Satu Nusa Satu Bangsa Satu Bahasa Satu Harapan

Posts Tagged ‘Humor’

10 situs humor yang akan membuat anda tertawa ngakak

In bLog on Sunday , 5 July 2009 at 6:12 PM

Pingin tahu 10 situs humor yang akan membuat anda tertawa ngakak? Coba anda telusuri situs-situs yang direferensikan oleh CNN berikut ini. Siapa tahu dapat mengurangi stress anda, atau mengurai kerumitan hidup anda. Bahkan mungkin dapat menurunkan kebosanan anda dalam menunggu si dia …….

Awkward Family Photos

My Life is Average

My Parents Joined Facebook

Garfield Minus Garfield

Laser Portraits

Historical Tweets

Safety Graphics

Someecards

Graph Jam

This is Why You’re Fat

Hanya saja, kok nggak ada situs yang dari Indonesia ya?

Ponsel di negara berkembang harus lebih tahan banting. Mengapa hayo?

In bLog, country, global, hAm, hIdup, ict, indonesia, informasi, kEluarga, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, lEgislatif, mAhasiswa, mAnajemen, nUrani, pEndidikan, sumber daya, survai, tEknologi iNformasi, teknologi on Tuesday , 2 June 2009 at 8:00 PM

Anda sudah baca berita ini:

Penggunaan ponsel di antara negara berkembang dan negara maju memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Hal ini memunculkan penilaian bahwa ponsel-ponsel yang didistribusikan ke negara berkembang harus lebih tahan banting. “Berdasarkan riset soal penggunaan ponsel yang dimiliki Nokia, disimpulkan bahwa negara-negara maju lebih cepat dalam life cycle untuk penggunaan ponsel. Artinya mereka lebih cepat mengganti ponsel lama dengan produk baru. Sementara di negara berkembang yang terjadi sebaliknya,” ujar Riadi Sugihtani, Head of Marketing Nokia Indonesia, dalam jumpa pers Ovi Mail di Warung Daun, Jakarta, Selasa (2/6/2009).

Riadi menyebutkan, jarak penggantian ponsel pada negara maju sekitar 18 bulan. Jadi misal seseorang memiliki ponsel A, kemudian dia membeli ponsel B. Jarak antara pembelian ponsel A dengan ponsel B adalah 18 bulan. Sementara itu di negara berkembang, rata-rata 27-28 bulan. Dari sini dapat disimpulkan bahwa di negara berkembang, konsumen membutuhkan ponsel yang tidak gampang jebol alias tahan banting. Selain itu perbedaan tipikal penggunaan ponsel di antara keduanya juga berbeda. Di negara maju, pengguna lebih lebih memikirkan konvergensi perangkat, yakni bagaimana menghubungkan fitur-fitur di ponsel ke perangkat lain, misal komputer. Sementara di negara berkembang, pengguna cenderung lebih melihat fitur-fitur apa saja yang ada di ponselnya. Misalnya, kamera berapa megapixel, ada pemutar musik atau tidak.

Untuk Indonesia, Nokia mengkategorikan sebagai negara berkembang, karena lama dalam life cycle. Sehingga perlu strategi khusus bagi produsen ponsel untuk memancing konsumen agar membeli produk. Misal dengan kampanye tahun baru untuk menggunakan ponsel baru.

Ach, menurut saya reasoning riset ini kurang lengkap. Sebagian besar alasan riset itu masuk akal dan memang begitu adanya, tetapi ada yang lebih signifikan, mengapa negara berkembang butuh ponsel yang tahan banting, yaitu:

1. Temperamen manusia negara berkembang (termasuk Indonesia) akhir-akhir ini suka marahan, ngamukan dan “merusak”. Sedang kita ketahui ponsel alias HP itu perangkat paling dekat dan mudah dijangkau oleh manusia yang sedang marah, maka ponsel pasti akan jadi sasaran utama untuk dibanting! Peduli amat ponsel murah atau mahal. Peduli amat punya 1 ponsel atau lebih. Padahal kalau dibanting, terus rusak mau beli lagi sudah susah. Pusing. Wah, makin kalap, makin merusak, makin banting-bantingan. Apalagi kalau ponsel itu ternyata jadi sumber masalah yang sedang berkecamuk diantara orang-orang yang berkonflik, misalkan antara suami dan istri, gara-gara adanya miscalled asing, sms mesra atau foto/video orang ketiga. Jadi deh, nasib ponsel pasti merupakan pelengkap penderita yang harus mau dibanting-banting.

2. Kontrol diri dan pemeliharaan terhadap perangkat yang dipunyai (semisal HP) manusia negara berkembang sangat kurang dan ceroboh banget. Sehingga jatuh bolak-balik, kebanting sana-sini itu alat semakin sering saja. Wong menjaga dirinya dan sanak saudaranya agar nggak kebanting-banting saja juga nggak begitu bisa!

3. Orang-orang negara berkembang nggak pernah membiasakan diri untuk membaca manual operasional dan pemeliharaan dari setiap perangkat teknologi yang dipunyai. Jangan nipu deh. Pernahkah anda beli motor baru, teve baru, kulkas baru, HP baru, buku petunjukknya anda baca dengan serius sampai tuntas baru mencoba menghidupkan/menggunakan itu perangkat? Nggak banyak yang melakukan hal ini. Yang umum yaitu pasti langsung mencoba/menggunkan alat itu dengan dasar coba-coba atau menurut katanya orang lain atau pengalaman-pengalaman yang pernah diperoleh sebelumnya. Padahal setiap perangkat (yang apalgi berbeda spesifikasi) punya kekhasan masing-masing, dan batasan-batasan yang relatif berbeda satu sama lain dalam operasionalnya dan pemeliharaannya!

Nggak tahu, menurut anda mungkin beda lagi pandangan ya? Nggak apa beda, yang penting jangan pakai banting-bantingan ponsel ya …. apalagi banting pintu, banting meja dan kursi, dan sepertinya kok nggak tahan marah!

Mitos soal etos kerja …………..

In country, damai, hAm, hIdup, iNtermezo, indonesia, informasi, mAnajemen, sumber daya, tEknologi iNformasi, teknologi on Tuesday , 28 April 2009 at 5:45 PM

Hari ini badan saya terasa nggak enak, tulang-tulang seperti ngilu. Performance kerja terganggu juga. Di tengah kondisi diri yang agak “turun” saya sempatkan baca email teman. Macam-macam isinya. Ada satu email yang menarik saya, dan agaknya pantas saya tampilkan disini. Sekadar hiburan di tengah “kebisingan politik yang penuh koalisi-koalisian”, hingar bingar kondisi ekonomi negara kita dan kebutuhan vitamin refreshing bagi diri pribadi saya (mungkin juga anda). Apalagi email itu berisi tentang: Etos Kerja.

Apakah Anda sudah yakin? Jika etos kerja Anda adalah paling ‘juara’ di kantor? Atau Anda tipikal orang yang tak peduli soal etos kerja? Katanya (atau kenyataannya), orang Indonesia selalu memiliki etos kerja yang ‘luar biasa‘, bagaimana dengan Anda? Tunggu dulu …. apa itu etos kerja? Cari tahu mitosnya, coba anda cek masuk golongan manakah Anda dari 30 kategori berikut:

1. Outgoing personality : jarang di tempat! Jalan-jalan melulu.


2. Great presentation skills : pinter membual.


3. Good communication skills : chating melulu, ngobrol sana-sini.


4. Works first : bingung mikirin jodoh.


5. Active socially : suka ngabisin makanan orang.


6. Independent worker : sibuk sendiri (ngisi Facebook), orang lain gak tau apa yang dikerjain.


7. Quick thinking : pinter ngeles, suka menghindar.


8. Careful thinker : gak bisa ngambil keputusan.


9. Good thinker for dificult jobs : sukses berkat kerja keras orang lain.


10. Good leadership : suaranya kuenceng tenaan.


11. Good judgement : lucky terus……


12. Good sense of humour : banyak stok humor.


13. Career minded : suka menjelek-jelekkan pekerjaan orang lain.


14. Loyal : gak dapet pekerjaan di tempat lain.


15. Great value of company : datang tepat waktu.


16. Good credibility : ngutang terus! kolektor kartu kredit, suit…suit..!


17. Pegawai negeri minded : pinter cari tempat dan waktu untuk tidur.


18. Wide knowledge : browsing truss!! download truss!


19. Open minded : suka ngintip email orang.


20. Efficient worker : lagi ngejar uang efisiensi.


21. Good team work : cepat bikin team ..kalo lagi banyak kerjaan.


22. Potential worker : nyari lowongan truss!!!


23. Entrepreneurship minded : gak bisa diatur! maunya kerja sendiri.


24. Key person : pegang kunci…suka over time.


25. Good vision : punya banyak stok gambar syurrr.


26. Good listener : tukang gosip, suka nguping pembicaraan orang.


27. Problem solver : orang yang tepat buat dimaki-maki saat ada problem.

28. Good emotional intelligence : menyelesaikan persoalan dengan marah-marah.

29. High intelligence quotient : intelegensinya dipertanyakan.

30. Good management : punya asisten, konsultan & outsource, tinggal nyantai.

Apakah ada yang cocok dengan anda?

Thanks ya friend saya agak enakan sekarang …

Nokia punya logo baru?

In bLog, global, informasi, kOmputer, readiness, tEknologi iNformasi on Monday , 6 April 2009 at 1:47 PM

Beberapa waktu lalu saya sempat berkunjung ke Ambarrukmo Plaza Yogyakarta. Ada yang menarik bagi saya, ketika berjalan memasuki gedung itu, sebuah logo yang amat terkenal menyapa, lihatlah …

logo_baru_nokia

Lho, apa betul itu logo Nokia yang sekarang?

logo_baru_nokia_1

Anda dan saya, mungkin juga pengunjung blog lainnya, melihat logo dari merk HP yang terkenal itu, tampil nggak seperti biasanya, berkomentar: itu logo perubahan atau memang nggak ada biaya+waktu untuk betulin ya?

Refreshing akhir tahun : rekan mahasiswa apa betul begini? ha ha ha …

In bLog, hIdup, iNtermezo, indonesia, informasi, kEluarga, mAhasiswa, mAnajemen, peace on Tuesday , 30 December 2008 at 11:07 AM
WN No 1

WNI No 1

[Dari website tetangga]: saya menemukan kisah unik sang mahasiswa dan dosennya, untuk anda yang mengaku masih berstatus mahasiswa, betulkah begitu adanya? Silakan dinikmati dan ditelaah (bukan ditelan lho) sendiri. Kalau cocok ya syukur … kalau nggak sama persis ya ketawa aja ….

Pada awal kuliah ….

mmmmmmmmm

Dosen: "belajar yang baik ya, ..... kamu tenang-tenang saja"

Setelah sebulan …..

lllllllllllllllllllllllDosen: Hayoo ….. kamu belajar yang giat ya …..”

Setelah dua bulan ….

ppppppppppp

Dosen: " Kamu ..... harus belajar lebih giat!, mengerti !!!

Setelah empat bulan ….

kkkkkkkkkkkk

Dosen: " Ayoooo, harus belajar dan bekerja lebih giat!!!

Setelah satu semester? He he, anda para mahasiswa yang bisa menjawab ….. jangan marah, apalagi mendemo saya ya, ini sekadar intermezzo menjelang akhir tahun, dan menyongsong 2009, refreshing juga perlu lho …..

Kok cuma eksekutif?

In bLog, hIdup, iNtermezo, indonesia, informasi, kEnangan, pOlitik on Tuesday , 16 December 2008 at 9:42 AM
WN No 1

WNI No 1

Kalau naik kereta api, kapal laut, atau pun pesawat terbang, kelas penumpang yang tersedia pada umumnya adalah klas Ekonomi, Bisnis, dan Eksekutif. Jadi, untuk VIP/VVIP pada umumnya masuk kategori Eksekutif. Lantas, kalau dihubungkan dengan Trias Politica punya Montesqueiu, yang adanya Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif mesti seimbang, saya jadi bertanya-tanya berarti ada diskriminasi pada pengkelasan transportasi ya? Soalnya nggak ada kelas penumpang Yudikatif ataupun Legislatif …… ha ha ha … Apa memang jajaran Yudikatif dan Legislatif nggak pantas masuk kelompok VIP/VVIP ya?