras …. SALAH BESAR ini.

Juga jangan korup ya …. ih, malu dong! Hari gini masih korupsi … Itu sama saja memberi makanan anaknya dengan barang haram!

Juga jangan ribu-ributlah di tahun pemilu seperti sekarang ini, meski beda parpol, beda identitas, apa sih yang dicari? Tetaplah ikut pemilu dengan santun, baik dan benar. Menjaga persatuan dan kesatuan. Golput bukan cara terbaik untuk memperbaiki bangsa!

Guru berpotensi “mengajak” murid jadi perokok?

In aNak, bLog, country, daya, e-goverment, eKsekutif, eValuasi, global, hAm, hIdup, indonesia, informasi, kEluarga, kEwarganegaraan, mAhasiswa, mAnajemen, nUrani, pEndidikan, pEringkat iNdonesia, risiko, sumber daya on Thursday , 12 February 2009 at 9:11 AM

Kemarin, Rabu sore, 11 Februari 2009, anak saya yang baru kelas 2 SD merengek-rengek untuk segera meminta disiapkan perlengkapan bahan-bahan untuk pelajaran seni & budaya (ketrampilan kerajinan) esok harinya (hari ini). Katanya,  oleh gurunya akan diajari belajar membuat kendaraan/mobil-mobilan. Dari daftar bahan-bahan yang dibutuhkan, saya jadi nggak sreg terhadap sang guru, karena apa? Ternyata, selain bekas kotak odol, kotak korek api, lem , gunting, dan kertas, siswa juga dituntut membawa BUNGKUS ROKOK! Katanya itu juga bahan untuk bikin mobil-mobilan … Ach, aneh pikir saya. Mengapa harus bungkus rokok? Tidak adakah kotak/bungkus lainnya yang lebih sehat dan lebih mendidik sebagai bahan mobil-mobilan? Saya pikir seorang guru juga harus punya sense kependidikan yang luas, nggak sempitlah … memang siswa nggak diajak merokok sih, tapi membawa bungkus rokok (sementara itu, umumnya siswa maunya patuh terhadap sang guru, kalau ditawarkan atau diganti dengan bungkus/kotak lain oleh orang tuanya pasti menolak) adalah pengenalan awal siswa dengan rokok, dan itu guru sekolahnya yang mengajaknya/memperkenalkan! Astaga. Selain itu, untuk mendapatkan bungkusnya tentu harus ada yang membeli rokok, berarti sang guru “seakan-akan” mengajak siapapunlah untuk membeli rokok, bahkan dapat diartikan mengajak muridnya juga …. gawat!

Kebetulan memang saya tidak merokok, tetapi saya tidak anti perokok. Itu hak masing-masing, tetapi kalau guru mestinya dalam konteks pendidikan yang baik dan benar, setiap kegiatan belajar, entah teori maupun praktek, setiap prosesnya harus selalu terjaga, antara tujuan dan cara, termasuk alat dan bahan yang digunakan, yang bersifat mendidik … kalau hal-hal begini diteruskan, berbahaya sekali, nanti ada guru yang meminta muridnya untuk bahan ketrampilan bikin apa gitu, harus bawa botol minuman keras, bawa kaleng bir, wah wah wah jadi apa sekolah kita … mohon para guru yang sudah faham, ikut mengoreksi hal-hal beginian …. termasuk kalau di buku pelajarannya ada yang harus membawa ini itu yang tidak mendidik, nggak usah dipakailah buku semacam ini …. pasti penyusunnya bukan pendidik yang sejati!

Setneg, Peraturan Pemerintah Nomor 80 Tahun 2008 mana ya?

In IDR, bLog, country, e-goverment, eKsekutif, global, index, indonesia, informasi, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, lEgislatif, mAhasiswa, mAnajemen, mAteri kUliah, pEndidikan, pEringkat iNdonesia, pOlitik, readiness, sumber daya on Thursday , 12 February 2009 at 8:43 AM

Saya sempat mampir ke website resmi Setneg. Pada bagian Peraturan Pemerintah Tahun 2008 saya menemukan PP Nomor 1 dan seterusnya rapi terpajang. Tapi pas Nomor 80 kok nggak muncul, karena dari nomor 79 langsung 81, bagaimana ini? Tertib administrasi? Coba dicek sendiri ….

Lho, kelewat apa memang nggak ada?

Lho, kelewat apa memang nggak ada?

Hal ini dapat menimbulkan pertanyaan, PP Nomor 80 benar-benar ada, namun kelewatan tidak dipampang, atau administrasi penomoran dokumen di Setneg yang agak “lengah”? Semoga tidak ada yang perlu dipertanyakan lebih lanjut, karena arsip dokumen negara itu juga penting dalam kontrol publik, sebab era kebebasan informasi untuk publik semestinya proporsional juga dihadapkan dengan rahasia negara (yang UU nya lagi proses).

Guru memang seharusnya diperhatikan ….

In anggaran, bLog, country, e-goverment, eKsekutif, global, hAm, hIdup, indonesia, kEluarga, kEpemimpinan, lEgislatif, mAhasiswa, mAnajemen, mAteri kUliah, pEndidikan, pEringkat iNdonesia, pErtahanan, pOlitik, sUbsidi, saing on Wednesday , 11 February 2009 at 3:06 PM

Ketika Makamah Konstitusi menerima Judicial Review soal Anggaran pendidikan yang 20% dari APBN, saya senang bukan kepalang.

Ketika Mendiknas mengisyaratkan kenaikan gaji guru hingga ada yang mencapai 6 juta per bulan (Gol. IV) tahun depan, saya bangga bukan kepalang.

Hal ini menunjukkan kita mulai masuk ke track yang benar. Guru (dalam semua tingkatan) itu penting, salah satu pilar kemajuan bangsa, dedikasinya yang tulus memintarkan siapapun (politikus, pebisnis, aparat, dan lain-lain) masak harus “dibayar” murah. Memang kalau dunia pendidikan kita ingin menghasilkan output yang berkualitas, kita harus mau “menghargai” tinggi tokoh-tokoh pendidikan. Ibaratnya, kata orang jawa timur, murah kok njaluk slamet. Nggak mungkinlah ….

Lebih jauh lagi, kalau negara dan bangsa ini mau lebih dapat “berkembang” lagi dengan baik serta pada track yang lurus, selain guru ada pilar lain yang perlu “digarap” yaitu aparat (hukum, pertahanan dan keamanan) serta tokoh-tokoh agama. Tentunya tidak harus seperti guru dengan menaikkan gaji, tetapi dengan pendekatan lain, yang penting usaha yang dilakukan dapat membuat meraeka nyaman menjalankan tugas dan aktivitasnya dalam koridor hidup kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang berbasis Rule of Law dan Konstitusi.

Bangga sebagai orang Indonesia

In aNak, bLog, country, damai, daya, indeks, indonesia, informasi, mAhasiswa, mAnajemen, mAteri kUliah, pEndidikan, pEringkat iNdonesia, pErtahanan, pOlitik, saing, sumber daya, tEknologi iNformasi on Wednesday , 11 February 2009 at 3:04 PM

Bangga sebagai orang Indonesia? Cara mengekspresikan?

a. Pakailah produk Indonesia. Terutama yang benar-benar produk Indonesia, bukan yang sekadar rakitan, tetapi sebenarnya itu produk luar negeri.

b. Banggalah pakai identitas, simbol-simbol dan aksesoris Indonesia. Seperti, pakai pin merah putih.

c. Berfikirlah apa yang bisa kita berikan untuk negara Indonesia, jangan berfikir apa yang bisa kita dapat dari negara Indonesia.

d. Yakinilah kita ini banyak bersaudara (multikultural, pluralisme), untuk itu setiap ada masalah pergesekan antar kelompok atau suku, adalah dinamika kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, untuk itu diselesaikan dengan kepala dingin, berbasis HAM dan hukum, bernuansa persatuan dan kesatuan.

e. Apapun syukuri kita dilahirkan dan hidup di Indonesia, jangan pernah menyesal tentang negara dan bangsa kita.

Review: Alasan Militer Melakukan OI (Bagian II)

In bLog, country, indeks, indonesia, informasi, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, lEgislatif, mAhasiswa, mAnajemen, militer, operasi, pEndidikan, pEringkat iNdonesia, pErtahanan, pOlitik, risk, saing, tEknologi iNformasi on Wednesday , 11 February 2009 at 2:29 PM

b. Konstitusi berfungsi sebagai landasan konstitusional yang mempunyai kekuatan yuridis bagi penyelenggaraan organisasi militer dan segala operasi yang diselenggarakannya, karena secara eksplisit memuat cita-cita nasional yang dapat dipandang sebagai visi suatu bangsa ke depan. Beberapa pokok pikiran konstitusi dapat dipandang sebagai landasan konstitusional penyelenggaraan organisasi militer beserta operasi yang dilaksanakannya.

c. Cara pandang suatu bangsa terhadap diri dan lingkungannya dalam mencapai cita-cita dan tujuan nasional merupakan pancaran dari falsafah atau ideologi yang menjiwai setiap perumusan kebijakan kehidupan. Cara pandang bangsa ini mempersyaratkan perwujudan dari satu kesatuan politik, ekonomi, sosial, budaya dan pertahanan keamanan [Soewarso, M.Sc, Laksamana Muda TNI, Wawasan Nusantara, Ketahanan Nasional dan Pertahanan Keamanan Matra Laut, Seskoal, Jakarta, Juli, 1986]. OI militer merupakan suatu usaha untuk mengimplementasikan wawasan bangsa melalui pemberdayaan teknologi informasi.

d. Ketahanan Nasional adalah kondisi totalitas aspek-aspek kehidupan suatu bangsa berdasarkan cara pandang tersebut di atas guna mewujudkan daya kekebalan, daya tangkal dan daya kena untuk mengadakan interaksi dengan lingkungan pada suatu waktu sedemikian rupa sehingga dapat menjamin kelangsungan hidup dan perkembangan kehidupan suatu bangsa sesuai tujuan yang telah digariskan. Ketahanan Nasional merupakan integrasi dari kondisi dinamis tiap-tiap aspek yang terdiri dari Geografi, Demografi, Sumber kekayaan alam, Ideologi, Politik, Ekonomi, Sosial budaya dan Pertahanan Keamanan.

e. Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, setiap bangsa tidak terlepas dari kebutuhan untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. Kebutuhan suatu bangsa untuk mempertahankan kemerdekaan, integritas dan eksistensi kedaulatan negara, stabilitas keamanan, ketertiban dan rasa aman bagi warga masyarakatnya, merupakan kebutuhan yang tidak dapat ditinggalkan, agar segala kegiatan dalam penyelenggaraan negara dapat berjalan tertib, aman dan lancar. Dalam upaya memenuhi kebutuhan tersebut, diperlukan angkatan bersenjata yang mampu mengatasi segala bentuk ancaman maupun gangguan pertahanan yang dapat terjadi setiap saat. Penciptaan kondisi tersebut tidak hanya difokuskan di wilayah daratan, namun juga di wilayah perairan teritorial dan yurisdiksi nasional serta seluruh wilayah udara di atasnya. Dengan ciri wilayah yang masing-masing memiliki karakteristik relatif berbeda, kekuatan darat, laut dan udara sebagai tugas pengabdian militer merupakan kekuatan yang sangat diperlukan untuk menjamin kemerdekaan dan kedaulatan negara.

f. Postur kekuatan militer pada dasarnya ditentukan oleh kemampuan sumber daya nasional yang tersedia untuk membangun dan mengembangkan kekuatan tersebut. Apresiasi mengenai kondisi terjelek yang mungkin dihadapi berupa ancaman dengan kekuatan besar akan menuntut terwujudnya kekuatan militer yang tangguh dan sepadan dengan tingkat ancaman yang mungkin terjadi. Hal demikian pada saat ini memang sulit didukung oleh sumber daya nasional, baik pembangunan maupun pengembangannya. Sebaliknya, penilaian ancaman yang datang dengan kekuatan kecil seyogyanya dihadapi dengan kekuatan kecil tidaklah benar. Kekeliruan penilaian ancaman akan mengandung resiko tinggi. Bertumpu pada Sistem Pertahanan Negara, kebijakan pembangunan kekuatan militer harus mewujudkan kekuatan besar, efektif dan efisien dengan cadangan cukup serta dapat dikembangkan setiap saat sesuai kebutuhan.

g. Dibandingkan dengan jumlah penduduk, luas wilayah serta kondisi geografis negara, kekuatan militer harus proporsional. Kualitas kekuatan yang didukung dengan teknik penggunaan alutsista secara efektif dan efisien dengan cadangan cukup tentu akan memiliki kemampuan yang tangguh, sehingga diharapkan secara psikologis dapat mengurungkan niat musuh untuk mengganggu kedaulatan negara, mampu mengatasi dan menanggulangi ancaman serta gangguan yang ada ataupun menghambat gerak maju musuh, hadir di seluruh penjuru wilayah negara dengan cepat dan tepat dan dapat dikembangkan secara cepat.

h. Dengan kenyataan ini OI militer tentu menjadi upaya nyata untuk mewujudkan ketangguhan militer dikarenakan operasi informasi akan menjadi senjata perkuatan keberadaan militer yang saat ini jumlah alutsistanya relatif kecil dibandingkan dengan luas wilayah nasional yang harus dipertahankan.

Review: Alasan Militer Melakukan OI (Bagian I)

In bLog, country, indonesia, informasi, mAnajemen, mAteri kUliah, militer, pEndidikan, pEringkat iNdonesia, pErtahanan, tEknologi iNformasi on Wednesday , 11 February 2009 at 2:27 PM

Penyelenggaraan pertahanan negara adalah salah satu fungsi pemerintah untuk mempertahankan kedaulatan, keutuhan wilayah dan keselamatan segenap bangsa dan negara dari segala bentuk ancaman dan gangguan. Pengalaman membuktikan bahwa perjalanan suatu bangsa dan negara sarat dengan berbagai rongrongan dari dalam maupun luar negeri. Ditinjau dari sisi filosofis, dasar-dasar suatu negara umumnya mampu mewadahi konsep kenegaraannya yang diwujudkan dalam landasan visional dan Ketahanan Nasional. Dengan didukung beberapa teori kontekstual suatu negara yang memiliki kedaulatan negara yang harus dijunjung tinggi, dijaga dan dipertahankan dalam sistem pertahanan negara yang tepat.

Militer sebagai komponen pertahanan negara yang bertanggungjawab dalam pertahanan negara semua aspek (darat, laut dan udara) tentu menggunakan landasan demikian sebagai pijakan untuk menjalankan fungsi organisasinya. Demikian pula dalam penyusunan konsep dan implementasi operasi informasi (OI) untuk menghadapi perang informasi masa mendatang.

Pelaksanaan OI yang salah satunya mendasarkan pada unsur kerahasiaan secara historis sudah digunakan sejak jaman peperangan tradisional. Julius Caesar, yang mengkhawatirkan pesan untuk para jendralnya jatuh ke tangan musuh menggunakan metode enkripsi sederhana dengan menggeser huruf pada abjad dengan nilai tertentu. Sederhana memang, namun pada waktu itu sudah memadai [Majalah Neotek, Edisi April 2002]. Sepanjang sejarah pembentukan kode dan pemecahannya selalu mendapat perhatian khusus dalam operasi militer. Penggunaan komputer untuk pertama kalinya dalam kriptografi adalah dalam usaha memecahkan kode enigma Nazi sewaktu Perang Dunia II. Sehingga secara historis OI telah ada sejak lama. Hal ini memiliki makna bahwa OI sesungguhnya bukan hal baru, hanya yang membedakan OI pada jaman dahulu dengan sekarang terletak pada perangkat yang digunakan.

Landasan filosofis penyelenggaraan OI militer tidak terlepas dari landasan idiil, konstitusional dan konseptual dari bangsa itu sendiri.

a. Pada hakekatnya kepentingan nasional bangsa untuk menjamin eksistensi negara dan keberlanjutan pembangunan nasional adalah sesuai dengan cita-cita dan tujuan nasional. Cita-cita suatu bangsa dirumuskan untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur. Sedangkan tujuan nasional adalah sebagaimana diamanatkan dalam konstitusi, yaitu melindungi bangsa, memajukan kesejahteraan, mencerdaskan kehidupan bangsa dan melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan perdamaian abadi dan keadilan sosial. Dasar negara merupakan media pemersatu bangsa yang dapat membentuk satu kesatuan politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan, melalui upaya pencegahan dan penindakan berbagai bentuk pelanggaran hukum, yang berimplikasi terhadap kedaulatan negara dan stabilitas keamanan secara menyeluruh serta media untuk membangun pengaruh terhadap negara-negara lain melalui peningkatan dampak penangkalan. OI militer pada dasarnya merupakan salah satu upaya perwujudan cita-cita besar suatu bangsa. (Bersambung ke Bag. II)

Indonesia

In bLog, country, indonesia, informasi on Wednesday , 11 February 2009 at 2:24 PM


Indonesia extends throughout the region 5,000 kilometers from west to east, and 1,200 kilometers from north to south. The total area of Indonesia’s approximately 5 million square kilometers. Approximately 1.9 million square kilometers form the mainland, while 3.1 million square kilometers form the ocean. If added to the Exclusive Economic Zone area of Indonesia to 7.5 million square kilometers, and the ocean 5.8 million square kilometers. The number of Indonesia’s population is currently around 250 million people. Based on the number of population in Indonesia are on the order of the world’s fourth largest d after the People’s Republic of China, India and the United States.

16 negara yang punya cadangan minyak dunia terbesar, Indonesia nggak masuk daftar!

In anggaran, bBm, bLog, country, global, hIdup, iKlim, ict, indeks, indonesia, informasi, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, mAhasiswa, mAnajemen, mAteri kUliah, pEndidikan, pEringkat iNdonesia, pOlitik, rank, risiko, risk, saing, sumber daya, survai on Wednesday , 11 February 2009 at 2:11 PM

Apa mau dikata, Indonesia nggak punya cadangan minyak yang besar-besar amat sekarang. Lihatlah dengan cermat data di atas. Makanya sebagai konsumen, kita jangan boros menggunakan energi apapun, termasuk minyak. Hemat, juga demi keturunan kita nantinya.

Global Peace Index 2008, Indonesia ranking berapa?

In bLog, damai, eKsekutif, global, hAm, hIdup, indeks, indonesia, informasi, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, lEgislatif, mAhasiswa, mAnajemen, nUrani, pEndidikan, peace, rank, ranking, risk, saing, sumber daya, survai, tEknologi iNformasi on Wednesday , 11 February 2009 at 2:08 PM

Tabel di bawah ini menampilkan peringkat GPI dari 139 negara tahun 2008 yang dianalisis dari 121 negara dengan data tahun 2007. Tingkat perdamaian di negara-negara yang baik adalah pada peringkat pertama. Skor yang lebih rendah menunjukkan negara yang lebih damai.

1 1.176 Denmark 2 1.333 Norway 3 1.343 New Zealand 4 1.350 Japan 5 1.358 Ireland 6 1.410 Portugal 7 1.412 Finland 8 1.432 Luxembourg 9 1.446 Austria 10 1.449 Canada 11 1.451 Switzerland 12 1.465 Sweden 13 1.468 Germany 14 1.475 Belgium 15 1.485 Slovenia 16 1.491 Czech Republic 17 1.501 Hungary 18 1.576 Chile 19 1.576 Slovakia 20 1.576 Uruguay 21 1.606 Netherlands 22 1.607 Hong Kong 23 1.608 Romania 24 1.611 Oman 25 1.612 Bhutan 26 1.616 Australia 27 1.652 Italy 28 1.653 Singapore 29 1.673 Spain 30 1.683 Poland 31 1.687 South Korea 32 1.691 Qatar 33 1.694 Costa Rica 34 1.701 Estonia 35 1.702 France 36 1.707 Vietnam 37 1.720 Malaysia 38 1.721 Latvia 39 1.723 Ghana 40 1.723 Lithuania 41 1.723 United Arab Emirates 42 1.745 Madagascar 43 1.770 Taiwan 44 1.779 Kuwait 45 1.786 Botswana 46 1.792 Tunisia 47 1.797 Panama 48 1.797 United Kingdom 49 1.801 Mozambique 50 1.803 Laos Laos 51 1.810 Cyprus Cyprus 52 1.847 Zambia Zambia 53 1.856 Greece Greece 54 1.867 Gabon Gabon 55 1.878 Argentina Argentina 56 1.895 Bulgaria Bulgaria 57 1.903 Tanzania Tanzania 58 1.919 Nicaragua Nicaragua 59 1.919 Croatia Croatia 60 1.926 Libya Libya 61 1.927 Cuba Cuba 62 1.954 Morocco Morocco 63 1.954 Equatorial Guinea Equatorial Guinea 64 1.964 Jordan Jordan 65 1.969 Bosnia and Herzegovina Bosnia and Herzegovina 66 1.974 China 67 1.981 Indonesia 68 1.983 Egypt 69 1.987 Paraguay 70 1.997 Senegal Senegal 71 2.011 Kazakhstan Kazakhstan 72 2.018 Malawi Malawi 73 2.024 Bahrain Bahrain 74 2.025 Syria Syria 75 2.027 Rwanda Rwanda 76 2.030 Namibia Namibia 77 2.042 Bolivia Bolivia 78 2.043 Albania Albania 79 2.044 Peru Peru 80 2.046 Burkina Faso Burkina Faso 81 2.062 Dominican Republic Dominican Republic 82 2.069 Moldova Moldova 83 2.091 Ukraine Ukraine 84 2.096 Serbia Serbia 85 2.110 Bangladesh Bangladesh 86 2.118 Macedonia Macedonia 87 2.119 Mongolia Mongolia 88 2.155 El Salvador El Salvador 89 2.163 Brazil Brazil 90 2.168 Cambodia Cambodia 91 2.179 Cameroon Cameroon 92 2.182 Mexico Mexico 93 2.191 Belarus Belarus 94 2.194 Papua New Guinea Papua New Guinea 95 2.224 Jamaica Jamaica 96 2.226 United States of America United States of America 97 2.227 Trinidad and Tobago Trinidad and Tobago 98 2.230 Mali Mali 99 2.238 Ecuador Ecuador 100 2.274 Azerbaijan Azerbaijan 101 2.287 Turkmenistan Turkmenistan 102 2.302 Guatemala Guatemala 103 2.328 Honduras Honduras 104 2.335 Iran Iran 105 2.341 Yemen Yemen 106 2.352 India India 107 2.355 Saudi Arabia Saudi Arabia 108 2.357 Haiti Haiti 109 2.362 Angola Angola 110 2.364 Uzbekistan Uzbekistan 111 2.377 Algeria Algeria 112 2.378 Philippines Philippines 113 2.385 Uganda Uganda 114 2.391 Turkey Turkey 115 2.403 South Africa South Africa 116 2.412 Congo (Brazzaville) Congo (Brazzaville) 117 2.417 Thailand Thailand 118 2.424 Kenya Kenya 119 2.429 Mauritania Mauritania 120 2.435 Ethiopia Ethiopia 121 2.439 Cote d’Ivoire Cote d’Ivoire 122 2.451 Venezuela Venezuela 123 2.505 Zimbabwe 124 2.513 Sri Lanka 125 2.584 Myanmar 126 2.590 Pakistan 127 2.694 Democratic Republic of the Congo 128 2.707 Nigeria 129 2.724 Colombia 130 2.757 Russia 131 2.777 Lebanon 132 2.840 North Korea 133 2.850 Central African Republic 134 2.857 Chad 135 3.007 Israel 136 3.052 Afghanistan 137 3.126 Sudan 138 3.189 Somalia 139 3.293 Iraq

Consumer Confidence Index Global 2008, Indonesia?

In anggaran, bLog, country, daya, e-goverment, eKsekutif, global, hAm, hIdup, index, indonesia, informasi, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, lEgislatif, mAnajemen, money, pEndidikan, peace, rank, ranking, readiness, risk, saing, tEknologi iNformasi, uang on Wednesday , 11 February 2009 at 2:02 PM

Lebih dari sepertiga orang Indonesia ragu akan prospek kerja lokal dan enam puluh persen tidak menganggap 12 bulan mendatang sebagai waktu yang tepat untuk berbelanja. Untuk konsumen global, 12 bulan terakhir merupakan tantangan yang bergejolak dan Indonesia tentunya tidak terkecuali karena sifat perekonomian yang erat terkait dengan permintaan dunia. Demikian diungkapkan The Nielsen Company berdasarkan survai bertajuk Consumer Confidence Survey 2005 – 2008.

Diuraikan juga, secara global sepertiga konsumen paling khawatir akan ekonomi dengan seperlima khawatir akan Kenaikan Harga Makanan, diikuti oleh Keseimbangan antara kerja dengan hidup (18%), Keamanan akan Pekerjaan, Kesehatan dan Kenaikan Tagihan Utility – air, listrik dll (17% berturut-turut). Sedangkan masyarakat Indonesia kebanyakan terkait pada Keseimbangan Kerja dan Hidup (37%), Ekonomi (33%) yang diikuti oleh Kesejahteraan dan Kebahagiaan dari Orang Tua (24%) dan untuk Anak-anak Mereka (19%).

Saat ditanyakan mengenai keinginan berbelanja setelah kebutuhan pokok sehari-hari terpenuhi, sekitar sepertiga konsumen dunia memilih untuk berlibur, membeli pakaian baru dan membayar hutang/tagihan kartu kredit. Orang Indonesia sendiri bermaksud tidak menunda belanja seutuhnya dan tetap ingin membuka dompet buat barang-barang berharga murah. Walaupun mereka tentu lebih hati-hati dalam sentimen belanja, ada peluang untuk perusahaan dalam sector wisata, ritel dan hiburan dengan pilihan pengeluaran seperti Berlibur, Teknologi baru (33% berturut-turut), dan hiburan Luar Rumah (25%) tetap berada dalam Daftar Belanja Utama mereka saat memiliki sisa uang.

Secara global, Norwegia diikuti India sebagai pasar yang paling optimis dengan skor CI dari 135, naik dua poin dari survei Mei. India peringkat kedua di 133, putaran ketiga berturut-turut sejak skor puncak 137 pada akhir 2006. Skor 124 ini, Denmark yang jauh di peringkat ketiga, posisi yang telah dipertahankan selama tiga putaran survei.

Selain India, pasar Asia Pasifik termasuk Indonesia, Australia, Hong Kong, Vietnam, Selandia Baru dan Singapura adalah di antara kelompok atas dunia masuk 10 paling optimis – dengan Indonesia, Australia dan Singapura khususnya menunjukkan peningkatan tingkat keyakinan konsumen — membuat wilayah Asia Pasifik yang paling optimis dari seluruh wilayah di seluruh dunia.

Konsumen global mengatakan mereka tidak memiliki cadangan kas setelah kebutuhan dasar yang meliputi biaya hidup, hampir dua pertiga berpikir bahwa ini bukan saat yang tepat untuk dihabiskan pada hal-hal yang mereka inginkan, keraguan menempatkan liburan untuk belanja musim depan.

Di seluruh Asia Pasifik, Korea Selatan, Taiwan dan Jepang adalah yang paling bertahan, dengan sekitar delapan diantara 10 konsumen tidak berpikir sekarang saat yang tepat untuk membeli sesuatu yang mereka inginkan, pertanian di Hong Kong dan India, di mana lebih dari 60 persen optimis tentang pengeluaran dalam waktu 12 bulan.

Daya Saing Indonesia Terperosok

In anggaran, bLog, country, dEmokrasi, daya, e-goverment, eKsekutif, global, hAm, indeks, indonesia, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, kelaparan, lEgislatif, mAhasiswa, mAnajemen, money, pEndidikan, pEringkat iNdonesia, rank, risk, saing, teknologi on Wednesday , 11 February 2009 at 1:55 PM

Berdasarkan hasil riset daya saing global The World Economic Forum pada 31 Oktober 2007, peringkat daya saing Indonesia untuk The Global Competitiveness Index (GCI) turun dibanding 2006. Di kalangan negara-negara ASEAN, Singapura menduduki peringkat tertinggi pada The Global Competitiveness Index (GCI); yaitu pada peringkat 7, Malaysia peringkat 21, dan Thailand peringkat 28. Peringkat Indonesia masih di atas Vietnam (68); dan Filipina (71).

Perekonomian Indonesia tidak bisa menggantungkan daya saingnya dari keunggulan komparatif apalagi hanya dengan mengeksploitasi sumber daya alam yang tidak terbarukan. Untuk itu diperlukan upaya peningkatan daya saing secara berkelanjutan melalui pengembangan kompetensi sumber daya manusia (SDM); yang diharapkan akan terus menciptakan nilai tambah bagi perekonomian nasional. Program sertifikasi kompetensi bisa menjadi sarana penjamin mutu peningkatan daya saing yang berkelanjutan. Paradigma baru pengembangan SDM berbasis kompetensi bertumpu pada tiga pilar utama. Pertama, standar kompetensi kerja nasional Indonesia (SKKNI). Kedua, lembaga pendidikan dan pelatihan profesi yang berbasis SKKNI. Ketiga sistem dan kelembagaan sertifikasi yang independen, terpercaya dan menjamin mutu.

Peringkat Mata Uang Indonesia Naik

In anggaran, bLog, country, global, hIdup, hunger, index, indonesia, kEwarganegaraan, kOrupsi, kelaparan, lEgislatif, mAnajemen, nUrani, pEndidikan, pEringkat iNdonesia, pOlitik, ranking, sumber daya, survai, uang on Wednesday , 11 February 2009 at 1:48 PM

Lembaga pemeringkat internasional, Fitch Ratings, telah menaikkan peringkat jangka panjang mata uang asing dan lokal (IDR-Issuer Default Ratings) Indonesia menjadi “BB” dari sebelumnya “BB-“, berkat keberhasilan Indonesia dalam memperbaiki iklim investasi. Prospek untuk kedua peringkat tersebut adalah stabil. Dalam waktu yang sama, Fitch juga menaikkan `country ceiling` dari “BB” menjadi “BB+” dan mempertegas kembali peringkat jangka pendeknya pada “B“. Kenaikan peringkat tersebut mencerminkan kebijakan Indonesia yang lebih agresif dalam melaksanakan agenda reformasi struktural guna menghadapi iklim investasi yang lemah. Daya upaya pemerintah untuk mengatasi korupsi, rintangan birokrasi dan regulasi terhadap investasi semakin intensif pada 2007 dan disempurnakan dengan legislasi penting di bidang investasi serta paket kebijakan ekonomi yang terutama bertujuan menanggapi kecemasan para penanam modal.

Pertumbuhan ekonomi positif dan implikasi neraca pembayaran yang telah menjadi bukti pada 2007, memungkinkan Indonesia untuk memasuki periode kondisi kredit global yang ketat dan melemahnya permintaan eksternal dalam sebuah pijakan yang kuat. Kebijakan makro ekonomi pragmatis Indonesia telah mengembalikan ekonomi ke basis pertumbuhan PDB yang kuat dan menyeluruh di atas 6 persen sejak kuartal keempat 2006. Pemulihan permintaan rumah tangga yang merupakan 60 persen lebih dari nominal PDB, dapat menutup sebagian perlambatan permintaan eksternal, sementara kenaikan investasi sektor swata asing dan lokal akan mendukung pertumbuhan jangka menengah.

Peringkat kesiapan digital Indonesia merosot

In bLog, country, dEmokrasi, e-gov, e-goverment, eKsekutif, global, ict, indeks, indonesia, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, lEgislatif, mAhasiswa, mAnajemen, pEndidikan, pEringkat iNdonesia, ranking, readiness, sumber daya, survai, tEknologi iNformasi on Wednesday , 11 February 2009 at 1:36 PM

Peringkat Indonesia dalam hal kesiapan digital merosot. Di sisi lain, posisi negara tetangga seperti Singapura atau bahkan Vietnam justru meningkat. Daftar E-Readiness yang disusun The Economist untuk tahun 2007 menunjukkan beberapa perubahan. Namun untuk Indonesia perubahan itu boleh dibilang kurang baik. Dilihat dari nilai, skor Indonesia dibandingkan tahun 2006 bertahan pada angka 3,39. Tapi, dari sisi peringkat, Indonesia merosot lima peringkat ke posisi 67 dibanding posisi 62 di tahun sebelumnya. Posisi terunggul masih ditempati oleh Denmark, disusul oleh Amerika Serikat dan Swedia yang seri di posisi kedua.

Meski masih didominasi negara Eropa, posisi 10 besar tahun 2007 kini diisi juga oleh dua negara Asia. Singapura melesat ke posisi 6 di banding posisi 13 tahun lalu. Sedangkan Hong Kong kini melesat ke posisi 4 dari posisi 10. Negeri jiran Malaysia juga mengalami peningkatan posisi dari 37 ke 36. Hal yang sama dialami Vietnam (66 ke 65) dan Filipina (56 ke 54). Meski posisi Indonesia boleh dibilang terpuruk, Indonesia mendapat pujian khusus dalam laporan tersebut. Terutama yang disoroti adalah bagaimana Yogyakarta bisa memanfaatkan teknologi informasi dengan baik. Misalnya dengan membuat hotspot di gedung DPRD yang digunakan anggota dewan untuk melakukan koordinasi lewat Instant Messaging saat rapat. Selain itu Yogya juga dipuji soal pemanfaatan SMS untuk mendapatkan tanggapan dari masyarakat terkait kebijakan pemerintah dan untuk menyebarkan informasi terkait kesehatan, terutama untuk mencegah penyebaran flu burung.

Peringkat E-Readiness ini merupakan patokan bagaimana kesiapan sebuah negara dalam memanfaatkan potensi teknologi informasi. Beberapa faktor yang dilihat mencakup kondisi lingkungan e-business di sebuah negara, bagaimana pasar bisa meraih peluang di internet, konsumsi jasa serta perangkat teknologi informasi oleh individu dan bisnis, dan juga kebijakan pemerintah dan kesiapan hukum. Berikut daftar 10 besar peringkat E-Readiness serta posisi beberapa negara Asia Tenggara (laporan lengkapnya di www.eiu.com) : 1. Denmark, 2-3. Amerika Serikat dan Swedia, 4. Hongkong, 5. Swiss, 6. Singapura, 7. Inggris (United Kingdom), 8. Belanda, 9. Australia, 10. Finlandia, 36. Malaysia, 49. Thailand, 54. Filipina, 65. Vietnam, 67. Indonesia.

Bagaimanakah komentar anda?

Indeks Kelaparan Global 2006 : Bagaimana Indonesia?

In aNak, anggaran, country, damai, daya, hIdup, indeks, index, informasi, kEluarga, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, kOrupsi, kelaparan, lEgislatif, mAhasiswa, mAnajemen, money, pEringkat iNdonesia, pOlitik, peace, ranking, readiness, sUbsidi, saing, sumber daya, teknologi, uang on Wednesday , 11 February 2009 at 1:32 PM

Bagaimanakah indeks Indonesia dalam hal kelaparan dalam konteks global? Berikut ada data dari International Food Policy Research Institute (IFPRI) untuk tahun 2006. Tiga hal yang dijadikan dasar ukuran, yaitu: Tingkat kecukupan kesediaan pangan, Status nutrisi anak-anak, dan tingkat kematian anak-anak. Indeks Indonesia lihatlah, antara 10 s.d 20, berarti? cek sendiri saja pada indeks di bawahnya itu. (N.B. Saya sebenarnya lebih suka judul tetap pakai kata Hunger, tahu maksudnya? Tapi biar jelas ya saya sesuaikan dengan kelaparan, setuju?) Ada komentar?

Global E-Government 2007 : Indonesia Ranking 170

In anggaran, bLog, country, dEmokrasi, e-gov, e-goverment, eKsekutif, global, ict, index, indonesia, informasi, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, lEgislatif, mAnajemen, mAteri kUliah, rank, ranking, readiness, risiko, saing, sumber daya, tEknologi iNformasi on Wednesday , 11 February 2009 at 1:28 PM

Dalam bidang E-Gov ternyata Indonesia sampai tahun 2007 baru nangkring pada ranking 170 dari 198 negara yang diteliti. Anda tidak percaya? Silakan amati tabel berikut yang merupakan kajian dari tim pimpinan Darrell M. West (pengarang: Digital Government: Technology and Public Sector Performance, Princeton University Press, 2005) dari Brown University. Data lengkap telusuri di http://www.InsidePolitics.org/egovtdata.html

E-Government Country Rankings, 2007 (with 2006 in parentheses)

Untuk itu contohlah beberapa negara yang mendapatkan Best Practices of Top Government Sites, 2007. Mengapa dan bagaimana mereka kok bisa? Dan, mengapa dan bagaimana kita (Indonesia: Pemerintah dan rakyatnya) kok belum bisa ………

1. South Korea
South Korea earned the top spot among international e-government websites mainly on the strength of its online services. Every site surveyed contained online services, most notably the portal site, which contained in excess of eight hundred services. Not only do these sites contain a wealth of information and services, they are aesthetically pleasing and easy to navigate. In addition, the user experience is enhanced by large amount of multimedia content and interactive features offered. Most sites feature multimedia content, in the form of audio or video clips. Interactive features include almost universal use of feedback forms, user personalization, updates, and PDA access. Every site surveyed also contained some form of privacy policy.

2. Singapore
Singapore’s online government, SINGOV, boasts the slogan “Integrity, Service, Excellence,” and has proven true to those words. We ranked 32 sites for Singapore and it’s high scores placed this nation second in the world for effective e-Government. Singapore’s high rankings include 73 percent of its sites having online services, and all sites assessed had publications, databases, privacy policies and security policies. Forty-seven percent met the standards of W3C disability accessibility. The portal site is well-organized, with sections divided for “Government,” “Citizens & Residents,” “Businesses,” and “Non-Residents.” It also has useful links, an advanced site search engine, an RSS news feed, and a place where users can rate the website. They aim for “citizen-centric” services that target what people need and how to provide these easily online. The portal lives true to this service goal by providing 75 services available on their portal alone.

3. Taiwan
Taiwan’s MyEGov portal website is a well-organized, fully personalized online experience. It’s clean-cut appearance and colorful portal page adds to an overall effective online presence. We rated 26 different government sites set up by Taiwan. Fifty percent of these sites coded had online services. Taiwan scored 100 percent in the criteria of Publications, Databases, Privacy Policies, and Security Policies, meaning that all of the 26 sites rated had theses criteria included in each site. Half of its sites met W3C disability standards. Taiwan was far above average in having many difference services accomplishable entirely online. Sixty-six of such services were available from the portal website alone. Taiwan’s high ranking in the world reflects a nation that is technologically advanced and aware of the importance of e-government service today.

4. United States
The portal site of USA.gov, formerly FirstGov.gov, is an extensive database of useful information, links to state and federal agencies, and well over one hundred online services. USA.gov’s personalization by user type and search capabilities allow for easy access to this wealth of information. Unlike some other countries, most U.S. governmental sites do not follow a standard template, but most are well-designed and frequently updated. While some U.S. sites featured more services than others, almost half offered some kind of fully-executable online service. The presence of privacy policies and compliance with accessibility standards were also common among U.S. sites. In addition, many of these sites offered multimedia, in both audio and video form.

5. Great Britain
Great Britain’s online government system is well organized to provide citizens with the services they require. Their portal site boasts links that take you directly to some of the most popular online services and also organize a section of services based on population sects, links for “Young People,” “Parents,” “Disabled People,” “Over 50s,” “Britons living Abroad,” and “Caring for someone.” They also have a service menu link, “Do It Online,” that takes you to the over 25 government services that can be executed entirely over the Internet. Great Britain’s online government services make it easy to contact your local government, seek technological help, and search for information. Of the 26 British government sites accessed, 59 percent have online services, 96 percent have online publications and 89 percent have databases. They were also far above average in their site security development, with 89 percent of sites having privacy policies and 67 percent having security policies. The British sites stood out in terms of accessibility, with many sites available in foreign languages and 70 percent meeting the standards of W3C disability accessibility.

Apakah anda dan saya siap menyumbang pemikiran untuk perbaikan ranking e-gov Indonesia? Ayo bersama kita bisa ….

2007 Global Peace Index rankings, Indonesia damai?

In bLog, country, damai, hAm, hIdup, informasi, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, lEgislatif, mAnajemen, nUrani, pEndidikan, pEringkat iNdonesia, peace, rank, risk, saing, survai, teknologi on Wednesday , 11 February 2009 at 1:23 PM

The Global Peace Index menunjukkan ukuran relatif tingkat kedamaian dari suatu negara atau regional. Digagas oleh the Economist, panel kelompok pakar internasional dari institusi-institusi perdamaian dan lembaga pemikirnya, bersama dengan the Centre for Peace and Conflict Studies, University of Sydney, Australia. Daftar ini diluncurkan pada bulan Mei 2007.

Faktor-faktor yang diteliti meliputi faktor internal semacam tingkat pembunuhan dan kejahatan serta faktor eksternal terkait seperti adanya sepak terjang militer dan peperangan. Coba kita perhatikan, Indonesia berada di ranking berapa hayo? Sudah damaikan negara ini? Andalah yang merasakan (Saya juga) . Bandingkan juga dengan negara tetangga.

Lihatlah peta kedamaian global berikut:

Berikut secara berturut-turut menunjukkan ranking, negara dan skor.

1. Norway 1.357 ; 2. New Zealand 1.363 ; 3. Denmark 1.377 ; 4. Ireland 1.396 ; 5. Japan 1.413 ; 6. Finland 1.447 ; 7. Sweden 1.478 ; 8. Canada 1.481 ; 9. Portugal 1.481 ; 10. Austria 1.483 ; 11. Belgium 1.498 ; 12. Germany 1.523 ; 13. Czech Republic 1.524 ; 14. Switzerland 1.526 ; 15. Slovenia 1.539 ; 16. Chile 1.568 ; 17. Slovakia 1.571 ; 18. Hungary 1.575 ; 19. Bhutan 1.611 ; 20. Netherlands 1.620

21. Spain 1.633 ; 22. Oman 1.641 ; 23. Hong Kong 1.657 ; 24. Uruguay 1.661 ; 25. Australia 1.664 ; 26. Romania 1.682 ; 27. Poland 1.683 ; 28. Estonia 1.684 ; 29. Singapore 1.692 ; 30. Qatar 1.702 ; 31. Costa Rica 1.702 ; 32. South Korea 1.719 ; 33. Italy 1.724 ; 34. France (exc. overseas France) 1.729 ; 35. Vietnam 1.729 ; 36. Taiwan 1.731 ; 37. Malaysia 1.744 ; 38. United Arab Emirates 1.747 ; 39. Tunisia 1.762 ; 40. Ghana 1.765

41. sampai dengan 60. tidak ditampilkan (kalau anda butuh, kirim email saja ke pengelola www.mardoto.wordpress.com)

61. Kazakhstan 1.995 ; 62. Bahrain 1.995 ; 63. Jordan 1.997 ; 64. Namibia 2.003 ; 65. Senegal 2.017 ; 66. Nicaragua 2.020 ; 67. Croatia 2.030 ; 68. Malawi 2.038 ; 69. Bolivia 2.052 ; 70. Peru 2.056 ; 71. Guinea 2.059 ; 72. Moldova 2.059 ; 73. Egypt 2.068 ; 74. Dominican Republic 2.071 ; 75. Bosnia and Herzegovina 2.089 ; 76. Cameroon 2.093 ; 77. Syria 2.106 ; 78. Indonesia 2.111 ; 79. Mexico 2.125 ; 80. Ukraine 2.150

81. sampai dengan 99. tidak ditampilkan (kalau anda butuh, kirim email saja ke pengelola www.mardoto.wordpress.com)

100. Philippines 2.428 ; 101. Azerbaijan 2.448 ; 102. Venezuela 2.453 ; 103. Ethiopia 2.479 ; 104. Uganda 2.489 ; 105. Thailand 2.491 ; 106. Zimbabwe 2.495 ; 107. Algeria 2.503 ; 108. Myanmar 2.524 ; 109. India 2.530 ; 110. Uzbekistan 2.542 ; 111. Sri Lanka 2.575 ; 112. Angola 2.587 ; 113. Cote d’Ivoire 2.638 ; 114. Lebanon 2.662 ; 115. Pakistan 2.697 ; 116. Colombia 2.770 ; 117. Nigeria 2.898 ; 118. Russia 2.903 ; 119. Israel 3.033 ; 120. Sudan 3.182 ; 121. Iraq 3.437

Bagaimana tanggapan anda?

HDR 2007/2008 : Indonesia ranking 14 penghasil emisi karbon

In bLog, climate, country, e-goverment, eKsekutif, global, hIdup, indeks, indonesia, informasi, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, lEgislatif, mAnajemen, money, nUrani, pEndidikan, pEringkat iNdonesia, pOlitik, pers, ranking, readiness, saing, sumber daya, uang on Wednesday , 11 February 2009 at 1:17 PM

UNDP (United Nations Development Programme) telah menerbitkan Human Development Report 2007/2008 dengan tema Menghadapi Perubahan Iklim: Solidaritas Manusia di dalam Dunia yang Terbagi. Apa isinya? Salah satunya terpampang data negara-negara penghasil CO2 (emisi karbon). Indonesia ranking berapakah? Ternyata ada di posisi 14. Data selengkapnya lihat saja pada tabel berikut.

Skor konektivitas, Indonesia mana?

In bLog, country, e-goverment, eKsekutif, global, ict, indeks, indonesia, kEpemimpinan, kOmputer, lEgislatif, mAnajemen, pEndidikan, pEringkat iNdonesia, rank, readiness, risiko, sumber daya, tEknologi iNformasi on Wednesday , 11 February 2009 at 1:13 PM

Skor konektivitas adalah perintis perankingan teknologi komunikasi dan informasi (ICT) global yang mengukur keseluruhan pengguna, pebisnis dan pemerintahan dalam menggunakan teknologi konektivitas untuk bidang ekonomi dan sosial. Hal ini tidak seperti penelitian yang sudah ada, skor konektivitas mengukur kemanfaatan dan ketrampilan apa adanya, penggunaan software institusi dan aksesibilitas perempuan terhadap ICT. Hal ini juga mengartikulasikan keuntungan konektivitas secara eksplisit dalam kontribusinya terhadap bidang ekonomi dan sosial sesuai kebutuhan masing-masing negara.

Pertumbuhan ekonomi didorong oleh inovasi bidang ekonomi yang tergantung pada penggunaan konektivitas, dimana efisiensi dan sumber daya dalam mendorong pengembangan sosial ekonomi memainkan peran penting untuk mendapatkan yang terbaik dari investasi konektivitas. Perhatikan tabel berikut yang menunjukkan tingkat skor konektivitas dari beberapa negara di dunia sebagai ukuran bagaimana pengembangan ekonomi dan sosial dipengaruhi oleh inovasi, efisiensi dan pemanfaatan sumber daya.

Lha, Indonesia mana? Tak tahulah saya, tetapi kalau anda mau menelusuri penelitian ini lebih lanjut coba kunjungi

http://www.connectivityscorecard.org/?utm_source=nsn-inter&utm_medium=banner&utm_content=content&utm_campaign=csmicro.

Yang jelas, penelitian mereka menunjukkan bahwa bahkan untuk negara-negara yang mempunyai konektivitas terbaik seperti Amerika Serikat dan Swedia ternyata tidak mengeksploatasi ICT secara maksimum sesuai potensi yang dipunyai.

Peta kebebasan pers 2008, Indonesia masuk kelompok tengah lho …

In bLog, country, dEmokrasi, damai, e-gov, eKsekutif, global, hAm, hIdup, index, indonesia, informasi, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, lEgislatif, mAhasiswa, mAnajemen, nUrani, pEndidikan, pEringkat iNdonesia, pOlitik, peace, pers, rank, risiko, risk, sumber daya, tEknologi iNformasi on Wednesday , 11 February 2009 at 1:07 PM

Peta kebebasan pers merupakan refleksi temuan-temuan dari penelitian Freedom House dengan judul Freedom of the Press 2008: A Global Survey of Media Independence di 195 negara dan teritorial selama tahun 2007.Berdasarkan rating ini, negara-negara di dunia diklasifikasikan sebagai Free, Partly Free, atau Not Free.

Sistem rating didesain untuk menggambarkan beragam cara dalam mana adanya tekanan-tekanan pada arus informasi dan kemampuan dalam mencetak, menyiarkan dan memberitakan lewat internet untuk menunjukkan tingkat kebebasan dan tanpa rasa takut terhadap tindakan represif. Penelitian ini juga melihat tingkat ketersediaan aneka informasi dan berita untuk publik di negara-negara dunia, dari sumber-sumber lokal maupun transnasional. Kriteria meliputi : lingkungan hukum tempat media beroperasi ; tingkat kontrol politis atas media pemberitaan ; tekanan ekonomi terhadap isi media ; kekerasan terhadap kebebasan pers dari mulai pembunuhan jurnalis hingga tindakan di luar hukum dan pelecehan oleh negara bmaupun aktor bukan negara. Freedom House adalah LSM independen yang memonitor kebebasan pers di dunia sejak tahun 1980.


Nah, coba cek Indonesia ditampilkan dengan warna apa di peta kebebasan pers itu? Lalu cocokkan dengan indikator warna yang ada di bawah peta. Oh, Indonesia baru di tengah ya ….. Jadi, kita harus banyak bekerja keras dan berusaha menuju ke arah kebebasan pers (yang bertanggungjawab, mestinya!).
Untuk informasi selengkapnya silakan kunjungi http://www.freedomhouse.org/

Anggaran militer negara-negara di dunia Tahun 2008, Indonesia ranking 33

In anggaran, bLog, country, damai, e-goverment, eKsekutif, hIdup, indeks, indonesia, informasi, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, lEgislatif, mAhasiswa, mAnajemen, militer, money, pEndidikan, pEringkat iNdonesia, pErtahanan, pOlitik, peace, rank, readiness, saing, uang on Wednesday , 11 February 2009 at 1:00 PM

“Of all the enemies to public liberty war is, perhaps, the most to be dreaded because it comprises and develops the germ of every other. War is the parent of armies; from these proceed debts and taxes … known instruments for bringing the many under the domination of the few.… No nation could preserve its freedom in the midst of continual warfare” [James Madison, Political Observations, 1795].

Memperhatikan anggaran militer negara-negara di dunia tentu cukup menggelitik kita semua. Bagaimanapun besarnya anggaran militer itu tidak terlepas dari kondisi ekonomi negara tersebut, sekaligus merefleksikan tingkat potensi ancaman yang harus dihadapi negara tersebut.

Bagaimana dengan Indonesia? Anggaran militer Indonesia tampak terlihat super kecil diantara negara-negara di dunia, meskipun secara prosentase terhadap APBN masuk ranking 33 dengan nilai sebesar 3.6 juta US dollar, tetapi sebenarnya itu baru 0.24% dari APBN. Coba bandingkan dengan yang ranking 1 yaitu Amerika Serikat, anggaran militernya sebesar 711 juta US dollar atau 48.28% dari APBN, sedangkan negara yang masuk ranking 2 adalah China dengan anggaran militer sebesar 121.9 US Dollar atau 8.28% dari APBN.

Jadi, bagi warganegara Indonesia dengan anggaran militer sebesar itu sudahkah merasa aman? Ah, kembali ke kesadaran kita sendiri dalam melihat posisi negara kita dan negara-negara sekitarnya, lihat saja tabel berikut.


Sumber tulisan ini adalah U.S. Military Spending vs. the World dan Center for Arms Control and Non-Proliferation, February 22, 2008.

GMR: Polusi air industri Indonesia ……

In bLog, country, iKlim, index, indonesia, informasi, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, lEgislatif, pEndidikan, pEringkat iNdonesia, rank, risk, sumber daya, tEknologi iNformasi, teknologi on Wednesday , 11 February 2009 at 12:56 PM

Tingkat ketersediaan sumber daya terbarukan, Indonesia?

In bLog, country, daya, indeks, lEgislatif, mAnajemen, money, pEndidikan, pEringkat iNdonesia, polling, rank, ranking, readiness, sumber daya, teknologi on Wednesday , 11 February 2009 at 12:53 PM

Bagaimanakah tingkat ketersediaan sumber daya terbarukan di Indonesia? Cobalah tengok hasil kajian Global Monitoring Report berikut ini:

Peringkat Pembajakan Software Indonesia Membaik

In bLog, country, e-gov, eKsekutif, ict, indeks, indonesia, informasi, kOmputer, mAhasiswa, mAnajemen, pEndidikan, pEringkat iNdonesia, rank, sumber daya, tEknologi iNformasi on Wednesday , 11 February 2009 at 12:49 PM

Survei Incorporated Data Services (IDC) dan Business Software Alliance (BSA) menyebutkan tingkat software piracy (pembajakan piranti lunak) turun 1% menjadi 84% pada 2007 dari 85% pada 2006. Peringkat Indonesia turun ke 12 pada 2007 dari 8 pada 2006. Penurunan peringkat Indonesia ke 12 pada 2007 dari 8 pada 2006 akibat tiga negara diikutsertakan dalam survei tersebut yaitu Yaman dengan software piracy sebesar 89%, Libya sebesar 88%, dan Irak sebesar 85%.

Penurunan software piracy di Indonesia diakui berkat dorongan proses penegakan hukum seperti razia kepada para pembajak dan terkait dukungan pemerintah mendorong penjualan piranti lunak legal.

Sementara itu dari sisi nilai kerugian software piracy di Indonesia naik menjadi US$411 juta pada 2007 dari US$350 juta pada 2006. Hal ini terjadi akibat peningkatan penjualan software di Indonesia. Sejumlah langkah perlu ditempuh,guna mengurangi kembali software piracy di Indonesia, seperti sosialisasi kesadaran hak atas kekayaan intelektual (HaKI) kepada masyarakat terutama pelajar dan mahasiswa. Kualitas penegakan hukum pembajakan perlu ditingkatkan kepada kepolisian dan kejaksaan.

Pada sisi lain dari 108 negara-negara yang disurvei software piracy turun di 67 negara dan naik di 8 negara. Hal itu akibat pasar PC tumbuh cepat di negara-negara seperti Brasil, Rusia, India dan China tumbuh 26% pada 2007 dibandingkan pertumbuhan 13% di Amerika Utara, Eropa Barat dan Jepang. Tantangan sekarang bagaimana membangun budaya penghormatan HaKI.

Silakan cek daftar 2007 PC Software Piracy Rankings berikut ini:

Pembajakan ….. hak ciptanya mana?

In bLog, country, e-goverment, global, indeks, indonesia, informasi, kEwarganegaraan, kOmputer, kOrupsi, mAhasiswa, mAnajemen, pEringkat iNdonesia, rank, saing, sumber daya, survai, tEknologi iNformasi on Monday , 9 February 2009 at 12:30 PM

Pembajakan musik melalui internet kian merajalela. Apalagi, sekarang di internet ada model bisnis upload, share, dan earning. Hanya dengan upload apa saja (dan darimana saja itu file) akan dapat dollar. Ini suatu peluang yang menarik, sekaligus mengajak orang jadi pembajak secara halus.

Gerah dengan kondisi yang menyebalkan ini, beberapa perusahaan rekaman besar mulai bersiap membabat tindak ilegal tersebut dengan beragam cara. Contoh nyata, di Irlandia, 4 perusahaan rekaman besar setuju bekerjasama dengan provider internet setempat untuk memerangi pembajakan musik. Dengan sebuah software, setiap orang yang men-download musik secara ilegal akan bisa ditelusuri jejaknya. Adalah EMI, Sony, Universal, dan Warner yang meminta Eircom, provider internet Irlandia melakukan langkah itu. Dengan software tersebut, jejak dari musik yang punya hak cipta yang disebarkan pada jaringan internet dapat dengan mudah dideteksi. Jika ada user yang meski diperingatkan terus nekat membajak, koneksi internetnya bisa diputus. Hal ini tentu saja sebagai bentuk antisipasi peningkatan pembajakan yang sangat merugikan industri musik. Langkah tersebut diklaim merupakan yang pertama kali di dunia. YahooNews pernah memberitakan pada hari Minggu (1/2/2009). Kesepakatan ini tentu saja menyenangkan para pemain bisnis rekaman dalam upaya mencegah pembajakan dan menyiasati kelesuan penjualan CD. Bila hal ini sudah benar terwujud, maka sepertinya warga Irlandia tidak bisa lagi seenaknya men-download atau berbagi lagu gratis.

Bagaimana di Indonesia? Ya, dapat kita lihat sendiri dan kita rasakan sendiri. Bagaimana maraknya tindak ilegal ini … Memang kalau dirasakan beli CD/VCD/DVD musik/film yang original terasa mahal sekali di Indonesia, mengapa sih? Saya pikir-pikir, sebenarnya kalau pebisnis rekaman musik/film berani/mau menjual produknya yang original dan fresh seharga Rp.4.500,- saja (setara 1 liter premium) pasti sangat laku di negeri kita, dan otomatis pembajakan produk ini akan hilang, dan industri pembajakannya juga gulung tikar dengan sendirinya ya …. karena mutu dan harga jual bisa diadu, mending milih yang original, itu logikanya. Tapi kenyataan sekarang memang terasa mahal ya, itu produk yang original, apalagi dihadapkan dengan daya beli masyarakat yang relatif masih stagnan, mungkin malah turun … eh, jangan salah sangka, ini bukan berarti kita boleh membajak lho, tetap saja sebagai WNI Nomor 1, kita harus menjunjung tinggi Konstitusi dan aturan hukum yang berlaku. Say No for Pembajakan, Pembajak, Pemerbanyak tanpa ijin … Mending pinjam CD/VCD/DVD ke teman yang mampu beli original ya ….

P.S. Untuk rekan mahasiswa yang pernah chating dengan saya soal bajak membajak lagu (.mp3) ya syukurlah kalau anda sekarang tidak membuka peluang download musik/film tanpa seijin pemilik hak cipta, bagi orang lain secara berbayar ataupun gratis.

Seri 2: Menaikkan ranking website

In anggaran, bLog, e-goverment, eKsekutif, global, index, indonesia, informasi, kOmputer, mAhasiswa, mAnajemen, pEndidikan, pEringkat iNdonesia, ranking, readiness, sUbsidi, saing, tEknologi iNformasi, uang on Monday , 9 February 2009 at 11:59 AM

Menamai pages anda

Memberikan nama pages/halaman dengan tag yang populer. Hal ini sangat penting. Google menampilkan hasil pencarian sebagai sebuah link dengan menggunakan halaman web, seperti judul. Sebuah link bernama tertentu, pasti menarik. Bila tepat, menggunakan halaman seperti frase kata kunci dalam judul. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang tag HTML dari Panduan Web Desain. Pelajari lebih lanjut tentang bagaimana penentuan judul.

Link dini, Link Seringkali, apa itu?

Salah satu faktor terbesar Google melihat pada adanya hyperlink. Google melihat kedua link dari dan ke situs Web Anda. Google melihat pada kata-kata yang anda gunakan dalam link untuk membantu menentukan konten halaman. Gunakan link di halaman web sebagai cara untuk menegaskan kata kunci. Daripada dengan kata-kata, klik saja di sini, untuk mempelajari lebih lanjut tentang SEO? Anda harus berkata: Baca lebih lanjut tentang SEO (Opttimasi Search Engine). Pelajari lebih lanjut tentang mengapa bagaimana penamaan link ke Google. Link dari situs-situs lain ke situs web Anda yang digunakan untuk menentukan PageRank anda dapat menggunakan Google Toolbar untuk memeriksa PageRank Anda saat ini. Anda dapat meningkatkan PageRank dengan bertukar link dengan teks lain situs-situs yang relevan. Banner pertukaran seperti ini memang cukup efektif, namun jangan terlalu berharap. Anda juga dapat meningkatkan PageRank dengan memastikan website anda terdaftar pada direktori. Dengan kata lain, periksa PageRank dari rumah halaman direktori.

Berlanggananlah ke suatu direktori untuk website anda

Melanggankan website anda ke direktori yang terbuka, jika mungkin. Google mempertimbangkan direktori ini menjadi link yang penting. Seperti pasien, seorang dokter realistisnya harus rutin memeriksa situs anda, sebelum itu tercantum dalam direktori. Kirimkan situs anda ke suatu direktori khusus. Misalnya, bisnis ibu yang bekerja di rumah, harus menyerahkan ke situs direktori WAHM. Sebuah situs tentang kupu-kupu harus dikirim ke direktori biologi atau
ilmu serangga.
Jangan terlalu bangga berlebihan, meskipun anda telah melakukan hal ini. Google, dalam rangka memerangi penipuan klik, sering menyaring situs-situs yang terhubung dari situs pembenihan link, atau website dengan hanya link ke situs-situs lain. Ini adalah salah satu alasan mengapa layanan gratis untuk mendaftarkan situs web anda cukup merepotkan.

Lihat, Serie : 1 , 2, 3

Seri 1: Menaikkan ranking website

In anggaran, bLog, country, e-goverment, eKsekutif, eValuasi, global, index, indonesia, informasi, kOmputer, mAnajemen, money, pEringkat iNdonesia, rank, readiness, survai, tEknologi iNformasi, uang on Monday , 9 February 2009 at 11:29 AM

Belajar dari orang lain itu perlu. Berikut ini adalah tulisan dari Marziah Karch yang kalau judul aslinya berjudul Move Your Website up a Little on the Last. Saya terjemahkan secara bebas, ya jadinya seperti yang anda baca judul di atas itu. Selamat membaca, sorry kalau ada khilaf bahasa, namanya juga punya tenggat waktu nggak banyak-banyak banget ….

Mesin pencari Google, menggunakan berbagai metode untuk menentukan halaman mana yang akan ditampilkan pertama dalam hasilnya. Rumus mereka adalah rahasia, tetapi ada beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk memperbaiki posisi. Istilah ini adalah “Cari Optimisasi Mesin” (SEO).

Tips ini mungkin tidak membuat situs Web yang pertama muncul di daftar, tapi setidaknya dapat membantu anda menaikkkan website/blogsedikit.Yang harus difahami pertama kali adalah abaikan spam dan situs-situs yang menawarkan untuk mengirimkan situs Anda ke ratusan mesin pencari. Hal ini merupakan pemborosan waktu atau uang dan yang terburuk adalah dapat membuat anda benar-benar terluka gara-gara mengejar peringkat.

Frase kata kunci

Daripada memfokuskan pada satu kata, coba tambahkan beberapa kata untuk membuat frase kata kunci. Anda mungkin ingin membaca tentang efektifitas pencarian Google dengan melihat bagaimana kata kunci frase membantu pencarian. Jika Anda mencari situs web sendiri, apa kata kunci frase yang akan anda ketik di Google untuk setiap halaman? Apakah anda mencari, widget super cepat? Apakah anda mencari, cara membuat widget? Ini mungkin membantu untuk mendapatkan perspektif yang berbeda. Meminta orang lain untuk membaca halaman dan menyarankan apa yang mereka pikir tentang kata kunci frase yang paling mungkin. Tempelkan satu subjek per halaman, dan menempel satu frase kata kunci per halaman.

Kepadatan/Densitas

Salah satu hal yang digunakan Google untuk mencari dari katalog halaman adalah kepadatan/densitas dari penggunaan kata kunci. Dengan kata lain, seberapa sering kata kunci terjadi/muncul. Gunakan kata-kata alam. Jangan mencoba untuk mengelabui mesin pencari oleh pengulangan kata yang sama berulang-ulang atau membuat teks “tidak kelihatan.” Ini
tidak berfungsi. Pada kenyataannya, mungkin bahkan mendapatkan situs web Anda dilarang dari Google. Berikan paragraf pembuka yang kuat. Google sangat mungkin mencari diantara 200 kata pertama atau lebih dari situs web Anda, tetapi pasti melihat paragraf pertama untuk kepadatan/densitas kata kunci. Anda dapat memeriksa kepadatan kata kunci dengan Google Toolbar .

Lihat, Serie : 1 , 2, 3

Prof Marjono: Kontribusi Matematika dalam Pengembangan SDM

In bLog, indonesia, mAhasiswa, mAnajemen, mAtematika, pEndidikan, pEringkat iNdonesia, sumber daya on Monday , 9 February 2009 at 10:39 AM

Apa saja yang menjadi pemikiran Profesor Marjono pada pengukuhannya sebagai Guru Besar di Universitas Brawijaya, Malang, beberapa waktu lalu, mari kita telaah ringkasannya berikut ini.

Orasi, hubungan matematika dengan SDM

Orasi, hubungan matematika dengan SDM

Matematika dalam berbagai hal dapat membantu penyelesaian masalah. Namun secara instan kegunaan matematika masih banyak dipertanyakan, walaupun dalam pengambilan keputusan yang strategis, pemikiran logis, serta berbagai efisiensi bagi sumber daya manusia sangat dibutuhkan. Meskipun opini masyarakat mengatakan bahwa matematika itu sulit, kontribusi matematika dalam menghadapi tantangan ke depan perlu diperhatikan.

Prof Drs Marjono MPhil PhD menyampaikan hal tersebut dalam orasi ilmiah pengukuhan jabatan guru besar Universitas Brawijaya (UB) yang digelar Rabu (4/2) di Gedung Widyaloka. Prof Marjono dikukuhkan sebagai gurubesar ke-165 UB, atau yang ke-6 dari Fakultas Matematika adan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UB, di depan Rapat Terbuka Senat UB.

Matematika dalam Kehidupan Sehari-hari. Dalam menyelesaikan permasalahan sehari-hari yang rumit, permasalahan tersebut perlu dipecah menjadi beberapa permasalahan yang lebih sederhana. Bentuk permasalahan dapat dinyatakan sebagai suatu fungsi. Fungsi tersebut dapat didekati dengan jumlahan dari fungsi-fungsi polinomial yang lebih sederhana. Dalam fungsi harmonik matematika yang ditunjukkan dalam fungsi sinus dan cosinus bisa digunakan untuk membantu kita memahami gejala-gejala alam seperti terjadinya tsunami. Sebagai contoh, fenomena alam yang mencerminkan gerakan sinusoid adalah perilaku gelombang laut yang sangat dipengaruhi oleh dataran di bawahnya. Jika tiba-tiba gelombang laut menghantam dataran, pengaruh yang terjadi kecepatan gelombang akan semakin lambat dan tinggi gelombang naik drastic sehingga merusak lingkungan di sekitarnya. Walaupun terjadi perubahan gelombang, tetapi pola fungsi yang ada masih tetap sinusoid.

Contoh lain pemanfaatan ilmu matematika adalah dalam memilih jangkar yang tepat pada penambatan kapal apung di lepas pantai. Untuk memperoleh jangkar yang tepat, perlu diketahui tegangan mooring line. Contoh peran matematika dalam kehidupan sehari-hari yang pada prinsipnya diperoleh solusi yang optimum, hasil yang maksimum, kesalahan yang minimum.

Matematika dalam pengembangan SDM. Secara umum, matematika juga berperan dalam pengembangan sumber daya manusia. Secara lebih umum, untuk mengoptimalkan SDM perlu adanya manajemen sumber daya manusia. Setelah disadari bahwa sumber daya manusia perlu dikaji faktor apa saja dari sumber daya manusia tersebut yang perlu ditingkatkan. Dalam model awal pada kajian di tersebut, karakter yang memegang peran pada SDM diprioritaskan antara lain: cerdas (c), tenggap/responsif (r), cermat/teliti (l) dan taat SOP/disiplin (d). Nampak bahwa karakter sumber daya manusia, misalnya teliti, akan berhubungan dengan cerdas, taat melakukan prosedur perhitungan, dengan diulang-ulang sebanyak iterasi tertentu, tergantung dari proses penyelesaian permasalahan yang dihadapi. Hal ini menunjukkan bahwa di antara factor-faktor yang ada pada sumber daya manusia masih saling berpengaruh antar yang satu dengan yang lain. Jika pengaruh ini signifikan maka ada kemungkinan model yang dipakai bukan lagi linier. Jadi, bisa disimpulkan bahwa model pengembangan sumber daya manusia dapat berbentuk regresi linier berganda yang akan ditentukan oleh koefisien dari masing-masing faktor yang berupa karakter yang bersangkutan. Makin banyak jenis data yang terkumpul akan diperoleh model yang semakin halus, iterasi yang lebih tinggi.

Sekali lagi, selamat ya prof.

Selamat & sukses ya Prof Marjono

In bLog, hIdup, indonesia, kEluarga, kEnangan, kEwarganegaraan, mAhasiswa, mAnajemen, mAtematika, pEndidikan, pEringkat iNdonesia, saing on Monday , 9 February 2009 at 10:29 AM
Congratulation, prof.

Congratulation, prof.

Saya punya teman yang baru meraih predikat Guru Besar di Universitas Brawijaya, Malang, yaitu Prof Drs Marjono MPhil PhD dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA). Upacara pengukuhannya berlangsung di depan Rapat Terbuka Senat yang digelar di gedung Widyaloka UB, Rabu (4/2). Dalam kesempatan itu, Prof Marjono membawakan orasi ilmiah berjudul “Kontribusi Matematika dalam Pengembangan Sumber Daya Manusia“.

Prof Drs Marjono MPhil PhD, pria kelahiran Yogyakarta, 16 November 1962. Sarjana FMIPA UGM, master University of Wales, Swansea (United Kingdom); serta meraih PhD di University of Graz (Austria), ini kini menjabat sebagai Dekan FMIPA UB. Suami dari Istri Ita Puspita SPd yang dikaruniai 4 orang putra ini pernah mendapatkan penghargaan sebagai Dosen Teladan III tingkat UB pada tahun 2002 dan Satya Lencana X pada tahun 2005. Prof Marjono dikukuhkan sebagai gurubesar ke-165 UB, atau yang ke-6 dari FMIPA UB.

Wah, selamat ya sobat, semoga sukses & lancar terus dalam meniti karir, serta semoga selalu dapat lindungan dari Allah SWT. Saya yakin rekan-rekan Math-81 UGM ikut mensyukuri keberhasilan ini, dan senantiasa ingat jaman perjuangan dulu …. untuk rekan-rekan Math-81 UGM lainnya yang profesornya sudah mintip-mintip, semoga segera menyusul ….

Adakah parpol yang punya Akademi Caleg?

In bLog, eKsekutif, eValuasi, indonesia, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, lEgislatif, mAnajemen, pEndidikan, pOlitik, sumber daya on Thursday , 5 February 2009 at 1:32 PM

Debat calon Kepda (eksekutif) sering ditampilkan, dan dapat dilihat/diikuti lewat layar kaca. Meskipun belum terlihat signifikansinya dalam upaya meningkatkan kualitas kepemimpinan eksekutif/kepala daerah tetapi setidaknya telah memberi angin segar dalam jagad perpolitikan Indonesia dalam rangka makin mendemokrasikan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Artinya calon pemilih akan memperoleh informasi (sekecil apapun, secuil boleh juga) tentang orang-orang yang mau dipilih dalam pemilu/pilkada. Memang pemilu/pilkada eksekutif mudah dimanage karena calonnya nggak banyak, sehingga kalau diadakan debat nggak butuh waktu yang banyak. Lalu bagaimana dengan Pemilu legislatif?

Wah, untuk tingkatan DPR saja sudah ribuan, apalagi kalau ditambah dengan tingkatan DPRD makin membludag saja (Memang masuk/jadi legislator kayak melamar/nyari lowongan kerja ya?). Lalu bagaimana rakyat bisa mengenali calon legislatif yang banyak itu? Susah juga. Jangankan se Indonesia, untuk Dapilnya sendiri dimana rakyat itu berada sulit juga mengenal dengan baik calon legislatif yang pantas mewakili Dapilnya. Memang sudah cukup banyak LSM yang memantau Calon Wakil Rakyat untuk menjaring dan memblokade caleg yang dianggap busuk/bermasalah, dan menyebarkan hasil lacakannya, namun tetap saja banyak keterbatasan.

Saya mempunyai ide bagaimana kalau parpol didorong mau mengadakan acara semacam idol-idolan, seperti AFI atau Stardut atau apalah yang sekarang banyak ditayangkan di tv. Tetapi ini ke arah entertainment dan politics. Ya kayak AFI, tapi yang ini bolehlah pakai nama Akademi Caleg Indonesia(ACI). Keren khan? Kemasan acaranya boleh fifty-fifty antara hiburan dan pendidikan politik. Jadi ada nyanyi, debat, orasi, pengujian oleh pakar/mahasiswa, test kemampuan membuat makalah, bahasa inggris, survai latar belakang keluarga, ekspresi hobi, pokoknya apapun variasi acaranya yang penting dapat membuat calon pemilih mampu mengenali dengan baik calon legislator itu secara total, sebelum memutuskan memilih atau tidak memilihnya. Darimana calon peserta untuk ACI itu? Ya, sebaiknya mereka yang sudah masuk Daftar Caleg tetap Pemilu 2009, dan diadu antar mereka yang satu Dapil. Kalau ada partai politik yang bisa memanage acara ini, seru khan? Kapan waktunya? Ya, sebelum Pemilu 2009. Disinkronkan dengan jadwal Pemilu yang telah diatur KPU. Saya yakin banyak media massa yang mengcover acara ini dengan baik, asal dibuat tidak membosankan dan tetap menarik. Wong untuk acara pemandu bakat yang gitu-gitu aja bisa kok, dan dapat sponsor banyak, masak untuk acara yang mendorong pertumbuhan demokrasi di Indonesia nggak bisa …. kebangeten. Mungkin yang pantas mengadakan acara ini, ya parpol besar atau yang sudah mapan, karena memang butuh biaya ….

Kalau memang banyak parpol yang berminat melaksanakan ide saya ini, selamatlah demokrasi kita, dan saya yakin jagad politik kita makin maju dan berkualitas secara elegan … karena sepertinya rakyat Indonesia sudah muak model kampanye brang breng dengan konvoi yang terkadang memiriskan atau joged dangdutan …. Kita semua harus mau  mencurahkan pikiran untuk membantu perbaikan kualitas wakil rakyat kita ….. sehingga rakyat kita (diharapkan) juga dapat peningkatan kualitas kehidupannya sebagai hasil keputusan-keputusan dari wakil rakyat yang makin cerdas, baik, makin mumpuni, pro rakyat, dan tidak berperilaku “nganeh-nganehi”. Model Akademi Caleg ini semakin perlu diadakan dalam setiap parpol karena ini akan memberi penilaian yang fair, proporsional dan adil dalam forum yang sama, sehingga kalau antar caleg berlomba-lomba ingin mendapatkan suara terbanyak, tidak perlu dengan jalan sikut-sikutan ataupun dengan kampanye hitam ………..

Menyoal atribut parpol/caleg di mobil

In bLog, indonesia, informasi, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, lEgislatif, mAnajemen, pEndidikan, pOlitik, pers, risiko, sumber daya, teknologi on Wednesday , 4 February 2009 at 12:44 PM

Penertiban mobil yang dipasangi gambar/atribut caleg/partai oleh Polri patut didukung. Karena memang membahayakan pengendara lainnya. Terbagi konsentrasi mengemudinya, suka atau tidak suka. Karena kalau tepat di depannya ada mobil yang dipasangi atribut semacam itu si sopir kendaraan yang di belakangnya pasti terganggu, sehingga potensi a terjadinya kecelakaan. Sesungguhnya dalam pemilu dan kampanye tidak semua diperbolehkan semaunya. Jika hal tersebut mengganggu dan membahayakan pengguna jalan lainnya, harus dilarang. Sesungguhnya pemasangan atribut terutama di kaca belakang itu juga mengganggu pengemudi mobil parpol/caleg itu juga, karena yang bersangkutan tidak bisa mengakses penglihatannya lewat kaca spion tengah. Mungkin, kalau terpaksa mau memasang atribut kampanye di mobil, ya jangan di kaca belakang mobil, sebaiknya di bodi samping mobil saja, agak bekuranglah efeknya bagi pengemudi lainnya. Meskipun menurut saya, kalau dikaitkan keterpilihan yang bersangkutan dalam pemilu, dengan memasang atribut di mobil, kok nggak ada korelasinya yang signifikan! Tapi, ya namanya usaha … Jadi, kalau mau kampanye ya kampanyelah yang baik dan tidak membahayakan orang lain ….

P.S. Sebenarnya bukan atribut kampanye yang dipasang di mobil saja yang perlu diwaspadai. Papan baliho dan spanduk yang dipasang secara sembarangan, sering membahayakan pengemudi kendaraan lho … seperti yang dipasang di ujung perempatan jalan, menghalangi pandangan saat membelok. Terus pemasangannya yang nggak kokoh, sering miring dan bahkan roboh, mengganggu pengguna lalu lintas jalan. Kalau ditakar-takar, baru jadi caleg saja berani “membahayakan” orang lain, apalagi nanti kalau sudah jadi ya …

Mencermati cadangan devisa Indonesia

In anggaran, bLog, country, e-goverment, eKsekutif, eValuasi, indonesia, informasi, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, lEgislatif, mAhasiswa, money, sumber daya, uang on Wednesday , 4 February 2009 at 12:17 PM

Lihatlah cadangan devisa negara kita:

a. Akhir Januari 2008 : US$ 55,999 Miliar

b. Akhir Februari 2008 : US$ 67,125 Miliar

c. Akhir Maret 2008 : US$ 58,987 Miliar

d. Akhir April 2008 : US$ 58,770 Miliar

e. Akhir Mei 2008 : US$ 57,464 Miliar

f. Akhir Juni 2008 : US$ 59,453 Miliar

g. Akhir Juli 2008 : US$ 60,563 Miliar

h. Akhir Agustus 2008 : US$ 58,358 Miliar

i. Akhir September 2008 : US$ 57,108 Miliar

j. Akhir Oktober 2008 : US$ 50,580 Miliar

k. Akhir November 2008 : US$ 50,181 Miliar

l. Akhir Desember 2008 : US$ 51,639 Miliar

m. Akhir Januari 2009 : US$ 50,9 miliar (setara dengan 5,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah)

Apa artinya ini semua? Namanya saja cadangan, kalau makin turun/rendah ya makin rentan ketahanan ekonomi negara kita (biasanya menjalar ke ketahanan yang lain). Jadi harus diwaspadai oleh kita semua, apalagi tahun 2009 ini merupakan tahun pemilu. Jika pemilu berjalan sukses dan menghasilkan pemerintahan yang stabil, tidak ada gonjang-ganjing yang signifikan, diharapkan dana-dana asing yang diparkir di luar negeri bisa kembali ke tanah air. Investor mau datang ke Indonesia. Pengangguran berkurang. Kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara benar-benar kondusif secara keseluruhan, termasuk bidang ekonomi. Makanya kita semua wajib mensukseskan pemilu ya …. biar negara dan bangsa kita take of, makin jaya …. nggak ribut-ribut, gontokan-gontokan yang nggak perlu, yang ujung-ujungnya menyengsarakan rakyat … ah, jangan sampai terjadi!

Ada apa dengan Windows 7?

In bLog, eValuasi, indonesia, informasi, kOmputer, mAhasiswa, mAnajemen, pEndidikan, readiness, risk, tEknologi iNformasi on Wednesday , 4 February 2009 at 11:59 AM

Sewaktu banyak pengguna komputer (termasuk para mahasiswa Indonesia) berlomba-lomba menDOWNLOAD sistem operasi Windows 7 versi beta (saya sendiri juga beberapa kali ditawarin temen-temen mahasiswa untuk DL), justru Universitas Georgetown melarang mahasiswa dan fakultas menggunakan sistem operasi garapan Microsoft tersebut. Kalau kita cermati pemberitaannya Tim IT universitas tersebut mengirimkan pesan ke para mahasiswa yang intinya larangan menginstal Windows 7 versi beta, karena sangat berisiko. Peringatan tersebut juga menegaskan bahwa versi beta Windows 7 dapat melumpuhkan software antivirus serta menyebabkan kartu video, printer, dan komponen hardware lainnya tidak dapat berfungsi dengan baik. Pihak Universitas Georgetown mengklaim akan mendukung versi final Windows 7 jika nanti telah dirilis dan diuji secara menyeluruh. Direncanakan, versi final Windows 7 akan tersedia akhir tahun 2009 atau setidak-tidaknya awal  tahun 2010. Untuk saat ini, user dapat mengunduh versi beta secara cuma-cuma dari Microsoft. Promosi ini akan berlangsung hingga 10 Februari 2009.

Bagaimana dengan pengalaman anda yang telah men-DOWNLOAD Windows 7, adakah mengalami permasalahah yang nyata? Coba anda sharing disini.

Netralitas TNI : Harus itu!

In bLog, dEmokrasi, damai, eKsekutif, indonesia, kEluarga, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, lEgislatif, mAhasiswa, mAnajemen, militer, pEndidikan, pErtahanan, pOlitik, peace, sumber daya on Wednesday , 4 February 2009 at 11:49 AM

Hari ini, Rabu, 4 Februari 2009, Gubernur AAU, Marsekal Muda TNI BS Silaen memberikan amanat dalam apel khusus kepada Civitas Academica AAU, yang kira-kira ada 1200 orang, berupa pengarahan dan perintah tentang Netralitas TNI, tentunya juga warga Akademi Angkatan Udara, dalam menyongsong Pesta Demokrasi di Indonesia Tahun 2009 ini, dalam hal ini Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden.

Rambu-rambu yang diberikan Gubernur AAU kepada anggotanya:

a. Anggota AAU yang telah mendapatkan Buku saku NETRALITAS TNI DALAM PEMILU wajib membacanya, mempelajari dan menerapkannya.

b. Tidak boleh ada anggota AAU yang terlibat dalam kegiatan politik praktis. Semacam ikut kampanye ataupun mendukung parpol/caleg tertentu. Karena sudah diputuskan bahwa TNI, termasuk Anggota AAU, tidak menggunakan Hak Pilih dalam Pemilu 2009. Larangan keterlibatan anggota AAU dalam Pemilu sebagai pengejawantahan Netralitas TNI, juga agar tidak ada kesan TNI-nya parpol X, parpol Y ataupun parpol Z. Kalau pun ada keluarga dari anggota AAU yang jadi caleg ataupun terlibat dalam suatu parpol itu tanggungjawab yang bersangkutan sendiri, meskipun sebagai keluarganya Anggota AAU dilarang ikut berkiprah untuk mendukungnya. Bagi PNS yang dinas di AAU yang punya Hak Pilih disilakan mempergunakan haknya secara LUBER alias Langsung, Umum, Bebas dan Rahasia. Silakan pilih sesuai hati nuraninya, tidak boleh terpengaruh intitusi ataupun pimpinannya. Diskusi tentang parpol/caleg yang akan dipilih disilakan bersama keluarga di rumah saja.

c. Untuk seluruh Anggota AAU yang diminta oleh Polri untuk bantuan keamanan Pemilu harus sepengetahuan dan seijin pimpinan AAU. Kalaupun terlibat dalam pengamanan Pemilu itupun hanya berada di Ring ke dua, karena Ring ke satu tetap tanggungjawab Polri.

d. Institusi dan Anggota AAU dilarang memfasilitasi parpol ataupun caleg untu memanfaatkan fasilitas dinas (kendaraan, gedung kantor, ataupun rumah dinas, dan sejenisnya) untuk kegiatan kampanye/Pemilu. Termasuk kalau ada keluarganya yang mencalegkan diri, dilarang mengadakan rapat/persiapan kampanye di rumah dinas TNI AU.

Jadi sudah tegas dan jelas, perintah Pimpinan AAU bahwa para anggota harus menjaga NETRALITAS TNI DALAM PEMILU 2009 ini secara sungguh-sungguh. Semua Anggota AAU umumnya secara prinsip memang sudah memahami aturan untuk itu, yaitu tentang pelibatan TNI dan Polri dalam kampanye yang dilarang secara tegas oleh UU 10/2008
tentang Pemilu, yakni dalam pasal 84 ayat (2) huruf f. Di pasal 270 UU yang sama diterangkan, pelanggaran atas aturan tersebut diancam dengan pidana penjara 6 hingga 24 bulan dan denda Rp 6-24 juta.

Ada apa dengan Google Maps dan Google Earth?

In bLog, dEmokrasi, daya, e-goverment, global, ict, indeks, indonesia, kOmputer, mAnajemen, militer, operasi, pEndidikan, pEringkat iNdonesia, pErtahanan, readiness, risiko, sumber daya, tEknologi iNformasi on Tuesday , 3 February 2009 at 10:59 AM

Sejak kasus terorisme meledak di Mumbai India beberapa waktu lalu, layanan peta online Google Earth dan Google Maps sering dituding kontroversial dan dapat cercaan dari berbagai pihak, termasuk dari beberapa profesor dari Jepang. Aplikasi tersebut dinilai membantu teroris menentukan target serangan. Bahkan ada wacana Google Earth dan Google Maps dilarang.

Tuduhan yang bertubi-tubi ini, sungguh-sungguh menyesakkan pihak Google, perusahaan top dunia yang biasanya jarang merespons tudingan miring terhadap bisnis searching online kini mulai angkat bicara. Dengan tegas, Google membantah klaim banyak pihak bahwa Google Earth ataupun Google Maps menolong para teroris melakukan aksi kejinya. Meskipun para teroris memanfaatkannya, Google Earth maupun Google Maps tidak patut disalahkan. Ada cukup argumentasi, bahwa kemajuan teknologi selalu punya kemungkinan disalahgunakan. Jika Google Earth dan Google Maps dihilangkan, siapa yang bisa memberikan jaminan pasti serangan teroris mampu dicegah. Ataupun kejahatan lain yang berbasis teknologi informasi, semacam internet, bisa hilang, ah nggak mungkinlah.

Kejahatan, cara tradisional ataupun lewat jalur internet, pakai Google Earth maupun Google Maps misalnya,  bermula dari dua faktor yang harus tersedia terlebih dahulu, yaitu NIAT dan KESEMPATAN. Kalau para pelaku kejahatan sudah punya niat, mereka bisa memakai sarana apa saja, termasuk perangkat teknologi seperti Google Earth/Google Maps. Karena memang dengan adanya sarana ini mereka punya kesempatan yang lebih terbuka. Tetapi keberadaan layanan ini bukan berarti secara otomatis meningkatkan kejahatan. Tergantung bagaimana kita memanfaatkannya dan memberi aturan yang standar, sehingga tidak disalahgunakan.

Harus diakui, Google Earth maupun Google Maps terbukti mempunyai banyak manfaat. Bahkan baru-baru ini, Kepolisian Swiss dapat memanfaatkannya untuk membekuk pengedar ganja yang disembunyikan di tengah ladang jagung. Hebatnya, keberadaan barang terlarang tersebut terkuak berkat pengamatan dari Google Earth. Tak tanggung-tanggung, dari temuan ini polisi menyita 1,2 ton ganja, uang tunai dan barang-barang berharga senilai 900 ribu franch swiss serta menyeret 16 orang yang terlibat di dalamnya. Kepala bidang narkoba di Kepolisian Zurich mengatakan, ini merupakan penemuan yang menarik. Dimana penyelidikan tidak dilakukan dengan terjun langsung ke lapangan melainkan hanya dengan bantuan teknologi satelit yang dimiliki Google Earth.  Perkebunan terlarang tersebut memiliki luas sekitar 7.500 meter persegi dan disembunyikan di antara ladang jagung. Dengan dibongkarnya ladang ganja ini polisi berhasil menghentikan terulangnya kesuksesan penjualan 7 ton hashish dan ganja antara tahun 2004-2008 dengan perputaran uang senilai 3-10 juta francs tiap tahunnya.

Nah, kembali ke masalah Google Earth maupun Google Maps, kita harusnya berfikir, apakah satu atau dua kasus penyalahgunaan layanan ini sudah bisa dijadikan ukuran untuk menutup layanan ini? Apakah kita tidak menyadari bahwa suatu produk teknologi pasti akan diikuti efek samping munculnya pemanfaatan teknologi tersebut yang tidak sesuai tujuan mulia (awalnya) penemuan teknologi itu. Ingat penemuan Einstein ataupun Newton. Itu semua dikarenakan selalu saja ada manusia jahat dan baik di dunia ini. Jadi jangan teknologinyalah yang diberangus.

10 Strategi pemasaran via internet

In anggaran, bLog, country, e-goverment, eKsekutif, global, indeks, index, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, kOmputer, mAnajemen, mAteri kUliah, money, pEndidikan, polling, ranking, sumber daya, tEknologi iNformasi, teknologi on Monday , 2 February 2009 at 9:46 AM

Saya barusan dapat email dari John Wylie, dia seorang musisi Florida, dari negerinya Barack Obama, yang telah berhasil masuk dalam jaringan pemasaran dunia lewat internet. Dia mau ngajarin saya (kita juga ya) 10 strategi pemasaran via internet. Ya, saya sharing buat semuanya saja … siapa tahu bermanfaat. Ini sudah hasil terjemahannya, sorry kalau ada bahasanya yang agak belepotan … maklum nggih …..

1. Mencari mitra bisnis strategis. Mencari orang yang memiliki tujuan yang sama. Anda dapat jalur perdagangan, berbagi info pemasaran, transaksi jual paket, dll.

2. Beri nama merek dan bisnis yang anda lakukan secara jelas. Anda dapat dengan mudah melakukan hal ini dengan hanya menulis artikel dan menyerahkannya ke e-Zines atau situs web untuk republishing.

3. Mulailah melakukan pelelangan pada situs web Anda. Jenis pelelangan dapat berhubungan dengan tema situs Anda. Anda akan menarik lalu lintas dari auctioneers dan bidders. Peserta lelang dan orang yang melelangkan adalah aset yang baik.

4. Jangan lupa untuk mengambil sedikit waktu dari hari libur atau minggu untuk brainstorming. Ide-ide baru biasanya muncul diantara pemahaman masalah perbedaan antara keberhasilan dan kegagalan.

5. Model bisnis lainnya yang berhasil atau orang yang telah berhasil, aculah. Bukan berarti meng-copy apa adanya, tetapi terapkan beberapa praktek kebiasaan yang sama yang telah membuat mereka sukses.

6. Berani mengambil resiko untuk meningkatkan bisnis Anda. Kadang-kadang suatu usaha tidak ingin beriklan kecuali gratisan, terkadang juga anda harus keluar uang (dengan beriklan) untuk mendapatkan hasil.

7. Masukkan kata-kata emosi dalam iklan. Gunakan yang cukup polpuler dan menyentuh, seperti kasih, keamanan, bantuan kemanusiaan, kebebasan, senang, kepuasan, kesenangan, dll .

8. Meminta orang yang online untuk memeriksa/mengkomentari situs web Anda. Anda dapat menggunakan komentar itu untuk meningkatkan web Anda. Situs atau komentar anda dapat menghidupkan reviewer menjadi pelanggan.

9. Suatu sasat anda harus berani memutuskan keluar dari pekerjaan awal anda. Anda akan menghemat jumlah biaya untuk membayar karyawan yang berlebihan. Karena anda bisa banyak berperan langsung, sebagai sekretaris, akuntansi, pemasaran, dll.

10. Menggabungkan produk dan layanan yang sama dalam menangani paket, dapat meningkatkan penjualan. Jika Anda menjual buku, dapat menawarkan pula satu jam konsultasi dengannya tanpa biaya.

Silakan ditelaah 10 strategi tersebut di atas, gabungkan otak dan hati, serta sedikit ketrampilan teknis komputer untuk menerapkannya. Selamat mencoba.

Israel menyerang Gaza, menurut pengunjung blog ini

In bLog, dEmokrasi, e-goverment, eKsekutif, global, hAm, hIdup, indonesia, informasi, kEluarga, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, mAnajemen, militer, nUrani, pEndidikan, peace on Monday , 2 February 2009 at 9:16 AM

Para pengunjung blog ini yang bicara. Saya hanya menyiapkan polling yang reasonable. Kalau hasilnya seperti yang anda lihat berikut ini, itulah realitas persepsi pengunjung weblog. Bandingkan dengan realitas tanggapan pemimpin/warganegara global, apakah ada signifikansinya? Biarkan hati nurani yang bicara!

mmmmm

Tayang : 1 s.d. 31 Januari 2009

Nah, kalau sudah terlihat hasilnya seperti ini? Apakah pelanggaran HAM seperti ini terus kita biarkan? Dan kita terus menerima tayangan tv dengan wajah anak-anak Palestina yang nggak berdosa, terluka, tercabik, bahkan ratusan menemui ajalnya dengan jalan yang nggak manusiawi? Serta para wanita Palestina hidup terlunta di onggokan bangunan yang remuk-remuk …. beratap langit, dan seringkali dihiasi nyala amunisi yang mengiang-ngiang di angkasa? Masihkah kita diam, dan membiarkan kekejaman, kejahatan kemanusiaan dan ketiadaan peradaban tetap eksis disana? Sekecil apapun ulurkan tangan kita … Kalaupun tak mampu berbuat lebih dari itu, doa anda, doa kita adalah tebaran power yang sangat bermakna bagi mereka.

P.S. Ini hasil polling, suka ataupun tidak suka, kita harus menerima dengan lapang dada, karena apapun yang muncul dari hasil polling ini, saya yakin menggambarkan hasil paduan otak dan hati, dari para pengunjung weblog ini yang masih rasional.

Jebakan pemikiran afirmatif perempuan di Pemilu 2009

In bLog, dEmokrasi, eKsekutif, hAm, hIdup, indonesia, informasi, kEluarga, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, lEgislatif, mAnajemen, mAteri kUliah, nUrani, pEndidikan, pOlitik, polling, sumber daya on Sunday , 1 February 2009 at 5:40 PM

1. Baca dan telaah secara baik dan mendalam pemikiran-pemikiran berikut ini:

a. Pemikiran pertama. Bahwa rencana Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengajukan kebijakan afirmatif dianggap positif, maka perlu didorong agar adan ruang bagi keterwakilan perempuan di parlemen. KPU berencana menerapkan kebijakan afirmatif yakni jika satu parpol meraih tiga kursi di sebuah daerah pemilihan dan suara terbanyak diraih semuanya laki-laki, maka kursi ketiga diserahkan pada caleg perempuan. Alasan kebijakan afirmatif untuk perempuan harus terus didorong, supaya kiprah perempuan di parlemen kian terlihat. Keluarnya keputusan Mahkamah Konstitusi yang menetapkan anggota legislatif lewat suara terbanyak, dianggap mempersempit ruang politik perempuan. Keputusan MK telah memunculkan kekhawatiran keterwakilan perempuan akan kecil di parlemen. Upaya mendorong keterwakilan perempuan dalam politik dianggap masih setengah hati, meski diatur dalam Undang-undang Nomor 10 tahun 2008 tentang Pemilu. Pasal 8 UU Nomor 10 tahun 2008 yang menegaskan kuota 30 persen perempuan, baru pada batas calon legislatif (caleg), dikesankan belum kuat memberikan hak afirmatif. Maunya, ketentuan kuota 30 persen pada anggota legislatifnya dan bukan pada caleg yang diajukan partai politik pada Pemilu! Sebagian kaum perempuan pendukung pemikiran afirmatif berpendapat, tantangan keterwakilan perempuan di parlemen masih berat, karena di Indonesia kaum laki-laki masih setengah hati mendorong keterlibatan perempuan dalam politik, karena berkaitan dengan kekuasaan. Bahkan Parpol diyakini juga masih setengah hati dan terkesan terpaksa saja memenuhi kuota 30 persen untuk perempuan. Mereka minta Parpol juga mendorong kebijakan afirmatif yang akan diajukan KPU, jika memang konsisten untuk memenuhi kuota 30 persen perempuan.

b. Pemikiran kedua. Untuk menjaga penerapan prinsip suara terbanyak sebagai penentu calon terpilih, ketentuan afirmatif untuk perempuan harus dimasukkan dalam ketentuan terpisah. Upaya Komisi Pemilihan Umum merumuskan ketentuan untuk memberikan kursi DPR/DPRD ketiga yang diperoleh partai politik di sebuah daerah pemilihan kepada calon anggota legislatif perempuan justru tak efektif dan mengundang potensi gugatan yang lebih besar. kebijakan afirmatif untuk mendorong keterwakilan perempuan dalam parlemen harus dirumuskan matang. Upaya KPU memasukkan ketentuan afirmatif dalam keputusannya soal tata cara penetapan calon terpilih sangat rawan gugatan. Dengan diberlakukannya prinsip suara terbanyak, penetapan calon terpilih tidak mungkin dibedakan berdasarkan jenis kelamin. Mestinya ada ketentuan terpisah jika ingin keterwakilan perempuan yang lebih besar di parlemen. Misalnya, undang-undang menjamin pemberian hak tetap untuk perempuan. Dengan demikian, dapat dialokasikan kursi tersendiri untuk perempuan, sebagaimana terjadi dengan masuknya Fraksi ABRI di DPR masa lalu. Upaya memperjuangkan kebijakan afirmatif untuk perempuan layak dihargai. Namun, pengaturan kebijakan afirmatif tidak bisa dalam level peraturan KPU. Ketentuan tersebut mesti dimuat dalam ketentuan setingkat undang-undang. Jika terus menginginkan kebijakan afirmatif dan melawan arus besar soal penerapan suara terbanyak, imbasnya pada perjuangan kebijakan afirmatif bisa berbalik. Perempuan bisa dianggap cengeng atau sekadar meminta bagian lebih banyak. Seharusnya, yang dapat ditagih adalah pemihakan parpol soal keterwakilan perempuan. Misalnya, parpol membuat aturan internal yang mengatur persentase tertentu perolehan kursi DPR/DPRD yang mesti diberikan kepada caleg perempuan. Caranya, kursi caleg pria yang terendah perolehan suaranya diberikan kepada caleg perempuan yang meraih suara tertinggi. Meskipun ada yang berpendapat, konstitusi telah memberikan hak bagi setiap orang untuk mendapatkan kemudahan dan perlakuan khusus untuk memperoleh kesempatan. Artinya, mandat konstitusional tentang perlakuan khusus berlaku bagi semua golongan warga negara yang mengalami diskriminasi secara sistemik dan berkelanjutan. Termasuk di dalamnya adalah perempuan dalam lembaga politik.

c. Pemikiran ketiga. Partai menolak penerapan aturan aksi afirmatif (affimative action) yang medukung keterwakilan perempuan dalam bidang politik. Langkah itu dianggap akan berpotensi menimbulkan konflik dan rawan gugatan. Jika aturan affirmative action diterapkan bisa menimbulkan konflik, apalagi payung hukumnya sangat lemah. Aturan yang dilontarkan oleh KPU tanpa pertimbangan yang matang, nanti justru akan merepotkan di lapangan. Harus diakui, setelah Mahkamah Konstitusi membatalkan pasal 214 Undang Undang nomor 10 tahun 2008 tentang Pemilihan Umum DPR, DPD dan DPRD telah melemahkan posisi perempuan untuk mencapai keterwakilan 30 persen di legislatif. Karena, dengan penerapan suara terbanyak energi calon legislatif akan terkuras, sedangkan kaum perempuan dianggap punya keterbatasan. Wacana penerapan aksi itu agaknya berlebihan. Sejatinya, KPU masih akan mempertimbangkan penerapan aturan ini, walau akan diusulkan masuk dalam Perppu untuk merevisi Undang Undang Pemilihan Umum. Sebelumnya, Komisi telah mengajukan dua macam Perppu, yaitu terkait dengan Undang Undang Penyelenggaraan Pemilu dan Undang Undang Pemilihan Umum.

d. Pemikiran keempat. Putusan Mahkamah Konstitusi yang membatalkan pemakaian sistem nomor urut dalam penetapan calon anggota legislatif dinilai merugikan caleg perempuan. Pasalnya, penghapusan sistem nomor urut membuat perlakuan khusus terhadap perempuan melalui kuota 30 persen tidak efektif. Putusan itu dinilai melanggengkan nilai patriarkis. Ada hubungan kausalitas antara pembatalan Pasal 214 Huruf a, b, c, d, dan e Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pemilihan Presiden dengan efektivitas kuota 30 persen. Pasal 214 tersebut menjadi syarat utama pemberlakuan pasal kuota 30 persen. Selama ini partai dituntut memenuhi kuota tersebut sebagai salah satu affirmative action untuk mewujudkan kesetaraan laki-laki dengan perempuan. Bahkan, dalam pengaturan nomor urut caleg perempuan telah diatur agar di setiap tiga caleg harus ada satu caleg perempuan. Beberapa parpol bahkan menempatkan caleg perempuan di nomor urut kecil. Mahkamah Konstitusi memang tidak membatalkan ketentuan Pasal 55 Ayat 2 UU No 10/2008. Putusan Mahkamah Konstitusi yang menempatkan suara terbanyak dalam penetapan caleg terpilih memang dilematis. Di satu sisi, putusan tersebut adil. Namun, dari perspektif perempuan, putusan itu memang meresahkan. Para aktivis pergerakan perempuan menolak putusan Mahkamah Konstitusi. Ditetapkannya penentuan caleg terpilih dengan suara terbanyak dinilai bertentangan dengan prinsip pemilu proporsional terbuka terbatas yang dianut. Putusan Mahkamah Konstitusi dianggap membuat upaya perempuan memperjuangkan akomodasi perempuan lebih besar di lembaga legislatif yang dilakukan sejak penyusunan UU Pemilu putus di tengah jalan. Perempuan butuh upaya afirmatif di lembaga legislatif karena kondisinya saat ini memang tidak berimbang.

2. Sudah membaca dengan jelas? Apa yang anda pikirkan? Ini yang saya pikirkan!

a. Mari kita camkan, negara ini punya Konstitusi dan juga punya Mahkamah Konstitusi. Kita patuhilah apa yang tertulis (tersurat dan tersirat) dalam Konstitusi, serta apa-apa yang sudah diputuskan oleh Mahkamah Konstitusi.

b. Soal caleg yang akan jadi Legislatif, sudah jelas dan tegas, berdasarkan Suara Terbanyak, bukan nomer urut. Sudahlah ini nggak perlu diinterpretasikan lagi. Orang berpendidikan SMP pun tahu mekanisme untuk hal ini, apalagi orang-orang yang berpendidikan lebih tinggi dari itu. Demokrasi, HAM dan gerakan gender masih sinkron kok, meski dengan Suara terbanyak!

c. Kebijakan afirmatif soal banyak perempuan di parlemen, secara prinsip sangat baik. Patut didukung. Hanya saja janganlah mendukung kebijakan semacam ini dengan menabrak konstitusi ataupun keputusan Mahkamah Konstitusi. Marilah kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara ini kita sandarkan dan dasarkan pada Konstitusi dan Rule of Law, biar ada tatanan hukum yang jelas.

d. KPU jelas hanya sebuah institusi penyelenggara Pemilu, bukan pembuat legislasi dasar (substansial) untuk Pemilu, apalagi “merubah” cara menentukan caleg yang jadi legislator, dengan memberikan satu kursi (kursi ketiga) dari yang diperoleh tiga caleg laki-laki untuk perempuan. Ini potensial ada problem hukum yang kuat, berat dan kompleks nantinya. Apalagi mengusulkan payung hukum ke pemerintah dalam bentuk Perpu. Padahal kita tahu, sesuai konstitusi, eksekutif (Pemerintah) kalau mengeluarkan Perpu harus punya landasan yang kuat, seperti waktu mengeluarkan Perpu terkait krisis global ataupun Sunset Policy soal pajak. Kalau kebijakan afirmatif ini, kondisi krusial apa yang melandasinya? Nggak ada! Jadi saya melihat ada jebakan politis dan hukum yang kuat disini, jika pemerintah (eksekutif) betul-betul berani mengeluarkan Perpu soal Afirmatif Perempuan dalam Pemilu 2009. Saya pikir, konsekuensinya akan muncul ratusan gugatan dari caleg pria yang mestinya jadi legislator tapi tergusur nantinya, dan itu bisa berakibat deadlock pada proses pemilu legislatif lanjutannya, bahkan sangat berpengaruh pada proses Pilpres juga. Karena saya yakin kemungkinan akan ada pemakzulan (impeachment)terhadap Presiden yang mengeluarkan Perpu itu, karena akan dianggap melanggar konstitusi! Meskipun proses ini cukup berliku. Tetapi bisa saja ada caleg yang gusar ataupun parpol yang kalah menekatkan diri (beserta kelompoknya) menempuh jalur ini, jangan disangka, bisa saja, namanya saja politik hukum dan hukum politik.

e. Sebenarnya cukup jelas, aturan afirmatif sesungguhnya sudah luntur akibat Keputusan MK dengan suara terbanyak itu, karena sistem zipper itu khan mendompleng pada pola pencalegan yang lama, dan yang terpilih berdasarkan nomer urut. Kalau dasar nomer urut sudah lenyap (legislator yang jadi berdasarkan suara terbanyak) ya otomatis aturan yang numpang di atasnya ikut hilang.

f. Apakah berarti kita nggak mau mendukung aksi afirmatif? Ya nggak begitulah, tetap kita dukung, caranya? Masuklah pada wilayah internal Parpol. Mintalah parpol berjanji, bila perlu dengan publikasi dan komitmen terbuka di depan publik, boleh secara tertulis biar kuat, untuk tetap mengusung aksi afirmatif ini, dengan imbalan dukunglah parpol yang mau memutuskan itu dalam Proses Pemilu 2009. Ya, mestinya cukup itu saja. Kalaupun mau sabar, ya nunggulah pada proses perubahan UU Pemilu edisi berikutnya!

Apakah anda punya pemikiran berbeda?