Satu Nusa Satu Bangsa Satu Bahasa Satu Harapan

Posts Tagged ‘hAm’

Apakah salah membawa bekal MAMIN dari rumah?

In kEluarga on Monday , 13 July 2009 at 2:44 PM

Apakah salah membawa bekal dari rumah? Kalau pertanyaan ini ditujukan kepada anda yang sedang mengantar anak-anak  ke sekolah, saya tahu pasti jawabannya: Tidak Salah.

Namun, kalau pertanyaan ini ditujukan kepada anda sendiri yang sedang menuju ke kantor, apakah jawaban anda soal bekal MAMIN (Makanan dan minuman) yang dibawa dari rumah? Pasti tidak tunggal jawabannya.

Sebuah suratkabar nasional, minggu kemarin menulis artikel terkait cara memperoleh makan siang di kantor bagi para pekerja. Kalau pekerja yang telah disediakan MAMIN di kantor oleh perusahaannya/institusinya tidak ada problem berarti, kecuali mungkin “ketidaksesuaian” rasa. Tetapi bagi pekerja yang harus menyediakan sendiri MAMIN di kantor, biasanya ada problem.

Problem yang umum adalah soal dukungan anggaran, waktu untuk memperoleh santap siang dikaitkan lama waktu yang tersedia untuk jam istirahat, dan tentu saja tingkat hygenis-nya makanan yang disantap.

Saya tidak ingin menulis hal-hal itu secara detil. Langsung saja, pendapat saya, paling baik BAWA BEKAL MAMIN dari rumah. Toh, keluarga tentu sudah sangat siap mempersiapkan hal-hal demikian. Rasanya semua problem itu akan tereliminasi kalau mau membawa bekal dari rumah. Apakah mengganggu sosialisasi dengan teman-teman kerja? Menurut saya tidak ada hubungannya. Kalau ingin moderat, ya, secara rutinnya membawa dari rumah, namun kadang-kadang makan di luar kantor atau di dalam kantor (kalau ada kantin/cafe) bersama rekan-rekan kerja.

Menurut saya untuk melakukan hal ini nggak perlu pemikiran yang panjang. Meski saya tahu, ada problem turunannya, yaitu CARA MEMBAWA BEKALNYA. Kalau ke kantor membawa mobil, memang sih nggak terlalu masalah untuk “mencangking” bekal itu, tapi kalau naik motor atau angkutan umum, sepertinya ada kendala teknis ya ….

Sekali lagi, dalam pandangan saya, nggak perlu diribetkanlah, yang penting bisa mengemasnya secara rapi, aman (tidak tumpah), dan membawanya normal-normal saja. Saya mengerti, sesungguhnya bukan masalah teknis membawanya, orang kita tidak ingin melakukan hal ini (membawa bekal MAMIN) dari rumah, sesungguhnya karena : GENGSI.

Peraturan Pemerintah (PP) No. 44/2009 tentang Jalan Tol : Sepeda motor bisa lewat jalan tol

In country on Monday , 22 June 2009 at 1:34 PM

Jalan tol tak lagi hanya buat pengendara roda empat ke atas. Melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 44 Tahun 2009 tentang Jalan Tol, para pengendara motor juga boleh melaju di jalan bebas hambatan. Beleid yang diteken Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 8 Juni 2009 menyebutkan, kendaraan roda dua alias motor dapat melewati ruas jalan tol.  Sedangkan dalam PP 15 Tahun 2005 tentang Jalan Tol yang berlaku sebelumnya, ketentuan ini sama sekali tidak disebutkan. Pemerintah beralasan, pembuatan aturan ini untuk memberikan rasa keadilan bagi masyarakat. Apalagi, di sejumlah daerah, motor adalah alat transportasi yang jumlahnya cukup besar.

Namun, sepeda motor tak bisa melaju di sembarang jalan tol. Motor hanya bisa melintasi tol yang menyediakan jalur khusus yang secara fisik terpisah dari jalur mobil. Itu sebabnya, kendati sudah berlaku sejak 8 Juni 2009 lalu, penerapan aturan ini tetap butuh waktu. “Selama ini, jalan tol hanya untuk roda empat. Jadi, perlu waktu menyiapkan jalur khusus sepeda motor,” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Darat Departemen Perhubungan Suroyo Ali Moesa.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Nurdin Manurung menandaskan bahwa PP 44 Tahun 2009 tidak serta-merta mewajibkan operator jalan tol membuatkan jalur khusus motor. Kata dia, PP itu dibuat untuk mengantisipasi kondisi darurat. Semisal, sepeda motor tak bisa lewat lantaran tidak ada jalur alternatif lain. Alhasil, untuk daerah yang memiliki jalan alternatif, jalur khusus motor di tol sebenarnya tidak terlalu diperlukan. Alasan lain, pengendara motor juga jarang terkena macet seperti layaknya pengendara mobil. Belum lagi, pengendara motor yang melewati tol akan dikenai tarif oleh pengelola.

Agaknya PP ini juga untuk memberi payung hukum bagi penyelenggaraan Jalan Tol di Jembatan Suramadu. Serta payung hukum bagi sepeda motor  “pengawalan” pejabat atau hal-hal penting/darurat yang mengharuskan kendaraan motor tertentu mesti lewat tol biar cepat dan safe.

Yang penting jangan sampai nantinya jalan tol jadi macet, dan awut-awutan. Lha, nanti kesannya, apa bedanya dengan jalan “tradisional” ya?

Kepada nenek Tjoa Swie Khing saya ucapkan selamat, akhirnya anda punya KTP setelah menunggu 72 tahun! Ayo jadi WNI Nomor 1 ya …

In bLog, dEmokrasi, damai, e-goverment, eKsekutif, hAm, hIdup, indonesia, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, nUrani, pEndidikan, sumber daya on Wednesday , 8 April 2009 at 11:05 AM

Anda sudah membaca berita soal pemerolehan KTP Nenek Tjoa Swie Khing? Kalau belum coba anda baca dulu kisahnya berikut ini secara seksama dan munculkan persepsi pribadi anda dengan kacamata Kewarganegaraan.

Nenek Tjoa Swie Khing akhirnya lega setelah penantian panjangnya untuk memiliki kartu tanda penduduk alias KTP terwujud. Bersama 196 warga Jatim lainnya yang tidak memiliki kewarganegaraan alias stateless, Selasa, 7 April 2009, Tjoa Swie Khing menerima sertifikat dari Kanwil Dephukham Jatim. Nenek berusia 72 tahun yang tinggal di Kampung Seng itu hampir putus asa. Sebab, sepanjang hidupnya dia tidak bisa memiliki harta pribadi akibat statusnya yang tercatat sebagai WNA keturunan China. Padahal, untuk paspor China saja dia tidak pernah mengantongi. Dia tidak pernah mengunjungi negeri leluhurnya itu. “Saya ini lahir sampai tua di Surabaya,” katanya.

Akibat tidak ber-KTP, seluruh harta pribadinya diatasnamakan kerabatnya yang memiliki KTP. Bahkan, tujuh anaknya juga tidak memiliki status kewarganegaraan seperti dirinya karena suaminya juga tidak memiliki kewarganegaraan. Dulu dia pernah memiliki KTP dengan status WNA, tapi konsekuensinya dia harus memperpanjang surat tanda melaporkan diri (STMD) ke kepolisian setiap tahun.

Perasaan lega juga dirasakan Siak Sio Hwa (55) yang kemarin mengantongi surat yang sama. Kata dia, perjuangan untuk mendapatkan status WNI itu sudah diperjuangkan sejak masih sekolah 30 tahun silam. Sampai kemudian lahir UU No 12/2006 tentang Kewarganegaraan. Namun itupun belum membuatnya lega. “Untuk mengurus lewat perantara dimintai Rp 15 juta,” katanya. Akibat terlalu mahal, ibu ini mengurungkan niatnya mengubah status kewarganegaraan. Sampai kemudian dia bertemu aktivis Solidaritas Korban Diskirimasi (SIKaD) Biao Wan yang membantu dan mendampingi mendapatkan kewarganegaraan. Sementara itu, Kakanwil Dephukham Jatim Sihabuddin sangat mendukung upaya warga Tionghoa menjadi WNI.

bunga_kehidupan

Bunga-bunga kehidupan

Wah, tentu yang pertama-tama saya ingin mengucapkan selamat kepada Nenek Tjoa Swie Khing dan kawan-kawan atas diterimanya KTP sebagai Warga Negara Indonesia yang tinggal di Surabaya. Kebahagiaan atas diterimanya dan diakuinya sebagai WNI secara de facto dan de jure dengan bukti KTP resmi tentu akan lebih meningkatkan bakti sebagai bagian Bangsa Indonesia yang telah memiliki Hak dan Kewajiban sama dengan komponen bangsa lainnya. Meskipun kita yakini sebelumnya pun tanpa KTP Indonesia yang bersangkutan telah “menjadi” WNI dalam arti menjalani hidup dan kehidupan sebagai warganegara dengan menjalankan hak dan kewajibannya, meskipun dengan beberapa keterbatasan. Nah, dengan ber-KTP resmi, semoga sekat yang selama ini mungkin ada antara sang nenek dengan yang lainnya akan luruh dan “menyatukan” jembatan kehidupan sesungguhnya seluruh komponen bangsa Indonesia ….. inipun juga amanat dari undang-undang.

Akhirnya, sekali lagi, selamat ya Nenek Tjoa Swie Khing dan kawan-kawan sudah punya KTP Indonesia. Haiya, jadi WNI Nomor 1 ya …. bersama saya, bersama kita semua, rakyat Indonesia! Kamsiah

Tentara Israel : “Hidup warga Palestina sangat-sangat tidak penting dibandingkan hidup tentara kami”

In aNak, bLog, country, damai, eValuasi, global, hAm, hIdup, indonesia, informasi, kEwarganegaraan, kelaparan, militer, nUrani, operasi, pEndidikan, pErtahanan, pOlitik, peace, risiko, sumber daya, teknologi on Friday , 20 March 2009 at 4:13 PM

Ketika waktu menunjukkan kebenaran. Ketika bukti menguakkkan kebohongan. Adakah kita melihat sinar kemanusiaan patut diperjuangkan? Adakah kita terdiam, dan terus terdiam? Ini bukan pemimpi yang bicara obsesi, ini bukan penduga yang bicara kira-kira. Tetapi justru orang-orang diantara mereka yang memberi testimoni. Bacalah dengan hati nurani, pikiran bersih dan akal sehat, sebagai manusia seutuhnya!

Dan akhirnya The New York Times tanggal 20 Maret 2009 mengabarkan:

israel_ham_01

Pasukan Israel diizinkan melakukan pembunuhan terhadap warga sipil Palestina dalam serangan yang dilakukan Israel terhadap Gaza. Dalam operasi militer bernama Cast Lead pada 27 Desember 2008 hingga 18 Januari 2009, tentara Israel juga menghancurkan harta milik warga sipil Palestina. Demikian pengakuan sejumlah tentara Israel yang terlibat dalam operasi tersebut. Menurut harian Israel Hareetz edisi Kamis, 19 Maret 2009,

israel_ham_02

pengakuan para tentara itu dilakukan pada 13 Februari 2009. Termasuk sejumlah pilot pesawat tempur dan tentara infanteri Israel. Mereka adalah lulusan dari kursus paramiliter Yitzak Rabin pada Oranim Academic College, di Tivon. Ini membantah pengakuan resmi militer Israel yang menyatakan bahwa mereka tak membunuh warga sipil dan memiliki tingkat moral yang tinggi. Seorang pemimpin sebuah pasukan infanteri mengungkapkan terjadinya penembakan yang dilakukan penembak jitu Israel terhadap seorang ibu dan dua anaknya.

israel_ham_03

Ia menyatakan, saat itu pasukan Israel memasuki sebuah rumah yang berisi sebuah keluarga di dalamnya. ”Kami menempatkan mereka di sebuah ruangan. Kami meninggalkan mereka dan kemudian peleton lain masuk ke rumah tersebut,” katanya. Beberapa hari kemudian, kata dia, ada perintah untuk membebaskan keluarga tersebut. Di atap rumah mereka ada seorang penembak jitu. Komandan peleton memerintahkan keluarga itu untuk pergi dan meminta mereka untuk pergi ke arah kanan. Namun ibu dan dua anaknya itu tak mengerti dan pergi ke arah kiri. ”Pemimpin peleton itu lupa mengatakan kepada penembak jitu bahwa mereka boleh pergi,’‘ jelasnya. Ia mengatakan seharusnya penembak jitu yang ada di atap itu menahan tembakannya. Namun ia kemudian melakukan apa yang dianggapnya harus dilakukan seperti perintah yang harus dijalankan. Si penembak jitu itu kemudian melihat seorang wanita dan anak-anak mendekati posisinya, melampaui batas yang harusnya seseorang tak bisa melintas. ”Si penembak jitu itu langsung menembaknya,” ungkapnya. Menurut dia, setelah tahu apa yang sesungguhnya, si penembak jitu terlihat tak terbebani perasaan bersalah. Sebab, ia tetap menjalankan apa yang menjadi tugasnya seperti tak terjadi apa-apa. ”Seperti suasana secara umum, dari apa yang saya pahami, saya tak tahu bagaimana menjabarkannya. Hidup warga Palestina sangat-sangat tidak penting dibandingkan hidup tentara kami,” katanya. Seorang pemimpin pasukan lainnya, menceritakan mengenai insiden di mana komandannya memberi perintah untuk menembak mati seorang perempuan tua Palestina. Saat itu, wanita tersebut berjalan di sebuah jalan berjarak 100 meter dari sebuah rumah yang dikuasai pasukan Israel. Ia mengatakan berdebat dengan komandannya bahwa penembakan terhadap perempuan tua itu tak bisa dilakukan. Sang komandan mengubah aturan tersebut dan memerintahkannya untuk membunuh wanita itu. Ia pun mengeluh. ”Kami harus membunuh setiap orang yang ada di sana (di pusat kota Gaza). Setiap orang yang ada di sana adalah teroris. Anda tak akan mendapat kesan dari para atasan bahwa ini merupakan hal yang logis. Namun mereka tak mengatakan apa pun. Ini hal yang sebagian besar saya ingat,” katanya.

Akhirnya bukti itu terbuka ….. bagaimana keganasan pasukan Israel ? Anda bisa melihat-lihat disini kisah-kisah ganas Israel di Palestina Sekali lagi gunakan akal sehat, sehingga tidak perlu air mata, tetapi hadirkan kesadaran bahwa Hak Asasi Manusia harus diutamakan. Apakah anda melihat itu disana? Bagaimana mungkin anda bisa meyakini hal ini, lihatlah sebuah grafiti salah seorang tentara Israel “manusia menentukan kematian seorang manusia”. Tuhan tidak mungkin diam melihat ciptaan-NYA dipermainkan!

israel_ham_04

Sesungguhnya saya ingin menampilkan disini gambar-gambar eksklusif kejadian Palestina itu secara apa adanya, secara lengkap, namun saya merasa tidak mampu menyajikan fakta-fakta penuh darah, tubuh terkoyak, derita mencekam diantara reruntuhan fisik. Silakan anda cermati sendiri fakta-fakta dalam foto-foto kekejaman yang dilakukan tentara Israel yang diduga kuat melakukan pelanggaran HAM secara sistematis.

israel_ham_05

INDONESIA : “Bahwa sesungguhnya Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri-kemanusiaan dan peri-keadilan“.

Hari hening sedunia, 21 Maret 2009, kita dukung yuk … bersahabat dengan alam

In bLog, damai, daya, e-goverment, hAm, hIdup, indonesia, informasi, kEluarga, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, mAhasiswa, mAnajemen, nUrani, pEndidikan, peace, pers, risk, sumber daya on Tuesday , 17 March 2009 at 12:20 PM

Dengan peringatan Hari Hening Sedunia saya yakin bisa menyelamatkan kelestarian Planet Bumi, diantaranya mereduksi pengeluaran gas karbon hingga 20.000 ton. Tanggal peringatannya adalah 21 Maret 2009, selama empat jam kita diminta hening dan menghentikan aktivitas yang memicu pencemaran lingkungan, yaitu antara pukul 10.00 dan 14.00. Selebihnya kita boleh beraktivitas lagi kok. Alasan pemilihan tanggal ini terkait dengan inklinasi matahari terhadap bumi, saat titik kulminasi matahari berada persis 90 derajat terhadap sumbu vertikal pada pukul 12.00 di garis ekuator.

Ya, mari kita dukung peringatan Hari hening sedunia ini, karena ini khan sama saja dengan hari bebas dari polusi. Bukankah itu yang kita inginkan …. coba rasakan hari-hari ini di Yogyakarta, betapa pada jam puncak aktivitas manusia/warga Yogyakarta tersebut suhunya panas sekali, percaya? Beberapa hari lalu saya sempat merasakan, setelah mengajar di UGM lewat di perempatan Swalayan Mirota Kampus tersa sekali hawa panas menyengat, waktu jendela di mobil saya buka … wouw seperti dibakar, bayangkan kondisi ini bagi orang-orang yang nggak pakai mobil, apa nggak lebih panas lagi …. saya sempat melihat tayangan/indikator suhu yang memang dipasang di atas depan swalayan tersebut, bergantian tampilan dengan indikator waktu, coba sampai berapa suhunya? Ternyata suhunya 34,8 derajat celcius. Wah, ampun panase

Jadilah kita faham , dan terus dukunglah semua aktivitas yang pro lingkungan hidup, penyelamatan bumi dimana kita berada, hindari/kurangi polusi (termasuk yang lagi kampanye terbuka sekarang ini nggak usahlah knalpot dibombong-bombong, konvoi keliling kota/desa nggak karuan), banyaklah tanam pohon di lingkungan rumah, jangan buang sampah sembarangan, kurangi pembakaran yang nggak bermanfaat/beracun (kalau ngilangin merokok susah, ya mengurangi secara bertahaplah setiap hari, lama-lama pasti selesai), kurangin konsumsi bahan plastik, dan lainnya …

Dari Seminar nasional : “Mencari Presiden Bervisi Peduli Rakyat”

In bLog, dEmokrasi, e-goverment, eKsekutif, global, hAm, hIdup, indonesia, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, kOrupsi, lEgislatif, mAnajemen, nUrani, pEndidikan, pEringkat iNdonesia on Wednesday , 21 January 2009 at 11:42 AM

Hari Sabtu, Tanggal 17 Januari 2009, saya ikut hadir dalam acara Seminar Nasional “Mencari Presiden Bervisi Peduli Rakyat” di Kampus Universitas Islam Indonesia, Jalan Kaliurang Yogyakarta.

Ada yang menarik dan unik dalam acara itu:

1. Acara yang mengagas soal visi calon presiden, ternyata tidak dihadiri oleh satupun calon presiden. Malah salah satu orang yang hadir adalah suami calon presiden.

2. Sebagian pembicara tidak mengorek-ngorek visi calon presiden, peduli rakyat apa nggak, eh, malah mengkampanyekan diri sendiri atau parpolnya.

3. Ada pembicara yang sibuk mengutak-atik koneksi antara laptopnya dengan LCD proyektor, jadi nggak ngehh materi yang dibicarakan. Toh, nyatanya memang nggak berhasil mengkoneksikan (sampai acara berakhir). Hi, lho kok? Ternyata!

Pembicara, Panitia dan salah peserta (siapa hayo?)

Numpang nampang: Pembicara, Panitia dan salah satu peserta (siapa hayo?)

Okelah, apapun yang terjadi ada beberapa hal yang tetap dapat diserap dari acara tersebut:

1. Kita sekarang ini nggak jelas jenis kelamin ekonominya: ekonomi pasar, ekonomi sosial, atau ekonomi rakyat? Kalau ekonomi pasar, wujudnya harus jelas, pemain pasar adalah pengusaha, regulator adalah pemerintah, tetapi nyatanya ada BUMN, iya khan? Kalau ekonomi rakyat, rakyat yang mana? Ukurannya apa? Ekonomi sosial itu itu punya komunis, sudah ambruk, nggak mengakui hak-hak individu. Tapi terlihat sisa-sisanya masih tercecer disini. Padahal Pasal 33 UUD 1945 kita cukup tegas: mengakui hak-hak privat dan hak-hak publik.

2. Cari pemimpin (setingkat calon presiden juga) nggak perlu lihat visi misinya secara detil. Visi mis pasti yang baik-baik. Coba cari, ada nggak capres yang punya agenda buruk? Mau melanggar hukum? Toh, nanti kalau jadi, itu semua program kerjanya disusun secara kolektif. Yang lebih penting lihat track record-nya. Punya kasus korupsi nggak? Sikapnya jelas tegas, egaliter nggak? Demokratis nggak? Sektarian nggak? Lihatlah perjalanan hidup dan pengabdiannya selama ini. Bisa mengintegrasikan Indonesia secara teritorial dan ideologis nggak? Bagaimana tingkat toleransinya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di Indonesia yang multikultural dan full pluralisme? Yang terakhir, komitmen terhadap HAM bagaimana?

Oh ya, apakah anda memenuhi syarat-syarat itu? Silakan nyapres!

Life skill perlu dipelajari lho ….. biar sukses

In aNak, bLog, daya, global, hAm, hIdup, indeks, indonesia, kEluarga, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, mAnajemen, pEndidikan on Wednesday , 21 January 2009 at 10:38 AM

Anda masih sekolah atau kuliah? Atau sudah kerja? Sama saja. Semua butuh memahami life skill supaya sukses dan tetap sukses dalam menempuh pendidikan maupun bekerja. Untuk yang masih kuliah entah pada level D1, D2, D3, S1, S2 ataupun S3 juga semakin penting memahami hal ini, untuk kalau-kalau berkomunikasi dengan orang lain tentang pendidikan, artinya memahami life skill tidaklah diartikan hanya untuk diri sendiri. Nah, dari buku yang pernah saya baca, anda pun juga perlu tahu bagaimana sih skema life skill, moga-moga bermanfaat dan bisa menerapkan.

mmmm

Life Skill : Hidup memang perlu kecakapan

gggg

Kecakapan umum, anda sudah punya?

bbbb

Kecakapan khusus : cari kelebihan/keunikan pribadi!

Jadi, yuk kita lihat realitas diri sendiri, kita punya kecakapan apa sesungguhnya?

Pengumpulan sumbangan di jalanan ….

In bLog, hAm, hIdup, iSlam, indonesia, kEluarga, kEwarganegaraan, kelaparan, mAnajemen on Wednesday , 21 January 2009 at 9:42 AM

Beberapa hari lalu saya melihat ada beberapa kelompok masyarakat mengadakan pengumpulan sumbangan di jalanan Yogyakarta. Terlihat, ada yang untuk penduduk Palestina, ada yang untuk korban gempa di Manokwari. Para pengumpul sumbangan ada yang berseragam (umumnya jaket mahasiswa), ada yang tanpa seragam, ada yang pakaian bebas tetapi terlihat berlabel partai politik.

Bagi saya mereka semua baik-baik saja kalau niatnya memang mengumpulkan sumbangan demi kemanusiaan. Bagi sebagian orang lainnya ada pertanyaan, soal “nyampai” nggak ke penerima sumbangan nantinya?  Sepertinya banyak juga yang meragukan. Jangan-jangan cari-cari kesempatan, dengan bawa kotak berlabel bantuan kemanusiaan untuk bencana ini, bencana itu, lengkap dengan stempel segala (bikin stempel sekarang khan murah ya …), tetapi akhirnya disikat sendiri.

Untuk hal ini saya menemukan aturan soal undian dan pengumpulan uang/barang, coba anda simak:

Ada aturannya lho .....

Ada aturannya lho .....

Jadi pengumpulan uang atau barang (apalagi di jalanan) ada aturannya lho …. nggak asal-asalan. Untuk kelompok masyarakat atau orang-orang yang mau mengadakan kegiatan mulia/kemanusiaan, coba memperhatikan aturan ini, biar sama-sama enaknya, antara yang “minta” sumbangan dan yang mau menyumbang. Niat yang baik, cara yang baik, dan tetap dapat TRUST dari orang-orang kebanyakan, tentu melegakan semuanya. Saran saya, kalau mau mengadakan kegiatan amal seperti itu:

a. Tunjukkan identitas yang jelas, kalau para pengumpul, para mahasiswa, ya pakai jaket almamater semuanya, lebih bagus lagi ada spanduk atau poster yang jelas yang menunjukkan kegiatan itu dikordinir oleh siapa begitu (BEM Fakultas … Perguruan Tinggi  ….. , misalnya begitu). Jadi terkesan serius.

b. Kalau kegiatan sudah dilakukan,  sebaiknya diumumkan pencapaian sumbangan yang diperoleh ke publik, dan sudah disalurkan kemana. Lewat media massa, mudah sekali sekarang, karena banyak media yang memberi ruang sosial kepada pembacanya, seperti suara rakyat ataupun surat pembaca, biar setidaknya ada bukti kegiatan dijalankan dengan baik dan benar.

Saya selalu mendengar, kalau kita mengkritisi hal-hal seperti ini, seringkali dipertanyakan oleh orang-orang tertentu sebenarnya niat apa nggak memberikan sumbangan, ngapain ngurusin hal-hal begini. Kalau ikhlas ya nyumbang, kalau nggak ikhlas yang lewat saja. Waduh, kalau semua berfikir begini, susah juga hidup bermasyarakat dan berbangsa. Wong aturannya saja jelas-jelas ada. Terus, kalau niat nyumbang ternyata nggak sampai ke sasaran, khan sayang … apalagi kalau ternyata hasil pengumpulan sumbangan itu dibuat foya-foya untuk hal-hal negatif, lebih celaka lagi …..

Selamat ya Obama, jangan lupa janjimu! CHANGES

In bLog, country, e-goverment, eKsekutif, global, hAm, hIdup, indonesia, kEnangan, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, mAnajemen, pOlitik, peace on Tuesday , 20 January 2009 at 2:40 PM

Sekadar mengucapkan selamat atas pelantikan Obama sebagai Presiden ke-44 Amerika Serikat boleh-boleh saja khan … yang penting nggak memuja-muja manusia secara serampangan, cuma relasi kemanusiaan saja dan diplomasi dasar ….

Toh, sesungguhnya Obama juga punya investasi di Indonesia, coba anda lihat.

Punya truk ya?

Obama, punya truk ya?

Ingatlah paman Sam (Mr. Obama) anda masih punya hutang kemanusiaan lho, terutama di:

a. Irak

b. Afghanistan

c. Palestina

Changes wujudkan dengan standar tunggal ya, jangan ganda. Hak Asasi Manusia itu universal. Untuk siapa saja, warga Amerika Serikat, Palestina, tentu juga Indonesia.

Congratulation-lah, kutunggu bukti janji kampanyemu. Masak, anda mau niru politisi Indonesia yang suka bikin janji, tapi belum pikun sudah tua, alias banyak lupa janjinya ….

Mencermati Direktur CIA yang baru (Bagian 2)

In anggaran, e-goverment, eKsekutif, global, hAm, indonesia, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, mAnajemen, militer, pEndidikan, pErtahanan, pOlitik on Monday , 12 January 2009 at 10:26 AM

Leon Panetta lahir tahun 1938 di Monterey, umur 70. Pendidikan: Graduated dari Monterey School; B.A. dari Santa Clara University; JD dari Santa Clara University Law School. Militer: U.S. Army, 1964-66 (wajib militer). Kongres: kongres AS mewakili wilayah Monterey, 1977-1993; ketua Panitia Anggaran DPR, 1989-93. Administrasi Pemerintahan Clinton: Direktur Kantor Manajemen dan Anggaran, 1993-94, dan kepala staf, 1994-97. Saat ini: direktur Lembaga Kebijakan Publik, yang berbasis di California State University-Monterey Bay. Keluarga: Menikah dengan Sylvia Marie Varni; 3 anak laki-laki dewasa dan lima cucu. Panetta, mantan anggota kongres dan anak imigran Italia yang bekerja pada keluarga tani Carmel Valley, telah menjalankan Institut Kebijakan Publik sejak kembali ke kehidupan pribadi.

Leon Edward Panetta memiliki karir yang panjang dan terkemuka dalam pelayanan masyarakat, mulai dari tour of duty di US Army kepada layanan sebagai Chief of Staff Presiden Amerika Serikat. Lahir di Monterey pada tahun 1938 dari orangtua imigran Italia, Panetta seorang Katolik dan bersekolah di sekolah umum dan bekerja pada keluarga tani di Carmel Valley, di mana dia hidup hari ini dengan istrinya Sylvia. Dia seorang yang B.A. magna cum laude dari Santa Clara University dan JD dari Santa Clara University Law School, di mana dia adalah editor dari Law Review. Panetta menjabat sebagai Letnan Pertama di Army 1964-1966 dan menerima penghargaan Medal Army.

ya

Serius?

Panetta pertama pergi ke Washington pada tahun 1966, ketika ia menjabat sebagai asisten legislatif pada Senator Thomas H. Kuchel California, Senat Minoritas Whip. Pada 1969, ia menjadi Asisten Khusus Sekretaris Kesehatan, Pendidikan dan Kesejahteraan, kemudian Direktur Dinas Hak Sipil, di mana dia bertanggung jawab untuk penegakan hukum dan pendidikan. Bukunya Bawalah Kami Bersama (diterbitkan tahun 1971) adalah bukti dari pengalaman itu. Dalam 1970, ia pergi ke New York City, di mana ia menjabat sebagai asisten eksekutif ke Walikota John Lindsay, mengawasi hubungan antara kota dengan negara dan pemerintah federal. Kemudian, pada 1971, ia kembali ke California, di mana ia beraktivitas di Thompson & Panetta sampai ia terpilih di Kongres tahun 1976.

Panetta ditunjuk sebagai Chief of Staff untuk Presiden Clinton pada 17 Juli 1994, dan bertugas di posisi yang sampai 20 Januari 1997. Dia adalah kepala perunding yang berhasil kompromikan anggaran 1996, dan telah banyak dipuji untuk membawa ketertiban dan fokus ke White House operasional dan pembuatan kebijakan. Panetta telah menjabat sebagai seorang pemimpin masyarakat dalam berbagai kebijakan publik dan organisasi nasional sepanjang karirnya. Pada Maret 2006, dia dipilih untuk melayani di Irak Study Group, komite bi-partisan yang didirikan di Kongres dan diselenggarakan oleh the US Institute of Peace, the Center for Strategic dan International Studies. Sejak 2005, ia menjabat sebagai anggota Gugus Tugas Independent pada Imigrasi dan Amerika Future. Pada bulan November 2004, Gubernur Schwarzenegger mengangkatnya pada Dewan di Base Dukungan dan Retensi. Panetta menjabat selama enam tahun pada Dewan Direksi dari New York Stock Exchange di awal tahun 1997. Dia adalah Ketua Komite untuk Tinjauan New York Stock Exchange dan di Corporate Governance serta Daftar Standarisasi Komite untuk Bursa Efek.

Ia menjabat pada Dewan Peninjau Nasional Amerika Serikat Konferensi uskup Katolik, dewan National Steinbeck Center, dan University of California Santa Cruz Foundation, dan sejak Juni 1998, ia menjabat pada board dari Santa Clara University. Dia juga menjabat sebagai anggota Dewan Wali Amanah untuk Santa Clara University, sebagai anggota dari Fleishman-Hillard International Advisory Board; sebagai wali bagi masyarakat, RS di Monterey Peninsula, dan sebagai direktur untuk Monterey Bay Aquarium. Dia adalah ketua Nasional Dewan Penasehat dari Pusat Nasional Kebijakan. Ia juga anggota Dewan Direksi untuk Blue Shield of California; IDT; Zenith; Connetics; National Marine Sanctuary Foundation; Dia memberi kuliah nasional dan internasional tentang keadaan perekonomian, dan anggaran federal dalam menghadapi masalah bangsa, dan penerima berbagai penghargaan. Ingin tahu lebih banyak soal Panetta? Lihat saja Panetta Sumber: berbagai media Amerika serikat.

Lihat Bagian 1

Pelajaran yang perlu kita cermati dari kebijakan ini:

1. Betulkah kebijakan intelijen Presiden (terpilih) Obama ini akan menjadikan situasi dunia/internasional menjadi lebih baik ke depannya (soal HAM dan Demokrasi yang tidak ambivalen). Ujian pertama dia, soal Isreal-palestina, coba cermati.

2. Meski sipil, Panetta pernah dinas di militer sebagai wajib militer. Jadi, sekecil apapun dia sebenarnya sudah tahu dan punya modal tentang dunia intelijen.

3. Dalam konteks intelijen (apalagi internasional), berfikirlah lengkap dengan melihat semua kemungkinan yang bisa terjadi. Berharapan boleh, tunggu buktinya dulu, jangan pernah mengunyah informasi (termasuk janji Obama) secara mentah-mentah, lihat dan ikuti terus.

4. Orang dengan pengalaman intelijen yang minim dapatkah diterima sebagai pemimpin di organisasi intelijen? Bagaimanakah pembinaan sumber daya keintelijennya? Bagaimana produk dan kebijakan yang dihasilkan? Hati-hati itu lebih penting: pemilihan Panetta, bisa melegakan atau malah membahayakan komunitas internasional!

5. Camkan Dwi Warna Purwa, Cendekia Wusana, artinya bagi kita Bangsa dan Negara Indonesia-lah yang utama yang harus kita jaga dan kita bela. Untuk itu dalami dan patuhi konstitusi dan aturan hukum lainnya untuk menjalankan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang lebih bermartabat dan berkualitas.

Polling: Tunjukkan nurani anda soal HAM

In bLog, hAm, hIdup, informasi, kEwarganegaraan on Tuesday , 6 January 2009 at 10:49 AM

From Indonesia with love

In aNak, bLog, country, e-goverment, hAm, hIdup, kEluarga, kEwarganegaraan, nUrani, pEndidikan, peace on Monday , 5 January 2009 at 12:45 PM
WN No 1

WNI No 1

Hak Asasi Manusia itu bersifat universal

Dimanapun di belahan dunia jika terjadi manusia-manusia yang dilanggar HAM-nya, kita harus berempati dan bertindak sebisa kita

Seperti yang terjadi di jalur Gaza itu ….

from Indonesia with love

from Indonesia with love

Bagaimana mungkin kita membiarkan hal itu terjadi ….

Hak Asasi Manusia itu melekat dan harus dihormati sejak di kandungan

Apa kita diam saja, ketika melihat ibu-ibu dan anak-anak diremukkan begitu rupa

Requim hitam

Mengutuk serangan Israel, menarik pelajaran dari kejadian itu ….

In aNak, bLog, country, dEmokrasi, global, hAm, hIdup, indonesia, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, kelaparan, mAhasiswa, pErtahanan, pOlitik, peace, sumber daya, teknologi on Sunday , 4 January 2009 at 1:12 AM

WN No 1

WNI No 1

Serangan Israel ke Palestina kembali terjadi. Seolah ingin ikut mewarnai Tahun Baru 1430H dan Tahun Masehi 2009, Israel dengan membabi buta (ya, seperti babi yang buta matanya, menembakkan senapan kemana saja arahnya) menyerang pemukiman Palestina di Jalur Gaza. Jelas, serangan ini melanggar hukum internasional dan Hak Asasi Manusia. Meskipun pejabat Israel menyatakan “negaranya berhak mempertahankan diri dari serangan roket dan mortir yang dilancarkan pejuang Palestina dari Jalur Gaza. Adalah kewajiban semua negara untuk memastikan hak hidup dan keamanan rakyatnya”, itu omong kosong belaka. Bagaimana dengan hak hidup dan keamanan rakyat Palestina? Boleh diabaikan? Apalagi blokade besar-besaran juga dilakukan Israel di Jalur Gaza, jelas tindakan ini membatasi/menutup pasokan bahan makanan, obat-obatan, listrik, air, dan materia lainnya. Akibatnya, krisis kemanusiaan terjadi disana.

Serangan ini patut dikutuk habis-habisan. Ini bukan persoalan satu bangsa, agama, ras atau kelompok tertentu. Ini persoalan Hak Asasi Manusia yang diabaikan dan disepelekan. Kalau sudah masalah HAM itu domain universal, siapa saja yang masih menyandang predikat manusia dan memiliki sifat kemanusiaan tentunya terketuk hatinya. Kalau nggak terketuk ya sama saja dengan perilaku buruk orang Israel itu. Pertanyaannya, mana nhi pembela, aktivis dan para penggiat HAM Indonesia, kok adem ayem? Nggak boleh double standard dong. HAM itu universal, maka lakukan apa yang bisa dilakukan untuk menghentikan tindakan biadab Israel itu …. Jangan katakan, ah itu urusan disana, disini saja banyak yang harus dikerjakan. Lho kok, menggiatkan HAM pilih-pilih? ….

Korban yang semuanya rakyat Palestina mencapai ratusan meninggal, dan ratusan pula yang luka berat, apa mesti dibiarkan? Dengungkan terus rasa solidaritas terhadap upaya pembelaan HAM dengan cara yang egaliter, terhormat, dan terukur.

Apa yang bisa dilakukan?

1. Salut pada Pemerintah RI yang cepat tanggap, mengutuk dan mau berperan maksimal lewat jalur diplomasi internasional, ini sesuai dengan Pembukaan UUD 1945 kita “ikut menjaga ketertiban dunia …“, serta mengirimkan bantuan langsung ke pemerintah/rakyat Palestina. Semoga bantuannya cepat datang, dan dapat ditingkatkan …. sebelum bencana kemanusiaan makin hebat terjadi disana.

2. Rakyat (dan termasuk mahasiswa, mestinya juga aktivis HAM yang biasanya gagah berdemo itu ….) teruslah mengutuk dan mengecam Israel, serta berusaha mempengaruhi komunitas internasional untuk “membatalniatkan” Israel menggelar persenjataan secara lebih besar dan masuk menyerang Palestina lewat darat …. Kalaupun berdemo, demolah dengan aturan kita (kebebasan menyatakan pendapat khan sudah ada aturannya), jangan sampailah sesama anak bangsa bentrok dengan aparat kita sendiri …. artinya, demo memang hak, tapi orang lain (yang juga punya hak menggunakan jalan/fasilitas umum) perlu dihargai juga haknya ya ….

nnnnnnnnnnnn

Wujud kesedihan: Dua muslimah Argentina turut prihatin dan mengutuk keras serangan Israel ke Palestina. Mereka menggelar aksi dengan memakai topeng di depan Kedubes Israel di Buenos Aires, Argentina.

Apa yang bisa dipelajari dari kejadian semacam ini?

1. Semangat rakyat Palestina dalam mempertahankan tanah airnya dengan apapun yang dipunyai (ketapel dan batu, senjata minim) patut dicontoh. Semestinya nasionalisme (kita juga) tetap dipertahankan dalam kondisi damai maupun perang.

2. Kita melihat “perang sekarang” selalu dimulai dan dititikberatkan dari kekuatan serangan udara. Lihatlah AS di Irak dan Israel di Palestina. Jangan artikan kita harus meniru tindakan biadab Israel atau AS, tapi dalam konteks perang (suatu saat kalau ada negara lain yang nakal, kita harus siap berperang juga lho…) kita harus belajar dari “pemenang perang”.

3. Teknologi dan senjata perang harus mengikuti perkembangan iptek. Disamping menyesuaikan dengan kondisi ekonomi negara.

Anda punya pendapat lain?