
Nobody’s perfect
I’m too
I’ve made a lot of mistakes to my family and my friends

Before entering the Ramadhan 2009
Please forgive me for everything what I’ve done

May Allah SWT blesses us in this holy month
Amien

Nobody’s perfect
I’m too
I’ve made a lot of mistakes to my family and my friends

Before entering the Ramadhan 2009
Please forgive me for everything what I’ve done

May Allah SWT blesses us in this holy month
Amien
Pernah lihat orang yang sangat percaya diri dan bangga dengan dirinya sendiri? Atau mungkin Anda sendirilah yang seperti itu. Hati-hati, bisa jadi itu pertanda Narcissistic Personality Disorder (NPD) atau penyakit narsis, bukan percaya diri. Dalam sebuah buku yang berjudul ‘Malignant Self Love-Narcissism Revisited‘ , kata Narsis berasal dari sebuah mitologi Yunani, tentang seorang pemuda tampan bernama Narsisus. Ia lebih tampan dari pria manapun di dunia ini sehingga banyak gadis memujanya, bahkan dia sendiri mencintai bayangan wajahnya. Tak urung dewi-dewi pun menyukainya termasuk salah seorang peri yang jatuh cinta padanya bernama Echos.
Ia mengabaikan cinta Echos, karena ia lebih mengagumi ketampanannya dengan berkaca pada sebuah sungai. Narsisus jatuh cinta pada bayangannya sendiri hingga akhirnya tenggelam. Berdasarkan mitos tersebut, kata narsis digunakan untuk menggambarkan orang yang mencintai dirinya sendiri. Akan tetapi menurut Sam Vaknin, penulis buku itu, konsep narsisisme kerap disalahartikan. Narsisus sebenarnya bukan mencintai dirinya sendiri, tetapi bayangannya.
Ada perbedaan besar antara diri yang sebenarnya dengan diri yang terlihat dari sebuah pantulan. Mencintai diri sendiri adalah hal yang normal dan sehat. Tapi yang terjadi pada seorang yang narsis adalah ia mencintai citra diri yang ditangkap oleh orang lain. Orang yang jatuh cinta pada bayangan tidak mampu mencintai sesamanya, juga dirinya sendiri. Untuk terus eksis, seorang narsis tergantung pada yang disebut sebagai Narcissistic Supply, yaitu pandangan orang-orang di sekitarnya yang menampilkan ilusi bahwa ia seorang yang penting, unik, dan istimewa.
Setiap orang pasti memiliki rasa kebanggaan terhadap diri sendiri, tidak ada yang salah dengan itu. Tapi jika sudah berlebihan, terutama kebanggaan terhadap fisik (body narsis), maka sudah menjadi penyakit. Narsis atau yang dalam istilah ilmiahnya Narcissistic Personality Disorder (NPD) adalah penyakit mental dimana seseorang memiliki rasa percaya diri yang sangat tinggi untuk kepentingan pribadinya dan juga rasa ingin dikagumi.
Perasaan seperti itu harus dibedakan dengan rasa percaya diri. Orang yang memiliki percaya diri, mengetahui kualitas diri sendiri, tapi tidak tergantung pada pujian orang lain untuk merasa nyaman, serta lebih terbuka terhadap kritik dan saran. Narsis sebaliknya, mereka butuh dukungan dan perhatian serta pengakuan dari orang lain untuk menjaga kepercayaan dirinya. Namun jauh dalam hati mereka tersimpan jiwa yang sangat rapuh dan mereka menutupinya dengan menekankan betapa hebatnya mereka yang terbukti dari banyaknya pujian dari orang lain.
Dikutip dari US News, 20 Agustus 2009, dalam bukunya ‘The Narcissism Epidemic’, psikolog Jean Twenge and W. Keith Campbell dan rekannya di San Diego State University sangat banyak terjadi di kalangan mahasiswa dan anak muda, terutama para wanita. Mereka sangat yakin bahwa dirinya lebih unggul dan lebih baik dibanding yang lainnya dan biasanya memiliki rasa penghargaan yang rendah terhadap orang lain. Namun di balik semua itu tersimpan pribadi yang lemah dan mudah hancur ketika dikritik.
Narsis termasuk salah satu dari tipe penyakit kepribadian. Seseorang yang terkena penyakit narsis biasanya diiringi juga dengan pribadi yang emosional, lebih banyak berpura-pura, antisosial dan terlalu mendramatisir sesuatu. Penderita yang benar-benar dikategorikan narsis sebenarnya hanya sedikit, yaitu sekitar 1 persen saja. Sisanya munngkin sudah menunjukkan gejala yang sama tapi belum bisa dikategorikan sebagai penyakit narsis. Untuk menyembuhkannya, seseorang harus datang ke psikiater. Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders serta American Psychiatric Association pun menyebutkan beberapa gejala dan kriteria penyakit narsis , diantaranya :
Jadi, termasuk narsis atau percaya dirikah Anda?
Siapa yang tak ingin berumur panjang? Umur panjang berarti kesempatan menikmati hidup lebih lama. Mungkin Anda takkan menyangka, kebiasaan-kebiasaan kecil yang Anda lakukan sebenarnya menuntun Anda mencapai umur yang lebih panjang. Rata-rata manusia umumnya berumur hingga 60-80 tahun. Sangat jarang manusia yang bisa hidup hingga 90 atau 100 tahun lebih, namun bukan tidak mungkin Anda dapat mencapainya. Kemajuan teknologi, kesehatan, pendidikan, pencegahan penyakit serta penanganan-penanganan tertentu mungkin saja bisa memanipulasi dan membuat seseorang memiliki hidup yang lebih panjang. Namun Anda akan terkejut jika tahu bahwa semua itu bisa diraih hanya dengan kebiasaan-kebiasaan sederhana dan tidak begitu penting yang mungkin Anda lakukan setiap harinya.
Berdasarkan studi terbaru mengenai hidup lebih panjang yang dikutip dari Prevention, 10Agustus 2009, terdapat tanda-tanda seseorang yang kemungkinan akan mencapai umur panjang.
1. Anda dilahirkan ketika ibu Anda masih muda. Berdasarkan penelitian dari University of Chicago, ibu muda masih memiliki sel telur yang sangat baik untuk fertilisasi, yang memungkinkan untuk menghasilkan anak yang lebih sehat, kuat dan berumur lebih panjang.
2. Anda pecinta teh. Lebih dari 40.500 orang wanita maupun pria di Jepang yang terlibat studi tentang efek mengonsumsi teh terhadap kesehatan menunjukkan risiko penyakit jantung dan stroke yang lebih rendah dibanding mereka yang jarang mengonsumsi teh.
3. Anda lebih suka jalan kaki ketimbang naik kendaraan. Orang-orang yang fit selalu mengutamakan jalan kaki, apakah itu hanya untuk makan siang atau pergi ke mall. Berjalan kaki 30 menit setiap harinya akan memperpanjang umur, berdasarkan studi terhadap 2.603 wanita dan pria.
4. Anda menghindari minuman-minuman bersoda. Para peneliti di Boston menemukan bahwa mereka yang mengonsumsi minuman soda setiap harinya meningkatkan risiko penyakit diabetes, jantung dan gangguan metabolik lainnya. Meminum jus akan lebih sehat untuk tubuh Anda.
5. Anda memiliki kaki yang kuat. Menurut Robert Butler, MD, dari International Longevity Center—USA in New York City, mereka yang memiliki otot-otot kaki yang lemah diperkirakan tidak akan berumur panjang karena mudah mengalami komplikasi pada tulangnya.
6. Anda mengonsumsi makanan berwarna ungu. Buah-buahan seperti anggur, blueberry dan makanan lainnya yang berwarna ungu kaya akan polifenol yang sangat baik untuk mengurangi penyakit jantung, Alzheimer dan meningkatkan kemampuan sel-sel otak..
7. Anda termasuk remaja dengan berat badan ideal dan sehat. Sebuah studi dalam Journal of Pediatrics yang melibatkan 137 orang Afrika dan Amerika menyebutkan bahwa mereka yang memiliki kelebihan berat badan pada usia 14 tahun ke atas memiliki risiko diabetes dua kali lipat pada saat dewasanya.
8. Anda menyukai teman-teman Anda dan sering berinteraksi dengan mereka. “Hubungan interpersonal yang baik bertindak sebagai pelawan stres dan penyeimbang hidup Anda,” ujar Micah Sadigh, PhD, seorang psikolog dari Cedar Crest College. Memiliki orang-orang yang mendukung Anda akan membuat Anda lebih sehat secara fisik dan mental. Mereka yang stres akan memiliki daya tahan tubuh yang lemah dan bisa memperpendek umur hingga 4-8 tahun.
9. Anda menyukai tantangan. “Ketika Anda merasa tertantang mengerjakan sesuatu, perhatian Anda akan terfokus dan otak akan memiliki kekuatan yang lebih besar, dan hal itu bisa memperpanjang hidup Anda,” ujar Robert S. Wilson, PhD, profesor neurological sciences and psychology at Rush University Medical Center in Chicago.
10. Anda tidak memiliki pembantu di rumah. Berdasarkan studi terhadap 302 orang dewasa dengan umur 70 dan 80 tahun, hanya dengan mengepel, mencuci atau membersihkan jendela beberapa jam, seseorang dapat membakar 285 kalori dan menurunkan risiko kematian hingga 30 persen.
11. Anda tidak suka Burger.
12. Anda pecinta bunga.
13. Anda memelihara kesehatan.
14. Anda orang pembelajar.
Agar panjang umur cek saja sendiri ya, secara detil di sumbernya: Prevention
biar saja ku tak seindah matahari
tapi selalu ku coba tuk menghangatkanmu
biar saja ku tak setegar batu karang
tapi selalu ku coba tuk melindungimu
biar saja ku tak seharum bunga mawar
tapi selalu ku coba tuk mengharumkanmu
biar saja ku tak seelok langit sore
tapi selalu ku coba tuk mengindahkanmu
ku pertahankan kau demi kehormatan bangsaku
ku pertahankan kau demi tumpah darah
semua pahlawan-pahlawanku
merah putih teruslah kau berkibar
di ujung tiang tertinggi di indonesiaku ini
merah putih teruslah kau berkibar
di ujung tiang tertinggi di indonesiaku ini
merah putih teruslah kau berkibar
ku akan selalu menjagamu
Deras hujan yang turun
Mengingatkanku pada dirimu
Aku masih disini untuk setia
Selang waktu berganti
Aku tak tahu engkau dimana
Tapi aku mencoba untuk setia
Sesaat malam datang
Menjemput kesendirianku
Dan bila pagi datang
Kutahu kau tak disampingku
Aku masih disini untuk setia
Lewat sudah 2 minggu setelah pengeboman Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton Jakarta.
Aparat keamanan sedang berusaha keras membongkar kasus bom itu. Ada baiknya kita juga turut sedikit membantu menerawang “kode” pengeboman 2 hotel tersebut, dengan melihat nomor kamar yang dipilih.
1. Nomor kamar yang diduga dijadikan “markas” sang bomber sebelum melakukan pengeboman adalah 1808. Punya makna apa nomer kamar ini? Tahukah anda, kejadian pengeboman adalah tanggal 17 Juli 2009 atau tanggal-bulannya adalah 17-07. Kalau nomor kamar itu diterawang punya makna kode “yang dekat” dengan tanggal kejadian: (18-01) dan (08-01) artinya 17-7 khan? Jadi, mereka sepertinya “sudah merancang” bahwa deadtime pengeboman adalah tanggal 17 juli 2009.
2. Masih terkait nomor kamar yang diduga dijadikan “markas” sang bomber. Coba perhatikan, kalau kita berfikir logika pasti kelompok pengebom itu benci sekali dengan Densus 88 yang tugasnya memang memerangi teroris. Nah, pemilihan nomor kamar itu, jangan-jangan juga sebagai kode perwujudan perlawanan terhadap Densus 88, karena nomor kamar itu yang diminta, nggak mau nomor kamar lain yang ditawarkan bagian resepsionis hotel. Tahukah anda, 1808 bisa dimaknai 1-TRUE dan 0-FALSE atau 1-TEMAN dan 0-MUSUH, sementara 88 merujuk pada organisasi anti teror punya Polri, Densus 88.
3. Nomor kamar 1808 punya arti lain juga, apa? Sepertinya pendeklarasian 1(I am)808(Bomber). Nah khan, klop juga?
4. Nomor kamar 1808 punya arti apa lagi? Sepertinya ingin menunjukkan bahwa memang ada 2 target hotel “berdekatan” yang diincar, terlihat dari angka 18 dan 08. Pernah ikut tes psikologi atau belajar matematika aljabar? Urutan angka lumrahkan: 08, terus 18, lalu 28, kemudian 38, dan seterusnya ….. 08 dan 18 benar-benar berdekatan!
5. Coba dibaca balikannya nomor kamar (1808) itu, jadi apa? 8081 bisa juga memeberi kesan mendalam tentang nama seseorang yang ingin “membuat sejarah”, yang mungkin panggilannya BOBI (BOBY atau BABY). Agak klop sedikitlah, toh polisi menduga pelaku juga masih tergolong anak-anak (16-17 tahun). Untuk anda yang bernama BOBY nggak boleh nervous-lah, ini logika saja dari semua kemungkinan yang bisa saja terjadi.
Ada lagi?
Tunggu saja “inspirasi” lanjutannya. Yang jelas anda boleh menganggap ini tulisan “main-main”, namun dapat juga anda menganggap tulisan ini “sense of logical“. Yang pasti, semua WNI NOMOR 1 mesti bersatu melawan TERORISME. Indonesia Unite.
“The Real Blogger” Chappy Hakim (mantan Kepala Staf TNI Angkatan Udara), meluncurkan buku hasil ngeblog di Kompasiana pada Hari Sabtu, 1 Agustus 2009. Acara peluncuran buku yang akan dilanjutkan dengan book signing ini digelar di Airman Planet Lounge, Hotel Sultan, Jakarta, mulai pukul 11.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB. Acaranya sendiri di-set untuk tidak kaku (rigid), dibuat secair mungkin. Bedah buku, misalnya, dilakukan tidak sambil duduk kaku, tetapi cukup berdiri saja dimana pembahas, khususnya Pak Chappy dan kemungkinan Effendy Ghazali akan membahasnya sambil “lalu-lalang” (kalau bisa), dan hadirin bisa langsung memotong pembicara dengan pertanyaan spontan.

Wah, selamat Pak CH atas kreatifitasnya yang tiada akhir. Semoga sukses. Semoga semangat kreatif seumur hidup itu terus melaju dan menular deras ke generasi yang muda-muda. Sehingga pikiran-pikiran cemerlang semakin terekspose dan dapat mewarnai khasanah berfikir rakyat Indonesia, pejabat indonesia, terutama militer, khususnya TNI Angkatan Udara Indonesia. Dengan demikian, diharapkan ada kontribusi positif yang signifikan (sekecil apapun) untuk kemajuan dan kejayaan Indonesia.
Saya maunya hadir pada acara tersebut, namun sayang ada kendala waktu dan adanya acara lain. Salam dari Yogyakarta.
Anda sudah baca tulisan yang saya posting soal masalah “berbau rasis” yang menimpa seorang profesor Amerika Serikat yang ditangkap secara ngawur oleh polisi:
“Seorang Profesor kulit hitam ditangkap, Obama sebut polisi bodoh!” ?
Rupanya masalah itu diselesaikan oleh Presiden Barack Obama dengan gayanya yang khas dan disebut sebagai “teachable moment” (momen pembelajaran). Mereka yang terkait berkumpul di suatu taman, ada sang profesor yang ditangkap, ada sersan polisi yang menangkapnya, dan sang presiden. Seraya minum-minum, dan berkomunikasi penuh persahabatan. Lihatlah fotonya:

Momen Pembelajaran
Pelajaran apa yang bisa dipetik? Masalah berat yang “berbau ras” pun kalau mau diselesaikan, dipertemukan, diisi dengan niat baik, bisa dituntaskan secara terhormat. Hal ini akan berbuah manis, sepanjang semua manusia mau memahami bahwa di dunia adanya pluralisme dan multikulturisme tidak bisa dinafikan, harus diterima apa adanya. Semoga WNI Nomor 1 mau mempelopori bahwa kita hidup di Indonesia, yang sesungguhnya memang penuh warna, penuh suara dan penuh harapan.
Mau membaca selengkapnya kisah penyelesaian masalah ini? Klik saja disini Obama, Gates, policeman pledge to try and move on. Salam Indonesia.
Saat hadir dalam acara makan malam bersama Kasau dan mantan Kasau dalam acara Sambung Rasa sebagai Rangkaian Peringatan Ke-62 Hari Bhakti TNI AU Tahun 2009 di Gedung Handrawina Akademi Angkatan Udara, tanggal 28 Juli 2009, ada ungkapan kata yang perlu disimak dari Mantan Kasau Marsekal TNI (Pur) Herman Prayitno, bahwa ada tiga hal yang harus dipegang oleh seorang pemimpin dalam berkarya agar sukses:
1. Integritas (Integrity)
2. Percaya Diri (Self Confidence)
3. Keterbukaan (Full Disclosure)
Memang, semestinya begitu. Tentu patut direnungkan lebih dalam, serta diaplikasikan secara lebih luas, bertingkat dan berlanjut di lingkungan kerja.
Dengan Integritas tentu ada kontrol diri yang kuat mengenai kepatuhan terhadap norma-norma standar, yaitu norma hukum, norma etika, norma agama, dan norma profesi. Bahkan tanpa ada cara-cara penandatanganan Pakta Integritas pun, sang pemimpin itu akan tetap beraktivitas dan menjalankan tugasnya secara tertib aturan, kesadaran bahwa selalu ada yang mengontrol selain dirinya sendiri itulah yang akan menjadi filter terkuat kalau mau berbuat menyimpang.
Dengan Percaya Diri, seorang pemimpin akan mengambil keputusan secara matang, dengan menggunakan dasar-dasar yang kuat, serta harus berani menghadapi resiko apapun yang terjadi akibat keputusannya itu. Untuk itu bagi seorang pemimpin agar tumbuh rasa percaya diri yang kuat, dia harus selalu mau belajar dengan baik dan benar terutama terkait dengan bidang/jabatan yang sedang dijalaninya dengan segala aspek yang melingkupinya. Dengan mengasah diri (membaca dan menulis) secara terus menerus, dengan meng-update informasi yang senantiasa berkembang secara dinamis, dengan mengembangkan analisis yang dipenuhi akal sehat, serta menjalankan strategi komunikasi intens dengan partner kerja, tentu rasa percaya diri akan terbangun secara maksimum. Adalah salah, kalau seorang pemimpin hanya mengandalkan stafnya secara total dalam membangun rasa percaya dirinya. Justru sang pemimpin itulah yang harusnya mampu mendayagunakan staf sekaligus membangun sumber-sumber pendorong munculnya rasa percaya diri secara terpadu.
Dengan Keterbukaan, seorang pemimpin akan dapat bekerja secara tenang tanpa terganggu praduga-praduga yang negatif dari stafnya ataupun dari koleganya yang lain. Dalam batas-batas tertentu keterbukaan ini memang menjadi positif dalam meneguhkan kepemimpinannya, namun ada juga hal-hal yang terkait keterbukaan ini yang mestinya dikembangkan dan dijalankan secara proporsional sesuai levelering-nya. Keterbukaan bukanlah harus dimaknai semua orang harus tahu semuanya! Namun dengan niat yang baik, keterbukaan bisa juga diartikan mau menerima masukan konstruktif, kritik ataupun “protes” yang memang ada dasarnya, dari siapapun, tanpa melihat level yang memberi masukan, sepanjang disampaikan secara etis. Tidaklah jamannya mengklaim bahwa pemimpin pasti benar segalanya, nggak pernah salah. Namun selalu ada cara untuk “memperbaiki” hal ini dengan keterbukaan yang sinergis.
Gaya hidup modern membuat orang harus terus mengaktifkan otaknya yang kadang membuat stres karena cepatnya perubahan yang terjadi. Otak yang terus mengalami tekanan bisa menjadi sumber kegilaan. “Kita terus dibombardir oleh informasi baik dari email, berita-berita tragis maupun tuntutan personal. Otak akan bereaksi terhadap stres dan jika ada pemicunya seperti infeksi berpotensi menyebabkan kerusakan otak di daerah-daerah kepala, dahi atau terjadi benjolan keras,” kata Stephen Ilardi, psikolog dari University of Kansas dan penulis buku “The Depression Cure: The 6-Step Program to Beat Depression without Drugs“, seperti dilansir Health, 31 Juli 2009.
Para peneliti menemukan penyakit gangguan jiwa atau schizophrenia telah menjadi faktor utama yang mempengaruhi kesehatan seseorang. Gaya hidup ala Amerika juga diduga menjadi penyebab gangguan kejiwaan. Dalam banyak hal gangguan mental adalah peradangan yang terjadi dalam tubuh yang jika parah kasusnya menjadi besar. Peradangan yang dialami tubuh sebenarnya adalah cara tubuh untuk melindungi diri. Namun jika kasusnya membesar menjadi sangat bahaya. Penyakit jantung, diabetes, schizophrenia, depresi, autis, gelisah diduga penyebabnya adalah karena terjadi peradangan di dalam tubuh. “Penyakit-penyakit ini terus meningkat dalam gaya hidup moderen saat ini,” kata Illardi.
Apakah gaya hidup nenek moyang kita lebih baik?
Memang para leluhur dulu tidak selamanya bebas dari stres tetapi nenek moyang kita memiliki banyak faktor yang bisa menghentikan tekanan stres. Menenun untuk membuat pakaian adalah salah satu pereda stres. Sementara saat ini bisnis fashion membuat semuanya gampang didapat. Contoh lain para leluhur dulu jika menghadapi binatang buas di jalan juga bisa frustasi dan berkata menemukan batu besar yang menghambat jalan sehingga butuh fisik kuat untuk menghindarinya. Tetapi saat ini para kaum urban yang terjebak kemacetan tidak dapat melakukan apa-apa kecuali marah.
Banyak penyakit mental yang berhubungan dengan otak saat ini dirawat dengan obat-obat kimia. Tetapi cara seperti itu juga mengubah otak menjadi lebih sakit. Sementara beberapa kebiasaan primitif yang ditemukan para peniliti justru dapat mencegah otak sakit. Melihat pemandangan yang sejuk dapat mengubah perilaku menjadi lebih tenang dan terbukti lebih efektif menyembuhkan gangguan kejiwaan ketimbang memberikan obat-obatan kimia.
Berikut beberapa cara untuk melindungi Anda dari kegilaan perilaku modern saat ini:
Seimbangkan Kebutuhan Omega untuk Kesahatan otak. Konsumsi Omega yang ideal antara omega 6 dan omega 3 adalah satu banding satu. Sementara dalam pola diet Amerika perbandingannya sangat berlebihan 16 banding satu. Terlalu banyak Omega 6 justru akan mendorong terjadinya peradangan dalam tubuh, kerja darah dan otak yang semakin keras akan menyebabkan depresi. Sedangkan lemak Omega 3 yang banyak ditemukan di ikan salmon, dan kenari dapat membantu mengurangi peradangan yang bersiklus.
Cukupkan Waktu Tidur. Satu abad yang lalu orang tidur malam selama 9 jam. Sementara hari ini menurut survei National Sleep Foundation banyak orang yang tidurnya kurang dari 7 jam, kecenderungan ini terkait dengan penurunan kesehatan mental. Usahakanlah tidur 8-10 jam tiap malam untuk membantu otak melakukan pemulihan secara sempurna.
Perbanyaklah hubungan sosial. Para leluhur dahulu sangat senang jika menikmati buah atau makan bersama dengan 50-100 orang. Tapi kini dengan jumlah penduduk dunia yang sebanyak 6,5 miliar orang justru makin sedikit memiliki teman. Padahal sikap ego yang tinggi menjadi salah satu terganggunya kesehatan mental.
Hentikan sejenak beban pikiran. Fokus pada masalah terbukti membantu memecahkan masalah lebih cepat. Carilah solusi yang tepat agar masalah segera tuntas sehingga otak tidak terus menerus berputar.
Berolahragalah. Leluhur kita tidak cuma menghabiskan banyak waktu untuk gerakan aerobik yang mudah tapi juga melakukan angkat berat seperti menggali atau membangun pondok. Hanya 90 menit latihan per minggu bisa menjadi efektif sehingga tubuh dan otak tetap segar.
Luangkan waktu untuk berjemur. Sinar matahari dapat mencegah penyakit. Sinarnya dalam jumlah cukup dan tidak berlebihan bisa memproduksi zat pembentuk Vitamin D. Seperti Omega 3, vitamin D adalah salah satu obat anti peradangan.
Sedangkan penelitian mengenai hubungan antara agama dan kesehatan mental bisa menjadi salah satu cara untuk memahami dunia dan makna hidup baik secara filosofis atau ilmiah.
Apakah anda lagi terserang penyakit qolbu? Saya telah membaca tulisan di Republika ini, agaknya pantas kita simak dan kita telaah dalam-dalam …… semoga penyakit qolbunya jadi membaik, dan dapat beraktivitas lagi dengan lancar, sehingga kesuksesan menghinggapi kita semua.
Kastrotul masaas yufqidul ihsaas, Ini adalah pepatah Arab yang artinya adalah sesuatu kalau sering disentuh akan berkurang rasanya. Pada sentuhan pertama kita akan merasakan rasanya sangat kuat tetapi pada sentuhan kedua, ketiga, dan seterusnya, rasa itu akan terus berkurang. Pertama kali manusia menembus angkasa dan mendarat di bulan, beritanya begitu menggemparkan. Tetapi, ketika ekspedisi kedua, ketiga, dan seterusnya gaung beritanya mulai berkurang.
Begitu juga dengan diri kita terhadap dosa. Pertama kali berbuat dosa, diri yang fitri akan bergetar takut. Rasa takut ini akan berkurang apabila dosa yang sama diulang kedua kalinya. Dan, akan terus berkurang pada pengulangan ketiga, keempat, sampai akhirnya pekerjaan dosa itu menjadi biasa, menjadi adat dan kebiasaan.
Imam Hasan Al Bashri berkata, ”Yang aku takutkan adalah apabila hati kita telah terbiasa dengan dosa-dosa. Hati adalah bagian yang sangat peka dalam diri manusia, tetapi kepekaan ini akan hilang dengan dosa yang berulang-ulang.”
Dengan jelas Rasulullah saw juga telah menggambarkan hilangnya kepekaan hati. Hati itu, kata Rasulullah saw, pada awalnya ibarat kain putih tanpa noda. Bila seseorang melakukan dosa maka akan ada titik hitam pada hati itu. Jika dia bertobat, maka titik hitam itu akan dihapus dan hatinya kembali putih. Tapi, bila tidak dan dia kembali mengulang berbuat dosa maka titik hitam itu ditambah lagi sampai akhirnya hatinya menjadi hitam legam. Hati seperti ini tidak lagi peduli dengan kemungkaran dan tidak lagi mengenal kebajikan. Inilah hati yang disebut Alquran sebagai al Qulub al Qosiyah, yang lebih keras dari batu sekalipun.
Secara lebih jelas dapat dirinci fase-fase hati menjadi qosiyah (keras membatu) sebagaimana dijelaskan Alquran. Pertama, dimulai dengan lupa dzikir kepada Allah karena dikuasai setan: ”Setan telah menguasai mereka, lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah,” (QS 58:19). Kedua, karena lupa kepada Allah maka Allah lupakan mereka kepada diri mereka sendiri: ”Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri,” (QS.59:19). Ketiga, kemudian setan akan menjadi teman paling dekatnya: ”Barang siapa yang berpaling dari dzikrullah maka akan Aku jadikan setan sebagai teman yang selalu menyertainya,” (QS.43:36).
Keempat, setan ini akan menghiasi semua perbuatan mungkar yang dilakukan sehingga nampak baik dan benar baginya: ”… Dan setan pun menghiasi bagi mereka perbuatan-perbuatan mereka,” (QS.29:38). Kelima, karena itu semua maka hati mereka mengeras bagai batu bahkan lebih keras daripada batu.
Tetapi yang lebih berbahaya dari hilangnya kepekaan hati terhadap dosa adalah hilangnya kepekaan atas azab Allah. Sering orang tak tahu bahwa ia sedang diazab Allah karena dosanya. Azab ini bisa berbentuk musibah, bencana, krisis, dan sebagainya, tetapi juga bisa berbentuk kenikmatan duniawi.
Ibnu Qoyim berkata, ”Ketahuilah sebesar-besar cobaan adalah kegembiraan karena berhasil berbuat dosa dan sebesar-besar azab adalah ketika manusia tidak merasa sedang diazab.’‘
Pernyataan Juru bicara Kementerian Luar Negeri Saudi, Osama Nugali, 29 Juli 2009:
1. Negara berpengaruh di Timur Tengah, Arab Saudi, takkan mengakui Israel sampai negara Yahudi itu keluar dari tanah Arab yang didudukinya dan membuat komitmen ke arah penyelesaian dua negara dengan Palestina.
2. Kebijakan Israel sebagai menderita schirofrenia, dan mengatakan itu membahayakan semua upaya guna menghidupkan kembali pembicaraan perdamaian Timur Tengah dengan tujuan menciptakan negara Palestina merdeka. “Posisi kami sudah diketahui. Israel lah yang harus melakukan tindakan sungguh-sungguh ke arah proses perdamaian. Israel terus melakukan tindakan sepihak dengan mengubah fakta demokrafis dan geografis di lapangan, dengan membuat permukiman dan memperluas permukiman yang ada.“
3. “Gagasan perdamaian Arab sangat jelas. Bahwa Israel mesti mundur dari tanah Arab dan mengakhiri pendudukannya dan menyelesaikan masalah utama konflik.”
4. Masalah pembagian air, pengungsi Palestina, dan status masa depan Jerusalem sebagai ibukota kedua negara harus diselesaikan “guna mencapai perdamaian yang menyeluruh, adil dan langgeng yang dilandasi atas pembentukan negara Palestina yang merdeka dan mampu bertahan. Dalam normalisasi proses perdamaian muncul setelah tercapainya semua tujuan ini, bukan sebelumnya. Jadi, kita tak boleh merusak keteraturan.”
5. Perluasan permukiman Israel di wilayah pendudukan Tepi Barat Sungai Jordan terus menghalangi kemajuan, dan pihak Palestina telah menolak untuk memulai lagi perundingan sampai Israel membekukan pembangunan. Tetapi Israel telah menolak seruan oleh pemerintah AS agar menghentikan kegiatan permukiman, yang mengarah kepada pertikaian terbuka paling buruk antara kedua sekutu dekat Amerika dalam beberapa tahun. “Kita telah menyaksikan kebijakan Israel yang menderita schirofrenia. Di satu sisi, Anda berbicara mengenai perdamaian dan kepentingan mereka untuk mencapai perdamaian, di sisi lain, mereka melakukan tindakan yang bertentangan dengan proses perdamaian yang membuatnya jadi rumit dan membahayakannya.“
PESANNYA: Yaa memang begitulah perilaku negara yang satu ini …. masak kita harus membiarkannya …
Aku memang terlanjur mencintaimu
Dan tak pernah ku sesali itu
Seluruh jiwa rela ku serahkan
Mengenang janji setiaku
Kumohon jangan jadikan semua ini
Alasan kau menyakitiku
Meskipun cintamu tak hanya untukku
Tapi cobalah sejenak mengerti
Bila rasaku ini rasamu
Sanggupkah engkau menahan sakitnya
Terkhianati cinta yang kau jaga
Coba bayangkan kembali
Betapa hancurnya hati ini kasih
Semua telah terjadi
Aku memang terlanjur mencintaimu
PESANNYA: Terlanjur mencintai Indonesia juga oke kok, nggak perlu ke lain negara/bangsa! Mau jadi WNI Nomor 1 saja. Semoga yang ngurus negara/bangsa ini juga mencintai rakyatnya/warganya sepenuh hati, tidak mendua hati!
Saat cinta memang harus diakhiri
Saat cinta takkan bisa dimengerti
Engkau tak lagi beri aku
Kesempatan lagi
Aku bukanlah malaikat
Juga bukan makhluk dari surga
Maafkanlah aku
Yang tak sempurna
Di hadapanmu
Hapus rasa hapus cinta hapus kisah
Kini engkau bukanlah milikku
Meski takkan mudah tuk dilupakan
Semua kenangan indah
Aku bukanlah malaikat
Juga bukan makhluk dari surga
Maafkanlah aku
Yang tak sempurna
Di hadapanmu
Saat cinta memang harus diakhiri
PESANNYA : Dengan cinta kita dipertemukan, dengan cinta kita dipisahkan. Oleh sebab itu, mengapa cinta mesti dipandang dari satu arah? Harus dua arah. Cinta bisa mengantarkan rasa bahagia, cinta juga bisa mengantarkan kesedihan mendalam. Apa maknanya? Biarkan cinta berlalu apa adanya. Dan, ingatlah bahwa cinta tidak mesti berarti hubungan satu individu dengan individu lainnya, karena cinta begitu luas. Cinta terhadap negara dan bangsa ini juga sesuatu yang indah kalau kita bisa memeliharanya, menjaganya dan mengaplikasikannya secara baik dan benar. Dengan cinta terhadap negara dan bangsa ini kita dilahirkan, dengan cinta terhadap negara dan bangsa ini kita mengarungi kehidupan, dengan cinta terhadap negara dan bangsa ini kita berbakti sampai menutup mata.
Menjelang usia 30, 40, dan 50-an tahun Anda harus sudah mulai memilih makanan yang tidak memberikan dampak buruk pada kesehatan. Pada usia tersebut stamina tidak lagi sekuat usia remaja atau 20-an, tapi kegiatan tetap tidak berkurang sehingga perlu makanan tepat untuk menjalaninya. Makan makanan yang terbaik adalah salah satu rahasia menjaga kebugaran tubuh dan menyiapkan segala perubahan yang terjadi pada tubuh seiring bertambahnya usia. Berikut jenis makanan yang harus diprioritaskan di usia 30, 40 dan 50-an tahun, adaptasi dari sebuah tulisan yang dipajang di Health, 27 Juli 2009.
Usia 30-an
Pada usia ini biasanya orang sudah mulai fokus pada pekerjaan setelah di usia 20-an biasanya masih terus mencari pekerjaan apa yang cocok buat Anda. Di usia ini biasanya seorang wanita karir juga harus menyeimbangkan kerja dan mengurus anak yang masih balita, masih aktif menjaga kebugaran dan bergaul dengan banyak teman. Mungkin di usia ini perempuan kerap dijuluki serba bisa alias multi tasking karena menyelesaikan banyak tugas baik di kantor maupun keluarga. Makanan yang harus tersedia adalah adalah yang banyak mengandung besi, folic acid dan kalsium. Anda perlu 18 mg besi setiap hari untuk menghindari anemia dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Jika Anda sedang berusaha untuk hamil cobalah perbanyak makanan yang mengandung folic acid. Mengkonsumsi 400 microgram folic acid per hari akan mencegah terjadinya cacat pada bayi.
Kalsium juga sangat penting untuk menjaga tulang yang kuat karena setelah usia 35 tahun Anda akan banyak kehilangan massa tulang. Perempuan usia 19-50 tahun butuh 1.000 mg kalsium per hari, sayangnya lebih dari separuh populasi perempuan usia itu tidak bisa mencukupi kebutuhan kalsium itu. Makanan yang disarankan:
1. Sereal komplit yang mengandung 100% besi dan folic acid dalam satu mangkung yang dimakan.
2. Daging sapi dengan sedikit lemak dan kacang-kacangan juga kaya akan zat besi. Sedangkan folic acid bisa didapat dari jeruk, asparagus, sayuran hijau.
3. Susu rendah lemak, keju, yogurt akan memberikan kalsium yang cukup.
Usia 40-an
Pekerjaan, anak, orang tua meminta perhatian yang lebih dari Anda. Pada usia ini aktivitas jalan juga mulai berkurang namun Anda tetap harus menjaga berat badan yang seimbang. Makanan yang harus tersedia adalah yang mengandung fiber (serat), kalium, kalsium, kaya nutrisi dan makanan rendah kalori.
Di usia ini untuk wanita kerja metabolisme juga sudah mulai melambat, tingkat kolesterol dan tekanan darah bisa tiba-tiba tinggi karena menjelang menopause (berhentinya haid) dan munculnya risiko sakit jantung dan diabetes tipe 2. Anda butuh serat sedikitnya 25 mg per hari dan makanan yang kaya potasium sekitar 4.700 mg per hari, buah-buahan dan sayur-sayuran. Pasokan kalsium juga masih penting dengan tetap mengkonsumsi 1.000 mg per hari. Makanan yang disarankan:
1. Perbanyak makanan dari gandum, beras merah, roti gandum, jagung atau havermut.
2. Konsumsi sedikitnya 2,5 cangkir jus seperi pisang, strawberi.
3. Mulai kurangi sodium dengan konsumsi paling banyak hanya 2.300 mg per hari untuk menjaga tekanan darah tetap stabil. Jagalah tulang tetap kuat dengan konsumsi brokoli, atau minuman dari kedelai.
Usia 50-an
Di usia ini seseorang sudah mulai benar-benar mengontrol apa yang dimakannya jika tidak tubuh akan lebih cepat bereaksi dan perlu waktu lama untuk pemulihan jika Anda sakit. Makanan yang harus dikonsumsi adalah makanan yang kaya vitamin B, antioksidan, kalsium dan vitamin D. Di usia ini juga tubuh akan mengalami perubahan-perubahan besar karena sudah menjalani masa menopause. Berkurangnya estrogen akan meningkatkan risiko penyakit jantung dan osteoporosis. Maka itu penting untuk melindungi jantung dengan konsumsi vitamin B6 sebanyak 1,5 mg per hari dan B12 sebanyak 2,4 mg per hari. Nutrisi ini penting untuk mencegah penyakit-penyakit lain seperti katarak.
Phytoestrogens juga dapat membantu menurunkan gejala menopause dan menurunkan dari risiko kanker payudara. Jangan lupa untuk terus mengonsumsi kalsium sebanyak 1.500 mg agar tulang tak mudah patah. Makanan yang disarankan:
1. Pisang, kentang dan buah delima banyak mengandung B6. Sedangkan B12 terdapat di telur, ikan dan ayam. Beberapa sereal juga melengkapinya dengan vitamin ini.
2. Makan sayur atau buah yang berwarna hijau gelap, kuning tua seperti jeruk, brokoli, dan kubis untuk mendapatkan antioksidan yang bisa melawan kanker.
3. Jagung, apel, dan kedelai adalah makanan yang banyak mengandung Phytoestrogens untuk mengatasi gejala menopause.
4. Lindungi mata dengan konsumsi lutein dan zeaxanthin yang terdapat dalam bayam.
5. Dapatkan kalsium dari keju rendah lemak, almond dan brokoli. Makan pula makanan yang mengandung folic acid seperti jeruk, asparagus, susu rendah lemak, yogurt.
Nah, apakah anda masih tergolong sebagai makhluk hidup pemakan segala? Sungguh kebangeten kalau ini terjadi. Kalau manusia masih makan segalanya, bagaimana dengan hak hidup makhluk hidup lainnya? Mau makan apa? Bayangkan saja, kalau manusia sudah mampu membuat dan mengolah produk makanan seperti Ikan duri lunak ataupun Ayam tulang lunak, terus duri dan tulang disantap manusia juga, jadinya anjing dan kucing lantas makan apa? Keserakahan manusia soal makan-makanan dapat menghadirkan aneka jenis penyakit dan gangguan kesehatan.
Jadi, soal makanan, disamping sesuaikan dengan usia, jangan lupa bahwa masih ada makhluk hidup lainnya yang juga masih butuh makanan ….. makanya makanlah yang proporsional, sehat, baik untuk fisik, juga baik untuk hati. Artinya, makanlah makanan yang halalan toyyiban. Jangan serakah, ukuran daya tampung perut satu manusia dengan manusia lain nggak jauh berbeda. Selain itu, ingatlah jangan sekali-sekali membuang makanan atau membiarkan ada sisa makanan secara sia-sia, di lain tempat masih banyak manusia lain yang untuk memperoleh sekerat makanan saja sulitnya minta ampun …… berbagilah makanan dengan orang lain yang masih kekurangan ….
Disini aku masih sendiri
Merenungi hari-hari sepi
Aku tanpamu
Masih tanpamu
Bila esok hari datang lagi
Ku coba untuk hadapi semua ini
Meski tanpamu meski tanpamu
Bila aku dapat bintang yang berpijar
Mentari yang tenang bersamaku disini
Ku dapat tertawa menangis merenung
Di tempat ini aku bertahan
Suara dengarkanlah aku
Apa kabarnya pujaan hatiku
Aku di sini menunggunya
Masih berharap di dalam hatinya
Suara dengarkanlah aku
Apakah aku slalu dihatinya
Aku di sini menunggunya
Masih berharap di dalam hatinya
Kalau ku masih tetap disini
Ku lewati semua yang terjadi
Aku menunggumu Aku menunggu
Suara dengarkanlah aku
Apa kabarnya pujaan hatiku
Aku di sini menunggunya
Masih berharap di dalam hatinya
Suara dengarkanlah aku
Apakah aku ada dihatinya
Aku di sini menunggunya
Masih berharap di dalam hatinya
Suara dengarkanlah aku
PESANNYA: Menunggu adalah pekerjaan yang membosankan. Kepastian adalah sesuatu yang melegakan. Menunggu kepastian adalah sesuatu yang penuh teka-teki sekaligus mendebarkan. Kesabaran adalah kunci menunggu kepastian, Kebesaran hati adalah cara menerima semua kemungkinan, suara menyenangkan atau menyakitkan.
Tik,.,tik,.,.tik
Waktu berdetik
Tak mungkin bisa ku hentikan
Maumu jadi mauku
Pahitpun itu ku tersenyum
Kamu tak tahu rasanya hatiku
Saat berhadapan kamu
Tik,.,tik,.,.tik,.,.
Air mataku
Biar terjatuh dalam hati
Mau ku tak penting lagi
Biar ku buat bahagiamu
Kamu tak tahu rasanya hatiku
Saat berhadapan kamu
Kamu tak bisa bayangkan rasanya
Jadi diriku, yang masih cinta
Kamu tak tahu hancurnya hatiku
Saat berhadapan kamu
Kamu tak bisa bayangkan rasanya
Jadi diriku, yang masih cinta
Notes: Jangan kaget, bukan merubah ini blog jadi blog lagu atau kontak jodoh, postingan lagu ini sekadar hiburan, refreshing dan dengan harapan membuat hati sumpek jadi cerah, segar, sehingga bisa beraktivitas lagi dengan nyaman. Semoga.
Blog ini memang diarahkan menjadi sebuah blog khas untuk WNI NOMOR 1. Oleh sebab itu materi yang ditampilkan banyak terkait dengan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, dengan berbasis konstitusi, Hak Asasi Manusia, hukum dan kultur Indonesia.
Diluar itu, aksesorisnya ya bisa juga ada semacam hiburan dan selingannya, termasuk iklan-iklan persahabatan, artinya ada teman yang punya barang/produk nitip untuk ditawarkan/dipromosikan, ya nggak apalah, sekadar meramaikan tampilan blog.
Nah, sekarang ada sedikit kesulitan bagi saya untuk memutuskan permintaan seorang pengunjung blog ini yang juga mau nitip “promosi” di blog saya. Apa itu? Yang bersangkutan menginginkan data dan fotonya ditampilkan di blog saya, dalam rangka cari jodoh. Jadi ingat CARI JODOH-nya WALI BAND. Saya yang jadi pusing nhi, ditampilkan apa nggak ya? Saya khawatir nanti blog saya “berubah” jadi rubrik Cari Jodoh ….. makin asyik nggak ya …. atau makin gimana gitu … kalau nggak ditampilkan dikira saya “nggak manusiawi” artinya nggak mau saling bantu dengan sesama warganegara ……
Ada komentar dari anda, pecinta blog ini?
Sekian lama aku menunggu
Untuk kedatanganmu
Bukankah engkau telah berjanji
Kita jumpa di sini
Datanglah, kedatanganmu kutunggu
Telah lama, telah lama ‘ku menunggu
Derita hidup yang kualami
Duhai pahit sekali
Pada siapa aku berbagi
Kalau bukan padamu
Datanglah, kedatanganmu kutunggu
Telah lama, telah lama ‘ku menunggu
Selain dirimu kasih
Tiada yang lain lagi
Tempat cintaku bersemi
Mencurahkan isi hati
Lama sekali aku menanti
Kedatanganmu kekasih
Betapa hati tidak ‘kan sedih
Kau biarkan ku sendiri
Sekian lama aku menunggu
Untuk kedatanganmu
Bukankah engkau telah berjanji
Kita jumpa di sini
Datanglah, kedatanganmu kutunggu
Telah lama, telah lama ‘ku menunggu
Notes : Dalam kejenuhan situasi dan kondisi kehidupan yang semakin padat, complicated, dan penuh ketegangan perlu sekadar hiburan dan jalan cerah menuju penyegaran. Tidak perlu salah persepsi, manusia perlu hiburan yang positif.
Peringatan Isra Miraj merupakan momentum bagi umat Islam untuk membenahi shalat agar lebih bermanfaat, sehingga dapat mencegah dari perbuatan keji dan munkar. Dengan adanya peringatan Isra Miraj kita diingatkan untuk tidak hanya sekadar menjalankan shalat. Peringatan Isra Miraj merupakan momentum untuk mengingatkan umat Islam tentang shalat. Umat Islam diingatkan untuk membenahi shalat agar lebih baik. Isra Miraj merupakan perintah shalat yang menjadi kewajiban umat Islam dan harus ditaati. Seperti yang tercantum dalam Al Quran Surat Al-Ankabut ayat 45 disebutkan bahwa shalat dapat mencegah kita dari perbuatan keji dan munkar.
Shalat yang baik adalah shalat yang fungsional. Shalat fungsional adalah shalat yang ketika dilakukan mampu mengubah seseorang menjadi lebih bermakna dalam kehidupan pribadi dan sosial. Bagaimanakah seseorang dapat menjalankan shalat secara fungsional? Hal ini dapat diawali dengan sering bangun pada sepertiga malam untuk menunaikan shalat malam. Di saat sepertiga malam itulah, shalat yang dijalankan dapat menguatkan hati kita. Selain bangun di sepertiga malam shalat berjamaah juga perlu digiatkan, shalat berjamaah merupakan cerminan kebersamaan.

Jika seseorang mempunyai spiritualitas bagus, shalat yang dijalankan akan berdampak terhadap perbuatannya. Spiritualitas yang bagus itu sendiri dibangun dengan nilai-nilai shalat yang benar sesuai syariat Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW. Jika seseorang bisa meyakini dengan kehadiran Allah SWT, apa pun yang menimpa dirinya akan diterimanya, takdir baik atau takdir buruk semua disyukuri.
Adanya kejahatan maupun perbuatan buruk lainnya itu terjadi karena mereka tidak sejahtera dan tenteram, sehingga muncul pikiran untuk merampas hak orang lain. Shalat mempengaruhi kita untuk berbuat baik dengan saudara, tetangga, teman, dan kerabat sehingga pada akhirnya nanti akan berdampak mencegah kita dari perbuatan keji dan munkar.
Ketika hari-hari ini berjalan dengan setengah keredupan, aku terpuruk dalam galau, bukan untuk pribadiku, namun mengingat Indonesiaku, apa yang terjadi, apa yang mesti kita lakukan, sebuah requiem hitam menyapaku, menyapa kita lagi : 17 juli 2009 ini ….. sebuah catatan ledakan menghampiri kita lagi …

Dalam suasana kekagetan ledakan di Hotel JW Mrriot dan Ritz Carlton, serta di Muara Angke Jakarta, dengan kegetiran yang menyayat aku ikut berduka, lalu kudengarkan dendang bangsaku …..
Ibu Pertiwi
kulihat ibu pertiwi
sedang bersusah hati
air matamu berlinang
mas intanmu terkenang
hutan gunung sawah lautan
simpanan kekayaan
kini ibu sedang susah
merintih dan berdoa
kulihat ibu pertiwi
kami datang berbakti
lihatlah putra-putrimu
menggembirakan ibu
ibu kami tetap cinta
putramu yang setia
menjaga harta pusaka
untuk nusa dan bangsa
Download: Ibu Pertiwi by Peterpan from Youtube
Aku ingin melihat Indonesia lebih baik, lebih indah, lebih nyaman, lebih aman, lebih bergairah, lebih sehat, lebih bersahabat, lebih bersatu, lebih bersahaja, lebih menjanjikan dan memberikan harapan masa depan. Kapan? Kita bisa menyumbang apapun dengan cara kita masing-masing untuk Indonesia yang lebih dan lebih!
Pemberlakuan Peraturan Menteri No 5 Tahun 2008 mengenai Usaha Perikanan Tangkap membuktikan ketidakberpihakan pemerintah dalam hal ini Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) kepada nelayan tradisional dan masyarakat pesisir yang menggantungkan hidupnya dari sumber daya kelautan dan perikanan.
“Permen ini jelas bertentangan dengan tata laksana perikanan yang diatur Badan Pangan Dunia atau FAO dalam Code of Conduct for Responsible Fisheries. Pada pasal 6 secara eksplisit disebutkan bahwa negara harus melindungi, hak nelayan dan pekerja perikaan skala kecil atas sumber mata pencaharian yang aman dan layak, hak akses istimewa ke wilayah penangkapan dan sumber daya tradisional di dalam yurisdiksi perairan mereka,” jelas M Riza Damanik, Sekjen Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA) di Jakarta.
Pemberian surat izin usaha perikanan (SIUP) dalam satu klaster perikanan kepada perusahaan perikanan untuk lebih dari 30 tahun menunjukkan kesengajaan negara dalam meminggirkan hak-hak nelayan tradisional dan masyarakat pesisir.
“Permen ini memunculkan dua persoalan, yakni terbatasnya akses dan perlindungan terhadap nelayan tradisional. Pemerintah selalu berdalih bahwa nelayan dan perusahaan memiliki hak yang sama. Namun, mereka melupakan fakta bahwa hingga detik ini mayoritas nelayan kesulitan dalam “mengepulkan” asap dapur dan membiayai pendidikan bagi anak-anak mereka,” jelas Riza.
Keterbatasan keluarga nelayan ini mendasari keberpihakan FAO dengan menerbitkan Code of Conduct for Responsible Fisheries pada 1995. Hal penting lainnya yang menjadi titik pijak FAO adalah ketergantungan nelayan pesisir pada sumber daya kelautan dan perikanan.
” Sumber daya perikanan merupakan sumber daya privat. Hal itu menyalahi peruntkan dasar sumber daya kelautan dan perikanan milik umum khususnya nelayan tradisional dan masyarakat di sepanjang pesisir Indonesia,”kata Riza. Referensi
Kau kan slalu tersimpan di hatiku
Meski ragamu tak dapat ku miliki
Jiwaku kan slalu bersamamu
Meski kau tercipta bukan untukku
Tuhan berikan aku hidup satu kali lagi
Hanya untuk bersamanya
Ku mencintainya sungguh mencintainya
Rasa ini sungguh tak wajar
Namun ku ingin tetap bersama dia
Untuk selamanya
Mengapa cinta ini terlarang
Saat ku yakini kaulah milikku
Mengapa cinta kita tak bisa bersatu
Saat ku yakin tak ada cinta selain dirimu
Tuhan berikan aku hidup satu kali lagi
Hanya untuk bersamanya
Ku mencintainya sungguh mencintainya
Rasa ini sungguh tak wajar
Namun ku ingin tetap bersama dia
Untuk selamanya
P.S. (yang mesti anda baca, biar nggak salah faham) :
a. Capai nonton hingar bingar politik, ngeri ada serbuan flu babi, miris dengan aroma panas Papua, empati untuk kaum Uighur China, benci dengan akal bulus koruptor, muak dengan para pemimpi yang nggak tahu diri, ya menghibur dirilah …….. dengerin dan menyimak, rileks bersama The Virgin : Cinta Terlarang.
b. Kalau ada diantara anda, pengunjung setia blog ini yang kaget dengan postingan ini (kok nggak biasanya) dimaklumi saja, saya juga manusia, perlu hiburan juga ……
Budaya Pemerintahan, memang perlu dibuat, disosialisasikan, dan diterapkan, terus dikontrol ya …. agar kinerja para pegawai menjadi mantap …. seperti Budaya Pemerintahan Provinsi DIY, yang baru, memang perlu sosialisasi ya…..
Apakah Budaya Pemerintahan Provinsi DIY? SATRIYA :
Selaras,
Akal Budi Luhur Jatidiri,
Teladan-keteladanan,
Rela Melayani,
Inovatif,
Yakin dan percaya diri,
Ahli-Profesional.
Semuanya merupakan nilai-nilai yang baik dan unggul.
Problem kepemerintahan kita sesungguhnya apa kok sampai perlu budaya pemerintahan? Tidak ada satunya kata dan perbuatan, alias implementasinya, kalau istilah populer dulu ya pengamalannya (meminjam instilah P4) yang nggak terwujud nyata ….
Dibalik kebiasaan menggunakan ibu jari untuk mengirim pesan singkat atau short message system (SMS) di telepon seluler (ponsel), ada risiko yang mengancam diantaranya menyebabkan rasa sakit di telapak tangan, lengan dan leher. Demikian diungkap sebuah penelitian terbaru. Namun, dimungkinkan jalan untuk menghindari ketidaknyamanan itu.
Golongan dewasa muda yang banyak mengirim pesan singkat dengan punggung membungkuk dan hanya menggunakan salah satu ibu jari mungkin memiliki lebih banyak masalah dengan tangan, leher dan lengan dibandingkan yang berdiri lurus serta menggunakan lebih banyak jari. “Mempertimbangkan semakin sering kita menggunakan keypad pada ponsel yang sangat kecil, maka sangat penting memahami bagaimana hal itu mempengaruhi tubuh,” ujar pemimpin penelitian sekaligus Ergonomist asal Sahlgrenska Academy Swedia, Ewa Gustafsson seperti dilansir healthday, baru-baru ini. “Kita perlu mengidentifikasi faktor terkait dengan penggunaan ponsel yang dapat mempengaruhi kesehatan dan kemampuan bekerja,” ujar Ewa.
Beberapa alat komunikasi modern seringkali dihubungkan dengan sebagian rasa sakit berulang dan cedera saraf tertekan. Salah satunya disebut dengan siku ponsel atau cell phone elbow yang juga dikenal dengan cubital tunnel syndrome. Yang biasanya dirasakan dengan gejala kesemutan atau mati rasa pada tangan yang disebabkan penekanan berlebih pada saraf ulnar yaitu ketika siku dalam posisi rata saat berbicara di ponsel. Kemudian juga ada yang disebut guitar Hero wrist yaitu kelainan di bagian pergelangan tangan karena terlalu banyak memetik senar gitar. Kemudian muncul yang disebut Blackberry thumb yang disebabkan terlalu banyak menggunakan jari tangan saat mengetik pesan dari ponsel. “Perbedaan dari masa komputerisasi masa kini dan masa mesin tik zaman dulu adalah orang saat ini tidak pernah berhenti. Mereka mengetik hampir sepanjang hari,” ujar Dr. David Edelstein, orthopedic dan ahli bedah tangan di Maimonides Medical Center, New York.
Dia menambahkan, bahkan saat istirahat makan siang mereka tetap menggunakan mouse pada komputer dan mengetik pesan di ponsel. Demikian juga ketika sudah sampai di rumah, waktu untuk kegiatan semacam itu bahkan bisa bertambah banyak. “Dalam kasus yang paling serius, bengkak dan luka pada sendi basal di pangkal ibu jari dapat menyebabkan artritis,” tutur Edelstein. Artritis pada ibu jari dapat memicu rasa sakit pada tangan, sulit menelan serta penurunan kekuatan untuk bergerak. “Untuk setiap tekanan yang Anda lakukan pada ibu jari Anda, bisa jadi permulaan masalah. Seiring dengan waktu, hal itu bisa menimbulkan gangguan,” ujar Edelstein. Luka yang terjadi juga tidak hanya sekedar ibu jari, rasa sakit juga dapat menjalar ke leher dan punggung, menurut peneliti Swedia.
Para peneliti menganalisa teknik mengetik sms terutama dari sisi aktivitas muskular dan pergerakan ibu jari dengan sebuah alat yang disebut electrogoniometer yaitu alat elektrik yang mengukur fleksibilitas kepada 56 orang dewasa muda. Sebagian dari partisipan mengeluh gejala sakit pada leher, lengan atau tangan. Sebagian lain tidak merasakan apa-apa. Partisipan yang merasa kait biasanya mengetik dengan posisi tubuh menunduk yang memicu tekanan pada leher dan otot bagian punggung atas. “Saya pikir posisi Anda dalam mengetik sangat penting. Menunduk bukan merupakan posisi yang direkomendasikan,” terang Edelson. Partisipan penelitian yang merasakan sakit juga memiliki kebiasaan untuk menggunakan satu ibu jari saja dibandingkan kedua ibu jari.
Hand specialist dan occupational therapist dari william Beaumont Hospital, Heather Turkopp mengatakan, dia jarang melihat pasen dengan keluhan rasa sakit berkaitan dengan kebiasaan mengetik di ponsel. Meskipun dia meramalkan, hal itu bisa jadi berubah beberapa tahun mendatang. Cedera semacam itu membutuhkan waktu yang cukup lama. “Jika Anda melakukan sesuatu secara berulang, maka hal itu akan mengganggu jaringan, merusak dan menyebabkan rasa sakit. Para pegawai diminta semakin banyak bekerja dalam waktu yang semakin sedikit. Saya tidak akan terkejut jika semakin banyak melihat kasus sakit akibat terlalu banyak mengetik semacam itu,” tuturnya.
Lalu Tips menghadapi hal ini, bagaimana? Dari Health24 , rekomendasinya (terjemahkan sendiri ya, pakai Google bisa kok) :
Umumnya, kita menguap saat merasa bosan, lelah, atau mengantuk. Semua hal itu tak berkaitan secara langsung. Oleh karenanya, hingga kini para ahli masih belum bisa memaparkan penjelasan mengenai mekanisme alamiah pada tubuh manusia ini selalu terjadi. Teori paling populer adalah kita menguap karena kadar oksigen di paru-paru berkurang. Saat membuka mulut dan menghirup udara, oksigen masuk dan kembali memenuhi paru-paru.
Belakangan, muncul pendapat yang seolah menegaskan anggapan bahwa menguap bisa menular. Artinya, saat melihat orang lain menguap, tanpa disadari kita akan ikut menguap. Steven Platek, PhD, psikolog dari State University of New York di Albania, melakukan pengamatan untuk menemukan kejelasan dari fenomena ini. Hasilnya menunjukkan, 40-60 persen relawan cepat “tertular” orang lain yang sedang menguap, baik yang berada di dekatnya ataupun yang mereka lihat di layar kaca. Meski Platek dan timnya belum mampu menjelaskan mekanisme “penularan” ini, mereka yakin kedua hal itu berkaitan.
Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam edisi terbaru jurnal Cognitive Brain Research ini menyebutkan bahwa bila kita ikut menguap saat orang lain menguap, hal itu bisa dianggap sebagai respons empatetik, sama halnya seperti tertawa. Artinya, menguap menjadi cara dalam menunjukkan empati kita terhadap perasaan orang lain. “Menguap tidak hanya bisa dipicu setelah melihat orang lain menguap, tetapi juga mendengarkan, membaca, atau bahkan berpikir tentang menguap,” kata Platek, yang memimpin penelitian tersebut. Referensi
Pingin tahu 10 situs humor yang akan membuat anda tertawa ngakak? Coba anda telusuri situs-situs yang direferensikan oleh CNN berikut ini. Siapa tahu dapat mengurangi stress anda, atau mengurai kerumitan hidup anda. Bahkan mungkin dapat menurunkan kebosanan anda dalam menunggu si dia …….
Hanya saja, kok nggak ada situs yang dari Indonesia ya?
Iya ya, film “King” khan untuk anak-anak kok pakai iklan rokok segala sih. Apa nggak ada iklan yang lebih sehat dan menyehatkan? Jadinya, saya nggak pingin nonton itu film …. padahal saya sangat suka kalau ada film bagus untuk anak-anak, bahkan nonton 2 kali pun saya senang sekali, seraya mengajak keluarga dan anak-anak ………
Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas Anak) menyambut baik film “King” yang ditayangkan di bioskop mulai 25 Juni ini. Film yang mengangkat tema anak-anak dan nasionalisme ini merupakan angin segar dalam perfilman nasional yang saat ini didominasi oleh film–film horor dan komedi porno. Meski demikian, Komnas Anak menyayangkan keterlibatan salah satu produk rokok dalam film King. Film yang mengangkat tema anak-anak yang diproduksi oleh Alenia Pictures ini secara tidak langsung membenarkan penghancuran generasi bangsa yang dilakukan oleh industri rokok. “Sebab, rokok adalah satu-satunya produk legal yang membunuh separuh dari konsumennya,” kata Ketua Komnas Anak, Seto Mulyadi, Kamis (25/6).
Seto mengungkapkan, dari hasil penelitian, promosi dan sponsor rokok terbukti merangsang aspek kognitif anak untuk merokok. Selain itu, iklan atau sponsor rokok juga mendorong anak untuk tetap terus merokok. “Serta mendorong perokok anak yang sudah berhenti merokok untuk kembali merokok,” ungkap Seto. Agresifitas pemasaran iklan rokok, tutur Seto, telah menyebabkan jumlah prokok anak mengalami lonjakan yang signifikan. Prevalensi perokok remaja usia 15-19 meningkat sebanyak 144 persen selama tahun 1995 hingga 2004. Dari 13,7 persen di tahun 1995 menjadi 32,8 persen di tahun 2004. Seto menyatakan, survey ini juga menunjukkan perokok yang mulai merokok pada usia 5-9 tahun meningkat lebih dari empat kali lipat dari 0,4 pada tahun 2001 persen menjadi 1,8 persen pada tahun 2004. “Ini membuktikan adanya hubungan yang kuat antara agresifitas iklan , promosi dan sponsor rokok dengan meningkatnya prevalensi merokok anak,” kata Seto.
Ironisnya, ungkap Seto, aturan saat ini yang berlaku di Indonesia yaitu Peraturan Pemerintah No. 19 tahun 2003 tentang pengamanan rokok bagi kesehatan, justru memberi kebebasan hampir mutlak bagi industri rokok untuk mengiklankan dan mempromosikan prduknya ke masyarakat luas. “Lemahnya peraturan ini digunakan industri rokok untuk membentuk ketergantungan industri seni dan olah raga melalui pemberian sponsorship,” terang Seto. Celakanya, ungkap Seto, anak-anak dan remajalah yang menjadi sasaran dari iklan, promosi dan kegiatan-kegiatan yang disponsori oleh rokok. “Konsekuensinya, anak-anak menganggap prilaku merokok adalah wajar dan tidak berbahaya bagi kesehatan, sehingga mereka terjerat menjadi perokok tetap,” kata Seto.
Demi kepentingan terbaik untuk anak, jelas Seto, Komnas Anak menyatakan protes atas sponsor rokok dalam film King dan mendesak Alenia Pictures agar memberi tanggapan atas siaran ini kepada Komnas Anak. Selain itu, Alenia Pictures juga mengeluarkan pernyataan maaf kepada publik atas keterlibatan sponsor perusahaan rokok dalam film King. “Juga tidak bekerjasama dengan industri rokok dalam bentuk apa pun di masa mendatang,” tutur Seto menandaskan.
————————————————————-
Film anak kok “diselipi” rokok. Jadinya, masalah rokok lagi, rokok lagi ………………. kok nggak sadar-sadar sih. Matikan rokokmu sebelum rokok mematikanmu!
Cerita atau bacaan yang dibaca oleh anak kita saat ini akan memengaruhi karakternya 25 tahun kemudian, apakah si anak itu cerdik, jujur, licik, serta berbagai karakter lain yang baik atau buruk dalam dirinya. Untuk itulah, orang tua perlu pandai-pandai dan bijaksana memilihkan bacaan untuk anaknya. Demikian teori David McClelland tersebut dilontarkan oleh Renny Yaniar, Pemimpin Redaksi Majalah Anak Mombi, dalam diskusi ‘Cerita Rakyat Memperkaya Dunia Dongeng Anak’, Sabtu (21/6), di Jakarta.
Renny menambahkan, untuk teorinya itu McClelland mengambil sampel Inggris dan Spanyol, dua negara raksasa di awal abad ke-16. Dalam perkembangan selanjutnya, ujar Renny, Inggris terus menjadi negara maju, sebaliknya Spanyol malah mengalami kemunduran. “Mengapa bisa begitu ternyata McClelland, psikolog asal Universitas Harvard, itu mendasari penyebabnya bahwa persoalan karakter anak-anak sebagai generasi penerus bangsanya adalah berlatar dari apa yang mereka baca,” ujar Renny. Menurut McClelland, lanjut Renny, cerita dan dongeng-dongeng yang berkembang di Inggris pada masa-masa itu mengandung nilai-nilai optimisme yang tinggi (need for achievement), keberanian untuk mengubah nasib, serta sikap tidak gampang menyerah.
“Dongeng-dongeng itu ternyata telah menjadi virus yang mampu membuat anak-anak sebagai penikmatnya dipengaruhi sindroma ingin terus maju dan terus berprestasi tanpa kenal menyerah,” ujar Renny. “Sebaliknya, umumnya dongeng di Spanyol kebanyakan mengandung nilai-nilai komedi berunsur kecerdikan yang licik dan penuh tipu daya, seperti kisah si Kancil,” tambahnya. Untuk itulah, Renny mengisyarakatkan perlunya orang tua zaman sekarang memilih bacaan yang baik untuk putra-putrinya, khususnya yang masih berusia dini. Cerita Rakyat, lanjut Renny, merupakan satu dari sekian banyak bacaan yang perlu menjadi pilihan bagi orang tua. “Cerita rakyat itu imajinatif sehingga sangat baik untuk mengembangkan daya berpikir si anak, apalagi di dalamnya penuh mengandung pesan yang baik soal kejujuran, pantang menyerah, hormat kepada orang dan lain-lain yang selalu bersifat positif,” ujar Renny. Referensi
Bagaimana menurut anda? Tentang anda sendiri?
Kalau anda bacaannya (berkunjungnya ke) blog-blog dan website-website yang begituan ya …. berarti 25 tahun lagi karakter anda jadi begituan juga ya …. eh, malah mungkin nggak sampai 25 tahun, karakter itu sudah terbentuk kali …... atau malah sudah rusak?
Maksudnya bacaan, blog-blog, dan website-website begituan apa hayo? Tahu sendirilah, kita semua pasti sudah tahu …. tapi seringkali pura-pura tidak tahu ….. bagaimana ya “nasib” bangsa-negara ini 25 tahun yang akan datang (Tahun 2034)? Survive?
Saya sedih setiap kali mendengar berita TKI kita tersiksa dan disiksa di luar negeri, terutama yang terjadi pada TKW kita yang bekerja sebagai (maaf) bedinde alias pembantu rumah tangga, alias pramuwisma, alias ….. apalagi, terserah deh, yang penting pekerjaannya, ya pekerjaan kasar-sampai-halus di dalam rumah tangga! Entah itu kejadian di Malaysia [berjumlah sekitar 2,5 juta jiwa, dengan 70 persennya rata-rata memiliki pendidikan SD hingga SMP], entah di Arab Saudi, ataupun di Amerika.
Saya melihat awal permasalahannya adalah di domestik alias dalam negeri. Saya melihat memang nggak ada kebijakan dan keputusan yang berani dari pejabat tingkatan apapun yang tegas MEMBERHENTIKAN EKSPOR TKI/TKW Kategori BEDINDE. Harusnya ini yang dilakukan terlebih dahulu! Sebelum mengurai permasalahan lainnya seputar TKI/TKW. Korban telah berjatuhan …. apa kita terus menerus mau berharap negara (warganegara) lain mau berbaik hati dengan TKI/TKW kita ….. STOP-LAH EKSPOR TKI/TKW BEDINDE KE LUAR NEGERI SEKARANG JUGA. Pasti kasus-kasus penistaan, pelecehan, penyiksaan dan pelanggaran kehormatan mereka (sekaligus kehormatan bangsa dan negara kita) akan berkurang. Masak sih, bangsa kita terasa saat ini sepertinya dihargai “murah” oleh bangsa lain … sehingga dengan seenaknya bangsa kita yang jadi TKI, terutama TKW, dengan gampangnya dilukai, diseterika, diperkosa, dibunuh, dilanggar HAM-nya. Masak kita diam?
Janganlah kita berretorika, ach cuma berapa % sih dari semua TKI yang mengalami hal itu? Bagi penggiat HAM dan orang yang memahami HAM, satu manusiapun disiksa itu sudah persoalan besar! Apalagi disiksa di negara lain, bagaimana negara dan bangsanya bisa berbuat. Juga jangan berfikir narsis, pantes saja mengalami-hal-hal itu di negeri lain, toh di negeri sendiri juga kerap terjadi hal-hal demikian. Ini pikiran dungu. Justru semua pelanggaran itulah, entah di dalam maupun di luar negeri semestinya dicegah jangan sampai terjadi ….
Oke, kalau sepakat diberhentikan itu pengriman TKI, terutama TKW bedinde, kita buka bersama pikiran kita sekarang:
1. Kita memang butuh devisa [Para TKI di luar negeri tiap tahun mampu meningkatkan devisa Indonesia sebesar Rp 90 triliun atau hampir 10 persen dari APBN] yang bisa masuk ke Kas negara kita. Sumbangan TKI/TKW bedinde memang lumayan besar selama ini. Kini saatnyalah kita ubah pengiriman ke luar negeri hanya untuk TKI yang profesional. Contohnya? tenaga medis, perawat, pelaut, dosen, teknisi, ahli berbagai bidang, broadcaster, atlit dan pelatih (sepakbola, tinju, bulutangkis, dll), ahli komputer/TI atau profesional lainnya …. itu yang harus didorong lebih banyak untuk mengganti TKW bedinde kita yang banyak bertebaran dengan kasus itu.
2. Kalau di-stop pengiriman TKW bedinde (ketrampilan rendah), sekitar 60 persen TKI tersebut berada di sektor informal, kebanyakan bekerja sebagai PRT, buruh bangunan, dan buruh di perkebunan kelapa sawit, sehingga banyak tenaga kerja yang kembali ataupun batal berangkat, ya mestinya diberi dan disiapkan “pekerjaan” pengganti di dalam negeri. Buka Balai Latihan Kerja yang banyak dan berikan bekal ketrampilan nyata yang betul-betul bermanfaat sebagai pembekalan untuk wirausaha ataupun bekerja di perusahaan dalam negeri.
3. Buka lapangan kerja yang banyak di dalam negeri hasil upaya pemerintah dan swasta yang bersifat padat karya. Tangguhkanlah kesombongan sosial politik dengan kedok demokrasi yang menghamburkan sumber ekonomi bangsa/negara dengan aneka pemilu (pilkada juga, karena sudah masuk rezim pemilu). Coba dikaji lagi dari sekian macam pemilu/pilkada, apakah memang perlu ada Pilkada Gubernur, apakah memang harus ada putaran kedua (dengan ketentuan karena tidak ada yang di atas 30% pada putaran pertama) untuk pilkada, bukankah aturan normal cukup dibuat yang penting peserta pemilu/pilkada yang memperoleh terbanyak (pemenang) adalah yang jumlah suaranya terbanyak dengan selisih 5% dari peserta pemilu lainnya yang jumlah suaranya terbanyak kedua. Itu cukup! Begitupun dengan Pilpres, haruskah dapat suara lebih dari 50% baru ada pemenang. Sehingga harus ada pilpres putaran kedua kalau belum ada Capres-Cawapres yang melampaui itu. Inilah kesombongan demokrasi. Sesungguhnya cukup diatur, besarnya selisih suara antara pemenang dengan yang ranking dua yang harusnya diatur. Kalau pemilu bupati/walikota tadi dipikirkan selisih 5%, kalau pilpres mungkin cukup dengan selisih 15%. Itu khan logis juga! Sehingga biaya-biaya ekonomi putaran kedua (pilpres saja 4 Trilyun) bisa dialihkan untuk membuka pekerjaan di dalam negeri, tentu juga untuk menampung para ex TKI/TKW bedinde itu. Juga untuk rakyat lainnya secara terbuka …
4. Pengiriman TKI/TKW bedinde yang legal saja diusulkan harus dihentikan, apalagi yang ilegal harus dicegah mati-matian. Bila perlu para calonya, tekongnya dan perantaranya kalau tertangkap harus dihukum berat, karena sama saja hukumnya dengan perdagangan manusia …… Banyak jalan tikusnya lho …. itu harus ditutup dan diberantas, bukan malah “dipelihara”.uk rakayat!
5. Buatlah suasana usaha dalam negeri yang memudahkan wirausaha kelas bawah semacam PKL dengan UU dan Perda yang pro mereka, jangan digusar-gusur thok tanpa diberi alternatif dan pembinaan dan ruang usaha yang layak … katanya untuk rakyat, demi rakyat ….. begitupun pemerolehan pemodalan untuk mereka …. berikan kemudahan yang terukur dan terkontrol, yang mampu meningkatkan produktivitas kerja mereka, bukan malah menjeratnya ….
6. Berantas korupsi dan familinya, termasuk pungli, dengan mati-matian, biar kita nggak terjebak high cost economy. Sehingga produk nggak mampu bersaing, sehingga pasar nggak tumbuh dengan baik, sehingga produksi nggak meningkat, sehingga penyerapan tenaga kerja nggak banyak. Ini khan sudah titik membahayakan kalau tidak ada jalan pintas pemberantasan korupsi dan konco-konconya. Mungkin harus ada yang mau berfikir dahsyat dan menggolkan, misalnya hukuman mati untuk koruptor! Atau Azas hukum praduga tak bersalah, dalam kasus tertentu, sepeerti korupsi, dapat memungkinkan juga berdampingan dengan Azas pembuktian terbalik!
7. Coba cermati dalam Pilpres 2009 ini, ada nggak Capres-Cawapres yang berani menghentikan ekspor TKI/TKW bedinde? Kalau memang ada, jadikan pertimbangan dan referensi untuk memilihnya ….
Ikut simpati dan empati untuk WNI yang kebetulan sekarang masih menjadi TKI/TKW bedinde yang mengalami hal-hal kurang mengenakkan di luar negeri …….. Sabar, tawakal, usaha, niat usaha yang bener …. kalau sudah cukup modal kembali ke asal, kekayaannya untuk usahalah jangan untuk hal-hal yang konsumerisme …..
Adakah Capres-Cawapres yang berani memberhentikan ekspor TKI/TKW bedinde? Ingat, jebakan kesombongan demokrasi!
“Dua sampai sepuluh persen anak-anak berbakat saat ini cenderung mengalami kesulitan belajar sehingga memerlukan perhatian dan penanganan khusus”.
Satu dari beberapa pakar yang menyatakan hal itu adalah Prof.Dr. Conny Semiawan, yang mengatakan hal tersebut dalam peluncuran bukunya bertajuk ‘Kreativitas Keberbakatan’. Buku tersebut dibedah bersama-sama pakar lainnya seperti pakar pilsafat Prof.Dr. Toeti Herati Roosseno, pakar pendidikan Prof Dr HAR Tilaar, serta sosiolog Imam B Prasodjo, di Jakarta, Jumat (19/6).
Menurut Conny, kelompok anak-anak berbakat tersebut terdiri dari tiga sub kelompok. Kelompok pertama adalah anak berbakat yang mengalami kesulitan belajar di bidang tertentu. Mereka tidak dikenal sebagai anak berbakat lantaran tertutup oleh rendahnya motivasi belajarnya sendiri. Kelompok kedua adalah anak berbakat yang tidak pernah diketahui sebagai anak berbakat. Hal itu terjadi karena kemampuan dan ketidakmampuannya saling menutupi. Alhasil, potensi sesungguhnya dari si anak tidak pernah terwujud. Si anak akhirnya dianggap hanya sebagai anak berprestasi biasa. Kelompok ketiga merupakan kelompok anak berbakat yang kemampuannya tidak teridentifikasi. Akibatnya, si anak tidak mengerti kinerja intelektualnya. Si anak pun merasa tidak pernah terpenuhi kebutuhannya sebagai anak berbakat.
Biasanya, anak berbakat yang tanpa punya prestasi sesuai potensinya kerap berperilaku rendah diri, mereka seringkali bersikap negatif terhadap sekolah atau gurunya, bersikap selalu defensif, suka menyalahkan orang lain, kedewasaan yang tidak matang, serta punya kebiasaan belajar kurang baik. Sampai akhirnya kondisi si anak akan mencapai tahap under achievement atau menyimpang dari standar prestasi. Hal tersebut tak lain suatu kondisi yang menunjukkan adanya keadaan terpisah antara kognisi dan emosi yang menunjukkan sebuah gangguan sinergi antara rasio dan emosi. Conny menandaskan, kondisi tersebut harus segera ditangani. “Sehingga sangat diperlukan komunikasi antara orangtua dan sekolah atau gurunya, sehingga memungkinkan munculnya harapan untuk memperbaiki penyimpangan tersebut, si anak berbakat pun bisa menjadi anak yang sukses di sekolah sesuai potensinya di kemudian hari,” tambahnya.
Hanya, di sisi lain, beberapa anak berbakat ada pula yang, karena sangat dikagumi dan terlalu sering dipuji, justru cepat mengalami tekanan atau depresi. Pasalnya, kondisi tersebut membuat si anak menjadi sulit untuk bisa mengalami kemajuan jika tiap segala yang dilakukannya tidak mendapatkan pujian.
Sudah memahami? Kalau sudah faham, berarti anda termasuk orang yang NoAch? Apa itu? NoAch = Need of Achievment.Nggak faham juga tentang ini? Ya, berarti anda nggak termasuk hal ini dong. Nggak kelihatan bakatnya ya …
Entah mengapa saya kok tiba-tiba tertarik memperhatikan berita rekening liar. Rekening semacam ini khan punya kecenderungan masuk Nonbudgeter, sehingga sulit dilacak arah kemana penggunaannya dan pertanggungjawabannya. Karena itu disebut liar. Jadi, kalau yang usia “remaja” mainannya dalam gank motor liar, untuk yang “tua”rupanya mainannya berbentuk rekening liar. Waduh, rusak negara dan bangsaku kalau begini. Coba deh anda juga ikut memperhatikan berita-berita ini:
Ada 39.477 rekening liar berhasil ditertibkan. Nilainya sekitar Rp 35,9 triliun ditambah US$ 237 juta. Ini hasil penertiban dalam 3 tahun. Referensi
Sebanyak 260 rekening liar di 6 Kementerian/Lembaga senilai Rp 314,223 miliar dan US$ 11,024 juta dicurigai terindikasi tindak korupsi. Departemen Keuangan bekerjasama dengan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) untuk menginvestigasi rekening tersebut. Rekening liar yang dikirim ke KPK kriterianya, transaksi cukup besar kemudian tidak jelas tata cara penggunaannya, K/L yang bersangkutan tidak bisa menjelaskan untuk apa dan kurang kooperatif. Magnitude-nya, skala rekening berpengaruh secara nasional. Mengarah ke indikasi korupsi. Memang dari 260 rekening liar yang ditemukan, sebanyak 102 rekening diantaranya ada di MA. Kemudian ada 32 rekening mencurigakan di Departemen Pertanian yang juga tak diketahui nilainya. Lalu di Departemen Dalam Negeri 36 rekening, Departemen Hukum dan HAM 66 rekening, Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi 21 Rekening dan Departemen Sosial 1 rekening serta BP Migas 2 rekening. Dari Kementerian/Lembaga yang ditemukan rekening liarnya tersebut, baru Departemen Sosial yang sudah mengklarifikasi keberadaan rekening liarnya. Sementara Kementerian/Lembaga lainnya belum mau kooperatif, sehingga penyelesaiannya diserahkan kepada KPK. Referensi
Intinya, uang siapakah yang nangkring di dalam rekening liar itu ya? Pasti hasil usaha berbau korupsi. Sikat sajalah manusia-manusia perusak bangsa dan mental bangsa yang suka memelihara rekening liar. Ini negeri Pancasila, tapi kok nggak beradab cara berkehidupan berbangsa dan bernegaranya, malah sepertinya nggak mau masuk dalam tatanan yang baik, inginnya liar terus …………..
Dewan Perwakilan Rakyat Kota New York, Amerika Serikat, setuju memasukkan Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha sebagai kalender hari-hari libur sekolah di kota itu, seperti Natal pada agama Kristen dan Yom Kippur dalam agama Yahudi. “Alhamdulillah, dengan suara mayoritas, hanya satu suara yang menentang, resolusi tersebut diterima secara mutlak. Hari Kamis, 18 Juni 2008, merupakan hari bersejarah bagi komunitas Muslim di Kota New York,” kata anggota Dewan Muslim Kota New York asal Indonesia Syamsi Ali, Jumat, 19 Juni 2009. Imam Masjid Indonesia di New York ini mengungkapkan, proses menjadikan Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha sebagai hari libur tersebut melewati masa yang lama. Sekitar dua tahun.
Inikah pertanda, ada angin perubahan dari Amerika Serikat?
Tatkala sang mentari telah cerah bersinar, pada hari kamis, 9 April 2009, kepada anda dan siapapun WNI yang mempunyai hak pilih, saya mengucapkan selamat mencontreng. Semoga contrengan anda sukses dan mengantarkan negara bangsa ini menuju alam kehidupan yang makin demokratis. Sehingga kita semua dapat diantarkan menjadi WNI Nomor 1 dalam segala bidang kehidupan.
Sambutlah pesta demokrasi 2009 ini dengan hati dan pikiran jernih, sehingga anda semua dapat memilih/mencontreng secara baik dan benar, tanpa adanya tekanan dan paksaan dari siapapun. Modalnya cuma satu: jujurlah kepada diri sendiri dan Tuhan Yang Maha Kuasa.

Anda sudah punya modal ini? Kalau sebagai calon pemilih anda nggak punya modal demikian, ini sama artinya anda bersaing dengan para caleg ….
Simaklah berita duka ini.
Bencana menyapa sekitar Situ Gintung, Kampung Situ, Cirendeu, Ciputat, Tangerang, Banten. Ratusan nyawa terhempas, meninggal, luka, bahkan hilang dan kini masih dalam pencarian. Bela sungkawa sedalam-dalamnya mesti kita ucapkan atas tragedi yang menimpa masyarakat di sekitar Situ Gintung. Semoga kejadian ini dapat diambil hikmahnya secara positif oleh kita semua demi kebaikan dan perbaikan seluruh komponen bangsa.
Ada kedukaan di sekitar Situ Gintung. Ada kekokohan di antara kedukaan.

Adalah Masjid Jabalur Rahman yang berada sekitar 50 meter dari tanggul Situ Gintung yang jebol, tetap berdiri kokoh meski sebagian besar bangunan di sekitarnya rusak berat diterjang air bah dari danau itu Jumat, 27 Maret 2009. Fisik masjid bercat putih, tinggi sekira 10 meter, nyaris tidak ada kerusakan berarti. Sementara berbagai bangunan di sekitarnya rusak berat, bahkan luluh lantak. Mungkin ini mukjizat. Nalar manusia tak menjangkau bagaimana bisa masjid tersebut tidak mengalami kerusakan seperti berbagai bangunan di sampingnya. Menurut warga sekitarnya, masjid erlantai 2 itu baru dibangun sekitar setengah tahun silam. Fenomena masjid yang masih tegak berdiri itu mengingatkan kita pada kejadian serupa pada saat tsunami di Aceh pada 26 Desember 2004. Sementara itu dikabarkan, tanggul Situ Gintung jebol dini hari waktunya hampir bersamaan dengan dilantunkannya azan Subuh. Masjid Jabalur Rahman yang terletak di dekat Jalan Kampung Gunung kini kerap menjadi buah bibir bagi warga yang bertandang ke lokasi bencana.
Ada pula Musala Al Muhajirin di RT04/RW08, Kelurahan Cirendeu, Kecamatan Ciputat, yang berada tepat di tengah-tengah pemukiman warga. Adalah suatu kenyataan, rumah di sekitar Musala Al Muhajirin hancur bahkan rata dengan tanah. Namun Musala tetap berdiri kokoh, meski lantai satu tergenang air setinggi lutut orang dewasa.
Sebuah peristiwa yang sulit dipercaya akal terjadi pula di tengah tragedi jebolnya tanggul Situ Gintung. Satu buah Alquran ditemukan di atas meja penuh air dan lumpur, dalam keadaan kering. Alquran tersebut ditemukan di atas meja di ruang Sekretariat Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ). Saat ditemukan, Alquran tersebut dalam keadaan kering sedangkan meja sudah terendam air dan lumpur. Adapun sejumlah barang seperti meja, televisi, dan komputer terhempas air dan lumpur. “Sejarahnya Alquran ini merupakan hadiah dari Kedutaan Arab Saudi pada tahun 1990-an lalu. Memang Alquran ini sering digunakan para dosen,” kata salah satu dosen UMJ. Alquran berukuran besar dan berwarna hijau itu saat ini telah diamankan di tempat yang lebih aman.
Subhanallah … Inikah mukjizat yang diperlihatkan Allah kepada kita?
Bukalah mata dan pikiran mendengar berita duka itu.
Jangan mudah percaya cerita dan berita. Saya juga begitu. Berita dan cerita bisa dikarang sejuta orang, dimanapun berada. Bahkan gambar visual penguat berita dan cerita pun bisa diperdebatkan keasliannya. Selalu saja dipertanyakan “keaslian” berita dan cerita yang hadir mengiringi kejadian bencana kedukaan …. begitulah, kita tidak boleh mudah percaya kepada manusia, siapapun dia …..
Namun saudaraku, bencana Situ Gintung itu bukanlah cerita …. faktual, dan diberitakan. Beragam media telah mengabarkannya, bahkan CNN menyebutnya Little Tsunami. Siaran langsung televisi membukakan mata kita itu memang bencana dahsyat. Dan, ketika rentetan kisah tangis dan kedukaan menyapa bergayutan, menyembul beragam hikmah. Adakah mukjizat disana? Kalau pun harus disebutkan, masjid yang masih kokoh, musala yang masih berdiri, dan Al Qur’an kertas yang tak basah jua, apalah makna yang dapat kita petik?
Ada hikmah dan keajaiban diantara duka.
Meski rekan-rekan sesama manusia dalam berbagai milis banyak menyebut dan menganggapnya biasa saja:
a. Mungkin karena fisik bangunan dan pondasi masjid itu memang kokoh dibanding bangunan-bangunan lainnya.
b. Mungkin posisi masjid tidak terkena secara langsung arus utama air tumpahan tanggul itu.
c. Mungkin tukang-tukang yang membangun betul-betul meramu komposisi bahan bangunannya mendekati sempurna/ideal sesuai spesifikasi teknis yang semestinya. Karena takut berbuat korupsi di rumah Allah.
d. Mungkin dan seribu mungkin menurut mereka.
Ya, sudahlah, itulah perilaku dan sifat manusia. Memotret kenyataan dengan seringkali hanya berfikir satu arah, linier, kelogisan dan kerealistisan dalam ukuran manusia telah mengungkung diri dan pikiran.
Apakah mereka lupa ada kekuatan di luar logika manusia yang bisa mengatur itu semua? Sesungguhnya dalam setiap kejadian apapun ada hikmah yang dapat kita petik: MANUSIA ITU SESUNGGUHNYA LEMAH! Oleh sebab itu bagi siapapun yang masih memiliki kesadaran diri, nggak perlulah unjuk kekuatan dengan kesombongan, kecongkakan, sikap mentang-mentang, sok hero, menistakan manusia lain, karena sesaat lagi, apapun bisa terjadi di luar kekuasaan manusia. Bisa ada bencana, duka atau ketegaran. Bukankah kita lebih baik saling berbantu dalam kebaikan …
Ijinkan saya merenungi hal ini lagi, lagi dan lagi.



Facebook? Nostalgia SMA? Ada hubungan diantara keduanya?
Pada awalnya saya nggak begitu berminat untuk “membuka diri” di Facebook, meski saya sudah mengenal situs ini 2,5 tahun lalu. Nggak ada minat juga. Tahun 2008 ketika Barack Obama masih berjuang menjadi Capres AS dan memanfaatkan FB, saya sering dapat ajakan dari Tim Suksesnya untuk masuk FB (biar ngakses Obama), belum juga ada minat. Sudah terlalu capai dan rasanya nggak punya cadangan waktu lagi. Ngurus satu blog saja sudah agak lelet. Apalagi kalau ngurus diri di jaringan pertemanan itu. Meski sesungguhnya saya juga faham banyak manfaatnya, terutama untuk menelusuri dan menemui teman lama.
Nah, pada akhirnya saya nggak bisa bertahan, dan masuk FB juga di bulan maret 2009 ini. Penyebabnya? Sebuah email teman SMA nyelonong ke account email saya, menyapa dan mengiming-iming foto-foto lama masa SMA. Wouw …. Saya nggak bisa tahan lagi, nostalgia masa lalu terbayang, jadi harus nyebur FB …. biar mengakses …. dan inilah salah satunya:

Foto 28 tahun yang lalu: Di halaman depan SMA Negeri 6 Surabaya, di bawah pohon beringin, yang kalau tak salah sekarang masih mejeng juga ...... ich, tampan masa lalu .....
Saya sudah ijin teman tersebut untuk men-DL foto-foto jadul dari album FB-nya, makasih ya friend Andhys from Bima. Saya dulu pernah punya foto sejenis ini, tapi sudah nggak terawat, dan hilang kemanalah … jadi ya seneng dapat lagi …

Foto 28 tahun yang lalu: Di mana ya ini?
Wajah 28 tahun lalu dan penampilan sekarang, banyak berubah nhi, juga banyak perbedaan “sejarah” teman dan pertemanan. Nostalgia jadi kenangan yang menyegarkan …

Foto 28 tahun yang lalu: Ada ibu guru Bhs. Indonesia ya
Diantara teman dalam foto ini memang sudah ada yang pergi meninggalkan kami, menuju ke alam fana. Tetapi kenangan masih berbekas ……

Foto 1981 : Di depan ruang kepala sekolah
Nampang apa adanya, kemana saja kalian teman-teman? Ada yang kontak berlanjut ….

Foto 1981: Seperti apakah saya ....
Siapapun anda yang mengakses page ini, suatu kali, suatu saat juga perlu dan akan merasakan kenangan bersama teman-teman, entah SMA ataupun teman kuliah.

Nostalgia di depan kelas : akhirnya ketemu lagi ...
Teman adalah teman, waktu terus berjalan. eh, Facebook memang akhirnya mempertemukan kita …..

Saya sudah pernah menulis sekitar kematian mahasiswa Indonesia, David di NTU Singapura. Kini NTU Singapura bikin berita lagi, apa?
Seorang staf Nanyang Technological University (NTU), Singapura ditemukan tewas gantung diri di apartemennya pada Jumat, 6 Maret malam. Kematian Zhou Zheng asal Hubei, China itu tak ayal menimbulkan tanda tanya besar. Sebab insiden ini terjadi hanya selang beberapa hari setelah kematian mahasiswa NTU asal Indonesia, David Hartanto Widjaja. Ini hanya dalam hitungan waktu sepekan telah terjadi dua insiden kematian di kampus tersebut. Fakta menarik dalam dua insiden kematian tersebut adalah David dan Zhou sama-sama berlatang belakang School of Electrical and Electronics Engineering (EEE) NTU. Bedanya, David merupakan mahasiswa tingkat akhir EEE sedangkan Zhou merupakan lulusan EEE pada Juli 2008. Zhou berusia 24 tahun, sempat bekerja pada sebuah perusahaan setelah kelulusannya. Namun dia diberhentikan dua bulan kemudian. Setelah itu Zhou bergabung dengan NTU sebagai Project Officer di EEE pada 2 Maret lalu, hari yang sama dengan kematian David!
Aneh? Perguruan tinggi ini memang terkenal memburu calon-calon mahasiswanya dari para lulusan SMA yang berprestasi (misalkan dapat ranking di Olimpiade Sains) dari berbagai negara Asia. Cuma sesampainya disana (sebagai mahasiswanya) bagaimana perlakuannya dan pendekatannya perlu dicermati sekarang ini! Manusiawikah atau hanya melahirkan manusia-manusia stress? Jangan-jangan hanya pendekatan kognitif yang dilakukan disana, manusia dianggap mesin saja kali …
Ketika seorang teman mengirim email Renungan tentang uang, saya tertarik untuk menampilkan disini. Bagaimana tulisannya ….. Anda baca sendiri:
Apa yang dapat dibeli oleh Uang ?
Dengan Uang…
Engkau dapat…
Membeli tempat tidur, tapi tidak dapat membeli “tidur nyenyak”.
Membeli sebuah jam, tapi tidak dapat membeli waktu.
Membeli sebuah buku, tapi tidak dapat membeli pengetahuan.
Membeli posisi yang bagus dalam pekerjaan, tapi tidak dapat membeli kehormatan.
Membeli obat-obatan, tapi tidak dapat membeli kesehatan.
Membeli darah, tapi tidak dapat membeli kehidupan.
Membeli sistem keamanan paling canggih, tapi tidak dapat membeli rasa tenang & damai.
Membeli jasa tubuh seorang manusia, tapi tidak dapat membeli hatinya.
Ketika informasi naik turunnya kurs rupiah terhadap dollar terpantau, banyak orang yang dag dig dug, dapat tambahan uang atau kehilangan uang.
Kalau Renungan tentang uang dihubungkan dengan dag dig dug kurs rupiah, apa artinya? Sebuah kenyataan yang sesungguhnya dapat mengantarkan kita untuk memaknai uang apa adanya secara proporsional. Artinya? Memang punya uang bukanlah berarti segala-galanya!
Terus bagaimana sebaiknya? Tetaplah cari uang sebanyak-banyaknya, secara baik dan benar, dan gunakan uang semaksimum mungkin, secara baik dan benar. Jangan malah malas cari uang, sebab cari uang sebanyak-banyaknya, disamping bisa untuk meningkatkan kualitas kehidupan pribadi dunia dan akhirat, tentu juga akan meningkatkan kemampuan kita untuk beramal secara materi. Sebab kalau tidak punya uang, bagaimana bisa beramal ya ….. Oh ya, tetap bisa, tetapi (mungkin) beramal lewat ilmu atau lainnya …. Belum maksimum itu, tetaplah perlu dilengkapi dengan beramal uang (materi) agar total … darimana uangnya? Ya nyari dan kerja yang keras!
Cuma harus waspada, jangan sampai uang menjeratmu dan mengantarkan dirimu jadi orang gila uang atau gila karena uang!
Coba renungkan sekali lagi, soal uang ini ….
Raja media Rupert Murdoch meminta maaf atas kartun rasis yang dimuat surat kabar New York Post. Kartun ini sepertinya menyamakan Presiden AS Barack Obama dengan seekor kera. Bagaimana kartunnya? Ya, seperti yang anda lihat berikut ini.

Memang ada kebebasan mutlak dalam berkesenian? Nggaklah!
Murdoch tak lain adalah pemilik New York Post. Dalam pernyataannya, Murdoch mengatakan dirinya “secara pribadi meminta maaf kepada setiap pembaca yang merasa tersinggung dan bahkan terhina”. Dikatakan Murdoch, New York Post akan bekerja dengan lebih sensitif. Menurutnya, kartun yang dimuat Rabu, 18 Februari lalu itu hanya dimaksudkan untuk “mengejek buruknya legislasi yang disusun”.
Kartun kontroversial itu menggambarkan seekor simpanse yang tewas ditembak oleh polisi setelah melukai seorang wanita di Connecticut. Kartun itu dituding menyamakan Obama dengan simpanse tersebut. Sebab dalam kartun itu, seorang polisi memandangi simpanse tersebut sembari berkata : “Mereka harus menemukan orang lain untuk menulis rancangan stimulus berikutnya”.
Beberapa waktu lalu New York Post pun telah meminta maaf atas pemuatan kartun tersebut, setelah ratusan orang berdemo di depan kantor New York Post dan menuntut penutupan media tersebut.
Nah, apa yang dapat kita petik dari kejadian tersebut? Seringkali kita melihat banyak warganegara kita yang hidup dan punya aktifitas berkesenian mendewa-dewakan jargon kebebasan berkesenian yang cenderung mutlak dengan mengacu kebebasan di barat (luar negeri) yang anggapannya sebagai perwujudan hak asasi manusia, kebebasan berkreasi, berkesenian dan berkebudayaan. Namun setelah melihat kasus ini apalagi yang akan mereka omongkan? Ternyata di barat pun berkesenian (membuat kartun sekalipun) terbukti tetap ada batas-batasnya, nggak boleh seenaknya, semaunya, gosok sana gosok sini, bahkan termasuk berkesenian yang vulgar, ada aturannya. Nyatanya koran New York Post dan pemiliknya sampai minta maaf atas pemuatan kartun tersebut, padahal Presiden AS Barack Obama nggak sampai perlu memprotes atau mengancam segala terhadap media tersebut. Mereka sudah menyadari berkesenian (kartun pun) ada batas, ada efek yang harus diperhatikan.
Jadi, marilah kita semua memahami bahwa dalam mengedepankan Hak Asasi Manusia termasuk berekspresi dalam bidang kesenian dan kebudayaan kita nggak boleh semaunya, seenaknya, sak karepe dhewe, ini bukan hak yang mutlak-mutlakan, masih ada dan berhadapan dengan HAM orang lain, etika, budaya dan batasan-batasan yang bersifat lokal, itulah artinya kebebasan ya kebebasan yang bertanggungjawab dan bijak. Hal ini tentu mencakup juga kalau kita berkesenian yang mau menampilkan ekspresi keterbukaan (alias berbau porno), ingatlah ada batasnya, bukan kebebasan mutlak. Mestinya tidak perlu dihadapkan dengan UU Pornografi, para pekerja seni dan budaya tahu dirilah, toh kita berada di negara dan bangsa Indonesia yang terkenal berbudaya luhur dan sangat tinggi.
Masih nekad berkesenian semaunya? Misalnya dengan seni Jaipong 3G yang bertahan atas nama kebebasan? Pakai hati nuranilah!
Kalau kita memahami kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara secara benar dan baik, pasti kita tidak mau menjalani kehidupan ini dengan filosofi lilin. Lilin memang sangat bermanfaat untuk menghadirkan keadaan terang bagi orang yang mengalami kegelapan. Kondisi sekarang, semakin seringnya byar-pet listrik PLN fungsi lilin memang makin terasa. Lilin juga bisa menjadi sumber api bagi yang membutuhkan. Lilin juga memberikan aneka inspirasi dengan sinar-sinar mungilnya. Jadi, lilin secara filosofis menunjukkan keadaan orang yang bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya.Namun kita juga faham, lilin setelah bermanfaat bagi yang lain, dia akan hancur, luluh lantak, dan kemanfaatannya nyaris selesai. Bahkan, sinar terangnya, keindahannya, sumber energinya tidak memberikan kekuatan yang berlanjut bagi dirinya sendiri. Apa artinya itu?

Mestinya : habis terang, teranglah terus
Lilin sepertinya mengajarkan kita untuk memposisikan diri kita supaya bermanfaat bagi orang lain tapi dengan cara merusak diri sendiri. Inilah yang menurut saya filosofis salah kaprah. Ingat juga, kisah dari Inggris bagaimana Robinhood merampok orang-orang kaya untuk dibagikan hasilnya kepada orang-orang miskin. Tujuannya memang baik, tapi caranya salah, dengan merusak, melanggar hukum, dan tentu berakibat buruk secara sistem. Oleh sebab itu bagi saya, tujuan dan cara harus merupakan satu kesatuan utuh dan total, sama-sama harus baik, benar dan legal. Masak, harus merusak diri sendiri untuk membantu orang lain? Nggak logis ah …. Mestinya membantu orang lain, dan membantu diri sendiri, dalam kebaikan dan kebenaran, nggak boleh dipisahkan, alias nggak boleh dabaikan. Masak mau memberi sumbangan harus korupsi dulu, nggak lucu khan? Tetapi juga perlu diingat, jangan pernah berfikir dan bertindak, semua yang kita lakukan hanya untuk diri sendiri, nggak peduli orang lain, itu juga salah. Keseimbangan sebagai makhluk individu dan sosial harus tetap terjaga. Kesimpulan terbaik: jangan pernah mau jadi lilin!
Saya punya pengalaman (hidup) dari lalu lintas jalanan sewaktu berkendara mengikuti (di belakang) kendaraan lainnya. Saya sering bingung dengan arah kendaraan di depan saya itu, mau luruskah, belok kanan, belok kiri, atau berhenti. Lampu belakang sering tidak menyala (yang ini umumnya motor), lampu belok (sering diucapkan: righting, reichting, atau lighting ya? Mana yang bener? Bahasa Belanda apa Inggris ya? terserah aja ….) juga nggak menyala, kalaupun hidup sering mendadak, 1 meter menjelang belokan baru di-on-kan, wis pokoknya arah berkendaraan sepertinya nggak terencana, sepertinya tiba-tiba saja, sepertinya spontanitas …. sehingga saya dan pengendara lain yang di belakangnya harus “menyesuaikan” seketika dan spontan, syukur-syukur berhasil mengerem mendadak (yang ini juga bahaya untuk kendaraan di belakang saya, lho …), kalau mau mengambil kir/kanannya juga cukup berbahaya bagi diri sendiri dan pengendara lain dari samping belakang …. wah, wah, pokoknya kalau ada pengendara yang nggak punya arah jelas kemana perjalanan kendaraannya memang membingungkan orang lain ….
Jadi padanan hal-hal begini bisa untuk memotret kehidupan di dunia, kalau ada manusia yang nggak punya arah jelas langkahnya termasuk dalam kehidupannya pasti membahayakan diri sendiri dan membingungkan orang lain.

Arah hidup yang jelas itu perlu!
Apakah anda sudah punya arah (kehidupan) yang jelas? Coba renungkan!