Satu Nusa Satu Bangsa Satu Bahasa Satu Harapan

Posts Tagged ‘pErtahanan’

Warning! Hacker pembobol Pentagon dan NASA terancam 60 Tahun penjara.

In tEknologi iNformasi on Tuesday , 4 August 2009 at 11:42 AM

Usaha banding Gary McKinnon untuk diadili di Inggris akhirnya berakhir dengan kegagalan. Hacker pembobol sistem komputer NASA ini pun kini hanya bisa pasrah untuk diseret ke AS dengan konsekuensi akan dijebloskan ke penjara dengan keamanan maksimum. Putusan ini tentu saja mengecewakan tim pembela McKinnon. Bahkan diyakini, ada usaha dari pihak AS untuk menjadikan kliennya sebagai ‘contoh’ bagi para hacker lainnya yang coba-coba menyusup sistem komputer Negeri Paman Sam itu. Jika benar demikian, lanjut pengacara McKinnon, kliennya terancam hukuman maksimum dengan kurungan yang sangat lama, yakni mencapai 60 tahun.

Lelaki asal London ini sebelumnya berharap kasus yang didakwakan kepadanya dapat diselesaikan di pengadilan Inggris. Hanya saja harapan tinggal harapan, dan ia pun kini hanya bisa pasrah dan menunggu kasusnya digulirkan di pengadilan AS. McKinnon terseret ke meja hijau setelah pada 2001 dan 2002 dituduh telah membobol sistem komputer Pentagon dan NASA. ‘Uniknya’, McKinnon mengaku bahwa ia melakukan hal itu bukan untuk merusak atau mengobrak-abrik sistem komputer pemerintah AS. Menurut Vnunet, 3 Agustus 2009, alasan yang dikemukan pria 47 tahun ini adalah untuk mencari informasi-informasi rahasia tentang keberadaan extraterrestrial (ET) alias UFO.

PESANNYA: Meski TKP-nya AS – Inggris, dan pelakunya WN Inggris, kasus ini juga bisa sebagai Warning untuk kita semua, termasuk rekan-rekan Hacker Indonesia. Berhati-hatilah, terutama kalau untuk kepentingan pribadi. Kalau demi negara-bangsa, ya tetap demi negara dan bangsa Indonesia Nomer 1, apapun harus ditempuh/dilakukan, dengan segala resiko apapun yang mungkin akan terjadi. Mari kita tingkatkan kemampuan, skill dan pendalaman teknologi informasi, demi membela bangsa dan negara Indonesia agar terhormat di mata internasional. WNI Nomor 1 harus tetap survive dengan keberanian, kreativitas dan semangat nasionalisme, lewat perang informasi sekalipun!

Selamat dan sukses untuk Air Top Gunner Skadron 3

In militer on Monday , 3 August 2009 at 9:18 AM

Tidak mudah untuk meraih gelar sebagai Air Top Gunner (gelar keahlian menembak dengan menggunakan pesawat tempur supersonik).   Seperti yang dilakukan Mayor Pnb Firman Dwi Cahyono, ia harus rajin berlatih dengan konsentrasi penuh, disiplin, dan melaksanakan evaluasi setiap usai latihan.  Namun demikian, segala sesuatu yang dilakukan dengan serius didasari kedisiplinan tinggi tentu akan memperoleh hasil yang memuaskan pula.  Sebagaimana latihan penembakan peluru Air to Air Taxan yang dilaksanakan oleh Wing 3 Lanud Iswahjudi pada tanggal 13 s.d. 22 Juli 2009, Mayor Firman berhasil menunjukkan hasil kerjanya selama ini.

Selama latihan berlangsung, melalui data yang diperoleh, maka dapat dikatakan bahwa Mayor Pnb Firman menjadi penembak paling jitu,  dari 200 peluru yang ditembakkan, 198 buah mengenai sasaran, akurasinya hampir 100%.  Tak pelak, Firman pun dapat dikatakan sebagai Air Top Gunner dalam latihan tersebut.  Kelihaian Firman menembak sasaran di udara, tentunya tidak lepas dari usaha kerasnya selama berlatih dan bermanuver dengan pesawat F-16 / Fighting Falcon.  Kerja kerasnya tidak sia-sia,  Firmanpun menyandang gelar Air Top Gunner kali ini.

Mayor Pnb Firman DC adalah Alumnus AAU tahun 1996 yang saat ini menjabat sebagai Dan Flight Ops “C” Skadron Udara 3.   Statusnya di pesawat F-16 dapat dikatakan lengkap yaitu Instruktur, Flight Leader dan juga sebagai Test Pilot pesawat F-16/Fighting Falcon.  Bergabung di Skadron Udara 3, sejak tahun 1998 dan sampai saat ini sudah mengantongi 1300 jam terbang dengan pesawat F-16, sehingga Firman memiliki total 2150 jam terbang di berbagai jenis pesawat.

Letkol Pnb Fajar selaku Komandan Skadron Udara 3, merasa puas dan bangga atas  prestasi yang telah diraih anak buahnya tersebut. “Firman menjadi Air Top Gunner kali ini, membuktikan bahwa jerih payahnya selama latihan tidak sia-sia.  Saya memang membina dan menempa para penerbang F-16, dengan keras, penuh disiplin dan profesional.  Jika mereka belum memenuhi standar, maka akan saya perintahkan untuk mengulangi bahkan tak segan-segan saya menghukum mereka.  Itu semua demi profesionalisme penerbang yang muaranya adalah keselamatan terbang atau Safety“,  Ujar Fajar. Letkol Pnb Fajar menegaskan bahwa latihan ini menyuguhkan penembakan peluru (air gunnery) 20 mm yang dimuntahkan dari dua jenis pesawat F-16 dan F-5 dengan sasaran Taxan yang berbentuk tetra plan seperti layang-layang berwarna merah yang ditarik oleh pesawat F-5.   Di dalam badan Taxan ini terdapat Radio sensor dan transmiter yang berfungsi mendeteksi peluru yang masuk dalam radius 10 meter lalu memberikan datanya kepada petugas di bawah,  sehingga berapa peluru yang mengenai sasaran bisa langsung diketahui saat itu juga.

Alat ini sangat membantu latihan para penerbang tempur di Lanud Iswahjudi, untuk meningkatkan kemampuannya bermanouver dan menembak sasaran di udara.   Penerbang secara langsung dapat mengetahui berapa peluru yang ditembakkan tersebut, mengenai sasaran, semakin banyak peluru yang masuk, maka semakin jitu si Penerbang dalam menembak.

Selamat ya Fir, semoga sukses terus. Air Top Gunner itu “harganya” mahal lho, ati-ati dan jaga diri ….. Semoga dapat mempertahankan terus skill yang dimiliki, performance leadership-nya dan kepribadian yang terbaik, sehingga mampu mencapai puncak karir secara cemerlang pada masa mendatang ….. Kembangkan terus sayapmu, sayap SWA BHUWANA PAKSA.

Jangan sebut pulau terluar. Katakan saja pulau terdepan!

In indonesia on Saturday , 1 August 2009 at 6:00 AM

Negara kita punya banyak pulau, mencapai sekitar 17.000 pulau. Ada yang sudah bernama (terdata) ada yang belum punya nama. Seringkali kita menyebut pulau paling depan (dekat perbatasan antar negara) sebagai pulau terluar. Ini memang aneh, wong pulau-pulau itu masuk halaman laut kita, kok disebut pulau terluar (memang pulau-pulau itu berada di luar Indonesia?). Mestinya, karena masih di dalam lautan kita, yang bener, panggilan terbaik ya PULAU-PULAU TERDEPAN, karena ini juga mengisyaratkan bahwa pulau-pulau itu merupakan etalase, sekaligus posisi pertahanan kita paling depan.

Lepas dari itu, semua pulau-pulau terdepan mestinya kita perhatikan perkembangan pembangunannya, agar masyarakat (kalau ada yang tinggal disitu) merasa betul-betul diperhatikan keberadaannya sebagai WNI, jangan sampai malah dibina orang asing. Pembangunannya yang lengkap, bukan hanya yang terkait langsung dengan pertahanan dan keamanan saja, namun dari sisi ekonomi, sosial, politik dan hukum. Media komunikasi/informasi asli Indonesia harus bisa masuk dan dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat di pulau-pulau terdepan.

Jadi, jangan lupa ya menyebut pulau-pulau kita yang deket perbatasan dengan sebutan PULAU-PULAU TERDEPAN.

“Surat Noordin M Top” beredar di internet. Asli atau tipu-tipu? Indonesia Unite!

In bLog on Thursday , 30 July 2009 at 1:45 PM

Surat elektronik yang mengatasnamakan tokoh teroris yang menjadi buruan polisi, Noordin M Top, beredar di beberapa situs. Surat itu dapat ditemukan di sejumlah situsweb sejak sepekan lalu. Isi surat yang belum bisa dipastikan kebenarannya itu berupa ‘pernyataan resmi dan bentuk tanggung jawab’ orang yang mengatasnamakan dirinya Noordin M Top atas peledakan dua bom di hotel JW Marriot dan Ritz Carlton, di kawasan Mega Kuningan, Jakarta pada 17 Juli lalu. Meski demikian, beberapa pihak meragukan kesahihan surat elektronik itu.

Berikut ini petikan lengkap surat elektronik dari orang yang mengatasnamakan Noordin M Top soal peledakan bom di dua hotel tersebut:

image_top

KETERANGAN RESMI TANDZIM AL QO’IDAH INDONESIA ATAS AMALIYAT JIHADIYAH ISTISYHADIYAH DI HOTEL JW. MARRIOT JAKARTA

اَلْحَمْدُ ِللهِ مُعِزِّ اْلإِسْلاَمِ بِنَصْرِه، وَمُذِلِّ الشِّرْكِ بِقَهْرِه، وَمُصَرِّف اْلأُمُور بِأَمْرِه، وَمُسْتَدْرِجِ اْلكَافِرِيْنَ بِمَكْرِه، اَلَّذِي قَدّرَ اْلأَيَّامَ دُولاً بِعَدْلِه، وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى مَنْ أَعْلَى اللهَُ مَنَارَ اْلإِسْلاَمِ بِسَيْفِه.

أمَّا بعد

Ini adalah keterangan resmi dari Tandzim Al Qo’idah Indonesia untuk ummat Islam dengan Amaliyat Jihadiyah Istisyhadiyah di Hotel JW. MARRIOT Jakarta, pada hari Jum’at pagi, tanggal 17 juli 2009 M./24 Rojab 1430 H. yang dilakukan oleh salah satu ikhwah mujahidin terhadap “KADIN Amerika” di Hotel tersebut.

Sesungguhnya telah sempurna pelaksanaan Amaliyat Istisyhadiyah dengan karunia Allah dan karomah-Nya setelah melakukan survey yang serius dan pengintaian yang mendalam terhadap orang-orang kafir sebelumnya.

Dan sungguh benar firman Allah :

“Maka (yang sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, akan tetapi Allahlah yang membunuh mereka, dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allah-lah yang melempar. (Allah berbuat demikian untuk membinasakan mereka) dan untuk memberi kemenangan kepada orang-orang mukmin, dengan kemenangan yang baik. Sesungguhnya Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui”. (QS. Al Anfal : 17).

Ini juga sesuai dengan firman Allah Ta’ala :

“Perangilah mereka, niscaya Allah akan menghancurkan mereka dengan (perantaraan) tangan-tanganmu dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kamu terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman”. (QS. Attaubah : 14).

Agar ummat ini mengetahui bahwasanya Amerika, khususnya orang-orang yang yang berkumpul dalam majlis itu, mereka adalah para Pentolan Bisnisman dan Inteljen di dalam bagian ekonomi Amerika. Dan mereka mempunyai kepentingan yang besar dalam mengeruk harta negeri Indonesia dan pembiyaan tentara kafir (Amerika) yang memerangi Islam dan kaum muslimin. Dan kami akan menyampaikan kabar gembira kepada kalian wahai ummat Islam, bi idznillahi Ta’ala dengan mengeluarkan cuplikan-cuplikan film dari Amaliyat Istisyhadiyah ini insya Allah.

Dan kami beri nama Amaliyat Istisyhadiyah ini dengan : “SARIYAH DR. AZHARI”.

Kami ber-Husnu Dhon kepada Allah bahwa Allah akan menolong kami dan menolong kaum muslimin dalam waktu dekat ini.

الله أكبر ولله العزة ولرسوله والمؤمنون

Amir Tandzim Al Qo’idah Indonesia

Abu Muawwidz Nur Din bin Muhammad Top

Hafidzohullah

KETERANGAN RESMI DARI TANDZIM AL QO’IDAH INDONESIA ATAS AMALIYAT JIHADIYAH ISTISYHADIYAH  DI HOTEL RIZT CALRTON JAKARTA

اَلْحَمْدُ ِللهِ مُعِزِّ اْلإِسْلاَمِ بِنَصْرِه، وَمُذِلِّ الشِّرْكِ بِقَهْرِه، وَمُصَرِّف اْلأُمُور بِأَمْرِه، وَمُسْتَدْرِجِ اْلكَافِرِيْنَ بِمَكْرِه، اَلَّذِي قَدّرَ اْلأَيَّامَ دُولاً بِعَدْلِه، وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى مَنْ أَعْلَى اللهَُ مَنَارَ اْلإِسْلاَمِ بِسَيْفِه.

أمَّا بعد

Ini adalah keterangan resmi dari Tandzim Al Qo’idah Indonesia untuk ummat Islam dengan Amaliyat Jihadiyah Istisyhadiyah di Hotel Rizt Calrton Jakarta, pada hari Jum’at pagi, tanggal 17 juli 2009 M./24 Rojab 1430 H. yang dilakukan oleh salah satu ikhwah mujahidin terhadap antek-antek Amerika yang berkunjung di Hotel tersebut.

Sesungguhnya Allah menganugerahkan kepada kami jalan untuk menyerang Hotel termegah yang dimiliki oleh Amerika di Ibukota Indonesia di Jakarta, yaitu Rizt Calrton. Yang mana penjagaan dan pengamanan di sana sungguh sangatlah ketat untuk dapat melakukan serangan seperti yang kami lakukan pada kali ini.

“Mereka membuat Makar dan Allah pun membuat Makar. Dan Allah itu Maha Pembuat Makar”. (QS. Ali Imron : 54).

Adapun sasaran yang kami inginkan dari amaliyat ini adalah :

1. Sebagai Qishoh (pembalasan yang setimpal) atas perbuatan yang dilakukan oleh Amerika dan antek-anteknya terhadap saudara kami kaum muslimin dan mujahidin di penjuru dunia

2. Menghancurkan kekuatan mereka di negeri ini, yang mana mereka adalan pencuri dan perampok barang-barang berharga kaum muslimin di negeri ini

3. Mengeluarkan mereka dari negeri-negeri kaum muslimin. Terutama dari negeri Indonesia

4. Menjadi pelajaran buat ummat Islam akan hakikat Wala’ (Loyalitas) dan Baro’ (Permusuhan), terkhusus menghadapi datangnya Klub Bola MANCESTER UNITED (MU) ke Hotel tersebut. Para pemain itu terdiri dari para salibis. Maka tidak pantas ummat ini memberikan Wala’nya dan penghormatannya kepada musuh-musuh Allah ini

5. Amaliyat Istisyhadiyah ini sebagai penyejuk dan obat hati buat kaum muslimin yang terdholimi dan tersiksa di seluruh penjuru dunia

Yang terakhir ….. bahwasanya Amaliyat Jihadiyah ini akan menjadi pendorong semangat untuk ummat ini dan untuk menghidupkan kewajiban Jihad yang menjadi satu-satunya jalan untuk menegakkan Khilafah Rosyidah yang telah lalu, bi idznillah.

Dan kami beri nama Amaliyat Jihadiyah ini dengan : “SARIYAH JABIR”

الله أكبر ولله العزة ولرسوله والمؤمنون

Amir Tandzim Al Qo’idah Indonesia
Abu Mu’awwidz Nur Din bin Muhammad Top

Hafidzohullah

PESANNYA:

a. Asli atau tipu-tipu? Biarkan pihak yang berwajib yang membuktikan. Rakyat Indonesia mestinya tenang-tenang saja, namun tetap waspada. Ini abad informasi, begitu mudah bagi siapa saja untuk mengeluarkan informasi, mengacau informasi, memalsu informasi, mereduksi informasi, mengolah informasi, merekayasa informasi, memformulasikan informasi …. ya, namanya saja perang informasi.Untuk apa? Yang jelas, untuk mempengaruhi, secara fisik ataupun psikologis. Mungkin saja informasi ini benar, mungkin juga informasi ini sesat. Jangan terlalu mudah percaya informasi dari internet, jangan pula 100% mengabaikan informasi semacam ini, sikapilah dengan proporsional, seraya check & recheck informasi, sekaligus crosscheck informasi beginian.

b. Lepas dari benar atau tidak informasi ini, tetaplah rakyat Indonesia waspada secara terus menerus, jangan pernah lengah, apalagi tersesatkan! Jaman sekarang ini terlalu mudah bagi siapa saja untuk bikin tulisan dan menampilkannya di blog/website, oleh sebab itu, ada informasi pasti ada kontra informasi, begitu seterusnya.Kalau anda tahu ada yang nggak beres laporkan segera kepada pihak yang berwajib.

c. Dengan adanya, contents-contents keras, nakal, bahkan berbau agitatif yang berseliweran di berbagi blog/website dan tampaknya sulit dipertanggungjawabkan kebenarannya (setidaknya masih perlu dipertanyakan keasliannya), apakah ini berarti kita harus bereaksi keras dengan “mengunci” internet supaya nggak mudah bagi siapa saja memposting tulisan di blog/website, mengirim email, atau chatting? Ach, mestinya nggak harus sedrastis itulah. Zaman kebebasan informasi, yang menghantarkan rakyat Indonesia telah bebas menghirup udara Hak Asasi Manusia-nya dalam alam kebebasan memperoleh informasi dan mengeluarkan pendapat mestinya tetap dipertahankan, jangan mundur lagi. Aturan hukum dan undang-undang, serta penegakannya (secara adil dan beradab) mestinya yang diperkuat, disosialisasikan, diterapkan secara terukur dan selalu up to date dengan dinamikan perkembangan sosial, politik, hukum dan ekonomi kita. Tetapi tidak dalam kerangka “mengerangkeng” kebebasan masyarakat. Rakyat harus diedukasi dengan karakter sebagai manusia yang bertanggungjawab dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, termasuk dalam mengakses dan memanfaatkan internet!

d. Rakyat Indonesia harus bersatu melawan terorisme yang merusak sendi-sendi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Indonesia Unite!

Menelisik TNI di UU RI No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan

In militer on Monday , 27 July 2009 at 1:12 PM

Dari UU 22/2009 Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang telah disahkan tanggal 22 Juni 2009, kita bisa menelisik bagaimana pemberlakuan ketentuan lalu lintas dan angkutan jalan bagi Tentara Nasional Indonesia (TNI) :

Pasal 47

(2) Kendaraan Bermotor sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dikelompokkan berdasarkan jenis:

e. kendaraan khusus.

Penjelasan Huruf e: Yang dimaksud dengan “kendaraan khusus” adalah Kendaraan Bermotor yang dirancang khusus yang memiliki fungsi dan rancang bangun tertentu, antara lain:

a. Kendaraan Bermotor Tentara Nasional Indonesia;

Pasal 59

(5) Penggunaan lampu isyarat dan sirene sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) sebagai berikut:

b. lampu isyarat warna merah dan sirene digunakan untuk Kendaraan Bermotor tahanan, pengawalan Tentara Nasional Indonesia, pemadam kebakaran, ambulans, palang merah, rescue, dan jenazah; dan

Pasal 72

(1) Registrasi Kendaraan Bermotor Tentara Nasional Indonesia diatur dengan peraturan Panglima Tentara Nasional Indonesia dan dilaporkan untuk pendataan kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Pasal 137

(4) Mobil barang dilarang digunakan untuk angkutan orang, kecuali:

b. untuk pengerahan atau pelatihan Tentara Nasional Indonesia dan/atau Kepolisian Negara Republik Indonesia; atau

Sedikit referensi ini semoga bermanfaat bagi kita semua, bagaimana berlaku di jalan dan berlalu lintas yang baik sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Bagaimana dengan Konvoi di jalanan yang kerapkali kita temui itu?

Pasal 134

Pengguna Jalan yang memperoleh hak utama untuk didahulukan sesuai dengan urutan berikut:

a. Kendaraan pemadam kebakaran yang sedang melaksanakan tugas;

b. ambulans yang mengangkut orang sakit;

c. Kendaraan untuk memberikan pertolongan pada Kecelakaan Lalu Lintas;

d. Kendaraan pimpinan Lembaga Negara Republik Indonesia;

e. Kendaraan pimpinan dan pejabat negara asing serta lembaga internasional yang menjadi tamu negara;

f. iring-iringan pengantar jenazah; dan

g. konvoi dan/atau Kendaraan untuk kepentingan tertentu menurut pertimbangan petugas Kepolisian Negara

Republik Indonesia.

Dari Pasal 134 Ayat g ini kita bisa melihat bahwa untuk Konvoi TNI memang punya dasar kuat, karena termasuk dalam kepentingan tertentu (kepentingan alat pertahanan negara), petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia pasti memahami hal ini. Yang penting dalam pelaksanaan Konvoi diatur dengan tertib, mengikuti ketentuan/aturan lalu lintas umum yang berlaku, termasuk petugas pengatur yang di jalan/lapangan juga harus antisipasi dan merespon adanya Konvoi secara cekatan dan proaktif.

Selain itu, kalau soal Konvoi, harus selektiflah, ya jangan semua diberi ijin untuk konvoi dan dikawal dengan label kepentingan tertentu. Dilihat pantes-pantesnyalah!

Bahaya Sinar X bagi dunia penerbangan

In teknologi on Wednesday , 15 July 2009 at 9:54 PM

X-Ray (Sinar-X) disamping digunakan untuk keperluan Rogten dalam rangka mengetahui organ dalam tubuh manusia, juga digunakan di dunia penerbangan.   Dalam penerbangan X-Ray digunakan untuk mengetahui instrument pesawat yang mengalami kerusakan.   Hasil dari penggunaan X-Ray ini memudahkan tehnisi pesawat untuk melakukan perawatan terhadap instrument pesawat yang mengalami kerusakan.   Demikian yang disampaikan Kasubsirendal, Seksi Kamhanlan, Disops Lanud Iswahjudi, Kapten Tek Suwoto pada Briefing Pagi, Rabu (15/7).

Akan tetapi sinar X yang digunakan dalam penerbangan ini berkekuatan 10 kali lipat dari yang biasa digunakan untuk rongten di Rumah Sakit.   Sementara menurut ketentuan medis, seseorang bisa melakukan rongten dalam jarak waktu 1 kali dalam tiga bulan.   Melihat kekuatan sinar-X yang digunakan dalam penerbangan tersebut, sehingga hal ini sangat berbahaya bila sinar X tersebut mengenai tubuh manusia.   Oleh karenanya operator yang menggunakan sinar-X harus ekstra hati-hati, agar dampak dari penggunaan sinar-X tidak mengenai tubuh manusia.

Dalam penjelasannya Kapten Tek Suwoto menyampaikan, bahwa sinar-X tersebut bila mengenai tubuh manusia akan menyebabkan jaringan kulit menjadi mengering, jaringan tulang akan keropos dan sel telor perempuan akan mati, sehingga menyebabkan mandul.

Menurutnya, radiasi dari sinar-X ini bukanlah penyakit, akan tetapi dampak radiasi ini akan menurunkan tingkat stamina dan kekebalan tubuh manusia, sehingga memudahkan penyakit masuk kedalam tubuh.   Oleh karenanya bila seseorang terkena radiasi sinar-X disarankan segera mengkonsumsi makanan bergizi, minum susu dan kacang hijau agar sel-sel tubuh yang mati segera tergantikan oleh sel-sel yang baru.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa untuk memonitor besaran radiasi tersebut terdapat tiga alat ukur radiasi yaitu survey meter adalah alat yang digunakan untuk mengetahui apakah suatu lokasi dalam keadaan aman dari radiasi atau belum.  Kedua, film Badge salah satu alat untuk memonitor seberapa banyak radiasi yang mengenai tubuh manusia atau operator.   Ketiga Pocket docimeter salah satu alat untuk mengetahui seberapa besar radiasi yang ada dalam suatu lokasi sehingga sebelum alat ini dipakai harus dienolkan (O)/dinetralkan dulu. Referensi

Tingkatkan Profesionalisme TNI AU Latihan “Air to Air TAXAN”

In militer on Wednesday , 15 July 2009 at 9:45 AM

Di ketinggian 10000 s/d 15000 feet para penerbang pesawat tempur Lanud Iswahjudi bermanuver di udara melaksanakan latihan penembakan “Air to Air TAXAN” dengan menggunakan secapem untuk meningkatkan profesionalisme penerbang tempur, Selasa, (13/7). Latihan penembakan “Air to Air’ dengan peluru GUN 20 mm dilaksanakan di atas laut selatan Pacitan mulai tanggal 13 Juli s.d. 22 Juli 2009 dengan menggunakan pesawat tempur F-16/ Fighting Falcon dari Skadron Udara 3 dan F-5/Tiger dari Skadron Udara 14 Lanud Iswahjudi.

Latihan tersebut bertujuan untuk mempertahankan dan meningkatkan kemampuan penerbang tempur F-16 dan F-5 E Tiger, sebagai Pertahanan Udara (Hanud) yang dimiliki oleh TNI AU yang bertanggung jawab mempertahankan wilayah NKRI di udara.

Secapem merupakan benda yang digunakan sebagai sasaran tembak yang ditarik oleh pesawat lain saat di udara yang diasumsikan sebagai pesawat musuh dalam latihan penembakan “Air to Air TAXAN”.

Guna memperoleh hasil latihan yang maksimal, Komandan Lanud Iswahjudi Marsma TNI Bambang Samoedro S.Sos, selalu memonitor setiap pergerakan latihan yang dilakukan oleh pera penerbang maupun ground crew.   Pada kesempatan hari pertama latihan (13/7) Danlanud Iswahjudi mengadakan peninjauan ke Skadaron Udara 14 mengenai kesiapan yang dilakukan sebelum para penerbang tersebut melaksanakan  latihan penembakan Air to Air. Referensi

Indonesia dituduh melakukan DUMPING. Ach, itu gaya perang ekonomi negara lain yang nggak suka Indonesia maju ….

In sUbsidi on Thursday , 25 June 2009 at 12:46 PM

Tuduhan DUMPING terhadap produk-produk Indonesia terus saja ada. Padahal selama ini Indonesia menjadi salah satu negara yang paling sering dikenakan tuduhan dumping sedangkan pengenaan tuduhan dumping Indonesia ke negara-negara lain terbilang rendah. Mengapa ya?

Data tuduhan DUMPING terhadap Indonesia adalah,

a. Tahun 2007:  16 kasus.

b. Tahun 2008: 7 kasus (tuduhan dumping produk tabung TV oleh India, tekstil oleh Argentina dan Brasil, tisu toilet oleh Australia, produk kertas oleh AS, produk ban dari Turki).

c. Tahun 2009 (Januari-Mei): 6 negara yang menuduh Indonesia melakukan dumping dan safeguard. Keenam negara-gara itu antara lain AS, Pakistan, India, China,  Mesir dan Afrika Selatan. Totalnya ada 18 perusahaan yang terkena tuduhan dumping, dan satu perusahaan untuk tuduhan safeguard. Produk yang dituduh dumping adalah Viscose Staple Fiber Excluding Bamboo Fiber atau bahan baku serat tekstil yang mulai diinisiasi 19 Maret 2009 , Nucleotide-type Food Additives  atau bahan tambahan pangan yang  diinisiasi 24 Maret 2009, Polyethelene Retail Carriers Bags  atau bahan baku kantung plastic yang mulai diinisiasi 20 April 2009, dan Phthalic Anhydride  atau bahan kimia yang diinisiasi 29 Mei 2009. Produk yang kena tuduhan safeguard adalah Cotton Yarn and Blend and Woven Fabrics of Cotton and Blend  atau serat benang untuk tekstil mulai diinisiasi 15 Januari 2009, Coated Paper and Paper Board mulai diinisiasi 20 April 2009 dan Uncoated Paper and Copy Paper yang diinisiasi 20 April 2009.

Hingga tahun 2008, Indonesia mendapatkan 116 kasus anti dumping yang dituduhkan 23 negara. Jumlah kasus di Indonesia itu paling banyak dibandingkan beberapa negara di Asia, Eropa dan Amerika. Sebagai perbandingan, kasus dumping di Amerika sebanyak 20 kasus, India 19 kasus, Afrika Selatan 11 kasus, Selandia Baru 11 kasus, Malaysia 8 kasus, Turki 6 kasus, Argentina 5 kasus dan Mexico 3 kasus.

Sebaliknya, Indonesia sendiri telah mengenakan 5 tuduhan dumping sepanjang tahun 2008 yaitu beberapa negara diantaranya India, Thailand, Rusia. Selain itu, sejak 4 Januari 2006 lalu Indonesia telah mengenakan safeguard untuk produk keramik terhadap 15 negara untuk kurun waktu tiga tahun. Sementara penggunaan hak anti dumping, Indonesia baru mengenakan tindakan anti dumping terhadap impor untuk 34 kasus. Jumlah ini merupakan yang paling rendah dibandingkan India (372 kasus), Amerika (245 kasus), Uni Eropa (252 kasus).

Anehnya, tuduhan tersebut tidak hanya terkait masalah nilai jual yang lebih rendah di pasar ekspor ketimbang di pasar domestik, tapi juga sudah mengarah pada isu lingkungan dan soal subsidi. Ini jelas merupakan cara-cara tidak fair dalam perdagangan termasuk dumping, karena kondisi krisis global saat ini yang berpotensi memicu meningkatnya negara lain untuk menerapkan isyu ini untuk melindungi pasar dalam negerinya. Sebab kita ketahui dampak tuduhan dumping bisa merugikan produsen di negara yang kena isyu dumping. Oleh sebab itu, sudah semestinya Pemerintah, dunia usaha itu sendiri dan rakyat Indonesia, harus ikut berusaha melindungi industri dalam negeri terhadap tindakan curang atau tuduhan dumping yang dilakukan oleh pihak luar negeri sehingga dibentuk komite anti dumping dan anti subsidi. Selaku anggota WTO, kita bisa mengenakan tindakan anti dumping terhadap impor yang disinyalir melakukan dumping guna menanggulangi dampak persaingan curang. Tindakan anti dumping hanya dapat dilakukan berdasarkan hasil penyelidikan bahwa impor dumping telah mengakibatkan kerugian material kepada industri domestik. Adapun tindakan pemulihan yang diijinkan untuk melawan persaingan yang curang akibat dumping dengan cara pengenaan bea masuk anti dumping sebesar marjin dumping yang ditemukan. Namun hal itu harus didahului dengan penyelidikan yang membuktikan adanya dumping. Pengenaan bea masuk guna melindungi kepentingan nasional tetap saja ada pihak yang diuntungkan dan ada yang merasa dirugikan. Namun harus ada pilihan yang realistis soal ini.

Menurut saya, Indonesia harus melawan terhadap tuduhan semacam ini. Seringkali tuduhan ini hanya kedok dari negara yang “kalah bersaing” sehingga mencari-cari alasan untuk menjatuhkan pesaing, dan salah satunya dengan isyu dumping. Karena logika saya, produk Indonesia itu khan umumnya termasuk high cost ekonomy/product kok pemasarannya di-dumping-kan, apa mungkin ada pengusaha mau merugi besar-besaran, demi mengejar ekspor, aneh saja ….. lagian inilah real perang ekonomi dunia masa kini, makanya Indonesia harus fight, jangan lemah, ….., konsumsi produk-produk dalam negeri di dalam negeri sendiri juga harus terus ditingkatkan, agar membantu proses produksi ke arah efisien yang lebih baik … Inisiatif hal ini harus datang dari semua pihak, pihak industri itu sendiri, pemerintah, dan rakyat Indonesia agar lebih proaktif memahami dan menggunakan produksi dalam negeri juga.

Karena perang di bidang pilar ekonomi diantara negara-negara dunia sekarang ini, bisa menentukan “nasib” pilar-pilar negara lainnya, yaitu: sosial, politik maupun hankam, yang ujung-ujungnya berpengaruh pula terhadap ketahanan nasional suatu bangsa …….

Perhatikan kredo Tentara AU Amerika Serikat. Misinya fly, fight, and win.

In nUrani on Tuesday , 23 June 2009 at 9:38 AM

The Airman’s Creed

This is the Airman’s promise to country and colleagues.

I AM AN AMERICAN AIRMAN.
I AM A WARRIOR.
I HAVE ANSWERED MY NATION’S CALL.

I AM AN AMERICAN AIRMAN.
MY MISSION IS TO FLY, FIGHT, AND WIN.
I AM FAITHFUL TO A PROUD HERITAGE,
A TRADITION OF HONOR,
AND A LEGACY OF VALOR.

I AM AN AMERICAN AIRMAN,
GUARDIAN OF FREEDOM AND JUSTICE,
MY NATION’S SWORD AND SHIELD,
ITS SENTRY AND AVENGER.
I DEFEND MY COUNTRY WITH MY LIFE.

I AM AN AMERICAN AIRMAN:
WINGMAN, LEADER, WARRIOR.
I WILL NEVER LEAVE AN AIRMAN BEHIND,
I WILL NEVER FALTER,
AND I WILL NOT FAIL.

Wouw, pelajari bagaimana mereka membuat Kredo yang KUAT untuk membangun nasionalisme. Kita dalam membangun nasionalisme bangsa juga dapat belajar dari mereka, agar kita lebih bangga dan mau mencintai bangsa dan negara Indonesia sepenuh hati, bahkan dengan berkorban jiwa dan raga. Maka cintailah negara dan bangsa sendiri dengan pengabdian yang tulus tanpa mencari peluang KKN, apalagi mengotori kehidupan bangsa dengan pelanggaran konstitusi dan hukum semaunya! Jadilah WNI Nomor 1.

Asyik ya paramotor di atas Jembatan Suramadu

In country on Tuesday , 23 June 2009 at 9:23 AM

Sebayak 6 peserta dari Club Paragliding Surabaya mengikuti acara peresmian pembukaan jembatan Suramadu dengan tema “Paramotor Event Across The Madura Strait 2009”, acara dilaksanakan menggunakan para motor dengan start dari perumahan Laguna Kenjeran surabaya, melewati jembatan Suramadu yang berjarak 5,4 km dan finis di lapangan bola Bancaran kab. Bangkalan Pulau Madura dengan total jarak tempuh 31 Km.

paramotor_suramadu

Wakil Ketua Panitia acara event let’s go to Madura islands Serma Sudjaki anggota Senkom Lanud Surabaya yang juga ikut dalam terbang dalam acara tersebut, mengatakan event ini dilaksanakan untuk partisipasi anggota Paragliding club surabaya dalam memeriahkan peresmian pembukaaan jembatan Suramadu dan juga merupakan program dari club Paragliding Surabaya untuk andil dalam setiap kegiatan wisata maupun olah raga yang dilansanakan Pengda Fasi Jawa Timur dan dibawah naungan  Pembinaan Potdirga Lanud Surabaya,  bertujuan mempromosikan dan mengenalkan lebih jauh olah raga dirgantara khususnya para motor di didaerah Surabaya dan Madura.

Serma Sudjaki yang banyak mempunyai prestasi ditingkat Nasional dalam olah raga kedirgantaraan, seperti pernah mengikuti event pemecahan rekor Muri terbang terbanyak dengan peserta 88 orang dan terbang terlama dengan rekor waktu 8 jam 8 menit menggunakan paralayang di Bali pada tahun 2008, mengatakan bahwa program dari paragliding club Surabaya kedepan akan melaksanakan crosscountry keliling Pulau Madura menggunakan paramotor yang diperkirakan akan diikuti oleh 30 peserta pada bulan Oktober dalam event memeriahkan HUT TNI 2009,dan event itu juga bertujuan untuk menarik minat masyarakat dan wisatawan untuk lebih mengenal budaya dan tempat-tempat wisata di Pulau Madura, melalui wisata dirgantara. Referensi

Wah, sepertinya asyik tuh, ber-paramotor di atas Jembatan Suramadu. Bikin pingin segera kesana nhi. Jangankan berparamotor disana, melintasi Jembatan Suramadu saja belum punya kesempatan. Ntar deh, kalau mudik ke Surabaya, bolak-balik Surabaya-Madura berkali-kali nggak apa-apalah demi melihat Jembatan (di atas laut) terpanjang di Indonesia. Tapi, kalau pas lebaran Idul Fitri pasti ramai dan meriah banget ya disana? Coba, besok kita buktikan …………….

Komunikasi militer di era peradaban Islam, bagaimana ya?

In iSlam on Saturday , 20 June 2009 at 9:00 PM

Pada abad ke-10 M, merpati pos dimanfaatkan untuk menyampai kan pesanpesan penting dan rahasia.

Tentara Muslim pada abad pertengahan banyak menggapai kesuksesan. Kesuksesan terbesar terjadi saat Penaklukan Arab pada abad pertama Hijriah atau abad ke-7 Masehi. Tak hanya itu, kesuksesan besar juga diraih saat kemenangan tentara Ayyubi dan Mamluk pada abad ke-6 H dan ke-7 H (ke-12 dan ke-13 M). Hal tersebut banyak tercantum dalam risalah militer Arab atau buku tentang perang. Kesuksesan tentara Muslim tersebut tentunya didukung dengan sejumlah kecakapan yang dimiliki oleh tentara perang. Baik dari segi tentara itu sendiri, senjata, peralatan, tembok pertahan, maupun siasat. Satu hal lagi yang harus diperhitungkan dalam kesuksesan perang adalah komunikasi militernya.

Komunikasi merupakan syarat utama dalam setiap aktivitas manusia di dunia dimanapun orang atau komunitas itu berada. Komunikasi berfungsi untuk menyampaikan isi pernyataan kita kepada orang lain. Sama halnya dalam dunia militer, komunikasi merupakan sarana dalam membantu dan mendukung kerja serta kinerja satuan militer tersebut. Komunikasi militer meliputi bidang kegiatan militer, taktik dan peralatan yang berhubungan dengan komunikasi. Pertama, komunikasi militer adalah komunikasi medan perang, termasuk hubungan dengan pemimpin perang dengan khalifah/pejabat negara. Secara historis, komunikasi militer pertama dengan cara mengirim atau menerima sinyal sederhana (sering tersembunyi atau encoded).

Ahmad Y Al-Hassan dan Donald R. Hill dalam karyanya Islamic Technology: An Illustrated History menjelaskan selama masa awal penaklukan Arab, kurir penunggang onta menjadi perantara komunikasi antara khalifah di Madinah dan komandannya di medan perang. Setelah itu, perkembangan komunikasi militer semakin pesat. Buktinya saat kepemimpinan khalifah Umayyah (abad 1-2 H/ke-7-8 M), telah dibentuk pelayanan pos reguler yang disebut barid. Mereka mengadopsi sitem yang diterapkan oleh Byzantium dan Sassaniyyah Iran untuk mengelola barid tersebut. Sejak saat itu barid digunakan sebagai tempat pengiriman semua jenis informasi, sipil dan militer. Barid ini mencapai tingkat efisiensi yang tinggi pada masa khalifah Abbasiyah di Baghdad (abad ke-2 hingga 7 H/ke-8 M hingga ke-13 M). Bahkan pada saat itu telah dibentuk departemen pemerintah yang khusus bertanggung jawab atas pelayanan pos. “Tempat-tempat perhentian perjalanan pos (markaz) dibangun di sepanjang jalan-jalan utama dan jumlahnya tak kurang dari 430 buah diseluruh kerajaan itu,” jelas Al-Hassan dan Hill.

Al-Hassan dan Hill memaparkan bahwa di Iran, para kurir perantara komunikasi menunggang bagal, yakni hewan campuran spesies kuda dengan keledai, atau lebih tepat keturunan antara kuda betina dan keledai jantan. Sedangkan di tempat lain menggunakan kuda atau unta. Komunikasi militer semakin diperlukan, bahkan pada abad ke-3 H (ke-10 M), Buwayhiyyah melibatkan “pelari” untuk bekerja sebagai penyampai pesan. Mereka dipercaya untuk menyampaikan pesan yang bersifat rahasia.”Sedangkan untuk pesan-pesan penting digunakan merpati pos,” jelas Al-Hassan dan Hill. Efisiensi komunikasi militer lebih terasa saat kekuasaan Raja Mamluk (abad ke 7-13 H/abad ke 13-16 M). Di sana terdapat banyak tempat-tempat perhentian perjalanan pos sepanjang jalan sejak dari Kairo hingga Iskandariah, Damietta dan Mesir Atas. Mereka juga membuka tempat di ruterute lain mulai dari ibukota menuju Damaskus, Aleppo dan Sungai Efrat. “Pada mulanya ketika Mamluk terlibat dalam pertikaian dengan Mongol di perbatasan Utara, terdapat rangkaian menara api yang terpancang dari Sungai Efrat hingga Gaza melalui Palmyra, Damaskus, Baysan dan Nablus,” ungkap Al-Hassan dan Hill.

Kala itu, lanjut Al-Hassan dan Hill, jika ada bahaya mengancam, api dinyalakan sebagai sinyal secara berurutan dari mercu suar-mercu suar ini. “Merpati Pos juga dimanfaatkan secara luas, dan ada pula menaramenara untuk merpati pos (burj) di berbagai tempat di Mesir dan Syria,” jelas Al-Hassan dan Hill.

Merpati Pos Ala Dinasti Mamluk

Layanan pos di era kejayaan Islam tak hanya sekedar sebagai pengantar pesan. Dinasti Mamluk yang berkuasa di Mesir pada 1250 hingga 1517 M juga menjadikan pos sebagai alat pertahanan. Guna mencegah invasi pasukan tentara Mongol di bawah komando Hulagu Khan pada medio abad ke-13 M, para insinyur Mamluk membangun menara pengawas di sepanjang rute pos Irak hingga Mesir. Di atas menara pengawas itu selama 24 jam penuh para penjaga telah menyiapkan tanda-tanda bahaya. Jika bahaya mengancam di siang hari, maka petugas akan membakar kayu basah yang dapat mengepulkan asap hitam. Sedangkan di malam hari, petugas akan membakar kayu kering. Upaya itu ternyata tak sepenuhnya berhasil. Tentara Mongol mampu menembus Baghdad dan memporak-porandakan metropolis intelektual itu. Meski begitu, peringatan awal yang ditempatkan di se pan jang rute pos itu juga berhasil mencegah masuknya tentara Mongol ke Kairo, Mesir.

Hanya dalam waktu delapan jam, berita pasukan Mongol akan menyerbu Kairo sudah diperoleh pasukan tentara Muslim. Itu berarti sama dengan waktu yang diperlukan untuk menerima telegram dari Baghdad ke Kairo di era modern. Berkat informasi berantai dari menara pengawas itu, pasukan Mamluk mampu memukul mundur tentara Mongol yang akan menginvasi Kairo. Menurut Paul Lunde, layanan pos melalui jalur darat pada era kekuasaan Dinasti Mamluk juga sempat terhenti ketika pasukan Tentara Salib memblokir rute pos. Meski begitu, penguasa Dinasti Mamluk tak kehabisan akal. Sejak saat itu, kata dia, Dinasti Mamluk mulai menggunakan merpati pos.

Dengan menggunakan burung merpati sebagai pengantar pesan, pasukan Tentara Salib tak dapat mencegah masuknya pesan dari Kairo ke Irak. “Merpati pos mampu mengantarkan surat dari Kairo ke Baghdad dalam waktu dua hari,” tutur Lunde. Sejak itu, peradaban Barat juga mulai meniru layanan pos dengan merpati seperti yang digunakan penguasa Dinasti Mamluk. Lunde menuturkan, pada tahun 1300 M Dinasti Mamluk memiliki tak kurang dari 1.900 merpati pos. Burung merpati itu sudah sangat terlatih dan teruji mampu mengirimkan pesan ke tempat tujuan. Seorang tentara Jerman bernama Johan Schiltberger menuturkan kehebatan pasukan merpati pos yang dimiliki penguasa Dinasti Mamluk. “Sultan Mamluk mengirim surat dengan merpati, sebab dia memiliki banyak musuh,” cetus Schiltberger. Dinasti Mamluk memang bukan yang pertama menggunakan merpati pos. Penggunaan merpati untuk mengirimkan pesan kali pertama diterapkan peradaban Mesir kuno pada tahun 2900 SM.

Pada masa kekuasaan Dinasti Mamluk, merpati pos juga berfungsi untuk mengirimkan pesanan – pos parsel. Alkisah, penguasa Mamluk sangat puas dengan kiriman buah cherry dari Lebanon yang dikirimkan ke Kairo dengan burung merpati. Setiap burung merpati membawa satu biji buah cherry yang dibungkus dengan kain sutera. Pada masa itu sepasang burung merpati pos harganya mencapai 1.000 keping emas. Layanan merpati pos ala Dinasti Mamluk itu tercatat sebagai sistem komunikasi yang tercepat di abad pertengahan. Hingga akhirnya, Samuel Morse menemukan telegraf pada tahun 1844 dan Guglielmo Marconi menciptakan radio. Referensi

Di situs Malaysia http://uum.edu.my/ ada pesan dari Indonesia ….

In pOlitik on Thursday , 18 June 2009 at 1:03 AM

Dedemit maya yang mengaku dari Indonesia kembali meluncurkan serangan pada situs internet milik warga Malaysia. Kali ini sasarannya adalah situs yang dikelola oleh perguruan tinggi yang cukup terkenal di negera tetangga kita ini, yakni Universiti Utara Malaysia (UUM). Situs resmi UUM, nampak dipermak habis oleh sang cracker. Halaman situs menampilkan gambar tengkorak muncul di tengah-tengah bendera Malaysia. Selain itu juga ada rekaman foto aksi pembakaran bendera Malaysia. Sepertinya aksi ini dipicu oleh kekesalan para cracker yang menilai Malaysia terus berulah merongrong kedaulatan negara Indonesia. Hal ini tampak pada pesan yang ditampilkan di situs tersebut:

“Rakyat Indonesia cinta damai, tapi kalau terus-terusan diusik dan dilecehkan kami juga bisa marah, sabar ada batasnya. Pulau Sipadan dan Ligitan sudah diambil, sekarang mau mencaplok blok Ambalat, Saudara Kami yang ada di sana Dengan Kejinya Kalian Siksa tanpa Rasa kemanusiaan..!! Ini adalah peringatan dari kami, Jika kalian terus mengusik kami, maka akan kami lanjutkan perjuangan ini dengan cara kami sendiri..!,”

Tidak jelas siapa sebenarnya yang berada di balik aksi serangan cyber ini. Pelaku hanya memakai identitas bernama the_g3mb3L pada halaman situs yang telah diserang. Dibawahnya ada ucapan terima kasih ke beberapa pihak, dan sebuah alamat situs. Serta pinguin berbaris mengiring bendera merah putih …. dengan backsound sebuah lagu yang menyayat sesekali diiringi tabuhan genderang ….

Wouw, Indonesia hebat.

THE BEAUTIFUL WARNING

In nUrani on Friday , 12 June 2009 at 11:44 PM

I LOVE INDONEMALAYSIA, YOU LOVE MALAYINDONESIA, WE LOVE INDONESIA (NICE WITHOUT MALAY)

I LOVE INDONEMALAYSIA, YOU LOVE MALAYINDONESIA, WE LOVE INDONESIA (NICE WITHOUT MALAY)

I LOVE INDONEMALAYSIA, YOU LOVE MALAYINDONESIA, WE LOVE INDONESIA (NICE WITHOUT MALAY)

I LOVE INDONEMALAYSIA, YOU LOVE MALAYINDONESIA, WE LOVE INDONESIA (NICE WITHOUT MALAY)

I LOVE INDONEMALAYSIA, YOU LOVE MALAYINDONESIA, WE LOVE INDONESIA (NICE WITHOUT MALAY)

Wuih… Malaysia Juga Rendahkan Pendidikan Kita

Para rektor perguruan tinggi negeri (PTN) sepakat tidak menerima mahasiswa baru asal Malaysia pada Seleksi Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri (SMPTN) tahun ajaran 2009 karena menilai sikap lembaga pendidikan tinggi di Malaysia merendahkan mahasiswa Indonesia. Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof Dr Herry Suhardiyanto MSc mengatakan, kesepakatan tersebut hanya untuk calon mahasiswa asal Malaysia yang akan mengikuti SMPTN saja, sedangkan melalui jalur lainnya tetap terbuka. “Penolakan PTN di Indonesia karena kami saat ini belum siap menerimanya dan para rektor tengah mengkaji kembali,” kata Herry Suhardiyanto, Jumat (12/6) malam.

Menurut dia, penolakan terhadap calon mahasiswa asal Malaysia tersebut tidak selamanya, tapi akan dievaluasi lagi untuk tahun ajaran berikutnya. Ketidaksiapan PTN di Indonesia, kata dia, antara lain karena sikap dari lembaga pendidikan tinggi di Malaysia yang dinilai merendahkan mutu pendidikan di Indonesia, khususnya Fakultas Kedokteran. Mahasiswa kedokteran Indonesia yang akan melanjutkan pendidikan di Malaysia harus diseleksi atau tes lebih dulu melalui sebuah lembaga pendidikan. ”Jika seleksi atau tes dari lembaga tersebut menyatakan mahasiswa kedokteran Indonesia tidak layak, maka tidak bisa melanjutkan pendidikan di Malaysia,” katanya.

Menurut dia, karena itu para rektor PTN sepakat tidak menerima calon mahasiswa baru asal Malaysia melalui SMPTN tahun ajaran 2009, sedangkan melalui jalur lainnya tetap terbuka. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional (Dirjen Dikti Depdiknas) Fadli Jalal ketika dikonfirmasi hal ini mengatakan belum tahu karena belum menerima laporan. “Saya belum bisa memberikan pernyataan, tapi akan mengecek kabar ini ke forum rektor apakah benar argumen tersebut,” katanya. Kalau pun ada ketersinggungan dari para rektor PTN, kata dia, akan saya cek apa penyebabnya dan bagaimana persoalan sebenarnya. Informasi yang diterima, sebanyak 56 rektor PTN sepakat tidak menerima mahasiswa baru asal Malaysia pada tahun ajaran 2009.

I LOVE INDONEMALAYSIA, YOU LOVE MALAYINDONESIA, WE LOVE INDONESIA (NICE WITHOUT MALAY)

I LOVE INDONEMALAYSIA, YOU LOVE MALAYINDONESIA, WE LOVE INDONESIA (NICE WITHOUT MALAY)

I LOVE INDONEMALAYSIA, YOU LOVE MALAYINDONESIA, WE LOVE INDONESIA (NICE WITHOUT MALAY)

I LOVE INDONEMALAYSIA, YOU LOVE MALAYINDONESIA, WE LOVE INDONESIA (NICE WITHOUT MALAY)

I LOVE INDONEMALAYSIA, YOU LOVE MALAYINDONESIA, WE LOVE INDONESIA (NICE WITHOUT MALAY)

Turut belasungkawa atas terjadinya musibah kecelakaan pesawat Heli Puma H 3306 TNI AU di Lanud Atang Sendjaya Bogor, 12 Juni 2009

In sumber daya on Friday , 12 June 2009 at 11:05 PM
Kami turut berbelasungkawa atas terjadinya musibah kecelakaan pesawat Heli Puma H 3306 TNI AU di Lanud Atang Sendjaya Bogor Indonesia, 12 Juni 2009.

Semoga arwah para korban yang tewas dalam musibah ini diterima di sisi Allah SWT dan dosa-dosanya dapat diampuni.

Semoga para korban luka-luka dalam musibah ini, dapat ditanggulangi, diobati, dirawat dengan baik, dan kembali menjadi sehat wal afiat, serta tetap sabar menerima musibah ini.

Semoga keluarga para korban tetap sabar dan tawakal menghadapi cobaan musibah ini.

Semoga keluarga besar TNI AU, khususnya keluarga besar Lanud Atang Sendjaya dan Skuadron Udara VIII tetap tegar dalam menghadapi cobaan musibah ini.

Yogyakarta, 12 Juni 2009

Kolonel Sus Drs. H. Mardoto, M.T.,beserta keluarga.

Apa kata Kepala Staf TNI AU tentang profesionalisme, daya saing, dan perubahan?

In militer on Thursday , 11 June 2009 at 10:15 AM

Kasau Marsekal TNI Subandrio pada Pembekalan kepada Perwira Sekolah Staf Komando Kesatuan Angkatan Udara (Sekkau) Angkatan ke-85 di Kampus Sekkau Lanud Halim Perdanakusuma, Rabu, 9 Juni 2009 menyatakan:

Profesianalisme perwira TNI Angkatan Udara  secara bulat mencerminkan kemampuan untuk memimpin dan membina organisasi TNI Angkatan Udara. Pada hakikatnya profesionalisme yang dikaitkan dengan tuntutan peran TNI Angkatan Udara serta dihadapkan kepada tantangan yang dihadapi, baik yang berdimensi luar negeri maupun dalam negeri, maka perwira TNI Angkatan Udara diharapkan mampu bertindak sebagai patriot, ahli dalam bidangnya, pemimpin, pembina dan pemikir. “Jiwa patriotisme haruslah melekat sepanjang masa pengabdian, sedangkan derajat keahlian dan kemampuan untuk memimpin, membina dan berpikir, tentu disesuaikan dengan tingkat kepangkatan dan jabatan perwira yang bersangkutan.”

Saat ini persaingan berubah secara mendasar, dari berkompetisi (Competition) menjadi perlawanan (Adversary), karenanya persaingan akan dimenangkan oleh mereka yang mampu memiliki daya saing tinggi dan berkelanjutan. Daya saing dimaksud adalah kemampuan bersaing dalam kecepatan (Speed) dan inovasi (Inovation), jadi bukan lagi berdasarkan siapa yang kuat atau besar, tetapi siapa yang cepat dan inovatiflah yang akan keluar sebagai pemenang.

Perubahan merupakan keniscayaan dan menjadi suatu keharusan, oleh karenanya perubahan harus dilaksanakan oleh seluruh personel TNI Angkatan Udara, dari tingkat terendah sampai dengan tingkat pengambil keputusan. Diperlukan pembaharuan, utamanya mindset (cara berpikir) secara berlanjut sesuai perubahan paradigma. Referensi

Belanja militer dunia naik, bung. Belanja militer Indonesia?

In militer on Tuesday , 9 June 2009 at 8:00 PM

Belanja militer global meningkat 4 persen pada tahun 2008 dengan rekor 1.464 miliar dollar AS, dan itu berarti naik sampai 45 persen dibanding 1999. Demikian diungkapkan lembaga perdamaian SIPRI dan direlease situs lainnya, di Stockholm, Swedia, Senin 8 Juni 2009. Hal ini amat berbeda dengan situasi yang dihadapi oleh penerbangan ruang angkasa sipil maupun maskapai penerbangan komersial. “Krisis keuangan masih belum berdampak atas pendapatan dan keuntungan dari perusahaan-perusahaan besar maupun pesanan lama,” tulis Sipri atau Lembaga Penelitian Riset Perdamaian Stockholm.

Operasi pasukan penjaga perdamaian internasional juga membawa keuntungan kepada industri pertahanan dengan peningkatan belanja sebesar 11 persen. Operasi internasional itu dikerahkan di daerah-daerah berbahaya, antara lain Darfur dan Republik Demokratik Kongo. “Rekor sudah tercatat dengan pengerahan operasi perdamaian internasional mencapai 187.586 personel.”

Menjelang pameran Paris Air Show pekan depan, yang menjadi ajang produk-produk industri ruang angkasa dan pertahanan, tampaknya pusat perhatian beralih dari produksi pesawat sipil, yang harus berjuang karena resesi global, ke arah perusahaan yang memproduksi pesawat tempur dan peralatan militer lain. Secara total, 100 perusahaan utama menjual persenjataan senilai 347 miliar dollar tahun 2007, yang merupakan data terbaru yang tersedia. Dan hampir semua perusahaan utama itu merupakan perusahaan Amerika atau Eropa. Sebanyak 61 persen dari total penjualan itu dikuasai oleh 44 perusahaan Amerika, sementara 32 perusahan di Eropa Barat meraih 31 persen pasar. Perusahaan senjata lain berasal dari Rusia, Jepang, Israel, dan India. “Sejak Tahun 2002, nilai penjualan dari 100 perusahaan senjata utama meningkat 37 persen,” kata Sipri.

Masa kepresidenan George W Bush merupakan periode berlanjutnya industri senjata. Hal ini mengikuti masa konsolidasi tahun 1990-an dan 2000-an.” Industri raksasa Amerika, Boeing, tetap merupakan yang terbesar dengan penjualan persenjataan mencapai 30,5 miliar dollar sepanjang 2007. Sedangkan industri Inggris, BAE Systems, menduduki peringkat kedua dengan nilai penjualan 29,9 miliar dollar dan di peringkat ketiga adalah Lockheed Martin dengan 29,4 miliar dollar. Amerika Serikat masih tetap merupakan pembeli terbesar dengan 58 persen dari total belanja global, walau China dan Rusia terus membuntuti. China maupun Rusia meningkatkan anggaran belanja militernya sampai sekitar 3 kali lipat dan Rusia merencanakan anggaran yang lebih besar walapun sedang menghadapi masalah ekonomi.

Sementara itu, anggaran belanjar militer Timur Tengah menurun sedikit pada tahun 2008, namun Sipri mengatakan, pengurangan itu hanya bersifat sementara. “Banyak negara di kawasan itu yang merencanakan pembelian senjata besar-besaran.” Salah satu pengecualian di Timur Tengah adalah Irak dengan anggaran militer meningkat sampai 113 persen pada tahun 2008 dibanding tahun sebelumnya. “Irak tetap amat tergantung pada Amerika Serikat untuk pasokan senjata dengan sejumlah rencana order,” kata Sipri.

Adapun perang di Afganistan dan Irak menghabiskan dana sebesar 903 miliar. “Ide perang melawan teror telah mendorong sejumlah negara melihat masalah mereka melalui lensa militer, dan menjadi alasan bagi tingginya anggaran militer,” kata Sam Perlo-Freeman, Ketua Proyek Belanja Militer di Sipri.

Bagaimana dengan anggaran militer Indonesia? Lihat rankingnya disini.

Resminya bagaimana? Bacalah ini:

Departemen Pertahanan dalam penggunaan anggaran tahun 2008 akan memperioritaskan sasaran pembangunan kekuatan TNI yang utamanya mengacu kepada tritunggal, yaitu kesiapan operasional satuan, peningkatan profesionalitas, serta kesejahteraan prajurit TNI dan PNS.  Sedangkan sasaran pembangunan komponen pendukung ditujukan untuk mendayagunakan potensi sumber daya nasional dalam arti luas yaitu mewujudkan kesadaran bela negara untuk kepentingan pertahanan negara. “Hal itu sebagai arah strategis sistem pertahanan negara tahun 2005 – 2009 yang berporos kepada pertahanan militer dan nir militer,” kata Menhan Juwono Sudarsono.

Menurut Juwono, pembangunan kekuatan negara belum dapat diselenggarakan secara konprehensif, integral dan matra pembangunan kekuatan pertahanan militer dan nir militer, karena anggaran bidang pertahanan serta komponen bangsa masih sangat terbatas. Atas pembangunan tersebut maka pembangunan kekuatan pertahanan negara masih difokuskan kepada kekuatan utama yaitu TNI. “Kita harus mengakui bahwa pembangunan kekuatan pertahanan negara belum dapat diselenggarakan secara komprehensif, integral dan matra pembangunan kekuatan pertahanan militer dan nir militer karena anggaran pertahanan serta komponen bangsa masih sangat terbatas,” ungkapnya.
Dia menyebutkan keterbatasan ini sejak tahun 2005 dimana pembangunan pertahanan menghadapi kompleksitas permasalahan sehingga terjadi tarik menarik simpul keterbatasan anggaran pertahanan dan tersedia di bawah 1 % dari produk domestic bruto yang berkisar Rp480 triliun. “Ini kurang dari 1%, atau hanya Rp36,9 triliun, sedangkan yang dihadapi kebutuhan strategis yang diabaikan untuk kebutuhan pembinaan, penggunaan kekuatan pertahanan Negara,” ujar Juwono
Menurut Juwono, kunci dari kebutuhan strategis pembangunan kekuatan pertahanan negara adalah pembangunan di dalam keterbatasan anggaran. Namun walaupun demikian pemerintah telah bekerja keras untuk menaikan anggaran pertahanan, terlihat tahun 2005 -2007 yaitu arah penggunaan anggaran untuk mencapai tri tunggal. Kalau  dilihat alokasi anggaran Dephan dan TNI tahun 2008 mencapai Rp36,9 triliun, yang berarti mengalami kenaikan nominal 11,52% dari anggaran tahun 2007 sebesar Rp32,9 triliun. Anggaran TA 2008 ini yang penggunaannya untuk belanja rutin 50% dan 50% lagi untuk  memenuhi kebutuhan pembangunan.
Padahal yang sesungguhnya dibutuhkan Rp100 trlium, untuk kebutuhan minimum, jadi kita hanya memperoleh 36% dari kebutuhan minimum,” ujar Juwono.
Meskipun demikian, dapat disimpulkan bahwa kebutuhan untuk pembangunan pertahanan negara masih terpenuhi di bawah sasaran. Untuk itu menjadi pemikiran bersama Departemen Pertahanan dan TNI bahwa basis kemampuan anggaran pemerintan menjadi dasar dalam menentukan langkah strategis yaitu tepat sasaran, tepat pembangunan anggaran dan efesien. Dia meminta seluruh jajaran pimpinan Dephan maupun TNI dan peserta Rapim Dephan agar pedomani arah kebijakan pemerintah tentang pembangunan kekuatan TNI yaitu membangun kekuatan TNI secara bertahap, sesuai dengan kemampuan ekonomi, dan kekuangan Negara berbasis anggaran oleh kerana itu sasaran penggunaan anggaran mengutamakan urgensi dan prioritas sasaran yang berkaitan langsung tugas nyata dan tritunggal dan sasarannya sejauh mungkin menggunakan produk alutsista industri dalam negeri.

Sumber lainnya:

Departemen Keuangan (Depkeu) dan DPR telah menyetujui penambahan anggaran operasional Tentara Republik Indonesia (TNI) sebesar Rp 200 miliar. Tambahan dana ini guna mendukung operasi pengamanan daerah rawan, daerah perbatasan, dan pengamanan pulau terluar. Kepala Pusat Penerangan TNI Marsda Sagom Tamboen menyambut baik suntikan dana ini. Namun, dia menegaskan TNI masih kesulitan menutupi dana operasional tahun 2009. Awal tahun ini, pos operasional rutin militer dipotong sekitar Rp478 miliar.

Jadi masih ada minus lebih dari Rp260 miliar,” kata Sagom. Dengan tambahan senilai Rp200 miliar, nilai total operasional TNI tahun ini memang terkerek menjadi Rp586,932 miliar. Tapi jumlah tersebut masih minim dibandingkan tiga tahun terakhir. Data Depkeu menyebutkan, dana pengamanan daerah rawan, perbatasan, dan pulau terluar sejak tahun 2006 selalu di atas Rp800 miliar. Tahun 2006 sebesar Rp850 miliar, 2007 Rp839 miliar, dan 2008 Rp867 miliar. Baru tahun 2009 diturunkan menjadi hanya Rp386,93 miliar.

Jadi masih jauh dari anggaran normal,” kata Sagom. Kekurangan itu, katanya, sangat menyulitkan TNI di lapangan. Sagom mengatakan, kalaupun penambahan anggaran hanya Rp200 miliar, TNI telah mengambil langkah antisipasi. TNI akan tetap melaksanakan tugas pokoknya dengan baik dengan mempertajam skala prioritas dalam pengadaan senjata, pelatihan dan pelaksanaan operasional. Masalah keterbatasan anggaran, kata dia, bukan hal baru bagi TNI. Militer sudah terbiasa dengan kondisi darurat dan serba apa adanya. “Kami terbiasa menyiasati keterbatasan anggaran tersebut,” kata lulusan Akademi Angkatan Udara tahun 1975 itu. Namun, konsekuensi dari keterbatasan itu harus tetap disampaikan. Sebelumnya, saat rapat kerja dengan Panitia Anggaran DPR, Kamis (30/4) lalu, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengakui anggaran pengamanan daerah rawan, perbatasan, dan pulau terluar mendesak diberikan karena seluruh pasukan disebarkan di semua lokasi.

Semua kebutuhan logistik tetap harus diamankan,” kata dia. Ketua Panitia Anggaran DPR Emir Moeis menyatakan sudah mendapatkan surat dari Komisi I (bidang pertahanan) DPR terkait permintaan tambahan anggaran itu. Karena itu, Panitia Anggaran menyetujui penambahan anggaran Rp200 miliar yang diajukan. Dia meminta, Depkeu memberikan alokasi anggaran tambahan kembali untuk operasional TNI. Apalagi pemotongan sebelumnya ditenggarai bakal membahayakan kemampuan TNI dalam menjaga kedaulatan dan stabilitas nasional.

Jadi, apa yang dapat kita simpulkan? Perang, bertahan, perang, bertahan, perang, ………………. apapun itu semuanya butuh anggaran!

Malaysia susupi Ambalat karena tahu Indonesia lemah

In bLog, country, dEmokrasi, eKsekutif, global, hAm, indonesia, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, mAhasiswa, mAnajemen, militer, operasi, pEndidikan, pEringkat iNdonesia, pErtahanan, readiness, sumber daya, teknologi on Thursday , 4 June 2009 at 8:56 AM

Krisis Ambalat muncul lagi setelah sempat ramai pada tahun 2005 dan 2007 lalu. Berkali-kali armada perang Malaysia memasuki perairan di Kaltim ini. Hal itu terjadi karena kekurangan kita sendiri. “Persoalan Ambalat karena pertahanan kita lemah. Malaysia tahu betul kita lemah makanya dia berani macam-macam,” ujar pengamat militer dari LIPI Jaleswari Pramodhawardani dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (4/6/2009).

Menurut dia, lemahnya pertahanan kita disebabkan karena minimnya anggaran pertahanan kita selama ini. “Lihat saja armada kapal perang kita, sudah banyak yang tua dan jumlahnya sangat sedikit bila dibandingkan dengan Malaysia,” terang perempuan ini. Namun ketika dibandingkan dengan kasus Sipadan dan Ligitan, Jaleswari mengatakan posisi kita saat ini lebih kuat. “Ini beda, sekarang lebih jelas statusnya di Indonesia dan diurus segala macam. Posisi kita lebih kuat,” tandas Jaleswari.

Nah, para pengunjung setia blog saya, monggo ditelaah kenyataan tersebut di atas. Kalau kita masih cinta negara dan bangsa ini, mestinya kita terus berusaha, berfikir dan bertindak, apa yang terbaik dan sebaiknya dilakukan untuk pertahanan negara dan bangsa ini di bidang militer? Anda punya ide? Masak bolak balik “dipermalukan” Malaysia terus. Sebagai bangsa, kita mestinya harus menjaga martabat bangsa sendiri dengan cara yang terbaik, jangan sampai direndahkan terus oleh bangsa lain. Toh, kita sama-sama punya Hak Asasi Manusia.

Ini baru Indonesia Banget: Bendera Merah Putih akan dikibarkan di bawah laut

In bLog, country, e-goverment, eKsekutif, global, hAm, indonesia, informasi, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, mAnajemen, militer, operasi, pEndidikan, pErtahanan, readiness, sumber daya, tEknologi iNformasi, teknologi on Wednesday , 3 June 2009 at 3:06 PM

Tepat di Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI 2009 akan ada selam massal dan pengibaran bendera dan upacara bendera di dalam laut. “Direncanakan kegiatan akan memecahkan rekor dunia guinness world record, karena nanti ada 1.500 penyelam. Khusus untuk upacara di bawah laut baru Indonesia yang melakukannya,” kata Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut Laksamana Pertama TNI Iskandar Sitompul saat Konferensi Pers Sail Bunaken 2009 di Graha Marinir Jakarta, Rabu (3/6). Dengan selam massal ini, lanjutnya, bisa meningkatkan citra positif Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia. Kegiatan ini merupakan bagian dari Sail Bunaken 2009 yang berlangsung di Manado pada tanggal 11-19 Agustus 2009. “Kegiatan puncaknya adalah International Fleet Review (IFR),” katanya.

IFR merupakan parade kapal perang yang rencananya akan diinspeksi oleh Kepala Negara yang juga Panglima Tertinggi TNI. “Saat ini ada 24 kapal perang asing yang akan bergabung. Ditambah 20 kapal dari Indonesia,” ungkap Iskandar. 14 negara yang akan hadir beserta kapalnya adalah Amerika Serikat, Australia, Brasil, India, Inggris, Jepang, Malaysia, Pakistan, RRC, Rusia, Selandia Baru, Singapura, dan Thailand. Jumlah tersebut masih ditambah delegasi dari 15 negara, seperti Belanda dan Portugal. Kegiatan lain yang disenggarakan, antara lain reli kapal-kapal pesiar dari luar negeri yang akan diikuti lebih dari 100 kapal, seminar maritime security and fishing impact, parade budaya dan makanan nusantara, dan jet ski exhibition.

Ini baru Indonesia Banget. Perkuat terus eksistensi Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia. Tingkatkan alutsista pertahanan laut dan udara, agar Indonesia Jaya terwujud secara nyata.

Pemotretan udara untuk kepentingan militer dan pembangunan nasional

In bLog, country, e-goverment, eKsekutif, global, kEpemimpinan, kOmputer, mAnajemen, militer, operasi, pErtahanan, sumber daya, tEknologi iNformasi, teknologi on Tuesday , 2 June 2009 at 3:00 AM

Pemotretan udara merupakan suatu kegiatan perekaman data yang dilakukan melalui udara dengan wahana pesawat udara, helikopter, balon udara terhadap obyek maupun gejala di permukaan bumi. Kadissurpotrudau, Marsma TNI Drs. Paulus D. Harsoyo mengatakan, kegiatan ini perlu dilakukan untuk mendapatkan data yang up to date guna mendukung kondisi pertahanan dan keamanan negara serta pembangunan nasional. Keenam lokasi yang dipilih adalah Lanud Halim Perdanakusuman Jakarta, Lanud Suryadarma Subang, Lanud Adi Sucipto Yogyakarta, Lanud Adi Sumarmo Solo, Lanud Iswahyudi Madiun, dan Lanud Abdulrahman Saleh Malang. “Pemilihan lokasi tersebut didasarkan atas banyaknya perubahan yang terjadi dan juga karena data yang ada telah lama sehingga perlu diperbaharui, dengan adanya pembaharuan foto udara ini diharapkan dapat diketahui besarnya perubahan fungsi dan penggunaan lahan agar nantinya pemetaan lahan TNI AU benar-benar akurat dan terlihat dengan jelas batas-batasnya”, jelas Marsma TNI Drs Paulus D Harsoyo.

Pemotretan udara ini dilakukan dengan metode pemotretan vertikal dimana sumbu kamera tegak lurus dengan objek di permukaan bumi. Kamera yang digunakan ada dua, yaitu kamera large format manual RMK TOP dan kamera DSLR Nikon D2Xs yang dipasang di pesawat Cassa 212 A- 2103 dari Skadron Udara 4 Lanud Abdulrahman Saleh. Penggunaan double camera ini dimaksudkan untuk mendapatkan foto udara berwarna yang dapat mewakili keadaan sebenarnya di lapangan dari segi posisi, bentuk, dan ukuran“, tutur Kadissurpotrudau. Pada pelaksanaan pemotretan udara di Lanud Halim Perdanakusuma (25/5), Lanud Suryadarma (26/5), dan di Lanud Adi Sumarmo (28/5) telah dapat terlaksana dengan baik dan hasilnya masih dalam proses pembuatan. Sedangkan untuk Lanud lainnya masih dalam proses pengerjaan mulai hari Jumat (29/5) dan seterusnya diantaranya wilayah Lanud Adi Sucipto, Lanud Iswahjudi serta Lanud Abdulrachman Saleh.

Cakupan area pemotretan sekitar 50 km² yang hasilnya dapat digunakan selain untuk pemetaan lahan TNI AU, juga dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pembangunan nasional seperti penentuan lokasi strategis pembangunan berbagai infrastruktur pemerintah maupun untuk pemetaan daerah rawan bencana. Referensi

Salah kalau kekuatan udara nasional diartikan hanya berupa pesawat terbang

In bLog, country, eKsekutif, global, indonesia, informasi, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, lEgislatif, mAnajemen, militer, pEndidikan, pEringkat iNdonesia, pErtahanan, pOlitik, risiko, sumber daya, tEknologi iNformasi, teknologi on Monday , 1 June 2009 at 4:16 PM

Kekuatan udara nasional cenderung diartikan hanya berupa pesawat terbang dan peralatan lain yang digunakan oleh Angkatan Udara, armada penerbangan sipil, industri, dan jasa kedirgantaraan serta penerbangan yang ada di TNI AD, AL, Polri belum kita pahami sebagai bagian dari kekuatan udara nasional Indonesia. Demikian juga dalam pemanfaatannya, pada umumnya hanya dikaitkan dengan kepentingan militer (perang) dan melupakan kegunaannya untuk kesejahteraan rakyat.

Hakekat kekuatan udara nasional (Indonesia Air Power) bagi bangsa Indonesia adalah seluruh kemampuan dan kekuatan bangsa untuk menggunakan wahana yang beroperasi di atau/melalui udara. Demikian penjelasan Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Subandrio saat bertindak sebagai Keynote Speaker pada Jakarta International Aerospace Medicine Symposium (JIAMS) di Lembaga Kesehatan Penerbangan dan Antariksa (Lakespra) dr. Saryanto, Jakarta Selatan, Senin (1/6).

Dengan demikian jelaslah bahwa kekuatan udara nasional tidak identik dengan hanya Angkatan Udara saja. Kalau kita berbicara kekuatan udara nasional di Indonesia tentu tidak terlepas dari kondisi geografi negara kita yang berbentuk kepulauan (Archipelago State). Dihadapkan dengan bentuk geografi dan luas wilayah Indonesia, maka faktor kecepatan yang dimiliki oleh kekuatan udara baik wahana gerak berawak (pesawat terbang), maupun wahana gerak tak berawak (peluru kendali), menjadikan pilihan utama untuk dibangun dan dikembangkan secara proporsional. Referensi

AMBALAT ”MEMANAS”, TNI AU KEMBALI TERBANGKAN BOEING 737

In bLog, e-goverment, global, indonesia, informasi, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, mAnajemen, militer, operasi, pEndidikan, pErtahanan, pOlitik, saing, sumber daya, tEknologi iNformasi, teknologi on Friday , 29 May 2009 at 9:54 AM

Setelah lebih kurang satu tahun relatif tenang, kini kawasan perairan Ambalat KalimantanTimur kembali mulai ”memanas”. Aura ketegangan mulai nampak, ketika dalam dua hari dalam pekan ini (24 – 25 Mei 2009), di wilayah NKRI itu terjadi dua kali incident pengusiran kapal-kapal perang Malaysia oleh Kapal Republik Indonesia (KRI) TNI AL maupun terdeteknya helikopter Malaysian Maritime Enforcement Agency dan pesawat Beechraft Malaysia yang memasuki wilayah NKRI hingga sejauh 40 mil laut.

Mencermati perkembangan tersebut, pihak TNI AU mengerahkan satu flight pesawat intai maritim jenis Boeing 737 untuk melaksanakan patroli dan pengamatan dari udara di kawasan yang kaya kandungan minyak itu, Kamis (28/5). Tepat pukul 08.40 wita pesawat Boeing 737 yang diterbangkan oleh Mayor Pnb Beny dan copilot Lettu Pnb Agus take off dari Lanud Sultan Hasanudin, Makasar menuju Ambalat area.

Awak pesawat Boeing A-7303 sedang mengoperasikan kamera wes camp dari dalam pesawat pada Operasi Pengamanan Kawasan Ambalat, dalam rangka mendeteksi ada/tidaknya target.  Tampak dalam layar monitor kamera pesawat tertangkap sebuah kapal niaga sedang melintas di Kawasan Ambalat. (Foto : Penkoopsau II)

Awak pesawat Boeing A-7303 sedang mengoperasikan kamera wes camp dari dalam pesawat pada Operasi Pengamanan Kawasan Ambalat, dalam rangka mendeteksi ada/tidaknya target. Tampak dalam layar monitor kamera pesawat tertangkap sebuah kapal niaga sedang melintas di Kawasan Ambalat.

Pesawat dengan tail number A-7303 yang berhome base di Skadron Udara 5 Lanud Sultan Hasanudin ini, melaksanakan misi maritime patrol dan pengamatan terhadap kapal-kapal yang berlayar di perairan Ambalat dan sekitarnya. Sesaat di atas kawasan Ambalat, pesawat yang dilengkapi dengan peralatan camera Wes Cam yang mampu mendeteksi kapal-kapal di atas permukaan itu pun beraksi. Dari ketinggian 10.000 feet, selama kurang lebih dua puluh lima menit, pesawat Boeing A-7303 terus melaksanakan pengamatan dan pemantauan di atas Ambalat area. Selama itu, tidak ditemukan target kapal yang mencurigakan, lebih-lebih kapal-kapal perang negara tetangga seperti yang terjadi dua tiga hari lalu.

Dari pantauan kamera yang ada di pesawat Boeing 7303, hanya beberapa kapal niaga / peti kemas tampak sedang berlayar. TNI AU sendiri, dalam hal ini Koopsau II secara rutin terus melaksanakan patroli dan pengamanan di kawasan Ambalat. Dalam kalender Koopsau II, pengamanan wilayah Ambalat merupakan operasi yang dilaksanakan sepanjang tahun. Pesawat yang dilibatkan dalam operasi Ambalat meliputi pesawat Boeing 737 dan Sukhoi Su-27/30 MK. Kedua jenis pesawat ini selalu stanby on call. Sementara koordinasi dengan pihak TNI AL, dalam hal ini Koarmatim juga terus dilakukan guna mendapatkan data-data maupun informasi yang up to date seputar keamanan wilayah Ambalat. Referensi

Good news: Dephan upayakan biaya pemeliharaan Alutsista Tahun 2010 Rp 1 Triliun

In bLog, e-goverment, eKsekutif, global, hIdup, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, lEgislatif, mAnajemen, militer, pEringkat iNdonesia, pErtahanan, pOlitik, risiko, sumber daya, tEknologi iNformasi, teknologi, uang on Tuesday , 26 May 2009 at 5:00 AM

Dephan RI akan mengupayakan agar anggaran pemeliharaan alutsista pada tahun ini bisa kembali ke tahun 2008. Yaitu dari Rp 600 miliar menjadi Rp 700 miliar dan pada tahun depan bisa Rp 1 triliun.

Demikian kata Menhan Juwono Sudharsono di sela-sela peninjauan Presiden SBY di rumah susun dinas Paspampres, Bojong Nangka, Bogor, Senin (25/5/2009) .

“Saat ini anggaran pemeliharaan sekitar Rp 600 miliar untuk semua satuan di semua angkatan. Itu coba tingkatkan menjadi Rp 700 miliar seperti 2008 lalu. Kalau bisa tahun depan jadi Rp 1 triliun,” ujar dia.

Nilai tersebut merupakan minimum essential funding untuk pembiayaan

keperluan minimum essential forces. Dengan demikian tingkat

keselamatan prajurit menggunakan alutsista yang beresiko tinggi dapat

ditingkatkan.

Peningkatan alokasi pemeliharaan itu bisa jadi tidak melalui mekanisme

APBNP, melainkan efisiensi dari pos lain dalam anggaraan pertahanan.

Mengingat keterbatasan anggaran negara tanpa mengorbankan dana untuk

pos lain yang sama pentingnya.

Menyinggung usulan DPR pengadaan alutsista baru, menurut Menhan patut

untuk dihargai. Namun, sementara ini proyek tersebut untuk harus ditunda karena anggaran yang belum mendukung.

“Mari kita realistis bahwa dengan APBN yang terbatas kita tunda dulu

setiap pembelian dan pengadaan alutsista baru,” ujar Menhan.

Turut belasungkawa atas terjadinya musibah kecelakaan pesawat C-130 Hercules A-1325 TNI AU di Magetan Jawa Timur, 20 Mei 2009

In bLog, country, indonesia, informasi, kEpemimpinan, mAnajemen, militer, pErtahanan, sumber daya, teknologi on Wednesday , 20 May 2009 at 10:59 AM

Kami turut berbelasungkawa atas terjadinya musibah Kecelakaan pesawat angkut jenis C-130 Hercules A-1325 milik TNI AU yang terjadi di Desa Geplak, Karas, Megetan, Jawa Timur, Rabu, 20 Mei 2009.

hercules_x

Semoga para korban yang tewas dalam musibah ini diterima di sisi Allah dan dosa-dosanya dapat diampuni.

Semoga para korban luka-luka dalam musibah ini, dapat ditanggulangi, diobati dan dirawat dengan baik, semoga kembali menjadi sehat wal afiat, dan tetap sabar menerima musibah ini.

Semoga keluarga para korban tetap sabar dan tawakal menghadapi cobaan musibah ini.

Semoga keluarga besar TNI AU, khususnya keluarga besar crew Hercules dan Lanud Iswahyudi tetap tegar dalam menghadapi cobaan musibah ini.

Yogyakarta, 20 Mei 2009

Hacker telah mencuri data Jet Tempur terbaru Pentagon AS, diduga dari China!

In bLog, country, eKsekutif, global, hAm, hIdup, indonesia, informasi, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, kOmputer, mAhasiswa, mAnajemen, militer, operasi, pEndidikan, pEringkat iNdonesia, pErtahanan, ranking, risiko, tEknologi iNformasi, teknologi, uang on Wednesday , 22 April 2009 at 10:31 AM

twsj-f-35-01 Ribuan data rahasia pesawat tempur paling canggih milik AS F-35 Joint Strike Fighter dibobol hacker selama dua tahun terakhir. Pembobol berhasil mengacak-acak sistem elektronik pesawat itu melalui komputer-komputer kontraktor Pentagon yang bertugas merancang dan mengembangkan pesawat tersebut. Demikian diungkapkan sejumlah pejabat yang enggan disebutkan namanya karena sensitifnya kasus ini. Seperti dilaporkan CNN, Rabu, 22 April 2009, para hacker juga memasuki sistem kontrol lalu lintas Angkatan Udara AS. Mereka bahkan bisa mendapatkan informasi tentang lokasi penerbangan pesawat militer AS.

Pesawat F-35 Joint Strike Fighter adalah pengembangan F-35 Lightning II. Pesawat baru ini dirancang menjadi pesawat tempur yang bisa digunakan bagi Angkatan Laut, Angkatan Darat, maupun Angkatan Udara. Projek pembuatan pesawat itu bernilai 300 miliar dollar AS.

cnnartjsflockheedSebagian besar data yang dibobol seputar rancang bangun dan statistik kemampuan pesawat, termasuk sistem elektroniknya. Dengan data itu, pembobol bisa dengan mudah menggunakannya untuk membuat pesawat tandingan. Sementara itu, The Wall Street Journal menyatakan, hacker mampu menyalin beberapa terabyte data mengenai pesawat termahal itu. Satu terabyte adalah 1.000 gigabyte. “Tak pernah terjadi yang seperti ini,” kata seorang mantan pejabat.

Belum jelas seberapa parah penerobosan tersebut atau siapa sesungguhnya para pencuri data itu, tapi data paling peka mengenai projek pesawat tempur dilaporkan disimpan di komputer yang aman dan tak tersambung ke internet. Wall Street mengutip beberapa mantan pejabat AS yang tak disebutkan jati diri mereka dan mengatakan serangan itu “tampaknya berasal di China”. Satu laporan belum lama ini dari Pentagon menyatakan, militer China telah membuat “kemajuan pasti” dalam pengembangan teknik bagi peningkatan perang online sebagai bagian dari upaya mengimbangi militer yang kurang berkembang.

statitsitik-seranganData serangan ke jaringan komputer AS memang meningkat tajam. Pada tahun 2008 saja dilaporkan ada 18.050 serangan cybersecurity, dengan berbagai jenis serangan, seperti terlihat pada data statistik disamping. Mengapa kok banyak yang menyerang lewat internet/jaringan komputer, hayo kenapa?

Padahal kita ketahui, pada awal April 2009, China telah membantah laporan The Wall Street Journal bahwa para pencuri data China dan Rusia telah berusaha mengirim virus ke dalam instalasi listrik AS.

Wuah, hebat tuh hacker, dengan cari file-file F-35 JSF bisa membangun pesawat seperti itu. Kalau saja ada warganegara Indonesia yang punya kemampuan menerobos “jaringan musuh” dan kemudian “didedikasikan” untuk negara dan bangsa, kita jadi hebat juga lho … terutama bidang pertahanan maupun keamanan yang berbasis teknologi informasi. Tetapi jangan menerobos jaringan komputer ataupun mengacak-acak website milik bangsa sendiri ya, sayang lho …. love your country!

Kalau negara ini baik (teknologi informasinya, jaringan komputernya) kita berharap warganegaranya juga dapat menikmati kehidupanan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang baik, aman, sejahtera. Begitu ya?

Kapal selam pertama Malaysia hampir tiba. Bagi kita berita baik atau kabar buruk ya?

In anggaran, bLog, country, damai, daya, global, hIdup, indonesia, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, lEgislatif, mAnajemen, militer, operasi, pErtahanan, pOlitik, peace, sumber daya, teknologi on Monday , 20 April 2009 at 12:00 PM

Akhirnya Malaysia punya kapal selam juga. Kapal selam pertamanya ini bernama “Scorpene” KD Tanku Abdul Rahman. Kapal ini telah bertolak dari Toulon, Prancis, 24 Januari 2009 yang lalu, dan akan tiba di Kuala Lumpur pada 25 Juli 2009. Kapal selam itu akan merapat di dermaga pangkalan AL Sultan Abdul Aziz Shah di Pulau Indah, Klang, kemudian kapal selam itu kemudian akan berlayar menuju pangkalan AL di Lumut, tempat para awaknya berpangkalan. Kapal selam itu akan dioperasikan sepenuhnya oleh awak dari Malaysia yang mengikuti pelatihan untuk misi-misi khusus. “Scorpene” merupakan jenis kapal selam yang dapat beroperasi pada kedalaman 100-200 meter dan dilengkapi enam peluru kendali, rudal permukaan anti-kapal perang dan rudal anti-kapal selam. Kapal buatan perusahaan Navantia dari Spanyol dan DCNS dari Prancis itu menggunakan tenaga listrik dan diesel, dan dapat mencapai kecepatan 20 knots dan mampu membawa 10 torpedo dan 30 ranjau.

kapalselam-scorpene

“Scorpene” yang dikembangkan bersama oleh Perancis-Spanyol dari perusahaan pembuatan kapal selam DCN-Izar. Dua unit telah dikirim ke Angkatan Laut Chilie pada tahun 2006, dua lagi dikirim ke Malaysia pada tahun 2009 ini. Tahun 2005, India telah memesan 6 “Scorpene” dan pengirimannya akan dilakukan antara tahun 2012 dan 2017. Dua kapal selam itu berharga 1.5 milyar dollar AS. Kapal selam Tanku Abdul Rahman, yang pertama telah dibangun di Cherbourg, Perancis, dan menginjak air pada tahun 2007. Kapal selam ke dua telah menyelam di air pada Oktober 2008, dan Oktober 2009 akan dikirim ke Malaysia. Scorpene mempunyai kapasitas penyimpan air sebanyak 1.740 ton, panjang 67.6 meter, dan lebar maksimum 8 meter. Mereka dapat masuk di kedalaman air sampai 350 meter dan bergerak dengan kecepatan maksimum 20.5 knot (38.3 Km/jam). Sistem senjata meliputi 6 torpedo antikapal kaliber 533 mm.

Wah, bagi kita yang di Indonesia, ini kabar buruk atau berita baik ya?

Kalau mengingat bangsa kita dan Malaysia adalah bangsa serumpun, dan bertetanggaan, mestinya ini kabar baik ya, apalagi jika bisa saling memberi rasa aman, atau membuat pengamanan bersama. Misalnya di selat Malaka. Apalagi dua negara ini punya “ikatan” bersama di dalam ASEAN, meskipun ASEAN kita fahami bukan merupakan aliansi ataupun traktat pertahanan regional/bersama.

Namun mengingat hubungan yang “naik turun” antar Indonesia dengan Malaysia, adanya kapal selam bagi Malaysia bisa jadi merupakan berita buruk bagi Indonesia. Malaysia boleh jadi merasa lebih percaya diri dalam bidang pertahanan/militer, sehingga bargaining position atau komunikasi bidang pertahaanan dengan negara lain (termasuk Indonesia) boleh jadi ada perubahan, meskipun kemungkinan kecil perubahannya sangat drastis. Apalagi mengingat keberadaan kapal selam kita yang “sangat terbatas”, maka ini sinyal yang jelas bagi kita semua perlunya perhatian yang lebih terhadap kondisi alutsista pertahanan negara/bangsa kita pada media laut dan juga udara. Mestinya selalu berfikirdari segala arah dan memperhitungkan segala kemungkinan, jangan terlambat. Sejarah telah membuktikan, bahwa perang dan damai titik kritisnya ataupun perubahannya hanya butuh waktu yang tipis sekali. Semua bersumber dari kepentingan. Untuk masalah pertahanan antar negara juga begitu. Kesamaan rumpun adalah bagus untuk dipelihara demi kebaikan, tetapi kepentingan sesaat atau kebangsaan terkadang melupakan adanya keserumpunan maupun persahabatan antar negara/bangsa. Begitulah dunia, apalagi dengan kondisi perekonomian global seperti sekarang, dimana masalah food dan energy bisa menjadi sumber perkelahian antar negara. Jadi, keseimbangan persenjataan dan kemampuan pertahanan tetap harus diperhatikan, tidak boleh diabaikan, kalau suatu negara/bangsa ingin eksis secara terhormat.

Wouw ada aerobatik Sukhoi SU-30 di Upacara HUT TNI AU 2009

In bLog, country, global, indonesia, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, lEgislatif, mAhasiswa, mAnajemen, militer, operasi, pEndidikan, pErtahanan, peace, readiness, risk, sumber daya, tEknologi iNformasi, teknologi on Thursday , 16 April 2009 at 6:00 AM

Peringatan HUT ke-63 TNI AU digelar di Lanud Halim Perdanakusumah, Jakarta, Rabu, 15 April 2009. Bertindak sebagai inspektur upacara KSAU Marsekal TNI Subandrio. Acara ini dimeriahkan dengan manuver aerobatic solo pesawat tempur SU-30MK2 Sukhoi.

tniau1

Wouw, pesawat terbaru milik TNI Angkatan Udara SU-30 MK2 Sukhoi yang dipiloti Letkol Pnb. Widyargo “Redbee” Ikoputra dan Mayor Pnb. M. Tonny “Racoon” Haryono menggunakan pesawat TS 3003 dan TS 3001 sebagai pesawat cadangan, membelah langit udara sekitar Lanud Halim Perdanakusuma dengan manuver-manuvernya yang khas dari pesawat tempur buatan pabrik Knaapo-Irkut, Russia.

Sedikitnya delapan manuver akan dilakukan pesawat yang dijuluki Flanker tersebut, diantaranya Half Cuban, Hi “G” Turn, Inverted, 4 Point Roll, Knife Edge, Slow Speed, Oblique Loop dan Hi Speed Pass, dengan ketinggian rata-rata 300 feet serta kecepatan 350 knot. Half Cuban yaitu pesawat menanjak dengan sudut 60 derajat dan berputar satu setengah kali yang dilanjutkan membuat setengah lingkaran menuju ketinggian semula, manuver tersebut dilanjutkan dengan Hi G Turn, dimana pesawat akan membentuk lingkaran pada bidang horizontal dengan radius turn yang minimum. Membentuk radius turning yang sangat minimum ini merupakan salah satu kelebihan yang dimiliki pesawat sukhoi dan berperan penting dalam pertempuran jarak dekat. Inverted adalah manuver pesawat yang melaju dengan kecepatan tinggi dalam posisi terbalik tanpa mengubah kecepatan dan ketinggian, gerakan ini mempunyai kesulitan tersendiri karena semua referensi yang biasa digunakan dalam penerbangan akan tampak terbalik. Sedangkan 4 Point Roll adalah pesawat berputar pada satu poros dengan empat titik putaran dengan masing-masing sudut 90 derajat, Knife Edge yaitu pesawat terbang dengan posisi miring pada ketinggian dan kecepatan yang tetap dengan mengandalkan vertical stabilizer untuk menghasilkan gaya angkat.

tniau5a

Pesawat yang memilki daya dorong 55.000 lbs ini mampu melesat pada dua kali kecepatan suara atau setara dengan 2386 km/jam, dirancang tetap stabil pada kecepatan rendah 160 kts dan membentuk sudut serang (angle of attack) kurang lebih 20 derajat. Pada kecepatan tersebut pesawat akan diuji untuk melaksanakan maneuver Oblique Loop yang membutuhkan kecepatan tinggi dan membuat lingkaran vertical dengan sudut 45 derajat, sehingga lingkaran yang berbentuk merupakan bidang sudut kemiringan 45 derajat.

Pada penampilan akhir pesawat yang bermarkas di Skadron Udara 11 Lanud Sultan Hasanuddin Makassar, akan melintas dengan kecepatan tinggi yang dilanjutkan gerakan menanjak 60 derajat sambil melakukan aileron roll (berputar-putar) dengan menggunakan tambahan tenaga (afterburner).

tniau3a

Solo Aerobatic tersebut dilakukan dalam rangka memperingati ke-63 Hari Angkatan Udara yang diperingati tanggal 9 April setiap tahunnya. Peringatan tahun ini dilaksanakan pada tanggal 15 April 2009, mengingat pada tanggal 9 April bertepatan dengan pesta demokrasi bangsa Indonesia yaitu pemilu legislatif.

Dirgahayu TNI AU. No Changes No Future.

Kekuatan Angkatan Udara: “Instrumen Bargaining Power”

In anggaran, bLog, country, daya, e-goverment, eKsekutif, global, informasi, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, lEgislatif, mAhasiswa, mAnajemen, militer, money, pEndidikan, pEringkat iNdonesia, pErtahanan, pOlitik, peace, readiness, risiko, sumber daya, teknologi on Wednesday , 15 April 2009 at 6:00 PM

Perhatikan inti sambutan tertulis Panglima TNI pada Upacara Peringatan Hari Jadi ke-63 TNI Angkatan Udara Tahun 2009:

tni_au

1. TNI Angkatan Udara harus terus tumbuh dan berkembang seiring dengan dinamika pembangunan nasional dan perkembangan lingkungan strategis. Kekuatan Angkatan Udara merupakan salah satu instrumen ”bargaining power” yang penting untuk mengatasi persoalan-persoalan kebangsaan, terutama dalam kaitannya dengan hubungan antar negara.

2. Untuk membangun kekuatan angkatan udara yang modern, kuat dan disegani, diperlukan dukungan kemampuan anggaran negara yang cukup besar. Oleh karenanya kebijakan mewujudkan minimum essential force, merupakan kebijakan tepat untuk menjawab kondisi kemampuan dukungan anggaran negara saat ini dan diharapkan melalui renstra 5 tahunan, TNI AU mampu mewujudkan kekuatan tersebut secara bertahap.

3. Kehadiran berbagai pesawat tempur generasi ke IV dan V di jajaran TNI AU merupakan upaya nyata secara bertahap menuju minimum essential force dalam rangka menjaga, melindungi dan menegakkan kedaulatan wilayah dirgantara nasional, dari segala bentuk ancaman dan kerawanan, lanjutnya.

4. Pembinaan kemampuan TNI Angkatan Udara, hendaknya diarahkan untuk mewujudkan kesiapan operasional yang serasi antara kemampuan inti, kemampuan pengganda dan faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan penggunaan kekuatan.

Lalu, apa yang harus kita lakukan? Kesatuan pemahaman, sehingga terbentuk kesamaan pola pikir dan pola tindak, untuk selanjutnya diimplemantasikan dalam aksi nyata, kerja nyata, dan program nyata sehingga diharapkan kekuatan dan kejayaan TNI AU betul-betul tampil sebagai PENJAGA SEJATI DIRGANTARA INDONESIA untuk membuat seluruh rakyat Indonesia tenang dalam tidurnya, bangga dengan militer dirgantaranya, dan (calon) lawan segan mengganggu Indonesia kita.

Berita bagus: teknologi Pesawat TNI AU mulai diaudit ….

In bLog, global, hIdup, indonesia, informasi, mAnajemen, militer, pEndidikan, pEringkat iNdonesia, pErtahanan, rank, risiko, sumber daya, teknologi on Friday , 10 April 2009 at 2:39 AM

Menteri Negara Riset dan Teknologi, Kusmayanto Kadiman menyatakan, sesuai perintah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, semua pesawat TNI Angkatan Udara, baik untuk fungsi transportasi personel maupun tempur, akan dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh atau audit teknologi. Selain itu juga melakukan modifikasi terhadap pesawat-pesawat angkut TNI AU agar bisa meningkatkan daya angkutnya untuk keperluan militer dan untuk keperluan sipil, misalnya untuk search and rescue (SAR), hujan buatan atau kebutuhan lain, kata Menristek usai penandatanganan kesepakatan bersama antara Kemenneg Ristek dan TNI AU di Jakarta, 8 April 2009.

Kesepakatan itu ditandatangani Menristek Kusmayanto Kadiman dan Kepala Staf TNI Angkatan Udara, Marsekal TNI Subandrio. Kesepakatan meliputi penelitian, pengembangan dan penerapan Iptek dalam mendukung tugas-tugas TNI AU. Menurut Menristek, pemeriksaan menyeluruh atau audit teknologi tersebut akan dilakukan setelah ditandatanganinya MoU tersebut, kemudian tim mulai bekerja, misalnya mengidentifikasi apa yang harus dilakukan, jenis pesawat apa yang harus diperiksa.

Kami tidak mempunyai kemampuan khusus untuk pesawat, tetapi kami mampu melakukan audit teknologi untuk teknologi-teknologi lain. TNI Angkatan Udara mengetahui apa yang harus diperiksa, kemudian kami akan kombinasikan, mulai dari pemilihan alatnya dan pengukuran-pengukuran untuk persoalan teknisnya, katanya.

Dijelaskan, pesawat-pesawat yang sudah dinyatakan tidak laik terbang, apabila anggarannya ada maka akan diganti dengan pesawat-pesawat sejenis, misalnya Foker 27 diganti dengan klas sejenis CN235, apalagi Indonesia sudah mempunyai teknologinya.

Sementara itu Kepala Staf TNI AU Marsekal TNI Subandrio mengatakan, penandatanganan kerjasama pada hakekatnya upaya untuk meningkatkan sumber daya manusia TNI AU dalam bidang penelitian, pengembangan dan penerapan teknologi. Hal itu selaras dengan kebijakan pemerintah dalam penggunaan produk dalam negeri, serta penting dilakukan agar secara bertahap mengurangi ketergantungan teknologi terhadap produk dari luar negeri. Menurutnya, kesepakatan itu dapat menjadi inisiator proses transformasi Iptek sekaligus inovasi-inovasi dan temuan baru di bidang teknologi oleh TNI AU dan Kementerian Negara Riset dan Teknologi. Ruang lingkup kesepakatan, katanya, kegiatan pemanfaatan sumber daya yang tersedia di kedua pihak, baik sarana, prasarana maupun sumber daya manusia yang diperlukan. Demikian halnya optimalisasi penelitian dan pengembangan pendidikan dan latihan, serta rancang bangun atau rekayasa di bidang kedirgantaraan dan kegiatan dalam proses alih teknologi alat utama sistem senjata.

Kesepakatan bersama itu nantinya diharapkan menjadi payung hukum dalam rangka pelaksanaan kerjasama antara TNI AU dan Kemenneg Ristek. Kementerian Negara Riset dan Teknologi (Ristek) akan mengaudit teknologi yang digunakan pesawat-pesawat TNI Angkatan Udara (AU), terutama yang sudah berusia di atas 20 tahun. Menteri Ristek Kusmayanto Kardiman mengatakan, audit teknologi dilakukan hanya terbatas kemampuan kementerian Ristek. Hasil audit tersebut, dapat menjadi rujukan atau rekomendasi apakah sebuah pesawat masih layak untuk digunakan atau diganti. “Semua memang memerlukan pertimbangan matang, menyangkut skala prioritas, ketersediaan anggaran dan masalah lainnya,” katanya. Yang jelas, kata Kusmayanto, akan dikoordinasikan termasuk alokasi dana menyangkut audit teknologi alat utama sistem senjata (alutsista) TNI, khususnya TNI- AU dengan beberapa instansi terkait seperti Departemen Pertahanan, Bapennas, dan Departemen Keuangan.

Kusmayanto mengatakan, meski tidak ada payung hukum kerja sama antara TNI dan Kementerian Ristek, namun audit teknologi oleh Ristek sudah beberapa kali dilakukan terhadap alutsista TNI. Pada kesempatan yang sama, Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Subandrio mengatakan, pihaknya belum memutuskan pesawat apa saja yang akan diaudit teknologi oleh kementerian Ristek. “Kita lihat dulu kemampuan teknologi yang dimiliki, untuk mengaudit teknologi pesawat-pesawat kita. Karena itu tidak mudah, apalagi pesawat tempur. Jadi, kita belum bisa pesawat apa yang dapat dijadikan sampel untuk mereka mengaudit teknologinya,” katanya. Yang jelas, lanjut Subandrio, kerja sama yang dibina antara Mabes TNI- AU dan Kementerian Ristek dapat meningkatkan kesiapan operasional TNI AU untuk menjalankan peran dan tugasnya sebagai penjaga kedaulatan NKRI.

9 April 2009 : Dirgahayu HUT ke-63 TNI AU, No Change No Future

In bLog, country, e-goverment, eKsekutif, global, hIdup, indonesia, informasi, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, lEgislatif, mAnajemen, militer, pEndidikan, pErtahanan, sumber daya on Thursday , 9 April 2009 at 11:58 AM

Berkaca pada sejarah ….

Sejarah lahirnya TNI AU bermula dari pembentukan Badan Keamanan Rakyat (BKR) pada Tanggal 23 Agustus 1945, guna memperkuat Armada Udara yang saat itu sangat kekurangan pesawat terbang dan fasilitas-fasilitas lainnya. Sejalan dengan perkembangannya berubah menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR), pada tanggal 5 Oktober 1945 dengan nama TKR jawatan penerbangan di bawah Komodor Udara Soerjadi Soerjadarma.

Pada tanggal 23 Januari 1946 TKR ditingkatkan lagi menjadi TRI, sebagai kelanjutan dari perkembangan tunas Angkatan Udara, maka pada tanggal 9 April 1946, TRI jawatan penerbangan dihapuskan dan diganti dengan Angkatan Udara Republik Indonesia, kini diperingati sebagai hari lahirnya TNI AU yang diresmikan bersamaan dengan berdirinya Tentara Nasional Indonesia (TNI).

swb

Salah satu Sejarah monumental yang selalu diperingati jajaran TNI AU tiap tahun adalah apa yang dinamakan Hari Bhakti TNI AU. Peringatan Hari Bhakti TNI AU, dilatar belakangi oleh dua peristiwa yang terjadi dalam satu hari pada 29 Juli 1947. Peristiwa Pertama, pada pagi hari, tiga kadet penerbang TNI AU masing-masing Kadet Mulyono, Kadet Suharnoko Harbani dan Kadet Sutarjo Sigit dengan menggunakan dua pesawat Cureng dan satu Guntei berhasil melakukan pengeboman terhadap kubu-kubu pertahanan Belanda di tiga tempat, masing-masing di kota Semarang, Salatiga, dan Ambarawa.

Peristiwa Kedua, jatuhnya pesawat DAKOTA VT-CLA yang megakibatkan gugurnya tiga perintis TNI AU masing-masing Adisutjipto, Abdurahman Saleh dan Adisumarmo. Pesawat Dakota yang jatuh di daerah Ngoto, selatan Yogyakarta itu, bukanlah pesawat militer, melainkan pesawat sipil yang disewa oleh pemerintah Indonesia untuk membawa bantuan obat-obatan Palang Merah Malaya.

Penembakan dilakukan oleh dua pesawat militer Belanda jenis Kittyhawk, yang merasa kesal atas pengeboman para kadet TNI AU pada pagi harinya. Untuk mengenang jasa-jasa dan pengorbanan ketiga perintis TNI AU tersebut, sejak Juli 2000, di lokasi jatuhnya pesawat Dakota VT-CLA (Ngoto) telah dibangun sebuah monumen perjuangan TNI AU dan lokasi tersebut juga dibangun tugu dan relief tentang dua peristiwa yang melatar belakanginya. Di lokasi monumen juga dibangun makam Adisutjipto dan Abdurachman Saleh beserta istri-istri mereka.

Hari itu 27 Oktober 1945, sehari menjelang peringatan 17 tahun Sumpah Pemuda, di Pangkalan Maguwo, Yogyakarta terlihat ada kesibukan. Nampak para teknisi sedang berada di sekitar sebuah pesawat Cureng yang bertanda bulat Merah Putih, mempersiapkan segala sesuatunya untuk sebuah penerbangan yang direncanakan. Mereka menginginkan sebuah pesawat Merah Putih terbang hari itu, untuk membangkitkan Sumpah Pemuda.

Komodor Udara Agustinus Adisutjipto, yang lebih dikenal dengan sebutan Pak Adi, adalah satu-satunya penerbang Indonesia yang berada di Pangkalan Maguwo. Hari itu, Pak Adi akan terbang bersama Cureng Merah Putih. Upaya itu membawa hasil. Pak Adi membawa terbang Pesawat Cureng Merah Putih tersebut berputar-putar di Angkasa Pangkalan Maguwo disaksikan dengan rasa kagum oleh seluruh anggota pangkalan yang berada dibawah. Itulah awal mula sebuah pesawat Indonesia bertanda Merah Putih terbang di angkasa Indonesia yang merdeka.

Berharap ke depan ….

C H A N G E S !

N O   C H A N G E S   NO   F U T U R E

Turut berduka cita atas terjadinya musibah Fokker-27 TNI AU di Bandung

In bLog, country, daya, eValuasi, hIdup, indonesia, informasi, kEnangan, kEpemimpinan, mAnajemen, militer, pErtahanan, readiness, risiko, sumber daya, teknologi on Monday , 6 April 2009 at 7:21 PM

Atas terjadinya musibah kecelakaan Pesawat F-27 TNI AU di Lanud Husein Sastranegara, Bandung, 6 April 2009, kami turut mengucapkan bela sungkawa.

hangar_01

Semoga seluruh arwah Prajurit TNI AU yang tewas dalam menjalankan tugas latihan diterima di sisi Allah SWT dan dosa-dosanya diampuni.

hangar_02

Semoga seluruh keluarga yang ditinggalkan dan rekan-rekan yang berdinas di Skadron Udara 2 dapat diberikan kesabaran, tawakal, ikhlas dan kuat hati menerima musibah kecelakaan ini.

skadud_2

Semangat juangmu yang tinggi dalam mengemban tugas mulia semoga dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi seluruh Prajurit TNI AU dimanapun berada untuk selalu berkarya nyata secara optimum, berbakti kepada bangsa dan negara Indonesia tanpa mengenal tempat dan waktu.

fokker_tni_au

Semoga tunas-tunas muda TNI AU terus berkibar, gagah berani dan tetap mampu menjaga dirgantara Indonesia sepanjang masa.

Kejadian 2 pesawat Sukhoi-30 di Makassar : Bagian dari latihan tempur!

In bLog, country, daya, e-goverment, eKsekutif, hIdup, indonesia, informasi, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, mAhasiswa, mAnajemen, militer, operasi, pEndidikan, pErtahanan, sumber daya, teknologi on Friday , 27 February 2009 at 10:14 AM

Insiden 2 pesawat Sukhoi-30 TNI AU merupakan bagian dari latihan tempur, bukan diserang pesawat asing. KSAU Marsekal TNI Subandrio telah menegur jajaran Lanud Hasanuddin, Makassar, yang terburu-buru memberi pernyataan sebelum jelas pangkal masalahnya. Demikian disampaikan Kasau kepada media di Balai Samudra, Kelapa Gading, Jakarta Utara,pada hari Selasa, 24 Februari 2009.

Seperti diketahui, 2 pesawat Sukhoi milik TNI AU diduga menjadi sasaran tembak pesawat asing saat menggelar latihan terbang sekitar pukul 09.00 Wita. Alarm kedua pesawat tersebut berbunyi saat berada di ketinggian 20 ribu kaki.

Insiden pada pekan lalu berawal dari sebuah sesi latihan dog fight oleh satuan penerbang tempur TNI AU. Kebetulan saja yang dijadikan sasaran adalah 2 Sukhoi-30 yang sedang menjalani perawatan di landasan Lanud Hasanuddin oleh mekanik dari Rusia. Tiba-tiba saja nyala (alarm bahwa pesawat terkunci sebagai sasaran tembak). Tidak ada kendala teknis, tidak ada pesawat asing. Senin kemarin sudah latihan lagi.

Sebelumnya tersiar kabar adanya 2 pesawat Sukhoi-30 TNI AU yang diduga nyaris ditembak pesawat musuh. Ternyata semua itu hanya latihan perang. Sama sekali tidak ada pesawat tempur asing.

Kejadian ini memang sempat memunculkan kesimpangsiuran kabar dan beragam analisis:

a. Ada yang menduga terjadi kerusakan, padahal 2 pesawat bertipe SU-30 MK2 itu tergolong baru. Kalau kerusakan kok kompak pada waktu bersamaan, jadi kayaknya nggak mungkin.

b. Ada yang menduga 2 pesawat Sukhoi TNI AU nyaris ditembak musuh ketika sedang latihan terbang di wilayah udara Sulawesi Selatan (Sulsel).

c. Departemen Pertahanan (Dephan) yakin dua pesawat anyar asal Rusia itu bukan terkunci misil musuh. Istilahnya latihan teknis tempur tentang terbaca atau memantau musuh lewat radar, bukan berarti terkunci. Menhan Juwono S. sempat meminta agar alarm itu jangan diartikan secara harfiah sebagai terkunci atau rusak.

d. Sepekulasi lainnya, kemungkinan alarm bunyi tanda pesawat dalam keadaan bahaya itu bukan berarti pesawat terkunci pesawat musuh. Kemungkinannya adalah bunyi alarm karena pertanda pesawat sudah terdeteksi radar musuh.

Jadi beberapa hari sempat belum jelas kabar mana yang benar, rusak, latihan pemantauan radar atau human error?

Nah, sekarang dengan adanya penjelasan dari Kasau Marsekal TNI Subandrio, berita itu sudah clear : Itu bagian dari latihan tempur.

Review: Alasan Militer Melakukan OI (Bagian II)

In bLog, country, indeks, indonesia, informasi, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, lEgislatif, mAhasiswa, mAnajemen, militer, operasi, pEndidikan, pEringkat iNdonesia, pErtahanan, pOlitik, risk, saing, tEknologi iNformasi on Wednesday , 11 February 2009 at 2:29 PM

b. Konstitusi berfungsi sebagai landasan konstitusional yang mempunyai kekuatan yuridis bagi penyelenggaraan organisasi militer dan segala operasi yang diselenggarakannya, karena secara eksplisit memuat cita-cita nasional yang dapat dipandang sebagai visi suatu bangsa ke depan. Beberapa pokok pikiran konstitusi dapat dipandang sebagai landasan konstitusional penyelenggaraan organisasi militer beserta operasi yang dilaksanakannya.

c. Cara pandang suatu bangsa terhadap diri dan lingkungannya dalam mencapai cita-cita dan tujuan nasional merupakan pancaran dari falsafah atau ideologi yang menjiwai setiap perumusan kebijakan kehidupan. Cara pandang bangsa ini mempersyaratkan perwujudan dari satu kesatuan politik, ekonomi, sosial, budaya dan pertahanan keamanan [Soewarso, M.Sc, Laksamana Muda TNI, Wawasan Nusantara, Ketahanan Nasional dan Pertahanan Keamanan Matra Laut, Seskoal, Jakarta, Juli, 1986]. OI militer merupakan suatu usaha untuk mengimplementasikan wawasan bangsa melalui pemberdayaan teknologi informasi.

d. Ketahanan Nasional adalah kondisi totalitas aspek-aspek kehidupan suatu bangsa berdasarkan cara pandang tersebut di atas guna mewujudkan daya kekebalan, daya tangkal dan daya kena untuk mengadakan interaksi dengan lingkungan pada suatu waktu sedemikian rupa sehingga dapat menjamin kelangsungan hidup dan perkembangan kehidupan suatu bangsa sesuai tujuan yang telah digariskan. Ketahanan Nasional merupakan integrasi dari kondisi dinamis tiap-tiap aspek yang terdiri dari Geografi, Demografi, Sumber kekayaan alam, Ideologi, Politik, Ekonomi, Sosial budaya dan Pertahanan Keamanan.

e. Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, setiap bangsa tidak terlepas dari kebutuhan untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. Kebutuhan suatu bangsa untuk mempertahankan kemerdekaan, integritas dan eksistensi kedaulatan negara, stabilitas keamanan, ketertiban dan rasa aman bagi warga masyarakatnya, merupakan kebutuhan yang tidak dapat ditinggalkan, agar segala kegiatan dalam penyelenggaraan negara dapat berjalan tertib, aman dan lancar. Dalam upaya memenuhi kebutuhan tersebut, diperlukan angkatan bersenjata yang mampu mengatasi segala bentuk ancaman maupun gangguan pertahanan yang dapat terjadi setiap saat. Penciptaan kondisi tersebut tidak hanya difokuskan di wilayah daratan, namun juga di wilayah perairan teritorial dan yurisdiksi nasional serta seluruh wilayah udara di atasnya. Dengan ciri wilayah yang masing-masing memiliki karakteristik relatif berbeda, kekuatan darat, laut dan udara sebagai tugas pengabdian militer merupakan kekuatan yang sangat diperlukan untuk menjamin kemerdekaan dan kedaulatan negara.

f. Postur kekuatan militer pada dasarnya ditentukan oleh kemampuan sumber daya nasional yang tersedia untuk membangun dan mengembangkan kekuatan tersebut. Apresiasi mengenai kondisi terjelek yang mungkin dihadapi berupa ancaman dengan kekuatan besar akan menuntut terwujudnya kekuatan militer yang tangguh dan sepadan dengan tingkat ancaman yang mungkin terjadi. Hal demikian pada saat ini memang sulit didukung oleh sumber daya nasional, baik pembangunan maupun pengembangannya. Sebaliknya, penilaian ancaman yang datang dengan kekuatan kecil seyogyanya dihadapi dengan kekuatan kecil tidaklah benar. Kekeliruan penilaian ancaman akan mengandung resiko tinggi. Bertumpu pada Sistem Pertahanan Negara, kebijakan pembangunan kekuatan militer harus mewujudkan kekuatan besar, efektif dan efisien dengan cadangan cukup serta dapat dikembangkan setiap saat sesuai kebutuhan.

g. Dibandingkan dengan jumlah penduduk, luas wilayah serta kondisi geografis negara, kekuatan militer harus proporsional. Kualitas kekuatan yang didukung dengan teknik penggunaan alutsista secara efektif dan efisien dengan cadangan cukup tentu akan memiliki kemampuan yang tangguh, sehingga diharapkan secara psikologis dapat mengurungkan niat musuh untuk mengganggu kedaulatan negara, mampu mengatasi dan menanggulangi ancaman serta gangguan yang ada ataupun menghambat gerak maju musuh, hadir di seluruh penjuru wilayah negara dengan cepat dan tepat dan dapat dikembangkan secara cepat.

h. Dengan kenyataan ini OI militer tentu menjadi upaya nyata untuk mewujudkan ketangguhan militer dikarenakan operasi informasi akan menjadi senjata perkuatan keberadaan militer yang saat ini jumlah alutsistanya relatif kecil dibandingkan dengan luas wilayah nasional yang harus dipertahankan.

Review: Alasan Militer Melakukan OI (Bagian I)

In bLog, country, indonesia, informasi, mAnajemen, mAteri kUliah, militer, pEndidikan, pEringkat iNdonesia, pErtahanan, tEknologi iNformasi on Wednesday , 11 February 2009 at 2:27 PM

Penyelenggaraan pertahanan negara adalah salah satu fungsi pemerintah untuk mempertahankan kedaulatan, keutuhan wilayah dan keselamatan segenap bangsa dan negara dari segala bentuk ancaman dan gangguan. Pengalaman membuktikan bahwa perjalanan suatu bangsa dan negara sarat dengan berbagai rongrongan dari dalam maupun luar negeri. Ditinjau dari sisi filosofis, dasar-dasar suatu negara umumnya mampu mewadahi konsep kenegaraannya yang diwujudkan dalam landasan visional dan Ketahanan Nasional. Dengan didukung beberapa teori kontekstual suatu negara yang memiliki kedaulatan negara yang harus dijunjung tinggi, dijaga dan dipertahankan dalam sistem pertahanan negara yang tepat.

Militer sebagai komponen pertahanan negara yang bertanggungjawab dalam pertahanan negara semua aspek (darat, laut dan udara) tentu menggunakan landasan demikian sebagai pijakan untuk menjalankan fungsi organisasinya. Demikian pula dalam penyusunan konsep dan implementasi operasi informasi (OI) untuk menghadapi perang informasi masa mendatang.

Pelaksanaan OI yang salah satunya mendasarkan pada unsur kerahasiaan secara historis sudah digunakan sejak jaman peperangan tradisional. Julius Caesar, yang mengkhawatirkan pesan untuk para jendralnya jatuh ke tangan musuh menggunakan metode enkripsi sederhana dengan menggeser huruf pada abjad dengan nilai tertentu. Sederhana memang, namun pada waktu itu sudah memadai [Majalah Neotek, Edisi April 2002]. Sepanjang sejarah pembentukan kode dan pemecahannya selalu mendapat perhatian khusus dalam operasi militer. Penggunaan komputer untuk pertama kalinya dalam kriptografi adalah dalam usaha memecahkan kode enigma Nazi sewaktu Perang Dunia II. Sehingga secara historis OI telah ada sejak lama. Hal ini memiliki makna bahwa OI sesungguhnya bukan hal baru, hanya yang membedakan OI pada jaman dahulu dengan sekarang terletak pada perangkat yang digunakan.

Landasan filosofis penyelenggaraan OI militer tidak terlepas dari landasan idiil, konstitusional dan konseptual dari bangsa itu sendiri.

a. Pada hakekatnya kepentingan nasional bangsa untuk menjamin eksistensi negara dan keberlanjutan pembangunan nasional adalah sesuai dengan cita-cita dan tujuan nasional. Cita-cita suatu bangsa dirumuskan untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur. Sedangkan tujuan nasional adalah sebagaimana diamanatkan dalam konstitusi, yaitu melindungi bangsa, memajukan kesejahteraan, mencerdaskan kehidupan bangsa dan melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan perdamaian abadi dan keadilan sosial. Dasar negara merupakan media pemersatu bangsa yang dapat membentuk satu kesatuan politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan, melalui upaya pencegahan dan penindakan berbagai bentuk pelanggaran hukum, yang berimplikasi terhadap kedaulatan negara dan stabilitas keamanan secara menyeluruh serta media untuk membangun pengaruh terhadap negara-negara lain melalui peningkatan dampak penangkalan. OI militer pada dasarnya merupakan salah satu upaya perwujudan cita-cita besar suatu bangsa. (Bersambung ke Bag. II)

Mengutuk serangan Israel, menarik pelajaran dari kejadian itu ….

In aNak, bLog, country, dEmokrasi, global, hAm, hIdup, indonesia, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, kelaparan, mAhasiswa, pErtahanan, pOlitik, peace, sumber daya, teknologi on Sunday , 4 January 2009 at 1:12 AM

WN No 1

WNI No 1

Serangan Israel ke Palestina kembali terjadi. Seolah ingin ikut mewarnai Tahun Baru 1430H dan Tahun Masehi 2009, Israel dengan membabi buta (ya, seperti babi yang buta matanya, menembakkan senapan kemana saja arahnya) menyerang pemukiman Palestina di Jalur Gaza. Jelas, serangan ini melanggar hukum internasional dan Hak Asasi Manusia. Meskipun pejabat Israel menyatakan “negaranya berhak mempertahankan diri dari serangan roket dan mortir yang dilancarkan pejuang Palestina dari Jalur Gaza. Adalah kewajiban semua negara untuk memastikan hak hidup dan keamanan rakyatnya”, itu omong kosong belaka. Bagaimana dengan hak hidup dan keamanan rakyat Palestina? Boleh diabaikan? Apalagi blokade besar-besaran juga dilakukan Israel di Jalur Gaza, jelas tindakan ini membatasi/menutup pasokan bahan makanan, obat-obatan, listrik, air, dan materia lainnya. Akibatnya, krisis kemanusiaan terjadi disana.

Serangan ini patut dikutuk habis-habisan. Ini bukan persoalan satu bangsa, agama, ras atau kelompok tertentu. Ini persoalan Hak Asasi Manusia yang diabaikan dan disepelekan. Kalau sudah masalah HAM itu domain universal, siapa saja yang masih menyandang predikat manusia dan memiliki sifat kemanusiaan tentunya terketuk hatinya. Kalau nggak terketuk ya sama saja dengan perilaku buruk orang Israel itu. Pertanyaannya, mana nhi pembela, aktivis dan para penggiat HAM Indonesia, kok adem ayem? Nggak boleh double standard dong. HAM itu universal, maka lakukan apa yang bisa dilakukan untuk menghentikan tindakan biadab Israel itu …. Jangan katakan, ah itu urusan disana, disini saja banyak yang harus dikerjakan. Lho kok, menggiatkan HAM pilih-pilih? ….

Korban yang semuanya rakyat Palestina mencapai ratusan meninggal, dan ratusan pula yang luka berat, apa mesti dibiarkan? Dengungkan terus rasa solidaritas terhadap upaya pembelaan HAM dengan cara yang egaliter, terhormat, dan terukur.

Apa yang bisa dilakukan?

1. Salut pada Pemerintah RI yang cepat tanggap, mengutuk dan mau berperan maksimal lewat jalur diplomasi internasional, ini sesuai dengan Pembukaan UUD 1945 kita “ikut menjaga ketertiban dunia …“, serta mengirimkan bantuan langsung ke pemerintah/rakyat Palestina. Semoga bantuannya cepat datang, dan dapat ditingkatkan …. sebelum bencana kemanusiaan makin hebat terjadi disana.

2. Rakyat (dan termasuk mahasiswa, mestinya juga aktivis HAM yang biasanya gagah berdemo itu ….) teruslah mengutuk dan mengecam Israel, serta berusaha mempengaruhi komunitas internasional untuk “membatalniatkan” Israel menggelar persenjataan secara lebih besar dan masuk menyerang Palestina lewat darat …. Kalaupun berdemo, demolah dengan aturan kita (kebebasan menyatakan pendapat khan sudah ada aturannya), jangan sampailah sesama anak bangsa bentrok dengan aparat kita sendiri …. artinya, demo memang hak, tapi orang lain (yang juga punya hak menggunakan jalan/fasilitas umum) perlu dihargai juga haknya ya ….

nnnnnnnnnnnn

Wujud kesedihan: Dua muslimah Argentina turut prihatin dan mengutuk keras serangan Israel ke Palestina. Mereka menggelar aksi dengan memakai topeng di depan Kedubes Israel di Buenos Aires, Argentina.

Apa yang bisa dipelajari dari kejadian semacam ini?

1. Semangat rakyat Palestina dalam mempertahankan tanah airnya dengan apapun yang dipunyai (ketapel dan batu, senjata minim) patut dicontoh. Semestinya nasionalisme (kita juga) tetap dipertahankan dalam kondisi damai maupun perang.

2. Kita melihat “perang sekarang” selalu dimulai dan dititikberatkan dari kekuatan serangan udara. Lihatlah AS di Irak dan Israel di Palestina. Jangan artikan kita harus meniru tindakan biadab Israel atau AS, tapi dalam konteks perang (suatu saat kalau ada negara lain yang nakal, kita harus siap berperang juga lho…) kita harus belajar dari “pemenang perang”.

3. Teknologi dan senjata perang harus mengikuti perkembangan iptek. Disamping menyesuaikan dengan kondisi ekonomi negara.

Anda punya pendapat lain?

Selamat datang “aparat” baru ….

In anggaran, bLog, country, e-goverment, eKsekutif, indonesia, informasi, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, mAnajemen, militer, money, pErtahanan, sumber daya on Friday , 19 December 2008 at 11:41 AM
WN No 1

WNI No 1

Rabu, 17 Desember 2008 di Akademi Militer, Magelang, Presiden RI melantik ratusan perwira baru dari jajaran TNI dan Polri. Mereka adalah darah baru yang akan memperkuat jajaran aparat pertahanan dan keamanan RI. Salah satu pesan presiden cukup jelas, sebagai aparat tidak boleh tertinggal dalam mempelajari/mengikuti perkembangan teknologi. Jadi artinya harus terus-menerus mau belajar, belajar dan belajar bidang tugasnya secara profesional, untuk ke-iptek-kan dan kemiliterannya.

Saya perlu juga menyampaikan selamat kepada para Perwira remaja yang telah menempuh pendidikan di empat akademi (Akademi Angkatan Udara di Yogyakarta, Akademi Angkatan Laut di Surabaya, Akademi Militer di Magelang, dan Akademi Kepolisian di Semarang) yang kini telah sukses meraih profesi dan pangkat yang diidam-idamkan. Semoga sukses seterusnya, dengan pengabdian yang terbaik untuk bangsa dan negara. Nah, dalam kerangka pengabdian yang terbaik itulah, saya menyarankan dua hal:

a. Agar semua perwira remaja tersebut punya pegangan kepribadian (kalau pegangan untuk kedinasan sudah cukup jelas ya …) yang kuat dalam menjalankan tugas, masing-masing perwira remaja perlu punya Kitab Suci sesuai agama yang dianutnya, dan rajin-rajinlah untuk membaca, memahami dan mengaplikasikannya di kala suka dan duka, diantara tugas-tugas yang dijalankan.

b. Agar semua perwira remaja tersebut punya (mulai mengurus) Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) biar pendapatannya mempunyai nilai akuntabilitas yang tinggi dan dipercaya rakyat. Karena setiap tahun akan terlihat “perkembangan” harta kekayaannya, sehingga mudah diperkirakan darimana asal pendapatannya, karena kalau dari besaran gaji saja khan terlihat standar besarannya. Apalagi sekarang lagi ada Program Sunset Policy.

Apa pendapat anda tentang hal ini?

TNI AU berperan lho dalam menghadapi global warming

In IDR, anggaran, bLog, climate, country, dEmokrasi, eKsekutif, eValuasi, global, hIdup, indonesia, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, lEgislatif, mAhasiswa, mAnajemen, militer, money, operasi, pEndidikan, pErtahanan, sumber daya, teknologi on Tuesday , 16 December 2008 at 10:50 AM
WN No 1

WNI No 1

Bagaimana TNI AU berperan dalam mengantisipasi global warming?

Dalam upaya mengembalikan fungsi hutan sebagaimana mestinya serta untuk menyukseskan program pemerintah “gerakan sejuta pohon” terkait dengan global warming, pada dasarnya TNI AU sudah berperan, antara lain melalui, Skadron Udara 4 Wing 2 Lanud Abd Saleh yang telah melakukan kegiatan aero seeding dengan menggunakan pesawat C-212 Casa yang dilaksanakan di daerah Pegunungan Wilis Kabupaten Nganjuk.

Kegiatan aero seeding apa itu? Pada dasarnya kegiatan ini – bekerja sama dengan Dinas kehutanan Kabupaten Nganjuk - adalah penyebaran benih melalui udara, berupa benih trembesi dan sengon buto. Kedua jenis benih ini disebar di wilayah lereng gunung wilis yang kondisinya sudah gundul dan benih yang disebar sebanyak 5 ton dengan 4 sortie penerbangan pesawat C-212 Casa.

nnnn

"sudah siap, pak"

Pesawat C-212 Casa sengaja digunakan untuk penyemaian benih lewat udara karena kemampuannya dapat mengangkut 1,5 ton/flight dengan kecetapatan 300 km/jam serta memberikan beberapa keuntungan strategis, diantaranya:

a. Dapat memberikan efisiensi yang tinggi terutama pada waktu, tenaga dan keselamatan manusia. Hal ini dapat dipahami apabila kegiatan penyemaian benih di tempat yang tidak terjangkau oleh manusia atau apabila harus di kerjakan oleh tenaga manusia, maka akan dibutuhkan waktu yang lama dan tenaga kerja yang ekstra, selain itu belum tentu menjamin keselamatan pekerja dari cuaca buruk, penyakit dan serangan binatang buas.

b. Dengan menggunakan pesawat C-212 Casa dapat dilaksanakan dimana saja tanpa harus menggeser sarana pendukung menuju titik pendekat ke sasaran, sehingga efisiensi terhadap transportasi dan biaya.

bbb

ribuan biji yang akan ditebarkan

Sedikit usaha, kalau sering dan bersinergi dengan instansi lain dapat bermanfaat untuk mengurangi global warming ….

Dari Indo Defence 2008 Expo & Forum : Bagian Ketiga

In anggaran, bLog, country, damai, e-gov, e-goverment, eKsekutif, global, indeks, indonesia, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, lEgislatif, mAnajemen, militer, operasi, sumber daya, tEknologi iNformasi, teknologi on Tuesday , 9 December 2008 at 11:35 AM
WN No 1

WNI No 1

Kok semua membuat UAV?

Dari Indo Defence 2008, saya melihat ada yang agak perlu disayangkan. Apa? Ya, soal bikin kegiatan itu lho …. saya nggak berani nulis soal bikin proyek lho, ntar dikira bagaimana ….. Lha, coba diamati kegiatan bikin UAV (pesawat tanpa awak) … terlihat Departemen Pertahanan bikin, TNI AU bikin, BPPT bikin, ada perguruan tinggi teknik juga bikin, dan beberapa institusi lain juga bikin … Banyak banget yang mau bikin UAV. Terus anggaran dan hasilnya bagaimana? Anggaran darimana tuh? Apa tidak sebaiknya bergabung saja jadi satu tim yang tangguh dan solid, merancang dan membuat UAV Indonesia … dengan target sasaran proyek tertentu dan terukur dalam konteks waktu dan kemampuan UAV-nya. Barangkali lebih efisien dan efektif ya ….. Eh ya, komunikasinya khan bisa memanfaatkan round table punya community litbang untuk pertahanan ….

Bisa menambah pendapatan APBN?

Industri strategis: Bisa menambah pendapatan APBN?

Kalau sumberdaya manusia, anggaran dan teknologinya bisa bersatu/dipadukan, saya yakin industri strategis kita makin cepat maju (termasuk produk UAV-nya), dengan biaya yang makin efisien dan sangat mungkin bisa bersaing dengan negara lain, artinya kalau sudah mantap, bisa diekspor juga khan …. dan ada masukan devisa dari industri strategis untuk APBN kita, sehingga kesannya tidak tergolong anggaran belanja saja, tapi anggaran pendapatan juga.

Sampai jumpa pada seri tulisan berikutnya : Dari Indo Defence 2008 Expo & Forum : Bagian Keempat.

Dari Indo Defence 2008 Expo & Forum : Bagian Pertama

In bLog, dEmokrasi, hAm, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, lEgislatif, mAnajemen, nUrani, pEndidikan, tEknologi iNformasi on Thursday , 27 November 2008 at 11:13 AM
WN No 1

WNI No 1

Dua hari di Jakarta, dari tanggal 20 s.d. 21 November 2008 mengikuti dan melihat INDO DEFENCE 2008 EXPO & FORUM lumayan dapat banyak tambahan wawasan iptek dan persenjataan. Meski harus meninggalkan jadwal memberi kuliah di Yogyakarta, ya agar dimaklumi ya para mahasiswa, terpaksa kuliah saya kosong dua hari minggu lalu ….

Berikut tulisan yang dapat saya susun dan disajikan dari aktivitas di acara tersebut. Rencananya tulisan ini akan ditampilkan secara berseri. Ya, semoga saja bisa terrealisasi, sepanjang tidak ada kesibukan lain ya ….

Untuk ketiga kalinya Departemen Pertahanan Republik Indonesia (Dephan) kembali menyelenggarakan pameran internasional pertahanan yaitu INDO DEFENCE 2008 Expo & Forum. Pameran ini merupakan pameran internasional terbesar di kawasan Asia dalam bidang industri peralatan pertahanan dari tiga matra angkatan bersenjata dan kepolisian. INDO DEFENCE 2008 Expo & Forum kali ini pelaksanaannya digabung dengan pameran industri kedirgantaraan (INDO AEROSPACE 2008 EXPO & FORUM). Sebagai tuan rumah penyelenggara INDO DEFENCE 2008 Expo & Forum adalah Dephan yang didukung Departemen Perhubungan. Pameran dilaksanakan dari tanggal 19 – 22 November 2008 bertempat di Bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta dengan menampilkan produk-produk unggulan baik dari dalam maupun luar negeri.

kalau produk beginian kita juga bisa

Dari LN : kalau produk beginian kita juga bisa

Tujuan diadakan INDO DEFENCE 2008 Expo & Forum ini adalah untuk kepentingan peningkatan ilmu pengetahuan dan pengembangan teknologi persenjataan dan kedirgantaraan yang menyangkut pertahanan, juga menunjukan kepada dunia luar tentang perkembangan industri pertahanan yang ada di kawasan Asia. Pameran ini memberikan sumbangan dalam mengembangkan industri pertahanan dalam negeri demi kemandirian industri pertahanan. Pameran ini menunjukan produk-produk 13 Badan Usaha Milik Negara Industri Strategis (BUMNIS) yang selama ini sudah menghasilkan seperti produksiPT Pindad, PT INKA, PT Barata Indonesia, PT LAN, PT PAL Indonesia, PT Krakatau Steel, ACS PT Dirgantara Indonesia, PT Dok & Perkapalan Kodja Bahari. Selain itu, menambah wawasan bagi pengelola ataupun pengguna industri pertahanan dan kedirgantaraan di Indonesia khususnya mengenai teknologi persenjataan dan Alat Utama Sistem Senjata (alusista).

Sebanyak 400 perusahaan dari 37 negara ambil bagian dalam pameran ini, termasuk 11 Paviliun Country yang terdiri dari Indonesia, Singapura, Rusia, Amerika, Polandia, Jerman, Korea, Malaysia, Inggris, Belanda dan Bulgaria. Perusahaan besar dunia yang turut berpartisipasi antara lain, MBDA, Sukhoi, EADS, Brahmos, Ultra TCS, Kazan Helicopters, SAS International Bitova Electronika AD, PT Intisar Primula, Surya Kepanjen, North Sea Boat, LG Aviation, Thales, Rosoboronexport, Fista Bahari, Airod, Pacific Aman Garda, Zen Technologies, Bumar, Wahgo, Krakatau Steel, Rheinmetall, Atlas Electronic, Schelde, Sritex. Untuk paviliun Indonesia diisi oleh PT PAL Indonesia, PT Dirgantara Indonesia, Pindad, PT Krakatau Steel, PT INKA dan lain-lain. Pada aerospace dipamerkan Superpuma, Casa 212 dan pesawat kecil lainnya.

Pameran ini dihadiri puluhan ribu pengunjung dan delegasi peserta. Selain menghadiri pameran, mereka juga menghadiri forum internasional, presentasi teknis serta menyaksikan demonstrasi berbagai produk mutakhir. Selain itu, ditampilkan sistem teknologi serta pelayanan terbaru industri pertahanan udara, darat dan laut, serta berbagai teknologi dan produk terbaru mulai dari pesawat tempur, helikopter, kapal selam, tank, panser, senjata anti serang udara, senjata api, mesin pesawat, teknologi aviation, komunikasi dan fasilitas bandara. Forum seminar bertemakan “Harnessing Defence Technology Capabilites & Improving The Role of Current National Air Transportation,” dengan pelaksana seminar yaitu Air Power Club Indonesia (APCI).

Sampai jumpa pada seri tulisan berikutnya : Dari Indo Defence 2008 Expo & Forum : Bagian Kedua