Satu Nusa Satu Bangsa Satu Bahasa Satu Harapan

Archive for March 8th, 2009

Studi terbaru: wanita yang optimis hidup lebih lama. Anda pesimis ya?

In bLog, country, eKsekutif, eValuasi, hIdup, indonesia, informasi, kEwarganegaraan, mAhasiswa, mAnajemen, pEndidikan, pEringkat iNdonesia, polusi, risk, sumber daya on Sunday , 8 March 2009 at 11:46 AM

Studi terbaru yang perlu anda simak:

Wanita yang optimis hidup lebih lama, lebih sehat dibandingkan wanita yang pesimistis, kata beberapa peneliti AS, Kamis, 5 Maret 2009, dalam studi yang mungkin memberi kaum pesimistis satu lagi alasan untuk menggerutu. Para peneliti di University of Pittsburgh mengkaji angka rata-rata kematian dan kondisi kesehatan kronis di kalangan pasien dalam studi Women`s Health Initiative –yang telah mengikuti perkembangan lebih dari 100.000 perempuan yang berusia 50 tahun ke atas sejak 1994.

Courtesy of Time : optimis vs peti mati

Time : optimis, berdamai dengan situasi

Perempuan yang memiliki sifat optimis –orang yang memperkirakan sesuatu yang baik dan bukan buruk akan terjadi– 14 persen kurang mungkin untuk meninggal akibat penyebab apa pun dibandingkan dengan wanita yang pesimis, dan 30 persen kurang mungkin untuk menghembuskan nafas akibat sakit jantung setelah delapan tahun pengamatan dalam studi tersebut. Wanita yang optimis juga kurang mungkin untuk menghadapi tekanan darah tinggi, diabetes atau menghisap rokok.

Tim tersebut, yang dipimpin oleh Dr. Hilary Tindle, juga meneliti perempuan yang sangat tak percaya pada orang lain –satu kelompok yang mereka sebut “bermusuhan sangat sinis”– dan membandingkan mereka dengan perempuan yang lebih mempercayai orang lain. Perempuan di dalam kelompok bermusuhan secara sinis cenderung untuk setuju dengan pertanyaan seperti: “Saya seringkali harus menerima perintah dari seseorang yang tak mengetahui sebanyak yang saya ketahui” atau “Paling aman tak mempercayai seorang pun”, kata Tindle dalam suatu wawancara telefon dengan wartawan kantor berita Inggris, Reuters. “Pertanyaan ini membuktikan rasa tak percaya umum pada orang lain,” kata Tindle, yang menyajikan studinya dalam pertemuan tahunan American Psychosomatic Society di Chicago. Pola berfikir semacam itu merenggut korban. “Perempuan yang bermusuhan secara sinis 16 persen lebih mungkin untuk meninggal (selama masa studi) dibandingkan dengan perempuan yang tak terlalu bermusuhan secara sinis,” kata Tindle. Mereka juga 23 persen lebih mungkin menemui ajal akibat kanker.

Tindle mengatakan studi itu tak membuktikan sikap negatif mengakibatkan dampak kesehatan negatif, tapi ia mengatakan semua temuan tersebut benar-benar akan memperlihatkan keterkaitan pada suatu hari nanti. “Saya kira kita benar-benar memerlukan penelitian lebih lanjut guna merancang pengobatan yang akan ditujukan kepada sikap manusia guna melihat apakah semua itu dapat diubah dan apakah perubahan itu bermanfaat bagi kesehatan,” katanya. Dan Tindle mengatakan meskipun wanita pesimitis mungkin berpendapat, “Takdir saya sudah diputuskan. Tak ada yang dapat saya lakukan, saya tak yakin itu benar. Kita `kan tidak tahu”.

Nah, jelas khan … kalau anda membaca tulisan terkait di blog ini juga, pasti anda (para wanita tercinta) akan berfikir secara smart dan jernih dalam memandang dan menjalani kehidupan ini. Nggak perlulah terlalu “takut” dengan manusia lain (laki-laki, misalnya) dalam memperjuangkan hidup dan kehidupannya, optimis saja, sekarang sudah banyak perempuan yang punya talenta dan kemampuan yahud kok, serta siap bersaing “head to head”, nggak perlu meminta-minta untuk disejajarkan secara kekhususan melalui aturan afirmatif segala atas nama gender, tapi berkarya, berkarya dan berkarya …. itu sudah otomatis akan bisa “merubah” keadaan. Berkarya dimana-mana tetap bisa, termasuk yang ingin jadi ibu rumah tangga secara “profesional” dan menelurkan/mendampingi anak-anak yang sukses dunia akhirat itu juga punya nilai bagus. Apalagi yang mau berkarya di luar rumah tanpa melupakan kewajiban di dalam rumahnya, itu juga optimis saja Insya Allah berhasil, sepanjang niat tulus, tentu berhasil tanpa “menuduh” ataupun “menyudutkan” yang lainnya sebagai pengancam kerawanan/kekerasan! Optimislah.

Terakhir, selamat ya, hari ini khan Hari Perempuan Internasional , Wanita Indonesia oke juga kok!

Seri 004, Mahasiswa : Urgensi Pendidikan Kewarganegaraan Menurut Saya

In bLog, dEmokrasi, indonesia, kEwarganegaraan, mAhasiswa, pEndidikan, sumber daya on Sunday , 8 March 2009 at 1:09 AM

Semenjak kita berada di bangku dasar pada dasarnya kita telah menerima pelajaran mengenai Kewarganegaraan (beberapa kali ada perubahan nama PMP. PPKN, hanya intinya sama). Tetapi ketika itu mungkin pelajaran lebih berfokus pada usaha menghafal agar mendapat nilai yang bagus sering tanpa mengetahui hakikat apa yang telah kita pelajari. Lalu apa yang terlintas di benak ketika mengerjakan tugas ini adalah bahwa pada kuliah ini banyak wawasan dan pengetahuan baru yang saya dapat. Ya terutama wawasan mengenai posisi kita dalam hubungannya sebagai warga Negara dunia secara umum dan Indonesia khususnya. Beberapa pertanyaan terjawab mulai dari yang ukuran luas seperti esensi Undang-Undang Dasar sebagai pedoman kebijakan pemerintah , masalah hak pilih dalam pemilu, SBKRI, kemudian mengenai kebebasan kita dalam menyampaikan pendapat melalui sarana yang tepat, sampai pada praktik kehidupan sehari-hari seperti pajak kendaraan kita ternyata seharusnya masuk ke daerah di mana kita tinggal. Yang terakhir ini adalah hal baru karena tidak ada gambaran sebelumnya mengenai aturan ini ada dimana.

Dari Wawasan baru itu, apa yang terasa adalah bahwa kita diajak untuk berpikir kritis terutama menyangkut persoalan hak dan kewajiban kita sebagai warga Negara. Jadi apa yang sebenarnya kita layak dapatkan dan apa yang dapat kita berikan ke Negara seperti kutipan,”Yang perlu kita tanyakan adalah bukan Negara telah memberi kita apa, tetapi apa yang dapat kita berikan kepada Negara.” Jujur saja salah satu yang agak mengganjal sebelumnya adalah menyangkut hak pilih, suara kita yang hanya 1 buah “mungkin” dapat mengantarkan ke pilihan yang lebih baik. Ok, untuk pemilihan presiden mungkin berhubung beberapa muka lama masih berkiprah paling tidak ada gambaran mengenai kinerja pilihan kita, hanya mengenai calon wakil rakyat di legislatif misalnya masih kurang akses ke situ yang dapat menggambarkan kinerja suatu wakil. Yang paling disayangkan apabila kita melakukan pilihan yang salah. Sebab di Koran belakangan ini banyak menyorot mengenai kinerja beberapa lembaga Negara yang kurang mengedepankan kepentingan umum.

Seperti yang telah kita bahas, kita mempunyai hak dan kewajiban bela Negara, bela Negara di sini dalam artian yang tidak sempit, hal ini berkaitan dengan eksistensi dan identitas Negara Indonesia di internasional. Ada satu hal yang cukup terkenang mengenai masalah proud of nation yang telah dibahas. Dalam hal ini kaitannya dalam kehidupan global memang benar adanya proud of nation, terutama akan terasa ketika kita ada di luar negeri. Seperti ketika mewakili Indonesia dalam Olimpiade Matematika di Bulgaria, kami benar-benar merasakan dukungan yang luar biasa dari Duta Besar dan staf-stafnya di sana, keramahan orang Indonesia di sana benar-benar mengagumkan. Hal ini benar-benar menjadikan beban buat kami dalam artian untuk memberikan yang terbaik. Tapi di luar prestasi ada satu hal yang sangat berkenang yaitu masalah pergaulan internasional dan identitas nasional. Di sana kita memperoleh banyak teman dari Belgia, Angola, Bulgaria, Estonia, dll. Kami benar-benar menyambut mereka dengan ramah, meskipun kendala bahasa tetapi bahasa Universal yaitu senyuman dapat diterima semua orang di dunia, senyuman yang tulus tentunya. Mereka benar-benar menyukai “orang dari Indonesia”, bahkan ketika diadakan makan malam penutupan teman kami yang berasal dari Angola memberikan sebuah patung ukiran karena sangat senang kita dapat berteman. Ya, dan yang paling memberikan rasa bangga sebagai orang Indonesia adalah ketika teman kami dari Belgia mengatakan kepada Presiden penyelenggara bahwa orang Indonesia sangat ramah.

Mengenai masalah kewajiban kita sebagai warga Negara, terutama mungkin kita harus mencermati posisi kita dalam hukum Negara. Dalam skala luas terdapat hukum internasional, seperti menyangkut masalah HAM, hubungan antar Negara-negara di dunia di samping tentunya hukum yang berlaku di wilyah Negara Indonesia. Semoga dengan mengikuti pendidikan Kewarganegaraaan ini pemahaman kita tentang supremasi hukum menjadi lebih baik sehingga kita mampu menempatkan diri secara proporsional dalam konteks hukum, mengetahui batasan-batasan hak kita yang tidak melanggar hak orang lain atau kepentingan umum lainnya.

Sampai sekarang mungkin pelajaran penting yang dapat kita pelajari di sini adalah paling tidak kita memperoleh gambaran kemungkinan pilihan-pilihan yang dapat mulai kita pikirkan dari sekarang, jikalau suatu ketika kita dihadapakan oleh masalah yang menyangkut hakikat kita sebagai warga negara Indonesia. Ada persiapan dan pertimbangan bagi kita mengenai pilihan-pilihan tersebut ke depan.

Dari uraian di atas ada beberapa hal pokok yang mungkin dapat kita peroleh dalam mengikuti pendidikan Kewarganegaraan. Secara garis besar dapat disimpulkan:

1. Bertambah luasnya wawasan dan Pengetahuan kita tentang hakikat hubungan kita sebagai warga Negara dengan Negara dunia pada umumnya dan Indonesia pada khususnya.

2. Melatih kita berpikir lebih kritis menyangkut hak dan kewajiban kita sebagai warga Negara.

3. Dalam konteks hak dan kewajiban terhadap Negara kita perlu menyadari adanya proud of nation. Hal inilah salah satu yang mendorong Nasionalisme kita.

4. Menyadari posisi dan menempatkan diri kita secara tepat dalam supremasi hukum.

5. Yang paling penting adalah persiapan bagi kita untuk memikirkan beberapa pilihan-pilihan sulit menyangkut kedudukan kita sebagai warga Negara mulai dari sekarang.

Terakhir mengenai penilaian urgensi seberapa besar dampak Pendidikan Kewarganegaraan pada kita, tergantung pribadi masing-masing seberapa banyak pelajaran yang telah kita serap. Yang pasti semoga pelajaran ini dapat emberikan kita sebuah nilai tambah di dalam kehidupan kita. [Ditulis oleh : Albert Gunawan/10884 --> 90]

Lihat Seri : 001 ,002 , 003 , 004 , 005 ,

Seri 003, Mahasiswa : Urgensi Pendidikan Kewarganegaraan Menurut Saya

In bLog, dEmokrasi, indonesia, kEwarganegaraan, mAhasiswa, pEndidikan, sumber daya on Sunday , 8 March 2009 at 1:00 AM

Pendidikan Kewarganegaraan adalah salah satu mata kuliah wajib di semua jenjang pendidikan, tidak terkecuali perguruan tinggi di Indonesia. Menurut saya, hal itu sangat diperlukan karena dengan adanya Pendidikan Kewaranegaraan kita akan mengetahui bagaimana sebagai warga negara yang baik. Kesadaran kita akan hak dan juga kewajiban sebagai warga negara ada dalam materi Pendidikan Kewarganegaraan. Maka dari itu Pendidikan Kewarganegaraan sangat penting bagi kita sebagai warga negara Indonesia. Namun demikian, banyak diantara kita yang meremehkan arti ataupun maksud diadakannya Pendidikan Kewarganegaraan. Padahal dengan adanya Pendidikan Kewarganegaraan, kita dapat lebih mengerti tentang hubungan warga negara dan negara.

Pendidikan Kewarganegaraan tentunya mempunyai maksud maupun tujuan. Seperti yang dijelaskan pada awal pertemuan mata kuliah tersebut, bahwa Pendidikan Kewarganegaraan mempunyai tujuan umum dan khusus. Tujuan umum diadakannya mata kuliah ini adalah memberikan pengetahuan dan kemampuan dasar kepada mahasiswa mengenai hubungan antara warga negara dengan negara serta Pendidikan Pendahuluan Bela Negara supaya menjadi warga negara yang dapat diandalkan oleh bangsa dan negara. Ini berarti bahwa, kita sebagai mahasiswa maupun warga negara Indonesia diharapkan supaya kelak dapat menjadi kebanggaan bangsa ataupun memajukan kehidupan di negeri ini. Sehingga untuk mencapai hal tersebut kita sebagai seorang mahasiswa harus mempunyai landasan yang kuat dalam berkenegaraan maupun berkewarganegaraan. Namun apabila kita tidak mempunyai landasan yang kuat tentang hal tersebut, kita akan mudah tergoyahkan oleh pengaruh dari luar. Sebagai contoh, banyak mahasiswa maupun manusia Indonesia yang lupa akan tanah kelahirannya dan mencampakkannya hanya untuk pekerjaan ataupun kehidupan yang lebih baik. Itu terjadi karena kesadaran mereka akan kecintaan terhadap negara ini kurang. Maka dari itu, dengan adanya Pendidikan Kewarganegaraan ini dapat memberikan kontribusi kepada kita untuk lebih mencintai dan membela tanah air tercinta, yaitu Indonesia.

Dalam Pendidikan Kewarganegaraan terdapat materi tentang Pendidikan Pendahuluan Bela Negara. Sebagai seorang warga negara, kita harus mengetahui kewajiban kita, yang salah satunya adalah bela negara. Membela negara tidak harus berperang, tetapi dapat juga dengan mencintai produk dalam negeri. Sekarang ini banyak produk luar negeri yang masuk ke Indonesia dan kebanyakan dari kita memilih membeli produk tersebut karena berbagai alasan. Hal tersebut membuat kita kurang menghargai produk dalam negeri kita sendiri. Padahal produk kita kualitasnya tidak kalah dengan produk asing. Menghargai produk dalam negeri adalah salah satu wujud dari bela negara dan cinta tanah air. Terkadang kita justru malu dengan produk kita sendiri. Sehingga dengan adanya materi Pendidikan Pendahuluan Bela Negara dapat memberikan pengetahuan kepada kita tentang bagaimana kita harus ikut serta dalam membela dam mencintai negeri ini. Karena bangsa ini tidak akan berdiri tanpa perjuangan dan juga peran kita dalam membela nusa bangsa. Selain itu, kita tidak boleh menyia-nyiakan perjuangan para pahlawan yang berjuan hingga bangsa ini memperoleh kemerdekaan. Kita harus selalu membela bangsa dan negara ini dengan penuh cinta dan tanggung jawab.

Tujuan khusus dari Pendidikan Kewarganegaraan supaya mahasiswa memahami dan melaksanakan hak dan kewajiban secara santun, jujur dan demokratis serta ikhlas sebagai warga negara Republik Indonesia terdidik dan bertanggungjawab. Dengan memahami dan juga melaksanakan hak dan kewajiban kita, hal itu menunjukan tugas kita sebagai warga negara. Setiap orang mempunyai hak yang sama, baik itu hak berpendapat, beragama maupun memperoleh pendidikan. Namun, kita tidak boleh hanya menuntut hak, melainkan juga melaksanakan kewajiban sebagai warga negara Indonesia. Salah satu kewajiban itu adalah kewajiban taat pada hukum dan undand-undang. Terkadang kita lupa akan kewajiban kita tersebut, tidak terkecuali saya pribadi. Kita kadang masih menganggap hukum itu ada untuk dilanggar. Sebagai contohnya, saat mengendarai sepeda motor kita tidak memakai helm atau membawa surat-surat kendaraan. Hal ini sudah melanggar hukum yang berlaku, Contoh yang lain adalah masih banyak diantara kita yang menyelesaikan masalah dengan berkelahi atau main hakim sendiri. Seharusnya hal tersebut diselesaikan dengan damai atau lewat jalur hukum. Maka dari itu, kesadaran kita dalam tertib hukum masih kurang. Masih banyak lagi contoh tindakan kita yang melanggar hukum. Pendidikan Kewarganegaraan akan memberikan pengetahuan tentang arti pentingnya tertib pada hukum yang berlaku di negeri ini. Kita tidak boleh kalah dari warga negara maju yang kesadaran hukumnya tinggi. Dengan mengerti hal itu, kita harus belajar banyak tentang Pendidikan Kewarganegaraan.

Dalam tujuan khusus Pendidikan Kewarganegaraan, ada beberapa tujuan yang lebih khusus lagi. Tujuan tersebut adalah Pendidikan Kewarganegaraan dapat membuat mahasiswa agar menguasai dan memahami berbagai masalah dasar dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara serta dapat mengatasi dengan pemikiran kritis dan bertanggungjawab yang berlandaskan Pancasila, Wasnus dan Tahnas. Saya sangat sejutu dengan hal itu, karena mahasiswa khususnya adalah kaum intelektual, sehingga kita harus bisa mempergunakannya untuk ikut dalam mengatasi berbagai masalah yang ada di negara ini dengan penuh tanggung jawab. Hal ini sangat diperlukan karena mengingat sekarang ini kehidupan bangsa Indonesia masih terbelakang dibandingkan dengan negara lain. Sehingga kita bangsa Indonesia mempunyai berbagai masalah yang sangat mendasar. Salah satu contohnya adalah masalah kemiskinan maupun pengangguran. Kita sebagai seorang mahasiswa harus bisa aktif dalam memajukan kehidupan bangsa. Sebagai contohnya dengan menyuarakan aspirasi masyarakat dengan demonstrasi. Tetapi hal itu harus sesuai dengan hukum yang berlaku dan tidak cenderung anarkis. Dengan kata lain, demonstrasi tersebut harus bertanggungjawab. Tidak seperti yang terjadi di Sumut, yang cenderung anarkis dan mengakibatkan ketua DPRD meninggal dunia. Contoh permasalah mendasar yang lain di negeri ini adalah konflik antar suku. Seperti yang diberitakan dalam berbagai media massa, banyak konflik yang terjadi di tengah-tengah masyarakat kita. Konflik terjadi mulai dari kalangan masyarakat bawah sampai atas. Contohnya adalah perkelahian antar suku yang terjadi di Irian Jaya hingga konflik antar pendukung Parpol tertentu. Oleh karena itu, sebagai mahasiswa, kita tidak boleh terpancing emosi dan harus selalu bertanggungjawab di segala aspek kehidupan. Hal ini sesuai tujuan dari adanya Pendidikan Kewarganegaraan.

Selain hal tersebut di atas, masih ada tujuan khusus dari diadakannya Pendidikan Kewarganegaraan, yaitu supaya mahasiswa memiliki sikap dan perilaku sesuai nilai-nilai perjuangan, cinta tanah air serta rela berkorban bagi nusa bangsa. Tujuan tersebut sangat diperlukan, karena sekarang ini rasa cinta dan bangga pada tanah air mulai luntur. Hal ini dapat dilihat dari sikap kita yang cenderung mengikuti budaya barat. Padahal budaya tersebut tidak sesuai dengan budaya kita yang termasuk budaya timur. Sekarang ini banyak sekali budaya barat yang masuk ke negara kita. Sebagai contohnya adalah minum minuman keras ataupun dugem. Budaya tersebut sangat tidak sesuai dengan budaya kita. Di zaman globalisasi ini memang banyak budaya-budaya asing yang masuk ke Indonesia, sehingga kita harus bisa memilih ataupun menyaring budaya tersebut. Kita harus bisa memilih yang sesuai dengan kepribadian dan budaya bangsa Indonesia.

Dari berbagai alasan di atas, dapat disimpulkan bahwa saya sangat setuju dengan adanya Pendidikan Kewarganegaraan di setiap jenis, jalur dan jenjang pendidikan, tidak terkecuali perkuliahan. Dengan adanya materi tersebut akan membuat kita menjadi manusia Indonesia yang memiliki wawasan berbangsa dan bernegara serta mampu menjadi pribadi yang demokratis dan tanggung jawab. Oleh karena itu, saya mengajak untuk menanamkan kesadaran dalam diri kita akan arti pentingnya Pendidikan Kewarganegaraan dan juga aplikasinya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa serta bernegara. [ Ditulis oleh : Bayu Wicaksana/Geofisika/12024 --> 90]

Lihat Seri : 001 ,002 , 003 , 004 , 005 ,