Satu Nusa Satu Bangsa Satu Bahasa Satu Harapan

Posts Tagged ‘iSlam’

Cara berpuasa bagi para penderita penyakit akut

In iSlam on Monday , 10 August 2009 at 1:50 PM

Berpuasa merupakan kewajiban setiap muslim. Nyatanya, manfat puasa memiliki keterkaitan erat dengan kesehatan tubuh. Dunia medis sendiri mengakui, puasa merupakan momen yang tepat bagi tubuh mereparasi diri usai menjalani kegiatan berat selama setahun. Namun, bagaimana dengan pasien penderita penyakit akut seperti jantung, diabetes, hipertensi dan kanker? Bisakah mereka berpuasa layaknya orang sehat?

Seperti diketahui, banyak pasien yang ingin berpuasa namun terbentur dengan pengobatan yang dijalaninya. Akan tetapi, benturan itu bisa teratasi dengan kordinasi dokter dan pasien dalam menganalisis kemungkinan untuk berpuasa. Dengan begitu, dokter bisa menyalurkan aspirasi keinginan berpuasa pasien, dan pasien bisa menerima segala keputusan dokter tentang kemungkinan berpuasa.

Ahli Cerna Rumah sakit Asri, Jakarta , Dr. Agus Sudiro Waspodo menyatakan kegiatan berpuasa bagi pasien penyakit berat sangat mungkin dilakukan dengan catatan harus melalui kontrol ketat minimal dua minggu sebelum puasa. Dengan kontrol ketat itu, pasien dapat mengetahui bisa atau tidak menjalani kegiatan berpuasa. “Penderita penyakit yang terkontrol akan dimungkinkan menghindari efek perubahan pola saat berpuasa. Sementara bagi penderita yang belum menjalani kontrol diyakini akan mengalami kesulitan beradaptasi bahkan bisa tergolong membahayakan dirinya sendiri,” tutur dia kepada Republika Online, akhir pekan lalu.

Kontrol yang dimaksud menyangkut beberapa aspek seperti kandungan gula darah, tekanan darah dan kandungan kolesterol. Bila ketiga aspek tergolong aman maka dokter pun akan mengizinkan pasien berpuasa. Meski terbilang aman,pasien tetap disarankan waspada dan mengkontrol dirinya sendiri walau dokter turut pula memantau.

Terstruktur

Pendapat yang sama juga diutarakan Ahli Penyakit dalam Kardiovaskular, Rumah Sakit Asri, Jakarta, Dr. Kasim Rasjidi. Menurut Kasim, semua dokter sebenarnya menganjurkan pasien untuk berpuasa. Pasien yang berpuasa akan merasakan bagiamana membentuk sebuah pola gaya hidup yang baik dan terstruktur. Pola yang harusnya bisa dilakukan tidak hanya saat berpuasa tapi dalam keseharian. Kasim lantas mencontohkan penderita diabetes tipe 2. Puasa bagi penderita diabetes bukanlah sesuatu yang tidak mungkin. Tetap Dengan catatan, pasien harus melalui kontrol gula darah sebelum menjelang puasa guna menghindari resiko komplikasi macam hipoglokemia (kandungan kadar gula dalam darah rendah) dan hiperglokimia (kandungan kadar gula dalam darah rendah). Selain itu,kadar gula pada penderita diabetes disarankan dalam level tinggi.

Kasim menjelaskan, bila kondisi kadar gula dalam darah berada pada level rendah bisa berpotensi besar mengalami hipoglokemia dan berakibat fatal bila diteruskan berpuasa.”Otak kita memerlukan pasokan nutrisi berupa glukosa dalam darah. Bila pasokan berkurang maka berdampak pada kerusakan otak,” ungkapnya. Dia menekankan, penderita diabetes harus memperhatikan dua hal yaitu obat dan pola makan. Pola konsumsi obat disesuaikan dengan kondisi dimana obat berfungsi menjaga kadar gula tetap stabil. Sedangkan pola konsumsi pasien tidak berubah, tetap memperhatikan kandungan kalori dan gula dalam makanan. Pasien juga dianjurkan tidak mengkonsumsi makanan olahan yang mengandung gula langsung. “kebutuhan makanan disesuaikan dengan tubuh, Dengarkan tubuh kita. Setelah itu ikuti dengan pengobatan dan kebiasaan makan,” ujarnya. Kasim mencontohkan,pasien boleh mengkonsumsi nasi putih asalkan tetap memperhatikan kadar kalori dan gulanya.

Dikendalikan

Sama halnya dengan penderita diabetes, bagi penderita penyakit jantung dan kanker juga dimungkinkan berpuasa. Yang paling penting diperhatikan pada penyakit jantung korone yagn tercatat sebagai penyebab kematian nomor satu di dunia yaitu pengendalian faktor pencetus pada saat berpuasa. Faktor risiko yang bisa dikontrol atau diubah adalah pola makan, kebiasaan bergerak, merokok, kondisi hipertensi, status diabetes, dan kelebihan berat badan dimana faktor pencetusnya adalah stres dan alkohol. ”Dengan berpuasa, segala faktor pencetus dapat dihindari. Makan menjadi lebih teratur, kebiasaan merokok terkurangi, pikiran lebih tenang sehingga jauh dari stres,” tutur Kasim.

Dengan berpuasa, maka kelebihan berat badan sebagai salah satu faktor risiko penyakit jantung koroner dapat dikurangi. Hasil dari berpuasa sehat bisa menyebabkan tekanan darah dan keseimbangan kadar kolesterol ataupun gula darah menjadi terkontrol. Demikian pula dengan penyakit kanker, khusus diluar  penyakit yang menyerang pencernaan semisal kanker serviks dan payudara memang dimungkinkan berpuasa. Akan tetapi penggunaan obat dalam beberapa jenis kanker yang mengakibatkan efek muntah tentu menjadi pertimbangan untuk tidak berpuasa. Pada akhirnya, baik dari kedua dokter berpendapat apa yang diinginkan pasien untuk berpuasa tergantung dengan kondisi, niat dan kepatuhan pasien terhadap anjuran dokter. Dengan begitu ragam resiko bisa dihindari saat berpuasa.

Ingat-ingat : Rasa Berdosa

In iSlam on Thursday , 30 July 2009 at 2:24 PM

Apakah anda lagi terserang penyakit qolbu? Saya telah membaca tulisan di Republika ini, agaknya pantas kita simak dan kita telaah dalam-dalam …… semoga penyakit qolbunya jadi membaik, dan dapat beraktivitas lagi dengan lancar, sehingga kesuksesan menghinggapi kita semua.

Kastrotul masaas yufqidul ihsaas, Ini adalah pepatah Arab yang artinya adalah sesuatu kalau sering disentuh akan berkurang rasanya. Pada sentuhan pertama kita akan merasakan rasanya sangat kuat tetapi pada sentuhan kedua, ketiga, dan seterusnya, rasa itu akan terus berkurang. Pertama kali manusia menembus angkasa dan mendarat di bulan, beritanya begitu menggemparkan. Tetapi, ketika ekspedisi kedua, ketiga, dan seterusnya gaung beritanya mulai berkurang.

Begitu juga dengan diri kita terhadap dosa. Pertama kali berbuat dosa, diri yang fitri akan bergetar takut. Rasa takut ini akan berkurang apabila dosa yang sama diulang kedua kalinya. Dan, akan terus berkurang pada pengulangan ketiga, keempat, sampai akhirnya pekerjaan dosa itu menjadi biasa, menjadi adat dan kebiasaan.

Imam Hasan Al Bashri berkata, ”Yang aku takutkan adalah apabila hati kita telah terbiasa dengan dosa-dosa. Hati adalah bagian yang sangat peka dalam diri manusia, tetapi kepekaan ini akan hilang dengan dosa yang berulang-ulang.”

Dengan jelas Rasulullah saw juga telah menggambarkan hilangnya kepekaan hati. Hati itu, kata Rasulullah saw, pada awalnya ibarat kain putih tanpa noda. Bila seseorang melakukan dosa maka akan ada titik hitam pada hati itu. Jika dia bertobat, maka titik hitam itu akan dihapus dan hatinya kembali putih. Tapi, bila tidak dan dia kembali mengulang berbuat dosa maka titik hitam itu ditambah lagi sampai akhirnya hatinya menjadi hitam legam. Hati seperti ini tidak lagi peduli dengan kemungkaran dan tidak lagi mengenal kebajikan. Inilah hati yang disebut Alquran sebagai al Qulub al Qosiyah, yang lebih keras dari batu sekalipun.

Secara lebih jelas dapat dirinci fase-fase hati menjadi qosiyah (keras membatu) sebagaimana dijelaskan Alquran. Pertama, dimulai dengan lupa dzikir kepada Allah karena dikuasai setan: ”Setan telah menguasai mereka, lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah,” (QS 58:19). Kedua, karena lupa kepada Allah maka Allah lupakan mereka kepada diri mereka sendiri: ”Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri,” (QS.59:19). Ketiga, kemudian setan akan menjadi teman paling dekatnya: ”Barang siapa yang berpaling dari dzikrullah maka akan Aku jadikan setan sebagai teman yang selalu menyertainya,” (QS.43:36).

Keempat, setan ini akan menghiasi semua perbuatan mungkar yang dilakukan sehingga nampak baik dan benar baginya: ”… Dan setan pun menghiasi bagi mereka perbuatan-perbuatan mereka,” (QS.29:38). Kelima, karena itu semua maka hati mereka mengeras bagai batu bahkan lebih keras daripada batu.

Tetapi yang lebih berbahaya dari hilangnya kepekaan hati terhadap dosa adalah hilangnya kepekaan atas azab Allah. Sering orang tak tahu bahwa ia sedang diazab Allah karena dosanya. Azab ini bisa berbentuk musibah, bencana, krisis, dan sebagainya, tetapi juga bisa berbentuk kenikmatan duniawi.

Ibnu Qoyim berkata, ”Ketahuilah sebesar-besar cobaan adalah kegembiraan karena berhasil berbuat dosa dan sebesar-besar azab adalah ketika manusia tidak merasa sedang diazab.’

Seorang wanita Sudan diadili karena bercelana panjang. Kebangeten sekali!

In country on Thursday , 30 July 2009 at 2:04 PM

Seorang wanita Sudan akan diadili di pengadilan Khartoum dengan ancaman 40 cambukan karena MENGENAKAN CELANA PANJANG. Wanita bernama Lubna Hussein, mantan wartawan yang kini bekerja untuk PBB, mengundang wartawan dan peninjau ke persidangan. Dia ditahan di sebuah restoran di ibukota Sudan, Khartoum, bersama beberapa wanita lain awal bulan ini, karena mengenakan busana “tidak senonoh“.  Dia mengatakan, 10 wanita yang ditahan, termasuk yang non-muslim, kemudian dicambuk 10 kali dan dikenai denda $100.

Empati berbasis HAM

Empati berbasis HAM

Hussein dan dua wanita lain meminta didampingi pengacara dan menangguhkan sidang kasus mereka. Kini, Hussein, mencetak 500 kartu undangan dan menyebarkan e-mail. Dia mengatakan dia ingin sebanyak mungkin orang menghadiri sidang pada hari Rabu. Dia mengatakan, dia tidak melanggar apa-apa berdasarkan hukum syariah, tapi bisa dinyatakan melanggar ketentuan dalam undang-undang pidana Sudan yang melarang orang mengenakan busana tidak senonoh. “Saya ingin mengubah undang-undang ini, sebab undang-undang ini tidak sesuai dengan konstitusi. Orang perlu tahu yang terjadi,” kata Hussein dalam undangan yang dia sebarkan. “Mereka akan mencambuk kami 40 kali, dan juga mendenda saya 250 pound sudan (sekitar Rp1 juta),” tambahnya. Wartawan BBC James Copnall di Khartoum mengatakan, Hussein bertekad untuk menggalang publisitas seluas mungkin atas kasusnya.

Dalam perkembangan terkait, seorang wartawai yang menulis artikel yang kritis terhadap perlakuan atas Lubna Hussein didakwa mencemarkan nama baik polisi. Amal Habbani, wartawati tersebut, menghadapi hukuman denda besar jika dinyatakan bersalah, lapor kantor berita AFP.

PESANNYA:

1. Jaman begini, kok masih ada ya negara yang mengadili warganegaranya hanya karena memakai celana panjang (dianggap sebagai busana tidak senonoh), kebangeten, pasti negara ini nggak mau menghargai Hak Asasi Manusia (Wanita).

2. Kalau wanita itu diadili karena jadi WTS, membunuh bayinya, menelantarkan anaknya, jualan narkoba, dan segala jenis kriminalitas yang merusak tatanan hidup, bolehlah dia diadili. Masak hanya karena bercelana panjang saja diadili, piciklah itu!

3. Untuk WNI Nomor 1, khususnya kaum hawa, bersyukurlah kita hidup di Indonesia, negara dan bangsa yang telah menghargai Hak Asasi Manusia dan kesamaan gender. Maka cintailah negara dan bangsa Indonesia sepenuhnya, bangunlah jiwa kita, bangunlah badan kita, untuk Indonesia Raya, berikan sumbangsih terbaik untuk negara dan bangsa ini …… seraya menyongsong Peringatan ke-64 Proklamasi Kemerdekaan RI Tahun 2009 : MERDEKA!

Memuji berlebihan bisa berakibat negatif

In hIdup on Wednesday , 22 July 2009 at 1:13 PM

Jika Anda mempunyai kebiasaan memuji seseorang terlalu berlebihan sebaiknya mulai dikurangi. Memuji yang terlalu berlebihan justru akan berakibat negatif pada kepercayaan diri seseorang.

Anda yang tidak punya kepercayaan diri tinggi mungkin merasa aneh dan sangsi ketika dibilang sepintar Einstein atau setampan Brad Pitt,” ucap Joanne Wood dari University of Waterloo, seperti yang dikutip dalam penelitian Journal Psychological Science, 21 Juli 2009. Jurnal tersebut menyebutkan bahwa upaya membuat seseorang berpikiran positif justru memberi dampak yang berlawanan pada otak. Bahkan menunjukkan betapa tidak bahagianya orang tersebut.

Ketika seseorang mendengar sesuatu yang tidak mereka percaya, mereka bukan hanya menjadi ragu, tapi juga melekat dengan kuat pada pikiran orang tersebut,” ucap Wood. Penelitian psikologis telah membuktikannya. Kebanyakan dari kita sering meragukan dan bertanya kembali pada diri sendiri jika sesuatu yang hebat terjadi pada kita. Dalam Journal of Personality and Social Psychology disebutkan bahwa jika seseorang mendapat timbal balik (feedback) yang dirasa terlalu habat dan berlebihan, mereka justru merasa payah, buruk dan tidak baik.

Wood dan John Lee dari University of Waterloo mencoba meneliti tentang estimasi dan penghargaan pribadi seseorang terhadap 68 siswa. Para siswa disuruh menulis pemikiran dan perasaan mereka selama 4 menit. Setiap 15 detik, setiap orang dalam satu grup akan mendengar sebuah bel, kemudian mereka diminta untuk mengatakan pada diri sendiri, “Saya adalah orang yang sangat penyayang”.

Dari survei tersebut, ternyata mereka yang punya penghargaan yang rendah pada dirinya pribadi,– yaitu mereka yang tidak merespons dengan baik feedback positif yang datang,– tidak merasa lebih baik setelah 16 kali. “Sangat paradoks”, ucap Wood. Melihat kenyataan tersebut, Wood dan Lee menyimpulkan bahwa pemikiran yang berlebihan atau tidak diharapkan oleh seseorang akan mengganggu pemikirannya.

Terutama jika mereka tergolong orang yang memiliki estimasi pribadi yang rendah, sehingga setiap pikiran positif yang masuk ke mereka hanya akan menjadi pertanda betapa menyedihkannya mereka,” ujar Lee. Jadi memujilah sesuai kadarnya.

Isra’ Mi’raj momentum benahi shalat

In iSlam on Sunday , 19 July 2009 at 11:34 PM

Peringatan Isra Miraj merupakan momentum bagi umat Islam untuk membenahi shalat agar lebih bermanfaat, sehingga dapat mencegah dari perbuatan keji dan munkar. Dengan adanya peringatan Isra Miraj kita diingatkan untuk tidak hanya sekadar menjalankan shalat. Peringatan Isra Miraj merupakan momentum untuk mengingatkan umat Islam tentang shalat. Umat Islam diingatkan untuk membenahi shalat agar lebih baik. Isra Miraj merupakan perintah shalat yang menjadi kewajiban umat Islam dan harus ditaati. Seperti yang tercantum dalam Al Quran Surat Al-Ankabut ayat 45 disebutkan bahwa shalat dapat mencegah kita dari perbuatan keji dan munkar.

Shalat yang baik adalah shalat yang fungsional. Shalat fungsional adalah shalat yang ketika dilakukan mampu mengubah seseorang menjadi lebih bermakna dalam kehidupan pribadi dan sosial. Bagaimanakah seseorang dapat menjalankan shalat secara fungsional? Hal ini dapat diawali dengan sering bangun pada sepertiga malam untuk menunaikan shalat malam. Di saat sepertiga malam itulah, shalat yang dijalankan dapat menguatkan hati kita. Selain bangun di sepertiga malam shalat berjamaah juga perlu digiatkan, shalat berjamaah merupakan cerminan kebersamaan.

masjid

Jika seseorang mempunyai spiritualitas bagus, shalat yang dijalankan akan berdampak terhadap perbuatannya. Spiritualitas yang bagus itu sendiri dibangun dengan nilai-nilai shalat yang benar sesuai syariat Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW. Jika seseorang bisa meyakini dengan kehadiran Allah SWT, apa pun yang menimpa dirinya akan diterimanya, takdir baik atau takdir buruk semua disyukuri.

Adanya kejahatan maupun perbuatan buruk lainnya itu terjadi karena mereka tidak sejahtera dan tenteram, sehingga muncul pikiran untuk merampas hak orang lain. Shalat mempengaruhi kita untuk berbuat baik dengan saudara, tetangga, teman, dan kerabat sehingga pada akhirnya nanti akan berdampak mencegah kita dari perbuatan keji dan munkar.

Jumat Indah: Ibnu Al-Shatir, Sang Penemu Jam Astrolab

In iSlam on Friday , 17 July 2009 at 5:00 AM

Peradaban Barat kerap mengklaim Nicolaus Copernicus (1473 – 1543 M)  sebagai tokoh pencetus teori heliosentrisme Tata Surya.  Sejarawan astronomi menemukan fakta,  ide matematika antara buku Copernicus yang berjudul “De Revolutionibus” memiliki kesamaan dengan sebuah buku yang pernah ditulis seratus tahun sebelumnya oleh ilmuwan Muslim Arab, Ibnu Al-Shatir (1304-1375 M).

Kitab yang menjadi rujukan Copernicus itu  bertajuk  “Kitab Nihayat Al-Sul Fi Tashih al-Usul”. Itu berarti, pemikiran  al-Shatir telah mempengaruhi Copernicus. Siapakah al-Shatir sebenarnya?  Ilmuwan Muslim itu bernama  Ala Al-Din Abu’l-Hasan Ali ibnu Ibrahim ibnu al-Shatir. Ia merupakan seorang astronomer Muslim Arab, ahli matematika, ahli mesin teknik dan penemu.

Ibnu Al-Shatir merombak habis Teori Geosentris yang dicetuskan Claudius Ptolemaeus atau Ptolemy (90 SM– 168 SM). Secara matematis, al-Shatir memperkenalkan adanya epicycle yang rumit (sistem lingkaran dalam lingkaran). Al-Shatir mencoba menjelaskan bagaimana gerak merkurius jika bumi menjadi pusat alam semestanya dan merkurius bergerak mengitari bumi.

Model bentuk Merkurius Ibnu al-Shatir menunjukkan penggandaan dari epicycle menggunakan Tusi-couple, sehingga menghilangkan eksentrik dan equant teori Ptolemaic. Menurut George Saliba dalam karyanya  A History of Arabic Astronomy: Planetary Theories During the Golden Age of Islam, Kitab Nihayat al-Sul fi Tashih al-Usul, merupakan risalah astronomi Ibnu Al-Shatir yang paling penting.

“Dalam kitab itu,  secara drastis ia mereformasi model matahari, bulan, dan planet Ptolemic. Dengan memperkenalkan sendiri model non-Ptolemic yang menghapuskan epicycle pada model matahari, yang menghapuskan eksentrik dan equant. Dengan memperkenalkan epicycle ekstra pada model planet melalui model Tusi-couple, dan yang menghilangkan semua eksentrik/eccentric, epicycle dan equant di model bulan,” jelas Saliba.

Sebelumnya, aliran Maragha hanya berpatokan pada model yang sama dengan model Ptolemaic. Model geometris Ibnu al-Shatir merupakan karya pertama yang benar-benar unggul daripada model Ptolemaic karena modelnya ini lebih baik sesuai dengan pengamatan empiris.

Ibnu al-Shatir juga berhasil melakukan pemisahan filsafat alam dari astronomi dan menolak model empiris Ptolemic dibanding filsafat dasar. Tidak seperti astronomer sebelumnya, Ibnu al-Shatir tidak peduli dengan mempertahankan teori prinsip kosmologi atau filsafat alam (atau fisika Aristoteles), melainkan untuk memproduksi sebuah model yang lebih konsisten dengan pengamatan empiris.

Modelnya menjadi lebih baik sesuai dengan pengamatan empiris daripada model-model sebelumnya yang diproduksi sebelum dia. Saliba menambahkan karyanya tersebut menjadi karya penting dalam astronomi, yang dapat dianggap sebagai sebuah “Revolusi ilmiah sebelum Renaissance”.

Dalam membuat model barunya tersebut, Ibnu al-Shatir melakukan pengujian dengan melakukan pengamatan empiris. Tidak seperti astronomer sebelumnya, Ibnu al-Shatir umumnya tidak keberatan terhadap falsafah astronomi Ptolemaic, tetapi ia ingin menguji seberapa jauh teori Ptolemy cocok dengan pengamatan empirisnya.

Dia menguji model Ptolemaic, dan jika ada yang tidak cocok dengan pengamatannya, maka ia akan merumuskan sendiri model non-Ptolemaic pada bagian yang tidak cocok dengan pengamatannya.  Pengamatannya yang akurat membuatnya yakin untuk menghapus epicycle dalam model matahari Ptolemaic.

Ibnu al-Shatir juga merupakan astromer pertama yang memperkenalkan percobaan dalam teori planet untuk menguji model dasar empiris Ptolemaic. Saat menguji model matahari Ptolemaic, Ibnu al-Shatir memaparkan ”pengujian nilai Ptolemaic untuk bentuk dan ukuran matahari dengan menggunakan pengamatan gerhana bulan.”

“Karyanya tentang percobaan dan pengamatannya memang telah musnah, namun buku  The Final Quest Concerning the Rectification of Principles adalah milik al-Shatir,” papar Saliba.

Pengaruh Karya Ibnu Al-Shatir

“Meskipun sistemnya merupakan geosentri yang kuat, dia telah menghapuskan equant dan accentric Ptolemaic dan rincian sistem matematikanya hampir serupa dengan karya  Copernicus’ De revolutionibus,” jelas V  Roberts and E. S. Kennedy dalam karyanya “The Planetary Theory of Ibn al-Shatir”.

Menurut Saliba, model bulan Copernicus juga tidak berbeda dengan model Ibnu al-Shatir. Dengan demikian dapat percaya bahwa model Ibnu al-Shatir telah diadaptasi oleh Copernicus dalam model heliocentric.

“Walaupun masih belum jelas bagaimana ini dapat terjadi, diketahui bahwa manuskrip Byzantine Yunani yang berisi  Tusi-couple tempat Ibnu al-Shatir bekerja telah mencapai Italia pada abad ke-15 M,” jtutur AI Sabra dalam karyanya  “Configuring the Universe: Aporetic, Problem Solving, and Kinematic Modeling as Themes of Arabic Astronomy”.

Saliba menambahkan, diagram model heliocentric yang dikembangkan Copernicus, termasuk tanda-tanda dari poin,  hampir sama dengan diagram dan tanda-tanda yang digunakan Ibnu al-Shatir pada model geosentrisnya. “Sehingga sangat mungkin bahwa Copernicus terpengaruh karya Ibnu al-Shatir,” ujarnya.

YM Faruqi dalam karyanya ” Contributions of Islamic scholars to the scientific enterprise”, mengungkapkan, “Teori pergerakan bulan Ibnu al-Shatir sangat mirip dengan yang dicetuskan Copernicus sekitar 150 tahun kemudian”.  Begitulah  Ilmuwan Muslim al-Shatir mampu memberi pengaruh bagi dunia Barat.

Kontribusi Al-Shatir  dalam Bidang Teknik

Jam Astrolab
David A King dalam bukunya bertajuk  The Astronomy of the Mamluks menjelaskan bahwa Ibnu al-Shatir menemukan jam astrolabe pertama di awal abad ke-14 M.

Jam Matahari
Menurut catatan sejarah, sundial atau jam matahari merupakan jam tertua dalam peradaban manusia. Jam ini telah dikenal sejak tahun 3500 SM. Pembuatan jam matahari di dunia Islam dilakukan oleh Ibnu al-Shatir, seorang ahli Astronomi Muslim ( 1304-1375 M). “Ibnu al-Shatir merakit jam matahari yang bagus sekali untuk menara Masjid Umayyah di Damaskus,” ujar David A King dalam karyanya bertajuk  The Astronomy of the Mamluks.

Berkat penemuannya itu, ia kemudian dikenal sebagai  muwaqqit (pengatur waktu ibadah) pada Masjid Umayyah di Damaskus, Suriah. Jam yang dibuat Ibnu al-Shatir itu masih tergolong jam matahari kuno yang didasarkan pada garis jam lurus. Ibnu al-Shatir membagi waktu dalam sehari dengan 12 jam, pada musim dingin waktu pendek, sedangkan pada musim panas waktu lebih panjang. Jam mataharinya itu merupakan polar-axis sundial paling tua yang masih tetap eksis hingga kini.

“Jam mataharinya merupakan jam tertua polar-axis sundial yang masih ada. Konsep kemudian muncul di Barat jam matahari pada 1446,” ungkap Jones, Lawrence dalam karyanya  “The Sundial And Geometry”.

Kompas
David A.King  mengatakan Ibnu al-Shatir juga menemukan kompas, sebuah perangkat pengatur waktu yang menggabungkan jam matahari dan kompas magnetis  pada awal abad ke-14 M.

Instrumen Universal

Ibnu al-Shatir menjelaskan instrumen astronomi lainnya yang ia disebut sebagai “instrumen universal”.  Penemuan al-Shatir ini kemudian dikembangkan  seorang astronomer dan rekayawasan legendaris di era kekhalifahan Turki  Usmani,  Taqi al-Din. Iinstrumen itu digunakandi observatorium al-Din Istanbul 1577-1580 M. Referensi

Info gress untuk yang mau naik haji …. BPIH sudah ditetapkan.

In iSlam on Friday , 10 July 2009 at 8:37 AM

Pemerintah melalui Peraturan Presiden No.31 tahun 2009, menetapkan besaran Biaya Penyelengaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 2009/1430H, yaitu berdasarkan embarkasi :

Aceh 3.243 USD,

Medan 3.333 USD,

Batam 3.376 USD,

Padang 3.329 USD,

Palembang 3.377 USD,

Jakarta 3.444 USD,

Solo 3.407 USD,

Surabaya 3.512 USD,

Banjarmasin 3.508 USD,

Balikpapan 3.544 USD,

Makassar 3.575 USD.

Biaya BPIH seluruh embarkasi tersebut ditambah dengan komponen rupiah sebesar Rp 100.000,- untuk biaya asuransi jemaah haji.

BPIH 2009 mengalami kenakan pada komponen US dollar rata-rata 35 USD, dan mengalami penuruanan pada komponen Rupiah rata-rata 401.000,- Dengan demikian, penurunan rupiah ini dapat menutupi kenaikan BPIH dalam komponen US dollar.

Jika dibanding dengan BPIH tahun lalu, BPIH Aceh mengalami penurunan 15 USD, Medan naik 42 USD, Batam naik 84 USD, Padang naik 72 USD, Palembang turun 3 USD, Jakarta naik 14 USD, Solo naik 27 USD, Surabaya naik 83 USD, Banjarmasin turun 9 USD, Balikpapan naik 26 USD, dan Makassar naik 58 USD. Untuk komponen rupiah semua embarkasi tahun lalu Rp 501.000,- dan tahun ini hanya Rp 100.000,-, terjadi penurunan Rp 401.000,-

Calon jemaah haji yang mendapat porsi haji untuk berangkat tahun ini, dapat melunasi BPIH 2009 mulai tangga 13 Jul 2009 dan berakhir 12 Agustus 2009. Selama 22 hari kerja, pelunasan dilakukan pada bank penerima setoran (BPS) yang tersambung pada SISKOHAT, setiap hari kerja. Jemaah yang telah mendapat bukti setor lunas BPIH yang sah, agar segera mendaftar ulang ke kantor Dep.Agama Kabupuaten/kota tempat domisili selambat-lambatnya 7 hari setelah penyetoran lunas.

Menyangkut besaran BPIH Khusus atau yang dikenal dengan ONH Plus, BPIH khusus ditetapkan minimal 6000 US dollar ditambah Rp 400.000,- dengan waktu pelunasan 15 hingga 27 Juli 2009. Pembayaran pelunasan BPIH khusus sebesar 3000 US dollar ditambah Rp 400.000,- disetorkan ke rekening Menteri Agama yang telah memperoleh persetujuan Menteri Keuangan. Bagi jemaah yang telah melunasi dan membatalkan diri untuk berangkat, dikenakan biaya administrasi sebesar satu persen.

Vaksin Meningitis untuk mendapatkan Visa Haji

Menurut Menag, calon jemaah haji yang tidak divaksin meningitis tidak akan mendapatkan visa untuk melaksanakan haji. Pasalnya, penggunaan vaksin meningitis merupakan kewajiban yang diterapkan Pemerintah Arab Saudi bagi seluruh calon jemaah haji dari penjuru dunia, termasuk asal Indonesia. Kebijakan ini diterapkan berhubung negara ini merupakan negara endemik meningitis. ”Isu enzim babi ini sudah bersih. Vaksin meningitis ini sudah ditetapkan di 77 negara peserta haji, termasuk Malaysia dan Arab Saudi,” papar Menag.

Menurutnya, bahan vaksin tersebut dibuat oleh sebuah perusahaan di Belgia. Bagi jemaah haji yang ragu Departemen Kesehatan akan memproduksi vaksin meningitis tahun depan tanpa menggunakan enzim babi. ”Jemaah haji yang ragu silakan turun untuk tahun berikutnya,” tegasnya. Menag menyatakan, semua jemaah harus menggunakan vaksin tersebut, jika tidak yang bersangkutan tidak akan mendapatkan visa untuk melaksanakan ibadah haji.

Menyimak pidato menyayat hati Putri Michael Jackson

In bLog on Wednesday , 8 July 2009 at 12:53 PM

Dalam acara penghormatan terakhir untuk Michael Jackson, Rabu dini hari WIB, yang menampilkan penyanyi superstar Mariah Carey dan Stevie Wonder, momen yang mungkin paling diingat adalah manakala si bocah perempuan berumur 11 tahun, Paris, menyampaikan kata-kata menyayat hati.

Paris tampak tegar di atas panggung, dengan diapit oleh kedua saudara lelakinya, dalam event yang berlangsung hampir dua jam. Dia tampil di tengah kawalan keluarganya dan di depan paduan suara yang menyanyikan “We Are The World” untuk menyampaikan pernyataan di depan hadirin yang memadati Staples Center.

Dengan dipeluk bibinya, Janet Jackson, yang membelai rambut coklatnya yang panjang dan menyuruhnya berbicara, Paris melangkah mendekati mikrofon, airmata membasahi wajahnya.

“Aku hanya ingin bilang, sejak aku dilahirkan, daddy telah menjadi ayah terbaik yang bisa engkau bayangkan, dan aku hanya ingin bilang, aku sangat mencintainya,” kata Paris sambil terisak.

Di hadapan sekitar 18.000 orang, Paris kemudian berpaling ke keluarganya dan membenamkan kepalanya dalam pelukan Janet Jackson, lalu dipeluk bergantian oleh anggota keluarga lainnya.

Memasuki akhir acara yang khusus dipersembahkan untuk menghormati Michael Jackson yang di antaranya termasuk pidato dari pemimpin hak-hak sipil Al Sharpton, para pengamat segera memprediksi bahwa untaian pepujian tanpa dipersiapkan dari Paris kepada ayahnya itu akan menjadi kata-kata yang akan selalu dikenang.

“Tak seorang pun bersiap untuk ini. Ini akan menjadi salah satu momen paling dikenang dari upacara penghormatan terakhir kepada Michael tersebut,” kata sejarawan media, Ron Simon, yang menyebut ucapan Paris itu hanya bisa dibandingkan dengan hormat salut ala militer kepada mendiang Presiden John F Kennedy dari anaknya John pada pemakaman sang presiden tahun 1963.

Paris dan kedua saudara lelakinya, Prince Michael Jr dan Prince Michael II, jarang tampil di publik. Wajah mereka biasanya ditutupi topeng untuk menghindari para fotografer manakala mereka menemani ayahnya yang terkenal itu. Michael yang merasa diburu oleh paparazzi, menjaga ketat kehidupan pribadi anak-anaknya.

“Anak itu (Paris) bagaikan terbebaskan. Sungguh, topeng itu telah dilepas dari wajahnya, dan orang merasa bahwa pembebasan ini akan menjadi hal baik untuknya. Namun, dia membuka mulutnya dan mengingatkan kita bahwa dia ternyata sangat kehilangan ayahnya,” kata pengamat media dari Universitas Syracuse, Robert Thompson.

Komunikasi militer di era peradaban Islam, bagaimana ya?

In iSlam on Saturday , 20 June 2009 at 9:00 PM

Pada abad ke-10 M, merpati pos dimanfaatkan untuk menyampai kan pesanpesan penting dan rahasia.

Tentara Muslim pada abad pertengahan banyak menggapai kesuksesan. Kesuksesan terbesar terjadi saat Penaklukan Arab pada abad pertama Hijriah atau abad ke-7 Masehi. Tak hanya itu, kesuksesan besar juga diraih saat kemenangan tentara Ayyubi dan Mamluk pada abad ke-6 H dan ke-7 H (ke-12 dan ke-13 M). Hal tersebut banyak tercantum dalam risalah militer Arab atau buku tentang perang. Kesuksesan tentara Muslim tersebut tentunya didukung dengan sejumlah kecakapan yang dimiliki oleh tentara perang. Baik dari segi tentara itu sendiri, senjata, peralatan, tembok pertahan, maupun siasat. Satu hal lagi yang harus diperhitungkan dalam kesuksesan perang adalah komunikasi militernya.

Komunikasi merupakan syarat utama dalam setiap aktivitas manusia di dunia dimanapun orang atau komunitas itu berada. Komunikasi berfungsi untuk menyampaikan isi pernyataan kita kepada orang lain. Sama halnya dalam dunia militer, komunikasi merupakan sarana dalam membantu dan mendukung kerja serta kinerja satuan militer tersebut. Komunikasi militer meliputi bidang kegiatan militer, taktik dan peralatan yang berhubungan dengan komunikasi. Pertama, komunikasi militer adalah komunikasi medan perang, termasuk hubungan dengan pemimpin perang dengan khalifah/pejabat negara. Secara historis, komunikasi militer pertama dengan cara mengirim atau menerima sinyal sederhana (sering tersembunyi atau encoded).

Ahmad Y Al-Hassan dan Donald R. Hill dalam karyanya Islamic Technology: An Illustrated History menjelaskan selama masa awal penaklukan Arab, kurir penunggang onta menjadi perantara komunikasi antara khalifah di Madinah dan komandannya di medan perang. Setelah itu, perkembangan komunikasi militer semakin pesat. Buktinya saat kepemimpinan khalifah Umayyah (abad 1-2 H/ke-7-8 M), telah dibentuk pelayanan pos reguler yang disebut barid. Mereka mengadopsi sitem yang diterapkan oleh Byzantium dan Sassaniyyah Iran untuk mengelola barid tersebut. Sejak saat itu barid digunakan sebagai tempat pengiriman semua jenis informasi, sipil dan militer. Barid ini mencapai tingkat efisiensi yang tinggi pada masa khalifah Abbasiyah di Baghdad (abad ke-2 hingga 7 H/ke-8 M hingga ke-13 M). Bahkan pada saat itu telah dibentuk departemen pemerintah yang khusus bertanggung jawab atas pelayanan pos. “Tempat-tempat perhentian perjalanan pos (markaz) dibangun di sepanjang jalan-jalan utama dan jumlahnya tak kurang dari 430 buah diseluruh kerajaan itu,” jelas Al-Hassan dan Hill.

Al-Hassan dan Hill memaparkan bahwa di Iran, para kurir perantara komunikasi menunggang bagal, yakni hewan campuran spesies kuda dengan keledai, atau lebih tepat keturunan antara kuda betina dan keledai jantan. Sedangkan di tempat lain menggunakan kuda atau unta. Komunikasi militer semakin diperlukan, bahkan pada abad ke-3 H (ke-10 M), Buwayhiyyah melibatkan “pelari” untuk bekerja sebagai penyampai pesan. Mereka dipercaya untuk menyampaikan pesan yang bersifat rahasia.”Sedangkan untuk pesan-pesan penting digunakan merpati pos,” jelas Al-Hassan dan Hill. Efisiensi komunikasi militer lebih terasa saat kekuasaan Raja Mamluk (abad ke 7-13 H/abad ke 13-16 M). Di sana terdapat banyak tempat-tempat perhentian perjalanan pos sepanjang jalan sejak dari Kairo hingga Iskandariah, Damietta dan Mesir Atas. Mereka juga membuka tempat di ruterute lain mulai dari ibukota menuju Damaskus, Aleppo dan Sungai Efrat. “Pada mulanya ketika Mamluk terlibat dalam pertikaian dengan Mongol di perbatasan Utara, terdapat rangkaian menara api yang terpancang dari Sungai Efrat hingga Gaza melalui Palmyra, Damaskus, Baysan dan Nablus,” ungkap Al-Hassan dan Hill.

Kala itu, lanjut Al-Hassan dan Hill, jika ada bahaya mengancam, api dinyalakan sebagai sinyal secara berurutan dari mercu suar-mercu suar ini. “Merpati Pos juga dimanfaatkan secara luas, dan ada pula menaramenara untuk merpati pos (burj) di berbagai tempat di Mesir dan Syria,” jelas Al-Hassan dan Hill.

Merpati Pos Ala Dinasti Mamluk

Layanan pos di era kejayaan Islam tak hanya sekedar sebagai pengantar pesan. Dinasti Mamluk yang berkuasa di Mesir pada 1250 hingga 1517 M juga menjadikan pos sebagai alat pertahanan. Guna mencegah invasi pasukan tentara Mongol di bawah komando Hulagu Khan pada medio abad ke-13 M, para insinyur Mamluk membangun menara pengawas di sepanjang rute pos Irak hingga Mesir. Di atas menara pengawas itu selama 24 jam penuh para penjaga telah menyiapkan tanda-tanda bahaya. Jika bahaya mengancam di siang hari, maka petugas akan membakar kayu basah yang dapat mengepulkan asap hitam. Sedangkan di malam hari, petugas akan membakar kayu kering. Upaya itu ternyata tak sepenuhnya berhasil. Tentara Mongol mampu menembus Baghdad dan memporak-porandakan metropolis intelektual itu. Meski begitu, peringatan awal yang ditempatkan di se pan jang rute pos itu juga berhasil mencegah masuknya tentara Mongol ke Kairo, Mesir.

Hanya dalam waktu delapan jam, berita pasukan Mongol akan menyerbu Kairo sudah diperoleh pasukan tentara Muslim. Itu berarti sama dengan waktu yang diperlukan untuk menerima telegram dari Baghdad ke Kairo di era modern. Berkat informasi berantai dari menara pengawas itu, pasukan Mamluk mampu memukul mundur tentara Mongol yang akan menginvasi Kairo. Menurut Paul Lunde, layanan pos melalui jalur darat pada era kekuasaan Dinasti Mamluk juga sempat terhenti ketika pasukan Tentara Salib memblokir rute pos. Meski begitu, penguasa Dinasti Mamluk tak kehabisan akal. Sejak saat itu, kata dia, Dinasti Mamluk mulai menggunakan merpati pos.

Dengan menggunakan burung merpati sebagai pengantar pesan, pasukan Tentara Salib tak dapat mencegah masuknya pesan dari Kairo ke Irak. “Merpati pos mampu mengantarkan surat dari Kairo ke Baghdad dalam waktu dua hari,” tutur Lunde. Sejak itu, peradaban Barat juga mulai meniru layanan pos dengan merpati seperti yang digunakan penguasa Dinasti Mamluk. Lunde menuturkan, pada tahun 1300 M Dinasti Mamluk memiliki tak kurang dari 1.900 merpati pos. Burung merpati itu sudah sangat terlatih dan teruji mampu mengirimkan pesan ke tempat tujuan. Seorang tentara Jerman bernama Johan Schiltberger menuturkan kehebatan pasukan merpati pos yang dimiliki penguasa Dinasti Mamluk. “Sultan Mamluk mengirim surat dengan merpati, sebab dia memiliki banyak musuh,” cetus Schiltberger. Dinasti Mamluk memang bukan yang pertama menggunakan merpati pos. Penggunaan merpati untuk mengirimkan pesan kali pertama diterapkan peradaban Mesir kuno pada tahun 2900 SM.

Pada masa kekuasaan Dinasti Mamluk, merpati pos juga berfungsi untuk mengirimkan pesanan – pos parsel. Alkisah, penguasa Mamluk sangat puas dengan kiriman buah cherry dari Lebanon yang dikirimkan ke Kairo dengan burung merpati. Setiap burung merpati membawa satu biji buah cherry yang dibungkus dengan kain sutera. Pada masa itu sepasang burung merpati pos harganya mencapai 1.000 keping emas. Layanan merpati pos ala Dinasti Mamluk itu tercatat sebagai sistem komunikasi yang tercepat di abad pertengahan. Hingga akhirnya, Samuel Morse menemukan telegraf pada tahun 1844 dan Guglielmo Marconi menciptakan radio. Referensi

Belajar perawatan jenazah, mengingatkan diri ini, kita ini dan semuanya pasti mati

In aNak, bLog, damai, hAm, hIdup, iSlam, indonesia, kEluarga, kEnangan, kEwarganegaraan, nUrani, peace, sumber daya on Monday , 6 April 2009 at 9:24 PM

Foto di bawah ini sudah anda lihat? Ya, ini bukan adegan mengkafani orang mati sesungguhnya, ini baru simulasinya, pelatihannya, yang kebetulan pernah saya ikuti …. intinya kita diajarkan bagaimana melakukan perawatan jenazah, dari mulai saat kematian itu datang, memandikan, hingga mengkafani. Lengkap, tuntas, dengan segala doa dan tradisi yang biasanya mengiringi aktivitas ini. Dengan mengikuti kegiatan ini saja banyak peserta pelatihan yang mulai “teringatkan” bahwa kita hidup ini hanya sesaat, mung mampir ngombe, makanya jangan mentang-mentang, jangan aji mumpung, karena jemputan kematian tidak pandang bulu, tidak melihat waktu, kapanpun bisa terjadi …

praktek_merawat_jenazah

Lahir, hidup, dan mati merupakan siklus yang nyata terjadi pada setiap manusia ….

Sudahkah kita menyadari? Sudah siapkah saya, anda, dan kita semua? Sehingga mau mengisi kehidupan sebagai WNI Nomor 1 dengan baik dan benar? Cobalah kita renungkan hal ini dengan seksama, sebelum Malaikat maut menjemput kita. Inna lillahi wa inna Ilaihi roji’un …

R A M A D H A N

In hAm, hIdup, iSlam, indonesia, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, lEgislatif, mAnajemen, nUrani, pEndidikan on Thursday , 28 August 2008 at 5:14 AM

logoku

Raih peluang mendapatkan bulan suci yang sangat berharga ini

Andaikan saja pertemuan dengan bulan Ramadhan seperti bertemu dengan pacar

Manfaatkan Ramadhan sebagai momentum perubahan menuju kebaikan

Abaikan semua hal yang nggak perlu yang mengganggu dan menghalangi ibadah kita di bulan Ramadhan

Doa dan ibadah kita tingkatkan setiap saat

Hubungan dengan Tuhan dan Manusia lain kita perbaiki kualitasnya

Apapun kegiatannya, kita fokuskan untuk meningkatkan iman dan takwa

Namanya usaha, nggak perlu dihitung-hitung bagaimana dan seberapa besar jumlah pahalanya, pokoknya lakukan kegiatan dengan ikhlas, sabar dan tawakal.