Satu Nusa Satu Bangsa Satu Bahasa Satu Harapan

Posts Tagged ‘Intelijen’

Warning! Hacker pembobol Pentagon dan NASA terancam 60 Tahun penjara.

In tEknologi iNformasi on Tuesday , 4 August 2009 at 11:42 AM

Usaha banding Gary McKinnon untuk diadili di Inggris akhirnya berakhir dengan kegagalan. Hacker pembobol sistem komputer NASA ini pun kini hanya bisa pasrah untuk diseret ke AS dengan konsekuensi akan dijebloskan ke penjara dengan keamanan maksimum. Putusan ini tentu saja mengecewakan tim pembela McKinnon. Bahkan diyakini, ada usaha dari pihak AS untuk menjadikan kliennya sebagai ‘contoh’ bagi para hacker lainnya yang coba-coba menyusup sistem komputer Negeri Paman Sam itu. Jika benar demikian, lanjut pengacara McKinnon, kliennya terancam hukuman maksimum dengan kurungan yang sangat lama, yakni mencapai 60 tahun.

Lelaki asal London ini sebelumnya berharap kasus yang didakwakan kepadanya dapat diselesaikan di pengadilan Inggris. Hanya saja harapan tinggal harapan, dan ia pun kini hanya bisa pasrah dan menunggu kasusnya digulirkan di pengadilan AS. McKinnon terseret ke meja hijau setelah pada 2001 dan 2002 dituduh telah membobol sistem komputer Pentagon dan NASA. ‘Uniknya’, McKinnon mengaku bahwa ia melakukan hal itu bukan untuk merusak atau mengobrak-abrik sistem komputer pemerintah AS. Menurut Vnunet, 3 Agustus 2009, alasan yang dikemukan pria 47 tahun ini adalah untuk mencari informasi-informasi rahasia tentang keberadaan extraterrestrial (ET) alias UFO.

PESANNYA: Meski TKP-nya AS – Inggris, dan pelakunya WN Inggris, kasus ini juga bisa sebagai Warning untuk kita semua, termasuk rekan-rekan Hacker Indonesia. Berhati-hatilah, terutama kalau untuk kepentingan pribadi. Kalau demi negara-bangsa, ya tetap demi negara dan bangsa Indonesia Nomer 1, apapun harus ditempuh/dilakukan, dengan segala resiko apapun yang mungkin akan terjadi. Mari kita tingkatkan kemampuan, skill dan pendalaman teknologi informasi, demi membela bangsa dan negara Indonesia agar terhormat di mata internasional. WNI Nomor 1 harus tetap survive dengan keberanian, kreativitas dan semangat nasionalisme, lewat perang informasi sekalipun!

Menerawang “kode” nomor kamar pengebom Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton Jakarta

In country on Monday , 3 August 2009 at 10:15 AM

Lewat sudah 2 minggu setelah pengeboman Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton Jakarta.

Aparat keamanan sedang berusaha keras membongkar kasus bom itu. Ada baiknya kita juga turut sedikit membantu menerawang “kode” pengeboman 2 hotel tersebut, dengan melihat nomor kamar yang dipilih.

1. Nomor kamar yang diduga dijadikan “markas” sang bomber sebelum melakukan pengeboman adalah 1808. Punya makna apa nomer kamar ini? Tahukah anda, kejadian pengeboman adalah tanggal 17 Juli 2009 atau tanggal-bulannya adalah 17-07. Kalau nomor kamar itu diterawang punya makna kode “yang dekat” dengan tanggal kejadian: (18-01) dan (08-01) artinya 17-7 khan? Jadi, mereka sepertinya “sudah merancang” bahwa deadtime pengeboman adalah tanggal 17 juli 2009.

2. Masih terkait nomor kamar yang diduga dijadikan “markas” sang bomber. Coba perhatikan, kalau kita berfikir logika pasti kelompok pengebom itu benci sekali dengan Densus 88 yang tugasnya memang memerangi teroris. Nah, pemilihan nomor kamar itu, jangan-jangan juga sebagai kode perwujudan perlawanan terhadap Densus 88, karena nomor kamar itu yang diminta, nggak mau nomor kamar lain yang ditawarkan bagian resepsionis hotel. Tahukah anda, 1808 bisa dimaknai 1-TRUE dan 0-FALSE atau 1-TEMAN dan 0-MUSUH, sementara 88 merujuk pada organisasi anti teror punya Polri, Densus 88.

3. Nomor kamar 1808 punya arti lain juga, apa? Sepertinya pendeklarasian 1(I am)808(Bomber). Nah khan, klop juga?

4. Nomor kamar 1808 punya arti apa lagi? Sepertinya ingin menunjukkan bahwa memang ada 2 target hotel “berdekatan” yang diincar, terlihat dari angka 18 dan 08. Pernah ikut tes psikologi atau belajar matematika aljabar? Urutan angka lumrahkan: 08, terus 18, lalu 28, kemudian 38, dan seterusnya ….. 08 dan 18 benar-benar berdekatan!

5. Coba dibaca balikannya nomor kamar (1808) itu, jadi apa? 8081 bisa juga memeberi kesan mendalam tentang nama seseorang yang ingin “membuat sejarah”, yang mungkin panggilannya BOBI (BOBY atau BABY). Agak klop sedikitlah, toh polisi menduga pelaku juga masih tergolong anak-anak (16-17 tahun). Untuk anda yang bernama BOBY nggak boleh nervous-lah, ini logika saja dari semua kemungkinan yang bisa saja terjadi.

Ada lagi?

Tunggu saja “inspirasi” lanjutannya. Yang jelas anda boleh menganggap ini tulisan “main-main”, namun dapat juga anda menganggap tulisan ini “sense of logical“. Yang pasti, semua WNI NOMOR 1 mesti bersatu melawan TERORISME. Indonesia Unite.

Selamat dan sukses untuk Air Top Gunner Skadron 3

In militer on Monday , 3 August 2009 at 9:18 AM

Tidak mudah untuk meraih gelar sebagai Air Top Gunner (gelar keahlian menembak dengan menggunakan pesawat tempur supersonik).   Seperti yang dilakukan Mayor Pnb Firman Dwi Cahyono, ia harus rajin berlatih dengan konsentrasi penuh, disiplin, dan melaksanakan evaluasi setiap usai latihan.  Namun demikian, segala sesuatu yang dilakukan dengan serius didasari kedisiplinan tinggi tentu akan memperoleh hasil yang memuaskan pula.  Sebagaimana latihan penembakan peluru Air to Air Taxan yang dilaksanakan oleh Wing 3 Lanud Iswahjudi pada tanggal 13 s.d. 22 Juli 2009, Mayor Firman berhasil menunjukkan hasil kerjanya selama ini.

Selama latihan berlangsung, melalui data yang diperoleh, maka dapat dikatakan bahwa Mayor Pnb Firman menjadi penembak paling jitu,  dari 200 peluru yang ditembakkan, 198 buah mengenai sasaran, akurasinya hampir 100%.  Tak pelak, Firman pun dapat dikatakan sebagai Air Top Gunner dalam latihan tersebut.  Kelihaian Firman menembak sasaran di udara, tentunya tidak lepas dari usaha kerasnya selama berlatih dan bermanuver dengan pesawat F-16 / Fighting Falcon.  Kerja kerasnya tidak sia-sia,  Firmanpun menyandang gelar Air Top Gunner kali ini.

Mayor Pnb Firman DC adalah Alumnus AAU tahun 1996 yang saat ini menjabat sebagai Dan Flight Ops “C” Skadron Udara 3.   Statusnya di pesawat F-16 dapat dikatakan lengkap yaitu Instruktur, Flight Leader dan juga sebagai Test Pilot pesawat F-16/Fighting Falcon.  Bergabung di Skadron Udara 3, sejak tahun 1998 dan sampai saat ini sudah mengantongi 1300 jam terbang dengan pesawat F-16, sehingga Firman memiliki total 2150 jam terbang di berbagai jenis pesawat.

Letkol Pnb Fajar selaku Komandan Skadron Udara 3, merasa puas dan bangga atas  prestasi yang telah diraih anak buahnya tersebut. “Firman menjadi Air Top Gunner kali ini, membuktikan bahwa jerih payahnya selama latihan tidak sia-sia.  Saya memang membina dan menempa para penerbang F-16, dengan keras, penuh disiplin dan profesional.  Jika mereka belum memenuhi standar, maka akan saya perintahkan untuk mengulangi bahkan tak segan-segan saya menghukum mereka.  Itu semua demi profesionalisme penerbang yang muaranya adalah keselamatan terbang atau Safety“,  Ujar Fajar. Letkol Pnb Fajar menegaskan bahwa latihan ini menyuguhkan penembakan peluru (air gunnery) 20 mm yang dimuntahkan dari dua jenis pesawat F-16 dan F-5 dengan sasaran Taxan yang berbentuk tetra plan seperti layang-layang berwarna merah yang ditarik oleh pesawat F-5.   Di dalam badan Taxan ini terdapat Radio sensor dan transmiter yang berfungsi mendeteksi peluru yang masuk dalam radius 10 meter lalu memberikan datanya kepada petugas di bawah,  sehingga berapa peluru yang mengenai sasaran bisa langsung diketahui saat itu juga.

Alat ini sangat membantu latihan para penerbang tempur di Lanud Iswahjudi, untuk meningkatkan kemampuannya bermanouver dan menembak sasaran di udara.   Penerbang secara langsung dapat mengetahui berapa peluru yang ditembakkan tersebut, mengenai sasaran, semakin banyak peluru yang masuk, maka semakin jitu si Penerbang dalam menembak.

Selamat ya Fir, semoga sukses terus. Air Top Gunner itu “harganya” mahal lho, ati-ati dan jaga diri ….. Semoga dapat mempertahankan terus skill yang dimiliki, performance leadership-nya dan kepribadian yang terbaik, sehingga mampu mencapai puncak karir secara cemerlang pada masa mendatang ….. Kembangkan terus sayapmu, sayap SWA BHUWANA PAKSA.

Rencana penyelamatan Barack Obama bocor di Internet. Software P2P mau diblokir?

In kEwarganegaraan on Friday , 31 July 2009 at 5:53 AM

Anda sudah baca Lawmaker urges regulations for file-sharing? Intinya Amerika Serikat mau menelurkan regulasi yang membatasi bahkan memblokir software file sharing semacam Lime Wire agar tidak disalahgunakan untuk mendistribusikan maupun membocorkan file-file yang berklasifikasi khusus. Bisakah itu? Kita tunggu saja. Ini pergulatan antara regulasi dan kemampuan pakar teknologi informasi, dibalut bagaimana internet security diterapkan secara adil tanpa mengeliminasi HAM.

Tetapi, apa sesungguhnya yang melatarbelakangi para pejabat AS itu mengusulkan legislati ini? Begini ceritanya.

Pemerintah Amerika Serikat jadi kalang kabut soal ini dikarenakan dokumen-dokumen sensitif miliknya bocor di internet, tepatnya di situs file sharing. Yang namanya dokumen sensitif pasti berisi hal-hal yang tidak seharusnya diketahui oleh publik. Dan memang benar, salah satu dokumen yang muncul ini berisi rencana evakuasi Presiden Obama jika ia berada dalam keadaan darurat, lengkap beserta rute yang harus ditempuh iring-iringan mobilnya.

Bagaimana sejumlah dokumen sensitif tersebut berhasil dibuka di tempat yang tidak seharusnya? Chairman House Oversight and Government Reform Committee Amerika, Edolphus Towns mengatakan bahwa dokumen-dokumen ini ditemukan melalui program file-sharing berbasis P2P, bernama LimeWire. Tak hanya itu, file-file dokumen lainnya yang tak kalah sensitif turut ditemukan. File-file yang ikut bocor ini terdiri dari file milik FBI, catatan kesehatan dan nomor-nomor keamanan sosial.

Mengetahui bahayanya program berbagi file yang sudah terbukti itu, pihak pemerintah AS pun berencana akan memberlakukan undang-undang baru. Melalui undang-undang ini, aksi pemblokiran terhadap software P2P (peer-to-peer) akan diberlakukan dari semua jaringan dan komputer milik pemerintah dan kontraktor. Program LimeWire ini sendiri memang tidak ’suci’. Pada Maret lalu,  perusahaan intelegensi Tiversa pernah menemukan informasi terklasifikasi tentang Marine One, helikopter yang digunakan untuk mengangkut Obama.

Sesungguhnya bukan software file sharing yang harus dijadikan kambing hitam atas adanya kebocoran ini. Mestinya ya bagaimanakah tingkat pengamanan file-file berklasifikasi itulah yang diperdalam dan dipelajari. Jangan-jangan ada yang sengaja membocorkan … makanya harus ada internal security yang kuat, termasuk dalam hal lalu lintas informasi (file-file rahasia), bukan hanya pengamanan secara fisik saja yang diperkuat.

Arab Saudi haramkan mengakui Israel sebelum tinggalkan Arab

In kEwarganegaraan on Thursday , 30 July 2009 at 2:16 PM

Pernyataan Juru bicara Kementerian Luar Negeri Saudi, Osama Nugali, 29 Juli 2009:

1. Negara berpengaruh di Timur Tengah, Arab Saudi, takkan mengakui Israel sampai negara Yahudi itu keluar dari tanah Arab yang didudukinya dan membuat komitmen ke arah penyelesaian dua negara dengan Palestina.

2. Kebijakan Israel sebagai menderita schirofrenia, dan mengatakan itu membahayakan semua upaya guna menghidupkan kembali pembicaraan perdamaian Timur Tengah dengan tujuan menciptakan negara Palestina merdeka. “Posisi kami sudah diketahui. Israel lah yang harus melakukan tindakan sungguh-sungguh ke arah proses perdamaian. Israel terus melakukan tindakan sepihak dengan mengubah fakta demokrafis dan geografis di lapangan, dengan membuat permukiman dan memperluas permukiman yang ada.

3. “Gagasan perdamaian Arab sangat jelas. Bahwa Israel mesti mundur dari tanah Arab dan mengakhiri pendudukannya dan menyelesaikan masalah utama konflik.”

4. Masalah pembagian air, pengungsi Palestina, dan status masa depan Jerusalem sebagai ibukota kedua negara harus diselesaikan “guna mencapai perdamaian yang menyeluruh, adil dan langgeng yang dilandasi atas pembentukan negara Palestina yang merdeka dan mampu bertahan. Dalam normalisasi proses perdamaian muncul setelah tercapainya semua tujuan ini, bukan sebelumnya. Jadi, kita tak boleh merusak keteraturan.”

5. Perluasan permukiman Israel di wilayah pendudukan Tepi Barat Sungai Jordan terus menghalangi kemajuan, dan pihak Palestina telah menolak untuk memulai lagi perundingan sampai Israel membekukan pembangunan. Tetapi Israel telah menolak seruan oleh pemerintah AS agar menghentikan kegiatan permukiman, yang mengarah kepada pertikaian terbuka paling buruk antara kedua sekutu dekat Amerika dalam beberapa tahun. “Kita telah menyaksikan kebijakan Israel yang menderita schirofrenia. Di satu sisi, Anda berbicara mengenai perdamaian dan kepentingan mereka untuk mencapai perdamaian, di sisi lain, mereka melakukan tindakan yang bertentangan dengan proses perdamaian yang membuatnya jadi rumit dan membahayakannya.

PESANNYA: Yaa memang begitulah perilaku negara yang satu ini …. masak kita harus membiarkannya …

“Surat Noordin M Top” beredar di internet. Asli atau tipu-tipu? Indonesia Unite!

In bLog on Thursday , 30 July 2009 at 1:45 PM

Surat elektronik yang mengatasnamakan tokoh teroris yang menjadi buruan polisi, Noordin M Top, beredar di beberapa situs. Surat itu dapat ditemukan di sejumlah situsweb sejak sepekan lalu. Isi surat yang belum bisa dipastikan kebenarannya itu berupa ‘pernyataan resmi dan bentuk tanggung jawab’ orang yang mengatasnamakan dirinya Noordin M Top atas peledakan dua bom di hotel JW Marriot dan Ritz Carlton, di kawasan Mega Kuningan, Jakarta pada 17 Juli lalu. Meski demikian, beberapa pihak meragukan kesahihan surat elektronik itu.

Berikut ini petikan lengkap surat elektronik dari orang yang mengatasnamakan Noordin M Top soal peledakan bom di dua hotel tersebut:

image_top

KETERANGAN RESMI TANDZIM AL QO’IDAH INDONESIA ATAS AMALIYAT JIHADIYAH ISTISYHADIYAH DI HOTEL JW. MARRIOT JAKARTA

اَلْحَمْدُ ِللهِ مُعِزِّ اْلإِسْلاَمِ بِنَصْرِه، وَمُذِلِّ الشِّرْكِ بِقَهْرِه، وَمُصَرِّف اْلأُمُور بِأَمْرِه، وَمُسْتَدْرِجِ اْلكَافِرِيْنَ بِمَكْرِه، اَلَّذِي قَدّرَ اْلأَيَّامَ دُولاً بِعَدْلِه، وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى مَنْ أَعْلَى اللهَُ مَنَارَ اْلإِسْلاَمِ بِسَيْفِه.

أمَّا بعد

Ini adalah keterangan resmi dari Tandzim Al Qo’idah Indonesia untuk ummat Islam dengan Amaliyat Jihadiyah Istisyhadiyah di Hotel JW. MARRIOT Jakarta, pada hari Jum’at pagi, tanggal 17 juli 2009 M./24 Rojab 1430 H. yang dilakukan oleh salah satu ikhwah mujahidin terhadap “KADIN Amerika” di Hotel tersebut.

Sesungguhnya telah sempurna pelaksanaan Amaliyat Istisyhadiyah dengan karunia Allah dan karomah-Nya setelah melakukan survey yang serius dan pengintaian yang mendalam terhadap orang-orang kafir sebelumnya.

Dan sungguh benar firman Allah :

“Maka (yang sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, akan tetapi Allahlah yang membunuh mereka, dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allah-lah yang melempar. (Allah berbuat demikian untuk membinasakan mereka) dan untuk memberi kemenangan kepada orang-orang mukmin, dengan kemenangan yang baik. Sesungguhnya Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui”. (QS. Al Anfal : 17).

Ini juga sesuai dengan firman Allah Ta’ala :

“Perangilah mereka, niscaya Allah akan menghancurkan mereka dengan (perantaraan) tangan-tanganmu dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kamu terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman”. (QS. Attaubah : 14).

Agar ummat ini mengetahui bahwasanya Amerika, khususnya orang-orang yang yang berkumpul dalam majlis itu, mereka adalah para Pentolan Bisnisman dan Inteljen di dalam bagian ekonomi Amerika. Dan mereka mempunyai kepentingan yang besar dalam mengeruk harta negeri Indonesia dan pembiyaan tentara kafir (Amerika) yang memerangi Islam dan kaum muslimin. Dan kami akan menyampaikan kabar gembira kepada kalian wahai ummat Islam, bi idznillahi Ta’ala dengan mengeluarkan cuplikan-cuplikan film dari Amaliyat Istisyhadiyah ini insya Allah.

Dan kami beri nama Amaliyat Istisyhadiyah ini dengan : “SARIYAH DR. AZHARI”.

Kami ber-Husnu Dhon kepada Allah bahwa Allah akan menolong kami dan menolong kaum muslimin dalam waktu dekat ini.

الله أكبر ولله العزة ولرسوله والمؤمنون

Amir Tandzim Al Qo’idah Indonesia

Abu Muawwidz Nur Din bin Muhammad Top

Hafidzohullah

KETERANGAN RESMI DARI TANDZIM AL QO’IDAH INDONESIA ATAS AMALIYAT JIHADIYAH ISTISYHADIYAH  DI HOTEL RIZT CALRTON JAKARTA

اَلْحَمْدُ ِللهِ مُعِزِّ اْلإِسْلاَمِ بِنَصْرِه، وَمُذِلِّ الشِّرْكِ بِقَهْرِه، وَمُصَرِّف اْلأُمُور بِأَمْرِه، وَمُسْتَدْرِجِ اْلكَافِرِيْنَ بِمَكْرِه، اَلَّذِي قَدّرَ اْلأَيَّامَ دُولاً بِعَدْلِه، وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى مَنْ أَعْلَى اللهَُ مَنَارَ اْلإِسْلاَمِ بِسَيْفِه.

أمَّا بعد

Ini adalah keterangan resmi dari Tandzim Al Qo’idah Indonesia untuk ummat Islam dengan Amaliyat Jihadiyah Istisyhadiyah di Hotel Rizt Calrton Jakarta, pada hari Jum’at pagi, tanggal 17 juli 2009 M./24 Rojab 1430 H. yang dilakukan oleh salah satu ikhwah mujahidin terhadap antek-antek Amerika yang berkunjung di Hotel tersebut.

Sesungguhnya Allah menganugerahkan kepada kami jalan untuk menyerang Hotel termegah yang dimiliki oleh Amerika di Ibukota Indonesia di Jakarta, yaitu Rizt Calrton. Yang mana penjagaan dan pengamanan di sana sungguh sangatlah ketat untuk dapat melakukan serangan seperti yang kami lakukan pada kali ini.

“Mereka membuat Makar dan Allah pun membuat Makar. Dan Allah itu Maha Pembuat Makar”. (QS. Ali Imron : 54).

Adapun sasaran yang kami inginkan dari amaliyat ini adalah :

1. Sebagai Qishoh (pembalasan yang setimpal) atas perbuatan yang dilakukan oleh Amerika dan antek-anteknya terhadap saudara kami kaum muslimin dan mujahidin di penjuru dunia

2. Menghancurkan kekuatan mereka di negeri ini, yang mana mereka adalan pencuri dan perampok barang-barang berharga kaum muslimin di negeri ini

3. Mengeluarkan mereka dari negeri-negeri kaum muslimin. Terutama dari negeri Indonesia

4. Menjadi pelajaran buat ummat Islam akan hakikat Wala’ (Loyalitas) dan Baro’ (Permusuhan), terkhusus menghadapi datangnya Klub Bola MANCESTER UNITED (MU) ke Hotel tersebut. Para pemain itu terdiri dari para salibis. Maka tidak pantas ummat ini memberikan Wala’nya dan penghormatannya kepada musuh-musuh Allah ini

5. Amaliyat Istisyhadiyah ini sebagai penyejuk dan obat hati buat kaum muslimin yang terdholimi dan tersiksa di seluruh penjuru dunia

Yang terakhir ….. bahwasanya Amaliyat Jihadiyah ini akan menjadi pendorong semangat untuk ummat ini dan untuk menghidupkan kewajiban Jihad yang menjadi satu-satunya jalan untuk menegakkan Khilafah Rosyidah yang telah lalu, bi idznillah.

Dan kami beri nama Amaliyat Jihadiyah ini dengan : “SARIYAH JABIR”

الله أكبر ولله العزة ولرسوله والمؤمنون

Amir Tandzim Al Qo’idah Indonesia
Abu Mu’awwidz Nur Din bin Muhammad Top

Hafidzohullah

PESANNYA:

a. Asli atau tipu-tipu? Biarkan pihak yang berwajib yang membuktikan. Rakyat Indonesia mestinya tenang-tenang saja, namun tetap waspada. Ini abad informasi, begitu mudah bagi siapa saja untuk mengeluarkan informasi, mengacau informasi, memalsu informasi, mereduksi informasi, mengolah informasi, merekayasa informasi, memformulasikan informasi …. ya, namanya saja perang informasi.Untuk apa? Yang jelas, untuk mempengaruhi, secara fisik ataupun psikologis. Mungkin saja informasi ini benar, mungkin juga informasi ini sesat. Jangan terlalu mudah percaya informasi dari internet, jangan pula 100% mengabaikan informasi semacam ini, sikapilah dengan proporsional, seraya check & recheck informasi, sekaligus crosscheck informasi beginian.

b. Lepas dari benar atau tidak informasi ini, tetaplah rakyat Indonesia waspada secara terus menerus, jangan pernah lengah, apalagi tersesatkan! Jaman sekarang ini terlalu mudah bagi siapa saja untuk bikin tulisan dan menampilkannya di blog/website, oleh sebab itu, ada informasi pasti ada kontra informasi, begitu seterusnya.Kalau anda tahu ada yang nggak beres laporkan segera kepada pihak yang berwajib.

c. Dengan adanya, contents-contents keras, nakal, bahkan berbau agitatif yang berseliweran di berbagi blog/website dan tampaknya sulit dipertanggungjawabkan kebenarannya (setidaknya masih perlu dipertanyakan keasliannya), apakah ini berarti kita harus bereaksi keras dengan “mengunci” internet supaya nggak mudah bagi siapa saja memposting tulisan di blog/website, mengirim email, atau chatting? Ach, mestinya nggak harus sedrastis itulah. Zaman kebebasan informasi, yang menghantarkan rakyat Indonesia telah bebas menghirup udara Hak Asasi Manusia-nya dalam alam kebebasan memperoleh informasi dan mengeluarkan pendapat mestinya tetap dipertahankan, jangan mundur lagi. Aturan hukum dan undang-undang, serta penegakannya (secara adil dan beradab) mestinya yang diperkuat, disosialisasikan, diterapkan secara terukur dan selalu up to date dengan dinamikan perkembangan sosial, politik, hukum dan ekonomi kita. Tetapi tidak dalam kerangka “mengerangkeng” kebebasan masyarakat. Rakyat harus diedukasi dengan karakter sebagai manusia yang bertanggungjawab dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, termasuk dalam mengakses dan memanfaatkan internet!

d. Rakyat Indonesia harus bersatu melawan terorisme yang merusak sendi-sendi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Indonesia Unite!

10 Teori Konspirasi Paling Top

In informasi on Thursday , 23 July 2009 at 12:29 PM

1. The JFK Assassination

top10_conspiracy_jfk

This much we can stipulate: President John F. Kennedy was assassinated 45 years ago this week, on Nov. 22, 1963, struck by two bullets — one in the head, one in the neck — while riding in an open-topped limo through Dealey Plaza in Dallas. Lee Harvey Oswald was charged with killing him, and a presidential commission headed by Chief Justice Earl Warren found that Oswald acted alone.

That conclusion hasn’t passed muster with the public. A 2003 ABC News poll found that 70% of Americans believe Kennedy’s death was the result of a broader plot. The trajectory of the bullets, some say, didn’t square with Oswald’s perch on the sixth floor of the Texas School Book Depository. Others suggest a second gunman — perhaps on the grassy knoll of Dealey Plaza — participated in the shooting. Others believe in an even broader conspiracy. Was Kennedy killed by CIA agents acting either out of anger over the Bay of Pigs or at the behest of Vice President Lyndon Johnson? By KGB operatives? Mobsters mad at Kennedy’s brother for initiating the prosecution of organized crime rings? Speculation over one of history’s most famous political assassinations is such a popular parlor game that most people have taken the rumors to heart: just 32% of those polled by ABC believe Oswald carried out the killing on his own. Ref.

2. 9/11 Cover-Up

top10_conspiracy_911

Not since the JFK assassination has there been a national tragedy so heavily imprinted in American minds — or that has given rise to quite as many alternative explanations. While videos and photographs of the two planes striking the World Trade Center towers are famous around the world, the sheer profusion of documentary evidence has only provided even more fodder for conspiracy theories.

A May 2006 Zogby poll found that 42% of Americans believed that the government and the 9/11 commission “concealed or refused to investigate critical evidence that contradicts their official explanation of the September 11th attacks.” Why had the military failed to intercept the hijacked planes? Had the government issued a “stand down” order, to minimize interference with a secret plan to destroy the buildings and blame it on Islamic terrorists? In 2005, Popular Mechanics published a massive investigation of similar claims and responses to them. The reporting team found that the North American Aerospace Defense Command (NORAD) did not have a history of having fighter jets prepped and ready to intercept aircraft that had gone off route. And while the team found no evidence that the government had planned the attacks, lack of proof has rarely stopped conspiracy theorists before. Ref.

3. Area 51 and the Aliens

top10_conspiracy_area51

We may have Tang thanks to the space program, but who gave us such innovations as the Stealth fighter and Kevlar? Aliens, of course. Conspiracy theorists believe that the remains of crashed UFO spacecrafts are stored at Area 51, an Air Force base about 150 miles from Las Vegas, where government scientists reverse-engineer the aliens’ highly advanced technology. Fodder for this has come from a variety of supposed UFO sightings in the area and testimony from a retired Army colonel who says he was given access to extraterrestrial materials gathered from an alien spacecraft that crashed in Roswell, New Mexico. Some also believe that the government studies time travel at Area 51, also known as Groom Lake or Dreamland.

The government has developed advanced aircraft and weapons systems at nearby Nellis Air Force Base, including Stealth bombers and reconnaissance planes. And the government’s official line — that the details of Area 51 are classified for purposes of national security — is only seen as further proof that the military is hiding aliens or alien spacecraft. Ref.

4. Paul Is Dead

top10_conspiracy_mccartney

Paul McCartney never wrote “Maybe I’m Amazed.” He never formed the band Wings. He never clashed with Yoko, became a vegetarian, or fathered any of his children. When Queen Elizabeth knighted him in 1997, she was actually knighting someone else. This is because, conspiracy-minded Beatlemaniacs say, Paul McCartney secretly died in 1966. Theorists claim the other Beatles covered up his death — hiring someone who looked like him, sang like him, and had the same jovial personality. But the guilt eventually got to them and they began hiding clues in their music. In the song “Taxman,” George Harrison gave his “advice for those who die,” meaning Paul. The entire Sgt. Pepper’s Lonely Hearts Club Band album was awash with Paul-is-dead clues: the Beatles had formed a “new” band featuring a fictional member named Billy Shears — supposedly the name of Paul’s replacement. The album contained John Lennon’s “A Day in the Life,” which had the lyrics “He blew his mind out in a car” and the recorded phrase “Paul is dead, miss him, miss him,” which only becomes evident when the song is played backward. Lennon also mumbled, “I buried Paul” at the end of “Strawberry Fields Forever” (in interviews, Lennon said the phrase was actually “cranberry sauce” and denied the existence of any backward messages).

Paul-is-dead believers think the Beatles accompanied these backward tape loops and veiled references to death with album covers that illustrated the loss of their friend. The original cover of 1966’s Yesterday and Today album featured the Beatles posed amid raw meat and dismembered doll parts — symbolizing McCartney’s gruesome accident. If fans placed a mirror in front of the Sgt. Pepper album cover, the words Lonely Hearts on the drum logo could be read as “1 ONE 1 X HE DIE 1 ONE 1.” And of course, there’s the Abbey Road cover, on which John, George and Ringo forwent all pretense and pretended to cross the street as a funeral procession. John wore all white, like a clergyman. Ringo, the mourner, dressed in black. George donned jeans, like a gravedigger. Paul wore no shoes (he didn’t need them, because he was dead) and walked out of step with the others.

If Paul is dead, then his imposter is still at large. He met and married Linda Eastman, with whom he had four children before losing her to breast cancer in 1998. He released a live album in 1993 called Paul Is Live (likely story), and produced more than 20 solo albums — and that’s not even counting the ones released by Wings. Then he endured a horrible divorce from Heather Mills, which may have made him wish he were dead — or, at least, were still Billy Shears. So who is the real McCartney? The world may never know. Ref.

5. Secret Societies Control the World

top10_conspiracy_freemasons

If you were really a member of the global elite, you’d know this already: the world is ruled by a powerful, secretive few. Many of the rest of us peons have heard that in 2004 both candidates for the White House were members of Yale University’s secretive Skull and Bones society, many of whose members have risen to powerful positions. But Skull and Bones is small potatoes compared with the mysterious cabals that occupy virtually every seat of power, from the corridors of government to the boardrooms of Wall Street.

Take the Illuminati, a sect said to have originated in 18th century Germany and which is allegedly responsible for the pyramid-and-eye symbol adorning the $1 bill: they intend to foment world wars to strengthen the argument for the creation of a worldwide government (which would, of course, be Satanic in nature). Or consider the Freemasons, who tout their group as the “oldest and largest worldwide fraternity” and boast alumni like George Washington. Some think that despite donating heaps of cash to charity, they’re secretly plotting your undoing at Masonic temples across the world. Or maybe, some theorize, the guys pulling the strings aren’t concealed in shadow at all. They might be the intelligentsia on the Council on Foreign Relations, a cadre of policy wonks who allegedly count their aims as publishing an erudite bimonthly journal and establishing a unified world government — not necessarily in that order. Ref.

6. The Moon Landings Were Faked

top10_conspiracy_moon

It’s now been nearly four decades since Neil Armstrong took his “giant leap for mankind” — if, that is, he ever set foot off this planet. Doubters say the U.S. government, desperate to beat the Russians in the space race, faked the lunar landings, with Armstrong and Buzz Aldrin acting out their mission on a secret film set, located (depending on the theory) either high in the Hollywood Hills or deep within Area 51. With the photos and videos of the Apollo missions only available through NASA, there’s no independent verification that the lunar landings were anything but a hoax.

The smoking gun? Film of Aldrin planting a waving American flag on the moon, which critics say proves that he was not in space. The flag’s movement, they say, clearly shows the presence of wind, which is impossible in a vacuum. NASA says Aldrin was twisting the flagpole to get the moon soil, which caused the flag to move. (And never mind that astronauts have brought back hundreds of independently verified moon rocks.) Theorists have even suggested that filmmaker Stanley Kubrick may have helped NASA fake the first lunar landing, given that his 1968 film 2001: A Space Odessey proves that the technology existed back then to artificially create a spacelike set. And as for Virgil I. Grissom, Edward H. White and Roger B. Chaffee — three astronauts who died in a fire while testing equipment for the first moon mission? They were executed by the U.S. government, which feared they were about to disclose the truth.

Far-fetched as the hoax theory may seem, a 1999 Gallup poll showed that it’s comparatively durable: 6% of Americans said they thought the lunar landings were fake, and 5% said they were undecided. Ref.

7. Jesus and Mary Magdalene

top10_conspiracy_jesus

Jesus and Mary Magdalene might have been married, or so says the Gospel of Philip. Sure, it’s the basic plot of The Da Vinci Code (the thriller also wraps in conspiracy shibboleths like Opus Dei and the Knights Templar for good measure) — but the theory finds its basis in writings from the Gnostic Gospels, which were discovered in 1945 and whose authenticity religious experts still dispute. In the Gospel of Philip, Mary Magdalene, who is referred to as Jesus’ koinonos, a Greek term for “companion” or “partner,” is depicted as being closer to Jesus than any other apostle.

In an exchange between Peter and Mary, he admits to her that “the Saviour loved you above all other women” — a tense moment in the scripture that seems to portray the jealousy that the other apostles might have felt for Mary’s relationship with Jesus. The only other evidence used to support the theory is a mention of Jesus kissing Mary often, but some say kissing was the custom and it was typical of Jesus to practice it with those close to him. (Remember Judas?) Ref.

8. Holocaust Revisionism

top10_conspiracy_holocaust

Despite overwhelming evidence and an admission and apology from Germany decades ago, revisionists continue to claim that nearly 6 million Jews were not killed by Nazis during the Holocaust. Iranian President Mahmoud Ahmadinejad, for one, has called the Holocaust a “myth” and suggested that Germany and other European countries, rather than Palestine, provide land for a Jewish state.

Unlike Ahmadinejad, most revisionists do not deny that Jews were interned in prison camps during World War II; rather, they argue that the number of deaths was greatly exaggerated. Gas chambers are a particular sticking point: Holocaust deniers say they were purely a rumor or, if they indeed existed, were not powerful enough to kill — though evidence and history indicates otherwise. And the photographs of emaciated and dying Jews? Attorney Edgar J. Steele, a revisionist, says, “All those pictures of skinny people and bodies stacked like cordwood were actually of Czechs and Poles and Germans [who] died of typhus, which was rampant in the camps.” Ref.

9. The CIA and AIDS

top10_conspiracy_cia

Since the Centers for Disease Control and Prevention first reported the HIV/AIDS epidemic in 1981, rumors have persisted that the deadly virus was created by the CIA to wipe out homosexuals and African Americans. Even today, the conspiracy theory has a number of high-profile believers. South African President Thabo Mbeki once touted the theory, disputing scientific claims that the virus originated in Africa and accusing the U.S. government of manufacturing the disease in military labs. When she won the Nobel Peace Prize, Kenyan ecologist Wangari Maathai used the international spotlight to support that theory as well. Others insist that the government deliberately injected gay men with the virus during 1978 hepatitis-B experiments in New York, San Francisco and Los Angeles. Still others point to Richard Nixon, who combined the U.S. Army’s biowarfare department with the National Cancer Institute in 1971. Though the co-discoverers of HIV — Dr. Robert Gallo of the National Cancer Institute and Dr. Luc Montagnier of the Pasteur Institute in Paris — don’t agree on its origins, most members of the scientific community believe the virus jumped from monkeys to humans some time during the 1930s. Ref.

10. The Reptilian Elite

top10_conspiracy_lizard

They are among us. Blood-drinking, flesh-eating, shape-shifting extraterrestrial reptilian humanoids with only one objective in their cold-blooded little heads: to enslave the human race. They are our leaders, our corporate executives, our beloved Oscar-winning actors and Grammy-winning singers, and they’re responsible for the Holocaust, the Oklahoma City bombings and the 9/11 attacks … at least according to former BBC sports reporter David Icke, who became the poster human for the theory in 1998 after publishing his first book, The Biggest Secret, which contained interviews with two Brits who claimed members of the royal family are nothing more than reptiles with crowns. (Picture Dracula meets Swamp Thing).

The conspiracy theorist and New Age philosopher, who wore only turquoise for a time and insisted on being called Son of God-Head, says these “Annunaki” (the reptiles) have controlled humankind since ancient times; they count among their number Queen Elizabeth, George W. Bush, Henry Kissinger, Bill and Hillary Clinton and Bob Hope. Encroaching on other conspiracy theorists’ territory, Icke even claims that the lizards are behind secret societies like the Freemasons and the Illuminati. Since earning the dubious title of “paranoid of the decade” in the late 1990s, Icke has written several books on the topic, including his latest work, The David Icke Guide to the Global Conspiracy, while operating his own website — complete with merchandise and advertisements. Ref.

Cara smart mengamankan hotel kelas tinggi

In mAnajemen on Monday , 20 July 2009 at 12:52 PM

Memang tidak ada satu solusi pun yang benar-benar pas untuk melindungi hotel-hotel bintang lima dari ancaman bom. Perlindungan lebih baik difokuskan pada kegiatan pengecekan kemanan secara rutin dan terus menerus. Hal ini menjadi tantangan, baik manajer maupun pekerja, karena tugas macam itu kerapkali harus dilakukan berulang dan membosankan, demikian menurut kompilasi pengamatan sejumlah analis industri sekaligus pakar anti-teroris.

hotel_security

Bagaimana Cara Smart melakukan hal ini?

1. Memperketat check-in.

Menggunakan gaya pemeriksaan masuk ke bandara sepenuhnya mungkin bagian dari solusi. Pasang mesin pemindai, detektor, penggeledahan di badan, petugas pria dengan pakaian seragam apa adanya, pengamatan tiap personel dan anjing pelacak. Pertanyaannya, apakah tamu-tamu bisnis yang harus datang dan pergi beberapa kali sehari akan menoleransi penggeledahan berkali-kali semacam ini.

Hotel memang bukanlah bank atau pusat komando pertahanan. Mereka ada di wilayah bisnis menyenangkan orang. Jadi bagaimana penyambutan yang dirasakan jika tamu digeledah, dipindai dan diwawancara secara berkali-kali, ya, ini proses yang harus dijelaskan dengan etis dan secara menyenangkan untuk meyakinkan tamu. Toh, hal ini juga demi keamanan tamu itu sendiri.

Tamu bisa jadi diminta secara personal untuk mengidentifikasi barang bawaan ketika memasuki hotel, begitu pula pada kendaraan. Barang-barang bawaan seharusnnya melewati alat pemindai untuk mendeteksi gas atau bebauan dari bahan-bahan eksplosif. Tentu latihan rutin diberikan kepada para penjaga tentang penggunaan alat-alat deteksi merupakan keharusan. Prosedur yang ceroboh dan tidak sistematis cenderung merembet ke hal lain dan berisiko tinggi.

2. Desain Ulang.

Hotel-hotel kini perlu didesain jauh dari jalan utama, membuat jarak ‘awas’ lebih besar dari bom kendaraan. Rute masuk perlu dirancang secara matang sehingga setiap kendaraan mendekat di pintu masuk utama berjalan lambat dan dilakukan dalam tahap-tahap yang terkontrol.

Format gedung harus bebas dari lobi-lobi berpanel kaca. Restoran lantai dasar juga tidak lagi  mesti berdampingan dengan tempat parkir. Hote-hotel lama–beberapa adalah hotel terbaik di dunia, merupakan bangunan bersejarah yang dekat dengan jalan–bila mengadaptasi desain baru di struktur lama, bisa sangat rumit. Hal lain tak kalah penting, memperhatikan seksama pintu masuk kedua di belakang gedung yang kurang dimonitor, lokasi ini dapat menjadi titik lemah, karena membiarkan ada akses masuk tak terdekteksi.

3. Staf

Menggunakan teknologi tingkat tinggi, bahkan terbaru sepertinya tidak bermanfaat tanpa kerja sama dengan ahli atau staff, demikian menurut analisis pakar. Hotel harus memastikan semua staff diberi kompensasi gaji dengan baik. Paling tidak itu meminimalkan resiko kolaborasi dengan penyerang yang didasarkan motif ekonomi. Para ahli merekomendasikan kepada pihak rekrutmen tenaga kerja melakukan pengecekan latar belakang pelamar. Bila perlu manajer harus memiliki data profil psikologis para pelamar dan karyawan.

4. Anti-Observasi dan Anti-skema serangan

Sekali serangan dijalankan, sangat hampir mustahil untuk menghentikan. Sehingga sejumlah pakar keamanan menyarankan para hotel untuk mengembangkan kemampuan mendeteksi kapan mereka tengah diamati oleh perencana serangan. Efek kemampuan itu membutuhkan ruang sayap yang sepenuhnya untuk operasi intelijen, kamera pemantau dan staf pengamat untuk mengidentifikasi perilaku mencurigakan dan mengumpulkan bukti, plus staf terlatih untuk menganalisais semua materi pengamatan dengan baik.

5. Apa yang tamu harus lakukan

Pelanggan dapat berperan besar dengan menuntut keamanan lebih besar dan bersiap membayar tinggi atas konsekuensi itu. Oleh karena itu, hotel bisa mengembangkan keamanan untuk insentif komersial. Beberapa ahli menyarankan kepada klien pengusaha yang berpergian untuk menghindari jaringan hotel bintang lima Barat ikonik. Argumen mereka, hotel-hotel tersebut mengundang serangan karena mereka menerima tamu Barat lebih banyak. Alih-alih, mereka disarankan memilih hotel butik yang tak begitu menyolok, yang tak begitu terkenal. Sementara yang tak setuju, mengatakan hotel lebih murah memiliki keamanan lebih rendah. Merekam menunjuk beberapa serangan terburuk pada 12 bulan terakhir, yang terjadi di hotel-hotel yang tidak dimiliki Barat. Tamu juga harus diedukasi dengan situasi hotel, agar mampu memproteksi diri apabila terjadi hal-hal yang tak terduga di lingkungan hotel. Informasi situasi dan kondisi menjadi hal penting.

6. Kemampuan mengembangkan perspektif

Serangan terbesar di hotel-hotel bukan tembakan, bukan terorisme, ujar para pakar. Pernyataan mereka berdasar fakta, banyak hotel di dunia minim–kalau tak bisa dibilang tak ada–sistem sprinkler dan evakuasi dari asap dan kebakaran. Gara-gara hal itu, banyak orang yang terkunci ketika penyelamatan saat kebakaran. Risiko lain adalah pencurian, invasi ke dalam ruang. Penyerang dapat menipu atau memaksa masuk ke dalam ruang dan merampok serta menyerang tamu. Teknologi terbaru dan tercanggih pun apabila diterapkan di lingkungan hotel kelas tinggi, mesti dibarengi dengan personel yang mumpuni, serta maintenance yang terjaga.

Notes: Dimanapun tingkat risiko nol itu tidak ada. Mungkin salah satu hal yang kita harus sangat hati-hati adalah, tidak bereaksi berlebihan terhadap kejadian-kejadian tersebut. Kewaspadaan dan kehati-hatianlah yang lebih diutamakan dalam menghadapi kondisi ini.

Tingkatkan Profesionalisme TNI AU Latihan “Air to Air TAXAN”

In militer on Wednesday , 15 July 2009 at 9:45 AM

Di ketinggian 10000 s/d 15000 feet para penerbang pesawat tempur Lanud Iswahjudi bermanuver di udara melaksanakan latihan penembakan “Air to Air TAXAN” dengan menggunakan secapem untuk meningkatkan profesionalisme penerbang tempur, Selasa, (13/7). Latihan penembakan “Air to Air’ dengan peluru GUN 20 mm dilaksanakan di atas laut selatan Pacitan mulai tanggal 13 Juli s.d. 22 Juli 2009 dengan menggunakan pesawat tempur F-16/ Fighting Falcon dari Skadron Udara 3 dan F-5/Tiger dari Skadron Udara 14 Lanud Iswahjudi.

Latihan tersebut bertujuan untuk mempertahankan dan meningkatkan kemampuan penerbang tempur F-16 dan F-5 E Tiger, sebagai Pertahanan Udara (Hanud) yang dimiliki oleh TNI AU yang bertanggung jawab mempertahankan wilayah NKRI di udara.

Secapem merupakan benda yang digunakan sebagai sasaran tembak yang ditarik oleh pesawat lain saat di udara yang diasumsikan sebagai pesawat musuh dalam latihan penembakan “Air to Air TAXAN”.

Guna memperoleh hasil latihan yang maksimal, Komandan Lanud Iswahjudi Marsma TNI Bambang Samoedro S.Sos, selalu memonitor setiap pergerakan latihan yang dilakukan oleh pera penerbang maupun ground crew.   Pada kesempatan hari pertama latihan (13/7) Danlanud Iswahjudi mengadakan peninjauan ke Skadaron Udara 14 mengenai kesiapan yang dilakukan sebelum para penerbang tersebut melaksanakan  latihan penembakan Air to Air. Referensi

Program Khusus CIA untuk Bantai Pemimpin Al Qaeda

In country on Wednesday , 15 July 2009 at 5:00 AM

Badan intelijen AS, CIA, pernah menjalankan sebuah program rahasia selama 8 tahun untuk membunuh para pemimpin al Qaeda dengan mengerahkan para pembunuh yang terlatih secara khusus. Namun, CIA menolak membeberkan program ini ke Kongres karena inisiatif tersebut tidak berhasil menyeret Osama bin Laden maupun deputinya sesuai target yang ditetapkan oleh pemerintah AS.

Program pengerahan beberapa tim untuk membunuh teroris senior telah secara resmi disetujui oleh pemerintah George W. Bush tetapi program ini tidak pernah beroperasi secara maksimal. Menurut beberapa sumber intelijen dan kongres AS, wakil presiden yang menjabat saat itu, Richard B. Cheney telah mendesak CIA untuk menunda pemberitahuan program itu ke Kongres.

Program yang dihentikan bulan lalu itu mengundang ketegangan politik pekan lalu saat beberapa anggota Kongres dari Demokrat menilai CIA telah menahan informasi ke Kongres dengan tidak menyingkap eksistensi operasi itu. Direktur CIA Leon E.Panetta menjelaskan ke parlemen tinjauan mereka terhadap program itu pada 24 Juni beberapa jam setelah mengetahuinya.

Beberapa pejabat intelijen yang mengetahui program itu menjelaskan beberapa elemen tertentu dari program ini sempat beroperasi dan seharusnya dilaporkan karena mencakup prasarana signifikan dan berisiko tinggi. Namun, beberapa pejabat intelijen lain menjelaskan inisiatif ini tidak pernah mencapai kemajuan sesuai dengan konsep dan studi kelayakan.

Pengakuan Panetta bahwa ia telah menghentikan program ini menuai kritik dari beberapa anggota kongres Republik kemarin. “Kenapa kamu membatalkannya?” tanya Senator Christopher S., anggota kongres Republik dari komite intelijen Senat. “Memangnya kenapa kalau dilanjutkan?”

Tidak ada pejabat maupun institusinya, CIA, yang bersedia menguraikan perbedaan program itu dengan program lainnya untuk menumpas pemimpin senior Al Qaeda. Namun, salah satu pejabat intelijen AS yang tidak menyebut identitasnya menjelaskan program ini berskala kecil dan tidak beroperasi secara permanen.

CIA diizinkan pada 2001 untuk menggunakan kekerasan berisiko tinggi terhadap sekelompok pemimpin al Qaeda. Kekerasan ini mencakup serangan yang dilancarkan oleh pesawat tanpa awak ke beberapa kamp teroris dari ketinggian 2 kaki dan bukan ketinggian 10.000 kaki seperti dilaporkan sebelumnya.

Beberapa pejabat CIA yang masih bertugas maupun telah lepas tugas menerangkan program ini tidak mencapai perkembangan yang dinilai perlu untuk dilaporkan ke Kongres.

Beberapa pejabat Gedung Putih menerangkan Presiden Barack Obama telah mendapatkan pengarahan mengenai keputusan Panetta setelah kembali ke Washington, Minggu, seusai mengadakan kunjungan kerja ke luar negeri. Panetta dilaporkan tidak memberitahukan Gedung Putih mengenai rencananya membatalkan program itu.

Sejumlah anggota parlemen Demokrat telah menyerukan diadakan investigasi untuk mengetahui apakah CIA melanggar undang-undang dengan tidak membeberkan programnya ke Kongres. Klaim pencegahan penyampaian keterangan mengenai program itu juga telah memicu timbulnya seruan agar pemerintah Obama memulai investigasi terhadap kebijakan penangkalan terorisme selama pemerintah Bush. Referensi

Indonesia dituduh melakukan DUMPING. Ach, itu gaya perang ekonomi negara lain yang nggak suka Indonesia maju ….

In sUbsidi on Thursday , 25 June 2009 at 12:46 PM

Tuduhan DUMPING terhadap produk-produk Indonesia terus saja ada. Padahal selama ini Indonesia menjadi salah satu negara yang paling sering dikenakan tuduhan dumping sedangkan pengenaan tuduhan dumping Indonesia ke negara-negara lain terbilang rendah. Mengapa ya?

Data tuduhan DUMPING terhadap Indonesia adalah,

a. Tahun 2007:  16 kasus.

b. Tahun 2008: 7 kasus (tuduhan dumping produk tabung TV oleh India, tekstil oleh Argentina dan Brasil, tisu toilet oleh Australia, produk kertas oleh AS, produk ban dari Turki).

c. Tahun 2009 (Januari-Mei): 6 negara yang menuduh Indonesia melakukan dumping dan safeguard. Keenam negara-gara itu antara lain AS, Pakistan, India, China,  Mesir dan Afrika Selatan. Totalnya ada 18 perusahaan yang terkena tuduhan dumping, dan satu perusahaan untuk tuduhan safeguard. Produk yang dituduh dumping adalah Viscose Staple Fiber Excluding Bamboo Fiber atau bahan baku serat tekstil yang mulai diinisiasi 19 Maret 2009 , Nucleotide-type Food Additives  atau bahan tambahan pangan yang  diinisiasi 24 Maret 2009, Polyethelene Retail Carriers Bags  atau bahan baku kantung plastic yang mulai diinisiasi 20 April 2009, dan Phthalic Anhydride  atau bahan kimia yang diinisiasi 29 Mei 2009. Produk yang kena tuduhan safeguard adalah Cotton Yarn and Blend and Woven Fabrics of Cotton and Blend  atau serat benang untuk tekstil mulai diinisiasi 15 Januari 2009, Coated Paper and Paper Board mulai diinisiasi 20 April 2009 dan Uncoated Paper and Copy Paper yang diinisiasi 20 April 2009.

Hingga tahun 2008, Indonesia mendapatkan 116 kasus anti dumping yang dituduhkan 23 negara. Jumlah kasus di Indonesia itu paling banyak dibandingkan beberapa negara di Asia, Eropa dan Amerika. Sebagai perbandingan, kasus dumping di Amerika sebanyak 20 kasus, India 19 kasus, Afrika Selatan 11 kasus, Selandia Baru 11 kasus, Malaysia 8 kasus, Turki 6 kasus, Argentina 5 kasus dan Mexico 3 kasus.

Sebaliknya, Indonesia sendiri telah mengenakan 5 tuduhan dumping sepanjang tahun 2008 yaitu beberapa negara diantaranya India, Thailand, Rusia. Selain itu, sejak 4 Januari 2006 lalu Indonesia telah mengenakan safeguard untuk produk keramik terhadap 15 negara untuk kurun waktu tiga tahun. Sementara penggunaan hak anti dumping, Indonesia baru mengenakan tindakan anti dumping terhadap impor untuk 34 kasus. Jumlah ini merupakan yang paling rendah dibandingkan India (372 kasus), Amerika (245 kasus), Uni Eropa (252 kasus).

Anehnya, tuduhan tersebut tidak hanya terkait masalah nilai jual yang lebih rendah di pasar ekspor ketimbang di pasar domestik, tapi juga sudah mengarah pada isu lingkungan dan soal subsidi. Ini jelas merupakan cara-cara tidak fair dalam perdagangan termasuk dumping, karena kondisi krisis global saat ini yang berpotensi memicu meningkatnya negara lain untuk menerapkan isyu ini untuk melindungi pasar dalam negerinya. Sebab kita ketahui dampak tuduhan dumping bisa merugikan produsen di negara yang kena isyu dumping. Oleh sebab itu, sudah semestinya Pemerintah, dunia usaha itu sendiri dan rakyat Indonesia, harus ikut berusaha melindungi industri dalam negeri terhadap tindakan curang atau tuduhan dumping yang dilakukan oleh pihak luar negeri sehingga dibentuk komite anti dumping dan anti subsidi. Selaku anggota WTO, kita bisa mengenakan tindakan anti dumping terhadap impor yang disinyalir melakukan dumping guna menanggulangi dampak persaingan curang. Tindakan anti dumping hanya dapat dilakukan berdasarkan hasil penyelidikan bahwa impor dumping telah mengakibatkan kerugian material kepada industri domestik. Adapun tindakan pemulihan yang diijinkan untuk melawan persaingan yang curang akibat dumping dengan cara pengenaan bea masuk anti dumping sebesar marjin dumping yang ditemukan. Namun hal itu harus didahului dengan penyelidikan yang membuktikan adanya dumping. Pengenaan bea masuk guna melindungi kepentingan nasional tetap saja ada pihak yang diuntungkan dan ada yang merasa dirugikan. Namun harus ada pilihan yang realistis soal ini.

Menurut saya, Indonesia harus melawan terhadap tuduhan semacam ini. Seringkali tuduhan ini hanya kedok dari negara yang “kalah bersaing” sehingga mencari-cari alasan untuk menjatuhkan pesaing, dan salah satunya dengan isyu dumping. Karena logika saya, produk Indonesia itu khan umumnya termasuk high cost ekonomy/product kok pemasarannya di-dumping-kan, apa mungkin ada pengusaha mau merugi besar-besaran, demi mengejar ekspor, aneh saja ….. lagian inilah real perang ekonomi dunia masa kini, makanya Indonesia harus fight, jangan lemah, ….., konsumsi produk-produk dalam negeri di dalam negeri sendiri juga harus terus ditingkatkan, agar membantu proses produksi ke arah efisien yang lebih baik … Inisiatif hal ini harus datang dari semua pihak, pihak industri itu sendiri, pemerintah, dan rakyat Indonesia agar lebih proaktif memahami dan menggunakan produksi dalam negeri juga.

Karena perang di bidang pilar ekonomi diantara negara-negara dunia sekarang ini, bisa menentukan “nasib” pilar-pilar negara lainnya, yaitu: sosial, politik maupun hankam, yang ujung-ujungnya berpengaruh pula terhadap ketahanan nasional suatu bangsa …….

Saya (sekarang) lagi asyik memperhatikan Iran: Ada pergulatan media, TI, politik dan kepentingan asing!

In damai on Tuesday , 23 June 2009 at 1:00 PM

Saya (sekarang) lagi asyik memperhatikan Iran: Ada pergulatan media, TI, politik dan kepentingan asing! Mau ikut lihat, coba perhatikan hal-hal berikut ini …………. kalau kita cermat kita bisa melihat dan merasakan “ada skenario yang manis yang disusun oleh sutradara yang jempolan yang mampu menggiring situasi dan kondisi ke arah yang diinginkan”  ….

Yang pertama:

Kemelut panas usai terpilihnya Mahmoud Ahmadinejad sebagai Presiden Iran terus berlangsung. Video seorang wanita yang tertembak saat berlangsung protes dijadikan sebagai simbol oleh oposisi. Wanita ini tewas tertembak di jalan saat menyaksikan protes di ibukota Iran, Teheran, 20 Juni lalu. Tidak diketahui siapa penembaknya, namun yang pasti video detik-detik sebelum kematiannya ini, beredar luas di internet dan menggemparkan jagat maya. YouTube, Facebook, Twitter, dan sejumlah situs-situs lain memuat video ini. Video tersebut menggambarkan tentang sang korban yang bersimbah darah akibat peluru yang menembus dadanya. Terlihat, darah bukan hanya keluar dari dadanya, namun juga dari mulutnya hingga akhirnya melintasi wajahnya. Beberapa pria di sampingnya terlihat berusaha menghentikan pendarahan yang ia alami. Siapa wanita yang akhirnya tewas itu? Belum diketahui identitas aslinya, namun ia dikenal dengan nama Neda. Nama ini mengacu pada situs mikroblogging Twitter yang dihujani komentar, dukungan dan empati dari para anggotanya. Dikutip dari USAToday, Senin (22/6/2009), #Neda telah menjadi salah satu hashtag (kata atau akronim yang diawali dengan simbol #) yang paling sering digunakan di Twitter. Neda juga menjadi populer di pencarian Google serta beberapa media besar turut mengeksposnya. Kini ‘video berdarah’ tersebut dijadikan sebagai simbol bagi kaum oposisi yang menentang Ahmadinejad.

Yang kedua:

Kalau anda sempat baca tulisan-tulisan berikut ini, kita makin yakin ada link yang terencana dengan jelas:

a. Iranian election: “Mission accomplished” yang dimuat Today, 14 Juni 2009.

b. Iran tries to put a lid on election protests yang dimuat Los Angeles Times, 15 Juni 2009.

c. Serangkaian tulisan di purplepeoplevote.com (15 dan 17 Juni 2009), yaitu:
Following Iran Elections on Twitter – A Lesson in Freedom and Technology, American’s Practical Support of A Free Iran, Twitter Changing the Playing Field In Iran and For Totalitarianism

d. Stealing the Village Vote yang dimuat New York Times, 18 Juni 2009.

e. Obama Says ‘Justice’ Is Needed for Iranians yang dimuat di The New York Times, 20 Juni 2009.

Yang ketiga (agak mengejutkan):

Seorang mantan pejabat pemerintahan Amerika Serikat –yang bertugas di era George W. Bush– membuat komentar mengejutkan. Pendiri Twitter disebut layak mendapatkan hadiah Nobel Perdamaian. Adalah pejabat bernama Mark Pfeifle, mantan Deputy National Security Advisor untuk mantan Presiden AS George W. Bush yang mengungkapkan hal tersebut dalam wawancara dengan FoxNews. Dikutip dari TechCrunch, Selasa (23/6/2009), Pfeifle menganggap pendiri Twitter punya peran dalam menangani krisis di Iran. Menurut Pfeifle Twitter memiliki peran besar dalam menyebarkan pesan-pesan ke rakyat Iran selama rusuh pasca pemilihan Presiden. Ia menyebut Twitter, Facebook, Flickr dan YouTube sebagai yang berjaya dalam krisis tersebut. “Jika ada yang mungkin perlu mendapatkan Hadiah Nobel Perdamaian berikutnya, harusnya adalah para pendiri Twitter yang menunda perbaikan sistem demi menjaga tetap banyak tweet (pesan di twitter-red) yang dikirimkan dalam seminggu lalu (saat puncak kerusuhan di Iran-red),” tutur Pfeifle.

Tentunya konteks Pfeifle adalah seperti bercanda. Namun di sisi lain Pfeifle seperti ingin mengatakan bahwa peran internet dalam menyebarkan informasi di Iran tidak bisa disepelekan lagi. Menurut Pfeifle perkembangan media dari jejaring sosial mampu memberikan suara pada pihak yang sebelumnya dibungkam. “Pada tanggal 17 (Juni 2009) saja ada 221.000 tweet soal Iran, 3.000 video di Youtube. Ini mengagumkan,” ia memaparkan.

Okelah, para WNI Nomor 1, kita sudah dapat melihat dan “melihat” dengan terang bagaimana pergulatan media (asing) dan teknologi informasi (khususnya internet, khusus lagi jejaring sosial) telah digunakan secara maksimum dalam membentuk opini, “memaksakan kehendak” dan memainkan politik strategis dengan segala kepentingannya. Dan kita melihat, kepentingan siapakah yang bermain di Iran ?

CNN sudah menjadi musuh Al Jazeera dalam penyiaran soal Iran, sama dengan soal Irak dahulu, sehingga pemerintah Iran berang. Kini Twitter dimainkan juga, bahkan sebelum Pemilu Iran pun sesungguhnya sudah terendus permainan iniyu, sehingga Pemerintah Iran sempat berang, dengan “menyetop” Twitter dan konco-konconya. Apakah ada yang salah? Ada. Kalau permainan ini tidak melihat realitas politik dan hasil pemilu sesungguhnya, kekhawatirannya apapun hasil Pemilu Iran, harus misi kepentingan “asing” yang di-goal-kan. Ini khan rawan sebagai dan bagi bangsa yang independen. Lihat saja, sudah muncul usul Nobel bagi pendiri Twitter, apa maksudnya? Bahkan Presiden AS yang lama dan baru pun bersuara soal “hukum” di Iran.

Saya berfikir, sangat mungkin anda melihat saya pro Iran, oh jangan salah, saya pun protes kalau ratusan blogger ditangkapi disana, itu bisa menjurus pelanggaran HAM. Tetapi justru yang saya fikirkan, kalau locus deliti di Iran dan Grand Scenario asing itu, punya kemungkinan dipindahkan di Indonesia, karena Indonesia juga mau Pemilu Presiden 8 Juli 2009 nanti, apakah kita terima cara-cara beginian? Kita harus menomorsatukan negara dan bangsa Indonesia. Itulah prinsip WNI Nomor 1. Jangan mau asing masuk dan mendikte kita semaunya, bahkan melewati jalur-jalur jejaring sosial. Inilah yang harus diwaspadai, dapat diduga kepentingan asing itu sangat besar terhadap negara dan bangsa Indonesia. Kalau ada yang nggak bisa merasakan hal-hal seperti ini ya hati-hati saja ….

Oleh sebab itu, kita harus meyakini Proses Pemilu itu penting untuk berjalannya proses demokratisasi secara baik di suatu negara dan bangsa …. untuk itu Panitia Pemilu (KPU) harus mampu menjalankan secara baik, benar, akurat dan tidak memihak pada salah satu peserta pemilu dalam semua proses dan tahapan pemilu.

Yang lebih penting lagi para Capres-Cawapres peserta Pilpres 2009, Tim Sukses dan para pendukungnya harus SIAP UNTUK MENERIMA KEMENANGAN MAUPUN KEKALAHAN. Demi bangsa, negara dan masa depan rakyat Indonesia, kalaupun ada (mungkin) permasalahan kecil dari proses Pemilu yang nggak signifikan dalam mempengaruhi hasil akhir (mana sih ada makhluk/perilaku yang sempurna di dunia ini) janganlah dibesar-besarkan dan dibakar-bakar, biar rakyat bergelora, bahkan sengaja mengundang campur tangan asing, oh janganlah. Tetap saja kalau ini terjadi: rakyat yang menderita.

Jadilah WNI Nomor 1, berlandaskan Konstitusi dan Aturan hukum yang berlaku, serta tak lupa akar budaya dan etika khas Indonesia …

THE BEAUTIFUL WARNING

In nUrani on Friday , 12 June 2009 at 11:44 PM

I LOVE INDONEMALAYSIA, YOU LOVE MALAYINDONESIA, WE LOVE INDONESIA (NICE WITHOUT MALAY)

I LOVE INDONEMALAYSIA, YOU LOVE MALAYINDONESIA, WE LOVE INDONESIA (NICE WITHOUT MALAY)

I LOVE INDONEMALAYSIA, YOU LOVE MALAYINDONESIA, WE LOVE INDONESIA (NICE WITHOUT MALAY)

I LOVE INDONEMALAYSIA, YOU LOVE MALAYINDONESIA, WE LOVE INDONESIA (NICE WITHOUT MALAY)

I LOVE INDONEMALAYSIA, YOU LOVE MALAYINDONESIA, WE LOVE INDONESIA (NICE WITHOUT MALAY)

Wuih… Malaysia Juga Rendahkan Pendidikan Kita

Para rektor perguruan tinggi negeri (PTN) sepakat tidak menerima mahasiswa baru asal Malaysia pada Seleksi Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri (SMPTN) tahun ajaran 2009 karena menilai sikap lembaga pendidikan tinggi di Malaysia merendahkan mahasiswa Indonesia. Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof Dr Herry Suhardiyanto MSc mengatakan, kesepakatan tersebut hanya untuk calon mahasiswa asal Malaysia yang akan mengikuti SMPTN saja, sedangkan melalui jalur lainnya tetap terbuka. “Penolakan PTN di Indonesia karena kami saat ini belum siap menerimanya dan para rektor tengah mengkaji kembali,” kata Herry Suhardiyanto, Jumat (12/6) malam.

Menurut dia, penolakan terhadap calon mahasiswa asal Malaysia tersebut tidak selamanya, tapi akan dievaluasi lagi untuk tahun ajaran berikutnya. Ketidaksiapan PTN di Indonesia, kata dia, antara lain karena sikap dari lembaga pendidikan tinggi di Malaysia yang dinilai merendahkan mutu pendidikan di Indonesia, khususnya Fakultas Kedokteran. Mahasiswa kedokteran Indonesia yang akan melanjutkan pendidikan di Malaysia harus diseleksi atau tes lebih dulu melalui sebuah lembaga pendidikan. ”Jika seleksi atau tes dari lembaga tersebut menyatakan mahasiswa kedokteran Indonesia tidak layak, maka tidak bisa melanjutkan pendidikan di Malaysia,” katanya.

Menurut dia, karena itu para rektor PTN sepakat tidak menerima calon mahasiswa baru asal Malaysia melalui SMPTN tahun ajaran 2009, sedangkan melalui jalur lainnya tetap terbuka. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional (Dirjen Dikti Depdiknas) Fadli Jalal ketika dikonfirmasi hal ini mengatakan belum tahu karena belum menerima laporan. “Saya belum bisa memberikan pernyataan, tapi akan mengecek kabar ini ke forum rektor apakah benar argumen tersebut,” katanya. Kalau pun ada ketersinggungan dari para rektor PTN, kata dia, akan saya cek apa penyebabnya dan bagaimana persoalan sebenarnya. Informasi yang diterima, sebanyak 56 rektor PTN sepakat tidak menerima mahasiswa baru asal Malaysia pada tahun ajaran 2009.

I LOVE INDONEMALAYSIA, YOU LOVE MALAYINDONESIA, WE LOVE INDONESIA (NICE WITHOUT MALAY)

I LOVE INDONEMALAYSIA, YOU LOVE MALAYINDONESIA, WE LOVE INDONESIA (NICE WITHOUT MALAY)

I LOVE INDONEMALAYSIA, YOU LOVE MALAYINDONESIA, WE LOVE INDONESIA (NICE WITHOUT MALAY)

I LOVE INDONEMALAYSIA, YOU LOVE MALAYINDONESIA, WE LOVE INDONESIA (NICE WITHOUT MALAY)

I LOVE INDONEMALAYSIA, YOU LOVE MALAYINDONESIA, WE LOVE INDONESIA (NICE WITHOUT MALAY)

Hati-hati ada penyusupan melalui kata-kata dan istilah-istilah pencarian yang populer di internet

In tEknologi iNformasi on Friday , 12 June 2009 at 10:36 AM

Apakah kata dan istilah pencarian paling berbahaya di Internet?

Jika anda suka mencari-cari “music lyrics” atau berbagai hal yang “free“, berarti anda sudah masuk dalam kondisi perilaku cyber yang makin berresiko. Dan pencarian “free music downloads” yang mencapai 20% dari pengguna/peselancar website adalah jalan lapang masuknya perangkat lunak/software berbahaya, yang kita kenal sebagai “malware.” Satu laporan riset terbaru oleh perusahaan software antivirus McAfee yang berbasis di Amerika Serikat telah mengenali kata-kata pencarian di Internet paling berbahaya yang menempatkan para pemakai di halaman-halaman website dengan kemungkinan yang lebih tinggi dari serangan-serangan cyber.

Studi ini telah menguji 2.600 kata kunci populer pada lima mesin pencari utama – Google, Yahoo, Live, AOL dan Ask- dan juga menganalisis 413.000 halaman web. “Hanya baru saja pada tahun lalu, kita sudah melihat satu pergeseran dramatis yang cantik yang kami sebut sebagai malware,” kata David DeWalt, Presiden dan CEO McAfee. “Saya berangkat dari seorang hacker di lantai dasar, untuk mengorganisasikan cybercrime sampai sekarang, literally, terorisme dan bentuk-bentuk serangan geopolitik yang teroganisir,” katanya.

Kategori-kategori kata yang mempunyai resiko paling tinggi sebagai pintu masuk malware: screen savers, free games, work from home, Olympics, videos, celebrities, music and news.

Istilah-istilah paling berbahaya adalah: word unscrambler, lyrics, myspace, free music downloads, phelps, game cheats, printable fill-in puzzles, free ringtones and solitaire.

Studi ini juga menunjukkan bagaimana penjahat-penjahat cyber sedang meningkatkan kemampuan dan kecanggihannya. “Kita dapat mempunyai pandangan yang masif dengan seorang hacker di bawah tanah. Kita telah melihat baru-baru ini “Twitter worm” dari seorang yang berusia 17 tahun di bawah tanah yang dapat menyerang  berjuta-juta komputer di luar. Atau, kita dapatme lihat satu serangan yang terorganisir yang mengambrukkan infrastruktur,” kata DeWalt.

Perusahaan software Antivirus sepertinya tertinggal oleh perkembangan terakhir para penjahat cyber. “Kita telah ada di jalan belakang, itu sungguh-sungguh benar, untuk keseluruhan dunia, infrastruktur global Internet sudah tumbuh secara dramatis – namun 50 persen PC-PC dunia tidak terlondungi,” kata DeWalt. Meski ada peningkatan resiko, DeWalt tidak percaya bahwa “cyber Armageddon” yang menyebabkan penyebaran kerusakan komputer-komputer dan infrastruktur Internet . “Minggu lalu, anda telah melihat Presiden Obama di Amerika Serikat memperbincangkan tentang satu prakarsa cyber-security yang disponsori oleh pemerintah, dan pemerintah-pemerintah lain mendukung hal ini juga,” kata DeWalt. “Aku berpikir kita sedang belajar bagaimana hal ini dapat terjadi, dan jika kita dapat menghadapinya, kita dapat mencegahnya.” Referensi

Wah, wah jadi mesti hati-hati nhi kalau mau searching, alias nyari-nyari, ternyata dapat ditelusupi malware. Dan kata-kata kunci dan istilah-istilah yang polpuler bisa jadi pintu masuk yang menarik bagi software jahat. Nha, kata-kata dan istilah-istilah yang diteliti itu khan dalam bahasa Inggris ya, sekarang sudah ada nggak ya, kata-kata dan istilah-istilah yang paling banyak digunakan pengguna internet dalan searching yang dalam bahasa Indonesia? Bisa jadi kajian menarik lho ………….

Pemotretan udara untuk kepentingan militer dan pembangunan nasional

In bLog, country, e-goverment, eKsekutif, global, kEpemimpinan, kOmputer, mAnajemen, militer, operasi, pErtahanan, sumber daya, tEknologi iNformasi, teknologi on Tuesday , 2 June 2009 at 3:00 AM

Pemotretan udara merupakan suatu kegiatan perekaman data yang dilakukan melalui udara dengan wahana pesawat udara, helikopter, balon udara terhadap obyek maupun gejala di permukaan bumi. Kadissurpotrudau, Marsma TNI Drs. Paulus D. Harsoyo mengatakan, kegiatan ini perlu dilakukan untuk mendapatkan data yang up to date guna mendukung kondisi pertahanan dan keamanan negara serta pembangunan nasional. Keenam lokasi yang dipilih adalah Lanud Halim Perdanakusuman Jakarta, Lanud Suryadarma Subang, Lanud Adi Sucipto Yogyakarta, Lanud Adi Sumarmo Solo, Lanud Iswahyudi Madiun, dan Lanud Abdulrahman Saleh Malang. “Pemilihan lokasi tersebut didasarkan atas banyaknya perubahan yang terjadi dan juga karena data yang ada telah lama sehingga perlu diperbaharui, dengan adanya pembaharuan foto udara ini diharapkan dapat diketahui besarnya perubahan fungsi dan penggunaan lahan agar nantinya pemetaan lahan TNI AU benar-benar akurat dan terlihat dengan jelas batas-batasnya”, jelas Marsma TNI Drs Paulus D Harsoyo.

Pemotretan udara ini dilakukan dengan metode pemotretan vertikal dimana sumbu kamera tegak lurus dengan objek di permukaan bumi. Kamera yang digunakan ada dua, yaitu kamera large format manual RMK TOP dan kamera DSLR Nikon D2Xs yang dipasang di pesawat Cassa 212 A- 2103 dari Skadron Udara 4 Lanud Abdulrahman Saleh. Penggunaan double camera ini dimaksudkan untuk mendapatkan foto udara berwarna yang dapat mewakili keadaan sebenarnya di lapangan dari segi posisi, bentuk, dan ukuran“, tutur Kadissurpotrudau. Pada pelaksanaan pemotretan udara di Lanud Halim Perdanakusuma (25/5), Lanud Suryadarma (26/5), dan di Lanud Adi Sumarmo (28/5) telah dapat terlaksana dengan baik dan hasilnya masih dalam proses pembuatan. Sedangkan untuk Lanud lainnya masih dalam proses pengerjaan mulai hari Jumat (29/5) dan seterusnya diantaranya wilayah Lanud Adi Sucipto, Lanud Iswahjudi serta Lanud Abdulrachman Saleh.

Cakupan area pemotretan sekitar 50 km² yang hasilnya dapat digunakan selain untuk pemetaan lahan TNI AU, juga dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pembangunan nasional seperti penentuan lokasi strategis pembangunan berbagai infrastruktur pemerintah maupun untuk pemetaan daerah rawan bencana. Referensi

Mencermati Direktur CIA yang baru (Bagian 2)

In anggaran, e-goverment, eKsekutif, global, hAm, indonesia, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, mAnajemen, militer, pEndidikan, pErtahanan, pOlitik on Monday , 12 January 2009 at 10:26 AM

Leon Panetta lahir tahun 1938 di Monterey, umur 70. Pendidikan: Graduated dari Monterey School; B.A. dari Santa Clara University; JD dari Santa Clara University Law School. Militer: U.S. Army, 1964-66 (wajib militer). Kongres: kongres AS mewakili wilayah Monterey, 1977-1993; ketua Panitia Anggaran DPR, 1989-93. Administrasi Pemerintahan Clinton: Direktur Kantor Manajemen dan Anggaran, 1993-94, dan kepala staf, 1994-97. Saat ini: direktur Lembaga Kebijakan Publik, yang berbasis di California State University-Monterey Bay. Keluarga: Menikah dengan Sylvia Marie Varni; 3 anak laki-laki dewasa dan lima cucu. Panetta, mantan anggota kongres dan anak imigran Italia yang bekerja pada keluarga tani Carmel Valley, telah menjalankan Institut Kebijakan Publik sejak kembali ke kehidupan pribadi.

Leon Edward Panetta memiliki karir yang panjang dan terkemuka dalam pelayanan masyarakat, mulai dari tour of duty di US Army kepada layanan sebagai Chief of Staff Presiden Amerika Serikat. Lahir di Monterey pada tahun 1938 dari orangtua imigran Italia, Panetta seorang Katolik dan bersekolah di sekolah umum dan bekerja pada keluarga tani di Carmel Valley, di mana dia hidup hari ini dengan istrinya Sylvia. Dia seorang yang B.A. magna cum laude dari Santa Clara University dan JD dari Santa Clara University Law School, di mana dia adalah editor dari Law Review. Panetta menjabat sebagai Letnan Pertama di Army 1964-1966 dan menerima penghargaan Medal Army.

ya

Serius?

Panetta pertama pergi ke Washington pada tahun 1966, ketika ia menjabat sebagai asisten legislatif pada Senator Thomas H. Kuchel California, Senat Minoritas Whip. Pada 1969, ia menjadi Asisten Khusus Sekretaris Kesehatan, Pendidikan dan Kesejahteraan, kemudian Direktur Dinas Hak Sipil, di mana dia bertanggung jawab untuk penegakan hukum dan pendidikan. Bukunya Bawalah Kami Bersama (diterbitkan tahun 1971) adalah bukti dari pengalaman itu. Dalam 1970, ia pergi ke New York City, di mana ia menjabat sebagai asisten eksekutif ke Walikota John Lindsay, mengawasi hubungan antara kota dengan negara dan pemerintah federal. Kemudian, pada 1971, ia kembali ke California, di mana ia beraktivitas di Thompson & Panetta sampai ia terpilih di Kongres tahun 1976.

Panetta ditunjuk sebagai Chief of Staff untuk Presiden Clinton pada 17 Juli 1994, dan bertugas di posisi yang sampai 20 Januari 1997. Dia adalah kepala perunding yang berhasil kompromikan anggaran 1996, dan telah banyak dipuji untuk membawa ketertiban dan fokus ke White House operasional dan pembuatan kebijakan. Panetta telah menjabat sebagai seorang pemimpin masyarakat dalam berbagai kebijakan publik dan organisasi nasional sepanjang karirnya. Pada Maret 2006, dia dipilih untuk melayani di Irak Study Group, komite bi-partisan yang didirikan di Kongres dan diselenggarakan oleh the US Institute of Peace, the Center for Strategic dan International Studies. Sejak 2005, ia menjabat sebagai anggota Gugus Tugas Independent pada Imigrasi dan Amerika Future. Pada bulan November 2004, Gubernur Schwarzenegger mengangkatnya pada Dewan di Base Dukungan dan Retensi. Panetta menjabat selama enam tahun pada Dewan Direksi dari New York Stock Exchange di awal tahun 1997. Dia adalah Ketua Komite untuk Tinjauan New York Stock Exchange dan di Corporate Governance serta Daftar Standarisasi Komite untuk Bursa Efek.

Ia menjabat pada Dewan Peninjau Nasional Amerika Serikat Konferensi uskup Katolik, dewan National Steinbeck Center, dan University of California Santa Cruz Foundation, dan sejak Juni 1998, ia menjabat pada board dari Santa Clara University. Dia juga menjabat sebagai anggota Dewan Wali Amanah untuk Santa Clara University, sebagai anggota dari Fleishman-Hillard International Advisory Board; sebagai wali bagi masyarakat, RS di Monterey Peninsula, dan sebagai direktur untuk Monterey Bay Aquarium. Dia adalah ketua Nasional Dewan Penasehat dari Pusat Nasional Kebijakan. Ia juga anggota Dewan Direksi untuk Blue Shield of California; IDT; Zenith; Connetics; National Marine Sanctuary Foundation; Dia memberi kuliah nasional dan internasional tentang keadaan perekonomian, dan anggaran federal dalam menghadapi masalah bangsa, dan penerima berbagai penghargaan. Ingin tahu lebih banyak soal Panetta? Lihat saja Panetta Sumber: berbagai media Amerika serikat.

Lihat Bagian 1

Pelajaran yang perlu kita cermati dari kebijakan ini:

1. Betulkah kebijakan intelijen Presiden (terpilih) Obama ini akan menjadikan situasi dunia/internasional menjadi lebih baik ke depannya (soal HAM dan Demokrasi yang tidak ambivalen). Ujian pertama dia, soal Isreal-palestina, coba cermati.

2. Meski sipil, Panetta pernah dinas di militer sebagai wajib militer. Jadi, sekecil apapun dia sebenarnya sudah tahu dan punya modal tentang dunia intelijen.

3. Dalam konteks intelijen (apalagi internasional), berfikirlah lengkap dengan melihat semua kemungkinan yang bisa terjadi. Berharapan boleh, tunggu buktinya dulu, jangan pernah mengunyah informasi (termasuk janji Obama) secara mentah-mentah, lihat dan ikuti terus.

4. Orang dengan pengalaman intelijen yang minim dapatkah diterima sebagai pemimpin di organisasi intelijen? Bagaimanakah pembinaan sumber daya keintelijennya? Bagaimana produk dan kebijakan yang dihasilkan? Hati-hati itu lebih penting: pemilihan Panetta, bisa melegakan atau malah membahayakan komunitas internasional!

5. Camkan Dwi Warna Purwa, Cendekia Wusana, artinya bagi kita Bangsa dan Negara Indonesia-lah yang utama yang harus kita jaga dan kita bela. Untuk itu dalami dan patuhi konstitusi dan aturan hukum lainnya untuk menjalankan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang lebih bermartabat dan berkualitas.

Mencermati Direktur CIA yang baru (Bagian 1)

In bLog, dEmokrasi, e-goverment, eKsekutif, global, hAm, hIdup, indonesia, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, lEgislatif, mAhasiswa, mAnajemen, militer, pErtahanan, pOlitik on Friday , 9 January 2009 at 10:06 AM

Presiden terpilih Barack Obama telah memilih Leon E. Panetta, mantan anggota kongres dan kepala staf Gedung Putih, untuk memimpin Central Intelligence Agency (CIA), suatu organisasi yang dikritik Obama selama kampanye karena sering menggunakan metode interogasi yang cenderung berupa penyiksaan. Pilihan ini dipertanyakan oleh kelompok oposisi di Capitol Hill, bahkan para seniornya di Demokrat juga heran, mengapa presiden populer itu memilih Direktur CIA yang tidak punya pengalaman mendalam soal intelijen atau counter terrorism. Panetta akan menggantikan Michael Hayden, yang telah memimpin CIA sejak 2006.

kemana arahnya?

Langkah baru direktur: kemana arahnya?

Panetta memiliki reputasi di Washington sebagai manajer yang berkompeten dengan latar belakang kuat dalam masalah anggaran, tetapi sedikit sekali pengalaman intelijennnya. Dengan latar belakang itu, Panetta adalah pilihan yang luar biasa untuk memimpin CIA, sebuah badan yang telah “menolak” kepada Direktur sebelumnya, yang dianggap sebagai orang luar, seperti M. Stansfield Turner dan John M. Deutch. Tetapi ia adalah pilihan terbaik atas sulitnya Obama menemukan Direktur CIA yang tidak berkoneksi secara kontroversial atas program counter terrorism dari era Bush. Para pembantu Obama mengatakan pada awalnya akan memilih Direktur CIA dengan pengalaman lapangan yang luas, khususnya dalam memerangi jaringan teroris. Tetapi pilihan pertama untuk pekerjaan itu, John O. Brennan, harus dibatalkan karena namanya penuh kritik atas perannya dalam pembentukan program interogasi dan penahanan setelah serangan 11 September yang kebablasan . Anggota Tim transisi Obama juga menyuarakan keprihatinan mengenai kandidat lainnya, bahkan terhadap beberapa ahli hukum Demokrat dengan pengalaman intelijen yang memadai sekalipun.

Panetta dikenal tajam dalam kemampuan manajerial, didukung dua partai politik yang kuat di Capitol Hill, yang punya peran penting dan berpengalaman soal politik luar negeri di Gedung Putih dan layanan di Irak Study Group, yang disokong oleh dua partai politik yang diperiksa panel perang dan membuat rekomendasi kebijakan Amerika. Menurut Deutch, profesor di Massachusetts Institute of Technology, Panetta dan Dennis Blair, yang telah dipilih Obama untuk menjadi direktur intelijen nasional, adalah sebuah “absolutely brilliant team,” dan Panetta “berbakat dan berpengalaman manajer pemerintahan dan dihormati banyak orang di kongres.” Panetta relatif memiliki sedikit pengalaman dalam urusan keamanan nasional. Panetta adalah anggota kelompok studi Irak, komisi bi-partisan yang ditugasi untuk memeriksa cara untuk mengakhiri perang Irak. Rekomendasinya bagi penarikan tentara bertahap sebagian besar diabaikan pemerintahan Bush, yang justru memilih untuk meningkatkan kehadiran militer AS di Irak.

Panetta, penduduk asli Monterey, California, pernah menjadi kepala anggaran untuk penasihat Presiden Bill Clinton tahun 1993. Dia kemudian menjabat sebagai Kepala staf presiden Clinton dari Juli 1994 sampai Januari 1997, sebelumnya 16 tahun karirnya sebagai pembuat undang-undang dari California. Janjinya akan membantu Obama meyakinkan kritikus yang khawatir bahwa kepemimpinan komunitas intelijen AS yang didominasi militer AS dalam beberapa tahun. Sebelum begabung dengan Gedung Putih, Panetta memimpin sebuah pusat kebijakan publik di Universitas Negeri California, Monterey, dan mengabdi di beberapa jabatan lain, dalam jaringan universitas negeri California. Panetta juga pernah duduk di sejumlah perusahaan dan lembaga non-profit.

Sebagai Direktur CIA, Panetta bekerja dibawah Blair, seorang pensiunan Angkatan Laut, mantan komandan pasukan AS di Pasifik dari tahun 1999 sampai 2002, yang mengawasi sistem intelijen yang bertebaran sebagai Direktur Intelijen Nasional. CIA telah mendapat penilaian negatif sejak kekacauan setelah serangan 11 September dan kegagalan penilaian intelijen tentang program senjata pemusnah massal Irak. DNI memiliki tugas utama menghilangkan sekat-sekat hambatan antara badan-badan intelijen, agar mereka dapat beroperasi secara lebih kolaboratif. Pada saat ini pemimpin komunitas intelijen AS adalah pensiunan militer aktif atau petugas yang telah bekerja bersama selama bertahun-tahun, berasal dari latar belakang yang sama dan mempunyai hubungan yang sudah berjalan lama.

Panetta, 70 tahun, dikenal memiliki rekor sempurna di pemerintahan dan dikenal karena integritasnya tinggi, memiliki karir panjang dan ikut mendirikan Monterey Bay National Marine Sanctuary. Sebagai direktur anggaran di bawah Clinton, dia ditugasi membantu pengaturan keseimbangan anggaran pusat dan federal. Selama kampanye presiden 2008, Panetta dikritik Bush untuk “menggunakan politik ketakutan untuk truf hukum” pada penyiksaan dan eaves dropping. CIA telah terlibat dalam kontroversi untuk menggunakan teknik interogasi yang agresif keluar dari aturan Army Field Manual yang telah digariskan militer. “Penyiksaan adalah melanggar hukum, asusila, berbahaya dan kontraproduktif,” tulis Panetta pada Maret 2008. Panetta dikenal sebagai pribadi yang sangat cerdas dan artikulatif, tidak ideologis, dan dia dihormati di Kongres. Jadi, jika prioritas presiden terpilih adalah membangun CIA agar mempunyai semangat kepercayaan lagi dan akuntabilitas yang tinggi , ia sepertinya telah memilih orang yang tepat. Sumber: berbagai media Amerika serikat.

Bersambung ke Bagian 2.

Pelajaran yang perlu kita cermati dari kebijakan ini:

1. Betulkah kebijakan intelijen Presiden (terpilih) Obama ini akan menjadikan situasi dunia/internasional menjadi lebih baik ke depannya (soal HAM dan Demokrasi yang tidak ambivalen).

2. Dalam konteks intelijen (apalagi internasional), berfikirlah lengkap dengan melihat semua kemungkinan yang bisa terjadi. Berharapan boleh, tunggu buktinya dulu, jangan pernah mengunyah informasi (termasuk janji Obama) secara mentah-mentah, lihat dan ikuti terus.

3. Camkan Dwi Warna Purwa, Cendekia Wusana, artinya bagi kita Bangsa dan Negara Indonesia-lah yang utama yang harus kita jaga dan kita bela.