Posts Tagged ‘teknologi’
Amerika Serikat, budaya, diary, Hak Asasi Manusia, indonesia, Kehidupan, kEwarganegaraan, mAhasiswa, Manusia, nUrani, pEndidikan, Profesi, teknologi, Yogyakarta
In kEwarganegaraan on Thursday , 20 August 2009 at 12:19 PM
Pernah lihat orang yang sangat percaya diri dan bangga dengan dirinya sendiri? Atau mungkin Anda sendirilah yang seperti itu. Hati-hati, bisa jadi itu pertanda Narcissistic Personality Disorder (NPD) atau penyakit narsis, bukan percaya diri. Dalam sebuah buku yang berjudul ‘Malignant Self Love-Narcissism Revisited‘ , kata Narsis berasal dari sebuah mitologi Yunani, tentang seorang pemuda tampan bernama Narsisus. Ia lebih tampan dari pria manapun di dunia ini sehingga banyak gadis memujanya, bahkan dia sendiri mencintai bayangan wajahnya. Tak urung dewi-dewi pun menyukainya termasuk salah seorang peri yang jatuh cinta padanya bernama Echos.
Ia mengabaikan cinta Echos, karena ia lebih mengagumi ketampanannya dengan berkaca pada sebuah sungai. Narsisus jatuh cinta pada bayangannya sendiri hingga akhirnya tenggelam. Berdasarkan mitos tersebut, kata narsis digunakan untuk menggambarkan orang yang mencintai dirinya sendiri. Akan tetapi menurut Sam Vaknin, penulis buku itu, konsep narsisisme kerap disalahartikan. Narsisus sebenarnya bukan mencintai dirinya sendiri, tetapi bayangannya.
Ada perbedaan besar antara diri yang sebenarnya dengan diri yang terlihat dari sebuah pantulan. Mencintai diri sendiri adalah hal yang normal dan sehat. Tapi yang terjadi pada seorang yang narsis adalah ia mencintai citra diri yang ditangkap oleh orang lain. Orang yang jatuh cinta pada bayangan tidak mampu mencintai sesamanya, juga dirinya sendiri. Untuk terus eksis, seorang narsis tergantung pada yang disebut sebagai Narcissistic Supply, yaitu pandangan orang-orang di sekitarnya yang menampilkan ilusi bahwa ia seorang yang penting, unik, dan istimewa.
Setiap orang pasti memiliki rasa kebanggaan terhadap diri sendiri, tidak ada yang salah dengan itu. Tapi jika sudah berlebihan, terutama kebanggaan terhadap fisik (body narsis), maka sudah menjadi penyakit. Narsis atau yang dalam istilah ilmiahnya Narcissistic Personality Disorder (NPD) adalah penyakit mental dimana seseorang memiliki rasa percaya diri yang sangat tinggi untuk kepentingan pribadinya dan juga rasa ingin dikagumi.
Perasaan seperti itu harus dibedakan dengan rasa percaya diri. Orang yang memiliki percaya diri, mengetahui kualitas diri sendiri, tapi tidak tergantung pada pujian orang lain untuk merasa nyaman, serta lebih terbuka terhadap kritik dan saran. Narsis sebaliknya, mereka butuh dukungan dan perhatian serta pengakuan dari orang lain untuk menjaga kepercayaan dirinya. Namun jauh dalam hati mereka tersimpan jiwa yang sangat rapuh dan mereka menutupinya dengan menekankan betapa hebatnya mereka yang terbukti dari banyaknya pujian dari orang lain.
Dikutip dari US News, 20 Agustus 2009, dalam bukunya ‘The Narcissism Epidemic’, psikolog Jean Twenge and W. Keith Campbell dan rekannya di San Diego State University sangat banyak terjadi di kalangan mahasiswa dan anak muda, terutama para wanita. Mereka sangat yakin bahwa dirinya lebih unggul dan lebih baik dibanding yang lainnya dan biasanya memiliki rasa penghargaan yang rendah terhadap orang lain. Namun di balik semua itu tersimpan pribadi yang lemah dan mudah hancur ketika dikritik.
Narsis termasuk salah satu dari tipe penyakit kepribadian. Seseorang yang terkena penyakit narsis biasanya diiringi juga dengan pribadi yang emosional, lebih banyak berpura-pura, antisosial dan terlalu mendramatisir sesuatu. Penderita yang benar-benar dikategorikan narsis sebenarnya hanya sedikit, yaitu sekitar 1 persen saja. Sisanya munngkin sudah menunjukkan gejala yang sama tapi belum bisa dikategorikan sebagai penyakit narsis. Untuk menyembuhkannya, seseorang harus datang ke psikiater. Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders serta American Psychiatric Association pun menyebutkan beberapa gejala dan kriteria penyakit narsis , diantaranya :
Mementingkan diri sendiri, melebih-lebihkan prestasi dan bakat yang dimiliki, berharap dikenal sebagai orang unggul tanpa ada hasil atau pencapaian tertentu.
Terlalu bangga dengan fantasinya dan memiliki tujuan yang tidak realistik tentang keberhasilan yang tiada batas, kekuatan, kepintaran, kecantikan atau kisah cinta yang ideal.
Percaya bahwa dirinya sangat spesial dan hanya bisa bergabung atau bergaul dengan orang-orang yang juga memiliki status tinggi.
Memerlukan pujian yang berlebih ketika melakukan sesuatu
Memiliki keinginan untuk diberi julukan tertentu
Bersikap egois dan selalu mengambil keuntungan dari setiap kesempatan untuk mendapatkan apa yang diinginkannya
Tidak memiliki perasaan empati terhadap sesama
Selalu merasa iri hati dengan keberhasilan orang lain dan percaya bahwa orang lain juga iri padanya
Menunjukkan sifat arogan dan merendahkan orang lain
Mudah terluka, emosional dan memiliki pribadi yang lemah
Jadi, termasuk narsis atau percaya dirikah Anda?
Amerika Serikat, bLog, budaya, dEmokrasi, eKsekutif, Hak Asasi Manusia, indonesia, kEwarganegaraan, mAnajemen, pEndidikan, Psikologi, teknologi, Yogyakarta
In country on Tuesday , 11 August 2009 at 2:19 PM
Anda tidak percaya? Coba ikuti berita berikut ini.
Seorang mantan pegawai yang didakwa menggigit seorang petugas keamanan menolak minta maaf, Senin, 10 Agustus 2009. Ia malah mengatakan ingin kasus itu dibawa ke pengadilan sehingga ia bisa membeberkan masalah kolusi korupsi dan nepotisme (KKN) di PBB. Nicola Baroncini (35) dituduh melakukan penyerangan tingkat tiga dalam kejadian pada 22 Juni. Pengacaranya mengatakan kepada seorang hakim New York ia takkan menyatakan bersalah atas dakwaan melakukan gangguan. “Saya ingin kasus ini dibawa ke pengadilan sehingga saya dapat mengatakan dan memperlihatkan betapa banyak orang disewa di PBB,” kata Baroncini dilansir Reuters. Ditambahkannya, itu adalah “perkoncoan mencolok“.
Baroncini dituduh menggigit petugas keamanan PBB yang berusaha mengawal dia ke luar kantor. Saat itu Boroncini baru saja menyampaikan keluhan karena dilangkahi dalam penentuan jabatan dalam tindakan yang menguntungkan putri seorang pejabat tinggi PBB. Warga negara Italia tersebut mengatakan ia sedang membela diri dari tiga penjaga PBB yang menggunakan semprotan merica dan memukul dia. Baroncini mengatakan ia telah menyampaikan keluhan mengenai tindakan perkoncoan yang melibatkan Alan Doss, Wakil Sekretaris Jenderal PBB dan utusan khusus untuk RepubliK Demokraik Kongo. Ia menyatakan bermaksud memperlihatkan kepada seorang pejabat lain PBB satu surat elektronik dari Doss yang digunakannya untuk memanfaatkan pengaruhnya guna melincinkan jalan bagi pengangkatan putrinya.
Juru bicara Program Pembangunan PBB, Stephane Dujarric, mengatakan dipekerjakannya putri Doss sedang diselidiki. Doss adalah pegawai lama UNDP tapi telah dipinjamkan ke departemen pemeliharaan perdamaian, bagian terpisah PBB, sejak 2001. Ia dipindahkan dari UNDP ke departemen pemeliharaan perdamaian pada 1 Juli, hari putrinya, Rebecca, memangku jabatan barunya sebagai pembantu khusus di UNDP. Baroncini, yang bekerja di UNDP dan memiliki akses ke surat elektronik bosnya, melihat satu surat elektronik dari Doss yang merujuk kepada lamaran di Rebecca untuk bekerja di badan itu, yang tidak secara resmi mempekerjakan anggota dari keluarga yang sama. “Saya telah meminta keluwesan, yang akan memungkinkan seorang anggota staf yang telah lama bertugas dan dipercaya di UNDP memperoleh peluang sebelum ia menunaikan tugas,” tulis Doss di dalam surat elektronik –yang salinannya dilihat oleh Reuters. Doss mengatakan ia tak bersedia berkomentar selama menunggu penyelidikan UNDP. Ref.
PESANNYA: KKN dimana-mana ……………… ampun deh. Sudah banyak manusia yang KKN, masa kita mau nambahi lagi? Jangan deh.
budaya, eKsekutif, indonesia, kEwarganegaraan, lEgislatif, mAnajemen, Manusia, pEndidikan, Profesi, teknologi, Yogyakarta
In kOrupsi on Tuesday , 11 August 2009 at 2:02 PM
Seusai membuka Seminar Bisnis bertajuk ‘Prospek Pemulihan Krisis Ekonomi dan Implikasinya bagi Perkembangan Industri Jasa Persewaan Kendaraan‘ di Hotel Four Season Jakarta, Selasa, 11 Agustus 2009, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bidang Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Sandiaga S Uno menyatakan:
a. Masih banyak peraturan daerah yang tumpang tindih sehingga memberatkan para pengusaha UMKM, termasuk pada usaha jasa rental kendaraan.
b. Perda tumpang tindih ini dinilai berperan besar dalam menurunkan daya saing produk jasa rental kendaraan. Ada beberapa daerah yang memberi masukan bahwa ada peraturan yang tidak seragam dan badan-badan yang membawahinya banyak.
c. Dicontohkan peraturan daerah mengenai rental kendaraan untuk pariwisata masing-masing berbeda di bawah Dinas Pariwisata, Dinas Perhubungan dan aparat kepolisian. Tentu saja, interaksi dengan badan-badan ini akan membengkakkan biaya.
d. Pengusaha rental kendaraan biasanya harus mengeluarkan biaya sekitar 5-10 persen lebih banyak akibat ekonomi biaya tinggi yang dilegalisasi, seperti pungli dan retribusi.
e. Diharapkan pemerintah melakukan sinkronisasi perda agar tidak memberatkan para pengusaha jasa rental kendaraan sehingga meningkatkan daya saing dan menekan harga sewa.
PESANNYA: Ini kenyataan yang sulit dipungkiri oleh siapapun, kecuali oleh pakar pungli dan birokrator kotor. Ekonomi biaya tinggi berbasis birokrasi, pungli, dan restribusi menjadi PR kita semua. Harus dihapuskan adagium populer sesama koruptor, “kalau bisa dipersulit mengapa dipermudah“, kalau bangsa/negara ini mau maju dan mampu bersaing dengan bangsa/negara lain.
Amerika Serikat, Google, indonesia, informasi, mAnajemen, Microsoft, pEndidikan, teknologi, tEknologi iNformasi, Yogyakarta
In tEknologi iNformasi on Friday , 7 August 2009 at 10:50 AM
Akhirnya ketahuan juga, Microsoft takut pada Linux! Bacalah PCWorld, 5 Agustus 2009.
Hingga saat ini Microsoft masih berjaya dengan sistem operasi andalannya, Windows. Namun, kehadiran sistem operasi open source Linux tak urung membuat Microsoft ketar-ketir juga. Ketakutan Microsoft akan Linux terungkap dalam laporan tahunannya kepada Security and Exchange Commission. Untuk pertama kalinya Microsoft memasukkan Canonical pembesut Ubuntu dan Red Hat yang merupakan distributor Linux sebagai kompetitor untuk divisi Client, pembuat Windows. Sebelumnya memang Microsoft juga pernah menunjuk Red Hat sebagai kompetitor tapi untuk divisi Business and Server & Tools.
Selain menyebut Linux sebagai ancaman bagi Windows, Microsoft juga menunjuk Apple sebagai salah satu ancaman baginya. Berikut pernyataan Microsoft tentang pesaing-pesaing yang dianggap sebagai ancaman: Client menghadapi persaingan sengit dari perusahaan yang memiliki pendekatan yang berbeda di pasar PC. Software pesaing tersebut misalnya varian Unix yang diusung kompetitor seperti Apple, Canonical, dan Red Hat. Apple melakukan gebrakan di dunia PC dan meraih pasar, khususnya di AS dan segmen consumer. Sementara Linux yang merupakan turunan dari Unix juga berhasil menyedot perhatian, sehingga memaksa OEM untuk menurunkan harga. Rekanan seperti HP dan Intel juga mengembangkan kerjasama dengan OS berbasis Linux. Selain itu Microsoft juga menunjuk rival beratnya dalam persaingan browser. Nama-nama yang ditunjuk Microsoft sebagai pesaing, yakni Google, Apple, Opera, dan tentu saja Mozilla.
Ayo terus, kita lanjutkan pakai Open Source. Indonesia Bisa.
budaya, dEmokrasi, Hak Asasi Manusia, indonesia, informasi, Kehidupan, kEwarganegaraan, pEndidikan, pOlitik, teknologi, Yogyakarta
In indonesia on Thursday , 6 August 2009 at 1:03 PM
Hari Minggu lalu di kompleks perumahan kami mulai dilakukan pemasangan umbul-umbul dan bendera Merah Putih (MP) untuk menyambut dan menyemarakkan HUT Ke-64 Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Lalu diantara warga kompleks kami ada yang menyatakan bahwa bendera MP yang terbuat dari plastik dilarang lho …. ada yang menyatakan dasarnya ada nggak? Yang bersangkutan nggak bisa menjawab, hanya dia mengatakan bahwa setahunya hal ini dari informasi penjual bendera dimana dia beli, di sebuah toko jaringan besar …….
Ada dasarnya nggak sih, pelarangan bendera MP dari bahan plastik? Supaya nggak bingung, mungkin kita perlu melihat Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 1958 tentang Bendera Kebangsaan Republik Indonesia. Pasal 2 jelas menyatakan “Bendera Kebangsaan yang dikibarkan : ….. dibuat dari kain yang kuat dan tidak luntur dan berukuran dua meter lebar dan tiga meter panjang.” Maksud dalam pasal ini lebih ditujukan untuk bendera yang dipasang di rumah-rumah dan gedung-gedung pejabat/perkantoran. Makanya kita perlu melihat Pasal 3 yang berbunyi “Bendera Kebangsaan yang dipasang di lain tempat daripada yang dimaksud dalam pasal 2, dapat dibuat dengan bahan dan ukuran yang lain, asal saja ukuran itu memenuhi syarat-syarat seperti yang ditentukan dalam pasal 1 dan diselaraskan dengan keadaan.“
Jadi kalau melihat aturan ini jelas sudah bahwa, yang harus betul-betul memperhatikan soal bahan dan ukuran bendera MP yaitu jika dipasang di rumah-rumah pejabat dan gedung-gedung kantor-kantor pemerintahan. Kalau yang dipasang di rumah-rumah penduduk yang harus diperhatikan terutama ukurannya. Soal bahan bendera dapat digunakan selain kain, artinya bahan bendera dari plastik pun nggak dilarang!
Lha, bagaimana dengan aturan perbaharuannya? Cobalah kita lihat: UU 24/2009 Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, Serta Lagu Kebangsaan
BAB II
BENDERA NEGARA
Bagian Kesatu
Umum
Pasal 4
(1) Bendera Negara Sang Merah Putih berbentuk empat persegi panjang dengan ukuran lebar 2/3 (dua-pertiga) dari panjang serta bagian atas berwarna merah dan bagian bawah berwarna putih yang kedua bagiannya berukuran sama.
(2) Bendera Negara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibuat dari kain yang warnanya tidak luntur.
(3) Bendera Negara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibuat dengan ketentuan ukuran:
a. 200 cm x 300 cm untuk penggunaan di lapangan istana kepresidenan;
b. 120 cm x 180 cm untuk penggunaan di lapangan umum;
c. 100 cm x 150 cm untuk penggunaan di ruangan;
d. 36 cm x 54 cm untuk penggunaan di mobil Presiden dan Wakil Presiden;
e. 30 cm x 45 cm untuk penggunaan di mobil pejabat negara;
f. 20 cm x 30 cm untuk penggunaan di kendaraan umum;
g. 100 cm x 150 cm untuk penggunaan di kapal;
h. 100 cm x 150 cm untuk penggunaan di kereta api;
i. 30 cm x 45 cm untuk penggunaan di pesawat udara; dan
j. 10 cm x 15 cm untuk penggunaan di meja.
(4) Untuk keperluan selain sebagaimana dimaksud pada ayat (3), bendera yang merepresentasikan Bendera Negara dapat dibuat dari bahan yang berbeda dengan bahan sebagaimana dimaksud pada ayat (2), ukuran yang berbeda
dengan ukuran sebagaimana dimaksud pada ayat (3), dan bentuk yang berbeda dengan bentuk sebagaimana dimaksud pada ayat (1).
Oke, jelas ya sekarang, yang aturan baru pun (UU 24/2009 Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, Serta Lagu Kebangsaan yang ditandatangani Presiden RI tanggal 9Juli 2009) juga relatif sama. Artinya bendera dari bahan plastik pun nggak masalah ….
Kalau saya, sesungguhnya bukan melihat pada aturan boleh tidaknya bahan dari plastik untuk bendera MP. Soal bahan plastik-nya itulah yang saya fokuskan (dan tentu anda juga yang pro lingkungan hidup lebih baik) yang mestinya menghindari pemakaiannya (sedapat mungkin). Kalau tentang memasang bendera MP, oke-oke sajalah, yang penting terkait erat dengan sifat dan perilaku nasionalisme sesungguh-sungguhnya, alias ada terlihat keinginan menjadi WNI NOMOR 1.
anggaran, Bisnis, indonesia, Kehidupan, kEwarganegaraan, mAnajemen, pEndidikan, teknologi, Warganegara, Yogyakarta
In country on Thursday , 6 August 2009 at 12:13 PM
Indonesia berambisi menjadi negara industri baru di dunia pada tahun 2020. Beberapa upaya tengah dipersiapkan termasuk mengembangkan teknologi yang bisa mendukung sektor industri. Berdasarkan Perpres No.28 tahun 2008 mengenai Kebijakan Industri Nasional (KIN) hingga 2025 Indonesia bertekad menjadi negara industri tangguh yang diawali sebagai negara industri baru pada 2020. Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Kusmayanto Kadiman mengatakan untuk menjadi negara industri baru maka Indonesia harus bekerja keras dan siap menganggarkan dana yang besar dalam mendukung sektor belanja industri. Ia mengatakan keinginan Indonesia sebagai industri baru merupakan pernyataan kualitatif. Pada tahun 1997 lalu Indonesia sudah berhasil dinyatakan oleh dunia menjadi negara yang berpotensi sebagai negara industri baru. “Kita belum bisa melepas kata potensial sampai sekarang, mesti buat beberapa upaya untuk melepas itu,” katanya dalam acara workshop perencanaan pengembangan teknologi dalam mencapai visi Indonesia sebagai negara Industri baru tahun 2020 di kantor Depperin, Jakarta, 6 Agustus 2009.
Terkait dengan komitmen pembiayaan bagi sektor industri dalam mendukung upaya Indonesia menjadi industri baru. Maka perlu komitmen dana yang harus dibelanjakan terhadap sektor industri dan komitmen pembiayaan jangka panjang. Ia menambahkan belanja investasi industri dari APBN terhadap PDB tahun 1993-1997 merupakan rasio yang tertinggi sampai sekarang yaitu mencapai 1,8% (belanja untuk industi terhadap PDB). Kemudian setelah itu mengalami penurunan terus menurus, rasio terkecil tercatat antara periode 2001-2004 hanya 0,8% kemudian sedikit naik dalam periode 2004-2009 sebesar 0,9%. “Jadi kalau mau jadi negara industri baru, berapa uang yang harus dibelanjakan untuk bidang industri. Kalau angkanya itu masih seperti sekarang, itu hanya menjadi mimpi saja,” ucapnya.
PESANNYA: Uang yang untuk dibelanjakan untuk bidang industri, memang darimana ya? Bukankah ini kait mengkait, industri dulu, baru datang uang, atau uang dulu baru datang industri? Yang jelas, yang manapun yang akan terjadi, faktor manusia disini menjadi penting! Bahkan sangat penting. Pertanyaaannya, betulkah manusia Indonesia sudah siap masuk dalam kancah negara industri? Dimana profesionalisme, kreativitas, persaingan dalam konteks efisiensi, produktivitas berlanjut dan memanfaatkan teknologi informasi secara efektif agak merupakan faktor yang perlu digarap terlebih dahulu …..
aNak, bLog, diary, indonesia, informasi, Kehidupan, mAnajemen, pEndidikan, Psikologi, teknologi, Warganegara, Yogyakarta
In hIdup on Thursday , 6 August 2009 at 12:01 PM
Berbagai jenis warna dalam makanan ternyata memiliki banyak khasiat yang dapat melindungi manusia dari berbagai jenis penyakit. Warna pada makanan tidak sekedar membuat tampilannya jadi lebih hidup. Pernahkah terbesit dalam pikiran, mengapa apel berwarna merah, jeruk berwarna oranye, bayam berwarna hijau, anggur berwarna ungu, susu berwarna putih, atau cumi berwarna hitam? Warna-warna tersebut rupanya memberikan manfaat bagi tubuh.
Berbagai macam warna pada makanan itu berasal dari senyawa alamiah (pigmen) yang merupakan senyawa fitokimia. Suatu bahan pangan sebenarnya terdiri dari berbagai jenis pigmen, namun warna yang akhirnya muncul adalah warna pigmen yang paling dominan diantara yang lainnya.
Sebuah warna dihasilkan karena adanya kemampuan ikatan kimia suatu pigmen untuk menyeleksi gelombang cahaya yang diserap dan dipantulkan. Sebagai contoh, warna merah yang pada buah apel adalah warna yang dipantulkan oleh pigmen tersebut, sedangkan warna-warna lainnya hanya diserap saja, tidak dipantulkan.
Bambang Nurhadi, STP Msc, dosen dan ahli Teknologi Pangan di Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran mengatakan selain sebagai pemanis tampilan, warna dalam makanan juga memiliki efek fungsional bagi tubuh. “Warna yang berasal dari pigmen pada makanan umumnya memang membawa efek kesehatan bagi tubuh dan bersifat sebagai antioksidan. Bahkan pigmen antosianin yang tergolong pigmen tidak bernutrisi pun masih memiliki sifat antioksidan yang berguna dalam menangkal radikal bebas dalam tubuh,” ujarnya. Bambang pun menjelaskan bahwa pigmen terbagi menjadi dua jenis, yaitu yang bernutrisi dan tidak bernutrisi. Pigmen yang bernutrisi artinya ia menyumbangkan zat yang dapat menyehatkan tubuh, seperti beta-karoten yang merupakan provitamin A dan akan diubah menjadi vitamin A dalam tubuh.
Sedangkan vitamin yang tidak bernutrisi artinya ia tidak menyumbang zat (vitamin), tetapi ia memiliki gugus polifenol yang bersifat sebagai antioksidan, contohnya pigmen antosianin. Namun kedua jenis pigmen tersebut sama-sama bermanfaat. Bagaimana sebuah warna dapat memberikan khasiat bahkan menyembuhkan penyakit pada tubuh kita? Orang-orang Mediterania misalnya percaya bahwa buah tomat dapat mengobati penyakit jantung. Kepercayaan mereka ternyata memang beralasan, pasalnya buah tomat mengandung pigmen berwarna merah (likopen) yang merupakan senyawa yang dapat memberikan efek antioksidan yang dapat mencegah oksidasi kolesterol buruk ‘LDL’.
Sebuah penelitian yang dilansir dari health24 pun menyebutkan bahwa seseorang yang melakukan diet mediterania dengan mengonsumsi tomat sebanyak 1 kg (mengandung 60 mg likopen) setiap harinya selama 3 bulan, mengalami penurunan kolesterol LDL dalam darah sebanyak 14%. Selain itu, likopen juga berfungsi sebagai zat antikanker, mengendalikan kadar gula darah dan juga diketahui dapat meningkatkan aktivitas sperma. Likopen dapat ditemukan juga pada apel, pepaya, strawberry, semangka, bayam merah, paprika, daging kerang, ikan salmon, lobster, dan lainnya. Pigmen-pigmen pembentuk warna lainnya pun tak mau kalah menyumbangkan khasiatnya, diantaranya:
Warna Jingga. Pigmen pembentuknya adalah karoten. Beta-karoten merupakan pigmen yang paling umum dan penting bagi tubuh karena merupakan provitamin A yang dalam tubuh akan diubah menjadi vitamin A. Beta-karoten sangat baik untuk kesehatan mata, sebagai antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas (anti kanker), antinyeri/peradangan. Karoten banyak terdapat pada wortel, mangga, jeruk, labu kuning, ubi merah, kangkung, bayam, dll.
Warna Kuning. Pigmen pembentuknya adalah xanthophyll. Berfungsi mengurangi risiko kanker, tumor, mencegah kerusakan DNA, mencegah osteoporosis dan juga menjaga kesehatan mata. Xanthopyll banyak terdapat pada jeruk, nanas, melon, pir, timun suri, jagung, telur, kunyit, dll.
Warna Hijau. Pigmen pembentuknya adalah klorofil. Klorofil dan hemoglobin memiliki struktur yang sama, sehingga sering disebut ‘darah hijau’ yang berfungi mentransportasikan oksigen ke seluruh jaringan tubuh. Berfungsi pula sebagai zat antibakteri, antikanker. Klorofil banyak terdapat pada alpukat, kiwi, anggur hijau, asparagus, bayam, brokoli, daun singkong, kacang polong, paprika hijau, sawi, dll.
Warna Ungu. Pigmen pembentuknya adalah antosianin. Berfungsi mengobati kanker (payudara, prostat, kulit, pankreas, usus besar), diabetes mellitus, anti peradangan, antibakteri, dan kesehatan mata. Antosianin banyak terdapat pada anggur ungu, plum, manggis, terong ungu, kol ungu, dll.
Warna Putih. Tidak memiliki pigmen yang memantulkan warna tertentu sehingga semua warna yang masuk ke dalam bahan tersebut dipantulkan semua sehingga terlihatlah warna putih. Berfungsi meningkatkan imunitas tubuh dan menyehatkan saluran pencernaan. Buah-buahan yang berwarna putih seperti leci, rambutan dan kengkeng kaya akan vitamin C, bahkan lebih tinggi daripada jeruk. Pangan lainnya yang berwarna putih yaitu susu, sawi putih, tauge, bawang putih, bawang bombay, dll
Warna Hitam. Makanan yang berwarna hitam memang tidak terlalu banyak dijumpai. Cumi-cumi dan cincau hitam merupakan salah satunya. Cumi-cumi mengandung protein yang tinggi, mineral dan asam-asam amino esensial. Tinta cumi pun diiketahui dapat mengaktifkan sel-sel darah putih untuk memerangi kanker. Sedangkan cincau hitam merupakan sumber serat pangan, karbohidrat dan dipercaya dapat mengobati demam, sakit perut, mual, diare dan hipertensi. Selain karena pigmen yang terkandung dalam makan itu sendiri, warna juga sebenarnya dipengaruhi oleh karakteristik permukaan dan lingkungan. “Coba saja bandingkan warna pada apel yang kusam dengan apel yang sudah digosok, pasti warnanya berbeda,” ujar dosen yang menyelesaikan studi S2-nya di Universitas of New South Wales, Australia tersebut. “Warna juga berfungsi dalam proses-proses fisiologis pada hewan dan tumbuhan, seperti untuk menarik binatang (lawan jenis), mempertahankan diri (pada bunglon), proses penyerbukan, dan yang paling penting yaitu merupakan sumber awal dari sebuah makanan itu sendiri (klorofil untuk proses fotosintesis),” ujar Bambang.
Setiap warna alami yang terdapat pada makanan memiliki fungsinya masing-masing. Oleh karena itu mengonsumsi makanan yang berwarna-warni sangat dianjurkan karena dapat mencegah bahkan mengobati kita dari berbagai penyakit. Bambang pun menyarankan agar kita memvariasikan konsumsi sayuran atau makanan yang berwarna dan menyesuaikannya dengan selera serta kemampuan ekonomi yang dimiliki. Satu pesan dari Bambang yang disampaikan yaitu, “Pilihlah buah-buahan atau sayuran sesuai dengan warna pada umumnya, maksudnya jika warna wortel itu adalah oranye, maka jangan mengonsumsi yang warnanya menyimpang“. Begitu banyak khasiat yang ditawarkan alam lewat bahan pangan, namun semuanya tergantung lagi pada pilihan hidup. Mau hidup sehat atau tidak? Ref
Amerika Serikat, bLog, budaya, dEmokrasi, Hak Asasi Manusia, indonesia, informasi, Intelijen, Internet, Kehidupan, kEwarganegaraan, mAnajemen, militer, pEndidikan, pErtahanan, pOlitik, Psikologi, teknologi, tEknologi iNformasi
In bLog on Thursday , 30 July 2009 at 1:45 PM
Surat elektronik yang mengatasnamakan tokoh teroris yang menjadi buruan polisi, Noordin M Top, beredar di beberapa situs. Surat itu dapat ditemukan di sejumlah situsweb sejak sepekan lalu. Isi surat yang belum bisa dipastikan kebenarannya itu berupa ‘pernyataan resmi dan bentuk tanggung jawab’ orang yang mengatasnamakan dirinya Noordin M Top atas peledakan dua bom di hotel JW Marriot dan Ritz Carlton, di kawasan Mega Kuningan, Jakarta pada 17 Juli lalu. Meski demikian, beberapa pihak meragukan kesahihan surat elektronik itu.
Berikut ini petikan lengkap surat elektronik dari orang yang mengatasnamakan Noordin M Top soal peledakan bom di dua hotel tersebut:

KETERANGAN RESMI TANDZIM AL QO’IDAH INDONESIA ATAS AMALIYAT JIHADIYAH ISTISYHADIYAH DI HOTEL JW. MARRIOT JAKARTA
اَلْحَمْدُ ِللهِ مُعِزِّ اْلإِسْلاَمِ بِنَصْرِه، وَمُذِلِّ الشِّرْكِ بِقَهْرِه، وَمُصَرِّف اْلأُمُور بِأَمْرِه، وَمُسْتَدْرِجِ اْلكَافِرِيْنَ بِمَكْرِه، اَلَّذِي قَدّرَ اْلأَيَّامَ دُولاً بِعَدْلِه، وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى مَنْ أَعْلَى اللهَُ مَنَارَ اْلإِسْلاَمِ بِسَيْفِه.
أمَّا بعد
Ini adalah keterangan resmi dari Tandzim Al Qo’idah Indonesia untuk ummat Islam dengan Amaliyat Jihadiyah Istisyhadiyah di Hotel JW. MARRIOT Jakarta, pada hari Jum’at pagi, tanggal 17 juli 2009 M./24 Rojab 1430 H. yang dilakukan oleh salah satu ikhwah mujahidin terhadap “KADIN Amerika” di Hotel tersebut.
Sesungguhnya telah sempurna pelaksanaan Amaliyat Istisyhadiyah dengan karunia Allah dan karomah-Nya setelah melakukan survey yang serius dan pengintaian yang mendalam terhadap orang-orang kafir sebelumnya.
Dan sungguh benar firman Allah :
“Maka (yang sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, akan tetapi Allahlah yang membunuh mereka, dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allah-lah yang melempar. (Allah berbuat demikian untuk membinasakan mereka) dan untuk memberi kemenangan kepada orang-orang mukmin, dengan kemenangan yang baik. Sesungguhnya Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui”. (QS. Al Anfal : 17).
Ini juga sesuai dengan firman Allah Ta’ala :
“Perangilah mereka, niscaya Allah akan menghancurkan mereka dengan (perantaraan) tangan-tanganmu dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kamu terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman”. (QS. Attaubah : 14).
Agar ummat ini mengetahui bahwasanya Amerika, khususnya orang-orang yang yang berkumpul dalam majlis itu, mereka adalah para Pentolan Bisnisman dan Inteljen di dalam bagian ekonomi Amerika. Dan mereka mempunyai kepentingan yang besar dalam mengeruk harta negeri Indonesia dan pembiyaan tentara kafir (Amerika) yang memerangi Islam dan kaum muslimin. Dan kami akan menyampaikan kabar gembira kepada kalian wahai ummat Islam, bi idznillahi Ta’ala dengan mengeluarkan cuplikan-cuplikan film dari Amaliyat Istisyhadiyah ini insya Allah.
Dan kami beri nama Amaliyat Istisyhadiyah ini dengan : “SARIYAH DR. AZHARI”.
Kami ber-Husnu Dhon kepada Allah bahwa Allah akan menolong kami dan menolong kaum muslimin dalam waktu dekat ini.
الله أكبر ولله العزة ولرسوله والمؤمنون
Amir Tandzim Al Qo’idah Indonesia
Abu Muawwidz Nur Din bin Muhammad Top
Hafidzohullah
KETERANGAN RESMI DARI TANDZIM AL QO’IDAH INDONESIA ATAS AMALIYAT JIHADIYAH ISTISYHADIYAH DI HOTEL RIZT CALRTON JAKARTA
اَلْحَمْدُ ِللهِ مُعِزِّ اْلإِسْلاَمِ بِنَصْرِه، وَمُذِلِّ الشِّرْكِ بِقَهْرِه، وَمُصَرِّف اْلأُمُور بِأَمْرِه، وَمُسْتَدْرِجِ اْلكَافِرِيْنَ بِمَكْرِه، اَلَّذِي قَدّرَ اْلأَيَّامَ دُولاً بِعَدْلِه، وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى مَنْ أَعْلَى اللهَُ مَنَارَ اْلإِسْلاَمِ بِسَيْفِه.
أمَّا بعد
Ini adalah keterangan resmi dari Tandzim Al Qo’idah Indonesia untuk ummat Islam dengan Amaliyat Jihadiyah Istisyhadiyah di Hotel Rizt Calrton Jakarta, pada hari Jum’at pagi, tanggal 17 juli 2009 M./24 Rojab 1430 H. yang dilakukan oleh salah satu ikhwah mujahidin terhadap antek-antek Amerika yang berkunjung di Hotel tersebut.
Sesungguhnya Allah menganugerahkan kepada kami jalan untuk menyerang Hotel termegah yang dimiliki oleh Amerika di Ibukota Indonesia di Jakarta, yaitu Rizt Calrton. Yang mana penjagaan dan pengamanan di sana sungguh sangatlah ketat untuk dapat melakukan serangan seperti yang kami lakukan pada kali ini.
“Mereka membuat Makar dan Allah pun membuat Makar. Dan Allah itu Maha Pembuat Makar”. (QS. Ali Imron : 54).
Adapun sasaran yang kami inginkan dari amaliyat ini adalah :
1. Sebagai Qishoh (pembalasan yang setimpal) atas perbuatan yang dilakukan oleh Amerika dan antek-anteknya terhadap saudara kami kaum muslimin dan mujahidin di penjuru dunia
2. Menghancurkan kekuatan mereka di negeri ini, yang mana mereka adalan pencuri dan perampok barang-barang berharga kaum muslimin di negeri ini
3. Mengeluarkan mereka dari negeri-negeri kaum muslimin. Terutama dari negeri Indonesia
4. Menjadi pelajaran buat ummat Islam akan hakikat Wala’ (Loyalitas) dan Baro’ (Permusuhan), terkhusus menghadapi datangnya Klub Bola MANCESTER UNITED (MU) ke Hotel tersebut. Para pemain itu terdiri dari para salibis. Maka tidak pantas ummat ini memberikan Wala’nya dan penghormatannya kepada musuh-musuh Allah ini
5. Amaliyat Istisyhadiyah ini sebagai penyejuk dan obat hati buat kaum muslimin yang terdholimi dan tersiksa di seluruh penjuru dunia
Yang terakhir ….. bahwasanya Amaliyat Jihadiyah ini akan menjadi pendorong semangat untuk ummat ini dan untuk menghidupkan kewajiban Jihad yang menjadi satu-satunya jalan untuk menegakkan Khilafah Rosyidah yang telah lalu, bi idznillah.
Dan kami beri nama Amaliyat Jihadiyah ini dengan : “SARIYAH JABIR”
الله أكبر ولله العزة ولرسوله والمؤمنون
Amir Tandzim Al Qo’idah Indonesia
Abu Mu’awwidz Nur Din bin Muhammad Top
Hafidzohullah
PESANNYA:
a. Asli atau tipu-tipu? Biarkan pihak yang berwajib yang membuktikan. Rakyat Indonesia mestinya tenang-tenang saja, namun tetap waspada. Ini abad informasi, begitu mudah bagi siapa saja untuk mengeluarkan informasi, mengacau informasi, memalsu informasi, mereduksi informasi, mengolah informasi, merekayasa informasi, memformulasikan informasi …. ya, namanya saja perang informasi.Untuk apa? Yang jelas, untuk mempengaruhi, secara fisik ataupun psikologis. Mungkin saja informasi ini benar, mungkin juga informasi ini sesat. Jangan terlalu mudah percaya informasi dari internet, jangan pula 100% mengabaikan informasi semacam ini, sikapilah dengan proporsional, seraya check & recheck informasi, sekaligus crosscheck informasi beginian.
b. Lepas dari benar atau tidak informasi ini, tetaplah rakyat Indonesia waspada secara terus menerus, jangan pernah lengah, apalagi tersesatkan! Jaman sekarang ini terlalu mudah bagi siapa saja untuk bikin tulisan dan menampilkannya di blog/website, oleh sebab itu, ada informasi pasti ada kontra informasi, begitu seterusnya.Kalau anda tahu ada yang nggak beres laporkan segera kepada pihak yang berwajib.
c. Dengan adanya, contents-contents keras, nakal, bahkan berbau agitatif yang berseliweran di berbagi blog/website dan tampaknya sulit dipertanggungjawabkan kebenarannya (setidaknya masih perlu dipertanyakan keasliannya), apakah ini berarti kita harus bereaksi keras dengan “mengunci” internet supaya nggak mudah bagi siapa saja memposting tulisan di blog/website, mengirim email, atau chatting? Ach, mestinya nggak harus sedrastis itulah. Zaman kebebasan informasi, yang menghantarkan rakyat Indonesia telah bebas menghirup udara Hak Asasi Manusia-nya dalam alam kebebasan memperoleh informasi dan mengeluarkan pendapat mestinya tetap dipertahankan, jangan mundur lagi. Aturan hukum dan undang-undang, serta penegakannya (secara adil dan beradab) mestinya yang diperkuat, disosialisasikan, diterapkan secara terukur dan selalu up to date dengan dinamikan perkembangan sosial, politik, hukum dan ekonomi kita. Tetapi tidak dalam kerangka “mengerangkeng” kebebasan masyarakat. Rakyat harus diedukasi dengan karakter sebagai manusia yang bertanggungjawab dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, termasuk dalam mengakses dan memanfaatkan internet!
d. Rakyat Indonesia harus bersatu melawan terorisme yang merusak sendi-sendi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Indonesia Unite!
indonesia, Internet, Jepang, kOmputer, Riset, teknologi
In tEknologi iNformasi on Thursday , 30 July 2009 at 12:52 PM
Sebuah teknologi optik baru sedang diujicoba di Jepang. Dahsyatnya, teknologi itu mampu mencapai kecepatan 30 Terabit per detik (Tbps) atau lebih dari 32 Miliar Kbps. Uji coba itu telah dilakukan oleh KDDI R&D Labs bersama National Institute of Information and Communications Technology (NICT) di Jepang. Teknologi yang diujicoba memanfaatkan transmisi bernama OFDM alias orthogonal frequency division multiplex.
Sekadar pembanding, kecepatan koneksi internet saat ini masih jauh –sangat jauh– dari yang dicapai dalam ujicoba tersebut. Kecepatan 500 kilobit per detik (Kbps), misalnya, sudah termasuk lumayan untuk penggunaan normal sehari-hari. Sedangkan rata-rata kecepatan internet di dunia, berdasarkan data akhir 2008, adalah 1.5 Mbps atau 1500 Kbps. Nah, 30 Terabit per detik itu kurang lebih setara dengan 32 miliar kilobit per detik. Dengan kecepatan seperti ini, per detiknya data yang sanggup dikirimkan mencapai 3,9 juta MB, atau hampir 1.000 keping DVD film per detiknya.
Dikutip dari Nikkei, 30 Juli 2009, ujicoba itu dilakukan pada jarak 240 kilometer, artinya bukan sekadar ujicoba jarak dekat. Rencananya KDDI akan mengkomersialkan teknologi ini pada 2012.
Alexa, bLog, Google, indonesia, Internet, kEwarganegaraan, mAnajemen, pEndidikan, teknologi, tEknologi iNformasi, Yogyakarta
In tEknologi iNformasi on Thursday , 23 July 2009 at 10:52 AM
Ditjen Pos dan Telekomunikasi melakukan langkah tegas kepada belasan penyelenggara jasa internet (internet service provider/ISP) yang dianggap tak serius menjalankan bisnisnya. Tak tanggung-tanggung, regulator langsung mencabut ‘nyawa’ mereka. ‘Nyawa’ yang dimaksud adalah izin untuk menjalankan layanan yang selama ini mereka pegang. Ada 11 ISP yang menjadi korban pencabutan izin dengan berbagai latar belakang yang merundungnya. Dikutip detikINET dari keterangan resmi Ditjen Postel, Kamis (23/7/2009):
1. Dua penyelenggara ISP yang dicabut izinnya karena tidak memenuhi kewajiban penyesuaian izin : PT Arus Nawala dan PT Quantum Aksesindo Nusantara.
2. Tiga penyelenggara ISP yang dicabut izinnya karena kelalaian memenuhi kewajiban menyampaikan laporan kinerja operasi tahun 2007 : PT Enciety Binakarya Cemerlang, PT Sae Plus, dan PT Gapura Global Komunikasi.
3. Lima penyelenggara ISP yang dicabut izinnya karena permohonan sendiri : PT Telesindo Media Utama, PT Subur Sakti Putra, PT Metrodata Global Akses, PT Dayamitra Telekomunikasi, serta PT Uninet Bhaktinusa.
4. Satu penyelenggara ISP yang dicabut izinnya karena tidak beroperasi : PT. Corbec Communication.
Kabag Humas dan Pusat Informasi Depkominfo mengatakan, data perizinan jasa multimedia yang terdapat di Ditjen Postel menunjukkan bahwa sampai dengan saat ini jumlah izin penyelenggaraan yang masih berlaku untuk ISP dimiliki oleh 172 perusahaan. “Sedangkan untuk jasa interkoneksi internet (NAP/Network Access Point) izinnya dimiliki oleh 40 perusahaan, untuk jasa internet teleponi untuk keperluan publik (ITKP) oleh 25 perusahaan, dan untuk sistem komunikasi data (Siskomdat) oleh 7 perusahaan,” pungkasnya.
budaya, indonesia, informasi, Intelijen, Kehidupan, kEwarganegaraan, mAnajemen, Manusia, Psikologi, teknologi
In mAnajemen on Monday , 20 July 2009 at 12:52 PM
Memang tidak ada satu solusi pun yang benar-benar pas untuk melindungi hotel-hotel bintang lima dari ancaman bom. Perlindungan lebih baik difokuskan pada kegiatan pengecekan kemanan secara rutin dan terus menerus. Hal ini menjadi tantangan, baik manajer maupun pekerja, karena tugas macam itu kerapkali harus dilakukan berulang dan membosankan, demikian menurut kompilasi pengamatan sejumlah analis industri sekaligus pakar anti-teroris.

Bagaimana Cara Smart melakukan hal ini?
1. Memperketat check-in.
Menggunakan gaya pemeriksaan masuk ke bandara sepenuhnya mungkin bagian dari solusi. Pasang mesin pemindai, detektor, penggeledahan di badan, petugas pria dengan pakaian seragam apa adanya, pengamatan tiap personel dan anjing pelacak. Pertanyaannya, apakah tamu-tamu bisnis yang harus datang dan pergi beberapa kali sehari akan menoleransi penggeledahan berkali-kali semacam ini.
Hotel memang bukanlah bank atau pusat komando pertahanan. Mereka ada di wilayah bisnis menyenangkan orang. Jadi bagaimana penyambutan yang dirasakan jika tamu digeledah, dipindai dan diwawancara secara berkali-kali, ya, ini proses yang harus dijelaskan dengan etis dan secara menyenangkan untuk meyakinkan tamu. Toh, hal ini juga demi keamanan tamu itu sendiri.
Tamu bisa jadi diminta secara personal untuk mengidentifikasi barang bawaan ketika memasuki hotel, begitu pula pada kendaraan. Barang-barang bawaan seharusnnya melewati alat pemindai untuk mendeteksi gas atau bebauan dari bahan-bahan eksplosif. Tentu latihan rutin diberikan kepada para penjaga tentang penggunaan alat-alat deteksi merupakan keharusan. Prosedur yang ceroboh dan tidak sistematis cenderung merembet ke hal lain dan berisiko tinggi.
2. Desain Ulang.
Hotel-hotel kini perlu didesain jauh dari jalan utama, membuat jarak ‘awas’ lebih besar dari bom kendaraan. Rute masuk perlu dirancang secara matang sehingga setiap kendaraan mendekat di pintu masuk utama berjalan lambat dan dilakukan dalam tahap-tahap yang terkontrol.
Format gedung harus bebas dari lobi-lobi berpanel kaca. Restoran lantai dasar juga tidak lagi mesti berdampingan dengan tempat parkir. Hote-hotel lama–beberapa adalah hotel terbaik di dunia, merupakan bangunan bersejarah yang dekat dengan jalan–bila mengadaptasi desain baru di struktur lama, bisa sangat rumit. Hal lain tak kalah penting, memperhatikan seksama pintu masuk kedua di belakang gedung yang kurang dimonitor, lokasi ini dapat menjadi titik lemah, karena membiarkan ada akses masuk tak terdekteksi.
3. Staf
Menggunakan teknologi tingkat tinggi, bahkan terbaru sepertinya tidak bermanfaat tanpa kerja sama dengan ahli atau staff, demikian menurut analisis pakar. Hotel harus memastikan semua staff diberi kompensasi gaji dengan baik. Paling tidak itu meminimalkan resiko kolaborasi dengan penyerang yang didasarkan motif ekonomi. Para ahli merekomendasikan kepada pihak rekrutmen tenaga kerja melakukan pengecekan latar belakang pelamar. Bila perlu manajer harus memiliki data profil psikologis para pelamar dan karyawan.
4. Anti-Observasi dan Anti-skema serangan
Sekali serangan dijalankan, sangat hampir mustahil untuk menghentikan. Sehingga sejumlah pakar keamanan menyarankan para hotel untuk mengembangkan kemampuan mendeteksi kapan mereka tengah diamati oleh perencana serangan. Efek kemampuan itu membutuhkan ruang sayap yang sepenuhnya untuk operasi intelijen, kamera pemantau dan staf pengamat untuk mengidentifikasi perilaku mencurigakan dan mengumpulkan bukti, plus staf terlatih untuk menganalisais semua materi pengamatan dengan baik.
5. Apa yang tamu harus lakukan
Pelanggan dapat berperan besar dengan menuntut keamanan lebih besar dan bersiap membayar tinggi atas konsekuensi itu. Oleh karena itu, hotel bisa mengembangkan keamanan untuk insentif komersial. Beberapa ahli menyarankan kepada klien pengusaha yang berpergian untuk menghindari jaringan hotel bintang lima Barat ikonik. Argumen mereka, hotel-hotel tersebut mengundang serangan karena mereka menerima tamu Barat lebih banyak. Alih-alih, mereka disarankan memilih hotel butik yang tak begitu menyolok, yang tak begitu terkenal. Sementara yang tak setuju, mengatakan hotel lebih murah memiliki keamanan lebih rendah. Merekam menunjuk beberapa serangan terburuk pada 12 bulan terakhir, yang terjadi di hotel-hotel yang tidak dimiliki Barat. Tamu juga harus diedukasi dengan situasi hotel, agar mampu memproteksi diri apabila terjadi hal-hal yang tak terduga di lingkungan hotel. Informasi situasi dan kondisi menjadi hal penting.
6. Kemampuan mengembangkan perspektif
Serangan terbesar di hotel-hotel bukan tembakan, bukan terorisme, ujar para pakar. Pernyataan mereka berdasar fakta, banyak hotel di dunia minim–kalau tak bisa dibilang tak ada–sistem sprinkler dan evakuasi dari asap dan kebakaran. Gara-gara hal itu, banyak orang yang terkunci ketika penyelamatan saat kebakaran. Risiko lain adalah pencurian, invasi ke dalam ruang. Penyerang dapat menipu atau memaksa masuk ke dalam ruang dan merampok serta menyerang tamu. Teknologi terbaru dan tercanggih pun apabila diterapkan di lingkungan hotel kelas tinggi, mesti dibarengi dengan personel yang mumpuni, serta maintenance yang terjaga.
Notes: Dimanapun tingkat risiko nol itu tidak ada. Mungkin salah satu hal yang kita harus sangat hati-hati adalah, tidak bereaksi berlebihan terhadap kejadian-kejadian tersebut. Kewaspadaan dan kehati-hatianlah yang lebih diutamakan dalam menghadapi kondisi ini.
Bisnis, budaya, indonesia, informasi, Kehidupan, kEwarganegaraan, mAnajemen, pEndidikan, teknologi, Yogyakarta
In hIdup on Monday , 20 July 2009 at 11:41 AM
Sebagai upaya untuk menyelamatkan lingkungan dan terpeliharanya kelestarian lingkungan dari timbunan sampah dan limbah, dapat dilakukan dengan melaksanakan konsep 3R terhadap sisa-sisa yang tidak berguna secara konsisten dan berkesinambungan. Konsep 3R tersebut yakni:
Reduce (mengurangi)
Reuse (memanfaatkan kembali)
Recycling (daur ulang)

Untuk itu masyarakat perlu didorong untuk mengurangi pemanfaatan sumber daya dalam melaksanakan berbagai aktivitas pada kehidupan sehari-hari. Selain itu memanfaatkan kembali sisa-sisa yang tidak berguna menjadi benda yang bermanfaat. Masyarakat perlu dilibatkan secara langsung dalam melakukan upaya mengurangi, memanfaatkan kembali serta melakukan daur ulang terhadap barang-barang yang telah dimanfaatkan. Upaya tersebut dapat dilakukan dengan cara yang sangat sederhana, menarik dan konsisten. Untuk itu program sosialisasi perlu mendapat perhatian serius secara khusus sebagai upaya merangkul masyarakat. Dalam memerdayakan masyarakat, sangat diperlukan keterlibatan tokoh masyarakat dan intelektual, agar mendukung terlaksananya konsep tersebut dengan baik.
Alexa, Amerika Serikat, Google, indonesia, Internet, Kehidupan, Microsoft, teknologi, tEknologi iNformasi, Website, Yogyakarta
In tEknologi iNformasi on Thursday , 16 July 2009 at 10:55 AM
In less than a week, Google announced an operating system to compete with Windows, while Microsoft announced that Office 10 will include free, online versions of its four most popular software programs — a shot at Google’s suite of web-based office applications.

And not more than a month and a half ago, Microsoft unveiled its new search engine Bing, which it hopes will steal market share from Google and finally make it real money online.
From the news of it, it’s a full-blown tech battle, complete with behind-the-scenes machinations to sic government regulators on each other.
It is, however, not a death match — it’s more of an fight to see who will be the King of Technology, since both companies pull in their billions through completely different siphons and are unlikely to severely wound one another any time soon.
Google pulled in $22 billion in revenue in 2008, 97 percent of which came tiny text ads bought by the keyword and placed next to search results or on pages around the web. Google makes a negligible amount of money bundling its online apps for businesses, charging $50 a head annually — but mostly it just gives its online text editor, email and spreadsheet programs away.
By contrast, Microsoft sold $14.3 billion worth of Microsoft Word and PowerPoint and other business applications over the last nine months, making a profit of $9.3 billion. It made a further $16 billion in revenue in 2008 through sales of its operating systems, which range from XP installations on netbooks, to Vista, to Windows Mobile to its server software.
Google now plans its own range of operating systems, starting with Android, an open-source OS for small devices like smartphones, and Chrome OS, a browser-focused, open-source OS that will run on notebooks and desktops.
Clearly top executives at each company look over at the others’ pots of gold and dream of ways to steal them, or at least make it harder for the other guy to make money.
In fact, they even dislike each other enough to spend money to make the other one lose revenue — take for example, Microsoft’s behind-the-scenes campaign to scuttle last year’s proposed Google-Yahoo advertising deal or its ongoing attempts to derail the Google Book Search settlement.
But in reality, the competition is really about creating universes or ecosystems that it hopes consumers will want to live their technology lives inside. And it’s about ego — a fight to be recognized as the world’s most important technology company.
Microsoft would love for everyone in the world to be using its Internet Explorer browser to search through Bing to find a story from its MSN portal to email via Hotmail or Outlook to a friend. Add in a smartphone running Windows Mobile and an Xbox in the living room for the kids, and you have a Microsoft family. And though it is much joked about, Microsoft is the dominant platform for software developers of all types, whether they are making small business software, massive online role-playing games or photo-editing utilities.
Google’s ecosystem looks different. It starts with a Google Chrome browser (oddly running only on Windows) with a default homepage set to Google News or a customized Google homepage. From there you might go to Gmail and then click on a Word document sent to you as an attachment which Google will quickly — and safely — open for you in its online word processor.
But most importantly, Google wants you to search and travel around the web, hitting web pages that run Google-served ads and Google tracking cookies. You might think that Google is a really cool company to give away all this free technology, while never thinking about the persistent and silent data collection Google is undertaking to profile you in order to deliver you to advertisers for a premium.
So how do the two stack up in four key areas of competition?
Browsers: Internet Explorer in all its variations still retains close to 70 percent of the market (depending on who is counting and how). That dominance remains, even though Microsoft’s latest offering IE8 lags behind all the other major browsers in features and advanced web capabilities.
Firefox, Opera, and Apple’s Safari have all driven browser innovation over the last five years, but most people have not been convinced to leave IE behind, despite other alternatives being safer and more advanced. Why does it matter? Well, IE installations come with a default home page, don’t they?
Google’s Chrome browser, on the other hand, is a handsome, whiz-kid of a browser. It’s sleek and nimble, and it revolutionizes how tabs are handled. The address bar is the search box (Google as default, naturally). Each website opened runs as its own browser instance and has very low permissions to read and write to files. The sandboxing of tabs means that if a single website hangs or crashes, the rest are unaffected. Meanwhile, lower permissions make it harder for a hacker to bust into your computer through your browser.
Chrome also has less than 2 percent of the browser market share.
Online Search: Google’s name now means search to most users. Google’s search engine means money to Google. In June, it delivered 78.5 percent of search results pages delivered to U.S. web users. In the first three months of 2009, Google pulled in $5.2 billion in revenue, a majority of which came from AdWords, an auction-based service that triggers ads based on the keywords in a search query.
Microsoft recently debuted Bing, a new search engine it hoped would fare well in comparison to Google. It’s got some fine innovations, and shows the company is thinking very hard about better ways to present information to users by finding ways to synthesize data, rather than just retrieving links. Still, despite these improvements, a $100 million ad campaign, and generous press coverage that treats Bing like an underdog, Bing gained only a point in June to get Microsoft 8.2 percent of all searches.
Operating Systems: Microsoft has been making operating systems since 1979 and has spent 28 years perfecting MS-DOS and Windows NT, the frameworks that Windows have been built around. Microsoft is estimated to run on about 90 percent of all laptops and desktops in the world. By copying its competitors’ best features, leveraging questionable licensing arrangements and using its base of accustomed users to buy it time against innovators, Microsoft has held on to its lead in the OS market for almost 30 years. That’s despite challenges from Digital Research, Apple and IBM.
Microsoft’s newest version, Windows 7, will be available in the fall. Early reviews say the OS boots quickly and sleeps fast, and avoids much of the confusing interface decisions that have made many dislike Vista, the successor to Windows XP. Microsoft also dominates in the business world, where nearly every medium to large company standardizes around Microsoft Office. Microsoft is also at work on version 6 of its operating system for handheld devices, which it first launched in 2000.
Its OS advantages are immense. It has millions of users who know nothing else and who like Windows. There are millions who are attached to games or the thousands of desktop apps that are only available on Windows. Thousands of devices just plug in and work on its hardware. And familiarity with Microsoft software is a requirement for a huge number of office jobs.
By contrast, Google first stepped into the OS game in 2007 when it announced its Android operating system for small devices. Google estimates that some 18 phone models will be running its system by the end of the year. Last week, Google announced, but did not show off, a new OS to compete with Windows, dubbing it Chrome OS.
That name signifies that Google’s OS will be for the web and browser-based. It hopes to convince developers to write software that runs inside a browser, instead of on top of the OS as developers for Windows and Apples’ OS X do. It will also let web developers extend the power of their websites by expanding the capabilities of the browser, allowing websites to lean on the browser for storage and processing help.
Advertising: Google is largely powered by its innovative auction-based text ads on its own site, but then expanded into serving ads on other people’s sites with the Adsense program. It bought the ad-serving and behavioral-profiling giant Doubleclick in 2007 for more than $3 billion, and has ventured into mobile, print, radio and television ads.
Microsoft has struggled to replicate Google’s online advertising success. Despite owning MSN.com — a portal that is second only to Yahoo as a destination — Microsoft has not made money on the internet. To turbocharge its ad-delivery technology, it paid more than $6 billion in cash in 2007 for aQuantive, a full-service online advertising concern.
Instead, Microsoft’s online ad business lost $1.2 billion in 2008, double what it lost in 2007. The company expects 2009 revenues to be higher than the $3.2 billion it took in last year, but has not said it would make a profit.
Contrary to what some might have you believe, the benefits of the Google-Microsoft competition are immense.
Microsoft had largely grown complacent until Google came along to shake up categories. Gmail’s massive online storage capability and fancy programming made Microsoft hustle to upgrade its popular, though not user-friendly, web e-mail service. Google Maps led to Microsoft’s Live Maps, which now bests Google’s efforts in some ways.
Google has been winning the fight for the last few years, showing that it is still nimbler than the software giant from the Northwest. But the pendulum may be slowing, or even poised to swing the other way. With the innovations in Bing and the promise that Microsoft’s online Office offerings will be free and more fully featured than the Google equivalent, Microsoft is taking on Google where it matters for users: on the field of innovation.
And that will make for an interesting race, no matter which horse you prefer to ride. Referensi
budaya, indonesia, Kehidupan, kEwarganegaraan, mAnajemen, militer, pErtahanan, teknologi, tEknologi iNformasi
In teknologi on Wednesday , 15 July 2009 at 9:54 PM
X-Ray (Sinar-X) disamping digunakan untuk keperluan Rogten dalam rangka mengetahui organ dalam tubuh manusia, juga digunakan di dunia penerbangan. Dalam penerbangan X-Ray digunakan untuk mengetahui instrument pesawat yang mengalami kerusakan. Hasil dari penggunaan X-Ray ini memudahkan tehnisi pesawat untuk melakukan perawatan terhadap instrument pesawat yang mengalami kerusakan. Demikian yang disampaikan Kasubsirendal, Seksi Kamhanlan, Disops Lanud Iswahjudi, Kapten Tek Suwoto pada Briefing Pagi, Rabu (15/7).
Akan tetapi sinar X yang digunakan dalam penerbangan ini berkekuatan 10 kali lipat dari yang biasa digunakan untuk rongten di Rumah Sakit. Sementara menurut ketentuan medis, seseorang bisa melakukan rongten dalam jarak waktu 1 kali dalam tiga bulan. Melihat kekuatan sinar-X yang digunakan dalam penerbangan tersebut, sehingga hal ini sangat berbahaya bila sinar X tersebut mengenai tubuh manusia. Oleh karenanya operator yang menggunakan sinar-X harus ekstra hati-hati, agar dampak dari penggunaan sinar-X tidak mengenai tubuh manusia.
Dalam penjelasannya Kapten Tek Suwoto menyampaikan, bahwa sinar-X tersebut bila mengenai tubuh manusia akan menyebabkan jaringan kulit menjadi mengering, jaringan tulang akan keropos dan sel telor perempuan akan mati, sehingga menyebabkan mandul.
Menurutnya, radiasi dari sinar-X ini bukanlah penyakit, akan tetapi dampak radiasi ini akan menurunkan tingkat stamina dan kekebalan tubuh manusia, sehingga memudahkan penyakit masuk kedalam tubuh. Oleh karenanya bila seseorang terkena radiasi sinar-X disarankan segera mengkonsumsi makanan bergizi, minum susu dan kacang hijau agar sel-sel tubuh yang mati segera tergantikan oleh sel-sel yang baru.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa untuk memonitor besaran radiasi tersebut terdapat tiga alat ukur radiasi yaitu survey meter adalah alat yang digunakan untuk mengetahui apakah suatu lokasi dalam keadaan aman dari radiasi atau belum. Kedua, film Badge salah satu alat untuk memonitor seberapa banyak radiasi yang mengenai tubuh manusia atau operator. Ketiga Pocket docimeter salah satu alat untuk mengetahui seberapa besar radiasi yang ada dalam suatu lokasi sehingga sebelum alat ini dipakai harus dienolkan (O)/dinetralkan dulu. Referensi
Bisnis, ekonomi, indonesia, informasi, Internet, Jepang, pEndidikan, robot, teknologi
In teknologi on Wednesday , 15 July 2009 at 2:00 PM

Jepang terkenal sebagai gudangnya robot. Bermacam jenis robot telah dihasilkan para ilmuwan di negeri Sakura. Namun saat ini, banyak robot yang diproduksi di sana justru malah terlantar dan jadi ‘pengangguran’ .
Rupanya krisis ekonomi global membuat industri robot Jepang yang mempekerjakan 370.000 orang ikut terkena imbasnya. Dikutip dari New York Times, Rabu (14/7/2009), permintaan masyarakat terhadap robot berkurang cukup drastis.

Sebuah analisis memperkirakan, bisnis industri robot Jepang bakal menurun 40 persen tahun ini. Sedangkan data dari Japan Robot Association mencatat bahwa pengapalan robot industri menurun 59 persen pada kuartal pertama 2009 ketimbang kuartal sebelumnya.
Di pabrik, banyak produk robot-robot pekerja harus menganggur, menunggu lama untuk datangnya pesanan. Sedangkan robot-robot yang difungsikan untuk pekerjaan rumah tangga dan perawatan orang tua juga banyak yang tidak laku. Bahkan situasi tersebut memaksa beberapa perusahaan robot Jepang meminta perlindungan agar tidak bangkrut.
Waduh nggak tuannya, nggak robotnya, sekarang banyak menganggur. Kompak dong ….
budaya, dEmokrasi, indonesia, Kehidupan, kEwarganegaraan, mAnajemen, Manusia, nUrani, teknologi
In country on Wednesday , 15 July 2009 at 1:00 PM
Pemberlakuan Peraturan Menteri No 5 Tahun 2008 mengenai Usaha Perikanan Tangkap membuktikan ketidakberpihakan pemerintah dalam hal ini Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) kepada nelayan tradisional dan masyarakat pesisir yang menggantungkan hidupnya dari sumber daya kelautan dan perikanan.
“Permen ini jelas bertentangan dengan tata laksana perikanan yang diatur Badan Pangan Dunia atau FAO dalam Code of Conduct for Responsible Fisheries. Pada pasal 6 secara eksplisit disebutkan bahwa negara harus melindungi, hak nelayan dan pekerja perikaan skala kecil atas sumber mata pencaharian yang aman dan layak, hak akses istimewa ke wilayah penangkapan dan sumber daya tradisional di dalam yurisdiksi perairan mereka,” jelas M Riza Damanik, Sekjen Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA) di Jakarta.
Pemberian surat izin usaha perikanan (SIUP) dalam satu klaster perikanan kepada perusahaan perikanan untuk lebih dari 30 tahun menunjukkan kesengajaan negara dalam meminggirkan hak-hak nelayan tradisional dan masyarakat pesisir.
“Permen ini memunculkan dua persoalan, yakni terbatasnya akses dan perlindungan terhadap nelayan tradisional. Pemerintah selalu berdalih bahwa nelayan dan perusahaan memiliki hak yang sama. Namun, mereka melupakan fakta bahwa hingga detik ini mayoritas nelayan kesulitan dalam “mengepulkan” asap dapur dan membiayai pendidikan bagi anak-anak mereka,” jelas Riza.
Keterbatasan keluarga nelayan ini mendasari keberpihakan FAO dengan menerbitkan Code of Conduct for Responsible Fisheries pada 1995. Hal penting lainnya yang menjadi titik pijak FAO adalah ketergantungan nelayan pesisir pada sumber daya kelautan dan perikanan.
” Sumber daya perikanan merupakan sumber daya privat. Hal itu menyalahi peruntkan dasar sumber daya kelautan dan perikanan milik umum khususnya nelayan tradisional dan masyarakat di sepanjang pesisir Indonesia,”kata Riza. Referensi
budaya, Hak Asasi Manusia, indonesia, Kehidupan, kEwarganegaraan, mAnajemen, Manusia, pEndidikan, teknologi
In country on Wednesday , 15 July 2009 at 12:16 PM
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) kembali mengeluarkan public warning.
Kali ini yang dibidik adalah kemasan makanan. Salah satu di antara kemasan yang dianggap berbahaya adalah styrofoam. Kemasan jenis itu biasanya dipakai untuk membungkus makanan cepat saji. Begitu juga kemasan plastik berbahan polivinil klorida (PVC), polietilen (PE), dan polipropilen (PP) serta kresek.

hati-hati sama yang hitam
Kepala BPOM Husniah Rubiana Thamrin Akib mengatakan, penggunaan styrofoam sudah lama menjadi perhatian. Sebab, monomer stiren yang terkandung dalam styrofoam dapat lepas ke dalam makanan yang berlemak, berminyak, beralkohol, dan bersuhu panas. Memang, papar Husniah, sejauh ini belum ada satu pun negara di dunia yang melarang penggunaan styrofoam berdasar pertimbangan kesehatan. Sebab, menurut JECFA, monomer stiren tidak mengakibatkan gangguan kesehatan jika residu tidak melebihi 5.000 ppm. Karena itu, masyarakat tetap diminta berhati-hati.
Umumnya, kemasan makanan styrofoam dapat dikenali dengan logo segi tiga dan di tengahnya ada angka 6. Di bawah logo tersebut ada tulisan PS. Husniah mengimbau masyarakat tidak memakai kemasan styrofoam dalam microwave. ”Juga jangan gunakan styrofoam yang rusak atau berubah bentuk untuk mewadahi makanan berminyak dan berlemak, terutama yang panas,” jelasnya. Selain styrofoam, jelas Husniah, kemasan makanan dari plastik yang paling berbahaya adalah PVC. Sebab, PVC dibuat dari monomer vinil klorida (vinyl chloride monomer/VCM). Zat tersebut dapat lepas dalam makanan yang berminyak, berlemak, dan mengandung alkohol, juga kondisi panas. Apalagi, dalam pembuatan PVC kerap ditambahkan stabilisator, seperti senyawa timbal (Pb), cadmium (Cd), dan timah putih (Sn). Tujuannya, mencegah kerusakan PVC. Supaya PVC fleksibel, kadang ditambahkan senyawa ester ftalat dan ester adipat.
Residu VCM terbukti dapat mengakibatkan kanker hati. Senyawa Pb merupakan racun bagi ginjal dan saraf. Sedangkan Cd dapat mengakibatkan kanker paru. Demikian juga ester ftalat, dapat mengganggu sistem endokrin. ”Karena itu, agar tidak menimbulkan gangguan kesehatan, masyarakat jangan memakai PVC untuk makanan panas, berlemak, dan berminyak,” jelasnya. Kemasan makanan tersebut biasanya dijumpai pada tutup kue tar transparan berbentuk silinder yang dilengkapi alas berwarna hitam berbentuk lingkaran. Selain PVC dan styrofoam, Husniah me-warning penggunaan kantong plastik atau kresek. Mayoritas kantong plastik berwarna, terutama hitam, merupakan produk daur ulang yang sering digunakan sebagai wadah makanan. Padahal, dalam proses daur ulang itu kerap tidak diketahui riwayat penggunaan bahan wadah tersebut. Bisa jadi, terang Husniah, bahannya adalah bekas wadah pestisida, limbah rumah sakit, kotoran hewan atau manusia, limbah logam berat. ”Dalam proses daur ulang itu juga sering ditambahkan bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan,” papar dia. Menurut dia, di antara seluruh jenis kemasan untuk makanan tersebut, ada yang paling aman digunakan. Yakni, plastik PE dan PP.
Jenis plastik itu biasanya dipakai untuk botol minuman, minyak goreng, kecap, sambal, air mineral, kantong belanja (kresek), sedotan, maupun alat makan, seperti sendok, gelas, dan piring. ”PP dan PE paling sering dipakai dan paling aman,” ulasnya. Sementara itu, Direktur Pengawasan Produk dan Bahan Berbahaya BPOM Roland Hutapea menambahkan, perlu ada peraturan untuk persoalan label produk makanan. Menurut dia, tiap produk makanan wajb diberi label yang mencantumkan jenis kemasan. ”Apakah label itu jenis PVC, PE, PP, atau styrofoam. Termasuk kandungan bahan kimianya,” ujarnya. Persoalan tersebut, tutur dia, sejatinya sudah dibahas dalam pertemuan bersama Departemen Perdagangan. ”Sebab, peraturan itu penting bagi masyarakat,” ucapnya. Departemen Perdagangan harus memikirkan masalah tersebut. ”Sedangkan kami terus memonitor dari segi kesehatan,” tegasnya. Referensi
Pesannya: Mesti berhati-hati ya tentang hal ini ….. jangan sekadar mengejar murahnya kalau sudah begini. Apalagi bisa berakibat, murah membawa sengsara ….. karena kesehatan itu mahal!
indonesia, Intelijen, Kehidupan, kEwarganegaraan, mAnajemen, militer, pErtahanan, teknologi
In militer on Wednesday , 15 July 2009 at 9:45 AM
Di ketinggian 10000 s/d 15000 feet para penerbang pesawat tempur Lanud Iswahjudi bermanuver di udara melaksanakan latihan penembakan “Air to Air TAXAN” dengan menggunakan secapem untuk meningkatkan profesionalisme penerbang tempur, Selasa, (13/7). Latihan penembakan “Air to Air’ dengan peluru GUN 20 mm dilaksanakan di atas laut selatan Pacitan mulai tanggal 13 Juli s.d. 22 Juli 2009 dengan menggunakan pesawat tempur F-16/ Fighting Falcon dari Skadron Udara 3 dan F-5/Tiger dari Skadron Udara 14 Lanud Iswahjudi.
Latihan tersebut bertujuan untuk mempertahankan dan meningkatkan kemampuan penerbang tempur F-16 dan F-5 E Tiger, sebagai Pertahanan Udara (Hanud) yang dimiliki oleh TNI AU yang bertanggung jawab mempertahankan wilayah NKRI di udara.
Secapem merupakan benda yang digunakan sebagai sasaran tembak yang ditarik oleh pesawat lain saat di udara yang diasumsikan sebagai pesawat musuh dalam latihan penembakan “Air to Air TAXAN”.
Guna memperoleh hasil latihan yang maksimal, Komandan Lanud Iswahjudi Marsma TNI Bambang Samoedro S.Sos, selalu memonitor setiap pergerakan latihan yang dilakukan oleh pera penerbang maupun ground crew. Pada kesempatan hari pertama latihan (13/7) Danlanud Iswahjudi mengadakan peninjauan ke Skadaron Udara 14 mengenai kesiapan yang dilakukan sebelum para penerbang tersebut melaksanakan latihan penembakan Air to Air. Referensi
bLog, indonesia, Kehidupan, kEwarganegaraan, mAnajemen, Manusia, pEndidikan, Psikologi, teknologi, Yogyakarta
In climate, country on Friday , 10 July 2009 at 9:13 AM
Sebuah kota kecil di Australia memutuskan secara bulat untuk melarang penjualan air minum botol karena khawatir akan dampaknya terhadap lingkungan. Para pegiat lingkungan mengatakan Kota Bundanoon di negara bagian New South Wales mungkin adalah kota pertama di dunia yang mengeluarkan larangan itu. Mereka mengatakan sumber daya dalam jumlah besar digunakan untuk mengambil, mengepak dan mengangkut air minum botol. Dan botol-botol plastik yang sudah digunakan kemudian menumpuk menjadi sampah atau diangkut ke tempat-tempat pembuangan sampah, demikian menurut pihak yang melakukan kampanye “Bundy on Tap“, yang bertujuan mendorong masyarakat agar minum air keran.

Mahal mana, airnya atau botolnya?
Lebih dari 350 warga datang untuk memberi suara mereka dalam sebuah pertemuan terbuka di balai kota. Hanya satu orang yang menentang larangan itu, bersama seorang wakil dari industri air minum botol, demikian dikabarkan ABC News.
Wartawan BBC Nick Bryant di Sydney mengatakan, penduduk setempat telah berjanji tidak akan memarahi pengunjung bila mereka tidak mematuhi larangan itu, tetapi para pengunjung akan dibujuk untuk mengisi kembali botol kosong mereka dengan air minum dari keran gratis yang disediakan di jalan utama. Seorang pegiat lingkungan John Dee mengatakan, pandangan penduduk setempat terdorong untuk melarang penjualan setelah sebuah perusahaan minuman besar mengumumkan rencana untuk mengambil air dari tempat penampungan air di bawah tanah kota itu.
Dampak lingkungan
“Perusahaan itu selama ini berupaya untuk memompa air bersih di tempat ini, membotolkannya di Sydney dan mengembalikan air minum botol ke sini untuk dijual,” katanya. “Hal ini membuat warga setempat mengkaji lagi dampak lingkungan air minum botol dan masyrakat di sini sangat vokal mengenai masalah ini,” tambah John Dee.
Larangan itu juga didukung oleh para pemilik toko di kota itu yang berpenduduk sekitar 2.500 orang itu. “Kami percaya Bundanoon adalah kota pertama dunia yang berhasil mengajak pedagang air minum botol eceran melarang penjualan,” kata Dee. “Kami belum pernah mendengar larangan serupa di tempat lain.”
Perdana Menteri Negara Bagian New South Wales Nathan Rees mendukung upaya ini, dan memerintahkan berbagai departemen pemerintah agar berhenti membeli air minum botol dan lebih sering mengkonsumsi air minum dari keran. Rees mengatakan hal itu akan menghemat uang pajak rakyat dan membantu menyelamatkan lingkungan.
Pesannya: Apakah anda dan pemerintah daerah anda terilhami gagasan dan kabar ini? Kalau iya itu baik dan benar ………….. karena saya secara pribadi setiap kali melihat air dalam botolan/gelasan seringkali menakar “sesungguhnya mahal mana ya antara harga airnya dengan wadah botol/gelasnya” ……. apalagi kalau melihat secara jangka panjang, buanyaknya sampah plastik botol/gelas bekas itu dan dampaknya terhadap lingkungan hidup kita ……………….
budaya, indonesia, informasi, Kehidupan, kEwarganegaraan, nUrani, pEndidikan, Profesi, Psikologi, teknologi, Yogyakarta
In survai on Thursday , 9 July 2009 at 2:00 PM
Umumnya, kita menguap saat merasa bosan, lelah, atau mengantuk. Semua hal itu tak berkaitan secara langsung. Oleh karenanya, hingga kini para ahli masih belum bisa memaparkan penjelasan mengenai mekanisme alamiah pada tubuh manusia ini selalu terjadi. Teori paling populer adalah kita menguap karena kadar oksigen di paru-paru berkurang. Saat membuka mulut dan menghirup udara, oksigen masuk dan kembali memenuhi paru-paru.
Belakangan, muncul pendapat yang seolah menegaskan anggapan bahwa menguap bisa menular. Artinya, saat melihat orang lain menguap, tanpa disadari kita akan ikut menguap. Steven Platek, PhD, psikolog dari State University of New York di Albania, melakukan pengamatan untuk menemukan kejelasan dari fenomena ini. Hasilnya menunjukkan, 40-60 persen relawan cepat “tertular” orang lain yang sedang menguap, baik yang berada di dekatnya ataupun yang mereka lihat di layar kaca. Meski Platek dan timnya belum mampu menjelaskan mekanisme “penularan” ini, mereka yakin kedua hal itu berkaitan.
Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam edisi terbaru jurnal Cognitive Brain Research ini menyebutkan bahwa bila kita ikut menguap saat orang lain menguap, hal itu bisa dianggap sebagai respons empatetik, sama halnya seperti tertawa. Artinya, menguap menjadi cara dalam menunjukkan empati kita terhadap perasaan orang lain. “Menguap tidak hanya bisa dipicu setelah melihat orang lain menguap, tetapi juga mendengarkan, membaca, atau bahkan berpikir tentang menguap,” kata Platek, yang memimpin penelitian tersebut. Referensi
Australia, bLog, Hak Asasi Manusia, indonesia, Internet, Kehidupan, kEwarganegaraan, teknologi, tEknologi iNformasi, Yogyakarta
In tEknologi iNformasi on Thursday , 9 July 2009 at 10:01 AM
Heboh SMS juga menyerang Australia …..
Pesan SMS ancaman pembunuhan meresahkan warga Australia. Pengirim SMS diduga jaringan penjahat internasional yang ingin memeras para korban. Masalah ini cukup serius sehingga pemerintah setempat merasa perlu mengeluarkan peringatan resmi. Para penjahat diperkirakan membobol jaringan operator untuk mendapat nomor ponsel dan mengirim SMS ancaman maut secara massal. Kasus itu menyeruak setelah lembaga Australian Communications and Media Authority (ACMA) menerima berbagai komplain dari penerima SMS tersebut yang dikirim dari luar negeri.
The Sidney Morning Herald mengabarkan, 1 Juli 2009, motif pengirim SMS maut itu adalah untuk menakut-nakuti korban. Misalnya jika mereka tidak mau memberi sejumlah uang, mereka diancam bakal dihabisi. “Aku akan membunuhmu. Jika kamu ingin tetap hidup, hubungi XXX untuk mendapat informasi mengenai apa yang harus kau lakukan. Jika kamu mengabaikan pesan ini, kamu akan mati,” demikian salah satu bunyi SMS yang meresahkan itu. Chris Chapman selaku Chairman ACMA pun memperingatkan agar para penerima SMS tidak membalas pesan karena ancaman pembunuhan itu hanyalah tipuan. Begitu menerimanya, mereka disarankan melaporkannya pada aparat.
Berita aslinya, coba anda perhatikan dan baca:
Pesannya:
1. Hati-hati dengan menerima/mengirim SMS. Selalu terapkan azas check & recheck.
2. Jangan langsung percaya SMS apapun terutama yang identitas pengrimnya tidak anda kenal secara baik.
3. Jaga kondisi diri dan hindari emosi atau emosional jika menerima SMS agar tetap dapat berfikir logis tanpa ada kepanikan.
eKsekutif, indonesia, kEwarganegaraan, mAhasiswa, mAnajemen, pEndidikan, Profesi, teknologi
In country on Sunday , 5 July 2009 at 5:46 AM
Program penanggulangan pengangguran oleh Pemerintah hanya mampu menyerap sekitar 30 persen dari jumlah pengangguran yang ada sepanjang tahun 2009. Beberapa program diantaranya Balai Latihan Kerja (BLK), mobile training dan teknologi. “Program yang ada memang tidak bisa menanggulangi seluruh pengangguran yang ada saat ini.Tapi yang penting kita tetap berusaha menguranginya,” kata Erman suparno, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi saat jumpa pers Senin (29/6) malam.
Berdasarkan data Diagram Ketenagakerjaan Badan Pusat Statistik Februari 2009 terdapat 9,6 juta pengangguran. Dan 80% diantaranya adalah usia produktif sedangka 20% sisanya masuk golongan tidak produktif (berusia diatas 49 tahun).
Meski begitu, Erman menjelaskan target penyerapan pengangguran setiap tahun mengalami peningkatan.Dari 2,6 juta di tahun 2008 menjadi 2,8 juta di tahun 2009. ”Dan setiap tahunnya target penyerapan ini difokuskan pada pengangguran usia produktif,” kata dia.
Untuk program jangka pendek, Erman mengatakan, pengangguran akan dientaskan melalui pelatihan di tiga bidang yaitu untuk pasar kerja industri, pertanian dan transmigrasi.”Program transmigrasi merupakan salah satu program untuk mengentaskan pengangguran, karena seseorang yang mengikuti program transmigrasi adalah wujud pemberian stimulus kepada pengangguran untuk mendapatkan penghasilan,” tutur dia. Para transmigran mendapatkan rumah,lahan dan juga jaminan hidup selama dua tahun. Referensi
Terus yang 70% bagaimana ya?
Bisnis, bLog, indonesia, informasi, Internet, mAnajemen, teknologi, Website, Yogyakarta
In iKlan on Thursday , 2 July 2009 at 2:59 PM

DIJUAL (SEGERA) :
FURNITURE (MEJA, KURSI, GAZEBO) KAYU JATI, LANGKA …….
————————————————————————————————-

A. Meja Kayu Jati
Spesifikasi
Bentuk : Bulat (Kaki 4)
Diameter : 130 Cm (Utuh)
Tebal : 14 Cm
————————————————————————————————-


B. Satu Set Meja dan Kursi Panjang Kayu Jati
Spesifikasi
Bentuk Meja : Persegi Panjang
Panjang Meja : 200 Cm
Lebar Meja : 80 Cm
Tebal Meja : 10 Cm (Utuh)
Panjang Kursi : 200 Cm
Model : Kuku Macan
Jumlah Kursi : 2 buah
————————————————————————————————-

C. Gazebo Kayu Jati
Spesifikasi
Panjang/Lebar : 260 Cm
Tiang Medelan : 20 Cm Persegi
Tinggi Tiang : 280 Cm
Lantai Papan : 4 Cm
————————————————————————————————-
LOKASI BARANG/FURNITURE KAYU JATI : YOGYAKARTA
HARGA DAN KETERANGAN LEBIH LANJUT, SILAKAN KONTAK LANGSUNG :
08156705639 atau 087839183231 (Bpk. Wahyu)
Cocok untuk investasi maupun digunakan pribadi, berkelas. Barang langka …..
[NoAdv : A.0907-02]
anggaran, eKsekutif, indonesia, informasi, Kehidupan, kEwarganegaraan, mAnajemen, teknologi, tEknologi iNformasi
In anggaran on Wednesday , 1 July 2009 at 9:31 AM
Apa yang saya tulis beberapa waktu lalu soal BlackBerry, nggak ada salahnya. Nyatanya, lihat saja info ini …… Departemen Perdagangan (Depdag) segera merazia perdagangan Blackberry ilegal yang diduga marak terjadi di Indonesia. “Nanti akan dirazia,” kata Dirjen Perdagangan Dalam Negeri, Depdag, Subagyo usai Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR, di Jakarta, Selasa, 30 Juni 2009. Menurut dia, Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No.19/2009 yang berlaku efektif pada Agustus 2009 mewajibkan penjualan produk elektronik termasuk telepon genggam wajib disertai manual dan kartu garansi berbahasa Indonesia serta memiliki setidaknya enam pusat layanan purna jual. “Penindakan bisa diambil setelah Permendag 19/2009 berlaku efektif pada Agustus nanti, tapi razia boleh dilakukan sekarang,” ujarnya. Pekan lalu, RIM (Research In Motion) perusahaan perilis smartphone blackberry menyatakan baru menjajaki kemungkinan untuk membuka kantor cabangnya di Indonesia demi memberikan layanan purnajual yang lebih optimal kepada pelanggannya di Indonesia. Referensi Pesannya: Betul nggak omongan pejabat itu dengan kenyataan di lapangan? Bagaimana cara merazianya, apa nggak bocor duluan (seperti yang umumnya terjadi) ….. Sebab, sekarang ini sulit mempercayai lips-lips yang cuma slapstick belaka ….. oh, bener-bener BlackNgeri….. …
budaya, dEmokrasi, Hak Asasi Manusia, indonesia, Kehidupan, kEwarganegaraan, mAnajemen, pEndidikan, pOlitik, teknologi
In country on Tuesday , 30 June 2009 at 12:52 PM
Persoalan Papua tidak pernah usai sampai saat ini. Kegelisahan akan terpisahnya propinsi yang berada di bagian paling Timur itu dari Indonesia terus menggelanyut. “Namun kita harus lihat, apa sebenarnya arti kemerdekaan yang mereka minta. Apakah merdeka dalam arti bebas secara politik atau bebas dari keterbelakangan yang sampai saat ini mereka alami,” kata Dr. Adriana Elisabeth, peneliti Pusat Penelitian Politik (P2P) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang ditemui menjelang peluncuran buku dan diskusi buku Papua Road Map di Hotel Nikko Jakarta, Selasa (30/6).
Menurut Adriana, salah satu penulis Papua Road Map (PRM), persoalan kemerdekaan yang kerap mencuat mesti didudukkan pada konteks menyeluruh persoalan papua. “Dalam penelitian kami, yang dituangkan dalam buku ini (PRM), ada 4 persolan utama yang ada di Papua,” ungkap Adri, sebagaimana ia biasa disapa.
Persoalan pertama, lanjutnya, terkait dengan masyarakat Papua yang masih termarginalisasi dan mengalami diskriminasi. “Orang Papua tuntut kesamaan. Kita belum merekognisi masyarakat Papua secara merata,” papar Adri.
Soal kedua, kegagalan pembangunan. Hal ini terkait dengan Otonomi Khusus (Otsus) yang tidak berhasil karena tidak adanya supervisi atau pendampingan dari pemerintah pusat dan kekurangsiapan pemerintah daerah dan masyarakat Papua. “Otsus hanya dilihat dari dananya yang besar saja,” katanya.
Ketiga, soal kekerasan negara dan pelanggaran HAM. “Sampai saat ini masih menjadi persoalan pelik. Anda sendiri sudah tahu kan,” ungkapnya.
Terakhir, sampai saat ini politik dan sejarah integrasi terus diperdebatkan dan digugat. “Memang secara hukum kita berhak atas wilayah Papua,” paparnya.
Lebih jauh, sebagaimana disampaikan Adri, para peneliti LIPI tidak mau fokus pada persoalan saja tapi juga menawarkan solusi berdasar soal yang ditangkap. “Untuk soal pertama kami menawarkan solusi supaya kita mau mengakui dulu kalau di Papua ada masalah. Setelah itu, kita harus merekognisi masyarakat Papua dan memberdayakan mereka sehingga sama dengan yang lain,” paparnya.
Untuk soal pembangunan, menurut Adri tiap daerah memiliki kebutuhan yang khas satu sama lain, tidak bisa dipukul rata. Saat ini, masyarakat Papua sangat membutuhkan pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan ekonomi.
Solusi ketiga, pemerintah mesti terus mengupayakan merekonsiliasi dengan masyarakat Papua terkait dengan banyak kasus kekerasan dan pelanggaran HAM di sana. “Pengadilan HAM sudah dilakukan tapi tidak ditangkap pentolannya dan kompensasinya bagi masyarakat Papua tidak jelas, tidak adil,” tutur Adri.
Terakhir, hal yang mesti diupayakan adalah melalui dialog. Hal ini sudah dilakukan pada tahun 1999 dengan dialog Tim Seratus pada pemerintahan Habibie. Namun, pada waktu itu persiapannya kurang matang sehingga hasilnya tidak jelas dan tidak terjadi kesepakatan.
Untuk itu, para peneliti LIPI merekomendasikan supaya dilakukan dulu pra dialog. Pada tahapan ini, kedua belah pihak mesti kenyepakati dulu isu, mekanisme, siapa saja yang terlibat, dan pembagian yang merata siapa wakil Papua sehingga sungguh mewakili pada dialog. “Kalau terjadi kesepakatan baru diadakan dialog. Mediatornya bisa bebas tergantung dari kesepakatan dua belah pihak,” katanya.
Dengan diterbitkannya buku ini, tambah Adri, berarti LIPI sudah selesai dalam menjalankan mandatnya terkait soal Papua. Tawaran solusi menjadi realisasi ketika dilaksanakan. “Kami berharap, bagaimana nanti menyelesaikan persoalan Papua harus secara damai, bermartabat, tanpa kekerasan dan menyeluruh,” pungkasnya.
Diskusi yang ditulis 5 orang dari LIPI melalui penelitian sejak 2004 ini akan dihadiri Menteri Pertahanan RI Prof. Dr. Juwono Sudarsono yang menggantikan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang berhalangan hadir, Peneliti Utama Kajian Papua LIPI Dr. Muridan S. Widjojo dan 4 penanggap yang terdiri dari Wakil Gubernur Propinsi Papua Alex Hesegem, Anggota Komisi I DPR RI Efendi Choiri, Kepala Pusat Penelitian Politik LIPI Syamsudin Haris dan Septer Manafandu dari Foker LSM. Yang akan menjadi moderator adalah Adri. Referensi
anggaran, budaya, indonesia, Kehidupan, mAnajemen, pEndidikan, teknologi, tEknologi iNformasi
In mAnajemen on Friday , 26 June 2009 at 11:37 PM
Inilah daftar 27 Maskapai Penerbangan (16 Maskapai penerbangan berjadwal, 11 Maskapai penerbangan tidak terjadwal) yang dicabut SIUP-nya dan tidak boleh beroperasi:
16 Maskapai penerbangan berjadwal yang SIUP-nya kadaluarsa
1. PT Adam Sky Connection Airlines
2. PT Air Paradise International
3. PT Asia Avia Megatama
4. PT Bali International Air Service
5. PT Bayu Indonesia
6. PT Bouraq Indonesia
7. PT Deraya
8. PT Evata Papua Airlines
9. PT Indonesia Airlines Avi Patria
10.PT Jatayu Gelang Sejahtera
11.PT Seulawah NAD Air
12.PT Star Air
13.PT Top Sky International
14.PT Golden Air
15.PT Ekasari Lorena Airlines
16.PT Eagle Transport Service
11 Maskapai penerbangan tidak terjadwal yang memiliki SIUP kadaluarsa
1. PT Nurman Avia Indopura
2. PD Prodexim
3. PT Bali International Service
4. PT Aviasi Upata Raksa Indonesia
5. PT Daya Jasa Transindo Pratama
6. PT Buay Air Service
7. PT Adi Wahana Angkasa Nusantara
8. PT Love Air Service
9. PT Pegasus Air Charter
10.PT Janis Air Transport
11.PT Air Maleo
Surat Izin Usaha Penerbangan (SIUP) 27 maskapai penerbangan dinyatakan expired (kadaluarsa). Mereka pun dilarang melakukan kegiatan operasional. “27 perusahaan angkutan udara yang masa izin usahanya berakhir sejak tanggal 26 Juni 2009 sudah tidak berlaku dengan sendirinya,” ujar Dirjen Perhubungan Udara Herry Bakti S Gumay dalam Jumpa pers di gedung Departemen Perhubungan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (26/6/2009). Menurut Herry hal tersebut sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 119 ayat 1, UU No 1/2009 tentang Pernerbangan. “Jika tidak melakukan operasi penerbangan secara nyata selama 12 bulan secara berturut-turut, maka izin usahanya tidak berlaku dengan sendirinya,” terang Herry.
Menurut Herry sebelumnya ada 38 maskapai penerbangan yang telah diberi surat pemberitahuan, namun susut menjadi 27 yang dinyatakan expired. Dari 27 maskapai penerbangan, 16 maskapai penerbangan di antaranya berjadwal dan 11 di antaranya tidak berjadwal. Namun Herry tetap memberikan kesempatan bagi ke-27 perusahaan penerbangan tersebut untuk mendapatkan izin operasi kembali. “Asalkan wajib memenuhi sesuai dengan ketentuan persyaratan,” pungkas Hery.
Pesannya: Untuk industri penerbangan harus tegas, tidak ada tawar menawar dengan peraturan yang ada. Jangan sampai rakyat jadi korban …. terlalu banyak toleransi. Untuk menuju zero accident, yang benar seharusnya memang zero tolerance!
anggaran, dEmokrasi, eKsekutif, Hak Asasi Manusia, indonesia, Kehidupan, kEwarganegaraan, pOlitik, teknologi
In anggaran on Friday , 26 June 2009 at 10:07 AM
Pemekaran daerah, keinginan elit politik atau rakyat sih?Ada yang kehausan untuk berkuasa? Lalu bikin daerah baru atau memang murni untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat? Susah memahaminya ……
Faktanya: Pemekaran daerah kian memberatkan anggaran pemerintah karena di awal-awal tahun pembentukannya memerlukan dana pengadaan fasilitas pemerintahan. Anggaran untuk daerah baru meningkat dari Rp 8,09 triliun pada 2007 menjadi Rp 14,272 triliun pada 2009. Ada 48 daerah yang memiliki anggaran belanja pegawai sekitar 70 persen dari total APBD-nya, bahkan ada yang 87 persen. Itu artinya, eksekutif daerah tidak bisa hidup tanpa APBD, namun rakyatnya malah tetap bisa hidup tanpa APBD sekalipun. Konsekuensi pemekaran daerah terhadap keuangan negara adalah penambahan kantor-kantor vertikal untuk melayani urusan pemerintah pusat di daerah, antara lain, kantor kepolisian, komando distrik militer, kantor agama, pengadilan, kejaksaan, Bea dan Cukai, pajak, Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN), hingga Badan Pusat Statistik. Dampak lain pemekaran daerah adalah tersedotnya jatah dana alokasi umum (DAU), tidak hanya pada daerah induk, melainkan pada seluruh daerah di Indonesia.
Mulai tahun 2010, ada 26 daerah yang dimekarkan pada tahun 2006-2007 yang lepas dari daerah induknya dinyatakan sebagai daerah mandiri. Pada awalnya, daerah pemekaran masih berbagi DAU dengan daerah induknya hingga tahun pertama. Namun, setelah itu, dia menjadi daerah mandiri sehingga langsung mendapatkan jatah DAU 100 persen dari pusat. DAU untuk daerah baru tersebut akan diambil merata dari seluruh daerah yang terbentuk lebih dulu.
Sebagai gambaran, 15 daerah baru akan menyedot DAU daerah lain Rp 4,08 triliun tahun 2010. Daerah itu, antara lain, Provinsi Sulawesi Barat, Kabupaten Pidie Jaya (NAD), Kota Subulusallam (NAD), Kabupaten Batu Bara (Sumatera Utara), Bandung Barat (Jawa Barat/Jabar), dan Kabupaten Kayong Utara (Kalimantan Barat). Ada juga Kabupaten Konawe Utara (Sulawesi Tenggara), Kepulauan Siao Tagulandang Biaro (Sulawesi Utara), Gorontalo Utara (Gorontalo), Nagekeo (Nusa Tenggara Timur/NTT), dan Membramo Raya (Papua). Untuk itu, harus ada peninjauan kembali konsep pemekaran ini. Daerah baru harus tetap terkait daerah induk 3-5 tahun setelah dibentuk. Dengan demikian, daerah induknya akan berpikir panjang. Bila perlu harus ada, “pengereman” usaha-usaha pemekaran daerah, terutama yang tidak signifikan bagi rakyat daerah tersebut secara nyata.
Sebaiknya, perlu usaha melihat realitas top-down dari pemerintah pusat. Artinya aparat pemerintah pusat jangan hanya menunggu laporan pengusul pemekaran daerah secara sepihak. Lihat Natuna. Itu, kan daerah yang memperkaya Jawa, tetapi tidak memiliki infrastruktur. Departemen Dalam Negeri harus berani menolak pemekaran baru. Jangan bergantung pada laporan pengusul daerah baru, karena laporan itu bisa dibeli. Data menunjukkan bahwa belanja pemerintah daerah naik 20 persen per tahun, sejak 10 tahun desentralisasi. Bahkan, pada tahun 2008, porsi belanja daerah mencapai 30 persen dari pembiayaan pemerintah pusat. Pengeluaran terbesar desentralisasi selama 2005-2008 ada di sektor pendidikan, 23 persen dari belanja pemerintah daerah.
Mekar atau tidak suatu daerah, ujung-ujungnya mesti ditanyakan ke rakyat-nya. Mereka jadi bisa merasakan peningkatan keadilan dan kemammuran sesungguhnya atau nggak, kalau elit poitiknya saja yang menjadi kaya dan raja-raja kecil di daerah baru ya percuma saja …………….
dEmokrasi, Hak Asasi Manusia, indonesia, Kehidupan, kEwarganegaraan, pEndidikan, pOlitik, teknologi
In indonesia on Tuesday , 23 June 2009 at 3:00 PM
Dulu, negara-negara dunia terfragmentasi dalam isme. Ada blok sosialis, komunis, liberal, dan sebagainya ….
Juga negara-negara di dunia mengkutub pada tiga kutub, Blok Barat (NATO), Blok Timur (Pakta Warsawa) dan Non-Blok.
Tetapi, ke depan?
Kalau mencermati tulisan Seiichi Okawa, soal end of the state dan borderless world, serta beberapa tulisan sejenis lainnya, maka saya sempat merenungkan,
ADA KEMUNGKINAN NEGARA-NEGARA DI DUNIA NANTINYA (MUNGKIN 25 TAHUN YANG AKAN DATANG) AKAN TERFRAGMENTASI KE DALAM PARTAI-PARTAI POLITIK DUNIA ….
Apa artinya?
Partai-partai politik di negara-negara dunia akan mengalami konvergensi alamiah terstruktur dari banyaknya aliran partai politik nasional-regional ke dalam (mungkin) hanya puluhan partai politik besar dunia (internasional). Jumlah aliran partai politik tak akan terlepas dari pengaruh parpol-parpol di negara besar yang betul-betul eksis.
Barangkali parpol yang eksis nantinya dengan isme benar-benar parpol, yang tentu saja berbeda dengan isme-isme jaman dahulu, seperti isme agama, suku, ras, regional, kelompok, adalah:
a. Partai Republik
b. Partai Demokrat
c. Partai Konservatif
d. Partai Buruh
e. Partai Liberal/Kebebasan
f. Partai Hijau
g. Partai ………
Ini sepertinya sulit dihindari, karena jarak dan waktu tempuh dalam transportasi, berhubungan dan keterpengaruhan antar negara-bangsa sudah sulit “dibatasi” lagi.
Sehingga di Indonesia pun, nama parpol ecek-ecek pasti tergusur …. taste-nya pasti internasionalnya. Cuma, bagaimana ya posisi Pancasila, nantinya?
Nantinya kita bisa melihat, eh, suatu negara dikuasai oleh Partai X, misalnya, pasti negara-bangsa ini afiliasinya yang kuat dengan negara-bangsa lain yang juga dikuasai Partai X. Tapi bukan seperti sistem franchise lho atau agen negara lain ….
Sehingga kalau ada pemilu di suatu negara, bangsa/negara lain yang punya partai politik afiliasi ikut mempengaruhi, bahkan ikut kampanye tuh tokoh-tokoh lintas negara ….
Yakin? Tunggu saja sekian tahun yang akan datang …., inilah renungan saya.
Jadi bentuk suatu negara apakah republik, monarkhi, atau lainnya …. terreduksi oleh parpol internasional …………….
Amerika Serikat, Hak Asasi Manusia, indonesia, mAnajemen, militer, pErtahanan, teknologi
In nUrani on Tuesday , 23 June 2009 at 9:38 AM
The Airman’s Creed
This is the Airman’s promise to country and colleagues.
I AM AN AMERICAN AIRMAN.
I AM A WARRIOR.
I HAVE ANSWERED MY NATION’S CALL.
I AM AN AMERICAN AIRMAN.
MY MISSION IS TO FLY, FIGHT, AND WIN.
I AM FAITHFUL TO A PROUD HERITAGE,
A TRADITION OF HONOR,
AND A LEGACY OF VALOR.
I AM AN AMERICAN AIRMAN,
GUARDIAN OF FREEDOM AND JUSTICE,
MY NATION’S SWORD AND SHIELD,
ITS SENTRY AND AVENGER.
I DEFEND MY COUNTRY WITH MY LIFE.
I AM AN AMERICAN AIRMAN:
WINGMAN, LEADER, WARRIOR.
I WILL NEVER LEAVE AN AIRMAN BEHIND,
I WILL NEVER FALTER,
AND I WILL NOT FAIL.
Wouw, pelajari bagaimana mereka membuat Kredo yang KUAT untuk membangun nasionalisme. Kita dalam membangun nasionalisme bangsa juga dapat belajar dari mereka, agar kita lebih bangga dan mau mencintai bangsa dan negara Indonesia sepenuh hati, bahkan dengan berkorban jiwa dan raga. Maka cintailah negara dan bangsa sendiri dengan pengabdian yang tulus tanpa mencari peluang KKN, apalagi mengotori kehidupan bangsa dengan pelanggaran konstitusi dan hukum semaunya! Jadilah WNI Nomor 1.
indonesia, Kehidupan, kEwarganegaraan, mAnajemen, pEndidikan, pErtahanan, Profesi, teknologi
In country on Tuesday , 23 June 2009 at 9:23 AM
Sebayak 6 peserta dari Club Paragliding Surabaya mengikuti acara peresmian pembukaan jembatan Suramadu dengan tema “Paramotor Event Across The Madura Strait 2009”, acara dilaksanakan menggunakan para motor dengan start dari perumahan Laguna Kenjeran surabaya, melewati jembatan Suramadu yang berjarak 5,4 km dan finis di lapangan bola Bancaran kab. Bangkalan Pulau Madura dengan total jarak tempuh 31 Km.

Wakil Ketua Panitia acara event let’s go to Madura islands Serma Sudjaki anggota Senkom Lanud Surabaya yang juga ikut dalam terbang dalam acara tersebut, mengatakan event ini dilaksanakan untuk partisipasi anggota Paragliding club surabaya dalam memeriahkan peresmian pembukaaan jembatan Suramadu dan juga merupakan program dari club Paragliding Surabaya untuk andil dalam setiap kegiatan wisata maupun olah raga yang dilansanakan Pengda Fasi Jawa Timur dan dibawah naungan Pembinaan Potdirga Lanud Surabaya, bertujuan mempromosikan dan mengenalkan lebih jauh olah raga dirgantara khususnya para motor di didaerah Surabaya dan Madura.
Serma Sudjaki yang banyak mempunyai prestasi ditingkat Nasional dalam olah raga kedirgantaraan, seperti pernah mengikuti event pemecahan rekor Muri terbang terbanyak dengan peserta 88 orang dan terbang terlama dengan rekor waktu 8 jam 8 menit menggunakan paralayang di Bali pada tahun 2008, mengatakan bahwa program dari paragliding club Surabaya kedepan akan melaksanakan crosscountry keliling Pulau Madura menggunakan paramotor yang diperkirakan akan diikuti oleh 30 peserta pada bulan Oktober dalam event memeriahkan HUT TNI 2009,dan event itu juga bertujuan untuk menarik minat masyarakat dan wisatawan untuk lebih mengenal budaya dan tempat-tempat wisata di Pulau Madura, melalui wisata dirgantara. Referensi
Wah, sepertinya asyik tuh, ber-paramotor di atas Jembatan Suramadu. Bikin pingin segera kesana nhi. Jangankan berparamotor disana, melintasi Jembatan Suramadu saja belum punya kesempatan. Ntar deh, kalau mudik ke Surabaya, bolak-balik Surabaya-Madura berkali-kali nggak apa-apalah demi melihat Jembatan (di atas laut) terpanjang di Indonesia. Tapi, kalau pas lebaran Idul Fitri pasti ramai dan meriah banget ya disana? Coba, besok kita buktikan …………….
ekonomi, eKsekutif, hAm, indonesia, informasi, kEwarganegaraan, pEndidikan, rakyat, teknologi
In country on Monday , 22 June 2009 at 1:34 PM
Jalan tol tak lagi hanya buat pengendara roda empat ke atas. Melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 44 Tahun 2009 tentang Jalan Tol, para pengendara motor juga boleh melaju di jalan bebas hambatan. Beleid yang diteken Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 8 Juni 2009 menyebutkan, kendaraan roda dua alias motor dapat melewati ruas jalan tol. Sedangkan dalam PP 15 Tahun 2005 tentang Jalan Tol yang berlaku sebelumnya, ketentuan ini sama sekali tidak disebutkan. Pemerintah beralasan, pembuatan aturan ini untuk memberikan rasa keadilan bagi masyarakat. Apalagi, di sejumlah daerah, motor adalah alat transportasi yang jumlahnya cukup besar.
Namun, sepeda motor tak bisa melaju di sembarang jalan tol. Motor hanya bisa melintasi tol yang menyediakan jalur khusus yang secara fisik terpisah dari jalur mobil. Itu sebabnya, kendati sudah berlaku sejak 8 Juni 2009 lalu, penerapan aturan ini tetap butuh waktu. “Selama ini, jalan tol hanya untuk roda empat. Jadi, perlu waktu menyiapkan jalur khusus sepeda motor,” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Darat Departemen Perhubungan Suroyo Ali Moesa.
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Nurdin Manurung menandaskan bahwa PP 44 Tahun 2009 tidak serta-merta mewajibkan operator jalan tol membuatkan jalur khusus motor. Kata dia, PP itu dibuat untuk mengantisipasi kondisi darurat. Semisal, sepeda motor tak bisa lewat lantaran tidak ada jalur alternatif lain. Alhasil, untuk daerah yang memiliki jalan alternatif, jalur khusus motor di tol sebenarnya tidak terlalu diperlukan. Alasan lain, pengendara motor juga jarang terkena macet seperti layaknya pengendara mobil. Belum lagi, pengendara motor yang melewati tol akan dikenai tarif oleh pengelola.
Agaknya PP ini juga untuk memberi payung hukum bagi penyelenggaraan Jalan Tol di Jembatan Suramadu. Serta payung hukum bagi sepeda motor “pengawalan” pejabat atau hal-hal penting/darurat yang mengharuskan kendaraan motor tertentu mesti lewat tol biar cepat dan safe.
Yang penting jangan sampai nantinya jalan tol jadi macet, dan awut-awutan. Lha, nanti kesannya, apa bedanya dengan jalan “tradisional” ya?
aNak, budaya, Hak Asasi Manusia, Kehidupan, kEwarganegaraan, nUrani, pEndidikan, teknologi
In aNak on Saturday , 20 June 2009 at 11:00 PM
“Dua sampai sepuluh persen anak-anak berbakat saat ini cenderung mengalami kesulitan belajar sehingga memerlukan perhatian dan penanganan khusus”.
Satu dari beberapa pakar yang menyatakan hal itu adalah Prof.Dr. Conny Semiawan, yang mengatakan hal tersebut dalam peluncuran bukunya bertajuk ‘Kreativitas Keberbakatan’. Buku tersebut dibedah bersama-sama pakar lainnya seperti pakar pilsafat Prof.Dr. Toeti Herati Roosseno, pakar pendidikan Prof Dr HAR Tilaar, serta sosiolog Imam B Prasodjo, di Jakarta, Jumat (19/6).
Menurut Conny, kelompok anak-anak berbakat tersebut terdiri dari tiga sub kelompok. Kelompok pertama adalah anak berbakat yang mengalami kesulitan belajar di bidang tertentu. Mereka tidak dikenal sebagai anak berbakat lantaran tertutup oleh rendahnya motivasi belajarnya sendiri. Kelompok kedua adalah anak berbakat yang tidak pernah diketahui sebagai anak berbakat. Hal itu terjadi karena kemampuan dan ketidakmampuannya saling menutupi. Alhasil, potensi sesungguhnya dari si anak tidak pernah terwujud. Si anak akhirnya dianggap hanya sebagai anak berprestasi biasa. Kelompok ketiga merupakan kelompok anak berbakat yang kemampuannya tidak teridentifikasi. Akibatnya, si anak tidak mengerti kinerja intelektualnya. Si anak pun merasa tidak pernah terpenuhi kebutuhannya sebagai anak berbakat.
Biasanya, anak berbakat yang tanpa punya prestasi sesuai potensinya kerap berperilaku rendah diri, mereka seringkali bersikap negatif terhadap sekolah atau gurunya, bersikap selalu defensif, suka menyalahkan orang lain, kedewasaan yang tidak matang, serta punya kebiasaan belajar kurang baik. Sampai akhirnya kondisi si anak akan mencapai tahap under achievement atau menyimpang dari standar prestasi. Hal tersebut tak lain suatu kondisi yang menunjukkan adanya keadaan terpisah antara kognisi dan emosi yang menunjukkan sebuah gangguan sinergi antara rasio dan emosi. Conny menandaskan, kondisi tersebut harus segera ditangani. “Sehingga sangat diperlukan komunikasi antara orangtua dan sekolah atau gurunya, sehingga memungkinkan munculnya harapan untuk memperbaiki penyimpangan tersebut, si anak berbakat pun bisa menjadi anak yang sukses di sekolah sesuai potensinya di kemudian hari,” tambahnya.
Hanya, di sisi lain, beberapa anak berbakat ada pula yang, karena sangat dikagumi dan terlalu sering dipuji, justru cepat mengalami tekanan atau depresi. Pasalnya, kondisi tersebut membuat si anak menjadi sulit untuk bisa mengalami kemajuan jika tiap segala yang dilakukannya tidak mendapatkan pujian.
Sudah memahami? Kalau sudah faham, berarti anda termasuk orang yang NoAch? Apa itu? NoAch = Need of Achievment.Nggak faham juga tentang ini? Ya, berarti anda nggak termasuk hal ini dong. Nggak kelihatan bakatnya ya …
budaya, indonesia, iSlam, militer, pErtahanan, pOlitik, teknologi
In iSlam on Saturday , 20 June 2009 at 9:00 PM
Pada abad ke-10 M, merpati pos dimanfaatkan untuk menyampai kan pesanpesan penting dan rahasia.
Tentara Muslim pada abad pertengahan banyak menggapai kesuksesan. Kesuksesan terbesar terjadi saat Penaklukan Arab pada abad pertama Hijriah atau abad ke-7 Masehi. Tak hanya itu, kesuksesan besar juga diraih saat kemenangan tentara Ayyubi dan Mamluk pada abad ke-6 H dan ke-7 H (ke-12 dan ke-13 M). Hal tersebut banyak tercantum dalam risalah militer Arab atau buku tentang perang. Kesuksesan tentara Muslim tersebut tentunya didukung dengan sejumlah kecakapan yang dimiliki oleh tentara perang. Baik dari segi tentara itu sendiri, senjata, peralatan, tembok pertahan, maupun siasat. Satu hal lagi yang harus diperhitungkan dalam kesuksesan perang adalah komunikasi militernya.
Komunikasi merupakan syarat utama dalam setiap aktivitas manusia di dunia dimanapun orang atau komunitas itu berada. Komunikasi berfungsi untuk menyampaikan isi pernyataan kita kepada orang lain. Sama halnya dalam dunia militer, komunikasi merupakan sarana dalam membantu dan mendukung kerja serta kinerja satuan militer tersebut. Komunikasi militer meliputi bidang kegiatan militer, taktik dan peralatan yang berhubungan dengan komunikasi. Pertama, komunikasi militer adalah komunikasi medan perang, termasuk hubungan dengan pemimpin perang dengan khalifah/pejabat negara. Secara historis, komunikasi militer pertama dengan cara mengirim atau menerima sinyal sederhana (sering tersembunyi atau encoded).
Ahmad Y Al-Hassan dan Donald R. Hill dalam karyanya Islamic Technology: An Illustrated History menjelaskan selama masa awal penaklukan Arab, kurir penunggang onta menjadi perantara komunikasi antara khalifah di Madinah dan komandannya di medan perang. Setelah itu, perkembangan komunikasi militer semakin pesat. Buktinya saat kepemimpinan khalifah Umayyah (abad 1-2 H/ke-7-8 M), telah dibentuk pelayanan pos reguler yang disebut barid. Mereka mengadopsi sitem yang diterapkan oleh Byzantium dan Sassaniyyah Iran untuk mengelola barid tersebut. Sejak saat itu barid digunakan sebagai tempat pengiriman semua jenis informasi, sipil dan militer. Barid ini mencapai tingkat efisiensi yang tinggi pada masa khalifah Abbasiyah di Baghdad (abad ke-2 hingga 7 H/ke-8 M hingga ke-13 M). Bahkan pada saat itu telah dibentuk departemen pemerintah yang khusus bertanggung jawab atas pelayanan pos. “Tempat-tempat perhentian perjalanan pos (markaz) dibangun di sepanjang jalan-jalan utama dan jumlahnya tak kurang dari 430 buah diseluruh kerajaan itu,” jelas Al-Hassan dan Hill.
Al-Hassan dan Hill memaparkan bahwa di Iran, para kurir perantara komunikasi menunggang bagal, yakni hewan campuran spesies kuda dengan keledai, atau lebih tepat keturunan antara kuda betina dan keledai jantan. Sedangkan di tempat lain menggunakan kuda atau unta. Komunikasi militer semakin diperlukan, bahkan pada abad ke-3 H (ke-10 M), Buwayhiyyah melibatkan “pelari” untuk bekerja sebagai penyampai pesan. Mereka dipercaya untuk menyampaikan pesan yang bersifat rahasia.”Sedangkan untuk pesan-pesan penting digunakan merpati pos,” jelas Al-Hassan dan Hill. Efisiensi komunikasi militer lebih terasa saat kekuasaan Raja Mamluk (abad ke 7-13 H/abad ke 13-16 M). Di sana terdapat banyak tempat-tempat perhentian perjalanan pos sepanjang jalan sejak dari Kairo hingga Iskandariah, Damietta dan Mesir Atas. Mereka juga membuka tempat di ruterute lain mulai dari ibukota menuju Damaskus, Aleppo dan Sungai Efrat. “Pada mulanya ketika Mamluk terlibat dalam pertikaian dengan Mongol di perbatasan Utara, terdapat rangkaian menara api yang terpancang dari Sungai Efrat hingga Gaza melalui Palmyra, Damaskus, Baysan dan Nablus,” ungkap Al-Hassan dan Hill.
Kala itu, lanjut Al-Hassan dan Hill, jika ada bahaya mengancam, api dinyalakan sebagai sinyal secara berurutan dari mercu suar-mercu suar ini. “Merpati Pos juga dimanfaatkan secara luas, dan ada pula menaramenara untuk merpati pos (burj) di berbagai tempat di Mesir dan Syria,” jelas Al-Hassan dan Hill.
Merpati Pos Ala Dinasti Mamluk
Layanan pos di era kejayaan Islam tak hanya sekedar sebagai pengantar pesan. Dinasti Mamluk yang berkuasa di Mesir pada 1250 hingga 1517 M juga menjadikan pos sebagai alat pertahanan. Guna mencegah invasi pasukan tentara Mongol di bawah komando Hulagu Khan pada medio abad ke-13 M, para insinyur Mamluk membangun menara pengawas di sepanjang rute pos Irak hingga Mesir. Di atas menara pengawas itu selama 24 jam penuh para penjaga telah menyiapkan tanda-tanda bahaya. Jika bahaya mengancam di siang hari, maka petugas akan membakar kayu basah yang dapat mengepulkan asap hitam. Sedangkan di malam hari, petugas akan membakar kayu kering. Upaya itu ternyata tak sepenuhnya berhasil. Tentara Mongol mampu menembus Baghdad dan memporak-porandakan metropolis intelektual itu. Meski begitu, peringatan awal yang ditempatkan di se pan jang rute pos itu juga berhasil mencegah masuknya tentara Mongol ke Kairo, Mesir.
Hanya dalam waktu delapan jam, berita pasukan Mongol akan menyerbu Kairo sudah diperoleh pasukan tentara Muslim. Itu berarti sama dengan waktu yang diperlukan untuk menerima telegram dari Baghdad ke Kairo di era modern. Berkat informasi berantai dari menara pengawas itu, pasukan Mamluk mampu memukul mundur tentara Mongol yang akan menginvasi Kairo. Menurut Paul Lunde, layanan pos melalui jalur darat pada era kekuasaan Dinasti Mamluk juga sempat terhenti ketika pasukan Tentara Salib memblokir rute pos. Meski begitu, penguasa Dinasti Mamluk tak kehabisan akal. Sejak saat itu, kata dia, Dinasti Mamluk mulai menggunakan merpati pos.
Dengan menggunakan burung merpati sebagai pengantar pesan, pasukan Tentara Salib tak dapat mencegah masuknya pesan dari Kairo ke Irak. “Merpati pos mampu mengantarkan surat dari Kairo ke Baghdad dalam waktu dua hari,” tutur Lunde. Sejak itu, peradaban Barat juga mulai meniru layanan pos dengan merpati seperti yang digunakan penguasa Dinasti Mamluk. Lunde menuturkan, pada tahun 1300 M Dinasti Mamluk memiliki tak kurang dari 1.900 merpati pos. Burung merpati itu sudah sangat terlatih dan teruji mampu mengirimkan pesan ke tempat tujuan. Seorang tentara Jerman bernama Johan Schiltberger menuturkan kehebatan pasukan merpati pos yang dimiliki penguasa Dinasti Mamluk. “Sultan Mamluk mengirim surat dengan merpati, sebab dia memiliki banyak musuh,” cetus Schiltberger. Dinasti Mamluk memang bukan yang pertama menggunakan merpati pos. Penggunaan merpati untuk mengirimkan pesan kali pertama diterapkan peradaban Mesir kuno pada tahun 2900 SM.
Pada masa kekuasaan Dinasti Mamluk, merpati pos juga berfungsi untuk mengirimkan pesanan – pos parsel. Alkisah, penguasa Mamluk sangat puas dengan kiriman buah cherry dari Lebanon yang dikirimkan ke Kairo dengan burung merpati. Setiap burung merpati membawa satu biji buah cherry yang dibungkus dengan kain sutera. Pada masa itu sepasang burung merpati pos harganya mencapai 1.000 keping emas. Layanan merpati pos ala Dinasti Mamluk itu tercatat sebagai sistem komunikasi yang tercepat di abad pertengahan. Hingga akhirnya, Samuel Morse menemukan telegraf pada tahun 1844 dan Guglielmo Marconi menciptakan radio. Referensi
Hak Asasi Manusia, informasi, Kehidupan, kEwarganegaraan, mAnajemen, teknologi
In climate on Saturday , 20 June 2009 at 7:00 AM
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Maritim Perak memprediksi air pasang setinggi 150 sentimeter di atas permukaan air laut akan melanda kawasan pesisir Surabaya Timur hingga pesisir Kabupaten Probolinggo. Air laut pasang akan terjadi mulai besok pagi, Minggu (21/6) sampai Kamis (25/6) mendatang. Demikian diungkapkan Kepala Seksi Observasi dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Maritim Perak Muhammad Effendi, Jumat (19/6) di Surabaya. “Puncak air laut pasang dengan ketinggian 150 sentimeter di atas permukaan air laut akan terjadi pada Senin (22/6) hingga Rabu (24/6). Masyarakat yang memiliki tambak-tambak di sepanjang pesisir harus mewaspadai hal ini,” ujarnya.
Mulai Minggu (21/6), ketinggian air pasang diperkirakan mencapai 140 sentimeter di atas permukaan air laut (mean sea level). Selanjutnya, mulai hari Senin (22/6) hingga Rabu (24/6) ketinggian air bertambah menjadi 150 sentimeter. Air baru mulai surut hari Kamis (25/6) dengan ketinggian mencapai 140 sentimeter di atas permukaan laut. Menurut Effendi, kenaikan volume air laut akan terjadi di sepanjang Pantai Kenjeran, Surabaya, hingga daerah pesisir Pasuruan dan Probolinggo. Air pasang dikhawatirkan melanda daerah tambak di sepanjang pantai tersebut.
Kewaspadaan masyarakat daerah pesisir perlu ditingkatkan, khususnya mereka yang bermukim atau memiliki tambak di daerah dengan tingkat elevasi rendah. Sama seperti di pesisir pantai Surabaya Timur, air pasang juga melanda pantai sisi Surabaya Utara. Namun, ketinggian air pasang hanya mencapai 120 sentimeter hingga 140 sentimeter di atas permukaan air laut. “Ketinggian air pasang di Surabaya Utara lebih rendah dibanding Surabaya Timur karena keduanya memiliki sifat topografi yang berbeda. Kawasan pantai Surabaya Timur memiliki area lebih luas sehingga mudah terkena pengaruh gravitasi, sedangkan daerah pantai Surabaya Utara yang merupakan selat lebih sempit sehingga pengaruh gravitasi di daerah tersebut lebih kecil,” jelas Effendi.
Pengaruh gravitasi
Fenomena air pasang terjadi rata-rata empat kali dalam setahun. Air laut mengalami pasang karena mendapatkan pengaruh gravitasi bulan dan matahari. “Air pasang terjadi saat posisi bumi, bulan, dan matahari hampir satu garis atau membentuk sudut kecil sehingga gravitasi bulan dan matahari menarik lautan dan menyebabkan air pasang. Fenomena ini terjadi antara pukul 09.00 hingga 11.00,” tuturnya. Referensi
Pesannya:
1. Jembatan Surabaya, terus bagaimana nanti situasinya ya, terpengaruh nggak ya?
2. Waspada dan berdoa, cara strategis menghadapi hal demikian.
3. Manusia memperkirakan, Tuhan yang menentukan. Oleh sebab itu manusia ada di sudut relatif, absolutisme hanya milik Tuhan.
4. Usaha tak boleh berhenti dan berbasis teknologi daya upaya harus dilakukan.
Amerika Serikat, indonesia, informasi, Kehidupan, mAnajemen, teknologi
In teknologi on Thursday , 18 June 2009 at 8:00 PM
Ngarai dalam dan panjang serta bekas pantai barangkali merupakan bukti paling jelas mengenai keberadaan danau di permukaan Mars. Menurut beberapa ilmuwan, Rabu (17/6), diduga danau itu pernah berisi air, tetapi kini sudah kering. Gambar dari sebuah kamera yang disebut High Resolution Imaging Science Experiment di pesawat Reconnaissance Orbiter menunjukkan air memotong ngarai sepanjang 50 kilometer. Demikian diungkapkan tim di University of Colorado, Boulder. “Danau itu diduga memiliki ukuran 200 kilometer persegi dan kedalaman 450 meter,” tulis para peneliti tersebut di jurnal Geophysical Research Letters dan dilansir Reuters.
Sekarang tak ada perdebatan bahwa air memang ada di permukaan Mars; robot peneliti telah menemukan es. Juga ada bukti bahwa air mungkin masih merembes ke permukaan dari bawah tanah, kendati air itu segera hilang akibat cuaca dingin, atmosfer tipis Planet Merah tersebut. Beberapa ilmuwan mengenai planet juga telah melihat apa yang boleh jadi merupakan tepi sungai raksasa dan laut, tetapi sebagian bentuk itu juga dapat diperdebatkan dan diduga terbentuk oleh longsoran tanah kering. “Ini adalah bukti pertama yang tak meragukan mengenai garis pantai di permukaan Mars,” kata Gaetano Di Achille, yang memimpin studi tersebut. “Pengidentifikasian jalur pantai dan bukti ekologi yang menyertai memungkinkan kami menghitung ukuran dan volume danau itu, yang tampaknya terbentuk sekitar 3,4 juta tahun lalu,” kata Di Achille dalam satu pernyataan.
Air adalah kunci bagi kehidupan dan para ilmuwan mencari dengan sia-sia bukti mengenai kehidupan, baik pada waktu lalu, maupun sekarang, di Mars. Keberadaan air di planet itu juga dapat bermanfaat bagi penelitian manusia pada masa depan. “Di Bumi, delta dan danau adalah pengumpul yang sangat bagus dan pelestari tanda kehidupan masa lalu,” kata Di Achille. “Jika kehidupan pernah ada di Mars, delta mungkin menjadi kunci guna membuka rahasia biologi masa lalu di Mars,” kata Di Achille. “Bukan hanya penelitian ini membuktikan bahwa ada sistem danau yang lama hidup di Mars, tapi kita juga dapat melihat bahwa danau yang terbentuk setelah kondisi hangat, basah, diduga telah hilang,” kata asisten profesor, Brian Hynek.
Danau tersebut barangkali telah menguap atau membeku selama perubahan iklim singkat. Demikian dikatakan para peneliti itu. Airnya diduga telah berubah menjadi uap. Tak seorang pun mengetahui apa yang mengubah Mars dari planet yang hangat dan lembab menjadi seperti sekarang: gurun beku tanpa udara. CekDisini
anggaran, dEmokrasi, Hak Asasi Manusia, indonesia, kEwarganegaraan, mAnajemen, teknologi
In sumber daya on Thursday , 18 June 2009 at 1:17 AM
Kompas : Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan, tahun 2012 semua pulau berpenghuni di Kepulauan Seribu sudah bisa menikmati listrik 24 jam. Sejauh ini, hanya warga di beberapa pulau yang bisa menikmati listrik 24 jam. Pemprov tengah membangun jaringan listrik tahap I dari Teluk Naga, Tanjung Pasir, Tangerang ke Pulau Untung Jawa, Pulau Lancang Kecil, Lancang Besar, Pulau Payung, Pulau Tidung Kecil, dan Pulau Tidung Besar. Kabel yang digelar mencapai 46 kilometer dengan besar anggaran mencapai Rp 114 miliar. Tahap II Pemprov menganggarkan Rp 117 miliar untuk menyambung aliran listrik ke Pulau Pramuka, Pulau Panggang, Pulau Kelapa, dan sejumlah pulau pariwisata. Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, di Kelurahan Pulau Panggang, Kepulauan Seribu Utara, Rabu (17/6), mengatakan, program kabel listrik bawah laut Kepulauan Seribu ditargetkan selesai 2012. Saat ini baru wilayah Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan yang sudah teraliri listrik 24 jam. “Sambungan listrik bawah laut sudah diprogramkan multi years dengan terbagi dua tahapan. Tahap awal sudah berjalan untuk wilayah Kepulauan Seribu Selatan dan 2012 nanti kami berharap program ini bisa berjalan secara keseluruhan,” kata Fauzi. Program listrik ini, kata dia, menggunakan sistem pra-bayar. Tujuannya agar masyarakat tidak boros. “Program ini murni dibiayai dari APBD DKI Jakarta dengan besar biaya yang cukup besar. Dibanding pendapatan perkapita warga Kepulauan Seribu program ini termasuk investasi yang mahal,” katanya.
Oalah, nasibmu warga Kepulauan Seribu. Meskipun wilayah ini jaraknya hanya selemparan batu dari Jakarta, Ibukota Indonesia, soal energi listrik saja seperti ini ….. bagaimana bisa mencerdaskan kehidupan bangsa, kalau soal energi listrik saja seperti ini …. para Capres-Cawapres tahu ini nggak ya?
anggaran, indonesia, Kehidupan, mAnajemen, pEndidikan, teknologi
In country on Sunday , 14 June 2009 at 4:25 PM
Kelompok perusahaan milik Pangeran Arab Saudi Alwaleed bin Talal, Sabtu (13/6), menyatakan, perusahaan itu telah menandatangani kesepakatan dengan Perusahaan Emaar yang berpusat di Dubai, Uni Emirat Arab, untuk mengembangkan dan mengawasi pembangunan menara setinggi satu kilometer (1.000 meter) di Jeddah. Menara Kerajaan dan Kota Kerajaan Jeddah akan berdiri di atas bangunan seluas 23 juta meter persegi, dan berisi pusat komersial, tempat tinggal, dan ruang kantor di lahan seluas 530 hektar di dekat bandar udara internasional Jeddah, demikian dikatakan Kerajaan itu dalam satu pernyataan.
Proyek bernilai 26,6 miliar dolar AS tersebut akan berupa gedung pencakar langit yang berbentuk seperti jarum, lebih tinggi dari bangunan lain yang telah berdiri dan sedang dibangun di dunia. Gedung tertinggi saat ini, Burj Dubai, yang menjulang di Keamiran Dubai di sebelah timur Arab Saudi dengan ketinggian 800 meter dan belum selesai, sedang dibangun Emaar. Menara Kerajaan tersebut pertama kali diungkapkan pada 2003 dan pada 2007 kelompok perusahaan itu mengumumkan bahwa perusahaan pembangunan yang berpusat di AS, Bechtel, akan mengawasi proyek tersebut.
Ada yang mau latihan jalan/lari naik turun disana nantinya? Atau mau membangun yang lebih tinggi di Indonesia nantinya? Coba tanyakan ke Capres-Cawapres, ada yang berminat tandatangan kontrak ini?
bBm, eKsekutif, indonesia, Kehidupan, mAnajemen, teknologi
In anggaran on Friday , 12 June 2009 at 2:00 PM
Pasar mobil di bulan Mei 2009 lalu mulai kembali bergairah menyusul stabilnya nilai tukar rupiah terhadap dolar dan penahanan harga mobil oleh beberapa produsen mobil di Indonesia. Dalam daftar 10 mobil terlaris bulan Mei 2009, beberapa ‘muka lama’ kembali masuk ke daftar.
Lihat Daftar 10 mobil terlaris di bulan Mei 2009:
| Mobil |
Jumlah |
| Toyota Avanza |
8.538 |
| Daihatsu Xenia |
2.673 |
| Toyota Kijang Innova |
2.488 |
| Honda Jazz |
1.422 |
| Honda CR-V |
959 |
| Toyota Rush |
913 |
| Nissan Livina |
878 |
| Suzuki APV |
832 |
| Toyota Yaris |
657 |
| Daihatsu Gran Max |
634 |
| Sumber Data |
Gaikindo |
Ach, sayang mobil pribadi saya nggak termasuk yang laris di bulan Mei 2009. Nggak apa-apalah, tetap bersyukur kepada Allah SWT, yang penting mobil saya bisa berfungsi dengan baik, lancar nggak mogokan, dan aman digunakan.
Ternyata “rakyat” Indonesia masih banyak yang kaya raya ya, nyatanya belanja mobil teruuuusssssssssssssssss ………
anggaran, eKsekutif, indonesia, kEwarganegaraan, mAnajemen, teknologi
In e-goverment on Thursday , 11 June 2009 at 3:00 PM
Kawasan ekonomi bebas atau Free Trade Agreement dinilai tidak memberikan keuntungan signifikan bagi Indonesia. Sebaliknya, Indonesia bisa jadi justru merugi jika belum memiliki kemampuan yang cukup untuk berkompetisi. Hal tersebut disampaikan oleh Pengamat Ekonomi dari UGM Sri Adiningsih dalam diskusi tentang bagaimana Indonesia memposisikan diri di antara negara-negara APEC pada krisis keuangan global di Wisma Eksekutif, Jalan Thamrin, Jakarta, Kamis (11/6/2009). “Ini ditunjukan dari tingkat Human Development Index dan Competitiveness in Doing Bussiness yang masih tertinggal bahkan dengan negara-negara ASEAN sekalipun,” katanya. Ia menambahkan, FTA tidak saja menjadi kompetisi yang berat bagi Indonesia untuk saat ini, tapi njuga di masa mendatang. Hal ini karena kawasan yang terlibat di FTA akan semakin bertambah. “Saat ini terdapat 30 kawasan ekonomi bebas (Free Trade Area/FTA) di dunia, yang masih akan bertambah terus. Terdapat wacana kuat bagi Indonesia untuk berpartisipasi dalam pembentukan FTA di antara negara-negara anggota APEC,” tuturnya.
Karena Indonesia dinilai tidak diuntungkan dengan keberadaan FTA, Sri menambahkan Indonesia harus terus meningkatkan daya kompetisinya agar mampu bersaing dalam FTA APEC yang akan dibentuk. Di samping itu sektor industri perlu didukung lebih besar lagi. Sementara itu Tim Ahli Bidang Politik Internasional UGM Siti Mutiah Setiawati mengatakan negara anggota APEC akan kesulitan membuat FTA karena perbedaan kultur dan kepentingan yang bervariasi.
Iya, ya, kita dapat apa sih dari FTA ini? Wong barang-barang kita masih tergolong high cost economy alias nggak mampu bersaing bebas. Mungkin karena dikenai banyak “pungutan” dalam proses produksinya, dari hulu sampai hilir. Berantas beragam pungutandan korupsi, tingkatkan daya kreatifitas bangsa, dan tingkatkan efisiensi produksi baru bisa kita bersaing. Capres dan Cawapres denger nggak ya soal ini ………………..
anggaran, eKsekutif, indonesia, informasi, mAnajemen, teknologi
In indonesia on Wednesday , 10 June 2009 at 2:00 PM
Bandara Incheon di ibu kota Korea Selatan, Seoul, terpilih sebagai bandara terbaik di dunia. Demikian hasil jajak pendapat grup konsultan Inggris, Skytrax, Selasa, 9 Juni 2009, yang mewawancarai 8,6 juta penumpang dari 190 bandara di seluruh dunia.
Hongkong berada di urutan kedua, sementara bandara Changi di Singapura urutan ketiga. Selanjutnya disusul bandara Zurich, Swiss, dan Munich, Jerman di urutan empat dan lima. Bandara Kansai, Jepang, dan Kuala Lumpur, Malaysia di urutan enam dan tujuh. Sedangkan Bandara Schiphol di Amsterdam menempati posisi kedelapan, disusul Central Nagoya, Jepang dan Auckland, Selandia Baru.
|
WORLD’S TOP 10 AIRPORTS
|
|
2009
|
|
2008
|
| 1 |
Incheon International Airport
|
3 |
| 2 |
Hong Kong International Airport
|
1 |
| 3 |
Singapore Changi
|
2 |
| 4 |
Zurich
|
8 |
| 5 |
Munich
|
5 |
| 6 |
Kansai
|
6 |
| 7 |
Kuala Lumpur
|
4 |
| 8 |
Amsterdam
|
11 |
| 9 |
Centrair Nagoya
|
12 |
| 10 |
Auckland
|
20 |
Lha, bandara yang ada di Indonesia ada di ranking berapa? Apa memang nggak ada bandara dari Indonesia yang masuk kelompok terbaik ya? Coba anda cek sendiri saja …………..
anggaran, indonesia, mAnajemen, militer, pErtahanan, teknologi
In militer on Tuesday , 9 June 2009 at 8:00 PM
Belanja militer global meningkat 4 persen pada tahun 2008 dengan rekor 1.464 miliar dollar AS, dan itu berarti naik sampai 45 persen dibanding 1999. Demikian diungkapkan lembaga perdamaian SIPRI dan direlease situs lainnya, di Stockholm, Swedia, Senin 8 Juni 2009. Hal ini amat berbeda dengan situasi yang dihadapi oleh penerbangan ruang angkasa sipil maupun maskapai penerbangan komersial. “Krisis keuangan masih belum berdampak atas pendapatan dan keuntungan dari perusahaan-perusahaan besar maupun pesanan lama,” tulis Sipri atau Lembaga Penelitian Riset Perdamaian Stockholm.
Operasi pasukan penjaga perdamaian internasional juga membawa keuntungan kepada industri pertahanan dengan peningkatan belanja sebesar 11 persen. Operasi internasional itu dikerahkan di daerah-daerah berbahaya, antara lain Darfur dan Republik Demokratik Kongo. “Rekor sudah tercatat dengan pengerahan operasi perdamaian internasional mencapai 187.586 personel.”
Menjelang pameran Paris Air Show pekan depan, yang menjadi ajang produk-produk industri ruang angkasa dan pertahanan, tampaknya pusat perhatian beralih dari produksi pesawat sipil, yang harus berjuang karena resesi global, ke arah perusahaan yang memproduksi pesawat tempur dan peralatan militer lain. Secara total, 100 perusahaan utama menjual persenjataan senilai 347 miliar dollar tahun 2007, yang merupakan data terbaru yang tersedia. Dan hampir semua perusahaan utama itu merupakan perusahaan Amerika atau Eropa. Sebanyak 61 persen dari total penjualan itu dikuasai oleh 44 perusahaan Amerika, sementara 32 perusahan di Eropa Barat meraih 31 persen pasar. Perusahaan senjata lain berasal dari Rusia, Jepang, Israel, dan India. “Sejak Tahun 2002, nilai penjualan dari 100 perusahaan senjata utama meningkat 37 persen,” kata Sipri.
“Masa kepresidenan George W Bush merupakan periode berlanjutnya industri senjata. Hal ini mengikuti masa konsolidasi tahun 1990-an dan 2000-an.” Industri raksasa Amerika, Boeing, tetap merupakan yang terbesar dengan penjualan persenjataan mencapai 30,5 miliar dollar sepanjang 2007. Sedangkan industri Inggris, BAE Systems, menduduki peringkat kedua dengan nilai penjualan 29,9 miliar dollar dan di peringkat ketiga adalah Lockheed Martin dengan 29,4 miliar dollar. Amerika Serikat masih tetap merupakan pembeli terbesar dengan 58 persen dari total belanja global, walau China dan Rusia terus membuntuti. China maupun Rusia meningkatkan anggaran belanja militernya sampai sekitar 3 kali lipat dan Rusia merencanakan anggaran yang lebih besar walapun sedang menghadapi masalah ekonomi.
Sementara itu, anggaran belanjar militer Timur Tengah menurun sedikit pada tahun 2008, namun Sipri mengatakan, pengurangan itu hanya bersifat sementara. “Banyak negara di kawasan itu yang merencanakan pembelian senjata besar-besaran.” Salah satu pengecualian di Timur Tengah adalah Irak dengan anggaran militer meningkat sampai 113 persen pada tahun 2008 dibanding tahun sebelumnya. “Irak tetap amat tergantung pada Amerika Serikat untuk pasokan senjata dengan sejumlah rencana order,” kata Sipri.
Adapun perang di Afganistan dan Irak menghabiskan dana sebesar 903 miliar. “Ide perang melawan teror telah mendorong sejumlah negara melihat masalah mereka melalui lensa militer, dan menjadi alasan bagi tingginya anggaran militer,” kata Sam Perlo-Freeman, Ketua Proyek Belanja Militer di Sipri.
Bagaimana dengan anggaran militer Indonesia? Lihat rankingnya disini.
Resminya bagaimana? Bacalah ini:
Departemen Pertahanan dalam penggunaan anggaran tahun 2008 akan memperioritaskan sasaran pembangunan kekuatan TNI yang utamanya mengacu kepada tritunggal, yaitu kesiapan operasional satuan, peningkatan profesionalitas, serta kesejahteraan prajurit TNI dan PNS. Sedangkan sasaran pembangunan komponen pendukung ditujukan untuk mendayagunakan potensi sumber daya nasional dalam arti luas yaitu mewujudkan kesadaran bela negara untuk kepentingan pertahanan negara. “Hal itu sebagai arah strategis sistem pertahanan negara tahun 2005 – 2009 yang berporos kepada pertahanan militer dan nir militer,” kata Menhan Juwono Sudarsono.
Menurut Juwono, pembangunan kekuatan negara belum dapat diselenggarakan secara konprehensif, integral dan matra pembangunan kekuatan pertahanan militer dan nir militer, karena anggaran bidang pertahanan serta komponen bangsa masih sangat terbatas. Atas pembangunan tersebut maka pembangunan kekuatan pertahanan negara masih difokuskan kepada kekuatan utama yaitu TNI. “Kita harus mengakui bahwa pembangunan kekuatan pertahanan negara belum dapat diselenggarakan secara komprehensif, integral dan matra pembangunan kekuatan pertahanan militer dan nir militer karena anggaran pertahanan serta komponen bangsa masih sangat terbatas,” ungkapnya.
Dia menyebutkan keterbatasan ini sejak tahun 2005 dimana pembangunan pertahanan menghadapi kompleksitas permasalahan sehingga terjadi tarik menarik simpul keterbatasan anggaran pertahanan dan tersedia di bawah 1 % dari produk domestic bruto yang berkisar Rp480 triliun. “Ini kurang dari 1%, atau hanya Rp36,9 triliun, sedangkan yang dihadapi kebutuhan strategis yang diabaikan untuk kebutuhan pembinaan, penggunaan kekuatan pertahanan Negara,” ujar Juwono
Menurut Juwono, kunci dari kebutuhan strategis pembangunan kekuatan pertahanan negara adalah pembangunan di dalam keterbatasan anggaran. Namun walaupun demikian pemerintah telah bekerja keras untuk menaikan anggaran pertahanan, terlihat tahun 2005 -2007 yaitu arah penggunaan anggaran untuk mencapai tri tunggal. Kalau dilihat alokasi anggaran Dephan dan TNI tahun 2008 mencapai Rp36,9 triliun, yang berarti mengalami kenaikan nominal 11,52% dari anggaran tahun 2007 sebesar Rp32,9 triliun. Anggaran TA 2008 ini yang penggunaannya untuk belanja rutin 50% dan 50% lagi untuk memenuhi kebutuhan pembangunan.
“Padahal yang sesungguhnya dibutuhkan Rp100 trlium, untuk kebutuhan minimum, jadi kita hanya memperoleh 36% dari kebutuhan minimum,” ujar Juwono.
Meskipun demikian, dapat disimpulkan bahwa kebutuhan untuk pembangunan pertahanan negara masih terpenuhi di bawah sasaran. Untuk itu menjadi pemikiran bersama Departemen Pertahanan dan TNI bahwa basis kemampuan anggaran pemerintan menjadi dasar dalam menentukan langkah strategis yaitu tepat sasaran, tepat pembangunan anggaran dan efesien. Dia meminta seluruh jajaran pimpinan Dephan maupun TNI dan peserta Rapim Dephan agar pedomani arah kebijakan pemerintah tentang pembangunan kekuatan TNI yaitu membangun kekuatan TNI secara bertahap, sesuai dengan kemampuan ekonomi, dan kekuangan Negara berbasis anggaran oleh kerana itu sasaran penggunaan anggaran mengutamakan urgensi dan prioritas sasaran yang berkaitan langsung tugas nyata dan tritunggal dan sasarannya sejauh mungkin menggunakan produk alutsista industri dalam negeri.
Sumber lainnya:
Departemen Keuangan (Depkeu) dan DPR telah menyetujui penambahan anggaran operasional Tentara Republik Indonesia (TNI) sebesar Rp 200 miliar. Tambahan dana ini guna mendukung operasi pengamanan daerah rawan, daerah perbatasan, dan pengamanan pulau terluar. Kepala Pusat Penerangan TNI Marsda Sagom Tamboen menyambut baik suntikan dana ini. Namun, dia menegaskan TNI masih kesulitan menutupi dana operasional tahun 2009. Awal tahun ini, pos operasional rutin militer dipotong sekitar Rp478 miliar.
“Jadi masih ada minus lebih dari Rp260 miliar,” kata Sagom. Dengan tambahan senilai Rp200 miliar, nilai total operasional TNI tahun ini memang terkerek menjadi Rp586,932 miliar. Tapi jumlah tersebut masih minim dibandingkan tiga tahun terakhir. Data Depkeu menyebutkan, dana pengamanan daerah rawan, perbatasan, dan pulau terluar sejak tahun 2006 selalu di atas Rp800 miliar. Tahun 2006 sebesar Rp850 miliar, 2007 Rp839 miliar, dan 2008 Rp867 miliar. Baru tahun 2009 diturunkan menjadi hanya Rp386,93 miliar.
“Jadi masih jauh dari anggaran normal,” kata Sagom. Kekurangan itu, katanya, sangat menyulitkan TNI di lapangan. Sagom mengatakan, kalaupun penambahan anggaran hanya Rp200 miliar, TNI telah mengambil langkah antisipasi. TNI akan tetap melaksanakan tugas pokoknya dengan baik dengan mempertajam skala prioritas dalam pengadaan senjata, pelatihan dan pelaksanaan operasional. Masalah keterbatasan anggaran, kata dia, bukan hal baru bagi TNI. Militer sudah terbiasa dengan kondisi darurat dan serba apa adanya. “Kami terbiasa menyiasati keterbatasan anggaran tersebut,” kata lulusan Akademi Angkatan Udara tahun 1975 itu. Namun, konsekuensi dari keterbatasan itu harus tetap disampaikan. Sebelumnya, saat rapat kerja dengan Panitia Anggaran DPR, Kamis (30/4) lalu, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengakui anggaran pengamanan daerah rawan, perbatasan, dan pulau terluar mendesak diberikan karena seluruh pasukan disebarkan di semua lokasi.
“Semua kebutuhan logistik tetap harus diamankan,” kata dia. Ketua Panitia Anggaran DPR Emir Moeis menyatakan sudah mendapatkan surat dari Komisi I (bidang pertahanan) DPR terkait permintaan tambahan anggaran itu. Karena itu, Panitia Anggaran menyetujui penambahan anggaran Rp200 miliar yang diajukan. Dia meminta, Depkeu memberikan alokasi anggaran tambahan kembali untuk operasional TNI. Apalagi pemotongan sebelumnya ditenggarai bakal membahayakan kemampuan TNI dalam menjaga kedaulatan dan stabilitas nasional.
Jadi, apa yang dapat kita simpulkan? Perang, bertahan, perang, bertahan, perang, ………………. apapun itu semuanya butuh anggaran!
Hak Asasi Manusia, indonesia, Kehidupan, Manusia, Psikologi, teknologi
In climate on Tuesday , 9 June 2009 at 2:00 PM
Kampus UGM mendeklarasikan diri sebagai kampus bebas rokok. Komitmen ini ditandai dengan penandatanganan komitmen bebas rokok oleh rektor dan dekan, 18 JUni 2009. Rektor UGM, Sudjarwadi, pada kesempatan yang sama juga meresmikan klinik konseling berhenti merokok (KKBM) GMC.
“(Demi mendukung program) pada setiap lingkungan kerja disediakan satu tempat merokok pada setiap lantai. Untuk area terbuka dapat disediakan satu tempat merokok pada salah satu sudut area,” ujar Sudjarwadi.
Dia menyarankan, perokok aktif agar segera mengunjungi klinik yang disediakan. Terlebih kondisi saat tidak semua wilayah kampus sudah bebas dari asap rokok, meski sejak 2 januari 2008 melalui Peraturan Rektor No 29/P/SK/HT/2008 menyatakan kampus UGM kawasan bebas rokok.
Wah, bebas rokoknya nggak total ya? Kenapa kok nggak total? Khan asyik itu, nanti udara di sekitar bulaksumur makin bersih … makin segar untuk berfikir dan berkarya. Namun, eit, namun lho, di sebelah barat Bunderan UGM, sepertinya masih ada “monumen” karya pabrik rokok ya? nah, nah, nah, apalagi itu …………
indonesia, informasi, Kehidupan, teknologi
In bLog, country, mAnajemen, mAteri kUliah, money, pEndidikan, pEringkat iNdonesia, sumber daya, teknologi on Thursday , 4 June 2009 at 10:00 AM
Mengapa satelit tidak menemukan pesawat Air France yang hilang? Padahal kalau mobil dipasangi GPS saja sekarang dapat dengan mudah ditemukan posisinya di titik manapun di belahan dunia ini mobil itu berada. Lho, untuk kasus pesawat ini kok malah satelit nggak bisa memonitor? Coba anda baca ulasan terbaru soal hal ini di CNN. Menarik juga ya …..
Wawasan ini perlulah, supaya kita makin faham penggunaan teknologi untuk hal-hal semacam ini, bagaimana sebaiknya.
dEmokrasi, Humor, indonesia, Kehidupan, teknologi
In bLog, country, global, hAm, hIdup, ict, indonesia, informasi, kEluarga, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, lEgislatif, mAhasiswa, mAnajemen, nUrani, pEndidikan, sumber daya, survai, tEknologi iNformasi, teknologi on Tuesday , 2 June 2009 at 8:00 PM
Anda sudah baca berita ini:
Penggunaan ponsel di antara negara berkembang dan negara maju memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Hal ini memunculkan penilaian bahwa ponsel-ponsel yang didistribusikan ke negara berkembang harus lebih tahan banting. “Berdasarkan riset soal penggunaan ponsel yang dimiliki Nokia, disimpulkan bahwa negara-negara maju lebih cepat dalam life cycle untuk penggunaan ponsel. Artinya mereka lebih cepat mengganti ponsel lama dengan produk baru. Sementara di negara berkembang yang terjadi sebaliknya,” ujar Riadi Sugihtani, Head of Marketing Nokia Indonesia, dalam jumpa pers Ovi Mail di Warung Daun, Jakarta, Selasa (2/6/2009).
Riadi menyebutkan, jarak penggantian ponsel pada negara maju sekitar 18 bulan. Jadi misal seseorang memiliki ponsel A, kemudian dia membeli ponsel B. Jarak antara pembelian ponsel A dengan ponsel B adalah 18 bulan. Sementara itu di negara berkembang, rata-rata 27-28 bulan. Dari sini dapat disimpulkan bahwa di negara berkembang, konsumen membutuhkan ponsel yang tidak gampang jebol alias tahan banting. Selain itu perbedaan tipikal penggunaan ponsel di antara keduanya juga berbeda. Di negara maju, pengguna lebih lebih memikirkan konvergensi perangkat, yakni bagaimana menghubungkan fitur-fitur di ponsel ke perangkat lain, misal komputer. Sementara di negara berkembang, pengguna cenderung lebih melihat fitur-fitur apa saja yang ada di ponselnya. Misalnya, kamera berapa megapixel, ada pemutar musik atau tidak.
Untuk Indonesia, Nokia mengkategorikan sebagai negara berkembang, karena lama dalam life cycle. Sehingga perlu strategi khusus bagi produsen ponsel untuk memancing konsumen agar membeli produk. Misal dengan kampanye tahun baru untuk menggunakan ponsel baru.
Ach, menurut saya reasoning riset ini kurang lengkap. Sebagian besar alasan riset itu masuk akal dan memang begitu adanya, tetapi ada yang lebih signifikan, mengapa negara berkembang butuh ponsel yang tahan banting, yaitu:
1. Temperamen manusia negara berkembang (termasuk Indonesia) akhir-akhir ini suka marahan, ngamukan dan “merusak”. Sedang kita ketahui ponsel alias HP itu perangkat paling dekat dan mudah dijangkau oleh manusia yang sedang marah, maka ponsel pasti akan jadi sasaran utama untuk dibanting! Peduli amat ponsel murah atau mahal. Peduli amat punya 1 ponsel atau lebih. Padahal kalau dibanting, terus rusak mau beli lagi sudah susah. Pusing. Wah, makin kalap, makin merusak, makin banting-bantingan. Apalagi kalau ponsel itu ternyata jadi sumber masalah yang sedang berkecamuk diantara orang-orang yang berkonflik, misalkan antara suami dan istri, gara-gara adanya miscalled asing, sms mesra atau foto/video orang ketiga. Jadi deh, nasib ponsel pasti merupakan pelengkap penderita yang harus mau dibanting-banting.
2. Kontrol diri dan pemeliharaan terhadap perangkat yang dipunyai (semisal HP) manusia negara berkembang sangat kurang dan ceroboh banget. Sehingga jatuh bolak-balik, kebanting sana-sini itu alat semakin sering saja. Wong menjaga dirinya dan sanak saudaranya agar nggak kebanting-banting saja juga nggak begitu bisa!
3. Orang-orang negara berkembang nggak pernah membiasakan diri untuk membaca manual operasional dan pemeliharaan dari setiap perangkat teknologi yang dipunyai. Jangan nipu deh. Pernahkah anda beli motor baru, teve baru, kulkas baru, HP baru, buku petunjukknya anda baca dengan serius sampai tuntas baru mencoba menghidupkan/menggunakan itu perangkat? Nggak banyak yang melakukan hal ini. Yang umum yaitu pasti langsung mencoba/menggunkan alat itu dengan dasar coba-coba atau menurut katanya orang lain atau pengalaman-pengalaman yang pernah diperoleh sebelumnya. Padahal setiap perangkat (yang apalgi berbeda spesifikasi) punya kekhasan masing-masing, dan batasan-batasan yang relatif berbeda satu sama lain dalam operasionalnya dan pemeliharaannya!
Nggak tahu, menurut anda mungkin beda lagi pandangan ya? Nggak apa beda, yang penting jangan pakai banting-bantingan ponsel ya …. apalagi banting pintu, banting meja dan kursi, dan sepertinya kok nggak tahan marah!
aNak, Hak Asasi Manusia, indonesia, teknologi
In aNak, bLog, country, global, hAm, hIdup, indonesia, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, lEgislatif, pEndidikan, readiness, risiko, sumber daya, tEknologi iNformasi, teknologi, uang on Tuesday , 2 June 2009 at 1:00 PM
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) meminta masyarakat berhati-hati dalam menggunakan perangkat makan berbahan dasar melamin. Pasalnya, dalam kondisi tertentu perangkat tersebut dapat melepaskan formalin yang berpotensi menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan. “BPOM melakukan pengujian terhadap 62 peralatan makan dari melamin dan menemukan 30 diantaranya melepaskan formalin bila digunakan untuk mewadahi makanan yang berair atau berasa asam, terlebih dalam keadaan panas,” kata Kepala BPOM Husniah Rubiana Thamrin Akib di Jakarta, Senin (1/6). Ia mengatakan, menurut hasil pengujian, kadar formalin yang lepas dari perangkat makan melamin kadarnya sangat bervariasi, dari satu bagian per juta (part per million/ppm) hingga 161 bagian per juta. “Penggunaannya dalam jangka panjang berisiko menimbulkan gangguan ginjal dan kandung kemih, gagal ginjal, kerusakan organ tubuh, kanker, hingga kematian,” jelasnya.
Menurut data BPOM, alat makan melamin yang bila digunakan untuk mewadahi makanan berair, asam atau panas melepaskan formalin antara lain gelas dengan tulisan “VGS 4-05A Melamine Ware” dan “Sayota Melamine Ware” pada bagian bawah, sendok makan dengan tulisan “Made in China No.2117, sendok makan “Melamin Ware ADS 7007″, sendok makan bertulisan “8057″, sendok makan “Made in China”, dan sendok makan “Zak Design China 04287.” Selain itu ada pula sendok nasi dengan cap “Melamine Ware”, sendok sayur bercap “IM 508″, garpu bercap “Huafeng No.204″ serta mangkuk bertulisan “VGS 1-83″, “Mei Shing Melamine 110581″, “H.K Melamine No.889″, “ADS-W07-2″, “ADS W06-8B”, “ADS T001″, “Melamine Ware China”, dan “Melamine Ware Estella Disney Made in China not for Microwave Use“. Ada juga piring dengan tulisan “Huamei No.2210P”, “ADS P09-1″, “Melamine Ware T109″ dan “Mei Shing Melamine 109″ serta sodet tanpa penanda.
Menurut Husniah, alat makan melamin berbahaya yang sebagian besar impor dari Cina dan sebagian kecil produk lokal tersebut sulit dikenali secara kasat mata. “Secara fisik kita tidak bisa membedakan perangkat melamin yang melepaskan melamin dan tidak, harus melalui pengujian laboratorium,” katanya. BPOM sendiri, kata Husniah, juga akan berkoordinasi dengan pejabat Departemen Perdagangan dan Departemen Perindustrian untuk memastikan tidak ada lagi impor dan produksi perangkat makan melamin yang berisiko membahayakan kesehatan. “Ini bukan kewenangan kita karena izin bukan kita yang keluarkan. Kita akan berkoordinasi dengan Departemen Perdagangan untuk menghentikan impor barang-barang ini dan dengan Departemen Perindustrian terkait alat yang diproduksi lokal,” katanya.
Direktur Pengawasan Produk dan Bahan Berbahaya BPOM Roland Hutapea menjelaskan, perangkat melamin tersebut dalam kondisi tertentu bisa melepaskan formalin karena tidak dibuat dengan proses dan teknologi yang baik. “Itu sudah ada standarnya, ada standar produksi perangkat berbahan melamin yang aman digunakan untuk tempat makanan, ‘food grade’ istilahnya,” katanya. Roland menambahkan, pihaknya berencana membahas penandaan keamanan perangkat makanan berbahan dasar melamin dengan pihak terkait untuk menjamin keamanan perangkat melamin yang beredar di pasaran. Husniah mengatakan, demi keamanan masyarakat bisa meminta informasi lebih lanjut mengenai produk melamin ke Unit Layanan Pengaduan Konsumen BPOM melalui telepon ke nomor 021-426333/32199000 atau surat elektronik ke ulpk@pom.go.id dan ulpkbadanpom@yahoo.com. Referensi
budaya, indonesia, kEwarganegaraan, teknologi
In aNak, bLog, country, dEmokrasi, e-goverment, eKsekutif, hAm, hIdup, indonesia, informasi, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, mAhasiswa, mAnajemen, nUrani, pEndidikan, pEringkat iNdonesia, rank, ranking, readiness, risiko, sumber daya, survai, tEknologi iNformasi, teknologi, uang on Sunday , 24 May 2009 at 2:38 PM
Kalau anda sudah baca Indonesians Embrace American-Style Reality TV tentu anda (saya juga) akan jengah. Acara model apa reality show yang sekarang banyak ditayangkan di TV-TV Indonesia.

1. Jelas nyontek habis dari acara-acara TV sejenis di luar Indonesia, khususnya Amerika Serikat.
2. Apa nilai edukatif yang dapat dipetik dari acara semacam ini? Banyak jeleknya dan nggak beresnya, daripada nilai manfaatnya! Menjual “kondisi kemiskinan” merupakan tema-tema acara reality show ini, semuanya hampir seragam.
3. Jelas, menampilkan nilai-nilai kebebasan ala negara asing (budayanya jauh dari budaya Indonesia) yang diusung!
4. Hak privasi banyak dilanggar. Kebohongan juga dikemas seperti reality, padahal sungguh-sungguh kebohongan.
5. Tontonan yang nggak pantas jadi tuntunan. Kedukaan dan kesedihan orang lain dijadikan hiburan bagi orang lain!
6. Memang misinya jelas kapitalis, alias cari uang/untung belaka. Nggak peduli efek sosial bagi bangsa ini.
Anda masih menontonnya? Berarti anda menyumbang “rating iklan” tontonan negatif semacam ini. Sayang ….
indonesia, informasi, teknologi
In bLog, country, global, hAm, hIdup, informasi, kOmputer, mAhasiswa, mAnajemen, risk, saing, sumber daya, tEknologi iNformasi, teknologi on Thursday , 14 May 2009 at 12:40 AM
Pemburu hantu dari Inggris, Paul Rowland (49), mengklaim berhasil menciptakan perangkat elektronik untuk mengabadikan gambar arwah gentayangan. Perangkat elektronik ini dilengkapi dengan sinar ultraviolet dan inframerah untuk menangkap gambar yang tidak mampu diabadikan kamera biasa. Dengan perangkat elektroniknya itu, Paul Rowland berhasil mengabadikan arwah seorang anak kecil di salah satu ruang mansion Welsh tempat ia bekerja. Paul Rowland telah mendengar kabar tentang roh halus anak kecil itu sebelum berhasil mengabadikannya. “Roh halus anak kecil itu berupa sebuah lengan orang dewasa yang bergerak mendekatiku,” tutur Paul Rowland menceritakan pengalamannya itu. Paul mengaku tergerak untuk mengembangkan perlengkapan elektronik itu setelah menyaksikan program berburu hantu yang ditayangkan oleh televisi seperti Most Haunted.

“Karena perangkat penangkap gambar itu belum ada, saya mencoba untuk menciptakannya sendiri,” ujar Paul. Paul yakin perangkat elektronik yang dikembangkannya itu mampu membantu kamera menangkap gambar sejumlah roh halus pada masa mendatang. “Saya menggunakan sinar ultraviolet dan biru untuk memungkinkan penangkapan gambar di ruang gelap. Perangkat itu juga dilengkapi dengan kamera digital still dan camcorder yang mampu menangkap gambar”. Lihat news lengkapnya disini.
Nha, ini tantangan buat mahasiswa disini, bisa nggak nyaingi si Paul itu? Ketajaman kameranya? Mahasiswa Elins UGM sanggup? Ayo keluarin hasil usahanya ….. eh, penelitiannya …
Ada-ada saja ya …………
indonesia, mAnajemen, teknologi
In bLog, emisi, global, kEpemimpinan, mAnajemen, pers, readiness, risiko, saing, teknologi on Monday , 13 April 2009 at 1:00 PM
Sekadar info untuk penyuka MotoGP, termasuk saya nhi, lanjutan lomba jangan lupa ya ….
Grand Prix of Qatar yang menjadi seri pembuka rangkaian MotoGP 2009 akan dilanjutkan Senin malam, 13 April 2009, pukul 21.00 waktu setempat atau Selasa, 14 April 2009, dini hari WIB. Hasil ini setelah direktur perlombaan melakukan rapat singkat.
Balap motoGP di sirkuit internasional Losail yang semula dimulai pukul 23.00 waktu setempat atau pukul 03.00 WIB diganggu oleh hujan cukup deras. Para pebalap sudah dalam posisi line-up di garis start. Setelah menunggu setengah jam, hujan juga tak kunjung reda, direktur perlombaan memutuskan untuk menunda balapan karena, sekalipun motor bisa menggunakan ban khusus basah, pandangan pebalap terganggu oleh pantulan cahaya dari permukaan trek. “Ini bukan ide yang baik,” sebut Casey Stoner kepada Gazzetta dello Sport. Kami tidak bisa menjamin, kata pebalap tim Ducati-Marlboro itu, kalau hari ini tidak hujan. Selain hujan, di trek juga ada debu sehingga berbahaya bagi pebalap.
Sementara itu, mantan pebalap Ducati, Marco Melandri, yang kini berlomba dengan bendera tim Hayate Kawasaki berbicara kepada situs web MotoGP, mengharapkan balapan dilanjutkan Senin karena dia sudah datang ke Qatar mengikuti latihan resmi, babak kualifikasi, dan siap berkompetisi. Menjadi tidak efisien kalau jadwal balapannya diundur ke September mengisi jadwal MotoGP Hongaria yang dibatalkan. Memang, penundaan ini menimbulkan ragam usulan. Pebalap veteran Loris Capirossi setuju kalau lomba dipindahkan ke September. Kondisinya, menurut Capirex—sebutan Capirossi—lebih baik jika dipaksakan besok (malam ini).
Apapun yang terjadi, kita tunggu saja di depan teve besok pagi ya, sampai jumpa selasa dinihari WIB, di Qatar via tv …..
indonesia, kEwarganegaraan, teknologi
In bLog, country, hIdup, indonesia, informasi, kEwarganegaraan, mAhasiswa, pEndidikan, peace, readiness, sumber daya on Tuesday , 31 March 2009 at 9:08 AM
teknologi
In bLog, dEmokrasi, hAm, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, lEgislatif, mAnajemen, nUrani, pEndidikan, tEknologi iNformasi on Wednesday , 3 December 2008 at 12:23 PM

WNI No 1
Beberapa hari lalu pada suatu acara seminar, seorang pemrasaran mengekspose soal game untuk anak yang isinya berbau pornografi. Intinya yang bersangkutan cenderung menyarankan anak-anak harus “dijauhkan” dengan game. Alasannya banyak game untuk anak yang “nyasar-nyasar” bahkan dalam forum itu ditayangkan pula contoh sebuah game yang ada “nyasar-nyasarnya” ke tampilan untuk orang dewasa ….
Saya selalu berfikir, mengapa sih, kok banyak orang bahkan beratribut pakar selalu berfikir aneh terhadap suatu produk teknologi, entah teknologi komunikasi dan informasi maupun semacam game. Atau produk-produk teknologi lainnya. Selalu saja yang disalahkan teknologinya, selalu saja produk teknologinya yang harus dijauhkan dengan manusianya (orang atau anak-anak) supaya tidak berpengaruh. Lho? Sekali lagi, teknologi itu nggak punya jenis kelamin, gender, usia, nyawa ataupun sifat perilaku tertentu. Jadi mestinya jangan pernah salahkan teknologi. Atau, jangan pernah menjauhi atau “mengharamkan” teknologi tertentu. Kalau mau disalahkan ya manusianya ….
Oke, kembali ke soal game. Saya punya pendapat begini:
1. Apa sih game itu? Menurut saya sama saja substansinya dengan game-game anak-anak jaman dulu (sekarang sudah tua, jadi orang-orang tua). Termasuk sama saja dengan jenis permainan tradisional yang dulu-dulu, yang mungkin sekarang masih tersisa di desa-desa. Kok bisa? Ya iyalah, game itu prinsipnya khan “permainan”, yang bisa melibatkan otak, mental kepribadian ataupun fisik. Bahasa kerennya melibatkan ranah kognitif, afektif dan psikomotorik. Itu tantangannya game …. cuma yang zaman dulu-dulu, game tradisional misalnya, kandungan geraknya (psikomotoriknya) banyak dan merata, yang sekarang kandungan geraknya mungkin sedikit karena berbasis teknologi informasi (komputer, HP atau PS) jadi banyak diam di tempat, yang goyang paling tangan, kepala, dan mata. Meskipun juga banyak game sekarang yang “menggunakan” multi indera manusia. jadi sebenarnya substansinya sama saja game sekarang dan “game” jaman dulu, hanya media dan penggunaan komponen kemanusiaannya saja yang berbeda proporsinya.
2. Kalau ada game yang sekarang “tersusupi” dengan tayangan sara ataupun porno, kemudian dimainkan anak-anak, berarti harus ada yang perlu dicermati, jangan salahkan gamenya, karena nggak ada cara yang bisa “menutup sama sekali” peluang munculnya game-geme miring seperti itu. Jadi mestinya, para orangtua anak yang harus mau turun “memilihkan” game, menemani main game, mengajak bermain game bersama-sama. Bukan hanya melarang thok. Ini sudah nyata munculnya game seperti itu, sesuai perkembangan jaman sekarang yang memang “banyak jalur” yang bisa digunakan mencari game semacam itu. Anak dilarang main game di rumah, masih bisa mencari di luar rumah, di tempat temannya. Iya khan …. jadi, malah sebaiknya anak diajak main game saja di rumah dengan memilihkan game yang baik dan mendidik (ini buanyak banget!) sambil memasukkan nilai-nilai kebenaran, kebaikan, kekeluargaan dan motivasi-motivasi, termasuk nilai-nilai agama/moral untuk menghindari game-game yang nggak beres itu ….
3. Memang para orangtua sekarang harusnya nggak boleh gaptek, dan “memperlakukan” anak seperti yang dia jalani dulu …. ini jamnnya sudah berb eda, produk teknologi sudah menyusup ke semua bidang … yang sulit dihindari, jadi harus ada pendampingan ke anak, secara bijak dan mendidik, bukan asal melarang!
4. Biasanya yang jadi problem ber-game ria adalah “kelupaan”, lupa waktu, lupa makan, lupa sholat … lupa tugas kewajiban lainnya … nah inilah yang harus diajarkan orang tua soal manajemen waktu ke anak-anak untuk tanggungjawab, ya masalah hak dan kewajiban yang seimbang, proporsional, ataupun disampaikan “kesenangan itu ada batasnya” supaya penyelesaian tugas-tugas yang harus dilaksanakan tidak terbengkelai …
Kesimpulannya, jangan salahkan gamenya (bukan berarti saya bersetuju dengan pembuat game yang menayangkan hal-hal prono lho … ), salahkan manusianya (artinya kita sendiri yang harus mengkoreksi diri sendiri cara menghadapi situasi dan kondisi kehidupan anak-anak sekarang yang banyak berubah!) …