Satu Nusa Satu Bangsa Satu Bahasa Satu Harapan

Archive for June, 2009

Perhatian: Ini dia empat masalah Papua dan jawabannya

In country on Tuesday , 30 June 2009 at 12:52 PM

Persoalan Papua tidak pernah usai sampai saat ini. Kegelisahan akan terpisahnya propinsi yang berada di bagian paling Timur itu dari Indonesia terus menggelanyut. “Namun kita harus lihat, apa sebenarnya arti kemerdekaan yang mereka minta. Apakah merdeka dalam arti bebas secara politik atau bebas dari keterbelakangan yang sampai saat ini mereka alami,” kata Dr. Adriana Elisabeth, peneliti Pusat Penelitian Politik (P2P) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang ditemui menjelang peluncuran buku dan diskusi buku Papua Road Map di Hotel Nikko Jakarta, Selasa (30/6).

Menurut Adriana, salah satu penulis Papua Road Map (PRM), persoalan kemerdekaan yang kerap mencuat mesti didudukkan pada konteks menyeluruh persoalan papua. “Dalam penelitian kami, yang dituangkan dalam buku ini (PRM), ada 4 persolan utama yang ada di Papua,” ungkap Adri, sebagaimana ia biasa disapa.

Persoalan pertama, lanjutnya, terkait dengan masyarakat Papua yang masih termarginalisasi dan mengalami diskriminasi. “Orang Papua tuntut kesamaan. Kita belum merekognisi masyarakat Papua secara merata,” papar Adri.

Soal kedua, kegagalan pembangunan. Hal ini terkait dengan Otonomi Khusus (Otsus) yang tidak berhasil karena tidak adanya supervisi atau pendampingan dari pemerintah pusat dan kekurangsiapan pemerintah daerah dan masyarakat Papua. “Otsus hanya dilihat dari dananya yang besar saja,” katanya.

Ketiga, soal kekerasan negara dan pelanggaran HAM. “Sampai saat ini masih menjadi persoalan pelik. Anda sendiri sudah tahu kan,” ungkapnya.

Terakhir, sampai saat ini politik dan sejarah integrasi terus diperdebatkan dan digugat. “Memang secara hukum kita berhak atas wilayah Papua,” paparnya.

Lebih jauh, sebagaimana disampaikan Adri, para peneliti LIPI tidak mau fokus pada persoalan saja tapi juga menawarkan solusi berdasar soal yang ditangkap. “Untuk soal pertama kami menawarkan solusi supaya kita mau mengakui dulu kalau di Papua ada masalah. Setelah itu, kita harus merekognisi masyarakat Papua dan memberdayakan mereka sehingga sama dengan yang lain,” paparnya.

Untuk soal pembangunan, menurut Adri tiap daerah memiliki kebutuhan yang khas satu sama lain, tidak bisa dipukul rata. Saat ini, masyarakat Papua sangat membutuhkan pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan ekonomi.

Solusi ketiga, pemerintah mesti terus mengupayakan merekonsiliasi dengan masyarakat Papua terkait dengan banyak kasus kekerasan dan pelanggaran HAM di sana. “Pengadilan HAM sudah dilakukan tapi tidak ditangkap pentolannya dan kompensasinya bagi masyarakat Papua tidak jelas, tidak adil,” tutur Adri.

Terakhir, hal yang mesti diupayakan adalah melalui dialog. Hal ini sudah dilakukan pada tahun 1999 dengan dialog Tim Seratus pada pemerintahan Habibie. Namun, pada waktu itu persiapannya kurang matang sehingga hasilnya tidak jelas dan tidak terjadi kesepakatan.

Untuk itu, para peneliti LIPI merekomendasikan supaya dilakukan dulu pra dialog. Pada tahapan ini, kedua belah pihak mesti kenyepakati dulu isu, mekanisme, siapa saja yang terlibat, dan pembagian yang merata siapa wakil Papua sehingga sungguh mewakili pada dialog. “Kalau terjadi kesepakatan baru diadakan dialog. Mediatornya bisa bebas tergantung dari kesepakatan dua belah pihak,” katanya.

Dengan diterbitkannya buku ini, tambah Adri, berarti LIPI sudah selesai dalam menjalankan mandatnya terkait soal Papua. Tawaran solusi menjadi realisasi ketika dilaksanakan. “Kami berharap, bagaimana nanti menyelesaikan persoalan Papua harus secara damai, bermartabat, tanpa kekerasan dan menyeluruh,” pungkasnya.

Diskusi yang ditulis 5 orang dari LIPI melalui penelitian sejak 2004 ini akan dihadiri Menteri Pertahanan RI Prof. Dr. Juwono Sudarsono yang menggantikan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang berhalangan hadir, Peneliti Utama Kajian Papua LIPI Dr. Muridan S. Widjojo dan 4 penanggap yang terdiri dari Wakil Gubernur Propinsi Papua Alex Hesegem, Anggota Komisi I DPR RI Efendi Choiri, Kepala Pusat Penelitian Politik LIPI Syamsudin Haris dan Septer Manafandu dari Foker LSM. Yang akan menjadi moderator adalah Adri. Referensi

Asuransi dan Saya: Ikut asuransi mengapa takut?

In bLog on Monday , 29 June 2009 at 6:03 PM

SEKADAR PENDAHULUAN

Perkenalan saya dengan asuransi dapat dikatakan suatu kebetulan. Namun, bisa juga dianggap jalan takdir kehidupan yang digariskan terhadap saya beserta keluarga. Sewaktu kuliah S1-Matematika saya sudah mengenal asuransi dari mata kuliah Matematika Asuransi. Sehingga saya punya landasan cukup dalam memahami soal hitung-hitungan probabilitas dan teori-teori kemungkinan yang tidak saja “bermain-main” dengan kondisi ketidakpastian tapi juga keterhubungannya langsung dengan realitas kehidupan. Bukankah di wilayah inilah asuransi menawarkan solusi!

Ada hal yang lebih menguatkan saya dalam mengenal dan menjemput program asuransi, yaitu saat saya telah memasuki dunia kerja, yang menurut kebanyakan orang penuh resiko, sebagai Perwira TNI AU. Saat itulah saya memahami keterkaitan resiko dan jaminan masa depan, terutama untuk keluarga saya. Apalagi dalam pandangan saya perjalanan kehidupan ke depan pasti semakin penuh persaingan, semakin saya sadari bahwa manusia tidak mungkin menghindar dari takdir sebagai manusia, soal hidup dan mati, kapanpun bisa menghampiri, dengan tanda-tanda terlebih dahulu ataupun secara tiba-tiba.

Saya menulis hal ini bukanlah dalam kerangka testimoni, namun saya ingin mengajak kita semua terbuka dalam berfikir dan menjalani kehidupan ini, yang penuh dengan ketidakpastian dan ketidakberdayaan sebagai manusia untuk menghindar dari takdir. Kondisi demikian, tidak berarti membuat kita berdiam diri tanpa mencari jalan terbaik untuk masa depan, terutama bagi keluarga (yang sewaktu-waktu mungkin saja harus ditinggalkan). Saya tidak ingin keluarga (terutama anak-anak) yang mungkin saja saya tinggalkan – secara mendadak – akan mengalami “kesulitan-kesulitan” dalam mengarungi kehidupan nantinya. asuransi_2

SEBUAH PENGALAMAN

Saya ikut asuransi prosesnya simple saja. Meski pada kenyataannya saya sudah mengerti seluk beluk asuransi, tetapi pada awal-awal bekerjasaya sengaja menunda dulu ikut asuransi, menunggu beberapa saat mau saving dulu. Nah, kebetulan suatu saat ada Pameran Pembangunan di Yogyakarta, saya sempat mengunjunginya dan mampir ke stand AJB Bumiputera 1912. Gara-gara mampir inilah, kira-kira sebulan berikutnya ada agen asuransi berkunjung ke rumah dinas saya. Intinya ya menawarkan agar saya mau ikut asuransi. Hanya beberapa kali pertemuan, saya akhirnya ikut mengambil polis Asuransi Pendidikan mulai 1 Oktober 1993, selama 15 tahun. Nomor polisnya 93163499. Tahun 2008 asuransi anak pertama saya itu telah tuntas, tanpa masalah yang berarti. Alhamdulillah. Dan, sekarang masih ada 2 asuransi di AJB Bumiputera 1912 yang masih berjalan atas nama dua anak kembar saya, dan Insya Allah, ini akan menjadi jaminan pendidikan sampai mereka selesai kuliah nantinya. Mereka berdua sekarang baru naik ke kelas 3 SD, lho.

Pada awal ikut asuransi saya memang harus bergelut dengan pemikiran dan kekhawatiran, antara manfaat dan “kehilangan” uang, serta seberapa pastikah jaminan yang diberikan AJB Bumiputera 1912, terutama dengan cerita-cerita “bablasnya“  uang premi yang digondol oleh agen asuransi. Makanya saya pernah sempatkan diri untuk mencoba membayar langsung ke Kantor AJB Bumiputera 1912 yang diYogyakarta, meski secara rutin biasanya pembayaran premi melalui sang agen. Eh, ternyata tidak ada masalah, lancar-lancar saja. Saya juga pernah mengurus sendiri untuk  mendapatkan pembayaran pertama (masuk SD) karena memang ada rasa kekhawatiran soal nyampai nggak uang yang dibayarkan nantinya, lancar juga. Sekarang saya dapat menyatakan sesungguhnya lebih enak dan praktis diuruskan oleh agen asuransi. Toh, itu sudah pekerjaan mereka sehari-hari. Jadi, sekarang ini saya tahunya beres dari agen asuransi yang menguruskan segala hal administrasinya, dari pembayaran premi, sampai pengurusan uang pertanggungan. Bahkan hubungan kami dengan agen asuransi ya seperti teman/rekan kerja saja, kami bahkan sering komunikasi tentang hal-hal di luar masalah asuransi. Padahal dulu asalnya juga nggak kenal sama sekali.

Suatu waktu agen asuransi saya pernah bercerita tentang tanggapan salah satu teman saya yang sedang dia lobi untuk ikut asuransi, eh malah memberikan tanggapan “setengah marah” karena khawatir dirinya ditipu oleh agen saya itu. Bahkan dengan bahasa yang agak kasar.  Hal ini muncul karena teman saya tersebut pernah dapat cerita dari seseorang yang pernah ikut asuransi, nggak tahu perusahaannya apa, terus ternyata memang nggak beres dan hilang uangnya. Trauma temannya itulah yang mengantarkan pada suatu kesimpulan bahwa semua asuransi bobrok. Dari cerita agen saya itu, saya memberi saran ya sabar saja, memang kepala dan pikiran orang per orang itu berbeda-beda, saya menawarkan kalau mau menggunakan saya sebagi referensi boleh juga, nggak masalah. Bagi saya ini masalah pemahaman antara probabilitas, ketidakpastian, proteksi dan jaminan kehidupan masa depan keluarga, agar tidak terlantar tanpa ada yang bisa memastikannya.

Saya juga punya pengalaman soal menukar nilai polis asuransi. Saya punya teman yang pada periode reformasi 1998 sudah ikut asuransi juga, tetapi tergoda untuk menukarnya/menjualnya. Mengapa? Dikarenakan yang bersangkutan ikut asuransi dalam uang dollar, sementara saya ikut dalam rupiah (saya bangga dengan uang Indonesia). Nah, sekitar waktu itu kurs dollar memang edan-edanan karena mencapai Rp.15.000,- per satu dollar. Makanya teman saya itu antusias untuk menukar/menjual asuransinya, karena kurs yang tinggi itu. Saya pun diajak untuk menukarkannya, dengan alasan, siapa tahu kurs uang dollar makin naik saja, sehingga menurutnya uang rupiah makin kurang berarti. Wouw, tawaran menarik? Ach, nggaklah, saya nggak mau menukarkannya, saya mempertahankannya karena memang tujuan saya ikut asuransi itu untuk proteksi masa depan kehidupan keluarga saya.

MENGENAL AJB BUMIPUTERA 1912 LEBIH JAUH

Supaya nggak ragu tetntang AJB Bumiputera 1912, akhirnya saya mencoba mengenal lebih jauh tentang AJB Bumiputera 1912, dengan berbagai cara. Dulu sih belum ada internet, dengan cari brosur-brosurnya kalau ada pameran.  Sekarang mah, tinggal browsing saja. Bagaimana sih sekilas tentang AJB Bumiputera 1912?

AJB Bumiputera 1912, adalah perusahaan asuransi jiwa milik Bangsa Indonesia yang pertama dan tertua. Didirikan di Magelang, Jawa Tengah, pada 12 Februari 1912, perusahaan ini pada mulanya merupakan wadah Persatuan Guru-Guru Hindia Belanda (PGHB) untuk mengayomi nasib guru-guru bumiputera (pribumi). Perintis Bumiputera adalah Mas Ngabehi Dwidjosewojo, seorang guru sederhana yang juga Sekretaris Pengurus Besar Budi Utomo – organisasi modern pelopor gerakan kebangkitan nasional. Ia dibantu Mas K.H. Soebroto sebagai direktur, dan Mas Adimidjojo sebagai bendahara. Ketiga guru inilah yang dikenal sebagai “tiga serangkai” pendiri Bumiputera, sekaligus peletak batu pertama industri asuransi nasional Indonesia. Bumiputera semula bernama Onderlinge Levensverzekering Maatschappij PGHB.

Salah satu kekuatannya adalah kepemilikan dan bentuk perusahaan yang unik. Berbeda dengan perusahaan berbentuk Perseroan Terbatas (PT) – yang kepemilikannya hanya oleh pemodal tertentu. Sejak didirikan Bumiputera menganut sistem kepemilikan dan kepenguasaan yang unik, yakni bentuk badan usaha “mutual” atau “usaha bersama”. Semua pemegang polis adalah pemilik perusahaan – yang mempercayakan wakil-wakil mereka di Badan Perwakilan Anggota (BPA) untuk mengawasi jalannya perusahaan. Asas mutualisme, yang dipadukan dengan idealisme dan profesionalisme pengelolanya, merupakan kekuatan utama Bumiputera hingga hari ini.

Selama lebih dari sembilan dasawarsa, Bumiputera tumbuh berkembang mengarungi pasang surut zaman serta gelombang perjalanan negara dan bangsa, hingga kini sebagai pemimpin pasar industri asuransi jiwa Indonesia. Karyawannya sekitar 2500 orang, punya 23.000 agen, jaringan digerakkan oleh lebih dari 450 kantor operasional di penjuru nusantara. AJB Bumiputera 1912 dipercaya melindungi lebih dari 7 juta jiwa rakyat Indonesia.

SAYA YAKIN PASAR ASURANSI SEMAKIN MENINGKAT

Di tengah iklim kompetisi yang semakin ketat karena serbuan perusahaan asing menggarap pasar asuransi jiwa nasional, saya yakin AJB Bumiputera 1912 makin berkomitmen untuk bekerja keras, dan profesional menghadapi tantangan masa depan. Berbekal pengalaman panjang melayani rakyat Indonesia berasuransi hampir seabad, AJB Bumiputera 1912 tentu bertekad untuk tetap menjadi tuan rumah di negeri sendiri, menjadi perusahaan asuransi jiwa terkemuka di Indonesia. Saya yakin AJB Bumiputera 1912 ingin senantiasa berada di benak dan di hati rakyat Indonesia.

Secara umum industri asuransi jiwa sepertinya tetap optimis tumbuh positif, setidaknya terlihat dari data pada kuartal pertama 2009, yang ditandai dengan mulai meningkatnya kesadaran masyarakat membeli produk jasa keuangan itu di tengah terpaan krisis keuangan global. Menurut Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia, untuk kuartal pertama tahun ini untuk asuransi jiwa, optimistis bisa kembali tumbuh setelah pada akhir 2008 pertumbuhannya begitu rendah. Menurut dia, faktor utama tumbuhnya industri jasa keuangan itu tidak terlepas dari semakin tingginya kesadaran masyarakat di tengah kondisi perekonomian dunia yang tidak menentu akhir-akhir ini. Kondisi yang sama juga pernah terjadi ketika krisis moneter menimpa negara-negara di Asia termasuk Indonesia dan justru membawa dampak positif bagi industri asuransi di Tanah Air.

Prediksi bahwa pertumbuhan rendah yang terjadi selama 2008 hanya bersifat sementara dan ternyata betul walau data pertumbuhan itu sedang dikumpulkan. Optimisme tumbuh positif industri jasa keuangan itu juga didukung oleh faktor semakin membaiknya perekonomian pasar modal dalam negeri seperti yang ditunjukkan dengan naiknya harga saham lokal. Tapi yang jelas pada saat kondisi krisis seperti ini kesadaran masyarakat meningkat dalam membeli produk asuransi untuk memproteksi diri. asuransi_1

IKUT ASURANSI, NGGAK PERLU TAKUT LAGI!

Informasi tentang asuransi yang sudah cukup banyak, juga tentang kualitas perusahaan asuransi yang sangat mudah diakses sekarang ini mestinya mengantarkan kita untuk tidak takut lagi untuk mendaftar asuransi, alias punya polis asuransi. Apalagi sekarang ini banyak masyarakat yang sudah faham bahwa proteksi diri untuk jaminan masa depan (dalam situasi ketidakpastian apa yang akan terjadi nantinya) perlu dipersiapkan sejak dini, agar tidak terjadi kesulitan bagi generasi berikutnya untuk menjalani kehidupan nantinya.

Memang, kalau belum menjalani masih penuh keraguan, namun kalau sudah melaksanakan dan merasakan manfaatnya, tentu berasuransi ini memberikan ketenangan jiwa untuk diri sendiri maupun keluarga. Justru dengan ikut asuransi saya merasakan nggak was-was lagi dengan biaya pendidikan anak-anak dan jaminan masa depannya dari sisi pembiayaaan.

SEKADAR PENUTUP

Sebelum mengakhiri tulisan tentang Asuransi dan Saya ini tentu ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan ke pihak AJB Bumiputera 1912, yaitu:

a. Masalah pengecekan kebenaran agen dan keaslian kondisi/status asuransi yang diikuti, saya harap perusahaan ini memanfaatkan kemajuan teknologi informasi secara maksimum, sehingga memungkinkan (calon) pemegang polis melakukan pengecekan secara online. Layanan semacam ini sudah jamak, seperti kita mau mengecek kepemilikan nomor kendaraan juga bisa online saat ini. Dan setiap ada perkembangan layanan baru dapat diinfokan ke pemegang polis secara langsung, melalui email ataupun per surat.

b. Masalah pemilihan Badan Perwakilan Anggota yang sebelumnya dengan pengiriman surat, sekarang mestinya dapat dilakukan dengan semacam polling lewat internet/TI. Sehingga semua pemegang polis memungkinkan memberi andil suara dalam pemilihan/polling itu. Tidak seperti sekarang ini, kami saja yang masih aktif sebagai pemegang polis AJB Bumiputera 1912 tidak pernah lagi dapat kesempatan mengusulkan siapa yang mau jadi Badan perwakilan Anggota. Barangkali juga perlu dipertimbangkan tokoh-tokoh daerah yang diusulkan itu tidaklah harus ditentukan berdasarkan jabatan/level pejabat tertentu, karena gaungnya untuk mendukung gebyar asuransi ataupun AJB Bumiputera 1912 nyatanya tidakterlihat nyata, percuma saja. Apalagi kalau dipertanyakan sejauhmana mereka itu benar-benar dapat mewakili kepentingan anggota (pemegang Polis), wong ketemu saja dengan para pemegang polis dalam forum resmi nggak pernah dilakukan.

Demikian sekadar sharing tentang perasuransian bagi pengunjung blog saya, dengan harapan tulisan ini dapat dijadikan referensi awal anda semua untuk mengenal asuransi dan mungkin saja tak menutup kemungkinan anda juga mengikuti saya, mendaftar asuransi demi proteksi masa depan. Toh, resiko kehidupan (kemungkinan kematian) kita juga tidak tahu kapan akan menjemput. Selamat berasuransi. [Drs. H. Mardoto, M.T]

Ada apa dengan WordPress saya?

In bLog on Monday , 29 June 2009 at 2:44 PM

Sewaktu mau Add New Post alias mau posting tulisan baru, muncul beginian, lihat image di bawah yang warna pink. Ada apa dengan WordPress saya ya?

ada_apa_dengan_wordpress

Viruskah, atau ada penyusupan, ada yang tahu?

Bali wae (saja) ning (di) Jawa Tengah

In bLog on Monday , 29 June 2009 at 2:34 PM

Di Yogyakarta, kita sudah terbiasa mendengar kalimat Bali wae ning Yogyakarta, bahkan sudah banyak dipajang di T-Shirt ataupun kaos oblong Made in Yogyakarta ……………….

Namun, sesaat mengamati layanan Live Traffic Feed dari FEEDJIT, saya jadi dapat tambahan lagi pelajaran Geografi, lihat saja, yang saya tandai hijau itu,  Bali, Jawa Tengah ….. jadi sekarang ini Bali wae (saja) ning (di) Jawa Tengah …..

bali_wae_ning_jawa_tengah

FEEDJIT memang unik terkadang menunjukkan suatu tempat yang kita sendiri bingung dimana itu ya, bahkan nyari di Peta Indonesia saja nggak ketemu dengan mudah …

Uniklah ….

Ayo isi Polling Pilpres disini, untuk mengimbangi hasil survai banyak lembaga survai yang sulit dipercaya!

In survai on Monday , 29 June 2009 at 1:36 AM

Pilpres hampir tiba.

Hasil survai bertebaran dimana-mana.

Ada yang suka ada yang benci

Suka karena hasil survai memenangkan Capres-Cawapresnya. Benci karena hasil survai merendahkan Capres-Cawapresnya.

Sudahlah daripada meributkan hasil survai, yang nggak ada habis-habisnya.

Anda sendiri bisa “mempengaruhi” ataupun “menyaingi” ataupun “merubah” hasil survai semuanya.

Caranya? Isilah polling Pilpres di blog ini, sesuka anda, sesuai pilihan anda. Terserah Capres-Cawapres mana yang anda cintai ……….

Mau ngeklik berulang-ulang silakan kalau bisa …… sepertinya nggak bisa, soalnya polling ini berbasis IP-Address.

Mau nyoba silakan …………………. kecuali pakai komputer dan IP-Address berlainan ……………

Ayo, anda bisa mempengaruhi polling Pilpres dengan satu klik di blog ini.

Saya tunggu ……….. sampai 5 Juli 2009.

Perlu ada revolusi persepakbolaan di Indonesia?

In country on Monday , 29 June 2009 at 1:24 AM

Sepak bola Indonesia kembali menunjukkan ke-nyinyir-an. Final Copa Dji Sam Soe Indonesia (CDSSI) berakhir dengan pemogokan pemain Persipura Jayapura. Persipura pun dinyatakan kalah walk out dalam kedudukan kalah 0-1 dari Sriwijaya FC, Minggu, 28 Juni 2009.

Duel bergengsi yang mempertemukan Sriwijaya FC sebagai juara bertahan dan Persipura sebagai juara Liga Super Indonesia itu memang menuai ketidakpuasan. Badan Liga Indonesia baru menetapkan Stadion Stadion Sriwijaya, Jakabaring, Palembang, sebagai tempat penyelenggaraan pada awal bulan ini. Sriwijaya FC yang akhirnya lolos ke final mendapat keuntungan karena bisa bermain di hadapan pendukungnya sendiri. Akhir buruk pada laga kali ini sangat berseberangan dengan awal pertandingan yang dibuka dengan seremoni meriah. Ratusan penari dan sorotan sinar laser meramaikan dibukanya perebutan gelar juara musim ini. Vokalis musik cadas Godbless Ahmad Albar pun tampil untuk memimpin kumandang lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Setelah peluit kick-off dibunyikan, pertandingan pun berjalan menarik. Kedua tim tidak ragu bertukar adegan keras untuk menghalau serangan lawan. Para pemain Papua bermain cepat dan berulang kali melakukan tikaman melalui Boaz Solossa. Namun, kiper Sriwijaya FC Ferry Rotinsulu bermain baik dan berkali-kali menggagalkan upaya Boaz, David Da Rocha, maupun Ernest Jeremiah. Dua menit sebelum istirahat, gawang Ferry kembali mendapat dua ancaman maut. Ancaman pertama datang ketika Ferry berupaya menangkap tendangan lambung dari sayap kiri. Tangkapannya tidak sempurna, tapi bola membentur tiang dan kembali ke tangan sang kiper. Semenit kemudian, tendangan bebas David Da Rocha menuju pojok kiri gawang. Kali ini Ferry berhasil menepisnya.

Di babak kedua, Persipura kembali menunjukkan serangan-serangan cepat. Namun, justru tuan rumah berhasil mencetak gol pada menit ke-51. Mohammad Nasuha mengirim umpan silang dari sayap kiri dan Anoure Richard Obiora berhasil menanduknya di antara kepungan lawan. Gol itu membuat serangan “Laskar Wong Kito” kian deras. Tak lama kemudian, sebuah kemelut terjadi di gawang Jendry Pitoy, namun anak-anak asuh Rahmad Darmawan gagal memanfaatkannya menjadi gol. Persipura membalas kemelut tersebut. Pada menit ke-60, Ian Kabes berhasil mendapat bola di kotak penalti. Tiba-tiba Ferry datang dan berusaha menghalau bola, tapi gerakannya justru menjatuhkan Jeremiah. Bola muntah disambar oleh Boaz, tapi tendangannya (sepertinya) mengenai tangan lawan dan keluar lapangan. Wasit Purwanto tak meniup peluit tanda pelanggaran dan ini membuat kubu Persipura marah. Sejumlah pemain Persipura mendorong wasit dan mengakibatkan kericuhan di lapangan. Tim “Mutiara Hitam” kemudian mogok bermain sehingga laga dihentikan beberapa menit. Puluhan suporter Persipura turun ke lapangan dan membujuk timnya untuk kembali bermain. Hingga 45 menit penghentian waktu, “Mutiara Hitam” tetap menolak melanjutkan pertandingan.

Setelah lebih dari satu jam penghentian, wasit memutuskan Sriwijaya FC sebagai pemenang. Sang juara berhak mendapat hadiah uang senilai dua miliar rupiah, sementara runner-up memperoleh Rp 750 juta. Deltras Sidoarjo menyabet posisi ketiga dengan hadiah Rp 350 juta setelah menang 3-1 atas Persijap Jepara pada duel di tempat yang sama.

Inilah wajah “puncak” sepakbola Indonesia sesungguhnya! Di dalam dan di luar lapangan penuh kekisruhan. Alih-alih mau ikut (jadi tuan rumah) Piala Dunia …………. ampun, mana mampu kalau masih seperti ini? Ini merusak wajah profesional persepakbolaan Indonesia. Saya yakin, para pemain bola yang baik dan benar masih banyak, pelatih dan ofisial juga begitu, wasit dan para pengadil juga masih buaaaaaaaaaanyak yang adil beneran. Pengurus? ya, juga saya yakin masih banyak yang konsisten dan kompeten ……….. cuma, sebenarnya saya melihat hanya segelintir saja personal-personal sekitar persepakbolaan Indonesia yang nggak beres …… sayangnya justru yang segelintir itulah yang sekarang “menguasai”  …… memang perlu ada revolusi dalam persepakbolaan Indonesia! Itu kunci ke depan, kalau sepakbola Indonesia mau maju. Selain itu, sudahlah nggak usah neko-neko dengan kebijakan-kebijakan aneh-aneh dalam percaturan sepakbola Indonesia, ikuti dan patuhi saja aturan sepakbola yang standar … FIFA kek, atauinternasional mana tuh yang “normal” dan “umum”. Tegakkan aturan dengan adil, selesailah sebagian permasalahan …….. jangan campur aduk dengan politik, atau lainnya ……… sepakbola ya sepakbola ….. real sport!

P.S. Saya masih tetap belum setuju kalau sepakbola Indonesia “memangsa” APBD/APBN. Profesional ya harus tetap profesional dengan sistem keuangan profesional ………… nggak boleh nyedot duit rakyat!

Kisah sebuah negeri “ilegal”: BlackBerry membuktikannya ….

In tEknologi iNformasi on Saturday , 27 June 2009 at 1:02 AM

Setelah ilegal-ilegal macam-macam yang banyak beredar di negeri ini, kini BlackBerry menjadi bukti kuat citra negeri ilegal yang tak tergoyahkan hingga kini, bahkan semakin nyata adanya …..

Betapa fakta telah menunjukkan, bahwa HP cerdas BlackBerry memang tengah booming di kalangan masyarakat Indonesia. Terutama masyarakat kelas menengah ke atas. Kalau kelas bawah mana mampu sih beli HP yang beginian? Hanya saja, siapa sangka jika hampir separuh BlackBerry yang beredar di Indonesia adalah ilegal!

Pengakuan ini datang dari salah satu operator yaitu PT Excelcomindo Pratama Tbk. Manager Broadband BlackBerry & 3G PT Excelcomindo Pratama Tbk (XL) Handono Warih mencatat, sedikitnya separuh BlackBerry yang beredar di pasaran adalah ilegal.

Saat ini, BlackBerry yang sudah beredar di pasar diperkirakan mencapai 425.000 unit. Dari jumlah ini, 250.000 unit disalurkan secara resmi oleh tiga operator telekomunikasi, yakni Excelcomindo, PT Indosat Tbk (ISAT), dan PT Telkomsel. Dengan demikian, ada 175.000 unit BlackBerry yang berasal dari pasar gelap atau black market.

Oleh sebab itu, kondisi BlackBerry yang mendapat sorotan akhir-akhir ini terkait maraknya barang yang diselundupkan dan PIN kloning, yang dapat merugikan konsumen yang tidak dapat membedakan antara BlackBerry yang diimpor resmi dan yang berasal dari black market (BM), serta merugikan Pemerintah dikarenakan hilangnya potensi pajak impor atas masuknya BlackBerry, Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) mengambil langkah terhadap produsen BlackBerry, Research In Motion (RIM) asal Kanada, yang tidak kunjung membuka layanan purna jual di Indonesia. “Kami menolak sementara permohonan sertifikasi BlackBerry dari RIM sejak sebulan lalu,” ungkap Kepala Pusat Informasi dan Humas Depkominfo Gatot S. Dewa Broto. Gatot menjelaskan, sikap yang diambil Depkominfo tersebut berdasarkan hasil pertemuan Depkominfo, Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), dan perwakilan RIM pada pekan lalu.

Depkominfo telah melakukan pertemuan dengan tiga operator yakni PT Telkomsel, PT Indosat Tbk dan PT Excelcomindo Pratama Tbk selaku importir BlackBerry yang menjalin kerjasama secara langsung dengan RIM. “Depkominfo dan ketiga penyelenggara telekomunikasi tersebut sepakat melakukan permintaan dan tekanan bersama terhadap RIM agar rencana feasibility study pendirian perwakilan RIM di Indonesia dapat dilakukan secepat mungkin,” terang Gatot. Gatot menegaskan, Departemen Perdagangan dan Departemen Keuangan siap bekerjasama dengan Depkominfo terkait importasi produk BlackBerry hingga pendirian service center di Indonesia terealisasi.

Keputusan Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) yang untuk sementara menghentikan laju impor BlackBerry dengan tidak melayani sertifikasi produk yang akan masuk Indonesia sejak sebulan lalu suatu hal yang patut didukung. Meskipun hal ini punya efek pada perusahaan operator seluler. Misalnya, Smart Telecom yang bersiap meluncurkan BlackBerry CDMA terpaksa harus menunda waktu peluncuran. “Secara teknis maupun paket komersial, kami sudah siap. Tapi stok dari RIM belum ada,” ujar Direktur Regulasi Smart Telecom Ubaidillah Fattah. Ubaidilah mengatakan, segala persiapan perusahaan telah rampung. Perjanjian dengan RIM pun telah beres. Namun, karena ada penghentian izin dari Depkominfo untuk produk BlackBerry yang akan masuk ke Indonesia, rencana peluncuran BlackBerry CDMA Smart pekan ini pun tertunda. “Kami belum tahu sampai kapan harus menunggu,” ucap Ubaidilah. Ia berharap, persoalan layanan purnajual yang disyaratkan pemerintah kepada RIM bisa segera terpenuhi. “Kalau sekadar membuka kantor perwakilan di Indonesia, saya rasa bukanlah hal yang sulit,” kata Ubaidillah.

Apapun akibatnya langkah yang diambil pemerintah tetap proporsional, dan semestinya diapresiasi semua pihak. Bukankah membuka layanan purnajual memang kewajiban vendor atau produsen.

Indosat yang akan melakukan langkah serupa dengan meluncurkan BlackBerry dengan jaringan StarOne juga menunda rencananya. Jika sebelumnya direncanakan Juni, kemungkinan peluncuran mundur hingga kuartal ketiga tahun 2009. Namun, penjualan BlackBerry di jaringan GSM yang selama ini sudah dilakukan tiga operator besar belum terlihat mengalami gangguan. GM Corporate Communication PT Excelcomondo Pratama (XL) Myra Junor mengaku, penjualan BlackBerry XL belum menemui kendala. “Selama ini persoalan purnajual dan servis bisa kami tangani, jumlahnya pun tak banyak,” tandas Myra. Myra Junor optimistis bahwa RIM akan melakukan langkah konkret memenuhi aturan Depkominfo yang meminta Research In Motion Kanada, selaku produsen BlackBerry, agar mendirikan pusat servis atau perwakilan resmi di Indonesia. Hal tersebut menyusul sejumlah masalah yang dihadapi konsumen, seperti PIN kloning dan maraknya BlackBerry di pasar gelap. “RIM tidak akan menyia-nyiakan pasar BlackBerry di Indonesia yang sangat besar dan tumbuh dengan pesat,” ujar Myra. “Jika dalam beberapa minggu ke depan belum ada wujud konkret dari RIM, Depkominfo akan mengkristalisasi ketegasan sikap lebih konkret,” tandas Gatot tanpa merinci tindakan apa yang dimaksud.

Ini negeri hukum, kalau banyak yang ilegal-ilegal dibiarkan terus, apa kata dunia? Saya setuju ada operasi besar-besaran BlackBerry ilegal ……………toh, yang punya kalaupun kena operasi umumnya juga orang kaya ……….

Pemerintah harus menertibkan peredaran BlackBerry ilegal di pasaran. Pemerintah sepertinya sudah menentukan, ciri BlackBerry ilegal ialah yang tidak melewati proses sertifikasi di Direktorat Jenderal (Dirjen) Pos dan Telekomunikasi dan Bea Cukai. Tanda lolos sertifikasi ini biasanya ada di dalam handset. “Tim itu akan dibentuk segera,” ujar Subagyo, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Departemen Perdagangan (Depdag). Kelak, yang akan melakukan pengawasan di lapangan adalah Direktorat Pengawasan Barang Beredar dan Jasa Depdag. “Jika ada perintah dari Dirjen, kami langsung melakukan pengawasan BlackBerry ilegal,” tegas Direktur Pengawasan Barang Beredar dan Jasa Depdag, Inayat Iman. Depdag akan berkoordinasi dengan Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) untuk pembahasan teknis pengawasannya.

Jumlah ilegal tidak pasti? Ya, jelaslah, namanya saja ilegal …. pasti sulit dimonitor, apalagi dihitung secara eksak.

Pemerintah tetntu nggak bisa memastikan berapa banyak BlackBerry ilegal yang beredar di pasar. Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sudaryatmo menduga, pengguna BlackBerry ilegal jauh lebih banyak daripada yang tercatat saat ini. “Soalnya segmen konsumen Indonesia tergolong sensitif terhadap selisih harga,” ucapnya. Harga BlackBerry resmi minimal Rp 6 juta per unit. Sedang yang ilegal, hanya sekitar Rp 2 juta per unit.

Saat ini, ada tiga operator telepon seluler yang menyalurkan BlackBerry di Indonesia. Yakni PT Indosat, PT Excelcomindo Pratama (XL), dan PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel). Ketiganya menjual BlackBerry secara paket alias bundling. Jumlah pembeli resmi kini tercatat sudah 320.000 pelanggan. Terdiri dari 120.000 di Indosat, dan masing-masing 100.000 pelanggan BlackBerry Telkomsel dan XL. Ini tidak termasuk BlackBerry yang diimpor oleh importir umum.

Pesannya: Ini negeri legal, jangan pernah-lah melegalkan barang-barang yang ilegal. Soalnya di negeri ini begitu banyak barang ilegal beredar (sepertinya mudah ya) yang mudah ditemui dan didapati …. citra “ilegal” country masak melekat terus untuk negeri ini ………….. Maaf-maaf saja, ternyata bukan barang-barang ilegal saja (dari negeri seberang) yang banyak mejeng di negeri ini, bahkan manusia-manusia ilegal dari luar negeri sepertinya juga banyak yang berkeliaran di negeri ini …………… Gimana nhi, kiprah penjaga pintu-pintu itu?

Oh!

Inilah daftar 100 malware terganas di Indonesia menurut Kaspersky Lab

In tEknologi iNformasi on Saturday , 27 June 2009 at 12:06 AM

Inilah daftar nama-nama malware terganas yang beredar di Indonesia periode 18 Juni 2009-25 Juni 2009, menurut laporan Kaspersky Lab:

  • Net-Worm.Win32.Kido.ih  ( 41.9714%)
  • Exploit.Win32.SqlShell.a   (9.7527%)
  • HEUR:Trojan.Win32.Generic  (7.6628%)
  • Heur.Win32.Trojan.Generic  (3.309%)
  • Trojan.Win32.FraudPack.owo (3.1%)
  • Trojan-Downloader.Win32.Agent.cgns  (2.5427%)
  • Trojan.Win32.Agent.cltm  (1.846%)
  • Trojan.Win32.FraudPack.oxv  (1.7416%)
  • Trojan-Dropper.Win32.Small.axv (1.5674%)
  • Trojan.Win32.FraudPack.ovx  (1.5674%)
  • Trojan-PSW.Win32.Agent.nfo (1.3236%)
  • Trojan.Win32.Buzus.bhqc (1.2539%)
  • Trojan.Win32.Agent2.kov (1.1494%)
  • Net-Worm.Win32.Kido.dam.y (1.1146%)
  • Heur.Win32.Invader (0.8708%)
  • Net-Worm.Win32.Kido.eo (0.8011%)
  • Trojan.Win32.Monder.cmwt  (0.8011%)
  • Trojan-GameThief.Win32.Magania.bfru  (0.7315%)
  • Trojan-Downloader.Win32.Agent.ansh (0.6618%)
  • Trojan-Dropper.Win32.Agent.zje (0.5921%
  • Trojan-Downloader.Win32.Agent.cgew (0.5921%)
  • Trojan-Downloader.Win32.Agent.wxq (0.5573%)
  • not-a-virus:Porn-Dialer.Win32.InstantAccess.f(0.5573%)
  • Trojan-GameThief.Win32.Magania.bfrp  (0.5225%)
  • Trojan-Downloader.Win32.Small.jvl  (0.5225%)
  • Net-Worm.Win32.Koobface.d   (0.4528%)
  • Trojan-Downloader.Win32.Injecter.cqd  (0.418%)
  • HEUR:Trojan-Downloader.Win32.Generic  (0.3831%)
  • Virus.Win32.Sality.aa (0.3135%)
  • not-a-virus:AdWare.Win32.Relevant.n  (0.3135%)
  • Trojan-GameThief.Win32.Magania.bfdq  ( 0.2786%)
  • not-a-virus:AdWare.Win32.Agent.lmz  (0.2786%)
  • not-a-virus:AdWare.Win32.Shopper.l  (0.209%)
  • Trojan-GameThief.Win32.Magania.bful  (0.209%)
  • Trojan-GameThief.Win32.WOW.bie  (0.209%)
  • not-a-virus:WebToolbar.Win32.FenomenGame.pxu (0.1742%)
  • Trojan-Dropper.Win32.Small.dhn (0.1742%)
  • Exploit.Win32.DCom.ad
  • Trojan-GameThief.Win32.Magania.bffe (0.1742%)
  • Trojan-GameThief.Win32.Magania.bfws (0.1742%)
  • Trojan-Banker.Win32.Banker.aifb  (0.1742%)
  • Packed.Win32.Black.d   (0.1742%)
  • Trojan.Win32.Agent.cgof   (0.1393%)
  • Trojan-Dropper.Win32.Small.ayg  (0.1393%)
  • Trojan-Downloader.Win32.FraudLoad.wcby  (0.1393%)
  • Trojan-Downloader.Win32.Small.jwq  ( 0.1393%)
  • Trojan-GameThief.Win32.OnLineGames.bktw  ( 0.1393%)
  • MultiPacked.Multi.Generic  (0.1393%)
  • HEUR:Backdoor.Win32.Generic  (0.1045%
  • Suspicious.Win32.Packer (0.1045%)
  • Virus.Win32.Virut.ce (0.1045%)
  • Backdoor.Win32.IEbooot.dfe (0.1045%)
  • Trojan-Downloader.Win32.FraudLoad.erj ( 0.1045%)
  • Trojan-Dropper.Win32.Agent.atvx  (0.1045%)
  • Backdoor.Win32.Agent.ahwn  (0.1045%)
  • Multi.Win32.Packed   (0.1045%)
  • HEUR:Trojan.Win32.Invader (0.1045%)
  • Trojan.Win32.Agent.abud  (0.1045%)
  • Backdoor.Win32.Poison.ahgc   (0.1045%)
  • Trojan-GameThief.Win32.Magania.bfsy (0.1045%)
  • Trojan-Downloader.Win32.Agent.cdid ( 0.1045%)
  • Trojan.Win32.Stuh.pdm  (0.1045%)
  • Trojan.Win32.Buzus.bigq (0.1045%)
  • Backdoor.Win32.Small.icr  (0.1045%)
  • Backdoor.Win32.Agent.ahgv  (0.1045%)
  • Trojan.Win32.Agent.cngn  (0.1045%)
  • Backdoor.Win32.Hupigon.aovn  (0.1045%)
  • Trojan-Dropper.Win32.Agent.atmg  ( 0.1045%)
  • Packed.Win32.Black.a  (0.1045%)
  • HackTool.MSIL.KKFinder.q  (0.0697%)
  • Trojan-Downloader.Win32.Small.aliy  (0.0697%)
  • not-a-virus:AdWare.Win32.Webdir.e  (0.0697%)
  • Email-Worm.Win32.Joleee.bwu  (0.0697%)
  • HEUR:Virus.Win32.Generic (0.0697%)
  • Trojan-Dropper.Win32.Small.cdw  (0.0697%)
  • Trojan.Win32.Agent.cccr (0.0697%)
  • Trojan.Win32.Midgare.mqa (0.0697%)
  • Backdoor.Win32.Bifrose.aknz  (0.0697%)
  • Trojan.Win32.Agent.cmud  (0.0697%)
  • not-a-virus:AdWare.Win32.Shopper.v  (0.0697%)
  • Backdoor.Win32.Bifrose.fpb (0.0697%)
  • Trojan-Mailfinder.Win32.Mailbot.ec
  • Trojan.Win32.Agent.cjxh   (0.0697%)
  • Trojan-Spy.Win32.Zbot.xdj (0.0697%)
  • P2P-Worm.Win32.Archivarius.b   (0.0697%)
  • Virus.Win32.Sality.z     (0.0697%)
  • HEUR:Worm.Win32.Generic (0.0697%)
  • Trojan-Dropper.Win32.Mudrop.ask  (0.0697%)
  • Trojan.Win32.Agent2.hxw  (0.0697%)
  • Trojan.Win32.Agent.cmnr (0.0697%)
  • Trojan.Win32.Agent.rzw (0.0697%)
  • Trojan-Downloader.Win32.FraudLoad.eki (0.0697%)
  • Trojan-Downloader.JS.Agent.gj  (0.0697%)
  • not-a-virus:AdWare.Win32.AlexaBar.n (0.0697%)
  • Trojan.Win32.KillWin.pi   (0.0697%)
  • not-a-virus:AdWare.Win32.Chiem.c  (0.0697%)
  • Net-Worm.Win32.Kido.cy
  • Trojan-Downloader.Win32.Agent.cgaw(0.0348%)
  • Trojan-Dropper.Win32.Mudrop.aso (0.0348%)
  • Packed.Win32.Krap.c  (0.0348%)
  • Serangan malware kian menggila. Waspadalah!

    Inilah daftar 27 Maskapai Penerbangan yang dicabut SIUP-nya dan tidak boleh beroperasi

    In mAnajemen on Friday , 26 June 2009 at 11:37 PM

    Inilah daftar 27 Maskapai Penerbangan (16 Maskapai penerbangan berjadwal, 11 Maskapai penerbangan tidak terjadwal)  yang dicabut SIUP-nya dan tidak boleh beroperasi:

    16 Maskapai penerbangan berjadwal yang SIUP-nya kadaluarsa

    1. PT Adam Sky Connection Airlines

    2. PT Air Paradise International

    3. PT Asia Avia Megatama

    4. PT Bali International Air Service

    5. PT Bayu Indonesia

    6. PT Bouraq Indonesia

    7. PT Deraya

    8. PT Evata Papua Airlines

    9. PT Indonesia Airlines Avi Patria

    10.PT Jatayu Gelang Sejahtera

    11.PT Seulawah NAD Air

    12.PT Star Air

    13.PT Top Sky International

    14.PT Golden Air

    15.PT Ekasari Lorena Airlines

    16.PT Eagle Transport Service

    11 Maskapai penerbangan tidak terjadwal yang memiliki SIUP kadaluarsa

    1. PT Nurman Avia Indopura

    2. PD Prodexim

    3. PT Bali International Service

    4. PT Aviasi Upata Raksa Indonesia

    5. PT Daya Jasa Transindo Pratama

    6. PT Buay Air Service

    7. PT Adi Wahana Angkasa Nusantara

    8. PT Love Air Service

    9. PT Pegasus Air Charter

    10.PT Janis Air Transport

    11.PT Air Maleo

    Surat Izin Usaha Penerbangan (SIUP) 27 maskapai penerbangan dinyatakan expired (kadaluarsa). Mereka pun dilarang melakukan kegiatan operasional.27 perusahaan angkutan udara yang masa izin usahanya berakhir sejak tanggal 26 Juni 2009 sudah tidak berlaku dengan sendirinya,” ujar Dirjen Perhubungan Udara Herry Bakti S Gumay dalam Jumpa pers di gedung Departemen Perhubungan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (26/6/2009). Menurut Herry hal tersebut sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 119 ayat 1, UU No 1/2009 tentang Pernerbangan. “Jika tidak melakukan operasi penerbangan secara nyata selama 12 bulan secara berturut-turut, maka izin usahanya tidak berlaku dengan sendirinya,” terang Herry.

    Menurut Herry sebelumnya ada 38 maskapai penerbangan yang telah diberi surat pemberitahuan, namun susut menjadi 27 yang dinyatakan expired. Dari 27 maskapai penerbangan, 16 maskapai penerbangan di antaranya berjadwal dan 11 di antaranya tidak berjadwal. Namun Herry tetap memberikan kesempatan bagi ke-27 perusahaan penerbangan tersebut untuk mendapatkan izin operasi kembali. “Asalkan wajib memenuhi sesuai dengan ketentuan persyaratan,” pungkas Hery.

    Pesannya: Untuk industri penerbangan harus tegas, tidak ada tawar menawar dengan peraturan yang ada. Jangan sampai rakyat jadi korban …. terlalu banyak toleransi. Untuk menuju zero accident, yang benar seharusnya memang zero tolerance!

    Pemekaran daerah, keinginan elit politik atau rakyat? Faktanya, tahun 2009 ini menyedot anggaran Rp 14,272 Triliun

    In anggaran on Friday , 26 June 2009 at 10:07 AM

    Pemekaran daerah, keinginan elit politik atau rakyat sih?Ada yang kehausan untuk berkuasa? Lalu bikin daerah baru atau memang  murni untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat? Susah memahaminya ……

    Faktanya: Pemekaran daerah kian memberatkan anggaran pemerintah karena di awal-awal tahun pembentukannya memerlukan dana pengadaan fasilitas pemerintahan. Anggaran untuk daerah baru meningkat dari Rp 8,09 triliun pada 2007 menjadi Rp 14,272 triliun pada 2009. Ada 48 daerah yang memiliki anggaran belanja pegawai sekitar 70 persen dari total APBD-nya, bahkan ada yang 87 persen. Itu artinya, eksekutif daerah tidak bisa hidup tanpa APBD, namun rakyatnya malah tetap bisa hidup tanpa APBD sekalipun. Konsekuensi pemekaran daerah terhadap keuangan negara adalah penambahan kantor-kantor vertikal untuk melayani urusan pemerintah pusat di daerah, antara lain, kantor kepolisian, komando distrik militer, kantor agama, pengadilan, kejaksaan, Bea dan Cukai, pajak, Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN), hingga Badan Pusat Statistik. Dampak lain pemekaran daerah adalah tersedotnya jatah dana alokasi umum (DAU), tidak hanya pada daerah induk, melainkan pada seluruh daerah di Indonesia.

    Mulai tahun 2010, ada 26 daerah yang dimekarkan pada tahun 2006-2007 yang lepas dari daerah induknya dinyatakan sebagai daerah mandiri. Pada awalnya, daerah pemekaran masih berbagi DAU dengan daerah induknya hingga tahun pertama. Namun, setelah itu, dia menjadi daerah mandiri sehingga langsung mendapatkan jatah DAU 100 persen dari pusat. DAU untuk daerah baru tersebut akan diambil merata dari seluruh daerah yang terbentuk lebih dulu.

    Sebagai gambaran, 15 daerah baru akan menyedot DAU daerah lain Rp 4,08 triliun tahun 2010. Daerah itu, antara lain, Provinsi Sulawesi Barat, Kabupaten Pidie Jaya (NAD), Kota Subulusallam (NAD), Kabupaten Batu Bara (Sumatera Utara), Bandung Barat (Jawa Barat/Jabar), dan Kabupaten Kayong Utara (Kalimantan Barat). Ada juga Kabupaten Konawe Utara (Sulawesi Tenggara), Kepulauan Siao Tagulandang Biaro (Sulawesi Utara), Gorontalo Utara (Gorontalo), Nagekeo (Nusa Tenggara Timur/NTT), dan Membramo Raya (Papua). Untuk itu, harus ada peninjauan kembali konsep pemekaran ini. Daerah baru harus tetap terkait daerah induk 3-5 tahun setelah dibentuk. Dengan demikian, daerah induknya akan berpikir panjang. Bila perlu harus ada, “pengereman” usaha-usaha pemekaran daerah, terutama yang tidak signifikan bagi rakyat daerah tersebut secara nyata.

    Sebaiknya, perlu usaha melihat realitas top-down dari pemerintah pusat. Artinya aparat pemerintah pusat jangan hanya menunggu laporan pengusul pemekaran daerah secara sepihak. Lihat Natuna. Itu, kan daerah yang memperkaya Jawa, tetapi tidak memiliki infrastruktur. Departemen Dalam Negeri harus berani menolak pemekaran baru. Jangan bergantung pada laporan pengusul daerah baru, karena laporan itu bisa dibeli. Data menunjukkan bahwa belanja pemerintah daerah naik 20 persen per tahun, sejak 10 tahun desentralisasi. Bahkan, pada tahun 2008, porsi belanja daerah mencapai 30 persen dari pembiayaan pemerintah pusat. Pengeluaran terbesar desentralisasi selama 2005-2008 ada di sektor pendidikan, 23 persen dari belanja pemerintah daerah.

    Mekar atau tidak suatu daerah, ujung-ujungnya mesti ditanyakan ke rakyat-nya. Mereka jadi bisa merasakan peningkatan keadilan dan kemammuran sesungguhnya atau nggak, kalau elit poitiknya saja yang menjadi kaya dan raja-raja kecil di daerah baru ya percuma saja …………….

    Michael Jackson, legenda musik pop , meninggal pada usia 50 dan meninggalkan jadwal 50 konser

    In iNtermezo on Friday , 26 June 2009 at 9:39 AM

    Hidup dan mati ada waktunya. Ujung hidup adalah kematian. Sedahsyat apapun manusia ketika mati telah menjemput, siapapun tidak bisa menghindar. Idola adalah kesukaan dan kekaguman pada prestasi duniawi. Ketidakmampuan idola untuk menghindar dari jemputan kematian adalah kesadaran untuk memahami bahwa idola adalah seorang manusia belaka. Tak lebih dan tak kurang dari siapapun yang mengidolakannya. Ruang kesadaran ini mesti menghantarkan kita bahwa penghargaan, kesenangan dan loyalitas kepada seorang idola, atau tokoh manusia siapapun, sesungguhnya tidak tak terbatas. Ada ujung waktu, ada ujung kehidupan.

    michael_jackson

    Michael Jackson, the show-stopping singer whose best-selling albums — including “Off the Wall,” “Thriller” and “Bad” — and electrifying stage presence made him one of the most popular artists of all time, died Thursday, CNN has confirmed.

    He was 50.

    He collapsed at his residence in the Holmby Hills section of Los Angeles, California, about noon Pacific time, suffering cardiac arrest, according to brother Randy Jackson. He died at UCLA Medical Center.

    “Michael Jackson made culture accept a person of color,” the Rev. Al Sharpton said. “To say an ‘icon’ would only give these young people in Harlem a fraction of what he was. He was a historic figure that people will measure music and the industry by.”

    Jackson’s blazing rise to stardom — and later fall from grace — is among the most startling of show business tales. The son of a steelworker, he rose to fame as the lead singer of the Jackson 5, a band he formed with his brothers in the late 1960s. By the late ’70s, as a solo artist, he was topping the charts with cuts from “Off the Wall,” including “Rock With You” and “Don’t Stop ‘Til You Get Enough.”

    Lt. Fred Corral of the Los Angeles County Coroner’s Office said an autopsy would probably be done on the singer Friday, with results expected that afternoon.

    In 1982, he released “Thriller,” an album that eventually produced seven hit singles. An appearance the next year on a Motown Records 25th-anniversary special cemented his status as the biggest star in the country.

    For the rest of the 1980s, they came no bigger. “Thriller’s” follow-up, 1987’s “Bad,” sold almost as many copies. A new Jackson album — a new Jackson appearance — was a pop culture event.

    The pop music landscape was changing, however, opening up for rap, hip-hop and what came to be called “alternative” — and Jackson was seen as out of step.

    His next release, 1991’s “Dangerous,” debuted at No. 1 but “only” produced one top-ranking single — “Black or White” — and that song earned criticism for its inexplicably violent ending, in which Jackson was seen smashing car windows and clutching his crotch.

    And then “Dangerous” was knocked out of its No. 1 spot on the album charts by Nirvana’s “Nevermind,” an occurrence noted for its symbolism by rock critics.

    After that, more attention was paid to Jackson’s private life than his music career, which faltered. A 1995 two-CD greatest hits, “HIStory,” sold relatively poorly, given the huge expense of Jackson’s recording contract: about 7 million copies, according to Recording Industry of America certifications.

    A 2001 album of new material, “Invincible,” did even worse.

    In 2005, he went to trial on child-molestation charges. He was acquitted.

    In July 2008, after three years away from the spotlight, Jackson announced a series of concerts at London’s O2 Arena as his “curtain call.” Some of the shows, initially scheduled to begin in July, were eventually postponed until 2010.

    Rise to stardom

    Michael Jackson was born August 29, 1958, to Joe Jackson, a Gary, Indiana, steelworker, and his wife, Katherine. By the time he was 6, he had joined his brothers in a musical group organized by his father, and by the time he was 10, the group — the Jackson 5 — had been signed to Motown.

    He made his first television appearance at age 11.

    Jackson, a natural performer, soon became the group’s front man. Music critic Langdon Winner, reviewing the group’s first album, “Diana Ross Presents the Jackson 5,” for Rolling Stone, praised Michael’s versatile singing and added, “Who is this ‘Diana Ross,’ anyway?”

    The group’s first four singles — “I Want You Back,” “ABC,” “The Love You Save” and “I’ll Be There” — went to No. 1 on the Billboard pop chart, the first time any group had pulled off that feat. There was even a Jackson 5 cartoon series on ABC.

    In 1972, he hit No. 1 as a solo artist with the song “Ben.”

    The group’s popularity waned as the ’70s continued, and Michael eventually went solo full time. He played the Scarecrow in the 1978 movie version of “The Wiz,” and released the album “Off the Wall” in 1979. Its success paved the way for “Thriller,” which eventually became the best-selling album in history, with 50 million copies sold worldwide.

    At that point, Michael Jackson became ubiquitous.

    Seven of “Thriller’s” nine cuts were released as singles; all made the Top Ten. The then-new cable channel MTV, criticized for its almost exclusively white playlist, finally started playing Jackson’s videos. They aired incessantly, including a 14-minute minimovie of the title cut. (“Weird Al” Yankovic cemented his own stardom by lampooning Jackson’s song “Beat It” with a letter-perfect parody video.)

    On the Motown Records’ 25th-anniversary special — a May 1983 TV extravaganza with notable turns by the Temptations, the Four Tops and Smokey Robinson — it was Michael Jackson who stopped the show.

    Already he was the most popular musician in America, riding high with “Thriller.” But something about his electrifying performance of “Billie Jean,” complete with the patented backward dance moves, boosted his stardom to a new level.

    People copied his Jheri-curled hair and single-gloved, zippered-jacket look. Showbiz veterans such as Fred Astaire praised his chops. He posed for photos with Ronald and Nancy Reagan at the White House. Paul McCartney teamed with him on three duets, two of which — “The Girl Is Mine” and “Say Say Say” — became top five hits. Jackson became a Pepsi spokesman, and when his hair caught fire while making a commercial, it was worldwide news.

    It all happened very fast — within a couple years of the Motown special. But even at the time of the “Motown 25″ moonwalk, fame was old hat to Michael Jackson. He hadn’t even turned 25 himself, but he’d been a star for more than half his life. He was given the nickname the “King of Pop” — a spin on Elvis Presley’s status as “the King of Rock ‘n’ Roll” — and few questioned the moniker.

    Relentless attention

    But, as the showbiz saying has it, when you’re on top of the world, there’s nowhere to go but down. The relentless attention given Jackson started focusing as much on his eccentricities — some real, some rumored — as his music.

    As the Web site Allmusic.com notes, he was rumored to sleep in a hyperbaric chamber and to have purchased the bones of John Merrick, the “Elephant Man.” (Neither was true.) He did have a pet chimpanzee, Bubbles; underwent a series of increasingly drastic plastic surgeries; established an estate, Neverland, filled with zoo animals and amusement park rides; and managed to purchase the Beatles catalog from under Paul McCartney’s nose, which displeased the ex-Beatle immensely.

    In 1990s and 2000s, Jackson found himself pasted across the media for his short-lived marriages, the first to Elvis Presley’s daughter, Lisa Marie; his 2002 claim that then Sony Records head Tommy Mottola was racist; his behavior and statements during a 2003 interview with British journalist Martin Bashir done for a documentary called “Living With Michael Jackson;” his changing physical appearance; and, above all, the accusations that he sexually molested young boys at Neverland.

    The first such accusation, in 1993, resulted in a settlement to the 13-year-old accuser (rumored to be as high as $20 million), though no criminal charges were filed, Allmusic.com notes.

    He also fell deeply in debt and was forced to sell some of his assets. Neverland was one of many holdings that went on the block. However, an auction of material from Neverland, scheduled for April, was called off and all items returned to Jackson.

    Interest in Jackson never faded, however, even if some of it was prurient. In 2008, when he announced 10 comeback shows in London, beginning in July 2009, the story made worldwide news. The number of concerts was later increased to 50.

    Seventy-five thousand tickets sold in four hours when they went on sale in March.

    However, when the shows were postponed until 2010, rumors swept the Internet that Jackson was not physically prepared and possibly suffering from skin cancer.

    At the time, the president and CEO of AEG Live, Randy Phillips, said, “He’s as healthy as can be — no health problems whatsover.”

    Meninggalkan jadwal 50 konser

    Kematian Michael Jackson akan membuat ratusan ribu fansnya di London gigit jari. Penembang ‘Beat It’ itu rencananya akan menggelar 50 konser di London mulai 13 Juli 2009 mendatang. Konser berjudul ‘This is It’ rencananya akan berlangsung di O2 Arena, London, Inggris. Sejak Maret 2009, lebih dari 360 ribu tiket presale sudah laris diserbu fans pemilik Neverland Ranch tersebut.

    Tiket konser kembalinya Jacko ke panggung tersebut dijual mulai dari harga 115 pound atau hampir dua juta rupiah. Tak hanya itu, promotor juga menyediakan paket VIP yang dibandrol mulai harga 770 pound atau sekitar Rp 13 juta. Paket VIP ini termasuk undangan untuk pesta sebelum konser, minuman champagne pada saat kedatangan, dan pelayanan spesial lainnya.

    Dikutip dari situs resmi konser tersebut, michaeljacksonlive.com, raja pop itu akan memulai konser pertamanya tanggal 13 Juli 2009. Setelah itu Jacko akan terus memenuhi kewajibannya menggelar 50 konser sampai yang terakhir 6 Maret 2010. Tiket pertunjukan sampai bulan Februari tahun depan sudah habis terjual. Boyband lawas, New Kids on The Block bahkan dikabarkan ikut meramaikan aksi panggung sahabat Macaulay Culkin itu. Pihak promotor belum mengeluarkan pengumuman apapun di situs resmi mereka. Siapa sangka kalau Jacko akan berpulang di usia 50 dengan meninggalkan 50 hutang konser.

    Kisah dan kiprah lengkap, bisa dilihat disini.

    Pada masanya, saya pun pernah mengidolakan Jacko. Itulah penggalan waktu, yang pada waktu-waktu berikutnya memberikan kesadaran kepada diri saya, pengidolaan adalah moment sesaat yang terkadang menginspirasi perilaku kehidupan, membuyarkan pemahaman baik-benar, dan membutakan kesiapaan manusia sesungguhnya. Hitam putih tidaklah terlihat apa adanya, warna dan rona gerak penuh warna terkadang mengelabuhi jiwa.  Bahwa manusia dan kemanusian adalah tetap dalam ranah sisi dasar manusia. Ada batas, ada ketidakmampuan melewati kata “selalu”, karena ada “terkadang”, atau suatu kali …………. yang pasti, kematian akan menjemput siapapun, seorang idola ataupun orang yang mengidolakan. Itulah kenyataan, jangan melawan. Kesadaran ada Tuhan yang selalu dan selalu mengatur manusia harus diistimewakan.

    Jumlah orang kaya di dunia merosot. Lha, kekayaan kita naik atau merosot?

    In anggaran on Thursday , 25 June 2009 at 2:23 PM

    Jumlah orang kaya di dunia merosot.

    Mengapa? Karena nilai-nilai investasi mereka tergerus oleh krisis finansial selama tahun 2009. Jumlah orang kaya yang dideskripsikan sebagai “High Net Worth Individuals” atau HNWI turun hingga 15% menjadi hanya 8,6 juta orang. Sementara Ultra-HNWI, atau orang yang memiliki aset investasi di atas US$ 30 juta turun hingga 25%. Demikian hasil studi yang dilakukan Merrill Lynch dan lembaga konsultan Prancis, Capgemini.

    Penurunan yang belum terjadi sebelumnya menyapu bersih pertumbuhan yang mengesankan selama tahun 2006 dan 2007, sehingga mengurangi populasi HNWI dan kekayaan mereka turun pada level yang sebelum 2005,” demikian hasil studi tersebut. Hasil studi itu juga menunjukkan bahwa para HNWI mulai kehilangan kepercayaannya pada pasar, regulator dan pada perusahaan penasihat keuangannya. “Kebanyakan yang terkena dampak dari penurunan ini adalah orang-orang yang paling makmur,” jelas Martina Weimert, Associate Director Capgemini.

    Lebih dari separuh dari jumlah orang kaya tersebut tinggal di Amerika Serikat, Jepang dan Jerman. Sementara China berhasil menggeser Inggris untuk berada di posisi keempat dalam hal jumlah orang kaya. Total kekayaan dari orang di kelas HNWI, atau yang memiliki kekayaan investasi aset lebih dari US$ 1 juta turun dari US$ 40,7 triliun pada tahun 2007 menjadi US$ 32,8 triliun pada tahun 2008.

    Peduli amat dengan orang kaya dunia (lain). Lha, kita sendiri ini, sekarang ini, makin kaya atau makin miskin ya? Kaya hati lebih penting, syukur-syukur bisa kaya materi ….. biar amalnya bisa lebih banyak lagi ….

    Indonesia dituduh melakukan DUMPING. Ach, itu gaya perang ekonomi negara lain yang nggak suka Indonesia maju ….

    In sUbsidi on Thursday , 25 June 2009 at 12:46 PM

    Tuduhan DUMPING terhadap produk-produk Indonesia terus saja ada. Padahal selama ini Indonesia menjadi salah satu negara yang paling sering dikenakan tuduhan dumping sedangkan pengenaan tuduhan dumping Indonesia ke negara-negara lain terbilang rendah. Mengapa ya?

    Data tuduhan DUMPING terhadap Indonesia adalah,

    a. Tahun 2007:  16 kasus.

    b. Tahun 2008: 7 kasus (tuduhan dumping produk tabung TV oleh India, tekstil oleh Argentina dan Brasil, tisu toilet oleh Australia, produk kertas oleh AS, produk ban dari Turki).

    c. Tahun 2009 (Januari-Mei): 6 negara yang menuduh Indonesia melakukan dumping dan safeguard. Keenam negara-gara itu antara lain AS, Pakistan, India, China,  Mesir dan Afrika Selatan. Totalnya ada 18 perusahaan yang terkena tuduhan dumping, dan satu perusahaan untuk tuduhan safeguard. Produk yang dituduh dumping adalah Viscose Staple Fiber Excluding Bamboo Fiber atau bahan baku serat tekstil yang mulai diinisiasi 19 Maret 2009 , Nucleotide-type Food Additives  atau bahan tambahan pangan yang  diinisiasi 24 Maret 2009, Polyethelene Retail Carriers Bags  atau bahan baku kantung plastic yang mulai diinisiasi 20 April 2009, dan Phthalic Anhydride  atau bahan kimia yang diinisiasi 29 Mei 2009. Produk yang kena tuduhan safeguard adalah Cotton Yarn and Blend and Woven Fabrics of Cotton and Blend  atau serat benang untuk tekstil mulai diinisiasi 15 Januari 2009, Coated Paper and Paper Board mulai diinisiasi 20 April 2009 dan Uncoated Paper and Copy Paper yang diinisiasi 20 April 2009.

    Hingga tahun 2008, Indonesia mendapatkan 116 kasus anti dumping yang dituduhkan 23 negara. Jumlah kasus di Indonesia itu paling banyak dibandingkan beberapa negara di Asia, Eropa dan Amerika. Sebagai perbandingan, kasus dumping di Amerika sebanyak 20 kasus, India 19 kasus, Afrika Selatan 11 kasus, Selandia Baru 11 kasus, Malaysia 8 kasus, Turki 6 kasus, Argentina 5 kasus dan Mexico 3 kasus.

    Sebaliknya, Indonesia sendiri telah mengenakan 5 tuduhan dumping sepanjang tahun 2008 yaitu beberapa negara diantaranya India, Thailand, Rusia. Selain itu, sejak 4 Januari 2006 lalu Indonesia telah mengenakan safeguard untuk produk keramik terhadap 15 negara untuk kurun waktu tiga tahun. Sementara penggunaan hak anti dumping, Indonesia baru mengenakan tindakan anti dumping terhadap impor untuk 34 kasus. Jumlah ini merupakan yang paling rendah dibandingkan India (372 kasus), Amerika (245 kasus), Uni Eropa (252 kasus).

    Anehnya, tuduhan tersebut tidak hanya terkait masalah nilai jual yang lebih rendah di pasar ekspor ketimbang di pasar domestik, tapi juga sudah mengarah pada isu lingkungan dan soal subsidi. Ini jelas merupakan cara-cara tidak fair dalam perdagangan termasuk dumping, karena kondisi krisis global saat ini yang berpotensi memicu meningkatnya negara lain untuk menerapkan isyu ini untuk melindungi pasar dalam negerinya. Sebab kita ketahui dampak tuduhan dumping bisa merugikan produsen di negara yang kena isyu dumping. Oleh sebab itu, sudah semestinya Pemerintah, dunia usaha itu sendiri dan rakyat Indonesia, harus ikut berusaha melindungi industri dalam negeri terhadap tindakan curang atau tuduhan dumping yang dilakukan oleh pihak luar negeri sehingga dibentuk komite anti dumping dan anti subsidi. Selaku anggota WTO, kita bisa mengenakan tindakan anti dumping terhadap impor yang disinyalir melakukan dumping guna menanggulangi dampak persaingan curang. Tindakan anti dumping hanya dapat dilakukan berdasarkan hasil penyelidikan bahwa impor dumping telah mengakibatkan kerugian material kepada industri domestik. Adapun tindakan pemulihan yang diijinkan untuk melawan persaingan yang curang akibat dumping dengan cara pengenaan bea masuk anti dumping sebesar marjin dumping yang ditemukan. Namun hal itu harus didahului dengan penyelidikan yang membuktikan adanya dumping. Pengenaan bea masuk guna melindungi kepentingan nasional tetap saja ada pihak yang diuntungkan dan ada yang merasa dirugikan. Namun harus ada pilihan yang realistis soal ini.

    Menurut saya, Indonesia harus melawan terhadap tuduhan semacam ini. Seringkali tuduhan ini hanya kedok dari negara yang “kalah bersaing” sehingga mencari-cari alasan untuk menjatuhkan pesaing, dan salah satunya dengan isyu dumping. Karena logika saya, produk Indonesia itu khan umumnya termasuk high cost ekonomy/product kok pemasarannya di-dumping-kan, apa mungkin ada pengusaha mau merugi besar-besaran, demi mengejar ekspor, aneh saja ….. lagian inilah real perang ekonomi dunia masa kini, makanya Indonesia harus fight, jangan lemah, ….., konsumsi produk-produk dalam negeri di dalam negeri sendiri juga harus terus ditingkatkan, agar membantu proses produksi ke arah efisien yang lebih baik … Inisiatif hal ini harus datang dari semua pihak, pihak industri itu sendiri, pemerintah, dan rakyat Indonesia agar lebih proaktif memahami dan menggunakan produksi dalam negeri juga.

    Karena perang di bidang pilar ekonomi diantara negara-negara dunia sekarang ini, bisa menentukan “nasib” pilar-pilar negara lainnya, yaitu: sosial, politik maupun hankam, yang ujung-ujungnya berpengaruh pula terhadap ketahanan nasional suatu bangsa …….

    Iya ya, film “King” khan untuk anak-anak kok pakai iklan rokok. Jadinya, saya nggak pingin nonton ….

    In kEwarganegaraan on Thursday , 25 June 2009 at 12:11 PM

    Iya ya, film “King” khan untuk anak-anak kok pakai iklan rokok segala sih. Apa nggak ada iklan yang lebih sehat dan menyehatkan? Jadinya, saya nggak pingin nonton itu film …. padahal saya sangat suka kalau ada film bagus untuk anak-anak, bahkan nonton 2 kali pun saya senang sekali, seraya mengajak keluarga dan anak-anak ………

    Anda sudah tahu adanya “protes” Komnas Anak terhadap film “King”? Coba perhatikan berita ini:

    ———- Komnas Anak Sayangkan Sponsor Rokok dalam Film King ———-

    Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas Anak) menyambut baik film “King” yang ditayangkan di bioskop mulai 25 Juni ini. Film yang mengangkat tema anak-anak dan nasionalisme ini merupakan angin segar dalam perfilman nasional yang saat ini didominasi oleh film–film horor dan komedi porno. Meski demikian, Komnas Anak menyayangkan keterlibatan salah satu produk rokok dalam film King. Film yang mengangkat tema anak-anak yang diproduksi oleh Alenia Pictures ini secara tidak langsung membenarkan penghancuran generasi bangsa yang dilakukan oleh industri rokok.Sebab, rokok adalah satu-satunya produk legal yang membunuh separuh dari konsumennya,” kata Ketua Komnas Anak, Seto Mulyadi, Kamis (25/6).

    Seto mengungkapkan, dari hasil penelitian, promosi dan sponsor rokok terbukti merangsang aspek kognitif anak untuk merokok. Selain itu, iklan atau sponsor rokok juga mendorong anak untuk tetap terus merokok. “Serta mendorong perokok anak yang sudah berhenti merokok untuk kembali merokok,” ungkap Seto. Agresifitas pemasaran iklan rokok, tutur Seto, telah menyebabkan jumlah prokok anak mengalami lonjakan yang signifikan. Prevalensi perokok remaja usia 15-19 meningkat sebanyak 144 persen selama tahun 1995 hingga 2004. Dari 13,7 persen di tahun 1995 menjadi 32,8 persen di tahun 2004. Seto menyatakan, survey ini juga menunjukkan perokok yang mulai merokok pada usia 5-9 tahun meningkat lebih dari empat kali lipat dari 0,4 pada tahun 2001 persen menjadi 1,8 persen pada tahun 2004. “Ini membuktikan adanya hubungan yang kuat antara agresifitas iklan , promosi dan sponsor rokok dengan meningkatnya prevalensi merokok anak,” kata Seto.

    Ironisnya, ungkap Seto, aturan saat ini yang berlaku di Indonesia yaitu Peraturan Pemerintah No. 19 tahun 2003 tentang pengamanan rokok bagi kesehatan, justru memberi kebebasan hampir mutlak bagi industri rokok untuk mengiklankan dan mempromosikan prduknya ke masyarakat luas. “Lemahnya peraturan ini digunakan industri rokok untuk membentuk ketergantungan industri seni dan olah raga melalui pemberian sponsorship,” terang Seto. Celakanya, ungkap Seto, anak-anak dan remajalah yang menjadi sasaran dari iklan, promosi dan kegiatan-kegiatan yang disponsori oleh rokok. “Konsekuensinya, anak-anak menganggap prilaku merokok adalah wajar dan tidak berbahaya bagi kesehatan, sehingga mereka terjerat menjadi perokok tetap,” kata Seto.

    Demi kepentingan terbaik untuk anak, jelas Seto, Komnas Anak menyatakan protes atas sponsor rokok dalam film King dan mendesak Alenia Pictures agar memberi tanggapan atas siaran ini kepada Komnas Anak. Selain itu, Alenia Pictures juga mengeluarkan pernyataan maaf kepada publik atas keterlibatan sponsor perusahaan rokok dalam film King. “Juga tidak bekerjasama dengan industri rokok dalam bentuk apa pun di masa mendatang,” tutur Seto menandaskan.

    ————————————————————-

    Film anak kok “diselipi” rokok. Jadinya, masalah rokok lagi, rokok lagi ………………. kok nggak sadar-sadar sih. Matikan rokokmu sebelum rokok mematikanmu!

    Polisi Indonesia dinilai brutal oleh Amnesty International. Ada komentar?

    In e-goverment on Thursday , 25 June 2009 at 11:46 AM

    Amnesty International menyatakan polisi Indonesia masih sering terlibat kekerasan dan penyiksaan para tersangka. Laporan Amnesty International yang disiarkan hari Rabu, 24 Juni 2009 menyebutkan para pelakunya jarang diadili. Kelompok penggiat hak asasi manusia yang berkantor di London ini seperti dikutip kantor berita Reuters, membuat laporan sebagiannya seperti ini:

    Amnesty International has spoken to scores of abuse victims, police officials, lawyers and human rights groups, among others, in Indonesia over the last two years. The organization found that drug users, repeat offenders and women, including sex workers, were particularly vulnerable to abuse. Many of those interviewed said police officers attempted to extract bribes from them in return for better treatment or a reduction in sentencing.Dita, a 21-year-old sex worker, was arrested in December 2006. Dita told Amnesty International how she was threatened with sexual abuse and faced intimidation at the time of her arrest: I was arrested with five or six other prostitutes. On the way to Polres [District Police station] East Jakarta, they were grabbing me and touching me saying, “You’re so young, why aren’t you in school,” you know that kind of stuff. When we got to the station, they gave us a choice. They said we could get off if we paid one million rupiah [96 USD] or if we had sex with them. Three of the girls agreed to have sex with them. I point blank refused to do either. Our pimps have paid them enough already.

    [baca berita selengkapnya In New Report, Amnesty International Documents Widespread Police Brutality in Indonesia disini].

    Kelompok penggiat hak asasi manusia mengakui berbagai upaya dalam satu dasa warsa ini untuk membuat polisi lebih profesional dan akuntabel. Namun langkah ini dikatakannya, gagal menghilangkan masalah yang sudah banyak dilakukan. Wakil Direktur Amnesty International Asia Pasifik Donna Guest seperti dikutip kantor berita Reuters mengatakan, “Dalam beberapa kasus, pelanggaran itu terkait langsung dengan upaya polisi menerima suap dari tersangka.” Disebutkan pula, mereka yang tidak bisa membayar uang suap akan diperlakukan lebih buruk. Menurut Guest, meskipun para pejabat tinggi di pemerintahan dan polisi etlah membuat komitmen untuk mengadakan perubahan namun tidak sampai kepada kebanyakan polisi.

    Kelompok rawan

    Laporan itu menemukan, pengguna narkoba, pelanggar hukum yang berulangkali, wanita termasuk pekerja seks komersial rawan terhadap pelanggaran itu. Amnesty mengatakan telah berbicara kepada korban pelanggaran, pejabat polisi, pengacara dan kelompok pegiat HAM dalam dua tahun terakhir saat menyusun laporan ini. Disebutkan, mekanisme disiplin di dalam kepolisian tidak mampu secara efektif menangani pengaduan atas perilaku polisi sedangkan para korban sering tidak tahu kemana mereka mengajukan laporan. Amnesty mendesak pemerintah mengumumkan pelanggaran yang sudah sering terjadi itu dan melakukan penyelidikan yang tidak memihak dan efektif terhadap setiap tuduhan. Juru bicara Kepolisian Indonesia Abubakar Nataprawira membela kinerja 371.000 personel kepolisian. “Pada tahun 2010 kami menargetkan sebagai lembaga yang disenangi bukan ditakuti masyarakat,” katanya seperti dikutip Reuters seraya menambahkan restrukturisasi di kepolisian masih terus berlanjut. Mekanisme sanksi juga telah diberlakukan untuk menghukum polisi yang menerima uang suap.

    TST-lah. Saya juga tahu, anda semua pasti punya komentar tentang hal ini! Ada yang mau sharing komentar? Silakan

    Bahasa Inggris 600 Guru RSBI “memble”, lalu apa keunggulan Rintisan Sekolah Berstandar Internasional?

    In sumber daya on Thursday , 25 June 2009 at 11:03 AM

    Saya sudah pernah menulis Saya suka terganggu dengan kata “Internasional” 10 Juni 2009 yang lalu. Sebagian cukilannya adalah sebagai berikut:

    Ada lagi di dunia pendidikan: SBI (Sekolah Berstandar Internasional). Apa sih bedanya dengan yang reguler, akselerasi atau lainnya? Apa dikarenakan dalam proses pendidikannya menggunakan bahasa internasional (Inggris), sementara hal-hal lainnya nggak berbeda secara signifikan dengan program lain, lalau pantas ditempeli kata “Internasional“? Aneh! Kualitas standar internasional atau bahasa yang dipakai sebagai legitimasi? Nggak penting itu kata “Internasional” ditempel, semestinya yang lebih penting kualitas hasil didiknya yang utama! Di luar negeri juga nggak ada sekolah tingkat SMA yang perlu dilabel “Internasional“. Ini Indonesia kok nganeh-nganehin sendiri? Memang kalau pakai SBN (Sekolah Berstandar Nasional) turut derajat begitu? Kalau produk/barang pabrikan khan sudah ada standarnya yaitu SNI. Jadi, nyata-nyata kata “Internasional” hanya tempelan belaka, kebanyakan nggak merujuk dan nggak menunjukkan pada nilai produk/jasa yang berkualitas internasional/tinggi kok!

    Lalu kita denger ada berita terbaru:

    Berdasarkan Test of English for International Communication (ToEIC), dari sekitar 600 guru sekolah rintisan sekolah berstandar internasional (RSBI) SMP, SMA, dan SMK di seluruh Indonesia, terungkap bahwa penguasaan bahasa Inggris guru dan kepala sekolahnya rendah. Data tersebut diungkapkan oleh Direktur Tenaga Kependidikan Direktorat Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PMPTK) Depdiknas Surya Dharma, MPA, Ph D, di Jakarta, Selasa (23/6). Surya mengatakan, penetapan sebagai sekolah berstandar internasional (SBI) ternyata sering mengabaikan tuntutan berbahasa Inggris aktif. Akibatnya, Surya melanjutkan, kemampuan bahasa Inggris guru dan kepala sekolah di sekolah rintisan SBI rendah. “Hasil tes itu menunjukkan standar bahasa Inggris guru dan kepala sekolah RSBI pada umumnya rendah, sebanyak 60 persennya berada pada level paling rendah kemampuan berbahasa,” tutur Surya. Referensi

    Sementara, data yang lain menunjukkan penduduk dunia diperkirakan bakal mencapai lima kali lipat pada 2050, menurut mencapai British Council. Artinya, jumlah pengguna Bahasa Inggris juga meningkat lima kali lipat. Konsekuensinya, anak yang tidak menguasai Bahasa Inggris tidak bisa menikmati peluang tersebut. Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Pembinaan Taman Kanak-kanak dan Sekolah Dasar Depdiknas, Mudjito AK, saat Simposium Pembelajaran Bahasa Inggris di Sekolah Dasar di Jakarta, 26 mei 2009. Karena itu, lanjut Mudjito, kebutuhan penguasaan Bahasa Inggris tidak terlelakkan. Mutlak untuk setiap orang karena menjadi alat komunikasi penting bagi setiap orang. “Pembelajaran Bahasa Inggris di tingkat SD telah menjadi kebutuhan dasar, baik diajarkan secara mandiri maupun sebagai bahasa pengantar untuk mata pelajaran lain atau yang dikenal dengan billingual,” kata Mudjito.

    Bahkan di beberapa daerah Bahasa Inggris telah menjadi satu muatan lokal. Sayangnya, menurut Penasihat Pendidikan British Council, Itje Chodidjah, sampai saat ini guru belum berhasil menjadi contoh yang baik sebagai pengguna Bahasa Inggris. Akibatnya, pembelajaran Bahasa Inggris di tingkat SD masih harus dikembangkan lebih lanjut dan konsisten. Itje mengakui, masih banyak kendala ditemui. Utamanya justru terletak pada guru karena mereka adalah fasilitator dan katalisator yang bisa memantik potensi berbahasa pada siswa. “Permasalahan mendasar mereka adalah pada cara menerapkan bahasanya kepada siswa dan itu banyak penyebabnya,” kata Itje.

    Itje menyontohkan, beberapa penyebabnya seperti pemilihan kata yang tidak tepat, pemakaian kata benda yang tidak akrab di kuping si anak, nada bicara yang tidak pas dengan kalimat, serta ekspresi wajah dan sikap tubuh yang kaku dan kadang berbeda dengan kalimat yang keluar dari sang guru. “Karena pemahaman dan praktik Bahasa Inggris para guru saat ini rata-rata Bahasa Inggris kering atau text book, bukan komunikatif,” tandas Itja. Itja menambahkan, hal itu terjadi lantaran proses aktivasi Bahasa Inggris mereka rendah. “Padahal, sebaliknya, mereka harus luwes dan komunikatif. Kunci keberhasillan mereka ada di masalah komunikasi, yaitu penyampaian yang interaktif antara mereka dan siswa, bukan satu arah,” ujar Itja. Referensi

    Lalu, kalau sudah begini, apa yang bisa diharapkan? Artinya kata “internasional” di berbagai hal, termasuk dalam Rintisan Sekolah Berstandar Internasional, hanya tempelan belaka? Substansinya nggak sesuai yang diharapkan?

    Pemerintah Kota Surabaya dinilai kurang peduli terhadap penggunaan Bahasa Indonesia. Yok opo rek?

    In country on Thursday , 25 June 2009 at 10:13 AM

    Pemerintah Kota Surabaya dinilai kurang peduli terhadap penggunaan bahasa Indonesia. “Kami sangat menyayangkan, seharusnya sebagai kota yang pernah meraih anugerah Adi Bahasa, Surabaya memiliki kepedulian yang tinggi terhadap Bahasa Indonesia,” kata Kepala Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional RI Dr Dendy Sugono di Surabaya, 24 Juni 2009.

    Ia melihat masih banyak ruang publik di Surabaya yang tidak tertib dalam menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. “Coba saja keliling kota Surabaya, banyak sekali ditemukan ketidaktertiban dalam berbahasa,” katanya dalam seminar internasional Relasi Lokalitas-Globalitas Menuju Modernitas Bahasa dan Sastra Indonesia di Surabaya itu. Dalam kesempatan itu, Dendy juga merasa prihatin dengan pelajar sekarang. “Kalau tidak lulus ujian nasional, protes karena nilainya jeblok. Padahal, mereka tidak lulus karena tidak menguasai bahasa Indonesia,” katanya. Oleh sebab itu, dia meminta para siswa jangan sampai mengesampingkan bahasa Indonesia karena sampai sekarang masih digunakan dalam soal-soal ujian nasional.

    Menurut dia, penguasaan masyarakat terhadap bahasa Indonesia semakin lama semakin memprihatinkan. Hal itu terlihat dari uji kemahiran berbahasa (semacam TOEFL). Rata-rata skor yang diperoleh masyarakat di bawah angka 500. “Masih banyak masyarakat yang memperoleh skor 200. Ini sangat memprihatinkan kita karena sebagai bahasa persatuan sejak 1928, ternyata masih banyak yang tidak menguasainya,” katanya.

    Sementara itu, Kepala Balai Bahasa Surabaya Amir Mahmud menyatakan tidak setuju jika bahasa Indonesia dianggap tidak bisa mengikuti perkembangan teknologi. “Justru kami selalu mengikuti perkembangan teknologi,” katanya. Bahkan, pihaknya sudah menghimpun 184.000 kata asing yang di-Indonesia-kan dari 32 cabang keilmuan, di antaranya kimia, fisika, ekonomi, dan hukum. Pejabat bidang politik dan ekonomi Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Surabaya, Jeffrey Loree, menyatakan, bahasa Indonesia sangat penting di mata dunia internasional. Menurut dia, negosiasi dan komunikasi lintas budaya berkaitan erat dengan urusan diplomasi. “Kegagalan dalam memahami budaya orang lain akan memiliki konsekuensi yang serius,” kata mantan guru bahasa Mandarin di Amerika Serikat itu.

    Waduh, kedengarannya nggak enak ya. Surabaya khan masih di dalam negara Indonesia khan, kok nggak peduli dengan Bahasa Indonesia, yok opo rek? Bahasa Indonesia juga salah satu identitas Bangsa Indonesia lho …………. Ayo, kembali, Indonesianisasi …….. apapun yang mungkin …………Jangan umek Pedagang K-5 saja alias gropyokan dan razia terus, ke-Indonesia-annya juga perlu dibina melalui bahasa ….

    Obama Ungkapkan Kemarahannya kepada Iran. Ada apa sebenarnya?

    In country on Wednesday , 24 June 2009 at 1:08 PM

    Presiden Barack Obama, Selasa (23/6), menyampaikan pernyataan lebih keras menyangkut penanganan pemerintah Iran terhadap aksi demo memprotes hasil pemilu.

    Obama mengekspresikan kemarahannya atas tindakan keras pemerintah Iran menyusul tayangan video menyayat hati seorang perempuan yang tewas ditembak selama protes di Teheran.

    Berbicara dalam jumpa pers di Gedung Putih, untuk pertama kalinya Obama menyampaikan pendapat bahwa strateginya untuk menawari negosiasi kepada musuh utama AS, Iran, akan tergantung kepada bagaimana akhir dari krisis Iran. “Amerika Serikat dan masyarakat internasional jijik dan marah atas ancaman, pemukulan dan pemenjaraan yang terjadi di hari-hari terakhir ini,” kata Obama memperkeras retorikanya terhadap Iran.

    “Saya sangat mengutuk aksi yang tidak adil dan saya bersama rakyat Amerika berduka untuk semua dan setiap korban yang tidak berdosa yang meninggal.”

    Obama berkuasa sejak Januari lalu dan menawarkan dialog dengan musuh-musuh AS termasuk Iran yang sebelumnya sangat dijauhi pemerintahan George W Bush. “Kami tetap menunggu untuk melihat bagaimana krisis itu diakhiri,” kata Obama merujuk situasi di Iran.

    “Pendirian saya semenjak masuk ke kantor ini (Gedung Putih) adalah bahwa AS memiliki kepentingan keamanan nasional inti dalam meyakinkan bahwa Iran tidak memiliki senjata nuklir dan menghentikan ekspor terorismenya ke luar perbatasannya. Kami mencermati dalam beberapa hari terakhir, di pekan-pekan lalu, untuk tidak memberikan dukungan, dengan alasan bahwa rezim Iran lah yang boleh memilih jalannya.”

    Obama menegaskan, dia tidak mencampuri urusan dalam negeri Iran seperti dituduhkan pemerintah Iran, tetapi menyatakan dia harus memberi kesaksian bagi keberanian dan martabat rakyat Iran.

    Secara khusus dia menyebut tayangan video kematian Neda Agha-Soltan, yang adalah penonton unjuk rasa yang ditembak mati di jalanan dan gambarnya menyebar ke seluruh dunia, sebagai simbol demonstrasi pasca-pemilu.

    “Tayangan itu menyayat hati dan saya yakin bahwa semua orang yang menyaksikannya tahu bahwa ada ketidakadilan yang fundamental di balik itu. Saya kira, manakala seorang gadis tertembak di jalanan tatkala dia hendak keluar dari kendaraannya, adalah masalah (teramat besar).”

    Beberapa tokoh Republik, termasuk lawan Obama dalam Pemilu 2008, John McCain, menuduh Presiden AS ini dingin dan terlalu lamban menyikapi demonstrasi yang meledak menyusul terpilihnya kembali Presiden Mahmoud Ahmadinejad yang ditentang Mir Hossein Mousavi.

    Obama membalas kritik kelompok Republik ini dengan berkata, “Hanya sayalah Presiden Amerika Serikat. Apa pun yang dilakukan pemerintah selalu dilihat maju mundur oleh Republik. Itu bukan apa yang relevan bagi rakyat Iran.”

    McCain kemudian mengatakan dalam wawancara dengan CNN bahwa dia sepakat hanya ada satu presiden di AS, tetapi mempertahankan haknya untuk berbicara. “Kebanyakan dari kita yang bertahun-tahun berpengalaman menangani masalah-masalah seperti Iran tidak hanya berhak untuk berbicara, namun kita juga memiliki tanggung jawab untuk berbicara demi orang lain yang sedang tertindas.”

    Baru saja hari ini satu komisi kunci pada DPR AS setuju menjadikan Iran sebagai target larangan impor minyak dan sektor energi domestiknya dengan melarang Bank Ekspor Impor AS membantu perusahaan-perusahaan yang mengekspor bahan bakar ke Iran atau membantu produksi minyak Iran.

    Departemen Luar Negeri juga menyatakan bahwa Menteri Luar Negeri Hillary Clinton berbicara tentang Iran via telepon dengan mitranya dari Perancis, Inggris, dan Jerman, tetapi enggan mengungkapkan isi pembicaraan itu.

    Obama terlihat berhati-hati bersikap di Iran dengan menyeimbangkan empatinya kepada para demonstran Iran, seraya tidak terlihat ingin merenggangkan hubungan dengan musuh Washington yang dituduh menguasai senjata nuklir itu.

    “Komentar-komentar saya telah keliru diterjemahkan di Iran dengan menyatakan bahwa saya membiarkan para perusuh melanjutkan aksinya dan terus membuat kegaduhan. Ada laporan bahwa CIA berada di balik itu semua. Semua itu keliru, tapi itu membuat Anda berada pada posisi yang justru disukai pemerintah Iran untuk dimainkan (sebagai alasan untuk menyebut ada intervensi asing di Iran),” demikian Obama. Referensi

    Survei LSI: JK Naik, SBY Turun, Mega Stagnan

    In survai on Wednesday , 24 June 2009 at 1:05 PM

    Hasil survei elektabilitas pasangan capres-cawapres yang dilakukan Lembaga Survei Indonesia (LSI), 15-20 Juni 2009, menunjukkan temuan yang dinamis. Mega-Prabowo cenderung stagnan, SBY-Boediono menurun, dan JK-Wiranto mengalami kenaikan jika dibandingkan survei LSI pada akhir Mei.

    Kendati demikian, SBY-Boediono masih menempati posisi teratas dengan 67 persen, Mega-Prabowo (16 persen) dan JK-Wiranto (9 persen). Pada survei akhir Mei, SBY-Boediono meraih 70 persen, Mega-Prabowo (16,4 persen), dan JK-Wiranto (7 persen).

    Pada rilis LSI dipaparkan, jika dibaca secara konservatif, dengan margin of error 2,8 persen, dukungan SBY-Boediono 64 persen. Kenaikan JK-Wiranto, jika dibaca secara optimistis, elektabilitasnya mencapai 12 persen. Sementara itu, Mega-Prabowo, dengan pembacaan optimistis dengan margin of error 2,8 persen, dukungannya pada waktu survei sebesar 19 persen.

    Dengan penurunan 3 persen dari survei terakhir, pasangan SBY-Boediono akan memperoleh elektabilitas 64 persen jika penurunan tersebut terjadi secara linier. Pasangan JK-Wiranto, dengan sisa waktu sekitar 20 hari menjelang pemilu, jika dibaca secara optimistis, diprediksi akan memeroleh 20 persen suara. Sementara itu, pasangan Mega-Prabowo, dengan pembacaan optimistis juga diprediksi memperoleh suara yang relatif sama dengan JK-Wiranto, 20 persen.

    Survei yang melibatkan 2.000 responden ini dipilih dengan teknik multistage random sampling. Sampel akhir yang dapat dianalisis sekitar 99,5 persen atau 1.989 responden. Margin of error +/- 2,8 persen, dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Metode survei dilakukan dengan wawancara tatap muka. Referensi

    Renungan saya: Negara-negara di dunia akan terfragmentasi dalam partai politik

    In indonesia on Tuesday , 23 June 2009 at 3:00 PM

    Dulu, negara-negara dunia terfragmentasi dalam isme. Ada blok sosialis, komunis, liberal, dan sebagainya ….

    Juga negara-negara di dunia mengkutub pada tiga kutub, Blok Barat (NATO), Blok Timur (Pakta Warsawa) dan Non-Blok.

    Tetapi, ke depan?

    Kalau mencermati tulisan Seiichi Okawa, soal end of  the state dan borderless world, serta beberapa tulisan sejenis lainnya, maka saya sempat merenungkan,

    ADA KEMUNGKINAN NEGARA-NEGARA DI DUNIA NANTINYA (MUNGKIN 25 TAHUN YANG AKAN DATANG) AKAN TERFRAGMENTASI KE DALAM PARTAI-PARTAI POLITIK DUNIA ….

    Apa artinya?

    Partai-partai politik di negara-negara dunia akan mengalami konvergensi alamiah terstruktur dari banyaknya aliran  partai politik nasional-regional ke dalam (mungkin) hanya puluhan partai politik besar dunia (internasional). Jumlah aliran partai politik tak akan terlepas dari pengaruh parpol-parpol di negara besar yang betul-betul eksis.

    Barangkali parpol yang eksis nantinya dengan isme benar-benar parpol, yang tentu saja berbeda dengan isme-isme jaman dahulu, seperti isme agama, suku, ras, regional, kelompok,  adalah:

    a. Partai Republik

    b. Partai Demokrat

    c. Partai Konservatif

    d. Partai Buruh

    e. Partai Liberal/Kebebasan

    f. Partai Hijau

    g. Partai ………

    Ini sepertinya sulit dihindari, karena jarak dan waktu tempuh dalam transportasi, berhubungan dan keterpengaruhan antar negara-bangsa sudah sulit “dibatasi” lagi.

    Sehingga di Indonesia pun, nama parpol ecek-ecek pasti tergusur …. taste-nya pasti internasionalnya. Cuma, bagaimana ya posisi Pancasila, nantinya?

    Nantinya kita bisa melihat, eh, suatu negara dikuasai oleh Partai X, misalnya, pasti negara-bangsa ini afiliasinya yang kuat dengan negara-bangsa lain yang  juga dikuasai Partai X. Tapi bukan seperti sistem franchise lho atau agen negara lain ….

    Sehingga kalau ada pemilu di suatu negara, bangsa/negara lain yang punya partai politik afiliasi ikut mempengaruhi, bahkan ikut kampanye tuh tokoh-tokoh lintas negara ….

    Yakin? Tunggu saja sekian tahun yang akan datang …., inilah renungan saya.

    Jadi bentuk suatu negara apakah republik, monarkhi, atau lainnya …. terreduksi oleh parpol internasional …………….

    Saya (sekarang) lagi asyik memperhatikan Iran: Ada pergulatan media, TI, politik dan kepentingan asing!

    In damai on Tuesday , 23 June 2009 at 1:00 PM

    Saya (sekarang) lagi asyik memperhatikan Iran: Ada pergulatan media, TI, politik dan kepentingan asing! Mau ikut lihat, coba perhatikan hal-hal berikut ini …………. kalau kita cermat kita bisa melihat dan merasakan “ada skenario yang manis yang disusun oleh sutradara yang jempolan yang mampu menggiring situasi dan kondisi ke arah yang diinginkan”  ….

    Yang pertama:

    Kemelut panas usai terpilihnya Mahmoud Ahmadinejad sebagai Presiden Iran terus berlangsung. Video seorang wanita yang tertembak saat berlangsung protes dijadikan sebagai simbol oleh oposisi. Wanita ini tewas tertembak di jalan saat menyaksikan protes di ibukota Iran, Teheran, 20 Juni lalu. Tidak diketahui siapa penembaknya, namun yang pasti video detik-detik sebelum kematiannya ini, beredar luas di internet dan menggemparkan jagat maya. YouTube, Facebook, Twitter, dan sejumlah situs-situs lain memuat video ini. Video tersebut menggambarkan tentang sang korban yang bersimbah darah akibat peluru yang menembus dadanya. Terlihat, darah bukan hanya keluar dari dadanya, namun juga dari mulutnya hingga akhirnya melintasi wajahnya. Beberapa pria di sampingnya terlihat berusaha menghentikan pendarahan yang ia alami. Siapa wanita yang akhirnya tewas itu? Belum diketahui identitas aslinya, namun ia dikenal dengan nama Neda. Nama ini mengacu pada situs mikroblogging Twitter yang dihujani komentar, dukungan dan empati dari para anggotanya. Dikutip dari USAToday, Senin (22/6/2009), #Neda telah menjadi salah satu hashtag (kata atau akronim yang diawali dengan simbol #) yang paling sering digunakan di Twitter. Neda juga menjadi populer di pencarian Google serta beberapa media besar turut mengeksposnya. Kini ‘video berdarah’ tersebut dijadikan sebagai simbol bagi kaum oposisi yang menentang Ahmadinejad.

    Yang kedua:

    Kalau anda sempat baca tulisan-tulisan berikut ini, kita makin yakin ada link yang terencana dengan jelas:

    a. Iranian election: “Mission accomplished” yang dimuat Today, 14 Juni 2009.

    b. Iran tries to put a lid on election protests yang dimuat Los Angeles Times, 15 Juni 2009.

    c. Serangkaian tulisan di purplepeoplevote.com (15 dan 17 Juni 2009), yaitu:
    Following Iran Elections on Twitter – A Lesson in Freedom and Technology, American’s Practical Support of A Free Iran, Twitter Changing the Playing Field In Iran and For Totalitarianism

    d. Stealing the Village Vote yang dimuat New York Times, 18 Juni 2009.

    e. Obama Says ‘Justice’ Is Needed for Iranians yang dimuat di The New York Times, 20 Juni 2009.

    Yang ketiga (agak mengejutkan):

    Seorang mantan pejabat pemerintahan Amerika Serikat –yang bertugas di era George W. Bush– membuat komentar mengejutkan. Pendiri Twitter disebut layak mendapatkan hadiah Nobel Perdamaian. Adalah pejabat bernama Mark Pfeifle, mantan Deputy National Security Advisor untuk mantan Presiden AS George W. Bush yang mengungkapkan hal tersebut dalam wawancara dengan FoxNews. Dikutip dari TechCrunch, Selasa (23/6/2009), Pfeifle menganggap pendiri Twitter punya peran dalam menangani krisis di Iran. Menurut Pfeifle Twitter memiliki peran besar dalam menyebarkan pesan-pesan ke rakyat Iran selama rusuh pasca pemilihan Presiden. Ia menyebut Twitter, Facebook, Flickr dan YouTube sebagai yang berjaya dalam krisis tersebut. “Jika ada yang mungkin perlu mendapatkan Hadiah Nobel Perdamaian berikutnya, harusnya adalah para pendiri Twitter yang menunda perbaikan sistem demi menjaga tetap banyak tweet (pesan di twitter-red) yang dikirimkan dalam seminggu lalu (saat puncak kerusuhan di Iran-red),” tutur Pfeifle.

    Tentunya konteks Pfeifle adalah seperti bercanda. Namun di sisi lain Pfeifle seperti ingin mengatakan bahwa peran internet dalam menyebarkan informasi di Iran tidak bisa disepelekan lagi. Menurut Pfeifle perkembangan media dari jejaring sosial mampu memberikan suara pada pihak yang sebelumnya dibungkam. “Pada tanggal 17 (Juni 2009) saja ada 221.000 tweet soal Iran, 3.000 video di Youtube. Ini mengagumkan,” ia memaparkan.

    Okelah, para WNI Nomor 1, kita sudah dapat melihat dan “melihat” dengan terang bagaimana pergulatan media (asing) dan teknologi informasi (khususnya internet, khusus lagi jejaring sosial) telah digunakan secara maksimum dalam membentuk opini, “memaksakan kehendak” dan memainkan politik strategis dengan segala kepentingannya. Dan kita melihat, kepentingan siapakah yang bermain di Iran ?

    CNN sudah menjadi musuh Al Jazeera dalam penyiaran soal Iran, sama dengan soal Irak dahulu, sehingga pemerintah Iran berang. Kini Twitter dimainkan juga, bahkan sebelum Pemilu Iran pun sesungguhnya sudah terendus permainan iniyu, sehingga Pemerintah Iran sempat berang, dengan “menyetop” Twitter dan konco-konconya. Apakah ada yang salah? Ada. Kalau permainan ini tidak melihat realitas politik dan hasil pemilu sesungguhnya, kekhawatirannya apapun hasil Pemilu Iran, harus misi kepentingan “asing” yang di-goal-kan. Ini khan rawan sebagai dan bagi bangsa yang independen. Lihat saja, sudah muncul usul Nobel bagi pendiri Twitter, apa maksudnya? Bahkan Presiden AS yang lama dan baru pun bersuara soal “hukum” di Iran.

    Saya berfikir, sangat mungkin anda melihat saya pro Iran, oh jangan salah, saya pun protes kalau ratusan blogger ditangkapi disana, itu bisa menjurus pelanggaran HAM. Tetapi justru yang saya fikirkan, kalau locus deliti di Iran dan Grand Scenario asing itu, punya kemungkinan dipindahkan di Indonesia, karena Indonesia juga mau Pemilu Presiden 8 Juli 2009 nanti, apakah kita terima cara-cara beginian? Kita harus menomorsatukan negara dan bangsa Indonesia. Itulah prinsip WNI Nomor 1. Jangan mau asing masuk dan mendikte kita semaunya, bahkan melewati jalur-jalur jejaring sosial. Inilah yang harus diwaspadai, dapat diduga kepentingan asing itu sangat besar terhadap negara dan bangsa Indonesia. Kalau ada yang nggak bisa merasakan hal-hal seperti ini ya hati-hati saja ….

    Oleh sebab itu, kita harus meyakini Proses Pemilu itu penting untuk berjalannya proses demokratisasi secara baik di suatu negara dan bangsa …. untuk itu Panitia Pemilu (KPU) harus mampu menjalankan secara baik, benar, akurat dan tidak memihak pada salah satu peserta pemilu dalam semua proses dan tahapan pemilu.

    Yang lebih penting lagi para Capres-Cawapres peserta Pilpres 2009, Tim Sukses dan para pendukungnya harus SIAP UNTUK MENERIMA KEMENANGAN MAUPUN KEKALAHAN. Demi bangsa, negara dan masa depan rakyat Indonesia, kalaupun ada (mungkin) permasalahan kecil dari proses Pemilu yang nggak signifikan dalam mempengaruhi hasil akhir (mana sih ada makhluk/perilaku yang sempurna di dunia ini) janganlah dibesar-besarkan dan dibakar-bakar, biar rakyat bergelora, bahkan sengaja mengundang campur tangan asing, oh janganlah. Tetap saja kalau ini terjadi: rakyat yang menderita.

    Jadilah WNI Nomor 1, berlandaskan Konstitusi dan Aturan hukum yang berlaku, serta tak lupa akar budaya dan etika khas Indonesia …

    Hasul riset: Internet-an ternyata banyak mengorbankan waktu keluarga lho …

    In bLog on Tuesday , 23 June 2009 at 12:00 PM

    Kemudahan dan perkembangan internet dianggap mengorbankan keharmonisan keluarga. Waktu kebersamaan dinilai semakin sedikit lantaran banyak anggota keluarga yang lebih memilih untuk berinternet ria.

    Michael Gilbert, peneliti senior Center for the Digital Future dari University of Annenberg School for Communication mengatakan, hal itu membuat waktu bagi anggota keluarga bercengkerama secara face to face semakin terkikis. Sebab, setelah seharian dijejali oleh kesibukan kantor dan berbagai aktivitas lainnya setelah pulang ke rumah pun hal yang mereka lakukan adalah eksis di dunia maya. Yakni dengan lebih sering menghabiskan waktu di depan layar komputer.

    Dilansir freep, Senin, 22 Juni 2009, studi yang mengetengahkan sisi negatif dari internet bukanlah kali ini saja diungkapkan. Bahkan, sudah ada beberapa riset yang menyatakan bahwa internet menjadi biang keladi yang mengubah gaya hidup jutaan orang Amerika. “Internet berbeda dengan televisi. Internet lebih menonjolkan layanan perorangan dan membuat ketergantungan. Faktor utama ‘keberhasilan’ internet adalah interaktif. Anda hanya tinggal duduk dan memberikan respon,” jelas Gilbert.

    Center Digital Future Project sendiri telah melakukan survei kepada sekitar 2.000 keluarga di AS. Ketika tahun 2005, hasil survei menyimpulkan bahwa rata-rata setiap keluarga menghabiskan waktu kebersamaan mereka adalah sekitar 26 jam sebulan. Namun, waktu kebersamaan keluarga tersebut pada 2008 langsung turun drastis menjadi hanya 18 jam per bulan. “Situs jaringan sosial seperti Twitter dan Facebook meledak pada 2007. Pada saat itu, lebih dari setengah orang yang online mengatakan bahwa komunitas online seperti ini sangat penting bagi kehidupan offline mereka,” pungkasnya.

    Bagaimana menurut anda? Kalau menururt saya, betul juga. Soalnya mau internetan di kantor takut “ketahuan” pimpinan, kalau di rumah “mencuri waktu” untuk keluarga. Apa mungkin ya internetan di jalanan saja?

    Akhirnya ketahuan, biar saja negara-negara dunia sengsara seperti apapun, yang penting IMF dapat untung! Itu sepertinya jargon nomer wahid tukang kredit

    In anggaran on Tuesday , 23 June 2009 at 9:52 AM

    Akhirnya ketahuan, biar saja negara-negara dunia sengsara seperti apapun, yang penting IMF dapat untung! Itu sepertinya jargon nomer wahid tukang kredit ……….

    Dana Moneter Internasioal (IMF), Senin, 22 Juni 2009 mengatakan, pihaknya mengakhiri tahun fiskal dengan sebuah laba 126 juta dolar AS, karena krisis ekonomi global memicu peningkatan pinjaman. IMF mengatakan, keuangannya membaik setelah semula diproyeksikan turun sekitar 292 juta dolar AS untuk tahun fiskal yang berakhir 30 April. Perbaikan itu terutama bersumber dari lebih tingginya daripada perkiraan pendapatan pada portofolio investasi IMF, yang meningkat terutama pada sekuritas perpenghasilan tetap, dan sebuah kenaikan dalam pendapatan pinjaman yang mencerminkan besarnya pinjaman dari para anggota untuk pembiayaan di tengah memburuknya kondisi ekonomi global. Laba untuk tahun fiskal ini dibandingkan dengan rugi 89 juta dolar AS setahun terdahulu, karena IMF sebagai “lender of last resort” kepada negara-negara dalam krisis.

    Setahun lalu, IMF terluka oleh keputusan Argentina dan Brasil serta peminjam besar lainnya yang membayar pinjaman mereka lebih awal dari jadwal. Sekarang, dengan krisis global yang mendalam, IMF memperbesar ekspansi pinjamannya kembali. Untuk tahun fiskal 2010 yang dimulai 1 Mei, “skenario garis dasar” IMF menargetkan sebuah laba 446 juta dolar AS. Tetapi, berdasarkan pada kemungkinan pinjaman baru yang sedang didiskusikan, ini dapat tumbuh hingga mencapai 1,1 miliar dolar AS. “Proyeksi ini lebih tinggi dari pada kesepakatan biasa dari ketidakpastian kesulitan yang diberikan dari prediksi permintaan mendatang untuk pembiayaan dan evolusi krisis keuangan,” kata sebuah pernyataan IMF.

    Pernyataan mengatakan, perbaikan tidak mengubah kebutuhan untuk waktu implementasi dari sebuah model pendapatan berkelanjutan yang disepakati para dewan eksekutif pada April 2008 untuk mengurangi ketergantungan IMF pada pendapatan pinjaman sementara. Bagian dari itu akan menjadi dasar pada sebuah pembentukan sokongan laba dari penjualan terbatas cadangan emas IMF, yang belum resmi disetujui.

    Makanya, sudahlah jangan percaya kepada tukang kredit berhati jahat. Apapun misinya mau cari untung dan untung dan untung. Nggak ada yang lain! Hanya negara dan bangsa bodoh saja yang mau masuk perangkap IMF. Mau bukti? Perhatikan kalaimat di alinea 3 tersebut di atas “… IMF terluka oleh keputusan Argentina dan Brasil serta peminjam besar lainnya yang membayar pinjaman mereka lebih awal dari jadwal ….” Kalau memang niatnya baik dan tulus, mestinya IMF bangga dan senang kalau ada negara/bangsa yang mampu melunasi pinjamannya lebih awal, seperti Argentina dan Brasil. Lha ini kok IMF merasa terluka. Coba dipikir bener nggak cara berfikir begini? Sudahlah, percayalah tukang kredit itu pasti punya misi, entah hidden entah transparan, intinya mau menyetir negara/bangsa yang terjerat hutangnya untuk kepentingan Grand Scenario politiknya!

    Perhatikan kredo Tentara AU Amerika Serikat. Misinya fly, fight, and win.

    In nUrani on Tuesday , 23 June 2009 at 9:38 AM

    The Airman’s Creed

    This is the Airman’s promise to country and colleagues.

    I AM AN AMERICAN AIRMAN.
    I AM A WARRIOR.
    I HAVE ANSWERED MY NATION’S CALL.

    I AM AN AMERICAN AIRMAN.
    MY MISSION IS TO FLY, FIGHT, AND WIN.
    I AM FAITHFUL TO A PROUD HERITAGE,
    A TRADITION OF HONOR,
    AND A LEGACY OF VALOR.

    I AM AN AMERICAN AIRMAN,
    GUARDIAN OF FREEDOM AND JUSTICE,
    MY NATION’S SWORD AND SHIELD,
    ITS SENTRY AND AVENGER.
    I DEFEND MY COUNTRY WITH MY LIFE.

    I AM AN AMERICAN AIRMAN:
    WINGMAN, LEADER, WARRIOR.
    I WILL NEVER LEAVE AN AIRMAN BEHIND,
    I WILL NEVER FALTER,
    AND I WILL NOT FAIL.

    Wouw, pelajari bagaimana mereka membuat Kredo yang KUAT untuk membangun nasionalisme. Kita dalam membangun nasionalisme bangsa juga dapat belajar dari mereka, agar kita lebih bangga dan mau mencintai bangsa dan negara Indonesia sepenuh hati, bahkan dengan berkorban jiwa dan raga. Maka cintailah negara dan bangsa sendiri dengan pengabdian yang tulus tanpa mencari peluang KKN, apalagi mengotori kehidupan bangsa dengan pelanggaran konstitusi dan hukum semaunya! Jadilah WNI Nomor 1.

    Asyik ya paramotor di atas Jembatan Suramadu

    In country on Tuesday , 23 June 2009 at 9:23 AM

    Sebayak 6 peserta dari Club Paragliding Surabaya mengikuti acara peresmian pembukaan jembatan Suramadu dengan tema “Paramotor Event Across The Madura Strait 2009”, acara dilaksanakan menggunakan para motor dengan start dari perumahan Laguna Kenjeran surabaya, melewati jembatan Suramadu yang berjarak 5,4 km dan finis di lapangan bola Bancaran kab. Bangkalan Pulau Madura dengan total jarak tempuh 31 Km.

    paramotor_suramadu

    Wakil Ketua Panitia acara event let’s go to Madura islands Serma Sudjaki anggota Senkom Lanud Surabaya yang juga ikut dalam terbang dalam acara tersebut, mengatakan event ini dilaksanakan untuk partisipasi anggota Paragliding club surabaya dalam memeriahkan peresmian pembukaaan jembatan Suramadu dan juga merupakan program dari club Paragliding Surabaya untuk andil dalam setiap kegiatan wisata maupun olah raga yang dilansanakan Pengda Fasi Jawa Timur dan dibawah naungan  Pembinaan Potdirga Lanud Surabaya,  bertujuan mempromosikan dan mengenalkan lebih jauh olah raga dirgantara khususnya para motor di didaerah Surabaya dan Madura.

    Serma Sudjaki yang banyak mempunyai prestasi ditingkat Nasional dalam olah raga kedirgantaraan, seperti pernah mengikuti event pemecahan rekor Muri terbang terbanyak dengan peserta 88 orang dan terbang terlama dengan rekor waktu 8 jam 8 menit menggunakan paralayang di Bali pada tahun 2008, mengatakan bahwa program dari paragliding club Surabaya kedepan akan melaksanakan crosscountry keliling Pulau Madura menggunakan paramotor yang diperkirakan akan diikuti oleh 30 peserta pada bulan Oktober dalam event memeriahkan HUT TNI 2009,dan event itu juga bertujuan untuk menarik minat masyarakat dan wisatawan untuk lebih mengenal budaya dan tempat-tempat wisata di Pulau Madura, melalui wisata dirgantara. Referensi

    Wah, sepertinya asyik tuh, ber-paramotor di atas Jembatan Suramadu. Bikin pingin segera kesana nhi. Jangankan berparamotor disana, melintasi Jembatan Suramadu saja belum punya kesempatan. Ntar deh, kalau mudik ke Surabaya, bolak-balik Surabaya-Madura berkali-kali nggak apa-apalah demi melihat Jembatan (di atas laut) terpanjang di Indonesia. Tapi, kalau pas lebaran Idul Fitri pasti ramai dan meriah banget ya disana? Coba, besok kita buktikan …………….

    Karakter anak anda 25 tahun y.a.d. tergantung bacaan apa yang dibaca hari ini?

    In bLog, country on Monday , 22 June 2009 at 7:00 PM

    Cerita atau bacaan yang dibaca oleh anak kita saat ini akan memengaruhi karakternya 25 tahun kemudian, apakah si anak itu cerdik, jujur, licik, serta berbagai karakter lain yang baik atau buruk dalam dirinya. Untuk itulah, orang tua perlu pandai-pandai dan bijaksana memilihkan bacaan untuk anaknya. Demikian teori David McClelland tersebut dilontarkan oleh Renny Yaniar, Pemimpin Redaksi Majalah Anak Mombi, dalam diskusi ‘Cerita Rakyat Memperkaya Dunia Dongeng Anak’, Sabtu (21/6), di Jakarta.

    Renny menambahkan, untuk teorinya itu McClelland mengambil sampel Inggris dan Spanyol, dua negara raksasa di awal abad ke-16. Dalam perkembangan selanjutnya, ujar Renny, Inggris terus menjadi negara maju, sebaliknya Spanyol malah mengalami kemunduran. “Mengapa bisa begitu ternyata McClelland, psikolog asal Universitas Harvard, itu mendasari penyebabnya bahwa persoalan karakter anak-anak sebagai generasi penerus bangsanya adalah berlatar dari apa yang mereka baca,” ujar Renny. Menurut McClelland, lanjut Renny, cerita dan dongeng-dongeng yang berkembang di Inggris pada masa-masa itu mengandung nilai-nilai optimisme yang tinggi (need for achievement), keberanian untuk mengubah nasib, serta sikap tidak gampang menyerah.

    Dongeng-dongeng itu ternyata telah menjadi virus yang mampu membuat anak-anak sebagai penikmatnya dipengaruhi sindroma ingin terus maju dan terus berprestasi tanpa kenal menyerah,” ujar Renny. “Sebaliknya, umumnya dongeng di Spanyol kebanyakan mengandung nilai-nilai komedi berunsur kecerdikan yang licik dan penuh tipu daya, seperti kisah si Kancil,” tambahnya. Untuk itulah, Renny mengisyarakatkan perlunya orang tua zaman sekarang memilih bacaan yang baik untuk putra-putrinya, khususnya yang masih berusia dini. Cerita Rakyat, lanjut Renny, merupakan satu dari sekian banyak bacaan yang perlu menjadi pilihan bagi orang tua. “Cerita rakyat itu imajinatif sehingga sangat baik untuk mengembangkan daya berpikir si anak, apalagi di dalamnya penuh mengandung pesan yang baik soal kejujuran, pantang menyerah, hormat kepada orang dan lain-lain yang selalu bersifat positif,” ujar Renny. Referensi

    Bagaimana menurut anda? Tentang anda sendiri?

    Kalau anda bacaannya (berkunjungnya ke) blog-blog dan website-website yang begituan ya …. berarti 25 tahun lagi karakter anda jadi begituan juga ya …. eh, malah mungkin nggak sampai 25 tahun, karakter itu sudah terbentuk kali …... atau malah sudah rusak?

    Maksudnya bacaan, blog-blog, dan website-website begituan apa hayo? Tahu sendirilah, kita semua pasti sudah tahu …. tapi seringkali pura-pura tidak tahu ….. bagaimana ya “nasib” bangsa-negara ini 25 tahun yang akan datang (Tahun 2034)? Survive?

    Broadband dunia, Indonesia ranking berapa ya?

    In tEknologi iNformasi on Monday , 22 June 2009 at 6:00 PM

    Strategy Analytics, sebuah perusahaan riset dan data global, mengurutkan penetrasi broadband negara-negara di dunia. Alih-alih menggunakan data per kapita, lembaga ini menggunakan data per rumah tangga.

    Dengan pengukuran per rumah tangga yang dilakukan Strategy Analytics, nampak bahwa penetrasi broadband di Asia memang sangat tinggi. Hampir separuh dari Top 10 negara di ranking itu adalah negara Asia. Korea Selatan menempati posisi puncak ranking itu dengan 95 persen, disusul oleh Singapura pada 88 persen. Kemudian ada Taiwan di posisi 5 dan Hong Kong di posisi 6 dengan penetrasi keduanya pada 81 persen. Selain Singapura, negara-negara Asia Tenggara menempati posisi yang relatif rendah. Malaysia, misalnya, ada di posisi 43 dengan angka 21 persen. Sedangkan Thailand (7%), Vietnam (7%) dan Filipina (5%) berturut-turut ada di posisi 50 hingga 52. Mau tahu posisi Indonesia di mana? Tak lain ada di posisi paling buncit (57) dengan angka 1%.

    Berikut adalah ranking broadband dunia versi Strategy Analytics:

    1. Korea Selatan 95%
    2. Singapura 88%
    3. Belanda 85%
    4. Denmark 82%
    5. Taiwan 81%
    6. Hong Kong 81%
    7. Israel 77%
    8. Swiss 76%
    9. Kanada 76%
    10. Norwegia 75%
    11. Australia 72%
    12. Finlandia 69%
    13. Prancis 68%
    14. Inggris Raya 67%
    15. Emirat Arab 65%
    16. Jepang 64%
    17. Swedia 63%
    18. Estonia 62%
    19. Belgia 62%
    20. Amerika Serikat 60%
    21. Slovenia 58%
    22. Jerman 58%
    23. Irlandia 58%
    24. Spanyol 57%
    25. Selandia Baru 57%
    26. Lithuania 51%
    27. Italia 51%
    28. Austria 50%
    29. Portugis 40%
    30. Yunani 39%
    31. Turki 37%
    32. Hungaria 34%
    33. Slovakia 33%
    34. Polandia 32%
    35. Argentina 31%
    36. Rumania 31%
    37. Latvia 30%
    38. Republik Czech 28%
    39. Meksiko 28%
    40. Chili 27%
    41. Kroasia 23%
    42. China 21%
    43. Malaysia 21%
    44. Venezuela 17%
    45. Brasil 17%
    46. Russia 14%
    47. Bulgaria 13%
    48. Peru 11%
    49. Arab Saudi 7%
    50. Thailand 7%
    51. Vietnam 7%
    52. Filipina 5%
    53. Albania 5%
    54. Ukraina 4%
    55. Mesir 3%
    56. India 2%
    57. Indonesia 1%

    Tinggal 15 hari lagi Pemilu Presiden, latihan isi polling Pilpres yuk ….

    In polling on Monday , 22 June 2009 at 5:00 PM

    Tinggal 15 hari lagi Pemilu Presiden, latihan isi polling Pilpres yuk ….

    Ekspresikan pilihanmu, sesukamu. Jangan ragu-ragu … latihan memutuskan pilihan mulai sekarang, biar besok nggak grogi …. pokoknya pilih saja diantara tiga kandidat itu, mana yang paling anda sukai, paling anda cocoki untuk memimpin negara selama 5 tahun, mulai 2009 ini, silakan di-klik sekarang juga, di blog ini juga.

    Lalu lihatlah hasilnya ……………… saya sebagai AdminBlog, pun sama sekali tidak mampu merekayasa pilihan anda …. lihat saja, cek saja. Bahkan andapun nggak bisa merekayasa juga, misalnya mau meng-klik bolak-balik biar nambah suara untuk kandidat tertentu, oh, sorry saja, pasti tertolak …………

    Silakan KLIK polling, sekarang juga! Tanggal 5 Juli 2009, polling mau ditutup!

    Rektor Institut Teknologi Telkom: Kita kekurangan lulusan TI. Berita baik ya?

    In tEknologi iNformasi on Monday , 22 June 2009 at 3:00 PM

    Rektor Institut Teknologi Telkom Husni Amani di Bandung, Senin (22/6):

    a. Jumlah lulusan perguruan tinggi bidang Teknologi Informasi (TI) di Indonesia sekitar 11.000 per tahun.

    b. Kebutuhan tenaga kerja bidang TI sekitar 40.000 orang per tahun.

    c. Rasio yang tidak sebanding antara lulusan dengan kebutuhan menyebabkan pembajakan pegawai TI marak.

    d. Kebutuhan lainnya masih dipenuhi oleh tenaga kerja asing. “Kondisi itu sangat disayangkan, karena seharusnya dapat diisi oleh tenaga kerja lokal,” kata Husni.

    Berita baik. Dapatkah kita memperoleh 1, ya satu saja dari peluang ribuan pekerjaan itu? Berusaha dan berdoa …. be profesional!

    Peraturan Pemerintah (PP) No. 44/2009 tentang Jalan Tol : Sepeda motor bisa lewat jalan tol

    In country on Monday , 22 June 2009 at 1:34 PM

    Jalan tol tak lagi hanya buat pengendara roda empat ke atas. Melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 44 Tahun 2009 tentang Jalan Tol, para pengendara motor juga boleh melaju di jalan bebas hambatan. Beleid yang diteken Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 8 Juni 2009 menyebutkan, kendaraan roda dua alias motor dapat melewati ruas jalan tol.  Sedangkan dalam PP 15 Tahun 2005 tentang Jalan Tol yang berlaku sebelumnya, ketentuan ini sama sekali tidak disebutkan. Pemerintah beralasan, pembuatan aturan ini untuk memberikan rasa keadilan bagi masyarakat. Apalagi, di sejumlah daerah, motor adalah alat transportasi yang jumlahnya cukup besar.

    Namun, sepeda motor tak bisa melaju di sembarang jalan tol. Motor hanya bisa melintasi tol yang menyediakan jalur khusus yang secara fisik terpisah dari jalur mobil. Itu sebabnya, kendati sudah berlaku sejak 8 Juni 2009 lalu, penerapan aturan ini tetap butuh waktu. “Selama ini, jalan tol hanya untuk roda empat. Jadi, perlu waktu menyiapkan jalur khusus sepeda motor,” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Darat Departemen Perhubungan Suroyo Ali Moesa.

    Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Nurdin Manurung menandaskan bahwa PP 44 Tahun 2009 tidak serta-merta mewajibkan operator jalan tol membuatkan jalur khusus motor. Kata dia, PP itu dibuat untuk mengantisipasi kondisi darurat. Semisal, sepeda motor tak bisa lewat lantaran tidak ada jalur alternatif lain. Alhasil, untuk daerah yang memiliki jalan alternatif, jalur khusus motor di tol sebenarnya tidak terlalu diperlukan. Alasan lain, pengendara motor juga jarang terkena macet seperti layaknya pengendara mobil. Belum lagi, pengendara motor yang melewati tol akan dikenai tarif oleh pengelola.

    Agaknya PP ini juga untuk memberi payung hukum bagi penyelenggaraan Jalan Tol di Jembatan Suramadu. Serta payung hukum bagi sepeda motor  “pengawalan” pejabat atau hal-hal penting/darurat yang mengharuskan kendaraan motor tertentu mesti lewat tol biar cepat dan safe.

    Yang penting jangan sampai nantinya jalan tol jadi macet, dan awut-awutan. Lha, nanti kesannya, apa bedanya dengan jalan “tradisional” ya?

    Adakah Capres-Cawapres yang berani memberhentikan ekspor TKI/TKW bedinde? Ingat, jebakan kesombongan demokrasi!

    In sumber daya on Monday , 22 June 2009 at 12:59 PM

    Saya sedih setiap kali mendengar berita TKI kita tersiksa dan disiksa di luar negeri, terutama yang terjadi pada TKW kita yang bekerja sebagai (maaf) bedinde alias pembantu rumah tangga, alias pramuwisma, alias ….. apalagi, terserah deh, yang penting pekerjaannya, ya pekerjaan kasar-sampai-halus di dalam rumah tangga! Entah itu kejadian di Malaysia [berjumlah sekitar 2,5 juta jiwa, dengan 70 persennya rata-rata memiliki pendidikan SD hingga SMP], entah di Arab Saudi, ataupun di Amerika.

    Saya melihat awal permasalahannya adalah di domestik alias dalam negeri. Saya melihat memang nggak ada kebijakan dan keputusan yang berani dari pejabat tingkatan apapun yang tegas MEMBERHENTIKAN EKSPOR TKI/TKW Kategori BEDINDE. Harusnya ini yang dilakukan terlebih dahulu! Sebelum mengurai permasalahan lainnya seputar TKI/TKW. Korban telah berjatuhan …. apa kita terus menerus mau berharap negara (warganegara) lain mau berbaik hati dengan TKI/TKW kita ….. STOP-LAH EKSPOR TKI/TKW BEDINDE KE LUAR NEGERI SEKARANG JUGA. Pasti kasus-kasus penistaan, pelecehan, penyiksaan dan pelanggaran kehormatan mereka (sekaligus kehormatan bangsa dan negara kita) akan berkurang. Masak sih, bangsa kita terasa saat ini sepertinya dihargai “murah” oleh bangsa lain … sehingga dengan seenaknya bangsa kita yang jadi TKI, terutama TKW, dengan gampangnya dilukai, diseterika, diperkosa, dibunuh, dilanggar HAM-nya. Masak kita diam?

    Janganlah kita berretorika, ach cuma berapa % sih dari semua TKI yang mengalami hal itu? Bagi penggiat HAM dan orang yang memahami HAM, satu manusiapun disiksa itu sudah persoalan besar! Apalagi disiksa di negara lain, bagaimana negara dan bangsanya bisa berbuat. Juga jangan berfikir narsis, pantes saja mengalami-hal-hal itu di negeri lain, toh di negeri sendiri juga kerap terjadi hal-hal demikian. Ini pikiran dungu. Justru semua pelanggaran itulah, entah di dalam maupun di luar negeri semestinya dicegah jangan sampai terjadi ….

    Oke, kalau sepakat diberhentikan itu pengriman TKI, terutama TKW bedinde, kita buka bersama pikiran kita sekarang:

    1. Kita memang butuh devisa [Para TKI di luar negeri tiap tahun mampu meningkatkan devisa Indonesia sebesar Rp 90 triliun atau hampir 10 persen dari APBN] yang bisa masuk ke Kas negara kita. Sumbangan TKI/TKW bedinde memang lumayan besar selama ini. Kini saatnyalah kita ubah pengiriman ke luar negeri hanya untuk TKI yang profesional. Contohnya? tenaga medis, perawat, pelaut, dosen, teknisi, ahli berbagai bidang, broadcaster, atlit dan pelatih (sepakbola, tinju, bulutangkis, dll), ahli komputer/TI atau profesional lainnya …. itu yang harus didorong lebih banyak untuk mengganti TKW bedinde kita yang banyak bertebaran dengan kasus itu.

    2. Kalau di-stop pengiriman TKW bedinde (ketrampilan rendah), sekitar 60 persen TKI tersebut berada di sektor informal, kebanyakan bekerja sebagai PRT, buruh bangunan, dan buruh di perkebunan kelapa sawit, sehingga banyak tenaga kerja yang kembali ataupun batal berangkat, ya mestinya diberi dan disiapkan “pekerjaan” pengganti di dalam negeri. Buka Balai Latihan Kerja yang banyak dan berikan bekal ketrampilan nyata yang betul-betul bermanfaat sebagai pembekalan untuk wirausaha ataupun bekerja di perusahaan dalam negeri.

    3. Buka lapangan kerja yang banyak di dalam negeri hasil upaya pemerintah dan swasta yang bersifat padat karya. Tangguhkanlah kesombongan sosial politik dengan kedok demokrasi yang menghamburkan sumber ekonomi bangsa/negara dengan aneka pemilu (pilkada juga, karena sudah masuk rezim pemilu). Coba dikaji lagi dari sekian macam pemilu/pilkada, apakah memang perlu ada Pilkada Gubernur, apakah memang harus ada putaran kedua (dengan ketentuan karena tidak ada yang di atas 30% pada putaran pertama) untuk pilkada, bukankah aturan normal cukup dibuat yang penting peserta pemilu/pilkada yang memperoleh terbanyak (pemenang) adalah yang jumlah suaranya terbanyak dengan selisih 5% dari peserta pemilu lainnya yang jumlah suaranya terbanyak kedua. Itu cukup! Begitupun dengan Pilpres, haruskah dapat suara lebih dari 50% baru ada pemenang. Sehingga harus ada pilpres putaran kedua kalau belum ada Capres-Cawapres yang melampaui itu. Inilah kesombongan demokrasi. Sesungguhnya cukup diatur, besarnya selisih suara antara pemenang dengan yang ranking dua yang harusnya diatur. Kalau pemilu bupati/walikota tadi dipikirkan selisih 5%, kalau pilpres mungkin cukup dengan selisih 15%. Itu khan logis juga! Sehingga biaya-biaya ekonomi putaran kedua (pilpres saja 4 Trilyun) bisa dialihkan untuk membuka pekerjaan di dalam negeri, tentu juga untuk menampung para ex TKI/TKW bedinde itu. Juga untuk rakyat lainnya secara terbuka …

    4. Pengiriman TKI/TKW bedinde yang legal saja diusulkan harus dihentikan, apalagi yang  ilegal harus dicegah mati-matian. Bila perlu para calonya, tekongnya dan perantaranya kalau tertangkap harus dihukum berat, karena sama saja hukumnya dengan perdagangan manusia …… Banyak jalan tikusnya lho …. itu harus ditutup dan diberantas, bukan malah “dipelihara”.uk rakayat!

    5. Buatlah suasana usaha dalam negeri yang memudahkan wirausaha kelas bawah semacam PKL dengan UU dan Perda yang pro mereka, jangan digusar-gusur thok tanpa diberi alternatif dan pembinaan dan ruang usaha yang layak … katanya untuk rakyat, demi rakyat ….. begitupun pemerolehan pemodalan untuk mereka …. berikan kemudahan yang terukur dan terkontrol, yang mampu meningkatkan produktivitas kerja mereka, bukan malah menjeratnya ….

    6. Berantas korupsi dan familinya, termasuk pungli, dengan mati-matian, biar kita nggak terjebak high cost economy. Sehingga produk nggak mampu bersaing, sehingga pasar nggak tumbuh dengan baik, sehingga produksi nggak meningkat, sehingga penyerapan tenaga kerja nggak banyak. Ini khan sudah titik membahayakan kalau tidak ada jalan pintas pemberantasan korupsi dan konco-konconya. Mungkin harus ada yang mau berfikir dahsyat dan menggolkan, misalnya hukuman mati untuk koruptor! Atau Azas hukum praduga tak bersalah, dalam kasus tertentu, sepeerti korupsi, dapat memungkinkan juga berdampingan dengan Azas pembuktian terbalik!

    7. Coba cermati dalam Pilpres 2009 ini, ada nggak Capres-Cawapres yang berani menghentikan ekspor TKI/TKW bedinde? Kalau memang ada, jadikan pertimbangan dan referensi untuk memilihnya ….

    Ikut simpati dan empati untuk WNI yang kebetulan sekarang masih menjadi TKI/TKW bedinde yang mengalami hal-hal kurang mengenakkan di luar negeri …….. Sabar, tawakal, usaha, niat usaha yang bener …. kalau sudah cukup modal kembali ke asal, kekayaannya untuk usahalah jangan untuk hal-hal yang konsumerisme …..

    Adakah Capres-Cawapres yang berani memberhentikan ekspor TKI/TKW bedinde? Ingat, jebakan kesombongan demokrasi!

    Era ICT nggak bisa “diberangus” semaunya oleh negara!

    In bLog on Monday , 22 June 2009 at 11:10 AM

    Mengikuti krisis Iran, yang diberitakan adanya sejumlah blogger ditahan di tempat tersembunyi, saya merasa aneh. Betulkah itu? Kalau Twitter yang “diganggu” oleh pemerintahnya, sudah lama terdengar sebelum pelaksanaan pemilu Iran ….

    “Pemerintah Iran menahan 23 wartawan dan blogger sejak protes terhadap hasil Pilpres di negara tersebut muncul sepekan lalu. Menurut media setempat, para wartawan menjadi target utama pemimpin Iran. Di antara wartawan yang ditahan termasuk juga Ketua Asosiasi Jurnalis Iran. Demikian seperti dikutip dari Straits Times, 21 Juni 2009. “Ini mendatangkan lebih banyak masalah lagi bagi jurnalis,” kata Benoit Hervieu dari RSF. Keseluruhan wartawan, editor, dan blogger Iran itu ditahan sejak 14 Juni. Beberapa dari mereka sulit dihubungi dan diyakini ditahan di tempat tersembunyi. Hervieu mengatakan, tidak ada jurnalis asing yang ikut ditahan. Hingga kini tidak ada alasan yang jelas mengenai penahanan tersebut. Presiden Mahmoud Ahmadinejad dinyatakan sebagai pemenang mutlak pada pilpres yang berlangsung 12 Juni. Namun, pendukung rivalnya, mantan PM Iran Mirhossein Mousavi, melontarkan berbagai kecurangan pemilu. Pemerintah Iran melarang media asing untuk meliput di Iran dan hanya mengizinkan wawancara melalui telepon. Informasi dari sumber pejabat disampaikan melalui media pemerintah.  Tidak hanya itu, banyak website di Iran yang diblokir. Negara tersebut memang dikenal sangat sensitif terhadap internet. Pun demikian, lewat situs internet pula Mousavi terus mendorong pendukungnya untuk melanjutkan aksi protes terhadap hasil Pilpres Iran. “Proteslah kembali terhadap kebohongan dan kecurangan (pemilu),” kata Mousavi dalam situsnya.”

    Lain di Iran, lain di China, Google disana tak boleh memberi saran.

    Google boleh saja punya banyak kemampuan, namun di China tak semuanya bisa dinikmati. Misalnya fitur saran alias Google Suggest yang di Negeri Tirai Bambu itu jadi fitur terlarang. Seperti dikutip dari Softpedia, 22 Juni 2009, Google ternyata baru saja selesai membuat kesepakatan dengan pemerintah China. Salah satu poin kesepakatan itu adalah pelarangan beberapa fitur Google di China — yaitu lewat Google.cn. Salah satu yang dilarang adalah fitur Google Suggest. Fitur ini memungkinkan pengguna layanan pencarian Google untuk mendapatkan saran seputar hasil pencarian yang mereka lakukan. Pemerintah China konon menganggap banyak saran Google yang justru mengarah ke situs terlarang, termasuk pornografi. “Kami melakukan peninjauan menyeluruh pada layanan kami dan melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk memperbaiki masalah apapun pada hasil pencarian. Ini merupakan kerja yang berat, dan kami yakin telah mengatasi sebagian besar masalah,” sebut pernyataan resmi Google.”

    Ini Era ICT, kok masih ada hal seperti itu. Saya agak terhibur, saat Lolly Amalia, Ketua Pokja Teknis Tim Sosialisasi Internet Sehat Depkominfo,  menyatakan bahwa memblokir kontens di internet tak segampang yang dikira. Sebab, katanya, alih-alih bermanfaat, dikhawatirkan malah akan mengganggu hal berguna lainnya. Jadi sensor Internet itu sulit diatur dengan ‘Tangan Besi’. Saya setuju, Indonesia tak bisa disamakan dengan negara lain yang menerapkan sensor ketat terhadap akses internet. Sifat internet yang universal alias terhubung dengan berbagai hal membuat Indonesia tak cocok menerapkan kebijakan ‘tangan besi’ tersebut. “Misalkan kita blokir kata ’sex’ di internet. Bagaimana kalau ada yang lagi ingin mencari bahan tentang pendidikan sex atau kesehatan sex. Ini kan jadi bisa terblokir juga,” jelasnya kepada detikINET di sela ajang Festival Komputer Indonesia yang berlangsung di Jakarta Convention Center, Kamis (11/6/2009). Selain dapat mengganggu konten lain, pemblokiran atau pemfilteran juga dapat mengurangi kecepatan akses internet pengguna. “Sebab, semakin banyak data-data yang perlu diproses,” tukas wanita yang juga menjabat sebagai Direktur Sistem Informasi Depkominfo ini. Alhasil, Depkominfo berpikir berkali-kali untuk memutuskan pemblokiran untuk suatu konten. Begitu juga untuk situs-situs ‘nakal’, dikhawatirkan yang terjadi adalah mati satu tumbuh seribu. Yang terbaik, memang lebih baik mengandalkan sosialisasi dengan harapan dapat menumbuhkan kesadaran serta memperbaiki moral masyarakat sambil memperbanyak konten-konten bermanfaat dan baik untuk dikonsumsi pengguna internet. Dari sini pelan-pelan diharapkan dapat timbul filter alami dari setiap  dan pengguna internet. Cuma pertanyaannya adalah kapan hal itu terjadi? Ya kita harus berusaha saja.

    Makanya, harus difahami oleh kita semua sekarang ini Era ICT. Nggak jamannya lagi “berangus-berangusan”. Kalau mau berangus ya biarkanlah kekuatan rakyat saja yang bergerak sepanjang masih dalam koridor hukum. Negara sebagai regulator, dinamisator, controller yang ciamik saja … nggak boleh menekan berlebihan apalagi terhadap warganegaranya sendiri …. kalau dengan imperium asing seperti Google ataupun Microsoft harus berani bicara dan nego, terutama untuk “Hak dan Kewajiban” ke-Indoneisaan ….. dan kebaikan warganegara kita …. jangan sampailah blogger ditahan/dipenjara hanya gara-gara tulisannya, kebangeten ………

    Begitu ya?

    Kepercayaan Internasional terhadap Indonesia makin meningkat nhi.

    In global on Sunday , 21 June 2009 at 1:00 AM

    Agaknya kepercayaan dunia Internasional kepada Indonesia makin meningkat akhir-akhir ini. Beberapa indikasi terlihat seperti berita bagus bagi kebanggaan WNI berikut ini:

    > Utusan RI Terpilih sebagai Wapres Dewan HAM PBB

    Sidang Dewan HAM memilih Dubes Dian Triansyah Djani (Wakil Tetap RI untuk PBB, WTO, dan organisasi internasional lainnya di Jenewa, Swiss), sebagai Wakil Presiden (Wapres) Dewan HAM PBB untuk periode Juni 2009-Juni 2010 mewakili Kelompok Asia. “Penunjukan Dubes/Watapri Dian Triansyah Djani secara aklamasi mewakili Kelompok Asia itu menunjukkan kepercayaan negara anggota Dewan HAM PBB atas komitmen Indonesia terhadap pemajuan dan perlindungan HAM,” kata Sekretaris I PTRI Jenewa, Kamapradipta Isnomo, di London, Sabtu, 20 Juni 2009. Dipercayainya Indonesia sebagai Wakil Presiden Dewan HAM PBB meningkatkan profil dan citra Indonesia dalam upaya pemajuan dan perlindungan HAM global dan nasional yang telah terbangun secara baik selama ini.

    Sebagai Wakil Presiden Dewan HAM, Dubes Triansyah Djani bertugas antara lain membantu Presiden Dewan HAM dalam memimpin Dewan HAM selama satu tahun mendatang sebagaimana dimandatkan dalam Resolusi SMU PBB 60/251 mengenai pembentukan Dewan HAM dan Rresolusi 5/1 mengenai institutional building Dewan HAM. Tugas sebagai Wakil Presiden Dewan HAM diperkirakan juga akan sangat menantang mengingat tingginya frekuensi pertemuan Dewan HAM serta beragamnya masalah HAM yang terjadi di dunia saat ini. Dewan HAM yang dibentuk pada tahun 2006 melalui Resolusi Sidang Majelis Umum PBB 60/251, beranggotakan 47 negara. Terpilihnya Indonesia sebagai Wakil Presiden Dewan HAM tidak lepas dari kiprah dan peran aktif Indonesia dalam lembaga tersebut selama ini, mengingat Indonesia menjadi anggota sejak tahun 2006 dan terpilih dua periode secara berturut-turut.

    Dewan HAM PBB merupakan lembaga sangat bergengsi dan sistem PBB dan merupakan satu-satunya badan PBB yang dimandatkan untuk melakukan pemajuan dan perlindungan HAM global. Selain itu, Dewan HAM juga dimandatkan untuk menyusun berbagai konvensi/hukum internasional di bidang HAM (standard setting). Berbeda dengan sebelumnya, Dewan HAM juga bertanggung jawab menyelenggarakan Universal Periodic Review (UPR) atau tinjauan periodik terhadap berbagai upaya dan pelaksanaan promosi dan perlindungan HAM di masing-masing negara anggota PBB.

    > Mantan Jaksa Agung RI terpilih sebagai anggota Komisi Penyelidikan Pembunuhan Benazir Bhutto

    Indonesia menyambut baik terpilihnya mantan Jaksa Agung Marzuki Darusman sebagai anggota Komisi Penyelidikan yang diumumkan Perserikatan Bangsa-Bangsa, Jumat, 19 Juni 2009. Komisi itu akan bertugas mencari fakta-fakta seputar pembunuhan mantan Perdana Menteri Pakistan Benazir Bhutto. “Ini merupakan cerminan soal penilaian positif Pemerintah Pakistan dan PBB terhadap kemampuan mantan Jaksa Agung, Bapak Marzuki Darusman,” kata Wakil Tetap RI untuk PBB-New York, Marty Natalegawa. Selain Marzuki, Komisi Penyelidikan (Commission of Inquiry) yang dipimpin oleh Wakil Tetap Chili untuk PBB-Heraldo Munoz, juga beranggotakan Peter Fitzgerald, veteran Kepolisian Nasional Irlandia yang pernah menjalani beberapa tugas berkaitan dengan PBB.

    Komisi Penyelidikan itu dibentuk Sekjen PBB atas permintaan Pemerintah Pakistan dan didasarkan pada kerangka kerja yang disepakati oleh kedua belah pihak. Menurut kerangka kerja, Komisi Penyelidikan hanya diberi mandat untuk mengumpulkan fakta-fakta dan keadaan-keadaan berkaitan dengan pembunuhan Bhutto. Adapun tugas untuk menentukan siapa yang harus bertanggung jawab atas kejahatan tersebut, hal itu tetap menjadi kewenangan otoritas Pakistan. Komisi diberi mandat selama enam bulan—terhitung 1 Juli 2009—dan setelah itu diminta membuat laporan kepada Sekjen PBB. Sekjen PBB akan membagi informasi dari laporan tersebut kepada Pemerintah Pakistan dan Dewan Keamanan PBB. Marty mengungkapkan, Pemerintah Indonesia secara informal telah mengetahui kemungkinan dipilihnya satu pakar dari Indonesia untuk duduk di komisi tersebut sejak wacana pembentukan Komisi Penyelidikan mencuat pada Februari 2009 lalu.

    Benazir Bhutto dibunuh pada 27 Desember 2007 di Rawalpindi, Pakistan. Seperti yang dilaporkan media, Benazir tewas dalam serangan bom bunuh diri saat berlangsungnya kampanye di kota tersebut. Setidaknya 15 orang lainnya juga tewas dalam insiden yang sama.

    Ya, cukup banggalah kita, diplomasi Internasional kita makin berhasil, terbukti Indonesia mulai mendapatkan kepercayaan Internasional dalam berbagai bidang, terutama hukum dan HAM. Oleh sebab itu, untuk mempertahankan bahkan meningkatkan kepercayaan Internasional ini, kita di dalam negeri mestinya juga harus berupaya makin menegakkan hukum dan HAM agar tidak terjadi pelanggaran-pelanggaran berkelanjutan, apalagi yang mungkin bersifat sistematis, terus menerus. Harusnya kualitas penegakan terhadap pelanggaran hukum dan HAM didongkrak habis-habisan karena dari sanalah salah satu cara meningkatkan kualitas manusia Indonesia seutuhnya yang dapat dipercaya mampu meningkatkan pula kualitas rasa keadilan dan kemakmuran bangsa. Hidup WNI Nomor 1.

    Awas, jangan keliru melihat bakat anak!

    In aNak on Saturday , 20 June 2009 at 11:00 PM

    Dua sampai sepuluh persen anak-anak berbakat saat ini cenderung mengalami kesulitan belajar sehingga memerlukan perhatian dan penanganan khusus”.

    Satu dari beberapa pakar yang menyatakan hal itu adalah Prof.Dr. Conny Semiawan, yang mengatakan hal tersebut dalam peluncuran bukunya bertajuk ‘Kreativitas Keberbakatan’. Buku tersebut dibedah bersama-sama pakar lainnya seperti pakar pilsafat Prof.Dr. Toeti Herati Roosseno, pakar pendidikan Prof Dr HAR Tilaar, serta sosiolog Imam B Prasodjo, di Jakarta, Jumat (19/6).

    Menurut Conny, kelompok anak-anak berbakat tersebut terdiri dari tiga sub kelompok. Kelompok pertama adalah anak berbakat yang mengalami kesulitan belajar di bidang tertentu. Mereka tidak dikenal sebagai anak berbakat lantaran tertutup oleh rendahnya motivasi belajarnya sendiri. Kelompok kedua adalah anak berbakat yang tidak pernah diketahui sebagai anak berbakat. Hal itu terjadi karena kemampuan dan ketidakmampuannya saling menutupi. Alhasil, potensi sesungguhnya dari si anak tidak pernah terwujud. Si anak akhirnya dianggap hanya sebagai anak berprestasi biasa. Kelompok ketiga merupakan kelompok anak berbakat yang kemampuannya tidak teridentifikasi. Akibatnya, si anak tidak mengerti kinerja intelektualnya. Si anak pun merasa tidak pernah terpenuhi kebutuhannya sebagai anak berbakat.

    Biasanya, anak berbakat yang tanpa punya prestasi sesuai potensinya kerap berperilaku rendah diri, mereka seringkali bersikap negatif terhadap sekolah atau gurunya, bersikap selalu defensif, suka menyalahkan orang lain, kedewasaan yang tidak matang, serta punya kebiasaan belajar kurang baik. Sampai akhirnya kondisi si anak akan mencapai tahap under achievement atau menyimpang dari standar prestasi. Hal tersebut tak lain suatu kondisi yang menunjukkan adanya keadaan terpisah antara kognisi dan emosi yang menunjukkan sebuah gangguan sinergi antara rasio dan emosi. Conny menandaskan, kondisi tersebut harus segera ditangani. “Sehingga sangat diperlukan komunikasi antara orangtua dan sekolah atau gurunya, sehingga memungkinkan munculnya harapan untuk memperbaiki penyimpangan tersebut, si anak berbakat pun bisa menjadi anak yang sukses di sekolah sesuai potensinya di kemudian hari,” tambahnya.

    Hanya, di sisi lain, beberapa anak berbakat ada pula yang, karena sangat dikagumi dan terlalu sering dipuji, justru cepat mengalami tekanan atau depresi. Pasalnya, kondisi tersebut membuat si anak menjadi sulit untuk bisa mengalami kemajuan jika tiap segala yang dilakukannya tidak mendapatkan pujian.

    Sudah memahami? Kalau sudah faham, berarti anda termasuk orang yang NoAch? Apa itu? NoAch = Need of Achievment.Nggak faham juga tentang ini? Ya, berarti anda nggak termasuk hal ini dong. Nggak kelihatan bakatnya ya …

    Komunikasi militer di era peradaban Islam, bagaimana ya?

    In iSlam on Saturday , 20 June 2009 at 9:00 PM

    Pada abad ke-10 M, merpati pos dimanfaatkan untuk menyampai kan pesanpesan penting dan rahasia.

    Tentara Muslim pada abad pertengahan banyak menggapai kesuksesan. Kesuksesan terbesar terjadi saat Penaklukan Arab pada abad pertama Hijriah atau abad ke-7 Masehi. Tak hanya itu, kesuksesan besar juga diraih saat kemenangan tentara Ayyubi dan Mamluk pada abad ke-6 H dan ke-7 H (ke-12 dan ke-13 M). Hal tersebut banyak tercantum dalam risalah militer Arab atau buku tentang perang. Kesuksesan tentara Muslim tersebut tentunya didukung dengan sejumlah kecakapan yang dimiliki oleh tentara perang. Baik dari segi tentara itu sendiri, senjata, peralatan, tembok pertahan, maupun siasat. Satu hal lagi yang harus diperhitungkan dalam kesuksesan perang adalah komunikasi militernya.

    Komunikasi merupakan syarat utama dalam setiap aktivitas manusia di dunia dimanapun orang atau komunitas itu berada. Komunikasi berfungsi untuk menyampaikan isi pernyataan kita kepada orang lain. Sama halnya dalam dunia militer, komunikasi merupakan sarana dalam membantu dan mendukung kerja serta kinerja satuan militer tersebut. Komunikasi militer meliputi bidang kegiatan militer, taktik dan peralatan yang berhubungan dengan komunikasi. Pertama, komunikasi militer adalah komunikasi medan perang, termasuk hubungan dengan pemimpin perang dengan khalifah/pejabat negara. Secara historis, komunikasi militer pertama dengan cara mengirim atau menerima sinyal sederhana (sering tersembunyi atau encoded).

    Ahmad Y Al-Hassan dan Donald R. Hill dalam karyanya Islamic Technology: An Illustrated History menjelaskan selama masa awal penaklukan Arab, kurir penunggang onta menjadi perantara komunikasi antara khalifah di Madinah dan komandannya di medan perang. Setelah itu, perkembangan komunikasi militer semakin pesat. Buktinya saat kepemimpinan khalifah Umayyah (abad 1-2 H/ke-7-8 M), telah dibentuk pelayanan pos reguler yang disebut barid. Mereka mengadopsi sitem yang diterapkan oleh Byzantium dan Sassaniyyah Iran untuk mengelola barid tersebut. Sejak saat itu barid digunakan sebagai tempat pengiriman semua jenis informasi, sipil dan militer. Barid ini mencapai tingkat efisiensi yang tinggi pada masa khalifah Abbasiyah di Baghdad (abad ke-2 hingga 7 H/ke-8 M hingga ke-13 M). Bahkan pada saat itu telah dibentuk departemen pemerintah yang khusus bertanggung jawab atas pelayanan pos. “Tempat-tempat perhentian perjalanan pos (markaz) dibangun di sepanjang jalan-jalan utama dan jumlahnya tak kurang dari 430 buah diseluruh kerajaan itu,” jelas Al-Hassan dan Hill.

    Al-Hassan dan Hill memaparkan bahwa di Iran, para kurir perantara komunikasi menunggang bagal, yakni hewan campuran spesies kuda dengan keledai, atau lebih tepat keturunan antara kuda betina dan keledai jantan. Sedangkan di tempat lain menggunakan kuda atau unta. Komunikasi militer semakin diperlukan, bahkan pada abad ke-3 H (ke-10 M), Buwayhiyyah melibatkan “pelari” untuk bekerja sebagai penyampai pesan. Mereka dipercaya untuk menyampaikan pesan yang bersifat rahasia.”Sedangkan untuk pesan-pesan penting digunakan merpati pos,” jelas Al-Hassan dan Hill. Efisiensi komunikasi militer lebih terasa saat kekuasaan Raja Mamluk (abad ke 7-13 H/abad ke 13-16 M). Di sana terdapat banyak tempat-tempat perhentian perjalanan pos sepanjang jalan sejak dari Kairo hingga Iskandariah, Damietta dan Mesir Atas. Mereka juga membuka tempat di ruterute lain mulai dari ibukota menuju Damaskus, Aleppo dan Sungai Efrat. “Pada mulanya ketika Mamluk terlibat dalam pertikaian dengan Mongol di perbatasan Utara, terdapat rangkaian menara api yang terpancang dari Sungai Efrat hingga Gaza melalui Palmyra, Damaskus, Baysan dan Nablus,” ungkap Al-Hassan dan Hill.

    Kala itu, lanjut Al-Hassan dan Hill, jika ada bahaya mengancam, api dinyalakan sebagai sinyal secara berurutan dari mercu suar-mercu suar ini. “Merpati Pos juga dimanfaatkan secara luas, dan ada pula menaramenara untuk merpati pos (burj) di berbagai tempat di Mesir dan Syria,” jelas Al-Hassan dan Hill.

    Merpati Pos Ala Dinasti Mamluk

    Layanan pos di era kejayaan Islam tak hanya sekedar sebagai pengantar pesan. Dinasti Mamluk yang berkuasa di Mesir pada 1250 hingga 1517 M juga menjadikan pos sebagai alat pertahanan. Guna mencegah invasi pasukan tentara Mongol di bawah komando Hulagu Khan pada medio abad ke-13 M, para insinyur Mamluk membangun menara pengawas di sepanjang rute pos Irak hingga Mesir. Di atas menara pengawas itu selama 24 jam penuh para penjaga telah menyiapkan tanda-tanda bahaya. Jika bahaya mengancam di siang hari, maka petugas akan membakar kayu basah yang dapat mengepulkan asap hitam. Sedangkan di malam hari, petugas akan membakar kayu kering. Upaya itu ternyata tak sepenuhnya berhasil. Tentara Mongol mampu menembus Baghdad dan memporak-porandakan metropolis intelektual itu. Meski begitu, peringatan awal yang ditempatkan di se pan jang rute pos itu juga berhasil mencegah masuknya tentara Mongol ke Kairo, Mesir.

    Hanya dalam waktu delapan jam, berita pasukan Mongol akan menyerbu Kairo sudah diperoleh pasukan tentara Muslim. Itu berarti sama dengan waktu yang diperlukan untuk menerima telegram dari Baghdad ke Kairo di era modern. Berkat informasi berantai dari menara pengawas itu, pasukan Mamluk mampu memukul mundur tentara Mongol yang akan menginvasi Kairo. Menurut Paul Lunde, layanan pos melalui jalur darat pada era kekuasaan Dinasti Mamluk juga sempat terhenti ketika pasukan Tentara Salib memblokir rute pos. Meski begitu, penguasa Dinasti Mamluk tak kehabisan akal. Sejak saat itu, kata dia, Dinasti Mamluk mulai menggunakan merpati pos.

    Dengan menggunakan burung merpati sebagai pengantar pesan, pasukan Tentara Salib tak dapat mencegah masuknya pesan dari Kairo ke Irak. “Merpati pos mampu mengantarkan surat dari Kairo ke Baghdad dalam waktu dua hari,” tutur Lunde. Sejak itu, peradaban Barat juga mulai meniru layanan pos dengan merpati seperti yang digunakan penguasa Dinasti Mamluk. Lunde menuturkan, pada tahun 1300 M Dinasti Mamluk memiliki tak kurang dari 1.900 merpati pos. Burung merpati itu sudah sangat terlatih dan teruji mampu mengirimkan pesan ke tempat tujuan. Seorang tentara Jerman bernama Johan Schiltberger menuturkan kehebatan pasukan merpati pos yang dimiliki penguasa Dinasti Mamluk. “Sultan Mamluk mengirim surat dengan merpati, sebab dia memiliki banyak musuh,” cetus Schiltberger. Dinasti Mamluk memang bukan yang pertama menggunakan merpati pos. Penggunaan merpati untuk mengirimkan pesan kali pertama diterapkan peradaban Mesir kuno pada tahun 2900 SM.

    Pada masa kekuasaan Dinasti Mamluk, merpati pos juga berfungsi untuk mengirimkan pesanan – pos parsel. Alkisah, penguasa Mamluk sangat puas dengan kiriman buah cherry dari Lebanon yang dikirimkan ke Kairo dengan burung merpati. Setiap burung merpati membawa satu biji buah cherry yang dibungkus dengan kain sutera. Pada masa itu sepasang burung merpati pos harganya mencapai 1.000 keping emas. Layanan merpati pos ala Dinasti Mamluk itu tercatat sebagai sistem komunikasi yang tercepat di abad pertengahan. Hingga akhirnya, Samuel Morse menemukan telegraf pada tahun 1844 dan Guglielmo Marconi menciptakan radio. Referensi

    Ternyata Tahun 1918, Indonesia pernah terkena dampak pandemi influenza

    In kEwarganegaraan on Saturday , 20 June 2009 at 5:00 PM

    Pandemi influenza tahun 1918 merupakan bencana terbesar dalam sejarah penyakit di dunia. Wabah raya dengan cepat meluas, tidak hanya di Amerika Utara dan Eropa, tetapi juga ke Alaska dan pulau-pulau terpencil di Pasifik, dan Asia Tenggara. Bahkan, sejumlah bukti-bukti sejarah menunjukkan, Indonesia pun tidak luput dari dampak pandemi influenza itu. Selama pandemi influenza terjadi saat itu, diperkirakan 28 persen dari populasi penduduk saat itu yang berjumlah 500 juta jiwa terinfeksi. Total kematian yang tercatat akibat pandemi influenza tahun 1918 berkisar 20-40 juta jiwa. Wabah menyebar dengan cepat dari Amerika dan Eropa ke India pada Juni, kemudian ke Asia Tenggara.

    Temuan awal penelitian yang dilakukan tim sejarawan dari Universitas Indonesia menunjukkan, sebagian wilayah Indonesia terkena dampak pandemi influenza yang melanda dunia tahun 1918. Wabah yang pertama terdeteksi di Indonesia adalah di wilayah pantai timur Sumatera. Pada akhir Juli, wabah dilaporkan meluas ke Jawa dan Kalimantan, kemudian Bali dan Sulawesi. Wabah meluas sa mpai wilayah Timur kepulauan Nusantara, Maluku dan Timor. Gelombang kedua dari wabah ini terjadi pada bulan Oktober, mencakup wilayah yang lebih luas dan sporadis.

    Sejarawan dari UI, Kresno Brahmantyo dan Harto Juwono, menyatakan bukti-bukti sejarah mengenai hal itu antara lain tertuang dalam arsip tentang tentang peringatan Konsulat Jenderal Belanda di Singapura ke Batavia pada Mei 1918 untuk melarang masuknya kapal-kapal dari Hong Kong karena dikhawatirkan membawa wabah Influenza. Bukti lain adalah, telegram Zending van Gouverment atau telegram pemerintah kolonial Belanda yang memperlihatkan betapa gawat situasi saat itu. Data dari arsip temuan awal menyebutkan, minggu ke-27 sampai ke-43 pada 1917 tercatat 230.098 penduduk di Jawa Barat, Jawa Tengah dan J awa Timur (Madura, Bali, Lombok) terserang influenza dan tahun 1918 jumlahnya meningkat jadi 229.566 orang. Periode selanjutnya, pekan ke-44 sampai ke-47 pada 1917 dilaporkan 51.688 kasus dan pada 1918 sebanyak 359.241 kasus. Gelombang kedua wabah ini terjadi Oktober, mencakup wilayah lebih luas dan sporadis. Kepulauan Indonesia Timur paling parah terjangkit wabah ini. Jumlah kematian pun makin tinggi. Di Sulawesi Selatan, laporan misionaris menyatakan kematian ada dimana-mana. Di Tana Toraja, 10 persen dari populasi penduduk meninggal karena flu, di Lombok ada 36.000 orang meninggal.

    Atas dasar itu, Pemerintah Hindia Belanda, pada 1920 mengeluarkan undang-undang penanggulangan wabah influenza. Isinya, seruan untuk mengibarkan bendara influenza , dibuat khusus warna merah dikibarkan dari matahari terbenam hingga terbit di daerah-daerah yang terjangkit influenza. Bendera kuning juga harus dikibarkan dari matahari terbit hingga terbenam. Seruan itu ditujukan kepada para Inspektur Dinas Kesehatan, kepala daerah, sekolah, kapal laut, pelabuhan kelas 1-4, kepala pelabuhan dan nahkoda.

    Tujuan penelitian

    Kresno menyatakan, penelitian itu bertujuan memberi informasi dan sumbangan bagi kalangan medis dan non media dalam penanganan flu burung dan kesiapsiagaan pandemi influenza mematikan tentang langkah-langkah yang diambil oleh para dokter dan pemerintah kolonial di masa lalu dalam merespon, menanggulangi dan memitigasi dampak pandemi influenza 1918. Penelitian itu juga untuk memberi sumbangan bagi khasanah penulisan sejarah kesehatan yang belum banyak mendapatkan perhatian dalam historiografi Indonesia. Hasil riset itu jadi titik tolak bagi pengkajian lebih lanjut tentang penyakit influenza bagi penanganan kasus flu burung yang melanda Indonesia dewasa ini serta penanganan penyakit yang berpotensi jadi pandemi lain. Penelitian ini juga memberi bukti-bukti tertulis, gambar, dokumenter serta wawancara kesaksian tentang Pandemi Influenza 1918 agar dapat digunakan sebagai bahan sosialisasi, komunikasi, informasi dan edukasi untuk meningkatkan pemahaman tentang pandemi influenza dan pentingnya kesiapsiagaan pandemi di segala sektor.

    Menurut Ketua Pelaksana Harian Komite Flu Burung dan Kesiapsiagaan Menghadapi Pandemi Influenza (Komnas FBPI) Bayu Krisnamurthi, temuan awal penelitian itu menunjukkan Indonesia kemungkinan juga bisa terkena dampak dari pan demi influenza A-H1N1 yang saat ini tengah terjadi di dunia. Karena itu, upaya pencegahan dan penanganan kasus penularan virus itu perlu terus dilakukan. Referensi

    Apa artinya semua ini?

    1. Mestinya sudah pernah punya pengalaman soal mengatasi pandemi ya ……. jadi tinggal cari dokumen lagi, soal penanggulangannya masa lalu itu bagaimana, terus disesuaikan dengan kondisi maka kini ya …… cuma, selisih tahunnya sudah jauh banget, tentu kriteria dan variable yang berpengaruh juga sudah banyak yang berubah/berkembang ya ….. jadi tantangan kita semualah soal ini ….

    2. Mari biasakan membuat dokumen kejadian day to day soal ini (tentu soal lainnya juga), saya yakin dokumentasi seperti ini akan bermanfaat bagi generasi berikutnya untuk mempelajari masa lalunya … untuk menjalani masa depannya lagi ….. ngeblog juga salah satu cara membuat dokumen lho …

    3. Peradaban dan sejarah kehidupan melalui ataupun menggunakan ilmu dan teknologi apapun saya pikir harus ada proses kontinuitas dalam pembelajaran dan pendidikannya biar tidak ada missing link ataupun gap pengetahuan yang telah terjangkau pada suatu masa ……

    Setelah melihat Debat Capres, sepertinya pengertian kata “debat” harus diperbaharui!

    In kEpemimpinan on Saturday , 20 June 2009 at 3:00 PM

    Setelah melihat Debat Capres yang begitu-begitu saja, saya jadi iseng ingin tahu apa sih arti kata “debat”. Saya lalu membuka internet cari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) yang online, jadi pusing. Banyak jenisnya. Ada yang pakai KBBI, tapi kepanjangannya Kamus Bersama Bahasa Indonesia. Ini jelas bukan yang saya cari. Mengapa? Karena setelah saya inputkan kata “debat”, eh, ternyata menampilkan: Kosa kata yang anda cari tidak ditemukan. Wadalah! Akhirnya saya temukan juga KBBI yang (moga-moga) asli. Lalu, setelah saya inputkan kata “debat” hasilnya adalah seperti ini:

    de·bat /débat/ n pembahasan dan pertukaran pendapat mengenai suatu hal dng saling memberi alasan untuk mempertahankan pendapat masing-masing: debat tt calon presiden mendapat perhatian dr masyarakat;
    kusir debat yg tidak disertai alasan yg masuk akal;
    ber·de·bat v bertukar pikiran tt suatu hal dng saling memberi alasan untuk mempertahankan pendapat;
    men·de·bat v membantah pendapat orang lain dng mengajukan alasan;
    per·de·bat·an n 1 soal yg diperdebatkan; 2 perbantahan;
    mem·per·de·bat·kan v menjadikan bahan untuk berdebat (berbantah); memperbantahkan;
    pen·de·bat n orang yg mendebat

    Nah, sekarang cocokkan dengan kenyataan pada saat Debat Capres, adakah kesesuaian arti kata ini dengan realitasnya? pas blas! Tidak ada adu alasan-alasan atau saling mempertahankan pendapat masing-masing, tidak ada bantahan-bantahan yang masuk akal, padahal kalau melihat Tim Sukses-nya yang berdebat Menurut saya kok nggakkhan sepertinya antar tim-tim itu kayak bumi dan langit, sehingga sering nggak ketemuan pendapat (ketemuan pendapatan mungkin saja ya!). Lho, dari sini mestinya visi dan misinya para Capres-Cawapres penuh aroma yang bisa dan mesti diperdebatkan secara serius? Kalau nggak ada hal-hal yang diperdebatkan, berarti sama saja diantara mereka? Lalu, apa perbedaannya? Iklannya saja seperti antara air dan minyak, ketemuan langsung kok malah “kuthuk“?

    Jadi kesimpulan saya (sementara ini, seraya menunggu Debat Capres Jilid 2), bisa jadi bukan para Capres-nya yang salah, atau aturan KPU yang terlalu “memaniskan” acara debat, tetapi mungkin pengertian kata “debat” yang di KBBI itulah yang seharusnya disesuaikan dan diperbaharui. Hal ini penting, supaya klop antara kata dan perbuatan!

    Setuju?

    Rekening liar benar-benar liar!

    In anggaran on Saturday , 20 June 2009 at 1:00 PM

    Entah mengapa saya kok tiba-tiba tertarik memperhatikan berita rekening liar. Rekening semacam ini khan punya kecenderungan masuk Nonbudgeter, sehingga sulit dilacak arah kemana penggunaannya dan pertanggungjawabannya. Karena itu disebut liar. Jadi, kalau yang usia “remaja” mainannya dalam gank motor liar, untuk yang “tua”rupanya mainannya berbentuk rekening liar. Waduh, rusak negara dan bangsaku kalau begini. Coba deh anda juga ikut memperhatikan berita-berita ini:

    Ada 39.477 rekening liar berhasil ditertibkan. Nilainya sekitar Rp 35,9 triliun ditambah US$ 237 juta. Ini hasil penertiban dalam 3 tahun. Referensi

    Sebanyak 260 rekening liar di 6 Kementerian/Lembaga senilai Rp 314,223 miliar dan US$ 11,024 juta dicurigai terindikasi tindak korupsi. Departemen Keuangan bekerjasama dengan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) untuk menginvestigasi rekening tersebut. Rekening liar yang dikirim ke KPK kriterianya, transaksi cukup besar kemudian tidak jelas tata cara penggunaannya, K/L yang bersangkutan tidak bisa menjelaskan untuk apa dan kurang kooperatif. Magnitude-nya, skala rekening berpengaruh secara nasional. Mengarah ke indikasi korupsi. Memang dari 260 rekening liar yang ditemukan, sebanyak 102 rekening diantaranya ada di MA. Kemudian ada 32 rekening mencurigakan di Departemen Pertanian yang juga tak diketahui nilainya. Lalu di Departemen Dalam Negeri 36 rekening, Departemen Hukum dan HAM 66 rekening, Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi 21 Rekening dan Departemen Sosial 1 rekening serta BP Migas 2 rekening. Dari Kementerian/Lembaga yang ditemukan rekening liarnya tersebut, baru Departemen Sosial yang sudah mengklarifikasi keberadaan rekening liarnya. Sementara Kementerian/Lembaga lainnya belum mau kooperatif, sehingga penyelesaiannya diserahkan kepada KPK. Referensi

    Intinya, uang siapakah yang nangkring di dalam rekening liar itu ya? Pasti hasil usaha berbau korupsi. Sikat sajalah manusia-manusia perusak bangsa dan mental bangsa yang suka memelihara rekening liar. Ini negeri Pancasila, tapi kok nggak beradab cara berkehidupan berbangsa dan bernegaranya, malah sepertinya nggak mau masuk dalam tatanan yang baik, inginnya liar terus …………..

    Berita baik untuk para pencari kerja : BPK kekurangan 2.700 tenaga pemeriksa

    In anggaran on Saturday , 20 June 2009 at 11:00 AM

    Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI kekurangan sekitar 2.700 tenaga pemeriksa sehingga belum mampu melakukan pemeriksaan terhadap seluruh unsur keuangan negara. “Akibat keterbatasan tenaga pemeriksa, maka pemeriksaan sektor pendapatan negara dan daerah, pengelolaan sumber daya alam seperti minyak, gas bumi, batu bara serta sumber daya kehutanan, belum banyak dilakukan BPK,” kata anggota BPK Hasan Bisri. Ia menyatakan hal itu saat menyampaikan visi dan misinya di hadapan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) untuk dipilih kembali menjadi anggota BPK, di Jakarta, Jumat.

    Jumlah tenaga BPK saat ini, kata Bisri, hanya 3.800 orang, padahal cakupan pemeriksaan sangat luas meliputi keuangan pemerintah pusat dan daerah, Badan Usaha Milik Negara(BUMN), Bank Indonesia, Lembaga Penjaminan Simpanan(LPS) serta Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). “Entitas (satuan) pemeriksaan BPK meliputi 85 departemen/lembaga dan bagian anggaran pemerintah pusat, 142 BUMN dan 524 obyek di daerah termasuk, ini dibutuhkan tenaga yang cukup banyak,”kata Bisri. Selain kekurangan tenaga pemeriksa, BPK masih butuh tambahan tenaga penunjang atau pendukung sebanyak 1.300 orang, atau dua kali lipat dari jumlah yang ada sekarang yang tercatat hanya sebanyak 1.025 orang.

    Bisri mengatakan pemeriksaan BPK saat ini masih difokuskan pada Laporan keuangan Departemen/Lembaga, Laporan Keuangan pemerintah Pusat (LKPP) dan laporan Keuangan Pemerintah Daerah(LPKD). Sedangkan pemeriksaan terhadap penggunaan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara(APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah(APBD) hanya bisa dilakukan pada jenis belanja yang menyangkut hidup hajat orang banyak. “Sektor diperiksa hanya meliputi pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan subsidi dengan intensitas sampel relatif kecil, sehingga masih kurang representatif,” kata Bisri. Tambahan tenaga pemeriksa merupakan kebijakan strategis yang harus ditempuh paling tidak dalam kurun lima tahun ke depan sehingga dapat menciptakan keuangan negara yang mendorong terwujudnya akuntabilitas, transparansi, efisiensi, ekonomis dan efektivitas serta berperan memberantas korupsi. Referensi

    Wah, ini berita baik bagi para pencari kerja. Realisasinya kapan ya? Kalau kenyataannya sih sepertinya memang begitu adanya, karena sewaktu Tim BPK yang berkunjung ke kantor saya pada minggu yang lalu menyatakan seperti itu juga, jumlah tenaga pemeriksa minim sekali. Sehingga target dan jenis objek yang diperiksa tak sebanding dengan ketersediaan pemeriksa yang jumlahnya sangat terbatas. Ditambah dong! Khan mengurangi penganguran juga!

    Alhamdulillah, Idul Fitri telah ditetapkan jadi hari libur di New York

    In nUrani on Saturday , 20 June 2009 at 9:00 AM

    Dewan Perwakilan Rakyat Kota New York, Amerika Serikat, setuju memasukkan Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha sebagai kalender hari-hari libur sekolah di kota itu, seperti Natal pada agama Kristen dan Yom Kippur dalam agama Yahudi. “Alhamdulillah, dengan suara mayoritas, hanya satu suara yang menentang, resolusi tersebut diterima secara mutlak. Hari Kamis, 18 Juni 2008, merupakan hari bersejarah bagi komunitas Muslim di Kota New York,” kata anggota Dewan Muslim Kota New York asal Indonesia Syamsi Ali, Jumat, 19 Juni 2009. Imam Masjid Indonesia di New York ini mengungkapkan, proses menjadikan Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha sebagai hari libur tersebut melewati masa yang lama. Sekitar dua tahun.

    Inikah pertanda, ada angin perubahan dari Amerika Serikat?

    Hati-hati warga Surabaya, menurut BMKGM, minggu, 21 Juni 2009 air pasang akan melanda pesisir Surabaya Timur

    In climate on Saturday , 20 June 2009 at 7:00 AM

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Maritim Perak memprediksi air pasang setinggi 150 sentimeter di atas permukaan air laut akan melanda kawasan pesisir Surabaya Timur hingga pesisir Kabupaten Probolinggo. Air laut pasang akan terjadi mulai besok pagi, Minggu (21/6) sampai Kamis (25/6) mendatang. Demikian diungkapkan Kepala Seksi Observasi dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Maritim Perak Muhammad Effendi, Jumat (19/6) di Surabaya. “Puncak air laut pasang dengan ketinggian 150 sentimeter di atas permukaan air laut akan terjadi pada Senin (22/6) hingga Rabu (24/6). Masyarakat yang memiliki tambak-tambak di sepanjang pesisir harus mewaspadai hal ini,” ujarnya.

    Mulai Minggu (21/6), ketinggian air pasang diperkirakan mencapai 140 sentimeter di atas permukaan air laut (mean sea level). Selanjutnya, mulai hari Senin (22/6) hingga Rabu (24/6) ketinggian air bertambah menjadi 150 sentimeter. Air baru mulai surut hari Kamis (25/6) dengan ketinggian mencapai 140 sentimeter di atas permukaan laut. Menurut Effendi, kenaikan volume air laut akan terjadi di sepanjang Pantai Kenjeran, Surabaya, hingga daerah pesisir Pasuruan dan Probolinggo. Air pasang dikhawatirkan melanda daerah tambak di sepanjang pantai tersebut.

    Kewaspadaan masyarakat daerah pesisir perlu ditingkatkan, khususnya mereka yang bermukim atau memiliki tambak di daerah dengan tingkat elevasi rendah. Sama seperti di pesisir pantai Surabaya Timur, air pasang juga melanda pantai sisi Surabaya Utara. Namun, ketinggian air pasang hanya mencapai 120 sentimeter hingga 140 sentimeter di atas permukaan air laut. “Ketinggian air pasang di Surabaya Utara lebih rendah dibanding Surabaya Timur karena keduanya memiliki sifat topografi yang berbeda. Kawasan pantai Surabaya Timur memiliki area lebih luas sehingga mudah terkena pengaruh gravitasi, sedangkan daerah pantai Surabaya Utara yang merupakan selat lebih sempit sehingga pengaruh gravitasi di daerah tersebut lebih kecil,” jelas Effendi.

    Pengaruh gravitasi

    Fenomena air pasang terjadi rata-rata empat kali dalam setahun. Air laut mengalami pasang karena mendapatkan pengaruh gravitasi bulan dan matahari. “Air pasang terjadi saat posisi bumi, bulan, dan matahari hampir satu garis atau membentuk sudut kecil sehingga gravitasi bulan dan matahari menarik lautan dan menyebabkan air pasang. Fenomena ini terjadi antara pukul 09.00 hingga 11.00,” tuturnya. Referensi

    Pesannya:

    1. Jembatan Surabaya, terus bagaimana nanti situasinya ya, terpengaruh nggak ya?

    2. Waspada dan berdoa, cara strategis menghadapi hal demikian.

    3. Manusia memperkirakan, Tuhan yang menentukan. Oleh sebab itu manusia ada di sudut relatif, absolutisme hanya milik Tuhan.

    4. Usaha tak boleh berhenti dan berbasis teknologi daya upaya harus dilakukan.

    Kaspersky telah patenkan teknologi antivirus

    In kOmputer on Saturday , 20 June 2009 at 5:00 AM

    Kaspersky Lab mendapatkan paten untuk sebuah teknologi keamanan. Teknologi ini memungkinkan deteksi dan penghapusan software jahat, serta menghilangkan dampak virus komputer itu. Teknologi yang patennya telah didaftarkan oleh Kaspersky itu memungkinkan program antivirus mendeteksi dan menghapur program jahat yang ada dalam komputer. Selain itu, melalui script otomatis, dampak buruk dari program jahat itu juga bisa dihilangkan.

    Dalam release tertulis, Jumat, 19 Juni 2009, teknologi itu disebut sebagai kombinasi metode yang saat ini sudah ada dengan metode baru dalam melawan program jahat. Karena metodenya yang otomatis, data dalam jumlah besar pun bisa diproses oleh teknologi ini secara optimal. Paten itu diberikan atas nama Oleg Zaytsev, senior technical specialist di Kaspersky Lab. Paten itu terdaftar pada No. 7 540 030 oleh Biro Paten Amerika pada 26 Mei 2009.

    Teknologi yang dicakup dalam paten ini memiliki fungsi pembelajaran sehingga diklaim mampu melakukan penyempurnaan kemampuannya dalam membasmi program jahat dan menghapus efek negatifnya. Di balik teknologi yang dipatenkan ini adalah prinsip-prinsip fuzzy logic dan kecerdasan buatan. Data-data dikumpulkan oleh program secara otomatis maupun ditambahkan oleh ahli keamanan demi mendapatkan cara terbaik dalam menangani ancaman antivirus.

    Apakah anda sebagai warganegara Indonesia juga telah menemukan teknologi semacam ini? Segera patenkan, agar punya “kekuatan hukum” dan menjadi nilai tambah secara ekonomi, intelektual dan sosial.

    Pendidikan, pintu strategis ubah bias gender

    In sumber daya on Saturday , 20 June 2009 at 3:00 AM

    Pendidikan merupakan salah satu pintuk masuk yang sangat strategis dalam usaha mewujudkan keadilan gender. Dari jalur inilah wacana tentang gender dapat ditanamkan dengan menerapkan kurikulum pendidikan berprespektif gender. Pengembangan kurikulum berbasis gender hendaknya ditanamkan sejak dini, tidak hanya diberikan di perguruan tinggi saja, tetapi sejak tingkatan paling bawah, yakni taman kanak-kanak.

    Penerapan kurikulum ini jangan hanya sebatas pemberian mata pelajaran tentang gender saja. Namun, menjadikan pemahaman gender menjadi nilai utama dalam bersikap dan berperilaku,” kata Prof. Dr. Muhadjir Darwin, M.P.A., Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) UGM, Jumat (19/6) di Pusat Studi Wanita (PSW) UGM.

    Dikatakan Muhadjir, untuk mewujudkan perguruan tinggi berbasis gender, harus ada pengembangan silabus kuliah berprespektif gender yang dalam setiap mata kuliahnya dimasukkan nilai-nilai tentang gender. Di samping hal tersebut, perspektif gender seyogianya juga telah tertanam dalam benak setiap pengajar sehingga dapat membedah gender secara seimbang. “Dalam mengembangkan kurikulum berperspektif gender ini, hendaknya dibedah secara imbang antara perspektif laki-laki dengan perspektif perempuan karena persoalan gender bukan hanya menjadi permasalahan bagi perempuan. Dengan membedahnya secara kritis diharapkan dapat mewujudkan hubungan yang harmonis dan setara antar keduanya,” jelas Kepala Pusat Studi Kebijakan dan Kependudukan UGM ini dalam workshop “Pemetaan dan Penguatan Kurikulum Gender di Perguruan Tinggi”.

    Tantangan terberat dalam menerapkan kurikulum berbasis gender, imbuh Muhajir, adalah memetakan stakeholder di universitas. Namun, guna mencapai keberhasilan mewujudkan gender mainstreaming, upaya yang dapat dilakukan adalah dengan langsung menembak sasaran utama, yakni melalui pucuk pimpinan, seperti rektor dan dekan.

    Workshop yang dimaksudkan untuk memetakan dan menguatkan jaringan kurikulum gender di perguruan tinggi ini diikuti oleh 20 peserta dari sejumlah perguruan tinggi di Indonesia. Selain dari UGM, peserta juga datang dari Universitas Indonesia, Universitas Airlangga, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Negeri Semarang, Universitas Udayana, Universitas Padjadjaran, Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, dan beberapa universitas lainnya. Dalam pelaksanaan workshop, peserta dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang selanjutnya mendiskusikan pemetaan dan perumusan keragaman kurikulum gender di perguruan tinggi, serta strategi yang sebaiknya digunakan untuk membangun dan memperkuat jaringan. “Dari kegiatan ini akan dirumuskan rekomendasi tindak lanjut dari jaringan nasional pengajar kurikulum gender dan juga bagi Depdiknas, KNPP, serta perguruan tinggi,” ujarnya.

    Kepala PSW UGM, Dr. Siti Hartiti Sastriyani, mengharapkan kegiatan ini dapat ditindaklanjuti secara berkala setiap 6 bulan sekali oleh universitas-universitas yang telah menyelenggarakan kurikulum gender dan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan. Referensi

    Penerapan TIK dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan publik

    In country on Saturday , 20 June 2009 at 1:00 AM

    Mewujudkan masyarakat berbasis pengetahuan, mandiri, dan berdaya saing merupakan agenda pemerintah yang harus dapat dicapai paling lambat pada tahun 2025. Namun, untuk merealisasikan hal tersebut bukanlah suatu perkara yang mudah. Mewujudkan masyarakat berbasis pengetahuan berarti semua individu dalam masyarakat memiliki akses aktif ke informasi, akses untuk memperoleh pengetahuan dan mengolah informasi.

    Dikatakan oleh Djoko Agung Harijadi, staf Departemen Komunikasi dan Informatika RI, untuk mencapai misi tersebut, Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional berupaya menyusun kebijakan umum dan arahan strategis pembangunan nasional melalui pemberdayaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). “Pengembangan TIK dengan penerapan e-government ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan publik yang lebih baik,” ujarnya, Kamis (18/6) dalam seminar bertajuk “Transformasi Birokrasi” yang digelar oleh Magister Teknologi Informasi (MTI) UGM.

    Penerapan TIK diharapkan mampu mengubah tatanan masyarakat menuju masyarakat yang berbasis pengetahuan. Dengan tersedianya layanan TIK yang terjangkau, mudah diakses, dan transparan, menjadikan kontrol sosial terhadap pemerintah lebih optimal.

    Sementara itu, Prof. Dr. Jogiyanto H. M., M.B.A., Akt., staf pengajar Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM, mengatakan transformasi bisnis melalui informasi teknologi informasi (TI) mulai banyak dilakukan oleh organisasi untuk mengantisipasi ekspektasi-ekspektasi konsumen yang berubah. TI dapat mentransformasi bisnis karena memiliki kemampuan yang memungkinkan bisnis untuk masuk ke pasar baru atau yang lebih besar. “Dengan teknologi informasi mampu meningkatkan pelayanan dan kustomisasi, mengurangi biaya operasi, serta menjangkau konsumen lebih jauh dan lebih global,” jelasnya.

    Ditambahkan Jogiyanto, transformasi bisnis dengan teknologi informasi membutuhkan perubahan-perubahan yang signifikan di organisasi. Perubahan tersebut, seperti peran manajer, paradigma bisnis, orientasi penanganan, peran, dan pengelolaan sistem teknologi informasi. Di samping itu, juga terjadi perubahan yang signifikan dalam orientasi penanganan. Sistem teknologi informasi dapat meningkatkan efisisensi karena menggantikan peran manusia dengan teknologi di proses produksi. Sistem teknologi informasi juga mampu meningkatkan efektivitas dalam proses pengambilan keputusan di tingkat manajerial karena dengan sistem tersebut dapat disediakan berbagai informasi yang mendukung.

    Direktur Inixindo Jogja, Surahyo, B.Eng., M.Eng.Sc., mengutarakan bahwa manajemen infrastruktur, integrasi data, dan tata kelola TIK merupakan hal yang mendukung terciptanya layanan publik yang efektif dan efisien. Penerapan pengelolaan TIK ini, ujar Surahyo, menjadi jembatan antara pihak manajemen dan divisi TI agar keduanya dapat berkomunikasi lebih efektif dan efisien. Selama ini yang sering terjadi adalah antara fokus binis dan TI berjalan sendiri-sendiri sehingga perusahaan tidak dapat memanfaatkan infrastruktur TI dengan optimal. Referensi

    Dijual (segera) tanah dan bangunan Rumah Makan, beserta isinya.

    In iKlan on Friday , 19 June 2009 at 2:51 PM

    advetorial_kecil_sekali

    DIJUAL (SEGERA) :

    TANAH DAN BANGUNAN RUMAH MAKAN, BESERTA ISINYA (FURNITURE & SOUND SYSTEM).

    rumahmakan_021 rumahmakan_022 rumahmakan_023

    rumahmakan_031 rumahmakan_032 rumahmakan_033

    LOKASI :

    JL. RAYA MAGELANG – YOGYAKARTA (PEREMPATAN PALBAPANG), ARAH MAU KE CANDI BOROBUDUR.

    rumahmakan_011

    DATA TEKNIS :

    Status : 3 Sertifikat Hak Milik.

    Luas Tanah : 3.071 meter persegi.

    Luas Bangunan : 1.348 meter persegi.

    Spesifikasi Bangunan: Pondasi – Batu kali ; Sloof – Beton bertulang ; Kolom – beton dan solid wood ; Lantai – keramik 30×30 dan Lantai – kayu ; Finishing – cat tembok, cat kayu, melamik ; Rangka atap – kayu kalimantan ; Atap – genting, asbes ; Kusen – kayu kalimantan.

    HARGA (NEGO) :

    Rp.5.000.000.000,- (Lima Milyar Rupiah).

    rumahmakan_042 rumahmakan_052 rumahmakan_051

    HUBUNGI :

    08174115749 (Bapak Ngakan MD) atau 081802746969 (AdminBlog)

    Berada di jalur wisata yang padat. Cocok untuk investasi kuliner.

    [NoAdv : A.0906-01]

    Hasil survai : 1 dari 4 pria di Afrika Selatan pernah memperkosa wanita. Berhati-hatilah!

    In aNak on Friday , 19 June 2009 at 7:46 AM

    Dari 4 pria yang mengikuti survei, 1 diantaranya mengaku pernah memperkosa seorang gadis. Seperti diberitakan BBC, 18 Juni 2009, riset ini dilakukan oleh Lembaga Peneliti Kesehatan Afsel. Tim juga menemukan data, 3 dari 4 pria melakukan pemerkosaan di usia remaja. Data diperoleh dari sekitar 1.738 pria sebagai sampel. Lokasi survei berada di wilayah KwaZulu-Natal dan Provinsi Timur Capetown. Riset juga dilakukan terhadap masyarakat kota dan desa serta seluruh ras.

    Hasil perhitungan menunjukkan, 73 persen responden mengaku pernah melakukan pemerkosaan sebelum berusia 20 tahun. Lebih dari 50 persen bahkan melakukannya lebih dari satu kali. “Kami ingin merubah pandangan terhadap wanita di sini yang sebelumnya hanya sebagai objek seks menjadi rekan sosial,” kata seorang tim peneliti. Pemerintah Afsel sebelumnya sudah diminta pertanggungjawaban terkait tingginya angka pemerkosaan ini. Namun tidak ada respons yang berarti. Bahkan laporan terakhir menyebutkan, pemerkosaan juga sudah menimpa anak-anak. Hampir setiap 3 menit ada anak yang dilecehkan di negara penghasil berlian tersebut.

    Ini peringatan bagi kita semua. Kejadian disana, harus menjadi perhatian kita disini, jangan sampai ketularan. Berhati-hatilah ….

    1. Bagaimanakah ya, tentang penegakah HAM?

    2. Bagaimanakah ya perlindungan terhadap wanita dan anak-anak?

    3. UU dan penegakannya mestinya ditingkatkan secara ketat dan disiplin.

    4. Wanita dan anak-anak mesti lebih preventif, cara berbusana dan “gerak menggoda” harus diminimalisasi.

    5. Hukuman bagi laki-laki mesti ditingkatkan nhi ….

    6. Peran “ketahanan keluarga” mesti dimantapkan.

    7. Peran media untuk mengedukasi moral, nilai-nilai kemanusiaan dan penghormatan kepada wanita harus lebih menggebyar.

    Anda sudah lihat debat PERTAMA para Capres? Saatnya isi polling disini, sesuai kesimpulan anda sendiri.

    In survai on Thursday , 18 June 2009 at 9:00 PM

    Anda sudah lihat debat PERTAMA para Capres? Saatnya isi polling disini, sesuai kesimpulan anda sendiri, setelah melihat visi dan visi Calon Presiden, untuk topik HAM dan CGG, serta mencermati kemampuan Capres dalam mengkomunikasikan ide dan harapannya dan meyakinkan rakyat, bisakah mereka merealisasikan “janji-janjinya” nantinya kalau menjabat?

    Dengan mengisi polling, anda telah dapat menyumbang fakta, harapan dan keinginan rakyat melalui suara rielnya melalui dunia maya. Silakan segera isi dan klik polling, dan lihat hasilnya. Lalu, jangan lupa hadir di Pemilu Presiden, 8 Juli 2009, tentukan suara anda secara riel untuk mencontreng salah satu Capres-Cawapres yang anda harapkan mampu membawa perubahan negara-bangsa Indonesia ke arah yang lebih baik, lebih adil dan lebih makmur.

    Saatnya sekarang klik polling di blog ini. Tunjukkan anda memang mau berperan positif untuk Pemilu Presiden 2009.

    Bukti pertama adanya danau di Mars

    In teknologi on Thursday , 18 June 2009 at 8:00 PM

    Ngarai dalam dan panjang serta bekas pantai barangkali merupakan bukti paling jelas mengenai keberadaan danau di permukaan Mars. Menurut beberapa ilmuwan, Rabu (17/6), diduga danau itu pernah berisi air, tetapi kini sudah kering. Gambar dari sebuah kamera yang disebut High Resolution Imaging Science Experiment di pesawat Reconnaissance Orbiter menunjukkan air memotong ngarai sepanjang 50 kilometer. Demikian diungkapkan tim di University of Colorado, Boulder. “Danau itu diduga memiliki ukuran 200 kilometer persegi dan kedalaman 450 meter,” tulis para peneliti tersebut di jurnal Geophysical Research Letters dan dilansir Reuters.

    Sekarang tak ada perdebatan bahwa air memang ada di permukaan Mars; robot peneliti telah menemukan es. Juga ada bukti bahwa air mungkin masih merembes ke permukaan dari bawah tanah, kendati air itu segera hilang akibat cuaca dingin, atmosfer tipis Planet Merah tersebut. Beberapa ilmuwan mengenai planet juga telah melihat apa yang boleh jadi merupakan tepi sungai raksasa dan laut, tetapi sebagian bentuk itu juga dapat diperdebatkan dan diduga terbentuk oleh longsoran tanah kering. “Ini adalah bukti pertama yang tak meragukan mengenai garis pantai di permukaan Mars,” kata Gaetano Di Achille, yang memimpin studi tersebut. “Pengidentifikasian jalur pantai dan bukti ekologi yang menyertai memungkinkan kami menghitung ukuran dan volume danau itu, yang tampaknya terbentuk sekitar 3,4 juta tahun lalu,” kata Di Achille dalam satu pernyataan.

    Air adalah kunci bagi kehidupan dan para ilmuwan mencari dengan sia-sia bukti mengenai kehidupan, baik pada waktu lalu, maupun sekarang, di Mars. Keberadaan air di planet itu juga dapat bermanfaat bagi penelitian manusia pada masa depan. “Di Bumi, delta dan danau adalah pengumpul yang sangat bagus dan pelestari tanda kehidupan masa lalu,” kata Di Achille. “Jika kehidupan pernah ada di Mars, delta mungkin menjadi kunci guna membuka rahasia biologi masa lalu di Mars,” kata Di Achille. “Bukan hanya penelitian ini membuktikan bahwa ada sistem danau yang lama hidup di Mars, tapi kita juga dapat melihat bahwa danau yang terbentuk setelah kondisi hangat, basah, diduga telah hilang,” kata asisten profesor, Brian Hynek.

    Danau tersebut barangkali telah menguap atau membeku selama perubahan iklim singkat. Demikian dikatakan para peneliti itu. Airnya diduga telah berubah menjadi uap. Tak seorang pun mengetahui apa yang mengubah Mars dari planet yang hangat dan lembab menjadi seperti sekarang: gurun beku tanpa udara. CekDisini

    Hasil riset Symantec : Satu dari lima anak yang internetan ternyata rajin mengunjungi situs porno. Kita harus bagaimana?

    In informasi on Thursday , 18 June 2009 at 7:00 PM

    Hasil riset Symantec, perusahaan keamanan jaringan dan antivirus Norton :

    Satu dari lima anak yang berselancar di Internet, ternyata gemar mengunjungi situs porno dan situs-situs terlarang lainnya. Anak-anak tersebut berusia di bawah 15 tahun. “Dan beragam aktivitas itu tidak diketahui orang tua,” seloroh Effendy Ibrahim, Internet Safety Advocat and Norton Business Lead Asia South Region Symantec, di Hotel Intercontinental, Jakarta, Kamis (18/6/2009).

    Riset tersebut digelar di 12 negara maju di seluruh dunia seperti Amerika Serikat, Inggris, Swedia, sampai China. Meski tak menyertakan Indonesia, namun Symantec yakin ada kemiripan tingkah laku anak jika sudah memasuki dunia maya. “hasil riset ini bisa serupa di tiap negara,” kata Ibrahim.

    Untuk mencegah terulangnya kebiasan itu, Symantec pun meluncurkan aplikasi parental tools berbasis web guna melindungi anak-anak. Aplikasi ini katanya berguna bagi orang tua untuk memantau aktivitas anak beserta situs yang dikunjunginya saat ber-internet. “Penggunaannya juga cukup mudah, bahkan orang tua yang gaptek pun bisa menggunakannya,” demikian Ibrahim.

    Aplikasi yang bisa diunduh gratis di www.onlinefamily.norton.com itu menyajikan beragam filter yang dapat dikustomisasi pengguna. “Sejauh ini produk family tools masih gratis karena baru diluncurkan satu setengah bulan lalu. Kami mau lihat respon pasar dulu sebelum memutuskan harus berbayar atau tidak,” tandas Ibrahim.

    Apa pesannya:

    1. Jangan pernah menjustifikasi bahwa anak yang mau ngenet harus dicurigai pasti akan mengunjungi situs porno. Sehingga dilarang ngenet. Wah, ini salah besar. Larang melarang nggak jamannya lagi.

    2. Jangan pernah menyalahkan internetnya sebagai perusak mental kepribadian anak-anak. Internet sejatinya sebagai alat, media atau sarana, bisa untuk hal-hal positif maupun hal-hal negatif.

    3. Internet sudah menjadi satu kebutuhan manusia (belajar/bekerja) masa kini dan masa depan. Jadi jangan pernah jauhkan anak-anak dari internet, apalagi di rumah, hal ini malah riskan, karena mereka akan mencari dan mengejarnya di luar rumah. Oleh sebab itu, temani, dampingi dan bimbinglah mereka untuk menggunakan internet secara sehat. Bila perlu orang tua (terutama yang belum familiair dengan internet) mau belajar mengerti dan memahami internet, cari informasi dan buku bacaan tentang hal ini, biar bisa “ngimbangi” anak-anaknya.

    4. Pasang secara halus aplikasi sebagai filter akses ke situs porno, sekarang sudah banyak yang bisa diperoleh gratis.

    5. Imbangi aktivitas anak yang online di internet, dengan aktivitas offline yang mengarah pada penguatan moral kepribadian dan kehidupan beragama. Anak selalu diajak dan terajak untuk mau dan mampu memulai mengambil keputusan soal baik atau buruk, serta salah atau benar, sebagai pilihan yang terbaik dan benar adalah akses ke situs yang non porno.

    6. Berikan “pekerjaan” ataupun “tantangan” cara maupun hal-hal yang dapat diakses melalui internet, yang lebih menarik dan bermanfaat dibandingkan dengan mengakses situs porno.

    7. Keteladanan orang tua adalah nomer satu!

    Budaya baca Indonesia terendah di Asia Timur, waduh bagaimana nhi …

    In sumber daya on Thursday , 18 June 2009 at 5:55 PM

    Budaya baca masyarakat Indonesia menempati posisi terendah dari 52 negara di kawasan Asia Timur. Ini berdasarkan data yang dilansir Organisasi Pengembangan Kerja sama Ekonomi (OECD). OECD juga mencatat 34,5 persen masyarakat Indonesia masih buta huruf. Karena itu, pengembangan minat baca merupakan solusi yang tepat. Apalagi anak SD yang dibiasakan dengan budaya baca dan tulis memiliki prestasi tinggi dibanding anak SD yang selama enam tahun tidak dibiasakan dengan budaya baca dan tulis. Pembiasaan membaca dan menulis itu harus dilakukan dengan program pemaksaan pinjam buku di perpustakaan, lalu diberi tugas membuat simpulan dari buku yang dipinjam. SD swasta yang melaksanakan hal itu umumnya memiliki prestasi sangat memuaskan dibandingkan sekolah negeri yang belum memiliki kebiasaan itu.

    Nah, mau nggak manusia Indonesia lebih maju? Sudah jelas kok, baca, baca, baca …………….. baca dengan hati dan otak! Jangan cuma nonton, nonton, nonton, ….. nonton sinetron yang monoton! Apalagi acara reality show yang “nggegirisi” hi hi hi ….

    Tahun 2012 Kepulauan Seribu baru bisa menikmati listrik 24 jam?

    In sumber daya on Thursday , 18 June 2009 at 1:17 AM

    Kompas : Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan, tahun 2012 semua pulau berpenghuni di Kepulauan Seribu sudah bisa menikmati listrik 24 jam. Sejauh ini, hanya warga di beberapa pulau yang bisa menikmati listrik 24 jam. Pemprov tengah membangun jaringan listrik tahap I dari Teluk Naga, Tanjung Pasir, Tangerang ke Pulau Untung Jawa, Pulau Lancang Kecil, Lancang Besar, Pulau Payung, Pulau Tidung Kecil, dan Pulau Tidung Besar. Kabel yang digelar mencapai 46 kilometer dengan besar anggaran mencapai Rp 114 miliar. Tahap II Pemprov menganggarkan Rp 117 miliar untuk menyambung aliran listrik ke Pulau Pramuka, Pulau Panggang, Pulau Kelapa, dan sejumlah pulau pariwisata. Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, di Kelurahan Pulau Panggang, Kepulauan Seribu Utara, Rabu (17/6), mengatakan, program kabel listrik bawah laut Kepulauan Seribu ditargetkan selesai 2012. Saat ini baru wilayah Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan yang sudah teraliri listrik 24 jam. “Sambungan listrik bawah laut sudah diprogramkan multi years dengan terbagi dua tahapan. Tahap awal sudah berjalan untuk wilayah Kepulauan Seribu Selatan dan 2012 nanti kami berharap program ini bisa berjalan secara keseluruhan,” kata Fauzi. Program listrik ini, kata dia, menggunakan sistem pra-bayar. Tujuannya agar masyarakat tidak boros. “Program ini murni dibiayai dari APBD DKI Jakarta dengan besar biaya yang cukup besar. Dibanding pendapatan perkapita warga Kepulauan Seribu program ini termasuk investasi yang mahal,” katanya.

    Oalah, nasibmu warga Kepulauan Seribu. Meskipun wilayah ini jaraknya hanya selemparan batu dari Jakarta, Ibukota Indonesia, soal energi listrik saja seperti ini ….. bagaimana bisa mencerdaskan kehidupan bangsa, kalau soal energi listrik saja seperti ini …. para Capres-Cawapres tahu ini nggak ya?

    Di situs Malaysia http://uum.edu.my/ ada pesan dari Indonesia ….

    In pOlitik on Thursday , 18 June 2009 at 1:03 AM

    Dedemit maya yang mengaku dari Indonesia kembali meluncurkan serangan pada situs internet milik warga Malaysia. Kali ini sasarannya adalah situs yang dikelola oleh perguruan tinggi yang cukup terkenal di negera tetangga kita ini, yakni Universiti Utara Malaysia (UUM). Situs resmi UUM, nampak dipermak habis oleh sang cracker. Halaman situs menampilkan gambar tengkorak muncul di tengah-tengah bendera Malaysia. Selain itu juga ada rekaman foto aksi pembakaran bendera Malaysia. Sepertinya aksi ini dipicu oleh kekesalan para cracker yang menilai Malaysia terus berulah merongrong kedaulatan negara Indonesia. Hal ini tampak pada pesan yang ditampilkan di situs tersebut:

    “Rakyat Indonesia cinta damai, tapi kalau terus-terusan diusik dan dilecehkan kami juga bisa marah, sabar ada batasnya. Pulau Sipadan dan Ligitan sudah diambil, sekarang mau mencaplok blok Ambalat, Saudara Kami yang ada di sana Dengan Kejinya Kalian Siksa tanpa Rasa kemanusiaan..!! Ini adalah peringatan dari kami, Jika kalian terus mengusik kami, maka akan kami lanjutkan perjuangan ini dengan cara kami sendiri..!,”

    Tidak jelas siapa sebenarnya yang berada di balik aksi serangan cyber ini. Pelaku hanya memakai identitas bernama the_g3mb3L pada halaman situs yang telah diserang. Dibawahnya ada ucapan terima kasih ke beberapa pihak, dan sebuah alamat situs. Serta pinguin berbaris mengiring bendera merah putih …. dengan backsound sebuah lagu yang menyayat sesekali diiringi tabuhan genderang ….

    Wouw, Indonesia hebat.

    Hebat, di depan 200 tokoh agama dunia yang bertemu di Roma, Din Syamsuddin berani menyebut krisis global akibat negara maju yang serakah!

    In hAm on Wednesday , 17 June 2009 at 11:55 PM

    Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin menegaskan krisis global yang terjadi sekarang akibat ulah negara maju yang serakah. Din meminta negara-negara maju yang tergabung dalam Kelompok 8 (G-8) berinvestasi bagi perdamaian dunia, bukan sebaliknya bersaham bagi terciptakan kerusakan dunia. Din menyampaikan hal ini dalam pidatonya di depan 200 tokoh agama dunia yang sedang bertemu di Roma dalam rangka memberi masukan bagi G-8 Summit yang akan bersidang di Roma pada 8-10 Juli 2009.

    Din yang diminta bicara mewakili Islam menegaskan bahwa kerusakan dunia yang ditandai antara lain adanya aneka krisis global – pangan, energi, lingkungan hidup dan keuangan – adalah akibat ulah negara-negara maju yang serakah dan mau menang sendiri. Sebagai akibatnya, tercipta ketidakadilan global, merajalelanya kemiskinan, pengangguran, kebodohan, kerusakan lingkungan hidup, pandemi, perang dan berbagai bentuk kekerasan. Pada sesi yang juga menghadirkan Menlu Italia Franco Frattini sebagai pembicara lain, Din membeberkan fakta-fakta kemiskinan dan  pengangguran di dunia dewasa ini, dan betapa negara-negara besar mengeluarkan dana besar-besaran untuk militer dan perang. Untuk itu Din mengajukan saran dari perspektif umat beragama kepada negara-negara maju.

    Pertama, agar dilakukan perubahan paradigma pembangunan dari sekadar sustainable development menjadi sustainable development with meaning (pembangunan berkelanjutan dengan makna), yang dalam aplikasi ekonomi tidak hanya mengejar pertumbuhan semata tapi mengabaikan pemerataan dan keadilan sosial. Begitu pula, paradigma ini akan menolak eksploitasi sumber daya alam tanpa upaya pelestarian.

    Kedua, agar negara-negara maju berinvestasi bagi perdamaian dunia, semisal melakukan langkah-langkah nyata dalam menerapkan Millenium Development Goals (MDGs) yang sudah menjadi konsensus mereka sejak 2000, tapi belum ada realisasi nyata.

    Ketiga, agar negara-negara maju mengedepankan soft power or love power dalam mengatasi masalah-masalah di negara-negara lain, tidak seperti sekarang ini lebih menonjolkan hard power sehingga mereka terjebak ke dalam kekerasan negara atas negara lain.

    Di akhir pidatonya yang mendapat sambutan antusias peserta, Din menaruh harapan kepada Presiden baru AS Barack Obama dengan memberi apresiasi terhadap pidatonya dari Kairo beberapa waktu lalu untuk membuka hubungan baru dengan dunia Islam atas dasar saling memahami, menghormati dan kepentingan bersama. Namun, tandas Din, umat Islam sedunia menunggu realisasi janji tersebut, karena perkataan harus sesuai dengan perbuatan. Tapi betapapun juga, sikap Obama itu memberi harapan baru kepada dunia, dan Din optimistis perbaikan dunia terjadi jika ada kesadaran baru dari para pemimpin negara-negara maju yang benar-benar berniat bagi kemajuan dan kesejahteraan dunia.

    Selama di Roma, Din bersama sejumlah tokoh agama dunia Selasa sore diterima oleh Presiden Italia Giorgio Napolitano di Istana Kepresidenan. Pada audiensi tersebut, para tokoh agama menyampaikan penghargaan kepada para pemimpin G-8 atas perhatiannya terhadap saran-saran kalangan agamawan. Presiden Napolitano juga menegaskan penting nilai-nilai moral dan etika agama untuk melandasi pembangunan dunia. Pada kesempatan audiensi tersebut Din Syamsuddin menyampaikan rasa duka cita atas gempa yang melanda L’Aquila, Italia April lalu dan berharap Semangat L’Aquila (tempat G-8 Summit) akan memberi solusi terhadap problematika dunia dan mencerahi peradaban dunia di masa depan.

    Adakah lagi, tokoh-tokoh Indonesia lainnya yang mau menyatakan secara jujur di depan publik internasoional secara langsung tentang kondisi dunia sekarang ini, karena ulah tokoh-tokoh dunia itu? Manalagi hayo ….

    Iklan Capres-Cawapres sudah memasuki titik jenuh?

    In iKlan on Wednesday , 17 June 2009 at 11:17 PM

    Melihat iklan Capres-Cawapres yang banyak beredar di berbagai stasiun TV dan media cetak, sepertinya kok  sudah memasuki titik jenuh ya?

    Setiap kali saya melihat, bahkan memperhatikan dengan seksama orang yang sedang nonton TV yang ada iklan Capres-Cawapres-nya, kok nggak terlihat ada respon positif, malah ganti channel … mengapa ya?

    Kalau saya sih sudah pasti nggak mau nonton iklan Capres-Cawapres, alasannya ya simpel saja, terlalu monoton dan “menggampangkan”. Saya lebih suka melihat apa visi misi dan program yang mereka tawarkan sebagai “harapan”, logis atau nggak, etis atau nggak, normal atau nggak, bualan atau realistis, dan termasuk “rekam jejaknya”. Ini semua tidak saya peroleh dari TV atau media cetak. Saya nggak mau “dibodohi”, saya cari dari internet sebanyak-banyaknya dan sedalam-dalamnya, dari buku-buku dan majalah lama (yang terbitan sebelum 1998). Kalau membuka “berita dan cerita tentang mereka yang berlaga” rasanya saya jadi tertawa dan bergumam sendiri “Oh gitu ya. Politik nhi …”

    Apakah karena iklannya begitu-begitu saja, nggak ada yang menggebrak dengan aroma baru, rasa baru, harapan baru, atau gairah baru?

    Atau karena yang diiklankan orangnya ya begitu-begitu saja, sindar-sindir, tonjok sana-tonjok sini, kasar dan kurang daya estetika alias penggarapannya tidak “berkelas”, atau ya masyarakat memang jenuh dengan janji-janji yang banyak bergelayutan di tubuh iklan-iklan itu?

    Padahal baru setengah putaran masa kampanye lho ….

    Atau karena flooding iklan yang hard dan langsung, sekaligus iklan terselubung, dibungkus debat, wawancara, tanya jawab, lain-lain bentuk, yang sesungguhnya iklan juga. Jadi jenuh, sumpek dan BT.

    Terus, besok mau bikin iklan kayak apalagi sih? Warnanya ya gitu-gitu saja …. nadanya ya begitu-gitu saja …. modelnya ya nggak jauh-jauh bedanya ……………  tujuannya ya gitu-gitu saja …………… jenuh, ah. Mbok dibolak-balik, bungkusnya dikemas-kemas kayak apa saja, ya begitu juga isinya. Sudah pada ketahuan kok …………..

    Oalah, iklan-iklan, ada stasiun teve yang senang dapat banyak iklan, karena selama ini memang tidak dapat banyak ikan. Tetapi hebat juga ada statsiun TV yang menolak menayangkan iklan Capres-Cawapres, padahal iklan itu bagai ikan yang gemuk lho …. khan sama saja menolak rejeki ya? Hebat stasiun TV itu, idealisme atau kepentingan? Barangkali memang materi iklannya yang nggak bermutu ya ….. Demokrasi nggak berarti semua jenis iklan (apapun mutunya?) bisa ditayangkan di TV khan?

    Jenuh!

    Komentar tokoh-tokoh dunia atas kemenangan Mahmoud Ahmadinejad dalam pemilihan presiden Iran

    In pOlitik on Sunday , 14 June 2009 at 6:24 PM

    Menlu AS Hillary Clinton : “AS menahan diri untuk tidak mengomentari mengenai pemilihan di Iran. Kami dengan jelas mengharapkan bahwa hasilnya mencerminkan kehendak dan keinginan sejati rakyat Iran. AS mengawasi situasi yang berkembang di Iran.”

    Menlu Kanada Lawrence Cannon : “Kami terganggu oleh laporan intimidasi, dari kantor calon oposisi, dari (tindakan) pasukan keamanan.”

    Kementerian Luar Negeri Perancis : “Hasil Pemilu yang dipertengkarkan”.

    William Hague, jurubicara urusan luar negeri kubu oposisi utama  Inggris: “Pukulan pada semua rakyat Iran yang mengharapkan perubahan dalam kepemimpinan, pembaruan di negara mereka dan hubungan yang lebih baik dengan dunia luar. Secara khusus prihatin karena laporan-laporan bahwa hasil itu dicurangi…Jika ini benar-benar kasusnya, maka itu tanda tidak baik bagi harapan bahwa Iran siap untuk mengikuti jalan pembicaraan ketimbang penentangan dalam masalah program nuklirnya“.

    Ketua Komisi Urusan Internasional Duma (parlemen) Konstantin Kosachev, Moskow:  “Ahamdinejad agar menunjukkan lebih pengertian dan bijak terhadap masyarakat internasional pada masa jabatan keduanya.”

    Danny Ayalon, wakil menlu Israel: “Hasil pemilihan itu menunjukkan, ancaman Iran akan semakin kuat. Masyarakat internasional harus menghentkan program nuklir dan terorisme yang datang dari Iran.”

    Sekjen Liga Arab Amr Mussa : “Kami mengharapkan untuk bekerjasama untuk mencapai keamanan regional melalui pembersihan Timur Tengah dari senjata pemusnah massal.”

    Dewan Perlawanan Nasional Iran yang bermarkas di Paris, yang didirikan Juli 1981 di Teheran untuk menentang pemerintah Iran : “Menggandakan upaya untuk memperoleh senjata nuklir, meningkatkan ekspor terorisme dan fundamentalisme, menambah campur tangan di Irak dan hasutan konflik di kawasan itu.

    Presiden Suriah Bashar al -Assad : perlunya kedua negara itu bekerjasama untuk mencapai perdamaian yang kekal dan komprehensif di kawasan itu dan dunia.”

    Menlu Afghanistan Rangin Dadfar Spanta : “Keinginan Afghanistan adalah melihat Iran yang stabil dan membanggakan.”

    Presiden Venezuela Hugo Chavez : “Mencerminkan perasaan dan komitmen rakyat Iran untuk membangun dunia baru.”

    Masih banyak komentar tokoh dunia lainnya, sementara cukup disini, dan mari kita fahami:

    1. Lihatlah dan dalami contents komentar “musuh” dan “kawan”, sarat kepentingan, terlihat nyata. Meski Pemilu luberpun tetap bisa dipelintir oleh tokoh negara “musuh”.

    2. Pemilu itu kepentingan siapa? Mestinya untuk rakyat setempat/negara bersangkutan, mengapa orang/negara luar ikut-ikutan cuap-cuap, pasti ada maunya dan punya agenda …. itulah politik ambivalen …

    3. Nanti kita pasti juga dikomentari oleh tokoh-tokoh itu. Kalaupun Pemilu luber, tetapi negara “musuh” punya agenda yang lain, pasti komentarnya miring. Apalagi jika ada Capres-Cawapres yang kalah, dan nggak puas, terus dengan akalnya, melalui suara negara “musuh” titip komentar, bisa parah itu …. Ingat, semua negara luar PASTI PUNYA KEPENTINGAN DAN AGENDANYA SENDIRI. Makanya jangan pernah urusan Pemilu, urusan dalam negeri dicampurtangani oleh mereka …

    4. Mari kita junjung konstitusi dan hukum kita, dengan pelaksanaan Pemilu yang baik, benar, elegan dan betul-betul luber. Yang menang nggak boleh sombong, yang kalah nggak usah cari kambing hitam, neko-neko. Ini khan pemilu persaudaraan ………..

    Wouw, Arab Saudi mau membangun gedung setinggi 1 Kilometer. Jadi gedung tertinggi ya?

    In country on Sunday , 14 June 2009 at 4:25 PM

    Kelompok perusahaan milik Pangeran Arab Saudi Alwaleed bin Talal, Sabtu (13/6), menyatakan, perusahaan itu telah menandatangani kesepakatan dengan Perusahaan Emaar yang berpusat di Dubai, Uni Emirat Arab, untuk mengembangkan dan mengawasi pembangunan menara setinggi satu kilometer (1.000 meter) di Jeddah. Menara Kerajaan dan Kota Kerajaan Jeddah akan berdiri di atas bangunan seluas 23 juta meter persegi, dan berisi pusat komersial, tempat tinggal, dan ruang kantor di lahan seluas 530 hektar di dekat bandar udara internasional Jeddah, demikian dikatakan Kerajaan itu dalam satu pernyataan.

    Proyek bernilai 26,6 miliar dolar AS tersebut akan berupa gedung pencakar langit yang berbentuk seperti jarum, lebih tinggi dari bangunan lain yang telah berdiri dan sedang dibangun di dunia. Gedung tertinggi saat ini, Burj Dubai, yang menjulang di Keamiran Dubai di sebelah timur Arab Saudi dengan ketinggian 800 meter dan belum selesai, sedang dibangun Emaar. Menara Kerajaan tersebut pertama kali diungkapkan pada 2003 dan pada 2007 kelompok perusahaan itu mengumumkan bahwa perusahaan pembangunan yang berpusat di AS, Bechtel, akan mengawasi proyek tersebut.

    Ada yang mau latihan jalan/lari naik turun disana nantinya? Atau mau membangun yang lebih tinggi di Indonesia nantinya? Coba tanyakan ke Capres-Cawapres, ada yang berminat tandatangan kontrak ini?

    Pemimpin, klaim, keikhlasan dan amanah

    In indonesia on Sunday , 14 June 2009 at 4:11 PM

    Para Capres-Cawapres sejatinya sudah menjadi pemimpin. Apalagi mereka umumnya pernah menjabat, meski yang pernah menjabat presiden/wapres diantara mereka hanya 3 orang. Cuma menjelang Pilpres 2009 ini saya jadi jengah mendengar kampanye-kampanye dan iklan-iklannya.

    Kalau mereka ikhlas sebagai pemimpin yang amanah yang memang mendharmabatikan segala sumberdaya yang dipunyai apa adanya, apakah perlu mereka menunjukkan kepada publik, masatarkat, dan rakya Indonesia apa-apa yang pernah mereka kerjakan? Saling mengklaim bahwa ini karya saya, itu karya saya, kalau dianggap baik dan menguntungkan oleh Tim Kampanye, itu kerjaan mereka, itu kerjaan Capres-Cawapres lainnya kalau hal-hal itu dianggap kurang baik atau kurang menjual bagi proses kampanye. Sungguh aneh, hasil kerja dipuji-puji sendiri, bukankah rakyatlah yang berhak menilai hal-hal itu. Apalagi bagi orang beragama, adalah suatu hal yang dipantangkan untuk menunjukkan kesombongan tentang apa-apa yang dipunyai, apa-apa yang telah dikerjakan masa lalu untuk bangsa dan negara ini. Menurut saya, ya memang harus mengerjakan itu, wong memang di-amanah-i oleh rakyat lewat pemilu, dan konstitusi juga mengharuskan melakukan hal-hal itu. Jadi nggak sepantasnya klaim-klaim keberhasilan itu diupacarakan, ditebar-tebarkan, bahkan disombong-sombongkan, bisa masuk riya’ nantinya!

    Yang lebih urgent lagi, rakyat nggak butuh keberhasilan masa lalu! Rakyat butuh sekarang dan masa depan, kepastian hadirnya kemakmuran dan keadilan. Bukan janji-janji. Juga bukan karena untuk menyenangkan rakyat, terus dengan mudah dan enteng sekali “menyetujui keinginan rakyat” dengan tanda tangan kontrak politik sana-sini, tebar janji dan sumbangan. Jadilah apa adanya secara elegan. Itulah pemimpin sejati, rakyat bisa menilai kok …………………

    Jadi nggak perlu klaim-klaiman paling berjasalah, capai denger kesombongan-kesombongan itu, kalau memang ikhlas menjalankan amanah rakyat, biasa sajalah. Itulah real leader, kecuali kalau pemimpi …………….

    Jargon Capres di masyarakat : cuma jadi guyonan ….

    In kEwarganegaraan on Sunday , 14 June 2009 at 3:03 PM

    Minggu pagi ini, 14 Juni 2009, kami warga Dukuh Tegalsari, Desa Tirtomartani, Kalasan, mengadakan kerja bakti bersama pembersihan dan merapikan jalan pedukuhan. Di tengah dan diantara kegiatan tersebut, jargon para Capres jamak digunakan sebagai guyonan.

    Lantaran sudah agak siang (kerja bakti mulai dari jam 06.00), disaat istirahat sejenak, menyantap makanan kecil dan sekadar minum pengganti keringat, mulai ada yang nyeletuk: Yuk LANJUTKAN. Yang lain menimpali, tinggal sedikit, LEBIH CEPAT LEBIH BAIK. Yang lain lagi menambahi, ntar ada siaran langsung tinju, nhi, kalau memang PRO RAKYAT ya kita tuntaskan segera. Begitulah komentar dan celetukan yang beredar di kalangan akar rumput. Mereka memaknai jargon-jargon itu sekadar untuk guyonan …………….

    Wah, kalau mengaspal jalan dan ngasih bis beton saluran kali, tinggal panggil Tim Sukses Capres saja, nanti mereka pasti tandatangan dan setuju membantu. Beres. Begitu juga celetukan masyarakat bawah tatkala melihat di depan matanya jalanan pedukuhan yang masih tanah-nah, asli, berumput, dan penuh belukar, sambil mengingat-ingat adanya Cpares yang tandatangan sana-sini dan menebarkan kesanggupan bantuan ……. sekali lagi, mereka sekadar membuat hiburan dan guyonan ….

    Apakah para Capres-Cawapres tahu sendiri apa sebenarnya yang berdenyut di jantung-jantung masyarakat bawah? Saya nggak yakin betul, karena mereka bergerak di ranah tinggi, meski sepertinya di ranah bawah. Karena mereka sesungguhnya saat ini “wayang” bagi Tim Pemenangannya, yang merencanakan dan menjalankan strategi. Persoalannya, seberapa jujur mereka yang masuk dalam Tim Pemenangan itu dengan fakta, data dan pengaruh suara riel yang terjadi di bawah? Itulah “gap” sesungguhnya …………. Jangan-jangan ABS, katanya oke-oke dalam memotret (calon pemilih) dari suara masyarakat (terutama masyarakat kelas bawah) tetapi sesungguhnya itu hanya “bayangan yang salah”, lihat saja nanti …..

    Saya melihat sendiri sepertinya masyarakat bawah “sudah punya pilihan”, mereka sudah cerdas. Makanya spanduk, baliho, televisi, radio, dan embel-embel jaring komunikasi lainnya, dengan jargon-jargon indah itu …… menurut saya, hanya ditangkap sebagai guyonan belaka oleh masyarakat bawah. Jargon itu agaknya hanya konsumsi calon pemilih kelas menengah ke atas! Percaya, nggak percaya, lihat saja nanti.

    Lihat saja? Ya, besok : 8 Juli 2009. Kalaupun ada pilpres putaran ke dua (dengan biaya lagi dari uang rakyat lagi, sebesar 4 Trilyun rupiah) pada tanggal 8 September 2009.

    THE BEAUTIFUL WARNING

    In nUrani on Friday , 12 June 2009 at 11:44 PM

    I LOVE INDONEMALAYSIA, YOU LOVE MALAYINDONESIA, WE LOVE INDONESIA (NICE WITHOUT MALAY)

    I LOVE INDONEMALAYSIA, YOU LOVE MALAYINDONESIA, WE LOVE INDONESIA (NICE WITHOUT MALAY)

    I LOVE INDONEMALAYSIA, YOU LOVE MALAYINDONESIA, WE LOVE INDONESIA (NICE WITHOUT MALAY)

    I LOVE INDONEMALAYSIA, YOU LOVE MALAYINDONESIA, WE LOVE INDONESIA (NICE WITHOUT MALAY)

    I LOVE INDONEMALAYSIA, YOU LOVE MALAYINDONESIA, WE LOVE INDONESIA (NICE WITHOUT MALAY)

    Wuih… Malaysia Juga Rendahkan Pendidikan Kita

    Para rektor perguruan tinggi negeri (PTN) sepakat tidak menerima mahasiswa baru asal Malaysia pada Seleksi Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri (SMPTN) tahun ajaran 2009 karena menilai sikap lembaga pendidikan tinggi di Malaysia merendahkan mahasiswa Indonesia. Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof Dr Herry Suhardiyanto MSc mengatakan, kesepakatan tersebut hanya untuk calon mahasiswa asal Malaysia yang akan mengikuti SMPTN saja, sedangkan melalui jalur lainnya tetap terbuka. “Penolakan PTN di Indonesia karena kami saat ini belum siap menerimanya dan para rektor tengah mengkaji kembali,” kata Herry Suhardiyanto, Jumat (12/6) malam.

    Menurut dia, penolakan terhadap calon mahasiswa asal Malaysia tersebut tidak selamanya, tapi akan dievaluasi lagi untuk tahun ajaran berikutnya. Ketidaksiapan PTN di Indonesia, kata dia, antara lain karena sikap dari lembaga pendidikan tinggi di Malaysia yang dinilai merendahkan mutu pendidikan di Indonesia, khususnya Fakultas Kedokteran. Mahasiswa kedokteran Indonesia yang akan melanjutkan pendidikan di Malaysia harus diseleksi atau tes lebih dulu melalui sebuah lembaga pendidikan. ”Jika seleksi atau tes dari lembaga tersebut menyatakan mahasiswa kedokteran Indonesia tidak layak, maka tidak bisa melanjutkan pendidikan di Malaysia,” katanya.

    Menurut dia, karena itu para rektor PTN sepakat tidak menerima calon mahasiswa baru asal Malaysia melalui SMPTN tahun ajaran 2009, sedangkan melalui jalur lainnya tetap terbuka. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional (Dirjen Dikti Depdiknas) Fadli Jalal ketika dikonfirmasi hal ini mengatakan belum tahu karena belum menerima laporan. “Saya belum bisa memberikan pernyataan, tapi akan mengecek kabar ini ke forum rektor apakah benar argumen tersebut,” katanya. Kalau pun ada ketersinggungan dari para rektor PTN, kata dia, akan saya cek apa penyebabnya dan bagaimana persoalan sebenarnya. Informasi yang diterima, sebanyak 56 rektor PTN sepakat tidak menerima mahasiswa baru asal Malaysia pada tahun ajaran 2009.

    I LOVE INDONEMALAYSIA, YOU LOVE MALAYINDONESIA, WE LOVE INDONESIA (NICE WITHOUT MALAY)

    I LOVE INDONEMALAYSIA, YOU LOVE MALAYINDONESIA, WE LOVE INDONESIA (NICE WITHOUT MALAY)

    I LOVE INDONEMALAYSIA, YOU LOVE MALAYINDONESIA, WE LOVE INDONESIA (NICE WITHOUT MALAY)

    I LOVE INDONEMALAYSIA, YOU LOVE MALAYINDONESIA, WE LOVE INDONESIA (NICE WITHOUT MALAY)

    I LOVE INDONEMALAYSIA, YOU LOVE MALAYINDONESIA, WE LOVE INDONESIA (NICE WITHOUT MALAY)

    Turut belasungkawa atas terjadinya musibah kecelakaan pesawat Heli Puma H 3306 TNI AU di Lanud Atang Sendjaya Bogor, 12 Juni 2009

    In sumber daya on Friday , 12 June 2009 at 11:05 PM
    Kami turut berbelasungkawa atas terjadinya musibah kecelakaan pesawat Heli Puma H 3306 TNI AU di Lanud Atang Sendjaya Bogor Indonesia, 12 Juni 2009.

    Semoga arwah para korban yang tewas dalam musibah ini diterima di sisi Allah SWT dan dosa-dosanya dapat diampuni.

    Semoga para korban luka-luka dalam musibah ini, dapat ditanggulangi, diobati, dirawat dengan baik, dan kembali menjadi sehat wal afiat, serta tetap sabar menerima musibah ini.

    Semoga keluarga para korban tetap sabar dan tawakal menghadapi cobaan musibah ini.

    Semoga keluarga besar TNI AU, khususnya keluarga besar Lanud Atang Sendjaya dan Skuadron Udara VIII tetap tegar dalam menghadapi cobaan musibah ini.

    Yogyakarta, 12 Juni 2009

    Kolonel Sus Drs. H. Mardoto, M.T.,beserta keluarga.

    Segitu banyak motor kok nggak ada yang produksi Indonesia ya …

    In mAnajemen on Friday , 12 June 2009 at 10:42 PM

    Seperti halnya pasar mobil, pasar motor di Indonesia pada bulan Mei 2009 ikut bergairah. Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) di bulan April pasar roda dua Indonesia hanya sanggup menyerap 385.831 unit motor, namun angka itu berkembang di bulan Mei 2009 menjadi 457.650 unit, dengan rincian sebagai berikut:

    Merk Motor
    Jumlah
    Honda 208.266
    Yamaha 206.992
    Suzuki 36.074
    Lainnya 6.318
    Total 457.650

    Dengan prestasi tersebut berarti pasar motor dalam negeri selama 5 bulan di tahun 2009 telah berhasil menjual sebanyak 2.061.685 unit. Data lainnya tahun 2008 silam pasar motor dalam negeri dapat menginjak ke angka 6 juta lebih, di tahun 2009 ini angka tersebut diperkirakan tergerus hingga ke angka 4-5 juta unit saja.

    Waduh-waduh, segitu banyak motor berkeliaran di jalanan Indonesia, kok nggak ada ya yang merek Indonesia dan asli produksi Indonesia. Apa nggak mampu bikin itu pakar motor dan juragan bisnis asal Indonesia?  Andai saja ada motor asli produksi Indonesia dan merek Indonesia, dan banyak dipasarkan di Indonesia, bila perlu diekspor ke mancanegara, wuih banyak keuntungan yang didapat lho, secara ekonomi bisnis, sosial dan kebanggaan sebagai warganegara Indonesia dengan jiwa nasionalisme yang kuat.

    Ternyata “rakyat” Indonesia masih banyak yang sukanya belanja barang merk dan produksi asing ya, pemerintah denger nggak ya tentang ini ……… mbok bikin motor, coba lihat datanya nyaris 500 ribu motor yang diserap pasar Indonesia tiap bulan, sekali lagi: tiap bulan! Berapa tenaga kerja yang bakal terserap ya …. kalau motor-motor itu betul-betul diproduksi penuh (bukan rakit-merakit lho) di Indonesia sejak awal ….

    Hati-hati dengan flu babi, babinya juga!

    In country on Friday , 12 June 2009 at 3:00 PM

    Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada Kamis mengumumkan bahwa penyakit yang disebabkan virus flu babi alias H1N1 saat ini sudah tergolong menjadi pandemi global. Karena itu, WHO telah meningkatkan status siaga dari tingkat 5 menjadi tingkat 6, yaitu skala peringatan tertinggi menyangkut terjadinya pandemi. Namun badan kesehatan dunia itu mengingatkan bahwa tingginya skala peringatan hanya menyangkut keseriusan penyebaran virus, bukan tingkat keparahan penyakit. Pengumuman yang dilakukan WHO itu menandai wabah flu yang pertama kalinya terjadi secara global setelah 41 tahun terakhir.

    Wabah global terakhir yang dialami dunia adalah flu Hong Kong yang terjadi 1968 dan diperkirakan menewaskan satu juta manusia di berbagai belahan dunia. “Dunia sekarang mulai mengalami pandemi flu 2009,” kata Direktur Jenderal WHO Margaret Chan kepada pers di Jenewa. Chan mengatakan penyebaran virus H1N1 itu tidak dapat dihentikan, namun ia mengingatkan agar situasi tersebut tidak disikapi secara berlebihan. “Kita tidak melihat kemungkinan adanya peningkatan tiba-tiba atau dramatis pada jumlah kasus penularan yang parah dan fatal,” katanya.

    Peningkatan tingkat peringatan menjadi fase 6 berarti bahwa penularan virus dari manusia-ke-manusia telah meluas hingga ke luar Amerika Utara, kawasan tempat penularan virus itu bermula. Menurut laporan yang dikeluarkan WHO, hingga Kamis pagi sudah 28.774 kasus flu babi yang telah terbukti menyerang 74 negara. Dari jumlah kasus tersebut, WHO mencatat 144 orang meninggal karena virus H1N1.

    Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Ban Ki-moon, Kamis, memperingatkan warga dunia untuk meningkatkan kewaspadaan, menyusul pengumuman Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada Kamis, bahwa saat ini dunia sudah mengalami pandemi flu yang disebabkan virus H1N1.Dalam jumpa pers bulanan yang digelar di Markas Besar PBB, New York, Ban mengatakan bahwa kendati menular, sejauh ini virus itu tidak separah yang ditakutkan sebelumnya. “Tapi kita harus waspada. Kita tidak tahu gambaran apa yang akan muncul di bulan-bulan berikutnya,” ujar Ban.

    Berkaitan dengan pengumuman soal pandemi global akibat virus H1N1, Ban mengungkapkan bahwa dirinya akan mengelar pertemuan Komite Pengendalian Influenza pada awal pekan depan di New York. Pertemuan itu akan dilakukan sebelum ia membuka sesi Forum on Advancing Global Health in Face of Crisis, yang akan berlangsung Senin (15/6). Dalam jumpa pers, Kamis, Ban menekankan pentingnya akses terhadap vaksin, antibiotik maupun obat-obatan lainnya dalam menghadapi pandemi. Pertemuan yang dilakukan Ban dengan Direktur Jenderal WHO Margaret Chan di Jenewa pada bulan lalu, menghasilkan komitmen oleh puluhan perusahaan obat untuk menyumbang produksi vaksin berdasarkan permintaan dari WHO bagi negara-negara yang membutuhkan.

    Sekjen PBB mencatat, proses pembuatan vaksin pandemi saat ini sudah mulai berjalan dan hasil produksi pertama sudah bisa didapatkan pada September 2009. Ban berjanji dirinya akan bekerja sama dengan pemerintah negara-negara anggota PBB serta WHO guna memastikan bahwa langkah-langkah yang dilakukan untuk menghadapi pandemi bisa berjalan seefektif mungkin dan terkoordinasi dengan baik. Ia juga mengingatkan bahwa sampel virus serta informasi lainnya yang berkaitan dengan flu burung harus disebarkan secara luas dan terbuka. Ia juga meminta agar berbagai pihak menghindari langkah “gegabah dan diskriminatif”, seperti larangan bepergian dan pembatasan perdagangan yang diterapkan tanpa dasar-dasar yang kuat.

    Pesannya: Tetaplah berhati-hati dengan flu babi, jangan-jangan sudah ada di sekitar anda. Sikap hati-hati ini juga terhadap BABI-BABI-nya juga. Paling aman ya jangan mengkonsusmsi makanan yang mengandung babi atau turunannya babi. Hindari juga babi-babian. Ngeri deh.

    Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengumumkan pandemi flu H1N1 (flu babi). Ini merupakan pandemi flu pertama dalam waktu 41 tahun. Mau tak mau pandemi itu mengubah sebagian cara hidup sehari-hari.  WHO menganjurkan sejumlah cara mudah untuk mencegah penyebaran virus flu H1N1 (Tujuannya, untuk mengurangi risiko penularan flu H1N1):

    1. Jangan berciuman.

    2. Hindari pelukan.

    3. Hindari jabatan tangan.

    4. Tutupi mulut saat batuk atau bersin. Jangan batuk di depan wajah orang. Tutupi mulut Anda dengan memakai tisu atau lengan baju Anda.

    5. Sering-seringlah mencuci tangan dengan sabun.

    6. Anda tak perlu mengenakan masker wajah jika Anda tidak sakit.

    7. Disarankan untuk tidak menyentuh mulut dengan tangan kita.

    Waspadalah!

    Mobil anda juga termasuk yang laris di bulan Mei 2009?

    In anggaran on Friday , 12 June 2009 at 2:00 PM

    Pasar mobil di bulan Mei 2009 lalu mulai kembali bergairah menyusul stabilnya nilai tukar rupiah terhadap dolar dan penahanan harga mobil oleh beberapa produsen mobil di Indonesia. Dalam daftar 10 mobil terlaris bulan Mei 2009, beberapa ‘muka lama’ kembali masuk ke daftar.

    Lihat Daftar 10 mobil terlaris di bulan Mei 2009:

    Mobil Jumlah
    Toyota Avanza 8.538
    Daihatsu Xenia 2.673
    Toyota Kijang Innova 2.488
    Honda Jazz 1.422
    Honda CR-V 959
    Toyota Rush 913
    Nissan Livina 878
    Suzuki APV 832
    Toyota Yaris 657
    Daihatsu Gran Max 634
    Sumber Data Gaikindo

    Ach, sayang mobil pribadi saya nggak termasuk yang laris di bulan Mei 2009. Nggak apa-apalah, tetap bersyukur kepada Allah SWT, yang penting mobil saya bisa berfungsi dengan baik, lancar nggak mogokan, dan aman digunakan.

    Ternyata “rakyat” Indonesia masih banyak yang kaya raya ya, nyatanya belanja mobil teruuuusssssssssssssssss ………

    Inilah tempat melapor jika terjadi pelanggaran pada proses Penerimaan Siswa Baru 2009

    In pEndidikan on Friday , 12 June 2009 at 1:00 PM

    Beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) membuka posko pengaduan menjelang Penerimaan Siswa Baru (PSB) tahun ajaran 2009/2010 ini agar masyarakat diminta ikut mengawasi dan berani melaporkan pelanggaran yang terjadi. Persoalan seputar PSB muncul karena lemahnya posisi orangtua. Sejumlah lembaga swadaya masyarakat membuka posko pengaduan PSB.

    JAKARTA:

    1. Aliansi Orang Tua Peduli Pendidikan/(ICW) di nomor (021) 70791221

    2. Suara Ibu Peduli Pusat (021) 79192358

    3. Indonesia Budget Centre (021) 7949637

    TANGERANG:

    E-Care Tangerang (021) 70623749

    GARUT:

    Garut Governance Watch (0262) 237323

    Sahdar (Sentra Advokasi Hak Untuk Pendidikan Rakyat) 061-77444610/081370909898

    PADANG:

    Bako di Sumatera Barat (0751) 7848040

    YOGYAKARTA: mana?

    Hati-hati ada penyusupan melalui kata-kata dan istilah-istilah pencarian yang populer di internet

    In tEknologi iNformasi on Friday , 12 June 2009 at 10:36 AM

    Apakah kata dan istilah pencarian paling berbahaya di Internet?

    Jika anda suka mencari-cari “music lyrics” atau berbagai hal yang “free“, berarti anda sudah masuk dalam kondisi perilaku cyber yang makin berresiko. Dan pencarian “free music downloads” yang mencapai 20% dari pengguna/peselancar website adalah jalan lapang masuknya perangkat lunak/software berbahaya, yang kita kenal sebagai “malware.” Satu laporan riset terbaru oleh perusahaan software antivirus McAfee yang berbasis di Amerika Serikat telah mengenali kata-kata pencarian di Internet paling berbahaya yang menempatkan para pemakai di halaman-halaman website dengan kemungkinan yang lebih tinggi dari serangan-serangan cyber.

    Studi ini telah menguji 2.600 kata kunci populer pada lima mesin pencari utama – Google, Yahoo, Live, AOL dan Ask- dan juga menganalisis 413.000 halaman web. “Hanya baru saja pada tahun lalu, kita sudah melihat satu pergeseran dramatis yang cantik yang kami sebut sebagai malware,” kata David DeWalt, Presiden dan CEO McAfee. “Saya berangkat dari seorang hacker di lantai dasar, untuk mengorganisasikan cybercrime sampai sekarang, literally, terorisme dan bentuk-bentuk serangan geopolitik yang teroganisir,” katanya.

    Kategori-kategori kata yang mempunyai resiko paling tinggi sebagai pintu masuk malware: screen savers, free games, work from home, Olympics, videos, celebrities, music and news.

    Istilah-istilah paling berbahaya adalah: word unscrambler, lyrics, myspace, free music downloads, phelps, game cheats, printable fill-in puzzles, free ringtones and solitaire.

    Studi ini juga menunjukkan bagaimana penjahat-penjahat cyber sedang meningkatkan kemampuan dan kecanggihannya. “Kita dapat mempunyai pandangan yang masif dengan seorang hacker di bawah tanah. Kita telah melihat baru-baru ini “Twitter worm” dari seorang yang berusia 17 tahun di bawah tanah yang dapat menyerang  berjuta-juta komputer di luar. Atau, kita dapatme lihat satu serangan yang terorganisir yang mengambrukkan infrastruktur,” kata DeWalt.

    Perusahaan software Antivirus sepertinya tertinggal oleh perkembangan terakhir para penjahat cyber. “Kita telah ada di jalan belakang, itu sungguh-sungguh benar, untuk keseluruhan dunia, infrastruktur global Internet sudah tumbuh secara dramatis – namun 50 persen PC-PC dunia tidak terlondungi,” kata DeWalt. Meski ada peningkatan resiko, DeWalt tidak percaya bahwa “cyber Armageddon” yang menyebabkan penyebaran kerusakan komputer-komputer dan infrastruktur Internet . “Minggu lalu, anda telah melihat Presiden Obama di Amerika Serikat memperbincangkan tentang satu prakarsa cyber-security yang disponsori oleh pemerintah, dan pemerintah-pemerintah lain mendukung hal ini juga,” kata DeWalt. “Aku berpikir kita sedang belajar bagaimana hal ini dapat terjadi, dan jika kita dapat menghadapinya, kita dapat mencegahnya.” Referensi

    Wah, wah jadi mesti hati-hati nhi kalau mau searching, alias nyari-nyari, ternyata dapat ditelusupi malware. Dan kata-kata kunci dan istilah-istilah yang polpuler bisa jadi pintu masuk yang menarik bagi software jahat. Nha, kata-kata dan istilah-istilah yang diteliti itu khan dalam bahasa Inggris ya, sekarang sudah ada nggak ya, kata-kata dan istilah-istilah yang paling banyak digunakan pengguna internet dalan searching yang dalam bahasa Indonesia? Bisa jadi kajian menarik lho ………….

    Pembahasan RUU Susduk, sebuah keanehan yang nyata ………..

    In country on Friday , 12 June 2009 at 9:47 AM

    Pembahasan Rancangan Undang Undang Susunan dan Kedudukan (RUU Susduk) DPR masih alot. Partai-partai politik yang sekarang masih eksis melalu fraksinya masing-masing di DPR dan periode 2009-2014 masih bercokol juga, pada berkepentingan sesuai maunya sendiri. Salah satu yang jadi perebutan, ada yang menginginkan kursi Ketua DPR  otomatis menjadi milik partai yang punya kursi terbanyak alias sebagai pemenang pemilu, tapi partai yang kursinya sedikit jelas-jelas menolak. Rupanya beradu bargaining position sedang terjadi. Sementara fraksi yang masih punya “sisa-sisa power” justru tidak sepaham dengan usulan semacam itu.

    Dalam pembahasan RUU Susduk yang tengah berlangsung beberapa fraksi justru mengusulkan pimpinan DPR dipilih secara paket. Mekanisme inilah yang dipakai dalam menentukan komposisi pimpinan DPR periode sebelumnya. Selain itu ada juga yang mengusulkan komposisi pimpinan DPR diisi sesuai urutan hasil pemilu, namun siapa yang menjadi ketuanya belum disepakati.

    RUU Susduk ini ditargetkan rampung pada masa sidang ini dan bisa disahkan pada akhir Juni.  Padahal kita ketahui bahwa anggota DPRD akan melangsungkan pelantikan anggota yang baru pada bulan Juli. Sehingga anggota DPR dan DPRD terpilih bisa segera menerapkan UU Susduk yang baru ini.

    Saya mengganggap aneh proses pembahasan RUU Susduk ini, ini khan organisasi tingkat negara, bagaimana mungkin hal ini bisa terjadi, wadahnya/organisasinya sudah ada, orang-orang yang mau mengisi wadah/organisasi itu juga sudah ada, yaitu anggota DPR hasil Pemilu Legislatif 2009 kemarin, namun aturan (RUU) struktur dan tata manajemen organisasinya baru digarap, aneh bin ajaib. Ini potensi garap-garapan, dan memanfaatkan peluang terakhir, karena periode 2009-2014 jumlah per parpol dan komposisi anggota DPR khan berubah konstelasinya. Jadinya ini kesempatan “mengatur” supaya besok-besok periode berikutnya nggak kesulitan, supaya masih ada “sisa power” bagi yang kalah dalam Pemilu 2009 ……  Semestinya, secara manajemen organisasi yang benar, baik dan elegan, alias CGG yang betul-betul good, RUU Susduk ini seharusnya SUDAH JADI UU SEBELUM PEMILU LEGISLATIF 2009 berlangsung, biar nggak ribut-ribut rebutan pengaruh, sehingga apapun yang terjadi, siapapun yang menang Pemilu Legislatif, termasuk yang “kalah” juga, sudah faham positioningnya, langsung main, langsung kerja dengan susunan dan aturan organisasi yang sudah siap digunakan. Kalau seperti sekarang ini kesannya mencari-cari kesempatan terakhir dan memanfaatkan momentum …………………. nggak legowo …….., artinya apa:

    Ibarat sepakbola, lapangannya sudah siap, para penonton sudah hadir, pemain sudah di tengah lapangan, wasit juga sudah ada, eh, susunan dan tata auturan permainannya lagi disusun ………… Aneh-aneh, Indonesia kita ini, sepertinya banyak orang pintar, banyak wakil rakyat yang hebat (katanya) tapi kok ……………..?

    Hati-hati wanita Indonesia, 70 produk kosmetik ini berbahaya dan sudah ditarik lho! Jangan dibeli, nanti wajah cantik anda jadi rusak ….

    In country on Thursday , 11 June 2009 at 5:00 PM

    BPOM Tarik 70 Produk Kosmetik Berbahaya

    Badan Pengawas Obat dan Makanan telah menarik 70 produk kosmetik yang mengandung bahan-bahan berbahaya. Berdasarkan hasil pengawasan BPOM, 70 produk tersebut mengandung antara lain merkuri, hidrokinon, asam retinoat, zat warna merah K.3 (CI 15585 ), merah K.10 (Rhodamin B), dan jingga K.1 (CI 12075 ). Bahan-bahan tersebut dilarang digunakan dalam produk kosmetik karena berbahaya bagi kesehatan. “70 produk tersebut berbahaya dan dapat menimbulkan efek yang tidak diinginkan,” ujar kepala BPOM Husniah Rubiana Thamrin Akib kepada wartawan di Jakarta, Kamis (11/6).

    Produk kosmetik berbahaya tersebut dibagi dalam tiga kategori, yaitu kosmetik rias wajah dan mata, kosmestik perawatan kulit, dan kosmetik kesediaan mandi. “Sampelnya kita ambil dari berbagai tempat, mulai dari pasar tradisional, pasar modern, supermarket, dan salon kecantikan. Sampel itu juga diambil dari seluruh daerah di Indonesia,” terang dia. Beberapa produk yang dinyatakan berbahaya adalah produk terkenal, seperti Ponds dan Olay, yang dipalsukan dan tidak memilki izin edar. “Produk terkenal itu memang palsu, karena tidak ada dalam variannya, tapi untuk publik warning kita menyebut PONDS, karena tidak tahu harus menyebutnya dengan merek apa,” terang dia.

    Sehubungan dengan itu, Rubiah meminta masyarakat lebih jeli dalam membeli produk kecantikan, jika mengalami perubahan drastis setelah memakai suatu produk, masyarakat dapat berkoordinasi dengan BPOM pada nomor telepon 021-4263333 atau membuka website BPOM RI

    Berikut adalah daftar 70 produk kosmetik yang dinyatakan oleh Badang Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebagai produk berbahaya.

    A. 18 merek kosmetik rias wajah dan rias mata mengandung bahan berbahaya dan bahan terlarang:

    1. Cassandra Superior Quality Lipstick No. 1-10
    2. Cassandra Superior Lip Gloss No. 1-12
    3. GLD Garland Lipstick No. 9
    4. Marie Anne Beauty Shadow No. 4, 5, 6, 8
    5. Marie Anne Blush On No. 3
    6. Sutsyu Eye Shadow Blusher 01
    7. Sutsyu 18 Colors Eye Shadow 01
    8. Sutsyu Lipstick Colors Fix No. 1, 3, 4, 6
    9. Sutsyu Lipstick Colors Fix No. 5
    10. Asnew Blush On
    11. Cameo Makes You Beauty Detox 4 in 1 Complete Make Up
    12. Marimar Eye Shadow Powder Cake
    13. Natural Belle Colors Fix Lipstick No. 313
    14. Olay 4 in 1 Complete Make Up
    15. Pond’s Detox Complete Beauty Care Make Up Kit
    16. Pond’s Detox Eye Shadow Blusher Lip Gloss, Creme Powder No. 1-2
    17. Pond’s Detox Complete Beauty Care Eye Shadow Two Way Cake
    18. Pond’s Detox Complete Beauty Care

    B. Tujuh merek kosmetik pewarna rambut mengandung bahan berbahaya dan bahan terlarang:

    1. Casandra Hair Dye Pink C-14
    2. Casandra Hair Dye Maroon C-17
    3. Casandra 3D Profesional Hair Colors Cream Hair Dye Wine Red C-9
    4. Salsa Hair Colorant Pink Colors (S- 018 )
    5. Salsa Hair Colorant Cherry Red (S- 019 )
    6. Casandra Hair Dye Maroon C-17
    7. Casandra 3D Profesional Hair Colors Cream Hair Dye Grape Red C-11

    C. 44 merek kosmetik perawatan kulit

    1. Caronne Beauty Day Cream
    2. Caronne Whitening Cream (Day Care)
    3. Caronne Whitening Cream (Night Care)
    4. CR Lien Hua Bunga Teratai Day Cream
    5. CR Lien Hua Bunga Teratai Night Cream
    6. CR Racikan Ling Zhi Day.Cream
    7. CR Racikan Ling Zhi Night Cream With Vit.E
    8. CR Day Cream With Vit.E
    9. CR UV Whitening Night Cream
    10. CR UV Whitening Day Cream
    11. DR’s Secret 3 Skinlight
    12. DR’s Secret 4 Skinrecon
    13. Dr. Fredi Setyawan Extra Whitening Cream
    14. Dr. Fredi Setyawan Whitening Cream II
    15. Fruity Vitamin C
    16. Plentiful Night Cream
    17. QL Papaya Peeling Gel
    18. QL Day.Cream
    19. QM Natural Vitamin C E
    20. Scholar Night Cream
    21. Top Gel MCA Extra Pearl Cream Plus
    22. Top Gel MCA Extra Cream
    23. Top Gel TG-3 Extra Cream
    24. Topsyne Aloe Beauty Cream TS- 858
    25. Topsyne Beauty Cream TS-3
    26. Topsyne Beauty Cream TS- 802
    27. Topsyne Beneficial Skin Cream TS- 868
    28. Topsyne Vit C Placenta
    29. Topsyne Day Cream Night Cream
    30. Topsyne Vit E C TS- 819
    31. Topsyne Extra Beauty TS- 821
    32. Elastiderm Decolletage Chest and Neck
    33. Obagi Nu-Derm Blender Skin Lightener Blending Cream
    34. Obagi Nu-Derm Blender Skin Lightener with sunscreen
    35. Obagi Nu-Derm Toleran Anti Pruritic Lotion
    36. Obagi C RX System Clarifying Serum
    37. Obagi C RX C Therapy
    38. Olay Total White
    39. Olay Krim Pemutih
    40. Pond’s Age Miracle Day and Night Cream
    41. Qianyan
    42. Quint’s Yen
    43. Skin Enhacer
    44. Temulawak Nutrition Cream

    D. Satu merek kosmetik mandi

    1. Jinzu Strawberry White Beauty Soap.

    Hati-hati ya, wanita Indonesia, 70 produk kosmetik ini berbahaya dan sudah ditarik lho! Jangan dibeli, nanti wajah cantik anda jadi rusak …. khan sayang ya ….. siapa yang rugi?

    Iya betul, kawasan ekonomi bebas bisa merugikan negara kita!

    In e-goverment on Thursday , 11 June 2009 at 3:00 PM

    Kawasan ekonomi bebas atau Free Trade Agreement dinilai tidak memberikan keuntungan signifikan bagi Indonesia. Sebaliknya, Indonesia bisa jadi justru merugi jika belum memiliki kemampuan yang cukup untuk berkompetisi. Hal tersebut disampaikan oleh Pengamat Ekonomi dari UGM Sri Adiningsih dalam diskusi tentang bagaimana Indonesia memposisikan diri di antara negara-negara APEC pada krisis keuangan global di Wisma Eksekutif, Jalan Thamrin, Jakarta, Kamis (11/6/2009).  “Ini ditunjukan dari tingkat Human Development Index dan Competitiveness in Doing Bussiness yang masih tertinggal bahkan dengan negara-negara ASEAN sekalipun,” katanya. Ia menambahkan, FTA tidak saja menjadi kompetisi yang berat bagi Indonesia untuk saat ini, tapi njuga di masa mendatang. Hal ini karena kawasan yang terlibat di FTA akan semakin bertambah. “Saat ini terdapat 30 kawasan ekonomi bebas (Free Trade Area/FTA) di dunia, yang masih akan bertambah terus. Terdapat wacana kuat bagi Indonesia untuk berpartisipasi dalam pembentukan FTA di antara negara-negara anggota APEC,” tuturnya.

    Karena Indonesia dinilai tidak diuntungkan dengan keberadaan FTA, Sri menambahkan Indonesia harus terus meningkatkan daya kompetisinya agar mampu bersaing dalam FTA APEC yang akan dibentuk. Di samping itu sektor industri perlu didukung lebih besar lagi. Sementara itu Tim Ahli Bidang Politik Internasional UGM Siti Mutiah Setiawati mengatakan negara anggota APEC akan kesulitan membuat FTA karena perbedaan kultur dan kepentingan yang bervariasi.

    Iya, ya, kita dapat apa sih dari FTA ini? Wong barang-barang kita masih tergolong high cost economy alias nggak mampu bersaing bebas. Mungkin karena dikenai banyak “pungutan” dalam proses produksinya, dari hulu sampai hilir. Berantas beragam pungutandan korupsi, tingkatkan daya kreatifitas bangsa, dan tingkatkan efisiensi produksi baru bisa kita bersaing. Capres dan Cawapres denger nggak ya soal ini ………………..

    Mereka membolos atau “pengagguran” ya?

    In aNak on Thursday , 11 June 2009 at 2:00 PM

    Saya sering sekilas melintas di ruang kantor Tata Usaha (TU) di kompleks kantor saya pada jam kerja pagi, ternyata TV sedang/sudah menyala. Memang sih sepertinya siaran TV nggak terlalu diperhatikan, wong para pegawai pada punya kesibukan masing-masing. Sekadar ada suara-suara-an dan tonton-tonton-an, seperti lazimnya di kantor-kantor lain. Sekadar tahu saja, kalau di ruangan saya sendiri tidak disediakan TV, karena (sepertinya) memang nggak terlalu diharapkan. Hampir semua penghuni ruang ini banyak berkutat dengan kesibukannya sendiri, dan pada umumnya sebuah laptop nggak pernah lepas dari jangkauan penghuni ruang ini. Kalau mau nonton TV (sekilas) atau pas ishoma ya tinggal melangkah ke kantor TU, numpang nonton!

    Nah, beberapa kali, meski dalam ke-sesaat-an, siaran acara TV pagi yang kepergok oleh saya adalah acara musik yang siaran langsung. Terlihat banyak sekali anak-muda-belia berkumpul terpusat dan ikut mengerubuti panggung acara musik yang live itu dengan suka cita. Mengelu-elukan artis yang lagi tampil. Ikut bernyanyi-nyanyi juga. Saya senang melihatnya? Nggak juga. Mengapa? Karena saya punya anggapan dan pertanyaan usil tapi logis, pada jam segitu (08.00-10.00) apakah pantas generasi muda kita ada di acara semacam itu? Padahal itu acara (yang cenderung) harian, jadi bukan hari libur. Apakah mereka nggak sekolah? Atau banyak yang membolos!. Apakah mereka tidak kuliah atau ke kantor? Kalau anak kuliahan semua yang punya jam kuliah siang/sore, masak sampai segitu banyak, impossible. Sepertinya tidak orang kantoran juga! Oh, terus mereka itu siapa? Kalau memang hari-hari libur, okelah. Kalau nggak hari libur, jam-jam segitu mereka ada di acara musik semacam itu, pasti nggak sekolah, pasti nggak kerja, APAKAH BETUL MEREKA YANG BERKUMPUL DI SITU PARA PENGANGGURAN? Ach, sedih hati saya kalau memang ini kenyataannya, generasi muda pengangguran kita begitu buaaaanyaknya, padahal mestinya mereka masih dalam usia produktif ……………. Oh, TV-TV, ideologi materialistis kapitalis ……. hiburan semu, penghilang stress sesaat, habis itu kambuh stress lagi!

    Upaya membangkitkan nasionalisme melalui pendidikan

    In kEwarganegaraan on Thursday , 11 June 2009 at 12:00 PM

    Pendahuluan

    Dalam era globalisasi, seluruh aspek kehidupan bangsa terguncang dahsyat hingga daya adaptif kita sebagai suatu bangsa dalam suatu sistem sangat terpengaruh oleh perubahan, perubahan yang sangat cepat. Dalam dunia pendidikan, proses akulturasi dan perubahan perilaku bangsa mau tidak mau kita terdorong menjadi masyarakat yang memasuki complex adaptive system.

    Era reformasi dalam konteks nasional terasa getarannya seperti perubahan radikal, terasa pula ada penjungkirbalikan nilai-nilai yang telah kita miliki, menjadi porak poranda, dan hampir tercabut sampai ke akar-akarnya. Hal ini kita rasakan sejak tahun 1998, dan kita bertanya apakah ini demokrasi atau reformasi, kita bergumam bahwa ini bukan demokrasi, dan bukan reformasi.

    Kita merasakan krisis multidimensional melanda kita, di bidang politik, ekonomi, hukum, nilai kesatuan dan keakraban bangsa menjadi longgar, nilai-nilai agama, budaya dan ideologi terasa kurang diperhatikan, terasa pula pembangunan material dan spiritual bangsa tersendat, discontinue, unlinier dan unpredictable.

    Dalam keadaan seperti sekarang ini sering tampak perilaku masyarakat menjadi lebih korup bagi yang punya kesempatan, bagi rakyat awam dan rapuh tampak beringas dan mendemostrasikan sikap antisosial, antikemapanan, dan kontraproduktif serta goyah dalam keseimbangan rasio dan emosinya.

    Bagi kita bangsa yang masih sadar, sabar dan tawakal perlu melaksanakan diagnosis terhadap sikap dan perilaku yang menyimpang dari norma dan moral yang kurang terkendali ini. Perlu dipola terapi yang tepat melalui senyum karakter bangsa dan pendekatan keakraban nasional, mengikuti ungkapan seorang negarawan Amerika Serikat (Edward Kennedy) “ We are one nation in a sorrow”. Mari dalam rasa keprihatinan nasional sekarang ini kita bersatu padu agar derita dari segala bencana yang menimpa bangsa Indonesia baik fisik mau pun mental terutama dalam kesulitan himpitan ekonomi.

    Terapi Mental Bangsa Dengan Jiwa Optimis

    Langkah dan upaya penyembuhan dari penyimpangan perilaku fisik dan mental psikologis bangsa ini kita mulai dengan pendekatan agama, pendidikan dan kesejahteraan material dan spiritual. Yang utama memerlukan perhatian adalah membangkitkan kesadaran jiwa untuk menggairahkan peran hati nurani kita sebagai mahluk Tuhan, sebagai pribadi dan sebagai bangsa Indonesia. Kemudian perbaiki manajemen pendidikan nasional, semua harus sepakat mau dibawa kemana bangsa ini dengan pendidikan, semua berhemat dengan biaya pendidikan. Semua harus jadi pendidik, jadi guru dan sekaligus jadi murid. Inilah revolusi pembelajaran yang inovatif yang dapat mendorong anak didik untuk belajar yang menyenangkan aktif dan produktif.

    Dengan demikian diperlukan paradigma baru dalam manajemen pendidikan, mengembangkan interaksi edukatif antara keluarga, sekolah dan masyarakat agar terbina proses pembinaan pendidikan bagi anak didik dalam tanggung jawab bersama. Kesan nilai edukatif pada jiwa dan intelek anak didik harus yang menjadi kebutuhan dalam menata cita-cita kehidupan yang bermanfaat lahir batin, karena mereka memiliki kesan nilai dan moral kehidupan yang disebut “The Golden Rules” (Lawrence Kohlberg, 1976).

    Paradigma pendidikan masa sekarang yang sangat kita butuhkan adalah keseimbangan antara pembinaan intelek, emosi dan spirit. Kalau seluruh bangsa berkehendak untuk mengembalikan suasana persatuan dan kesatuan bangsa yang kondusif dan patriotik, maka sangatlah urgen untuk menata kembali politik pendidikan nasional. Tingkatkan dan kembangkan kembali pendidikan politik bangsa yang patriotis, agamis, ideologis, dan berjiwa optimis.

    Sebagai sumbangan pemikiran bagi pelaksanaan paradigma tersebut, paper ini ingin merekomendasikan untuk mengembangkan jiwa patriotisme, kesadaran berbangsa dan negara dengan:

    1. Pendidikan Nilai (agama, ideologi, dan budaya) Bangsa,

    2. Pendidikan Karakter, dan

    3. Pendidikan Politik Bagi Generasi Masa Depan Bangsa.

    Pelaksanaannya dalam program pembelajaran, dipercayakan kepada sekolah (Kepala Sekolah dan Guru) untuk mencoba setiap mata pelajaran berbasis karakter kebangsaan.

    Mengembangkan pendidikan berdasarkan karakter (character base education) dengan menerapkan ke dalam setiap pelajaran yang ada di samping mata pelajaran khusus untuk mendidik karakter, seperti: pelajaran Agama, Sejarah, Moral Pancasila dan Budaya Bangsa. Nilai-Nilai yang diajarkan dalam Pendidikan Karakter Lickona (1992) menekankan pentingnya tiga komponen karakter yang baik (components of good character) yaitu moral knowing atau pengetahuan tentang moral, moral feeling atau perasaan tentang moral dan moral action atau perbuatan bermoral. Hal ini diperlukan agar siswa didik mampu memahami, merasakan dan mengerjakan sekaligus nilai-nilai kebajikan.

    Moral Knowing. Terdapat enam hal yang menjadi tujuan dari diajarkannya moral knowing, yaitu:

    1. moral awareness,

    2. knowing moral values,

    3. perspective taking,

    4. moral reasoning,

    5. decision making, dan

    6. self knowledge.

    Moral feeling. Terdapat enam hal yang merupakan aspek dari emosi yang harus mampu dirasakan oleh seseorang untuk menjadi manusia yang berkarakter, yakni:

    1. conscience,

    2. self- esteem,

    3. emphaty,

    4. loving the good,

    5. self-control, dan

    6. humility.

    Moral Action. Perbuatan/tindakan moral ini merupakan hasil (outcome) dari dua komponen karakter lainnya. Untuk memahami apa yang mendorong seseorang dalam perbuatan yang baik (act morally) maka harus dilihat tiga aspek lain dari karakter, yaitu: terdapat enam hal yang menjadi tujuan dari diajarkannya moral knowing, yaitu:

    1. kompetensi (competence),

    2. keinginan (will),

    3. kebiasaan (habit).

    Untuk itu, dalam deklarasi Aspen dihasilkan enam nilai etik utama (core ethical values) yang disepakati untuk diajarkan dalam sistem pendidikan karakter di Amerika, yang meliputi:

    1. dapat dipercaya (trustworthy) meliputi sifat jujur (honesty) dan integritas (integrity),

    2. memperlakukan orang lain dengan hormat (treats people with respect),

    3. bertanggung jawab (responsible),
    4. adil (fair),

    5. kasih sayang (caring), dan

    6. warga negara yang baik (good citizen).

    Tentang pendidikan karakter ini pun, dengan kepiawaian guru dapat dijadikan rujukan untuk bahan pengayaan dalam proses pembelajaran setiap mata pelajaran dan perilaku serta keteladanan orang dewasa, karena pendidikan karakter lebih mendalam tentang pendidikan moral.

    Latar Belakang Sejarah Kebangkitan Nasional

    Sejarah manusia adalah sejarah konflik dan perang, karena sejarah perang adalah setua sejarah manusia. Berbicara tentang perdamaian adalah berbicara tentang perang, dalam arti perdamaian adalah menunda perang, sinonim dengan istirahat sebelum manusia mulai berperang lagi. Oleh sebab itu, seolah-olah yang dianggap normal dalam kehidupan manusia adalah berperang. Hal ini pun terjadi di Indonesia antara tahun 1900-1942.

    Pernyataan di atas didukung oleh data yang berasal dari buku Wars of the World (1940) yang menampilkan data bahwa antara tahun 1496 SM sampai tahun 1861, suatu kurun waktu selama 3.500 tahun terdapat 227 tahun damai dan 3.130 tahun perang. Dengan kata lain, untuk setiap tahun damai ada 13 tahun perang.

    Sejak tahun 1861 sampai sekarang, dunia mengalami lagi ratusan dan bahkan ribuan perang dan bentuk-bentuk kekerasan bersenjata lainnya. Di antara yang terpenting adalah peperangan karena penjajahan Barat terhadap wilayah-wilayah koloninya, PD I, PD II, Perang Arab-Israel, Perang Korea, Perang Vietnam, Perang Teluk, dan lain-lain.

    Melihat realitas hubungan internasional di atas, dapat dikatakan bahwa perang dan damai adalah ibarat “dua sisi dari satu keping mata uang” yang sama. Keduanya adalah konsep yang menyatu dan tidak dapat dipisahkan satu dengan lainnya. Hal ini diperkuat oleh adagium “Civic Pacem Para Bellum” (Kalau mengeksploitasi manusia dan alam yang ada di dalamnya). Atau dengan kata lain, praktek perang semacam itu dinamakan dengan “kolonialisme”.

    Pengaruh pergolakan dunia menjelang Perang Dunia I dan II langkah pertama menuju kebangkitan nasional yaitu tiga dasawarsa pertama abad XX bukan hanya menjadi saksi penentuan wilayah Indonesia yang baru dan suatu pernyataan kebijakan penjajahan yang baru. Masalah-masalah dalam masyarakat Indonesia juga mengalami perubahan yang begitu besar sehingga dalam masalah-masalah politik, budaya, dan agama rakyat Indonesia menempuh jalan baru. Perubahan yang cepat terjadi di semua wilayah yang baru saja ditaklukkan oleh Belanda. Akan tetapi, dalam hal gerakan-gerakan antipenjajahan dan pembaharuan yang mula-mula muncul pada masa ini, Jawa dan daerah Minangkabau di Sumatera menarik perhatian yang khusus. Perubahan-perubahan yang terjadi di sana sedemikian rupa sehingga sejarah Indonesia modern memasuki zaman baru dan memperoleh kosa kata baru. Alasan-alasan yang mendorong Jawa dan Minangkabau menjadi pelopor dalam perubahan yang mendadak ini cukup jelas. Tingkatan kekacauan dan perubahan sosial di Jawa telah dijelaskan di dalam bab-bab terdahulu. Minangkabau telah mengalami pembaharuan besar-besaran dalam agama Islam yang pertama di Indonesia di bawah kaum Padri, telah mengalami perubahan-perubahan yang besar sejak dipaksakannya kekuasaan Belanda, dan memiliki tradisi untuk berhubungan secara aktif dengan dunia luar yang telah membukanya bagi ide-ide baru. Ketika raja-raja Bali dan kaum ulama Aceh masih berjuang untuk mempertahankan tatanan yang lama dari upaya penaklukan penjajah, maka orang-orang Minangkabau dan rakyat Jawa meletakkan dasar-dasar bagi suatu tatanan baru.

    Kunci perkembangan pada masa ini adalah munculnya ide-ide baru mengenai organisasi dan dikenalnya definisi-definisi baru dan lebih canggih tentang identitas. Ide baru tentang organisasi meliputi bentuk-bentuk kepemimpinan yang baru, sedangkan definisi yang baru dan lebih canggih mengenai identitas meliputi analisis yang lebih mendalam tentang lingkungan agama, sosial, politik, dan ekonomi. Pada tahun 1927 telah terbentuk suatu jenis kepemimpinan Indonesia yang baru dan suatu kesadaran diri yang baru, tetapi dengan pengorbanan yang sangat besar. Para pemimpin yang baru terlibat dalam pertentangan yang sengit satu sama lain, sedangkan kesadaran diri yang semakin besar telah memecah belah kepemimpinan ini lewat garis-garis agama dan ideologi. Pihak Belanda mulai menjalankan suatu tingkat penindasan baru sebagai jawaban terhadap perkembangan-perkembangan tersebut. Periode ini tidak menunjukkan pemecahan masalah, tetapi merubah pandangan kepemimpinan Indonesia itu mengenai diri sendiri dan masa depannya.

    Dr. Wahidin Soedirohoesodo (1857-1917) adalah pembangkit semangat organisasi yang pertama itu. Sebagai seorang lulusan sekolah ‘Dokter Jawa’ di Weltvreden (yang sesudah tahun 1900 dinamakan STOVIA), dia bekerja sebagai dokter pemerintah di Yogyakarta sampai tahun 1899. Pada tahun 1901 dia menjadi redaktur majalah Retnadhoemilah (‘Ratna yang berkilauan’) yang dicetak dalam bahasa Jawa dan Melayu untuk kalangan pembaca priyayi dan mencerminkan perhatian priyayi terhadap masalah-masalah dan status mereka. Selain seorang yang berpendidikan Barat Wahidin adalah seorang pemain musik Jawa klasik (gamelan) dan wayang yang berbakat. Dia memandang bahwa kebudayaan Jawa dilandasi oleh ilham Hindu-Budha, rupanya bependapat bahwa sebagian penyebab kemerosotan masyarakat Jawa adalah kedatangan agama Islam dan berusaha memperbaiki masyarakat Jawa melalui pendidikan Belanda.

    Pada tahun 1907 Wahidin berkunjung ke STOVIA dan di sana, di salah satu lembaga terpenting yang menghasilkan priyayi rendah Jawa, dia melihat adanya tanggapan yang bersemangat dari murid-murid sekolah tersebut. Diambil keputusan untuk membentuk suatu organisasi pelajar guna memajukan kepentingan-kepentingan priyayi rendah dan pada bulan Mei 1908 diselenggarakan suatu pertemuan yang melahirkan Budi Utomo. Nama Jawa ini (yang seharusnya dieja Budi Utama) diterjemahkan ke dalam bahasa Belanda oleh organisasi tersebut sebagai het schoone striven (ikhtiar yang indah), tetapi menurut konotasi-konotasi bahasa Jawa yang beraneka ragam nama itu juga mengandung arti cendekiawan, watak, atau kebudayaan yang mulia.

    Budi Utomo pada dasarnya tetap merupakan suatu organisasi priyayi Jawa. Organisasi ini secara resmi menetapkan bahwa bidang perhatiannya meliputi penduduk Jawa dan Madura; dengan demikian, mencerminkan kesadaran administrasi kedua pulau itu dan mencakup masyarakat Sunda dan Madura yang kebudayaannya mempunyai kaitan erat dengan Jawa. Bukan bahasa Jawa melainkan bahasa Melayu yang dipilih sebagai bahasa resmi Budi Utomo. Namun demikian, kalangan priyayi Jawa dan (sampai tingkat yang jauh lebih kecil) Sunda adalah yang menjadi inti dukungan Budi Utomo. Rasa keunggulan budaya orang Jawa cukup sering muncul ke permukaan; bahkan di Bandung ada cabang-cabang tersendiri untuk anggota-anggota orang-orang Jawa dan Sunda. Budi Utomo tidak pernah memperoleh landasan rakyat yang nyata di antara kelas-kelas bawah dan mencapai jumlah keanggotaan tertinggi, yaitu hanya 10.000 orang, pada akhir tahun 1909. Organisasi ini pada dasarnya juga merupakan suatu lembaga yang mengutamakan kebudayaan dan pendidikan; seperti yang akan terlihat di bawah ini, organisasi tersebut jarang memainkan peran politik yang aktif.

    Pada bulan Oktober 1908 Budi Utomo menyelenggarakan kongresnya yang pertama di Yogyakarta. Pada saat itu Wahidin sudah hanya menjadi tokoh bapak saja dan bermunculan suara-suara baru untuk mengatur organisasi tersebut. Suatu kelompok minoritas dipimpin oleh Tjipto Mangunkusumo (1885-1943) yang juga seorang dokter dan yang sifatnya radikal. Dia ingin agar Budi Utomo menjadi partai politik yang berjuang untuk mengangkat rakyat pada umumnya daripada hanya golongan priyayi, dan kegiatan-kegiatannya lebih tersebar di seluruh Indonesia daripada terbatas di Jawa dan Madura saja. Tjipto juga tidak mengagumi kebudayaan Jawa sebagai dasar bagi peremajaan kembali. Dr. Radjiman Wediodiningrat (1879-1951), seorang ‘Dokter Jawa’ lain, mengemukakan ide-idenya pula. Dia dipengaruhi kebudayaan Jawa, dialektika G.W.F. Hegel, subyektivisme I. Kant, dan anti rasionalisme H. Bergson, dan sudah menganut doktrin-doktrin mistik Teosofi sebagai perpaduan Timur dan Barat. Teosofi adalah salah satu di antara gerakan-gerakan yang menyatukan elite Jawa, orang-orang Indo-Eropa, dan orang-orang Belanda pada masa itu, dan sangat berpengaruh di kalangan banyak anggota Budi Utomo. Akan tetapi, baik Tjipto maupun Rajiman tidak berhasil mendapatkan kemenangan. Tjipto tampaknya merupakan seorang radikal yang berbahaya dan Radjiman rupanya seorang reaksioner yang kaku. Dipilih suatu dewan pimpinan yang didominasi oleh para pejabat generasi tua yang mendukung pendidikan yang semakin luas bagi kaum priyayi dan mendorong kegiatan pengusaha Jawa. Tjipto terpilih sebagai anggota dewan, tetapi mengundurkan diri pada tahun 1909 dan akhirnya bergabung dengan Indische Partij yang radikal.

    Gubernur Jenderal van Heutsz menyambut baik Budi Utomo sebagai tanda keberhasilan politik Etis. Memang itulah yang dikehendakinya; suatu organisasi pribumi yang progresif-moderat yang dikendalikan oleh para pejabat yang maju. Pejabat-pejabat Belanda lainnya mencurigai Budi Utomo atau semata-mata menganggapnya sebagai gangguan yang potensial. Akan tetapi, pada bulan Desember 1909 organisasi tersebut dinyatakan sebagai organisasi yang sah. Adanya sambutan yang hangat dari Batavia menyebabkan banyak orang Indonesia yang merasa tidak puas dengan pemerintah untuk mencurigai Budi Utomo itu. Sepanjang sejarahnya (organisasi ini secara resmi dibubarkan pada tahun 1935) sebenarnya Budi Utomo seringkali tampak sebagai partai pemerintah yang seakan-akan resmi (dikutip dari M.C. Ricklefs, 1989: 228-251).

    Sejak itulah, tepatnya tanggal 20 Mei 1908 kedewasaan politik bangsa Indonesia yang ditopang oleh rasa ingin merdeka mulai tampak dengan segala cara, gaya dan asas, serta sifat organisasi. Dari mulai asas kepriyayian yang intelek “Budi Oetomo”. Selanjutnya muncul organisasi-organisasi politik, sosial, keagamaan, pendidikan, dan kemasyarakatan yang semuanya merupakan dinamika ‘kebangkitan nasional’ sebagai bentuk aneka perlawanan kepada penjajah hingga menembus tahun 1920-an, 1930-an, dan 1940-an hingga tercapainya kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus 1945.

    Pendidikan dan Pendidikan Politik

    Pendidikan
    Pendidikan sendiri menurut Lengeveld adalah membimbing anak didik dari tingkat belum dewasa menuju ke kedewasaan. Berarti kriteria keberhasilan pendidikan adalah kedewasaan.

    Ki Hajar Dewantara, seorang Bapak Taman Siswa, menganggap pendidikan sebagai “daya upaya untuk mewujudkan bertumbuhnya budi pekerti (kekuatan batin, karakter, pikiran (intelek)) dan tubuh anak untuk memajukan kehidupan anak didik selaras dengan dunianya” (Wasty Soemanto Hendayat Soetopo, 1982:3).

    Konsep Model Pendidikan di Indonesia

    Sejak berkembangnya kebudayaan manusia Indonesia, konsep pendidikan anak pada masa prenatal mau pun pos-natal melalui pendidikan informal/keluarga telah terpola secara kultural. Apalagi setelah Civilized Human Being di Indonesia itu menganut agama dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Sampai saat ini “benang emas” pengaruh keagamaan tetap dominan baik dalam konsep maupun dalam tujuan pendidikan. Bahkan sejak lama sebelum Indonesia merdeka lembaga-lembaga keagamaan di Indonesia telah sanggup melaksanakan pendidikan formal dengan tujuan dan konsep serta sistem pendidikan yang matang. Konsep pendidikan formal ala Indonesia, terutama bagi pendidikan umum mulai berkembang sejak lahirnya pergerakan nasional yang dipelopori oleh “Boedi Oetomo”. Hal ini bangkit karena bangsa Indonesia yakin bahwa untuk mencapai kemerdekaan, melenyapkan penjajahan harus dilawan dengan kecerdikan diplomasi bukan hanya dengan mengangkat senjata. Kecerdikan dan kearifan itu hanya bisa dimiliki melalui pendidikan intelektual dan moral.

    Konsep pendidikan yang menonjol baik yang dapat bertahan sampai sekarang mau pun yang hanya tinggal pengaruhnya dan mewarnai/diserap oleh konsep pendidikan nasional masa kini, antara lain:

    a) Pendidikan Muhammadiyah
    Konsep pendidikan yang dikembangkan oleh organisasi keagamaan Muhammadiyah ini membuka tabir masyarakat terisolasi akibat penjajahan adalah kehidupan beragama secara terbuka, memasyarakat dan bersatu, kehidupan sosial, kehidupan politik, dan perhatian terhadap kepentingan nasional. Dengan singkat konsep pendidikan ini mendasarkan diri kepada asas sosial edukatif, religius, dan nasional. (Pemuka : K.H.A. Dahlan).

    b) Pendidikan Taman Siswa
    Konsep pendidikan Taman Siswa yang secara operasional dimulai pada tanggal 3 Juli 1922 lebih bersifat positif nasional, pedagogis, serta kulturil. Tujuan awal dari lembaga pendidikan ini adalah jelas membawa bangsa Indonesia mencapai tujuan politik yaitu kemerdekaan bangsa Indonesia. Asas pendidikan Taman Siswa ditekankan pada “kodrat alam”, yang berarti bahwa hak anak akan kebebasannya dinyatakan tidak tanpa batas, termasuk batas lingkungan kebudayaan. Pertumbuhan anak didik menurut kodratnya berarti bertumbuh dan berkembang menurut bakat dan pembawaannya. Konsep pendidikan ini mengembangkan asas pendidikan “Pancadarma Taman Siswa” yang meliputi: (i) asas kemerdekaan, (ii) asas kodrat alam, (iii) asas kebudayaan, (iv) asas kebangsaan, dan (v) asas kemanusiaan (Pemuka: Ki Hajar Dewantara).

    c) Pendidikan INS Kayutanam
    Konsep pendidikan yang dipolakan oleh Indische Nationale School Kayutanam merupakan konsep pendidikan yang lebih memperhatikan pemupukan bakat anak. Konsep ini terpengaruh oleh cita-cita John Dewey yang pragmatis dan Kerschensteiner dengan “Arbeitschule”-nya dengan didorong oleh keyakinan bahwa Tuhan tidak sia-sia menjadikan manusia dan alam lainnya, mesti semuanya ada gunanya. Bila tidak berguna pasti karena kita tidak dapat menggunakannya. Dasar pendidikan adalah “aktivitas” dengan tujuan “melahirkan dan memupuk semangat bekerja dan percaya kepada diri sendiri (self help).” Akan tetapi, sistem ini hanya berkembang sebagian pada konsep PLS sekarang (Pemuka: Muhammad Sjafei).

    d) Pendidikan Nasional setelah Indonesia Merdeka
    Bila kita kaji lebih teliti, maka konsep pendidikan nasional Indonesia yang kita kenal sekarang ini merupakan hasil ramuan halus dari nilai-nilai budaya bangsa dengan ragi penyegar pengaruh teori-teori dan konsep pendidikan yang diresepsi secara teliti dan hati-hati dari unsur-unsur pendidikan Barat yang sesuai dengan nilai-nilai budaya bangsa tersebut. Kemudian, apabila kita kaji pula azas dan tujuan dari konsep pendidikan nasional Indonesia sejak awal kemerdekaan hingga sekarang mengandung jalur konsistensi yang pada prinsipnya berasas Pancasila dan dijadikan upaya bagi menuju kesejahteraan bangsa.

    Sampai saat ini, konsepsi pendidikan nasional ditinjau dari segi kebutuhan pembangunan bangsa adalah:

    (1) Pendidikan berlangsung seumur hidup dan dilaksanakan dalam keluarga, sekolah, dan masyarakat.

    (2) Pendidikan bersifat semesta, artinya meliputi semua segi kehidupan manusia dan unsur kebudayaan: moral dan etika, logika, estetika, keterampilan, dan sebagainya. Menyeluruh artinya seluruh kegiatan pendidikan meliputi semua jenis dan jenjang pendidikan, di dalam dan di luar sekolah. Terpadu artinya seluruh usaha dan kegiatan pendidikan jelas kaitan fungsional antara jenjang dan jenis serta serasi dengan pembangunan nasional.

    (3) Pendidikan adalah bagian dari kebudayaan masyarakat dan oleh karena itu harus menjadi alat pelestarian dan pembangunan kebudayaan dan sebagai alat untuk mencapai tujuan masyarakat.

    Pendidikan Politik

    Ada pun yang dimaksud dengan pendidikan politik yang dikemukakan oleh Alfian (1986:235) dalam bukunya Pemikiran dan Perubahan Politik Indonesia, sebagai berikut: ”Pendidikan politik dapat diartikan sebagai usaha yang sadar untuk mengubah proses sosialisasi politik masyarakat sehingga mereka memahami dan menghayati betul nilai-nilai yang terkandung dalam suatu sistem politik yang ideal yang hendak dibangun”.

    Sedangkan yang dimaksud dengan pendidikan politik menurut Instruksi Presiden No. 12 tahun 1982 tentang Pola Pembinaan dan Pengembangan Pendidikan Politik Generasi muda adalah sebagai berikut: “Pendidikan politik merupakan rangkaian usaha untuk meningkatkan dan memantapkan kesadaran politik dan kenegaraan guna menunjang kelestarian Pancasila dan UUD 1945 sebagai budaya politik bangsa. Pendidikan politik juga harus merupakan bagian proses perubahan kehidupan politik bangsa Indonesia yang sedang dilakukan dewasa ini dalam rangka usaha menciptakan suatu sistem politik yang benar-benar demokratis, stabil, efektif, dan efisien”.

    Dengan demikian pendidikan politik adalah proses penurunan nilai-nilai dan norma-norma dasar dari ideologi suatu negara yang dilakukan dengan sadar, terorganisir, dan berencana dan berlangsung kontinyu dari satu generasi kepada generasi berikutnya dalam rangka membangun watak bangsa (national character building).

    Nilai-nilai yang dimaksud adalah nilai-nilai Pancasila, tiada lain merupakan cerminan hati nurani dan sifat khas karakteristik bangsa, bukanlah nilai-nilai yang secara hakiki lahir pada saat kemerdekaan, melainkan telah tumbuh dan berkembang melalui proses sejarah yang panjang. Nilai ini berasal dari kodrat budaya dan menjadi milik seluruh rakyat. Hal ini tercermin dalam watak, kepribadian, sikap, dan tingkah laku bangsa Indonesia.

    Pendidikan politik berfungsi untuk memberikan isi dan arah serta pengertian kepada proses penghayatan nilai-nilai yang sedang berlangsung. Ini berarti bahwa pendidikan politik menekankan kepada usaha pemahaman tentang nilai-nilai yang etis normatif, yaitu dengan menanamkan nilai-nilai dan norma-norma yang merupakan landasan dan motivasi bangsa Indonesia serta dasar untuk membina dan mengembangkan diri guna ikut serta berpartisipasi dalam kehidupan pembangunan bangsa dan negara.

    Pemasyarakatan nilai-nilai pendidikan politik di Indonesia sebenarnya telah dilakukan jauh sebelum masa kemerdekaan melalui berbagai kegiatan organisasi dan gerakan politik, baik di dalam mau pun di luar negeri yang dilakukan oleh generasi muda Indonesia guna memperoleh hak politiknya yang dibelenggu oleh mekanisme penjajahan.

    Sejak tahun 1908, partai-partai politik dan organisasi massa lainnya tumbuh dengan pesatnya. Organisasi politik pertama yang disebut-sebut sebagai organisasi modern di Indonesia berdiri pada tahun 1908 yaitu Budi Utomo. Mula-mula lapangan geraknya adalah organisasi ini bergerak pula dalam bidang politik. Timbulnya angkatan 1908 ini, dalam sejarah Indonesia memiliki ciri khas, yaitu merintis perjuangan kemerdekaan Indonesia menggunakan organisasi.

    Pada tahun 1912 muncullah Serikat Islam di bawah pimpinan H.O.S. Cokroaminoto, Indische Partij di bawah pimpinan Douwes Dekker, Soewardi Suryaningrat, dan Ciptomangunkusumo. Tahun 1927 lahir Partai Nasional Indonesia atau PNI yang dipimpin oleh Ir. Soekarno, tahun 1931 lahir Partai Indonesia yang dipimpin oleh Mr. Sartono, tahun 1931 lahir Partai Nasional Indonesia atau dikenal dengan PNI Baru yang dipimpin oleh Drs. Mohammad Hatta dan Sutan Syahrir, tahun 1937 lahir Gerak Indonesia atau Gerindo yang dipimpin oleh Mr. Amir Syarifuddin dan Mohammad Yamin.

    Dalam periode pergerakan ini, muncul suatu angkatan yang berperan sebagai pematangan kesadaran politik rakyat, yaitu angkatan 1928. Sebutan itu didasarkan atas dicetuskannya Sumpah Pemuda oleh para pemuda yang berkonggres di Jakarta pada tanggal 28 Oktober 1928. Sumpah Pemuda merupakan tonggak penting dalam proses pematangan kesadaran kebangsaan menuju terwujudnya proklamasi kemerdekaan.

    Memasuki masa sesudah proklamasi kemerdekaan, pemasyarakatan nilai-nilai politik berlangsung dan berkembang terus dengan tantangan perjuangan yang semakin berat dalam rangkaian melanjutkan usaha menyadarkan masyarakat akan kepentingan politik bangsa.

    Pemasyarakatan nilai-nilai politik ini lebih diarahkan guna mengalihkan semangat perjuangan kemerdekaan kepada usaha-usaha pengisian kemerdekaan dan kemajuan kehidupan nasional berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

    Asas Pendidikan Politik

    Sebelum kita membahas asas-asas yang digunakan dalam penyelenggaraan pendidikan politik, terlebih dahulu kita kaji landasan pokok pendidikan politik bagi generasi muda Indonesia.

    Landasan pokok yang dipergunakan dalam penyelenggaraan pendidikan politik bagi generasi muda adalah landasan yang pada prinsipnya telah mendasari kehidupan nasional bangsa Indonesia. Agak berbeda dengan landasan-landasan yang dipergunakan dalam bidang lainnya, pendidikan politik sesuai dengan ciri khasnya, memasukkan pula landasan kesejarahan.

    Ada pun landasan pokok penyelenggaraan pendidikan politik bagi generasi muda menurut Inpres No. 12 Tahun 1982 adalah sebagai berikut:

    a) Landasan ideologi adalah Pancasila.
    b) Landasan konstitusional adalah UUD 1945.
    c) Landasan historis adalah Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 dan Proklamasi Kemerdekaan Agustus 1945.

    Asas adalah prinsip-prinsip pokok yang harus diterapkan dan dipegang teguh dalam perencanaan dan pelaksanaan sesuatu/kegiatan. Jadi yang dimaksud dengan asas-asas pendidikan politik adalah prinsip-prinsip pokok yang harus diterapkan dan dipegang teguh dalam perencanaan dan pelaksanaan pendidikan politik. Asas-asas pokok yang dipergunakan dalam melaksanakan dan menyelenggarakan pendidikan politik pada prinsipnya didasarkan atas asas yang sesuai dengan keadaan serta sifat bangsa Indonesia. Ada pun asas-asas pelaksanaan pendidikan politik bagi generasi muda tersebut seperti tercantum dalam Inpres No. 12 Tahun 1982, adalah sebagai berikut:

    a) Asas Umum
    Pada dasarnya pelaksanaan pendidikan politik bagi generasi muda dilandaskan kepada asas-asas yang sesuai dengan keadaan serta sifat bangsa Indonesia, khususnya generasi muda, yang dipadukan dengan dinamika perkembangan kehidupan nasional dan kemajuan yang telah dicapai sehingga sasaran yang dikehendaki dengan pendidikan politik ini akan tercapai secara berdaya guna dan berhasil guna serta dimanfaatkan secara tepat guna oleh masyarakat dan diwujudkan dalam tingkat partisipasi yang sebesar-besarnya.

    b) Asas Demokrasi
    Penyampaian bahan pendidikan politik bagi generasi muda dilakukan melalui jalan mendidik, mengajak, menampung, serta menyalurkan gagasan yang berkembang. Ia harus berciri demokrasi budaya Pancasila atas dasar komunikasi timbal-balik yang penuh tanggung jawab dan musyawarah untuk mufakat dalam perbedaan pendapat yang dilakukan dengan sesadar-sadarnya sebagai bangsa.

    c) Asas Keterpaduan
    Pendidkan politik bagi generasi muda harus menunjang terbinanya persatuan dan kesatuan bangsa serta menjamin stabilitas serta kepemimpinan nasional. Dalam dinamikanya, pendidikan politik harus terpadu, selaras, serasi, dan seimbang dengan strategi nasional sehingga akan dapat tercapai suatu tata kehidupan nasional yang semakin maju dan bersatu.

    d) Asas Manfaat
    Pendidikan politik bagi generasi muda diselenggarakan sedemikian rupa, baik dalam bahan mau pun caranya sehingga hasil yang dicapai dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh masyarakat. Ia harus dapat meningkatkan kesadaran hidup berbangsa dan bernegara, mau pun bangsa dan pengembangan pribadi.

    e) Asas Bertahap, Berjenjang, dan Berkelanjutan
    Penyelenggaraan pendidikan politik bagi generasi muda dilakukan melalui penahanan secara berjenjang, baik dari segi pertumbuhan alamiah manusia dari usia bawah mau pun dari segi pertumbuhan kehidupan masyarakat melalui organisasi yang ada atau golongan pendidikan, mulai dari pimpinan sampai kepada yang lebih besar di bawahnya. Ia semata-mata harus didasarkan atas kemampuan obyektif manusia. Di samping itu, pendidikan politik harus dilaksanakan secara terus-menerus dan harmoni, sebagai suatu proses pematangan manusia Indonesia seutuhnya dan seluruh masyarakat Indonesia yang makin maju dan berkembang.

    f) Asas Aman
    Pendidikan politik bagi generasi muda menunjang kehidupan nasional dengan semakin tingginya kesadaran berbangsa dan bernegara dan terpeliharanya laju pembangunan nasional. Sebagai kondisi, ia harus dapat menciptakan ketahanan dan ketangguhan manusia Indonesia dan masyarakat secara keseluruhan terhadap setiap kendala dan tantangan yang dihadapi. Ia harus aman dari berbagai pengaruh negatif yang berasal dari dalam dan luar negeri.

    Maksud dan Tujuan Pendidikan Politik Masa Kini

    Menumbuhkan kembali semangat kebangsaan, cinta tanah air, kebanggaan berbangsa dan bernegara, menyegarkan kembali jiwa yang cinta damai dan cinta kemerdekaan. Menjunjung tinggi ideologi negara dan menghormati kepada pemerintah disertai tawakal kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

    Sedangkan yang menjadi tujuan pendidikan politik bagi generasi muda sebagaimana tercantum dalam Inpres No. 12 tahun 1982 adalah sebagai berikut:
    Tujuan pendidikan politik ini ialah menciptakan generasi muda Indonesia yang sadar akan kehidupan berbangsa dan bernegara berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 sebagai salah satu usaha untuk membangun manusia Indonesia seutuhnya yang perwujudannya akan tercermin dalam sejumlah ciri watak dan kepribadiannya sebagai berikut:

  • Sadar akan hak dan kewajiban serta tanggung jawab terhadap kepentingan bangsa dan negara yang terutama diwujudkan melalui keteladanan.
  • Secara sadar taat pada hukum dan Undang-Undang Dasar.
  • Memiliki disiplin pribadi, sosial, dan nasional.
  • Berpandangan jauh ke depan serta memiliki tekad perjuangan untuk mencapai kehidupan yang lebih maju, yang didasarkan kepada kemampuan objektif bangsa.
  • Secara sadar mendukung sistem kehidupan nasional secara demokratis.
  • Aktif dan kreatif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara khususnya dalam usaha.
  • Aktif menggalang persatuan dan kesatuan bangsa dengan kesadaran akan keanekaragaman bangsa.
  • Sadar akan perlunya pemeliharaan lingkungan hidup dan alam secara selaras, serasi, dan seimbang.
  • Mampu melaksanakan penilaian terhadap gagasan, nilai, serta ancaman yang bersumber dari luar Pancasila dan UUD 1945 atas dasar pola pikir atau penalaran logis mengenai Pancasila dan UUD 1945.
  • Hal ini berarti melalui kegiatan pendidikan politik diharapkan terbentuk warga negara yang berkepribadian utuh, berketerampilan, sekaligus juga berkesadaran yang tinggi sebagai warga negara yang baik, sadar akan hak dan kewajiban serta memiliki tanggung jawab yang dilandasi oleh nilai-nilai yang berlaku dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Proses pencapaian tujuan pendidikan politik tersebut tidak dapat dilihat secara langsung namun memerlukan waktu yang cukup lama, hal ini disebabkan karena pendidikan politik berhubungan dengan aspek sikap dan perilaku seseorang. [H. Endang Sumantri, Guru Besar Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia] Referensi

    Mau belanja barang, pilih mana, kualitas ekspor atau kualitas impor?

    In country on Thursday , 11 June 2009 at 11:13 AM

    Beberapa tahun lalu banyak produk yang djual di pasaran Indonesia suka mengakali rakyat Indonesia. Dalam iklan sering ditampilkan kata-kata sakti yang dianggap menarik hati konsumen sehingga diharapkan mau belanja produk itu. Kata-katanya? Produk itu dikemas dengan label : Import Quality (Kualitas Impor). Sehingga terkesankan ini produk luar negeri, meskipun sesungguhnya produk itu diproduksi di dalam negeri. Cara ini semestinya bagus, sepanjang kualitas produk itu memang betul-betul mempunyai standar tinggi/internasional secara nyata, bukan hanya dalam kata-kata saja. Ini khan cara meyakinkan konsumen. Sehingga kalau konsumen beli barang/produk itu nggak bakalan rugi/tertipu dan tentu akan memunculkan tingkat kepuasan konsumen yang baik.

    Jadi mestinya tidak cukup hanya melabelin produk dengan Import Quality tapi mutu barang hancur-hancuran. Selain itu, ada memang produk yang benar-benar impor, sehingga ya betul saja kalau dipasang label Import Quality. Namun tahukah anda,TIDAK SEMUA BARANG IMPOR ITU BERMUTU. Contohnya, lihat saja barang-barang dari China yang banyak beredar di pasaran Indonesia, kualitasnya hancur-hancuran, yang lebih parah lagi, standar spesifikasinya kadang-kadang tidak pas alias ada selisih sehingga sering ada masalah pada kompatibilitasnya dengan perangkat yang kita punyai sebelumnya. Saya juga mengalami hal ini pada beberapa produk peripheral elektronik yang pernah saya beli. Makanya jangan mau sekadar tempelan Import Quality sudah menjadi acuan anda untuk belanja barang/produk apapun sekarang ini. Ingat pesan yang dapat kita tangkap: Tidak semua produk impor itu bagus. Juga jangan pernah berfikiran bahwa produk impor selalu lebih baik daripada produk Indonesia. Teliti dan “rewel” sedikit-lah kalau mau belanja, biar kekecewaan tidak melanda diri anda. Apalagi sekarang ini tidak sedikit “barang tembakan” yang beredar di pasar Indonesia, karena ulah manusia-manusia yang abnormal secara materi, alias manusia yang punya faham materialisme, mengeruk untung semaksimum mungkin dengan menghalalkan segala cara! Tanpa mau melihat kepada konsumen yang akan menanggung resiko rugi/tidak puas.

    Nah, jaman sekarang, sudah sedikit ada perubahan cara berdagang yang menurut saya sama-sama menjebak, seperti yang saya tuliskan di atas. Apa itu? Sekarang lazim ditemukan label produk/barang yang dijual sudah berubah menjadi:  Export Quality (Kualitas ekspor). Kesannnya barang yang ditawarkan itu sudah diekspor ke berbagai negara, sudah dikonsumsi oleh orang-orang luar negeri, sehingga logika yang dibangun pasti barang/produk itu punya standar/spesifikasi yang tinggi dan berkualitas. Ach, tipu-tipu juga. Siapa yang menjamin itu barang yang berkualitas dan sudah benar-benar diekspor? Teknik pemasaran juga ini. Jangan mudah terkecoh.

    Lho, terus memilih yang mana nhi kalau mau belanja barang/produk? Import Quality atau Export Quality? Ada tipsnya:

    1. Jangan pernah sekali-sekali membeli produk karena ada label-label itu (Import Quality atau Export Quality), tanpa mengenal barang itu secara jelas, jangan mudah percaya.

    2. Sudahlah apapun alasannya sekarang ini, kita harus berfikir untuk negara dan bangsa kita sendiri apalagi di bidang ekonomi bisnis, belilah produk Indonesia, terutama produk yang nggak neko-neko dengan label-label itu, juga yang produknya ditampilkan jujur dengan kata-kata Made in Indonesia. Makanya cermati juga produk Indonesia yang sering-sering di labelin aneh-aneh, termasuk dengan tulisan Made in NegaraLain, padahal itu buatan Indonesia. Kalau yang beginian saya sarankan jangan dibeli, disamping menipu, juga nggak percaya diri sebagai bangsa dan negara Indonesia! Kehilangan Nasionalisme.

    3. Minimumkan mengkonsumsi atau belanja barang/produk luar negeri, apalagi kalau nyata-nyata barang/produk sejenis itu sudah diproduksi di Indonesia.

    Bacalah dengan hati dan otak (sehat) 2 berita ini!

    In hAm on Thursday , 11 June 2009 at 10:34 AM

    Kejagung: Fasilitas RS Omni ke Kejari Tangerang Hanya Kebetulan

    Kejaksaan Agung (Kejagung) membenarkan adanya pelayanan kesehatan gratis di Kejaksaan Negeri (Kejari) Tangerang, Banten. Pelayanan yang diberikan oleh RS Omni Internasional tersebut dikatakan hanya kebetulan berlokasi di Kejari. “Secara kebetulan, RS Omni Internasional bertugas memberikan pelayanan di Kejaksaan Negeri Tangerang,” kata Kapuspenkum Kejagung M jasman Panjaitan di kantornya, Kejagung, Jl Sultan Hasanuddin, Jakarta, rabu (10/6/2009).

    Menurut Jasman, fasilitas pelayanan kesehatan yang ditempel di Kejari Tangerang tersebut sesuai dengan tugas yang diterima RS Omni dari PT Askes. RS Omni sendiri merupakan salah satu rumah sakit swasta yang bekerja sama dengan PT Askes untuk daerah hukum Kabupaten Tangerang. “Tetapi apakah ini sudah dimanfaatkan, kita belum tahu, yang jelas tanggal 18 Mei itu ada mobil untuk pelayanan secara mobile,” jelas mantan Kajari Jakarta Timur ini.

    Jasman juga menyanggah jika dikatakan pelayanan tersebut diberikan RS Omni terkait penanganan kasus Prita Mulyasari. Hal ini karena, penanganan kasus Prita baru ditangani Kejari pada 25 Mei. “Sebelumnya yang berkoordinasi dengan penyidik dalam perkara ini adalah Kejaksaan Tinggi (Banten),” ungkapnya. “Askes kan sifatnya pribadi. Makanya saya katakan secara institusi tidak terlibat. Siapapun pemilik kartu askes bisa menggunakan kartu itu. Kebetulan saja tempatnya ada di kejaksaan. Kalau dari pihak pegawai Pemda, itu dirujuk ke RS Sari Asih,” pungkasnya.

    Kejaksaan: Pelayanan Gratis RS Omni Bukan Gratifikasi

    Kejaksaan mengaku tidak bekerjasama dengan RS Omni International, Tangerang karena pelayanan kesehatan gratis RS itu merupakan kerjasama antara pemerintah dengan PT Askes. Karena itu Kejagung menganggap pelayanan itu bukan gratifikasi. “PT Askes melakukan MoU dengan intansi pemerintah. Oleh karena itu pengumuman itu ditempel. Secara institusional, nggak ada kerjasama antara kejaksaan dengan RS Omni,” ujar Kapuspenkum Kejagung Jasman Pandjaitan saat dihubungi detikcom, Rabu (10/6/2009). Menurut Jasman, RS Omni merupakan salah satu dari 8 RS yang bekerja sama dengan PT Askes untuk pelayanan kesehatan gratis. Hal ini berdasarkan hasil pemeriksaan 7 jaksa Kejari Tangerang pada Selasa (9/6/2009) kemarin.

    Jasman mengungkapkan pihaknya masih mengkaji hasil pemeriksaan 7 pejabat itu yang mendapatkan pelayanan kesehatan dengan RS Omni. Hasil pemeriksaan akan dilaporkan ke pimpinan Kejaksaan. “Untuk sementara hasil pemeriksaan 7 jaksa di Tangerang masih dikaji, juga nanti akan diberikan rekomendasi,” imbuh dia. Sebelumnya Wakil Ketua KPK M Jasin mengungkapkan, fasilitas medis gratis yang diterima pejabat instansi pemerintah bisa dikategorikan gratifikasi bila tidak ada aturan yang menaunginya.

    Rekan-rekan blogger, rakyat Indonesia yang masih waras, dan penggiat penegakan HAM, saya punya pesan (sekaligus empati) :

    1. BACALAH DENGAN HATI DAN OTAK (SEHAT) DUA BERITA INI.

    2. PERHATIKAN KATA-KATA YANG SAYA BOLD.

    3. KALAU MEMANG MAU KASIH PELAYANAN KESEHATAN GRATIS LEBIH PANTAS DIBERIKAN UNTUK RAKYAT YANG MASIH KEKURANGAN/RAKYAT MISKIN/RAKYAT YANG TERMARJINALKAN!

    Apa kata Kepala Staf TNI AU tentang profesionalisme, daya saing, dan perubahan?

    In militer on Thursday , 11 June 2009 at 10:15 AM

    Kasau Marsekal TNI Subandrio pada Pembekalan kepada Perwira Sekolah Staf Komando Kesatuan Angkatan Udara (Sekkau) Angkatan ke-85 di Kampus Sekkau Lanud Halim Perdanakusuma, Rabu, 9 Juni 2009 menyatakan:

    Profesianalisme perwira TNI Angkatan Udara  secara bulat mencerminkan kemampuan untuk memimpin dan membina organisasi TNI Angkatan Udara. Pada hakikatnya profesionalisme yang dikaitkan dengan tuntutan peran TNI Angkatan Udara serta dihadapkan kepada tantangan yang dihadapi, baik yang berdimensi luar negeri maupun dalam negeri, maka perwira TNI Angkatan Udara diharapkan mampu bertindak sebagai patriot, ahli dalam bidangnya, pemimpin, pembina dan pemikir. “Jiwa patriotisme haruslah melekat sepanjang masa pengabdian, sedangkan derajat keahlian dan kemampuan untuk memimpin, membina dan berpikir, tentu disesuaikan dengan tingkat kepangkatan dan jabatan perwira yang bersangkutan.”

    Saat ini persaingan berubah secara mendasar, dari berkompetisi (Competition) menjadi perlawanan (Adversary), karenanya persaingan akan dimenangkan oleh mereka yang mampu memiliki daya saing tinggi dan berkelanjutan. Daya saing dimaksud adalah kemampuan bersaing dalam kecepatan (Speed) dan inovasi (Inovation), jadi bukan lagi berdasarkan siapa yang kuat atau besar, tetapi siapa yang cepat dan inovatiflah yang akan keluar sebagai pemenang.

    Perubahan merupakan keniscayaan dan menjadi suatu keharusan, oleh karenanya perubahan harus dilaksanakan oleh seluruh personel TNI Angkatan Udara, dari tingkat terendah sampai dengan tingkat pengambil keputusan. Diperlukan pembaharuan, utamanya mindset (cara berpikir) secara berlanjut sesuai perubahan paradigma. Referensi

    Saya suka terganggu dengan kata “Internasional”

    In country on Wednesday , 10 June 2009 at 6:00 PM

    Sesungguhnya saya merasakan gangguan dari kata “Internasional” ini sudah cukup lama. Jauh sebelum kasus Ibu Prita dengan RS. Omni Internasional mencuat. Saya suka merenungkan makna kata “Internasional” yang menempel pada berbagai produk/jasa, program pendidikan ataupun intitusi/perusahaan yang semakain jamak berkembang di Indonesia.

    Saya awalnya sering memperhatikan kata “Internasional” yang menempel di beberapa bandara kita di Indonesia. Ini lumrah karena saya sering “melewati” bandara-bandara itu. Kata “Internasional” yang sepertinya menempatkan standar tinggi dalam operasional, pemeliharaan dan pelayanan bandara agaknya nggak sepadan dengan kenyataannya. Tingkat kualitas pelayanannya begitu-begitu saja, parkirannya begitu-begitu juga. Kebersihannya? Lihat saja sendiri. Bahkan setelah melihat beberapa bandara di dunia yang masuk ranking bagus (10 besar begitu) ternyata nggak perlu susah-susah ada tempelan kata “Internasional“, tapi jadi rujukan standar bandara yang bagus.

    Kalau soal kata “Internasional” yang menempel di RS. Omni Internasional saya nggak perlu menulis lagi-lah karena sudah banyak rekan-rekan blogger dan media cetak/elektronik lainnya yang “menguliti”-nya. Ya, memang begitulah faktanya …..

    Ada lagi di dunia pendidikan: SBI (Sekolah Berstandar Internasional). Apa sih bedanya dengan yang reguler, akselerasi atau lainnya? Apa dikarenakan dalam proses pendidikannya menggunakan bahasa internasional (Inggris), sementara hal-hal lainnya nggak berbeda secara signifikan dengan program lain, lalau pantas ditempeli kata “Internasional“? Aneh! Kualitas standar internasional atau bahasa yang dipakai sebagai legitimasi? Nggak penting itu kata “Internasional” ditempel, semestinya yang lebih penting kualitas hasil didiknya yang utama! Di luar negeri juga nggak ada sekolah tingkat SMA yang perlu dilabel “Internasional“. Ini Indonesia kok nganeh-nganehin sendiri? Memang kalau pakai SBN (Sekolah Berstandar Nasional) turut derajat begitu? Kalau produk/barang pabrikan khan sudah ada standarnya yaitu SNI. Jadi, nyata-nyata kata “Internasional” hanya tempelan belaka, kebanyakan nggak merujuk dan nggak menunjukkan pada nilai produk/jasa yang berkualitas internasional/tinggi kok!

    Wis, banyak yang lainnya yang memakai kata “Internasional” ternyata hanya untuk kedok! Bahkan cenderung menipu! Berhati-hatilah …

    Laporan keuangan Pemerintah “disclaimer” 5 tahun berturut-turut. Komentar anda?

    In anggaran on Wednesday , 10 June 2009 at 4:00 PM

    Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) kembali tidak memberikan pendapat (disclaimer) atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) Tahun 2008. Ini berarti selama 5 tahun berturut-turut sejak 2004 BPK telah memberikan opini disclaimer atas LKKP. Demikian diungkapkan Ketua BPK Anwar Nasution ketika menyerahkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) LKPP tahun 2008 kepada pimpinan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (10/6). “LKKP merupakan salah satu bentuk pertanggungjawaban pemerintah pusat atas pelaksanaan APBN sebagaimana diatur dalam UU Keuangan Negara,” kata Anwar.

    Berdasar laporan yang disampaikan Anwar terdapat 9 kelompok persoalan yang ditemukan BPK, berkaitan dengan pemberian opini disclaimer pada LKPP 2008, di antaranya belum adanya sikronisasi UU Keuangan Negara 2003-2004 dengan UU Perpajakan dan UU PNBP, masih adanya berbagai jenis pungutan yang tidak memiliki dasar hukum dan dikelola di luar mekanisme APBN, belum adanya keterpaduan antara Sistem Akuntansi Umum di Departemen Keuangan dengan Sistem Akuntansi Instansi di departemen lain sehingga ada selisih, dan rekening liar belum terintegrasi dan terekonsiliasi dalam suatu treasury single account. Selain itu, BPK juga menemukan kelemahan dalam tiga bidang yakni kelemahan dalam sistem pengendalian intern atas penyajian LKPP, ketidakpatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, dan pemerintah belum menindaklanjuti hasil-hasil peneriksaan BPK tahun 2004-2007.

    Kelemahan bidang pertama yang menonjol ada 9 hal, di antaranya hibah yang diterima langsung oleh 15 K/L minimal Rp 3,93 triliun tidak dipertanggungjawabkan dalam mekanisme APBN, pencatatan atas penarikan pinjaman luar negeri di LKKP 2008 tidak berdasar dokumen sumber valid, dan pemerintah belum menetapkan kebijakan akuntabilitas atas penertiban promissory notes kepada lembaga internasional Rp 28,29 triliun dan belum mengakui utang kepada BI sebesar Rp 2,83 triliun atas dana talangan dalam rangka keanggotaan pada lembaga tersebut.

    Selanjutnya untuk ketidakpatuhan departemen terhadap peraturan perundang-undangan ada enam hal yang terkait, di antaranya pungutan/dana pada 11 kementrian negara/lembaga tidak ada dasar hukumnya dan dikelola di luar mekanisme APBN minimal Rp 703,99 miliar, penetapan alokasi DAK tidak sesuai dengan UU No 33 Tahun 2004 sehingga terdapat penyaluran DAK Rp 1,28 triliun ke daerah tidak layak, dan pengeluaran atas pengajuan SPM sebesar Rp 9,95 miliar yang dibayarkan melalui KPPN Jakarta II diduga fiktif.

    Sedangkan untuk temuan berikutnya, BPK mengatakan bahwa ada 131 temuannya atas LKPP tahun 2004-2007 belum ditindaklanjuti pemerintah. Temuan yang sedang dan belum ditindaklanjuti antara lain penyempurnaan sistem informasi penyusunan LKPP, penyempurnaan peraturan penyaluran dan pertanggungjawaban belanja sosial, penertiban pungutan yang dilakukan oleh kementerian/lembaga, dan penertiban dalam penetapan kelompok anggaran dan realisasinya.

    Terhadap laporan ini, Anwar atas nama BPK mempunyai harapan kepada DPD. “Kami berharap agar Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas LKPP tahun 2008 ini dapat membantu DPD memberikan pertimbangan kepada DPR dalam pengambilan keputusan atas rancangan UU Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBN Tahun Anggaran 2008,” kata Anwar kepada Ketua DPD Ginanjar Kartasamita.

    Di acara ini juga ada penandatanganan kesepakatan bersama antara BPK dan DPD tentang Tata Cara Penyerahan Hasil Pemeriksaan Keuangan Republik Indonesia kepada DPD RI. Menurut Anwar, tujuannya adalah untuk meningkatkan efektivitas hubungan kerja antara BPK dan DPD sesuai dengan kewenangannya. Referensi

    Anda punya komentar? Silakan saja di-posting. Siapa tahu anda ternyata punya ide dan pemikiran yang cemerlang untuk membuat Indonesia lebih baik …

    Melihat daftar bandara terbaik dunia, bandara di Indonesia ada dimana?

    In indonesia on Wednesday , 10 June 2009 at 2:00 PM

    Bandara Incheon di ibu kota Korea Selatan, Seoul, terpilih sebagai bandara terbaik di dunia. Demikian hasil jajak pendapat grup konsultan Inggris, Skytrax, Selasa, 9 Juni 2009, yang mewawancarai 8,6 juta penumpang dari 190 bandara di seluruh dunia.

    Hongkong berada di urutan kedua, sementara bandara Changi di Singapura urutan ketiga. Selanjutnya disusul bandara Zurich, Swiss, dan Munich, Jerman di urutan empat dan lima. Bandara Kansai, Jepang, dan Kuala Lumpur, Malaysia di urutan enam dan tujuh. Sedangkan Bandara Schiphol di Amsterdam menempati posisi kedelapan, disusul Central Nagoya, Jepang dan Auckland, Selandia Baru.

    WORLD’S TOP 10 AIRPORTS

    2009

    2008

    1

    Incheon International Airport

    3
    2

    Hong Kong International Airport

    1
    3

    Singapore Changi

    2
    4

    Zurich

    8
    5

    Munich

    5
    6

    Kansai

    6
    7

    Kuala Lumpur

    4
    8

    Amsterdam

    11
    9

    Centrair Nagoya

    12
    10

    Auckland

    20

    Lha, bandara yang ada di Indonesia ada di ranking berapa? Apa memang nggak ada bandara dari Indonesia yang masuk kelompok terbaik ya? Coba anda cek sendiri saja …………..

    Yuk, dukung Taman Nasional Komodo sebagai salah satu dari 7 keajaiban dunia ….

    In country on Wednesday , 10 June 2009 at 12:00 PM

    Kalau kita cinta Indonesia tentu kita mesti tahu bahwa Taman Nasional Komodo,

    Indonesia’s Komodo National Park includes the three larger islands Komodo, Rinca and Padar, as well as numerous smaller ones, for a total area of 1,817 square kilometers (603 square kilometers of it land). The national park was founded in 1980 to protect the Komodo dragon. Later, it was also dedicated to protecting other species, including marine animals. The islands of the national park are of volcanic origin.

    lagi “bertarung” untuk memperebutkan tempat sebagai salah satu dari 7 keajaiban dunia (yang baru).

    Kalau kita sebagai WNI Nomor 1, tentu ingin mendukung hal ini secara langsung. Bagaimana caranya?  Ikuti dan isi pollingnya disini.

    Terus bagaimana cara melihat ranking hasilnya secara live. Gampang, pantau saja disini. Posisi Taman Nasional Komodo yang masuk Grup E (Forest, National Parks, Nature Reserves) sekarang masih di ranking 9. Wah belum masuk 7 besar nhi … ayo dukung dong, dan kabarkan ke teman-teman lainnya sesama blogger atau rekan chating untuk ikut mendukung, biar nama Indonesia makin populer dan ada bagian Indonesia yang masuk 7 keajaiban dunia yang baru! Ini juga bagian dari pengembangan pariwisata kita ……………………..

    Kalau kita cuek bebek hal-hal beginian, lihatlah hal yang sangat menyakitkan. Pulau Sipadan (yang dulu punya kita, sekarang dikuasai Malingsia, eh, Malaysia) ternyata bertengger di ranking 4 Grup B (islands). Mangkelkan dengernya?

    Jadi, ayo kita dukung Taman Nasional Komodo kita yang aduhai itu …………… sekarang juga!

    Bahasa Inggris punya sejuta kata hari rabu ini?

    In indonesia on Wednesday , 10 June 2009 at 10:21 AM

    Untuk anda yang punya perhatian terhadap perkembangan bahasa dan matematika ini ada artikel menarik yang patut kita baca, bersumber dari CNN.

    Bahasa Inggris (bakal) berisi lebih banyak kata-kata dibanding bahasa lain di planet ini dan akan mendapat tambahan kata hingga sejuta pada awal Rabu ini, menurut Global Language Monitor, sebuah situs yang menggunakan rumus matematika untuk menaksir bagaimana sering kata-kata diciptakan. Situs ini menaksir sejuta kata akan tercapai pada hari Rabu jam 5:22 pagi. Proses hitung langsung telah menghitung ada 999.985 kata bahasa Inggris mulai Selasa sore. Hingga kini (rabu siang WIB) proses countdown tinggal sekitar 6 jam lagi menuju sejuta kata.

    Ketepatan sejuta kata”, bagaimanapun, telah membuat orang yang melakukan projek hitungan kata suatu bahasa ini seperti suatu pariah di dalam masyarakat ilmu bahasa. Beberapa ahli bahasa mengatakan adalah mustahil untuk menghitung banyaknya kata-kata dalam suatu bahasa sebab bahasa-bahasa adalah selalu berubah, sebab mendefinisikan apa yang disebut sebagai kata adalah satu usaha tanpa berbuah. Paul J.J. Payack, presiden dan pemimpin analis kata Global Language, Monitor, mengatakan, bagaimanapun, bahwa estimasi jutaan kata tidaklah sepenting seperti gagasan di belakang projeknya, yang untuk menunjukkan bahwa Bahasa Inggris sudah menjadi suatu bahasa global dan kompleks. “Itulah sebuah bahasa manusia,” katanya.

    Bahasa-bahasa lain, seperti Perancis, menurut Payack, menaruh dinding besar di sekitar kosa kata mereka. Bahasa Inggris justru membawa bahasa lain ke dalamnya. “Bahasa Inggris mempunyai tradisi menelan kata-kata baru secara utuh,” katanya. “Bahasa-bahasa lain menterjemahkan.” Internet, perdagangan global dan perjalanan global telah mempercepat kecenderungan meletakkan Bahasa Inggris dalam relasi dengan banyak  kelompok-kelompok ilmu bahasa lainnya. Ini membuat Bahasa Inggris lebih rumit dan kaya, karena senantiasa punya terminologi baru. Meski demikian, Payack mengatakan ia tidak mengikutsertakan semua kata-kata baru di dalam perhitungannya. Kata-kata harus dipertimbangkan setidaknya digunakan paling sedikit 60 persen di dunia oleh pejabat formal. Dan mereka harus bisa dipertimbangkan telah sampai pada masyarakat yang berbeda komunitasnya. Satu istilah teknologi baru yang hanya dipahami di Lembah Silikon tidak akan dihitung sebagai sebuah kata yang medunia.

    Model komputernya mengecek total dari 5.000 situs, kamus-kamus, penerbitan-penerbitan ilmiah dan artikel-artikel berita untuk melihat bagaimana sering kata-kata digunakan. Satu kata harus membuat 25.000 penampilan untuk dianggap sah. Payack menyatakan suatu kejadian berita juga mempunyai dorongan perluasan secara cepat terhadap Bahasa Inggris, yang ia katakan mempunyai lebih banyak kata-kata dibandingkan dengan bahasa lain. Bahasa Cina mandarin saja hanya memasukkan sekitar 450.000 kata. Terminologi bahasa Inggris seperti “Obamamania”, “defriend”, “wardrobe malfunction”, “zombie banks”, “shovel ready” dan “recessionista” semuanya tumbuh bersamaan kecenderungan berita terbaru yang beredar sekitar pemilihan presiden, penurunan drastis ekonomi dunia, online networking atau suatu peristiwa olahraga, kata Prayack. Sedangkan bahasa-bahasa lain tidak mengembangkan terminologi baru dalam berhubungan dengan fenomena semacam itu.

    Ahli-ahli bahasa yang berbicara dengan CNN berkata mereka tidak sepakat dengan hasil hitungan Payack, tetapi mereka setuju bahwa Bahasa Inggris secara umum mempunyai kata-kata lebih banyak dibanding bahasa-bahasa lainnya. “Ini adalah kenyataan bahwa anda  tidak bisa menghitung,” kata Jesse Sheidlower, editor Kamus bahasa Inggris Oxford. “Tak seorangpun dapat menghitung itu, dan untuk menganggap diri bahwa anda dapat menghitung secara total pasti nggak beres. Itu menyederhanakan hal-hal yang tidak bisa dilakukan.” Kamus bahasa Inggris Oxford saja mempunyai sekitar 600.000 kata, menurut Sheidlower. Itupun belum meliputi semua kata-kata. Sebagai contoh, Sheidlower mengatakan “great-great-great-great-great grandfather” bisakah dipertimbangkan sebagai satu kata, tetapi nyatanya tidak akan ada di dalam kamus. Hal yang sama dengan angka-angka, yang bisa dihitung berdasarkan satuannya “twenty” dan “three” – tetapi tidak selalu sebagai kelompok, seperti “two-hundred twenty-three.”

    Bagian apa yang membuat determinasi banyaknya kata-kata dalam suatu bahasa sangatlah sulit adalah dikarenakan sangat banyaknya akar kata dan varian-variannya, kata Sarah Thomason, presiden Masyarakat Bahasa Amerika yang seorang profesor linguistik di University Michigan. Di dalam bahasa orang asli Alaska, dia berkata, ada lusinan kata untuk salju, tetapi diantara kata-kata itu terhubung bersama-sama dan tidak akan dihitung secara individu. Apakah itu berarti, bahwa “slush”, “powder” dan kata-kata salju lainnya di dalam Bahasa Inggris harus dihitung sebagai satu entri? Thomason menyebut penghitungan jutaan kata sebagai sebuah “gagasan yang menggairahkan” namun itu “semua hanyalah hiburan bukanlah suatu substansi.

    Ahli kamus dan ahli bahasa menghadapi kesulitan-kesulitan bila berusaha untuk menghitung kata-kata yang satu pengejaan tetapi dapat mempunyai beberapa arti, menurut Allan Metcalf Allan, seorang Profesor bahasa Inggris pada Perguruan Tinggi MacMurray di Illinois, dan seorang pengurus Masyarakat dialek Amerika. Kata bear dan b-e-a-r – apakah dua kata atau satu kata, sebagai contoh. Anda mempunyai satu kata benda yang satu makhluk liar dan kemudian juga b-e-a-r, yang berarti lain. “Jadi kenyataannya sangat tidak eksak apabila anda bisa menghitung kata yang jutaan itu“.

    Payack berkata ia tidak mempertimbangkannya sebagai kepastian dalam perhitungan, hanya saja sebagai suatu penilaian yang menarik berdasar pada ukuran-ukuran kriteria yang sudah ia kembangkan. “Itu selalu satu estimasi,” katanya. “Itu seperti tingginya Puncak Everest adalah satu estimasi juga. Tingginya Puncak Everest sudah berubah 5 kali di dalam seumur hidupku sebab ketika kita mendapatkan alat lebih baik, estimasi juga mendapatkan hasil lebih baik.” Ia berkata, penghitungannya mempunya arti merayakan Bahasa Inggris sebagai bahasa global. Dan, ketika ia berkata dalam bahasa-bahasa lain diingatkan adanya perluasan bahasa Inggris. Ini merupakan suatu hal sangat besar pengaruhnya bahwa sangat banyak orang-orang hari ini bisa berkomunikasi dengan daftar kata-kata seperti itu.

    Bagaimana dengan Bahasa Indonesia? Sepertinya punya enri kata yang lebih banyak lagi ya …. lebih dari sejuta mungkin, apalagi kalau diperkaya dengan bahasa-bahasa daerah. Ini salah satu Identitas Bangsa Indonesia lho. Sudah ada yang meneliti?

    Menimbang-nimbang hasil survai Pemilu Presiden 2009, siapa percaya?

    In pEndidikan on Tuesday , 9 June 2009 at 10:00 PM

    1. Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES)

    Responden : 1.994 pemilik sambungan telepon rumah. Lokasi : 15 kota besar di Indonesia (Jakarta, Surabaya, Malang, Semarang, Bandung, Cirebon, Yogyakarta, Medan, Padang, Palembang, Makassar, Manado, Balikpapan, Banjarmasin, dan Denpasar). Metode : Wawancara langsung melalui telepon. Waktu : 3 Juni-4 Juni 2009.

    Hasil survai, figur junci/utama : SBY, JK, dan Prabowo. Pada pasangan SBY-Boediono, pilihan masyarakat yang mendukung pasangan ini lebih dikarenakan figur SBY (72,5 persen) dibandingkan Boediono (2,2 persen). Pada pasangan JK-Wiranto, mereka yang mendukung pasangan ini lebih dikarenakan figur JK (63,2 persen) ketimbang Wiranto (tujuh persen). Pada pasangan Megawati-Prabowo, dukungan terhadap kedua figur relatif berimbang, meskipun figur Prabowo pada akhirnya lebih menjadi penentu pilihan (35,4 persen) dibandingkan Megawati (32,3 persen).

    Artinya wacana cawapres menentukan siapa capres terpilih tidak berlaku bagi pasangan SBY-Boediono dan JK-Wiranto. Namun untuk pasangan Megawati-Prabowo hal ini justru lebih berpengaruh,”

    Jika melihat dari partai-partai utama penyokong koalisi pasangan capres/cawapres, terlihat pendukung Partai Demokrat di kota survei sangat solid mendukung SBY-Boediono (79,9 persen). Ini berbeda dengan soliditas Partai Golkar dan PDIP yang mengalami polarisasi pilihan. Di antara pendukung Partai Golkar, kurang dari separuh (44 persen) yang akan memilih JK-Wiranto. Sementara pendukung PDIP yang akan memilih Mega-Prabowo ada sebanyak 58 persen.

    Dalam situasi ketidaksolidan para pendukung partai, pasangan SBY-Boediono diuntungkan karena mendapat limpahan suara yang cukup signifikan dari pendukung Partai Golkar (25,2 persen) dan PDIP (17,2 persen). Polarisasi pilihan ini juga terjadi pada pendukung PKS dan PAN. Meskipun pilihan terbanyak ditujukan kepada SBY-Boediono, tetapi pasangan JK-Wiranto juga mendapatkan dukungan yang relatif signifikan dari kedua partai pendukung koalisi SBY-Boediono. Pemilih PKS yang beralih ke JK-Wiranto ada 17,2 persen, ke Mega-Prabowo 4,5 persen. Sedangkan pemilih PAN yang beralih ke JK-Wiranto ada 14 persen, ke Mega-Prabowo enam persen.

    2. Lembaga Survai Indonesia (LSI)

    Hasil survei LSI menempatkan JK-Wiranto pada posisi paling bawah dengan perolehan suara tujuh persen, Mega-Pro 16,4 persen, dan SBY-Boediono memperoleh suara 71 persen.

    Survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) menempatkan pasangan SBY-Boediono masih tertinggi popularitasnya dibanding pasangan yang lain. Isu neoliberalisme yang menyerang Boediono terbukti tidak berpengaruh apa-apa kepada SBY. “Berarti faktor Boediono (neolib) tidak berpengaruh apa-apa,” kata ujar pengamat politik Lili Romli.

    3. Lembaga Riset Informasi (LRI) Johanspolling

    Hasil survei LRI Johanspolling, jika proses Pilpres 2009 digelar saat pertanyaan diajukan itu kepada responden, pasangan SBY-Boediono menjadi pemenang dengan 33 persen suara, disusul M Jusuf Kalla-Wiranto (29 persen), dan Megawati-Prabowo (20 persen). Adapun responden sisanya menyatakan belum menentukan pilihan. Namun, besaran hasil survei itu masih bisa berubah. Kemungkinan untuk itu terbuka lebar. Selain itu, LRI Johanspolling juga memprediksi Pilpres 2009 berlangsung dua putaran. Cuma soal pasangan mana yang akan masuk ke putaran kedua, kami belum bisa memastikannya. Semua mempunyai peluang yang sama masuk ke putaran kedua.

    Hasil survei diperoleh melalui wawancara tatap muka dengan kuesioner terstruktur terhadap 2.096 responden berusia di atas 17 tahun atau telah menikah yang ada di 33 provinsi. Sampel dipilih dengan menggunakan metode sampling gugus bertahap (multi-stage cluster), dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error sebesar 2,2 persen.

    4. Lembaga Survei Nasional

    Penyelenggara dan metode Waktu Hasil
    Lembaga Survei Nasional
    Metode: Survei kuantitatif
    Sampel: 1.230
    Batas kesalahan: 2,8%
    15-21 Mei 2009 SBY-Boediono 67,1%, Megawati-Prabowo 11,8%, JK-Wiranto 6,7%, belum tahu 13%, tidak memilih 1,6%

    5. Polling blog ini sampai dengan tanggal 8 Juni 2009, jam 12.00 WIB:

    Dari 117 responden pengisi polling, 84 orang (72%) memilih SBY-Boediono, 21 orang (18%) memilih JK-Wiranto, dan 12 orang (10%) memilih Megawati-Prabowo.

    Pesannya: Lembaga survei/polling mestinya tetap menjaga etika serta kejujuran, terutama terkait dengan berbagai metodologi survei yang mereka lakukan menjelang pemilu presiden-wakil presiden 8 Juli 2009 mendatang. Siapa masih percaya? Semuanya kembali kepada anda, terserah saja mau mencontreng siapa saja, luber. Yang penting gunakan Hak Pilih!

    Belanja militer dunia naik, bung. Belanja militer Indonesia?

    In militer on Tuesday , 9 June 2009 at 8:00 PM

    Belanja militer global meningkat 4 persen pada tahun 2008 dengan rekor 1.464 miliar dollar AS, dan itu berarti naik sampai 45 persen dibanding 1999. Demikian diungkapkan lembaga perdamaian SIPRI dan direlease situs lainnya, di Stockholm, Swedia, Senin 8 Juni 2009. Hal ini amat berbeda dengan situasi yang dihadapi oleh penerbangan ruang angkasa sipil maupun maskapai penerbangan komersial. “Krisis keuangan masih belum berdampak atas pendapatan dan keuntungan dari perusahaan-perusahaan besar maupun pesanan lama,” tulis Sipri atau Lembaga Penelitian Riset Perdamaian Stockholm.

    Operasi pasukan penjaga perdamaian internasional juga membawa keuntungan kepada industri pertahanan dengan peningkatan belanja sebesar 11 persen. Operasi internasional itu dikerahkan di daerah-daerah berbahaya, antara lain Darfur dan Republik Demokratik Kongo. “Rekor sudah tercatat dengan pengerahan operasi perdamaian internasional mencapai 187.586 personel.”

    Menjelang pameran Paris Air Show pekan depan, yang menjadi ajang produk-produk industri ruang angkasa dan pertahanan, tampaknya pusat perhatian beralih dari produksi pesawat sipil, yang harus berjuang karena resesi global, ke arah perusahaan yang memproduksi pesawat tempur dan peralatan militer lain. Secara total, 100 perusahaan utama menjual persenjataan senilai 347 miliar dollar tahun 2007, yang merupakan data terbaru yang tersedia. Dan hampir semua perusahaan utama itu merupakan perusahaan Amerika atau Eropa. Sebanyak 61 persen dari total penjualan itu dikuasai oleh 44 perusahaan Amerika, sementara 32 perusahan di Eropa Barat meraih 31 persen pasar. Perusahaan senjata lain berasal dari Rusia, Jepang, Israel, dan India. “Sejak Tahun 2002, nilai penjualan dari 100 perusahaan senjata utama meningkat 37 persen,” kata Sipri.

    Masa kepresidenan George W Bush merupakan periode berlanjutnya industri senjata. Hal ini mengikuti masa konsolidasi tahun 1990-an dan 2000-an.” Industri raksasa Amerika, Boeing, tetap merupakan yang terbesar dengan penjualan persenjataan mencapai 30,5 miliar dollar sepanjang 2007. Sedangkan industri Inggris, BAE Systems, menduduki peringkat kedua dengan nilai penjualan 29,9 miliar dollar dan di peringkat ketiga adalah Lockheed Martin dengan 29,4 miliar dollar. Amerika Serikat masih tetap merupakan pembeli terbesar dengan 58 persen dari total belanja global, walau China dan Rusia terus membuntuti. China maupun Rusia meningkatkan anggaran belanja militernya sampai sekitar 3 kali lipat dan Rusia merencanakan anggaran yang lebih besar walapun sedang menghadapi masalah ekonomi.

    Sementara itu, anggaran belanjar militer Timur Tengah menurun sedikit pada tahun 2008, namun Sipri mengatakan, pengurangan itu hanya bersifat sementara. “Banyak negara di kawasan itu yang merencanakan pembelian senjata besar-besaran.” Salah satu pengecualian di Timur Tengah adalah Irak dengan anggaran militer meningkat sampai 113 persen pada tahun 2008 dibanding tahun sebelumnya. “Irak tetap amat tergantung pada Amerika Serikat untuk pasokan senjata dengan sejumlah rencana order,” kata Sipri.

    Adapun perang di Afganistan dan Irak menghabiskan dana sebesar 903 miliar. “Ide perang melawan teror telah mendorong sejumlah negara melihat masalah mereka melalui lensa militer, dan menjadi alasan bagi tingginya anggaran militer,” kata Sam Perlo-Freeman, Ketua Proyek Belanja Militer di Sipri.

    Bagaimana dengan anggaran militer Indonesia? Lihat rankingnya disini.

    Resminya bagaimana? Bacalah ini:

    Departemen Pertahanan dalam penggunaan anggaran tahun 2008 akan memperioritaskan sasaran pembangunan kekuatan TNI yang utamanya mengacu kepada tritunggal, yaitu kesiapan operasional satuan, peningkatan profesionalitas, serta kesejahteraan prajurit TNI dan PNS.  Sedangkan sasaran pembangunan komponen pendukung ditujukan untuk mendayagunakan potensi sumber daya nasional dalam arti luas yaitu mewujudkan kesadaran bela negara untuk kepentingan pertahanan negara. “Hal itu sebagai arah strategis sistem pertahanan negara tahun 2005 – 2009 yang berporos kepada pertahanan militer dan nir militer,” kata Menhan Juwono Sudarsono.

    Menurut Juwono, pembangunan kekuatan negara belum dapat diselenggarakan secara konprehensif, integral dan matra pembangunan kekuatan pertahanan militer dan nir militer, karena anggaran bidang pertahanan serta komponen bangsa masih sangat terbatas. Atas pembangunan tersebut maka pembangunan kekuatan pertahanan negara masih difokuskan kepada kekuatan utama yaitu TNI. “Kita harus mengakui bahwa pembangunan kekuatan pertahanan negara belum dapat diselenggarakan secara komprehensif, integral dan matra pembangunan kekuatan pertahanan militer dan nir militer karena anggaran pertahanan serta komponen bangsa masih sangat terbatas,” ungkapnya.
    Dia menyebutkan keterbatasan ini sejak tahun 2005 dimana pembangunan pertahanan menghadapi kompleksitas permasalahan sehingga terjadi tarik menarik simpul keterbatasan anggaran pertahanan dan tersedia di bawah 1 % dari produk domestic bruto yang berkisar Rp480 triliun. “Ini kurang dari 1%, atau hanya Rp36,9 triliun, sedangkan yang dihadapi kebutuhan strategis yang diabaikan untuk kebutuhan pembinaan, penggunaan kekuatan pertahanan Negara,” ujar Juwono
    Menurut Juwono, kunci dari kebutuhan strategis pembangunan kekuatan pertahanan negara adalah pembangunan di dalam keterbatasan anggaran. Namun walaupun demikian pemerintah telah bekerja keras untuk menaikan anggaran pertahanan, terlihat tahun 2005 -2007 yaitu arah penggunaan anggaran untuk mencapai tri tunggal. Kalau  dilihat alokasi anggaran Dephan dan TNI tahun 2008 mencapai Rp36,9 triliun, yang berarti mengalami kenaikan nominal 11,52% dari anggaran tahun 2007 sebesar Rp32,9 triliun. Anggaran TA 2008 ini yang penggunaannya untuk belanja rutin 50% dan 50% lagi untuk  memenuhi kebutuhan pembangunan.
    Padahal yang sesungguhnya dibutuhkan Rp100 trlium, untuk kebutuhan minimum, jadi kita hanya memperoleh 36% dari kebutuhan minimum,” ujar Juwono.
    Meskipun demikian, dapat disimpulkan bahwa kebutuhan untuk pembangunan pertahanan negara masih terpenuhi di bawah sasaran. Untuk itu menjadi pemikiran bersama Departemen Pertahanan dan TNI bahwa basis kemampuan anggaran pemerintan menjadi dasar dalam menentukan langkah strategis yaitu tepat sasaran, tepat pembangunan anggaran dan efesien. Dia meminta seluruh jajaran pimpinan Dephan maupun TNI dan peserta Rapim Dephan agar pedomani arah kebijakan pemerintah tentang pembangunan kekuatan TNI yaitu membangun kekuatan TNI secara bertahap, sesuai dengan kemampuan ekonomi, dan kekuangan Negara berbasis anggaran oleh kerana itu sasaran penggunaan anggaran mengutamakan urgensi dan prioritas sasaran yang berkaitan langsung tugas nyata dan tritunggal dan sasarannya sejauh mungkin menggunakan produk alutsista industri dalam negeri.

    Sumber lainnya:

    Departemen Keuangan (Depkeu) dan DPR telah menyetujui penambahan anggaran operasional Tentara Republik Indonesia (TNI) sebesar Rp 200 miliar. Tambahan dana ini guna mendukung operasi pengamanan daerah rawan, daerah perbatasan, dan pengamanan pulau terluar. Kepala Pusat Penerangan TNI Marsda Sagom Tamboen menyambut baik suntikan dana ini. Namun, dia menegaskan TNI masih kesulitan menutupi dana operasional tahun 2009. Awal tahun ini, pos operasional rutin militer dipotong sekitar Rp478 miliar.

    Jadi masih ada minus lebih dari Rp260 miliar,” kata Sagom. Dengan tambahan senilai Rp200 miliar, nilai total operasional TNI tahun ini memang terkerek menjadi Rp586,932 miliar. Tapi jumlah tersebut masih minim dibandingkan tiga tahun terakhir. Data Depkeu menyebutkan, dana pengamanan daerah rawan, perbatasan, dan pulau terluar sejak tahun 2006 selalu di atas Rp800 miliar. Tahun 2006 sebesar Rp850 miliar, 2007 Rp839 miliar, dan 2008 Rp867 miliar. Baru tahun 2009 diturunkan menjadi hanya Rp386,93 miliar.

    Jadi masih jauh dari anggaran normal,” kata Sagom. Kekurangan itu, katanya, sangat menyulitkan TNI di lapangan. Sagom mengatakan, kalaupun penambahan anggaran hanya Rp200 miliar, TNI telah mengambil langkah antisipasi. TNI akan tetap melaksanakan tugas pokoknya dengan baik dengan mempertajam skala prioritas dalam pengadaan senjata, pelatihan dan pelaksanaan operasional. Masalah keterbatasan anggaran, kata dia, bukan hal baru bagi TNI. Militer sudah terbiasa dengan kondisi darurat dan serba apa adanya. “Kami terbiasa menyiasati keterbatasan anggaran tersebut,” kata lulusan Akademi Angkatan Udara tahun 1975 itu. Namun, konsekuensi dari keterbatasan itu harus tetap disampaikan. Sebelumnya, saat rapat kerja dengan Panitia Anggaran DPR, Kamis (30/4) lalu, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengakui anggaran pengamanan daerah rawan, perbatasan, dan pulau terluar mendesak diberikan karena seluruh pasukan disebarkan di semua lokasi.

    Semua kebutuhan logistik tetap harus diamankan,” kata dia. Ketua Panitia Anggaran DPR Emir Moeis menyatakan sudah mendapatkan surat dari Komisi I (bidang pertahanan) DPR terkait permintaan tambahan anggaran itu. Karena itu, Panitia Anggaran menyetujui penambahan anggaran Rp200 miliar yang diajukan. Dia meminta, Depkeu memberikan alokasi anggaran tambahan kembali untuk operasional TNI. Apalagi pemotongan sebelumnya ditenggarai bakal membahayakan kemampuan TNI dalam menjaga kedaulatan dan stabilitas nasional.

    Jadi, apa yang dapat kita simpulkan? Perang, bertahan, perang, bertahan, perang, ………………. apapun itu semuanya butuh anggaran!

    China mewajibkan software ‘pembunuh’ situs di setiap PC mulai 1 Juli 2009, lha kita?

    In global on Tuesday , 9 June 2009 at 6:00 PM

    Pemerintah China gerah dengan maraknya situs-situs yang dinilai negatif. Rupanya China tak ingin main-main dalam memerangi situs-situs tersebut. Mulai 1 Juli 2009, Negeri Tirai Bambu ini mewajibkan semua PC yang dijual agar dilengkapi dengan software pemblokir situs-situs tertentu. Dikutip dari Reuters, 8 Juni 2009, tujuan utama pengadaan software ini adalah untuk memblokir akses ke situs pornografi. Menurut pemerintah, hal ini demi melindungi kalangan remaja dari konten-konten ‘berbahaya’. Software bernama Green Dam-Youth Escort ini merupakan hasil kerja sama Jinhui Computer System Engineering Co dengan Beijing Dazheng Human Language Technology Academy Co.

    Pemerintah Indonesia? Software anti situs porno yang pernah “ditawarkan” oleh Depkominfo terasa kurang gebyar sekarang … jadi? Ya, niru Pemerintah China dalam hal seperti ini nggak apalah, daripada generasi kita berikutnya “lupa batas”, kita ini di Indonesia dan masih di Indonesia lho ………………..

    Negara kita memang kaya lho …. tapi kok ….?

    In sumber daya on Tuesday , 9 June 2009 at 4:00 PM

    Aset negara saja mencapai Rp 320,4 Triliun

    Departemen keuangan telah melakukan revaluasi aset negara sebesar Rp 173,17 triliun hingga 5 Juni 2099. Dengan begitu jumlah saldo aset negara per 5 Juni 2009 berjumlah Rp 320,4 triliun, karena saldo awal aset negara adalah Rp 147,31 triliun. Hal ini dikatakan oleh Dirjen Kekayaan Negara Hadiyanto ketika ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin malam (8/6/2009). “Saat ini Kementerian/Lembaga (K/L) yang sudah 100% direvaluasi asetnya ada 38 K/L,” ujarnya.

    Pemerintah menargetkan revaluasi aset negara akan selesai seluruhnya pada akhir Maret 2010. Namun Hadiyanto berharap revaluasi aset negara akan selesai lebih awal. Belum selesainya revaluasi aset negara ini memang menjadi salah satu penyebab LKPP (Laporan Keuangan Pemerintah Pusat) sampai saat ini mendapatkan opini disclaimer dari BPK (Badan Pemeriksa Keuangan). Karena itu Hadiyanto berharap revaluasi aset akan cepat diselesaikan. “Kalau dari sudut inventarisasi dan penilaian aset kita akan selesaikan secepat mungkin di tahun ini (2009), sehingga kalau perlu penyempurnaan di sisa waktu ini diselesaikan di tahun ini, kita akan terus berkonsultasi dengan BPK,” pungkasnya.

    Terkait LKPP yang kemungkinan masih disclaimer hingga 2009, Menteri Keuangan sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani menegaskan pihaknya sebenarnya telah melakukan banyak perbaikan. “Komposisi LKPP terus-menerus mendapatkan perbaikan terlihat dari meningkatnya K/L (Kementerian/Lembaga) yang mendapatkan opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian. Kami akan terus kerjasama dengan BPK untuk meningkatkan akuntabilitas laporan keuangan pemerintah pusat,” tuturnya.

    Perbaikan LKPP sejak 2006-2008 berdasarkan data Departemen Keuangan adalah sebagai berikut:

    a. Opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian), tahun 2006 ada 7 K/L, 2007 ada 16 K/L, dan 2008 ada 34 K/L;

    b. Opini WDP (Wajar Dengan Pengecualian) tahun 2006 ada 38 K/L, 2007 ada 31 K/L, dan 2008 ada 30 K/L;

    Yang harus diperbaiki adalah rekening lain-lain dan penerimaan hibah. Depkeu jauh lebih kompleks karena ada organisasi dan BUN (bendahara umum negara),” tegas Menkeu.

    Jadi, kalau diperhatikan data-data ini jelas, negara kita ini memang kaya raya. Asetnya saja sampai tanggal 5 Juni 2009, telah mencapai Rp 320,4 Triliun. Belum yang lain-lain, belum tanah dan pulaunya, wuah kaya banget deh ….. dan setahu saya pendataan aset sekarang ini masih terus berjalan. Tapi, tapi lho, kenapa eh, kenapa ya … yang mengais di garis kemiskinan kok masih banyak …. yang kaya makin kaya? Opini WDP-nya masih banyak  lho, tuh lihat tahun 2008 ada 30 K/L.

    Bayangkan kalau aset-aset itu dibagikan ke setiap warganegara dalam bentuk kepemilikan saham, asyik juga ya?! Bisa dapat dividen tiap tahun …………..

    UGM deklarasikan bebas rokok, tapi nggak total ya?

    In climate on Tuesday , 9 June 2009 at 2:00 PM

    Kampus UGM mendeklarasikan diri sebagai kampus bebas rokok. Komitmen ini ditandai dengan penandatanganan komitmen bebas rokok oleh rektor dan dekan, 18 JUni 2009. Rektor UGM, Sudjarwadi, pada kesempatan yang sama juga meresmikan klinik konseling berhenti merokok (KKBM) GMC.

    (Demi mendukung program) pada setiap lingkungan kerja disediakan satu tempat merokok pada setiap lantai. Untuk area terbuka dapat disediakan satu tempat merokok pada salah satu sudut area,” ujar Sudjarwadi.

    Dia menyarankan, perokok aktif agar segera mengunjungi klinik yang disediakan. Terlebih kondisi saat tidak semua wilayah kampus sudah bebas dari asap rokok, meski sejak 2 januari 2008 melalui Peraturan Rektor No 29/P/SK/HT/2008 menyatakan kampus UGM kawasan bebas rokok.

    Wah, bebas rokoknya nggak total ya? Kenapa kok nggak total? Khan asyik itu, nanti udara di sekitar bulaksumur makin bersih … makin segar untuk berfikir dan berkarya. Namun, eit, namun lho, di sebelah barat Bunderan UGM, sepertinya masih ada “monumen” karya pabrik rokok ya? nah, nah, nah, apalagi itu …………

    Maaf, ini khusus buat mhs MIPA UGM yg lagi kul Kewarganegaraan.

    In kEwarganegaraan on Tuesday , 9 June 2009 at 1:20 PM

    TUGAS KE-3 KEWARGANEGARAAN (BERSIFAT INDIVIDU)

    a. Cari referensi dari manapun (internet, buku, media massa, dll) tentang faham EKONOMI NEOLIBERALISME, EKONOMI KERAKYATAN, dan EKONOMI PANCASILA.

    b. Susun tulisan (esai) tentang:

    1) Apa dan bagaimana faham EKONOMI NEOLIBERALISME.

    2) Apa dan bagaimana faham EKONOMI KERAKYATAN.

    3) Apa dan bagaimana faham EKONOMI PANCASILA.

    4) Jelaskan perbedaan dan persamaan ketiga faham ekonomi tsb di atas.

    5) Uraikan pandangan anda, Politik Strategi Nasional Indonesia menganut faham ekonomi manakah yang paling tepat?

    c. Susun esai, rapi, jelas, diketik, kertas letter, huruf times new roman, uk. huruf 12, spasi single. Panjang esai minimum 5 halaman (tidak termasuk cover & daftar referensi).

    d. Esai dlm bentuk file (.doc , .rtf atau .pdf) dikirim ke email saya (ingat khan?!) paling lambat 13 Juni 2009 dng menyebutkan nama, no. mhs, jurusan, perguruan tinggi pada cover depan esai.

    e. Penilaian jawaban berdasarkan: validitas referensi/sumber (wajib ada daftar referensi), mutu gagasan & solusi, signifikansi esai, format, dan ketepatan batas waktu pengumpulan.

    Thanks, selamat belajar, semoga sukses.

    Pancasila ”Pendongkrak” Ketahanan Bangsa dan Pilpres

    In pEndidikan on Tuesday , 9 June 2009 at 12:00 PM

    PROSES “Kehamilan dan kelahiran” Pancasila sangat luar biasa, kemudian juga tumbuh kembangnya yang subur; namun di umur ‘lansia’ negara ini sepertinya habis manis sepah dibuang, disia-siakan (orang Jakarta bilang, kasihan dech loe). Bukankah Pancasila telah terbukti sebagai unsur penting kearifan lokal dan ketahanan bangsa? Mengapa pada saat pemilu legislatif yang lalu tak terdengar gaungnya? Bagaimana pada kampanye pilpres ini?

    Historis Luar Biasa

    Setelah Budi Oetomo sebagai organisasi (yang berorientasi kemerdekaan) pertama lahir pada tanggal 20 Mei 1908, disusul kemudian Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 “Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa, Satu Tanah Air Indonesia”, maka kemudian pada sekitar Maret tahun 1945 sebagai persiapan (syarat) proklamasi kemerdekaan, Jepang memerintahkan Pemuda Soekarno dkk untuk menyusun dasar negara. Perintah ini sebenarnya bernada pelecehan, menyudutkan (Jawa’ “nglulu”), maka dengan semangat baja bak “rindik asu digitik”, benih-benih kehamilan Pancasila yang telah dikandung Ibu Pertiwi, dikonsepsikan dan disertai target waktu secepatnya, dilahirkanlah Pancasila sebagai dasar negara pada tanggal 1 Juni 1945 yang kemudian disusul dengan proses persiapan dan puncak Peristiwa Sejarah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945; suatu lompatan prestasi sejarah heroik yang luar biasa di saat kritis dan mendesak, mampu merumuskan dasar negara yang dua setengah bulan kemudian berhasil memproklamasikan kemerdekaan. Batang, ranting, daun butir-butir bunga Pancasila pun kemudian tumbuh subur berkembang sehat sebagai primadona pendidikan, pelatihan P4 dan pemersatu bangsa. Bagaimana perjalanan sejarah bangsa ini kemudian?

    Pancasila Kini

    Dirasakan semangat heroik nasionalisme persatuan, semangat kebersamaan, gotong royong, butir-butir Pancasila semakin hari semakin luntur,  bahkan itu juga cenderung terjadi di pelosok desa yang kental dengan semangat budaya gotong royong merti dusunnya. Peristiwa-peristiwa heroik sejarah dan budaya kearifan lokal masa lalu, seakan-akan telah hanyut tertelan zaman.

    Menurut banyak tokoh pengamat, Pancasila sebagai dasar negara secara historis, materi substansi, legal formal, efisiensi operasional sudah final, sehingga kalau saat ini cenderung timbul disharmoni disintegrasi kehidupan sosial budaya masyarakat bangsa, justru kita harus merefleksikan, mengkaji dan menguatkan kembali pelaksanaan implementasi butir-butir Pancasila secara utuh komprehensif, bukan untuk menggugat afektivitasnya atau terlebih untuk menggantinya !! Hal ini sekaligus harus kita sadari bahwa Pancasila sungguh sangat penting sebagai modalitas kepercayaan diri, harga diri martabat kearifan lokal bangsa dan ketahanan nasional kita, dalam mengantisipasi derasnya arus globalisasi dan internasionalisasi budaya ideologis global. Ketahanan Nasional Pancasila adalah pola hidup selaras, serasi, seimbang sebagai kearifan lokal.

    Budaya Toleransi

    Salah satu contoh simpul pendongkrak Pancasila untuk menguatkan kearifan lokal dan ketahanan bangsa tersebut adalah budaya toleransi dan mengendalikan diri. Pancasila menekankan perlunya pengakuan, penghormatan, penghayatan toleransi dan pengendalian diri menjadi perilaku keseharian (budaya) masyarakat yang bhinneka, heterogen, multi kultur, multi religi, multi suku, multi pulau, multi partai, multi golongan, multi lapisan masyarakat, bahkan dalam skala kelompok kecil misalnya kampus adalah perbedaan profesi spesialis, sub spesialis, residen senior, residen junior, bahkan sampai tingkat terbawah dusun, RT menyangkut perbedaan-perbedaan lebih kecil lagi. Lebih dari itu juga diperlukan toleransi dan pengendalian diri terhadap alam, lingkungan, lahan pertanian serta keagungan ciptaan Allah yang lain; terlebih (terutama) pengendalian diri kita yang bersumber secara vertikal untuk menaati, mensyukuri, perintah firman-firman kasih kuasa Allah. Dengan toleransi, pengendalian diri kita bisa membentuk kebersamaan dan kegotong-royongan, kemudian membangun dusun, desa, masyarakat, instansi dan bangsa. Bersatu Kita Teguh Bercerai Kita Runtuh, Nah saat ini bukankah kita cenderung bercerai berai?

    Demikian butir-butir dan simpul-simpul Pancasila yang lain, yang semestinya Pancasila kita implementasikan secara integratif, komprehensif. Kalau pada saat kampanye pemilu legislatif yang lalu, kita tidak banyak mendengar “gaungnya” Pancasila; tentu sangatlah relevan dan signifikan kalau kita (dalam memilih capres-cawapres nanti)  juga menargetkan standar parameter penilaian naluri rasa-rasa keluhuran berAgama, Nasionalisme Pancasila, ekonomi Pancasila, budaya Pancasila, demokrasi Pancasila serta butir-butir Pancasila yang dihayati sekaligus dikampanyekan oleh ketiga pasangan capres-cawapres kita.

    Kita bisa membayangkan sekaligus mengharapkan bahkan meyakinkan, betapa bangsa ini akan sangat kuat apabila para elite politik dan kemudian semua rakyatnya bersatu, bekerja sama membangun bersama! Roh dan kekuatan kita, apalagi kalau bukan Pancasila! Untuk itu bertitik tolak pada peringatan Hari Kelahiran Pancasila 2009 yang sangat monumental karena bersamaan dengan terpilihnya legislatif dan presiden baru nanti, marilah kita hidupkan kembali Pancasila.

    Bersama Kita Pasti Bisa!

    Selamat merefleksikan kembali butir-butir Pancasila dan Selamat memilih Capres-Cawapres yang Pancasilais, dan tentu Selamat mengimplementasikan kembali butir-butir Pancasia dan Selamat menghidupkan kembali Pancasila sebagai budaya bangsa, sehingga ungkapan persatuan dan kesatuan kita menjadi lebih lengkap “Satu Tanah Air, Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa, Satu Budaya….. Indonesia”. *) Dokter JB Soebroto, Panitia Hari Bakti Dokter, Forum Komunikasi Sleman Sehat, Ketua Desa Wisata Sorowulan/Banyu Sumilir. Referensi

    Cuma ada yang sedikit mengganjal saya, terutama soal “pengabdi Pancasila” kalau merujuk pada acara Kongres Pancasila di UGM tanggal 30 Mei s.d. 1 Juni 2009 beberapa waktu lalu. Apa itu? Dengan mata kepala sendiri, saya melihat memang yang hadir banyak sekali, sekitar 400 orang, sayangnya dari total yang hadir saya perkirakan 80% tokoh-tokoh tua, bapak-bapak dan ibi-ibu yang sudah sepuh, di atas 60 tahun-lah yang dominan. Pertanyaan saya, kemanakah kaum mudanya? Apakah Pancasila nggak populer di kalangan generasi muda? Aduh, trenyuh hati ini ….

    Banyak kantin kejujuran merugi?

    In kEwarganegaraan on Tuesday , 9 June 2009 at 9:44 AM

    Salah satu koran yang terbit di Yogyakarta, hari ini memuat berita tentang kondisi kantin kejujuran. Intinya apa?

    Diberitakan, banyak kantin kejujuran di sekolah-sekolah Yogyakarta yang merugi.

    Hho? Saya percaya 100% ini berita benar. Karena mereka anak-anak siapa ya …..?

    Terus, cara menanggulangi hal demikian supaya keadaannya berubah, bagaimana caranya?

    Gampang, ganti saja namanya:

    KANTIN KETIDAKJUJURAN.

    Percaya saya, pasti ada perubahan yang signifikan!

    Episode 2: Mencermati Pidato Barack Husein Obama di Mesir. Cek, Recek dan Reaksi selengkapnya.

    In bLog, country, dEmokrasi, e-goverment, hAm, hIdup, indonesia, informasi, kEwarganegaraan, mAhasiswa, mAnajemen, nUrani, operasi, pEndidikan, readiness, saing, sumber daya, teknologi on Saturday , 6 June 2009 at 8:44 AM

    1. PENGAKUAN KETERLIBATAN AS DALAM KUDETA DI IRAN

    Presiden AS Barack Obama membuat langkah besar rekonsiliasi dengan Iran Kamis ketika ia mengakui keterlibatan AS dalam kudeta 1953 untuk menggulingan pemerintah Perdana Menteri Mohammad Mossadegh. “Di tengah Perang Dingin, AS telah memainkan peran dalam menggulingkan pemerintah Iran yang dipilih secara demokratis,” Obama mengatakan dalam pidato penting pada dunia Muslim di Kairo.

    Itu adalah pertama kalinya presiden AS yang menjabat mengakui secara terbuka keterlibatan AS dalam kudeta tersebut. Badan Intelijen AS, dengan bantuan Inggris, mendalangi kudeta itu setelah Mossadegh menasionalisasi industri minyak, yang dijalankan ketika itu oleh Anglo-Iranian Company milik Inggris. Bagi banyak orang Iran, kudeta itu menunjukkan perbuatan bermuka dua oleh AS, yang menampilkan dirinya sebagai pembela kebebasan tapi tidak ragu-ragu menggunakan metode licik untuk membuang satu pemerintah yang terpilih secara demokratis untuk menyesuaikan dengan kepentingan ekonominya sendiri. Washington terus menjadi pendukung kuat Shah Mohammad Reza Pahlavi, yang terguling dalam Revolusi Islam 1979.

    Hubungan antara kedua negara tersebut putus sejak itu sebagai akibat revolusi itu dan bekas presiden George W. Bush menjadikan pemerintah Teheran bagian dalam “poros kejahatan“nya bersama dengan Irak pimpinan Saddam Hussein dan negara Stalinis Korea Utara. Namun, sejak memegang tampuk pemerintahan awal tahun ini, Obama telah berulang kali membuat tawaran pada Iran di antaranya pembicaraan mengenai program nuklirnya dan masalah lain yang belum selesai.

    Pada Kamis, 4 Juni 2009, Obama tidak menyembunyikan luasnya perbedaan antara kedua pemerintah itu tapi menegaskan kesiapannya untuk berusaha mengatasinya melalui diplomasi. “Selama beberapa tahun, Iran telah menentukan dirinya sebagian dengan penentangannya pada negara saya, dan ada sebetulnya sejarah yang menggemparkan di antara kita,” kata presiden AS itu. “Sejak revolusi Islam, Iran telah memainkan peran dalam aksi penyaderaan dan kekerasan terhadap tentara dan warga sipil AS. Sejarah ini terkenal. Ketimbang terperangkap dalam masa lalu, saya sudah jelaskan pada para pemimpin dan rakyat Iran bahwa negara saya siap untuk melangkah maju. Masalahnya sekarang bukan apakah Iran menentang, tapi lebih pada masa depan yang negara itu ingin bangun,” ujarnya.

    Tak lama setelah pelantikan Obama 20 Januari, Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad menuntut permintaan maaf atas “kejahatan” yang ia katakan AS telah lakukan terhadap Iran, yang dimulai dengan kudeta 1953. Pemimpin Institut Arab-Amerika James Zogby mengatakan bahwa meskipun pengakuan Obama mengenai keterlibatan AS dalam kudeta itu menambah sedikit pada pengetahuan sejarah karena hal tersebut telah diketahui, itu (pengakuan) tetap langkah penting bagi Iran. “Itu tidak mengejutkan,” kata Zogby ketika ditanya mengenai fakta keterlibatan CIA tersebut. Namun, ia menambahkan bahwa pengakuan Obama itu tetap merupakan “pernyataan yang sangat penting.”

    2. LEBIH KIRI DARIPADA CHAVEZ DAN CASTRO?

    Slogan yang ditawarkan Barack Obama ketika berkampanye ‘yes we can‘, ternyata bukan sekadar isapan jempol belaka. Paling tidak hal ini sekarang diakui langsung oleh salah satu musuh Amerika Serikat (AS), Venezuela. Tidak hanya itu, Chavez yang terkenal sebagai salah satu presiden yang berani menetang rezim liberal AS juga menyebut Obama dengan sebutan ‘comrade’, yang merupakan sebutan untuk rekan atau sahabat perjuangan kaum kiri. “Hey, Obama yang baru saja menasionalisasi tidak lebih dan tidak kurang dari General Motors. Kamerad (sahabat) Obama. Fidel, hati-hatilah atau kita akan berakhir di sebelah kanan dia,” sindir Presiden Venezuela Hugo Chavez, seperti dikutip dari reuters, Kamis (4/6/2009). Maksud kalimat ‘di sebelah kanan’ yang dimaksud oleh Chavez bermaksud bahwa Obama saat ini lebih kiri daripada dirinya dan Fidel Castro. Sindiran terhadap Presiden obama tersebut juga disiarkan langsung di televisi waktu setempat.

    Hal tersebut tentu bukan tanpa sebuah alasan pastinya. Sindiran yang diberikan kepada presiden kulit hitam pertama di negeri Paman Sam tersebut menyusul kebijakan Obama mengambilalih General Motors Corp oleh Washington. Langkah Obama dalam mendukung kebangkrutan General Motors Corporation, dikarenakan hal itu merupakan cara bertahan hidup untuk bangkit kembali. Obama juga berharap perusahaan itu segera menyelesaikan proses kebangkrutan di pengadilan pailit, dan pemerintah akan menyuntikkan dana tambahan US$ 30 miliar.

    3. MENUKIL AYAT-AYAT AL QUR’AN, MAKSUDNYA UNTUK APA?

    Presiden AS Barack Obama menukil ayat Alquran pada pidatonya di Universitas Kairo, Mesir, Kamis (4/6). Hal tersebut dikatakannya saat menjelaskan perlunya babak baru untuk membangun hubungan baik antara AS dan muslim di seluruh dunia. “Seperti Kitab Suci Alquran menyatakan kepada kita, Berserahlah kepada Tuhan dan senatiasa katakanlah kebenaran,” ujar Obama. Ia mengatakan hal itu karena menurutnya untuk memulai membangun hubungan baik perlu keterbukaan kedua pihak.

    Obama mengakui, untuk mewujudkannya tidak cukup semalam apalagi hanya dengan pidatonya saja. Ia mengatakan, harus ada keterbukaan antara AS dan dunia Islam untuk membicarakan hal-hal yang selama ini terpendam di dalam hati masing-masing, saling mendengarkan, saling belajar, dan tenggang rasa, untuk menemukan kesamaan. Nukilan ayat Alquran juga dikatakan Obama saat mengajak dunia Islam memerangi teror ektrimis dan menegakkan perdamaian. Menurutnya, tindakan kekerasan yang dilakukan ekstrimis tetap tak bisa dibenarkan termasuk dalam Islam. “Kitab Suci Alquran mengajarkan kepada kita baha barang siapa membunuh seseorang yang tak berdosa, maka seakan-akan ia telah membunuh semua manusia; dan Kitab Suci Alquran juga mengajarkan barang siapa memelihara kehidupan seorang manusia, maka seakan-akan ia telah memelihara kehidupan semua manusia,” ujar Obama.

    4. INDONESIA DIJADIKAN CONTOH KEHIDUPAN PENUH TOLERANSI

    Untuk menggambarkan toleransi beragama, Barack Obama menjadikan pengalamannya di Indonesia semasa kecil sebagai contoh langsung. Hal tersebut diungkapkan Presiden AS tersebut saat berpidato di Universitas Kairo, Mesir, Kamis (4/6). Obama juga sempat menceritakan pengalaman masa kecilnya di Indonesia untuk menggambarkan bahwa hubungan yang didasari nilai-nilai kemanusiaan jauh lebih membangun daripada terus mencari perbedaan. “Saya penganut Kristen. Tapi, ayah saya datang dari keluarga Kenya yang terdapat muslim dari generasi ke generasi. Saat masih anak-anak, saya menghabiskan beberapa tahun di Indonesia dan mendengarkan Azan saat subuh dan saat Matahari terbenam,” kata Obama.

    Ia mengatakan telah mengenal Islam di tiga benua sebelum datang ke tanah kelahirannya. Hal itulah yang menurut Obama menjadi panduannya untuk menentukan bahwa untuk membangun hubungan baik antara AS dengan dunia Islam harus dimulai dari pemahaman apakah Islam itu dan bukan sebaliknya. “Islam dikenal sebagai tradisi toleransinya. Kami melihatnya dalam sejarah Andalusia dan Cordoba selama inkuisisi. Saya melihatnya langsung saat kecil di Indonesia di mana penganut Kristen bebas beribadah di tengah bangsa yang mayoritas muslim,” ujarnya.

    5. DEMOKRASI VERSI OBAMA

    Demokrasi, aturan hukum, kebebasan berbicara, kebebasan beragama, itu semua bukan semata-mata prinsip-prinsip Barat yang diambil negara-negara tersebut, namun lebih sebagai prinsip universal yang bisa mereka anut dan tegaskan sebagai bagian identitas nasional mereka,” kata Obama.

    Episode 1: Mencermati Pidato Barack Husein Obama di Mesir. Transkripsi selengkapnya.

    In bLog, country, dEmokrasi, damai, global, hAm, hIdup, indonesia, informasi, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, mAhasiswa, mAnajemen, pEndidikan, peace, rank, risk, saing, sumber daya, teknologi on Saturday , 6 June 2009 at 8:08 AM

    Kairo, Mesir, 4 Juni 2009

    Terima kasih. Selamat siang. Saya merasa terhormat berada di kota Kairo yang tak lekang oleh waktu, dan dijamu oleh dua institusi yang luar biasa. Selama lebih seribu tahun, Al Azhar telah menjadi ujung tombak pembelajaran Islam, dan selama lebih seabad, Universitas Kairo telah menjadi sumber kemajuan Mesir. Bersama, anda mewakili keselarasan antara tradisi dan kemajuan. Saya berterima kasih atas keramahan anda, dan keramahan rakyat Mesir. Saya juga bangga membawa niat baik rakyat Amerika, dan menyampaikan salam perdamaian dari warga muslim di negara saya: “assalamu’alaikum”.

    Kita bertemu pada saat ada ketegangan besar antara Amerika Serikat dan warga Muslim seluruh dunia – ketegangan yang berakar pada gerak sejarah yang melampaui setiap perdebatan kebijakan yang kini berlangsung. Hubungan antara Islam dan Barat selama berada-abad mencakup koeksistensi dan kerja sama, tapi juga konflik dan peperangan bernuansa agama. Akhir-akhir ini, ketegangan muncul akibat kolonialisme yang menyangkal hak dan peluang bagi banyak warga Muslim, serta Perang Dingin yang membuat banyak negara dengan mayoritas penduduk Muslim diperlakukan sebagai boneka dengan mengabaikan aspirasi mereka. Lebih jauh lagi, perubahan besar yang diusung oleh modernitas dan globalisasi membuat kalangan Muslim menilai Barat bersikap memusuhi Islam.

    Kelompok ekstrimis garis keras telah mengeksploitasi hubungan yang tegang itu, jumlah mereka kecil namun memiliki potensi di kalangan Muslim. Serangan pada 11 September 2001 dan upaya berkelanjutan dari kalangan ekstrimis ini untuk menyerang warga sipil telah membuat sebagian kalangan di negara saya menilai Islam bukan cuma memusuhi Amerika dan negara Barat, melainkan juga hak asasi manusia. Semua ini semakin memupuk rasa takut dan saling tidak percaya.

    Selama hubungan Barat dan Islam ditentukan oleh perbedaan-perbedaan, kita akan memperkuat mereka yang menyebarkan kebencian ketimbang perdamaian, serta memperkuat mereka yang mempromosikan konflik ketimbang kerja sama yang dapat membantu rakyat mencapai keadilan dan kemakmuran. Lingkaran kecurigaan dan permusuhan ini harus kita akhiri.

    Saya datang ke Kairo untuk mengupayakan awal baru antara Amerika Serikat dan Muslim diseluruh dunia, berdasarkan kepentingan bersama dan rasa saling menghormati – dan berlandaskan pada kenyataan bahwa Amerika dan Islam tidaklah eksklusif satu sama lain, dan tidak perlu bersaing. Kedua pihak bertemu dan berbagi prinsip yang sama – yaitu prinsip-prinsip keadilan dan kemajuan; toleransi dan martabat semua umat manusia.

    Saya menyadari perubahan tidak dapat terjadi dalam semalam. Saya tahu banyak harapan terhadap pidato ini, tetapi satu pidato tidak akan mampu menghapus rasa curiga yang terpupuk selama bertahun-tahun, dan dalam waktu singkat siang ini saya juga tidak akan mampu menjawab semua pertanyaan rumit yang membawa kita ke titik ini. Tapi saya percaya bahwa agar bisa melangkah maju, kita harus secara terbuka mengatakan kepada satu sama lain hal-hal yang ada dalam hati kita, dan yang seringkali hanya diungkapkan di belakang pintu tertutup. Harus ada upaya terus menerus untuk mendengarkan satu sama lain; saling belajar satu sama lain; saling menghormati, dan mencari persamaan. Sebagaimana kitab suci Al Qur’an mengatakan, “Ingatlah kepada Allah dan bicaralah selalu tentang kebenaran.” Ini yang akan saya lakukan hari ini – berbicara tentang kebenaran sesuai kemampuan saya, dengan rendah hati oleh tugas di depan kita, dan dengan keyakinan bahwa kepentingan bersama yang kita miliki sebagai umat manusia jauh lebih kuat daripada kekuatan-kekuatan yang memisahkan kita.

    Sebagian dari keyakinan ini berakar dari pengalaman saya pribadi. Saya penganut Kristiani, tapi ayah saya berasal dari Kenya yang turun temurun penganut Muslim. Saat kecil, saya tinggal di Indonesia beberapa tahun dan mendengar lantunan adzan subuh dan maghrib. Ketika muda, saya bekerja di komunitas-komunitas kota Chicago yang banyak anggotanya menemukan martabat dan kedamaian dalam keimanan Islam.

    Sebagai pelajar sejarah, saya juga mengetahui peradaban berhutang besar terhadap Islam. Adalah Islam – di tempat-tempat seperti Universitas Al-Azhar – yang mengusung lentera ilmu selama berabad-abad, dan membuka jalan bagi era Kebangkitan Kembali dan era Pencerahan di Eropa. Adalah inovasi dalam masyarakat Muslim yang mengembangkan urutan aljabar; kompas magnet dan alat navigasi; keahlian dalam menggunakan pena dan percetakan; dan pemahaman mengenai penularan penyakit serta pengobatannya. Budaya Islam telah memberikan kita gerbang-gerbang yang megah dan puncak-puncak menara yang menjunjung tinggi; puisi-puisi yang tak lekang oleh waktu dan musik yang dihargai; kaligrafi yang anggun dan tempat-tempat untuk melakukan kontemplasi secara damai. Dan sepanjang sejarah, Islam telah menunjukkan melalui kata-kata dan perbuatan bahwa toleransi beragama dan persamaan ras adalah hal-hal yang mungkin.

    Saya juga tahu bahwa Islam selalu menjadi bagian dari riwayat Amerika. Negara pertama yang mengakui negara saya adalah Maroko. Saat menandatangani Perjanjian Tripoli pada tahun 1796, presiden kedua kami John Adams menulis, “Amerika Serikat tidaklah memiliki karakter bermusuhan dengan hukum, agama, maupun ketentraman umat Muslim.” Dan sejak berdirinya negara kami, umat Muslim Amerika telah memperkaya Amerika Serikat. Mereka telah berjuang dalam sejumlah peperangan, bekerja dalam pemerintahan, memperjuangkan hak-hak sipil, mengajar di perguruan-perguruan tinggi kami, unggul dalam arena-arena olah raga kami, memenangkan Hadiah Nobel, membangun gedung-gedung kami yang tertinggi, dan menyalakan obor Olimpiade. Dan ketika warga Muslim-Amerika pertama terpilih sebagai anggota Kongres belum lama ini, ia mengambil sumpah untuk membela Konstitusi kami dengan menggunakan Al Quran yang disimpan oleh salah satu Bapak Pendiri kami – Thomas Jefferson – di perpustakaan pribadinya.

    Jadi saya mengenal Islam di tiga benua sebelum datang ke kawasan tempat agama ini pertama kali diturunkan. Pengalaman tersebut memandu keyakinan saya bahwa kemitraan antara Amerika dan Islam harus didasarkan pada apakah Islam itu, bukan pada apakah yang bukan Islam. Dan saya menganggap ini adalah bagian dari tanggung jawab saya sebagai Presiden Amerika Serikat untuk memerangi stereotip negatif tentang Islam di mana pun munculnya.

    Tapi prinsip yang sama harus diterapkan pada persepsi tentang Amerika. Seperti halnya umat Muslim tidak sesuai dengan stereotip yang mentah, Amerika juga bukan stereotip mentah tentang sebuah kekaisaran yang memiliki kepentingan sendiri. Amerika Serikat telah menjadi salah satu sumber kemajuan terbesar yang dikenali dunia. Kami lahir akibat revolusi melawan sebuah kekaisaran. Kami berdiri berdasarkan ide bahwa semua orang diciptakan sama, dan kami telah menumpahkan darah dan berjuang selama berabad-abad untuk memberikan arti kepada kata-kata tersebut – di dalam batas negara kami, dan di sekeliling dunia. Kami terbentuk oleh setiap budaya, yang datang dari setiap sudut bumi, dan berdedikasi pada sebuah konsep sederhana: E pluribus unum: “Dari banyak menjadi satu”.

    Banyak dikatakan menyangkut fakta bahwa seorang Amerika keturunan Afrika dengan nama Barack Hussein Obama dapat terpilih sebagai presiden. Tapi kisah pribadi saya bukanlah sesuatu yang unik. Mimpi akan kesempatan bagi semua belumlah terwujud bagi setiap orang di Amerika, tapi janji itu diberikan bagi semua yang datang ke pantai kami – termasuk hampir tujuh juta warga Muslim Amerika di negara kami saat ini yang memiliki pendapatan dan pendidikan lebih tinggi dari rata-rata.

    Lebih jauh lagi, kebebasan di Amerika tidaklah terpisahkan dari kebebasan menjalankan agama. Itu sebabnya ada masjid di setiap negara bagian di negeri kami, dan ada lebih dari 1200 masjid di dalam batas negara kami. Itu sebabnya pemerintah Amerika telah maju ke pengadilan untuk membela hak wanita dan anak perempuan mengenakan hijab, dan untuk menghukum mereka yang mengingkarinya.

    Jadi janganlah ada keraguan: Islam adalah bagian dari Amerika. Dan saya percaya bahwa Amerika memegang kebenaran dalam dirinya bahwa terlepas dari ras, agama, dan posisi dalam hidup, kita semua memiliki aspirasi yang sama – untuk hidup dalam damai dan keamanan; untuk memperoleh pendidikan dan untuk bekerja dengan martabat; untuk mengasihi keluarga kita, masyarakat kita, dan Tuhan kita. Ini adalah hal-hal yang sama-sama kita yakini. Ini adalah harapan dari semua kemanusiaan.

    Tentu saja, mengenali persamaan kemanusiaan merupakan awal dari tugas kita. Justru ini adalah awal. Kata-kata saja tidak dapat memenuhi kebutuhan rakyat. Kebutuhan baru terpenuhi jika kita bertindak berani di tahun-tahun mendatang; Dan kita harus bertindak dengan pemahaman bahwa tantangan-tantangan yang kita hadapi adalah tantangan bersama, dan kegagalan kita mengatasinya akan merugikan kita semua.

    Karena kita telah belajar dari pengalaman baru-baru ini bahwa ketika sistem keuangan melemah di satu negara, kemakmuran di mana pun ikut dirugikan. Ketika jenis flu baru menulari satu orang, semua terkena risiko. Ketika satu negara membangun senjata nuklir, risiko serangan nuklir bagi semua negara ikut naik. Ketika kelompok ekstrim keras beroperasi di satu rangkaian pegunungan, rakyat di seberang samudera pun ikut menghadapi bahaya. Dan ketika mereka yang tak bersalah di Bosnia dan Darfur dibantai, itu menjadi noda dalam nurani kita bersama. Itulah artinya berbagi dunia di abad ke-21. Inilah tanggung jawab kita kepada satu sama lain sebagai umat manusia.

    Dan ini adalah tanggung jawab yang sulit diemban. Karena sejarah manusia telah merekam berbagai bangsa dan suku yang mencoba menaklukkan satu sama lain demi kepentingan sendiri. Tapi di era baru ini, sikap seperti itu justru akan mengalahkan diri sendiri. Karena saling ketergantungan kita, setiap tatanan dunia yang mengangkat satu bangsa atau sekelompok orang lebih tinggi dari yang lain pada akhirnya akan gagal. Jadi apa pun pikiran kita mengenai masa lalu, kita tidak boleh terperangkap olehnya. Masalah-masalah kita harus ditangani dengan kemitraan; kemajuan harus dibagi bersama.

    Itu tidak berarti kita tidak mengindahkan sumber-sumber ketegangan. Justru yang disarankan adalah sebaliknya: kita harus menghadapi ketegangan-ketegangan ini secara langsung. Dan dalam semangat ini, saya akan berbicara sejelas dan segamblang mungkin mengenai isu-isu spesifik yang saya percaya akhirnya harus kita hadapi bersama.

    Isu pertama yang harus kita hadapi adalah ekstrimisme garis keras dalam semua wujud.

    Di Ankara, saya telah menjelaskan bahwa Amerika tidak sedang – dan tidak akan pernah – berperang dengan Islam. Kami akan, meski demikian, tak lelah-lelahnya melawan kelompok ekstrim keras yang mengancam serius keamanan kami. Karena kami menolak apa yang juga ditolak oleh semua orang beragama: yaitu pembunuhan laki-laki, perempuan, dan anak-anak yang tidak bersalah. Dan adalah tugas saya yang pertama sebagai Presiden untuk melindungi rakyat Amerika.

    Situasi di Afghanistan mendemonstrasikan sasaran-sasaran Amerika dan kebutuhan kita untuk bekerja sama. Lebih tujuh tahun lalu, Amerika Serikat mengejar Al Qaida dan Taliban dengan dukungan internasional yang luas. Kami tidak melakukannya karena ada pilihan, kami melakukannya karena perlu. Saya sadar bahwa sejumlah orang mempertanyakan atau membenarkan peristiwa serangan 11 September. Tapi mari kita perjelas: Al Qaida membunuh hampir 3000 orang pada hari itu. Para korban adalah kaum pria, wanita, dan anak-anak yang tidak bersalah dari Amerika dan banyak negara lain yang tidak berbuat apa-apa untuk melukai orang lain. Tapi Al Qaida memilih untuk dengan kejam membunuh mereka, mengklaim pujian atas serangan tersebut, dan bahkan sekarang menyatakan tekad mereka untuk membunuh lagi dalam skala sangat besar. Mereka memiliki kaki tangan di banyak negara dan sedang mencoba untuk memperluas jangkauan mereka. Ini bukan opini yang dapat diperdebatkan; ini adalah fakta yang harus dihadapi.

    Janganlah salah paham: kami tidak menginginkan tentara kami di Afghanistan. Kami tidak berencana mendirikan basis militer di sana. Sangat menyakitkan bagi Amerika untuk kehilangan nyawa banyak warga pria dan wanita kami. Adalah mahal dan sulit secara politik untuk melanjutkan konflik ini. Kami dengan senang hati akan memulangkan setiap tentara kami jika kami bisa yakin bahwa tidak ada kaum ekstrimis keras di Afghanistan dan Pakistan yang bertekad membunuh sebanyak mungkin orang Amerika sebisa mereka. Tetapi hal itu tidak bukanlah kenyataan yang ada sekarang.

    Itulah sebabnya kami bermitra dengan koalisi 46 negara. Dan meksi biayanya besar, niat Amerika tidak akan melemah. Tak satu pun dari kita yang seharusnya mentoleransi kaum ekstrimis seperti ini. Mereka telah membunuh di banyak negara. Mereka telah membunuh orang dari beragam agama – lebih dari yang lain, mereka telah membunuh umat Muslim. Tindakan-tindakan mereka sangat bertentangan dengan hak umat manusia, kemajuan bangsa-bangsa, dan dengan Islam. Kitab suci Al Quran mengajarkan bahwa siapa yang membunuh orang tak bersalah, maka ia seperti telah membunuh semua umat manusia; dan siapa yang menyelamatkan satu orang; maka ia telah menyelamatkan semua umat manusia. Iman indah yang diyakini oleh lebih semiliar orang sungguh lebih besar daripada kebencian sempit sekelompok orang. Islam bukanlah bagian dari masalah dalam memerangi ekstrimisme keras – Islam haruslah menjadi bagian penting dari penggalakkan perdamaian.

    Kami juga tahu bahwa kekuatan militer saja tidak akan memecahkan masalah di Afghanistan dan Pakistan. Itu sebabnya kami berencana untuk menanam investasi sebesar 1,5 miliar dolar setiap tahun selama lima tahun ke depan untuk bermitra dengan warga Pakistan membangun sekolah, rumah sakit, jalan-jalan, dan usaha, dan ratusan juta untuk membantu mereka yang telah kehilangan tempat tinggal. Dan itu sebabnya kami menyediakan lebih dari 2.8 miliar dolar untuk membantu rakyat Afghanistan membangun ekonomi mereka dan menyediakan jasa-jasa yang dibutuhkan masyarakat.

    Kini saya akan berbicara tentang masalah Irak. Tidak seperti Afghanistan, Irak adalah perang karena pilihan yang telah menimbulkan perbedaan-perbedaan kuat di negara saya dan di dunia. Meski saya percaya bahwa rakyat Irak pada akhirnya lebih baik tanpa tirani Saddam Hussein, saya juga percaya bahwa peristiwa-peristiwa di Irak telah mengingatkan Amerika tentang perlunya menggunakan diplomasi dan membangun konsensus untuk mengatasi masalah-masalah kita kapan pun memungkinkan. Kita bahkan dapat mengingat kata-kata salah satu presiden terbesar kami, Thomas Jefferson, yang mengatakan: “Saya berharap kebijakan kita akan bertambah sejalan dengan kekuatan kita, dan mengajarkan kita bahwa semakin sedikit kita menggunakan kekuatan, justru semakin besar kekuatan itu.”

    Hari ini Amerika memiliki dua tanggung jawab: yaitu untuk membantu Irak membangun masa depan yang lebih baik, dan untuk menyerahkan Irak ke tangan rakyat Irak. Saya telah menjelaskan kepada warga Irak bahwa kami tidak berencana mendirikan basis di sana, dan tidak mengklaim baik teritori maupun sumber daya mereka. Kedaulatan Irak ada di tangan mereka sendiri. Itu sebabnya saya memerintahkan pencabutan brigade-brigade tempur kami sampai bulan Agustus mendatang. Itu sebabnya kami akan menghormati kesepakatan kami dengan pemerintah Irak yang terpilih secara demokratis untuk menarik pasukan tempur dari kota-kota Irak pada Juli mendatang, dan untuk memulangkan semua tentara kami dari Irak pada tahun 2012. Kami akan membantu Irak melatih Tentara Keamanan dan membangun ekonominya. Tapi kami akan mendukung Irak yang aman dan bersatu sebagai mitra, dan tidak pernah sebagai pelindung.

    Dan akhirnya, seperti halnya Amerika tidak pernah bisa mentoleransi kekerasan oleh kaum ekstrimis, kami tidak pernah boleh mengompromikan prinsip-prinsip kami. Serangan 11 September adalah trauma besar bagi negara kami. Rasa takut dan marah yang muncul karenanya bisa dipahami, tapi dalam sejumlah kasus, itu telah membuat kami bertindak berlawanan dengan pemikiran-pemikiran kami. Kami sedang mengambil langkah-langkah konkret untuk mengubah arah. Saya telah sepenuhnya melarang praktik penyiksaan oleh Amerika Serikat, dan saya telah memerintahkan penutupan penjara di Teluk Guantanamo awal tahun depan.

    Jadi Amerika akan membela diri, dengan menghormati kedaulatan bangsa-bangsa dan aturan hukum. Dan kami akan melakukannya dalam kemitraan dengan masyarakat-masyarakat Muslim yang juga terancam. Semakin cepat kaum ekstrimis diisolasi dan diusir dari dalam masyarakat-masyarakat Muslim, semakin cepat kita semua akan menjadi selamat.

    Sumber ketegangan besar yang kedua yang perlu kita diskusikan adalah situasi antara warga Israel, Palestina, dan dunia Arab.

    Ikatan yang kuat antara Amerika dan Israel telah banyak diketahui. Ikatan ini tidak dapat dipatahkan. Ini lahir berdasarkan ikatan budaya dan sejarah, serta pengakuan bahwa aspirasi atas sebuah tanah air Yahudi berakar dari sebuah sejarah tragis yang tidak bisa diingkari.

    Di seantero dunia, kaum Yahudi telah ditindas selama berabad-abad, dan anti-Semitisme di Eropa memuncak dalam peristiwa Holocaust yang tidak pernah ada sebelumnya. Besok saya akan mengunjungi Buchenwald yang menjadi bagian dari jaringan kamp-kamp tempat kaum Yahudi diperbudak, disiksa, ditembak, dan digas hingga tewas oleh Third Reich. Enam juta orang Yahudi terbunuh – lebih banyak dari seluruh populasi Yahudi di Israel hari ini. Mengingkari fakta tersebut adalah tidak berdasar, bodoh, dan penuh kebencian. Mengancam Israel dengan penghancuran – atau mengulangi stereotip keji tentang umat Yahudi – sungguh sangat salah dan hanya akan membangkitkan kembali ingatan yang terperih di benak umat Yahudi sembari mencegah perdamaian yang patut dimiliki rakyat di kawasan ini.

    Di sisi lain, tidak bisa diingkari bahwa rakyat Palestina – baik yang Muslim maupun yang Kristen – telah menderita dalam perjuangan memperoleh tanah air. Lebih dari enam puluh tahun, mereka telah merasakan sakitnya tidak memiliki tempat tinggal. Banyak yang menunggu di kamp-kamp pengungsi di Tepi Barat, Gaza, dan tanah-tanah tetangga untuk sebuah kehidupan yang damai dan aman yang belum pernah mereka jalani. Mereka menerima hinaan setiap hari – besar dan kecil – yang hadir bersama pendudukan. Jadi janganlah ada keraguan: situasi yang dihadapi rakyat Palestina tidaklah dapat ditoleransi. Amerika tidak akan bersikap tidak acuh terhadap aspirasi sah Palestina atas martabat, kesempatan, dan sebuah negara milik mereka sendiri.

    Selama beberapa dekade, yang ada hanyalah jalan buntu: Dua rakyat dengan aspirasi yang sah, masing-masing memiliki sejarah menyakitkan yang membuat kompromi sulit dilakukan. Adalah mudah untuk menuding – rakyat Palestina menuding hilangnya tempat tinggal akibat berdirinya negara Israel, dan rakyat Israel menuding permusuhan yang terus menerus dan serangan dari dalam batas negaranya sendiri dan dari luar sepanjang sejarah negara tersebut. Tapi jika kita melihat konflik ini hanya dari satu sisi mana pun, maka kita akan dibutakan dari kebenaran: satu-satunya resolusi adalah aspirasi kedua pihak diwujudkan melalui dua negara, di mana rakyat Israel dan Palestina masing-masing hidup dalam damai dan keamanan. (tepuk tangan)

    Ini adalah kepentingan Israel, kepentingan Palestina, dan kepentingan Amerika. Itu sebabnya saya berniat untuk secara pribadi mengejar hasil ini, dengan segala kesabaran yang dituntut oleh tugas ini. (tepuk tangan) Kewajiban-kewajiban yang telah disepakati pihak-pihak menurut Peta Jalan telah jelas. Supaya perdamaian terwujud, waktunya bagi mereka – dan bagi kita semua – untuk melakukan tanggung jawab kita.

    Warga Palestina harus meninggalkan kekerasan. Perlawanan lewat kekerasan dan pembunuhan adalah salah dan tidak akan berhasil. Selama berabad-abad, rakyat kulit hitam di Amerika menderita hentakan pecut sebagai budak dan penghinaan akibat pemisahan berdasarkan warna kulit. Tetapi bukan kekerasan yang memenangkan hak-hak persamaan sepenuhnya. Sebuah tuntutan damai namun penuh tekad bagi realisasi kondisi ideal yang merupakan inti dari pendirian Amerika. Kisah sama ini juga diceritakan oleh rakyat mulai dari Afrika Selatan sampai Asia Selatan; dari Eropa Timur sampai Indonesia. Sebuah kisah yang mengandung kebenaran yang sederhana: bahwa kekerasan merupakan sebuah jalan buntu. Bukanlah sebuah tanda keberanian atau kekuasaan kalau menembak roket ke anak-anak yang sedang tidur, atau meledakkan perempuan tua di dalam bis. Itu bukanlah cara untuk mengklaim moralitas; namun itu merupakan cara untuk menghilangkannya.

    Kini waktunya untuk warga Palestina memusatkan perhatian kepada apa yang bisa mereka bangun. Penguasa Palestina harus mengembangkan kemampuan untuk memerintah, dengan institusi yang melayani kebutuhan rakyatnya. Hamas memiliki dukungan di sebagian kalangan rakyat Palestina, tetapi mereka juga punya tanggung jawab. Guna memainkan peran yang memenuhi aspirasi rakyat Palestina, dan untuk mempersatukan rakyat Palestina, Hamas harus mengakhiri kekerasan, menghormati persetujuan di masa lalu dan mengakui hak eksistensi Israel.

    Secara bersamaan, rakyat Israel harus mengakui bahwa sebagaimana hak Israel untuk eksis tidak bisa dibantah, demikian pula halnya dengan hak Palestina. Amerika Serikat tidak menerima keabsahan dari mereka yang berniat melenyapkan Israel ke dalam laut, tetapi kami juga tidak menerima keabsahan dari penerusan pembangunan pemukiman (tepuk tangan) Yahudi. Pekerjaan konstruksi ini melanggar persetujuan sebelumnya dan melemahkan usaha mencapai perdamaian. Sudah tiba waktunya pembangunan pemukiman ini dihentikan. (tepuk tangan)

    Israel harus memenuhi kewajibannya untuk memastikan rakyat Palestina bisa hidup dan bekerja serta membangun masyarakat mereka. Selain menghancurkan banyak keluarga Palestina, terus berlangsungnya krisis kemanusiaan di Gaza juga tidak memperkuat keamanan Israel; begitu pula halnya dengan terus berlangsungnya kelangkaan peluang di Tepi Barat. Kemajuan dalam kehidupan sehari-hari rakyat Palestina harus menjadi bagian dari peta jalan menuju perdamaian, dan Israel harus mengambil langkah-langkah konkrit untuk memberdayakan kemajuan semacam itu.

    Akhirnya, Negara-Negara Arab harus menyadari bahwa Inisiatif Perdamaian Arab merupakan awal yang penting, tetapi bukan akhir dari tanggung jawab mereka. Konflik Arab – Israel tidak bisa lagi dipakai untuk mengalihkan perhatian rakyat negara-negara Arab dari masalah-masalah lainnya. Sebaliknya, konflik itu harus menjadi penggerak untuk membantu rakyat Palestina mengembangkan institusi yang akan melanggengkan negara mereka; mengakui hak Israel; serta memilih kemajuan ketimbang fokus pada masa lalu yang begitu melemahkan.

    Amerika akan menyesuaikan kebijakannya dengan mereka yang memperjuangkan perdamaian dan mengatakan secara terbuka apa yang kami katakan secara pribadi kepada warga Israel, Palestina, dan Negara-Negara Arab. (tepuk tangan) Kita tidak bisa memaksakan perdamaian. Tetapi secara pribadi, banyak orang Muslim menyadari bahwa Israel tidak akan lenyap; juga banyak orang Israel menyadari perlunya kehadiran sebuah negara Palestina. Waktunya sudah tiba bagi kita untuk bertindak berdasarkan apa yang oleh setiap orang diketahui merupakan hal yang benar.

    Terlalu banyak air mata sudah diteteskan. Terlalu banyak darah sudah ditumpahkan. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk berjuang menciptakan sebuah masa dimana para ibu Israel dan Palestina bisa menyaksikan anak-anak mereka tumbuh tanpa ketakutan; masa dimana Tanah Suci dari ketiga agama besar merupakan tempat perdamaian yang diinginkan Allah; masa dimana Jerusalem merupakan tempat tinggal aman dan langgeng bagi orang Yahudi dan Kristen dan Muslim, dan merupakan sebuah tempat untuk semua keturunan Abraham hidup bersama secara damai sebagaimana dikisahkan dalam ISRA, ketika Musa, Yesus dan Muhammad (damai bersama mereka) bergabung dalam ibadah doa. (tepuk tangan)

    Sumber ketegangan ketiga adalah kepentingan kita bersama sehubungan hak-hak dan tanggung jawab negara-negara atas senjata nuklir.

    Isu ini menjadi sumber ketegangan baru-baru ini antara Amerika dan Republik Islam Iran. Selama bertahun-tahun, Iran mendefinisikan dirinya sebagian lewat oposisinya terhadap negara saya, dan memang ada sejarah yang kacau di antara kami. Di tengah-tengah Perang Dingin, Amerika memainkan peran dalam penggulingan pemerintah Iran yang terpilih secara demokratik. Sejak Revolusi Islam, Iran telah memainkan peran dalam tindak penyanderaan dan kekerasan terhadap pasukan dan warga sipil Amerika. Sejarah ini diketahui secara luas. Daripada terperangkap dalam masa lalu, saya telah menjelaskan kepada para pemimpin dan rakyat Iran bahwa negara saya siap untuk melangkah maju. Pertanyaannya kini, bukanlah apa yang ditentang Iran, tetapi masa depan apa yang ingin dibangunnya.

    Sulit untuk mengatasi puluhan tahun ketidakpercayaan, tetapi kami akan maju dengan keberanian, kebenaran dan tekad. Banyak isu yang harus dibahas oleh kedua negara kita, dan kami siap melangkah maju tanpa prasyarat namun didasarkan pada sikap saling menghormati. Tetapi jelas bagi semua pihak yang berkepentingan bahwa dalam soal senjata nuklir kita telah mencapai titik yang menentukan. Ini bukan sekedar terkait kepentingan Amerika, ini berhubungan dengan pencegahan perlombaan senjata nuklir yang bisa menyebabkan wilayah ini terjerumus ke dalam jalur sangat berbahaya dan menghancurkan tatanan non-proliferasi global.

    Saya memahami mereka yang memprotes bahwa beberapa negara memiliki senjata sementara yang lainnya tidak. Tak satupun negara bisa menentukan negara-negara mana yang boleh memiliki senjata nuklir. Itulah sebabnya saya secara kuat mempertegas komitmen Amerika untuk mengusahakan sebuah dunia di mana tak satu pun negara memiliki senjata nuklir. (tepuk tangan) Dan setiap negara – termasuk Iran – harus punya akses ke energi nuklir untuk tujuan damai apabila ia patuh pada tanggung jawabnya dibawah Persetujuan Non-Proliferasi Nuklir. Komitmen itu merupakan inti dari Persetujuan itu, dan harus diberikan kepada semua pihak yang mematuhinya.

    Isu keempat yang akan saya tanggapi adalah demokrasi.

    Saya percaya pada sebuah sistem pemerintahan yang memberi hak bersuara kepada rakyatnya, dan yang menghormati penegakan hukum serta hak untuk semua manusia. Saya tahu bahwa ada kontroversi tentang penggalakkan demokrasi dalam tahun-tahun terakhir ini, dan sebagian dari kontroversi ini terkait dengan perang di Irak. Saya perjelas: sistem pemerintahan apa pun tidak bisa dipaksakan kepada sebuah negara oleh negara lainnya.

    Tetapi hal itu tidak mengurangi komitmen saya kepada negara-negara yang mencerminkan keinginan rakyatnya. Setiap negara menghidupkan prinsip-prinsipnya dengan caranya sendiri, yang berasal dari tradisi rakyatnya. Amerika tidak berpretensi tahu apa yang terbaik untuk semua orang, sebagaimana juga kami tidak berpretensi bahwa kami bisa menentukan hasil dari sebuah pemilihan damai. Tetapi saya memiliki keyakinan yang tidak bisa ditawar-tawar lagi bahwa semua orang merindukan hal-hal tertentu: Kemampuan untuk mengungkapkan pendapat dan ikut menentukan bagaimana bentuk pemerintahan; mempercayai penegakan hukum dan penyelenggaraan keadilan yang sama untuk setiap orang; pemerintahan yang transparan dan tidak mencuri dari rakyatnya; kebebasan untuk hidup sesuai pilihan masing-masing. Itu bukan sekedar ide-ide Amerika, itu adalah hak asasi manusia dan oleh karena itu kami akan mendukungnya di mana saja.

    Tak ada garis lurus untuk menciptakan janji itu. Tetapi yang jelas adalah: pemerintahan-pemerintahan yang melindungi hak-hak ini pada akhirnya akan lebih stabil, sukses dan aman. Tak ada garis lurus untuk menciptakan janji itu. Tetapi yang jelas adalah: Memberangus ide-ide tidak pernah berhasil melenyapkannya. Amerika menghormati hak-hak dari semua suara damai dan patuh hukum agar didengar di seluruh dunia meskipun kita tidak sepakat dengan mereka. Dan kami menyambut gembira semua pemerintahan terpilih dan damai – asalkan mereka memerintah dengan menghormati rakyatnya. Dimanapun kekuasaan itu berada, pemerintahan dari rakyat dan untuk rakyat merupakan standar tunggal untuk semua fihak yang memegang kekuasaan,

    Butir ini penting karena ada yang memperjuangkan demokrasi hanya pada saat mereka tidak berkuasa; setelah berkuasa, mereka secara keji memberangus hak-hak orang lain. (tepuk tangan) Di manapun kekuasaan itu berada, pemerintahan dari rakyat dan untuk rakyat merupakan standar tunggal untuk semua pihak yang memegang kekuasaan. anda harus mempertahankan kekuasaan lewat konsensus, bukan pemaksaan; anda harus menghormati hak-hak minoritas, dan berpartisipasi dalam semangat toleransi dan kompromi, anda harus mendahulukan kepentingan rakyat anda dan usaha sah dari proses politik di atas kepentingan partai. Tanpa ramuan ini pemilihan saja tidak akan menciptakan demokrasi yang murni.

    Isu kelima yang harus kita tanggapi bersama adalah kebebasan beragama.

    Islam memiliki sebuah tradisi toleransi yang patut dibanggakan. Kita menyaksikan hal ini dalam sejarah Andalusia dan Kordoba. Saya menyaksikan hal itu langsung ketika masih kanak-kanak di Indonesia, di mana warga Kristen yang saleh bebas beribadah di sebuah negara yang mayoritas penduduknya Muslim. Itulah semangat yang kita butuhkan kini. Orang di setiap negara harus bebas memilih dan menjalankan keyakinan mereka berdasarkan keyakinan pikiran, hati dan jiwa. Toleransi ini penting agar agama bisa berkembang, tetapi juga ditantang dengan berbagai cara.

    Di kalangan Muslim tertentu ada kecenderungan yang merisaukan, yakni mengukur kedalaman keyakinan diri sendiri lewat penolakan keyakinan orang lain. Kebhinekaan agama yang memperkaya harus ditegakkan – apakah itu kelompok Maronit di Lebanon atau Koptik di Mesir. (tepuk tangan) Dan garis pemisah juga harus dihilangkan di antara warga Muslim, sebagaimana perpecahan antara Sunni dan Syiah telah mengakibatkan kekerasan yang tragis, khususnya di Irak.

    Kebebasan beragama penting bagi kemampuan rakyat hidup bersama. Kita harus senantiasa menelaah cara-cara yang kita pakai untuk melindunginya. Misalnya, di Amerika Serikat, peraturan sumbangan amal telah mempersulit warga Muslim untuk memenuhi kewajiban agama mereka. Itulah sebabnya saya bertekad untuk bekerja sama dengan warga Muslim Amerika guna memastikan mereka bisa memenuhi zakat.

    Juga penting agar negara-negara Barat mencegah larangan kepada warganegara Muslim untuk mempraktikkan agama sesuai kehendak mereka – misalnya, dengan mendikte pakaian apa yang boleh dikenakan seorang perempuan Muslim. Sederhananya, kita tidak bisa menyembunyikan ketidaksenangan terhadap agama apapun lewat alasan liberalisme.

    Keyakinan seharusnya mempersatukan kita. Itulah sebabnya kami mengikhtiarkan proyek-proyek di Amerika yang mempertemukan warga Kristen, Muslim dan Yahudi. Itulah sebabnya kami menyambut gembira usaha dialog Antar Agama Raja Abdullah dan kepemimpinan Turki dalam Aliansi Keberadaban. Di seluruh dunia kita bisa memanfaatkan dialog menjadi pelayanan Antar Keyakinan, sehingga jembatan di antara berbagai rakyat mengarah pada tindakan – apakah itu berupa perang melawan malaria di Afrika atau menyediakan bantuan bencana alam.

    Isu keenam yang ingin saya tanggapi adalah hak-hak perempuan.

    Saya tahu ada perdebatan tentang isu ini. Saya menolak pandangan beberapa pihak di Barat bahwa perempuan yang memilih untuk menutupi rambutnya seakan-akan tidak memiliki persamaan hak, tetapi saya juga berpendapat bahwa seorang perempuan yang tidak bisa menikmati pendidikan tidak diberi kesamaan hak. Dan bukan kebetulan bahwa negara-negara di mana kaum perempuannya terdidik secara baik juga makmur.

    Saya perjelas: isu-isu mengenai persamaan hak perempuan bukan semata-mata merupakan isu untuk Islam. Di Turki, Pakistan, Bangladesh dan Indonesia, kita saksikan di negara-negara yang mayoritas penduduknya Muslim, mereka memilih seorang perempuan untuk memimpin. Sementara itu, perjuangan bagi persamaan hak perempuan masih terus merupakan aspek dalam kehidupan di Amerika, dan di negara-negara di seluruh dunia. Itulah sebabnya Amerika akan bermitra dengan setiap negara yang mayoritas penduduknya Muslim guna mendukung perluasan pemberantasan buta huruf untuk perempuan, dan membantu perempuan muda memperjuangkan pekerjaan lewat pinjaman untuk usaha kecil yang membantu rakyat merealisasikan cita-cita mereka.

    Saya yakin putri-putri kita bisa menyumbang kepada masyarakat setara seperti putra-putra kita, (tepuk tangan) dan kemakmuran kita bersama bisa dimajukan dengan memberi kesempatan kepada semua orang – laki-laki dan perempuan – mencapai potensi mereka sepenuhnya. Saya berpendapat perempuan tidak harus membuat pilihan sama seperti laki-laki agar mencapai kesamaan, dan saya menghormati perempuan yang memilih peran tradisional dalam menjalankan kehidupan mereka. Tetapi hal itu haruslah merupakan pilihan mereka sendiri.

    Akhirnya, saya ingin membahas pembangunan ekonomi dan kesempatan.

    Saya tahu untuk banyak kalangan, wajah globalisasi bertentangan. Internet dan televisi bisa mengantarkan pengetahuan dan informasi, tetapi juga seksualitas yang bersifat ofensif dan kekerasan tak berperi kemanusiaan. Perdagangan bisa menciptakan kekayaan dan peluang baru, tetapi juga gangguan dan perubahan di masyarakat. Di semua negara – termasuk negara saya – perubahan ini bisa menyebabkan ketakutan. Ketakutan karena akibat modernitas kita kehilangan kendali atas pilihan ekonomi kita, politik kita dan yang terpenting, identitas kita – hal-hal yang paling kita hargai dari masyarakat kita, keluarga kita, tradisi kita dan keyakinan kita.

    Tetapi saya juga tahu kemajuan manusia tidak bisa ditampik. Tidak perlu ada kontradiksi antara pembangunan dan tradisi. Negara seperti Jepang dan Korea Selatan membina ekonomi mereka sambil tetap mempertahankan budaya mereka. Hal yang sama juga berlaku pada kemajuan mengagumkan dalam Islam mulai dari Kuala Lumpur sampai ke Dubai. Di masa kuno dan di masa kita, masyarakat Muslim membuktikan bahwa mereka mampu berada di garis depan inovasi dan pendidikan.

    Ini penting karena tak ada strategi pembangunan yang semata-mata didasarkan pada apa yang dihasilkan tanah, dan strategi pembangunan juga tidak bisa dipertahankan kalau generasi mudanya tidak memiliki pekerjaan. Banyak Negara Teluk menikmati kekayaan sebagai akibat penghasilan minyaknya, dan beberapa sudah mulai memusatkan perhatian pada pembangunan yang lebih luas. Tetapi kita semua harus menyadari bahwa pendidikan dan inovasi akan menjadi faktor penentu dari abad ke 21. (tepuk tangan) dan di banyak masyarakat Muslim masih kekurangan investasi dalam bidang-bidang ini..Saya tekankan hal itu di negara saya. Dan sementara Amerika di masa lalu memusatkan perhatian pada minyak dan gas alam di bagian dunia ini, kami kini menghendaki hubungan yang lebih luas.

    Dalam pendidikan, kami akan memperluas program pertukaran dan memperbanyak bea siswa, seperti yang mengantar ayah saya ke Amerika, sementara juga mendorong lebih banyak warga Amerika untuk belajar di tengah masyarakat Muslim. Dan kami akan menempatkan siswa-siswa Muslim yang menjanjikan di tempat-tempat magang di Amerika; melakukan investasi dalam pembelajaran online untuk guru-guru dan anak-anak di seluruh dunia; dan menciptakan jaringan online baru, sehingga seorang remaja di Kansas mampu berkomunikasi langsung dengan remaja di Kairo.

    Dalam rangka pembangunan ekonomi, kami akan menciptakan sebuah korps relawan bisnis baru untuk bermitra dengan counterpartnya di negara-negara yang mayoritas penduduknya Muslim. Dan saya akan menyelenggarakan KTT Kewiraswastaan tahun ini untuk mengidentifikasi bagaimana kita bisa mempererat hubungan antara pemimpin bisnis, yayasan dan wiraswasta sosial di Amerika dan masyarakat Muslim di seluruh dunia.

    Dalam bidang sains dan teknologi, kami akan meluncurkan sebuah dana baru untuk mendukung pembangunan teknologi di negara-negara yang mayoritas penduduknya Muslim, dan membantu mentransfer ide-ide ke pasar-pasar sehingga tercipta lapangan pekerjaan. Kami akan membuka pusat keunggulan sains di Afrika, Timur Tengah dan Asia Tenggara serta mengangkat Utusan Sains baru untuk bekerja sama dalam program-program yang mengembangkan sumber energi baru, menciptakan lapangan pekerjaan hijau, digitalisasi catatan, air bersih dan menumbuhkan tanaman panen baru. Dan hari ini saya mengumumkan sebuah usaha global baru bersama Organisasi Konferensi Islam guna memberantas polio. Dan kita juga akan memperluas kemitraan dengan masyarakat Muslim guna menggalakkan kesehatan anak dan ibu.

    Semua ini harus dilakukan lewat kemitraan. Rakyat Amerika siap bergabung dengan warganegara dan pemerintahan; organisasi kemasyarakatan, pemimpin agama dan bisnis di masyarakat Muslim diseluruh dunia guna membantu rakyat kita memperjuangkan kehidupan yang lebih baik.

    Isu-isu yang telah saya uraikan tidak mudah ditanggapi. Tetapi kita punya tanggung jawab untuk bergabung demi memperjuangkan dunia yang kita cita-citakan – sebuah dunia di mana ekstremis tidak lagi mengancam rakyat kita, dan pasukan Amerika bisa pulang; sebuah dunia di mana rakyat Israel dan Palestina masing-masing memiliki negara mereka sendiri yang aman, dan energi nuklir dipergunakan untuk tujuan damai; sebuah dunia di mana pemerintahan melayani warganegaranya serta hak-hak dari semua umat Allah dihormati. Ini merupakan kepentingan bersama. Itulah dunia yang kita cita-citakan, tetapi hal itu hanya kita bisa capai bersama.

    Saya tahu ada banyak – Muslim dan non-Muslim – yang mempertanyakan apakah kita bisa membina permulaan baru ini. Beberapa ingin menghasut api perpecahan, dan menghalangi kemajuan. Beberapa mengatakan hal ini tidak ada gunanya – bahwa kita sudah ditakdirkan untuk berseteru dan berbagai peradaban ditakdirkan beradu. Banyak lagi yang sekedar skeptis bahwa perubahan nyata bisa terselenggara. Begitu banyak ketakutan, begitu banyak ketidak percayaan. Tetapi kalau kita memilih untuk terperangkap dalam masa lalu maka kita tidak pernah akan melangkah maju. Dan saya secara khusus ingin mengatakan kepada generasi muda dari setiap kepercayaan, di setiap negara – anda, lebih dari orang lain, memiliki kemampuan untuk menata kembali dunia, menyusun kembali dunia.

    Kita semua menghuni dunia ini untuk waktu yang singkat. Pertanyaannya adalah apakah kita melewatkan waktu itu terpusat pada hal-hal yang memecah belah kita, atau apakah kita mendedikasikan diri pada usaha – usaha berkesinambungan – untuk mencapai kesamaan, memusatkan perhatian pada masa depan bagi anak-anak kita dan menghargai harga diri semua insan manusia.

    Hal-hal ini tidaklah mudah. Lebih mudah memulai perang ketimbang menghentikannya. Lebih mudah menuduh pihak lain ketimbang melakukan introspeksi diri; untuk melihat apa yang berbeda pada diri seseorang ketimbang menemukan kesamaan kita. Tetapi ada pula sebuah aturan yang merupakan inti setiap agama – bahwa kita memperlakukan orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan oleh mereka. Kebenaran ini berlaku lintas negara dan lintas rakyat – sebuah keyakinan yang tidak baru, yang tidak hitam atau putih atau coklat; bukan kebenaran Kristen, atau Muslim atau Yahudi. Ini merupakan keyakinan yang berdetak dalam dari buaian keberadaban, dan masih tetap berdetak dalam jantung miliaran manusia. Ini merupakan rasa percaya pada orang lain, dan hal itulah yang membawa saya kesini hari ini.

    Kita memiliki kekuatan untuk menciptakan dunia yang kita cita-citakan, tetapi hanya apabila kita punya keberanian untuk memasuki awal yang baru, sambil ingat pada apa yang tertulis.

    Kitab Suci Al Quran mengatakan, “Wahai manusia! Sesungguhnya kami telah ciptakan kamu sekalian dari jenis laki-laki dan perempuan dan menjadikan kamu sekalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling kenal mengenal…

    Talmud mengatakan kepada kita: “Seluruh Torah adalah untuk maksud menggalakkan perdamaian.”

    Kitab Suci Injil mengatakan pada kita, “Diberkatilah pencipta perdamaian, karena mereka akan disebut putra-putra Allah.”

    Rakyat seluruh dunia bisa hidup bersama dalam damai. Kita tahu itu merupakan visi Allah. Kini, itu menjadi kewajiban kita di Dunia. Terima kasih. Dan semoga damai Allah bersama anda. Terima kasih banyak. Terima kasih. Referensi

    Indonesia tetap paling menarik untuk investasi ……

    In anggaran, bLog, e-goverment, eValuasi, global, hAm, hIdup, hunger, indonesia, informasi, kEwarganegaraan, mAnajemen, pEndidikan, pEringkat iNdonesia, pOlitik, rank, sumber daya, teknologi on Friday , 5 June 2009 at 11:00 AM

    Hingga akhir Mei 2009, Indonesia tetap mencatat sebagai tempat investasi portofolio paling menguntungkan di kawasan regional. Penurunan BI Rate yang intensif sejak akhir tahun lalu tidak signifikan mengurangi daya tarik instrumen investasi di dalam negeri. Laporan Tinjauan Moneter Juni 2009 yang dirilis Bank Indonesia menunjukkan, selisih imbal hasil (yield spread) antara surat utang negara (SUN) dan US Treasury per akhir Mei 2009 mencapai 6,95 persen, tertinggi di Asia. Filipina di urutan kedua sebesar 4,36 persen, Thailand, Malaysia, dan Singapura di bawah 1 persen.

    Yield spread antara Indonesia global bond dan US T-Note 10 tahun juga masih tinggi, mencapai 4,32 persen. Secara umum, selisih suku bunga dalam negeri dan luar negeri (uncovered interest rate parity/ UIP) masih sangat menarik, mencapai 7,45 persen. Bahkan, covered interest rate parity (CIP) atau selisih suku bunga setelah memperhitungkan premi risiko meningkat dari 2,57 persen pada April 2009 menjadi 3,13 persen. Posisi CIP Indonesia melampaui Filipina dan Korea. Kepala Ekonom Bank Mandiri Mirza Adityaswara, Kamis (4/6) di Jakarta, mengatakan, selisih suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) satu bulan dengan London Interbank Offer Rate (Libor) saat ini mencapai 6,68 persen, jauh lebih besar dibandingkan pada Juni 2007 yang hanya 3,2 persen. ”Maka dari itu, suku bunga rupiah seharusnya masih bisa diturunkan asalkan inflasi juga turun,” kata Mirza.

    Kepala Ekonom BNI Tony Prasetiantono mengatakan, sekurangnya ada dua daya tarik investasi portofolio, yaitu imbal hasil yang tinggi dan stabilitas ekonomi dan politik negara. Imbal hasil yang menarik membuat investor asing terus menyerbu surat berharga negara (SBN). Selama Mei 2009, total net beli asing mencapai Rp 3,7 triliun, naik dari bulan sebelumnya, Rp 3,3 triliun.

    Permasalahannya, gimana cara menarik investor yang lebih banyak lagi?

    HDI Indonesia masih berada di peringkat 109 lho ….

    In bLog, daya, e-goverment, eKsekutif, global, hAm, hIdup, indonesia, informasi, kEluarga, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, pEndidikan, pEringkat iNdonesia, sumber daya, survai, teknologi on Friday , 5 June 2009 at 9:48 AM

    Berdasarkan hasil survei tingkat Human Development Index (HDI) atau indeks pembangunan manusia di 179 negara di dunia, Indonesia hanya menempati urutan 109. Hasil survei tersebut dilakukan tahun 2006 dan dikeluarkan pada 18 Desember 2008. Urutan pertama diduduki Negara Islandia. Sementara negara tetangga,Philipina berada di urutan 102, Thailand urutan 81,dan Malaysia urutan 63. Untuk urutan lengkap silakan lihat disini. Sementara menurut UNDP HDR 2009 akan diluncurkan bulan Oktober 2009 yang akan datang.

    HDI mengukur tiga dimensi dasar manusia, yakni panjang umur dan menjalani hidup sehat yang diukur dari usia harapan hidup, terdidik yang diukur dari tingkat kemampuan baca tulis orang dewasa dan tingkat pendaftaran di sekolah dasar, menengah, dan lanjutan, serta tingkat standar kehidupan yang layak diukur dengan Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita. Dengan mengetahui HDI, dapat digunakan untuk menentukan ranking kesejahteraan suatu bangsa dibandingkan bangsa-bangsa lainnya. Konsep HDI, dikembangkan oleh ekonomi Pakistan Mahbub UL Haq pada tahun 1990. Sejak tahun 1993 dipergunakan Program Pembangunan PBBB atau United Nations Development Programme` (UNDP) dalam menyusun laporan pembangunan manusia.

    Jadi, masih perlu kerja keras nhi untuk menaikkan kualitas manusia Indonesia! Capres-Cawapres yang mau berlaga di Pilpres 2009 tahu nggak ya soal ini?

    Mengapa satelit tidak menemukan pesawat Air France yang hilang?

    In bLog, country, mAnajemen, mAteri kUliah, money, pEndidikan, pEringkat iNdonesia, sumber daya, teknologi on Thursday , 4 June 2009 at 10:00 AM

    Mengapa satelit tidak menemukan pesawat Air France yang hilang? Padahal kalau mobil dipasangi GPS saja sekarang dapat dengan mudah ditemukan posisinya di titik manapun di belahan dunia ini mobil itu berada. Lho, untuk kasus pesawat ini kok malah satelit nggak bisa memonitor? Coba anda baca ulasan terbaru soal hal ini di CNN. Menarik juga ya …..

    Wawasan ini perlulah, supaya kita makin faham penggunaan teknologi untuk hal-hal semacam ini, bagaimana sebaiknya.

    Jangan pernah takut kirim email dan ngeblog hanya gara-gara kasus Ibu Prita

    In bLog, indonesia, informasi, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, nUrani, pEndidikan, pers, readiness, saing, sumber daya, tEknologi iNformasi on Thursday , 4 June 2009 at 9:13 AM

    Kasus Ibu Prita memang musibah besar bagi perkembangan dan perwujudan Hak Kebebasan Menyampaikan Pendapat di negara ini. Mestinya yang diimbangkan kalau ada pihak-pihak yang “merasa” terdampak oleh Hak Kebebasan Menyampaikan Pendapat, ya menggunakan Hak Kebebasan Menolak Pendapat! Seperti Hak Jawab dalam UU Pers. Nggak perlu sampai berlebihan pakai pasal pencemaran nama baik, apalagi kalau hal-hal yang diungkapkan pengguna email di ranah publik itu fakta-fakta yang tidak menyenangkan bahkan menyakitkan yang dialami sendiri, dengan niat mengingatkan orang lain jangan sampai mengalami hal serupa. Itu khan malah bermanfaat dan bernilai positif sebagai warganegara yang care dengan warganegara lain. Mestinya ada introspeksi dari penyedia layanan itu apakah sudah betul-betul melakukan yang terbaik pada konsumennya?

    Ok, jangan pernah takut untuk tetap mengirim email dan ngeblog hanya gara-gara kasus Ibu Prita. Itu prinsip dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang proporsional. Lakukan saja kirim-kirim email atau nulis blog sepanjang kita yakini apa-apa yang kita tulis baik dan benar dan tidak melanggar hukum yang berkeadilan, apalagi tulisan yang bermanfaat bagi orang banyak, mempunyai kualitas isi yang berefek positif.

    Ya, kalau email dan blog yang isu-isu nggak berdasar, pornografi atau penyesatan, adu domba, apalagi tanpa identitas pengirim/penulis yang nggak jelas, bolehlah yang beginian diurus lebih lanjut, karena pasti tendensiusnya negatif dan tidak bertanggungjawab.

    Malaysia susupi Ambalat karena tahu Indonesia lemah

    In bLog, country, dEmokrasi, eKsekutif, global, hAm, indonesia, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, mAhasiswa, mAnajemen, militer, operasi, pEndidikan, pEringkat iNdonesia, pErtahanan, readiness, sumber daya, teknologi on Thursday , 4 June 2009 at 8:56 AM

    Krisis Ambalat muncul lagi setelah sempat ramai pada tahun 2005 dan 2007 lalu. Berkali-kali armada perang Malaysia memasuki perairan di Kaltim ini. Hal itu terjadi karena kekurangan kita sendiri. “Persoalan Ambalat karena pertahanan kita lemah. Malaysia tahu betul kita lemah makanya dia berani macam-macam,” ujar pengamat militer dari LIPI Jaleswari Pramodhawardani dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (4/6/2009).

    Menurut dia, lemahnya pertahanan kita disebabkan karena minimnya anggaran pertahanan kita selama ini. “Lihat saja armada kapal perang kita, sudah banyak yang tua dan jumlahnya sangat sedikit bila dibandingkan dengan Malaysia,” terang perempuan ini. Namun ketika dibandingkan dengan kasus Sipadan dan Ligitan, Jaleswari mengatakan posisi kita saat ini lebih kuat. “Ini beda, sekarang lebih jelas statusnya di Indonesia dan diurus segala macam. Posisi kita lebih kuat,” tandas Jaleswari.

    Nah, para pengunjung setia blog saya, monggo ditelaah kenyataan tersebut di atas. Kalau kita masih cinta negara dan bangsa ini, mestinya kita terus berusaha, berfikir dan bertindak, apa yang terbaik dan sebaiknya dilakukan untuk pertahanan negara dan bangsa ini di bidang militer? Anda punya ide? Masak bolak balik “dipermalukan” Malaysia terus. Sebagai bangsa, kita mestinya harus menjaga martabat bangsa sendiri dengan cara yang terbaik, jangan sampai direndahkan terus oleh bangsa lain. Toh, kita sama-sama punya Hak Asasi Manusia.

    Dukung Ibu Prita? Ramai-ramai kirim email ke RS Omni Tangerang

    In aNak, bLog, country, damai, daya, global, hAm, hIdup, iSlam, indonesia, informasi, kEluarga, kEwarganegaraan, mAhasiswa, mAnajemen, nUrani, pEndidikan, risiko, sumber daya, tEknologi iNformasi, teknologi on Wednesday , 3 June 2009 at 3:42 PM

    Langkah Nyata. Setelah saya menulis Empati dan simpati untuk Ibu Prita yang diperdata (juga akan dipidana) gara-gara menulis email. Sekarang saya mengajak siapapun yan g masih punya simpati dan empati melakukan langkah nyata …………

    Upaya yang bisa dilakukan adalah dengan kampanye email, mengikuti cara Enda Nasution, pengurus grup FacebookDukungan Bagi Ibu Prita Mulyasari, Penulis Surat Keluhan Melalui Internet yang Ditahan“. Caranya? Untuk anda yang berminat silakan menyalin format email yang ada dibawah.Redaksi format email bisa diubah, namun tentunya jangan menggunakan kata-kata kasar dan menyinggung suku, agama, ras dan antargolongan.

    Kemudian kirimlah email itu ke Rumah Sakit Omni yang beralamat di info@omnihealthcare.co.id dan info@omni-hospitals.com Lalu cc email tersebut ke pengacara RS Omni, Risma Situmorang, Heribertus & Partners yang beralamat di rnhp@cbn.net.id Jika ingin lebih, anda bisa menyalurkan keluhan ini juga lewat telepon +622153125555 atau print dan fax +622153128666.

    Berikut format emailnya:

    to: info@omnihealthcare.co.id, info@omni-hospitals.com
    cc: rhnp@cbn.net.id

    Yth.
    Management RS OMNI International dan Pengacaranya
    Tanggerang

    Dengan hormat,

    Berkenaan dengan kasus hukum Prita Mulyasari salah satu mantan pasien RS OMNI International tangerang dan pemberitaan yang kami baca melalui Internet dan media massa maka kami berpendapat bahwa tindakan dari Management RS OMNI International sangatlah BERLEBIHAN dan TIDAK PERLU.

    Surat Pembaca dan Email Pribadi Prita Mulyasari yang dia tulis adalah ungkapan kekecewaan terhadap pelayanan yang RS OMNI International tangerang berikan.

    Bukannya menanggapi keluhan pelanggan tersebut dengan baik dan menyelesaikan masalahnya, RS OMNI International tangerang malah melakukan tuntutan hukum PERDATA dan PIDANA dan dalam proses melakukan KRIMINALISASI pada pasien Anda sendiri.

    Keluhan pelanggan/pasien yang mana hak-nya dijamin oleh UU No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

    Karena sebab diatas maka kami menuntut agar RS OMNI International tangerang agar:
    - Menghentikan segera semua upaya tuntutan hukum Perdata maupun Pidana pada Prita Mulyasari
    - Dalam kasus Perdata, karena terlanjur diputuskan: tidak melakukan banding dan tidak melakukan eksekusi hukumnan
    - Dalam kasus Pidana, karena sudah terlanjur masuk persidangan, memberikan support pada Prita Mulyasari dan memberikan kesaksian yang meringankan
    - Memberikan layanan yang terbaik, sesuai hukum dan kode etik pelayanan kesehatan bagi para pasiennya
    - Tidak lagi mengkriminalisasi pasien-pasien dan pelanggan RS Omni International Tangerang

    Ini adalah suara publik dan pelanggan yang kami yakin akan Anda dengarkan dan pertimbangkan dengan serius dan masak-masak.

    Mohon agar kasus ini dapat diselesaikan dengan segera dan tidak berlarut-larut.

    Hormat saya,

    [Nama pengirim]
    [Alamat/Lokasi]
    [Tanggal]

    Ini baru Indonesia Banget: Bendera Merah Putih akan dikibarkan di bawah laut

    In bLog, country, e-goverment, eKsekutif, global, hAm, indonesia, informasi, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, mAnajemen, militer, operasi, pEndidikan, pErtahanan, readiness, sumber daya, tEknologi iNformasi, teknologi on Wednesday , 3 June 2009 at 3:06 PM

    Tepat di Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI 2009 akan ada selam massal dan pengibaran bendera dan upacara bendera di dalam laut. “Direncanakan kegiatan akan memecahkan rekor dunia guinness world record, karena nanti ada 1.500 penyelam. Khusus untuk upacara di bawah laut baru Indonesia yang melakukannya,” kata Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut Laksamana Pertama TNI Iskandar Sitompul saat Konferensi Pers Sail Bunaken 2009 di Graha Marinir Jakarta, Rabu (3/6). Dengan selam massal ini, lanjutnya, bisa meningkatkan citra positif Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia. Kegiatan ini merupakan bagian dari Sail Bunaken 2009 yang berlangsung di Manado pada tanggal 11-19 Agustus 2009. “Kegiatan puncaknya adalah International Fleet Review (IFR),” katanya.

    IFR merupakan parade kapal perang yang rencananya akan diinspeksi oleh Kepala Negara yang juga Panglima Tertinggi TNI. “Saat ini ada 24 kapal perang asing yang akan bergabung. Ditambah 20 kapal dari Indonesia,” ungkap Iskandar. 14 negara yang akan hadir beserta kapalnya adalah Amerika Serikat, Australia, Brasil, India, Inggris, Jepang, Malaysia, Pakistan, RRC, Rusia, Selandia Baru, Singapura, dan Thailand. Jumlah tersebut masih ditambah delegasi dari 15 negara, seperti Belanda dan Portugal. Kegiatan lain yang disenggarakan, antara lain reli kapal-kapal pesiar dari luar negeri yang akan diikuti lebih dari 100 kapal, seminar maritime security and fishing impact, parade budaya dan makanan nusantara, dan jet ski exhibition.

    Ini baru Indonesia Banget. Perkuat terus eksistensi Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia. Tingkatkan alutsista pertahanan laut dan udara, agar Indonesia Jaya terwujud secara nyata.

    Berfikir dan bertindak normal …..

    In bLog, country, e-goverment, mAhasiswa, mAnajemen, nUrani, pEndidikan, pOlitik, readiness, sumber daya, teknologi on Wednesday , 3 June 2009 at 11:00 AM

    LEBIH BAIK BERFIKIR DAN BERTINDAK DARI NOL NAMUN HASILNYA TIDAK NOL, DARIPADA BERFIKIR DAN BERTINDAK TIDAK DARI NOL NAMUN HASILNYA NOL BESAR.

    LEBIH BAIK MAKAN TEMPE DALAM KENYATAAN DARIPADA MAKAN BURGER DALAM MIMPI.

    Ponsel di negara berkembang harus lebih tahan banting. Mengapa hayo?

    In bLog, country, global, hAm, hIdup, ict, indonesia, informasi, kEluarga, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, lEgislatif, mAhasiswa, mAnajemen, nUrani, pEndidikan, sumber daya, survai, tEknologi iNformasi, teknologi on Tuesday , 2 June 2009 at 8:00 PM

    Anda sudah baca berita ini:

    Penggunaan ponsel di antara negara berkembang dan negara maju memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Hal ini memunculkan penilaian bahwa ponsel-ponsel yang didistribusikan ke negara berkembang harus lebih tahan banting. “Berdasarkan riset soal penggunaan ponsel yang dimiliki Nokia, disimpulkan bahwa negara-negara maju lebih cepat dalam life cycle untuk penggunaan ponsel. Artinya mereka lebih cepat mengganti ponsel lama dengan produk baru. Sementara di negara berkembang yang terjadi sebaliknya,” ujar Riadi Sugihtani, Head of Marketing Nokia Indonesia, dalam jumpa pers Ovi Mail di Warung Daun, Jakarta, Selasa (2/6/2009).

    Riadi menyebutkan, jarak penggantian ponsel pada negara maju sekitar 18 bulan. Jadi misal seseorang memiliki ponsel A, kemudian dia membeli ponsel B. Jarak antara pembelian ponsel A dengan ponsel B adalah 18 bulan. Sementara itu di negara berkembang, rata-rata 27-28 bulan. Dari sini dapat disimpulkan bahwa di negara berkembang, konsumen membutuhkan ponsel yang tidak gampang jebol alias tahan banting. Selain itu perbedaan tipikal penggunaan ponsel di antara keduanya juga berbeda. Di negara maju, pengguna lebih lebih memikirkan konvergensi perangkat, yakni bagaimana menghubungkan fitur-fitur di ponsel ke perangkat lain, misal komputer. Sementara di negara berkembang, pengguna cenderung lebih melihat fitur-fitur apa saja yang ada di ponselnya. Misalnya, kamera berapa megapixel, ada pemutar musik atau tidak.

    Untuk Indonesia, Nokia mengkategorikan sebagai negara berkembang, karena lama dalam life cycle. Sehingga perlu strategi khusus bagi produsen ponsel untuk memancing konsumen agar membeli produk. Misal dengan kampanye tahun baru untuk menggunakan ponsel baru.

    Ach, menurut saya reasoning riset ini kurang lengkap. Sebagian besar alasan riset itu masuk akal dan memang begitu adanya, tetapi ada yang lebih signifikan, mengapa negara berkembang butuh ponsel yang tahan banting, yaitu:

    1. Temperamen manusia negara berkembang (termasuk Indonesia) akhir-akhir ini suka marahan, ngamukan dan “merusak”. Sedang kita ketahui ponsel alias HP itu perangkat paling dekat dan mudah dijangkau oleh manusia yang sedang marah, maka ponsel pasti akan jadi sasaran utama untuk dibanting! Peduli amat ponsel murah atau mahal. Peduli amat punya 1 ponsel atau lebih. Padahal kalau dibanting, terus rusak mau beli lagi sudah susah. Pusing. Wah, makin kalap, makin merusak, makin banting-bantingan. Apalagi kalau ponsel itu ternyata jadi sumber masalah yang sedang berkecamuk diantara orang-orang yang berkonflik, misalkan antara suami dan istri, gara-gara adanya miscalled asing, sms mesra atau foto/video orang ketiga. Jadi deh, nasib ponsel pasti merupakan pelengkap penderita yang harus mau dibanting-banting.

    2. Kontrol diri dan pemeliharaan terhadap perangkat yang dipunyai (semisal HP) manusia negara berkembang sangat kurang dan ceroboh banget. Sehingga jatuh bolak-balik, kebanting sana-sini itu alat semakin sering saja. Wong menjaga dirinya dan sanak saudaranya agar nggak kebanting-banting saja juga nggak begitu bisa!

    3. Orang-orang negara berkembang nggak pernah membiasakan diri untuk membaca manual operasional dan pemeliharaan dari setiap perangkat teknologi yang dipunyai. Jangan nipu deh. Pernahkah anda beli motor baru, teve baru, kulkas baru, HP baru, buku petunjukknya anda baca dengan serius sampai tuntas baru mencoba menghidupkan/menggunakan itu perangkat? Nggak banyak yang melakukan hal ini. Yang umum yaitu pasti langsung mencoba/menggunkan alat itu dengan dasar coba-coba atau menurut katanya orang lain atau pengalaman-pengalaman yang pernah diperoleh sebelumnya. Padahal setiap perangkat (yang apalgi berbeda spesifikasi) punya kekhasan masing-masing, dan batasan-batasan yang relatif berbeda satu sama lain dalam operasionalnya dan pemeliharaannya!

    Nggak tahu, menurut anda mungkin beda lagi pandangan ya? Nggak apa beda, yang penting jangan pakai banting-bantingan ponsel ya …. apalagi banting pintu, banting meja dan kursi, dan sepertinya kok nggak tahan marah!

    Empati dan simpati untuk Ibu Prita yang diperdata (juga akan dipidana) gara-gara menulis email.

    In bLog, dEmokrasi, e-goverment, indonesia, informasi, kEwarganegaraan, kOmputer, mAhasiswa, mAnajemen, nUrani, pEndidikan, readiness, risiko, sumber daya, tEknologi iNformasi, teknologi on Tuesday , 2 June 2009 at 6:00 PM

    Prita Mulyasari, ibu dua anak yang masih kecil-kecil ditahan di LP Wanita Tangerang sejak 13 Mei lalu dengan tuduhan pencemaran nama baik Rumah Sakit XXXX YYYYYYYYYYYYY Tangerang lewat internet. Ibu ini terjerat hukuman pasal 27 ayat 3 UU ITE. Kasus ini dan penahanan Ibu Prita yang akan diadili 4 Juni 2009 mendatang itu perlu dicermati.

    Dukungan untuk seorang ibu itu sudah banyak, termasuk yang melalui Facebook dan puluhan blog. Aspirasi kelompok perjuangan ini adalah ‘Bebaskan Ibu Prita Mulyasari dari Penjara dan Segala Tuntutan Hukum‘ dengan poin:

    a. Cabut segala ketentuan hukum pidana tentang pencemaran nama baik karena sering disalahgunakan untuk membungkam hak kemerdekaan mengeluarkan pendapat.

    b. Keluhan/curhat ibu Prita Mulyasari terhadap Rumah Sakit XXXX YYYYYYYYYYYYY Tangerang tidak bisa dijerat dengan Pasal 27 ayat (3) UU ITE.

    c. Keluhan/curhat Ibu Prita Mulyasari dijamin oleh UU No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

    d. Rumah Sakit XXXX YYYYYYYYYYYYY Tangerang hendaknya memberikan HAK JAWAB, bukan melakukan tuntutan perdata dan pidana atas keluhan/curhat yang dimuat di suara pembaca dan di milis-milis.

    Kisah tragis Prita ini dimulai ketika Prita menulis keluhannya lewat email ke sejumlah rekannya pada medio Agustus 2008 setelah komplainnya kepada pihak RS tidak mendapat respons memuaskan. Isinya kekesalan Prita pada pelayanan Rumah Sakit XXXX YYYYYYYYYYYYY Tangerang yang telah dianggapnya telah membohonginya dengan analisis sakit demam berdarah dan sudah diberikan suntikan macam-macam dengan dosis tinggi sehingga mengalami sesak napas. Prita juga menyesalkan sulitnya mendapatkan hasil lab medis. Tak disangka tulisan Prita menyebar ke berbagai milis. Pihak Rumah Sakit XXXX YYYYYYYYYYYYY Tangerang telah menjawab tulisan Prita lewat milis dan memasang iklan di media cetak. Tak cukup itu, RS itu juga memperkarakan Ibu Prita ke pengadilan. Prita dijerat dengan UU Informasi dan Traksaksi Elektronik (ITE) dengan hukuman maksimal 6 tahun atau denda Rp 1 miliar.

    Okelah, untuk anda yang mau menelusuri kasusnya lebih detil dan lengkap, coba di-search, banyak media, website dan blog yang telah mengulas. Saya juga lakukan pencarian info hal ini supaya saya tahu duduk persoalan dan kejelasannya. Termasuk membaca berita versi cetaknya di Harian Kompas, tanggal 2 Juni 2009, halaman 25. Karena saya merasa berkepentingan sekali, sebab sebagai warganegara saya juga termasuk pengguna email, blog dan internet secara aktif (yang mungkin juga bisa mengalami kasus semacam itu) serta kebetulan saya juga memahami “sedikit” tentang ilmu teknologi informasi. Apa tanggapan saya:

    1. Saya mempunyai keyakinan, Ibu Prita akan bebas demi hukum dan keadilan. Bukan saja karena tekanan publik tetapi kasus ini memang ada “kelemahan” dan unsur causalisme yang nggak bisa diabaikan begitu saja. Kalau anda sudah baca berita di Kompas, 2 Juni 2009, halaman 25, perhatikan potongan kalimat pada Alinea ke-9: “Hasil lab itu tidak dianggap valid, jadi tidak ada print out-nya. Tetapi Ibu Prita marah-marah. Sampai kiamat pun dia tidak akan pernah dapat (hasil lab itu) karena memang tidak ada prin out-nya,” kata Risma. Risma Situmorang ini adalah pengacara Rumah Sakit XXXX YYYYYYYYYYYYY Tangerang. Saya tidaklah ingin masuk ataupun mempengaruhi proses hukum. Sebagai orang awam saya cuma merasa aneh dengan kalimat itu “…tidak dianggap valid, jadi tidak ada print out-nya…..” Padahal kalau mengikuti kasusnya, khan soal hasil lab ini yang sebagai awalan berkembangnya masalah, sampai muncul email. Kalau memang faktanya ada pemeriksaan lab, dan Ibu Prita sudah membayar biaya lab itu (yang pertama), tentunya berhak menerima hasil pemeriksaan lab, valid atau tidak valid. Ahli TI juga harus menguji juga apa betul sistem komputer yang digunakan itu akan menolak pencetakan kalau ada data nggak valid. Sedangkan valid nggak validnya apa juga termasuk dalam proses/sistem (program) komputer? Sepanjang yang saya ikuti kasusnya, termasuk yang diberitakan di Kompas cetak itu, nggak validnya khan cenderung antara hasil lab dengan realitas fisik Ibu Prita waktu diperiksa, nggak klop! Makanya perlu diperiksa lagi. Jadi ini khan kasus causalisme! Antara konsumen yang tidak terpuaskan dengan pelayanan yang berawal dari tingkat kepercayaannya pada proses laboratorium yang tidak memunculkan tingkat validitas yang bisa diyakini konsumen/pasien! Juga, untuk RS seperti itu (tingkatan internasional lho) apa dapat ditoleransi error data lab sampai setinggi itu? Data lab pertama (yang dianggap nggak valid) trombosit 27.000/ul, sedangkan yang kedua trombosit 181.000/ul. Lihat, selisihnya super besar sekali. Keteledoran macam apa itu? Human error atau technical error? Makanya saya percaya kasus pencemaran nama baik ini tergolong lemah, dan Ibu Prita dapat lolos. Karena kalau kasus ini lolos bisa jadi preseden buruk untuk penegakan hukum kita masa depan, dan bahayanya bisa jadi yurisprudensi instansi dengan pola kriminalisasi terhadap pihak konsumen!. Kalau sudah lolos (Ibu Prita bebas) semsetinya pihak RS harus merehabilitasi namanya dan “memberi ganti rugi” yang layak.

    2. Email itu apa sih? Khan sesungguhnya hanyalah “bentuk baru” dari sebuah surat yang secara tradisional itu berupa kertas ditulisi oleh sesorang kemudian dikirimkan ke orang lain. Cuma sekarang ini bentuknya file. Apa sih bedanya? Paling-paling, wujudnya, media transfernya, sifat penggandaannya, dan sifat dokumentatif. Artinya apa? Kalau dipikir-pikir berarti sekarang ini menulis surat (keluhan) saja ke orang lain/teman/saudara dapat dipenjara! Masya Allah.

    3. Saya berfikiran pasal pencemaran nama baik ini sungguh-sungguh mengerikan kalau diterapkan secara serampangan. Apalagi pada jaman penggunaan teknologi informasi yang telah melebar dan meluas. Mengapa? Pencemaran nama baik, ukurannya sangat relatif, dan tidak ada tolok ukur yang pasti! Jadi kepentingannya siapa yang kuat itu sangat mungkin yang akan menang! Sementara itu, penulis email/blog/chatting memang bisa dijerat pasal ini, menurut saya, kalau tidak dalam posisi mengalami sendiri kejadian, artinya menulis dengan asumsi atau “katanya”. Kemudian niat menulisnya khan bisa dilihat, ada unsur kesengajaan mencemarkan atau nggak. Memang sekarang pengguna internet dan teknologi informasi harus lebih waspada dengan pihak-pihak yang karena kearogansiannya menggunakan pasal-pasal ini sebagai tameng ketidakmampuannya menerima kritik atau menutupi kelemahan kualitas produk/jasa perusahaan yang ditawarkan ke publik. Satu lagi, kalau penulis email meski mengalami kasusnya tetapi menuliskan fakta yang tidak sesuai dengan kenyataan, masih bolehlah diperdatakan/dipidanakan, meskipun menurut saya sebaiknya harus melewati Hak Jawab dulu deh, seperti di UU Pers.

    4. Untuk para pengguna IT pada umumnya dan khususnya pengguna internet harus terus mau mengkritisi kasus-kasus semacam ini, menelaah UU ITE dan kompak terus, biar punya SUARA YANG BESAR, untuk kebebasan mengeluarkan pendapat dan kebebasan memperoleh informasi secara bertanggungjawab.

    5. Empati dan simpati saya untuk Ibu Prita, dan orang-orang yang mengalami hal sejenis, semoga kekuatan kebenaran dapat melepaskan jeratan hukum yang mengancamnya. Saya jadi sering mengigau nhi, “menulis surat pembaca dan email di negeri ini” kok bisa-bisanya di penjara ya ….. kalau jaman dulu saya masih bisa menerima (dalam konteks keadaan saat itu, kekuatan rezim saat itu, kayak Myanmar sekaranglah) menulis novel, menulis cerita lalu dibui, karena memang diarahkan untuk menggoyahkan perjuangan ideologi, suasananya perang pengaruh, dan gerakan HAM belum eksis. Lha ini sekarang kalau kasus beginian muncul, dunia macam apa ya yang harus diubah? Kalau bikin isu-isu yang nggak nyata bolehlah dipenjara, wong ini menulis email permasalahan yang dialami sendiri lho, kok diperdata, dan mungkin berikutnya dipidana pula …. teganya, teganya!

    Adakah suara anda?

    Senyum

    In bLog, country, global, hAm, hIdup, iSlam, indonesia, informasi, kEluarga, kEnangan, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, mAhasiswa, mAnajemen, nUrani, pEndidikan, sumber daya on Tuesday , 2 June 2009 at 5:00 PM

    “SATU SENYUMAN TULUS BISA MENGHANGATKAN SATU MUSIM DINGIN”

    Robot pengeruk sampah siap bersihkan jalan

    In anggaran, bLog, daya, e-goverment, eKsekutif, indonesia, informasi, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, kOmputer, mAhasiswa, mAnajemen, money, pEndidikan, ranking, risiko, saing, sumber daya, tEknologi iNformasi, teknologi on Tuesday , 2 June 2009 at 3:00 PM

    Era di mana robot umum dijumpai di mana-mana sepertinya akan datang dalam waktu yang tak terlampau lama. Untuk urusan membersihkan sampah di jalanan pun bakal diurusi oleh robot khusus. Ya, sebuah robot bernama Dustbot yang berguna untuk mengumpulkan sampah rumah tangga dikembangkan tim ilmuwan di Italia. Jika sudah dioperasikan, Dustbot bakal melayani pembersihan sampah menurut permintaan pelanggan. Orang yang menginginkan layanan Dustbot bisa menghubungi pengelola via SMS saja. Dikutip dari TGDaily, 29 Mei 2009, Dustbot dirancang untuk membersihkan sampah di jalanan sempit di mana truk sampah biasa tak dapat masuk. Kapasitas pengangkutannya tergolong besar, yakni 40 kg.

    Untuk urusan navigasi, Dustbot memakai GPS dan peta terintegrasi. Bahkan tidak hanya mengurusi sampah, si robot juga dibekali kemampuan untuk memonitor polusi udara dengan dibekali sensor.Pembuatan Dustbot didanai oleh Uni Eropa. Jika tak ada halangan merintang, Dustbot sudah bisa dimanfaatkan di jalanan Italia mulai tahun ini juga. Apabila sukses, beberapa negara sudah tertarik untuk mengadopsinya, misalnya Jepang.

    Wah asyik juga ya …. mestinya bisa untuk membersihkan paku-paku yang banyak bertebaran di jalanan nhi. Yang suka bikin mangkel, sebel dan membahayakan pengendara, nggak aman lagi, bisa menimbulkan aksi kejahatan kalau meladeni paku-paku ini yang tega-teganya menggemboskan ban motor/mobil. Asyik, berapa harganya? Kita tunggu saja sampai Dustbot itu dipasarkan di Indonesia …. tetapi bisa nggak ya itu robot dikaryakan di Indonesia … soalnya orang Indonesia suka “iseng-iseng” nhi, kalau nggak boleh dikatakan nakal, ntar banyak yang ngirimi SMS ke pengelola robot, sehingga jadi banyak beban, robotnya stress dong ….

    Ingin sehat? Waspadai ada formalin di piring melamin!

    In aNak, bLog, country, global, hAm, hIdup, indonesia, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, lEgislatif, pEndidikan, readiness, risiko, sumber daya, tEknologi iNformasi, teknologi, uang on Tuesday , 2 June 2009 at 1:00 PM

    Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) meminta masyarakat berhati-hati dalam menggunakan perangkat makan berbahan dasar melamin. Pasalnya, dalam kondisi tertentu perangkat tersebut dapat melepaskan formalin yang berpotensi menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan. “BPOM melakukan pengujian terhadap 62 peralatan makan dari melamin dan menemukan 30 diantaranya melepaskan formalin bila digunakan untuk mewadahi makanan yang berair atau berasa asam, terlebih dalam keadaan panas,” kata Kepala BPOM Husniah Rubiana Thamrin Akib di Jakarta, Senin (1/6). Ia mengatakan, menurut hasil pengujian, kadar formalin yang lepas dari perangkat makan melamin kadarnya sangat bervariasi, dari satu bagian per juta (part per million/ppm) hingga 161 bagian per juta. “Penggunaannya dalam jangka panjang berisiko menimbulkan gangguan ginjal dan kandung kemih, gagal ginjal, kerusakan organ tubuh, kanker, hingga kematian,” jelasnya.

    Menurut data BPOM, alat makan melamin yang bila digunakan untuk mewadahi makanan berair, asam atau panas melepaskan formalin antara lain gelas dengan tulisan “VGS 4-05A Melamine Ware” dan “Sayota Melamine Ware” pada bagian bawah, sendok makan dengan tulisan “Made in China No.2117, sendok makan “Melamin Ware ADS 7007″, sendok makan bertulisan “8057″, sendok makan “Made in China”, dan sendok makan “Zak Design China 04287.” Selain itu ada pula sendok nasi dengan cap “Melamine Ware”, sendok sayur bercap “IM 508″, garpu bercap “Huafeng No.204″ serta mangkuk bertulisan “VGS 1-83″, “Mei Shing Melamine 110581″, “H.K Melamine No.889″, “ADS-W07-2″, “ADS W06-8B”, “ADS T001″, “Melamine Ware China”, dan “Melamine Ware Estella Disney Made in China not for Microwave Use“. Ada juga piring dengan tulisan “Huamei No.2210P”, “ADS P09-1″, “Melamine Ware T109″ dan “Mei Shing Melamine 109″ serta sodet tanpa penanda.

    Menurut Husniah, alat makan melamin berbahaya yang sebagian besar impor dari Cina dan sebagian kecil produk lokal tersebut sulit dikenali secara kasat mata. “Secara fisik kita tidak bisa membedakan perangkat melamin yang melepaskan melamin dan tidak, harus melalui pengujian laboratorium,” katanya. BPOM sendiri, kata Husniah, juga akan berkoordinasi dengan pejabat Departemen Perdagangan dan Departemen Perindustrian untuk memastikan tidak ada lagi impor dan produksi perangkat makan melamin yang berisiko membahayakan kesehatan. “Ini bukan kewenangan kita karena izin bukan kita yang keluarkan. Kita akan berkoordinasi dengan Departemen Perdagangan untuk menghentikan impor barang-barang ini dan dengan Departemen Perindustrian terkait alat yang diproduksi lokal,” katanya.

    Direktur Pengawasan Produk dan Bahan Berbahaya BPOM Roland Hutapea menjelaskan, perangkat melamin tersebut dalam kondisi tertentu bisa melepaskan formalin karena tidak dibuat dengan proses dan teknologi yang baik. “Itu sudah ada standarnya, ada standar produksi perangkat berbahan melamin yang aman digunakan untuk tempat makanan, ‘food grade’ istilahnya,” katanya. Roland menambahkan, pihaknya berencana membahas penandaan keamanan perangkat makanan berbahan dasar melamin dengan pihak terkait untuk menjamin keamanan perangkat melamin yang beredar di pasaran. Husniah mengatakan, demi keamanan masyarakat bisa meminta informasi lebih lanjut mengenai produk melamin ke Unit Layanan Pengaduan Konsumen BPOM melalui telepon ke nomor 021-426333/32199000 atau surat elektronik ke ulpk@pom.go.id dan ulpkbadanpom@yahoo.com. Referensi

    Rujukan Pemilu Presiden 2009, jangan lupa ya mencontreng : 8 Juli 2009

    In anggaran, bLog, dEmokrasi, e-goverment, global, hIdup, indonesia, informasi, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, mAhasiswa, mAnajemen, pEndidikan, pEringkat iNdonesia, pOlitik, readiness, sumber daya, tEknologi iNformasi, teknologi on Tuesday , 2 June 2009 at 11:00 AM

    A. DATA CAPRES, CAWAPRES DAN TIM KAMPANYE/PEMENANGAN

    NOMOR URUT 1 : Megawati Soekarnoputri – Prabowo Subianto

    mega_pro

    Julukan: Mega-Pro

    Website: www.megaprabowo.com

    Harta Kekayaan: Megawati S.P. Rp256,45 miliar dan 0 dolar AS (2009) dan Prabowo S. Rp1,58 triliun dan 7.572.916 dolar AS (2009)

    Saldo awal dana kampanye: Rp15,005 miliar

    Tim Kampanye/Pemenangan (74 orang) : Theo Safei (Ketua) dan Fadli Zon (Sekretaris)

    Daftar menteri dalam Tim Kampanye/Pemenangan: Tidak ada.

    Partai pendukung (9 parpol): PDIP, Partai Gerindra, Partai Buruh, PNI Marhaenisme, Partai Karya Perjuangan, Partai Merdeka, Partai Kedaulatan, Partai Sarikat Indonesia, dan Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia.

    Kekuatan suara sah nasional: 18,74%

    Kekuatan kursi DPR: 21,6 %

    Tokoh/Pengusaha pendukung: 1. Hashim Djojohadikusumo (Tirtamas Group) ; 2. Gunadi Sinduwinata (Indomobil) ; 3. Hariyadi Sukamdani ( Hotel Sahid) ; 4. Rini Mariani Sumarno (Kanzen Motor) ; 5. Murdaya Poo (Berca,Metropolitan Kentjana)

    NOMOR URUT 2 : Susilo Bambang Yudhoyono – Boediono

    sby_boediono

    Julukan: SBY – Boediono

    Website: www.sbypresidenku.com

    Harta Kekayaan: Susilo Bambang Yudhoyono Rp6,85 miliar dan 246.389 dolar AS (2009) dan Boediono Rp22,07 miliar dan 15.000 dolar AS (2009)

    Saldo awal dana kampanye: Rp20,075 miliar

    Tim Kampanye/Pemenangan (347 orang) : Hatta Rajasa (Ketua), Marzuki Ali (Sekretaris)

    Daftar menteri dalam Tim Kampanye/Pemenangan: 1. Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Suryadharma Ali ; 2. Menteri Kehutanan MS Kaban ; 3. Menteri Pemberdayaan Perempuan Meutia Hatta ; 4. Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik ; 5. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Taufiq Efendi ; 6. Menteri Kelautan dan Perikanan Fredy Numberi ; 7. Menteri Percepatan Daerah Tertinggal Lukman Edy ; 8. Menteri Sekretaris Negara Hatta Rajasa

    Partai pendukung (23 parpol): Partai Demokrat, Partai Keadilan Sejahtera, PAN, PPP, PKB, PBB, PDS, PKPB, PBR, PPRN, PDP, PNBKI, PKPI, Partai Republika Nusantara, Partai Patriot, PPPI, Partai Pelopor, PKDI, PIS, PPDI, PPIB, dan PPI.

    Kekuatan suara sah nasional: 51,72% lebih

    Kekuatan kursi DPR: 56,07%

    Tokoh/Pengusaha pendukung: 1. Alim Markus (Maspion) ; 2. Antony Salim (Salim Group) ; 3. Franky O.Wijaya (Sinar Mas) ; 4. Tommy Winata (Artha Graha) ; 5. Aguan atau Sugianto Kusuma(JHD) ; 6. Herman A.Kusumo (Tambang) ; 7. Hartati Murdaya (Berca) ; 8. Anindya Bakrie (group Bakrie)

    NOMOR URUT 3 : Jusuf Kalla – Wiranto

    jk_win

    Julukan: JK-Wiranto

    Website: www.jk-wiranto-2009.com

    Harta Kekayaan: Jusuf Kalla Rp314,5 miliar dan 25.668 dolar AS (2009) dan Wiranto Rp81,75 miliar dan 378.625 dolar AS (2009)

    Saldo awal dana kampanye: Rp10 miliar

    Tim Kampanye/Pemenangan (800 orang) : Fahmi Idris (Ketua)

    Daftar menteri dalam Tim Kampanye/Pemenangan: 1. Menteri Hukum dan HAM Andi Matalatta ; 2. Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie ; 3. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Paskah Suzetta ; 4. Menteri Perindustrian Fahmi Idris

    Partai pendukung (3 parpol): Golkar, Hanura, dan PKNU

    Kekuatan suara sah nasional: 18,22%

    Kekuatan kursi di DPR: 22,32%

    Tokoh/Pengusaha pendukung: 1. Erwin Aksa (Bosowa Group) ; 2. Sofjan Wanandi (Gemala/Pakerti Yoga Group) ; 3. Tito Sulistio (Mitra Rajasa) ; 4. Benny Sutrisno(Apac Group) ; 5. Siswono Yudhohusodo ( Bangun Tjipta Group) ; 6. Aburizal Bakrie (Bakrie Group)

    B. LAIN-LAIN

    1. Dasar: 1. Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pemilu Pilpres ; 2. Peraturan KPU Nomor 45/2009 tentang tahapan, jadwal, dan program pilpres.

    2. Seluruh jenis kampanye dijadwalkan mulai 2 Juni hingga 4 Juli 2009, kecuali rapat umum yang dijadwalkan 12 Juni-4 Juli 2009.

    Berhematlah terhadap energi komputer demi bumi tercinta

    In anggaran, bLog, climate, country, dEmokrasi, e-goverment, hAm, hIdup, ict, indonesia, informasi, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, kOmputer, mAnajemen, pEndidikan, peace, pers, sumber daya, tEknologi iNformasi, teknologi, uang on Tuesday , 2 June 2009 at 9:00 AM

    Jika 100.000 komputer tak lupa dimatikan selepas waktu kerja, maka lebih dari 2.680 kilowatt energi listrik yang bisa dihemat setiap harinya. Ini setara dengan mereduksi 3.562 lbs emisi karbon dioksida yang dihasilkan oleh 107 mobil di jalan. Statistik ini disampaikan Ajay Mohan, Vice President Marketing Product HP Personal Systems Group, saat kampanye soal Green IT dalam satu kesempatan di ajang ‘Touch the Future. Now’ di Beijing, China. “Mengubah kebiasaan sederhana dan sekecil apa pun, seperti mematikan komputer selepas kerja, ternyata bisa membuat dampak positif untuk kelestarian lingkungan,” ujarnya saat berpresentasi di hadapan detikINET dan beberapa media lain dari Asia Pasifik dan Jepang.

    HP pun tak lupa mengajak seluruh pengguna komputer untuk bantu mensosialisasikan aksi penyelamatan bumi ini dalam kampanye ‘Power to Change’, dengan mengunduh widget melalui situsnya. Sosialisasi bisa dilakukan pengguna komputer melalui berbagai upaya, seperti: online banners, digital badge, mencetak poster dan stiker, personal bookmarks situs Power to Change, serta bergabung dengan pengguna yang lain untuk menyukseskan kampanye melalui Facebook maupun Twitter. “Sebagai bukti keseriusan kami dalam aksi penyelamatan lingkungan, HP akan menyisihkan US$ 10 dari penjualan setiap unit komputer HP dx2810 Special Edition PC. Hasilnya untuk perbaikan terumbu karang yang jadi kesepatan Coral Triangle Initatives di Indonesia, melalui organisasi WWF,” tandas Ajay

    Hemat yuk, bumi kita cuma satu. Apa terus kita panasi terus ….

    Ngotot boleh? Dasarnya apa hayo …

    In bLog, country, damai, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, mAhasiswa, mAnajemen, mAteri kUliah, pEringkat iNdonesia, pOlitik, pers, saing, sumber daya, teknologi on Tuesday , 2 June 2009 at 7:00 AM

    Ada sebuah ungkapan, Kun rajulan wa rijlahu fil ardli wa himmatuhu’ alatstsuroya. Artinya, jadilah engkau orang yang cita-citanya melangit tetapi kakinya berpijak di bumi. Atas dasar ungkapan tersebut, boleh saja seorang pemuda memiliki semangat yang tinggi untuk mengejar cinta seorang wanita dengan mengatakan sebelum janur kuning melengkung di depan rumahnya, aku akan tetap mengejarnya. Selama yang dikejarnya baik itu seorang wanita ataupun yang lainnya membuatnya menuju ke arah yang lebih baik, semangat semacam itu tidak masalah. Tetapi perlu diketahui bahwa hidup ini bila diibaratkan bumi tidak selamanya mendatar dan indah penuh bunga di sepanjang jalan. Atau bila diibaratkan jalan, hidup ini tidak selamanya lurus. Hidup ini kadang mendaki namun juga kadang menurun dan kadang berbelok-belok. Selalu ada pergantian antara susah dan senang.

    Sebagaimana sebuah syair dalam kitab Jauharatul Maknun, ma kullu ma yatamannal mar’ u yudrikuhu tajri riyahurriyahu bima la tasytahidl dlufunu. Artinya, tidak semua yang dicita-citakan manusia akan tercapai. Sebab, kadang-kadang angin bertiup ke arah yang tidak dikehendaki sang nahkoda.

    Sekarang ini banyak orang yang ngotot atau memaksa diri ingin mendapatkan sesuatu. Misalnya, kasus pemilu legislatif yang baru saja usai, tapi banyak orang yang belum selesai dalam bersengketa, bahkan ada yang masuk rumah sakit jiwa segala. Yang lebih ironis lagi ada yang sampai bunuh diri. Menurut ajaran agama Islam, untuk mencari sesuatu yang bersifat ukhrawi tidak boleh ngotot. Seperti memaksa mengkhatamkan Alquran untuk selesai dalam waktu satu hari, hukumnya makruh, puasa tidak boleh jika tanpa berbuka dalam sehari. Atau misalnya i’tikaf dari subuh sampai maghrib kemudian membuatnya meninggalkan kewajiban-kewajiban lainnya, malah i’tikafnya menjadi dosa.

    Jika amaliyah yang bersifat ukhrawi saja yang sejatinya lebih bernilai abadi kita tidak boleh ngotot, apalagi untuk sebuah urusan dunia. Maka kita dianjurkan untuk legowo menerima segala kenyataan hidup yang kita hadapi, karena di balik setiap sesuatu pasti ada hikmanya, likulli syaiin hikmatan. Hujjatul Islam Imamuna Al-ghazali pernah menjelaskan mengenai perjalanan doa ke langit. Kata Al-Ghazali, doa itu kalau sampai ke langit ditanyakan oleh Allah SWT kepada malaikat pembawa doa.

    “Itu doa siapa?,” tanya Allah kepada malaikat. “Doa dari si Fulan Bin Fulan,” jawab sang malaikat kepada Allah, meskipun sang malaikat tahu bahwa sesungguhnya Allah juga sudah tahu. Lalu Allah bertanya,” Dia minta apa?.” “Dia minta ini dan ini. Yang satu minta kenaikan pangkat, yang satunya minta kaya dan yang lainnya minta agar dapat kawin lagi,” jawab sang malaikat. “Apa pekerjaan si Fulan?,” tanya Allah. “Tukang maksiat,” jawab malaikat. “Kabulkan hajatnya,” kata Allah. Bagi malaikat dan kita, tentunya aneh keputusan itu. Orang yang ahli maksiat segala permintaanya dipenuhi, tetapi giliran orang yang rajin salat tahajjud, puasa, sodaqoh ketika memohon suatu permintaan Allah mengatakan,” ahbis hajatahu, tangguhkan hajatnya.

    Perihal keputusan ini semakin heboh dan semakin membuat penasaran para malaikat di sana. Kenapa orang yang ahli maksiat doanya dikabulkan dan yang ahli ibadah malah ditangguhkan. Lalu Allah memberikan alasan dan penjelasan. Kata Allah,” Ahabbu inna isman du’aahu. Aku senang mendengar doanya. Jika belum Aku kabulkan doanya di hari Senin maka dia berdoa juga di hari Selasa. Dan jika Aku kabulkan di hari Rabunya barang kali besoknya dia tidak lagi berdoa pada-Ku.” Demikianlah sifat ke-mahabijaksana-an Allah. Oleh sebab itu, kita harus bisa bersikap sabar dengan segala keputusan-Nya dan tidak perlu ngotot dalam mengambil sikap terhadap suatu apapun. Walluhu a’lam. Referensi
    Nah, kalau ada yang ngotot sewaktu demo bagaimana? Makanya pikir-pikir yang benerlah …. kalau semua ngotot bagaimana jadinya negara dan bangsa ini. Apalagi pakai merusak segala, jangan ah …

    Purbalingga tolak hypermarket. Siapa lagi yang sadar, segera menyusul …

    In bLog, country, e-goverment, eKsekutif, global, hAm, indonesia, informasi, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, kOrupsi, lEgislatif, mAhasiswa, mAnajemen, nUrani, pEndidikan, pOlitik, pers, sumber daya, tEknologi iNformasi, teknologi on Tuesday , 2 June 2009 at 5:00 AM

    Rupanya tak hanya Bupati Bantul Idham Samawi yang menolak kehadiran hipermarket dan mall di wilayahnya. Bupati Purbalingga, Jawa Tengah, Triyono Budi Sasongko, juga menyatakan menolak pembangunan hipermarket atau sejenisnya di lokasi bekas Pasar Kota Purbalingga (pasar lama) karena dianggap tidak berpihak pada ekonomi kerakyatan. “Dengan melihat pengalaman di berbagai kabupaten, pasar yang digarap investor pada akhirnya akan memberatkan pedagang,” kata bupati Purbalingga Triyono Budi Sasongko saat pembukaan Pasar Segamas (Segitiga Emas) di Purbalingga, Jawa Tengah, Senin (1/6).

    Bahkan dalam pembangunan Pasar Segamas, kata dia, pihaknya sengaja tidak melibatkan investor karena dikhawatirkan harga jual atau sewa kios akan memberatkan para pedagang yang berjualan di tempat tersebut. Pembangunan Pasar Segamas di atas lahan seluas 5 hektare dan luas bangunan 18.560 meter persegi tersebut menelan biaya sebesar Rp21,7 miliar yang sepenuhnya ditanggung APBD Kabupaten Purbalingga dengan dukungan APBD Provinsi Jawa Tengah. Selain itu, kata dia, dari dana yang dikeluarkan sebesar Rp21,7 miliar tersebut,yang kembali ke kas daerah sebagai biaya service charge hanya Rp7,9 miliar. Referensi

    Ayo bangkitkan nasionalisme dan membela rakyat kecil secara nyata. Bupati/Walikota mana lagi yang mau seperti ini? Janganlah mengorbankan rakyat kecil, pedagang kecil dan bangsa sendiri untuk kepentingan asing! Jangan buat bangsa ini jadi kuli di negeri sendiri. Mari kita jadikan bangsa ini semakin cerdas, kuat, mampu bersaing dengan koridor nasionalisme. Jangan sampailah iming-iming setoran, uang balas jasa dan gula-gula materi menjadikan tangan mudah tanda tangan memberi perijinan kepada kaum predator, penghisap darah rakyat, menjerumuskan nasib rakyat …. dasar “hyper” ….

    Oh, Indonesia tanah air beta ….

    Pemotretan udara untuk kepentingan militer dan pembangunan nasional

    In bLog, country, e-goverment, eKsekutif, global, kEpemimpinan, kOmputer, mAnajemen, militer, operasi, pErtahanan, sumber daya, tEknologi iNformasi, teknologi on Tuesday , 2 June 2009 at 3:00 AM

    Pemotretan udara merupakan suatu kegiatan perekaman data yang dilakukan melalui udara dengan wahana pesawat udara, helikopter, balon udara terhadap obyek maupun gejala di permukaan bumi. Kadissurpotrudau, Marsma TNI Drs. Paulus D. Harsoyo mengatakan, kegiatan ini perlu dilakukan untuk mendapatkan data yang up to date guna mendukung kondisi pertahanan dan keamanan negara serta pembangunan nasional. Keenam lokasi yang dipilih adalah Lanud Halim Perdanakusuman Jakarta, Lanud Suryadarma Subang, Lanud Adi Sucipto Yogyakarta, Lanud Adi Sumarmo Solo, Lanud Iswahyudi Madiun, dan Lanud Abdulrahman Saleh Malang. “Pemilihan lokasi tersebut didasarkan atas banyaknya perubahan yang terjadi dan juga karena data yang ada telah lama sehingga perlu diperbaharui, dengan adanya pembaharuan foto udara ini diharapkan dapat diketahui besarnya perubahan fungsi dan penggunaan lahan agar nantinya pemetaan lahan TNI AU benar-benar akurat dan terlihat dengan jelas batas-batasnya”, jelas Marsma TNI Drs Paulus D Harsoyo.

    Pemotretan udara ini dilakukan dengan metode pemotretan vertikal dimana sumbu kamera tegak lurus dengan objek di permukaan bumi. Kamera yang digunakan ada dua, yaitu kamera large format manual RMK TOP dan kamera DSLR Nikon D2Xs yang dipasang di pesawat Cassa 212 A- 2103 dari Skadron Udara 4 Lanud Abdulrahman Saleh. Penggunaan double camera ini dimaksudkan untuk mendapatkan foto udara berwarna yang dapat mewakili keadaan sebenarnya di lapangan dari segi posisi, bentuk, dan ukuran“, tutur Kadissurpotrudau. Pada pelaksanaan pemotretan udara di Lanud Halim Perdanakusuma (25/5), Lanud Suryadarma (26/5), dan di Lanud Adi Sumarmo (28/5) telah dapat terlaksana dengan baik dan hasilnya masih dalam proses pembuatan. Sedangkan untuk Lanud lainnya masih dalam proses pengerjaan mulai hari Jumat (29/5) dan seterusnya diantaranya wilayah Lanud Adi Sucipto, Lanud Iswahjudi serta Lanud Abdulrachman Saleh.

    Cakupan area pemotretan sekitar 50 km² yang hasilnya dapat digunakan selain untuk pemetaan lahan TNI AU, juga dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pembangunan nasional seperti penentuan lokasi strategis pembangunan berbagai infrastruktur pemerintah maupun untuk pemetaan daerah rawan bencana. Referensi

    Google Wave, Ambisi Google ‘Kuasai’ Dunia

    In bLog, country, hAm, ict, indonesia, informasi, kOmputer, mAnajemen, pEndidikan, pEringkat iNdonesia, sumber daya, tEknologi iNformasi, teknologi on Tuesday , 2 June 2009 at 1:00 AM

    Mesin pencari di internet boleh dikatakan sudah sinonim dengan Google, namun sang raksasa seperti belum puas. Ambisi terbaru Google untuk ‘menguasai dunia’ nampak dari Google Wave. Google Wave merupakan platform komunikasi via internet terbaru yang sedang dikembangkan oleh Google. Di balik Wave adalah Rasmussen bersaudara, dua orang yang bertanggungjawab atas Google Maps. Wave pertama kali diperkenalkan pada konferensi Google I/O di San Francisco pada 27 Mei 2009. Seperti dikabarkan TechCrunch, Senin (1/6/2009), Wave disebut-sebut sebagai ‘wujud e-mail jika diciptakan pada masa kini’. Secara sekilas, Google Wave dapat disebut sebagai ‘pernikahan’ antara e-mail dan instant messaging. Namun lebih dari itu, Wave juga memungkinkan kolaborasi secara langsung terhadap dokumen online seperti wikipedia.

    Berikut beberapa hal yang didemonstrasikan Lars dan Jens Rasmussen serta tim Google Wave lainnya:

    1. Mengirimkan pesan secara bergantian layaknya e-mail.

    2. Melakukan chat langsung layaknya instant messaging dalam antarmuka yang sama.

    3. Berbagi dokumen dengan drag-drop dari desktop ke browser.

    4. Mengalihkan sebuah Wave menjadi konten untuk dipublikasikan layaknya blog.

    Namun hal paling ‘besar’ dari Wave adalah kenyataan bahwa teknologi ini tidak dikunci oleh Google. Siapapun bisa menggunakan Wave dan memanfaatkannya untuk memperkuat situs mereka. Seperti e-mail, Google Wave pun bisa diadopsi oleh sebuah perusahaan menjadi sebuah platform komunikasi di perusahaan tersebut. Dan sama seperti e-mail, Google Wave bisa dijalankan dari server perusahaan tersebut tanpa tergantung ke pihak lain — termasuk Google. Platform yang terbuka itu memungkinkan penyedia layanan berbasis Google Wave bisa saling berkomunikasi. Ini berbeda dengan layanan komunikasi ‘baru’ seperti Twitter atau layanan pesan di dalam Facebook yang ‘terkunci’ pada masing-masing penyedia layanan.

    Dibalik Google Wave adalah dukungan penuh Google pada standar HTML5. Standar yang akan datang dari situs web ini menyediakan basis teknologi yang memungkinkan pengembangan aplikasi seperti Google Wave dan aplikasi tingkat lanjut lainnya. Mampukah Google menaklukkan dunia lewat Google Wave?

    Ingin melihat video demonya? Klik disini. Ingin gambaran lengkap Google Wave? Klik disini. Selamat berkenalan dengan Google Wave.

    Mati sia-sia demi acara televisi. Bego ah!

    In bLog, country, hAm, hIdup, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, pEndidikan, pOlitik, pers, sumber daya, tEknologi iNformasi, teknologi on Monday , 1 June 2009 at 6:02 PM

    Noncho Vodenicharov, sosok berusia 53 tahun itu, boleh dibilang mati sia-sia demi tayangan televisi. Menurut polisi Filipina, Senin (1/6), korban memang sempat ditolong oleh seorang warga Filipina dan seorang dokter asal Bulgaria. Namun, nyawanya tetap saja putus dari raganya! Awalnya, Vodenicharov menjadi salah satu peserta reality show bertajuk Survivor. Tayangan asal Paman Sam itu mensyaratkan seseorang lolos dalam serangkaian kompetisi fisik dengan beberapa peserta pesaing. Cuma satu yang bakal keluar sebagai pemenang. Nah, Vodenicharov yang warga Bulgaria itu malah keluar sebagai pecundang karena serangan jantung yang menderanya tatkala sedang ada pengambilan gambar di sebuah pantai. Sebelum ambil bagian dalam acara itu, Vodenicharov pernah makan asam garam sebagai seorang wali kota plus stuntman sekaligus penyanyi di negera asalnya.

    Ach, bego banget. Mati demi negara dan bangsa bukankah lebih baik? Ini peringatan bagi stasiun televisi Indonesia yang sekarang lagi demam dan gencar menayangkan acara reality show. Nanti kalau sudah ada yang mati, baru ribut. Biasanya begitu. KPI sudah bagus membubarkan acara Curhat dengan host Anjasmara. Yang lain? Coba ditelaah lagi ….

    Tema debat capres-cawapres Pemilu Presiden 2009 nggak merujuk ke UUD 1945?

    In bLog, country, dEmokrasi, e-goverment, eKsekutif, global, hAm, hIdup, indonesia, informasi, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, mAnajemen, nUrani, pEndidikan, pEringkat iNdonesia, pOlitik, sumber daya, tEknologi iNformasi, teknologi, uang on Monday , 1 June 2009 at 5:27 PM

    Ada satu berita …..

    Para aktivis perempuan yang tergabung dalam Gerakan Perempuan Peduli Indonesia mengusulkan isu perempuan masuk dalam tema debat capres-cawapres. Mereka menilai saat ini para capres-cawapres kurang memberi perhatian terhadap isu-isu perempuan. “Kami mengusulkan isu perempuan menjadi tema tersendiri dalam debat capres-cawapres,” kata Sekjen Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Masruchah dalam jumpa pers di Kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Senin (1/6/2009). Dalam jumpa pers itu Masruchah didampingi para aktivis perempuan dari organisasi lain yang tergabung dalam Gerakan Perempuan Peduli Indonesia, antara lain Yayasan Kesehatan Perempuan (YKP), Aliansi Masyarakat Sipil untuk Revisi Undang-Undang Politik (ANSIPOL), dan lain-lain. Menurut mereka, isu perempuan penting untuk dijadikan tema tersendiri mengingat selama ini diskriminasi terhadap perempuan masih terus terjadi. Misalnya di bidang hukum, ada 45 peraturan daerah (Perda) yang dinilai tidak sensitif jender. Di bidang ekonomi, perlakuan terhadap buruh migran perempuan seringkali tidak manusiawi. Mereka kerap menjadi korban human trafficking melalui kebijakan pengiriman tenaga kerja ke luar negeri. Karena itu isu tersebut menjadi penting untuk dibahas secara serius. Sementara dari 5 tema yang ditetapkan KPU, tidak ada sama sekali yang secara khusus membahas isu perempuan.

    Menurut anggota KPU Endang Sulastri, meski tidak secara spesifik membahas isu perempuan, tapi dari 5 tema itu banyak yang berkaitan dengan isu perempuan. Misalnya soal hukum dan ekonomi. “Isu perempuan itu tidak perlu masuk ke dalam satu tema tersendiri, tapi bisa masuk ke dalam tema-tema yang lain,” kata Endang. Menanggapi hal itu, Masruchah mengatakan waktu yang tersedia tidak memadai. Waktu 90 menit yang dialokasikan kPU untuk tiap kali debat tidak memungkinkan para capres-cawapres itu membahas secara detail isu menyangkut perempuan yang sangat kompleks. “Waktu 90 menit itu pendek, sudah gitu harus dibagi ke 3 capres. Kalau tidak ada tema khusus, pasti pembahasan soal isu perempuan tidak akan mendalam,” kata Masruchah.

    Ach, menurut saya boleh-boleh saja usul apa saja yang perlu dijadikan tema debat capres-cawapres. Wong ini negara demokrasi. Kepentingan dan kepentingan boleh saja dipatingsliwer-kan. Tetapi harus dimengerti dan disadari, kita punya konstitusi, UUD 1945. Mengapa harus nyari-nyari lagi. Mestinya rujukan semuanya soal tema capres-cawapres itu kesana. Mengapa?

    Untuk mengetahui kualitas para capres dan cawapres dalam menghadapi masalah bangsa, KPU mengagendakan acara debat capres dan cawapres selama 5 kali dengan 5 tema sebelum pemilihan presiden 8 Juli mendatang. Harapannya, masyarakat dapat mengenali sosok calon yang akan dipilih untuk memimpin Indonesia 5 tahun ke depan. Lima tema yang akan menjadi bahan perdebatan antara capres dan cawapres adalah masalah pemerintahan, ekonomi, kesehatan, pendidikan dan strategi dalam mengatasi berbagai persoalan bangsa.

    1. Tentang pemerintahan akan membahas soal strategi mewujudkan pemerintahan yang bersih dan penegakan supremasi hukum.

    2. Tentang ekonomi akan membahas soal bagaimana mengatasi problematika kemiskinan dan pengangguran serta masalah ketahanan pangan.

    3. Tentang pendidikan, akan membahas soal bagaimana meningkatkan kualitas pendidikan dan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta membangun kehidupan beragama yang toleran.

    4. Tentang kesehatan, soal upaya peningkatan kesehatan dan pelestarian lingkungan hidup.

    5. Tentang strategi ke depan dalam mengatasi berbagai problematika bangsa termasuk solusinya.

    Teknis debat akan dipandu langsung oleh moderator dan saling menjawab. Tidak ada pertanyaan dari audiens selain capres dan cawapres yang berdebat. Ini murni untuk melihat visi dan misi capres dan cawapres dalam mengatasi masalah bangsa. Acara debat capres akan disiarkan langsung oleh semua televisi dan radio. Mengenai tempatnya dilakukan secara bergantian sesui hasil undian. Debat pertama antar capres akan digelar di studio Trans 7 pada tanggal 18 Juni. Dilanjutkan dengan debat cawapres di studio SCTV pada tanggal 23 Juni. Debat capres kedua dilakukan pada tanggal 25 Juni bertempat di Stasiun Metro TV dan debat cawapres kedua dilakukan pada tanggal 30 Juni di stasiun TV One. Debat capres terakhir digelar di stasiun RCTI pada tanggal 2 Juli. Pembagian tempat dan jadwal debat capres -cawapres itu di dasarkan pada hasil undian stasiun TV yang mengajukan proposal. Acara debat dijadwalkan mulai pukul 19.00-21.00 WIB.

    Nah, anda sudah lihat tema yang disiapkan untuk debat. Sekarang bandingkan dengan Alinea 4 Pembukaan UUD 1945 : Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

    Perhatikan, kalimat “…. untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia ….” jelas? Kalau sudah jelas, berikutnya fahami, para capres-cawapres itu khan mau “merebut kekuasaan” menjadi/mencari mandat sebagai Pemerintah Negara Indonesia, untuk itulah mereka harusnya diukur gagasannya/program kerjanya/materi yang diperdebatkan dengan standar yang 4 itu:

    1. melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia

    2. memajukan kesejahteraan umum

    3. mencerdaskan kehidupan bangsa

    4. ikut melaksanakan ketertiban dunia

    JADI SECARA KONSTITUSI APA YANG DITAWARKAN DAN DIPERDEBATKAN SEBAGAI PEMIKIRAN, PROGRAM KERJA, AGENDA ATAUPUN GAGASAN CAPRES-CAWAPRES TIDAK BOLEH LEPAS DARI 4 HAL TERSEBUT. INI PRINSIP, KALAU KPU MEMANG BERFIKIR JERNIH DAN BERDASARKAN KONSTITUSI, NGGAK PERLU REPOT-REPOT CARI TEMA DEBAT, SAMPAI HARUS “KOMUNIKASI” DULU DENGAN TIM SUKSES PARA CAPRES DAN CAWAPRES. Yang namanya mau nyalon, jelas saja mau memilih tema yang cenderung “dikuasai” dan “disenangi” yang bersangkutan. KPU nggak sadar ini?

    Okelah, mengapa hal ini menjadi penting dan prinsip? Karena program kerja, gagasan, dan ide maupun pemikiran capres-cawapres yang terpilih itu nantinya akan menjadi bahan dasar Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) lima tahunan yang tentu saja sangat menentukan nasib bangsa dan negara ini mau dibawa kemana? Sehingga kalau nggak jelas arahnya khan sangat berbahaya …. bisa-bisa 235 juta rakyat Indonesia bisa dibawa ke arah “semaunya” capres-cawapres terpilih … Jaman orde baru memang berbeda, capres-cawapres nggak perlu “menawarkan” agenda yang diukur konstitusi, karena akan dibekali MPR dengan GBHN. Sekarang khan tidak demikian ….

    Lha, makanya harus disadari semua stakeholder negara bangsa ini, usul apapun soal materi debat boleh saja, tetapi buka dan cermatilah konstitusi negara/bangsa ini … sehingga nanti kita bisa memperkirakan agenda capres-cawapres itu sudah (semakin) mengarah ke tujuan nasional nggak …..? SAYA NGGAK YAKIN, sebab: tema-tema debat itu tidak terlihat langsung berhubungan nyata dengan “melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia” danikut melaksanakan ketertiban dunia”.

    Sebaiknya UU Pilpres mengatur hal seperti ini juga!

    BAGAIMANA MENURUT ANDA? ANDA OPTIMIS DALAM KEPESIMISAN ATAU ANDA PESIMIS DALAM KEOPTIMISAN?

    Salah kalau kekuatan udara nasional diartikan hanya berupa pesawat terbang

    In bLog, country, eKsekutif, global, indonesia, informasi, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, lEgislatif, mAnajemen, militer, pEndidikan, pEringkat iNdonesia, pErtahanan, pOlitik, risiko, sumber daya, tEknologi iNformasi, teknologi on Monday , 1 June 2009 at 4:16 PM

    Kekuatan udara nasional cenderung diartikan hanya berupa pesawat terbang dan peralatan lain yang digunakan oleh Angkatan Udara, armada penerbangan sipil, industri, dan jasa kedirgantaraan serta penerbangan yang ada di TNI AD, AL, Polri belum kita pahami sebagai bagian dari kekuatan udara nasional Indonesia. Demikian juga dalam pemanfaatannya, pada umumnya hanya dikaitkan dengan kepentingan militer (perang) dan melupakan kegunaannya untuk kesejahteraan rakyat.

    Hakekat kekuatan udara nasional (Indonesia Air Power) bagi bangsa Indonesia adalah seluruh kemampuan dan kekuatan bangsa untuk menggunakan wahana yang beroperasi di atau/melalui udara. Demikian penjelasan Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Subandrio saat bertindak sebagai Keynote Speaker pada Jakarta International Aerospace Medicine Symposium (JIAMS) di Lembaga Kesehatan Penerbangan dan Antariksa (Lakespra) dr. Saryanto, Jakarta Selatan, Senin (1/6).

    Dengan demikian jelaslah bahwa kekuatan udara nasional tidak identik dengan hanya Angkatan Udara saja. Kalau kita berbicara kekuatan udara nasional di Indonesia tentu tidak terlepas dari kondisi geografi negara kita yang berbentuk kepulauan (Archipelago State). Dihadapkan dengan bentuk geografi dan luas wilayah Indonesia, maka faktor kecepatan yang dimiliki oleh kekuatan udara baik wahana gerak berawak (pesawat terbang), maupun wahana gerak tak berawak (peluru kendali), menjadikan pilihan utama untuk dibangun dan dikembangkan secara proporsional. Referensi