Satu Nusa Satu Bangsa Satu Bahasa Satu Harapan

Archive for July 31st, 2009

Gaya Obama menyelesaikan masalah “berbau rasis”

In kEwarganegaraan on Friday , 31 July 2009 at 10:58 AM

Anda sudah baca tulisan yang saya posting soal masalah “berbau rasis” yang menimpa seorang profesor Amerika Serikat yang ditangkap secara ngawur oleh polisi:
“Seorang Profesor kulit hitam ditangkap, Obama sebut polisi bodoh!” ?

Rupanya masalah itu diselesaikan oleh Presiden Barack Obama dengan gayanya yang khas dan disebut sebagai “teachable moment” (momen pembelajaran). Mereka yang terkait berkumpul di suatu taman, ada sang profesor yang ditangkap, ada sersan polisi yang menangkapnya, dan sang presiden. Seraya minum-minum, dan berkomunikasi penuh persahabatan. Lihatlah fotonya:

Momen Pembelajaran

Momen Pembelajaran

Pelajaran apa yang bisa dipetik? Masalah berat yang “berbau ras” pun kalau mau diselesaikan, dipertemukan, diisi dengan niat baik, bisa dituntaskan secara terhormat. Hal ini akan berbuah manis, sepanjang semua manusia mau memahami bahwa di dunia adanya pluralisme dan multikulturisme tidak bisa dinafikan, harus diterima apa adanya. Semoga WNI Nomor 1 mau mempelopori bahwa kita hidup di Indonesia, yang sesungguhnya memang penuh warna, penuh suara dan penuh harapan.

Mau membaca selengkapnya kisah penyelesaian masalah ini? Klik saja disini Obama, Gates, policeman pledge to try and move on. Salam Indonesia.

Modal Pemimpin : Integritas, Percaya Diri dan Keterbukaan

In kEpemimpinan on Friday , 31 July 2009 at 9:45 AM

Saat hadir dalam acara makan malam bersama Kasau dan mantan Kasau dalam acara Sambung Rasa sebagai Rangkaian Peringatan Ke-62 Hari Bhakti TNI AU Tahun 2009 di Gedung Handrawina Akademi Angkatan Udara, tanggal 28 Juli 2009, ada ungkapan kata yang perlu disimak dari Mantan Kasau Marsekal TNI (Pur) Herman Prayitno, bahwa ada tiga hal yang harus dipegang oleh seorang pemimpin dalam berkarya agar sukses:

1. Integritas (Integrity)

2. Percaya Diri (Self Confidence)

3. Keterbukaan (Full Disclosure)

Memang, semestinya begitu. Tentu patut direnungkan lebih dalam, serta diaplikasikan secara lebih luas, bertingkat dan berlanjut di lingkungan kerja.

Dengan Integritas tentu ada kontrol diri yang kuat mengenai kepatuhan terhadap norma-norma standar, yaitu norma hukum, norma etika, norma agama, dan norma profesi. Bahkan tanpa ada cara-cara penandatanganan Pakta Integritas pun, sang pemimpin itu akan tetap beraktivitas dan menjalankan tugasnya secara tertib aturan, kesadaran bahwa selalu ada yang mengontrol selain dirinya sendiri itulah yang akan menjadi filter terkuat kalau mau berbuat menyimpang.

Dengan Percaya Diri, seorang pemimpin akan mengambil keputusan secara matang, dengan menggunakan dasar-dasar yang kuat, serta harus berani menghadapi resiko apapun yang terjadi akibat keputusannya itu. Untuk itu bagi seorang pemimpin agar tumbuh rasa percaya diri yang kuat, dia harus selalu mau belajar dengan baik dan benar terutama terkait dengan bidang/jabatan yang sedang dijalaninya dengan segala aspek yang melingkupinya. Dengan mengasah diri (membaca dan menulis) secara terus menerus, dengan meng-update informasi yang senantiasa berkembang secara dinamis, dengan mengembangkan analisis yang dipenuhi akal sehat, serta menjalankan strategi komunikasi intens dengan partner kerja, tentu rasa percaya diri akan terbangun secara maksimum. Adalah salah, kalau seorang pemimpin hanya mengandalkan stafnya secara total dalam membangun rasa percaya dirinya. Justru sang pemimpin itulah yang harusnya mampu mendayagunakan staf sekaligus membangun sumber-sumber pendorong munculnya rasa percaya diri secara terpadu.

Dengan Keterbukaan, seorang pemimpin akan dapat bekerja secara tenang tanpa terganggu praduga-praduga yang negatif dari stafnya ataupun dari koleganya yang lain. Dalam batas-batas tertentu keterbukaan ini memang menjadi positif dalam meneguhkan kepemimpinannya, namun ada juga hal-hal yang terkait keterbukaan ini yang mestinya dikembangkan dan dijalankan secara proporsional sesuai levelering-nya. Keterbukaan bukanlah harus dimaknai semua orang harus tahu semuanya! Namun dengan niat yang baik, keterbukaan bisa juga diartikan mau menerima masukan konstruktif, kritik ataupun “protes” yang memang ada dasarnya, dari siapapun, tanpa melihat level yang memberi masukan, sepanjang disampaikan secara etis. Tidaklah jamannya mengklaim bahwa pemimpin pasti benar segalanya, nggak pernah salah. Namun selalu ada cara untuk “memperbaiki” hal ini dengan keterbukaan yang sinergis.

Webometrics Juli 2009: UGM berada di posisi 72 Top Asia. Selamat, semoga terus berjaya sebagai Research University.

In ict on Friday , 31 July 2009 at 9:07 AM

Webometrics menempatkan Universitas Gadjah Mada sebagai satu-satunya perguruan tinggi (PT) di Indonesia yang masuk daftar Top 100 Asia, yakni pada peringkat ke-72. Sementara tiga besar perguruan tinggi di Indonesia yang masuk pada daftar Top 100 Asia Tenggara adalah UGM, ITB, dan UI. Peringkat UGM pada Webometrics kali ini mengalami sedikit penurunan dibandingkan dengan posisi bulan Januari 2009, yang menempatkan UGM pada posisi 64. Penurunan ini dipandang cukup wajar mengingat peringkat di Webometrics memang fluktuatif.

Posisi UGM untuk Webometrics Top 100 Asia memang cukup dinamis. Pada tahun 2006 UGM berada pada posisi 100, tahun 2007 (95), Januari 2008 (57), Juli 2008 (74), dan Januari 2009 pada posisi 64. Untuk Top 100 Asia kali ini, UGM merupakan satu-satunya PT di Indonesia yang masuk dalam daftar, sementara untuk Top 100 Asia Tenggara, UGM menempati posisi 8, ITB 13, dan UI 21, disusul beberapa PT Indonesia lainnya seperti Universitas Kristen Petra, Universitas Gunadarma, dan UNS.

Pemeringkatan oleh Webometrics didasarkan pada keunggulan dalam publikasi elektronik (e-publication) yang terdapat dalam domain web masing-masing perguruan tinggi. Pengukurannya menggunakan 4 indikator: Size (S), yakni jumlah halaman publikasi elektronik yang terdapat dalam domain web PT; Visibility (V), atau jumlah halaman lain yang mencantumkan URL domain PT yang dinilai; Rich Files (RF), yakni relevansi sumber elektronik dengan kegiatan akademik dan publikasi PT tersebut; dan Scholar (Sc), yakni jumlah publikasi dan sitasi bermutu pada domain PT. Data yang dikumpulkan dengan empat indikator tersebut diolah dan digunakan untuk memeringkat lebih kurang 4.000 PT dari seluruh dunia. Daftar peringkat PT dikeluarkan dua kali setiap tahun, yakni bulan Januari dan Juli.

Bagi UGM, peringkat Webometrics sesungguhnya bukan menjadi tujuan yang hendak dicapai karena UGM saat ini lebih fokus pada pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk mendiseminasikan karya-karya sivitas akademikanya dalam rangka turut memberikan solusi atas masalah-masalah yang dihadapi bangsa. UGM akan senantiasa meningkatkan upload karya-karya dosen di website sehingga tidak hanya dibaca oleh banyak orang, tetapi juga dirujuk oleh para pakar dari Indonesia dan internasional. Sekali lagi ini menunjukkan bahwa publikasi elektronik di situs http://www.ugm.ac.id dinilai yang paling komprehensif dan paling kaya di negeri ini.

Selamat deh, buat sivitas akademika UGM keseluruhannya, semoga tetap terus berjaya sebagai Research University.

Gaya hidup modern bikin otak gila?

In sumber daya on Friday , 31 July 2009 at 8:55 AM

Gaya hidup modern membuat orang harus terus mengaktifkan otaknya yang kadang membuat stres karena cepatnya perubahan yang terjadi. Otak yang terus mengalami tekanan bisa menjadi sumber kegilaan. “Kita terus dibombardir oleh informasi baik dari email, berita-berita tragis maupun tuntutan personal. Otak akan bereaksi terhadap stres dan jika ada pemicunya seperti infeksi berpotensi menyebabkan kerusakan otak di daerah-daerah kepala, dahi atau terjadi benjolan keras,” kata Stephen Ilardi, psikolog dari University of Kansas dan penulis buku “The Depression Cure: The 6-Step Program to Beat Depression without Drugs“, seperti dilansir Health, 31 Juli 2009.

Para peneliti menemukan penyakit gangguan jiwa atau schizophrenia telah menjadi faktor utama yang mempengaruhi kesehatan seseorang. Gaya hidup ala Amerika juga diduga menjadi penyebab gangguan kejiwaan. Dalam banyak hal gangguan mental adalah peradangan yang terjadi dalam tubuh yang jika parah kasusnya menjadi besar. Peradangan yang dialami tubuh sebenarnya adalah cara tubuh untuk melindungi diri. Namun jika kasusnya membesar menjadi sangat bahaya. Penyakit jantung, diabetes, schizophrenia, depresi, autis, gelisah diduga penyebabnya adalah karena terjadi peradangan di dalam tubuh. “Penyakit-penyakit ini terus meningkat dalam gaya hidup moderen saat ini,” kata Illardi.

Apakah gaya hidup nenek moyang kita lebih baik?

Memang para leluhur dulu tidak selamanya bebas dari stres tetapi nenek moyang kita memiliki banyak faktor yang bisa menghentikan tekanan stres. Menenun untuk membuat pakaian adalah salah satu pereda stres. Sementara saat ini bisnis fashion membuat semuanya gampang didapat. Contoh lain para leluhur dulu jika menghadapi binatang buas di jalan juga bisa frustasi dan berkata menemukan batu besar yang menghambat jalan sehingga butuh fisik kuat untuk menghindarinya. Tetapi saat ini para kaum urban yang terjebak kemacetan tidak dapat melakukan apa-apa kecuali marah.

Banyak penyakit mental yang berhubungan dengan otak saat ini dirawat dengan obat-obat kimia. Tetapi cara seperti itu juga mengubah otak menjadi lebih sakit. Sementara beberapa kebiasaan primitif yang ditemukan para peniliti justru dapat mencegah otak sakit. Melihat pemandangan yang sejuk dapat mengubah perilaku menjadi lebih tenang dan terbukti lebih efektif menyembuhkan gangguan kejiwaan ketimbang memberikan obat-obatan kimia.

Berikut beberapa cara untuk melindungi Anda dari kegilaan perilaku modern saat ini:

Seimbangkan Kebutuhan Omega untuk Kesahatan otak. Konsumsi Omega yang ideal antara omega 6 dan omega 3 adalah satu banding satu. Sementara dalam pola diet Amerika perbandingannya sangat berlebihan 16 banding satu. Terlalu banyak Omega 6 justru akan mendorong terjadinya peradangan dalam tubuh, kerja darah dan otak yang semakin keras akan menyebabkan depresi. Sedangkan lemak Omega 3 yang banyak ditemukan di ikan salmon, dan kenari dapat membantu mengurangi peradangan yang bersiklus.

Cukupkan Waktu Tidur. Satu abad yang lalu orang tidur malam selama 9 jam. Sementara hari ini menurut survei National Sleep Foundation banyak orang yang tidurnya kurang dari 7 jam, kecenderungan ini terkait dengan penurunan kesehatan mental. Usahakanlah tidur 8-10 jam tiap malam untuk membantu otak melakukan pemulihan secara sempurna.

Perbanyaklah hubungan sosial. Para leluhur dahulu sangat senang jika menikmati buah atau makan bersama dengan 50-100 orang. Tapi kini dengan jumlah penduduk dunia yang sebanyak 6,5 miliar orang justru makin sedikit memiliki teman. Padahal sikap ego yang tinggi menjadi salah satu terganggunya kesehatan mental.

Hentikan sejenak beban pikiran. Fokus pada masalah terbukti membantu memecahkan masalah lebih cepat. Carilah solusi yang tepat agar masalah segera tuntas sehingga otak tidak terus menerus berputar.

Berolahragalah. Leluhur kita tidak cuma menghabiskan banyak waktu untuk gerakan aerobik yang mudah tapi juga melakukan angkat berat seperti menggali atau membangun pondok. Hanya 90 menit latihan per minggu bisa menjadi efektif sehingga tubuh dan otak tetap segar.

Luangkan waktu untuk berjemur. Sinar matahari dapat mencegah penyakit. Sinarnya dalam jumlah cukup dan tidak berlebihan bisa memproduksi zat pembentuk Vitamin D. Seperti Omega 3, vitamin D adalah salah satu obat anti peradangan.

Sedangkan penelitian mengenai hubungan antara agama dan kesehatan mental bisa menjadi salah satu cara untuk memahami dunia dan makna hidup baik secara filosofis atau ilmiah.

Rencana penyelamatan Barack Obama bocor di Internet. Software P2P mau diblokir?

In kEwarganegaraan on Friday , 31 July 2009 at 5:53 AM

Anda sudah baca Lawmaker urges regulations for file-sharing? Intinya Amerika Serikat mau menelurkan regulasi yang membatasi bahkan memblokir software file sharing semacam Lime Wire agar tidak disalahgunakan untuk mendistribusikan maupun membocorkan file-file yang berklasifikasi khusus. Bisakah itu? Kita tunggu saja. Ini pergulatan antara regulasi dan kemampuan pakar teknologi informasi, dibalut bagaimana internet security diterapkan secara adil tanpa mengeliminasi HAM.

Tetapi, apa sesungguhnya yang melatarbelakangi para pejabat AS itu mengusulkan legislati ini? Begini ceritanya.

Pemerintah Amerika Serikat jadi kalang kabut soal ini dikarenakan dokumen-dokumen sensitif miliknya bocor di internet, tepatnya di situs file sharing. Yang namanya dokumen sensitif pasti berisi hal-hal yang tidak seharusnya diketahui oleh publik. Dan memang benar, salah satu dokumen yang muncul ini berisi rencana evakuasi Presiden Obama jika ia berada dalam keadaan darurat, lengkap beserta rute yang harus ditempuh iring-iringan mobilnya.

Bagaimana sejumlah dokumen sensitif tersebut berhasil dibuka di tempat yang tidak seharusnya? Chairman House Oversight and Government Reform Committee Amerika, Edolphus Towns mengatakan bahwa dokumen-dokumen ini ditemukan melalui program file-sharing berbasis P2P, bernama LimeWire. Tak hanya itu, file-file dokumen lainnya yang tak kalah sensitif turut ditemukan. File-file yang ikut bocor ini terdiri dari file milik FBI, catatan kesehatan dan nomor-nomor keamanan sosial.

Mengetahui bahayanya program berbagi file yang sudah terbukti itu, pihak pemerintah AS pun berencana akan memberlakukan undang-undang baru. Melalui undang-undang ini, aksi pemblokiran terhadap software P2P (peer-to-peer) akan diberlakukan dari semua jaringan dan komputer milik pemerintah dan kontraktor. Program LimeWire ini sendiri memang tidak ’suci’. Pada Maret lalu,  perusahaan intelegensi Tiversa pernah menemukan informasi terklasifikasi tentang Marine One, helikopter yang digunakan untuk mengangkut Obama.

Sesungguhnya bukan software file sharing yang harus dijadikan kambing hitam atas adanya kebocoran ini. Mestinya ya bagaimanakah tingkat pengamanan file-file berklasifikasi itulah yang diperdalam dan dipelajari. Jangan-jangan ada yang sengaja membocorkan … makanya harus ada internal security yang kuat, termasuk dalam hal lalu lintas informasi (file-file rahasia), bukan hanya pengamanan secara fisik saja yang diperkuat.