Satu Nusa Satu Bangsa Satu Bahasa Satu Harapan

Posts Tagged ‘Warganegara’

Strong Indonesia earthquake kills hundreds

In country on Thursday , 1 October 2009 at 11:56 AM

gempa_padang

A powerful earthquake that struck western Indonesia (Padang, the capital of West Sumatra province) trapped thousands of people under collapsed buildings — including hospitals, a hotel and a classroom, officials said. At least 200 bodies were found in one coastal city and the toll was expected to be far higher.

The temblor Wednesday started fires, severed roads and cut off power and communications to Padang, a coastal city of 900,000 on Sumatra island. Thousands fled in panic, fearing a tsunami. It was felt hundreds of miles (kilometers) away in Malaysia and Singapore, causing buildings there to sway.

The undersea quake of 7.6 magnitude was followed by a powerful, shallow inland earthquake on Thursday morning with a preliminary magnitude of 6.8, the U.S. Geological Survey said. It hit about 150 miles (240 kilometers) south of Padang at a depth of just under 20 miles (24 kilometers).

Shallow, inland earthquakes generally are more destructive. There were reports that the second quake badly damaged dozens of additional buildings.

In Padang, the capital of West Sumatra province, the shaking was so intense from Wednesday’s temblor that people crouched or sat on the street to avoid falling. Children screamed as an exodus of thousands of frantic residents fled the coast in cars and motorbikes, honking horns.

At least 500 buildings in Padang collapsed or were badly damaged, said Disaster Management Agency spokesman Priyadi Kardono, adding that 200 bodies had been pulled from the rubble there. The extent of damage in surrounding areas was still unclear due to poor communications. Indonesia, a poor, sprawling nation with limited resources, was cobbling together an emergency aid response, and the government was preparing for the possibility of thousands of deaths.

Padang’s mayor appealed for assistance on Indonesian radio station el-Shinta. “We are overwhelmed with victims and … lack of clean water, electricity and telecommunications,” Mayor Fauzi Bahar said. “We really need help. We call on people to come to Padang to evacuate bodies and help the injured.”

Hundreds of people were trapped under collapsed buildings in Padang alone, including a four-star hotel, he said. Other collapsed or seriously damaged buildings included hospitals, mosques, a school and a mall.

I was studying math with my friends when suddenly a powerful earthquake destroyed everything around me,” an unidentified boy told the TVOne broadcaster. He escaped out of the top floor just as the three-story structure, used for after-school classes, crumpled. TVOne footage showed heavy equipment breaking through layers of cement in search of more than 30 children it said were missing and feared dead. Thousands were believed trapped throughout the province, said Rustam Pakaya, head of the Health Ministry’s crisis center.

Search and rescue teams were working in heavy rain when the second strong quake struck, causing widespread panic and badly damaging 30 houses in Jambi, another Sumatran town. It was not yet clear if there were injuries, said Jambi Mayor Hasfiah, who uses only one name, like many Indonesians. Frantic parents were seen rushing to local schools in search of their children.

This is a high-scale disaster,” Health Minister Siti Fadilah Supari told Metro TV, referring to the Wednesday quake.

The first quake struck just off the coast of Padang, the U.S. Geological Survey reported. It occurred a day after a killer tsunami hit islands in the South Pacific and was along the same fault line that spawned the 2004 Asian tsunami that killed 230,000 people in a dozen nations.

A tsunami warning was issued Wednesday for countries along the Indian Ocean, but was lifted after about an hour; there were no reports of giant waves.

The shaking in Padang felled trees and crushed cars. A foot could be seen sticking out from one pile of rubble. At daybreak, residents used their bare hands to search for survivors, pulling at the wreckage and tossing it away piece by piece.

“People ran to high ground,” said Kasmiati, who lives on the coast near the quake’s epicenter. “I was outside, so I am safe, but my children at home were injured,” she said before her cell phone went dead.

The loss of telephone service deepened the worries of those outside the stricken area.

“I want to know what happened to my sister and her husband,” said Fitra Jaya, who owns a house in downtown Padang and was in Jakarta when the quake hit. “I tried to call my family there, but I could not reach anyone at all.”

Hospitals struggled to treat the injured as their relatives hovered nearby.

Indonesia’s government announced $10 million in emergency response aid and medical teams and military planes were being dispatched to set up field hospitals and distribute tents, medicine and food rations.

Local television reported more than two dozen landslides in the province. Some blocked roads, causing miles-long traffic jams of cars and trucks.

On Tuesday, a powerful earthquake off the South Pacific islands of Samoa, American Samoa and Tonga — thousands of miles (kilometers) from Indonesia — spawned tsunami that killed at least 120 people. Experts said the seismic events were not related.

Ramadhan 2009

In iSlam on Friday , 21 August 2009 at 11:48 AM

Ramadan_3_2009

Nobody’s perfect

I’m too

I’ve made a lot of mistakes to my family and my friends

ramadhan_agustus_2009

Before entering the Ramadhan 2009

Please forgive me for everything what I’ve done

ramadhan_2_2009

May Allah SWT blesses us in this holy month

Amien

Indonesia bermimpi jadi negara industri pada 2020

In country on Thursday , 6 August 2009 at 12:13 PM

Indonesia berambisi menjadi negara industri baru di dunia pada tahun 2020. Beberapa upaya tengah dipersiapkan termasuk mengembangkan teknologi yang bisa mendukung sektor industri. Berdasarkan Perpres No.28 tahun 2008 mengenai Kebijakan Industri Nasional (KIN) hingga 2025 Indonesia bertekad menjadi negara industri tangguh yang diawali sebagai negara industri baru pada 2020. Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Kusmayanto Kadiman mengatakan untuk menjadi negara industri baru maka Indonesia harus bekerja keras dan siap menganggarkan dana yang besar dalam mendukung sektor belanja industri. Ia mengatakan keinginan Indonesia sebagai industri baru merupakan pernyataan kualitatif. Pada tahun 1997 lalu Indonesia sudah berhasil dinyatakan oleh dunia menjadi negara yang berpotensi sebagai negara industri baru. “Kita belum bisa melepas kata potensial sampai sekarang, mesti buat beberapa upaya untuk melepas itu,” katanya dalam acara workshop perencanaan pengembangan teknologi dalam mencapai visi Indonesia sebagai negara Industri baru tahun 2020 di kantor Depperin, Jakarta, 6 Agustus 2009.

Terkait dengan komitmen pembiayaan bagi sektor industri dalam mendukung upaya Indonesia menjadi industri baru. Maka perlu komitmen dana yang harus dibelanjakan terhadap sektor industri dan komitmen pembiayaan jangka panjang. Ia menambahkan belanja investasi industri dari APBN terhadap PDB tahun 1993-1997 merupakan rasio yang tertinggi sampai sekarang yaitu mencapai 1,8% (belanja untuk industi terhadap PDB). Kemudian setelah itu mengalami penurunan terus menurus, rasio terkecil tercatat antara periode 2001-2004 hanya 0,8% kemudian sedikit naik dalam periode 2004-2009 sebesar 0,9%. “Jadi kalau mau jadi negara industri baru, berapa uang yang harus dibelanjakan untuk bidang industri. Kalau angkanya itu masih seperti sekarang, itu hanya menjadi mimpi saja,” ucapnya.

PESANNYA: Uang yang untuk dibelanjakan untuk bidang industri, memang darimana ya? Bukankah ini kait mengkait, industri dulu, baru datang uang, atau uang dulu baru datang industri? Yang jelas, yang manapun yang akan terjadi, faktor manusia disini menjadi penting! Bahkan sangat penting. Pertanyaaannya, betulkah manusia Indonesia sudah siap masuk dalam kancah negara industri? Dimana profesionalisme, kreativitas, persaingan dalam konteks efisiensi, produktivitas berlanjut dan memanfaatkan teknologi informasi secara efektif  agak merupakan faktor yang perlu digarap terlebih dahulu …..

Rahasia di balik warna-warni makanan

In hIdup on Thursday , 6 August 2009 at 12:01 PM

Berbagai jenis warna dalam makanan ternyata memiliki banyak khasiat yang dapat melindungi manusia dari berbagai jenis penyakit. Warna pada makanan tidak sekedar membuat tampilannya jadi lebih hidup. Pernahkah terbesit dalam pikiran, mengapa apel berwarna merah, jeruk berwarna oranye, bayam berwarna hijau, anggur berwarna ungu, susu berwarna putih, atau cumi berwarna hitam? Warna-warna tersebut rupanya memberikan manfaat bagi tubuh.

Berbagai macam warna pada makanan itu berasal dari senyawa alamiah (pigmen) yang merupakan senyawa fitokimia. Suatu bahan pangan sebenarnya terdiri dari berbagai jenis pigmen, namun warna yang akhirnya muncul adalah warna pigmen yang paling dominan diantara yang lainnya.

Sebuah warna dihasilkan karena adanya kemampuan ikatan kimia suatu pigmen untuk menyeleksi gelombang cahaya yang diserap dan dipantulkan. Sebagai contoh, warna merah yang pada buah apel adalah warna yang dipantulkan oleh pigmen tersebut, sedangkan warna-warna lainnya hanya diserap saja, tidak dipantulkan.

Bambang Nurhadi, STP Msc, dosen dan ahli Teknologi Pangan di Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran mengatakan selain sebagai pemanis tampilan, warna dalam makanan juga memiliki efek fungsional bagi tubuh. “Warna yang berasal dari pigmen pada makanan umumnya memang membawa efek kesehatan bagi tubuh dan bersifat sebagai antioksidan. Bahkan pigmen antosianin yang tergolong pigmen tidak bernutrisi pun masih memiliki sifat antioksidan yang berguna dalam menangkal radikal bebas dalam tubuh,” ujarnya.  Bambang pun menjelaskan bahwa pigmen terbagi menjadi dua jenis, yaitu yang bernutrisi dan tidak bernutrisi. Pigmen yang bernutrisi artinya ia menyumbangkan zat yang dapat menyehatkan tubuh, seperti beta-karoten yang merupakan provitamin A dan akan diubah menjadi vitamin A dalam tubuh.

Sedangkan vitamin yang tidak bernutrisi artinya ia tidak menyumbang zat (vitamin), tetapi ia memiliki gugus polifenol yang bersifat sebagai antioksidan, contohnya pigmen antosianin. Namun kedua jenis pigmen tersebut sama-sama bermanfaat. Bagaimana sebuah warna dapat memberikan khasiat bahkan menyembuhkan penyakit pada tubuh kita? Orang-orang Mediterania misalnya percaya bahwa buah tomat dapat mengobati penyakit jantung. Kepercayaan mereka ternyata memang beralasan, pasalnya buah tomat mengandung pigmen berwarna merah (likopen) yang merupakan senyawa yang dapat memberikan efek antioksidan yang dapat mencegah oksidasi kolesterol buruk ‘LDL’.

Sebuah penelitian yang dilansir dari health24 pun menyebutkan bahwa seseorang yang melakukan diet mediterania dengan mengonsumsi tomat sebanyak 1 kg (mengandung 60 mg likopen) setiap harinya selama 3 bulan, mengalami penurunan kolesterol LDL dalam darah sebanyak 14%. Selain itu, likopen juga berfungsi sebagai zat antikanker, mengendalikan kadar gula darah dan juga diketahui dapat meningkatkan aktivitas sperma. Likopen dapat ditemukan juga pada apel, pepaya, strawberry, semangka, bayam merah, paprika, daging kerang, ikan salmon, lobster, dan lainnya. Pigmen-pigmen pembentuk warna lainnya pun tak mau kalah menyumbangkan khasiatnya, diantaranya:

Warna Jingga. Pigmen pembentuknya adalah karoten. Beta-karoten merupakan pigmen yang paling umum dan penting bagi tubuh karena merupakan provitamin A yang dalam tubuh akan diubah menjadi vitamin A. Beta-karoten sangat baik untuk kesehatan mata, sebagai antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas (anti kanker), antinyeri/peradangan. Karoten banyak terdapat pada wortel, mangga, jeruk, labu kuning, ubi merah, kangkung, bayam, dll.

Warna Kuning. Pigmen pembentuknya adalah xanthophyll. Berfungsi mengurangi risiko kanker, tumor, mencegah kerusakan DNA, mencegah osteoporosis dan juga menjaga kesehatan mata. Xanthopyll banyak terdapat pada jeruk, nanas, melon, pir, timun suri, jagung, telur, kunyit, dll.

Warna Hijau. Pigmen pembentuknya adalah klorofil. Klorofil dan hemoglobin memiliki struktur yang sama, sehingga sering disebut ‘darah hijau’ yang berfungi mentransportasikan oksigen ke seluruh jaringan tubuh. Berfungsi pula sebagai zat antibakteri, antikanker. Klorofil banyak terdapat pada alpukat, kiwi, anggur hijau, asparagus, bayam, brokoli, daun singkong, kacang polong, paprika hijau, sawi, dll.

Warna Ungu. Pigmen pembentuknya adalah antosianin. Berfungsi mengobati kanker (payudara, prostat, kulit, pankreas, usus besar), diabetes mellitus, anti peradangan, antibakteri, dan kesehatan mata. Antosianin banyak terdapat pada anggur ungu, plum, manggis, terong ungu, kol ungu, dll.

Warna Putih. Tidak memiliki pigmen yang memantulkan warna tertentu sehingga semua warna yang masuk ke dalam bahan tersebut dipantulkan semua sehingga terlihatlah warna putih. Berfungsi meningkatkan imunitas tubuh dan menyehatkan saluran pencernaan. Buah-buahan yang berwarna putih seperti leci, rambutan dan kengkeng kaya akan vitamin C, bahkan lebih tinggi daripada jeruk. Pangan lainnya yang berwarna putih yaitu susu, sawi putih, tauge, bawang putih, bawang bombay, dll

Warna Hitam. Makanan yang berwarna hitam memang tidak terlalu banyak dijumpai. Cumi-cumi dan cincau hitam merupakan salah satunya. Cumi-cumi mengandung protein yang tinggi, mineral dan asam-asam amino esensial. Tinta cumi pun diiketahui dapat mengaktifkan sel-sel darah putih untuk memerangi kanker. Sedangkan cincau hitam merupakan sumber serat pangan, karbohidrat dan dipercaya dapat mengobati demam, sakit perut, mual, diare dan hipertensi. Selain karena pigmen yang terkandung dalam makan itu sendiri, warna juga sebenarnya dipengaruhi oleh karakteristik permukaan dan lingkungan. “Coba saja bandingkan warna pada apel yang kusam dengan apel yang sudah digosok, pasti warnanya berbeda,” ujar dosen yang menyelesaikan studi S2-nya di Universitas of New South Wales, Australia tersebut. “Warna juga berfungsi dalam proses-proses fisiologis pada hewan dan tumbuhan, seperti untuk menarik binatang (lawan jenis), mempertahankan diri (pada bunglon), proses penyerbukan, dan yang paling penting yaitu merupakan sumber awal dari sebuah makanan itu sendiri (klorofil untuk proses fotosintesis),” ujar Bambang.

Setiap warna alami yang terdapat pada makanan memiliki fungsinya masing-masing. Oleh karena itu mengonsumsi makanan yang berwarna-warni sangat dianjurkan karena dapat mencegah bahkan mengobati kita dari berbagai penyakit. Bambang pun menyarankan agar kita memvariasikan konsumsi sayuran atau makanan yang berwarna dan menyesuaikannya dengan selera serta kemampuan ekonomi yang dimiliki. Satu pesan dari Bambang yang disampaikan yaitu, “Pilihlah buah-buahan atau sayuran sesuai dengan warna pada umumnya, maksudnya jika warna wortel itu adalah oranye, maka jangan mengonsumsi yang warnanya menyimpang“. Begitu banyak khasiat yang ditawarkan alam lewat bahan pangan, namun semuanya tergantung lagi pada pilihan hidup. Mau hidup sehat atau tidak? Ref

Jangan sebut pulau terluar. Katakan saja pulau terdepan!

In indonesia on Saturday , 1 August 2009 at 6:00 AM

Negara kita punya banyak pulau, mencapai sekitar 17.000 pulau. Ada yang sudah bernama (terdata) ada yang belum punya nama. Seringkali kita menyebut pulau paling depan (dekat perbatasan antar negara) sebagai pulau terluar. Ini memang aneh, wong pulau-pulau itu masuk halaman laut kita, kok disebut pulau terluar (memang pulau-pulau itu berada di luar Indonesia?). Mestinya, karena masih di dalam lautan kita, yang bener, panggilan terbaik ya PULAU-PULAU TERDEPAN, karena ini juga mengisyaratkan bahwa pulau-pulau itu merupakan etalase, sekaligus posisi pertahanan kita paling depan.

Lepas dari itu, semua pulau-pulau terdepan mestinya kita perhatikan perkembangan pembangunannya, agar masyarakat (kalau ada yang tinggal disitu) merasa betul-betul diperhatikan keberadaannya sebagai WNI, jangan sampai malah dibina orang asing. Pembangunannya yang lengkap, bukan hanya yang terkait langsung dengan pertahanan dan keamanan saja, namun dari sisi ekonomi, sosial, politik dan hukum. Media komunikasi/informasi asli Indonesia harus bisa masuk dan dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat di pulau-pulau terdepan.

Jadi, jangan lupa ya menyebut pulau-pulau kita yang deket perbatasan dengan sebutan PULAU-PULAU TERDEPAN.

Arab Saudi haramkan mengakui Israel sebelum tinggalkan Arab

In kEwarganegaraan on Thursday , 30 July 2009 at 2:16 PM

Pernyataan Juru bicara Kementerian Luar Negeri Saudi, Osama Nugali, 29 Juli 2009:

1. Negara berpengaruh di Timur Tengah, Arab Saudi, takkan mengakui Israel sampai negara Yahudi itu keluar dari tanah Arab yang didudukinya dan membuat komitmen ke arah penyelesaian dua negara dengan Palestina.

2. Kebijakan Israel sebagai menderita schirofrenia, dan mengatakan itu membahayakan semua upaya guna menghidupkan kembali pembicaraan perdamaian Timur Tengah dengan tujuan menciptakan negara Palestina merdeka. “Posisi kami sudah diketahui. Israel lah yang harus melakukan tindakan sungguh-sungguh ke arah proses perdamaian. Israel terus melakukan tindakan sepihak dengan mengubah fakta demokrafis dan geografis di lapangan, dengan membuat permukiman dan memperluas permukiman yang ada.

3. “Gagasan perdamaian Arab sangat jelas. Bahwa Israel mesti mundur dari tanah Arab dan mengakhiri pendudukannya dan menyelesaikan masalah utama konflik.”

4. Masalah pembagian air, pengungsi Palestina, dan status masa depan Jerusalem sebagai ibukota kedua negara harus diselesaikan “guna mencapai perdamaian yang menyeluruh, adil dan langgeng yang dilandasi atas pembentukan negara Palestina yang merdeka dan mampu bertahan. Dalam normalisasi proses perdamaian muncul setelah tercapainya semua tujuan ini, bukan sebelumnya. Jadi, kita tak boleh merusak keteraturan.”

5. Perluasan permukiman Israel di wilayah pendudukan Tepi Barat Sungai Jordan terus menghalangi kemajuan, dan pihak Palestina telah menolak untuk memulai lagi perundingan sampai Israel membekukan pembangunan. Tetapi Israel telah menolak seruan oleh pemerintah AS agar menghentikan kegiatan permukiman, yang mengarah kepada pertikaian terbuka paling buruk antara kedua sekutu dekat Amerika dalam beberapa tahun. “Kita telah menyaksikan kebijakan Israel yang menderita schirofrenia. Di satu sisi, Anda berbicara mengenai perdamaian dan kepentingan mereka untuk mencapai perdamaian, di sisi lain, mereka melakukan tindakan yang bertentangan dengan proses perdamaian yang membuatnya jadi rumit dan membahayakannya.

PESANNYA: Yaa memang begitulah perilaku negara yang satu ini …. masak kita harus membiarkannya …

Seorang wanita Sudan diadili karena bercelana panjang. Kebangeten sekali!

In country on Thursday , 30 July 2009 at 2:04 PM

Seorang wanita Sudan akan diadili di pengadilan Khartoum dengan ancaman 40 cambukan karena MENGENAKAN CELANA PANJANG. Wanita bernama Lubna Hussein, mantan wartawan yang kini bekerja untuk PBB, mengundang wartawan dan peninjau ke persidangan. Dia ditahan di sebuah restoran di ibukota Sudan, Khartoum, bersama beberapa wanita lain awal bulan ini, karena mengenakan busana “tidak senonoh“.  Dia mengatakan, 10 wanita yang ditahan, termasuk yang non-muslim, kemudian dicambuk 10 kali dan dikenai denda $100.

Empati berbasis HAM

Empati berbasis HAM

Hussein dan dua wanita lain meminta didampingi pengacara dan menangguhkan sidang kasus mereka. Kini, Hussein, mencetak 500 kartu undangan dan menyebarkan e-mail. Dia mengatakan dia ingin sebanyak mungkin orang menghadiri sidang pada hari Rabu. Dia mengatakan, dia tidak melanggar apa-apa berdasarkan hukum syariah, tapi bisa dinyatakan melanggar ketentuan dalam undang-undang pidana Sudan yang melarang orang mengenakan busana tidak senonoh. “Saya ingin mengubah undang-undang ini, sebab undang-undang ini tidak sesuai dengan konstitusi. Orang perlu tahu yang terjadi,” kata Hussein dalam undangan yang dia sebarkan. “Mereka akan mencambuk kami 40 kali, dan juga mendenda saya 250 pound sudan (sekitar Rp1 juta),” tambahnya. Wartawan BBC James Copnall di Khartoum mengatakan, Hussein bertekad untuk menggalang publisitas seluas mungkin atas kasusnya.

Dalam perkembangan terkait, seorang wartawai yang menulis artikel yang kritis terhadap perlakuan atas Lubna Hussein didakwa mencemarkan nama baik polisi. Amal Habbani, wartawati tersebut, menghadapi hukuman denda besar jika dinyatakan bersalah, lapor kantor berita AFP.

PESANNYA:

1. Jaman begini, kok masih ada ya negara yang mengadili warganegaranya hanya karena memakai celana panjang (dianggap sebagai busana tidak senonoh), kebangeten, pasti negara ini nggak mau menghargai Hak Asasi Manusia (Wanita).

2. Kalau wanita itu diadili karena jadi WTS, membunuh bayinya, menelantarkan anaknya, jualan narkoba, dan segala jenis kriminalitas yang merusak tatanan hidup, bolehlah dia diadili. Masak hanya karena bercelana panjang saja diadili, piciklah itu!

3. Untuk WNI Nomor 1, khususnya kaum hawa, bersyukurlah kita hidup di Indonesia, negara dan bangsa yang telah menghargai Hak Asasi Manusia dan kesamaan gender. Maka cintailah negara dan bangsa Indonesia sepenuhnya, bangunlah jiwa kita, bangunlah badan kita, untuk Indonesia Raya, berikan sumbangsih terbaik untuk negara dan bangsa ini …… seraya menyongsong Peringatan ke-64 Proklamasi Kemerdekaan RI Tahun 2009 : MERDEKA!

BILA RASA INI RASAMU by Kerispatih

In kEwarganegaraan on Monday , 27 July 2009 at 1:31 PM

Aku memang terlanjur mencintaimu

Dan tak pernah ku sesali itu

Seluruh jiwa rela ku serahkan

Mengenang janji setiaku

Kumohon jangan jadikan semua ini

Alasan kau menyakitiku

Meskipun cintamu tak hanya untukku

Tapi cobalah sejenak mengerti

Bila rasaku ini rasamu

Sanggupkah engkau menahan sakitnya

Terkhianati cinta yang kau jaga

Coba bayangkan kembali

Betapa hancurnya hati ini kasih

Semua telah terjadi

Aku memang terlanjur mencintaimu

PESANNYA: Terlanjur mencintai Indonesia juga oke kok, nggak perlu ke lain negara/bangsa! Mau jadi WNI Nomor 1 saja. Semoga yang ngurus negara/bangsa ini juga mencintai rakyatnya/warganya sepenuh hati, tidak mendua hati!

CINTA HARUS DIMENGERTI by The Sabian Band

In country on Monday , 27 July 2009 at 9:36 AM

Saat cinta memang harus diakhiri
Saat cinta takkan bisa dimengerti
Engkau tak lagi beri aku
Kesempatan lagi

Aku bukanlah malaikat
Juga bukan makhluk dari surga
Maafkanlah aku
Yang tak sempurna
Di hadapanmu

Hapus rasa hapus cinta hapus kisah
Kini engkau bukanlah milikku
Meski takkan mudah tuk dilupakan
Semua kenangan indah

Aku bukanlah malaikat
Juga bukan makhluk dari surga
Maafkanlah aku
Yang tak sempurna
Di hadapanmu

Saat cinta memang harus diakhiri

PESANNYA : Dengan cinta kita dipertemukan, dengan cinta kita dipisahkan. Oleh sebab itu, mengapa cinta mesti dipandang dari satu arah? Harus dua arah. Cinta bisa mengantarkan rasa bahagia, cinta juga bisa mengantarkan kesedihan mendalam. Apa maknanya? Biarkan cinta berlalu apa adanya. Dan, ingatlah bahwa cinta tidak mesti berarti hubungan satu individu dengan individu lainnya, karena cinta begitu luas. Cinta terhadap negara dan bangsa ini juga sesuatu yang indah kalau kita bisa memeliharanya, menjaganya dan mengaplikasikannya secara baik dan benar. Dengan cinta terhadap negara dan bangsa ini kita dilahirkan, dengan cinta terhadap negara dan bangsa ini kita mengarungi kehidupan, dengan cinta terhadap negara dan bangsa ini kita berbakti sampai menutup mata.

Memuji berlebihan bisa berakibat negatif

In hIdup on Wednesday , 22 July 2009 at 1:13 PM

Jika Anda mempunyai kebiasaan memuji seseorang terlalu berlebihan sebaiknya mulai dikurangi. Memuji yang terlalu berlebihan justru akan berakibat negatif pada kepercayaan diri seseorang.

Anda yang tidak punya kepercayaan diri tinggi mungkin merasa aneh dan sangsi ketika dibilang sepintar Einstein atau setampan Brad Pitt,” ucap Joanne Wood dari University of Waterloo, seperti yang dikutip dalam penelitian Journal Psychological Science, 21 Juli 2009. Jurnal tersebut menyebutkan bahwa upaya membuat seseorang berpikiran positif justru memberi dampak yang berlawanan pada otak. Bahkan menunjukkan betapa tidak bahagianya orang tersebut.

Ketika seseorang mendengar sesuatu yang tidak mereka percaya, mereka bukan hanya menjadi ragu, tapi juga melekat dengan kuat pada pikiran orang tersebut,” ucap Wood. Penelitian psikologis telah membuktikannya. Kebanyakan dari kita sering meragukan dan bertanya kembali pada diri sendiri jika sesuatu yang hebat terjadi pada kita. Dalam Journal of Personality and Social Psychology disebutkan bahwa jika seseorang mendapat timbal balik (feedback) yang dirasa terlalu habat dan berlebihan, mereka justru merasa payah, buruk dan tidak baik.

Wood dan John Lee dari University of Waterloo mencoba meneliti tentang estimasi dan penghargaan pribadi seseorang terhadap 68 siswa. Para siswa disuruh menulis pemikiran dan perasaan mereka selama 4 menit. Setiap 15 detik, setiap orang dalam satu grup akan mendengar sebuah bel, kemudian mereka diminta untuk mengatakan pada diri sendiri, “Saya adalah orang yang sangat penyayang”.

Dari survei tersebut, ternyata mereka yang punya penghargaan yang rendah pada dirinya pribadi,– yaitu mereka yang tidak merespons dengan baik feedback positif yang datang,– tidak merasa lebih baik setelah 16 kali. “Sangat paradoks”, ucap Wood. Melihat kenyataan tersebut, Wood dan Lee menyimpulkan bahwa pemikiran yang berlebihan atau tidak diharapkan oleh seseorang akan mengganggu pemikirannya.

Terutama jika mereka tergolong orang yang memiliki estimasi pribadi yang rendah, sehingga setiap pikiran positif yang masuk ke mereka hanya akan menjadi pertanda betapa menyedihkannya mereka,” ujar Lee. Jadi memujilah sesuai kadarnya.

Sotomayor Says Identity Won’t Distort Her Decisions. Ini baru jempolan!

In kEwarganegaraan on Wednesday , 15 July 2009 at 7:00 AM
Perjuangan seorang wanita

Perjuangan seorang wanita

Judge Sonia Sotomayor insisted on Tuesday, in the face of sometimes skeptical questioning from Republicans, that she would never allow her background or life experiences to determine the outcome of a case if she were elevated to the Supreme Court.

“It’s not a question of choosing to see some facts or another, senator,” Judge Sotomayor told Jeff Sessions of Alabama, the ranking minority member on the Senate Judiciary Committee, who made it clear he was not persuaded that the nominee would adhere to the law as strictly as she has pledged.

We’re not robots,” the judge said at one point, as she described judges’ personal backgrounds as sources to enrich the law rather than warp it — walking a semantic tightrope that Mr. Sessions repeatedly, despite his courtly courtesy, said he did not find persuasive.

The judge was led into her question-answer session by friendly queries from the committee chairman, Senator Patrick J. Leahy, Democrat of Vermont, who tried to deflate Republican arguments in advance by giving the nominee a chance to explain some of her controversial rulings and comments, including the now-famous remark that “a wise Latina woman” might see a case in a different light from a jurist of a different gender or ethnic background.

“No words I’ve ever written or spoken have received so much attention,” the judge said, with a slightly nervous laugh. At another point, she observed that she might have been guilty of “a rhetorical flourish” that “fell flat.”

Repeatedly, Judge Sotomayor sought to persuade the panel that her past, rather than determining how she rules on cases, makes her more perceptive in sorting out the issues. “The process of judging is the process of keeping an open mind,” she said, explaining that her philosophy is to examine issues “case by case, applying the law as it exists.”

I think the system is strengthened when judges don’t assume they’re impartial,” she said.

But Senator Sessions said he feared that Judge Sotomayor would let her background determine how she rules, and that she has displayed “a body of thought over the years that causes us difficulty.”

No, the judge said. She pledged that “at no point nor time” would she let her background affect how she rules. Life experiences are important in perceiving facts, she said, “but the law commands a result.”

The judge sought to dispel any notion that she dealt too perfunctorily, in her role as a member of the United States Court of Appeals for the Second Circuit, with the New Haven firefighters’ case, in which the city threw out the results of a promotional exam because black candidates did not fare well.

The case was “not a quota case, not an affirmative action case,” she said, but rather focused on possible defects in the test. The Second Circuit decided the case, although in a very short ruling, based on “a very thorough” 78-page decision by a district court, the judge said, adding that now that the Supreme Court has ruled in favor of white and Hispanic firefighters who challenged the city’s decision she, of course, would be bound by that decision.

But Senator Orrin G. Hatch, Republican of Utah, was not satisfied with that explanation and wondered, without asking a direct question, why the judge had relied on the district court’s decision “rather than doing your own analysis of the issues.”

Trying to counter suggestions from some Republicans that she is an “activist judge,” Judge Sotomayor said she does not see appeals courts as policy makers, despite once observing that “the court of appeals is where policy is made.” What she meant, she explained, is that appellate judges establish legal precedent, and “precedent has policy ramifications,” binding litigants in similar cases.

Senator Dianne Feinstein, Democrat of California, came to the nominee’s defense, asserting that an objective study of her record should convince people that “she is anything but” an activist judge.

Judge Sotomayor, who often took notes as she was being questioned, responded in legalese when she was asked by Senator Herb Kohl, Democrat of Wisconsin, if she believed that Roe v. Wade, the 1973 Supreme Court decision establishing a woman’s right to choose abortion, was “settled law.”

“The court’s decision in Planned Parenthood v. Casey reaffirmed the court holding of Roe,” she replied, referring to the 1992 ruling in a Pennsylvania case. “That is the precedent of the court and settled, in terms of the holding of the court.”

There was a moment of near-comedy when Judge Sotomayor sought to alleviate any fears that she might not be sympathetic enough to the rights of gun owners. “I have friends who hunt,” she said.

There was a moment of friction between Mr. Leahy and Mr. Sessions, both former prosecutors. When Mr. Sessions went on at some length before letting the nominee respond, Mr. Leahy said sharply, “Was that a question?”

Mr. Sessions said he had to go on at some length because Mr. Leahy had “misrepresented the facts” of a certain case — an assertion Mr. Leahy hotly disputed.

Mr. Sessions has promised to give Judge Sotomayor fair consideration, with his own unpleasant experience in mind. Two decades ago, his nomination for a federal district judgeship was derailed amid accusations that he had been insensitive on racial issues — accusations that he heatedly denied, and that some black associates also disputed.

Judge Sotomayor would appear to be virtually assured of confirmation, despite the hostility of some Republicans, given the Democrats’ 12-to-7 advantage on the judiciary panel and 60-to-40 majority in the Senate. Referensi

P.S. Perhatikan beberapa kata yang saya bold di atas. Dengan kata-kata tajam Sotomayor “membuka” mata para penuduh. Inikah perjuangan gender sesungguhnya, tanpa affirmatif. Inikah perjuangan negarawan sesungguhnya, tanpa melihat asal-usul keturunannya. Inikah perjuangan ranah hukum semestinya, tanpa carut marut yang disengaja. Belajar dari Sotomayor, belajar kehidupan bernegara, dengan aroma multikultural dan pluralisme. Indah nian: profesionalisme tetap bersemi.

Budaya Pemerintahan Provinsi DIY, perlu sosialisasi ya…..

In e-goverment on Monday , 13 July 2009 at 2:24 PM

Budaya Pemerintahan, memang perlu dibuat, disosialisasikan, dan diterapkan, terus dikontrol ya …. agar kinerja para pegawai menjadi mantap …. seperti Budaya Pemerintahan Provinsi DIY, yang baru, memang perlu sosialisasi ya…..

Apakah Budaya Pemerintahan Provinsi DIY? SATRIYA :

Selaras,

Akal Budi Luhur Jatidiri,

Teladan-keteladanan,

Rela Melayani,

Inovatif,

Yakin dan percaya diri,

Ahli-Profesional.

Semuanya merupakan nilai-nilai yang baik dan unggul.

Problem kepemerintahan kita sesungguhnya apa kok sampai perlu budaya pemerintahan? Tidak ada satunya kata dan perbuatan, alias implementasinya, kalau istilah populer dulu ya pengamalannya (meminjam instilah P4) yang nggak terwujud nyata ….

Asyik, liburan lebaran dengan uang baru Rp.2.000,-

In aNak, anggaran on Friday , 10 July 2009 at 3:28 PM

Bank Indonesia (BI) resmi meluncurkan pecahan Rp 2.000 baru bergambarkan pangeran Antasari. Namun uang bernuansa abu-abu itu baru akan beredar luas di masyarakat menjelang Idul Fitri. Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) baru akan mendistribusikan 500 juta bilyet/lembar uang baru pecahan Rp 2000 kepada BI pada Juli 2009 dan Agustus 2009. Sektretaris Perusahaan Peruri, Toni Pandelaki mengatakan, Peruri akan mendistribusikan uang pecahan baru tersebut secara bertahap dengan jumlah nominal sebesar Rp 1 triliun.

Cocok untuk lebaran .....

Cocok untuk lebaran .....

Pada bulan Juli 2009, kita akan mendistribusikan kepada BI untuk disebarkan sebanyak 200 juta bilyet/lembar dan kemudian pada bulan Agustus 2009 sebanyak 300 juta bilyet/lembar,” ujar Toni dalam Media Gathering wartawan di kawasan SCBD, Jakarta, Jumat (10/07/2009). Ia menambahkan, uang pecahan Rp 2.000 itu diharapkan sudah bisa didistribusikan ke BI per 20 Juli 2009. “Nantinya sakaligus menyambut hari idul fitri, pecahan Rp 2000 sudah dapat tersebar ditangan masyarakat,” jelasnya.

Sebuah penghargaan untuk Sang Pahlawan

Sebuah penghargaan untuk Sang Pahlawan

Uang kertas baru pecahan Rp 2.000 berwarna dominan abu-abu dengan unsur pengaman berupa tanda air bergambar Pangeran Antasari dengan benang pengaman yang tertanam di kertas uang dan bertuliskan BI2000 berulang-ulang yang akan memendar merah di bawah sinar ultraviolet. Uang kertas pecahan baru ini juga mengakomodasi kebutuhan para tuna netra dengan menyediakan kode tertentu (blind code) di samping kanan bagian muka uang yaitu berupa kotak persegi panjang yang dicetak secara intaglio.

Soal uang, lama atau baru, jangan lupa 3D: Dilihat, Diraba, Diterawang! Masih ingat khan?!

Menurut Bara Hasibuan, SBY pecahkan rekor Obama. Pentingkah itu? Yang lebih penting mewujudkan amanah rakyat sebaik-baiknya ….

In eKsekutif on Friday , 10 July 2009 at 10:43 AM

Wakil Ketua Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional SBY-Boediono, Bara Hasibuan, mengatakan Susilo Bambang Yudhoyono memecahkan rekor Presiden AS Barack Obama sebagai presiden yang dipilih paling banyak oleh rakyatnya secara langsung, jika sistem hitung cepat benar. “Tadi saya coba-coba hitung, jika hasil hitung cepat konsisten dengan hasil KPU, ada fakta yang menarik perhatian yakni (SBY) memecahkan rekor presiden yang dipilih secara langsung. Obama hanya dipilih oleh sekitar 69 juta rakyat AS,” kata Bara Hasibuan di Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan, jika hitung cepat itu benar, jumlah golput sekitar 20 persen dan jika suara tak sah 10 persen maka jumlah suara sah mencapai 70 persen. Sementara itu jumlah pemilih yang tercatat di daftar pemilih tetap sekitar 170 juta. Sehingga jumlah suara sah sekitar 119 juta suara. Jika SBY menang dengan persentase 60 persen maka total suara yang memilih SBY sebesar 71 juta, atau di atas Obama yang hanya 69 juta atau sekitar 52 persen dari jumlah pemilih AS. Kemenangan SBY, katanya, semakin berarti karena jumlah capres di AS hanya dua sementara di Indonesia tiga pasangan. Tidak hanya itu, jumlah pemilih di AS juga lebih besar dibanding dengan di Indonesia, katanya.

Bara mengatakan selain itu posisi SBY sebagai presiden bertahan (incumbent), memang memperoleh keuntungan, namun juga bukan merupakan hal yang mudah untuk menyakinkan rakyat bahwa pemerintah telah berbuat banyak hal untuk rakyat. “Sehingga juga menjadi ujian, apakah selama menjabat sudah melaksanakan janji,” katanya. Sehingga, katanya, SBY jauh lebih sulit dibanding dengan Obama untuk memperoleh suara rakyat karena harus membuktikan pemerintah telah melakukan yang terbaik. Sejumlah lembaga survei yang melakukan hitung cepat Pemilu Presiden 2009 menyebutkan perolehan pasangan Megawati-Prabowo sekitar 26-27 persen, Yudhoyono-Boediono sekitar 60-61 persen dan Jusuf Kalla-Wiranto sekitar 12 persen.

SBY memecahkan rekor Obama, seberapa pentingkah itu? Ada yang lebih penting, mewujudkan amanah rakyat sebaik-baiknya …. selamat bekerja ….

Eh, ada Game SBY melawan koruptor. Bisa di-download gratis lagi …

In country on Thursday , 9 July 2009 at 1:00 PM

Ternyata ada orang Indonesia (david_setiabudi@yahoo.com) yang bikin Game Presiden SBY. Lihat saja di website-nya. Ada 2 game yang bisa di-download. Gratis lagi. Game petualangan SERU & menantang ini dibuat (katanya) demi mendukung Bapak SBY dan Bapak Boediono. Konsep permainan petualangan ORIGINAL dari David Setiabudi (Copyright), hanya dengan mouse saja. Tidak boleh ditiru tanpa izin tertulis.

Syarat boleh download, yaitu harus berusia 21 tahun keatas. Saya sudah mencoba DL 2 game itu, masing-masing punya file dengan ukuran 7 Mb. Kalau berminat, DL saja sendiri, kayak apa sih serunya game tersebut …. yang katanya ada “petualangan” SBY melawan koruptor ……………..

Hasil riset: Sulit tidur alias insomnia? Di-terapi saja dengan internet!

In sumber daya on Thursday , 9 July 2009 at 11:13 AM

Kondisi sulit tidur (insomnia) seringkali melanda orang yang sedang banyak pikiran atau merasa tertekan. Sebuah riset menunjukkan bahwa insomnia dapat disembuhkan dengan bantuan internet. Bagaimana caranya?

Dalam terapi berbasis internet ini, tidak ada ahli terapi manusia yang dilibatkan. Sebuah software akan memberikan nasehat dan jadwal tidur khusus berdasarkan jadwal keseharian user. Pasien insomnia akan diajak mempelajari kebiasaan tidur yang lebih baik, menghindari terjaga di tengah malam, melalui cerita, kuis dan game. “Ini merupakan program yang interaktif dan personal,” ujar salah satu tim peneliti, Frances Thorndike dari University of Virginia Health System.

Software yang diberi nama Sleep Healthy Using the Internet (SHUTi) ini dapat menjadi alternatif terapi murah dan tidak memerlukan obat-obatan. Sekitar 45 orang dewasa yang mengalami insomnia dilibatkan dalam penelitian tersebut. Secara acak, 22 orang diantaranya mencoba program terapi berbasis internet ini. Hasilnya, kelompok orang yang mencoba terapi ini dapat tidur lebih nyenyak dan jarang terjaga di tengah malam. Kendati terapi ini menunjukkan hasil positif, menurut Shelby Harris, seorang ahli dari New York Montefiore Medical Center, ada hal-hal yang kurang dari terapi berbasis internet.

Menurutnya, jika melakukan terapi secara berhadapan langsung (face to face), seorang ahli terapi dapat terus memotivasi pasien dan mengidentifikasi kecemasan-kecemasan yang membuat pasien sering terjaga di tengah malam. Namun, semuanya kembali pada orang yang mengalami insomnia, lebih nyaman dengan terapi berbasis internet atau face to face dengan ahli terapi.

Wah, cocok nhi, saya terkadang juga susah tidur. Apakah anda juga susah tidur? Sama dong, mari kita terapi barengan lewat internet, dalam bentuk? FB-an atau YM-an ………………… saya tunggu ………

Jumlah orang kaya di dunia merosot. Lha, kekayaan kita naik atau merosot?

In anggaran on Thursday , 25 June 2009 at 2:23 PM

Jumlah orang kaya di dunia merosot.

Mengapa? Karena nilai-nilai investasi mereka tergerus oleh krisis finansial selama tahun 2009. Jumlah orang kaya yang dideskripsikan sebagai “High Net Worth Individuals” atau HNWI turun hingga 15% menjadi hanya 8,6 juta orang. Sementara Ultra-HNWI, atau orang yang memiliki aset investasi di atas US$ 30 juta turun hingga 25%. Demikian hasil studi yang dilakukan Merrill Lynch dan lembaga konsultan Prancis, Capgemini.

Penurunan yang belum terjadi sebelumnya menyapu bersih pertumbuhan yang mengesankan selama tahun 2006 dan 2007, sehingga mengurangi populasi HNWI dan kekayaan mereka turun pada level yang sebelum 2005,” demikian hasil studi tersebut. Hasil studi itu juga menunjukkan bahwa para HNWI mulai kehilangan kepercayaannya pada pasar, regulator dan pada perusahaan penasihat keuangannya. “Kebanyakan yang terkena dampak dari penurunan ini adalah orang-orang yang paling makmur,” jelas Martina Weimert, Associate Director Capgemini.

Lebih dari separuh dari jumlah orang kaya tersebut tinggal di Amerika Serikat, Jepang dan Jerman. Sementara China berhasil menggeser Inggris untuk berada di posisi keempat dalam hal jumlah orang kaya. Total kekayaan dari orang di kelas HNWI, atau yang memiliki kekayaan investasi aset lebih dari US$ 1 juta turun dari US$ 40,7 triliun pada tahun 2007 menjadi US$ 32,8 triliun pada tahun 2008.

Peduli amat dengan orang kaya dunia (lain). Lha, kita sendiri ini, sekarang ini, makin kaya atau makin miskin ya? Kaya hati lebih penting, syukur-syukur bisa kaya materi ….. biar amalnya bisa lebih banyak lagi ….

Pemerintah Kota Surabaya dinilai kurang peduli terhadap penggunaan Bahasa Indonesia. Yok opo rek?

In country on Thursday , 25 June 2009 at 10:13 AM

Pemerintah Kota Surabaya dinilai kurang peduli terhadap penggunaan bahasa Indonesia. “Kami sangat menyayangkan, seharusnya sebagai kota yang pernah meraih anugerah Adi Bahasa, Surabaya memiliki kepedulian yang tinggi terhadap Bahasa Indonesia,” kata Kepala Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional RI Dr Dendy Sugono di Surabaya, 24 Juni 2009.

Ia melihat masih banyak ruang publik di Surabaya yang tidak tertib dalam menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. “Coba saja keliling kota Surabaya, banyak sekali ditemukan ketidaktertiban dalam berbahasa,” katanya dalam seminar internasional Relasi Lokalitas-Globalitas Menuju Modernitas Bahasa dan Sastra Indonesia di Surabaya itu. Dalam kesempatan itu, Dendy juga merasa prihatin dengan pelajar sekarang. “Kalau tidak lulus ujian nasional, protes karena nilainya jeblok. Padahal, mereka tidak lulus karena tidak menguasai bahasa Indonesia,” katanya. Oleh sebab itu, dia meminta para siswa jangan sampai mengesampingkan bahasa Indonesia karena sampai sekarang masih digunakan dalam soal-soal ujian nasional.

Menurut dia, penguasaan masyarakat terhadap bahasa Indonesia semakin lama semakin memprihatinkan. Hal itu terlihat dari uji kemahiran berbahasa (semacam TOEFL). Rata-rata skor yang diperoleh masyarakat di bawah angka 500. “Masih banyak masyarakat yang memperoleh skor 200. Ini sangat memprihatinkan kita karena sebagai bahasa persatuan sejak 1928, ternyata masih banyak yang tidak menguasainya,” katanya.

Sementara itu, Kepala Balai Bahasa Surabaya Amir Mahmud menyatakan tidak setuju jika bahasa Indonesia dianggap tidak bisa mengikuti perkembangan teknologi. “Justru kami selalu mengikuti perkembangan teknologi,” katanya. Bahkan, pihaknya sudah menghimpun 184.000 kata asing yang di-Indonesia-kan dari 32 cabang keilmuan, di antaranya kimia, fisika, ekonomi, dan hukum. Pejabat bidang politik dan ekonomi Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Surabaya, Jeffrey Loree, menyatakan, bahasa Indonesia sangat penting di mata dunia internasional. Menurut dia, negosiasi dan komunikasi lintas budaya berkaitan erat dengan urusan diplomasi. “Kegagalan dalam memahami budaya orang lain akan memiliki konsekuensi yang serius,” kata mantan guru bahasa Mandarin di Amerika Serikat itu.

Waduh, kedengarannya nggak enak ya. Surabaya khan masih di dalam negara Indonesia khan, kok nggak peduli dengan Bahasa Indonesia, yok opo rek? Bahasa Indonesia juga salah satu identitas Bangsa Indonesia lho …………. Ayo, kembali, Indonesianisasi …….. apapun yang mungkin …………Jangan umek Pedagang K-5 saja alias gropyokan dan razia terus, ke-Indonesia-annya juga perlu dibina melalui bahasa ….

Hebat, di depan 200 tokoh agama dunia yang bertemu di Roma, Din Syamsuddin berani menyebut krisis global akibat negara maju yang serakah!

In hAm on Wednesday , 17 June 2009 at 11:55 PM

Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin menegaskan krisis global yang terjadi sekarang akibat ulah negara maju yang serakah. Din meminta negara-negara maju yang tergabung dalam Kelompok 8 (G-8) berinvestasi bagi perdamaian dunia, bukan sebaliknya bersaham bagi terciptakan kerusakan dunia. Din menyampaikan hal ini dalam pidatonya di depan 200 tokoh agama dunia yang sedang bertemu di Roma dalam rangka memberi masukan bagi G-8 Summit yang akan bersidang di Roma pada 8-10 Juli 2009.

Din yang diminta bicara mewakili Islam menegaskan bahwa kerusakan dunia yang ditandai antara lain adanya aneka krisis global – pangan, energi, lingkungan hidup dan keuangan – adalah akibat ulah negara-negara maju yang serakah dan mau menang sendiri. Sebagai akibatnya, tercipta ketidakadilan global, merajalelanya kemiskinan, pengangguran, kebodohan, kerusakan lingkungan hidup, pandemi, perang dan berbagai bentuk kekerasan. Pada sesi yang juga menghadirkan Menlu Italia Franco Frattini sebagai pembicara lain, Din membeberkan fakta-fakta kemiskinan dan  pengangguran di dunia dewasa ini, dan betapa negara-negara besar mengeluarkan dana besar-besaran untuk militer dan perang. Untuk itu Din mengajukan saran dari perspektif umat beragama kepada negara-negara maju.

Pertama, agar dilakukan perubahan paradigma pembangunan dari sekadar sustainable development menjadi sustainable development with meaning (pembangunan berkelanjutan dengan makna), yang dalam aplikasi ekonomi tidak hanya mengejar pertumbuhan semata tapi mengabaikan pemerataan dan keadilan sosial. Begitu pula, paradigma ini akan menolak eksploitasi sumber daya alam tanpa upaya pelestarian.

Kedua, agar negara-negara maju berinvestasi bagi perdamaian dunia, semisal melakukan langkah-langkah nyata dalam menerapkan Millenium Development Goals (MDGs) yang sudah menjadi konsensus mereka sejak 2000, tapi belum ada realisasi nyata.

Ketiga, agar negara-negara maju mengedepankan soft power or love power dalam mengatasi masalah-masalah di negara-negara lain, tidak seperti sekarang ini lebih menonjolkan hard power sehingga mereka terjebak ke dalam kekerasan negara atas negara lain.

Di akhir pidatonya yang mendapat sambutan antusias peserta, Din menaruh harapan kepada Presiden baru AS Barack Obama dengan memberi apresiasi terhadap pidatonya dari Kairo beberapa waktu lalu untuk membuka hubungan baru dengan dunia Islam atas dasar saling memahami, menghormati dan kepentingan bersama. Namun, tandas Din, umat Islam sedunia menunggu realisasi janji tersebut, karena perkataan harus sesuai dengan perbuatan. Tapi betapapun juga, sikap Obama itu memberi harapan baru kepada dunia, dan Din optimistis perbaikan dunia terjadi jika ada kesadaran baru dari para pemimpin negara-negara maju yang benar-benar berniat bagi kemajuan dan kesejahteraan dunia.

Selama di Roma, Din bersama sejumlah tokoh agama dunia Selasa sore diterima oleh Presiden Italia Giorgio Napolitano di Istana Kepresidenan. Pada audiensi tersebut, para tokoh agama menyampaikan penghargaan kepada para pemimpin G-8 atas perhatiannya terhadap saran-saran kalangan agamawan. Presiden Napolitano juga menegaskan penting nilai-nilai moral dan etika agama untuk melandasi pembangunan dunia. Pada kesempatan audiensi tersebut Din Syamsuddin menyampaikan rasa duka cita atas gempa yang melanda L’Aquila, Italia April lalu dan berharap Semangat L’Aquila (tempat G-8 Summit) akan memberi solusi terhadap problematika dunia dan mencerahi peradaban dunia di masa depan.

Adakah lagi, tokoh-tokoh Indonesia lainnya yang mau menyatakan secara jujur di depan publik internasoional secara langsung tentang kondisi dunia sekarang ini, karena ulah tokoh-tokoh dunia itu? Manalagi hayo ….

Razia kendaraan sudah, razia KTP sudah, razia militer oke, razia wajib pakjak? Sebentar lagi ….

In anggaran, bLog, e-gov, eKsekutif, global, hIdup, indonesia, informasi, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, mAnajemen, mAteri kUliah, money, pEndidikan, pEringkat iNdonesia, readiness, risiko, saing, uang on Thursday , 16 April 2009 at 7:00 AM

Razia kendaraan sudah, razia KTP sudah, razia militer oke, razia wajib pakjak? Sebentar lagi ….. masih ingat khan, jargon populer: ORANG BIJAK TAAT PAJAK. Jadi jangan jengkel kalau ada razia pajak ya …. sebagai warganegara yang baik harus mendukung …..

Lho? Iya, karena Direktorat Jenderal Pajak berencana merazia wajib pajak yang belum memiliki nomor pokok wajib pajak. Razia dilakukan berdasarkan tempat kerja wajib pajak. Langkah ini bagian dari upaya untuk mencapai target jumlah wajib pajak orang pribadi tahun 2009. Jumlah wajib pajak orang pribadi tahun 2009 ditargetkan naik 20 persen dibandingkan tahun 2008. ”Kami akan melanjutkan kebijakan ad hoc menambah jumlah wajib pajak tahun 2009, salah satunya dengan penyisiran NPWP (nomor pokok wajib pajak) dari gedung ke gedung atau metode the highest building,” ujar Direktur Jenderal Pajak di Jakarta, dua hari yang lalu. Data-data menunjukkan:

a. Per tanggal 31 Desember 2008 ada 8,807 juta warga memiliki NPWP.

b. Per tanggal 31 Maret 2009, ada 11,167 juta orang warga memiliki NPWP (naik 2,359 juta orang dalam tiga bulan).

c. Berdasarkan kontrak kinerja yang ditandatangani Dirjen Pajak dengan Menteri Keuangan, 7 April 2009, target penerimaan pajak 2009 sebesar Rp 587,8 triliun.

Guna mendorong jumlah pemegang NPWP 2009, Ditjen Pajak memberikan fasilitas bebas bayar fiskal Rp 2,5 juta bagi pemilik NPWP yang bepergian ke luar negeri. Selain itu, Ditjen Pajak juga menghapus sanksi denda Rp 100.000 bagi wajib pajak yang telat menyerahkan surat pemberitahuan (SPT) pajak melebihi batas waktu 31 Maret 2009.

Dihapusnya sanksi denda ini, berarti membatalkan aturan yang dibuat sendiri, berarti memberi toleransi bagi wajib pajak yang “mencari-cari peluang nunggak atau melepaskan kewajiban pajaknya”. Toleransi model begini sesungguhnya bisa bumerang karena penghapusan denda bisa menimbulkan kekecewaan bagi wajib pajak yang patuh sesuai jadwal. Saya pernah mengalami model toleransi begini (yang rasanya menyakitkan) sekitar jaman reformasi 1997-1998 sewaktu saya masih kredit rumah. Ceritanya, karena kondisi perekonomian Indonesia yang morat-marit maka efeknya menerpa perbankan, salah satunya Bank Exim (salah satu cikal bakal Bank Mandiri). Dan imbas lanjutannya, orang-orang yang mengambil kredit perumahan di Bank Exim tersebut harus menerima kenyataan Angsuran kredit perumahan yang harus dibayarkan ke bank tersebut setiap bulan nyaris berlipat dua ….. sehingga banyak yang menunggak, sengaja tidak membayar (terlebih dahulu), memprotes, memboikot, sampai ada pertemuan berkali-kali dengan pihak bank, mempertemukan kedua belah pihak untuk menemukan solusi terbaik mensiasati keadaan saat itu yang semua pihak merasakan kesusahan …. Nah, selama proses mediasi itu kebanyakan dari pengambil kredit berhenti mengangsur. Hanya sebagian kecil saja yang terus mengangsur setiap bulan, tanpa tunggakan sama sekali! Dan saya salah satu dari bagian kecil yang patuh menjalankan kewajiban mengangsur tanpa lewat satu kalipun. Akhirnya proses-proses berlangsung terus … ujung-ujungnya deadlock …. pihak bank juga “sibuk” pembenahan manajemen mau merger antar bank …. pengutang juga tenang, bahkan senang-senang saja tidak menjalankan kewajiban yang sepertinya tanpa ada resiko apa-apa ….. Yang nggak disangka-sangka setelah “tenang” sejenak tiba-tiba muncullah kebijakan yang “menyakitkan” bagi yang jujur dan patuh, yaitu yang nggak mampu membayar angsuran dengan rate baru diberikan PEMUTIHAN, kemudahan membayar sisanya saja, dengan besar angsuran yang lama, tanpa ada denda-denda ….. Lha, yang rajin membayar angsuran dan nggak pernah nunggak, dapat apa? Percaya, tidak percaya saudara, HARUS TETAP MENERUSKAN ANGSURAN sampai lunas dengan rate yang baru! Waaaahhh kuaget hati saya waktu itu. Di benak saya timbul kesan menjadi warganegara yang patuh kok malah NGGAK DIBERI APRESIASI, NGGAK DIHARGAI, NGGAK DIBERI KEBANGGAAN …. perasaan itu sempat muncul sesaat di hati saya. Akhirnya dengan jiwa besar dan ikhlas, saya agak lama dapat memahami kejadian ini secara terbalik, yaitu: Alhamdulillah saya dipercaya sebagai orang yang mampu memenuhi dan menjalankan kewajiban sesuai ketentuan yang berlaku. Dalam pikiran saya, pihak bank menjalankan kebijakan pemutihan kepada para penunggak mungkin dengan asumsi mereka itu memang perlu pertolongan, penyelamatan dan keringanan agar bisa memenuhi kewajibannya.

Okelah itu pengalaman saya, tetapi dalam konteks penundaan penyerahan SPT yang akhirnya dibebaskan dari denda , apakah tidak semakin membuat blunder birokrat kita, kesannya bikin aturan sendiri, dibatalkan sendiri, sehingga terlihat tidak ada perencanaan yang matang. Terhadap wajib pajak sepertinya ada keleluasaan “pembiaran” perilaku nggak baik yaitu menunda penyerahan hingga akhir batas waktu, 31 Desember 2009. Bahkan bisa jadi mereka berandai-andai, jika kepemimpinan nasional berubah, mencari peluang menghindari pajak.

Ya, akhirnya, ada razia NPWP bolehlah, itu bagus-bagus saja, aturan yang tertib dan konsisten juga hal penting diperhatikan lho … apalagi kalau semuanya dapat mematuhi, ya wajib pajak, petugas pajak, aparat lainnya ….. makmurlah rakyat Indonesia.

Memang kita tidak boleh meremehkan Golput

In bLog, country, dEmokrasi, e-goverment, eKsekutif, hAm, indonesia, informasi, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, mAhasiswa, mAnajemen, mAteri kUliah, nUrani, pEndidikan, pOlitik, polling, sumber daya, survai on Saturday , 28 February 2009 at 10:55 AM

Polling tentang Pemilu 2009 yang dipajang di blog ini selama Februari 2009, dalam rangka menyongsong Pemilu di Indonesia, yang diawali dengan Pemilu Legislatif pada tanggal 9 April 2009, sepertinya mengingatkan kita untuk tidak boleh meremehkan Golput.

Dari 28 orang pengisi polling (secara unik, karena setiap pengisi polling nggak bisa menduakali mengisinya, sistem akan menolak, untuk bukti, anda coba saja pada polling bulan maret ini, biar sreg!) ternyata hanya sekitar 46% yang memiliki kecenderungan untuk menggunakan hak pilih. Sementara sisanya sekitar 54% terkelompok dalam kecenderungan Golput dan tidak tahu (belum menentukan sikap). Seperti tabel yang ditampilkan berikut ini:

hhh

Suara terbanyak?

Apa artinya semua ini? Sekali lagi jangan remehkan Golput. Kalau kita dekat dan bisa berkomunikasi dengan calon Golput, seperti yang banyak bertebaran di lingkungan kampus itu, miris juga kalau mereka betul-betul melaksanakan niat Golputnya. Prosentase mereka cukup besar juga. Sehingga kalau pesta demokrasi kita pada tahun 2009 ini minim pemilih, bisa jadi kualitas demokratisasi di Indonesia masih perlu dipertanyakan.

Oleh sebab itu, semua yang terkait dan berkepentingan dengan suksesnya pesta demokrasi di Indonesia secara kuantitas dan kualitas, secara prosedural dan substansial, harus bekerja keras memahamkan seluruh warganegara yang punya hak pilih untuk menggunakan haknya sepenuh hati dan secara bertanggungjawab. Tidak perlu dengan menakut-nakuti, tidak perlu dengan mengancam-ancam dunia-akhirat, tidak perlu dengan janji-janji, tapi cukup dengan bukti dan buktikan, calegnya memang kompetitif, berkualitas dunia-akhirat, bekerja demi rakyat, dan amanah. Serta yang lebih penting keteladanan, dan memiliki jiwa kepatuhan pada konstitusi, hukum dan penegakan HAM. Bukan karena uangnya banyak, massanya banyak, tapi perilakunya busuk, korup, bobrok dimuncul-munculkan. Wah yang ini pasti nggak bisa menarik simpati para Golput. Parpol memang harus intropeksi ke dalam juga, biar bisa mengajak para (calon) Golput ke bilik suara!

Kita harus “memprovokasi” diri kita sendiri terus menerus

In aNak, bLog, dEmokrasi, eKsekutif, eValuasi, hAm, hIdup, iSlam, kEluarga, kEpemimpinan, kEwarganegaraan, kOmputer, kOrupsi, lEgislatif, mAhasiswa, mAnajemen, mAteri kUliah, nUrani, pEndidikan, pEringkat iNdonesia, pOlitik, tEknologi iNformasi on Wednesday , 6 August 2008 at 1:21 AM

logoku

Provokator itu membahayakan? Ya, kalau karena itu digunakan untuk melanggar hukum dan perikehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Tapi kalau untuk memprovokasi diri sendiri menuju ke arah kebaikan dan kebenaran itu halal dan wajib. Sebab kalau kita tidak memprovokasi diri sendiri secara terus menerus ke arah “jalan lurus” kita pasti terprovokasi oleh lingkungan kita, entah lingkungan rumah, kantor atau lingkungan luas (masyarakat) yang sekarang kecenderungannya materialisme (semua diukur secara material), instansisme (maunya jalan pintas), dan ambisiusisme (maunya apa harus tercapai, nggak peduli caranya bagaimana). Oleh sebab itu marilah kita memprovokasi diri kita sendiri secara konsisten dan kensekuen. Janganlah kita memprovokasi orang lain untuk ini, untuk itu, tapi … kita sendiri nggak mampu jalani. Kebangeten. Kalau kita sudah mampu melakukan ini, bawalah nuansa “provokator positif” ini ke lingkungan terkecil dulu, yaitu keluarga. Mampu nggak kita memprovokasi sekitar kita yang paling dekat itu …. Bagaimana mungkin kita mampu memprovokasi masyarakat luas kalau di ceruk yang kecil saja kita nggak bisa memprovokasi ke arah positif. Makanya saya sering melihat tokoh-tokoh yang muncul di permukaan, bagaimana sih keluarga intinya (suami, isteri dan anak-anaknya) tumbuh berkembangi, bagaimanakah kualitas keluarga yang dibinanya, keluarga sehat dengan cara dan kehidupan yang sehatkah …..

Wahai rakyat Indonesia, kalau anda mau mencari pemimpin bangsa dan negara, entah legislatif, eksekutif maupun yudikatif, jangan hanya melihat kapasitas pribadi personal calaon pemimpin itu dan tingkat aksepbilitasnya, tapi lihat jugalah background kehidupan keluarganya dan trackrecordnya selama ini. Saya nggak percaya ada pemimpin hebat yang muncul dari keluarga “hancur-hancuran”. Wong memimpin dalam skala kecil saja nggak mampu apalagi memimpin dalam skala yang luas. Lihatlah sekarang, artis dengan fakta keluarganya berantakan mencalonkan dalam pilkada, tokoh dengan background “hitam” mencalonkan diri dalam pilkada, ada juga yang di legislatif. Mari kita cari fakta-fakta yang disembunyikan oleh mereka ketika tampil ke permukaan …. Jangan sampailah kita mencari pemimpin seperti membeli kucing dalam karung …. siapa tahu nanti malah dapat kucing yang sudah dimutilasi, bahkan sudah jadi bangkai yang hidup lagi dan memimpin kita … wah mengerikan!

Oke, mari kita mulai memprovokasi diri kita sendiri secara konsisten dan konsekuen untuk selalu pada track yang lurus dan benar sebelum masuk wilayah publik, setidaknya patuh pada hukum, kultur dan aturan-aturan yang berlaku di negara kita tercinta ini ….

DIRGAHAYU KE 63 REPUBLIK INDONESIA : 17 Agustus 2008