![]() Kasau Marsdya TNI Imam Sufaat, Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso dan Marsekal TNI Subandrio melakukan salam komando usai serah terioma jabatan Kasau di Lanud Halim Perdanakusuma, Kamis (12/11/2009) |
| S
PANGLIMA TNI : HARUS MAMPU MENYIAPKAN KEMAMPUAN KEKUATAN UDARA Demikian amanat Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso dalam upacara serah terima jabatan Kepala Staf Angkatan Udara dari Marsekal TNI Subandrio kepada Marsdya TNI Imam Sufaat di Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta Timur. Kamis, (12/11) Dengan demikian maka postur TNI Angkatan Udara harus dibangun secara bertahap, berkesinambungan, tepat sasaran, dan berdasarkan skala prioritas. Oleh sebab itu kebutuhan pokok minimum (Minimum Essential Force) merupakan upaya nyata dalam mewujudkan pembangunan kekuatan dan kemampuan TNI Angkatan Udara agar semakin handal dalam menjalankan tugas pokoknya. Pada saat ini, segenap komponen bangsa telah berupaya keras untuk mengatasi permasalahan kebangsaan baik dibidang politik, ekonomi, maupun hukum serta upaya peningkatan kesejahteraan rakyat pada umumnya. TNI sebagai bagian dari komponen bangsa memiliki komitmen kuat untuk melakukan yang terbaik bagi kepentingan bangsa dan negara dan melaksanakan tugas yang diembankan negara dalam ikut menyelesaikan permasalahan bangsa tersebut, utamanya dalam menegakan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah NKRI, serta melindungi segenap bangsa Indonesia. Marsekal Madya TNI Imam Sufaat yang merupakan lulusan Akabri Udara tahun 1977 dan lulus sekolah penerbang angkatan ke 24 tahun 1979 menjadi Kepala Staf Angkatan Udara ke-18 menggantikan Marsekal TNI Subandrio yang akan menjadi Pati di Mabes TNI. Pangllima TNI berharap bahwa dengan latar belakang pengalaman penugasan di berbagai bidang dan pengetahuan yang Marsekal TNI Imam Sufaat miliki, akan berhasil memimpin dan membina TNI Angkatan Udara di masa depan. |
Posts Tagged ‘militer’
PANGLIMA TNI : HARUS MAMPU MENYIAPKAN KEMAMPUAN KEKUATAN UDARA
In kEpemimpinan on Sunday , 22 November 2009 at 5:48 PMBe a Professional?
In militer on Tuesday , 15 September 2009 at 1:34 PMMain criteria for professional include the following:
Reasonable work moral and motivation. Having interest and desire to do a job well as well as holding positive attitude towards the profession are important elements in attaining a high level of professionalism.
The unique and indispensable characteristic of a professional is the ability to exercise sound and reasonable judgment about important matters in conditions of uncertainty. This ability, in turn, depends upon three other factors that are necessary conditions for someone to exercise this sort of judgment: the professional must possess specialized knowledge, must make critical commitments, and must be permitted autonomy in decision making.
Professionalism is important in the military for two significant reasons. First, the military leader is a public servant responsible for the defense of the nation. Second, the military organization is often responsible for the life of its soldiers. (mardoto, yogyakarta, 15 september 2009)
Selamat dan sukses untuk Air Top Gunner Skadron 3
In militer on Monday , 3 August 2009 at 9:18 AMTidak mudah untuk meraih gelar sebagai Air Top Gunner (gelar keahlian menembak dengan menggunakan pesawat tempur supersonik). Seperti yang dilakukan Mayor Pnb Firman Dwi Cahyono, ia harus rajin berlatih dengan konsentrasi penuh, disiplin, dan melaksanakan evaluasi setiap usai latihan. Namun demikian, segala sesuatu yang dilakukan dengan serius didasari kedisiplinan tinggi tentu akan memperoleh hasil yang memuaskan pula. Sebagaimana latihan penembakan peluru Air to Air Taxan yang dilaksanakan oleh Wing 3 Lanud Iswahjudi pada tanggal 13 s.d. 22 Juli 2009, Mayor Firman berhasil menunjukkan hasil kerjanya selama ini.
Selama latihan berlangsung, melalui data yang diperoleh, maka dapat dikatakan bahwa Mayor Pnb Firman menjadi penembak paling jitu, dari 200 peluru yang ditembakkan, 198 buah mengenai sasaran, akurasinya hampir 100%. Tak pelak, Firman pun dapat dikatakan sebagai Air Top Gunner dalam latihan tersebut. Kelihaian Firman menembak sasaran di udara, tentunya tidak lepas dari usaha kerasnya selama berlatih dan bermanuver dengan pesawat F-16 / Fighting Falcon. Kerja kerasnya tidak sia-sia, Firmanpun menyandang gelar Air Top Gunner kali ini.
Mayor Pnb Firman DC adalah Alumnus AAU tahun 1996 yang saat ini menjabat sebagai Dan Flight Ops “C” Skadron Udara 3. Statusnya di pesawat F-16 dapat dikatakan lengkap yaitu Instruktur, Flight Leader dan juga sebagai Test Pilot pesawat F-16/Fighting Falcon. Bergabung di Skadron Udara 3, sejak tahun 1998 dan sampai saat ini sudah mengantongi 1300 jam terbang dengan pesawat F-16, sehingga Firman memiliki total 2150 jam terbang di berbagai jenis pesawat.
Letkol Pnb Fajar selaku Komandan Skadron Udara 3, merasa puas dan bangga atas prestasi yang telah diraih anak buahnya tersebut. “Firman menjadi Air Top Gunner kali ini, membuktikan bahwa jerih payahnya selama latihan tidak sia-sia. Saya memang membina dan menempa para penerbang F-16, dengan keras, penuh disiplin dan profesional. Jika mereka belum memenuhi standar, maka akan saya perintahkan untuk mengulangi bahkan tak segan-segan saya menghukum mereka. Itu semua demi profesionalisme penerbang yang muaranya adalah keselamatan terbang atau Safety“, Ujar Fajar. Letkol Pnb Fajar menegaskan bahwa latihan ini menyuguhkan penembakan peluru (air gunnery) 20 mm yang dimuntahkan dari dua jenis pesawat F-16 dan F-5 dengan sasaran Taxan yang berbentuk tetra plan seperti layang-layang berwarna merah yang ditarik oleh pesawat F-5. Di dalam badan Taxan ini terdapat Radio sensor dan transmiter yang berfungsi mendeteksi peluru yang masuk dalam radius 10 meter lalu memberikan datanya kepada petugas di bawah, sehingga berapa peluru yang mengenai sasaran bisa langsung diketahui saat itu juga.
Alat ini sangat membantu latihan para penerbang tempur di Lanud Iswahjudi, untuk meningkatkan kemampuannya bermanouver dan menembak sasaran di udara. Penerbang secara langsung dapat mengetahui berapa peluru yang ditembakkan tersebut, mengenai sasaran, semakin banyak peluru yang masuk, maka semakin jitu si Penerbang dalam menembak.
Selamat ya Fir, semoga sukses terus. Air Top Gunner itu “harganya” mahal lho, ati-ati dan jaga diri ….. Semoga dapat mempertahankan terus skill yang dimiliki, performance leadership-nya dan kepribadian yang terbaik, sehingga mampu mencapai puncak karir secara cemerlang pada masa mendatang ….. Kembangkan terus sayapmu, sayap SWA BHUWANA PAKSA.
Jangan sebut pulau terluar. Katakan saja pulau terdepan!
In indonesia on Saturday , 1 August 2009 at 6:00 AMNegara kita punya banyak pulau, mencapai sekitar 17.000 pulau. Ada yang sudah bernama (terdata) ada yang belum punya nama. Seringkali kita menyebut pulau paling depan (dekat perbatasan antar negara) sebagai pulau terluar. Ini memang aneh, wong pulau-pulau itu masuk halaman laut kita, kok disebut pulau terluar (memang pulau-pulau itu berada di luar Indonesia?). Mestinya, karena masih di dalam lautan kita, yang bener, panggilan terbaik ya PULAU-PULAU TERDEPAN, karena ini juga mengisyaratkan bahwa pulau-pulau itu merupakan etalase, sekaligus posisi pertahanan kita paling depan.
Lepas dari itu, semua pulau-pulau terdepan mestinya kita perhatikan perkembangan pembangunannya, agar masyarakat (kalau ada yang tinggal disitu) merasa betul-betul diperhatikan keberadaannya sebagai WNI, jangan sampai malah dibina orang asing. Pembangunannya yang lengkap, bukan hanya yang terkait langsung dengan pertahanan dan keamanan saja, namun dari sisi ekonomi, sosial, politik dan hukum. Media komunikasi/informasi asli Indonesia harus bisa masuk dan dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat di pulau-pulau terdepan.
Jadi, jangan lupa ya menyebut pulau-pulau kita yang deket perbatasan dengan sebutan PULAU-PULAU TERDEPAN.
Modal Pemimpin : Integritas, Percaya Diri dan Keterbukaan
In kEpemimpinan on Friday , 31 July 2009 at 9:45 AMSaat hadir dalam acara makan malam bersama Kasau dan mantan Kasau dalam acara Sambung Rasa sebagai Rangkaian Peringatan Ke-62 Hari Bhakti TNI AU Tahun 2009 di Gedung Handrawina Akademi Angkatan Udara, tanggal 28 Juli 2009, ada ungkapan kata yang perlu disimak dari Mantan Kasau Marsekal TNI (Pur) Herman Prayitno, bahwa ada tiga hal yang harus dipegang oleh seorang pemimpin dalam berkarya agar sukses:
1. Integritas (Integrity)
2. Percaya Diri (Self Confidence)
3. Keterbukaan (Full Disclosure)
Memang, semestinya begitu. Tentu patut direnungkan lebih dalam, serta diaplikasikan secara lebih luas, bertingkat dan berlanjut di lingkungan kerja.
Dengan Integritas tentu ada kontrol diri yang kuat mengenai kepatuhan terhadap norma-norma standar, yaitu norma hukum, norma etika, norma agama, dan norma profesi. Bahkan tanpa ada cara-cara penandatanganan Pakta Integritas pun, sang pemimpin itu akan tetap beraktivitas dan menjalankan tugasnya secara tertib aturan, kesadaran bahwa selalu ada yang mengontrol selain dirinya sendiri itulah yang akan menjadi filter terkuat kalau mau berbuat menyimpang.
Dengan Percaya Diri, seorang pemimpin akan mengambil keputusan secara matang, dengan menggunakan dasar-dasar yang kuat, serta harus berani menghadapi resiko apapun yang terjadi akibat keputusannya itu. Untuk itu bagi seorang pemimpin agar tumbuh rasa percaya diri yang kuat, dia harus selalu mau belajar dengan baik dan benar terutama terkait dengan bidang/jabatan yang sedang dijalaninya dengan segala aspek yang melingkupinya. Dengan mengasah diri (membaca dan menulis) secara terus menerus, dengan meng-update informasi yang senantiasa berkembang secara dinamis, dengan mengembangkan analisis yang dipenuhi akal sehat, serta menjalankan strategi komunikasi intens dengan partner kerja, tentu rasa percaya diri akan terbangun secara maksimum. Adalah salah, kalau seorang pemimpin hanya mengandalkan stafnya secara total dalam membangun rasa percaya dirinya. Justru sang pemimpin itulah yang harusnya mampu mendayagunakan staf sekaligus membangun sumber-sumber pendorong munculnya rasa percaya diri secara terpadu.
Dengan Keterbukaan, seorang pemimpin akan dapat bekerja secara tenang tanpa terganggu praduga-praduga yang negatif dari stafnya ataupun dari koleganya yang lain. Dalam batas-batas tertentu keterbukaan ini memang menjadi positif dalam meneguhkan kepemimpinannya, namun ada juga hal-hal yang terkait keterbukaan ini yang mestinya dikembangkan dan dijalankan secara proporsional sesuai levelering-nya. Keterbukaan bukanlah harus dimaknai semua orang harus tahu semuanya! Namun dengan niat yang baik, keterbukaan bisa juga diartikan mau menerima masukan konstruktif, kritik ataupun “protes” yang memang ada dasarnya, dari siapapun, tanpa melihat level yang memberi masukan, sepanjang disampaikan secara etis. Tidaklah jamannya mengklaim bahwa pemimpin pasti benar segalanya, nggak pernah salah. Namun selalu ada cara untuk “memperbaiki” hal ini dengan keterbukaan yang sinergis.
“Surat Noordin M Top” beredar di internet. Asli atau tipu-tipu? Indonesia Unite!
In bLog on Thursday , 30 July 2009 at 1:45 PMSurat elektronik yang mengatasnamakan tokoh teroris yang menjadi buruan polisi, Noordin M Top, beredar di beberapa situs. Surat itu dapat ditemukan di sejumlah situsweb sejak sepekan lalu. Isi surat yang belum bisa dipastikan kebenarannya itu berupa ‘pernyataan resmi dan bentuk tanggung jawab’ orang yang mengatasnamakan dirinya Noordin M Top atas peledakan dua bom di hotel JW Marriot dan Ritz Carlton, di kawasan Mega Kuningan, Jakarta pada 17 Juli lalu. Meski demikian, beberapa pihak meragukan kesahihan surat elektronik itu.
Berikut ini petikan lengkap surat elektronik dari orang yang mengatasnamakan Noordin M Top soal peledakan bom di dua hotel tersebut:

KETERANGAN RESMI TANDZIM AL QO’IDAH INDONESIA ATAS AMALIYAT JIHADIYAH ISTISYHADIYAH DI HOTEL JW. MARRIOT JAKARTA
اَلْحَمْدُ ِللهِ مُعِزِّ اْلإِسْلاَمِ بِنَصْرِه، وَمُذِلِّ الشِّرْكِ بِقَهْرِه، وَمُصَرِّف اْلأُمُور بِأَمْرِه، وَمُسْتَدْرِجِ اْلكَافِرِيْنَ بِمَكْرِه، اَلَّذِي قَدّرَ اْلأَيَّامَ دُولاً بِعَدْلِه، وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى مَنْ أَعْلَى اللهَُ مَنَارَ اْلإِسْلاَمِ بِسَيْفِه.
أمَّا بعد
Ini adalah keterangan resmi dari Tandzim Al Qo’idah Indonesia untuk ummat Islam dengan Amaliyat Jihadiyah Istisyhadiyah di Hotel JW. MARRIOT Jakarta, pada hari Jum’at pagi, tanggal 17 juli 2009 M./24 Rojab 1430 H. yang dilakukan oleh salah satu ikhwah mujahidin terhadap “KADIN Amerika” di Hotel tersebut.
Sesungguhnya telah sempurna pelaksanaan Amaliyat Istisyhadiyah dengan karunia Allah dan karomah-Nya setelah melakukan survey yang serius dan pengintaian yang mendalam terhadap orang-orang kafir sebelumnya.
Dan sungguh benar firman Allah :
“Maka (yang sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, akan tetapi Allahlah yang membunuh mereka, dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allah-lah yang melempar. (Allah berbuat demikian untuk membinasakan mereka) dan untuk memberi kemenangan kepada orang-orang mukmin, dengan kemenangan yang baik. Sesungguhnya Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui”. (QS. Al Anfal : 17).
Ini juga sesuai dengan firman Allah Ta’ala :
“Perangilah mereka, niscaya Allah akan menghancurkan mereka dengan (perantaraan) tangan-tanganmu dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kamu terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman”. (QS. Attaubah : 14).
Agar ummat ini mengetahui bahwasanya Amerika, khususnya orang-orang yang yang berkumpul dalam majlis itu, mereka adalah para Pentolan Bisnisman dan Inteljen di dalam bagian ekonomi Amerika. Dan mereka mempunyai kepentingan yang besar dalam mengeruk harta negeri Indonesia dan pembiyaan tentara kafir (Amerika) yang memerangi Islam dan kaum muslimin. Dan kami akan menyampaikan kabar gembira kepada kalian wahai ummat Islam, bi idznillahi Ta’ala dengan mengeluarkan cuplikan-cuplikan film dari Amaliyat Istisyhadiyah ini insya Allah.
Dan kami beri nama Amaliyat Istisyhadiyah ini dengan : “SARIYAH DR. AZHARI”.
Kami ber-Husnu Dhon kepada Allah bahwa Allah akan menolong kami dan menolong kaum muslimin dalam waktu dekat ini.
الله أكبر ولله العزة ولرسوله والمؤمنون
Amir Tandzim Al Qo’idah Indonesia
Abu Muawwidz Nur Din bin Muhammad Top
Hafidzohullah
KETERANGAN RESMI DARI TANDZIM AL QO’IDAH INDONESIA ATAS AMALIYAT JIHADIYAH ISTISYHADIYAH DI HOTEL RIZT CALRTON JAKARTA
اَلْحَمْدُ ِللهِ مُعِزِّ اْلإِسْلاَمِ بِنَصْرِه، وَمُذِلِّ الشِّرْكِ بِقَهْرِه، وَمُصَرِّف اْلأُمُور بِأَمْرِه، وَمُسْتَدْرِجِ اْلكَافِرِيْنَ بِمَكْرِه، اَلَّذِي قَدّرَ اْلأَيَّامَ دُولاً بِعَدْلِه، وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى مَنْ أَعْلَى اللهَُ مَنَارَ اْلإِسْلاَمِ بِسَيْفِه.
أمَّا بعد
Ini adalah keterangan resmi dari Tandzim Al Qo’idah Indonesia untuk ummat Islam dengan Amaliyat Jihadiyah Istisyhadiyah di Hotel Rizt Calrton Jakarta, pada hari Jum’at pagi, tanggal 17 juli 2009 M./24 Rojab 1430 H. yang dilakukan oleh salah satu ikhwah mujahidin terhadap antek-antek Amerika yang berkunjung di Hotel tersebut.
Sesungguhnya Allah menganugerahkan kepada kami jalan untuk menyerang Hotel termegah yang dimiliki oleh Amerika di Ibukota Indonesia di Jakarta, yaitu Rizt Calrton. Yang mana penjagaan dan pengamanan di sana sungguh sangatlah ketat untuk dapat melakukan serangan seperti yang kami lakukan pada kali ini.
“Mereka membuat Makar dan Allah pun membuat Makar. Dan Allah itu Maha Pembuat Makar”. (QS. Ali Imron : 54).
Adapun sasaran yang kami inginkan dari amaliyat ini adalah :
1. Sebagai Qishoh (pembalasan yang setimpal) atas perbuatan yang dilakukan oleh Amerika dan antek-anteknya terhadap saudara kami kaum muslimin dan mujahidin di penjuru dunia
2. Menghancurkan kekuatan mereka di negeri ini, yang mana mereka adalan pencuri dan perampok barang-barang berharga kaum muslimin di negeri ini
3. Mengeluarkan mereka dari negeri-negeri kaum muslimin. Terutama dari negeri Indonesia
4. Menjadi pelajaran buat ummat Islam akan hakikat Wala’ (Loyalitas) dan Baro’ (Permusuhan), terkhusus menghadapi datangnya Klub Bola MANCESTER UNITED (MU) ke Hotel tersebut. Para pemain itu terdiri dari para salibis. Maka tidak pantas ummat ini memberikan Wala’nya dan penghormatannya kepada musuh-musuh Allah ini
5. Amaliyat Istisyhadiyah ini sebagai penyejuk dan obat hati buat kaum muslimin yang terdholimi dan tersiksa di seluruh penjuru dunia
Yang terakhir ….. bahwasanya Amaliyat Jihadiyah ini akan menjadi pendorong semangat untuk ummat ini dan untuk menghidupkan kewajiban Jihad yang menjadi satu-satunya jalan untuk menegakkan Khilafah Rosyidah yang telah lalu, bi idznillah.
Dan kami beri nama Amaliyat Jihadiyah ini dengan : “SARIYAH JABIR”
الله أكبر ولله العزة ولرسوله والمؤمنون
Amir Tandzim Al Qo’idah Indonesia
Abu Mu’awwidz Nur Din bin Muhammad Top
Hafidzohullah
PESANNYA:
a. Asli atau tipu-tipu? Biarkan pihak yang berwajib yang membuktikan. Rakyat Indonesia mestinya tenang-tenang saja, namun tetap waspada. Ini abad informasi, begitu mudah bagi siapa saja untuk mengeluarkan informasi, mengacau informasi, memalsu informasi, mereduksi informasi, mengolah informasi, merekayasa informasi, memformulasikan informasi …. ya, namanya saja perang informasi.Untuk apa? Yang jelas, untuk mempengaruhi, secara fisik ataupun psikologis. Mungkin saja informasi ini benar, mungkin juga informasi ini sesat. Jangan terlalu mudah percaya informasi dari internet, jangan pula 100% mengabaikan informasi semacam ini, sikapilah dengan proporsional, seraya check & recheck informasi, sekaligus crosscheck informasi beginian.
b. Lepas dari benar atau tidak informasi ini, tetaplah rakyat Indonesia waspada secara terus menerus, jangan pernah lengah, apalagi tersesatkan! Jaman sekarang ini terlalu mudah bagi siapa saja untuk bikin tulisan dan menampilkannya di blog/website, oleh sebab itu, ada informasi pasti ada kontra informasi, begitu seterusnya.Kalau anda tahu ada yang nggak beres laporkan segera kepada pihak yang berwajib.
c. Dengan adanya, contents-contents keras, nakal, bahkan berbau agitatif yang berseliweran di berbagi blog/website dan tampaknya sulit dipertanggungjawabkan kebenarannya (setidaknya masih perlu dipertanyakan keasliannya), apakah ini berarti kita harus bereaksi keras dengan “mengunci” internet supaya nggak mudah bagi siapa saja memposting tulisan di blog/website, mengirim email, atau chatting? Ach, mestinya nggak harus sedrastis itulah. Zaman kebebasan informasi, yang menghantarkan rakyat Indonesia telah bebas menghirup udara Hak Asasi Manusia-nya dalam alam kebebasan memperoleh informasi dan mengeluarkan pendapat mestinya tetap dipertahankan, jangan mundur lagi. Aturan hukum dan undang-undang, serta penegakannya (secara adil dan beradab) mestinya yang diperkuat, disosialisasikan, diterapkan secara terukur dan selalu up to date dengan dinamikan perkembangan sosial, politik, hukum dan ekonomi kita. Tetapi tidak dalam kerangka “mengerangkeng” kebebasan masyarakat. Rakyat harus diedukasi dengan karakter sebagai manusia yang bertanggungjawab dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, termasuk dalam mengakses dan memanfaatkan internet!
d. Rakyat Indonesia harus bersatu melawan terorisme yang merusak sendi-sendi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Indonesia Unite!
Menelisik TNI di UU RI No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
In militer on Monday , 27 July 2009 at 1:12 PMDari UU 22/2009 Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang telah disahkan tanggal 22 Juni 2009, kita bisa menelisik bagaimana pemberlakuan ketentuan lalu lintas dan angkutan jalan bagi Tentara Nasional Indonesia (TNI) :
Pasal 47
(2) Kendaraan Bermotor sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dikelompokkan berdasarkan jenis:
e. kendaraan khusus.
Penjelasan Huruf e: Yang dimaksud dengan “kendaraan khusus” adalah Kendaraan Bermotor yang dirancang khusus yang memiliki fungsi dan rancang bangun tertentu, antara lain:
a. Kendaraan Bermotor Tentara Nasional Indonesia;
Pasal 59
(5) Penggunaan lampu isyarat dan sirene sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) sebagai berikut:
b. lampu isyarat warna merah dan sirene digunakan untuk Kendaraan Bermotor tahanan, pengawalan Tentara Nasional Indonesia, pemadam kebakaran, ambulans, palang merah, rescue, dan jenazah; dan
Pasal 72
(1) Registrasi Kendaraan Bermotor Tentara Nasional Indonesia diatur dengan peraturan Panglima Tentara Nasional Indonesia dan dilaporkan untuk pendataan kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Pasal 137
(4) Mobil barang dilarang digunakan untuk angkutan orang, kecuali:
b. untuk pengerahan atau pelatihan Tentara Nasional Indonesia dan/atau Kepolisian Negara Republik Indonesia; atau
Sedikit referensi ini semoga bermanfaat bagi kita semua, bagaimana berlaku di jalan dan berlalu lintas yang baik sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Bagaimana dengan Konvoi di jalanan yang kerapkali kita temui itu?
Pasal 134
Pengguna Jalan yang memperoleh hak utama untuk didahulukan sesuai dengan urutan berikut:
a. Kendaraan pemadam kebakaran yang sedang melaksanakan tugas;
b. ambulans yang mengangkut orang sakit;
c. Kendaraan untuk memberikan pertolongan pada Kecelakaan Lalu Lintas;
d. Kendaraan pimpinan Lembaga Negara Republik Indonesia;
e. Kendaraan pimpinan dan pejabat negara asing serta lembaga internasional yang menjadi tamu negara;
f. iring-iringan pengantar jenazah; dan
g. konvoi dan/atau Kendaraan untuk kepentingan tertentu menurut pertimbangan petugas Kepolisian Negara
Republik Indonesia.
Dari Pasal 134 Ayat g ini kita bisa melihat bahwa untuk Konvoi TNI memang punya dasar kuat, karena termasuk dalam kepentingan tertentu (kepentingan alat pertahanan negara), petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia pasti memahami hal ini. Yang penting dalam pelaksanaan Konvoi diatur dengan tertib, mengikuti ketentuan/aturan lalu lintas umum yang berlaku, termasuk petugas pengatur yang di jalan/lapangan juga harus antisipasi dan merespon adanya Konvoi secara cekatan dan proaktif.
Selain itu, kalau soal Konvoi, harus selektiflah, ya jangan semua diberi ijin untuk konvoi dan dikawal dengan label kepentingan tertentu. Dilihat pantes-pantesnyalah!
10 Teori Konspirasi Paling Top
In informasi on Thursday , 23 July 2009 at 12:29 PM1. The JFK Assassination

This much we can stipulate: President John F. Kennedy was assassinated 45 years ago this week, on Nov. 22, 1963, struck by two bullets — one in the head, one in the neck — while riding in an open-topped limo through Dealey Plaza in Dallas. Lee Harvey Oswald was charged with killing him, and a presidential commission headed by Chief Justice Earl Warren found that Oswald acted alone.
That conclusion hasn’t passed muster with the public. A 2003 ABC News poll found that 70% of Americans believe Kennedy’s death was the result of a broader plot. The trajectory of the bullets, some say, didn’t square with Oswald’s perch on the sixth floor of the Texas School Book Depository. Others suggest a second gunman — perhaps on the grassy knoll of Dealey Plaza — participated in the shooting. Others believe in an even broader conspiracy. Was Kennedy killed by CIA agents acting either out of anger over the Bay of Pigs or at the behest of Vice President Lyndon Johnson? By KGB operatives? Mobsters mad at Kennedy’s brother for initiating the prosecution of organized crime rings? Speculation over one of history’s most famous political assassinations is such a popular parlor game that most people have taken the rumors to heart: just 32% of those polled by ABC believe Oswald carried out the killing on his own. Ref.
2. 9/11 Cover-Up

Not since the JFK assassination has there been a national tragedy so heavily imprinted in American minds — or that has given rise to quite as many alternative explanations. While videos and photographs of the two planes striking the World Trade Center towers are famous around the world, the sheer profusion of documentary evidence has only provided even more fodder for conspiracy theories.
A May 2006 Zogby poll found that 42% of Americans believed that the government and the 9/11 commission “concealed or refused to investigate critical evidence that contradicts their official explanation of the September 11th attacks.” Why had the military failed to intercept the hijacked planes? Had the government issued a “stand down” order, to minimize interference with a secret plan to destroy the buildings and blame it on Islamic terrorists? In 2005, Popular Mechanics published a massive investigation of similar claims and responses to them. The reporting team found that the North American Aerospace Defense Command (NORAD) did not have a history of having fighter jets prepped and ready to intercept aircraft that had gone off route. And while the team found no evidence that the government had planned the attacks, lack of proof has rarely stopped conspiracy theorists before. Ref.
3. Area 51 and the Aliens

We may have Tang thanks to the space program, but who gave us such innovations as the Stealth fighter and Kevlar? Aliens, of course. Conspiracy theorists believe that the remains of crashed UFO spacecrafts are stored at Area 51, an Air Force base about 150 miles from Las Vegas, where government scientists reverse-engineer the aliens’ highly advanced technology. Fodder for this has come from a variety of supposed UFO sightings in the area and testimony from a retired Army colonel who says he was given access to extraterrestrial materials gathered from an alien spacecraft that crashed in Roswell, New Mexico. Some also believe that the government studies time travel at Area 51, also known as Groom Lake or Dreamland.
The government has developed advanced aircraft and weapons systems at nearby Nellis Air Force Base, including Stealth bombers and reconnaissance planes. And the government’s official line — that the details of Area 51 are classified for purposes of national security — is only seen as further proof that the military is hiding aliens or alien spacecraft. Ref.
4. Paul Is Dead

Paul McCartney never wrote “Maybe I’m Amazed.” He never formed the band Wings. He never clashed with Yoko, became a vegetarian, or fathered any of his children. When Queen Elizabeth knighted him in 1997, she was actually knighting someone else. This is because, conspiracy-minded Beatlemaniacs say, Paul McCartney secretly died in 1966. Theorists claim the other Beatles covered up his death — hiring someone who looked like him, sang like him, and had the same jovial personality. But the guilt eventually got to them and they began hiding clues in their music. In the song “Taxman,” George Harrison gave his “advice for those who die,” meaning Paul. The entire Sgt. Pepper’s Lonely Hearts Club Band album was awash with Paul-is-dead clues: the Beatles had formed a “new” band featuring a fictional member named Billy Shears — supposedly the name of Paul’s replacement. The album contained John Lennon’s “A Day in the Life,” which had the lyrics “He blew his mind out in a car” and the recorded phrase “Paul is dead, miss him, miss him,” which only becomes evident when the song is played backward. Lennon also mumbled, “I buried Paul” at the end of “Strawberry Fields Forever” (in interviews, Lennon said the phrase was actually “cranberry sauce” and denied the existence of any backward messages).
Paul-is-dead believers think the Beatles accompanied these backward tape loops and veiled references to death with album covers that illustrated the loss of their friend. The original cover of 1966’s Yesterday and Today album featured the Beatles posed amid raw meat and dismembered doll parts — symbolizing McCartney’s gruesome accident. If fans placed a mirror in front of the Sgt. Pepper album cover, the words Lonely Hearts on the drum logo could be read as “1 ONE 1 X HE DIE 1 ONE 1.” And of course, there’s the Abbey Road cover, on which John, George and Ringo forwent all pretense and pretended to cross the street as a funeral procession. John wore all white, like a clergyman. Ringo, the mourner, dressed in black. George donned jeans, like a gravedigger. Paul wore no shoes (he didn’t need them, because he was dead) and walked out of step with the others.
If Paul is dead, then his imposter is still at large. He met and married Linda Eastman, with whom he had four children before losing her to breast cancer in 1998. He released a live album in 1993 called Paul Is Live (likely story), and produced more than 20 solo albums — and that’s not even counting the ones released by Wings. Then he endured a horrible divorce from Heather Mills, which may have made him wish he were dead — or, at least, were still Billy Shears. So who is the real McCartney? The world may never know. Ref.
5. Secret Societies Control the World

If you were really a member of the global elite, you’d know this already: the world is ruled by a powerful, secretive few. Many of the rest of us peons have heard that in 2004 both candidates for the White House were members of Yale University’s secretive Skull and Bones society, many of whose members have risen to powerful positions. But Skull and Bones is small potatoes compared with the mysterious cabals that occupy virtually every seat of power, from the corridors of government to the boardrooms of Wall Street.
Take the Illuminati, a sect said to have originated in 18th century Germany and which is allegedly responsible for the pyramid-and-eye symbol adorning the $1 bill: they intend to foment world wars to strengthen the argument for the creation of a worldwide government (which would, of course, be Satanic in nature). Or consider the Freemasons, who tout their group as the “oldest and largest worldwide fraternity” and boast alumni like George Washington. Some think that despite donating heaps of cash to charity, they’re secretly plotting your undoing at Masonic temples across the world. Or maybe, some theorize, the guys pulling the strings aren’t concealed in shadow at all. They might be the intelligentsia on the Council on Foreign Relations, a cadre of policy wonks who allegedly count their aims as publishing an erudite bimonthly journal and establishing a unified world government — not necessarily in that order. Ref.
6. The Moon Landings Were Faked

It’s now been nearly four decades since Neil Armstrong took his “giant leap for mankind” — if, that is, he ever set foot off this planet. Doubters say the U.S. government, desperate to beat the Russians in the space race, faked the lunar landings, with Armstrong and Buzz Aldrin acting out their mission on a secret film set, located (depending on the theory) either high in the Hollywood Hills or deep within Area 51. With the photos and videos of the Apollo missions only available through NASA, there’s no independent verification that the lunar landings were anything but a hoax.
The smoking gun? Film of Aldrin planting a waving American flag on the moon, which critics say proves that he was not in space. The flag’s movement, they say, clearly shows the presence of wind, which is impossible in a vacuum. NASA says Aldrin was twisting the flagpole to get the moon soil, which caused the flag to move. (And never mind that astronauts have brought back hundreds of independently verified moon rocks.) Theorists have even suggested that filmmaker Stanley Kubrick may have helped NASA fake the first lunar landing, given that his 1968 film 2001: A Space Odessey proves that the technology existed back then to artificially create a spacelike set. And as for Virgil I. Grissom, Edward H. White and Roger B. Chaffee — three astronauts who died in a fire while testing equipment for the first moon mission? They were executed by the U.S. government, which feared they were about to disclose the truth.
Far-fetched as the hoax theory may seem, a 1999 Gallup poll showed that it’s comparatively durable: 6% of Americans said they thought the lunar landings were fake, and 5% said they were undecided. Ref.
7. Jesus and Mary Magdalene

Jesus and Mary Magdalene might have been married, or so says the Gospel of Philip. Sure, it’s the basic plot of The Da Vinci Code (the thriller also wraps in conspiracy shibboleths like Opus Dei and the Knights Templar for good measure) — but the theory finds its basis in writings from the Gnostic Gospels, which were discovered in 1945 and whose authenticity religious experts still dispute. In the Gospel of Philip, Mary Magdalene, who is referred to as Jesus’ koinonos, a Greek term for “companion” or “partner,” is depicted as being closer to Jesus than any other apostle.
In an exchange between Peter and Mary, he admits to her that “the Saviour loved you above all other women” — a tense moment in the scripture that seems to portray the jealousy that the other apostles might have felt for Mary’s relationship with Jesus. The only other evidence used to support the theory is a mention of Jesus kissing Mary often, but some say kissing was the custom and it was typical of Jesus to practice it with those close to him. (Remember Judas?) Ref.
8. Holocaust Revisionism

Despite overwhelming evidence and an admission and apology from Germany decades ago, revisionists continue to claim that nearly 6 million Jews were not killed by Nazis during the Holocaust. Iranian President Mahmoud Ahmadinejad, for one, has called the Holocaust a “myth” and suggested that Germany and other European countries, rather than Palestine, provide land for a Jewish state.
Unlike Ahmadinejad, most revisionists do not deny that Jews were interned in prison camps during World War II; rather, they argue that the number of deaths was greatly exaggerated. Gas chambers are a particular sticking point: Holocaust deniers say they were purely a rumor or, if they indeed existed, were not powerful enough to kill — though evidence and history indicates otherwise. And the photographs of emaciated and dying Jews? Attorney Edgar J. Steele, a revisionist, says, “All those pictures of skinny people and bodies stacked like cordwood were actually of Czechs and Poles and Germans [who] died of typhus, which was rampant in the camps.” Ref.
9. The CIA and AIDS

Since the Centers for Disease Control and Prevention first reported the HIV/AIDS epidemic in 1981, rumors have persisted that the deadly virus was created by the CIA to wipe out homosexuals and African Americans. Even today, the conspiracy theory has a number of high-profile believers. South African President Thabo Mbeki once touted the theory, disputing scientific claims that the virus originated in Africa and accusing the U.S. government of manufacturing the disease in military labs. When she won the Nobel Peace Prize, Kenyan ecologist Wangari Maathai used the international spotlight to support that theory as well. Others insist that the government deliberately injected gay men with the virus during 1978 hepatitis-B experiments in New York, San Francisco and Los Angeles. Still others point to Richard Nixon, who combined the U.S. Army’s biowarfare department with the National Cancer Institute in 1971. Though the co-discoverers of HIV — Dr. Robert Gallo of the National Cancer Institute and Dr. Luc Montagnier of the Pasteur Institute in Paris — don’t agree on its origins, most members of the scientific community believe the virus jumped from monkeys to humans some time during the 1930s. Ref.
10. The Reptilian Elite

They are among us. Blood-drinking, flesh-eating, shape-shifting extraterrestrial reptilian humanoids with only one objective in their cold-blooded little heads: to enslave the human race. They are our leaders, our corporate executives, our beloved Oscar-winning actors and Grammy-winning singers, and they’re responsible for the Holocaust, the Oklahoma City bombings and the 9/11 attacks … at least according to former BBC sports reporter David Icke, who became the poster human for the theory in 1998 after publishing his first book, The Biggest Secret, which contained interviews with two Brits who claimed members of the royal family are nothing more than reptiles with crowns. (Picture Dracula meets Swamp Thing).
The conspiracy theorist and New Age philosopher, who wore only turquoise for a time and insisted on being called Son of God-Head, says these “Annunaki” (the reptiles) have controlled humankind since ancient times; they count among their number Queen Elizabeth, George W. Bush, Henry Kissinger, Bill and Hillary Clinton and Bob Hope. Encroaching on other conspiracy theorists’ territory, Icke even claims that the lizards are behind secret societies like the Freemasons and the Illuminati. Since earning the dubious title of “paranoid of the decade” in the late 1990s, Icke has written several books on the topic, including his latest work, The David Icke Guide to the Global Conspiracy, while operating his own website — complete with merchandise and advertisements. Ref.
PENTING: Cara menjaga agar perkawinan militer tetap kuat
In militer on Monday , 20 July 2009 at 11:15 AMLIMA TIPS UNTUK MENJAGA KESEHATAN HUBUNGAN ANDA SELAMA TERPISAH BERJAUHAN.
Punya kekasih atau suami dari profesi militer memang tidak mudah. Bahkan angka perceraian rata-rata pasangan militer di Amerika Serikat dua kali lebih tinggi daripada pasangan biasa.
Memiliki kisah cinta dengan seorang militer atau prajurit negara memang mengharukan. Namun kenyataannya, ketidaksetiaan kerap mewarnai beberapa pasangan militer. Jika Anda termasuk salah satu pasangan militer, jangan biarkan tragedi itu menimpa Anda. Ini dia tips yang dapat menjaga hubungan Anda dengan si dia yang tengah bertugas untuk negara dan terhalang jarak, ruang dan waktu. Dikutip dari Yourtango, 20 Juli 2009, tulisan ini semoga dapat menjadi pengingat untuk anda yang sedang berposisi sebagai bagian dari pasangan militer, namun hal ini sesungguhnya bisa juga pengingat bagi pasangan yang punya profesi lainnya.

1. Buatlah Tetap Segar
Ketika si Dia sedang pergi, jangan takut atau ragu mengirimkan foto Anda yang sedikit nakal, menulis surat cinta panas atau kupon bercinta untuk dia pegang dan dapat digunakan sekembalinya dari tugas. Jangan malu untuk komunikasi lewat webcam atau telepon. Hindari menulis email ‘nakal’ karena email tersebut bisa saja terbaca orang lain. Alternatif amannya, buatlah kode rahasia untuk menyamarkan apa yang ingin Anda sampaikan padanya. Tidak ada yang salah ketika Anda mencoba berpikir tentang apa yang akan dilakukan ketika si Dia kembali. Ingat-ingat kembali masa-masa intim dan emosional yang pernah Anda lalui bersamanya. Menonton film seksi, komedi romantis, berkumpul dengan anak-anak atau mengerjakan hobi bisa menjadi pilihan yang menyenangkan.
2. Hadapilah Kesepian
Jujur saja, sekuat apapun Anda pikir diri Anda, tetap saja ada waktu ketika Anda merasa sangat kesepian. Jika Anda tidak memiliki aktivitas yang menyibukkan diri, kesepian pasti datang menghampiri. Carilah kegiatan yang membuat Anda tertarik. Berhentilah mengeluh, menyesali diri sendiri atau bahkan menyalahkan pasangan Anda. Lakukan apapun yang Anda bisa. Belajarlah menghadapi kesepian dengan mempelajari sesuatu, olahraga, mengikuti kegiatan sosial atau apapun. Isilah waktu dengan aktivitas yang menyenangkan.
3. Ambillah Keuntungan dari Tunjangan Keluarga
Beberapa prajurit militer yang ditugaskan di suatu daerah biasanya akan mendapat pelayanan tertentu (bagi yang sudah berkeluarga). Biasanya disediakan perjalanan atau liburan untuk keluarga. Waktu untuk pergi berkencan di malam hari pun disediakan. Anak-anak juga diberikan fasilitas perawatan dan pelayanan tertentu.
4. Hati-Hati dengan Kata ‘Hanya Teman’
Perselingkuhan bisa datang dari sisi manapun dan cara apapun. Kebanyakan pasangan wanita sangat mudah berselingkuh dengan teman prianya. Untuk menghindarinya, pastikan pasangan Anda adalah orang satu-satunya yang dipercaya. Tetap waspada dengan teman-teman kantor, karena perselingkuhan umumnya terjadi disana. Ingatkan kembali diri Anda pada komitmen dengan pasangan. Jika godaan untuk berselingkuh datang, tanya diri Anda sendiri, “Apakah suami, ibu atau ayah akan setuju dengan apa yang dilakukan sekarang?‘. Jika jawabannya adalah tidak, sebaiknya hentikan perselingkuhan.
5. Tetaplah Terhubung
Jangan biarkan jarak memisahkan Anda. Tunjukkan padanya bahwa Anda sayang dan sangat memperhatikannya. Kirimkan paket kasih sayang yang berisi cemilan kesukaannya, foto keluarga, dan jangan lupa surat/email cinta. Mengirimnya pakaian yang disemprot parfum khas Anda atau sekotak alasan mengapa Anda mencintainya adalah cara unik dan asyik menyampaikan rasa cinta Anda padanya. Yang harus diingat, minimnya komunikasi bukan berarti minimnya rasa cinta. Terkadang, saluran telepon kacau, email Anda diganggu orang lain atau ia tidak berada di tempat ketika Anda menghubunginya. Jangan biarkan hal tersebut membuat pikiran Anda berkelana kemana-mana dengan rasa cemas dan takut yang berlebihan. Percaya pada pasangan adalah kunci dari semuanya.
Jadi, anda sudah siap khan jadi pasangan prajurit militer? Siap!
Bahaya Sinar X bagi dunia penerbangan
In teknologi on Wednesday , 15 July 2009 at 9:54 PMX-Ray (Sinar-X) disamping digunakan untuk keperluan Rogten dalam rangka mengetahui organ dalam tubuh manusia, juga digunakan di dunia penerbangan. Dalam penerbangan X-Ray digunakan untuk mengetahui instrument pesawat yang mengalami kerusakan. Hasil dari penggunaan X-Ray ini memudahkan tehnisi pesawat untuk melakukan perawatan terhadap instrument pesawat yang mengalami kerusakan. Demikian yang disampaikan Kasubsirendal, Seksi Kamhanlan, Disops Lanud Iswahjudi, Kapten Tek Suwoto pada Briefing Pagi, Rabu (15/7).
Akan tetapi sinar X yang digunakan dalam penerbangan ini berkekuatan 10 kali lipat dari yang biasa digunakan untuk rongten di Rumah Sakit. Sementara menurut ketentuan medis, seseorang bisa melakukan rongten dalam jarak waktu 1 kali dalam tiga bulan. Melihat kekuatan sinar-X yang digunakan dalam penerbangan tersebut, sehingga hal ini sangat berbahaya bila sinar X tersebut mengenai tubuh manusia. Oleh karenanya operator yang menggunakan sinar-X harus ekstra hati-hati, agar dampak dari penggunaan sinar-X tidak mengenai tubuh manusia.
Dalam penjelasannya Kapten Tek Suwoto menyampaikan, bahwa sinar-X tersebut bila mengenai tubuh manusia akan menyebabkan jaringan kulit menjadi mengering, jaringan tulang akan keropos dan sel telor perempuan akan mati, sehingga menyebabkan mandul.
Menurutnya, radiasi dari sinar-X ini bukanlah penyakit, akan tetapi dampak radiasi ini akan menurunkan tingkat stamina dan kekebalan tubuh manusia, sehingga memudahkan penyakit masuk kedalam tubuh. Oleh karenanya bila seseorang terkena radiasi sinar-X disarankan segera mengkonsumsi makanan bergizi, minum susu dan kacang hijau agar sel-sel tubuh yang mati segera tergantikan oleh sel-sel yang baru.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa untuk memonitor besaran radiasi tersebut terdapat tiga alat ukur radiasi yaitu survey meter adalah alat yang digunakan untuk mengetahui apakah suatu lokasi dalam keadaan aman dari radiasi atau belum. Kedua, film Badge salah satu alat untuk memonitor seberapa banyak radiasi yang mengenai tubuh manusia atau operator. Ketiga Pocket docimeter salah satu alat untuk mengetahui seberapa besar radiasi yang ada dalam suatu lokasi sehingga sebelum alat ini dipakai harus dienolkan (O)/dinetralkan dulu. Referensi
Tingkatkan Profesionalisme TNI AU Latihan “Air to Air TAXAN”
In militer on Wednesday , 15 July 2009 at 9:45 AMDi ketinggian 10000 s/d 15000 feet para penerbang pesawat tempur Lanud Iswahjudi bermanuver di udara melaksanakan latihan penembakan “Air to Air TAXAN” dengan menggunakan secapem untuk meningkatkan profesionalisme penerbang tempur, Selasa, (13/7). Latihan penembakan “Air to Air’ dengan peluru GUN 20 mm dilaksanakan di atas laut selatan Pacitan mulai tanggal 13 Juli s.d. 22 Juli 2009 dengan menggunakan pesawat tempur F-16/ Fighting Falcon dari Skadron Udara 3 dan F-5/Tiger dari Skadron Udara 14 Lanud Iswahjudi.
Latihan tersebut bertujuan untuk mempertahankan dan meningkatkan kemampuan penerbang tempur F-16 dan F-5 E Tiger, sebagai Pertahanan Udara (Hanud) yang dimiliki oleh TNI AU yang bertanggung jawab mempertahankan wilayah NKRI di udara.
Secapem merupakan benda yang digunakan sebagai sasaran tembak yang ditarik oleh pesawat lain saat di udara yang diasumsikan sebagai pesawat musuh dalam latihan penembakan “Air to Air TAXAN”.
Guna memperoleh hasil latihan yang maksimal, Komandan Lanud Iswahjudi Marsma TNI Bambang Samoedro S.Sos, selalu memonitor setiap pergerakan latihan yang dilakukan oleh pera penerbang maupun ground crew. Pada kesempatan hari pertama latihan (13/7) Danlanud Iswahjudi mengadakan peninjauan ke Skadaron Udara 14 mengenai kesiapan yang dilakukan sebelum para penerbang tersebut melaksanakan latihan penembakan Air to Air. Referensi
Perhatikan kredo Tentara AU Amerika Serikat. Misinya fly, fight, and win.
In nUrani on Tuesday , 23 June 2009 at 9:38 AMThe Airman’s Creed
This is the Airman’s promise to country and colleagues.
I AM AN AMERICAN AIRMAN.
I AM A WARRIOR.
I HAVE ANSWERED MY NATION’S CALL.
I AM AN AMERICAN AIRMAN.
MY MISSION IS TO FLY, FIGHT, AND WIN.
I AM FAITHFUL TO A PROUD HERITAGE,
A TRADITION OF HONOR,
AND A LEGACY OF VALOR.
I AM AN AMERICAN AIRMAN,
GUARDIAN OF FREEDOM AND JUSTICE,
MY NATION’S SWORD AND SHIELD,
ITS SENTRY AND AVENGER.
I DEFEND MY COUNTRY WITH MY LIFE.
I AM AN AMERICAN AIRMAN:
WINGMAN, LEADER, WARRIOR.
I WILL NEVER LEAVE AN AIRMAN BEHIND,
I WILL NEVER FALTER,
AND I WILL NOT FAIL.
Wouw, pelajari bagaimana mereka membuat Kredo yang KUAT untuk membangun nasionalisme. Kita dalam membangun nasionalisme bangsa juga dapat belajar dari mereka, agar kita lebih bangga dan mau mencintai bangsa dan negara Indonesia sepenuh hati, bahkan dengan berkorban jiwa dan raga. Maka cintailah negara dan bangsa sendiri dengan pengabdian yang tulus tanpa mencari peluang KKN, apalagi mengotori kehidupan bangsa dengan pelanggaran konstitusi dan hukum semaunya! Jadilah WNI Nomor 1.
Komunikasi militer di era peradaban Islam, bagaimana ya?
In iSlam on Saturday , 20 June 2009 at 9:00 PMPada abad ke-10 M, merpati pos dimanfaatkan untuk menyampai kan pesanpesan penting dan rahasia.
Tentara Muslim pada abad pertengahan banyak menggapai kesuksesan. Kesuksesan terbesar terjadi saat Penaklukan Arab pada abad pertama Hijriah atau abad ke-7 Masehi. Tak hanya itu, kesuksesan besar juga diraih saat kemenangan tentara Ayyubi dan Mamluk pada abad ke-6 H dan ke-7 H (ke-12 dan ke-13 M). Hal tersebut banyak tercantum dalam risalah militer Arab atau buku tentang perang. Kesuksesan tentara Muslim tersebut tentunya didukung dengan sejumlah kecakapan yang dimiliki oleh tentara perang. Baik dari segi tentara itu sendiri, senjata, peralatan, tembok pertahan, maupun siasat. Satu hal lagi yang harus diperhitungkan dalam kesuksesan perang adalah komunikasi militernya.
Komunikasi merupakan syarat utama dalam setiap aktivitas manusia di dunia dimanapun orang atau komunitas itu berada. Komunikasi berfungsi untuk menyampaikan isi pernyataan kita kepada orang lain. Sama halnya dalam dunia militer, komunikasi merupakan sarana dalam membantu dan mendukung kerja serta kinerja satuan militer tersebut. Komunikasi militer meliputi bidang kegiatan militer, taktik dan peralatan yang berhubungan dengan komunikasi. Pertama, komunikasi militer adalah komunikasi medan perang, termasuk hubungan dengan pemimpin perang dengan khalifah/pejabat negara. Secara historis, komunikasi militer pertama dengan cara mengirim atau menerima sinyal sederhana (sering tersembunyi atau encoded).
Ahmad Y Al-Hassan dan Donald R. Hill dalam karyanya Islamic Technology: An Illustrated History menjelaskan selama masa awal penaklukan Arab, kurir penunggang onta menjadi perantara komunikasi antara khalifah di Madinah dan komandannya di medan perang. Setelah itu, perkembangan komunikasi militer semakin pesat. Buktinya saat kepemimpinan khalifah Umayyah (abad 1-2 H/ke-7-8 M), telah dibentuk pelayanan pos reguler yang disebut barid. Mereka mengadopsi sitem yang diterapkan oleh Byzantium dan Sassaniyyah Iran untuk mengelola barid tersebut. Sejak saat itu barid digunakan sebagai tempat pengiriman semua jenis informasi, sipil dan militer. Barid ini mencapai tingkat efisiensi yang tinggi pada masa khalifah Abbasiyah di Baghdad (abad ke-2 hingga 7 H/ke-8 M hingga ke-13 M). Bahkan pada saat itu telah dibentuk departemen pemerintah yang khusus bertanggung jawab atas pelayanan pos. “Tempat-tempat perhentian perjalanan pos (markaz) dibangun di sepanjang jalan-jalan utama dan jumlahnya tak kurang dari 430 buah diseluruh kerajaan itu,” jelas Al-Hassan dan Hill.
Al-Hassan dan Hill memaparkan bahwa di Iran, para kurir perantara komunikasi menunggang bagal, yakni hewan campuran spesies kuda dengan keledai, atau lebih tepat keturunan antara kuda betina dan keledai jantan. Sedangkan di tempat lain menggunakan kuda atau unta. Komunikasi militer semakin diperlukan, bahkan pada abad ke-3 H (ke-10 M), Buwayhiyyah melibatkan “pelari” untuk bekerja sebagai penyampai pesan. Mereka dipercaya untuk menyampaikan pesan yang bersifat rahasia.”Sedangkan untuk pesan-pesan penting digunakan merpati pos,” jelas Al-Hassan dan Hill. Efisiensi komunikasi militer lebih terasa saat kekuasaan Raja Mamluk (abad ke 7-13 H/abad ke 13-16 M). Di sana terdapat banyak tempat-tempat perhentian perjalanan pos sepanjang jalan sejak dari Kairo hingga Iskandariah, Damietta dan Mesir Atas. Mereka juga membuka tempat di ruterute lain mulai dari ibukota menuju Damaskus, Aleppo dan Sungai Efrat. “Pada mulanya ketika Mamluk terlibat dalam pertikaian dengan Mongol di perbatasan Utara, terdapat rangkaian menara api yang terpancang dari Sungai Efrat hingga Gaza melalui Palmyra, Damaskus, Baysan dan Nablus,” ungkap Al-Hassan dan Hill.
Kala itu, lanjut Al-Hassan dan Hill, jika ada bahaya mengancam, api dinyalakan sebagai sinyal secara berurutan dari mercu suar-mercu suar ini. “Merpati Pos juga dimanfaatkan secara luas, dan ada pula menaramenara untuk merpati pos (burj) di berbagai tempat di Mesir dan Syria,” jelas Al-Hassan dan Hill.
Merpati Pos Ala Dinasti Mamluk
Layanan pos di era kejayaan Islam tak hanya sekedar sebagai pengantar pesan. Dinasti Mamluk yang berkuasa di Mesir pada 1250 hingga 1517 M juga menjadikan pos sebagai alat pertahanan. Guna mencegah invasi pasukan tentara Mongol di bawah komando Hulagu Khan pada medio abad ke-13 M, para insinyur Mamluk membangun menara pengawas di sepanjang rute pos Irak hingga Mesir. Di atas menara pengawas itu selama 24 jam penuh para penjaga telah menyiapkan tanda-tanda bahaya. Jika bahaya mengancam di siang hari, maka petugas akan membakar kayu basah yang dapat mengepulkan asap hitam. Sedangkan di malam hari, petugas akan membakar kayu kering. Upaya itu ternyata tak sepenuhnya berhasil. Tentara Mongol mampu menembus Baghdad dan memporak-porandakan metropolis intelektual itu. Meski begitu, peringatan awal yang ditempatkan di se pan jang rute pos itu juga berhasil mencegah masuknya tentara Mongol ke Kairo, Mesir.
Hanya dalam waktu delapan jam, berita pasukan Mongol akan menyerbu Kairo sudah diperoleh pasukan tentara Muslim. Itu berarti sama dengan waktu yang diperlukan untuk menerima telegram dari Baghdad ke Kairo di era modern. Berkat informasi berantai dari menara pengawas itu, pasukan Mamluk mampu memukul mundur tentara Mongol yang akan menginvasi Kairo. Menurut Paul Lunde, layanan pos melalui jalur darat pada era kekuasaan Dinasti Mamluk juga sempat terhenti ketika pasukan Tentara Salib memblokir rute pos. Meski begitu, penguasa Dinasti Mamluk tak kehabisan akal. Sejak saat itu, kata dia, Dinasti Mamluk mulai menggunakan merpati pos.
Dengan menggunakan burung merpati sebagai pengantar pesan, pasukan Tentara Salib tak dapat mencegah masuknya pesan dari Kairo ke Irak. “Merpati pos mampu mengantarkan surat dari Kairo ke Baghdad dalam waktu dua hari,” tutur Lunde. Sejak itu, peradaban Barat juga mulai meniru layanan pos dengan merpati seperti yang digunakan penguasa Dinasti Mamluk. Lunde menuturkan, pada tahun 1300 M Dinasti Mamluk memiliki tak kurang dari 1.900 merpati pos. Burung merpati itu sudah sangat terlatih dan teruji mampu mengirimkan pesan ke tempat tujuan. Seorang tentara Jerman bernama Johan Schiltberger menuturkan kehebatan pasukan merpati pos yang dimiliki penguasa Dinasti Mamluk. “Sultan Mamluk mengirim surat dengan merpati, sebab dia memiliki banyak musuh,” cetus Schiltberger. Dinasti Mamluk memang bukan yang pertama menggunakan merpati pos. Penggunaan merpati untuk mengirimkan pesan kali pertama diterapkan peradaban Mesir kuno pada tahun 2900 SM.
Pada masa kekuasaan Dinasti Mamluk, merpati pos juga berfungsi untuk mengirimkan pesanan – pos parsel. Alkisah, penguasa Mamluk sangat puas dengan kiriman buah cherry dari Lebanon yang dikirimkan ke Kairo dengan burung merpati. Setiap burung merpati membawa satu biji buah cherry yang dibungkus dengan kain sutera. Pada masa itu sepasang burung merpati pos harganya mencapai 1.000 keping emas. Layanan merpati pos ala Dinasti Mamluk itu tercatat sebagai sistem komunikasi yang tercepat di abad pertengahan. Hingga akhirnya, Samuel Morse menemukan telegraf pada tahun 1844 dan Guglielmo Marconi menciptakan radio. Referensi
Di situs Malaysia http://uum.edu.my/ ada pesan dari Indonesia ….
In pOlitik on Thursday , 18 June 2009 at 1:03 AMDedemit maya yang mengaku dari Indonesia kembali meluncurkan serangan pada situs internet milik warga Malaysia. Kali ini sasarannya adalah situs yang dikelola oleh perguruan tinggi yang cukup terkenal di negera tetangga kita ini, yakni Universiti Utara Malaysia (UUM). Situs resmi UUM, nampak dipermak habis oleh sang cracker. Halaman situs menampilkan gambar tengkorak muncul di tengah-tengah bendera Malaysia. Selain itu juga ada rekaman foto aksi pembakaran bendera Malaysia. Sepertinya aksi ini dipicu oleh kekesalan para cracker yang menilai Malaysia terus berulah merongrong kedaulatan negara Indonesia. Hal ini tampak pada pesan yang ditampilkan di situs tersebut:
“Rakyat Indonesia cinta damai, tapi kalau terus-terusan diusik dan dilecehkan kami juga bisa marah, sabar ada batasnya. Pulau Sipadan dan Ligitan sudah diambil, sekarang mau mencaplok blok Ambalat, Saudara Kami yang ada di sana Dengan Kejinya Kalian Siksa tanpa Rasa kemanusiaan..!! Ini adalah peringatan dari kami, Jika kalian terus mengusik kami, maka akan kami lanjutkan perjuangan ini dengan cara kami sendiri..!,”
Tidak jelas siapa sebenarnya yang berada di balik aksi serangan cyber ini. Pelaku hanya memakai identitas bernama the_g3mb3L pada halaman situs yang telah diserang. Dibawahnya ada ucapan terima kasih ke beberapa pihak, dan sebuah alamat situs. Serta pinguin berbaris mengiring bendera merah putih …. dengan backsound sebuah lagu yang menyayat sesekali diiringi tabuhan genderang ….
Wouw, Indonesia hebat.
THE BEAUTIFUL WARNING
In nUrani on Friday , 12 June 2009 at 11:44 PMI LOVE INDONEMALAYSIA, YOU LOVE MALAYINDONESIA, WE LOVE INDONESIA (NICE WITHOUT MALAY)
I LOVE INDONEMALAYSIA, YOU LOVE MALAYINDONESIA, WE LOVE INDONESIA (NICE WITHOUT MALAY)
I LOVE INDONEMALAYSIA, YOU LOVE MALAYINDONESIA, WE LOVE INDONESIA (NICE WITHOUT MALAY)
I LOVE INDONEMALAYSIA, YOU LOVE MALAYINDONESIA, WE LOVE INDONESIA (NICE WITHOUT MALAY)
I LOVE INDONEMALAYSIA, YOU LOVE MALAYINDONESIA, WE LOVE INDONESIA (NICE WITHOUT MALAY)
Wuih… Malaysia Juga Rendahkan Pendidikan Kita
Para rektor perguruan tinggi negeri (PTN) sepakat tidak menerima mahasiswa baru asal Malaysia pada Seleksi Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri (SMPTN) tahun ajaran 2009 karena menilai sikap lembaga pendidikan tinggi di Malaysia merendahkan mahasiswa Indonesia. Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof Dr Herry Suhardiyanto MSc mengatakan, kesepakatan tersebut hanya untuk calon mahasiswa asal Malaysia yang akan mengikuti SMPTN saja, sedangkan melalui jalur lainnya tetap terbuka. “Penolakan PTN di Indonesia karena kami saat ini belum siap menerimanya dan para rektor tengah mengkaji kembali,” kata Herry Suhardiyanto, Jumat (12/6) malam.
Menurut dia, penolakan terhadap calon mahasiswa asal Malaysia tersebut tidak selamanya, tapi akan dievaluasi lagi untuk tahun ajaran berikutnya. Ketidaksiapan PTN di Indonesia, kata dia, antara lain karena sikap dari lembaga pendidikan tinggi di Malaysia yang dinilai merendahkan mutu pendidikan di Indonesia, khususnya Fakultas Kedokteran. Mahasiswa kedokteran Indonesia yang akan melanjutkan pendidikan di Malaysia harus diseleksi atau tes lebih dulu melalui sebuah lembaga pendidikan. ”Jika seleksi atau tes dari lembaga tersebut menyatakan mahasiswa kedokteran Indonesia tidak layak, maka tidak bisa melanjutkan pendidikan di Malaysia,” katanya.
Menurut dia, karena itu para rektor PTN sepakat tidak menerima calon mahasiswa baru asal Malaysia melalui SMPTN tahun ajaran 2009, sedangkan melalui jalur lainnya tetap terbuka. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional (Dirjen Dikti Depdiknas) Fadli Jalal ketika dikonfirmasi hal ini mengatakan belum tahu karena belum menerima laporan. “Saya belum bisa memberikan pernyataan, tapi akan mengecek kabar ini ke forum rektor apakah benar argumen tersebut,” katanya. Kalau pun ada ketersinggungan dari para rektor PTN, kata dia, akan saya cek apa penyebabnya dan bagaimana persoalan sebenarnya. Informasi yang diterima, sebanyak 56 rektor PTN sepakat tidak menerima mahasiswa baru asal Malaysia pada tahun ajaran 2009.
I LOVE INDONEMALAYSIA, YOU LOVE MALAYINDONESIA, WE LOVE INDONESIA (NICE WITHOUT MALAY)
I LOVE INDONEMALAYSIA, YOU LOVE MALAYINDONESIA, WE LOVE INDONESIA (NICE WITHOUT MALAY)
I LOVE INDONEMALAYSIA, YOU LOVE MALAYINDONESIA, WE LOVE INDONESIA (NICE WITHOUT MALAY)
I LOVE INDONEMALAYSIA, YOU LOVE MALAYINDONESIA, WE LOVE INDONESIA (NICE WITHOUT MALAY)
I LOVE INDONEMALAYSIA, YOU LOVE MALAYINDONESIA, WE LOVE INDONESIA (NICE WITHOUT MALAY)
Turut belasungkawa atas terjadinya musibah kecelakaan pesawat Heli Puma H 3306 TNI AU di Lanud Atang Sendjaya Bogor, 12 Juni 2009
In sumber daya on Friday , 12 June 2009 at 11:05 PM| Kami turut berbelasungkawa atas terjadinya musibah kecelakaan pesawat Heli Puma H 3306 TNI AU di Lanud Atang Sendjaya Bogor Indonesia, 12 Juni 2009.
Semoga arwah para korban yang tewas dalam musibah ini diterima di sisi Allah SWT dan dosa-dosanya dapat diampuni. Semoga para korban luka-luka dalam musibah ini, dapat ditanggulangi, diobati, dirawat dengan baik, dan kembali menjadi sehat wal afiat, serta tetap sabar menerima musibah ini. Semoga keluarga para korban tetap sabar dan tawakal menghadapi cobaan musibah ini. Semoga keluarga besar TNI AU, khususnya keluarga besar Lanud Atang Sendjaya dan Skuadron Udara VIII tetap tegar dalam menghadapi cobaan musibah ini. Yogyakarta, 12 Juni 2009 Kolonel Sus Drs. H. Mardoto, M.T.,beserta keluarga. |
Apa kata Kepala Staf TNI AU tentang profesionalisme, daya saing, dan perubahan?
In militer on Thursday , 11 June 2009 at 10:15 AMKasau Marsekal TNI Subandrio pada Pembekalan kepada Perwira Sekolah Staf Komando Kesatuan Angkatan Udara (Sekkau) Angkatan ke-85 di Kampus Sekkau Lanud Halim Perdanakusuma, Rabu, 9 Juni 2009 menyatakan:
Profesianalisme perwira TNI Angkatan Udara secara bulat mencerminkan kemampuan untuk memimpin dan membina organisasi TNI Angkatan Udara. Pada hakikatnya profesionalisme yang dikaitkan dengan tuntutan peran TNI Angkatan Udara serta dihadapkan kepada tantangan yang dihadapi, baik yang berdimensi luar negeri maupun dalam negeri, maka perwira TNI Angkatan Udara diharapkan mampu bertindak sebagai patriot, ahli dalam bidangnya, pemimpin, pembina dan pemikir. “Jiwa patriotisme haruslah melekat sepanjang masa pengabdian, sedangkan derajat keahlian dan kemampuan untuk memimpin, membina dan berpikir, tentu disesuaikan dengan tingkat kepangkatan dan jabatan perwira yang bersangkutan.”
Saat ini persaingan berubah secara mendasar, dari berkompetisi (Competition) menjadi perlawanan (Adversary), karenanya persaingan akan dimenangkan oleh mereka yang mampu memiliki daya saing tinggi dan berkelanjutan. Daya saing dimaksud adalah kemampuan bersaing dalam kecepatan (Speed) dan inovasi (Inovation), jadi bukan lagi berdasarkan siapa yang kuat atau besar, tetapi siapa yang cepat dan inovatiflah yang akan keluar sebagai pemenang.
Perubahan merupakan keniscayaan dan menjadi suatu keharusan, oleh karenanya perubahan harus dilaksanakan oleh seluruh personel TNI Angkatan Udara, dari tingkat terendah sampai dengan tingkat pengambil keputusan. Diperlukan pembaharuan, utamanya mindset (cara berpikir) secara berlanjut sesuai perubahan paradigma. Referensi
Belanja militer dunia naik, bung. Belanja militer Indonesia?
In militer on Tuesday , 9 June 2009 at 8:00 PMBelanja militer global meningkat 4 persen pada tahun 2008 dengan rekor 1.464 miliar dollar AS, dan itu berarti naik sampai 45 persen dibanding 1999. Demikian diungkapkan lembaga perdamaian SIPRI dan direlease situs lainnya, di Stockholm, Swedia, Senin 8 Juni 2009. Hal ini amat berbeda dengan situasi yang dihadapi oleh penerbangan ruang angkasa sipil maupun maskapai penerbangan komersial. “Krisis keuangan masih belum berdampak atas pendapatan dan keuntungan dari perusahaan-perusahaan besar maupun pesanan lama,” tulis Sipri atau Lembaga Penelitian Riset Perdamaian Stockholm.
Operasi pasukan penjaga perdamaian internasional juga membawa keuntungan kepada industri pertahanan dengan peningkatan belanja sebesar 11 persen. Operasi internasional itu dikerahkan di daerah-daerah berbahaya, antara lain Darfur dan Republik Demokratik Kongo. “Rekor sudah tercatat dengan pengerahan operasi perdamaian internasional mencapai 187.586 personel.”
Menjelang pameran Paris Air Show pekan depan, yang menjadi ajang produk-produk industri ruang angkasa dan pertahanan, tampaknya pusat perhatian beralih dari produksi pesawat sipil, yang harus berjuang karena resesi global, ke arah perusahaan yang memproduksi pesawat tempur dan peralatan militer lain. Secara total, 100 perusahaan utama menjual persenjataan senilai 347 miliar dollar tahun 2007, yang merupakan data terbaru yang tersedia. Dan hampir semua perusahaan utama itu merupakan perusahaan Amerika atau Eropa. Sebanyak 61 persen dari total penjualan itu dikuasai oleh 44 perusahaan Amerika, sementara 32 perusahan di Eropa Barat meraih 31 persen pasar. Perusahaan senjata lain berasal dari Rusia, Jepang, Israel, dan India. “Sejak Tahun 2002, nilai penjualan dari 100 perusahaan senjata utama meningkat 37 persen,” kata Sipri.
“Masa kepresidenan George W Bush merupakan periode berlanjutnya industri senjata. Hal ini mengikuti masa konsolidasi tahun 1990-an dan 2000-an.” Industri raksasa Amerika, Boeing, tetap merupakan yang terbesar dengan penjualan persenjataan mencapai 30,5 miliar dollar sepanjang 2007. Sedangkan industri Inggris, BAE Systems, menduduki peringkat kedua dengan nilai penjualan 29,9 miliar dollar dan di peringkat ketiga adalah Lockheed Martin dengan 29,4 miliar dollar. Amerika Serikat masih tetap merupakan pembeli terbesar dengan 58 persen dari total belanja global, walau China dan Rusia terus membuntuti. China maupun Rusia meningkatkan anggaran belanja militernya sampai sekitar 3 kali lipat dan Rusia merencanakan anggaran yang lebih besar walapun sedang menghadapi masalah ekonomi.
Sementara itu, anggaran belanjar militer Timur Tengah menurun sedikit pada tahun 2008, namun Sipri mengatakan, pengurangan itu hanya bersifat sementara. “Banyak negara di kawasan itu yang merencanakan pembelian senjata besar-besaran.” Salah satu pengecualian di Timur Tengah adalah Irak dengan anggaran militer meningkat sampai 113 persen pada tahun 2008 dibanding tahun sebelumnya. “Irak tetap amat tergantung pada Amerika Serikat untuk pasokan senjata dengan sejumlah rencana order,” kata Sipri.
Adapun perang di Afganistan dan Irak menghabiskan dana sebesar 903 miliar. “Ide perang melawan teror telah mendorong sejumlah negara melihat masalah mereka melalui lensa militer, dan menjadi alasan bagi tingginya anggaran militer,” kata Sam Perlo-Freeman, Ketua Proyek Belanja Militer di Sipri.
Bagaimana dengan anggaran militer Indonesia? Lihat rankingnya disini.
Resminya bagaimana? Bacalah ini:
Departemen Pertahanan dalam penggunaan anggaran tahun 2008 akan memperioritaskan sasaran pembangunan kekuatan TNI yang utamanya mengacu kepada tritunggal, yaitu kesiapan operasional satuan, peningkatan profesionalitas, serta kesejahteraan prajurit TNI dan PNS. Sedangkan sasaran pembangunan komponen pendukung ditujukan untuk mendayagunakan potensi sumber daya nasional dalam arti luas yaitu mewujudkan kesadaran bela negara untuk kepentingan pertahanan negara. “Hal itu sebagai arah strategis sistem pertahanan negara tahun 2005 – 2009 yang berporos kepada pertahanan militer dan nir militer,” kata Menhan Juwono Sudarsono.
“Padahal yang sesungguhnya dibutuhkan Rp100 trlium, untuk kebutuhan minimum, jadi kita hanya memperoleh 36% dari kebutuhan minimum,” ujar Juwono.
Departemen Keuangan (Depkeu) dan DPR telah menyetujui penambahan anggaran operasional Tentara Republik Indonesia (TNI) sebesar Rp 200 miliar. Tambahan dana ini guna mendukung operasi pengamanan daerah rawan, daerah perbatasan, dan pengamanan pulau terluar. Kepala Pusat Penerangan TNI Marsda Sagom Tamboen menyambut baik suntikan dana ini. Namun, dia menegaskan TNI masih kesulitan menutupi dana operasional tahun 2009. Awal tahun ini, pos operasional rutin militer dipotong sekitar Rp478 miliar.
“Jadi masih ada minus lebih dari Rp260 miliar,” kata Sagom. Dengan tambahan senilai Rp200 miliar, nilai total operasional TNI tahun ini memang terkerek menjadi Rp586,932 miliar. Tapi jumlah tersebut masih minim dibandingkan tiga tahun terakhir. Data Depkeu menyebutkan, dana pengamanan daerah rawan, perbatasan, dan pulau terluar sejak tahun 2006 selalu di atas Rp800 miliar. Tahun 2006 sebesar Rp850 miliar, 2007 Rp839 miliar, dan 2008 Rp867 miliar. Baru tahun 2009 diturunkan menjadi hanya Rp386,93 miliar.
“Jadi masih jauh dari anggaran normal,” kata Sagom. Kekurangan itu, katanya, sangat menyulitkan TNI di lapangan. Sagom mengatakan, kalaupun penambahan anggaran hanya Rp200 miliar, TNI telah mengambil langkah antisipasi. TNI akan tetap melaksanakan tugas pokoknya dengan baik dengan mempertajam skala prioritas dalam pengadaan senjata, pelatihan dan pelaksanaan operasional. Masalah keterbatasan anggaran, kata dia, bukan hal baru bagi TNI. Militer sudah terbiasa dengan kondisi darurat dan serba apa adanya. “Kami terbiasa menyiasati keterbatasan anggaran tersebut,” kata lulusan Akademi Angkatan Udara tahun 1975 itu. Namun, konsekuensi dari keterbatasan itu harus tetap disampaikan. Sebelumnya, saat rapat kerja dengan Panitia Anggaran DPR, Kamis (30/4) lalu, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengakui anggaran pengamanan daerah rawan, perbatasan, dan pulau terluar mendesak diberikan karena seluruh pasukan disebarkan di semua lokasi.
“Semua kebutuhan logistik tetap harus diamankan,” kata dia. Ketua Panitia Anggaran DPR Emir Moeis menyatakan sudah mendapatkan surat dari Komisi I (bidang pertahanan) DPR terkait permintaan tambahan anggaran itu. Karena itu, Panitia Anggaran menyetujui penambahan anggaran Rp200 miliar yang diajukan. Dia meminta, Depkeu memberikan alokasi anggaran tambahan kembali untuk operasional TNI. Apalagi pemotongan sebelumnya ditenggarai bakal membahayakan kemampuan TNI dalam menjaga kedaulatan dan stabilitas nasional.
Jadi, apa yang dapat kita simpulkan? Perang, bertahan, perang, bertahan, perang, ………………. apapun itu semuanya butuh anggaran!
Malaysia susupi Ambalat karena tahu Indonesia lemah
In bLog, country, dEmokrasi, eKsekutif, global, hAm, indonesia, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, mAhasiswa, mAnajemen, militer, operasi, pEndidikan, pEringkat iNdonesia, pErtahanan, readiness, sumber daya, teknologi on Thursday , 4 June 2009 at 8:56 AMKrisis Ambalat muncul lagi setelah sempat ramai pada tahun 2005 dan 2007 lalu. Berkali-kali armada perang Malaysia memasuki perairan di Kaltim ini. Hal itu terjadi karena kekurangan kita sendiri. “Persoalan Ambalat karena pertahanan kita lemah. Malaysia tahu betul kita lemah makanya dia berani macam-macam,” ujar pengamat militer dari LIPI Jaleswari Pramodhawardani dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (4/6/2009).
Menurut dia, lemahnya pertahanan kita disebabkan karena minimnya anggaran pertahanan kita selama ini. “Lihat saja armada kapal perang kita, sudah banyak yang tua dan jumlahnya sangat sedikit bila dibandingkan dengan Malaysia,” terang perempuan ini. Namun ketika dibandingkan dengan kasus Sipadan dan Ligitan, Jaleswari mengatakan posisi kita saat ini lebih kuat. “Ini beda, sekarang lebih jelas statusnya di Indonesia dan diurus segala macam. Posisi kita lebih kuat,” tandas Jaleswari.
Nah, para pengunjung setia blog saya, monggo ditelaah kenyataan tersebut di atas. Kalau kita masih cinta negara dan bangsa ini, mestinya kita terus berusaha, berfikir dan bertindak, apa yang terbaik dan sebaiknya dilakukan untuk pertahanan negara dan bangsa ini di bidang militer? Anda punya ide? Masak bolak balik “dipermalukan” Malaysia terus. Sebagai bangsa, kita mestinya harus menjaga martabat bangsa sendiri dengan cara yang terbaik, jangan sampai direndahkan terus oleh bangsa lain. Toh, kita sama-sama punya Hak Asasi Manusia.
Ini baru Indonesia Banget: Bendera Merah Putih akan dikibarkan di bawah laut
In bLog, country, e-goverment, eKsekutif, global, hAm, indonesia, informasi, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, mAnajemen, militer, operasi, pEndidikan, pErtahanan, readiness, sumber daya, tEknologi iNformasi, teknologi on Wednesday , 3 June 2009 at 3:06 PMTepat di Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI 2009 akan ada selam massal dan pengibaran bendera dan upacara bendera di dalam laut. “Direncanakan kegiatan akan memecahkan rekor dunia guinness world record, karena nanti ada 1.500 penyelam. Khusus untuk upacara di bawah laut baru Indonesia yang melakukannya,” kata Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut Laksamana Pertama TNI Iskandar Sitompul saat Konferensi Pers Sail Bunaken 2009 di Graha Marinir Jakarta, Rabu (3/6). Dengan selam massal ini, lanjutnya, bisa meningkatkan citra positif Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia. Kegiatan ini merupakan bagian dari Sail Bunaken 2009 yang berlangsung di Manado pada tanggal 11-19 Agustus 2009. “Kegiatan puncaknya adalah International Fleet Review (IFR),” katanya.
IFR merupakan parade kapal perang yang rencananya akan diinspeksi oleh Kepala Negara yang juga Panglima Tertinggi TNI. “Saat ini ada 24 kapal perang asing yang akan bergabung. Ditambah 20 kapal dari Indonesia,” ungkap Iskandar. 14 negara yang akan hadir beserta kapalnya adalah Amerika Serikat, Australia, Brasil, India, Inggris, Jepang, Malaysia, Pakistan, RRC, Rusia, Selandia Baru, Singapura, dan Thailand. Jumlah tersebut masih ditambah delegasi dari 15 negara, seperti Belanda dan Portugal. Kegiatan lain yang disenggarakan, antara lain reli kapal-kapal pesiar dari luar negeri yang akan diikuti lebih dari 100 kapal, seminar maritime security and fishing impact, parade budaya dan makanan nusantara, dan jet ski exhibition.
Ini baru Indonesia Banget. Perkuat terus eksistensi Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia. Tingkatkan alutsista pertahanan laut dan udara, agar Indonesia Jaya terwujud secara nyata.
Pemotretan udara untuk kepentingan militer dan pembangunan nasional
In bLog, country, e-goverment, eKsekutif, global, kEpemimpinan, kOmputer, mAnajemen, militer, operasi, pErtahanan, sumber daya, tEknologi iNformasi, teknologi on Tuesday , 2 June 2009 at 3:00 AMPemotretan udara merupakan suatu kegiatan perekaman data yang dilakukan melalui udara dengan wahana pesawat udara, helikopter, balon udara terhadap obyek maupun gejala di permukaan bumi. Kadissurpotrudau, Marsma TNI Drs. Paulus D. Harsoyo mengatakan, kegiatan ini perlu dilakukan untuk mendapatkan data yang up to date guna mendukung kondisi pertahanan dan keamanan negara serta pembangunan nasional. Keenam lokasi yang dipilih adalah Lanud Halim Perdanakusuman Jakarta, Lanud Suryadarma Subang, Lanud Adi Sucipto Yogyakarta, Lanud Adi Sumarmo Solo, Lanud Iswahyudi Madiun, dan Lanud Abdulrahman Saleh Malang. “Pemilihan lokasi tersebut didasarkan atas banyaknya perubahan yang terjadi dan juga karena data yang ada telah lama sehingga perlu diperbaharui, dengan adanya pembaharuan foto udara ini diharapkan dapat diketahui besarnya perubahan fungsi dan penggunaan lahan agar nantinya pemetaan lahan TNI AU benar-benar akurat dan terlihat dengan jelas batas-batasnya”, jelas Marsma TNI Drs Paulus D Harsoyo.
Pemotretan udara ini dilakukan dengan metode pemotretan vertikal dimana sumbu kamera tegak lurus dengan objek di permukaan bumi. Kamera yang digunakan ada dua, yaitu kamera large format manual RMK TOP dan kamera DSLR Nikon D2Xs yang dipasang di pesawat Cassa 212 A- 2103 dari Skadron Udara 4 Lanud Abdulrahman Saleh. “Penggunaan double camera ini dimaksudkan untuk mendapatkan foto udara berwarna yang dapat mewakili keadaan sebenarnya di lapangan dari segi posisi, bentuk, dan ukuran“, tutur Kadissurpotrudau. Pada pelaksanaan pemotretan udara di Lanud Halim Perdanakusuma (25/5), Lanud Suryadarma (26/5), dan di Lanud Adi Sumarmo (28/5) telah dapat terlaksana dengan baik dan hasilnya masih dalam proses pembuatan. Sedangkan untuk Lanud lainnya masih dalam proses pengerjaan mulai hari Jumat (29/5) dan seterusnya diantaranya wilayah Lanud Adi Sucipto, Lanud Iswahjudi serta Lanud Abdulrachman Saleh.
Cakupan area pemotretan sekitar 50 km² yang hasilnya dapat digunakan selain untuk pemetaan lahan TNI AU, juga dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pembangunan nasional seperti penentuan lokasi strategis pembangunan berbagai infrastruktur pemerintah maupun untuk pemetaan daerah rawan bencana. Referensi
Salah kalau kekuatan udara nasional diartikan hanya berupa pesawat terbang
In bLog, country, eKsekutif, global, indonesia, informasi, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, lEgislatif, mAnajemen, militer, pEndidikan, pEringkat iNdonesia, pErtahanan, pOlitik, risiko, sumber daya, tEknologi iNformasi, teknologi on Monday , 1 June 2009 at 4:16 PMKekuatan udara nasional cenderung diartikan hanya berupa pesawat terbang dan peralatan lain yang digunakan oleh Angkatan Udara, armada penerbangan sipil, industri, dan jasa kedirgantaraan serta penerbangan yang ada di TNI AD, AL, Polri belum kita pahami sebagai bagian dari kekuatan udara nasional Indonesia. Demikian juga dalam pemanfaatannya, pada umumnya hanya dikaitkan dengan kepentingan militer (perang) dan melupakan kegunaannya untuk kesejahteraan rakyat.
Hakekat kekuatan udara nasional (Indonesia Air Power) bagi bangsa Indonesia adalah seluruh kemampuan dan kekuatan bangsa untuk menggunakan wahana yang beroperasi di atau/melalui udara. Demikian penjelasan Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Subandrio saat bertindak sebagai Keynote Speaker pada Jakarta International Aerospace Medicine Symposium (JIAMS) di Lembaga Kesehatan Penerbangan dan Antariksa (Lakespra) dr. Saryanto, Jakarta Selatan, Senin (1/6).
Dengan demikian jelaslah bahwa kekuatan udara nasional tidak identik dengan hanya Angkatan Udara saja. Kalau kita berbicara kekuatan udara nasional di Indonesia tentu tidak terlepas dari kondisi geografi negara kita yang berbentuk kepulauan (Archipelago State). Dihadapkan dengan bentuk geografi dan luas wilayah Indonesia, maka faktor kecepatan yang dimiliki oleh kekuatan udara baik wahana gerak berawak (pesawat terbang), maupun wahana gerak tak berawak (peluru kendali), menjadikan pilihan utama untuk dibangun dan dikembangkan secara proporsional. Referensi
AMBALAT ”MEMANAS”, TNI AU KEMBALI TERBANGKAN BOEING 737
In bLog, e-goverment, global, indonesia, informasi, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, mAnajemen, militer, operasi, pEndidikan, pErtahanan, pOlitik, saing, sumber daya, tEknologi iNformasi, teknologi on Friday , 29 May 2009 at 9:54 AMSetelah lebih kurang satu tahun relatif tenang, kini kawasan perairan Ambalat KalimantanTimur kembali mulai ”memanas”. Aura ketegangan mulai nampak, ketika dalam dua hari dalam pekan ini (24 – 25 Mei 2009), di wilayah NKRI itu terjadi dua kali incident pengusiran kapal-kapal perang Malaysia oleh Kapal Republik Indonesia (KRI) TNI AL maupun terdeteknya helikopter Malaysian Maritime Enforcement Agency dan pesawat Beechraft Malaysia yang memasuki wilayah NKRI hingga sejauh 40 mil laut.
Mencermati perkembangan tersebut, pihak TNI AU mengerahkan satu flight pesawat intai maritim jenis Boeing 737 untuk melaksanakan patroli dan pengamatan dari udara di kawasan yang kaya kandungan minyak itu, Kamis (28/5). Tepat pukul 08.40 wita pesawat Boeing 737 yang diterbangkan oleh Mayor Pnb Beny dan copilot Lettu Pnb Agus take off dari Lanud Sultan Hasanudin, Makasar menuju Ambalat area.

Awak pesawat Boeing A-7303 sedang mengoperasikan kamera wes camp dari dalam pesawat pada Operasi Pengamanan Kawasan Ambalat, dalam rangka mendeteksi ada/tidaknya target. Tampak dalam layar monitor kamera pesawat tertangkap sebuah kapal niaga sedang melintas di Kawasan Ambalat.
Pesawat dengan tail number A-7303 yang berhome base di Skadron Udara 5 Lanud Sultan Hasanudin ini, melaksanakan misi maritime patrol dan pengamatan terhadap kapal-kapal yang berlayar di perairan Ambalat dan sekitarnya. Sesaat di atas kawasan Ambalat, pesawat yang dilengkapi dengan peralatan camera Wes Cam yang mampu mendeteksi kapal-kapal di atas permukaan itu pun beraksi. Dari ketinggian 10.000 feet, selama kurang lebih dua puluh lima menit, pesawat Boeing A-7303 terus melaksanakan pengamatan dan pemantauan di atas Ambalat area. Selama itu, tidak ditemukan target kapal yang mencurigakan, lebih-lebih kapal-kapal perang negara tetangga seperti yang terjadi dua tiga hari lalu.
Dari pantauan kamera yang ada di pesawat Boeing 7303, hanya beberapa kapal niaga / peti kemas tampak sedang berlayar. TNI AU sendiri, dalam hal ini Koopsau II secara rutin terus melaksanakan patroli dan pengamanan di kawasan Ambalat. Dalam kalender Koopsau II, pengamanan wilayah Ambalat merupakan operasi yang dilaksanakan sepanjang tahun. Pesawat yang dilibatkan dalam operasi Ambalat meliputi pesawat Boeing 737 dan Sukhoi Su-27/30 MK. Kedua jenis pesawat ini selalu stanby on call. Sementara koordinasi dengan pihak TNI AL, dalam hal ini Koarmatim juga terus dilakukan guna mendapatkan data-data maupun informasi yang up to date seputar keamanan wilayah Ambalat. Referensi
Good news: Dephan upayakan biaya pemeliharaan Alutsista Tahun 2010 Rp 1 Triliun
In bLog, e-goverment, eKsekutif, global, hIdup, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, lEgislatif, mAnajemen, militer, pEringkat iNdonesia, pErtahanan, pOlitik, risiko, sumber daya, tEknologi iNformasi, teknologi, uang on Tuesday , 26 May 2009 at 5:00 AMDephan RI akan mengupayakan agar anggaran pemeliharaan alutsista pada tahun ini bisa kembali ke tahun 2008. Yaitu dari Rp 600 miliar menjadi Rp 700 miliar dan pada tahun depan bisa Rp 1 triliun.
Demikian kata Menhan Juwono Sudharsono di sela-sela peninjauan Presiden SBY di rumah susun dinas Paspampres, Bojong Nangka, Bogor, Senin (25/5/2009) .
“Saat ini anggaran pemeliharaan sekitar Rp 600 miliar untuk semua satuan di semua angkatan. Itu coba tingkatkan menjadi Rp 700 miliar seperti 2008 lalu. Kalau bisa tahun depan jadi Rp 1 triliun,” ujar dia.
Nilai tersebut merupakan minimum essential funding untuk pembiayaan
keperluan minimum essential forces. Dengan demikian tingkat
keselamatan prajurit menggunakan alutsista yang beresiko tinggi dapat
ditingkatkan.
Peningkatan alokasi pemeliharaan itu bisa jadi tidak melalui mekanisme
APBNP, melainkan efisiensi dari pos lain dalam anggaraan pertahanan.
Mengingat keterbatasan anggaran negara tanpa mengorbankan dana untuk
pos lain yang sama pentingnya.
Menyinggung usulan DPR pengadaan alutsista baru, menurut Menhan patut
untuk dihargai. Namun, sementara ini proyek tersebut untuk harus ditunda karena anggaran yang belum mendukung.
“Mari kita realistis bahwa dengan APBN yang terbatas kita tunda dulu
setiap pembelian dan pengadaan alutsista baru,” ujar Menhan.
Turut belasungkawa atas terjadinya musibah kecelakaan pesawat C-130 Hercules A-1325 TNI AU di Magetan Jawa Timur, 20 Mei 2009
In bLog, country, indonesia, informasi, kEpemimpinan, mAnajemen, militer, pErtahanan, sumber daya, teknologi on Wednesday , 20 May 2009 at 10:59 AMKami turut berbelasungkawa atas terjadinya musibah Kecelakaan pesawat angkut jenis C-130 Hercules A-1325 milik TNI AU yang terjadi di Desa Geplak, Karas, Megetan, Jawa Timur, Rabu, 20 Mei 2009.

Semoga para korban yang tewas dalam musibah ini diterima di sisi Allah dan dosa-dosanya dapat diampuni.
Semoga para korban luka-luka dalam musibah ini, dapat ditanggulangi, diobati dan dirawat dengan baik, semoga kembali menjadi sehat wal afiat, dan tetap sabar menerima musibah ini.
Semoga keluarga para korban tetap sabar dan tawakal menghadapi cobaan musibah ini.
Semoga keluarga besar TNI AU, khususnya keluarga besar crew Hercules dan Lanud Iswahyudi tetap tegar dalam menghadapi cobaan musibah ini.
Yogyakarta, 20 Mei 2009
Kapal selam pertama Malaysia hampir tiba. Bagi kita berita baik atau kabar buruk ya?
In anggaran, bLog, country, damai, daya, global, hIdup, indonesia, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, lEgislatif, mAnajemen, militer, operasi, pErtahanan, pOlitik, peace, sumber daya, teknologi on Monday , 20 April 2009 at 12:00 PMAkhirnya Malaysia punya kapal selam juga. Kapal selam pertamanya ini bernama “Scorpene” KD Tanku Abdul Rahman. Kapal ini telah bertolak dari Toulon, Prancis, 24 Januari 2009 yang lalu, dan akan tiba di Kuala Lumpur pada 25 Juli 2009. Kapal selam itu akan merapat di dermaga pangkalan AL Sultan Abdul Aziz Shah di Pulau Indah, Klang, kemudian kapal selam itu kemudian akan berlayar menuju pangkalan AL di Lumut, tempat para awaknya berpangkalan. Kapal selam itu akan dioperasikan sepenuhnya oleh awak dari Malaysia yang mengikuti pelatihan untuk misi-misi khusus. “Scorpene” merupakan jenis kapal selam yang dapat beroperasi pada kedalaman 100-200 meter dan dilengkapi enam peluru kendali, rudal permukaan anti-kapal perang dan rudal anti-kapal selam. Kapal buatan perusahaan Navantia dari Spanyol dan DCNS dari Prancis itu menggunakan tenaga listrik dan diesel, dan dapat mencapai kecepatan 20 knots dan mampu membawa 10 torpedo dan 30 ranjau.

“Scorpene” yang dikembangkan bersama oleh Perancis-Spanyol dari perusahaan pembuatan kapal selam DCN-Izar. Dua unit telah dikirim ke Angkatan Laut Chilie pada tahun 2006, dua lagi dikirim ke Malaysia pada tahun 2009 ini. Tahun 2005, India telah memesan 6 “Scorpene” dan pengirimannya akan dilakukan antara tahun 2012 dan 2017. Dua kapal selam itu berharga 1.5 milyar dollar AS. Kapal selam Tanku Abdul Rahman, yang pertama telah dibangun di Cherbourg, Perancis, dan menginjak air pada tahun 2007. Kapal selam ke dua telah menyelam di air pada Oktober 2008, dan Oktober 2009 akan dikirim ke Malaysia. Scorpene mempunyai kapasitas penyimpan air sebanyak 1.740 ton, panjang 67.6 meter, dan lebar maksimum 8 meter. Mereka dapat masuk di kedalaman air sampai 350 meter dan bergerak dengan kecepatan maksimum 20.5 knot (38.3 Km/jam). Sistem senjata meliputi 6 torpedo antikapal kaliber 533 mm.
Wah, bagi kita yang di Indonesia, ini kabar buruk atau berita baik ya?
Kalau mengingat bangsa kita dan Malaysia adalah bangsa serumpun, dan bertetanggaan, mestinya ini kabar baik ya, apalagi jika bisa saling memberi rasa aman, atau membuat pengamanan bersama. Misalnya di selat Malaka. Apalagi dua negara ini punya “ikatan” bersama di dalam ASEAN, meskipun ASEAN kita fahami bukan merupakan aliansi ataupun traktat pertahanan regional/bersama.
Namun mengingat hubungan yang “naik turun” antar Indonesia dengan Malaysia, adanya kapal selam bagi Malaysia bisa jadi merupakan berita buruk bagi Indonesia. Malaysia boleh jadi merasa lebih percaya diri dalam bidang pertahanan/militer, sehingga bargaining position atau komunikasi bidang pertahaanan dengan negara lain (termasuk Indonesia) boleh jadi ada perubahan, meskipun kemungkinan kecil perubahannya sangat drastis. Apalagi mengingat keberadaan kapal selam kita yang “sangat terbatas”, maka ini sinyal yang jelas bagi kita semua perlunya perhatian yang lebih terhadap kondisi alutsista pertahanan negara/bangsa kita pada media laut dan juga udara. Mestinya selalu berfikirdari segala arah dan memperhitungkan segala kemungkinan, jangan terlambat. Sejarah telah membuktikan, bahwa perang dan damai titik kritisnya ataupun perubahannya hanya butuh waktu yang tipis sekali. Semua bersumber dari kepentingan. Untuk masalah pertahanan antar negara juga begitu. Kesamaan rumpun adalah bagus untuk dipelihara demi kebaikan, tetapi kepentingan sesaat atau kebangsaan terkadang melupakan adanya keserumpunan maupun persahabatan antar negara/bangsa. Begitulah dunia, apalagi dengan kondisi perekonomian global seperti sekarang, dimana masalah food dan energy bisa menjadi sumber perkelahian antar negara. Jadi, keseimbangan persenjataan dan kemampuan pertahanan tetap harus diperhatikan, tidak boleh diabaikan, kalau suatu negara/bangsa ingin eksis secara terhormat.
Wouw ada aerobatik Sukhoi SU-30 di Upacara HUT TNI AU 2009
In bLog, country, global, indonesia, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, lEgislatif, mAhasiswa, mAnajemen, militer, operasi, pEndidikan, pErtahanan, peace, readiness, risk, sumber daya, tEknologi iNformasi, teknologi on Thursday , 16 April 2009 at 6:00 AMPeringatan HUT ke-63 TNI AU digelar di Lanud Halim Perdanakusumah, Jakarta, Rabu, 15 April 2009. Bertindak sebagai inspektur upacara KSAU Marsekal TNI Subandrio. Acara ini dimeriahkan dengan manuver aerobatic solo pesawat tempur SU-30MK2 Sukhoi.

Wouw, pesawat terbaru milik TNI Angkatan Udara SU-30 MK2 Sukhoi yang dipiloti Letkol Pnb. Widyargo “Redbee” Ikoputra dan Mayor Pnb. M. Tonny “Racoon” Haryono menggunakan pesawat TS 3003 dan TS 3001 sebagai pesawat cadangan, membelah langit udara sekitar Lanud Halim Perdanakusuma dengan manuver-manuvernya yang khas dari pesawat tempur buatan pabrik Knaapo-Irkut, Russia.
Sedikitnya delapan manuver akan dilakukan pesawat yang dijuluki Flanker tersebut, diantaranya Half Cuban, Hi “G” Turn, Inverted, 4 Point Roll, Knife Edge, Slow Speed, Oblique Loop dan Hi Speed Pass, dengan ketinggian rata-rata 300 feet serta kecepatan 350 knot. Half Cuban yaitu pesawat menanjak dengan sudut 60 derajat dan berputar satu setengah kali yang dilanjutkan membuat setengah lingkaran menuju ketinggian semula, manuver tersebut dilanjutkan dengan Hi G Turn, dimana pesawat akan membentuk lingkaran pada bidang horizontal dengan radius turn yang minimum. Membentuk radius turning yang sangat minimum ini merupakan salah satu kelebihan yang dimiliki pesawat sukhoi dan berperan penting dalam pertempuran jarak dekat. Inverted adalah manuver pesawat yang melaju dengan kecepatan tinggi dalam posisi terbalik tanpa mengubah kecepatan dan ketinggian, gerakan ini mempunyai kesulitan tersendiri karena semua referensi yang biasa digunakan dalam penerbangan akan tampak terbalik. Sedangkan 4 Point Roll adalah pesawat berputar pada satu poros dengan empat titik putaran dengan masing-masing sudut 90 derajat, Knife Edge yaitu pesawat terbang dengan posisi miring pada ketinggian dan kecepatan yang tetap dengan mengandalkan vertical stabilizer untuk menghasilkan gaya angkat.

Pesawat yang memilki daya dorong 55.000 lbs ini mampu melesat pada dua kali kecepatan suara atau setara dengan 2386 km/jam, dirancang tetap stabil pada kecepatan rendah 160 kts dan membentuk sudut serang (angle of attack) kurang lebih 20 derajat. Pada kecepatan tersebut pesawat akan diuji untuk melaksanakan maneuver Oblique Loop yang membutuhkan kecepatan tinggi dan membuat lingkaran vertical dengan sudut 45 derajat, sehingga lingkaran yang berbentuk merupakan bidang sudut kemiringan 45 derajat.
Pada penampilan akhir pesawat yang bermarkas di Skadron Udara 11 Lanud Sultan Hasanuddin Makassar, akan melintas dengan kecepatan tinggi yang dilanjutkan gerakan menanjak 60 derajat sambil melakukan aileron roll (berputar-putar) dengan menggunakan tambahan tenaga (afterburner).

Solo Aerobatic tersebut dilakukan dalam rangka memperingati ke-63 Hari Angkatan Udara yang diperingati tanggal 9 April setiap tahunnya. Peringatan tahun ini dilaksanakan pada tanggal 15 April 2009, mengingat pada tanggal 9 April bertepatan dengan pesta demokrasi bangsa Indonesia yaitu pemilu legislatif.
Dirgahayu TNI AU. No Changes No Future.
Kekuatan Angkatan Udara: “Instrumen Bargaining Power”
In anggaran, bLog, country, daya, e-goverment, eKsekutif, global, informasi, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, lEgislatif, mAhasiswa, mAnajemen, militer, money, pEndidikan, pEringkat iNdonesia, pErtahanan, pOlitik, peace, readiness, risiko, sumber daya, teknologi on Wednesday , 15 April 2009 at 6:00 PMPerhatikan inti sambutan tertulis Panglima TNI pada Upacara Peringatan Hari Jadi ke-63 TNI Angkatan Udara Tahun 2009:

1. TNI Angkatan Udara harus terus tumbuh dan berkembang seiring dengan dinamika pembangunan nasional dan perkembangan lingkungan strategis. Kekuatan Angkatan Udara merupakan salah satu instrumen ”bargaining power” yang penting untuk mengatasi persoalan-persoalan kebangsaan, terutama dalam kaitannya dengan hubungan antar negara.
2. Untuk membangun kekuatan angkatan udara yang modern, kuat dan disegani, diperlukan dukungan kemampuan anggaran negara yang cukup besar. Oleh karenanya kebijakan mewujudkan minimum essential force, merupakan kebijakan tepat untuk menjawab kondisi kemampuan dukungan anggaran negara saat ini dan diharapkan melalui renstra 5 tahunan, TNI AU mampu mewujudkan kekuatan tersebut secara bertahap.
3. Kehadiran berbagai pesawat tempur generasi ke IV dan V di jajaran TNI AU merupakan upaya nyata secara bertahap menuju minimum essential force dalam rangka menjaga, melindungi dan menegakkan kedaulatan wilayah dirgantara nasional, dari segala bentuk ancaman dan kerawanan, lanjutnya.
4. Pembinaan kemampuan TNI Angkatan Udara, hendaknya diarahkan untuk mewujudkan kesiapan operasional yang serasi antara kemampuan inti, kemampuan pengganda dan faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan penggunaan kekuatan.
Lalu, apa yang harus kita lakukan? Kesatuan pemahaman, sehingga terbentuk kesamaan pola pikir dan pola tindak, untuk selanjutnya diimplemantasikan dalam aksi nyata, kerja nyata, dan program nyata sehingga diharapkan kekuatan dan kejayaan TNI AU betul-betul tampil sebagai PENJAGA SEJATI DIRGANTARA INDONESIA untuk membuat seluruh rakyat Indonesia tenang dalam tidurnya, bangga dengan militer dirgantaranya, dan (calon) lawan segan mengganggu Indonesia kita.
Berita bagus: teknologi Pesawat TNI AU mulai diaudit ….
In bLog, global, hIdup, indonesia, informasi, mAnajemen, militer, pEndidikan, pEringkat iNdonesia, pErtahanan, rank, risiko, sumber daya, teknologi on Friday , 10 April 2009 at 2:39 AMMenteri Negara Riset dan Teknologi, Kusmayanto Kadiman menyatakan, sesuai perintah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, semua pesawat TNI Angkatan Udara, baik untuk fungsi transportasi personel maupun tempur, akan dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh atau audit teknologi. Selain itu juga melakukan modifikasi terhadap pesawat-pesawat angkut TNI AU agar bisa meningkatkan daya angkutnya untuk keperluan militer dan untuk keperluan sipil, misalnya untuk search and rescue (SAR), hujan buatan atau kebutuhan lain, kata Menristek usai penandatanganan kesepakatan bersama antara Kemenneg Ristek dan TNI AU di Jakarta, 8 April 2009.
Kesepakatan itu ditandatangani Menristek Kusmayanto Kadiman dan Kepala Staf TNI Angkatan Udara, Marsekal TNI Subandrio. Kesepakatan meliputi penelitian, pengembangan dan penerapan Iptek dalam mendukung tugas-tugas TNI AU. Menurut Menristek, pemeriksaan menyeluruh atau audit teknologi tersebut akan dilakukan setelah ditandatanganinya MoU tersebut, kemudian tim mulai bekerja, misalnya mengidentifikasi apa yang harus dilakukan, jenis pesawat apa yang harus diperiksa.
Kami tidak mempunyai kemampuan khusus untuk pesawat, tetapi kami mampu melakukan audit teknologi untuk teknologi-teknologi lain. TNI Angkatan Udara mengetahui apa yang harus diperiksa, kemudian kami akan kombinasikan, mulai dari pemilihan alatnya dan pengukuran-pengukuran untuk persoalan teknisnya, katanya.
Dijelaskan, pesawat-pesawat yang sudah dinyatakan tidak laik terbang, apabila anggarannya ada maka akan diganti dengan pesawat-pesawat sejenis, misalnya Foker 27 diganti dengan klas sejenis CN235, apalagi Indonesia sudah mempunyai teknologinya.
Sementara itu Kepala Staf TNI AU Marsekal TNI Subandrio mengatakan, penandatanganan kerjasama pada hakekatnya upaya untuk meningkatkan sumber daya manusia TNI AU dalam bidang penelitian, pengembangan dan penerapan teknologi. Hal itu selaras dengan kebijakan pemerintah dalam penggunaan produk dalam negeri, serta penting dilakukan agar secara bertahap mengurangi ketergantungan teknologi terhadap produk dari luar negeri. Menurutnya, kesepakatan itu dapat menjadi inisiator proses transformasi Iptek sekaligus inovasi-inovasi dan temuan baru di bidang teknologi oleh TNI AU dan Kementerian Negara Riset dan Teknologi. Ruang lingkup kesepakatan, katanya, kegiatan pemanfaatan sumber daya yang tersedia di kedua pihak, baik sarana, prasarana maupun sumber daya manusia yang diperlukan. Demikian halnya optimalisasi penelitian dan pengembangan pendidikan dan latihan, serta rancang bangun atau rekayasa di bidang kedirgantaraan dan kegiatan dalam proses alih teknologi alat utama sistem senjata.
Kesepakatan bersama itu nantinya diharapkan menjadi payung hukum dalam rangka pelaksanaan kerjasama antara TNI AU dan Kemenneg Ristek. Kementerian Negara Riset dan Teknologi (Ristek) akan mengaudit teknologi yang digunakan pesawat-pesawat TNI Angkatan Udara (AU), terutama yang sudah berusia di atas 20 tahun. Menteri Ristek Kusmayanto Kardiman mengatakan, audit teknologi dilakukan hanya terbatas kemampuan kementerian Ristek. Hasil audit tersebut, dapat menjadi rujukan atau rekomendasi apakah sebuah pesawat masih layak untuk digunakan atau diganti. “Semua memang memerlukan pertimbangan matang, menyangkut skala prioritas, ketersediaan anggaran dan masalah lainnya,” katanya. Yang jelas, kata Kusmayanto, akan dikoordinasikan termasuk alokasi dana menyangkut audit teknologi alat utama sistem senjata (alutsista) TNI, khususnya TNI- AU dengan beberapa instansi terkait seperti Departemen Pertahanan, Bapennas, dan Departemen Keuangan.
Kusmayanto mengatakan, meski tidak ada payung hukum kerja sama antara TNI dan Kementerian Ristek, namun audit teknologi oleh Ristek sudah beberapa kali dilakukan terhadap alutsista TNI. Pada kesempatan yang sama, Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Subandrio mengatakan, pihaknya belum memutuskan pesawat apa saja yang akan diaudit teknologi oleh kementerian Ristek. “Kita lihat dulu kemampuan teknologi yang dimiliki, untuk mengaudit teknologi pesawat-pesawat kita. Karena itu tidak mudah, apalagi pesawat tempur. Jadi, kita belum bisa pesawat apa yang dapat dijadikan sampel untuk mereka mengaudit teknologinya,” katanya. Yang jelas, lanjut Subandrio, kerja sama yang dibina antara Mabes TNI- AU dan Kementerian Ristek dapat meningkatkan kesiapan operasional TNI AU untuk menjalankan peran dan tugasnya sebagai penjaga kedaulatan NKRI.
9 April 2009 : Dirgahayu HUT ke-63 TNI AU, No Change No Future
In bLog, country, e-goverment, eKsekutif, global, hIdup, indonesia, informasi, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, lEgislatif, mAnajemen, militer, pEndidikan, pErtahanan, sumber daya on Thursday , 9 April 2009 at 11:58 AMBerkaca pada sejarah ….
Sejarah lahirnya TNI AU bermula dari pembentukan Badan Keamanan Rakyat (BKR) pada Tanggal 23 Agustus 1945, guna memperkuat Armada Udara yang saat itu sangat kekurangan pesawat terbang dan fasilitas-fasilitas lainnya. Sejalan dengan perkembangannya berubah menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR), pada tanggal 5 Oktober 1945 dengan nama TKR jawatan penerbangan di bawah Komodor Udara Soerjadi Soerjadarma.
Pada tanggal 23 Januari 1946 TKR ditingkatkan lagi menjadi TRI, sebagai kelanjutan dari perkembangan tunas Angkatan Udara, maka pada tanggal 9 April 1946, TRI jawatan penerbangan dihapuskan dan diganti dengan Angkatan Udara Republik Indonesia, kini diperingati sebagai hari lahirnya TNI AU yang diresmikan bersamaan dengan berdirinya Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Salah satu Sejarah monumental yang selalu diperingati jajaran TNI AU tiap tahun adalah apa yang dinamakan Hari Bhakti TNI AU. Peringatan Hari Bhakti TNI AU, dilatar belakangi oleh dua peristiwa yang terjadi dalam satu hari pada 29 Juli 1947. Peristiwa Pertama, pada pagi hari, tiga kadet penerbang TNI AU masing-masing Kadet Mulyono, Kadet Suharnoko Harbani dan Kadet Sutarjo Sigit dengan menggunakan dua pesawat Cureng dan satu Guntei berhasil melakukan pengeboman terhadap kubu-kubu pertahanan Belanda di tiga tempat, masing-masing di kota Semarang, Salatiga, dan Ambarawa.
Peristiwa Kedua, jatuhnya pesawat DAKOTA VT-CLA yang megakibatkan gugurnya tiga perintis TNI AU masing-masing Adisutjipto, Abdurahman Saleh dan Adisumarmo. Pesawat Dakota yang jatuh di daerah Ngoto, selatan Yogyakarta itu, bukanlah pesawat militer, melainkan pesawat sipil yang disewa oleh pemerintah Indonesia untuk membawa bantuan obat-obatan Palang Merah Malaya.
Penembakan dilakukan oleh dua pesawat militer Belanda jenis Kittyhawk, yang merasa kesal atas pengeboman para kadet TNI AU pada pagi harinya. Untuk mengenang jasa-jasa dan pengorbanan ketiga perintis TNI AU tersebut, sejak Juli 2000, di lokasi jatuhnya pesawat Dakota VT-CLA (Ngoto) telah dibangun sebuah monumen perjuangan TNI AU dan lokasi tersebut juga dibangun tugu dan relief tentang dua peristiwa yang melatar belakanginya. Di lokasi monumen juga dibangun makam Adisutjipto dan Abdurachman Saleh beserta istri-istri mereka.
Hari itu 27 Oktober 1945, sehari menjelang peringatan 17 tahun Sumpah Pemuda, di Pangkalan Maguwo, Yogyakarta terlihat ada kesibukan. Nampak para teknisi sedang berada di sekitar sebuah pesawat Cureng yang bertanda bulat Merah Putih, mempersiapkan segala sesuatunya untuk sebuah penerbangan yang direncanakan. Mereka menginginkan sebuah pesawat Merah Putih terbang hari itu, untuk membangkitkan Sumpah Pemuda.
Komodor Udara Agustinus Adisutjipto, yang lebih dikenal dengan sebutan Pak Adi, adalah satu-satunya penerbang Indonesia yang berada di Pangkalan Maguwo. Hari itu, Pak Adi akan terbang bersama Cureng Merah Putih. Upaya itu membawa hasil. Pak Adi membawa terbang Pesawat Cureng Merah Putih tersebut berputar-putar di Angkasa Pangkalan Maguwo disaksikan dengan rasa kagum oleh seluruh anggota pangkalan yang berada dibawah. Itulah awal mula sebuah pesawat Indonesia bertanda Merah Putih terbang di angkasa Indonesia yang merdeka.
Berharap ke depan ….
C H A N G E S !
N O C H A N G E S NO F U T U R E
Apakah visi dan misi itu?
In bLog, eValuasi, indonesia, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, militer, operasi, readiness, sumber daya, teknologi on Tuesday , 31 March 2009 at 12:53 PMGara-gara kantor mau “merevitalisasi” dan reengineering apa yang disebut visi misi lembaga, terpaksa deh saya searching apA-apa yang dimaksud visi misi itu … semoga hal ini bermanfaat juga untuk pengunjung blog lainnya, kalau mau bikin visi misi (tandingan) ataupun pembaharuan. Ada hasilnya?
a. Visi merupakan sesuatu yang didambakan untuk dimiliki dimasa depan (what do they want to have). Visi menggambarkan aspirasi masa depan tanpa menspesifikasi cara-cara untuk mencapainya, visi yang efektif adalah visi yang mampu membangkitkan inspirasi.
b. Misi adalah bentuk yang didambakan di masa depan (what do they want to be). Misi merupakan sebuah pernyataan yang menegaskan visi lewat pilihan bentuk atau garis besar jalan yang akan diambil untuk sampai pada visi yang telah lebih dulu dirumuskan.
c. Keduanya tidak memiliki dimensi ukur kuantitatif (persentase, besaran waktu, dll). Sebagai konsep yang ideal visi-misi ini harus diterjemahkan lagi dalam konsep yang lebih nyata dan terukur yaitu tujuan (objective). Tujuan disini adalah tujuan sebagai konsep yang jauh lebih riil.
d. Proses perumusan visi-misi maupun tujuan dari sebuah organisasi atau program bukanlah proses yang mudah dan tanpa perenungan. Proses ini adalah proses yang subyektif dan sangat tergantung pada iklim organisasi. Yang paling penting adalah bagaimana membangun visi-misi dan tujun melalui proses yang sedemokratis mungkin. Yang selanjutnya adalah bagaimana interaksi dari bahasan analisa SWOT, Visi dan Misi dapat merumuskan sebuah tujuan yang riil dan terukur dalam perjalanan roda organisasi.
a. Visi adalah sebuah kata yang berasal dari kata Inggris yang berarti pandangan dan hal ini sangat berkaitan dengan suatu rencana yang akan disusun untuk melaksanakan suatu pekerjaan yang sifatnya umum. Didalam perjalanannya kata VISI sering digunakan juga untuk hal hal yang sifatnya khusus bahkan hampir setiap kegiatan baik itu yang sifatnya kegiatan amal, kegiatan pendidikan ataupun kegiatan komersial selalu menggunakan kata VISI dalam membuat rencana atau program kerja mereka. Namun demikian kata VISI tetap pada arti yang aslinya yaitu suatu pandangan kedepan yang akan menjadi sasaran ataupun tujuan akhir dari suatu kegiatan. Jadi sebuah VISI adalah suatu pandangan yang sifatnya sangat umum tetapi mengandung suatu arti yang cukup dalam sehingga didalam membuat suatu uraian mengenai VISI harus benar benar dipikirkan artinya yang lebih filosofis tetapi terungkap dalam kata yang sederhana.
b. Misi mempunyai arti yang sangat berlainan dengan kata VISI karena di dalam kata misi terkandung suatu pesan kemanusiaan yang tinggi dan juga terkandung suatu aktivitas yang mengarah kepada suatu tujuan dari aktivitas tersebut dalam kaitan dengan kemanusiaan. Didalam kesehariannya kata MISI sering disatukan dengan kata VISI dan hal ini seolah olah telah menjadi suatu acuan umum bagi setiap kegiatan yang akan dilaksanakan dan sepertinya dua kata ini sudah saling dijodohkan satu sama lain, sehingga apabila hanya terdapat satu kata saja akan terasa tidak pas.
Sebenarnya hal ini terlalu diada-adakan karena tidak selalu setiap pekerjaan mengandung suatu VISI ataupun mengandung suatu MISI dan tidak selalu setiap kegiatan harus dibuat VISI ataupun MISI nya karena setiap apapun yang kita lakukan seringkali secara otomatis sudah mengandung kedua unsur tadi tanpa harus ditulis secara khusus.
a. Vision: Defines the desired or intended future state of a specific organization or enterprise in terms of its fundamental objective and/or strategic direction.
b. Mission: Defines the fundamental purpose of an organization or an enterprise, basically describing why it exists.
a. Vision:
1. the act or power of seeing with the eye; sense of sight.
2. a) something seen by other than normal sight; something perceived in a dream, trance, etc. or supernaturally revealed, as to a prophet ; b) the experience of having such a perception or revelation.
3. a mental image; esp., an imaginative contemplation to have visions of power
4. a) the ability to perceive something not actually visible, as through mental acuteness or keen foresight a project made possible by one man’s vision ; b) force or power of imagination a statesman of great vision.
5. something or someone, esp. a woman, of extraordinary beauty.
a. Mission:
1. a sending out or being sent out with authority to perform a special service; specif., a) the sending out of persons by a religious organization to preach, teach, and convert ; b) the sending out of persons to a foreign government to conduct negotiations ; c) the work done by such persons
2. a) a group of persons sent by a religious body to spread its religion, esp. in a foreign land ; b) its organization, headquarters, or place of residency ; c) organized missionary work.
BURUAN KELIMA
a. Visi adalah suatu pernyataan tentang gambaran keadaan clan karakteristik yang ingin di capai oleh suatu lembaga pada jauh dimasa yang akan datang. Banyak intepretasi yang dapat keluar dari pernyataan keadaan ideal yang ingin dicapai lembaga tersebut. Visi itu sendiri tidak dapat dituliskan secara lebih jelas menerangkan detail gambaran sistem yang ditujunya, oleh kemungkinan kemajuan clan perubahan ilmu serta situasi yang sulit diprediksi selama masa
yang panjang tersebut. Pernyataan Visi tersebut harus selalu berlaku pada semua kemungkinan perubahan yang mungkin terjadi sehingga suatu Visi hendaknya mempunyai sifat/fleksibel. Untuk itu ada beberapa persyaratan yang hendaknya dipenuhi oleh suatu pernyataan Visi: 1) Berorientasi pada masa depan; 2) Tidak dibuat berdasar kondisi atau tren saat ini; 3) Mengekspresikan kreativitas; 4) Berdasar pada prinsip nilai yang mengandung penghargaan bagi masyarakat ; 5) Memperhatikan sejarah, kultur, clan nilai organisasi meskipun ada perubahan terduga ; 6) Mempunyai standard yang tinggi, ideal serta harapan bagi anggauta lembaga ; 7) Memberikan klarifikasi bagi manfaat lembaga serta tujuan-tujuannya ; 8 ) Memberikan semangat clan mendorong timbulnya dedikasi pada lembaga ; 9) Menggambarkan keunikan lembaga dalam kompetisi serta citranya ; 10) Bersifat ambisius serta menantang segenap anggota lembaga (Lewis & Smith, 1994).
b. Misi adalah pernyataan tentang apa yang harus dikerjakan oleh lembaga dalam usahanya meng-ujud-kan Visi. Dalam operasionalnya orang berpedoman pada pernyataan misi yang merupakan hasil kompromi intepretasi Visi. Misi merupakan sesuatu yang nyata untuk dituju serta dapat pula memberikan petunjuk garis besar cara pencapaian Visi. Pernyataan Misi memberikan keterangan yang jelas tentang apa yang ingin dituju serta kadang kala memberikan pula keterangan tentang bagaimana cara lembaga bekerja. Mengingat demikian pentingnya pernyataan misi maka selama pembentukannya perlu diperhatikan masukan-masukan dari anggota lembaga serta sumber-sumber lain yang dianggap penting. Untuk secara Iangsung pernyataan Misi belum dapat dipergunakan sebagai petunjuk bekerja.
Intepretasi lebih mendetail diperlukan agar pernyataan Misi dapat diterjemahkan ke langkah-langkah kerja atau tahapan pencapaian tujuan sebagaimana tertulis dalam pernyataan Misi. Untuk memberikan tekanan pada faktor komprehensif dari pernyataan misi maka pernyataan tersebut hendaknya mampu memberikan gambaran yang menjawab pertanyaan pertanyaan sbb (Lewis & Smith 1944) : 1) Keberadaan lembaga adalah untuk berbuat apa; 2) Apa produk atau jasa yang utama dari lembaga; 3) Apa yang bersifat unik dari lembaga ; 4) Siapa konsumen utama dari lembaga; 5) Mengapa mereka merupakan konsumen utama ; 6) Pihak lain mana yang berkepentingan dengan lembaga dan mengapa; 7) Apa “Core Values” / nilai dasar lembaga; 8 ) Apa yang berbeda pada lembaga 5 th yang lalu dan sekarang ; 9) Mengapa berbeda ; 10) Apa yang berbeda pada lembaga saat sekarang dan 5 th dari sekarang; 11) Mengapa hal itu akan menjadi beda; 12) Apa produk atau jenis jasa yang akan diberikan lembaga di masa depan; 13) Apa yang harus dikerjakan lembaga untuk menyiapkan produk baru tersebut; 14)Apakah jawaban pertanyaan-pertanyaan di atas merefleksikan Visi lembaga ? ; 15) Bila tidak, pertanyaan mana yang harus ada dan apa jawabannya.
CONTOH VISI DAN MISI
Pertama
Visi: Visi Pembangunan Kesehatan di Jawa Timur adalah “Penggerak Masyarakat Jawa Timur Sehat 2010”, dimana pembangunan kesehatan diharapkan mampu mencapai tingkat kesehatan tertentu yang ditandai oleh :
1. Lingkungan yang kondusif bagi terwujudnya keadaan sehat.
2. Perilaku masyarakat yang proaktif untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan serta mencegah terjadinya penyakit.
3. Pelayanan kesehatan yang berhasil guna dan berdaya guna tersebar merata di seluruh wilayah Jawa Timur.
4. Masyarakat memiliki kemampuan menjangkau pelayanan kesehatan bermutu.
Misi: Guna mewujudkan Visi yang ditetapkan, maka perlu didukung oleh Misi sebagai satu pernyataan dalam menetapkan tujuan dan sasaran yang akan dicapai. Adapun Misi Dinas Kesehatan adalah :
1. Membina dan mengendalikan penyelenggaraan pelayanan kesehatan serta melaksanakan pelayanan kesehatan khusus yang bermutu, aman merata dan terjangkau.
2. Menggerakan pembangunan berwawasan kesehatan dan memfasilitasi terciptanya lingkungan yang sehat.
3. Mendorong terciptanya gerakan hidup bersih dan sehat.
4. Membangun Sistem Kesehatan Wilayah dalam upaya memelihara kesinambungan Pembangunan dan Pelayanan Kesehatan.
5. Membangun Organisasi Kesehatan yang mampu memberikan pelayanan prima dan didukung oleh sumber daya manusia yang profesional.
Vision: Our vision is safe, healthy workplaces for Nova Scotians and sustainable safety and insurance services.
Mission: Our mission is to work together to help keep people healthy and safe at work, to insure against loss and to support workers’ rehabilitation. We strive to be fair, open and responsible in everything we do.
Lainnya
1. Vision Statement Example :
a. By 2025 my institution will have 500 thousand active students from nine continents of the world studying in a virtual campus about many cultures of the world as well as the latest sciences and technology. Graduates of my institution will bring and encourage peace to the world as a result of their involvement with my institution and will find the means to help hose who are unfortunate enough not to have been a graduate of my institution in order to improve their living and intellectual conditions.
b. Quality Vision Statement of Eastern Iowa Community College District Eastern Iowa Community College District is committed to meeting or exceeding Customer needs and expectations through Continuos Quality Improvement
2. Mission Statements of
a. Otago Polytechnic
To Equip its students with the capability for self development, thus empowering them to become useful, productive, efficient, responsive and proactive citizens who will make a positive contribution to the needs of the country in an
environment of continuous social, economic anc’ technological change.
b. Solikull College (U.K.) Approved in 1995 :
The College is here to meet the present and future education and training needs of the whole community. It aims to be open, accessible and supportive and to seek excellence in all that it does.
c. Swinburne University of Technology (from its strategic plan 1996 – 2000)
Swinburne University of Technology’s mission is to be a leading, intersectoral university offering high quality education, training, research and consultancy focussed on the needs of industry, business, government and the local, National and International communities
Sementara perburuan cari visi misi sampai disini dulu ya …. penat nhi …. break, break …
Ini info baru, ini baru info : Punya saudara yang mau masuk Akademi Angkatan Udara?
In bLog, country, indonesia, informasi, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, mAhasiswa, mAnajemen, militer, operasi, pEndidikan, pErtahanan, sumber daya on Friday , 27 February 2009 at 10:40 AMWaktu chatting maupun ngeblog banyak dari rekan -rekan mahasiswa/pemuda yang menanyakan bagaimana, kapan dan apa saja syarat-syaratnya masuk Akademi Angkatan Udara. Nah, kebetulan sekarang ada informasi perekrutan Karbol/Taruna AAU. Silakan disimak.
Akademi Angkatan Udara kembali membuka kesempatan bagi pemuda Indonesia untuk mengabdi kepada negara dan bangsa melalui Taruna Akademi Angkatan Udara (Karbol). Bagi pemuda yang berminat dapat mendaftarkan diri mulai tanggal 1 s.d. 31 Maret 2009 di Pangkalan Angkatan Udara (Lanud) seluruh Indonesia.
Tempat pendaftaran untuk daerah Jawa di Lanud Halim Perdanakusuma (Jakarta), Husein Sastranegara (Bandung), Wiryadinata (Tasikmalaya), Adisutjipto (Yogyakarta) dan Iswahjudi (Madiun), Atang Sendjaja (Bogor), Wirasaba (Purbalingga), Surabaya (Surabaya), Abdurachman Saleh (Malang), dan SMA Taruna Nusantara (Magelang).
Lanud luar Jawa meliputi Lanud Sultan Iskandar Muda (NAD), Pekanbaru (Riau), Medan, Padang, Palembang, Tanjung Pandan (Babel), Supadio (Pontianak), Balikpapan, Sjamsuddin Noor (Banjarmasin), Sultan Hasanuddin (Makassar), Sam Ratulangi (Manado), Ngurah Rai (Denpasar), Rembiga (Mataram), El Tari (Kupang), Manuhua (Biak), dan Jayapura (Papua).
Persyaratan WNI, pria yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, setia dan taat kepada Pancasila dan UUD 1945, berusia tidak kurang dari 18 tahun dan tidak lebih dari 22 tahun, tinggi badan tidak kurang dari 165 cm dengan berat badan ideal (seimbang) dan sehat serta tidak berkacamata dan buta warna, berkelakuan baik, tidak sedang kehilangan hak untuk menjadi prajurit, disertai Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) dari Polres setempat.
Tamatan SMA/SMU/MAN jurusan IPA dan SMK Penerbangan, DANEM lulusan tahun 2004 nilai rata-rata 6,5 tidak ada nilai dibawah 4, lulusan tahun 2005 dan 2006 nilai rata-rata 6,5 tidak ada nilai dibawah 4,26, lulusan 2006 dan 2007 UAN dan UAS tidak kurang dari 6,5 tidak ada nilai kurang dari 6 dan lulusan 2009 akan ditentukan kemudian.
Belum pernah nikah yang dinyatakan dengan surat keterangan dari Kepala Desa/Lurah, sanggup tidak menikah selama mengikuti pendidikan Karbol dan lanjutannya dan sanggup melaksanakan Ikatan Dinas Pertama selama 10 tahun terhitung mulai saat dilantik menjadi Perwira serta bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan pengujian/pemeriksaan para pelamar calon Karbol AAU tidak dipungut biaya apapun. Formulir pendaftaran dan lainnya disediakan di panitia daerah/sub panitia daerah setempat.
Nah, punya saudara yang berminat, silakan mulai mempersiapkan kelengkapan pendaftaran. Kalau mau ngintip yang lebih detil hal-hal terkait rekrutmen AAU lihat disini, kalau ingin lihat seputar kehidupan AAU, lihat disini.
Kejadian 2 pesawat Sukhoi-30 di Makassar : Bagian dari latihan tempur!
In bLog, country, daya, e-goverment, eKsekutif, hIdup, indonesia, informasi, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, mAhasiswa, mAnajemen, militer, operasi, pEndidikan, pErtahanan, sumber daya, teknologi on Friday , 27 February 2009 at 10:14 AMInsiden 2 pesawat Sukhoi-30 TNI AU merupakan bagian dari latihan tempur, bukan diserang pesawat asing. KSAU Marsekal TNI Subandrio telah menegur jajaran Lanud Hasanuddin, Makassar, yang terburu-buru memberi pernyataan sebelum jelas pangkal masalahnya. Demikian disampaikan Kasau kepada media di Balai Samudra, Kelapa Gading, Jakarta Utara,pada hari Selasa, 24 Februari 2009.
Seperti diketahui, 2 pesawat Sukhoi milik TNI AU diduga menjadi sasaran tembak pesawat asing saat menggelar latihan terbang sekitar pukul 09.00 Wita. Alarm kedua pesawat tersebut berbunyi saat berada di ketinggian 20 ribu kaki.
Insiden pada pekan lalu berawal dari sebuah sesi latihan dog fight oleh satuan penerbang tempur TNI AU. Kebetulan saja yang dijadikan sasaran adalah 2 Sukhoi-30 yang sedang menjalani perawatan di landasan Lanud Hasanuddin oleh mekanik dari Rusia. Tiba-tiba saja nyala (alarm bahwa pesawat terkunci sebagai sasaran tembak). Tidak ada kendala teknis, tidak ada pesawat asing. Senin kemarin sudah latihan lagi.
Sebelumnya tersiar kabar adanya 2 pesawat Sukhoi-30 TNI AU yang diduga nyaris ditembak pesawat musuh. Ternyata semua itu hanya latihan perang. Sama sekali tidak ada pesawat tempur asing.
Kejadian ini memang sempat memunculkan kesimpangsiuran kabar dan beragam analisis:
a. Ada yang menduga terjadi kerusakan, padahal 2 pesawat bertipe SU-30 MK2 itu tergolong baru. Kalau kerusakan kok kompak pada waktu bersamaan, jadi kayaknya nggak mungkin.
b. Ada yang menduga 2 pesawat Sukhoi TNI AU nyaris ditembak musuh ketika sedang latihan terbang di wilayah udara Sulawesi Selatan (Sulsel).
c. Departemen Pertahanan (Dephan) yakin dua pesawat anyar asal Rusia itu bukan terkunci misil musuh. Istilahnya latihan teknis tempur tentang terbaca atau memantau musuh lewat radar, bukan berarti terkunci. Menhan Juwono S. sempat meminta agar alarm itu jangan diartikan secara harfiah sebagai terkunci atau rusak.
d. Sepekulasi lainnya, kemungkinan alarm bunyi tanda pesawat dalam keadaan bahaya itu bukan berarti pesawat terkunci pesawat musuh. Kemungkinannya adalah bunyi alarm karena pertanda pesawat sudah terdeteksi radar musuh.
Jadi beberapa hari sempat belum jelas kabar mana yang benar, rusak, latihan pemantauan radar atau human error?
Nah, sekarang dengan adanya penjelasan dari Kasau Marsekal TNI Subandrio, berita itu sudah clear : Itu bagian dari latihan tempur.
Memang nggak ada razia buat militer? Ada juga!
In bLog, country, e-goverment, eKsekutif, global, indonesia, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, lEgislatif, mAhasiswa, mAnajemen, mAteri kUliah, militer, nUrani, pEndidikan, pEringkat iNdonesia, pErtahanan, pOlitik, pers, sumber daya on Wednesday , 18 February 2009 at 10:33 AMSudah standar kebiasaan saya setiap hari berangkat ke kantor jam 6 pagi. Karena tugas rutin pagi sebelum nyampai di kantor, mesti ngantar anak ke sekolahnya terlebih dahulu. Meskipun alur perjalanan ini, seperti membikin huruf U, jadi bolak-balik. Kalau dihitung jarak, dari rumah saya langsung ke kantor sih cuma 4 km, tetapi kalau rute U itu, rumah-kantor-sekolah anak-kantor bisa mencapai 30 km. Namun perjalanan pagi semacam ini bagi saya enjoy saja, toh karena sudah terbiasa, disamping itu jalur yang saya lalui umumnya berudara bersih dan sehat.
Nah, hari ini sewaktu saya melakukan perjalanan pagi, belum jalan 3 km dari rumah, di jalur umum Jalan Solo-Yogyakarta, jalan kendaraan harus berpelan-pelan sebab mau melintasi satu lintasan yang ada tanda khusus PEMERIKSAAN MILITER. Ternyata ada razia gabungan (karena yang mengadakan gabungan Polisi Militer TNI AU, TNI AL dan TNI AD) bagi anggota/prajurit TNI. Apa saya kaget? Ya, tidak. Karena saya, alhamdulillah, nggak ada masalah apapun soal perlengkapan militer, atribut militer, maupun surat-surat pribadi/dinas dan kendaraan. Jadi, meski pangkat saya jauh lebih tinggi dari petugas yang memeriksa, saya harus tetap patuh, berhenti, dan diperiksa segala kelengkapan saya itu. Ini memang harus disadari oleh semua anggota, bahwa para petugas itu sedang menjalankan tugas. Sehingga siapapun (mau pangkat rendah atau tinggi) yang menjadi terperiksa pada kegiatan razia semestinya harus mau dan mengikuti ketentuan yang berlaku. Beres, saya melanjutkan perjalanan ke kantor.
Apa yang saya pikirkan selanjutnya? Dalam pandangan saya, hal-hal begini perlu dikomunikasikan kepada publik atau masyarakat luas, bahwa ternyata Prajurit TNI itu juga harus mengalami razia, pengecekan kelengkapan pribadi/dinas, nggak boleh sembarangan menerabas aturan. Bagaimana kalau ketahuan melakukan pelanggaran? Percayalah, aturan di militer itu telah cukup kuat sebagai dasar penindakan bagi prajurit yang melanggar, dari ranah kedisiplinan sampai kepidanaan, ada tatarannya dan ada hirarkinya. Memang kadang kala masyarakat umum tidak bisa “melihat” atau “mengetahui” secara langsung, bagaimana bentuk dan tingkatan penindakannya. Ini memang dalam batasan wilayah profesi. Nggak harus semuanya dapat diketahui umum.Jadi, jangan dianggap razia itu hanya untuk orang sipil, atau preman, atau pengendara kendaraan umum. Untuk militer juga terprogramkan kegiatan razia.
Razia semacam ini juga penting untuk menanggulangi/menangkap orang-orang sipil yang menyaru seperti prajurit militer. Yang seringkali untuk mencari keuntungan sesaat/pribadi/kelompoknya. Karena sekarang banyak juga orang-orang yang bukan berprofesi militer, tapi tampilannya dan lagaknya lebih militer daripada anggota militer itu sendiri. Entah melalui seragam dorengnya, rambutnya ataupun cara-cara berkomunikasi dengan orang lain. Inilah yang bisa menyesatkan dan merugikan masyarakat umum, termasuk merugikan institusi militer, karena berefek mencoreng citra TNI.
Oleh sebab itu, mestinya lebih bagus kalau organisasi apapun (organisasi politik ataupun kemasyarakatan) yang jelas-jelas bukan organisasi militer, kalaupun punya satuan keamanan, atau organ inti, nggak perlulah berseragam doreng-dorengan yang menyeramkan masyarakat, biarkan seragam doreng itu murni milik militer. Bukankah mereka sebaiknya bikin seragam yang humanis, namun tetap dapat tampil rapi, gagah dan bijak di muka umum. Saya yakin masyarakat akan lebih merespon hal-hal demikian secara lebih baik dan friendly.
Akhir tulisan, apa? Jangan dikira militer nggak mengalami razia, sama saja dengan masyarakat lainnya, kita sebagai warganegara masih dalam koridor hukum nasional yang berlaku kok, dan selalu saja harus patuh pada unit-unit yang memang harus melakukan tugasnya mengkontrol personel TNI. Memang anggota militer bukan warganegara istemewa, sama dengan WNI lainnya. Yang penting mari kita berlomba-lomba menjadi WNI Nomor 1 yang selalu patuh pada Konstitusi dan Aturan hukum yang berlaku. Akur deh…..
Indonesia punya museum pesawat terbang toh? ya, di yogyakarta …
In aNak, bLog, country, dEmokrasi, e-goverment, global, hIdup, index, indonesia, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, mAhasiswa, mAnajemen, militer, operasi, pEndidikan, pErtahanan, rank, risiko on Saturday , 14 February 2009 at 1:58 AMIndonesia punya museum pesawat terbang, banyak yang nggak tahu. Dimana? Di Jakarta? Nggaklah, di Yogyakarta. Oh. Ya, memang adanya museum pesawat terbang ada di “ibukotanya” TNI AU: Yogyakarta. Karena kota ini, sumber history kelahiran Angkatan Udara.
.terbang jauh ...
Koleksinya, buanyak deh. Macam-macam, dari produksi Uni Sovyet (sekarang sudah pecah ya, salah satunya jadi negara Rusia) sampai AS punya. Produk Indonesia? Ada juga. Roket juga ada. Baru-baru semuanya itu pesawat? Wouw, ya nggak, namanya saja museum. Yang paling baru? Pesawat A-4 Skyhawk.

itu rudal ya mas?
Jadi kalau ke Yogyakarta, jangan lupa mampir ke Lanud Adisutjipto, lihat museum pesawat terbang satu-satunya di Indonesia. Dijamin berkesan, nggak rugi. Apalagi di Yogyakarta khan objek wisatanya banyak, berarti semakin dilengkapi …. semakin membawa kenangan ….

eh, sudah kuno ...
Ya, sekadar tahu saja, yang dipajang disini nhi belum apa-apanya dari keseluruhan koleksi Museum pesawat terbang kita. Ok, sampai jumpa di Lanud Adisutjipto … gampang kok nyarinya, kalau naik pesawat turun di Bandara Adisutjipto tinggal selemparan batu, alias 1 km saja nyampai. Kalau naik kereta api, turun di stasiun Tugu, terus naik Bis Trans Jogja, turun di Jalan Janti, sudah dekat …. naik bis dari luar kota ya turun di Jalan Janti Yogyakarta bisa juga … sudah deket museum. Bawa kendaraan sendiri? Itu lebih baik, bisa parkir deket pintu masuk museum ………
Anggaran militer negara-negara di dunia Tahun 2008, Indonesia ranking 33
In anggaran, bLog, country, damai, e-goverment, eKsekutif, hIdup, indeks, indonesia, informasi, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, lEgislatif, mAhasiswa, mAnajemen, militer, money, pEndidikan, pEringkat iNdonesia, pErtahanan, pOlitik, peace, rank, readiness, saing, uang on Wednesday , 11 February 2009 at 1:00 PM“Of all the enemies to public liberty war is, perhaps, the most to be dreaded because it comprises and develops the germ of every other. War is the parent of armies; from these proceed debts and taxes … known instruments for bringing the many under the domination of the few.… No nation could preserve its freedom in the midst of continual warfare” [James Madison, Political Observations, 1795].
Memperhatikan anggaran militer negara-negara di dunia tentu cukup menggelitik kita semua. Bagaimanapun besarnya anggaran militer itu tidak terlepas dari kondisi ekonomi negara tersebut, sekaligus merefleksikan tingkat potensi ancaman yang harus dihadapi negara tersebut.
Bagaimana dengan Indonesia? Anggaran militer Indonesia tampak terlihat super kecil diantara negara-negara di dunia, meskipun secara prosentase terhadap APBN masuk ranking 33 dengan nilai sebesar 3.6 juta US dollar, tetapi sebenarnya itu baru 0.24% dari APBN. Coba bandingkan dengan yang ranking 1 yaitu Amerika Serikat, anggaran militernya sebesar 711 juta US dollar atau 48.28% dari APBN, sedangkan negara yang masuk ranking 2 adalah China dengan anggaran militer sebesar 121.9 US Dollar atau 8.28% dari APBN.
Jadi, bagi warganegara Indonesia dengan anggaran militer sebesar itu sudahkah merasa aman? Ah, kembali ke kesadaran kita sendiri dalam melihat posisi negara kita dan negara-negara sekitarnya, lihat saja tabel berikut.
Netralitas TNI : Harus itu!
In bLog, dEmokrasi, damai, eKsekutif, indonesia, kEluarga, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, lEgislatif, mAhasiswa, mAnajemen, militer, pEndidikan, pErtahanan, pOlitik, peace, sumber daya on Wednesday , 4 February 2009 at 11:49 AMHari ini, Rabu, 4 Februari 2009, Gubernur AAU, Marsekal Muda TNI BS Silaen memberikan amanat dalam apel khusus kepada Civitas Academica AAU, yang kira-kira ada 1200 orang, berupa pengarahan dan perintah tentang Netralitas TNI, tentunya juga warga Akademi Angkatan Udara, dalam menyongsong Pesta Demokrasi di Indonesia Tahun 2009 ini, dalam hal ini Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden.
Rambu-rambu yang diberikan Gubernur AAU kepada anggotanya:
a. Anggota AAU yang telah mendapatkan Buku saku NETRALITAS TNI DALAM PEMILU wajib membacanya, mempelajari dan menerapkannya.
b. Tidak boleh ada anggota AAU yang terlibat dalam kegiatan politik praktis. Semacam ikut kampanye ataupun mendukung parpol/caleg tertentu. Karena sudah diputuskan bahwa TNI, termasuk Anggota AAU, tidak menggunakan Hak Pilih dalam Pemilu 2009. Larangan keterlibatan anggota AAU dalam Pemilu sebagai pengejawantahan Netralitas TNI, juga agar tidak ada kesan TNI-nya parpol X, parpol Y ataupun parpol Z. Kalau pun ada keluarga dari anggota AAU yang jadi caleg ataupun terlibat dalam suatu parpol itu tanggungjawab yang bersangkutan sendiri, meskipun sebagai keluarganya Anggota AAU dilarang ikut berkiprah untuk mendukungnya. Bagi PNS yang dinas di AAU yang punya Hak Pilih disilakan mempergunakan haknya secara LUBER alias Langsung, Umum, Bebas dan Rahasia. Silakan pilih sesuai hati nuraninya, tidak boleh terpengaruh intitusi ataupun pimpinannya. Diskusi tentang parpol/caleg yang akan dipilih disilakan bersama keluarga di rumah saja.
c. Untuk seluruh Anggota AAU yang diminta oleh Polri untuk bantuan keamanan Pemilu harus sepengetahuan dan seijin pimpinan AAU. Kalaupun terlibat dalam pengamanan Pemilu itupun hanya berada di Ring ke dua, karena Ring ke satu tetap tanggungjawab Polri.
d. Institusi dan Anggota AAU dilarang memfasilitasi parpol ataupun caleg untu memanfaatkan fasilitas dinas (kendaraan, gedung kantor, ataupun rumah dinas, dan sejenisnya) untuk kegiatan kampanye/Pemilu. Termasuk kalau ada keluarganya yang mencalegkan diri, dilarang mengadakan rapat/persiapan kampanye di rumah dinas TNI AU.
Jadi sudah tegas dan jelas, perintah Pimpinan AAU bahwa para anggota harus menjaga NETRALITAS TNI DALAM PEMILU 2009 ini secara sungguh-sungguh. Semua Anggota AAU umumnya secara prinsip memang sudah memahami aturan untuk itu, yaitu tentang pelibatan TNI dan Polri dalam kampanye yang dilarang secara tegas oleh UU 10/2008
tentang Pemilu, yakni dalam pasal 84 ayat (2) huruf f. Di pasal 270 UU yang sama diterangkan, pelanggaran atas aturan tersebut diancam dengan pidana penjara 6 hingga 24 bulan dan denda Rp 6-24 juta.
Menguak Operasi Cast Lead Israel (Bagian II)
In bLog, hAm, hIdup, informasi, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, mAnajemen, militer, operasi, pOlitik, pers, ranking, sumber daya, tEknologi iNformasi on Tuesday , 20 January 2009 at 2:23 PMPemakaian Perangkat Teknologi Informasi
Dalam operasi Cast Lead ini Israel betul-betul menggunakan perangkat teknologi secara total. Dukungan satelit mata-mata secara lengkap dengan teknologi tercanggih yang langsung dikoneksi dengan pusat pengendali dan cockpit pesawat tempurnya sangat efektif untuk memperoleh informasi dan mendeteksi sasaran. Tidak ada setitikpun daerah di wilayah Gaza yang tidak terpantau, dengan keakuratan yang sangat tinggi (tingkat error minimum) bahkan inci per inci area di wilayah itu bisa di-zoom dengan baik. Bahkan salah satu tayangan yang di-release tentara Israel sendiri (dapat diperoleh di Youtube) terlihat bisa mengikuti pergerakan ambulance Palestina sebelum melakukan pengeboman. Sehingga agak aneh kalau sebuah sasaran yang terkena bom (seperti tempat pengungsian punya PBB) dikatakan tidak disengaja. Memang sih manusia dan peralatan bisa bias atau ada error yang muncul, seperti adanya kejadian friend’s fire diantara tentara Israel, tank menembak teman sendiri di sebuah bangunan, sehingga menewaskan 3 tentara Israel. Tetapi kalau sasaran yang besar dan jelas masak error, pasti itu disengaja.
Pemakaian perangkat lainnya adalah penggunaan pesawat telepon. Tentara Israel sebelum melakukan pengeboman sering menyamar sebagai penelpon dari wilayah di luar Palestina (mengaku warga Mesir, Yordania ataupun Suriah) kemudian dengan logat dan dialek bahasa yang mirip rakyat dari negara-negara yang dipalsukan itu mereka menaruh rasa simpati dan empati terhadap pejuang Hamas, dan menawarkan bicara serta seolah-olah akan memberikan jalan keluar atau bantuan untuk perlawanan. Jika mendapat tanggapan positif dan dinyatakan disitu memang ada pejuang Hamas (tipuannya berhasil) langsung sebuah bom meluncur ke lokasi tersebut tanpa ampun. Tidak benar kalau tentara Israel memberitahu terlebih dahulu warga Palestina yang ada di lokasi atau sasaran sebelum dilakukan pengeboman. Dari sini terlihat mereka bisa melacak signal (jaringan) dan nomor telepon warga Palestina secara baik. Selain itu mereka telah menggunakan perangkat pendeteksi terowongan bawah tanah sehingga koordinat terowongan-terowongan itu dapat diketahui lalu dihancurkan. Selain itu, Israel juga menggunakan perang informasi yang standar, yaitu membagikan pamflet untuk mengusir/menakuti warga sipil Palestina untuk meninggalkan Gaza. Ini teknik pemisahan sipil dan combatan (Hamas), meskipun tidak terlihat efektif. Meski cara ini dilakukan sekadar untuk pembenaran (seolah-olah) telah memilih sasaran yang betul-betul pejuang Hamas, sehingga terkesan nggak ngawur. Ah, dasar! Cara lain yang dilakukan Israel adalah mengirim ribuan sms yang berisi teror terhadap warga Palestina, terutama yang tinggal di sekitar Gaza. Kemudian ekspose data, gambar dan video ke publik tentang pembenaran alasannya melakukan operasi ini dengan menunjukkan data-data jumlah roket yang dikirimkan Hamas ke wilayah Israel, ini mah juga nggak bisa dipercaya. Namanya penyesatan informasi dalam perang disini nyata sekali.
Lalu, Hamas dan rakyat Palestina umumnya, bagaimana dalam menggunakan teknologi informasi? Mereka hanya mengandalkan pemberitaan media umum dan media sendiri yang sangat terbatas. Mereka sedikit terbantu adanya publikasi serangan ini di media dunia yang meluas. Penggunaan telepon juga ada, tapi itu dari simpatisan Palestina (Hamas) di luar negeri yang mengirimkan sms teror ke rakyat israel, tetapi tidak begitu banyak.
Menguak Operasi Cast Lead Israel (Bagian I)
In bLog, global, hAm, hIdup, informasi, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, mAnajemen, militer, operasi, pErtahanan, pOlitik, sumber daya on Monday , 19 January 2009 at 12:33 PMMenguak Skenario
Skenario 1. Pemerintah Israel memilih untuk menyerang jalur Gaza secara terbatas, jadi bukan tujuan Pemerintah Israel menjatuhkan rezim Hamas tetapi hanya ingin pencapaian posisi yang lebih baik dalam diplomasi internasional putaran berikutnya, setelah gencatan senjata per Desember berakhir, seperti pengawasan terowongan yang menghubungkan antara Gaza dengan Mesir yang diduga digunakan Hamas untuk menyelundupkan senjata. Operasi terbatas ini cukup argumentatif karena Mahmud Abbas dianggap orang yang tidak siap untuk mengamankan Hamas dan bahkan bisa jadi ada anggapan kolaborasi antara mereka apabila Israel benar-benar mengambil kontrol Gaza.
Skenario 2. Penggulingan rezim Hamas ke luar dari jalur Gaza (bahkan Palestina) yang dikuasainya, terutama wilayah ideal di perbatasan Mesir – Palestina. Untuk itulah Otoritas Palestina menunjuk Saeb Erekat sebagai ketua perunding. Itu patut diwaspadai apabila ternyata Mesir juga setuju untuk melepaskan beban koridor itu dalam kontrol Israel. NATO dan sekutunya tampaknya tetap menjaga komitmen untuk menolak pasukan perdamaian di wilayah Palestina.
Skenario 3. Dimulai dengan pilihan untuk operasi ini secara terbatas, seperti memerangi intifadah, terus melihat perkembangan dan reaksi dunia, seraya menyiapkan pilihan selanjutnya yaitu memerangi Hamas mati-matian. Skenario ini paling mungkin dilakukan, sehingga rentan terhadap aktivitas tak terkontrol yang dilakukan Israel. Pengalaman Israel sebelumnya, termasuk di Libanon, menunjukkan skenario ini yang paling mungkin dilakukan.
Skenario Israel melaksanakan operasi ini terlihat merupakan strategi yang jitu bagi negara zionis itu untuk mencapai target yang diinginkan. Hal ini disebabkan operasi digelar saat ada musim pemilu di negara Israel dan masa transisi di gedung Putih Amerika Serikat. Satu-satunya cara untuk memenangkan Partai Kadima adalah mengembalikan dukungan rakyat dengan melakukan serangan yang populer seperti ini, peluang ini tentu akan dioptimumkan agar pada Pemilu yang akan datang peluang Kadima tidak padam. Masa transisi kepemimpinan di Amerika serikat ini memberikan peluang bagi Israel untuk mengirimkan signal yang jelas bagi pemimpin baru AS dan memaksa mereka untuk memahami garis keras Israel, serta mengingatkan negara-negara lain tentang positioning Israel di regional ini (konstelasinya) dan tingkat hubungannya dengan AS.
Selamat datang “aparat” baru ….
In anggaran, bLog, country, e-goverment, eKsekutif, indonesia, informasi, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, mAnajemen, militer, money, pErtahanan, sumber daya on Friday , 19 December 2008 at 11:41 AMRabu, 17 Desember 2008 di Akademi Militer, Magelang, Presiden RI melantik ratusan perwira baru dari jajaran TNI dan Polri. Mereka adalah darah baru yang akan memperkuat jajaran aparat pertahanan dan keamanan RI. Salah satu pesan presiden cukup jelas, sebagai aparat tidak boleh tertinggal dalam mempelajari/mengikuti perkembangan teknologi. Jadi artinya harus terus-menerus mau belajar, belajar dan belajar bidang tugasnya secara profesional, untuk ke-iptek-kan dan kemiliterannya.
Saya perlu juga menyampaikan selamat kepada para Perwira remaja yang telah menempuh pendidikan di empat akademi (Akademi Angkatan Udara di Yogyakarta, Akademi Angkatan Laut di Surabaya, Akademi Militer di Magelang, dan Akademi Kepolisian di Semarang) yang kini telah sukses meraih profesi dan pangkat yang diidam-idamkan. Semoga sukses seterusnya, dengan pengabdian yang terbaik untuk bangsa dan negara. Nah, dalam kerangka pengabdian yang terbaik itulah, saya menyarankan dua hal:
a. Agar semua perwira remaja tersebut punya pegangan kepribadian (kalau pegangan untuk kedinasan sudah cukup jelas ya …) yang kuat dalam menjalankan tugas, masing-masing perwira remaja perlu punya Kitab Suci sesuai agama yang dianutnya, dan rajin-rajinlah untuk membaca, memahami dan mengaplikasikannya di kala suka dan duka, diantara tugas-tugas yang dijalankan.
b. Agar semua perwira remaja tersebut punya (mulai mengurus) Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) biar pendapatannya mempunyai nilai akuntabilitas yang tinggi dan dipercaya rakyat. Karena setiap tahun akan terlihat “perkembangan” harta kekayaannya, sehingga mudah diperkirakan darimana asal pendapatannya, karena kalau dari besaran gaji saja khan terlihat standar besarannya. Apalagi sekarang lagi ada Program Sunset Policy.
Apa pendapat anda tentang hal ini?









