Satu Nusa Satu Bangsa Satu Bahasa Satu Harapan

Posts Tagged ‘Internet’

Dijual (segera) tanah di Bojonegoro Jawa Timur

In iKlan on Wednesday , 2 September 2009 at 12:27 PM

advetorial_kecil_sekali

DIJUAL (SEGERA) :

SEBIDANG TANAH.

LOKASI :

JL. RAYA KEPOH KIDUL KEDUNGADEM, BOJONEGORO JAWA TIMUR.

Cocok untuk rumah tinggal, SPBU, ataupun perkantoran.

DATA TEKNIS :

Status : Sertifikat Hak Milik.

Luas Tanah : 2.900 meter persegi.

Lebar Depan : 40 meter

HARGA (NEGO) :

Rp.125.000,-/ meter persegi.

HUBUNGI :

08156800057 (Bapak Enggit)

[NoAdv : A.0909-03]

AMANAT BERSAMA #INDONESIAUNITE

In country on Thursday , 20 August 2009 at 12:09 PM

AMANAT BERSAMA #INDONESIAUNITE

- Kami adalah generasi baru, pewaris sah Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia

- Kami adalah generasi baru, yang menolak untuk hidup dan tumbuh dengan rasa takut. Kami memilih menjadi pemberani.

- Kami adalah generasi baru, yang percaya setiap kekerasan hanya akan melahirkan kekerasan baru. Karena itu, kami akan berusaha untuk memutus rantai kekerasan melalui karya kemanusiaan di mana pun kami berada.

- Kami adalah generasi baru, yang percaya penuh dengan prinsip demokrasi, kemanusiaan, kesetaraan, dan saling menghormati. Karena itu, kami menolak segala bentuk diskriminasi.

- Kami adalah generasi baru, yang akan membangun sebuah bangsa dan negara yang bermartabat dan terhormat, mampu mempersatukan Indonesia, melindungi hak-hak individu, berdiri di atas semua golongan, serta memuliakan manusia-manusia yang menjadi rakyatnya.

16 Agustus 2009
#IndonesiaUnite

————————–—————–

Amanat Bersama ini disusun melalui proses wiki di http://wiki.indonesiaunite.com dari tanggal 9 Agustus 2009 sampai dengan 14 Agustus 2009.

Warning! Hacker pembobol Pentagon dan NASA terancam 60 Tahun penjara.

In tEknologi iNformasi on Tuesday , 4 August 2009 at 11:42 AM

Usaha banding Gary McKinnon untuk diadili di Inggris akhirnya berakhir dengan kegagalan. Hacker pembobol sistem komputer NASA ini pun kini hanya bisa pasrah untuk diseret ke AS dengan konsekuensi akan dijebloskan ke penjara dengan keamanan maksimum. Putusan ini tentu saja mengecewakan tim pembela McKinnon. Bahkan diyakini, ada usaha dari pihak AS untuk menjadikan kliennya sebagai ‘contoh’ bagi para hacker lainnya yang coba-coba menyusup sistem komputer Negeri Paman Sam itu. Jika benar demikian, lanjut pengacara McKinnon, kliennya terancam hukuman maksimum dengan kurungan yang sangat lama, yakni mencapai 60 tahun.

Lelaki asal London ini sebelumnya berharap kasus yang didakwakan kepadanya dapat diselesaikan di pengadilan Inggris. Hanya saja harapan tinggal harapan, dan ia pun kini hanya bisa pasrah dan menunggu kasusnya digulirkan di pengadilan AS. McKinnon terseret ke meja hijau setelah pada 2001 dan 2002 dituduh telah membobol sistem komputer Pentagon dan NASA. ‘Uniknya’, McKinnon mengaku bahwa ia melakukan hal itu bukan untuk merusak atau mengobrak-abrik sistem komputer pemerintah AS. Menurut Vnunet, 3 Agustus 2009, alasan yang dikemukan pria 47 tahun ini adalah untuk mencari informasi-informasi rahasia tentang keberadaan extraterrestrial (ET) alias UFO.

PESANNYA: Meski TKP-nya AS – Inggris, dan pelakunya WN Inggris, kasus ini juga bisa sebagai Warning untuk kita semua, termasuk rekan-rekan Hacker Indonesia. Berhati-hatilah, terutama kalau untuk kepentingan pribadi. Kalau demi negara-bangsa, ya tetap demi negara dan bangsa Indonesia Nomer 1, apapun harus ditempuh/dilakukan, dengan segala resiko apapun yang mungkin akan terjadi. Mari kita tingkatkan kemampuan, skill dan pendalaman teknologi informasi, demi membela bangsa dan negara Indonesia agar terhormat di mata internasional. WNI Nomor 1 harus tetap survive dengan keberanian, kreativitas dan semangat nasionalisme, lewat perang informasi sekalipun!

Webometrics Juli 2009: UGM berada di posisi 72 Top Asia. Selamat, semoga terus berjaya sebagai Research University.

In ict on Friday , 31 July 2009 at 9:07 AM

Webometrics menempatkan Universitas Gadjah Mada sebagai satu-satunya perguruan tinggi (PT) di Indonesia yang masuk daftar Top 100 Asia, yakni pada peringkat ke-72. Sementara tiga besar perguruan tinggi di Indonesia yang masuk pada daftar Top 100 Asia Tenggara adalah UGM, ITB, dan UI. Peringkat UGM pada Webometrics kali ini mengalami sedikit penurunan dibandingkan dengan posisi bulan Januari 2009, yang menempatkan UGM pada posisi 64. Penurunan ini dipandang cukup wajar mengingat peringkat di Webometrics memang fluktuatif.

Posisi UGM untuk Webometrics Top 100 Asia memang cukup dinamis. Pada tahun 2006 UGM berada pada posisi 100, tahun 2007 (95), Januari 2008 (57), Juli 2008 (74), dan Januari 2009 pada posisi 64. Untuk Top 100 Asia kali ini, UGM merupakan satu-satunya PT di Indonesia yang masuk dalam daftar, sementara untuk Top 100 Asia Tenggara, UGM menempati posisi 8, ITB 13, dan UI 21, disusul beberapa PT Indonesia lainnya seperti Universitas Kristen Petra, Universitas Gunadarma, dan UNS.

Pemeringkatan oleh Webometrics didasarkan pada keunggulan dalam publikasi elektronik (e-publication) yang terdapat dalam domain web masing-masing perguruan tinggi. Pengukurannya menggunakan 4 indikator: Size (S), yakni jumlah halaman publikasi elektronik yang terdapat dalam domain web PT; Visibility (V), atau jumlah halaman lain yang mencantumkan URL domain PT yang dinilai; Rich Files (RF), yakni relevansi sumber elektronik dengan kegiatan akademik dan publikasi PT tersebut; dan Scholar (Sc), yakni jumlah publikasi dan sitasi bermutu pada domain PT. Data yang dikumpulkan dengan empat indikator tersebut diolah dan digunakan untuk memeringkat lebih kurang 4.000 PT dari seluruh dunia. Daftar peringkat PT dikeluarkan dua kali setiap tahun, yakni bulan Januari dan Juli.

Bagi UGM, peringkat Webometrics sesungguhnya bukan menjadi tujuan yang hendak dicapai karena UGM saat ini lebih fokus pada pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk mendiseminasikan karya-karya sivitas akademikanya dalam rangka turut memberikan solusi atas masalah-masalah yang dihadapi bangsa. UGM akan senantiasa meningkatkan upload karya-karya dosen di website sehingga tidak hanya dibaca oleh banyak orang, tetapi juga dirujuk oleh para pakar dari Indonesia dan internasional. Sekali lagi ini menunjukkan bahwa publikasi elektronik di situs http://www.ugm.ac.id dinilai yang paling komprehensif dan paling kaya di negeri ini.

Selamat deh, buat sivitas akademika UGM keseluruhannya, semoga tetap terus berjaya sebagai Research University.

Rencana penyelamatan Barack Obama bocor di Internet. Software P2P mau diblokir?

In kEwarganegaraan on Friday , 31 July 2009 at 5:53 AM

Anda sudah baca Lawmaker urges regulations for file-sharing? Intinya Amerika Serikat mau menelurkan regulasi yang membatasi bahkan memblokir software file sharing semacam Lime Wire agar tidak disalahgunakan untuk mendistribusikan maupun membocorkan file-file yang berklasifikasi khusus. Bisakah itu? Kita tunggu saja. Ini pergulatan antara regulasi dan kemampuan pakar teknologi informasi, dibalut bagaimana internet security diterapkan secara adil tanpa mengeliminasi HAM.

Tetapi, apa sesungguhnya yang melatarbelakangi para pejabat AS itu mengusulkan legislati ini? Begini ceritanya.

Pemerintah Amerika Serikat jadi kalang kabut soal ini dikarenakan dokumen-dokumen sensitif miliknya bocor di internet, tepatnya di situs file sharing. Yang namanya dokumen sensitif pasti berisi hal-hal yang tidak seharusnya diketahui oleh publik. Dan memang benar, salah satu dokumen yang muncul ini berisi rencana evakuasi Presiden Obama jika ia berada dalam keadaan darurat, lengkap beserta rute yang harus ditempuh iring-iringan mobilnya.

Bagaimana sejumlah dokumen sensitif tersebut berhasil dibuka di tempat yang tidak seharusnya? Chairman House Oversight and Government Reform Committee Amerika, Edolphus Towns mengatakan bahwa dokumen-dokumen ini ditemukan melalui program file-sharing berbasis P2P, bernama LimeWire. Tak hanya itu, file-file dokumen lainnya yang tak kalah sensitif turut ditemukan. File-file yang ikut bocor ini terdiri dari file milik FBI, catatan kesehatan dan nomor-nomor keamanan sosial.

Mengetahui bahayanya program berbagi file yang sudah terbukti itu, pihak pemerintah AS pun berencana akan memberlakukan undang-undang baru. Melalui undang-undang ini, aksi pemblokiran terhadap software P2P (peer-to-peer) akan diberlakukan dari semua jaringan dan komputer milik pemerintah dan kontraktor. Program LimeWire ini sendiri memang tidak ’suci’. Pada Maret lalu,  perusahaan intelegensi Tiversa pernah menemukan informasi terklasifikasi tentang Marine One, helikopter yang digunakan untuk mengangkut Obama.

Sesungguhnya bukan software file sharing yang harus dijadikan kambing hitam atas adanya kebocoran ini. Mestinya ya bagaimanakah tingkat pengamanan file-file berklasifikasi itulah yang diperdalam dan dipelajari. Jangan-jangan ada yang sengaja membocorkan … makanya harus ada internal security yang kuat, termasuk dalam hal lalu lintas informasi (file-file rahasia), bukan hanya pengamanan secara fisik saja yang diperkuat.

“Surat Noordin M Top” beredar di internet. Asli atau tipu-tipu? Indonesia Unite!

In bLog on Thursday , 30 July 2009 at 1:45 PM

Surat elektronik yang mengatasnamakan tokoh teroris yang menjadi buruan polisi, Noordin M Top, beredar di beberapa situs. Surat itu dapat ditemukan di sejumlah situsweb sejak sepekan lalu. Isi surat yang belum bisa dipastikan kebenarannya itu berupa ‘pernyataan resmi dan bentuk tanggung jawab’ orang yang mengatasnamakan dirinya Noordin M Top atas peledakan dua bom di hotel JW Marriot dan Ritz Carlton, di kawasan Mega Kuningan, Jakarta pada 17 Juli lalu. Meski demikian, beberapa pihak meragukan kesahihan surat elektronik itu.

Berikut ini petikan lengkap surat elektronik dari orang yang mengatasnamakan Noordin M Top soal peledakan bom di dua hotel tersebut:

image_top

KETERANGAN RESMI TANDZIM AL QO’IDAH INDONESIA ATAS AMALIYAT JIHADIYAH ISTISYHADIYAH DI HOTEL JW. MARRIOT JAKARTA

اَلْحَمْدُ ِللهِ مُعِزِّ اْلإِسْلاَمِ بِنَصْرِه، وَمُذِلِّ الشِّرْكِ بِقَهْرِه، وَمُصَرِّف اْلأُمُور بِأَمْرِه، وَمُسْتَدْرِجِ اْلكَافِرِيْنَ بِمَكْرِه، اَلَّذِي قَدّرَ اْلأَيَّامَ دُولاً بِعَدْلِه، وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى مَنْ أَعْلَى اللهَُ مَنَارَ اْلإِسْلاَمِ بِسَيْفِه.

أمَّا بعد

Ini adalah keterangan resmi dari Tandzim Al Qo’idah Indonesia untuk ummat Islam dengan Amaliyat Jihadiyah Istisyhadiyah di Hotel JW. MARRIOT Jakarta, pada hari Jum’at pagi, tanggal 17 juli 2009 M./24 Rojab 1430 H. yang dilakukan oleh salah satu ikhwah mujahidin terhadap “KADIN Amerika” di Hotel tersebut.

Sesungguhnya telah sempurna pelaksanaan Amaliyat Istisyhadiyah dengan karunia Allah dan karomah-Nya setelah melakukan survey yang serius dan pengintaian yang mendalam terhadap orang-orang kafir sebelumnya.

Dan sungguh benar firman Allah :

“Maka (yang sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, akan tetapi Allahlah yang membunuh mereka, dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allah-lah yang melempar. (Allah berbuat demikian untuk membinasakan mereka) dan untuk memberi kemenangan kepada orang-orang mukmin, dengan kemenangan yang baik. Sesungguhnya Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui”. (QS. Al Anfal : 17).

Ini juga sesuai dengan firman Allah Ta’ala :

“Perangilah mereka, niscaya Allah akan menghancurkan mereka dengan (perantaraan) tangan-tanganmu dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kamu terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman”. (QS. Attaubah : 14).

Agar ummat ini mengetahui bahwasanya Amerika, khususnya orang-orang yang yang berkumpul dalam majlis itu, mereka adalah para Pentolan Bisnisman dan Inteljen di dalam bagian ekonomi Amerika. Dan mereka mempunyai kepentingan yang besar dalam mengeruk harta negeri Indonesia dan pembiyaan tentara kafir (Amerika) yang memerangi Islam dan kaum muslimin. Dan kami akan menyampaikan kabar gembira kepada kalian wahai ummat Islam, bi idznillahi Ta’ala dengan mengeluarkan cuplikan-cuplikan film dari Amaliyat Istisyhadiyah ini insya Allah.

Dan kami beri nama Amaliyat Istisyhadiyah ini dengan : “SARIYAH DR. AZHARI”.

Kami ber-Husnu Dhon kepada Allah bahwa Allah akan menolong kami dan menolong kaum muslimin dalam waktu dekat ini.

الله أكبر ولله العزة ولرسوله والمؤمنون

Amir Tandzim Al Qo’idah Indonesia

Abu Muawwidz Nur Din bin Muhammad Top

Hafidzohullah

KETERANGAN RESMI DARI TANDZIM AL QO’IDAH INDONESIA ATAS AMALIYAT JIHADIYAH ISTISYHADIYAH  DI HOTEL RIZT CALRTON JAKARTA

اَلْحَمْدُ ِللهِ مُعِزِّ اْلإِسْلاَمِ بِنَصْرِه، وَمُذِلِّ الشِّرْكِ بِقَهْرِه، وَمُصَرِّف اْلأُمُور بِأَمْرِه، وَمُسْتَدْرِجِ اْلكَافِرِيْنَ بِمَكْرِه، اَلَّذِي قَدّرَ اْلأَيَّامَ دُولاً بِعَدْلِه، وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى مَنْ أَعْلَى اللهَُ مَنَارَ اْلإِسْلاَمِ بِسَيْفِه.

أمَّا بعد

Ini adalah keterangan resmi dari Tandzim Al Qo’idah Indonesia untuk ummat Islam dengan Amaliyat Jihadiyah Istisyhadiyah di Hotel Rizt Calrton Jakarta, pada hari Jum’at pagi, tanggal 17 juli 2009 M./24 Rojab 1430 H. yang dilakukan oleh salah satu ikhwah mujahidin terhadap antek-antek Amerika yang berkunjung di Hotel tersebut.

Sesungguhnya Allah menganugerahkan kepada kami jalan untuk menyerang Hotel termegah yang dimiliki oleh Amerika di Ibukota Indonesia di Jakarta, yaitu Rizt Calrton. Yang mana penjagaan dan pengamanan di sana sungguh sangatlah ketat untuk dapat melakukan serangan seperti yang kami lakukan pada kali ini.

“Mereka membuat Makar dan Allah pun membuat Makar. Dan Allah itu Maha Pembuat Makar”. (QS. Ali Imron : 54).

Adapun sasaran yang kami inginkan dari amaliyat ini adalah :

1. Sebagai Qishoh (pembalasan yang setimpal) atas perbuatan yang dilakukan oleh Amerika dan antek-anteknya terhadap saudara kami kaum muslimin dan mujahidin di penjuru dunia

2. Menghancurkan kekuatan mereka di negeri ini, yang mana mereka adalan pencuri dan perampok barang-barang berharga kaum muslimin di negeri ini

3. Mengeluarkan mereka dari negeri-negeri kaum muslimin. Terutama dari negeri Indonesia

4. Menjadi pelajaran buat ummat Islam akan hakikat Wala’ (Loyalitas) dan Baro’ (Permusuhan), terkhusus menghadapi datangnya Klub Bola MANCESTER UNITED (MU) ke Hotel tersebut. Para pemain itu terdiri dari para salibis. Maka tidak pantas ummat ini memberikan Wala’nya dan penghormatannya kepada musuh-musuh Allah ini

5. Amaliyat Istisyhadiyah ini sebagai penyejuk dan obat hati buat kaum muslimin yang terdholimi dan tersiksa di seluruh penjuru dunia

Yang terakhir ….. bahwasanya Amaliyat Jihadiyah ini akan menjadi pendorong semangat untuk ummat ini dan untuk menghidupkan kewajiban Jihad yang menjadi satu-satunya jalan untuk menegakkan Khilafah Rosyidah yang telah lalu, bi idznillah.

Dan kami beri nama Amaliyat Jihadiyah ini dengan : “SARIYAH JABIR”

الله أكبر ولله العزة ولرسوله والمؤمنون

Amir Tandzim Al Qo’idah Indonesia
Abu Mu’awwidz Nur Din bin Muhammad Top

Hafidzohullah

PESANNYA:

a. Asli atau tipu-tipu? Biarkan pihak yang berwajib yang membuktikan. Rakyat Indonesia mestinya tenang-tenang saja, namun tetap waspada. Ini abad informasi, begitu mudah bagi siapa saja untuk mengeluarkan informasi, mengacau informasi, memalsu informasi, mereduksi informasi, mengolah informasi, merekayasa informasi, memformulasikan informasi …. ya, namanya saja perang informasi.Untuk apa? Yang jelas, untuk mempengaruhi, secara fisik ataupun psikologis. Mungkin saja informasi ini benar, mungkin juga informasi ini sesat. Jangan terlalu mudah percaya informasi dari internet, jangan pula 100% mengabaikan informasi semacam ini, sikapilah dengan proporsional, seraya check & recheck informasi, sekaligus crosscheck informasi beginian.

b. Lepas dari benar atau tidak informasi ini, tetaplah rakyat Indonesia waspada secara terus menerus, jangan pernah lengah, apalagi tersesatkan! Jaman sekarang ini terlalu mudah bagi siapa saja untuk bikin tulisan dan menampilkannya di blog/website, oleh sebab itu, ada informasi pasti ada kontra informasi, begitu seterusnya.Kalau anda tahu ada yang nggak beres laporkan segera kepada pihak yang berwajib.

c. Dengan adanya, contents-contents keras, nakal, bahkan berbau agitatif yang berseliweran di berbagi blog/website dan tampaknya sulit dipertanggungjawabkan kebenarannya (setidaknya masih perlu dipertanyakan keasliannya), apakah ini berarti kita harus bereaksi keras dengan “mengunci” internet supaya nggak mudah bagi siapa saja memposting tulisan di blog/website, mengirim email, atau chatting? Ach, mestinya nggak harus sedrastis itulah. Zaman kebebasan informasi, yang menghantarkan rakyat Indonesia telah bebas menghirup udara Hak Asasi Manusia-nya dalam alam kebebasan memperoleh informasi dan mengeluarkan pendapat mestinya tetap dipertahankan, jangan mundur lagi. Aturan hukum dan undang-undang, serta penegakannya (secara adil dan beradab) mestinya yang diperkuat, disosialisasikan, diterapkan secara terukur dan selalu up to date dengan dinamikan perkembangan sosial, politik, hukum dan ekonomi kita. Tetapi tidak dalam kerangka “mengerangkeng” kebebasan masyarakat. Rakyat harus diedukasi dengan karakter sebagai manusia yang bertanggungjawab dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, termasuk dalam mengakses dan memanfaatkan internet!

d. Rakyat Indonesia harus bersatu melawan terorisme yang merusak sendi-sendi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Indonesia Unite!

Jepang uji coba teknologi optik dengan kecepatan internet 32 Milyar Kbps

In tEknologi iNformasi on Thursday , 30 July 2009 at 12:52 PM

Sebuah teknologi optik baru sedang diujicoba di Jepang. Dahsyatnya, teknologi itu mampu mencapai kecepatan 30 Terabit per detik (Tbps) atau lebih dari 32 Miliar Kbps. Uji coba itu telah dilakukan oleh KDDI R&D Labs bersama National Institute of Information and Communications Technology (NICT) di Jepang. Teknologi yang diujicoba memanfaatkan transmisi bernama OFDM alias orthogonal frequency division multiplex.

Sekadar pembanding, kecepatan koneksi internet saat ini masih jauh –sangat jauh– dari yang dicapai dalam ujicoba tersebut. Kecepatan 500 kilobit per detik (Kbps), misalnya, sudah termasuk lumayan untuk penggunaan normal sehari-hari. Sedangkan rata-rata kecepatan internet di dunia, berdasarkan data akhir 2008, adalah 1.5 Mbps atau 1500 Kbps. Nah, 30 Terabit per detik itu kurang lebih setara dengan 32 miliar kilobit per detik. Dengan kecepatan seperti ini, per detiknya data yang sanggup dikirimkan mencapai 3,9 juta MB, atau hampir 1.000 keping DVD film per detiknya.

Dikutip dari Nikkei, 30 Juli 2009, ujicoba itu dilakukan pada jarak 240 kilometer, artinya bukan sekadar ujicoba jarak dekat. Rencananya KDDI akan mengkomersialkan teknologi ini pada 2012.

Akhirnya tercapai juga 100.000 pengunjung, thanks ya ….

In bLog on Tuesday , 28 July 2009 at 1:10 PM

Terima kasih perlu saya ucapkan kepada para pengunjung blog saya, yang dengan setia “menyempatkan diri” untuk membaca tulisan-tulisan dan informasi ringan yang dipajang di blog ini. Sehingga hari ini, berdasarkan counter WordPress tercatat sudah 100.000 pengunjung (kalau counter dari pihak ketiga belum mencapai 100 ribu pengunjung, karena daftarnya belakangan) yang telah mengakses blog ini. Alhamdulillah, blog yang mulai diluncurkan 11 Maret 2008 dapat berjalan dengan lancar, meski terkadang tertatih-tatih juga saat harus mengisi materinya yang diharapkan sesuai dengan misi KEWARGANEGARAAN blog ini.

Semoga blog ini dapat terus eksis, sebagai wahana penyampaian pendapat dan penyebaran ide pribadi mengenai hal-hal kewarganegaraan, sehingga diharapkan dapat turut menyemaikan kemunculan puluhan bahkan ribuan WNI NOMOR 1 di kalangan bangsa dan negara Republik Indonesia yang tercinta. Jangka panjang diharapkan negeri ini akan semakin baik secara sosial, politik dan ekonomi, mendekati tujuan nasional yang telah telah ditetapkan konstitusi. Artinya, harapan terjauh adalah para penghuni rumah besar negeri Indonesia adalah pribadi-pribadi yang memiliki kecintaan tertinggi terhadap negara dan bangsanya. Semoga.

Thanks ya semuanya ….. jangan lupa kunjung-kunjung terus ……………

Postel mencabut 11 ‘nyawa’ Internet Service Provider

In tEknologi iNformasi on Thursday , 23 July 2009 at 10:52 AM

Ditjen Pos dan Telekomunikasi melakukan langkah tegas kepada belasan penyelenggara jasa internet (internet service provider/ISP) yang dianggap tak serius menjalankan bisnisnya. Tak tanggung-tanggung, regulator langsung mencabut ‘nyawa’ mereka. ‘Nyawa’ yang dimaksud adalah izin untuk menjalankan layanan yang selama ini mereka pegang. Ada 11 ISP yang menjadi korban pencabutan izin dengan berbagai latar belakang yang merundungnya. Dikutip detikINET dari keterangan resmi Ditjen Postel, Kamis (23/7/2009):

1. Dua penyelenggara ISP yang dicabut izinnya karena tidak memenuhi kewajiban penyesuaian izin : PT Arus Nawala dan PT Quantum Aksesindo Nusantara.

2. Tiga penyelenggara ISP yang dicabut izinnya karena kelalaian memenuhi kewajiban menyampaikan laporan kinerja operasi tahun 2007 : PT Enciety Binakarya Cemerlang, PT Sae Plus, dan PT Gapura Global Komunikasi.

3. Lima penyelenggara ISP yang dicabut izinnya karena permohonan sendiri : PT Telesindo Media Utama, PT Subur Sakti Putra, PT Metrodata Global Akses, PT Dayamitra Telekomunikasi, serta PT Uninet Bhaktinusa.

4. Satu penyelenggara ISP yang dicabut izinnya karena tidak beroperasi : PT. Corbec Communication.

Kabag Humas dan Pusat Informasi Depkominfo mengatakan, data perizinan jasa multimedia yang terdapat di Ditjen Postel menunjukkan bahwa sampai dengan saat ini jumlah izin penyelenggaraan yang masih berlaku untuk ISP dimiliki oleh 172 perusahaan. “Sedangkan untuk jasa interkoneksi internet (NAP/Network Access Point) izinnya dimiliki oleh 40 perusahaan, untuk jasa internet teleponi untuk keperluan publik (ITKP) oleh 25 perusahaan, dan untuk sistem komunikasi data (Siskomdat) oleh 7 perusahaan,” pungkasnya.

Akhirnya perang itu datang juga: Google vs Microsoft

In tEknologi iNformasi on Thursday , 16 July 2009 at 10:55 AM

In less than a week, Google announced an operating system to compete with Windows, while Microsoft announced that Office 10 will include free, online versions of its four most popular software programs — a shot at Google’s suite of web-based office applications.

micro_gogle

And not more than a month and a half ago, Microsoft unveiled its new search engine Bing, which it hopes will steal market share from Google and finally make it real money online.

From the news of it, it’s a full-blown tech battle, complete with behind-the-scenes machinations to sic government regulators on each other.

It is, however, not a death match — it’s more of an fight to see who will be the King of Technology, since both companies pull in their billions through completely different siphons and are unlikely to severely wound one another any time soon.

Google pulled in $22 billion in revenue in 2008, 97 percent of which came tiny text ads bought by the keyword and placed next to search results or on pages around the web. Google makes a negligible amount of money bundling its online apps for businesses, charging $50 a head annually — but mostly it just gives its online text editor, email and spreadsheet programs away.

By contrast, Microsoft sold $14.3 billion worth of Microsoft Word and PowerPoint and other business applications over the last nine months, making a profit of $9.3 billion. It made a further $16 billion in revenue in 2008 through sales of its operating systems, which range from XP installations on netbooks, to Vista, to Windows Mobile to its server software.

Google now plans its own range of operating systems, starting with Android, an open-source OS for small devices like smartphones, and Chrome OS, a browser-focused, open-source OS that will run on notebooks and desktops.

Clearly top executives at each company look over at the others’ pots of gold and dream of ways to steal them, or at least make it harder for the other guy to make money.

In fact, they even dislike each other enough to spend money to make the other one lose revenue — take for example, Microsoft’s behind-the-scenes campaign to scuttle last year’s proposed Google-Yahoo advertising deal or its ongoing attempts to derail the Google Book Search settlement.

But in reality, the competition is really about creating universes or ecosystems that it hopes consumers will want to live their technology lives inside. And it’s about ego — a fight to be recognized as the world’s most important technology company.

Microsoft would love for everyone in the world to be using its Internet Explorer browser to search through Bing to find a story from its MSN portal to email via Hotmail or Outlook to a friend. Add in a smartphone running Windows Mobile and an Xbox in the living room for the kids, and you have a Microsoft family. And though it is much joked about, Microsoft is the dominant platform for software developers of all types, whether they are making small business software, massive online role-playing games or photo-editing utilities.

Google’s ecosystem looks different. It starts with a Google Chrome browser (oddly running only on Windows) with a default homepage set to Google News or a customized Google homepage. From there you might go to Gmail and then click on a Word document sent to you as an attachment which Google will quickly — and safely — open for you in its online word processor.

But most importantly, Google wants you to search and travel around the web, hitting web pages that run Google-served ads and Google tracking cookies. You might think that Google is a really cool company to give away all this free technology, while never thinking about the persistent and silent data collection Google is undertaking to profile you in order to deliver you to advertisers for a premium.

So how do the two stack up in four key areas of competition?

Browsers: Internet Explorer in all its variations still retains close to 70 percent of the market (depending on who is counting and how). That dominance remains, even though Microsoft’s latest offering IE8 lags behind all the other major browsers in features and advanced web capabilities.

Firefox, Opera, and Apple’s Safari have all driven browser innovation over the last five years, but most people have not been convinced to leave IE behind, despite other alternatives being safer and more advanced. Why does it matter? Well, IE installations come with a default home page, don’t they?

Google’s Chrome browser, on the other hand, is a handsome, whiz-kid of a browser. It’s sleek and nimble, and it revolutionizes how tabs are handled. The address bar is the search box (Google as default, naturally). Each website opened runs as its own browser instance and has very low permissions to read and write to files. The sandboxing of tabs means that if a single website hangs or crashes, the rest are unaffected. Meanwhile, lower permissions make it harder for a hacker to bust into your computer through your browser.

Chrome also has less than 2 percent of the browser market share.

Online Search: Google’s name now means search to most users. Google’s search engine means money to Google. In June, it delivered 78.5 percent of search results pages delivered to U.S. web users. In the first three months of 2009, Google pulled in $5.2 billion in revenue, a majority of which came from AdWords, an auction-based service that triggers ads based on the keywords in a search query.

Microsoft recently debuted Bing, a new search engine it hoped would fare well in comparison to Google. It’s got some fine innovations, and shows the company is thinking very hard about better ways to present information to users by finding ways to synthesize data, rather than just retrieving links. Still, despite these improvements, a $100 million ad campaign, and generous press coverage that treats Bing like an underdog, Bing gained only a point in June to get Microsoft 8.2 percent of all searches.

Operating Systems: Microsoft has been making operating systems since 1979 and has spent 28 years perfecting MS-DOS and Windows NT, the frameworks that Windows have been built around. Microsoft is estimated to run on about 90 percent of all laptops and desktops in the world. By copying its competitors’ best features, leveraging questionable licensing arrangements and using its base of accustomed users to buy it time against innovators, Microsoft has held on to its lead in the OS market for almost 30 years. That’s despite challenges from Digital Research, Apple and IBM.

Microsoft’s newest version, Windows 7, will be available in the fall. Early reviews say the OS boots quickly and sleeps fast, and avoids much of the confusing interface decisions that have made many dislike Vista, the successor to Windows XP. Microsoft also dominates in the business world, where nearly every medium to large company standardizes around Microsoft Office. Microsoft is also at work on version 6 of its operating system for handheld devices, which it first launched in 2000.

Its OS advantages are immense. It has millions of users who know nothing else and who like Windows. There are millions who are attached to games or the thousands of desktop apps that are only available on Windows. Thousands of devices just plug in and work on its hardware. And familiarity with Microsoft software is a requirement for a huge number of office jobs.

By contrast, Google first stepped into the OS game in 2007 when it announced its Android operating system for small devices. Google estimates that some 18 phone models will be running its system by the end of the year. Last week, Google announced, but did not show off, a new OS to compete with Windows, dubbing it Chrome OS.

That name signifies that Google’s OS will be for the web and browser-based. It hopes to convince developers to write software that runs inside a browser, instead of on top of the OS as developers for Windows and Apples’ OS X do. It will also let web developers extend the power of their websites by expanding the capabilities of the browser, allowing websites to lean on the browser for storage and processing help.

Advertising: Google is largely powered by its innovative auction-based text ads on its own site, but then expanded into serving ads on other people’s sites with the Adsense program. It bought the ad-serving and behavioral-profiling giant Doubleclick in 2007 for more than $3 billion, and has ventured into mobile, print, radio and television ads.

Microsoft has struggled to replicate Google’s online advertising success. Despite owning MSN.com — a portal that is second only to Yahoo as a destination — Microsoft has not made money on the internet. To turbocharge its ad-delivery technology, it paid more than $6 billion in cash in 2007 for aQuantive, a full-service online advertising concern.

Instead, Microsoft’s online ad business lost $1.2 billion in 2008, double what it lost in 2007. The company expects 2009 revenues to be higher than the $3.2 billion it took in last year, but has not said it would make a profit.

Contrary to what some might have you believe, the benefits of the Google-Microsoft competition are immense.

Microsoft had largely grown complacent until Google came along to shake up categories. Gmail’s massive online storage capability and fancy programming made Microsoft hustle to upgrade its popular, though not user-friendly, web e-mail service. Google Maps led to Microsoft’s Live Maps, which now bests Google’s efforts in some ways.

Google has been winning the fight for the last few years, showing that it is still nimbler than the software giant from the Northwest. But the pendulum may be slowing, or even poised to swing the other way. With the innovations in Bing and the promise that Microsoft’s online Office offerings will be free and more fully featured than the Google equivalent, Microsoft is taking on Google where it matters for users: on the field of innovation.

And that will make for an interesting race, no matter which horse you prefer to ride. Referensi

Robot pekerja maupun mainan banyak jadi ‘Pengangguran’ di Jepang

In teknologi on Wednesday , 15 July 2009 at 2:00 PM

robot_a

Jepang terkenal sebagai gudangnya robot. Bermacam jenis robot telah dihasilkan para ilmuwan di negeri Sakura. Namun saat ini, banyak robot yang diproduksi di sana justru malah terlantar dan jadi ‘pengangguran’ .

Rupanya krisis ekonomi global membuat industri robot Jepang yang mempekerjakan 370.000 orang ikut terkena imbasnya. Dikutip dari New York Times, Rabu (14/7/2009), permintaan masyarakat terhadap robot berkurang cukup drastis.

robot_b

Sebuah analisis memperkirakan, bisnis industri robot Jepang bakal menurun 40 persen tahun ini. Sedangkan data dari Japan Robot Association mencatat bahwa pengapalan robot industri menurun 59 persen pada kuartal pertama 2009 ketimbang kuartal sebelumnya.

Di pabrik, banyak produk robot-robot pekerja harus menganggur, menunggu lama untuk datangnya pesanan. Sedangkan robot-robot yang difungsikan untuk pekerjaan rumah tangga dan perawatan orang tua juga banyak yang tidak laku. Bahkan situasi tersebut memaksa beberapa perusahaan robot Jepang meminta perlindungan agar tidak bangkrut.

Waduh nggak tuannya, nggak robotnya, sekarang banyak menganggur. Kompak dong ….

Hasil riset: Hati-hati, gara-gara SMS bisa sakit leher lho ….

In tEknologi iNformasi on Friday , 10 July 2009 at 9:58 AM

Dibalik kebiasaan menggunakan ibu jari untuk mengirim pesan singkat atau short message system (SMS) di telepon seluler (ponsel), ada risiko yang mengancam diantaranya menyebabkan rasa sakit di telapak tangan, lengan dan leher. Demikian diungkap sebuah penelitian terbaru. Namun, dimungkinkan jalan untuk menghindari ketidaknyamanan itu.

Golongan dewasa muda yang banyak mengirim pesan singkat dengan punggung membungkuk dan hanya menggunakan salah satu ibu jari mungkin memiliki lebih banyak masalah dengan tangan, leher dan lengan dibandingkan yang berdiri lurus serta menggunakan lebih banyak jari. “Mempertimbangkan semakin sering kita menggunakan keypad pada ponsel yang sangat kecil, maka sangat penting memahami bagaimana hal itu mempengaruhi tubuh,” ujar pemimpin penelitian sekaligus Ergonomist asal Sahlgrenska Academy Swedia, Ewa Gustafsson seperti dilansir healthday, baru-baru ini. “Kita perlu mengidentifikasi faktor terkait dengan penggunaan ponsel yang dapat mempengaruhi kesehatan dan kemampuan bekerja,” ujar Ewa.

Beberapa alat komunikasi modern seringkali dihubungkan dengan sebagian rasa sakit berulang dan cedera saraf tertekan. Salah satunya disebut dengan siku ponsel atau cell phone elbow yang juga dikenal dengan cubital tunnel syndrome. Yang biasanya dirasakan dengan gejala kesemutan atau mati rasa pada tangan yang disebabkan penekanan berlebih pada saraf ulnar yaitu ketika siku dalam posisi rata saat berbicara di ponsel. Kemudian juga ada yang disebut guitar Hero wrist yaitu kelainan di bagian pergelangan tangan karena terlalu banyak memetik senar gitar. Kemudian muncul yang disebut Blackberry thumb yang disebabkan terlalu banyak menggunakan jari tangan saat mengetik pesan dari ponsel. “Perbedaan dari masa komputerisasi masa kini dan masa mesin tik zaman dulu adalah orang saat ini tidak pernah berhenti. Mereka mengetik hampir sepanjang hari,” ujar Dr. David Edelstein, orthopedic dan ahli bedah tangan di Maimonides Medical Center, New York.

Dia menambahkan, bahkan saat istirahat makan siang mereka tetap menggunakan mouse pada komputer dan mengetik pesan di ponsel. Demikian juga ketika sudah sampai di rumah, waktu untuk kegiatan semacam itu bahkan bisa bertambah banyak. “Dalam kasus yang paling serius, bengkak dan luka pada sendi basal di pangkal ibu jari dapat menyebabkan artritis,” tutur Edelstein. Artritis pada ibu jari dapat memicu rasa sakit pada tangan, sulit menelan serta penurunan kekuatan untuk bergerak. “Untuk setiap tekanan yang Anda lakukan pada ibu jari Anda, bisa jadi permulaan masalah. Seiring dengan waktu, hal itu bisa menimbulkan gangguan,” ujar Edelstein. Luka yang terjadi juga tidak hanya sekedar ibu jari, rasa sakit juga dapat menjalar ke leher dan punggung, menurut peneliti Swedia.

Para peneliti menganalisa teknik mengetik sms terutama dari sisi aktivitas muskular dan pergerakan ibu jari dengan sebuah alat yang disebut electrogoniometer yaitu alat elektrik yang mengukur fleksibilitas kepada 56 orang dewasa muda. Sebagian dari partisipan mengeluh gejala sakit pada leher, lengan atau tangan. Sebagian lain tidak merasakan apa-apa. Partisipan yang merasa kait biasanya mengetik dengan posisi tubuh menunduk yang memicu tekanan pada leher dan otot bagian punggung atas. “Saya pikir posisi Anda dalam mengetik sangat penting. Menunduk bukan merupakan posisi yang direkomendasikan,” terang Edelson. Partisipan penelitian yang merasakan sakit juga memiliki kebiasaan untuk menggunakan satu ibu jari saja dibandingkan kedua ibu jari.

Hand specialist dan occupational therapist dari william Beaumont Hospital, Heather Turkopp mengatakan, dia jarang melihat pasen dengan keluhan rasa sakit berkaitan dengan kebiasaan mengetik di ponsel. Meskipun dia meramalkan, hal itu bisa jadi berubah beberapa tahun mendatang. Cedera semacam itu membutuhkan waktu yang cukup lama. “Jika Anda melakukan sesuatu secara berulang, maka hal itu akan mengganggu jaringan, merusak dan menyebabkan rasa sakit. Para pegawai diminta semakin banyak bekerja dalam waktu yang semakin sedikit. Saya tidak akan terkejut jika semakin banyak melihat kasus sakit akibat terlalu banyak mengetik semacam itu,” tuturnya.

Lalu Tips menghadapi hal ini, bagaimana? Dari Health24 , rekomendasinya (terjemahkan sendiri ya, pakai Google bisa kok) :

  • Avoid sitting in the same position for extended periods. Get up and take breaks.
  • Pay attention to posture. When seated at a desk, your monitor should be at eye level, your arms should be bent at a 90-degree angle, your knees should be bent at 90 degrees and your feet should rest on the floor.
  • Many people hunch over when SMSing because they’re trying to see the tiny keyboard. To keep from putting added pressure on your neck and upper back, rest the mobile device on your desk and lean against the chair’s backrest.
  • Use both thumbs and give your thumbs a break when typing long messages.
  • Stay active. “People who are more active outside of work and have good circulation will heal better than those who are less active and have poorer circulation,” Turkopp said.
  • If you experience soreness, stop SMSting. Anti-inflammatory medications can also help.

Eh, ada Game SBY melawan koruptor. Bisa di-download gratis lagi …

In country on Thursday , 9 July 2009 at 1:00 PM

Ternyata ada orang Indonesia (david_setiabudi@yahoo.com) yang bikin Game Presiden SBY. Lihat saja di website-nya. Ada 2 game yang bisa di-download. Gratis lagi. Game petualangan SERU & menantang ini dibuat (katanya) demi mendukung Bapak SBY dan Bapak Boediono. Konsep permainan petualangan ORIGINAL dari David Setiabudi (Copyright), hanya dengan mouse saja. Tidak boleh ditiru tanpa izin tertulis.

Syarat boleh download, yaitu harus berusia 21 tahun keatas. Saya sudah mencoba DL 2 game itu, masing-masing punya file dengan ukuran 7 Mb. Kalau berminat, DL saja sendiri, kayak apa sih serunya game tersebut …. yang katanya ada “petualangan” SBY melawan koruptor ……………..

Hasil riset: Sulit tidur alias insomnia? Di-terapi saja dengan internet!

In sumber daya on Thursday , 9 July 2009 at 11:13 AM

Kondisi sulit tidur (insomnia) seringkali melanda orang yang sedang banyak pikiran atau merasa tertekan. Sebuah riset menunjukkan bahwa insomnia dapat disembuhkan dengan bantuan internet. Bagaimana caranya?

Dalam terapi berbasis internet ini, tidak ada ahli terapi manusia yang dilibatkan. Sebuah software akan memberikan nasehat dan jadwal tidur khusus berdasarkan jadwal keseharian user. Pasien insomnia akan diajak mempelajari kebiasaan tidur yang lebih baik, menghindari terjaga di tengah malam, melalui cerita, kuis dan game. “Ini merupakan program yang interaktif dan personal,” ujar salah satu tim peneliti, Frances Thorndike dari University of Virginia Health System.

Software yang diberi nama Sleep Healthy Using the Internet (SHUTi) ini dapat menjadi alternatif terapi murah dan tidak memerlukan obat-obatan. Sekitar 45 orang dewasa yang mengalami insomnia dilibatkan dalam penelitian tersebut. Secara acak, 22 orang diantaranya mencoba program terapi berbasis internet ini. Hasilnya, kelompok orang yang mencoba terapi ini dapat tidur lebih nyenyak dan jarang terjaga di tengah malam. Kendati terapi ini menunjukkan hasil positif, menurut Shelby Harris, seorang ahli dari New York Montefiore Medical Center, ada hal-hal yang kurang dari terapi berbasis internet.

Menurutnya, jika melakukan terapi secara berhadapan langsung (face to face), seorang ahli terapi dapat terus memotivasi pasien dan mengidentifikasi kecemasan-kecemasan yang membuat pasien sering terjaga di tengah malam. Namun, semuanya kembali pada orang yang mengalami insomnia, lebih nyaman dengan terapi berbasis internet atau face to face dengan ahli terapi.

Wah, cocok nhi, saya terkadang juga susah tidur. Apakah anda juga susah tidur? Sama dong, mari kita terapi barengan lewat internet, dalam bentuk? FB-an atau YM-an ………………… saya tunggu ………

Untuk Operating System, “Chrome” Google siap perang dengan “Windows” Microsoft

In tEknologi iNformasi on Thursday , 9 July 2009 at 10:52 AM

Meski sudah meraksasa di pasar sistem operasi komputer, namun Microsoft harus waspada. Pasalnya, Google sedang mempersiapkan ’senjata’ untuk menumbangkan dominasi OS Windows besutan Microsoft tersebut. Sistem operasi baru milik Google ini dikatakan bakal berbasis web browser Chrome. Dikutip dari The Telegraph, 8 Juli 2009, calon ‘pembunuh’ Windows ini akan dilempar ke pasar pada pertengahan tahun 2010.

google-windows_1439540c

Disebutkan bahwa sistem operasi baru Google ini dipersiapkan untuk netbook, yang saat ini memang tengah menjadi primadona dan mampu mencuri hati banyak konsumen. Tentunya bukan tugas mudah bagi Google untuk menghempaskan Microsoft yang sudah mengakar di kalangan pengguna komputer dengan sistem operasi Windowsnya.

Mari kita tunggu, mampukah Google membuktikan kalau mereka tak hanya bisa menjadi raja di pasar mesin pencari? Pasti asyik ini perang, sama-sama merasa raja di dunia IT. Kita sebagai konsumen harusnya pro pada OS yang bagus, stabil, mantap dan kalaupun dijual ya yang murah/terjangkaulah.

Heboh: SMS ancaman mati mengguncang Australia

In tEknologi iNformasi on Thursday , 9 July 2009 at 10:01 AM

Heboh SMS juga menyerang Australia …..

Pesan SMS ancaman pembunuhan meresahkan warga Australia. Pengirim SMS diduga jaringan penjahat internasional yang ingin memeras para korban. Masalah ini cukup serius sehingga pemerintah setempat merasa perlu mengeluarkan peringatan resmi. Para penjahat diperkirakan membobol jaringan operator untuk mendapat nomor ponsel dan mengirim SMS ancaman maut secara massal. Kasus itu menyeruak setelah lembaga Australian Communications and Media Authority (ACMA) menerima berbagai komplain dari penerima SMS tersebut yang dikirim dari luar negeri.

The Sidney Morning Herald mengabarkan, 1 Juli 2009, motif pengirim SMS maut itu adalah untuk menakut-nakuti korban. Misalnya jika mereka tidak mau memberi sejumlah uang, mereka diancam bakal dihabisi. “Aku akan membunuhmu. Jika kamu ingin tetap hidup, hubungi XXX untuk mendapat informasi mengenai apa yang harus kau lakukan. Jika kamu mengabaikan pesan ini, kamu akan mati,” demikian salah satu bunyi SMS yang meresahkan itu. Chris Chapman selaku Chairman ACMA pun memperingatkan agar para penerima SMS tidak membalas pesan karena ancaman pembunuhan itu hanyalah tipuan. Begitu menerimanya, mereka disarankan melaporkannya pada aparat.

Berita aslinya, coba anda perhatikan dan baca:

‘Life or death’ SPASMS alert

Pesannya:

1. Hati-hati dengan menerima/mengirim SMS. Selalu terapkan azas check & recheck.

2. Jangan langsung percaya SMS apapun terutama yang identitas pengrimnya tidak anda kenal secara baik.

3. Jaga kondisi diri dan hindari emosi atau emosional  jika menerima SMS agar tetap dapat berfikir logis tanpa ada kepanikan.

Mari memonitor hasil survai/polling (terbaru) Pemilu Presiden 2009

In bLog on Sunday , 5 July 2009 at 6:38 PM

Setelah hiruk pikuk masa kampanye, menjelang pemilu Presiden, 8 Juli 2009, kini saat-saat yang tepat untuk memonitor hasil survai dan polling dari berbagai sumber. Anda boleh meyakini, boleh juga tidak meyakini. Anda boleh menyukai, boleh juga tidak menyukai. Kemerdekaan menerima informasi dan menolak informasi silakan dipegang secara pribadi. Kebenaran data polling/survai silakan dilacak ke sumber referensi yang saya sebutkan juga disini. Mau anda jadikan referensi untuk mencontreng pada 8 Juli 2009 nanti, atau anda mengabaikan apapun hasil survai/polling terserah saja. Saya hanya menyajikan indikasi dan informasi ini, anda pribadi yang berhak menentukan. Dan, nantinya (setelah hari contrengan 8 Juli 2009) anda tinggal membuktikan dan mencocokkan hasil polling/survai dari lembaga/media/pribadi/website manakah yang paling mendekati kenyataan. Ingat, hasil polling/survai jangan pernah anda katakan ada yang salah, paling-paling yang bisa dikatakan adalah mendekati atau jauh dari kenyataan.

1. Sumber : Polling  detik diakses Minggu, 5 Juli 2009, jam 17.50 WIB

data_detik_1

2. Sumber : Polling Republika diakses Minggu, 5 Juli 2009, jam 17.51 WIB

data_republika_1

3. Sumber : Polling Mardoto diakses Minggu, 5 Juli 2009, jam 17.52 WIB

data_mardoto_1

4. Sumber : Survai Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategi (Puskaptis) diakses Minggu, 5 Juli 2009, jam 18.30 WIB

Survai 2-4 Juli 2009,  Mega-Prabowo 22,25 persen, SBY-Boediono 51,95 persen, JK-Wiranto 18,27 persen.

Survai 26-30 Juni 2009,  Mega-Prabowo 21,02 persen, SBY-Boediono 53,95 persen, JK-Wiranto 18,15 persen.

Survai 17-24 Juni 2009,  Mega-Prabowo 17,51 persen, SBY-Boediono 54,30 persen, JK-Wiranto 18,13 persen

Survai 4-11 Juni 2009,  Mega-Prabowo 22,17 persen, SBY-Boediono 52,15 persen, JK-Wiranto 17,20 persen

Survai 11-17 Mei 2009, Mega-Prabowo 24,26 persen, SBY-Boediono 57,39 persen, JK-Wiranto 12,37 persen

5. Sumber : Survai Lembaga Survei Indonesia (LSI) diakses Minggu, 5 Juli 2009, jam 18.45 WIB

data_lsi_1

6. Sumber : Survai Swamedia Research dan Communication (SRC) di Jawa Tengah diakses Minggu, 5 Juli 2009, jam 19.00 WIB

Mega-Prabowo 28,3%, SBY-Boediono 50,4%, JK-Wiranto 4,7%.

7. Sumber : Survai Survey Strategic Indonesia (SSI) diakses Senin, 6 Juli 2009, jam 23.45 WIB

Survai 1 Juli sampai 3 Juli 2009: Mega-Prabowo 20,34 persen; SBY-Boediono 46,86 persen; JK-Wiranto 32,46 persen.

Survai Juni 2009: Mega-Prabowo 20,11 persen, SBY-Boediono 52,14 persen,JK-Wiranto 27,57 persen.

N.B. Sekali lagi, saya hanya mengindikasikan dan menginformasikannya, andalah yang memutuskan!

10 situs humor yang akan membuat anda tertawa ngakak

In bLog on Sunday , 5 July 2009 at 6:12 PM

Pingin tahu 10 situs humor yang akan membuat anda tertawa ngakak? Coba anda telusuri situs-situs yang direferensikan oleh CNN berikut ini. Siapa tahu dapat mengurangi stress anda, atau mengurai kerumitan hidup anda. Bahkan mungkin dapat menurunkan kebosanan anda dalam menunggu si dia …….

Awkward Family Photos

My Life is Average

My Parents Joined Facebook

Garfield Minus Garfield

Laser Portraits

Historical Tweets

Safety Graphics

Someecards

Graph Jam

This is Why You’re Fat

Hanya saja, kok nggak ada situs yang dari Indonesia ya?

Dijual (segera) furniture kayu jati, langka …. anda berminat?

In iKlan on Thursday , 2 July 2009 at 2:59 PM

advetorial_kecil_sekali

DIJUAL (SEGERA) :

FURNITURE (MEJA, KURSI, GAZEBO) KAYU JATI, LANGKA …….

————————————————————————————————-

meja_bulat_adv

A. Meja Kayu Jati

Spesifikasi

Bentuk : Bulat (Kaki 4)

Diameter : 130 Cm (Utuh)

Tebal : 14 Cm

————————————————————————————————-

meja_panjang_set_adv

kursi_panjang_set

B. Satu Set Meja dan Kursi Panjang Kayu Jati

Spesifikasi

Bentuk Meja : Persegi Panjang

Panjang Meja : 200 Cm

Lebar Meja : 80 Cm

Tebal Meja : 10 Cm (Utuh)

Panjang Kursi : 200 Cm

Model : Kuku Macan

Jumlah Kursi : 2 buah

————————————————————————————————-

gazebo_adv

C. Gazebo Kayu Jati

Spesifikasi

Panjang/Lebar : 260 Cm

Tiang Medelan : 20 Cm Persegi

Tinggi Tiang : 280 Cm

Lantai Papan : 4 Cm

————————————————————————————————-

LOKASI BARANG/FURNITURE KAYU JATI : YOGYAKARTA

HARGA DAN KETERANGAN LEBIH LANJUT, SILAKAN KONTAK LANGSUNG :

08156705639 atau 087839183231 (Bpk. Wahyu)

Cocok untuk investasi maupun digunakan pribadi, berkelas. Barang langka …..

[NoAdv : A.0907-02]

Ayo isi Polling Pilpres disini, untuk mengimbangi hasil survai banyak lembaga survai yang sulit dipercaya!

In survai on Monday , 29 June 2009 at 1:36 AM

Pilpres hampir tiba.

Hasil survai bertebaran dimana-mana.

Ada yang suka ada yang benci

Suka karena hasil survai memenangkan Capres-Cawapresnya. Benci karena hasil survai merendahkan Capres-Cawapresnya.

Sudahlah daripada meributkan hasil survai, yang nggak ada habis-habisnya.

Anda sendiri bisa “mempengaruhi” ataupun “menyaingi” ataupun “merubah” hasil survai semuanya.

Caranya? Isilah polling Pilpres di blog ini, sesuka anda, sesuai pilihan anda. Terserah Capres-Cawapres mana yang anda cintai ……….

Mau ngeklik berulang-ulang silakan kalau bisa …… sepertinya nggak bisa, soalnya polling ini berbasis IP-Address.

Mau nyoba silakan …………………. kecuali pakai komputer dan IP-Address berlainan ……………

Ayo, anda bisa mempengaruhi polling Pilpres dengan satu klik di blog ini.

Saya tunggu ……….. sampai 5 Juli 2009.

Inilah daftar 100 malware terganas di Indonesia menurut Kaspersky Lab

In tEknologi iNformasi on Saturday , 27 June 2009 at 12:06 AM

Inilah daftar nama-nama malware terganas yang beredar di Indonesia periode 18 Juni 2009-25 Juni 2009, menurut laporan Kaspersky Lab:

  • Net-Worm.Win32.Kido.ih  ( 41.9714%)
  • Exploit.Win32.SqlShell.a   (9.7527%)
  • HEUR:Trojan.Win32.Generic  (7.6628%)
  • Heur.Win32.Trojan.Generic  (3.309%)
  • Trojan.Win32.FraudPack.owo (3.1%)
  • Trojan-Downloader.Win32.Agent.cgns  (2.5427%)
  • Trojan.Win32.Agent.cltm  (1.846%)
  • Trojan.Win32.FraudPack.oxv  (1.7416%)
  • Trojan-Dropper.Win32.Small.axv (1.5674%)
  • Trojan.Win32.FraudPack.ovx  (1.5674%)
  • Trojan-PSW.Win32.Agent.nfo (1.3236%)
  • Trojan.Win32.Buzus.bhqc (1.2539%)
  • Trojan.Win32.Agent2.kov (1.1494%)
  • Net-Worm.Win32.Kido.dam.y (1.1146%)
  • Heur.Win32.Invader (0.8708%)
  • Net-Worm.Win32.Kido.eo (0.8011%)
  • Trojan.Win32.Monder.cmwt  (0.8011%)
  • Trojan-GameThief.Win32.Magania.bfru  (0.7315%)
  • Trojan-Downloader.Win32.Agent.ansh (0.6618%)
  • Trojan-Dropper.Win32.Agent.zje (0.5921%
  • Trojan-Downloader.Win32.Agent.cgew (0.5921%)
  • Trojan-Downloader.Win32.Agent.wxq (0.5573%)
  • not-a-virus:Porn-Dialer.Win32.InstantAccess.f(0.5573%)
  • Trojan-GameThief.Win32.Magania.bfrp  (0.5225%)
  • Trojan-Downloader.Win32.Small.jvl  (0.5225%)
  • Net-Worm.Win32.Koobface.d   (0.4528%)
  • Trojan-Downloader.Win32.Injecter.cqd  (0.418%)
  • HEUR:Trojan-Downloader.Win32.Generic  (0.3831%)
  • Virus.Win32.Sality.aa (0.3135%)
  • not-a-virus:AdWare.Win32.Relevant.n  (0.3135%)
  • Trojan-GameThief.Win32.Magania.bfdq  ( 0.2786%)
  • not-a-virus:AdWare.Win32.Agent.lmz  (0.2786%)
  • not-a-virus:AdWare.Win32.Shopper.l  (0.209%)
  • Trojan-GameThief.Win32.Magania.bful  (0.209%)
  • Trojan-GameThief.Win32.WOW.bie  (0.209%)
  • not-a-virus:WebToolbar.Win32.FenomenGame.pxu (0.1742%)
  • Trojan-Dropper.Win32.Small.dhn (0.1742%)
  • Exploit.Win32.DCom.ad
  • Trojan-GameThief.Win32.Magania.bffe (0.1742%)
  • Trojan-GameThief.Win32.Magania.bfws (0.1742%)
  • Trojan-Banker.Win32.Banker.aifb  (0.1742%)
  • Packed.Win32.Black.d   (0.1742%)
  • Trojan.Win32.Agent.cgof   (0.1393%)
  • Trojan-Dropper.Win32.Small.ayg  (0.1393%)
  • Trojan-Downloader.Win32.FraudLoad.wcby  (0.1393%)
  • Trojan-Downloader.Win32.Small.jwq  ( 0.1393%)
  • Trojan-GameThief.Win32.OnLineGames.bktw  ( 0.1393%)
  • MultiPacked.Multi.Generic  (0.1393%)
  • HEUR:Backdoor.Win32.Generic  (0.1045%
  • Suspicious.Win32.Packer (0.1045%)
  • Virus.Win32.Virut.ce (0.1045%)
  • Backdoor.Win32.IEbooot.dfe (0.1045%)
  • Trojan-Downloader.Win32.FraudLoad.erj ( 0.1045%)
  • Trojan-Dropper.Win32.Agent.atvx  (0.1045%)
  • Backdoor.Win32.Agent.ahwn  (0.1045%)
  • Multi.Win32.Packed   (0.1045%)
  • HEUR:Trojan.Win32.Invader (0.1045%)
  • Trojan.Win32.Agent.abud  (0.1045%)
  • Backdoor.Win32.Poison.ahgc   (0.1045%)
  • Trojan-GameThief.Win32.Magania.bfsy (0.1045%)
  • Trojan-Downloader.Win32.Agent.cdid ( 0.1045%)
  • Trojan.Win32.Stuh.pdm  (0.1045%)
  • Trojan.Win32.Buzus.bigq (0.1045%)
  • Backdoor.Win32.Small.icr  (0.1045%)
  • Backdoor.Win32.Agent.ahgv  (0.1045%)
  • Trojan.Win32.Agent.cngn  (0.1045%)
  • Backdoor.Win32.Hupigon.aovn  (0.1045%)
  • Trojan-Dropper.Win32.Agent.atmg  ( 0.1045%)
  • Packed.Win32.Black.a  (0.1045%)
  • HackTool.MSIL.KKFinder.q  (0.0697%)
  • Trojan-Downloader.Win32.Small.aliy  (0.0697%)
  • not-a-virus:AdWare.Win32.Webdir.e  (0.0697%)
  • Email-Worm.Win32.Joleee.bwu  (0.0697%)
  • HEUR:Virus.Win32.Generic (0.0697%)
  • Trojan-Dropper.Win32.Small.cdw  (0.0697%)
  • Trojan.Win32.Agent.cccr (0.0697%)
  • Trojan.Win32.Midgare.mqa (0.0697%)
  • Backdoor.Win32.Bifrose.aknz  (0.0697%)
  • Trojan.Win32.Agent.cmud  (0.0697%)
  • not-a-virus:AdWare.Win32.Shopper.v  (0.0697%)
  • Backdoor.Win32.Bifrose.fpb (0.0697%)
  • Trojan-Mailfinder.Win32.Mailbot.ec
  • Trojan.Win32.Agent.cjxh   (0.0697%)
  • Trojan-Spy.Win32.Zbot.xdj (0.0697%)
  • P2P-Worm.Win32.Archivarius.b   (0.0697%)
  • Virus.Win32.Sality.z     (0.0697%)
  • HEUR:Worm.Win32.Generic (0.0697%)
  • Trojan-Dropper.Win32.Mudrop.ask  (0.0697%)
  • Trojan.Win32.Agent2.hxw  (0.0697%)
  • Trojan.Win32.Agent.cmnr (0.0697%)
  • Trojan.Win32.Agent.rzw (0.0697%)
  • Trojan-Downloader.Win32.FraudLoad.eki (0.0697%)
  • Trojan-Downloader.JS.Agent.gj  (0.0697%)
  • not-a-virus:AdWare.Win32.AlexaBar.n (0.0697%)
  • Trojan.Win32.KillWin.pi   (0.0697%)
  • not-a-virus:AdWare.Win32.Chiem.c  (0.0697%)
  • Net-Worm.Win32.Kido.cy
  • Trojan-Downloader.Win32.Agent.cgaw(0.0348%)
  • Trojan-Dropper.Win32.Mudrop.aso (0.0348%)
  • Packed.Win32.Krap.c  (0.0348%)
  • Serangan malware kian menggila. Waspadalah!

    Michael Jackson, legenda musik pop , meninggal pada usia 50 dan meninggalkan jadwal 50 konser

    In iNtermezo on Friday , 26 June 2009 at 9:39 AM

    Hidup dan mati ada waktunya. Ujung hidup adalah kematian. Sedahsyat apapun manusia ketika mati telah menjemput, siapapun tidak bisa menghindar. Idola adalah kesukaan dan kekaguman pada prestasi duniawi. Ketidakmampuan idola untuk menghindar dari jemputan kematian adalah kesadaran untuk memahami bahwa idola adalah seorang manusia belaka. Tak lebih dan tak kurang dari siapapun yang mengidolakannya. Ruang kesadaran ini mesti menghantarkan kita bahwa penghargaan, kesenangan dan loyalitas kepada seorang idola, atau tokoh manusia siapapun, sesungguhnya tidak tak terbatas. Ada ujung waktu, ada ujung kehidupan.

    michael_jackson

    Michael Jackson, the show-stopping singer whose best-selling albums — including “Off the Wall,” “Thriller” and “Bad” — and electrifying stage presence made him one of the most popular artists of all time, died Thursday, CNN has confirmed.

    He was 50.

    He collapsed at his residence in the Holmby Hills section of Los Angeles, California, about noon Pacific time, suffering cardiac arrest, according to brother Randy Jackson. He died at UCLA Medical Center.

    “Michael Jackson made culture accept a person of color,” the Rev. Al Sharpton said. “To say an ‘icon’ would only give these young people in Harlem a fraction of what he was. He was a historic figure that people will measure music and the industry by.”

    Jackson’s blazing rise to stardom — and later fall from grace — is among the most startling of show business tales. The son of a steelworker, he rose to fame as the lead singer of the Jackson 5, a band he formed with his brothers in the late 1960s. By the late ’70s, as a solo artist, he was topping the charts with cuts from “Off the Wall,” including “Rock With You” and “Don’t Stop ‘Til You Get Enough.”

    Lt. Fred Corral of the Los Angeles County Coroner’s Office said an autopsy would probably be done on the singer Friday, with results expected that afternoon.

    In 1982, he released “Thriller,” an album that eventually produced seven hit singles. An appearance the next year on a Motown Records 25th-anniversary special cemented his status as the biggest star in the country.

    For the rest of the 1980s, they came no bigger. “Thriller’s” follow-up, 1987’s “Bad,” sold almost as many copies. A new Jackson album — a new Jackson appearance — was a pop culture event.

    The pop music landscape was changing, however, opening up for rap, hip-hop and what came to be called “alternative” — and Jackson was seen as out of step.

    His next release, 1991’s “Dangerous,” debuted at No. 1 but “only” produced one top-ranking single — “Black or White” — and that song earned criticism for its inexplicably violent ending, in which Jackson was seen smashing car windows and clutching his crotch.

    And then “Dangerous” was knocked out of its No. 1 spot on the album charts by Nirvana’s “Nevermind,” an occurrence noted for its symbolism by rock critics.

    After that, more attention was paid to Jackson’s private life than his music career, which faltered. A 1995 two-CD greatest hits, “HIStory,” sold relatively poorly, given the huge expense of Jackson’s recording contract: about 7 million copies, according to Recording Industry of America certifications.

    A 2001 album of new material, “Invincible,” did even worse.

    In 2005, he went to trial on child-molestation charges. He was acquitted.

    In July 2008, after three years away from the spotlight, Jackson announced a series of concerts at London’s O2 Arena as his “curtain call.” Some of the shows, initially scheduled to begin in July, were eventually postponed until 2010.

    Rise to stardom

    Michael Jackson was born August 29, 1958, to Joe Jackson, a Gary, Indiana, steelworker, and his wife, Katherine. By the time he was 6, he had joined his brothers in a musical group organized by his father, and by the time he was 10, the group — the Jackson 5 — had been signed to Motown.

    He made his first television appearance at age 11.

    Jackson, a natural performer, soon became the group’s front man. Music critic Langdon Winner, reviewing the group’s first album, “Diana Ross Presents the Jackson 5,” for Rolling Stone, praised Michael’s versatile singing and added, “Who is this ‘Diana Ross,’ anyway?”

    The group’s first four singles — “I Want You Back,” “ABC,” “The Love You Save” and “I’ll Be There” — went to No. 1 on the Billboard pop chart, the first time any group had pulled off that feat. There was even a Jackson 5 cartoon series on ABC.

    In 1972, he hit No. 1 as a solo artist with the song “Ben.”

    The group’s popularity waned as the ’70s continued, and Michael eventually went solo full time. He played the Scarecrow in the 1978 movie version of “The Wiz,” and released the album “Off the Wall” in 1979. Its success paved the way for “Thriller,” which eventually became the best-selling album in history, with 50 million copies sold worldwide.

    At that point, Michael Jackson became ubiquitous.

    Seven of “Thriller’s” nine cuts were released as singles; all made the Top Ten. The then-new cable channel MTV, criticized for its almost exclusively white playlist, finally started playing Jackson’s videos. They aired incessantly, including a 14-minute minimovie of the title cut. (“Weird Al” Yankovic cemented his own stardom by lampooning Jackson’s song “Beat It” with a letter-perfect parody video.)

    On the Motown Records’ 25th-anniversary special — a May 1983 TV extravaganza with notable turns by the Temptations, the Four Tops and Smokey Robinson — it was Michael Jackson who stopped the show.

    Already he was the most popular musician in America, riding high with “Thriller.” But something about his electrifying performance of “Billie Jean,” complete with the patented backward dance moves, boosted his stardom to a new level.

    People copied his Jheri-curled hair and single-gloved, zippered-jacket look. Showbiz veterans such as Fred Astaire praised his chops. He posed for photos with Ronald and Nancy Reagan at the White House. Paul McCartney teamed with him on three duets, two of which — “The Girl Is Mine” and “Say Say Say” — became top five hits. Jackson became a Pepsi spokesman, and when his hair caught fire while making a commercial, it was worldwide news.

    It all happened very fast — within a couple years of the Motown special. But even at the time of the “Motown 25″ moonwalk, fame was old hat to Michael Jackson. He hadn’t even turned 25 himself, but he’d been a star for more than half his life. He was given the nickname the “King of Pop” — a spin on Elvis Presley’s status as “the King of Rock ‘n’ Roll” — and few questioned the moniker.

    Relentless attention

    But, as the showbiz saying has it, when you’re on top of the world, there’s nowhere to go but down. The relentless attention given Jackson started focusing as much on his eccentricities — some real, some rumored — as his music.

    As the Web site Allmusic.com notes, he was rumored to sleep in a hyperbaric chamber and to have purchased the bones of John Merrick, the “Elephant Man.” (Neither was true.) He did have a pet chimpanzee, Bubbles; underwent a series of increasingly drastic plastic surgeries; established an estate, Neverland, filled with zoo animals and amusement park rides; and managed to purchase the Beatles catalog from under Paul McCartney’s nose, which displeased the ex-Beatle immensely.

    In 1990s and 2000s, Jackson found himself pasted across the media for his short-lived marriages, the first to Elvis Presley’s daughter, Lisa Marie; his 2002 claim that then Sony Records head Tommy Mottola was racist; his behavior and statements during a 2003 interview with British journalist Martin Bashir done for a documentary called “Living With Michael Jackson;” his changing physical appearance; and, above all, the accusations that he sexually molested young boys at Neverland.

    The first such accusation, in 1993, resulted in a settlement to the 13-year-old accuser (rumored to be as high as $20 million), though no criminal charges were filed, Allmusic.com notes.

    He also fell deeply in debt and was forced to sell some of his assets. Neverland was one of many holdings that went on the block. However, an auction of material from Neverland, scheduled for April, was called off and all items returned to Jackson.

    Interest in Jackson never faded, however, even if some of it was prurient. In 2008, when he announced 10 comeback shows in London, beginning in July 2009, the story made worldwide news. The number of concerts was later increased to 50.

    Seventy-five thousand tickets sold in four hours when they went on sale in March.

    However, when the shows were postponed until 2010, rumors swept the Internet that Jackson was not physically prepared and possibly suffering from skin cancer.

    At the time, the president and CEO of AEG Live, Randy Phillips, said, “He’s as healthy as can be — no health problems whatsover.”

    Meninggalkan jadwal 50 konser

    Kematian Michael Jackson akan membuat ratusan ribu fansnya di London gigit jari. Penembang ‘Beat It’ itu rencananya akan menggelar 50 konser di London mulai 13 Juli 2009 mendatang. Konser berjudul ‘This is It’ rencananya akan berlangsung di O2 Arena, London, Inggris. Sejak Maret 2009, lebih dari 360 ribu tiket presale sudah laris diserbu fans pemilik Neverland Ranch tersebut.

    Tiket konser kembalinya Jacko ke panggung tersebut dijual mulai dari harga 115 pound atau hampir dua juta rupiah. Tak hanya itu, promotor juga menyediakan paket VIP yang dibandrol mulai harga 770 pound atau sekitar Rp 13 juta. Paket VIP ini termasuk undangan untuk pesta sebelum konser, minuman champagne pada saat kedatangan, dan pelayanan spesial lainnya.

    Dikutip dari situs resmi konser tersebut, michaeljacksonlive.com, raja pop itu akan memulai konser pertamanya tanggal 13 Juli 2009. Setelah itu Jacko akan terus memenuhi kewajibannya menggelar 50 konser sampai yang terakhir 6 Maret 2010. Tiket pertunjukan sampai bulan Februari tahun depan sudah habis terjual. Boyband lawas, New Kids on The Block bahkan dikabarkan ikut meramaikan aksi panggung sahabat Macaulay Culkin itu. Pihak promotor belum mengeluarkan pengumuman apapun di situs resmi mereka. Siapa sangka kalau Jacko akan berpulang di usia 50 dengan meninggalkan 50 hutang konser.

    Kisah dan kiprah lengkap, bisa dilihat disini.

    Pada masanya, saya pun pernah mengidolakan Jacko. Itulah penggalan waktu, yang pada waktu-waktu berikutnya memberikan kesadaran kepada diri saya, pengidolaan adalah moment sesaat yang terkadang menginspirasi perilaku kehidupan, membuyarkan pemahaman baik-benar, dan membutakan kesiapaan manusia sesungguhnya. Hitam putih tidaklah terlihat apa adanya, warna dan rona gerak penuh warna terkadang mengelabuhi jiwa.  Bahwa manusia dan kemanusian adalah tetap dalam ranah sisi dasar manusia. Ada batas, ada ketidakmampuan melewati kata “selalu”, karena ada “terkadang”, atau suatu kali …………. yang pasti, kematian akan menjemput siapapun, seorang idola ataupun orang yang mengidolakan. Itulah kenyataan, jangan melawan. Kesadaran ada Tuhan yang selalu dan selalu mengatur manusia harus diistimewakan.

    Hasul riset: Internet-an ternyata banyak mengorbankan waktu keluarga lho …

    In bLog on Tuesday , 23 June 2009 at 12:00 PM

    Kemudahan dan perkembangan internet dianggap mengorbankan keharmonisan keluarga. Waktu kebersamaan dinilai semakin sedikit lantaran banyak anggota keluarga yang lebih memilih untuk berinternet ria.

    Michael Gilbert, peneliti senior Center for the Digital Future dari University of Annenberg School for Communication mengatakan, hal itu membuat waktu bagi anggota keluarga bercengkerama secara face to face semakin terkikis. Sebab, setelah seharian dijejali oleh kesibukan kantor dan berbagai aktivitas lainnya setelah pulang ke rumah pun hal yang mereka lakukan adalah eksis di dunia maya. Yakni dengan lebih sering menghabiskan waktu di depan layar komputer.

    Dilansir freep, Senin, 22 Juni 2009, studi yang mengetengahkan sisi negatif dari internet bukanlah kali ini saja diungkapkan. Bahkan, sudah ada beberapa riset yang menyatakan bahwa internet menjadi biang keladi yang mengubah gaya hidup jutaan orang Amerika. “Internet berbeda dengan televisi. Internet lebih menonjolkan layanan perorangan dan membuat ketergantungan. Faktor utama ‘keberhasilan’ internet adalah interaktif. Anda hanya tinggal duduk dan memberikan respon,” jelas Gilbert.

    Center Digital Future Project sendiri telah melakukan survei kepada sekitar 2.000 keluarga di AS. Ketika tahun 2005, hasil survei menyimpulkan bahwa rata-rata setiap keluarga menghabiskan waktu kebersamaan mereka adalah sekitar 26 jam sebulan. Namun, waktu kebersamaan keluarga tersebut pada 2008 langsung turun drastis menjadi hanya 18 jam per bulan. “Situs jaringan sosial seperti Twitter dan Facebook meledak pada 2007. Pada saat itu, lebih dari setengah orang yang online mengatakan bahwa komunitas online seperti ini sangat penting bagi kehidupan offline mereka,” pungkasnya.

    Bagaimana menurut anda? Kalau menururt saya, betul juga. Soalnya mau internetan di kantor takut “ketahuan” pimpinan, kalau di rumah “mencuri waktu” untuk keluarga. Apa mungkin ya internetan di jalanan saja?

    Broadband dunia, Indonesia ranking berapa ya?

    In tEknologi iNformasi on Monday , 22 June 2009 at 6:00 PM

    Strategy Analytics, sebuah perusahaan riset dan data global, mengurutkan penetrasi broadband negara-negara di dunia. Alih-alih menggunakan data per kapita, lembaga ini menggunakan data per rumah tangga.

    Dengan pengukuran per rumah tangga yang dilakukan Strategy Analytics, nampak bahwa penetrasi broadband di Asia memang sangat tinggi. Hampir separuh dari Top 10 negara di ranking itu adalah negara Asia. Korea Selatan menempati posisi puncak ranking itu dengan 95 persen, disusul oleh Singapura pada 88 persen. Kemudian ada Taiwan di posisi 5 dan Hong Kong di posisi 6 dengan penetrasi keduanya pada 81 persen. Selain Singapura, negara-negara Asia Tenggara menempati posisi yang relatif rendah. Malaysia, misalnya, ada di posisi 43 dengan angka 21 persen. Sedangkan Thailand (7%), Vietnam (7%) dan Filipina (5%) berturut-turut ada di posisi 50 hingga 52. Mau tahu posisi Indonesia di mana? Tak lain ada di posisi paling buncit (57) dengan angka 1%.

    Berikut adalah ranking broadband dunia versi Strategy Analytics:

    1. Korea Selatan 95%
    2. Singapura 88%
    3. Belanda 85%
    4. Denmark 82%
    5. Taiwan 81%
    6. Hong Kong 81%
    7. Israel 77%
    8. Swiss 76%
    9. Kanada 76%
    10. Norwegia 75%
    11. Australia 72%
    12. Finlandia 69%
    13. Prancis 68%
    14. Inggris Raya 67%
    15. Emirat Arab 65%
    16. Jepang 64%
    17. Swedia 63%
    18. Estonia 62%
    19. Belgia 62%
    20. Amerika Serikat 60%
    21. Slovenia 58%
    22. Jerman 58%
    23. Irlandia 58%
    24. Spanyol 57%
    25. Selandia Baru 57%
    26. Lithuania 51%
    27. Italia 51%
    28. Austria 50%
    29. Portugis 40%
    30. Yunani 39%
    31. Turki 37%
    32. Hungaria 34%
    33. Slovakia 33%
    34. Polandia 32%
    35. Argentina 31%
    36. Rumania 31%
    37. Latvia 30%
    38. Republik Czech 28%
    39. Meksiko 28%
    40. Chili 27%
    41. Kroasia 23%
    42. China 21%
    43. Malaysia 21%
    44. Venezuela 17%
    45. Brasil 17%
    46. Russia 14%
    47. Bulgaria 13%
    48. Peru 11%
    49. Arab Saudi 7%
    50. Thailand 7%
    51. Vietnam 7%
    52. Filipina 5%
    53. Albania 5%
    54. Ukraina 4%
    55. Mesir 3%
    56. India 2%
    57. Indonesia 1%

    Rektor Institut Teknologi Telkom: Kita kekurangan lulusan TI. Berita baik ya?

    In tEknologi iNformasi on Monday , 22 June 2009 at 3:00 PM

    Rektor Institut Teknologi Telkom Husni Amani di Bandung, Senin (22/6):

    a. Jumlah lulusan perguruan tinggi bidang Teknologi Informasi (TI) di Indonesia sekitar 11.000 per tahun.

    b. Kebutuhan tenaga kerja bidang TI sekitar 40.000 orang per tahun.

    c. Rasio yang tidak sebanding antara lulusan dengan kebutuhan menyebabkan pembajakan pegawai TI marak.

    d. Kebutuhan lainnya masih dipenuhi oleh tenaga kerja asing. “Kondisi itu sangat disayangkan, karena seharusnya dapat diisi oleh tenaga kerja lokal,” kata Husni.

    Berita baik. Dapatkah kita memperoleh 1, ya satu saja dari peluang ribuan pekerjaan itu? Berusaha dan berdoa …. be profesional!

    Era ICT nggak bisa “diberangus” semaunya oleh negara!

    In bLog on Monday , 22 June 2009 at 11:10 AM

    Mengikuti krisis Iran, yang diberitakan adanya sejumlah blogger ditahan di tempat tersembunyi, saya merasa aneh. Betulkah itu? Kalau Twitter yang “diganggu” oleh pemerintahnya, sudah lama terdengar sebelum pelaksanaan pemilu Iran ….

    “Pemerintah Iran menahan 23 wartawan dan blogger sejak protes terhadap hasil Pilpres di negara tersebut muncul sepekan lalu. Menurut media setempat, para wartawan menjadi target utama pemimpin Iran. Di antara wartawan yang ditahan termasuk juga Ketua Asosiasi Jurnalis Iran. Demikian seperti dikutip dari Straits Times, 21 Juni 2009. “Ini mendatangkan lebih banyak masalah lagi bagi jurnalis,” kata Benoit Hervieu dari RSF. Keseluruhan wartawan, editor, dan blogger Iran itu ditahan sejak 14 Juni. Beberapa dari mereka sulit dihubungi dan diyakini ditahan di tempat tersembunyi. Hervieu mengatakan, tidak ada jurnalis asing yang ikut ditahan. Hingga kini tidak ada alasan yang jelas mengenai penahanan tersebut. Presiden Mahmoud Ahmadinejad dinyatakan sebagai pemenang mutlak pada pilpres yang berlangsung 12 Juni. Namun, pendukung rivalnya, mantan PM Iran Mirhossein Mousavi, melontarkan berbagai kecurangan pemilu. Pemerintah Iran melarang media asing untuk meliput di Iran dan hanya mengizinkan wawancara melalui telepon. Informasi dari sumber pejabat disampaikan melalui media pemerintah.  Tidak hanya itu, banyak website di Iran yang diblokir. Negara tersebut memang dikenal sangat sensitif terhadap internet. Pun demikian, lewat situs internet pula Mousavi terus mendorong pendukungnya untuk melanjutkan aksi protes terhadap hasil Pilpres Iran. “Proteslah kembali terhadap kebohongan dan kecurangan (pemilu),” kata Mousavi dalam situsnya.”

    Lain di Iran, lain di China, Google disana tak boleh memberi saran.

    Google boleh saja punya banyak kemampuan, namun di China tak semuanya bisa dinikmati. Misalnya fitur saran alias Google Suggest yang di Negeri Tirai Bambu itu jadi fitur terlarang. Seperti dikutip dari Softpedia, 22 Juni 2009, Google ternyata baru saja selesai membuat kesepakatan dengan pemerintah China. Salah satu poin kesepakatan itu adalah pelarangan beberapa fitur Google di China — yaitu lewat Google.cn. Salah satu yang dilarang adalah fitur Google Suggest. Fitur ini memungkinkan pengguna layanan pencarian Google untuk mendapatkan saran seputar hasil pencarian yang mereka lakukan. Pemerintah China konon menganggap banyak saran Google yang justru mengarah ke situs terlarang, termasuk pornografi. “Kami melakukan peninjauan menyeluruh pada layanan kami dan melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk memperbaiki masalah apapun pada hasil pencarian. Ini merupakan kerja yang berat, dan kami yakin telah mengatasi sebagian besar masalah,” sebut pernyataan resmi Google.”

    Ini Era ICT, kok masih ada hal seperti itu. Saya agak terhibur, saat Lolly Amalia, Ketua Pokja Teknis Tim Sosialisasi Internet Sehat Depkominfo,  menyatakan bahwa memblokir kontens di internet tak segampang yang dikira. Sebab, katanya, alih-alih bermanfaat, dikhawatirkan malah akan mengganggu hal berguna lainnya. Jadi sensor Internet itu sulit diatur dengan ‘Tangan Besi’. Saya setuju, Indonesia tak bisa disamakan dengan negara lain yang menerapkan sensor ketat terhadap akses internet. Sifat internet yang universal alias terhubung dengan berbagai hal membuat Indonesia tak cocok menerapkan kebijakan ‘tangan besi’ tersebut. “Misalkan kita blokir kata ’sex’ di internet. Bagaimana kalau ada yang lagi ingin mencari bahan tentang pendidikan sex atau kesehatan sex. Ini kan jadi bisa terblokir juga,” jelasnya kepada detikINET di sela ajang Festival Komputer Indonesia yang berlangsung di Jakarta Convention Center, Kamis (11/6/2009). Selain dapat mengganggu konten lain, pemblokiran atau pemfilteran juga dapat mengurangi kecepatan akses internet pengguna. “Sebab, semakin banyak data-data yang perlu diproses,” tukas wanita yang juga menjabat sebagai Direktur Sistem Informasi Depkominfo ini. Alhasil, Depkominfo berpikir berkali-kali untuk memutuskan pemblokiran untuk suatu konten. Begitu juga untuk situs-situs ‘nakal’, dikhawatirkan yang terjadi adalah mati satu tumbuh seribu. Yang terbaik, memang lebih baik mengandalkan sosialisasi dengan harapan dapat menumbuhkan kesadaran serta memperbaiki moral masyarakat sambil memperbanyak konten-konten bermanfaat dan baik untuk dikonsumsi pengguna internet. Dari sini pelan-pelan diharapkan dapat timbul filter alami dari setiap  dan pengguna internet. Cuma pertanyaannya adalah kapan hal itu terjadi? Ya kita harus berusaha saja.

    Makanya, harus difahami oleh kita semua sekarang ini Era ICT. Nggak jamannya lagi “berangus-berangusan”. Kalau mau berangus ya biarkanlah kekuatan rakyat saja yang bergerak sepanjang masih dalam koridor hukum. Negara sebagai regulator, dinamisator, controller yang ciamik saja … nggak boleh menekan berlebihan apalagi terhadap warganegaranya sendiri …. kalau dengan imperium asing seperti Google ataupun Microsoft harus berani bicara dan nego, terutama untuk “Hak dan Kewajiban” ke-Indoneisaan ….. dan kebaikan warganegara kita …. jangan sampailah blogger ditahan/dipenjara hanya gara-gara tulisannya, kebangeten ………

    Begitu ya?

    Penerapan TIK dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan publik

    In country on Saturday , 20 June 2009 at 1:00 AM

    Mewujudkan masyarakat berbasis pengetahuan, mandiri, dan berdaya saing merupakan agenda pemerintah yang harus dapat dicapai paling lambat pada tahun 2025. Namun, untuk merealisasikan hal tersebut bukanlah suatu perkara yang mudah. Mewujudkan masyarakat berbasis pengetahuan berarti semua individu dalam masyarakat memiliki akses aktif ke informasi, akses untuk memperoleh pengetahuan dan mengolah informasi.

    Dikatakan oleh Djoko Agung Harijadi, staf Departemen Komunikasi dan Informatika RI, untuk mencapai misi tersebut, Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional berupaya menyusun kebijakan umum dan arahan strategis pembangunan nasional melalui pemberdayaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). “Pengembangan TIK dengan penerapan e-government ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan publik yang lebih baik,” ujarnya, Kamis (18/6) dalam seminar bertajuk “Transformasi Birokrasi” yang digelar oleh Magister Teknologi Informasi (MTI) UGM.

    Penerapan TIK diharapkan mampu mengubah tatanan masyarakat menuju masyarakat yang berbasis pengetahuan. Dengan tersedianya layanan TIK yang terjangkau, mudah diakses, dan transparan, menjadikan kontrol sosial terhadap pemerintah lebih optimal.

    Sementara itu, Prof. Dr. Jogiyanto H. M., M.B.A., Akt., staf pengajar Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM, mengatakan transformasi bisnis melalui informasi teknologi informasi (TI) mulai banyak dilakukan oleh organisasi untuk mengantisipasi ekspektasi-ekspektasi konsumen yang berubah. TI dapat mentransformasi bisnis karena memiliki kemampuan yang memungkinkan bisnis untuk masuk ke pasar baru atau yang lebih besar. “Dengan teknologi informasi mampu meningkatkan pelayanan dan kustomisasi, mengurangi biaya operasi, serta menjangkau konsumen lebih jauh dan lebih global,” jelasnya.

    Ditambahkan Jogiyanto, transformasi bisnis dengan teknologi informasi membutuhkan perubahan-perubahan yang signifikan di organisasi. Perubahan tersebut, seperti peran manajer, paradigma bisnis, orientasi penanganan, peran, dan pengelolaan sistem teknologi informasi. Di samping itu, juga terjadi perubahan yang signifikan dalam orientasi penanganan. Sistem teknologi informasi dapat meningkatkan efisisensi karena menggantikan peran manusia dengan teknologi di proses produksi. Sistem teknologi informasi juga mampu meningkatkan efektivitas dalam proses pengambilan keputusan di tingkat manajerial karena dengan sistem tersebut dapat disediakan berbagai informasi yang mendukung.

    Direktur Inixindo Jogja, Surahyo, B.Eng., M.Eng.Sc., mengutarakan bahwa manajemen infrastruktur, integrasi data, dan tata kelola TIK merupakan hal yang mendukung terciptanya layanan publik yang efektif dan efisien. Penerapan pengelolaan TIK ini, ujar Surahyo, menjadi jembatan antara pihak manajemen dan divisi TI agar keduanya dapat berkomunikasi lebih efektif dan efisien. Selama ini yang sering terjadi adalah antara fokus binis dan TI berjalan sendiri-sendiri sehingga perusahaan tidak dapat memanfaatkan infrastruktur TI dengan optimal. Referensi

    Dijual (segera) tanah dan bangunan Rumah Makan, beserta isinya.

    In iKlan on Friday , 19 June 2009 at 2:51 PM

    advetorial_kecil_sekali

    DIJUAL (SEGERA) :

    TANAH DAN BANGUNAN RUMAH MAKAN, BESERTA ISINYA (FURNITURE & SOUND SYSTEM).

    rumahmakan_021 rumahmakan_022 rumahmakan_023

    rumahmakan_031 rumahmakan_032 rumahmakan_033

    LOKASI :

    JL. RAYA MAGELANG – YOGYAKARTA (PEREMPATAN PALBAPANG), ARAH MAU KE CANDI BOROBUDUR.

    rumahmakan_011

    DATA TEKNIS :

    Status : 3 Sertifikat Hak Milik.

    Luas Tanah : 3.071 meter persegi.

    Luas Bangunan : 1.348 meter persegi.

    Spesifikasi Bangunan: Pondasi – Batu kali ; Sloof – Beton bertulang ; Kolom – beton dan solid wood ; Lantai – keramik 30×30 dan Lantai – kayu ; Finishing – cat tembok, cat kayu, melamik ; Rangka atap – kayu kalimantan ; Atap – genting, asbes ; Kusen – kayu kalimantan.

    HARGA (NEGO) :

    Rp.5.000.000.000,- (Lima Milyar Rupiah).

    rumahmakan_042 rumahmakan_052 rumahmakan_051

    HUBUNGI :

    08174115749 (Bapak Ngakan MD) atau 081802746969 (AdminBlog)

    Berada di jalur wisata yang padat. Cocok untuk investasi kuliner.

    [NoAdv : A.0906-01]

    Hasil riset Symantec : Satu dari lima anak yang internetan ternyata rajin mengunjungi situs porno. Kita harus bagaimana?

    In informasi on Thursday , 18 June 2009 at 7:00 PM

    Hasil riset Symantec, perusahaan keamanan jaringan dan antivirus Norton :

    Satu dari lima anak yang berselancar di Internet, ternyata gemar mengunjungi situs porno dan situs-situs terlarang lainnya. Anak-anak tersebut berusia di bawah 15 tahun. “Dan beragam aktivitas itu tidak diketahui orang tua,” seloroh Effendy Ibrahim, Internet Safety Advocat and Norton Business Lead Asia South Region Symantec, di Hotel Intercontinental, Jakarta, Kamis (18/6/2009).

    Riset tersebut digelar di 12 negara maju di seluruh dunia seperti Amerika Serikat, Inggris, Swedia, sampai China. Meski tak menyertakan Indonesia, namun Symantec yakin ada kemiripan tingkah laku anak jika sudah memasuki dunia maya. “hasil riset ini bisa serupa di tiap negara,” kata Ibrahim.

    Untuk mencegah terulangnya kebiasan itu, Symantec pun meluncurkan aplikasi parental tools berbasis web guna melindungi anak-anak. Aplikasi ini katanya berguna bagi orang tua untuk memantau aktivitas anak beserta situs yang dikunjunginya saat ber-internet. “Penggunaannya juga cukup mudah, bahkan orang tua yang gaptek pun bisa menggunakannya,” demikian Ibrahim.

    Aplikasi yang bisa diunduh gratis di www.onlinefamily.norton.com itu menyajikan beragam filter yang dapat dikustomisasi pengguna. “Sejauh ini produk family tools masih gratis karena baru diluncurkan satu setengah bulan lalu. Kami mau lihat respon pasar dulu sebelum memutuskan harus berbayar atau tidak,” tandas Ibrahim.

    Apa pesannya:

    1. Jangan pernah menjustifikasi bahwa anak yang mau ngenet harus dicurigai pasti akan mengunjungi situs porno. Sehingga dilarang ngenet. Wah, ini salah besar. Larang melarang nggak jamannya lagi.

    2. Jangan pernah menyalahkan internetnya sebagai perusak mental kepribadian anak-anak. Internet sejatinya sebagai alat, media atau sarana, bisa untuk hal-hal positif maupun hal-hal negatif.

    3. Internet sudah menjadi satu kebutuhan manusia (belajar/bekerja) masa kini dan masa depan. Jadi jangan pernah jauhkan anak-anak dari internet, apalagi di rumah, hal ini malah riskan, karena mereka akan mencari dan mengejarnya di luar rumah. Oleh sebab itu, temani, dampingi dan bimbinglah mereka untuk menggunakan internet secara sehat. Bila perlu orang tua (terutama yang belum familiair dengan internet) mau belajar mengerti dan memahami internet, cari informasi dan buku bacaan tentang hal ini, biar bisa “ngimbangi” anak-anaknya.

    4. Pasang secara halus aplikasi sebagai filter akses ke situs porno, sekarang sudah banyak yang bisa diperoleh gratis.

    5. Imbangi aktivitas anak yang online di internet, dengan aktivitas offline yang mengarah pada penguatan moral kepribadian dan kehidupan beragama. Anak selalu diajak dan terajak untuk mau dan mampu memulai mengambil keputusan soal baik atau buruk, serta salah atau benar, sebagai pilihan yang terbaik dan benar adalah akses ke situs yang non porno.

    6. Berikan “pekerjaan” ataupun “tantangan” cara maupun hal-hal yang dapat diakses melalui internet, yang lebih menarik dan bermanfaat dibandingkan dengan mengakses situs porno.

    7. Keteladanan orang tua adalah nomer satu!

    Hati-hati ada penyusupan melalui kata-kata dan istilah-istilah pencarian yang populer di internet

    In tEknologi iNformasi on Friday , 12 June 2009 at 10:36 AM

    Apakah kata dan istilah pencarian paling berbahaya di Internet?

    Jika anda suka mencari-cari “music lyrics” atau berbagai hal yang “free“, berarti anda sudah masuk dalam kondisi perilaku cyber yang makin berresiko. Dan pencarian “free music downloads” yang mencapai 20% dari pengguna/peselancar website adalah jalan lapang masuknya perangkat lunak/software berbahaya, yang kita kenal sebagai “malware.” Satu laporan riset terbaru oleh perusahaan software antivirus McAfee yang berbasis di Amerika Serikat telah mengenali kata-kata pencarian di Internet paling berbahaya yang menempatkan para pemakai di halaman-halaman website dengan kemungkinan yang lebih tinggi dari serangan-serangan cyber.

    Studi ini telah menguji 2.600 kata kunci populer pada lima mesin pencari utama – Google, Yahoo, Live, AOL dan Ask- dan juga menganalisis 413.000 halaman web. “Hanya baru saja pada tahun lalu, kita sudah melihat satu pergeseran dramatis yang cantik yang kami sebut sebagai malware,” kata David DeWalt, Presiden dan CEO McAfee. “Saya berangkat dari seorang hacker di lantai dasar, untuk mengorganisasikan cybercrime sampai sekarang, literally, terorisme dan bentuk-bentuk serangan geopolitik yang teroganisir,” katanya.

    Kategori-kategori kata yang mempunyai resiko paling tinggi sebagai pintu masuk malware: screen savers, free games, work from home, Olympics, videos, celebrities, music and news.

    Istilah-istilah paling berbahaya adalah: word unscrambler, lyrics, myspace, free music downloads, phelps, game cheats, printable fill-in puzzles, free ringtones and solitaire.

    Studi ini juga menunjukkan bagaimana penjahat-penjahat cyber sedang meningkatkan kemampuan dan kecanggihannya. “Kita dapat mempunyai pandangan yang masif dengan seorang hacker di bawah tanah. Kita telah melihat baru-baru ini “Twitter worm” dari seorang yang berusia 17 tahun di bawah tanah yang dapat menyerang  berjuta-juta komputer di luar. Atau, kita dapatme lihat satu serangan yang terorganisir yang mengambrukkan infrastruktur,” kata DeWalt.

    Perusahaan software Antivirus sepertinya tertinggal oleh perkembangan terakhir para penjahat cyber. “Kita telah ada di jalan belakang, itu sungguh-sungguh benar, untuk keseluruhan dunia, infrastruktur global Internet sudah tumbuh secara dramatis – namun 50 persen PC-PC dunia tidak terlondungi,” kata DeWalt. Meski ada peningkatan resiko, DeWalt tidak percaya bahwa “cyber Armageddon” yang menyebabkan penyebaran kerusakan komputer-komputer dan infrastruktur Internet . “Minggu lalu, anda telah melihat Presiden Obama di Amerika Serikat memperbincangkan tentang satu prakarsa cyber-security yang disponsori oleh pemerintah, dan pemerintah-pemerintah lain mendukung hal ini juga,” kata DeWalt. “Aku berpikir kita sedang belajar bagaimana hal ini dapat terjadi, dan jika kita dapat menghadapinya, kita dapat mencegahnya.” Referensi

    Wah, wah jadi mesti hati-hati nhi kalau mau searching, alias nyari-nyari, ternyata dapat ditelusupi malware. Dan kata-kata kunci dan istilah-istilah yang polpuler bisa jadi pintu masuk yang menarik bagi software jahat. Nha, kata-kata dan istilah-istilah yang diteliti itu khan dalam bahasa Inggris ya, sekarang sudah ada nggak ya, kata-kata dan istilah-istilah yang paling banyak digunakan pengguna internet dalan searching yang dalam bahasa Indonesia? Bisa jadi kajian menarik lho ………….

    Robot pengeruk sampah siap bersihkan jalan

    In anggaran, bLog, daya, e-goverment, eKsekutif, indonesia, informasi, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, kOmputer, mAhasiswa, mAnajemen, money, pEndidikan, ranking, risiko, saing, sumber daya, tEknologi iNformasi, teknologi on Tuesday , 2 June 2009 at 3:00 PM

    Era di mana robot umum dijumpai di mana-mana sepertinya akan datang dalam waktu yang tak terlampau lama. Untuk urusan membersihkan sampah di jalanan pun bakal diurusi oleh robot khusus. Ya, sebuah robot bernama Dustbot yang berguna untuk mengumpulkan sampah rumah tangga dikembangkan tim ilmuwan di Italia. Jika sudah dioperasikan, Dustbot bakal melayani pembersihan sampah menurut permintaan pelanggan. Orang yang menginginkan layanan Dustbot bisa menghubungi pengelola via SMS saja. Dikutip dari TGDaily, 29 Mei 2009, Dustbot dirancang untuk membersihkan sampah di jalanan sempit di mana truk sampah biasa tak dapat masuk. Kapasitas pengangkutannya tergolong besar, yakni 40 kg.

    Untuk urusan navigasi, Dustbot memakai GPS dan peta terintegrasi. Bahkan tidak hanya mengurusi sampah, si robot juga dibekali kemampuan untuk memonitor polusi udara dengan dibekali sensor.Pembuatan Dustbot didanai oleh Uni Eropa. Jika tak ada halangan merintang, Dustbot sudah bisa dimanfaatkan di jalanan Italia mulai tahun ini juga. Apabila sukses, beberapa negara sudah tertarik untuk mengadopsinya, misalnya Jepang.

    Wah asyik juga ya …. mestinya bisa untuk membersihkan paku-paku yang banyak bertebaran di jalanan nhi. Yang suka bikin mangkel, sebel dan membahayakan pengendara, nggak aman lagi, bisa menimbulkan aksi kejahatan kalau meladeni paku-paku ini yang tega-teganya menggemboskan ban motor/mobil. Asyik, berapa harganya? Kita tunggu saja sampai Dustbot itu dipasarkan di Indonesia …. tetapi bisa nggak ya itu robot dikaryakan di Indonesia … soalnya orang Indonesia suka “iseng-iseng” nhi, kalau nggak boleh dikatakan nakal, ntar banyak yang ngirimi SMS ke pengelola robot, sehingga jadi banyak beban, robotnya stress dong ….

    Google Wave, Ambisi Google ‘Kuasai’ Dunia

    In bLog, country, hAm, ict, indonesia, informasi, kOmputer, mAnajemen, pEndidikan, pEringkat iNdonesia, sumber daya, tEknologi iNformasi, teknologi on Tuesday , 2 June 2009 at 1:00 AM

    Mesin pencari di internet boleh dikatakan sudah sinonim dengan Google, namun sang raksasa seperti belum puas. Ambisi terbaru Google untuk ‘menguasai dunia’ nampak dari Google Wave. Google Wave merupakan platform komunikasi via internet terbaru yang sedang dikembangkan oleh Google. Di balik Wave adalah Rasmussen bersaudara, dua orang yang bertanggungjawab atas Google Maps. Wave pertama kali diperkenalkan pada konferensi Google I/O di San Francisco pada 27 Mei 2009. Seperti dikabarkan TechCrunch, Senin (1/6/2009), Wave disebut-sebut sebagai ‘wujud e-mail jika diciptakan pada masa kini’. Secara sekilas, Google Wave dapat disebut sebagai ‘pernikahan’ antara e-mail dan instant messaging. Namun lebih dari itu, Wave juga memungkinkan kolaborasi secara langsung terhadap dokumen online seperti wikipedia.

    Berikut beberapa hal yang didemonstrasikan Lars dan Jens Rasmussen serta tim Google Wave lainnya:

    1. Mengirimkan pesan secara bergantian layaknya e-mail.

    2. Melakukan chat langsung layaknya instant messaging dalam antarmuka yang sama.

    3. Berbagi dokumen dengan drag-drop dari desktop ke browser.

    4. Mengalihkan sebuah Wave menjadi konten untuk dipublikasikan layaknya blog.

    Namun hal paling ‘besar’ dari Wave adalah kenyataan bahwa teknologi ini tidak dikunci oleh Google. Siapapun bisa menggunakan Wave dan memanfaatkannya untuk memperkuat situs mereka. Seperti e-mail, Google Wave pun bisa diadopsi oleh sebuah perusahaan menjadi sebuah platform komunikasi di perusahaan tersebut. Dan sama seperti e-mail, Google Wave bisa dijalankan dari server perusahaan tersebut tanpa tergantung ke pihak lain — termasuk Google. Platform yang terbuka itu memungkinkan penyedia layanan berbasis Google Wave bisa saling berkomunikasi. Ini berbeda dengan layanan komunikasi ‘baru’ seperti Twitter atau layanan pesan di dalam Facebook yang ‘terkunci’ pada masing-masing penyedia layanan.

    Dibalik Google Wave adalah dukungan penuh Google pada standar HTML5. Standar yang akan datang dari situs web ini menyediakan basis teknologi yang memungkinkan pengembangan aplikasi seperti Google Wave dan aplikasi tingkat lanjut lainnya. Mampukah Google menaklukkan dunia lewat Google Wave?

    Ingin melihat video demonya? Klik disini. Ingin gambaran lengkap Google Wave? Klik disini. Selamat berkenalan dengan Google Wave.

    Wah, wah, Facebook lagi. Tapi ini soal duit sekitar Facebook lho …

    In bLog, country, dEmokrasi, e-goverment, global, indonesia, informasi, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, kOmputer, money, pEndidikan, pEringkat iNdonesia, saing, sumber daya, tEknologi iNformasi, teknologi on Wednesday , 27 May 2009 at 12:00 PM

    Facebook Sells 1.96% Stake for $200 MillionFacebook sold a 1.96 percent stake for $200 million to a technology investment firm, valuing the largest social networking site at $10 billion, the two companies said on Tuesday. Digital Sky Technologies, based in London and Moscow, bought preferred stock, according to the joint announcement. Digital Sky also plans to buy at least $100 million of Facebook common stock from existing stockholders to provide liquidity for current and former employees with vested shares of Facebook stock.

    Facebook Chief Executive Mark Zuckerberg said in a statement that a number of firms had approached Facebook, but Digital Sky stood out “because of the global perspective they bring – backed up by the impressive growth and financial achievements of their Internet investments.” Digital Sky holds significant interests in Russian and Eastern European Internet companies, including Mail.ru, Forticom and vKontakte, according to the company. Facebook has more than 200 million active users. In 2007, Microsoft Corp invested $240 million in Facebook, valuing the company at that time at $15 billion.

    Ini contoh kalau sudah populer dan berjaya, enak sekali, banyak yang nyari dan naksir ya. Yang menggunjingkan juga banyak. Yang iri juga banyak. Wis, facebook sih …. Ada nggak ya orang atawa generasi muda Indonesia yang kampiun dan dapat menerobos celah sukses and populer macam Facebook, Google atau Microsoft? Eh, jangan-jangan anda yang sedang baca artikel ini ya ….

    Djengkol itu dimanakah engkau?

    In bLog, country, iNtermezo, indonesia, informasi, kEwarganegaraan, kOmputer, mAhasiswa, mAnajemen, pEndidikan, pEringkat iNdonesia, tEknologi iNformasi on Wednesday , 27 May 2009 at 10:47 AM

    Soal Djengkol (jengkol) sebagai makanan saya tahu persis. Soalnya baunya terkenal amit-amit. Sehingga makanan khas ini pasti banyak dikenal sekaligus disiriki oleh banyak orang. Namun, kalau Djengkol sebagai nama suatu tempat saya jadi bego, rasanya. Lihat saja image yang saya capture dari Live Traffic Feed blog saya, yang kebeltulan sempat saya amati kemarin.

    djengkol

    Ada pengunjung blog saya yang mengakses dari suatu tempat bernama Djengkol, East Java, Indonesia ….. Kebetulan saya juga dari Jawa Timur, tetapi tetap saja nggak ngeh dimana itu tempat yang namanya si Djengkol …. anda tahu? Kirim kabar kesini ya …. atau, rekan pengunjung blog saya yang bener-bener punya alamat di Djengkol, kasih cerita langsung kesini saja, anda dimana keberadaannya?

    Kompetisi video game yang membuat matematika tak lagi menakutkan

    In aNak, bLog, country, e-gov, eKsekutif, global, hIdup, indonesia, informasi, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, mAhasiswa, mAnajemen, mAtematika, pEndidikan, pEringkat iNdonesia, saing, sumber daya, tEknologi iNformasi, teknologi on Tuesday , 26 May 2009 at 3:38 PM

    Takut sama matematika? Memang, siapa takut? Wong matematika bukan memedi (pocong) kok ya …

    megabowl

    Siapa bilang matematika adalah pelajaran yang menyeramkan? Dengan bantuan video game, belajar matematika akan menjadi jauh lebih menyenangkan. Bahkan sebuah kompetisi video game matematika yang bernama MegaBowl digelar di New York. Para pelajar mengikuti kompetisi ini dengan antusias. Mereka larut dalam dunia game multiplayer yang disebut Dimension M. Di sini mereka berkompetisi dalam tim untuk mengerjakan soal matematika dan adu strategi untuk mengalahkan tim lawan. Matematika di Dimension M mencakup matematika dasar hingga Aljabar II. “Mainkan game ini, kemudian kamu akan melihat bahwa jawabanmu benar dan mendapatkan poin. Ketika kamu berhasil menang berkat usaha kerasmu, rasanya sungguh luar biasa,” ujar seorang peserta kompetisi, dikutip dari News8austin, 26 Mei 2009.

    Game ini telah diujicobakan di beberapa wilayah New York City, Dallas dan Fort Lauderdale. Selain mendapat respon positif dari pelajar, guru matematika pun menyambut baik kehadiran game tersebut karena membantu memudahkan siswa dalam memahami pelajaran. “Kami melihat Florida sukses menerapkan hal ini, nilai matematika para pelajar meningkat pesat. Kami akan menggunakan video game dalam pelajaran matematika, ilmu alam, dan sosial. Kami ingin menciptakan situasi di mana pelajar mampu menguasai apa yang sedang mereka pelajari,” tandas Troy Fischer, dari Departemen Pendidikan New York City.

    Nah, begini lho seharusnya cara mengemas proses pembelajaran/pendidikan. Matematika pun bisa dikemas dalam context entertainment kok. Seru khan … Nggak selalu yang njlimet-njlimet itu sulit ditampilkan, sulit didekati, sulit disosialisasikan, cuma caranya bagaimana gitu yang jitu. Juga janganlah yang gebyar-gebyaran itu cuma idol-idolan penyanyi, penari, reality show , atau komedi nggak mutu itu ….. model game berbau matematika beginian ini khan mendorong prestasi siswa, harus digebyarkan, digencarkan ……… artinya bikin hiburan yang sekaligus meningkatkan kepintaran bermatematika atau ilmu lainnya, syukur-syukur juga meningkatkan kualitas kepribadian siswa!

    Eh, omong-omong mau nyoba game-nya ya? Klik saja disini ….

    Internet di daerah terpencil memang penting ….

    In bLog, e-gov, eKsekutif, global, hIdup, indonesia, informasi, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, mAteri kUliah, pEndidikan, pOlitik, pers, readiness, risiko, sumber daya, teknologi on Monday , 25 May 2009 at 6:00 AM

    Global Partnership on Output-Based Aid (GPOBA) melalui Bank Dunia memberikan hibah sebesar 1,9 juta dolar AS untuk pembangunan akses internet bagi masyarakat di daerah terpencil Jawa dan Sumatera. Bantuan hibah ditandatangani April 2009 lalu antara GPOBA dengan Pemerintah Indonesia yang diwakili Depkominfo. Kepala Pusat Informasi dan Humas Depkominfo Gatot S Dewa Broto dalam keterangan tertulis di Jakarta kemarin mengatakan, proyek pembangunan dan penyediaan akses internet ini merupakan pilot proyek yang pelaksanaannya di bawah tanggung jawab Ditjen Aplikasi Telematika (Aptel) Depkominfo.

    Menurutnya, bantuan diberikan untuk mendukung program Community Access Points (CAP) Ditjen Aptel dalam menyediakan Warung Masyarakat Informasi (Warmasif) agar masyarakat di suatu wilayah dapat melakukan komunikasi, akses informasi global, pemasaran usaha kecil menengah melalui internet, transaksi online dan akses perpustakaan digital. CAP yang didukung GPOBA akan didirikan di 222 pusat kecamatan di Sumatera dan Jawa.
    Bantuan GPOBA sejalan dengan upaya pemerintah meningkatkan akses informasi di daerah terpencil demi mendukung kegiatan perekonomian sekaligus mengembangkan potensi usaha kecil dan menengah serta mendorong keterbukaan bisnis,” ujar Gatot.

    Proyek GPOBA diharapkan dapat membantu percepatan pembukaan akses informasi dan penyediaan jasa akses telekomunikasi di Indonesia searah dengan sasaran dan target World Summit of Information Society (WSIS) di Geneva, Desember 2003. Pada WSIS, pemimpin bangsa-bangsa sepakat mengatasi kesenjangan digital dengan target bersama bahwa pada 2010 seluruh desa telah terhubung (angka teledensitas 15% atau sekitar 37 juta satuan sambungan telepon), dan terhubung dengan community access center pada 2015 (angka teledensitas 50%). Mohsen A Khalil (World Bank Group Director for Global Information and Communication Technologies) seperti dikutip Antara mengatakan, keberadaan komunikasi dan tehnologi informasi sangat efektif dalam memperluas layanan umum dan swasta bagi penduduk pedesaan dan daerah-daerah terpencil.

    Ya bener, internet daerah terpencil memang penting! Saya mengalami sendiri hidup di daerah terpencil, meski tidak dalam waktu yang lama/menetap, tetapi betapa terasakan situasi yang nggak lengkap tanpa kehadiran internet di daerah semacam itu. Kesenjangan digital nggak perlu dipertanyakan lagi, pasti nyata terjadi. Melengkapi listrik masuk desa, telepon masuk desa, air (PAM) masuk desa, televisi masuk desa, memang sudah saatnya intenet masuk desa. Meskipun sebenarnya, dengan meluasnya pemakaina HP di desa-desa terpencil, karena sudah terjangkau oleh BTS operator seluler, internet tentu juga dapat diakses. Meskipun terasa lamban dan mahal. Akses internet yang melalui line dan layanan yang memang didedikasikan untuk internet itulah yang diharapkan di desa-desa terpencil.

    Eh, ada nilai tambah? Jelas. Secara ekonomi, pendidikan dan sosial pasti ada nilai tambah positif. Ekses negatif? Ya, pasti juga ada pengaruh negatif kalau salah dan nggak proporsional menggunakannya, itulah perlunya edukasi yang baik dan benar. Bukan dengan cara melarang-larang. Desa jangan disepelekan lho, disana mayoritas rakyat Indonesia hidup dan bermukim, menyongsong masa depan yang lebih baik.

    Kenapa ya, YouTube kok masuk dalam daftar kelam Time?

    In bLog, country, e-goverment, indonesia, informasi, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, kOmputer, mAnajemen, money, pEndidikan, readiness, sumber daya, survai, tEknologi iNformasi, teknologi, uang on Wednesday , 20 May 2009 at 8:55 AM

    Kepopuleran YouTube ternyata tak menjamin kesuksesannya. Buktinya, situs berbagi video ini masuk dalam daftar 10 kegagalan terbesar dalam dekade terakhir versi majalah Time. Dalam daftar yang baru saja dirilis Time tersebut, ada 10 brand bercokol di deretan kegagalan-kegagalan terbesar selama 10 tahun terakhir ini. Yang mengejutkan bagi sebagian besar orang, namun tidak untuk beberapa ahli dan analis adalah masuknya situs berbagi video sebesar YouTube. Ya, YouTube masuk dalam daftar ini meski nama besarnya sudah tidak perlu diragukan lagi.

    Namun nama besar saja ternyata tidak cukup. Terbukti, Credit Siusse mengestimasi, dalam tahun ini YouTube akan kehilangan sebanyak US$ 470 juta merujuk pada biaya yang digunakan bagi penyimpanan dan bandwith yang dibutuhkan untuk menjalankan situs mereka. YouTube harus menaikkan pendapatannya 3 kali lipat agar bisa mengangkat dia dari keterpurukan. Analisis yang sama mengatakan, YouTube akan meraup US$ 240 juta, namun hanya naik 20% dibandingkan tahun 2008.

    YouTube hadir mengguncangkan dunia maya tidak dengan sebuah model pencari uang dari penjualan iklan atau menarik biaya dari konten premium. Rendahnya kualitas video yang disuguhkan YouTube adalah alasan besar kenapa para pemasar enggan memanfaatkannya untuk beriklan. The New York Times mengeluarkan pernyataan mengenai hal ini, “YouTube besar, tapi kebesarannya tidak membawa kesuksesan baginya“.

    Dikutip dari TechRadar dan Daftar kelam (Failure to Launch) dari majalah Time adalah:

    10_tech_vista

    Microsoft Vista

    Gateway

    HD DVD

    Vonage

    10_tech_youtube

    YouTube

    Sirius XM

    Microsoft Zune

    Palm

    Iridium

    Segway

    Apa yang dapat dikatakan soal ini? Terutama YouTube dan Microsoft Vista, seperti produk gagal saja! Dua produk ini, terkenal, besar, banyak pengguna, dan relatif bermanfaat, namun nggak menarik bagi pengiklan, nggak bisa menjaring keuntungan maksimum, artinya? Sepertinya kualitas produknya mungkin memang tidak maksimum (YouTube menampilkan kulaitas video yang tidak begitu baik, Microsoft Vista begitu berat, boros dan mengandung banyak ancaman kegagalan karena virus), sehingga kepopuleran semata ternyata bukanlah seperti putri cantik yang menarik pengiklan …. ya, kurang beruntunglah. Jadi, kalau ada yang merasa populer, besar dan hebat, hati-hati saja (terutama bagi politikus) belum tentu menarik hati bagi pihak lain …..

    Ya?

    Belajar dari “tumbangnya” layanan online Google

    In bLog, country, daya, e-goverment, eValuasi, global, indonesia, informasi, kOmputer, mAnajemen, pEndidikan, ranking, readiness, risk, sumber daya, tEknologi iNformasi, teknologi, uang on Sunday , 17 May 2009 at 1:19 PM

    Sebuah berita menarik menjelang weekend barusan:

    Raksasa internet Google melayangkan permintaan maaf pada para user setianya. Pasalnya, sebuah problem teknis yang terjadi di Google sempat membuat layanan online-nya terganggu termasuk mesin cari, Gmail, Google News dan YouTube. Layanan yang juga jadi tidak beres adalah Google Reader dan Google Analytic. Tak hanya menimpa user di Amerika Serikat, gangguan yang terjadi sekitar 1 jam ini juga menerpa pengguna Google di berbagai negara. Saat ini, layanan sudah berhasil dipulihkan kembali.

    Keluhan pun sempat memenuhi dunia maya seperti di situs Twitter. Banyak user Twitter berbagi kisah tentang betapa sulitnya memakai layanan Google. Ada yang tak bisa memakainya sama sekali dan ada pula yang complain terkait begitu lambatnya akses. Melalui blog resminya yang dilansir AFP, Google menjelaskan kalau sebuah error di sistem membuat mereka terpaksa  men-direct trafik web melalui Asia sehingga terjadilah kepadatan trafik. “Akibatnya, sekitar 14 persen user kami mengalami gangguan. Kami minta maaf dan kami akan bekerja lebih keras untuk memastikan masalah yang sama tidak akan terjadi lagi,” demikian permintaan maaf dari Google.

    Berbagai komentar pun berdatangan terkait gangguan itu mengingat dominannya posisi Google sebagai mesin cari utama. “Hal macam ini bisa menimpa semua pihak. Namun inilah mengapa dunia membutuhkan lebih dari satu mesin cari,” kata juru bicara dari Microsoft yang termasuk rival berat Google. Bukan kali ini saja layanan Google mengalami gangguan signifikan. Beberapa waktu lampau, layanan email Gmail juga sempat tak bisa diakses jutaan pemakainya.

    Apa yang ingin saya perhatikan?

    Begitulah dunia, perusahaan sekelas Google bukan jaminan pasti nggak bisa “down“. Orang banyak melihat bahwa layanan Google itu sangat perkasa, sehingga pasti untuk mempertahankannya perlu “kekuatan cadangan” berlipat-lipat, supaya jangan pernah anjlok sedetikpun. Karena hitungannya time is money, hilang sedetik saja sudah melayang sekian dollarnya. Belum lagi kalau sistemnya yang ambruk, betapa besar kerugian akan dideritanya. Tetapi, apa yang terjadi? Tetap mengalami tumbang juga, meski nggak lama. Jadi, tidak ada jaminan KEPASTIAN dalam level manusia, untuk sebuah teknologi yang digunakan. Sesuatu yang unpredictable yang tak pernah disangka-sangka sebelumnya bisa saja terjadi. Maka itulah perlu adanya jalan ALTERNATIF dan UPAYA KEDARURATAN DENGAN CONTINGENCY PLAN.

    Hikmah itu selesai di ranah teknologi informasi? Tentu tidak. Di jagad perpolitikan kita harus juga memahami hal ini. Ini penting, agar tidak terjadi masalah terkait “kegagalan”, “kecelakaan” maupun “kekagetan” dalam event-event kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Sebagai manusia kita tidaklah boleh sombong, meskipun secara individu ataupun kelompok punya kekuasaan yang besar, seperti Google itu. Tidak ada yang tidak mungkin dalam kehidupan ini. Kalau sekarang ada yang merasa PUNYA MANDAT yang besar, artinya lebih besar dari yang lain, justru kondisi inilah yang harus dilalui kelanjutannya dengan lebih hati-hati, waspada dan mestinya lebih amanah. Jangan sebaliknya, malah dengan kearogansiannya meyepelekan individu yang lain, ataupun kelompok lain. Memperjuangkan apa sih sebenarnya? Mari jalin persahabatan, pertemanan, perwarganegaraan dengan yang lain secara santun dan beretika. Jangan meremehkan sesuatu yang tak terduga. Percayalah, kejadian yang menimpa Google, sesungguhnya bisa menimpa siapa saja, individu, kelompok maupun institusi, pokoknya selama dunia masih berputar hal semacam ini bisa saja terjadi. Apalagi kalau hanya sekadar kekuasaan dan jabatan ….

    Hati-hati, ‘flu babi’ menyelinap lewat PDF

    In bLog, country, e-goverment, global, hIdup, indonesia, informasi, kOmputer, mAnajemen, pEndidikan, risiko, tEknologi iNformasi, teknologi on Thursday , 7 May 2009 at 8:22 PM

    Sebuah dokumen PDF berbahaya diketahui sedang beredar di internet. Flu babi jadi kedok dokumen itu untuk menyelinap ke komputer korbannya. Demikian pernyataan Symantec, 7 Mei 2009. Program jahat yang menyelinap bersama dokumen Adobe PDF itu menggunakan judul terkait flu babi untuk menipu korbannya.

    Malware ‘flu babi’ itu menyusup dalam dokumen ‘Swine influenza frequently asked questions.pdf‘. Jika menerima dokumen dengan judul itu, pengguna sebaiknya tidak membukanya. Jika dokumen ‘flu babi’ tersebut dibuka, kode berbahaya akan mengeksploitasi celah keamanan pada Adobe Acrobat Reader. Program jahat bernama InfoStealer pun akan segera menyusup ke komputer korban.

    Pengguna komputer harus terus memperhatikan best practice keamanan dengan membuat seluruh software keamanan dan software lain up-to-date. Mereka juga harus sangat berhati-hati ketika hendak membuka file dari sumber yang tidak dikenal,” tukas Ronnie Ng, Manager, System Engineering Indonesia & Singapore.

    Hati-hati ya terhadap “flu babi” yang jahat ini.

    Hasil survei: Internet lebih penting ketimbang makanan. Lho kok?

    In bLog, country, e-gov, hIdup, indonesia, informasi, kEluarga, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, lEgislatif, mAhasiswa, mAnajemen, money, nUrani, pEndidikan, pEringkat iNdonesia, pOlitik, readiness, sumber daya, survai, tEknologi iNformasi, teknologi on Wednesday , 6 May 2009 at 11:36 AM

    Resesi ekonomi memaksa sebagian rumah tangga memperkencang ikat pinggang. Namun barangkali karena sudah kadung cinta mati pada dunia maya, banyak keluarga di Inggris tak rela menghemat pengeluaran untuk internet. Malah mereka lebih memilih mengorbankan pengeluaran untuk makanan saja. Berdasarkan penelitian terbaru bertajuk Digital Families Report yang dibesut operator mobile O2, sekitar 11 juta keluarga di Inggris lebih memilih mengorbankan makanan untuk dihemat ketimbang internet. Para responden ditanyai menngenai item apa yang mereka pilih jika harus memperketat pengeluaran saat krisis.

    Internet tampaknya begitu penting perannya sehingga jadi hal yang paling tidak ingin dikorbankan dengan dukungan 67 persen responden. Di bawahnya adalah seragam sekolah (59 persen), liburan keluarga (24 persen) dan belanja makanan (24 persen). Penelitian ini juga mengungkap bahwa keluarga semakin keranjingan dengan teknologi. Buktinya, 40 persen keluarga di negeri Ratu Elizabeth ini mengakui pengeluaran untuk teknologi mencakup 10 persen dari anggaran keluarga setahun. Rata-rata keluarga di Inggris mempunyai 2,4 televisi, 1,6 komputer, 2,4 konsol game, 3 ponsel, dan 2,2 pemutar MP3. Demikian seperti diberitakan Metro, Kamis, 5 Mei 2009.

    Lho kok?

    Jadi ada perkembangan baru nhi. Makanan manusia itu khan fisik dan non fisik. Fisik ya dari makanan dan minuman. Non fisik ya dari yang dilihat, didengar, dan dirasa. Internet sekarang jadi yang paling dilihat dan didengar menggeser secara fisik ya, wah memang begitu ya …. kalau sudah ngenet lupa makan, lupa minum, lupa keluarga, dan banyak lagi. Anda juga begitu?

    Hacker telah mencuri data Jet Tempur terbaru Pentagon AS, diduga dari China!

    In bLog, country, eKsekutif, global, hAm, hIdup, indonesia, informasi, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, kOmputer, mAhasiswa, mAnajemen, militer, operasi, pEndidikan, pEringkat iNdonesia, pErtahanan, ranking, risiko, tEknologi iNformasi, teknologi, uang on Wednesday , 22 April 2009 at 10:31 AM

    twsj-f-35-01 Ribuan data rahasia pesawat tempur paling canggih milik AS F-35 Joint Strike Fighter dibobol hacker selama dua tahun terakhir. Pembobol berhasil mengacak-acak sistem elektronik pesawat itu melalui komputer-komputer kontraktor Pentagon yang bertugas merancang dan mengembangkan pesawat tersebut. Demikian diungkapkan sejumlah pejabat yang enggan disebutkan namanya karena sensitifnya kasus ini. Seperti dilaporkan CNN, Rabu, 22 April 2009, para hacker juga memasuki sistem kontrol lalu lintas Angkatan Udara AS. Mereka bahkan bisa mendapatkan informasi tentang lokasi penerbangan pesawat militer AS.

    Pesawat F-35 Joint Strike Fighter adalah pengembangan F-35 Lightning II. Pesawat baru ini dirancang menjadi pesawat tempur yang bisa digunakan bagi Angkatan Laut, Angkatan Darat, maupun Angkatan Udara. Projek pembuatan pesawat itu bernilai 300 miliar dollar AS.

    cnnartjsflockheedSebagian besar data yang dibobol seputar rancang bangun dan statistik kemampuan pesawat, termasuk sistem elektroniknya. Dengan data itu, pembobol bisa dengan mudah menggunakannya untuk membuat pesawat tandingan. Sementara itu, The Wall Street Journal menyatakan, hacker mampu menyalin beberapa terabyte data mengenai pesawat termahal itu. Satu terabyte adalah 1.000 gigabyte. “Tak pernah terjadi yang seperti ini,” kata seorang mantan pejabat.

    Belum jelas seberapa parah penerobosan tersebut atau siapa sesungguhnya para pencuri data itu, tapi data paling peka mengenai projek pesawat tempur dilaporkan disimpan di komputer yang aman dan tak tersambung ke internet. Wall Street mengutip beberapa mantan pejabat AS yang tak disebutkan jati diri mereka dan mengatakan serangan itu “tampaknya berasal di China”. Satu laporan belum lama ini dari Pentagon menyatakan, militer China telah membuat “kemajuan pasti” dalam pengembangan teknik bagi peningkatan perang online sebagai bagian dari upaya mengimbangi militer yang kurang berkembang.

    statitsitik-seranganData serangan ke jaringan komputer AS memang meningkat tajam. Pada tahun 2008 saja dilaporkan ada 18.050 serangan cybersecurity, dengan berbagai jenis serangan, seperti terlihat pada data statistik disamping. Mengapa kok banyak yang menyerang lewat internet/jaringan komputer, hayo kenapa?

    Padahal kita ketahui, pada awal April 2009, China telah membantah laporan The Wall Street Journal bahwa para pencuri data China dan Rusia telah berusaha mengirim virus ke dalam instalasi listrik AS.

    Wuah, hebat tuh hacker, dengan cari file-file F-35 JSF bisa membangun pesawat seperti itu. Kalau saja ada warganegara Indonesia yang punya kemampuan menerobos “jaringan musuh” dan kemudian “didedikasikan” untuk negara dan bangsa, kita jadi hebat juga lho … terutama bidang pertahanan maupun keamanan yang berbasis teknologi informasi. Tetapi jangan menerobos jaringan komputer ataupun mengacak-acak website milik bangsa sendiri ya, sayang lho …. love your country!

    Kalau negara ini baik (teknologi informasinya, jaringan komputernya) kita berharap warganegaranya juga dapat menikmati kehidupanan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang baik, aman, sejahtera. Begitu ya?

    Hati-hati spyware FBI bergentayangan …..

    In bLog, country, daya, e-goverment, indonesia, informasi, mAnajemen, operasi, pEndidikan, pEringkat iNdonesia, pers, sumber daya, tEknologi iNformasi on Tuesday , 21 April 2009 at 10:00 PM

    Hati-hati dengan FBI. Spyware mereka banyak bergentayangan. Ini bukan ancaman belaka, tapi memang sudah menjadi kenyataan. Biro penyelidikan Amerika Serikat FBI memang menggunakan program jahat dalam menangkap penjahat. Pengguna internet harus lebih waspada. Lembaga penyelidikan asal Amerika Serikat, memiliki banyak cara untuk meringkus penjahat. Salah satunya adalah menggunakan program jahat jenis Spyware. Jadi meringkus penjahat dengan cara jahat pula.

    Kasus terbaru yang terungkap mengenai penggunaan program jahat ini adalah untuk menangkap seorang pelaku pemerasan di AS. Dari ComputerWorld, edisi 18 April 2009, FBI diketahui menyusup ke komputer pelaku dan memasang program mata-mata itu. FBI menggunakan program bernama Computer and Internet Protocol Address Verifier (CIPAV) untuk mengidentifikasi komputer yang digunakan pelaku dalam memeras dua perusahaan besar, Verizon dan Comcast. Sang pelaku, Danny M. Kelly asal Massachusetts, memotong kabel milik dua perusahaan itu dan meminta imbalan uang untuk menghentikan aksinya. Setelah menyusup dalam komputer target, CIPAV akan mengirimkan pesan yang mengandung alamat IP dan MAC sasaran. Selain itu informasi lain, termasuk beberapa dari Registry, akan dikirimkan ke komputer milik FBI.

    Bagaimana cara FBI menyusupi komputer sasarannya dengan CIPAV yang mulai terkuat tahun 2007 itu? Berikut data-data yang dikumpulkan CIPAV dari komputer tyang terinfeksi:

    • IP address
    • Media Access Control address for the network card
    • List of open TCP and UDP ports
    • List of running programs
    • Operating system’s type, version and serial number (in Windows, the serial number is the 25-digit alphanumeric product activation key)
    • Default browser and its version
    • Default language of the operating system
    • Currently logged-in user (username) and registered company name (The latter is optional in Windows.)
    • Last visited URL

    Selengkapnya? Silakan baca sendiri disini.

    Jadi, sekarang mesti lebih hati-hati, jangan-jangan CIPAV sudah ditanam di komputer anda! Cek segera.

    Oh, IT KPU, sedih deh ……

    In bLog, e-goverment, eKsekutif, indonesia, informasi, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, kOmputer, mAhasiswa, mAnajemen, money, operasi, pEndidikan, pOlitik, sumber daya, tEknologi iNformasi, teknologi, uang on Tuesday , 21 April 2009 at 8:00 PM

    IT KPU:

    Sampai tanggal 21 April 2009, pukul 06.00, suara yang masuk ke Tabulasi Nasional KPU tercatat baru di kisaran 13 jutaan suara. Sementara target KPU sendiri, minimal 80 persen dari suara yang mencontreng dapat mereka tampung. Jumlah DPT pada Pemilu 2009 ini kurang lebih ada sekitar 171 juta, taruhlah ada 40 persen yang golput atau tak dapat kesempatan mencontreng. Dengan kata lain, ada sekitar 101 juta suara yang harusnya ditampung KPU.

    Padahal diikutsertakannya IT dalam Pesta Demokrasi lima tahunan ini sejatinya untuk lebih memudahkan dan mempercepat pekerjaan KPU, bukan malah sebaliknya. Alhasil, ketika hal itu terjadi beragam penilaian minor menyerang sistem TI KPU.

    Menurut saya:

    1. Sedih deh mendengarnya …

    2. Indonesia gudangnya pakar IT, ahli IT, jagoan telematika, komunitas IT, kalau IT KPU kayak begitu, apa kata dunia … Saya yakin mahasiswa yang sudah punya bekal/ilmu IT di Indonesia seabreg, dan saya yakin mau kalau betul-betul dilibatkan untuk mendukung JALANNYA sistem IT KPU.

    3. Meski bukan sebagai dasar legal untuk menentukan distribusi suara ke parpol, karena yang legal yang hitung manual, tetap saja nggak boleh meremehkan dan mengacuhkan manfaat tabulasi suara by IT KPU bagi banyak pihak, sehingga kalau macet begitu, kebangeten, dan sepertinya pengelola IT KPU meledek habis kaum IT yang bertebaran di berbagai kampus di Indonesia ataupun praktisi IT yang punya kompetensi hebat yang tersebar di pelbagai perusahaan besar itu …. kebangeten, jaman begini silat lidah doang. Saya percaya kalau perguruan tinggi/akademisi di Indonesia dilibatkan total sejak awal pasti lebih baiklah ….

    4. Masak sih, jargon “biar lambat asal selamat” yang sepertinya masih dianut IT KPU tetap dipertahankan terus menerus di jaman kayak begini, bukankah lebih cepat lebih baik, apalagi ditambah lebih akurat. Ya, kalau lambat terus bener-bener selamat, kalau nggak, malah jadi tergugat! Zaman modern, jargonnya mesti smart dong, cepat, selamat, dan akurat. Itu kalau mau maju ………

    5. Lalu, kalau pemilu by manual terus, kapan nyampainya ……….. e-vote sudah waktunya dipikirkan! Kalau nggak mau yang rumit dan nggak mampu dengan model itu, bukankah bisa dipikirkan ngitung suara berbasis SMS, sepertinya lebih cepat dan murah. Operator-operator telekomunikasi kita juga mampu mendukung kok. Saya yakin dari sekitar 500.000 TPS masih mampu dihandel by sms server. Apalagi HP juga sudah merakyat, tersebar merata di seluruh pelosok Indonesia. Masalah security? Ach, tinggal diatur by prosedur tetap yang konsisten, jelas dan tegas.

    6. Okelah, kita tahu Pemilu 2009 ini cukup rumit dan kompleks, namun kerumitan sistem pemilu ini apakah terus dianggap tetap merumitkan sistem IT? Mestinya (dan justru yang betul) bagaimana kerumitan sistem Pemilu itu DIPECAHKAN dan DISEDERHANAKAN dengan pendekatan IT, tanpa menurunkan kualitas dan validitas datanya!

    7. Ach, sedih deh mendengarnya. Bagaimana kita bisa maju dengan IT kalau begini terus ….

    Ronnie McDaniel menggugat Microsoft dan Google US$30.000.000 (Rp.30 Milyar), anda juga mau menggugat?

    In bLog, country, indonesia, informasi, kEwarganegaraan, kOmputer, mAhasiswa, mAnajemen, pEndidikan, pEringkat iNdonesia, pers, tEknologi iNformasi, teknologi on Tuesday , 21 April 2009 at 4:00 PM

    Ronnie McDaniel membuat berita, dia bersikeras menggugat Microsoft, Google dan Bill Gates setelah mengetahui e-mail pribadinya terblokir. Tak tanggung-tanggung, ia mengajukan gugatan senilai US$30.000.000 atau sekitar Rp 300 miliar. Dari berita TGDaily, 21 April 2009, pria asal Utah itu menuduh Microsoft dan Google telah sengaja memblokir e-mailnya. Outgoing e-mailnya telah dikunci dan keamanan akunnya dibobol tanpa sepengetahuannya. Dalam berkas tuntutannya, dia menyatakan bahwa emailnya terkunci, selain itu sistem keamanan email seperti password dan username miliknya telah dirusak tanpa dia ketahui sebelumnya. “Privasi saya di dunia internet telah terusik, sistem keamanan email pun telah dirusak secara sengaja dan pihak tergugat tidak memberikan solusi atas hal ini,” ujarnya.

    McDaniel juga menuduh dua perusahaan tersebut tidak memberikan solusi atas permasalahan yang menimpanya. Ia tidak mempertimbangkan kemungkinan adanya kesalahan teknis yang mengakibatkan e-mailnya bermasalah. Yang pasti, McDaniel begitu menggebu-gebu membawa permasalahan ini ke meja hijau. Tak hanya menuntut uang sebesar Rp 300 miliar, ia juga ingin pengadilan melakukan investigasi secara menyeluruh pada semua akun dan hal-hal lain yang terkait.

    Saat ini, McDaniel hanya menginginkan pengadilan atas kasus tuntutannya segera dilaksanakan. Dia pun meminta agar pihak tergugat mengganti kerugian yang dialaminya dengan uang sebesar USD30 juta. Beberapa pihak meragukan bahwa McDaniel akan bisa memenangkan kasus ini. Sebab, mereka ragu karena dia berdiri sendiri melawan pihak berkuasa. Bukan tidak mungkin, McDaniel akan kesulitan menghadapi konspirasi kedua perusahaan raksasa tersebut.

    Ini berita seru, atau sensasi ya? Soalnya kita pakai account email khan free, nggak bayar lho … tetapi asyik juga kalau gugatan ini berhasil, karena akan meruntuhkan hegemoni kedua perusahaan raksasa itu … tetapi betul pula kata para pengamat, apakah mereka berdua akan diam tanpa perlawanan, malu dong, perusahaan raksasa je … lagian, kalau gugatan ini berhasil akan menjadi preseden buruk bagi nasib kedua perusahaan itu ke depannya, apakah itu? Ya, tentu akan panen gugatan sejenis ini, karena kadang-kadang kita (dan banyak pengguna email lainnya) yang memang kesulitan dengan account emailnya karena beberapa sebab …. jelas privasi terganggu!

    Anda pernah mengalami khan? Terus, anda juga siap-siap menggugat? Pikir-pikirlah, wong gratisan kok mau nuntut segala ….

    Langganan majalah gratis? Nggak sulit kok dapatnya …

    In anggaran, bLog, country, daya, indonesia, informasi, kEwarganegaraan, kOmputer, mAhasiswa, mAnajemen, pEndidikan, pOlitik, sumber daya, survai, teknologi, uang on Wednesday , 15 April 2009 at 5:00 PM

    Mungkin anda sudah tahu, begitu mudahnya mendapatkan majalah gratis melalui internet. Cari melalui Google dengan kata kunci Free Subscription Magazine, isi form yang ditampilkan dengan sebisa mungkin datanya logis, lengkap dan (bagaimana caranya) dapat dipercaya. Modalnya? Ya, setidaknya sepotong alamat email yang meyakinkan. Tinggal tunggu majalah-majalah itu akan datang sendiri ke tempat anda. Kalaupun tidak dapat yang berbentuk printed (cetakan), setidaknya dapat yang digital.

    majalah_free

    Saya sudah melakukan hal ini, sehingga cukup banyak majalah yang datang ke rumah saya setiap bulannya. Beberapa majalah yang rutin saya terima dapat saya sebutkan disini, ialah: ORACLE, AVIATION MAINTENANCE, AVIONICS, InsideGNSS, Flight International, Business & Commercial Aviation, dan lain-lainnya. Juga beberapa majalah yang dalam bentuk digital dapat secara rutin saya unduh setiap bulan. Betul-betul gratis? Ya iyalah, mana mampu saya kalau dari gaji/income saya membayar langganan begitu banyak majalah.

    Caranya? Ya, seperti yang sebutkan di atas, modal searching dan email. Cuma ada sedikit saran nhi:

    1. Gunakan email yang aktif, karena suatu saat digunakan sebagai alamat pengecekan.

    2. Sedapat mungkin data “realistis” alias mendekati aslinya. Nomor telepon/HP usahakan apa adanya, karena suatu saat kita akan dikontak.

    3. Untuk majalah cetakan biasanya “lebih sulit” didapat daripada yang digital, tetapi tetap saja masih ada kemungkinan dapat majalah cetakan sepanjang isian data kita “dianggap/dinilai” dekat dengan tipe/jenis majalah yang kita sasar oleh penerbit.

    4. Majalah komersial bukan berarti nggak bisa diminta secara gratis. Penerbit umumnya sudah mengalokasikan sekian prosen dari oplah majalahnya untuk pelanggan yang berkategori free. Terutama dengan pendekatan profesi dan posisi sebagai pembaca potensial. Saya punya pengalaman langganan majalah free untuk majalah yang harga komersialnya US$10.

    5. Sekali lolos sebagai pelanggan free salah satu majalah, kita biasanya dapat dengan mudah mendapatkan majalah free lainnya. Bahkan ditawari secara periodik.

    6. Yang free memang kebanyakan majalah asing daripada majalah Indonesia.

    7. Kalau diminta daftar ulang jangan pernah ditunda-tunda, karena kalau ini terjadi langganan majalah kita akan distop.

    8. Buatlah data pribadi/riwayat hidup kita secara standar, konsiten dan meyakinkan bagi yang membacanya. Karena suatu saat kalau kita diminta isian data pada form lain lagi secara ulang nggak sulit/pusing untuk menjaga konsistensi data.

    9. Jangan pernah putus asa berburu majalah asing yang free, karena memang beberapa penerbit betul-betul menelusuri kelayakan/kepantasan kita untuk menerima majalah tersebut dengan pendekatan profesi, selalu banyak cara untuk meyakinkan penerbit semacam ini. Memang kadang-kadang referensi seorang teman menjadi cara mudah dan efektif untuk mendapatkan majalah semacam ini.

    Ok, selamat berburu majalah gratis lewat internet, semoga sukses.

    “Panopticon”, software yang memonitor pekerjaan anda, dimanapun anda berada!

    In bLog, damai, global, indonesia, informasi, kEluarga, kOmputer, mAnajemen, money, readiness, sumber daya, tEknologi iNformasi on Sunday , 12 April 2009 at 4:30 PM

    Manusia memang perlu dilihat dan diperhatikan.

    Merujuk kejatuhan Revolusi Industri, Jeremy Bentham, the English philosopher, kembali ke manajemen dasar untuk membangun sebuah bangunan yang menjadi batu sentuhan untuk arsitektur abad baru. Itulah yang disebut Panopticon, dia menyusun sel-sel penjara dalam bentuk semi lingkaran. Layout yang inovativ ini membuat kebutuhan penjaga/pengawas narapidana semakin sedikit. Dengan kata lain, hal ini memotong anggaran.

    Desain Panopticon tetap digunakan saat ini, dan tidak hanya di berbagai penjara di seluruh dunia. Sekarang bahkan diadaptasi untuk pabrik-pabrik dan kantor-kantor.

    Namun apa yang terjadi dengan abad informasi? Ketika para pekerja tidak selalu berada di depan hidung sang manajer, tetapi tetap bekerja dari rumah atau dimanapun mereka berada. Barangkali seraya bercanda dengan saudara atau kucingnya, atau mengetik dengan mendengarkan Ipod?  Dalam pandangan mata manajer, sepertinya mereka tidaklah bekerja sebagaimana harusnya seorang karyawan bekerja. Perlu ada kekhawatiran? Tidaklah.

    Sekarang ada software yang dapat berfungsi menjadi Panopticon baru.  Ini dapat memonitor para karyawan yang, terlihat asyik, sedang bekerja di depan komputernya. Ini juga dapat mengukur tingkat performance-nya dan langsung kelihatan siapa yang melakukan pekerjaannya dengan sangat baik.

    LiveOps, sebuah perusahaan yang tumbuh dengan cepat di Santa Clara, California, yang mengoperasikan apa yang disebut virtual call centers — agen-agennya bekerja dari rumah bahkan lintas negara — juga membuat software itu dapat menentukan tugas-tugas manajemen lainnya. Bagaimananpun inti penting software ini adalah mengarah pada penggunaan teknologi yang menghubungkan berbagai tempat kerja.

    Didrikan pada tahun 2000, LiveOps telah mempunya 20 ribu agen rumahan, semuanya kontraktor independen yang mempunyai order untuk produk-produk yang diiklankan pada acara TV malam hari, penjualan asuransi atau lainnya. Agen-agennya bahkan mengambil pesanan pizza juga. Jika ada badai khususnya di kota dan pesanan pizza susah dikirim karena nggak ada yang mau keluar, panggilan ke toko pizza dilewatkan ke agen LiveOps sampai ratusan mil jauhnya. (Remaja pengantar pizza tetap mempunyai keberanian menempuh hujan dan angin. Software tidak menyelesaiakan persoalan ini).

    The virtual call center memang bukanlah hal baru. Telah banyak perusahaan melakukan dengan cara ini, seperti Elance, oDesk dan Guru. Bahkan ada yang mengkhususkan seperti TopCoder dan RentACoder terhadap programer komputer.

    Bagaimana kisah lengkapnya? baca dengan cermat disini

    Seruan Komunitas TI Indonesia mengenai Pemilu 2009

    In bLog, country, dEmokrasi, e-goverment, indonesia, informasi, kEwarganegaraan, kOmputer, lEgislatif, mAhasiswa, mAnajemen, pEringkat iNdonesia, pOlitik, readiness, sumber daya, survai, tEknologi iNformasi on Thursday , 9 April 2009 at 12:27 PM

    Kepada Seluruh Rekan-Rekan Komunitas Teknologi Informasi di Tanah Air, Pemilu merupakan kegiatan akbar penyaluran aspirasi politik yang menentukan kemajuan bangsa Indonesia sehingga seluruh rakyat berkepentingan mendukung suksesnya pelaksanaan Pemilu 2009.

    komunitasti

    Dengan berbagai keterbatasan yang ada, rekan-rekan BPPT (sebagai Tim TI KPU) dan ID-SIRTII, bersama-sama dengan berbagai komunitas yang berhubungan dengan keamanan informasi, antara lain: Coder, Echo, Jasakom, Komunitas Keamanan Informasi (KKI), Virologi, dan komunitas lainnya berusaha meningkatkan keamanan TI Pemilu 2009 sesuai dengan kapasitas masing-masing.

    Kami menghimbau kepada siapapun yang merasa sebagai bagian dari bangsa Indonesia dan merasa memiliki negara ini, terutama rekan-rekan yang bergabung dalam berbagai komunitas teknologi informasi untuk bersama-sama menyukseskan Pemilu 2009 dengan cara:

    1. Tidak melakukan hal-hal yang berpotensi melanggar hukum, terutama UU ITE, terhadap sistem Pemilu dan infrastruktur yang digunakan.

    2. Memberikan berbagai masukan atau informasi yang diterima dari sumber manapun yang berkaitan dengan keamanan TI Pemilu 2009 ke nomer Hotline 087883728787, Fax : 021-56957634 atau email ke pemilu2009@echo.or.id pemilu2009@coder.web.id pemilu2009@jasakom.com pemilu2009@securityfirst.or.id pemilu2009@virologi.info

    Terimakasih atas kesediaan rekan-rekan meneruskan himbauan ini kepada rekan-rekan lainnya.

    Salam,

    Coder, Echo, Jasakom, KKI, Virologi dan Komunitas-Komunitas TI Lainnya

    Twitter rupanya disukai oleh yang tua ya?

    In bLog, country, e-goverment, hIdup, indonesia, informasi, kEwarganegaraan, kOmputer, mAnajemen, nUrani, pEndidikan, pEringkat iNdonesia, ranking, readiness, sumber daya, survai, tEknologi iNformasi on Tuesday , 31 March 2009 at 9:37 PM

    Twitter.com agaknya tetap tumbuh diantara popularitas dan kepentingan konsumennya dan dunia usaha. Terlihat dari pengunjung unik Twitter yang tetap naik 1382% jika mengacu pada tahun-ke-tahun pada periode waktu yang sama, yaitu dari 475,000 pengunjung unik pada February 2008 menjadi 7 juta pada February 2009, hal ini menunjukkan sebagai situs yang memiliki pertumbuhan tercepat dalam kategori komunitas keanggotaan untuk bulan itu. Zimbio dan Facebook saja masing-masing hanya tumbuh 240% dan 228%. Lihat sumber datanya:

    ggg

    Kecil tapi tetap tumbuh?

    Hanya saja para Twitterers (atau Tweeters) utamanya ternyata bukanlah remaja belasan tahun atau para mahasiswa sebagaimana yang diduga selama ini. Faktanya, kelompok terbesar pengguna Twitter berada pada rentang usia 35-49 tahun. Dengan total pengguna unik dari kelompok ini hampir 3 juta orang atau sekitar 41.7% dari seluruh pengguna Twitter. Data lainnya menunjukkan 62% pengguna situs ini datang dari perkantoran, sebaliknya yang dari rumah hanya35%.

    ddd

    Disukai oleh yang tua ya?

    Belum jelas betul, apakah kebisaan Twitter diakses melalu HP, Mobile Web ataupun SMS merupakan faktor kesuksesan situs jaringan sosial ini. Data bulan januari menunjukkan 735,000 pengunjung uniknya mengakses melalui HP, rata-rata  pengunjungnya menyambangi sebanyak 14 kali selama sebulan, dan rata-rata waktu kunjungannya selama 7 menit.

    Memang menarik melihat data perkembangan dan persaingan situs jejaring sosial. Facebook jelas sekarang dalam posisi leading dibandingkan situs jejaring sosial lainnya. Ini dapat dilihat dari jumlah penggunanya yang sangat fantastis di seluruh dunia, yang telah melampaui 100 juta orang! Tetapi sesungguhnya bagi kita lebih asyik lagi kalau mau melihat bagaimana upaya Twitter dalam “menghadapi” sang gurita Facebook:

    a. Anda penguna WordPress mungkin sudah mengetahui dan merasakan, bagaimana nikmatnya sekarang bisa dengan mudah”memajangkan bahkan mengawinkan antara Twitter dan WordPress.

    b. Yang lebih dahsyat lagi adalah bagaimana upaya Twitter “mendekati” stakeholder pendidikan di Inggris untuk memasukkan materi ke-Twitter-an dalam kurikulum sekolah di Inggris. Hebat khan? Jadi “ada pesan sponsor” ya di kurikulum sekolah Inggris nantinya?

    Ada yang mau “mengekor” usaha gaya Twitter ini?

    Peringkat kesiapan digital Indonesia merosot

    In bLog, country, dEmokrasi, e-gov, e-goverment, eKsekutif, global, ict, indeks, indonesia, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, lEgislatif, mAhasiswa, mAnajemen, pEndidikan, pEringkat iNdonesia, ranking, readiness, sumber daya, survai, tEknologi iNformasi on Wednesday , 11 February 2009 at 1:36 PM

    Peringkat Indonesia dalam hal kesiapan digital merosot. Di sisi lain, posisi negara tetangga seperti Singapura atau bahkan Vietnam justru meningkat. Daftar E-Readiness yang disusun The Economist untuk tahun 2007 menunjukkan beberapa perubahan. Namun untuk Indonesia perubahan itu boleh dibilang kurang baik. Dilihat dari nilai, skor Indonesia dibandingkan tahun 2006 bertahan pada angka 3,39. Tapi, dari sisi peringkat, Indonesia merosot lima peringkat ke posisi 67 dibanding posisi 62 di tahun sebelumnya. Posisi terunggul masih ditempati oleh Denmark, disusul oleh Amerika Serikat dan Swedia yang seri di posisi kedua.

    Meski masih didominasi negara Eropa, posisi 10 besar tahun 2007 kini diisi juga oleh dua negara Asia. Singapura melesat ke posisi 6 di banding posisi 13 tahun lalu. Sedangkan Hong Kong kini melesat ke posisi 4 dari posisi 10. Negeri jiran Malaysia juga mengalami peningkatan posisi dari 37 ke 36. Hal yang sama dialami Vietnam (66 ke 65) dan Filipina (56 ke 54). Meski posisi Indonesia boleh dibilang terpuruk, Indonesia mendapat pujian khusus dalam laporan tersebut. Terutama yang disoroti adalah bagaimana Yogyakarta bisa memanfaatkan teknologi informasi dengan baik. Misalnya dengan membuat hotspot di gedung DPRD yang digunakan anggota dewan untuk melakukan koordinasi lewat Instant Messaging saat rapat. Selain itu Yogya juga dipuji soal pemanfaatan SMS untuk mendapatkan tanggapan dari masyarakat terkait kebijakan pemerintah dan untuk menyebarkan informasi terkait kesehatan, terutama untuk mencegah penyebaran flu burung.

    Peringkat E-Readiness ini merupakan patokan bagaimana kesiapan sebuah negara dalam memanfaatkan potensi teknologi informasi. Beberapa faktor yang dilihat mencakup kondisi lingkungan e-business di sebuah negara, bagaimana pasar bisa meraih peluang di internet, konsumsi jasa serta perangkat teknologi informasi oleh individu dan bisnis, dan juga kebijakan pemerintah dan kesiapan hukum. Berikut daftar 10 besar peringkat E-Readiness serta posisi beberapa negara Asia Tenggara (laporan lengkapnya di www.eiu.com) : 1. Denmark, 2-3. Amerika Serikat dan Swedia, 4. Hongkong, 5. Swiss, 6. Singapura, 7. Inggris (United Kingdom), 8. Belanda, 9. Australia, 10. Finlandia, 36. Malaysia, 49. Thailand, 54. Filipina, 65. Vietnam, 67. Indonesia.

    Bagaimanakah komentar anda?

    Global E-Government 2007 : Indonesia Ranking 170

    In anggaran, bLog, country, dEmokrasi, e-gov, e-goverment, eKsekutif, global, ict, index, indonesia, informasi, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, lEgislatif, mAnajemen, mAteri kUliah, rank, ranking, readiness, risiko, saing, sumber daya, tEknologi iNformasi on Wednesday , 11 February 2009 at 1:28 PM

    Dalam bidang E-Gov ternyata Indonesia sampai tahun 2007 baru nangkring pada ranking 170 dari 198 negara yang diteliti. Anda tidak percaya? Silakan amati tabel berikut yang merupakan kajian dari tim pimpinan Darrell M. West (pengarang: Digital Government: Technology and Public Sector Performance, Princeton University Press, 2005) dari Brown University. Data lengkap telusuri di http://www.InsidePolitics.org/egovtdata.html

    E-Government Country Rankings, 2007 (with 2006 in parentheses)

    Untuk itu contohlah beberapa negara yang mendapatkan Best Practices of Top Government Sites, 2007. Mengapa dan bagaimana mereka kok bisa? Dan, mengapa dan bagaimana kita (Indonesia: Pemerintah dan rakyatnya) kok belum bisa ………

    1. South Korea
    South Korea earned the top spot among international e-government websites mainly on the strength of its online services. Every site surveyed contained online services, most notably the portal site, which contained in excess of eight hundred services. Not only do these sites contain a wealth of information and services, they are aesthetically pleasing and easy to navigate. In addition, the user experience is enhanced by large amount of multimedia content and interactive features offered. Most sites feature multimedia content, in the form of audio or video clips. Interactive features include almost universal use of feedback forms, user personalization, updates, and PDA access. Every site surveyed also contained some form of privacy policy.

    2. Singapore
    Singapore’s online government, SINGOV, boasts the slogan “Integrity, Service, Excellence,” and has proven true to those words. We ranked 32 sites for Singapore and it’s high scores placed this nation second in the world for effective e-Government. Singapore’s high rankings include 73 percent of its sites having online services, and all sites assessed had publications, databases, privacy policies and security policies. Forty-seven percent met the standards of W3C disability accessibility. The portal site is well-organized, with sections divided for “Government,” “Citizens & Residents,” “Businesses,” and “Non-Residents.” It also has useful links, an advanced site search engine, an RSS news feed, and a place where users can rate the website. They aim for “citizen-centric” services that target what people need and how to provide these easily online. The portal lives true to this service goal by providing 75 services available on their portal alone.

    3. Taiwan
    Taiwan’s MyEGov portal website is a well-organized, fully personalized online experience. It’s clean-cut appearance and colorful portal page adds to an overall effective online presence. We rated 26 different government sites set up by Taiwan. Fifty percent of these sites coded had online services. Taiwan scored 100 percent in the criteria of Publications, Databases, Privacy Policies, and Security Policies, meaning that all of the 26 sites rated had theses criteria included in each site. Half of its sites met W3C disability standards. Taiwan was far above average in having many difference services accomplishable entirely online. Sixty-six of such services were available from the portal website alone. Taiwan’s high ranking in the world reflects a nation that is technologically advanced and aware of the importance of e-government service today.

    4. United States
    The portal site of USA.gov, formerly FirstGov.gov, is an extensive database of useful information, links to state and federal agencies, and well over one hundred online services. USA.gov’s personalization by user type and search capabilities allow for easy access to this wealth of information. Unlike some other countries, most U.S. governmental sites do not follow a standard template, but most are well-designed and frequently updated. While some U.S. sites featured more services than others, almost half offered some kind of fully-executable online service. The presence of privacy policies and compliance with accessibility standards were also common among U.S. sites. In addition, many of these sites offered multimedia, in both audio and video form.

    5. Great Britain
    Great Britain’s online government system is well organized to provide citizens with the services they require. Their portal site boasts links that take you directly to some of the most popular online services and also organize a section of services based on population sects, links for “Young People,” “Parents,” “Disabled People,” “Over 50s,” “Britons living Abroad,” and “Caring for someone.” They also have a service menu link, “Do It Online,” that takes you to the over 25 government services that can be executed entirely over the Internet. Great Britain’s online government services make it easy to contact your local government, seek technological help, and search for information. Of the 26 British government sites accessed, 59 percent have online services, 96 percent have online publications and 89 percent have databases. They were also far above average in their site security development, with 89 percent of sites having privacy policies and 67 percent having security policies. The British sites stood out in terms of accessibility, with many sites available in foreign languages and 70 percent meeting the standards of W3C disability accessibility.

    Apakah anda dan saya siap menyumbang pemikiran untuk perbaikan ranking e-gov Indonesia? Ayo bersama kita bisa ….

    Skor konektivitas, Indonesia mana?

    In bLog, country, e-goverment, eKsekutif, global, ict, indeks, indonesia, kEpemimpinan, kOmputer, lEgislatif, mAnajemen, pEndidikan, pEringkat iNdonesia, rank, readiness, risiko, sumber daya, tEknologi iNformasi on Wednesday , 11 February 2009 at 1:13 PM

    Skor konektivitas adalah perintis perankingan teknologi komunikasi dan informasi (ICT) global yang mengukur keseluruhan pengguna, pebisnis dan pemerintahan dalam menggunakan teknologi konektivitas untuk bidang ekonomi dan sosial. Hal ini tidak seperti penelitian yang sudah ada, skor konektivitas mengukur kemanfaatan dan ketrampilan apa adanya, penggunaan software institusi dan aksesibilitas perempuan terhadap ICT. Hal ini juga mengartikulasikan keuntungan konektivitas secara eksplisit dalam kontribusinya terhadap bidang ekonomi dan sosial sesuai kebutuhan masing-masing negara.

    Pertumbuhan ekonomi didorong oleh inovasi bidang ekonomi yang tergantung pada penggunaan konektivitas, dimana efisiensi dan sumber daya dalam mendorong pengembangan sosial ekonomi memainkan peran penting untuk mendapatkan yang terbaik dari investasi konektivitas. Perhatikan tabel berikut yang menunjukkan tingkat skor konektivitas dari beberapa negara di dunia sebagai ukuran bagaimana pengembangan ekonomi dan sosial dipengaruhi oleh inovasi, efisiensi dan pemanfaatan sumber daya.

    Lha, Indonesia mana? Tak tahulah saya, tetapi kalau anda mau menelusuri penelitian ini lebih lanjut coba kunjungi

    http://www.connectivityscorecard.org/?utm_source=nsn-inter&utm_medium=banner&utm_content=content&utm_campaign=csmicro.

    Yang jelas, penelitian mereka menunjukkan bahwa bahkan untuk negara-negara yang mempunyai konektivitas terbaik seperti Amerika Serikat dan Swedia ternyata tidak mengeksploatasi ICT secara maksimum sesuai potensi yang dipunyai.

    Pembajakan ….. hak ciptanya mana?

    In bLog, country, e-goverment, global, indeks, indonesia, informasi, kEwarganegaraan, kOmputer, kOrupsi, mAhasiswa, mAnajemen, pEringkat iNdonesia, rank, saing, sumber daya, survai, tEknologi iNformasi on Monday , 9 February 2009 at 12:30 PM

    Pembajakan musik melalui internet kian merajalela. Apalagi, sekarang di internet ada model bisnis upload, share, dan earning. Hanya dengan upload apa saja (dan darimana saja itu file) akan dapat dollar. Ini suatu peluang yang menarik, sekaligus mengajak orang jadi pembajak secara halus.

    Gerah dengan kondisi yang menyebalkan ini, beberapa perusahaan rekaman besar mulai bersiap membabat tindak ilegal tersebut dengan beragam cara. Contoh nyata, di Irlandia, 4 perusahaan rekaman besar setuju bekerjasama dengan provider internet setempat untuk memerangi pembajakan musik. Dengan sebuah software, setiap orang yang men-download musik secara ilegal akan bisa ditelusuri jejaknya. Adalah EMI, Sony, Universal, dan Warner yang meminta Eircom, provider internet Irlandia melakukan langkah itu. Dengan software tersebut, jejak dari musik yang punya hak cipta yang disebarkan pada jaringan internet dapat dengan mudah dideteksi. Jika ada user yang meski diperingatkan terus nekat membajak, koneksi internetnya bisa diputus. Hal ini tentu saja sebagai bentuk antisipasi peningkatan pembajakan yang sangat merugikan industri musik. Langkah tersebut diklaim merupakan yang pertama kali di dunia. YahooNews pernah memberitakan pada hari Minggu (1/2/2009). Kesepakatan ini tentu saja menyenangkan para pemain bisnis rekaman dalam upaya mencegah pembajakan dan menyiasati kelesuan penjualan CD. Bila hal ini sudah benar terwujud, maka sepertinya warga Irlandia tidak bisa lagi seenaknya men-download atau berbagi lagu gratis.

    Bagaimana di Indonesia? Ya, dapat kita lihat sendiri dan kita rasakan sendiri. Bagaimana maraknya tindak ilegal ini … Memang kalau dirasakan beli CD/VCD/DVD musik/film yang original terasa mahal sekali di Indonesia, mengapa sih? Saya pikir-pikir, sebenarnya kalau pebisnis rekaman musik/film berani/mau menjual produknya yang original dan fresh seharga Rp.4.500,- saja (setara 1 liter premium) pasti sangat laku di negeri kita, dan otomatis pembajakan produk ini akan hilang, dan industri pembajakannya juga gulung tikar dengan sendirinya ya …. karena mutu dan harga jual bisa diadu, mending milih yang original, itu logikanya. Tapi kenyataan sekarang memang terasa mahal ya, itu produk yang original, apalagi dihadapkan dengan daya beli masyarakat yang relatif masih stagnan, mungkin malah turun … eh, jangan salah sangka, ini bukan berarti kita boleh membajak lho, tetap saja sebagai WNI Nomor 1, kita harus menjunjung tinggi Konstitusi dan aturan hukum yang berlaku. Say No for Pembajakan, Pembajak, Pemerbanyak tanpa ijin … Mending pinjam CD/VCD/DVD ke teman yang mampu beli original ya ….

    P.S. Untuk rekan mahasiswa yang pernah chating dengan saya soal bajak membajak lagu (.mp3) ya syukurlah kalau anda sekarang tidak membuka peluang download musik/film tanpa seijin pemilik hak cipta, bagi orang lain secara berbayar ataupun gratis.

    Ada apa dengan Google Maps dan Google Earth?

    In bLog, dEmokrasi, daya, e-goverment, global, ict, indeks, indonesia, kOmputer, mAnajemen, militer, operasi, pEndidikan, pEringkat iNdonesia, pErtahanan, readiness, risiko, sumber daya, tEknologi iNformasi on Tuesday , 3 February 2009 at 10:59 AM

    Sejak kasus terorisme meledak di Mumbai India beberapa waktu lalu, layanan peta online Google Earth dan Google Maps sering dituding kontroversial dan dapat cercaan dari berbagai pihak, termasuk dari beberapa profesor dari Jepang. Aplikasi tersebut dinilai membantu teroris menentukan target serangan. Bahkan ada wacana Google Earth dan Google Maps dilarang.

    Tuduhan yang bertubi-tubi ini, sungguh-sungguh menyesakkan pihak Google, perusahaan top dunia yang biasanya jarang merespons tudingan miring terhadap bisnis searching online kini mulai angkat bicara. Dengan tegas, Google membantah klaim banyak pihak bahwa Google Earth ataupun Google Maps menolong para teroris melakukan aksi kejinya. Meskipun para teroris memanfaatkannya, Google Earth maupun Google Maps tidak patut disalahkan. Ada cukup argumentasi, bahwa kemajuan teknologi selalu punya kemungkinan disalahgunakan. Jika Google Earth dan Google Maps dihilangkan, siapa yang bisa memberikan jaminan pasti serangan teroris mampu dicegah. Ataupun kejahatan lain yang berbasis teknologi informasi, semacam internet, bisa hilang, ah nggak mungkinlah.

    Kejahatan, cara tradisional ataupun lewat jalur internet, pakai Google Earth maupun Google Maps misalnya,  bermula dari dua faktor yang harus tersedia terlebih dahulu, yaitu NIAT dan KESEMPATAN. Kalau para pelaku kejahatan sudah punya niat, mereka bisa memakai sarana apa saja, termasuk perangkat teknologi seperti Google Earth/Google Maps. Karena memang dengan adanya sarana ini mereka punya kesempatan yang lebih terbuka. Tetapi keberadaan layanan ini bukan berarti secara otomatis meningkatkan kejahatan. Tergantung bagaimana kita memanfaatkannya dan memberi aturan yang standar, sehingga tidak disalahgunakan.

    Harus diakui, Google Earth maupun Google Maps terbukti mempunyai banyak manfaat. Bahkan baru-baru ini, Kepolisian Swiss dapat memanfaatkannya untuk membekuk pengedar ganja yang disembunyikan di tengah ladang jagung. Hebatnya, keberadaan barang terlarang tersebut terkuak berkat pengamatan dari Google Earth. Tak tanggung-tanggung, dari temuan ini polisi menyita 1,2 ton ganja, uang tunai dan barang-barang berharga senilai 900 ribu franch swiss serta menyeret 16 orang yang terlibat di dalamnya. Kepala bidang narkoba di Kepolisian Zurich mengatakan, ini merupakan penemuan yang menarik. Dimana penyelidikan tidak dilakukan dengan terjun langsung ke lapangan melainkan hanya dengan bantuan teknologi satelit yang dimiliki Google Earth.  Perkebunan terlarang tersebut memiliki luas sekitar 7.500 meter persegi dan disembunyikan di antara ladang jagung. Dengan dibongkarnya ladang ganja ini polisi berhasil menghentikan terulangnya kesuksesan penjualan 7 ton hashish dan ganja antara tahun 2004-2008 dengan perputaran uang senilai 3-10 juta francs tiap tahunnya.

    Nah, kembali ke masalah Google Earth maupun Google Maps, kita harusnya berfikir, apakah satu atau dua kasus penyalahgunaan layanan ini sudah bisa dijadikan ukuran untuk menutup layanan ini? Apakah kita tidak menyadari bahwa suatu produk teknologi pasti akan diikuti efek samping munculnya pemanfaatan teknologi tersebut yang tidak sesuai tujuan mulia (awalnya) penemuan teknologi itu. Ingat penemuan Einstein ataupun Newton. Itu semua dikarenakan selalu saja ada manusia jahat dan baik di dunia ini. Jadi jangan teknologinyalah yang diberangus.

    10 Strategi pemasaran via internet

    In anggaran, bLog, country, e-goverment, eKsekutif, global, indeks, index, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, kOmputer, mAnajemen, mAteri kUliah, money, pEndidikan, polling, ranking, sumber daya, tEknologi iNformasi, teknologi on Monday , 2 February 2009 at 9:46 AM

    Saya barusan dapat email dari John Wylie, dia seorang musisi Florida, dari negerinya Barack Obama, yang telah berhasil masuk dalam jaringan pemasaran dunia lewat internet. Dia mau ngajarin saya (kita juga ya) 10 strategi pemasaran via internet. Ya, saya sharing buat semuanya saja … siapa tahu bermanfaat. Ini sudah hasil terjemahannya, sorry kalau ada bahasanya yang agak belepotan … maklum nggih …..

    1. Mencari mitra bisnis strategis. Mencari orang yang memiliki tujuan yang sama. Anda dapat jalur perdagangan, berbagi info pemasaran, transaksi jual paket, dll.

    2. Beri nama merek dan bisnis yang anda lakukan secara jelas. Anda dapat dengan mudah melakukan hal ini dengan hanya menulis artikel dan menyerahkannya ke e-Zines atau situs web untuk republishing.

    3. Mulailah melakukan pelelangan pada situs web Anda. Jenis pelelangan dapat berhubungan dengan tema situs Anda. Anda akan menarik lalu lintas dari auctioneers dan bidders. Peserta lelang dan orang yang melelangkan adalah aset yang baik.

    4. Jangan lupa untuk mengambil sedikit waktu dari hari libur atau minggu untuk brainstorming. Ide-ide baru biasanya muncul diantara pemahaman masalah perbedaan antara keberhasilan dan kegagalan.

    5. Model bisnis lainnya yang berhasil atau orang yang telah berhasil, aculah. Bukan berarti meng-copy apa adanya, tetapi terapkan beberapa praktek kebiasaan yang sama yang telah membuat mereka sukses.

    6. Berani mengambil resiko untuk meningkatkan bisnis Anda. Kadang-kadang suatu usaha tidak ingin beriklan kecuali gratisan, terkadang juga anda harus keluar uang (dengan beriklan) untuk mendapatkan hasil.

    7. Masukkan kata-kata emosi dalam iklan. Gunakan yang cukup polpuler dan menyentuh, seperti kasih, keamanan, bantuan kemanusiaan, kebebasan, senang, kepuasan, kesenangan, dll .

    8. Meminta orang yang online untuk memeriksa/mengkomentari situs web Anda. Anda dapat menggunakan komentar itu untuk meningkatkan web Anda. Situs atau komentar anda dapat menghidupkan reviewer menjadi pelanggan.

    9. Suatu sasat anda harus berani memutuskan keluar dari pekerjaan awal anda. Anda akan menghemat jumlah biaya untuk membayar karyawan yang berlebihan. Karena anda bisa banyak berperan langsung, sebagai sekretaris, akuntansi, pemasaran, dll.

    10. Menggabungkan produk dan layanan yang sama dalam menangani paket, dapat meningkatkan penjualan. Jika Anda menjual buku, dapat menawarkan pula satu jam konsultasi dengannya tanpa biaya.

    Silakan ditelaah 10 strategi tersebut di atas, gabungkan otak dan hati, serta sedikit ketrampilan teknis komputer untuk menerapkannya. Selamat mencoba.

    Alexa 1000 Top Website 2008 (Bagian 4)

    In bLog, country, e-goverment, global, hIdup, ict, index, indonesia, informasi, kOmputer, mAnajemen, pEndidikan, pEringkat iNdonesia, rank, risk, tEknologi iNformasi on Friday , 23 January 2009 at 10:36 AM

    Saya barusan dapat daftar ranking website dunia Tahun 2008 dari Alexa. Kalau dilihat daftar yang saya punyai itu memuat sampai 65.536 website (wuahh banyak banget). Ini tentu belum menampung semua website yang dimonitor Alexa. Untuk data Top Website Dunia Tahun 2008 yang saya cukil dari Alexa itu, cukup saya tampilkan 1.000 saja disini. Itu pun saya buat 4 seri, biar nggak capek mencari dan menelisiknya.

    Oh ya, dari data ini, adakah website anda? Atau ada website kesukaan anda? Coba anda perhatikan.

    751,google.com.kw ; 752,orbitdownloader.com ; 753,centrum.cz ; 754,keepvid.com ; 755,daqi.com ; 756,sonyericsson.com ; 757,lokalisten.de ; 758,wrzuta.pl ; 759,buscape.com.br ; 760,kompas.com ; 761,nikkei.co.jp ; 762,rockyou.com ; 763,sulekha.com ; 764,freeonlinegames.com ; 765,kapook.com ; 766,blogchina.com ; 767,nhl.com ; 768,lequipe.fr ; 769,wareseeker.com ; 770,csdn.net ; 771,foodnetwork.com ; 772,fanbox.com ; 773,webs.com ; 774,nickjr.com ; 775,costco.com ; 776,amazon.fr ; 777,advmaker.ru ; 778,vietnamnet.vn ; 779,gamer.com.tw ; 780,z5x.net ; 781,imvu.com ; 782,tigerdirect.com ; 783,rivals.com ; 784,focus.cn ; 785,americanas.com.br ; 786,marktplaats.nl ; 787,google.com.ly ; 788,nnm.ru ; 789,associatedcontent.com ; 790,constantcontact.com ; 791,songs.pk ; 792,pandora.tv ; 793,magicmovies.com ; 794,cncnet.net ; 795,agame.com ; 796,jacquielawson.com ; 797,samsung.com ; 798,kohls.com ; 799,rottentomatoes.com ; 800,pcauto.com.cn ; 801,ppstream.com ; 802,virginmedia.com ; 803,etsy.com ; 804,hotlinkimage.com ; 805,bigfishgames.com ; 806,programas-gratis.net ; 807,mcafee.com ; 808,stumbleupon.com ; 809,reunion.com ; 810,iza.ne.jp ; 811,symantecstore.com ; 812,intel.com ; 813,rtl.de ; 814,smh.com.au ; 815,directoriowarez.com ; 816,ekolay.net ; 817,vente-privee.com ; 818,netload.in ; 819,amazon.cn ; 820,google.com.do ; 821,indeed.com ; 822,beemp3.com ; 823,tbs.co.jp ; 824,google.hr ; 825,pch.com ; 826,nbc.com ; 827,pornhost.com ; 828,americanexpress.com ; 829,videobox.com ; 830,addthis.com ; 831,jeeran.com ; 832,popularscreensavers.com ; 833,fc2web.com ; 834,dancingsantacard.com ; 835,sedoparking.com ; 836,ebay.ca ; 837,4chan.org ; 838,southwest.com ; 839,novinky.cz ; 840,sony.com ; 841,mainichi.jp ; 842,google.bg ; 843,skyblog.com ; 844,kinghost.com ; 845,nikkeibp.co.jp ; 846,japanpost.jp ; 847,impresionesweb.com ; 848,yuvutu.com ; 849,tabnak.ir ; 850,santabanta.com

    851,nypost.com ; 852,citysearch.com ; 853,6rb.com ; 854,geocities.co.jp ; 855,freshteen.biz ; 856,travian.com ; 857,pcgames.com.cn ; 858,gazeta.pl ; 859,o2.pl ; 860,with2.net ; 861,yuku.com ; 862,linksynergy.com ; 863,gnavi.co.jp ; 864,mthai.com ; 865,supernovatube.com ; 866,lenta.ru ; 867,google.cz ; 868,woot.com ; 869,auto.ru ; 870,muyzorras.com ; 871,empas.com ; 872,yobt.com ; 873,ciao.de ; 874,topix.com ; 875,urbandictionary.com ; 876,gismeteo.ru ; 877,wikihow.com ; 878,ynet.co.il ; 879,sina.com ; 880,arcor.de ; 881,orbitz.com ; 882,divx.com ; 883,askmen.com ; 884,ath.cx ; 885,mail.com ; 886,bdr130.net ; 887,incentaclick.com ; 888,aol.co.uk ; 889,tgbus.com ; 890,domaintools.com ; 891,pokeherstars.com ; 892,5d6d.com ; 893,eskimotube.com ; 894,zombie.jp ; 895,zango.com ; 896,tracking101.com ; 897,sfgate.com ; 898,armorgames.com ; 899,alot.com ; 900,filehippo.com ; 901,hoopchina.com ; 902,prizee.com ; 903,wenxuecity.com ; 904,esmas.com ; 905,shopzilla.com ; 906,nasa.gov ; 907,privalia.com ; 908,google.com.qa ; 909,acer.com ; 910,kijiji.ca ; 911,pcworld.com ; 912,altavista.com ; 913,zappos.com ; 914,wikimediafoundation.org ; 915,nu.nl ; 916,ticketmaster.com ; 917,home.ne.jp ; 918,weather.gov ; 919,autohome.com.cn ; 920,cinetube.es ; 921,shaadi.com ; 922,joins.com ; 923,nhk.or.jp ; 924,travelocity.com ; 925,booking.com ; 926,twistys.com ; 927,travian.co.id ; 928,oi.com.br ; 929,blogcu.com ; 930,123tonosgratis.com ; 931,cookpad.com ; 932,smileycentral.com ; 933,findstuff.com ; 934,raaga.com ; 935,ca.gov ; 936,cafepress.com ; 937,alipay.com ; 938,welt.de ; 939,howstuffworks.com ; 940,blocket.se ; 941,panoramio.com ; 942,wixawin.com ; 943,dangdang.com ; 944,canalblog.com ; 945,euros4click.de ; 946,homedepot.com ; 947,carview.co.jp ; 948,ft.com ; 949,azlyrics.com ; 950,google.lk

    951,asahi.com ; 952,cduniverse.com ; 953,flixster.com ; 954,freemail.hu ; 955,snap.com ; 956,caribbeancom.com ; 957,freeze.com ; 958,buzznet.com ; 959,pornaccess.com ; 960,angelfire.com ; 961,forumer.com ; 962,abril.com.br ; 963,bitcomet.com ; 964,pornbb.org ; 965,premierleague.com ; 966,nikkansports.com ; 967,quizyou.net ; 968,blogsky.com ; 969,gamezer.com ; 970,rutube.ru ; 971,uploading.com ; 972,cnbc.com ; 973,ccbill.com ; 974,travian.com.tr ; 975,readme.ru ; 976,vg.no ; 977,games2girls.com ; 978,aol.de ; 979,filestube.com ; 980,blackplanet.com ; 981,multi-pops.com ; 982,cox.com ; 983,meristation.com ; 984,businessweek.com ; 985,alarabiya.net ; 986,focus.de ; 987,info-ad.de ; 988,indexite.ru ; 989,dada.net ; 990,fujitv.co.jp ; 991,startpagina.nl ; 992,discovery.com ; 993,eenadu.net ; 994,noaa.gov ; 995,btmon.com ; 996,ddo.jp ; 997,surveymonkey.com ; 998,love21cn.com ; 999,pixnet.net ; 1000,myfuncards.com

    Lihat, Bagian : 1 , 2 , 3 , 4

    Alexa 1000 Top Website 2008 (Bagian 3)

    In bLog, global, indeks, indonesia, kOmputer, mAnajemen, operasi, pEringkat iNdonesia, rank, survai, tEknologi iNformasi on Thursday , 22 January 2009 at 9:42 AM

    Saya barusan dapat daftar ranking website dunia Tahun 2008 dari Alexa. Kalau dilihat daftar yang saya punyai itu memuat sampai 65.536 website (wuahh banyak banget). Ini tentu belum menampung semua website yang dimonitor Alexa. Untuk data Top Website Dunia Tahun 2008 yang saya cukil dari Alexa itu, cukup saya tampilkan 1.000 saja disini. Itu pun saya buat 4 seri, biar nggak capek mencari dan menelisiknya.

    Oh ya, dari data ini, adakah website anda? Atau ada website kesukaan anda? Coba anda perhatikan.

    501,wunderground.com ; 502,news.com.au ; 503,babylon.com ; 504,expedia.com ; 505,detik.com ; 506,myvideo.de ; 507,brazzersnetwork.com ; 508,nokia.com ; 509,time.com ; 510,mobile.de ; 511,thesun.co.uk ; 512,yimg.com ; 513,hornymatches.com ; 514,atwiki.jp ; 515,wordreference.com ; 516,tripadvisor.com ; 517,youjizz.com ; 518,hubpages.com ; 519,gladiatus.com ; 520,worldofwarcraft.com ; 521,myegy.com ; 522,google.no ; 523,verizonwireless.com ; 524,boston.com ; 525,ultimate-guitar.com ; 526,myway.com ; 527,overstock.com ; 528,rakuten.ne.jp ; 529,winamp.com ; 530,spb.ru ; 531,technorati.com ; 532,bizrate.com ; 533,argos.co.uk ; 534,tu.tv ; 535,timesonline.co.uk ; 536,slickdeals.net ; 537,gametrailers.com ; 538,google.co.kr ; 539,discuss.com.hk ; 540,startimes2.com ; 541,aol.fr ; 542,ebay.es ; 543,pornotube.com ; 544,globe7.com ; 545,girlsgogames.com ; 546,bharatstudent.com ; 547,chinaren.com ; 548,imagefap.com ; 549,newgrounds.com ; 550,clubpenguin.com ; 551,sun.com ; 552,whitepages.com ; 553,classmates.com ; 554,wachovia.com ; 555,saatchi-gallery.co.uk ; 556,tnaflix.com ; 557,adult-empire.com ; 558,fotka.pl ; 559,usatoday.com ; 560,tv.com ; 561,capitalone.com ; 562,avg.com ; 563,keyrun.com ; 564,cox.net ; 565,media-servers.net ; 566,komli.com ; 567,accuweather.com ; 568,uwants.com ;569,mobile9.com ; 570,plala.or.jp ; 571,zimbio.com ; 572,perezhilton.com ; 573,walla.co.il ; 574,msn.co.jp ; 575,as.com ; 576,enet.com.cn ; 577,mihanblog.com ; 578,btjunkie.org ; 579,gc.ca ; 580,xrea.com ; 581,gaiaonline.com ; 582,iij4u.or.jp ; 583,agesage.jp ; 584,gmarket.co.kr ; 585,goal.com ; 586,cctv.com ; 587,oricon.co.jp ; 588,doctissimo.fr ; 589,moneycontrol.com ; 590,met-art.com ; 591,earthlink.net ; 592,exbii.com ; 593,information.com ; 594,zanox.com ; 595,duowan.com ; 596,mixx.com ; 597,google.com.bd ; 598,icicibank.com ; 599,yelp.com ; 600,blogbus.com

    601,m-w.com ; 602,tistory.com ; 603,cloob.com ; 604,allocine.fr ; 605,juegos.com ; 606,king.com ; 607,azet.sk ; 608,pandora.com ; 609,jibjab.com ; 610,cdiscount.com ; 611,no-ip.com ; 612,pantip.com ; 613,17173.com ; 614,yellowpages.com ; 615,sears.com ; 616,limewire.com ; 617,bahn.de ; 618,gyao.jp ; 619,directtrack.com ; 620,surfthechannel.com ; 621,victoriassecret.com ; 622,abcnews.go.com ; 623,esnips.com ; 624,tiscali.it ; 625,clarin.com ; 626,vimeo.com ; 627,toysrus.com ; 628,impress.co.jp ;629,bitefight.org ;630,shoplocal.com ; 631,ctrip.com ; 632,usagc.org ; 633,rbc.ru ; 634,mozilla.org ; 635,bramjnet.com ; 636,msn.fr ; 637,myhotcomments.com ; 638,flurl.com ; 639,ea.com ; 640,terra.es ; 641,sexsearchcom.com ; 642,atdmt.com ; 643,dreammovies.com ; 644,superpages.com ; 645,mercadolibre.com.ve ; 646,thottbot.com ; 647,ebuddy.com ; 648,pixmania.com ; 649,ngoisao.net ; 650,persianblog.ir ; 651,89.com ; 652,jcpenney.com ; 653,comdirect.de ; 654,freenet.de ; 655,nick.com ; 656,aufeminin.com ; 657,mlb.com ; 658,elpais.com ; 659,tinyurl.com ; 660,sub.jp ; 661,overture.com ; 662,play.com ; 663,wow-europe.com ; 664,adbrite.com ; 665,pchome.com.tw ; 666,sky.com ; 667,leonardo.it ; 668,xici.net ; 669,paran.com ; 670,slutload.com ; 671,bangbros.com ; 672,sanspo.com ; 673,forumfree.net ; 674,lide.cz ; 675,google.com.ec ; 676,skysports.com ; 677,naughtyamerica.com ; 678,aftonbladet.se ; 679,indianrail.gov.in ; 680,hdfcbank.com ; 681,livesex.com ; 682,google.sk ; 683,voila.fr ; 684,hinet.net ; 685,wowarmory.com ; 686,marketwatch.com ; 687,bangbrosnetwork.com ; 688,orf.at ; 689,immobilienscout24.de ; 690,softlayer.com ; 691,blogcatalog.com ; 692,allrecipes.com ; 693,itrack.it ; 694,youku.com/user/signup ; 695,cams.com ; 696,51job.com ; 697,cam4.com ; 698,rapidshare.de ; 699,stardoll.com ; 700,google.co.ma

    701,megarotic.com ; 702,cncmax.cn ; 703,pagesjaunes.fr ; 704,21cn.com ; 705,heberjahiz.com ; 706,shockwave.com ; 707,everythinggirl.com ; 708,google.com.ng ; 709,tmz.com ; 710,webmd.com ; 711,gamestop.com ; 712,ipicture.ru ; 713,singlesnet.com ; 714,java.com ; 715,deezer.com ; 716,allabout.co.jp ; 717,literotica.com; 718,google.co.nz ; 719,custhelp.com ; 720,hattrick.org ; 721,avast.com ; 722,loadingvault.com ; 723,game2.cn ; 724,buy.com ; 725,chinamobile.com ; 726,alisoft.com ; 727,laredoute.fr ; 728,yomiuri.co.jp ; 729,drudgereport.com ; 730,t-mobile.com ; 731,barnesandnoble.com ; 732,charter.net ;733,koubei.com ; 734,opera.com ; 735,utorrent.com ; 736,adtech.info ; 737,quelle.de ; 738,directaclick.com ; 739,amazonaws.com ; 740,advertising.com ; 741,gsmarena.com ; 742,auction.co.kr ; 743,evite.com ;744,gazzetta.it ; 745,imlive.com ; 746,oneindia.in ; 747,szn.cz ; 748,mediaset.it ; 749,ime.nu ; 750,ndtv.com

    Lihat, Bagian : 1 , 2 , 3 , 4

    Alexa 1000 Top Website 2008 (Bagian 2)

    In bLog, country, global, ict, indonesia, informasi, kOmputer, mAnajemen, rank, tEknologi iNformasi on Wednesday , 21 January 2009 at 9:52 AM

    Saya barusan dapat daftar ranking website dunia Tahun 2008 dari Alexa. Kalau dilihat daftar yang saya punyai itu memuat sampai 65.536 website (wuahh banyak banget). Ini tentu belum menampung semua website yang dimonitor Alexa. Untuk data Top Website Dunia Tahun 2008 yang saya cukil dari Alexa itu, cukup saya tampilkan 1.000 saja disini. Itu pun saya buat 4 seri, biar nggak capek mencari dan menelisiknya.

    Oh ya, dari data ini, adakah website anda? Atau ada website kesukaan anda? Coba anda perhatikan.

    251,onemanga.com ; 252,brazzers.com ; 253,google.ro ; 254,ebay.fr ; 255,wer-kennt-wen.de ; 256,tuenti.com ; 257,seesaa.net ; 258,google.cl ; 259,dtiblog.com ; 260,ameba.jp ; 261,msplinks.com ; 262,mercadolivre.com.br ; 263,anonym.to ; 264,6.cn ; 265,zylom.com ; 266,disney.go.com ; 267,youdao.com ; 268,aweber.com ; 269,softonic.com ; 270,sendspace.com ; 271,badongo.com ; 272,download-provider.com ; 273,zedo.com ; 274,ups.com ; 275,msn.ca ; 276,126.com ; 277,verizon.net ; 278,jugem.jp ; 279,travian.ae ; 280,usercash.com ; 281,theplanet.com ; 282,rr.com ; 283,foxnews.com ; 284,xinhuanet.com ; 285,xtube.com ; 286,reuters.com ; 287,bankofamerica.com ; 288,softpedia.com ; 289,verycd.com ; 290,symantec.com ; 291,filefactory.com ; 292,pchome.net ; 293,wamba.com ; 294,wikia.com ; 295,in.com ; 296,brothersoft.com ; 297,usps.com ; 298,freelotto.com ; 299,nfl.com ; 300,it168.com ; 301,pcpop.com ; 302,commentcamarche.net ; 303,skype.com ; 304,spankwire.com ; 305,bild.de ; 306,leo.org ; 307,hurriyet.com.tr ; 308,justin.tv ; 309,milliyet.com.tr ; 310,foxsports.com ; 311,xtendmedia.com ; 312,linternaute.com ; 313,dantri.com.vn ; 314,zaycev.net ; 315,torrents.ru ; 316,qip.ru ; 317,google.com.my ; 318,google.ae ; 319,marca.com ; 320,kakaku.com ; 321,dmm.co.jp ; 322,marketgid.com ; 323,last.fm ; 324,incredimail.com ; 325,att.com ; 326,y8.com ; 327,hulu.com ; 328,exblog.jp ; 329,runescape.com ; 330,match.com ; 331,advertserve.com ; 332,it.com.cn ; 333,rapidlibrary.com ; 334,china.com ; 335,liveinternet.ru ; 336,letitbit.net ; 337,cartoonnetwork.com ; 338,newegg.com ; 339,rmxads.com ; 340,fling.com ; 341,bangbros1.com ; 342,slide.com ; 343,google.co.hu ; 344,xanga.com ; 345,t-online.de ; 346,paipai.com ; 347,ovguide.com ; 348,zing.vn ; 349,archive.org ; 350,over-blog.com

    351,guardian.co.uk ; 352,naukri.com ; 353,repubblica.it ; 354,ikea.com ; 355,google.co.il ; 356,cocolog-nifty.com ; 357,freeones.com ; 358,google.dk ; 359,careerbuilder.com ; 360,myfreepaysite.com ; 361,leboncoin.fr ; 362,imagebam.com ; 363,livedoor.biz ; 364,forumcommunity.net ; 365,sanook.com ; 366,people.com ; 367,fanfiction.net ; 368,wowhead.com ; 369,yaplog.jp ; 370,meinvz.net ; 371,chip.de ; 372,123greetings.com ; 373,tripod.com ; 374,wwe.com ; 375,google.ie ; 376,excite.co.jp ; 377,soufun.com ; 378,torrentreactor.net ; 379,payserve.com ; 380,bigpoint.com ; 381,mynet.com ; 382,debonairblog.com ; 383,ebay.com.au ; 384,tradedoubler.com ; 385,so-net.ne.jp ; 386,google.fi ; 387,bloomberg.com ; 388,cyworld.com ; 389,addictinggames.com ; 390,washingtonpost.com ; 391,mozook.com ; 392,interia.pl ; 393,freewebs.com ; 394,maxporn.com ; 395,irctc.co.in ; 396,altervista.org ; 397,musica.com ; 398,douban.com ; 399,myyearbook.com ; 400,xe.com ; 401,xbox.com ; 402,alimama.com ; 403,spiegel.de ; 404,iwiw.hu ; 405,ehow.com ; 406,circuitcity.com ; 407,sify.com ; 408,ynet.com ; 409,thefreedictionary.com ; 410,yam.com ; 411,neopets.com ; 412,telegraph.co.uk ; 413,stc.com.sa ; 414,ninemsn.com.au ; 415,nextag.com ; 416,latimes.com ; 417,plentyoffish.com ; 418,priceminister.com ; 419,ikariam.com ; 420,videosz.com ; 421,dailymail.co.uk ; 422,secureserver.net ; 423,ggpht.com ; 424,feedburner.com ; 425,metrolyrics.com ; 426,aebn.net ; 427,51.com ; 428,mercadolibre.com.ar ; 429,ovh.net ; 430,playstation.com ; 431,yahoo.com.cn ; 432,playlist.com ; 433,1und1.de ; 434,google.com.ua ; 435,aljazeera.net ; 436,google.com.tw ; 437,webshots.com ; 438,wsj.com ; 439,twitter.com ; 440,google.com.ph ; 441,minijuegos.com ; 442,sapo.pt ; 443,petardas.com ; 444,jeuxvideo.com ; 445,corriere.it ; 446,webkinz.com ; 447,vnet.cn ; 448,teacup.com ; 449,dyndns.org ; 450,google.dz

    451,macys.com ; 452,eastmoney.com ; 453,crunchyroll.com ; 454,qidian.com ; 455,truveo.com ; 456,pichunter.com ; 457,opendns.com ; 458,monster.com ; 459,huffingtonpost.com ; 460,nih.gov ; 461,forbes.com ; 462,elmundo.es ; 463,110mb.com ; 464,mediaplex.com ; 465,ifolder.ru ; 466,break.com ; 467,googlepages.com ; 468,ibm.com ; 469,01net.com ; 470,invisionfree.com ; 471,oyunlar1.com ; 472,sexyono.com ; 473,shinobi.jp ; 474,istockphoto.com ; 475,filefront.com ; 476,39.net ; 477,univision.com ; 478,kaskus.us ; 479,pornorama.com ; 480,keezmovies.com ; 481,real.com ; 482,sportsline.com ; 483,zedge.net ; 484,celldorado.com ; 485,ya.ru ; 486,dion.ne.jp ; 487,quizrocket.com ; 488,livescore.com ; 489,meebo.com ; 490,shopping.com ; 491,goole.ws ; 492,huanqiu.com ; 493,fedex.com ; 494,google.com.sg ; 495,radikal.ru ; 496,speedbit.com ; 497,uploaded.to ; 498,mtv.com ; 499,squidoo.com ; 500,demonoid.com

    Lihat, Bagian : 1 , 2 , 3 , 4

    Alexa 1000 Top Website 2008 (Bagian 1)

    In bLog, country, ict, kOmputer, mAnajemen, rank, readiness, survai, tEknologi iNformasi, teknologi on Monday , 19 January 2009 at 12:54 PM

    Saya barusan dapat daftar ranking website dunia Tahun 2008 dari Alexa. Kalau dilihat daftar yang saya punyai itu memuat sampai 65.536 website (wuahh banyak banget). Ini tentu belum menampung semua website yang dimonitor Alexa. Untuk data Top Website Dunia Tahun 2008 yang saya cukil dari Alexa itu, cukup saya tampilkan 1.000 saja disini. Itu pun saya buat 4 seri, biar nggak capek mencari dan menelisiknya.

    Oh ya, dari data ini, adakah website anda? Atau ada website kesukaan anda? Coba anda perhatikan.

    1,yahoo.com ; 2,google.com ; 3,youtube.com ; 4,live.com ; 5,facebook.com ; 6,msn.com ; 7,myspace.com ; 8,wikipedia.org ; 9,blogger.com ; 10,yahoo.co.jp ; 11,baidu.com ; 12,google.co.in ; 13,google.de ; 14,microsoft.com ; 15,rapidshare.com ; 16,qq.com ; 17,hi5.com ; 18,google.fr ; 19,sina.com.cn ; 20,ebay.com ; 21,fc2.com ; 22,mail.ru ; 23,vkontakte.ru ; 24,google.co.uk ; 25,google.cn ; 26,google.com.br ; 27,amazon.com ; 28,wordpress.com ; 29,aol.com ; 30,google.it ; 31,yandex.ru ; 32,flickr.com ; 33,ask.com ; 34,google.co.jp ; 35,taobao.com ; 36,google.es ; 37,photobucket.com ; 38,craigslist.org ; 39,orkut.com.br ; 40,naver.com ; 41,odnoklassniki.ru ; 42,imdb.com ; 43,skyrock.com ; 44,friendster.com ; 45,google.com.mx ; 46,go.com ; 47,bbc.co.uk ; 48,163.com ; 49,youporn.com ; 50,pornhub.com ; 51,googlesyndication.com ; 52,redtube.com ; 53,orkut.co.in ; 54,cnn.com ; 55,youku.com ; 56,sohu.com ; 57,google.ca ; 58,uol.com.br ; 59,imageshack.us ; 60,apple.com ; 61,ebay.de ; 62,rakuten.co.jp ; 63,adobe.com ; 64,dailymotion.com ; 65,megavideo.com ; 66,rediff.com ; 67,google.com.tr ; 68,netlog.com ; 69,mixi.jp ; 70,livedoor.com ; 71,rambler.ru ; 72,espn.go.com ; 73,metroflog.com ; 74,daum.net ; 75,tagged.com ; 76,conduit.com ; 77,doubleclick.com ; 78,mininova.org ; 79,nasza-klasa.pl ; 80,google.co.id ; 81,ameblo.jp ; 82,adultfriendfinder.com ; 83,livejournal.com ; 84,wretch.cc ; 85,about.com ; 86,soso.com ; 87,mediafire.com ; 88,google.pl ; 89,globo.com ; 90,google.com.au ; 91,orkut.com ; 92,megaupload.com ; 93,4shared.com ; 94,google.com.sa ; 95,google.ru ; 96,goo.ne.jp ; 97,fotolog.net ; 98,tudou.com ; 99,vmn.net ; 100,nicovideo.jp

    101,comcast.net ; 102,weather.com ; 103,tube8.com ; 104,google.nl ; 105,xvideos.com ; 106,nytimes.com ; 107,amazon.de ; 108,yourfilehost.com ; 109,thepiratebay.org ; 110,ebay.co.uk ; 111,ku6.com ; 112,kaixin001.com ; 113,veoh.com ; 114,google.co.th ; 115,deviantart.com ; 116,bebo.com ; 117,metacafe.com ; 118,free.fr ; 119,xunlei.com ; 120,clicksor.com ; 121,fastclick.com ; 122,terra.com.br ; 123,google.com.ar ; 124,amazon.co.jp ; 125,perfspot.com ; 126,imagevenue.com ; 127,sogou.com ; 128,orange.fr ; 129,megaporn.com ; 130,tom.com ; 131,yieldmanager.com ; 132,download.com ; 133,gmx.net ; 134,clicksor.net ; 135,zshare.net ; 136,nifty.com ; 137,2ch.net ; 138,gamespot.com ; 139,xnxx.com ; 140,tribalfusion.com ; 141,google.co.za ; 142,pconline.com.cn ; 143,cnet.com ; 144,adsrevenue.net ; 145,mozilla.com ; 146,mop.com ; 147,studiverzeichnis.com ; 148,bp.blogspot.com ; 149,tinypic.com ; 150,ig.com.br ; 151,geocities.com ; 152,google.com.eg ; 153,sourceforge.net ; 154,linkedin.com ; 155,maktoob.com ; 156,blogfa.com ; 157,dell.com ; 158,hyves.nl ; 159,livejasmin.com ; 160,pogo.com ; 161,sonico.com ; 162,onet.pl ; 163,badoo.com ; 164,xhamster.com ; 165,multiply.com ; 166,xiaonei.com ; 167,biglobe.ne.jp ; 168,sakura.ne.jp ; 169,partypoker.com ; 170,libero.it ; 171,geocities.jp ; 172,walmart.com ; 173,alice.it ; 174,homeway.com.cn ; 175,paypopup.com ; 176,google.com.pk ; 177,narod.ru ; 178,icq.com ; 179,infoseek.co.jp ; 180,files.wordpress.com ; 181,gougou.com ; 182,indiatimes.com ; 183,easy-share.com ; 184,adultadworld.com ; 185,miniclip.com ; 186,imeem.com ; 187,google.be ; 188,ning.com ; 189,aim.com ; 190,alibaba.com ; 191,zol.com.cn ; 192,google.co.ve ; 193,taringa.net ; 194,tianya.cn ; 195,depositfiles.com ; 196,vnexpress.net ; 197,hp.com ; 198,web.de ; 199,answers.com ; 200,amazon.co.uk

    201,hao123.com ; 202,isohunt.com ; 203,seznam.cz ; 204,wikimedia.org ; 205,56.com ; 206,google.com.co ; 207,target.com ; 208,bestbuy.com ; 209,allegro.pl ; 210,ign.com ; 211,wp.pl ; 212,ebay.it ; 213,google.at ; 214,ifeng.com ; 215,people.com.cn ; 216,cricinfo.com ; 217,sweetim.com ; 218,ocn.ne.jp ; 219,mywebsearch.com ; 220,nba.com ; 221,torrentz.com ; 222,mercadolibre.com.mx ; 223,google.se ; 224,google.com.pe ; 225,linkbucks.com ; 226,megaclick.com ; 227,typepad.com ; 228,gamefaqs.com ; 229,watch-movies.net ; 230,scribd.com ; 231,reference.com ; 232,yesky.com ; 233,awempire.com ; 234,google.com.vn ; 235,netflix.com ; 236,google.gr ; 237,schuelervz.net ; 238,hatena.ne.jp ; 239,att.net ; 240,realitykings.com ; 241,mapquest.com ; 242,adv.net ; 243,google.pt ; 244,ezinearticles.com ; 245,kooora.com ; 246,co.cc ; 247,ucoz.ru ; 248,google.ch ; 249,ziddu.com ; 250,digg.com

    Lihat, Bagian : 1 , 2 , 3 , 4

    Cermatlah kalau mengambil informasi dari internet

    In bLog, damai, e-goverment, eValuasi, global, hAm, hIdup, indeks, indonesia, informasi, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, kOmputer, mAnajemen, nUrani, operasi, pEringkat iNdonesia, pErtahanan, survai, tEknologi iNformasi on Friday , 16 January 2009 at 9:09 AM

    Jangan mudah percaya terhadap informasi (termasuk data) yang anda peroleh dari internet. Itulah saran yang bijak dari para pakar teknologi informasi. Tetapi juga jangan menduga informasi dari internet nggak bener semuanya. Dari internet yang jelas bisa kita dapat semuanya yang baik ada, yang buruk ada, yang benar ada, yang nggak benar buanyak …. lalu bagaimana kita memilah dan memilih, serta meyakini informasi yang kita peroleh validitasnya tinggi? Ada beberapa cara signifikan untuk melakukan hal ini:

    1. Lihat akhiran (domain) website/weblog dan telusuri identitas pemilik/pengelolanya. Kita ambil contoh yang Indonesia saja, supaya lebih mudah. Yang ujungnya .com (seperti www.nekad.com atau www.asaltulis.com) seringkali harus kita dalami lebih lanjut itu website, apakah ada data pemilik, alamat kontak dan identitas website yang jelas dan akurat. Kalau punya perusahaan/industri lumayan bisa diyakini. Tapi kalau pribadi, hati-hati. Crosscheck soal ini dari sumber lain harus dilakukan untuk lebih meyakini isi website-nya. Kalau yang belakangnya .id (semacam www.ugm.ac.id , www.setneg.gov.id atau www.tni-au.mil.id) bolehlah informasinya diyakini, karena dari instansi resmi. Dari perusahaan pun ada yang berakhiran .id semacam www.apasaja.co.id ya umumnya itu perusahaan legal dan resmi boleh diyakini juga informasinya. Nah, untuk yang lain cara mendeteksi kualitas informasi yang ditampilkan website semacam itu juga sama saja. Tapi jangan pernah disimpulkan yang ektensionnya .com pasti informasinya nggak bener, terus yang belakangnya .id (satu contoh saja) pasti informasinya valid, nggak begitulah, yang lebih penting lacaklah identitas pemilik/pengelola dan ditampilkan resmi nggak di website itu. Kalau weblog? Sama saja, cek dan crosscheck identitas pemilik/pengelolanya …. Jangan pernah percaya data/informasi yang ditampilkan website/weblog yang identitas pemilik/pengelolanya nggak jelas dan nggak bisa diakses/dilacak! Segera tinggalkan dan lupakan saja website/weblog itu … karena patut diduga ada maksud tersembunyi, ada niatan nggak baik, mengapa dia menyembunyikan identitasnya!

    2. Soal informasi yang ditampilkan, kalau yang text langsung HTML, ya sekali lagi cek & crosscheck dengan informasi sejenis dari website/weblog lain …. kalau ada file yang ditampilkan dan bisa didownload, umumnya yang berekstensi .pdf lebih bisa dipercaya dibandingkan dengan file lainnya. Apalagi kalau dilihat dari cara mengemasnya/membuatnya (fle .pdf) itu tampak profesional/serius, nggak asal-asalan dan bereferensi . Untuk file lainnya jangan disimpulkan nggak bener semua, itulah perlunya second source, mungkin juga sumber ketiga dan seterusnya untuk perbandingan kualitas dan validitas informasi yang ditampilkan.

    3. Jangan pernah percaya website/weblog dengan sekali kunjungan saja. Coba kunjungi dan cek lagi pada waktu lainnya, masih konsisten nggak informasi yang ditampilkan, apakah ada update dan tulisan yang lain dengan kualitas setingkat, sekali lagi cek kualitas materi tulisan/file lainnya. Untuk itu, jika ada informasi yang diambil dari website/weblog dan anda jadikan referensi di tulisan/makalah/skripsi sebaiknya ditampilkan juga waktu/tanggal anda mengaksesnya, biar bisa dilacak kembali history materi informasi tersebut.

    Lainnya apa ya? Tunggu lain waktu ya …..